Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kepri, Tjetjep Yudiana.
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Kepulauan Riau mencatat jumlah pasien yang dinyatakan sembuh dari COVID-19 terus bertambah setiap hari.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kepri, Tjetjep Yudiana, di Tanjungpinang, Rabu (17/6), mengatakan, jumlah pasien yang sembuh dari COVID-19 dalam tiga hari terakhir mencapai 28 orang.

"Dua hari yang lalu yang sembuh 11 orang, sehari yang lalu juga 11 orang. Hari ini 6 orang yang dinyatakan sembuh dari COVID-19," ujarnya.

Tjejep menjelaskan total jumlah pasien yang sembuh dari COVID-19 di Kepri mencapai 162 orang, 2 orang di antaranya merupakan awak Kapal KM Sabuk Nusantara.

Ia merincikan, pasien yang sembuh dari COVID-19 berdasarkan hasil pemeriksaan dengan metode PCR tersebar di Karimun sebanyak 5 orang, Batam 102 orang, Tanjungpinang 22 orang, Bintan 2 orang.

Sementara total jumlah pasien positif COVID-19 mencapai 254 orang, yang terdiri dari pasien yang dirawat di luar RS Galang, Batam sebanyak 222 orang, dan pasien yang dirawat di RS Galang 32 orang.

"Hari ini tidak ada penambahan pasien positif COVID-19 di Kepri," ujarnya.

Tjetjep mengemukakan jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) di Kepri mencapai 810 orang, bertambah 16 orang. Sebanyak 586 orang pasien sudah selesai diawasi.

Sedangkan jumlah orang tanpa gejala (OTG) di Kepri mencapai 7478 orang, bertambah 180 orang hari ini. Sebanyak 7107 orang sudah selesai dipantau tim medis.

Sementara orang dalam pengawasan (ODP) di Kepri mencapai 6199 orang, bertambah 146 orang. Sebanyak 3668 orang sudah diawasi.

Sumber: Diskominfo Kepri.

Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Harry Goldenhardt S.
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: 1 dari 5 orang personel Polsek Galang yang menjalani Isolasi di RS. Bhayangkara Polda Kepri, terkonfirmasi Covid-19, dengan hasil Swab Positif. Hasil tersebut dikeluarkan, Minggu (26/4/20) sekitar jam 10.00 wib.

Kabid Dokkes Polda Kepri Kombes Pol dr. Mohammad Haris, MARS didampingi Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S., S.IK., M.Si., menjelaskan sebelumnya 5 orang Personel tersebut telah diperiksa dengan Rapid test, radiologi dan pemeriksaan hematologi.

Dari Hasil pemeriksaan awal, semuanya masih dalam batas normal. Selanjutnya kelima orang personel tersebut menjalani Isolasi selama 11 hari di RS. Bhayangkara Polda Kepri, Kota Batam.

"Dilakukannya isolasi terhadap kelima personel tersebut dikarenakan personel tersebut merupakan satu regu piket dengan satu orang personel Polri yang sebelumnya pasien terkonfirmasi covid-19 no.15," ujar Kabid Dokkes Polda Kepri Kombes Pol dr. Mohammad Haris.

"Dari hasil Swab terhadap 5 Personel tersebut bahwa dinyatakan 1 orang Personil Polri Inisial EPB terkonfirmasi Positif Covid-19. Selanjutnya 2 personel dengan hasil negatif dan 2 personel lagi masih menunggu hasil tes swab," tuturnya kembali.

Ditambahkan Kabid Humas Polda Kepri, Polda Kepri dan jajaran terus melakukan upaya pencegahan terhadap penyebaran Covid-19. Upaya pencegahan penyebaran tidak hanya dilakukan di tengah masyarakat, namun juga dilakukan didalam lingkungan kerja sendiri.

"Pemeriksaan rutin kesehatan terhadap Personel Polri Polda Kepri dan jajaran secara berkesinambungan terus dilakukan. Namun tidak berhenti disitu, kerja sama semua pihak termasuk juga masyarakat serta disiplin diri sangat perlu ditingkatkan ditengah Pandemi Covid-19 seperti saat ini," ungkap Kombes Pol Harry Goldenhardt S.


Redaksi/Humas Polda Kepri

Ketua DPRD Kota Batam, Nuryanto. (Fhoto: Istimewa).
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Hasil Rapid Test Covid-19 anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kota Batam, pada Jumat (24/4/2020) kemarin. Ketua DPRD Kota Batam, Nuryanto mengatakan, dari 13 orang anggota DPRD Batam yang telah ikut menjalani Rapid Test. Tiga orang hasilnya dinyatakan reaktif Covid-19.

"Iya, hasil Rapid Tes kemarin, tiga orang anggota DPRD Batam dinyatakan reaktif," kata Nuryanto via Whatshapnya, Sabtu (25/4-2020).

Kemudian, lanjutnya, ia juga udah kordinasi dan minta kepada Kela Dinas (Kadis) Kesehatan. Agar selanjutnya di ambil langkah sesuai Standar persedur kesehatan, seperti swab dll.

"Dan harus di cek ulang tentang akurasinya. Karena rapid test ini di beberapa tempat banyak kejadian, yang tadinya reaktif, jadi pasif, dan yang tadinya positif jadi negatif atau sebaliknya," ujar politisi PDIP ini.

Nurnyanto juga meminta, untuk seluruh anggota dan staf, termasuk awak media yang bertugas di DPRD Kota Batam, kiranya bisa test semua.

"Untuk itu, saya meminta Sekretariat DPRD Batam untuk memfasilitasinya. Karena DPRD Batam tempat publik, dan harus steril dari virus," kata Ketua DPRD Batam, Nuryanto.

Panggilan sapaan akrab Cak Nur ini juga menyampaikan himbauan buat seluruhnya rakyat Kota Batam. Untuk mencegah penyebaran covid-19 ini, mudah dan efektif adalah "Stay At Home".

"Tinggal dirumah, belajar dirumah, bekerja dirumah, semua kegiatan ada dirumah. Ikuti arahan dan petunjuk pemerintah inshallah Indonesia akan cepat bebas dan terhindar dari covid-19," tutupnya.


Alfred

Fhoto: Istimewa. 
JAKARTA KEPRIAKTUAL.COM: PT Dexa Medica merasa prihatin dengan keadaan pandemi Corona atau Covid-19 yang tengah melanda dunia dan Indonesia. Untuk itu, PT Dexa Medika terus mendukung pemerintah, membantu sesuai dengan kemampuan perusahaan.

“Sesuai dengan filosofi kami expertise for the promotion of health bersama dengan Badan POM yang mendesak Dexa Medica untuk segera mampu memproduksi obat-obatan yang dibutuhkan untuk penanganan pasien covid-19,” kata Heri Sutanto, Direktur PT Dexa Medica di BNPB, Jakarta, Rabu (9/4/2020).

Dexa Medika, kata Heri, akan mendonasikan sejumlah produk yang dibutuhkan saat ini oleh dokter dan pasien covid-19 yaitu hydroxy chloroquine.

Baca Juga:

Pemko Batam Perpanjang Belajar Sekolah dari Rumah


“Obat ini sangat ditunggu-tunggu dan bahannya sulit didapatkan, namun karena dukungan pemerintah melalui BPOM, Kementerian Kesehatan, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perindustrian semua mendukung kita untuk bisa mendatangkan bahan baku sedang rebutan di seluruh dunia ke Indonesia. Kami sudah memproduksinya dan saat ini barang sudah siap disalurkan ke 5.000 pasien, ada 100 ribu tablet yang kita donasikan,” katanya.

Di samping itu, Dexa juga mendonasikan azithromycin untuk 5000 pasien sejumlah 50.000 tablet.

“Itu tahap pertama, selanjutnya kami juga akan mendonasikan dalam waktu dekat klorokuin untuk 12 ribu pasien covid sejumlah 240 ribu tablet. Itu sumbangsih Dexa Medika yang bergerak di bidang farmasi. Kami juga sudah mendonasik APD kepada dokter dan tenaga medis, dan mensuplai vitamin dan suplemen yang dibutuhkan para garda depan. Adapun total donasi tahap pertama ini lebih dari Rp 5,1 miliar,” katanya.


Sumber: Investor Daily

Kabid Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi (BKLI) Bea Cukai Batam, Sumarna.
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Bea Cukai Batam percepat pelayanan impor Alat Pelindung Diri (APD) dan Alat Kesehatan (Alkes) untuk penanggulangan Covid-19 di wilayah Kepri dan Batam. Hal itu disampaikan oleh Kabid Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi (BKLI) Bea Cukai Batam, Sumarna, dalam pres rilisnya, Kamis (9/4-2020).

Sumarna mengatakan, berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia nomor 7 Tahun 2020 tentang Gugus Tugas percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang dirubah dengan Keputusan Presiden Nomor 9 Tahun 2020. Pemerintah menunjuk Kepala BNPB sebagai ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). Dan memberikan kewenangan BNPB untuk menerbitkan rekomendasi ijin impor sebagai pengganti perizinan larangan/pembatasan.

"Pemerintah menunjuk Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19)," ujar sumarna.

Selanjutnya, kata Sumarna, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai telah membuat Standar Operasional Prosedur (SOP) bersama tentang percepatan pelayanan impor barang untuk keperluan penanggulangan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

Baca Juga:

Jalan Tol Pandaan-Malang Seksi V Pakis-Malang Mulai Dioperasikan 7 April 2020 Tanpa Tarif


"Permohonan rekomendasi dari BNPB dapat dilakukan secara online, dengan cara mengakses laman resmi INSW di http://insw.go.id lalu klik menu Aplikasi INSW dan memilih submenu Perizinan Tanggap Darurat. Selanjutnya, pemohon memilih menu Pengajuan Rekomendasi BNPB," ujarnya.

Setelah itu, ungkap Sumarna, mencentang jenis rekomendasi berupa Rekomendasi Pengecualian Tata Niaga Impor dan Rekomendasi Fasilitas Pembebasan Bea Masuk Impor. Kemudian pemohon mengisi formulir pada laman INSW tersebut serta mengunggah dokumen persyaratan sesuai dengan jenis permohonan.

"Untuk selanjutnya, pemohon cukup memantau status pengajuan rekomendasi melalui fitur Tracking Pengajuan Rekomendasi BNPB di laman resmi INSW. Setelah proses analisis selesai, sistem akan menerbitkan persetujuan atau penolakan pengajuan rekomendasi," tuturnya.

Ia juga menjelaskan, untuk barang tujuan non komersial, setelah mendapat rekomendasi dari BNPB, pemohon mengajukan dokumen PPFTZ-01 dengan melampirkan rekomendasi dari BNPB. Selanjutnya, bea cukai akan memproses hingga terbitnya Surat Persetujuan Pengeluaran Barang (SPPB) sebagai dokumen pengeluaran barang impor keluar Pelabuhan.

"Untuk barang tujuan komersial, setelah mendapat rekomendasi dari BNPB, pemohon mengajukan dokumen PPFTZ-01 dengan melampirkan rekomendasi dari BNPB dan persetujuan impor dari BP Batam. Bea Cukai akan memproses hingga terbitnya Surat Persetujuan Pengeluaran Barang (SPPB) sebagai dokumen pengeluaran barang impor keluar Pelabuhan," tuturnya.

Selain itu, lanjutnya, Bea Cukai Batam berkomitmen untuk memberikan pelayanan cepat terhadap impor Alat Pelindung Diri (APD) dan alat kesehatan (Alkes) dalam rangka penanggulangan COVID-19 di wilayah Batam dan Kepulauan Riau.

"Bagi masyarakat yang membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai pelayanan pemasukan barang untuk penanggulangan Covid-19, dapat menghubungi Contact Center Bea Cukai Batam (0778) 429446 dan 0812-2111-1484 (Whatsapp Only)," tutupnya.

(***)

Sebelum Diresmikan, Pangkogabwilhan I Laksamana Madya TNI Yudo Margono Didampingi Kapolda Kepri Tinjau Rumah Sakit Covid-19 Galang
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Kapolda Kepri bersama Plt. Gubernur Kepri dan Forkopimda menyambut kedatangan Pangkogabwilhan I Laksamana Madya TNI Yudo Margono, S.E., M.M, dan rombongan di  VVIP Bandara Hang Nadim. Kedatangan Pangkogabwilhan I beserta rombongan mengunjungi Ex Camp Vietnam Kec. Galang Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau untuk meresmikan Rumah Sakit Khusus Infeksi Covid-19 Pulau Galang, Senin (6/4-2020).

Peresmian Rumah Sakit Khusus Infeksi Covid-19 Pulau Galang tersebut dihadiri oleh Plt Gubernur Kepri, Kapolda Kepri, Irjen Pol Andap Budi Revianto, Pangdam 1 Bukit Barisan Mayor Jendral TNI MS Fadilah, Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Danrem 033/WP, Danlantamal IV Tg.Pinang, Kajati Kepri, dan Walikota Batam.

Sebelum melakukan peresmian Pangkogabwilhan I bersama dengan Plt Gubernur Kepri, Kapolda Kepri Irjen Pol Andap Budi Revianto dan Pangdam 1 Bukit Barisan Mayor Jendral TNI MS Fadilah melakukan peninjauan kesiapan bangunan, peralatan medis serta dokter dan tenaga medis yang ada pada Rumah Sakit Khusus tersebut.

Baca Juga:

Pemerintah Kota Batam Terima Bantuan Sembako dari Asosiasi Distributor Bahan Pokok


Saat meresmikan Rumah Sakit Khusus Infeksi Covid-19 Pulau Galang tersebut, Pangkogabwilhan I Laksamana Madya TNI Yudo Margono menyampaikan, Rumah Sakit khusus ini sudah siap beroperasional sesuai dengan yang ditekankan oleh Presiden RI Ir. H. Joko Widodo bahwa tanggal 6  April 2020 Rumah Sakit Khusus Infeksi Covid-19 Pulau Galang ini resmi dapat dioperasikan.

"Harapan kita tidak ada masyarakat kita yang menjadi pasien di Rumah Sakit Khusus Infeksi Covid-19 Pulau Galang ini namun minimal kita siap," ungkapnya.

Kemudian, Pangkogabwilhan I juga menjelaskan, Rumah Sakit Khusus Infeksi Covid-19 ini juga akan menerima pasien rujukan dari RS yang ada di Kota Batam. Tenaga medis yang ada di Rumah Sakit Khusus Infeksi Covid-19 berasal dari TNI, Polri dan Relawan yang ingin mengabdikan dirinya sebagai tenaga medis (Kreteria tenaga medis relawan ditentukan oleh Rumah Sakit Khusus Infeksi Covid-19).

"Adapun total Keseluruhan petugas Medis, Paramedis dan Relawan RS Infeksi Pulau Galang Kel. Sijantung Kec. Galang - Kota Batam adalah sebanyak 244 (dua ratus empat puluh empat) orang," tuturnya.

Selanjutnya, Plt. Gubernur Kepri H. Isdianto mengungkapkan, keberadaan rumah sakit ini sendiri adalah keberuntungan bagi kita masyarakat Provinsi Kepri.

Sementara Polda Kepri sendiri mengirimkan 10 orang tenaga medis yg terdiri dari 3 perawat, 2 tim evakuasi (beranggotakan 6 pers) dan 1 analis kima lab.


(***)

Data Gugus Tugas Covid-19 dan Dinkes Kepri.
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Berikut data terbaru ter Update data perkembangan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Kepri dan Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, Minggu (5/4-2020).

Data informasi Covid-19 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Kepri, PDP Komulatif, 122 orang, sedang dirawat/isolasi 39 orang, selesai pengawasan 83 orang. Sedangkan jumlah PDP pemeriksaan lab, jumlah diperiksa 105 orang, on proses,40 orang, negatif 55 orang, positif 10 orang.

Berikut data PDP Komulatif di Kabupaten/Kota: Batam, 66 orang, Tanjungpinang, 32 orang, Bintan, 8 orang, Karimun, 9 orang, Anambas, 3 orang, Lingga, 0 orang, Natuna, 4 orang.

Dan Data PDP sedang dirawat/isolasi: Batam, 10 orang, Tanjungpinang, 17 0rang, Bintan, 6 orang, Karimun, 2 orang, Anambas, 1 orang, Lingga, 0 orang, Natuna, 4 orang.

Kemudian Data PDP selesai pengawasan: Batam, 56 orang, Tanjungpinang, 15 0rang, Bintan, 2 orang, Karimun, 7 orang, Anambas, 2 orang, Lingga, 0 orang, Natuna, 1 orang.

Baca Juga:

Berikut Data Terupdate Covid-19 dari Dinkes Kepri/Hari Ini, Batam Urutan Teratas


Sedangkan Data PDP Pemeriksaan Lab, Jumlah Diperiksa: Kota Batam, 52 orang, Tanjungpinang, 32 0rang, Bintan, 8 orang, Karimun, 9 orang, Anambas, 2 orang, Lingga, 0 orang, Natuna, 2 orang.

Selanjutnya PDP On Proses: Kota Batam, 17 orang, Tanjungpinang, 14 0rang, Bintan, 6 orang, Karimun, 2 orang, Anambas, 0 orang, Lingga, 0 orang, Natuna, 1 orang. Dan PDP Negatif: Batam, 30 orang, Tanjungpinang, 14 0rang, Bintan, 2 orang, Karimun, 6 orang, Anambas, 2 orang, Lingga, 0 orang, Natuna, 1 orang.

Sementara PDP Positif: Kota Batam, 5 orang, Tanjungpinang, 4 0rang, Bintan, 0 orang, Karimun, 1 orang, Anambas, 0 orang, Lingga, 0 orang, Natuna, 0 orang.

Sementara data Covid-19 Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Kepri adalah, yang Komulatif, 1946 Orang, Proses Pemantauan, 1095, Selesai Pemantauan,851. Dan Covid-19 yang ODP Pemeriksaan Lab, Jumlah Diperiksa, 148, On Proses 38, Negatif, 110, Positif, 0.

Berikut data ODP Kabupaten/Kota, Komulatif:
. Batam, 1282 orang.
. Tanjungpinang, 149 orang.
. Bintan 59 orang.
. Karimun 346 orang.
. Anambas 7 orang.
. Lingga 3 orang, dan
. Natuna 100 orang.

ODP Proses Pemantauan:
. Batam 715 orang
. Tanjungpinang 61 orang
. Bintan 30 orang
. Karimun 220 orang
. Anambas 2 orang
. Lingga 3 orang
. Natuna 64 orang,

ODP Selesai Pemantauan:
. Batam 567 orang
. Tanjungpinang 88 orang
. Bintan 29 orang
. Karimun 126 orang
. Anambas 5 orang
. Lingga 0 orang
. Natuna 36 orang,

Sedangkan ODP Pemeriksaan Lab, Jumlah Diperiksa:
. Batam 120 orang
. Tanjungpinang 23 orang
. Bintan 0 orang
. Karimun 5 orang
. Anambas 0 orang
. Lingga 0 orang
. Natuna 0 orang,

ODP On proses:
. Batam 37 orang,
. Tanjungpinang 1 orang
. Bintan 0 orang
. Karimun 0 orang
. Anambas 0 orang
. Lingga 0 orang
. Natuna 0 orang,

ODP Negatif:
. Batam 83 orang,
. Tanjungpinang 22 orang
. Bintan 0 orang
. Karimun 5 orang
. Anambas 0 orang
. Lingga 0 orang
. Natuna 0 orang,

Positif: -----

Keterangan Covid-19 yang meninggal di Kepri:
. Positif Covid-19 meninggal: Batam (3)
. PDP meninggal (on proses lab): Batam (1), TPI (1)
. Negatif Covid-19 meninggal penyakit penyerta: Batam (5), TPI (1), Karimun (1).
. Sembuh Covid-19: TPI (1), Karimun (1).


Sumber : Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kepri dan Dinkes Kepri

Ruang Pasien PDD yang Selesai Perawatan, (Fhoto: Istimewa).
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Dikutip dari situs Media Center Batam, Hingga Sabtu (4/4) sudah 56 warga berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) corona virus disease (Covid-19) menyelesaikan perawatan. Sedangkan PDP yang masih dalam pengawasan sebanyak 10 orang.

“Dari total PDP ini, sudah dilakukan pemeriksaan laboratorium terhadap 52 sampel swab. Sejauh ini yang terkonfirmasi positif covid-19 ada 4 orang. Sedangkan yang hasil pemeriksaannya negatif ada 30 orang. Dan masih dalam proses 18 sampel,” papar Wakil Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Batam, Amsakar Achmad di Batam Centre.

Selain PDP, gugus tugas juga melakukan pemantauan terhadap orang-orang yang pernah berinteraksi langsung dengan pasien Covid-19. Terdata sebanyak 1.253 orang dalam pemantauan (ODP) di Kota Batam. Termasuk di dalamnya mereka yang pernah bepergian ke daerah terjangkit dalam masa mewabahnya Covid-19.

Baca Juga:

Berikut Data Terupdate Covid-19 dari Dinkes Kepri/Hari Ini, Batam Urutan Teratas


“Sampai hari ini (Sabtu), ODP yang sudah menyelesaikan pemantauan sejumlah 521 orang. Dari jumlah tersebut 120 sampel swab sudah diperiksa, dan 83 di antaranya dinyatakan negatif Covid-19,” tutur Wakil Wali Kota Batam tersebut.

Artinya ada 55 sampel yang masih ditunggu hasil pemeriksaannya. Yaitu 18 sampel PDP dan 37 sampel milik ODP yang dalam proses pemeriksaan.

“Kita juga sudah melakukan pemeriksaan menggunakan alat rapid test. Sudah 57 orang yang dites, baik orang tanpa gejala (OTG), ODP, maupun PDP. Hasilnya 4 reaktif dan 53 non reaktif. Kepada yang hasil rapid tesnya reaktif, kita lakukan pemeriksaan lanjutan,” ujarnya.

Amsakar mengatakan saat ini pemerintah sedang membenahi fasilitas isolasi di RSUD Embung Fatimah. Fasilitas perawatan pasien penyakit menular di RSUD ini merupakan bangunan baru. Sehingga diakuinya masih ada beberapa perlengkapan pendukung yang perlu ditambahkan di ruang perawatan.

“Menurut informasi, sekarang di RSUD sedang tidak ada pasien terkait Covid-19. PDP yang dirawat kemarin sudah dibolehkan pulang. Sehingga ruang perawatan sedang kosong. Oleh karena itu, kita manfaatkan waktu ini untuk melengkapi fasilitas pendukungnya. Semoga dengan begitu pasien lebih nyaman, perawatan lebih baik, dan lebih banyak pasien yang sembuh,” kata dia.


(***)

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.