Ketua Komisi IV, Djoko Mulyono
BATAM KEPRIAKTUAL.Com: Belum lama ini siswa siswi Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Pertama telah mengikuti prosesi ujian Nasional, namun kini prosesi lanjutan yaitu prosesi penerimaan siswa baru dalam program studi terbaru, tentu untuk melanjutkan pendidikan pasti ada yang dikatakan dengan test agar bisa melanjut. 

Dalam test penerimaan siswa baru tersebut ketua komisi IV H.Djoko Mulyono, SH, MH mengatakan bahwa penerimaan siswa baru yang mengikuti test sudah sesuai dengan prosedur dari Kemendikbud.

"Kami dari komisi IV menilai bahwa memang sebagian sudah sesuai dengan prosedur yang ada, dan sebagian masih belum. Karena memang, sekarang inikan dalam PPDB tahun 2017 ini ada kemendikbud nomor 17 tahun 2017 yang menjadi acuan untuk PPDB tahun 2017 diseluruh wilayah indonesia. "Ungkap Ketua Komisi IV

Akan tetapi, lanjutnya, yang menjadi permasalah sekarang turunnya Kemenbud nomor 17 ini bersamaan dengan waktu kemarin PPDB dimulai.
"Artinya dari Pemkot Batam juga karna kemenbud datangnya terlambat, makanya semua tidak bisa terakomodir untuk tahun pertama, mudah-mudahan tahun kedepan nanti bisa terakomodir kemenbud terutama untuk wilayah batam,"ujarnya. 

Menurutnya, ada salah satu Kecamatan di Batam ini yang tidak memiliki SMA Negeri, karna semangatnya zonasi. 
"Bayangkan saja, bagaimana nanti jika satu Kecamatan itu tidak memiliki SMA Negeri mau kemana, kan seperti itu timbul bahasa. Karena karakteristik sosialogis masyarakat Batam berbeda dengan daerah Jawa. Kalau di Jawa itu, satu Desa atau kelurahan penduduknya 1000 sampai 3000 penduduk, kalau disini jumlah penduduk bisa 30 sampai 40 ribu dalam satu kelurahan, itu bagaimana menyikapinya jika sistem zonasi dilakukan dalam satu kelurahan,"terangnya. 

Selain itu, ia juga mengatakan, selain dari persoalan pendidikan di Kota Batam. Joko juga membandingkan permasalahan yang ada di Batam dibanding Daerah lain.
"Dari bentuknya sudah berbeda, sama juga di Anambas, Lingga tidak banyak penduduknya, itulah yang menjadi pemikiran kita bersama. Bagaimana sekarang ini PPDB sana sini banyak kekurangan, karna faktor ekonomi juga berpengaruh, sekarang ini pertumbuhan ekonomi di Batam mengalami penurunan dari biasanya mulai dari 6 sampai dengan 8 persen PPDB tiap tahunnya. Sekarang mengalami penurunan 1 sampai 2 persen. Artinya banyak masyarakat tidak mampu yang mengejar anaknya untuk sekolah di Negeri yang tidak bayar, ini juga jadi permasalahan,"tuturnya. 

Ketika disinggung dengan bahasan siswa titipan untuk masuk ke jenjang pendidikan SMA, Djoko mengatakan tidak ada sama sekali. 
"Kalau titipan ini tidak ada yang nitip-nitip, kita hanya meminta ke Pemkot itu semangat dari Kemendikbud tahun 2017 mengakomodir semua anak yang berada di lingkungan sekolah tersebut. Akan tetapi sekarang Pemkot masih memakai sistem seperti tahun kemarin yaitu masalah nilai. Artinya seperti saya bilang tadi, kemendikbud datangnya dengan telat, tetap kita menginginkan supaya anak yang tidak di lingkungan tersebut di akomodir juga, tinggal lagi lingkungan itu. Kalau dulukan Kemendikbud memberi 15 persen, tapi sekarang 20 persen dibagi tiga lagi dengan Daerah itu berapa jumlah keseluruhan, lingkungan prestasi dan lingkungan orang miskin,"pungkasnya. 

Saat disinggung apakah Komisi IV akan membuat program adanya sekolah gratis? Djoko mengatakan, perihal itu sudah dilakukan oleh pemerintah namun belum semuanya terjalanin, jadi RPMJ dicicil pertahun. "Pemerintah juga telah membantu untuk guru honor di sekolah-sekolah swasta dan tinggal menunggu feedback nya dari sekolah swasta tersebut. Contohnya sekolah HIDAYATULLAH di Batu Aji, mereka telah mengalokasikan 5% untuk siswa tidak mampu yang ingin sekolah,"jelasnya.

Ditambahkan Wakil Ketua Komisi IV,.. Yunus, S. Pi, Pemerintah juga telah memberikan KIP untuk warga yang miskin untuk sekolah gratis dengan cara mensurvei warga yang bener-bener membutuhkanya. Komisi IV juga sudah bicarakan ke pemerintah, masalah dana BOS untuk sekolah swasta yang mendapatkannya. "Dana BOS harus dialokasikan bagi siswa yang tidak mampu "gratis biaya sekolah". Sehingga tidak membludak nya pendaftaran di sekolah negeri jika sekolah swasta ada yang gratis. Kita juga sedang memperbaiki team yang survei soal mendapatkan kartu KIP agar bener-bener di berikan oleh orang yang membutuhkan,"kata Wakil Ketua Komisi IV Muhamad Yunus, S.Pi

Ketua dan wakil ketua Komisi IV, Djoko dan Yunus juga berharap, Agar kedepan ada sekolah gratis, apalagi wajib belajar 9 tahun. Artinya ini sudah dilakukan sejak sekolah Dasar sampai dengan sekolah pertama, itu sudah digratiskan. "Akan tetapi ini menjadi tantangan pemkota batam, Dalam hal ini pemerintah batam dalam visi misinya yang tertera dalam RPJMD salah satunya yaitu meningkatkan mutu pendidikam yang ada di daerah Batam,"tutupnya.


(Liza) 


Tarmizi Usai (Baju Orenge) Usai Jalani Sidang
BATAM KEPRIAKTUAL.Com: Perkara kejahatan terhadap kemerdekaan orang terdakwa Tarmizi alias Midi kembali mendengarkan keterangan saksi di Persidangan Pengadilan Negeri (PN) Batam, Selasa (11/7-2017).

Kali ini Jaksa Penuntut Umum (JPU)  Yogi Nugraha menghadirkan saksi Sugeng, adek Ratna istri keluarga korban Hendriawan. Saksi menerangkan dipersidangan mengatakan, taunya masalah ini (Penyekapan Korban) setelah Ratna (Istri korban) menelponya. Dengan mengatakan, bahwa suaminya di sekap anggota Tarmizi di Simpang Dam karna masalah uang utang piutang sebanyak rp 50 juta.

"Kata Ratna melalui hp nya, suaminya (Hendriawan) disekap di Simpang Dam, dan harus membayarnya. Uang kami berikan pada Ratna Rp 5 juta tapi disuruh harus membawa uang Rp 20 juta. Kemudian saya dan keluarga korban Hendriawan (Naing) kembali mencari uang Rp 20 juta, supaya korban dapat dibebaskan,"terang saksi.

Setelah mendapat uang, lanjutnya, istri korban (Ratna) diarahkan anggota Tarmizi untuk mengantar uang ke Kepri Mall, kemudian diarahkan lagi ke Pos Polisi Simpang Dam, dan disuruh langi ke arah simpang Dam. "Komunikasi saat itu, saya. Saya yang megang hp istri korban. Dan saya disuruh Tarmizi datang sendiri, yang jumpa anggota Tarmizi, lalu kami keliling rusun Muka Kuning, disana ketemu juga anggota Tarmizi lainya,"ujarnya. 

Kemudian, lanjutnya, ia disuruh anggota Tarmizi yang jumpa di rusun Muka Kuning itu menunggu Tarmizi, setelah itu beberapa menit kemudian anggotanya menyuruh supaya uang Rp 20 juta diserahkan. "Anggotanya bilang, Bos tidak bisa jumpa dengan saudara. Tapi Hendriawan tidak bisa keluar hari ini, karna uangnya kurang. Uang udah kuserahkan ke anggota Tarmizi sebanyak 20 juta ditambah Rp 5 juta, jadi totalnya Rp 25 juta diserahkan ke anggotanya,"katanya. 

Korban (Hendriawan) bisa keluar dari penyekapan, karna besoknya, hari selasa, istri korban melaporkan ke Polisi. "Setelah itu barulah bisa keluar korban. Korban saya lihat ada bengkak di wajahnya. Intinya korban selama dua hari tidak bisa keluar dari rumah Tarmizi tempat korban disekap,"ujarnya. 

Saksi juga mengatakan tidak mengetahui masalahnya masalah utang. Dan surat perjanjian perdamaian antara korban dan terdakwa pun tidak tau juga. "Tidak tau masalahnya utang piutang. Bahkan sampai surat perjanjian perdamaian antara tarmizi dengan korban Hedriawan tidak tau,"katanya. 

Usai pemeriksaan saksi, Majelis Hakim yang dipimpin Syahrial yang didampingi Hakim anggota Marta dan Taufik. Terdakwa membantahnya. "Saya tidak pernah lihat saksi dan tidak pernah ngomong sama saksi. Saya juga tidak pernah menyuruh anggota. Tapi dibilang anggota pada saya, bahwa ada keluarga korban mengantar uang. Dan uang itu saya terima," kata terdakwa Tarmizi.


(Liza) 


Tiga Terdakwa digadang Usai Jalani Sidang
BATAM KEPRIAKTUAL.Com: Tiga terdakwa perantara jual beli narkoba jenis sabu berat 1,1 gram yakni Ardi Nasution, Rezatul Akram dan Awis Qardi divonis Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Batam masing-masing selama 7 tahun penjara, Senin (10/7-2017).

Dalam amar putusan yang dibacakan Hakim menyatakan, ketiga terdakwa terbukti secarah sah dan menyakinkan melakukan tindak pidana narkoba, sebagaimana dalam pasal 112 ayat (1) jo pasal 132 ayat (1) UU RI No 35 tahun 2009.

"Terbukti Menjadi perantara jual beli narkoba jenis sabu berat 1,1 gram. Menjatuhkan hukuman terhadap ketiga terdakwa masing-masing selama 7 tahun, denda 1 M, subsuder 6 bulan,"kata Hakim Mangapul yang didampingi Hakim anggota Marta dan Taufik.

Sebelumnya, ketiga terdakwa dituntut Jaksa selama 7 tahun penjara, denda 1M, Subsuder 6 bulan penjara, karena terbukti secarah sah melakukan tindak pidana penjualan narkoba. 

Mendengarkan hasil putusan Hakim, ketiga terdakwa menyatakan terima. "Kami terima yang mulia,"ujar ketiga terdakwa. Sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sigit Muharam menyatakan pikir-pikir.

Fakta selama persidangan mulai dari pemeriksaan saksi penangkap Polda Kepri dan ketiga terdakwa, Berawal pada hari Selasa tanggal 31 Januari 2017, dimana terdakwa Ardi Nasution sedang duduk sambil ngopi di warung samping rumahnya, Kemudian Rezatul Ikram datang (Terdakwa dilakukan penuntutan secara terpisah) dipanggilnya untuk menemaninya mengajak keluar yang mengatakan ”Ayo temanin sebentar keluar” namun Rezatul Ikram (Terrdakwa) dengan menjawab iya. 

Kemudian mereka (Ardi dan Rezatul) berangkat dengan menggunakan sepeda motor untuk mengantar sabu kepada pembeli sabu sebelumnya di SDN 06 Sagulung, sebagaimana yang dijanjikan Terdakwa Awis Qardi (Penuntutan secara terpisah), dan ditemukan sabu saat melakukan transaksi seberat 1,1 gram.

(Liza) 



Gubernur Kepri Periksa Pasukan saat Upacara HUT Bhayangkara ke-71
BATAM KEPRIAKTUAL.Com: Gubernur Provinsi Kepulauan Riau Dr. H. Nurdin Basirun, S.Sos, M.Si pimpin sebagai inspektur upaca HUT Bhayangkara Ke-71, yang dilaksanakan di Lapangan Engku Putri Batam Centre, Senin (10/7-2017). Hal itu disampaikan Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Drs. S. Erlangga, diruang kerjanya.

Dalam acara tersebut, turut dihadiri oleh Kapolda Kepri Irjen Pol Drs. Sam Budigusdian, MH, serta para Kepala pemerintahan Provinsi Kepri dan Pemerintahan Kota Batam, Para tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, Kepala instansi pemerintah, TNI dan Polri serta para pejabat utama, dan organisasi masyarakat serta seluruh Personil Polda Kepri dan jajaran dan peserta Upacara.

Dalam Amanat Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo yang dibacakan oleh Gubernur Provinsi Kepri Menyampaikan Dalam usia ke-71, Polri telah menunjukkan Dedikasi, Loyalitas, dan Integritas yang tinggi untuk mendukung terwujudnya pembangunan Nasional dan Pemerataan Ekonomi yang berkeadilan. 

Polri mampu mewujudkan situasi Kamtibmas yang stabil dan kondusif, Polri sukses melakukan pencegahan konflik, penjagaan demonstrasi, penanganan terorisme, pemberantasan narkoba, menekan angka kejahatan konvensional seperti premanisme dan kejahatan jalanan, serta mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas. 

Selain itu, baca Gubernur Kepri, Polri juga berhasil mengamankan agenda politik 101 Pilkada serentak tahun 2017. Sehingga kegembiraan politik bisa terwujud di daerah-daerah yang melaksanakan Pilkada tersebut.

"Kesuksesan Polri tersebut tidak terlepas dari bantuan, dukungan, serta kerja sama dengan seluruh komponen negara dan elemen masyarakat. Karena itu, saya juga ucapkan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh elemen masyarakat beserta instansi terkait, yang telah mendukung pelaksanaan tugas polri. Ke depan, dukungan semua elemen bangsa tersebut semakin diperlukan karena tantangan yang dihadapi polri akan semakin berat,"bacanya. 

Dilanjutkanya, Selain terorisme, perdagangan narkoba, perdagangan manusia, penyelundupan senjata, dan kejahatan siber juga merusak dan mengancam masa depan bangsa Indonesia. Karena itu mereka harus dikejar dan dihancurkan. Selain itu, potensi konflik horizontal maupun vertikal, dengan isu-isu primordial seperti masalah suku, agama, dan ras keturunan juga akan meningkat.

Sehingga polri perlu melakukan langkah antisipasi dini agar situasi kamtibmas stabil dan energi bangsa tidak habis untuk hal-hal yang tidak produktif seperti ujaran kebencian, fitnah, dan provokasi. Polri juga perlu mempersiapkan diri untuk mengamankan pilkada serentak tahun 2018 dan pemilu legislatif serta pilpres tahun 2019 agar potensi kerawanan yang ada, tidak berkembang menjadi konflik sosial yang meluas. 

"Di tengah semua perkembangan itu, di tengah serangan terhadap polri yang terjadi belakangan ini, polri harus terus menjaga nilai-nilai ke-bhinneka-an yang sudah menjadi kodrat bangsa indonesia. Polri harus terus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa indonesia. Untuk itu, polri harus menjaga soliditas internal dan bertindak professional,"ujarnya. 

Kemudian, ia juga menyampaikan Instruksi Presiden  kepada seluruh jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk terus meningkatkan kinerjanya melalui upaya-upaya sebagai berikut :
1: perbaiki manajemen internal polri untuk menekan budaya negatif seperti korupsi, penggunaan kekerasan yang berlebihan dan arogansi kewenangan.
2: mantapkan soliditas internal dan profesionalisme polri guna mendukung terwujudnya indonesia yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian.
3: optimalkan modernisasi polri dengan penggunaan teknologi informasi dalam pelayanan publik.
4: tingkatkan kesiapsiagaan operasional, melalui upaya deteksi dini dan deteksi aksi dengan strategi polisional proaktif. Dengan demikian polri tetap dapat lincah bertindak dalam menghadapi perkembangan situasi yang meningkat secara cepat.
5: tingkatkan kerja sama, koordinasi, dan komunikasi dengan semua elemen, baik pemerintah maupun masyarakat serta kolega internasional sebagai implementasi pendekatan sinergi polisional, guna mewujudkan situasi kamtibmas yang kondusif. 

Usai Upacara dilaksanakan, Kapolda Kepri memberikan Penghargaan Kepada instansi pemerintah, lembaga negara, organisasi masyarakat, tokoh agama, tokoh adat dan tokoh pemuda, yang berperan aktif dalam mendukung terselenggaranya situasi Kamtibmas yang kondusif dan personel Kepri yang berprestasi. 

Penghargaan pertama diberikan kepada Gubernur Kepri, ketua DPRD Kepri, Danrem 033/WP, Kabinda Provinsi Kepr, Danlantamal IV, Kajati, Danlanud Kepri, IGN, dan Ketua Ombudsman Kepri. "Penghargaan diberikan kepada lembaga negara yang mendukung sinergitas polisional dibidang ketahanan ekonomi, pendidikan, dan kemaritiman dalam menciptakan, memelihara keamanan, dan ketertiban masyarakat,"kata Kapolda Kepri Sam Budigusdian. 

Penghargaan berikutnya diberikan kepada Kepala Bank Indonesia Kepri, Kanwil Khusus DBJC Kepri, Kepala Pangkalan PSDKP, dan Rektor Universitas Batam, Walikota Batam, Bupati Karimun, Bupati Kepulauan Anambas, dan Kepala BPN Batam Asnaedi, karena mendukung peningkatan kapasitas kesatuan Polda Kepri melalui pembangunan fasilitas Polri, memajukan Kepolisian dalam rangka menciptakan dan memelihara Kamtibmas serta penegakan hukum. Sekaligus penyerahan secara simbolik sertifikat tanah Mapolda Kepri seluas 358.046 m2 dari kepala BPN ke Kapolda Kepri.

Selanjutnya Penghargaan diberikan kepada Ketua MUI Kepri, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah, Ketua PW NU Kepri, Ketua Persatuan Gereja Katholik Kepri, Ketua Persatuan Gereja Protestan Kepri, Ketua Agama Hindu Kepri, Ketua Walubi, Ketua Lembaga Adat Melayu, Ketua Senkom Kepri, Ketua PW GP Ansor Kepri, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia Kepri, Aliansi Jurnalis Indonesia Kepri, Persatuan Wartawan Indonesia Kepri, Pewarta Foto Indonesia Kepri, Ketua KONI Kepri, dan Kepala BUJP PT Putra Tidar Perkasa Batam. Sekaligus pengukuhan nama Drumband Chanka Putra Perkasa dari satuan pengamanan sebagai mitra Polda Kepri. Serta 212 Anggota Polri Polda Kepri yang berprestasi.

Rangkaian Kegiatan Upacara HUT Bhayangkara ke - 71 di akhiri dengan Defile Pasukan Polda Kepri dan jajaran serta Defile Kendaraan Operasional Polda Kepri dan Jajaran. Selanjutnya acara Syukuran HUT Bhayangkara akan dilaksanakan Pada hari senin tanggal 10 Juli 2017 pukul 19.00 wib di Lapangan Engku Putri Batam Centre.


(Humas Polda Kepri) 



IWO
JAKARTA KEPRIAKTUAL.Com: Pengurus Pusat Ikatan Wartawan Online (IWO) akan menyelenggarakan Musyawarah Bersama (Mubes) pada hari Jum'at-Sabtu tanggal 8-9 September 2017 di Jakarta.


Mubes tersebut akan membahas berbagai agenda, diantaranya pengesahan pimpinan Pengurus Pusat IWO masa bakti 2017-2022, penyempurnaan Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART), pengesahan Kode Etik IWO serta program kerja. Itu diniatkan untuk bisa ikut bersama dengan Dewan Pers menjaga hak dan kewajiban Wartawan online yang sampai hari ini belum secara khusus diperhatikan. 


"Kita berharap Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkenan untuk membuka acara Mubes. Mudah-mudahan Jokowi tidak berhalangan sehingga bisa hadir," kata Sekretaris Jenderal (Sekjend) IWO Witanto usai mengkuti rapat perdana pra Mubes di kawasan Tebet, Jakarta Selatan Sabtu (8/8/2017) tengah malam.


Selain itu IWO juga akan mengundang sejumlah Menteri Kabinet Kerja dan Lembaga Negara yang terkait langsung terhadap regulasi dan teknis dunia digital Indonesia. 


Menurut pria kelahiran Yogyakarta ini, dalam rangkaian penyelenggaran Mubes tersebut akan diselenggarakan juga acara seminar dengan menghadirkan berbagai narasumber yang berkaitan dengan dunia Pers dan teknologi cyber.


"Kita berharap semua berjalan dengan lancar agar niat baik yang sedang kami rancang bisa memberi sumbang sih untuk bangsa kita, " katanya.


Sekjen meminta kepada Ketua, Sekretaris dan Bendahara IWO di Provinsi/Kabupaten/Kotamadya untuk mempersiapkan diri dari sekarang. Sehingga, saat acara berlangsung semua pengurus daerah bisa hadir agar mereka juga bisa lebih menyebarluaskan misi IWO ke depan hari diseluruh Indonesia. 


Saat ini lanjutnya, pengurus dan pemegang mandat IWO yang sudah ada di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Jambi, Riau, Bengkulu, Lampung, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Banten, Jawa Tengah, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Maluku Utara, Sorong Raya, Papua Barat serta provinsi yang sedang menyusul sudah dalam tahap mempersiapkan diri. 


Sementara, untuk Kabupaten/Kotamadya diantaranya, Kabupaten Pasaman Raya, Bengkalis, Kuantan Sengingi, Dumai, Kampar, Indra Giri Hulu, Ogan Komering Ilir, Tanggamus, Landak, Ketapang, Kota Tomohon, Kota Bitung, Kota Manado dan lainnya, juga seperti itu. 


"Teman-teman sangat antusias dan sedang mempersiapkan diri pengurusnya".


"Kami berharap, dinamika Wartawan Online di Indonesia saat ini bisa membantu rekan-rekan kami di Dewan Pers dalam menambah percepatan tumbuh kembang dunia media digital di Indonesia sesuai amanat UU Pers," demikian Witanto yang menambahkan bahwa akan ada acara HUT IWO yang ke 5 disanding dalam rangkaian Mubes tersebut.


(IWO)


Pasutri Terdakwa Baju Tahanan dan Putih Jalan Usai Sidang
BATAM KEPRIAKTUAL.Com: Hendak mau mengantar narkotika jenis sabu, pil ekstasi, dan heroin ke Surabaya. Dua terdakwa Pasutri Idham Kholid dan Lim li Ngo alias Lina apes di Bandara Hang Nadim Batam ketika melewati pintu Pintu Metal Detektorterdakwa, hingga sampai menjalani persidangan di PN Batam dengan agenda mendengarkan keterangan saksi yang dihadirkan JPU Frihesti, Kamis (6/7-2017).

"Kami merasa curiga ketika melakukan pemeriksaan disekitar payudara tardakwa Lim Li Ngo. Kemudian dibawa keruang pemeriksaan untuk diperiksa lebih lanjut,"ujar ketiga saksi petugas Avsec Bandara dihadapan majelis Hakim yang dipimpin Iman yang didampingi Hakim anggota Hera Polosia dan Redite.

Lanjut saksi, ketika pakaian terdakwa di buka di temukan 2 paket shabu berukuran besar ke dalam bra sebelah kanan dan kiri serta 1 paket shabu ukuran kecil total jumlahnya sebanyak 23,68 gram, 2 bungkus ekstasi yang berisikan 40 butir dan 4 butir di tengah-tengah bra terdakwa Lim Lu Ngo. Dan juga ditemukan dalam rumahnya heroin seberat 1,15 gram, itu setelah dilakukan pengembangan terhadap terdakwa Idham Kholid. 

"Terdakwa Idham Kholid langsung diamankan, itu setelah istrinya (terdakwa Lim Lu Ngo) diamankan di polsek Bandara Hang Nadim. Dan kemudian diserahkan ke Polresta Barelang untuk pemeriksaan lebih lanjut,"terang saksi.

Akibat perbuatan terdakwa pasangan suami istri ini, Jaksa Penuntut Umum mendakwa Pasal 114 Ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1), Pasal 112 Ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU R.I. No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Sidangpun ditunda dan dilanjutkan pada persidangan berikutnya dengan agenda masih oemeriksaan saksi.

(Red/Kepriaktual.com)


Upacara Pencucian Petaka
BATAM KEPRIAKTUAL.Com: Kapolda Kepri Irjen Pol Drs. Sam Budigusdian, MH memimpin Pencucian Pataka Polda Kepri Seligi Sakti Marwah Negeri dalam rangkaian kegiatan HUT Bhayangkara ke-71.


Kegiatan di Lobby Utama Polda Kepri sekira pukul 08.30 Wib, Kamis (6/7/17) ini, dihadiri oleh Irwasda Polda Kepri, para pejabat utama Polda Kepri, Para Pamen, Pama, Bintara, Tamtama dan PNS Polda Kepri.

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Drs. S. Erlangga, diruang kerjanya menerangkan, dengan penuh rasa penghormatan kepada Pataka Polda Kepri Seligi Sakti Marwah Negeri, Kapolda Kepri membersihkan Pataka itu. 

Menurut Erlangga, kegiatan tersebut merupakan tradisi Polri dalam menyambut hari Bhayangkara, hal itu memiliki makna memurnikan kembali internalisasi nilai- nilai luhur yang tertuang dalam Tribrata.  

"Nilai Tribrata itu sangat luar biasa, jika kita mengabdikan nilai-nilai itu, maka itu juga merupakan amal ibadah". "Manfaatkan ini semua dengan sebaik baiknya, berikan yang terbaik untuk institusi Polri, siapa lagi yang akan membesarkan institusi ini kalau bukan kita sendiri sebagai anggota Polri". Tugas Polri makin hari semakin berat, sejarah Polri tidak akan pernah lepas dari perjuangan Bangsa Indonesia. Nilai nilai dari pada Tribrata tidak akan pernah luntur," terang Kombes Pol Drs. S. Erlangga. 

" Bahwa kenapa ada Pataka, kenapa juga harus ada pencucian Pataka, satu tahun banyak pekerjaan kita yang belum sesuai dengan nilai-nilai luhur, ini merupakan simbolis bahwa kita harus mencuci hati kita dalam melaksanakan tugas kenegaraan tutup Kabid Humas." Tambahnya.

Humas Polda Kepri



Terdakwa Tarmizi (Baju Kuning)  Jalani Sidang 
BATAM  KEPRIAKTUAL.Com: Tiga saksi dalam kasus perkara kejahatan terhadap kemerdekaan orang terdakwa Tarmizi alias Midi dihadapkan dipersidangan Pengadilan Negeri (PN) Batam, Kamis (6/7-2017). Tiga saksi yang dihadirkan, dua saksi polisi penangkap dan satu diantaranya saksi korban Hendriawan.

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yogi Nugraha Setiawan yang dibacakanya mengatakan, bahwa kejadian perkara berawal saat peminjaman uang yang dilakukan korban kepada terdakwa sebesar Rp 50 juta. Kemudian uang yang dipinjam korban, dijanjikankanya, akan dikembalikan dalam waktu dua jam kemudian, namun tidak ditepati.

"Beberapa kali perjanjian dibuat, uang tersebut tak kunjung lengkap dikembalikan korban kepada terdakwa. Sehingga terdakwa menyuruh orang kepercayaanya dan memerintahkan orangnya untuk menjemput korban kepada terdakwa," kata Jaksa Yogi.

Usai dakwaan dibacakan Jaksa, dilanjutkan pemeriksaan saksi. Saksi korban Hendriawan menerengkan, ia dijemput paksa oleh Andi (DPO) suruhan Midi dari rumah, lalu dibawa ke rumah Midi. "Setelah sampai disana, saya diborgol dan dipukuli," terang saksi korban.

Saksi korban juga menceritakan, ketika ia dijemput dari rumahnya, ia sudah membawa uang Rp 5 juta. Dan uang tersebut diberikan langsung sama Midi. Dan uang yang seharusnya dikembalikan terus bertambah nilainya. "Uang yang seharusnya saya bayarkan Rp 20 juta lagi, tapi dia meminta agar saya mengganti Rp 25 juta. Kalau tidak saya disiksa lebih parah lagi," ungkap Hendriawan yang juga menjadi terdakwa kasus narkotika. 

Karena diancaman terdakwa, terang korban, ia pun menghubungi istrinya agar diantarkan uang sebesar permintaan terdakwa, dan istrinya pun menyanggupi. Tapi istri sudah melaporkan terlebih dulu ke polisi, barulah uang tersebut diantarkan. "Saya sudah dibawa ke semak-semak Simpang Dam dan diborgol oleh Andi dan Iwan (DPO) disalah satu pohon. Tak lama kemudian, polisi datang, Iwan dan Andi berhasil melarikan diri. Terdakwa juga dibilang orang adalah gembong bandar narkoba,"ujarnya.

Setelah trus didesak Majelis Hakim yang dipimpin Syahrial Harahap yang didampingi Hakim anggota Yona dan Chandra, tentang permasalahan sebenarnya. "Permasalahan sebenarnya uang narkoba, bukan pinjam uang Rp 50 juta,"kata saksi korban.

Saksi korban juga menyampaikan, atas kejadian tersebut, kedua belah pihak sudah melakukan perdamain yang disaksikan RT. Dan sudah dibayar oleh Tarmizi uang sebesar Rp 63 juta. "Uang perdamaian yang kami sepakati dalam surat perjanjian Rp 100 juta,"katanya. 

Dua saksi penangkap dari kepolisian juga membenarkan keterangan saksi korban. "Kami datang atas laporan istri korban dan langsung ke TKP untuk memastikan. Ditemukan korban dalam keadaan terikat dan luka-luka serta lebam," jelas saksi penangkap.

Menanggapi keterangan saksi korban, terdakwa Tarmizi menyatakan, keterangan saksi korban sebagian benar. Yang salah hanya uang perdamaian itu aja. Dimana uang yang sudah diserahkan pada keluarga korban sudah Rp 78 juta, bukan 63 juta. Korban tidak tau, karena korban sudah didalam, yang tau keluarganya korban. Dan masalah permasalahan, masalah utang uang narkoba, bukan utang uang pinjaman Rp 50 juta juga dibenarkan oleh terdakwa.

(Red/Kepriaktual.com)



Ketua Komisi IV DPRD Kota Batam Sidak Disekolah
BATAM KEPRIAKTUAL.Com: Ketua Komisi IV DPRD Kota Batam, H.Djoko Mulyono,SH.MH Memimpin Inspeksi Mendadak (Sidak) Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) ke SMPN 9 Sagulung dan SMPN 11 Batu Aji (Rabu,6/7/2017). Menurut Djoko hal ini dilakukan Komisi IV untuk memantau langsung kelancaran proses PPDB Tahun Ajaran 2017/2018.

"Memastikan kondisi di lapangan lancar dan tidak ada penumpukan siswa yang mengantri serta melihat kesiapan pihak sekolah dalam menyelenggarakan PPDB,” ujar Ketua Komisi IV dari Fraksi Golkar tersebut.

Dari hasil pantauan sidak Komisi IV, di Kedua sekolah  tersebut Proses PPDB berjalan lancar dan belum ada kendala yang begitu berarti. Hal ini di dapat dari pengakuan Ketua panitia PPDB SMPN 9 Sagulung, Sopan Sitorus mengatakan sampai hari ketiga saat ini belum ada kendala yang begitu bergejolak.

"Sampai hari ketiga ini belum ada kendala yg begitu berarti semuanya berjalan lancar dan baik,” ungkapnya". 

Hal Senada juga di ungkap Jumadi, Anggota Panitia PPDB SMPN 11 Batu Aji mengatakan, pelaksanaan PPDB di sekolahnya berjalan lancar. Dijelaskannya, bahwa Kuota untuk SMPN 11 berjumlah 360 siswa dan jumlah pendaftar peserta didik baru sudah 600an sampai hari ini.

"Proses PPDB SMPN 11 berjalan lancar sampai hari terakhir pendaftaran hari ini, semuanya akan kami proses sesuai prosedur dan transparan, kata Jumadi,”ujarnya.

Diakhir Sidak Ketua Komisi IV, Djoko Mulyono,SH,MH berharap agar proses PPDB dilaksanakan secara berkesinambungan sesuai tahapannya, serta dilaksanakan dengan sesuai prosedur. Sedangkan untuk permasalahan Pengadaan seragam  sekolah seperti seragam Pramuka, Batik dan pakaian Melayu yang memberatkan biaya wali murid akan dicarikan solusinya bersama Dinas Pendidikan.

"Kami Komisi IV berharap pihak sekolah bisa pertanggung jawabkan pelaksanaa PPDB dengan sesuai ketentuan yang berlaku, jangan sampai ada laporan keluhan dari warga. Sedangkan permasalahan pengadaan seragam sekolah, kami akan mecari formulasinya bersama Dinas Pendidikan agar tidak memberatkan orang tua murid,”kata Djoko.

(red/humas)


Kapolri Jendral Polisi Drs. M. Tito Karnavian Fhoto Bersama
BATAM KEPRIAKTUAL.Com: Ketua Satgas pangan, Dirreskrimsus Polda kepri Kombes Pol Budi Suryanto, S.H., M.Si. menerima penghargaan dari Menteri Pertanian RI. Penghargaan tersebut diterima sebagai Satgas Pangan Berkinerja terbaik ke Enam dalam pengamanan Stabilisasi Pasokan dan harga pangan tahun 2017, Rabu (05/7-2017).

“Penghargaan tersebut di berikan langsung oleh Menteri Pertanian Republik Indonesia dan didampingi oleh Kapolri,”ujar Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Drs. S. Erlangga, diruang kerjanya.

Pemberian Penghargaan tersebut, kata dia, dilaksanakan di Ruang Rapat Utama (Rupatama) Mabes Polri dihadiri oleh Menteri Pertanian Republik Indonesia Dr. Ir. Andi Amran Sulaiman. MP, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal Polisi Drs. M. Tito Karnavian, M.A. Ph.D, Wakapolri, serta para pejabat utama Mabes Polri.

Saat dihubungi via telepon Dirreskrimsus Polda Kepri menyampaikan “ucapan terima kasih kepada seluruh anggota Polda Kepri dan jajaran terutama yang tergabung dalam Satuan Tugas Pangan Provinsi Kepulauan Riau yang terdiri dari 11 instansi, telah bersinergi dengan baik dalam pengawasan harga bahan kebutuhan pokok di Provinsi Kepulauan Riau dalam menyambut bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri yang lalu”. “Hal ini merupakan usaha dan kerja keras kita bersama” tutup Dirreskrimsus Polda Kepri.

(Red/Humas Polda Kepri)





KapoLda Kepri Tabur Bunga Ke Makam Pahlawan
BATAM KEPRIAKTUAL.Com: HUT Bhayangkara ke 71 Tahun 2017, Polda Kepri melaksanakan Upacara Ziarah Makam Pahlawan dan Upacara Tabur Bunga di Perairan Provinsi Kepri, Rabu (5/7-2017).

Sekira pukul 08:30 WIB, upacara Ziarah Makam Pahlawan dipimpin oleh Kapolda Kepri Irjen Pol Drs. Sam Budigusdian, MH dan dihadiri oleh Para pejabat utama Polda Kepri, para Pamen, Pama, Bintara, Tamtama dan PNS Polda Kepri, Kapolresta Barelang dan para Bhayangkari Polda Kepri cabang Polresta Barelang. 

Diwaktu yang sama juga dilaksanakan Upacara Tabur Bunga di perairan Kepri dengan menggunakan KP. BISMA 8001 dipimpin oleh Irwasda Polda Kepri Kombes Pol. Drs. Heru Pranoto, M.si. dihadiri oleh Para pejabat utama Polda Kepri, Wakapolresta Barelang, para Pamen, Pama, Bintara, Tamtama.

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Drs. S. Erlangga menerangkan, dalam rangkaian kegiatan Upacara Ziarah Makam Pahlawan tersebut, Kapolda Kepri memimpin penghormatan kepada Arwah para pahlawan dan meletakkan karangan Bunga sebagai tanda penghormatan kepada jasa para pahlawan yang berjuang demi Kemerdekaan Bangsa Indonesia.

"Peserta upacara dan Bhayangkari juga diberi kesempatan untuk menaburkan bunga di pusara untuk para pahlawan yang gugur dan dimakamkan di TMP Bulan Gebang, Batu aji Batam,"ujarnya

Kemudian, kata dia, Kapolda Kepri juga menyampaikan, bahwa tujuan dilaksanakan ziarah ke Taman Makam Pahlawan adalah untuk mengingatkan kembali atas jasa-jasa pahlawan kepada anggota Polri agar bisa menjadi semangat dalam melaksanakan tugas.

Pada kesempatan yang sama Irwasda Polda Kepri mengawali Ziarah Laut dengan Penghormatan kepada Arwah Pahlawan yang gugur di Perairan Kepri.

"Mengheningkan cipta mengirim doa dan pengarungan karangan bunga serta tabur bunga ke Perairan Kepri. Lalu ditutup dengan penghormatan terakhir kepada arwah para pahlawan dan doa. Tampak suasana haru menyelimuti seluruh peserta Upacara,"tuturnya.


(Red/Humas Polda Kepri) 


Fhoto Bersama Danlantamal IV dan Kepala Perwakilan BI Kepri
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.Com: Kepala Perwakilan BI Kepri Gusti Raizal menerima tamu kehormatan sekaligus mitra dan stakeholders utama yaitu Danlantamal IV Tanjungpinang Laksmana Pertama TNI R. Eko Suyatno. 
Pertemuan strategis yang dibarengi dengan coffee morning ini diawali dengan penyampaian apresiasi dari Bank Indonesia atas kerjasama dan dukungan TNI AL terhadap kegiatan pengedaran uang Rupiah diantaranya ke 5 pulau terluar di Kepri (Jemaja, Tarempa, Ranai, Sakatung, dan Subi) di wilayah Kepri. 

Pertemuan juga membahas mengenai upaya bersama yang perlu dilakukan dalam rangka memulihkan perekonomian Kepri yang kini kian melambat, Kegiatan berlangsung di Batam Center (Rabu 5/7 2017).

Menurut Danlantamal IV Laksma TNI R.Eko Suyatno kegiatan ini dimanfaatkan untuk mencari solusi dan membantu Pemerintah Daerah Kepri untuk memajukan pertumbuhan ekonomi dan iklim investasi khususnya industri pertahanan matra laut dan berkembangnya industry Shipyard di Provinsi Kepulauan Riau., merupakan salah satu entry point pembicaraan Danlantamal IV Laksma TNI R.Eko Suyatno,S.E,M.M. dan Kepala Bank BI Kepri Gusti Raizal. 

Kedua pimpinan yang menggawangi lembaga penting di daerah menyepakati bahwa untuk memulihkan perekonomian Kepri yang tercatat hanya tumbuh 2,02% (yoy) pada triwulan I lalu diperlukan kepedulian, kerjasama, dan kolaborasi yang solid antar pengampu keputusan di Kepri. Sumber pertumbuhan ekonomi baru yaitu penguatan sektor maritim dan dukungan optimal bagi pengembangan potensi pulau-pulau terluar serta kawasan hinterland merupakan opsi yang dapat digali guna memberi kontribusi lebih dalam ekonomi Kepri.

Untuk itu, kedua pimpinan tersebut juga kembali menjajaki peluang untuk saling dukung dalam dalam kerjasama pengedaran uang Rupiah menjanglau daerah perbatasan dan pulau terluar di Kepri yang dilakukan melalui kerjasama regional antara Kantor Perwakilan BI Kepri dan Lantamal IV Tanjungpinang menjelang HUT RI ke 72 Agustus mendatang. 

“TNI AL senantiasa siap sedia mendukung, mengamankan, dan menyukseskan pengedaran uang Rupiah ke seluruh pelosok wilayah di Indonesia bekerja sama dengan BI”, ucap Danlantamal R. Eko Suyatno. 

Kemudian disambut baik oleh Kepala Perwakilan BI Gusti Raizal. “kami BI tentu akan berterima kasih apabila dukungan transportasi uang Rupiah menggunakan KRI beserta Alutsista dan prajurit TNI AL dapat terus siaga dalam membantu menjaga kedaulatan Rupiah dan wilayah RI khususnya di seluruh Kepri”, balas Kepala Perwakilan BI Gusti Raizal dalam coffee morning tersebut. 

Selain itu, di tengah merosotnya permintaan terhadap industri yang sempat menjadi primadona di Kepri, yaitu galangan kapal, TNI AL sesuai dengan instruksi presiden melalui paket kebijakanmya, secara transparan dan sesuai prosedur memberikan dorongan melalui pemesanan produksi kapal di industri galangan Kepri. Bi turut mendukung hal tersebut, meskipun tidak bisa menggantikan permintaan seperti sedia kala, permintaan dari TNI AL setidaknya memberikan kontribusi bagi sektor industri tersebut dan bagi ekonomi Kepri.


(Dispen Lantamal IV).

                            


Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusdian 
BATAM KEPRIAKTUAL.Com: Kapolda Kepri Irjen Pol Drs. Sam Budigusdian, MH didampingi Dir Pol Air Polda Kepri, Kabid Humas Polda Kepri serta para pejabat utama Polda Kepri, gelar konfrensi pers sekira pukul 14.00 wib bertempat KP. Antasena 7006 yang bersandar di Pelabuhan Batu Ampar, Selasa (04/7-2017).

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Drs. S. Erlangga menerangkan, Konferensi Pers Kapolda Kepri terkait tindak pidana perikanan Illegal Fishing.

Kapolda Kepri mengatakan, KP. Antasena - 7006 BKO Polda Kepri  pada hari Sabtu tanggal 01 Juli 2017, sekira pukul 13. 00 WIB pada posisi 04 39' 490" U 105 19' 384" T di Perairan ZEEI Laut China Selatan, telah melakukan pemeriksaan dan menangkap 2 (dua) buah kapal KIA berbendera Malaysia.

"Nama kapal : KNF 7729
GT : 180, Nama Nahkoda : Tran Van Ty (WNA Vietnam), Jumlah ABK : 21 orang ( WNA Vietnam), Bendera : Malaysia.
Kapal berlayar dari/ke : Vietnam ke Fishing Ground Jenis Kapal : Kapal Penangkap Ikan ( Per Trawl) Jumlah Barang Bukti : 1 ton Ikan Campuran. Dan satu lagi Nama kapal : KNF 7730
GT : 120. Nama Nahkoda : Ngu Yen  Van Hung (WNA Vietnam). Jumlah ABK : 4 orang (WNA Vietnam). Bendera : Malaysia. Kapal berlayar dari/ke : Vietnam ke Fishing Ground. Jenis kapal : kapal penangkap ikan (Per Trawl). Jumlah Barang Bukti : -," kata Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusdian kepada awak media. 

Disampaikan Kapolda Kepri, kronologis kejadian, pada saat KP. Antasena - 7006 melaksanakan patrol di Perairan Laut Cina Selatan sekira pukul 13. 00 WIB pada posisi 04 39' 490" U 105 19' 384" T mendeteksi 2 (dua) buah kapal ikan. Setelah dilaksanakan pemeriksaan ke dua KIA (Kapal Ikan Asing) tersebut, telah tertangkap tangan menangkap  ikan secara Illegal di perairan ZEE Indonesia. 

"Sehingga ke dua kapal tersebut diduga telah melanggar pasal 93 ayat (2) jo pasal 27 UU RI no. 45 tahun 2009  tentang perubahan atas UU RI no. 31 tahun 2004 tentang perikanan, selanjutnya kedua kapal tersebut (tersangka dan Barang Bukti) dikawal menuju pelabuhan Batu ampar Batam (Kepri) untuk proses penyidikan lebih lanjut,"terangnya. 

Ditambahkanya, pasal yang dilanggar, setelah dilakukan Pemeriksaan terhadap ke 2 (dua) Unit Kapal Ikan Asing tersebut Penyidik / Penyidik Pembantu berkesimpulan terdapat alat bukti permulaan yang cukup untuk menduga bahwa ke 2 (dua) Kapal Ikan Asing tersebut telah melakukan Tindak Pidana Perikanan sebagaimana dimaksud dalam rumusan 93 ayat (2) jo pasal 27 Undang-Undang Republik Indonesia no. 45 tahun 2009  tentang perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia no. 31 tahun 2004 tentang perikanan.


Humas Polda Kepri



Kedua Terdakwa Usai Gelar Sidang
BATAM KEPRIAKTUAL.Com: Saksi dari ekspedisi PT. Sumber Roma Rasoki tidak dapat dihadirkan JPU Samuel Pangaribuan, Penasehat Hukum terdakwa Hung Cheng Ning alias Tony Lee dan Raden Novi kasus perkara narkotika jenis sabu berat 26 Kg, mengajukan keberatan dipersidangan PN Batam, Selasa, (04/7-2017).

Dalam persidangan, Jaksa Samuel menyampaikan dihadapan majelis Hakim, bahwa saksi dari ekspedisi tidak dapat hadir, dan saksi juga mengirimkan surat pernyataan secara tertulis. 

"Saksi dari ekspedisi PT. Sumber Roma Rasoki cab Jakarta, Thomas Oey tidak dapat hadir yang mulia. Karena itu, saksi mengirimkan surat pernyataan saksi, sebagaimana keteranganya serupa dengan yang di BAP," ujar Samuel.

Tantimin PH terdakwa Hung Cheng Ming alias Tony Lee langsung menyampaikan keberatan atas tidak dapatnya saksi dihadirkan Jaksa diperaidangan. "Sikap saya sebagai PH terdakwa Hung Cheng Ming menyatakan semua saksi yang ada di BAP dapat dihadirkan Jaksa yang mulia. Saya juga keberatan keterangan saksi dibacakan," sampainya Tantimin dipersidangan.

Tadinya, lanjut Tantimin usai sidang digelar, kalau saksi dapat hadir tadi, banyak pertanyaan yang mau ditanyakan. Karena saksi ini dari ekspedisi PT. Sumber Roma Rasoki cab Jakarta. "Saksi-saksi terdakwa yang ada dalam BAP ada 21 saksi, dan itu harus dihadirkan Jaksa dalam persidangan, untuk memberikan keterangan sebagai saksi. Dan itu diatur dalam UU no 8 tahun 81 KUHP," kata Tantimin. 

Dalam keterangan saksi Thomas Oey yang dibacakan Jaksa Samuel mengatakan, bahwa pada awalnya saksi ikut bersama polisi melakukan penangkapan terhadap terdakwa Raden Novi dan Hung Cheng Ning. Dan yang ditangkap duluan terdakwa Raden Novi, itu setelah menerima dan menandatangani surat jalan atau surat tanda terima pengiriman barang satu buah lukisan. Kemudian terdakwa Hung Cheng Ning ditangkap pada saat baru masuk kedalam rumah kosong, tempat terdakwa ditangkap.

"Ikut membantu polisi melakukan penangkapan terhadap kedua terdakwa,   karena awalnya ekspesisi PT. Sumber Roma Rosaki cabang Batam menerima kiriman paket dua buah lukisan bunda Maria dari PT. Weisheng di Guang Zhou, Cina dengan tujuan ke PT. Weisheng Jakarta,"baca Samuel dalam keterangan saksi Thomas Oey di BAP.

Mendengarkan keterangan saksi yang dibacakan Jaksa, terdakwa Raden Novi membenarkanya. Sedangkan terdakwa Hung Cheng Ning membantahnya dan tidak mengetahui barang apa yang dikirim. "Tidak tau barang apa yang dikirim, dan kapan dikirim, kapan diterima juga tak tau. Barang yang dikirim tak tau, dan bukan saya yang bongkar," ujar terdakwa yang didampingi penerjemah bahasa.

Sidang pun ditunda Majelis Hakim Endi Nurindra yang didampingi Hakim anggota Egi Novita dan Renni. Dan dilanjutkan pada persidangan berikutnya dengan agenda sidang mendengarkan keterangan saksi.

(Red/Kepriaktual.com)


Udin P. Sihaloho
BATAM KEPRIAKTUAL.Com: Masyarakat Kota Batam pemilik kendaraan akan mendapat sejumlah keuntungan, diantaranya adalah tidak dipungutnya biaya parkir bila pemilik kendaraan belum memarkirkan kendaraannya selama 15 menit. 

Hal ini dikatakan Udin P. Sihaloho setelah Panitia Khusus (Pansus) Perubahan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Kota Batam No. 1 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan dan Retribusi Parkir telah mengesahkan Ranperda tersebut menjadi Perda pada Kamis (22/6/2017) lalu. 

Kata Udin P. Sihaloho, S.H., mantan Sekretaris Pansus Ranperda tersebut mengatakan, ketentuan terkena biaya parkir setelah selama 15 menit memarkirkan kendaraan tersebut berlaku di semua tempat, baik di jalan umum maupun di kawasan mall yang melaksanakan parkir belangganan. Untuk itu ia berharap pengelola mall dapat melaksanakan ketentuan tersebut bila Perda tersebut telah di berlakukan.

"Nanti taxi atau kendaraan lain yang hanya menurunkan penumpang tidak dikenakan biaya parkir, kecuali mereka telah memarkirkan kendaraannya selama 15 menit. Itu berlaku di semua tempat, baik yang di jalan umum yang ada juru parkirnya, maupun di kawasan mall yang melaksanakan parkir belangganan. Saya harap mereka para pengelola kawasan mall nantinya dapat melaksanakan ketentuan itu," tegas Udin, Senin (3/7/17).

Sementara terkait target pendapatan dari Perda tersebut yang mencapai Rp 30 miliar untuk tahun 2017 ini, Legislator PDIP ini mengaku tidak yakin akan tercapai, karena Perda tersebut belum berjalan dan masih butuh waktu untuk penerapannya.

"Target pendapatan Rp 30 miliar untuk tahun 2017, dari Perda ini, saya rasa tidak akan tercapai, karena itu belum diterapkan. Ada masa sosialisasinya juga, sebelum Perda diterapkan," jelasnya.

Namun Udin yakin, untuk tahun 2018 target tersebut akan tercapai dan itu menurutnya akan meningkatkan pendapatan asli daerah yang cukup signifikan, mengingat pendapata parkir di Kota Batam saat ini hanya Rp 3 miliar pertahun.


(Red/Kepriaktual.com)



Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusdian pimpin apel pagi 
BATAM KEPRIAKTUAL.Com: Hari pertama masuk kerja, Kapolda Kepri Irjen Pol Drs. Sam Budigusdian, MH pimpin apel pagi dan Halalbihalal Kapolda Kepri. Hal ini disampaikan Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Drs. S. Erlangga, diruang kerjanya, Senin (03/7-2017).

Kombes Pol S. Erlangga menerangkan, Apel pagi Polda Kepri dan Halalbihalal Kapolda Kepri turut dihadiri oleh Wakapolda Kepri, para pejabat utama Polda Kepri, para Pamen, Pama, Bintara, Tamtama dan PNS Polda Kepri.

Kapolda Kepri, dalam amanaya menyampaikan, kepada seluruh Personil senantiasa waspada menghadapi maraknya aksi-aksi Terorisme yang menjadikan Polri sebagai terget utama. Sifat dari Terorisme saat ini bersifat Indoktrinasi baik di Dunia Maya maupun dikehidupan nyata.

"Kita sudah memahami bahwa semua itu di latarbelakangi oleh gerakan ISIS, oleh karenanya Dalam menghadapinya tidak boleh Underestimate, namun yang selama ini Polisi bersikap Humanis harus tetap memberikan kesan Humanis tanpa meninggalkan SOP dalam bertindak termasuk Impelementasi Sispammako agar hal ini jangan dianggap sebagai suatu yang biasa-biasa saja, tugas kita cukup berat, namun yakinlah bahwa kita mampu," ujar Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusdian.

Ditambahkanya, terus berdayakan Bhabinkamtibmas hingga sampai ketingkat RT dan RW. Dengan didukung oleh personil lainnya sebagai pengemban fungsi Pembinaan Keamanan masyarakat. 

Selanjutnya Kapolda Kepri menyampaikan “Tujuan Terror adalah membuat kita Takut, membuat masyarakat Takut, maka ketika kita Takut tujuan itu telah berhasil, oleh sebab itu mari kita kobarkan semangat KAMI TIDAK TAKUT”. Sebab selama ini Polri masih terkesan ragu-ragu dalam penindakan terutama masalah Terorisme, jika perlu apabila mereka mendahului langsung bisa dilumpuhkan itu sudah sesuai dengan SOP yang kita miliki.

"Kedepannya kita masih menghadapi agenda besar yakni mensukseskan Pemilu Walikota Tanjungpinang, mendasari pengalaman dalam menghadapi Pemilu di Provinsi kepri yang sudah kita lalui hendaknya segala sesuatu nya dipersiapkan dengan baik,"katanya. 

Berkaitan dalam rangka persiapan rangkaian kegiatan Hari Ulang Tahun Bhayangkara ke-71, Kapolda meminta agar seluruh Personil dapat secara aktif berpartisipasi dalam semua kegiatan sesuai dengan bidang tugas masing-masing jangan ada terkesan bahwa ada anggota yang berprilaku seperti tamu. 

"HUT Bhayangkara kali ini akan dilaksanakn ditempat umum yaitu di Lapangan Engku Putri oleh sebab itu mendasari beberapa kejadian di Daerah lain seperti di Medan dan di Jakarta diharapkan semua anggota senantiasa dalam kondisi Waspada penuh bagun Soliditas dengan polisi dan Masyarakat," terangnya Kapolda Kepri. 

Selesai melaksanakan apel pagi Kapolda Kepri beserta Wakapolda Kepri, Pejabat Utama Polda Kepri dan seluruh Personil Polda Kepri melaksanakan Halalbihalal yang berlangsung di Lobby Utama Polda Kepri. Tampak suasana kekeluargaan saling memaafkan dalam kegiatan Halalbihalal tersebut. 


(Humas Polda Kepri) 


Menpan, Asman Abnur
JAKARTA KEPRIAKTUAL.Com: Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Asman Abnur meminta jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) besok tanggal 3 Juli 2017, mulai masuk kerja. "Cuti bersama dalam rangka Idul Fitri 1438 H sudah usai. Kami minta seluruh ASN mulai besok kembali masuk kerja dan mentaati ketentuan jam kerja," ujarnya di Jakarta, Minggu (02/07).

Disampaikan bahwa, liburan pada momentum lebaran kali ini cukup lama, yakni sampai 10 hari. Selain 5 hari cuti bersama, ASN juga mendapatkan 2 hari libur nasional dan 3 hari libur sabtu minggu. "Sepuluh hari cukup memadai untuk beribadah bersama, bersilaturahmi dan liburan bersama keluarga. Besok saatnya kita kembali bertugas, kembali memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," kata Asman.

Pemerintah melalui Kepres 18 Tahun 2017 tentang Cuti Bersama Tahun 2017 telah menetapkan dan menambah cuti bersama. Untuk ASN, pemberian hak tersebut hendaknya diimbangi pula dengan pelaksanaan kewajiban. Bagi ASN yang tidak melaksanakan kewajiban, akan diberikan sanksi hukuman disiplin sesuai ketentuan.

"Tidak masuk kerja tanpa ijin adalah pelanggaran disiplin. Bagi siapa saja yang melakukan pelanggaran disiplin tentu akan menerima sanksi hukuman disiplin sebagaimana diatur dalam PP 53/2010 tentang Disiplin PNS," tegas Asman.

Dijelaskan, teknis pelaksanaan pemberian hukuman disiplin dimaksud dilakukan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) di lingkungan instansinya masing-masing. Bentuknya mulai dari sanksi hukuman disiplin ringan, sedang, sampai berat, tergantung bobot pelanggaran disiplinnya. 

Selanjutnya Menteri Asman meminta agar para PPK, baik di pusat maupun di daerah, melakukan pemantauan secara seksama. "Kami berharap para PPK melakukan monitoring dan evaluasi di hari pertama masuk kerja besok, guna memastikan jajaran ASN melaksanakan tugas sebagaimana mestinya," pungkas Asman. 

(HUMAS MENPANRB)


Komisioner KPAI, Jasra Putra
JAKARTA KEPRIAKTUAL.Com: Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Jasra Putra, S.Fil, M. Pd, merilis kejadian selama liburan panjang. Sebagaimana yang dikutipnya dari sumber detik.com. Liburan kembali memakan korban 1 anak Melly 11 tahun meningga di aliran sungai Cikeas, Bogor dan Didin 8 tahun yang terseret ombak di Pantai Paping Tasikmalaya, Rabu (28/6-2017).

Jasra Putra mengatakan, Kejadian yang terus berulang setiap liburan panjang sekolah perlu menjadi perhatian kita semua. Dan menjadi penting untuk KPAI mengingatkan serta menghimbau para orang tua memperhatikan faktor ancaman untuk anak yang sewaktu- waktu dapat terjadi hal hal yang tidak diinginkan.

" Oleh karena itu faktor keselamatan dan resiko wajib disosialisasikan pemilik tempat wisata dengan memasang peringatan untuk keselamatan di setiap wahana hiburannya. Tidak dapat dipungkiri, destinasi tempat hiburan seringkali membludak di libur lebaran ini. Untuk itu butuh kepedulian kita semua, baik pengunjung maupun yang pemilik tempat wisata," ujarnya. 

Ia juga menjelaskan, bahwa Ada dua factor yang seringkali memicu terjadinya korban anak. Pertama orang tua tidak mengambil sikap hati hati pada tempat hiburan yang pengunjungnya membludak. Kedua, dari tempat hiburan sendiri para pegawainya masih libur, sehingga pengamanan berkurang. Dua hal ini menjadi kerawanan dalam menikmati hiburan, terutama tempat hiburan yang punya resiko tinggi untuk anak- anak seperti pantai dan wisata air. 

" Untuk  itu menjadi penting agar pemilik atau pengelola tempat wisata mengukur kemampuannya dan mengingatkan para pengunjungnya. Seperti tempat pantai dan wisata air harus ada rambu rambu, seperti tempat mandi yang aman bagi anak, peringatan orang tua untuk mengawasi selama anak di area hiburan dan petugas yang cakap dibidang keselamatan seperti safety guard," terangnya Jasra Putra.

Ditambahkanya, Orang tua memang dituntut ekstra hati hati, bila melihat situasi kunjungan wisata yang membludak. Lebih baik mencari tempat yang terbuka atau lebih aman, atau mencari alternatif tempat istirahat, bila tidak ada cukup di kendaraan saja.

Salah satu yang sering terjadi juga adalah keterpisahan anak di tempat wisata atau belanja. Perlunya kehati hatian apalagi bila pengunjungnya padat. Untuk mencegahnya sangat penting tempat wisata melengkapi dfasilitasnya dengan pusat informasi dan pengeras suara yang dapat didengar semua pengunjung.

Apalagi ini jelang arus balik, destinasi tempat wisata dan belanja bisa dipastikan ramai pengunjung. Situasi akan bertambah krisis ketika para pemudik mulai macet panjang dan kelelahan, maka tempat wisata, rest area dan belanja akan menjadi tempat alternatif istirahat. 

" Hindari tempat istirahat yang telah membludak dan tidak ada petugas keamanan karena rawan anak anak menjadi korban. Tempat ibadah seperti masjid bisa menjadi alternatif beristirahat. Selamat menikmati liburan lebaran, pastikan keluarga anda utuh di Hari Raya," tuturnya.

Kemudian ditambahkan Komisioner KPAI Kepri, Erry Syaharial mengatakan, bahwa Destinasi wisata di Kepri umumnya pantai, belum sesuai degan wisata yang ramah anak. Bahkan pengawasan pun kurang. 

" Tempat wisata yang ada di Kepri, terutama di pantai, belum ada dilengkapi oleh penjaga pantai rambu-rambu pantai areal terlarang bermainya anak-anak. Sehingga anak-anak yang berlibur ke pantai, dengan leluasanya bermain. Bila ada rambu-rambu areal terlarang dipasang, orang tua anak pasti melarangnya bermain disekitarnya," ujarnya Erry Syahrial melalui HP nya. 

(Red/Kepriaktual.com)


Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusdian Saat Apel Ramadniya
BATAM KEPRIAKTUAL.Com; 690 personil gabungan Polda Kepri dan Polresata Barelang, melaksanakan apel dalam persiapan  pengamanan malam takbiran yang diawali dengan Apel pasukan pengamanan Ops Ramadniya. Apel tersebut bertempat di simpang empat Nagoya, Batam, yang dipimpin oleh Kapolresta Barelang AKBP Hengki, Sabtu (24/6-2017).

“ 690 personil gabungan Polda Kepri dan Polresta Barelang dan jajaran personil yang terlibat dalam pengamanan lebaran, agar selalu menjaga ketertiban lalu lintas bagi masyarakat yang akan menggelar Takbir Keliling,” sampainya Kapolresta Barelang saat memimimpin apel.

Selanjutnya Kapolda Kepri Irjen Pol Drs. Sam Budigusdian, MH beserta rombongan Bergerak dari Polresta Barelang menuju Pos Pam Ops Ramadniya tahun 2017 yang bertempt di Nagoya Hill Mall. Dan pengecekan selanjutnya di Pos Pam Ops Ramadniya tahun 2017 yang bertempt di Alun-alun dataran Engku putri.sekira pukul 22.00 wib. Kapolda menyampaikan agar anggota yang terlibat dalam pengamanan terus meningkatkan deteksi dini dari kemungkinan terjadi nya hal yang dapat mengganggu jalannya Takbiran di Kota Batam, lakukan tugas dengan ikhlas dan semoga menjadi ibadah bagi kita semua.


Ditambahkan oleh Kabid Humas Polda Kepri “agar masyarakat selalu mematuhi peraturan dan keselamatan dalam berlalu lintas, jadikan momentum malam takbiran ini sebagai pengakuan atas kebesaran  dan keagungan Allah SWT.Kalimat tasbih  kita tujukan untuk mensucikan Allah dan segenap yang berhubungan dengan-Nya. Tidak  lupa  kalimat  tahmid sebagai puji syukur juga kita tujukan untuk Rahmandan Rahim-Nya yang tidak pernah pilih kasih kepada seluruh hambanya.

“Sementara tahlil kita lantunkan  untuk  memperkokoh keimanan kita bahwa Dialah  Dzat yang maha  Esa dan  mahakuasa. Jadikakan momentum tersebut sebagai refleksi diri sendiri untuk mengutamakan keselamatan  bersama, jangan ada tindakan yang berlebihan,” tutup Kabid Humas PoldaKepri.


(Humas Polda Kepri)




Gudang Ayam Impor
KARIMUN KEPRIAKTUAL.Com: Dikhabarkan, beberapa minggu lalu, Jajaran Polisi Polresta Kabupaten Karimun menggerebek gudang ayam impor  di Moro, gudang ayam milik dua pengusaha berinisial AK dan SY. Diduga gudang ayam tersebut, tidak memiliki/mengantongi izin. Hal itu disampaikan oleh warga Kecamatan Moro, Kabupaten Karimun kepada awak media online, Kepriaktual.com, Kejoranews.com, dan Rasio.co, beberapa hari lalu. Jumat (23/6-2017).

" Gudang ayam itu sebelumnya sempat disegel oleh Polres Karimun. Namun menurutnya, gudang ayam impor itu kini kembali beroperasi meskipun belum memiliki kelengkapan izin," ujar warga setempat yang tak mau di publis namanya.

Terkait informasi itu,  awak media Kepriaktual.com, Rasio.co dan kejoranews.com, Selasa (20/6-2017) mencoba mengkonfirmasi hal tersebut ke Polres Kab. Karimun, guna mencari kebenarannya, mengingat kebutuhan ayam jelang Idul Fitri 1438 H 2017 sangat dibutuhkan oleh masyarakat setempat.

Namun saat ke Polres Karimun, Kapolres Karimun AKBP Agus Fajarudin, SIK sedang tidak berada di tempat, menurut asistennya Kapolres sedang tugas luar.

" Bapak sedang tidak ada pak, tadi pagi ada saat apel, saat ini beliau sedang tugas luar," ujar asistennya (SPRI).

Upaya mendapatkan keterangan dari Satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim) pun hingga berita ini dimuat belum ditanggapi Kepala Sat Reskrim Polres Karimumn Ajun Komisaris Polisi (AKP) Dwihatmoko Wiraseno sejak dua hari lalu.


(Red/Kepriaktual.com)




Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.