Tuesday, September 17, 2019

Kadis Kesehatan Kepri Ajak Masyarakat Hadiri Bazar

Ditulis oleh: Redaksi kepriaktual.com     Tuesday, September 17, 2019    
Kadis Kesehatan, Tjetjep. (Fhota: Istimewa)
TANJUNGPINANG KEPRIAKTIUAL.COM: Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri Tjetjep Yudayana mengajak seluruh masyarakat Kepri untuk datang dan menghadiri Bazar Kesehatan Provinsi Kepri di Halaman Gedung Daerah Tanjungpinang,Selasa (17/9).

"Bazar Kesehatan ini di gelar dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun Provinsi Kepri ke 17 dan HUT TNI ke 77 di Provinsi Kepri," ungkap Tjetjep di Tanjungpinang,Senin (16/9), dikutip dari situs Diskominfo Kepri.

Tjetjep mengatakan terdapat berbagai kegiatan pengobatan kesehatan yang dilaksanakan di halaman Gedung Daerah mulai dari pukul 08.00 pagi.

"Mulai dari Sunatan masal,Donor Darah,cek kesehatan gratis,pengobatan masal, pengecekan IVA/ papsmear-Sadanis, pemeriksaan gigi dan mata, akupuntur, pelayanan KB, pemeriksaan mata dan pembagian kacamata gratis," ungkap Tjetjep.

Tak hanya itu, Tjetjep juga mengatakan jika pada pemeriksaan tersebut terdapat yang menimbulkan tidak lanjut, maka akan di rujuk ke Rumah Sakit Umum Provinsi Kepri.

"Untuk itu, ayo masyarakat Kepri daftarkan diri anda sekarang juga bazar Kesehatan Kepri,agar masyarakat Kepri dapat lebih sehat dan bahagia," jelas Tjetjep.


Red

Saturday, September 14, 2019

Kabut Asap Selimuti Batam, BMKG Minta Masyarakat Peduli Lingkungan

Ditulis oleh: Redaksi kepriaktual.com     Saturday, September 14, 2019    
Suratman, Kasi Data dan Informasi Stasiun Meteorologi BMKG Hang Nadim Batam.
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menyelimuti wilayah Kota Batam. Sehingga warga merasa mata perih dan batuk, akibat mulai tebalnya kabut asap.

Salah seorang warga pengendara motor yang terparkir di pinggiran jalan, Sei Panas mengatakan, kabut asap ko mulai tebal ya. Bawa motor saja, jadi was-was, akibat mata perih.

"Mata saya perih mas, makanya saya berhenti. Napas pun mulai sesak akibat kabut asap mulai tebal. Ini kebakaran hutan lindung dimana y, ko bisa banyak asap," katanya saat dijumpai media ini dipinggiran jalan, Sabtu (14/9-2019)

Suratman, Kasi Data dan Informasi Stasiun Meteorologi BMKG Hang Nadim Batam mengatakan, ada kemungkinan asap dari sumatera sebagian sudah menyeberang ke Batam, dan sekitarnya.

"Kami menghimbau supaya masyarakat turut peduli terhadap lingkungan, menjaga jangan sampai terjadi peristiwa kebakaran hutan/lahan yang merugikan kita semua, baik segi kesehatan maupun aktifitas termasuk transpotasi darat, laut, dan udara," kata Suratman via Whatshapnya.

Kemudian, untuk saat ini, lanjutnya, jarak pandang di bandara Batam, sekitar 4000 meter masih aman untuk transportasi darat dan udara.

"Sedangkan untuk transportasi laut agak mengkhawatirkan dan index pencemaran udara masih masuk kategori 'sedang'. Dan kondisi ini akan berkurang apabila turun hujan, dan hujan di kepri diperkirakan mulai turun akhir September 2019 tetapi sifatnya lokal/tidak merata," tuturnya.


Alfred

Plt Gubernur Kepri dan Bupati Karimun Perjuangkan Lahan Pemukiman Warga

Ditulis oleh: Redaksi kepriaktual.com        
Plt Gubernur Kepri dan Bupati Karimun Tinjau Pemukiman Warga.
KARIMUN KEPRIAKTUAL.COM: Plt. Gubernur Kepri, H. Isdianto beserta Bupati Karimun, H. Aunur Rafiq mengunjungi pemukiman warga yang terbilang masuk ke areal hutan lindung, tepatnya di Kelurahan Gading Sari dan Desa Sungai Sebesi, Kecamatan Kundur, Kabupaten Karimun, Jum'at (13/10/2019).

H. Isdianto mengatakan, terkait permasalahan pemukiman warga yang masuk ke areal hutan lindung akan segera dibicarakan lansung kepada Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup, dalam waktu dekat.

“Kami bersama Bupati Karimun akan bersama-sama menghadap Menteri Kehutanan, guna membahas masalah kawasan pemukiman yang menjadi hutan lindung, semoga segera dapat solusi, sehingga pembangunan infrastruktur pun bisa berjalan lancar sesuai harapan kita semua," kata Isdianto.

Isdianto bersama Bupati Karimun Aunur Rafiq lansung menuju ke pemukiman warga, untuk mendengar lansung keluh kesah, dan menjawab pertanyaan dari masyarakat setelah mendengar pertanyaan dan permintaan masyarakat.

"Pemerintah Kepri berjanji akan segera menyelesaikan permasalahan ini," ujarnya.

Kata Isdianto, permasalahan ini bermula dari beredarnya informasi yang meresahkan masyarakat tentang kawasan pemukiman warga yang terkena hutan lindung. Dimana pemerintah pusat dianggap tidak melihat kondisi dilapangan. Padahal realnya, bahwa daerah yang ditandai mereka merupakan kawasan perkebunan, pemukiman warga dan bukan termasuk hutan lindung.

"Dalam waktu dekat, saya akan membawa bukti, serta kondisi nyata dilapangan sehingga bisa menjadi  bahan pertimbangan Kementerian Kehutanan," katanya.

Sementara itu, kata Bupati Karimun, H. Aunur Rafiq, bahwa kemungkinan perubahan di Jakarta, terkait  pemerintahan baru membuat mereka akan bekerja lebih keras lagi untuk memperjuangkan status kawasan pemukiman ini dan bukan menjadi hutan lindung. Ia mengusulkan 3.860 Hektar (perubahan batas 292 hektar) dan disetujui  hanya 232,84 hektar dan ini sangat jauh  sekali dari  yang diusulkan karena 59,06 hektar tidak diterima.

“Sudah dilakukan rencana kegiatan APBD 2020. Pemkab Karimun berharap bisa mendapat perhatian lebih dari Pemerintah Provinsi Kepri,” kata Aunur Rafiq

Kunjungan, Plt Gubernur Kepri, didampingi Tenaga Ahli Gubernur, H. Sahidul Khudri dan H. Herizal Hood, hadir juga Kadis Pendidikan Muhammad Dali, Kadis Perhubungan Jamhur Ismail dan Ketua FPK Kepri Andi Maulidi.


Ahmad Yahya

Antusias Warga Menghadiri Malam Puncak Festival Tembang Nostalgia

Ditulis oleh: Redaksi kepriaktual.com        
Peserta Lomba Festival. 
KARIMUN KEPRIAKTUAL.COM: Ratusan warga Desa Sei Ungar antusias menyaksikan malam puncak Festival Tembang Nostalgia yang diselenggarakan oleh Pemerintah Desa (Pemdes) di gedung serbaguna Desa Sungai Ungar, Kecamatan Kundur, Kabupaten Karimun. Acara Festival tersebut diselenggarakan, dalam rangka memeriahkan HUT RI yang ke-74 di Tanjungbatu, Jum'at (13/10/2019).

Kepala Desa (Kades), Fahmiludin resmi membuka malam puncak Festival yang di selenggarakan selama tiga malam berturut-turut.

Kemudian, Fahmiludin mengatakan, acara Festival ini merupakan motivasi Desa dalam melestarikan budaya seni terhadap warga Desa Sungai Ungar. Festival yang di agendakan selama tiga malam sebagai bentuk ajang kompetisi dan silaturahmi serta menjaring bakat masyarakat, khusususnya pemuda Desa Sungai Ungar, agar cinta terhadap budaya seni.

"Untuk itu, saya meminta kepada seluruh masyarakat yang sudah bekerja sama dengan pemdes agar bisa menciptakan situasi yang kondusif selama malam Festival berlansung," kata Fahmiludin

Ia juga menambahkan, acara malam puncak Festival ini akan menampilkan tembang lagu lagu solo yang di ikuti 30 orang peserta di tambahkan lagi 5 peserta golongan ibu-ibu dari PKK Desa Sungai Ungar yang membawa lagu-lagu khas daerah.

"Saya mengajak masyarakat untuk bekerja sama, dan terus mensupport Pemdes, agar bisa maju dan berkembang dalam membangun Desa Sungai Ungar dari berbagai sektor lainnya." ungkapnya menutup kata sambutan.



Ahmad Yahya

Friday, September 13, 2019

Lantamal IV Gelar Acara Puncak HUT Ke-74 TNI AL di Tanjungpinang

Ditulis oleh: Redaksi kepriaktual.com     Friday, September 13, 2019    
Fhoto Bersama TNI AL Lantamal IV Tanjungpinang. 
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) IV Tanjungpinang, menggelar acara puncak dari seluruh rangkaian peringatan HUT ke-74 TNI Angkatan Laut di empat tempat yaitu Pantai Bahari, Masjid Al Barkah, Masjid Al Irsyad dan Gereja Katolik Hati Santa Maria Tak Bernoda Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Jumat (13/9).

Puncak kegiatannya terdiri dari kegiatan bersih-bersih pantai di Pantai Bahari Lantamal IV,  lalu kerja bakti ditempat ibadah yaitu di masjid Al Barkah, Mesjid Al Irsyad dan gereja Katholik Hati Santa Maria Tak Bernoda.

Sebanyak 436 personil prajurit, PNS, Ibu-ibu Jalasenastri dan organisasi kemasyarakatan diterjunkan untuk mensukseskan kegiatan tersebut.

Komposisi peserta yang ikut mensukseskan kegiatan tersebut yaitu dari Mako Lantamal IV, Wing Udara 1, Rumkital dr. Midiato Suratani, Lanudal Tanjungpinang, Yonmarhanlan IV Tanjungpinang, Korcab IV DJA I, Cabang 1 Korcab IV DJA I, Cabang 2 Korcab IV DJA I, Cabang 9 Korcab IV DJA I, Cabang 4 Korcab I Purpenerbal,

Pembersihan Pantai Oleh Lantamal IV. 
Juga ikut serta Cabang 5 Korcab I Purpenerbal, Ranting C Cabang I Korcab Pasmar-1, World Cleanup Day (WCD), Komunitas Bersama Gotongroyong (Kombes) Kepri, Komunitas Motor Jantan, Kelompok Sadar Wisata Kota Tanjungpinang.

Sebagai informasi, rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-74 TNI Angkatan Laut di Lantamal IV Tanjungpinang, telah dimulai yaitu pada hari Senin tanggal 9 September 2019, upacara ziarah rombongan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Pusara Bhakti, kemudian pada hari Selasa tanggal 10 September 2019, dilaksanakan Anjangsana kepada Purnawirawan dan Warakawuri TNI Angkatan Laut.

Pada Hari Rabunya tanggal 11 September 2019, dilaksanakan donor darah di Rumkital dr.Midiato Suratani, lalu pada hari Kamis tanggal 12 September 2019, digelar Bakti Sosial Kemasyarakatan dan Kesehatan di Gedung Aula Kecamatan Tanjungpinang Kota, mengetengahkan ceramah Bela Negara dan Kesehatan, serta pengecekan gula darah gratis dan jentik-jentik nyamuk deman berdarah di Desa Madong.

Hadir dalam kegiatan tersebut  Wadan Lantamal IV Kolonel Laut (P) DR. Imam Teguh Santoso, S.T., M.Si, Para Pejabat Utama Lantamal IV, Para Kadis/Kasatker Lantamal IV, Ketua Korcab IV DJA I, Para Ketua Cabang Jalasenastri dan pengurus Jalasenastri yang berada di Tanjungpinang.


Red

Bela Anak, Ibu Paruh Baya ini Duduk Dikursi Pesakitan

Ditulis oleh: Redaksi kepriaktual.com        
Sidang Perdana Terdakwa Marose Silitonga. 
HUKUM KEPRIAKTUAL.COM: Membela anaknya, terdakwa Marose Silitonga, duduk dikursi pesakitan Pengadilan Negeri (PN) Batam, dengan agenda mendengarkan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Kamis (12/9-2019).

Agenda pembacaan dakwaan, yang dibacakan JPU Karyo So Immanuel Gort mengatakan, bahwa terdakwa melakukan pemukulan terhadap korban Nurcahya Purba, dengan menggunakan mangkok keramik. Sehingga korban mengalami luka robek di bagian kepala kening.

Berawal terjadinya pemukulan, kata Immanuel, korban sedang berada di Parkiran Mesjid Tiban I dekat dengan rumah terdakwa. Tiba-tiba, Agnes bersama terdakwa datang menghampiri korban yang sedang berada di dalam mobil. Tidak lama kemudian terdakwa dan Agnes memfoto mobil yang digunakan oleh korban.

Kemudian, lanjut Immanuel, korban mengatakan “hei pelakor mengapa kau foto-foto mobilku”. Dan dijawab oleh terdakwa “kenapa kau datangi kami lagi kau sudah ditalak cerai suamimu”. Setelah itu, korban menjawab “hei diam kau”.

"Terdakwa langsung memukul korban menggunakan mangkok keramik. Hingga mengeluarkan darah akibat luka sobek, dan dijahit lima jahitan. Akibat korban mengalami luka, korban tidak dapat melakukan aktifitas sehari-harinya," kata Immanuel membacakan amar dakwaan terdakwa.

Akibat perbuatan terdakwa Marose Silitonga, terdakwa didakwa dalam pasal Pasal 351 ayat (2) KUHPidana, dan Pasal 351 ayat (1) KUHPidana.

Terhadap amar dakwaan yang dibacakan JPU. Tim Penasehat Hukum terdakwa ibu paruh baya ini, tidak mengajukan eksepsi.

"Kami tidak mengajukan eksepsi yang mulia. Langsung aja kepemeriksaan pokok perkara," kata Tim PH terdakwa.

Karena saksi, belum dapat dihadirkan oleh JPU. Maka sidang ditunda Majelis Hakim Marta Napitupulu, didampingi dua Hakim anggota menunda persidangan, pada persidangan berikutnya.


Alfred

Tim Satgasgab F1QR Koarmada I Gagalkan Penyeludupan Baby Lobster

Ditulis oleh: Redaksi kepriaktual.com        
Konfrence Pers Pengungkapan Penyeludup Baby Lobster. 
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Tim Satuan Tugas Gabungan Fleet One Quick Response F1QR Komando Armada I kembali keok berhasil menggagalkan upaya penyelundupan baby lobster dari Batam ke Singapura.

Tim Satgasgab F1QR Koarmada I berhasil mengamankan Speedboat tanpa nama bermesin 15 PK satu unit, pada posisi Koordinat 0° 52′ 565″ N – 103° 49′ 014″ E, tepatnya di Pulau Combol, namun para penyeludup berhasil kabur meninggalkan Baby Lobster bernilai Rp12,3 Miliar.

Danlantamal IV Laksamana Pertama TNI Arsyad Abdullah, S.E., M.A.P, didampingi Danguskamla)Koarmada I Laksamana Pertama TNI Yayan Sofiyan, S.T., di Mako Lanal Batam, mengatakan Timberhasil menangkap 1 (satu) buah Speedboat tanpa nama bermesin 15 PK satu unit, pada posisi Koordinat 0° 52′ 565″ N – 103° 49′ 014″ E, tepatnya di Pulau Combol.

“Dari penangkapan tersebut berhasil mendapati barang bukti berupa baby lobster yang dikemas dalam 14 box sterofoam coolbox, namun pelakunya berhasil melarikan diri”, Kata Danlantamal. Jumat(13/9-2019).

Selanjutnya barang bukti dibawa ke Kantor Lanal Batam untuk pemeriksaan lebih lanjut, kemudian barang bukti berupa baby lobster dibawa ke Kantor Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu (BKIPM) Batam, untuk dilaksanakan pencacahan”,jelasnya

Sementara itu, hasil rincian pencacahan di Stasiun BKIPM dengan hasilnya sebagai berikut, dari 14 box sterofoam, dari setiap boxnya berisi 30 kantong pelastik berisi baby lobster, satu kantong pelastik tersebut untuk jenis pasir rata-rata 200 ekor dan satu kantong pelastik untuk jenis mutiara rata-rata 100 ekor.

Sedangkan total estimasi penyelamatan Sumber Daya Ikan (SDI) senilai, Jenis Pasir , 200 ekor x 30 kantong x 13 box = 78.000 ekor, 78.000 ekor x Rp 150.000,- = Rp 11.700.000.000,-, Jenis Mutiara , 100 ekor x 30 kantong x 1 box = 3.000 ekor, 3.000 ekor x Rp 200.000,- = Rp 600.000.000,-3000 dan total senilai = Rp 12.3 Miliar.

Danguskamla juga menambahkan “Kini seluruh barang bukti berupa 14 box sterofoam Baby Lobster berisi 81.000 ekor, diamankan di kantor Stasiun BKIPM Batam, yang nantinya akan dilepas dan dipelihara di Pulau Abang, dimana terdapat konservasi milik Kantor Kelautan dan Perikanan” Tutupnya,

Pelanggaran tersebut berdasarkan pasal 31 Jo pasal 7 UU No.16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan kemudian pasal 88 Jo pasal 16 ayat (1) UU No 45 Tahun 2009 tentang Perikanan.

Lalu Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 56 tahun 2016 tentang Larangan Penangkapan dan/atau Pengeluaran Lobster ( Panulirus spp), Kepiting (Scylla spp) dan Rajungan (Portunus spp) dari Wilayah Negara Republik Indonesia dengan ancaman pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling banyak Rp. 1.500.000.000,- (satu miliar lima ratus juta rupiah).

Hadir pada acara tersebut Danlanal Batam Kolonel Laut (P) Alan Dahlan S.H. M.si., Asintel Danguskamla Koarmada 1 Kolonel Laut (E) Yulianus Arinando, Asintel Danlantamal IV Letkol Laut (P) Ari Aryono, S.E., Kepala SKIM Anak Agung Gede Eka Susilo, Kasi Sarpras PSDKP Batam Bpk. Martin Luhulima, Pasintel Lanal Batam Mayor Laut (E) Irawan Prasetyo, S.T., Pasops Lanal Batam Mayor Laut (KH) Yudhi.


Red