Guru se-Galus Ikuti Pelatihan Kompetensi. 

GAYO LUES KEPRIAKTUAL.COM: Untuk meningkatkan mutu Guru Bidang Studi, jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) Dinas Pendidikan Kabupaten Gayo Lues adakan pelatihan serta lomba kompentensi guru se Gayo Lues bertempat di Aula Dinas Pendidikan setempat, Senin (20/09/2021) kemaren. 

Menurut Ketua Panitia Saidi Thalib, ST. Kegiatan ini dilaksanakan untuk melatih, meningkatkan dan mengembangkan kreatifitas serta Profesionalisme guru dalam mengajar di kelas nanti. "Pelatihan dilaksanakan selama 10 hari dari Tanggal 20 September hingga Tanggal 29 September 2021," Kata Thalib. 

Lanjut Thalib, peserta pelatihan ini berjumlah 150 peserta terdiri dari lima guru mata pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia, IPA, IPS, dan Bahasa Inggris, dengan sistim pelatihan dibagi menjadi tiga gelombang. Selain itu tehnik kegiatan pelatihan dan perlombaan ini nantinya diawali dengan Pre -Test pembinaan Post -Test dan diakhiri dengan pemberian Riwot. Yang dibimbing oleh Instruktur LPMP dari Provinsi Aceh. "Kegiatan ini bersumber dari dana Otsus," jelasnya. 

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Galus Kasimuddin,ST, MP berharap dengan adanya pelatihan ini bisa meningkatkan kesiapan guru untuk menyambut Industri 4.0. Kegiatan seperti ini akan terus kita galakan, untuk pengembangan kompetensi serta kualitas para guru dalam menyambut era Pendidikan 4.0.serta pengimplentasian sistem pembelajaran Hingga Thinking order (Hots). 

"Bermutu merupakan singkatan dari Better Educational Thurough Reformed Management And Universal Teacher Upgading. Konsepnya seperti peningkatan mutu pendidikan melalui pengembangan kopentensi dan kerja guru dilatarbelakangi Undang - undang Nomor 14 Tahun 2005 Tentang guru dan Dosen," kata Kasimuddin. 

Selain itu katanya, peningkatan jumlah guru yang memenuhi kualifikasi akademik sesuai Standar Pengimpelentasian pemetaan guru Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) daerah sesuai dengan latar belakang Pendidikan, hingga penurunan angka kemangkiran tenaga pendidik. 

"Untuk itu, guru mata pelajaran yang diundang saat ini adalah guru yang mampu mata pelajaran inti artinya, mata pelajaran yang Dominan disekolah. Mereka bukan hanya dilatih sampai disini saja, kami punya program untuk tahu  depan akan mengadakan pengawas khusus yang mengawasi guru bidang studi yang dilatih saat ini disekolah Masing - masing. Hal ini bukan untuk Menakutkan - nakuti para guru, akan tetapi mengupayakan merubah Pendidikan lebih maju lagi," ujar Kasimuddin. (MK)


Foto Bersama Kapolres Natuna dengan Purna Bakti. 

NATUNA KEPRIAKTUAL.COM: Kapolres Natuna AKBP Ike Krisnadian, S.I.K., M.Si pimpin acara penghormatan serta perpisahan Purna Bhakti Polres Natuna Purn. AKBP Wisnu Edhi Sadono, S.H yang dilaksanakan di Mako Polres Natuna, Selasa (21/09/2021).

Kegiatan Wisuda Purna Bhakti di mulai dengan video conference yang di hadiri juga oleh Polres jajaran Polda Kepulauan Riau dengan tema "Setia Sampai Jiwa Ragaku Untuk Bhayangkara".

Kemudian, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian Plakat Penghargaan dari Kapolres Natuna kepada Purn. AKBP Wisnu Edhi Sadono dan kemudian dilanjutkan dengan foto bersama.

Kapolres Natuna mengucapkan terimakasih kepada Bpk Wisnu atas dedikasi dan kerja kerasnya selama menjabat sebagai Wakapolres Natuna disini

"Beliau merupakan salah satu sosok yang perlu dicontoh untuk anggota Polres Natuna yang muda dan beliau telah banyak melakukan banyak hal dan perubahan sehingga Polres Natuna bisa lebih baik di mata masyarakat," jelas Kapolres Natuna.

Wisnu Edhi Sadono, S.H juga berterima kasih kepada  Kapolres Natuna beserta seluruh Anggota yang hadir pada kesempatan yang berbahagia ini, merupakan suatu kebahagiaan kami bahwa kami pernah berdinas sama rekan-rekan sebelumnya di Polres Natuna.

"Pesan yang dapat kami sampaikan kepada rekan-rekan yang masih berdinas di Kepolisian khususnya Polres Natuna tetap jaga Kekompakan, laksanakan tugas dengan penuh rasa tanggung jawab, dimanapun rekan berdinas selalu Syukuri nikmat yang telah Allah Subhana Wata'ala berikan kepada rekan-rekan,  serta menjadi pelindung, pengayom,dan pelayan terbaik kepada masyarakat," ujarnya.

Selanjutnya Penghormatan dan Salam Perpisahan dari Personil Polres Natuna Kepada Personil Purna Bhakti Polres Natuna Purn. AKBP Wisnu Edhi Sadono, SH.

(IK)


Polres Natuna Serahkan Bantuan Sosial ke Warga Utara Perbatasan. 

NATUNA KEPRIAKTUAL.COM: Polres Natuna Polda Kepulauan Riau serahkan bantuan sosial berupa paket sembako dari Alumni Akpol 97 kepada masyarakat Kabupaten Natuna. Kegiatan di pimpin oleh Kapolres Natuna melalui Kasatpol Airud Polres Natuna IPTU Sandy Putra Pratama, S.I.K, Selasa (21/09/2021)

Kegiatan dilaksanakan di sejumlah tempat di Kabupaten Natuna khususnya dibagikan kepada masyarakat yang tidak mampu yang terdampak Covid-19.

Kapolres Natuna AKBP Ike Krisnadian, S.I.K., M.Si mengatakan sembako yang dibagikan ke masyarakat yang tidak mampu ini merupakan kegiatan bakti sosial dari alumni Akpol angkatan 1997 yang dititipkan di Polres Natuna.

"Ada 500 paket sembako yang dibagikan ke masyarakat dalam kegiatan bakti sosial alumni Akpol angkatan 1997 dengan tema berbakti, bersatu bangkit dari pandemi covid-19 yang di laksanakan pada tanggal 20 dan 22 September," ujar Kapolres Natuna.

"Mudah-mudahan bantuan ini ikut meringankan masyarakat yang terdampak pandemi covid-19," harapnya.

Kasatpol Airud Polres Natuna IPTU Sandy Putra Pratama, S.I.K mengatakan, bantuan paket sembako yang dibagikan ini menyebar ke seluruh kecamatan yang berada di Kabupaten Natuna.

"Dengan bantuan ini, kami berharap dapat meringankan beban masyarakat dimasa pandemi dan mempererat hubungan masyarakat dan Polri guna menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif," paparnya.

(IK)


Mayat Terapung di Perairan Laut Batu Merah. 

BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Sesosok mayat laki-laki ditemukan mengapung di perairan laut Batu Merah, Kelurahan Batu Merah, Kecamatan Batu Ampar, Batam, Selasa (21/9/2021) pagi.

Mayat pertama kali ditemukan oleh warga Batu Merah RT 017/RW 05, di dekat PT. Berdikari sebelah PT NOV Profab Indonesia sekira pukul 06.00 Wib.

Saat ditemukan, mayat laki-laki itu mengenakan baju kaos warna hitam, celana pendek jenis Levis warna coklat, dan mengenakan jam tangan dengan posisi telentang dan mengambang di bibir pantai.

Kapolsek Batu Ampar AKP Salahuddin saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut.

"Ia betul, tadi pagi sekira pkl 07.00 Wib, telah di temukan mayat seorang laki-laki yang tersangkut di batu karang di perairan laut dekat Kelurahan Batu Merah Kecamatan Batu Ampar - Kota Batam," ujar Salahuddin melalui pesan yang dikirimkan melalui aplikasi WhatsApp, Selasa, (21/9/2021) pagi.

Dikatakannya, sekira pukul 08.10 Wib, agen kapal PT. Batam Putra Tempatan bersama ayah korban Madhorah tiba di TKP untuk mengecek dan memastikan mayat yang ditemukan oleh warga tersebut.

Lalu, setelah dipastikan oleh agen dan ayah korban, bahwa mayat seorang laki-laki yang ditemukan tersebut bernama Sofian kelahiran Jakarta/27 07 1983, Jl. Kali Baru Barat RT.14/RW.12 Kel. Kali Baru Kec. Cilincing Prov. DKI Jakarta.

"Mayat itu merupakan salah satu korban dari kru kapal Kargo KM. Titra Mulia yang karam pada hari Minggu (19/9/2021) lalu sekira pukul 09.00 Wib di perairan Batu Ampar - Kota Batam," sambungnya.

Lanjut Salahuddin, saat ini mayat tersebut sudah dievakuasi oleh tim Inafis dari Kepolisian Polresta Barelang, dan rencana akan di bawah ke RS. Bayangkan Polda Kepri untuk dilakukan otopsi dan pemeriksaan lebih lanjut.

"Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait lainnya untuk memastikan identitas mayat tersebut. Nanti kita infokan lagi kepada media," pungkasnya. (Fay)



Apel Operasi patuh Seulawah 2021.

GAYO LUES KEPRIAKTUAL.COM: Polisi Resor (Polres) Gayo Lues gelar Apel pasukan operasi patuh Seulawah di lapangan Mapolres Galus, yang dipimpin Kapolres Gayo Lues AKBP. Carlie Syahputra Bustamam, Sik, MH, Senin (20/09/2021). 

Dalam kesempatan yang sama. Kapolres menyampaikan amanat Kapolda Aceh Irjen. Pol, Ahmad Haydar, SH, MM. Yang isinya, Apel gelar pasukan dimasa Pandemi Covid - 19 sebagai bentuk kesiapan pelaksanaan Operasi patuh Seulawah 2021. 

Kepolisian Republik Indonesia, khususnya Polisi Lalulintas yang didukung oleh satuan pungsi lainya serta melibatkan para pemangku kepentingan untuk melaksanakan operasi kepolisian dengan sandi Patuh Seulawah 2021, yang diawali dengan gelar pasukan pada masing-masing daerah.

Disamping itu, kata Kapolres, saat ini Pemerintah masih terus berjuang menekan laju perkembangan Covid - 19 dengan berbagai kebijakan antara lain, pendisipelinan masyarakat terhadap protokol kesehatan (5 M) kegiatan Vaksinasi. Untuk itu pelaksanaan operasi patuh Seulawah 2021 dalam bentuk harkamtibmas bidang lalulintas yang didukung Instansi terkait.

"Akan dilaksanakan selama 14 hari mulai tanggal 20 September hingga tanggal 3 Oktober 2021 di jajaran Polda Aceh diseluruh Kabupaten Kota se Provinsi Aceh dengan mengedepankan kegiatan edukatif, persuasif dan humanis serta tetap disiplin dan menetapkan Protokol kesehatan," kata Kapolres Galus.

Lebih lanjut Carlie mengatakan, tujuan dari operasi patuh Seulawah 2021 ini adalah, agar upaya meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat guna mewujudkan Kamsel tibcarlantas di Provinsi Aceh.

"Melalui upaya penegakan hukum secara tegas dan humanis terhadap pelanggaran lalulintas yang menjadi sasaran prioritas," ujat Carlie. 

Kapolres Galus ini juga menegaskan, pertama, siapkan mental dan fisik dalam memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Hindari sikap dan tindakan tidak simpati dan arongan yang tidak mencerminkan karaktet jati diri sebagai sosok pelindung, pengayom, dan pelayanan kepada masyarakat.

"Tingkatkan kepekaan, kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam melaksanakan pengamanan dan antisifasi terhadap kemungkinan terjadinya aksi teror dan kriminal," tegas Kapolres Galus. 

Apel gelar pasukan operasi patuh Seulawah tersebut selain Kapolres, Waka Polres juga dihadiri oleh, Forkopimda Galus, Komandan Kompi 4 Batalyon C Pelopor, Kepala BPBD Galus, Kasat pol PP/WH Galus, Komandan Unit Aju POM Galus, Ketua Senkom Galus serta para pejabat utama Polres Galus. (MK)


Bupati Natuna Menghadiri Apel Oprasi Patuh Seligu Tahun 20201 Di Polres Natuna.

Bupati Natuna Saat Berbincang Dengan Kapolres Natuna.

Pasukan Apel. 

NATUNA KEPRIAKTUAL.COM: Bupati Natuna, Wan Siswandi, S.Sos. M.Si. menghadiri Apel Operasi Patuh Seligi Tahun 2021, yang digelar di halaman lapangan Apel Mapolres Natuna, Senin (20/09/2021).

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Natuna, AKBP Ike Krisnadian SIK, M.Si. selaku inspektur upacara menyampaikan amanat dari Kapolda Kepri, dalam rangka cipta kondisi peningkatan tertip lalu lintas, yang disampaikan kepada seluruh peserta apel, untuk diimplementasikan ditengah masyarakat.

Apel Operasi Patuh Seligi 2021 selain dari pihak Polres, juga diikuti oleh segenap unsur TNI dan pemerintah daerah Natuna. Hal ini menunjukkan sinergitas yang luar biasa dari pihak-pihak terkait dalam menekan pelanggaran berlalulintas, dengan harapan anggka kecelakaan juga menurun.

Hal ini disambut baik oleh Bupati Natuna, Wan Siswnadi yang turut hadir dalam apel. Dirinya menghimbau kepada masyarakat untuk dapat meningkatkan kepatuhan saat berlalulintas di jalan raya.

"Kepatuhan dalam berlalulintas ini untuk keselamatan diri, dan untuk keselamatan bagi pengguna jalan raya lainya. Oleh sebab itu, wajib hukumnya kita mentaati rambu-rambu lalulintas dan aturan yang berlaku," ungkap Wan Siswnadi kepada media ini usai menghadiri apel.

Menurut Wan Siswandi, pihak Pemerintah Daerah Natuna akan selalu mendukung setiap langkah Polri dalam meningkatkan keamanan serta kenyamanan bagi pengguna jalan raya bagi masyarakat.

"Sinergitas perlu kita laksanakan, antara pemerintah daerah dan Polri, dengan harapan pelanggaran lalulintas dan kecelakaan dapat ditekan semaksimal mungkin," tutup Wan Siswandi.

(IK)


Foto:Ist

TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau berupaya mendorong pelaku ekonomi kreatif dan usaha kecil menengah bangkit di masa pandemi COVID-19.

Kepala Dinas Pariwisata Kepri Buralimar, di Tanjungpinang, Jumat (17/09), mengatakan, berbagai kegiatan kepariwisataan yang digelar secara terbatas melibatkan banyak pihak, seperti seniman, pelaku usaha kecil menengah (UKM), dan pemilik peralatan musik.

"Sektor pariwisata agak lambat berkembang sehingga mempengaruhi ekonomi kreatif dan UKM. Kalau sektor pariwisata bangkit, kami yakin dan optimistis kedua sektor itu juga bangkit," katanya.

Bulalimar mengemukakan Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengarahkan agar kegiatan Dinas Pariwisata Kepri mendorong pemberdayaan masyarakat dan berperan dalam meningkatkan produktivitas UKM.

Sejumlah kegiatan kepariwisataan yang digelar terbatas Dinas Pariwisata, yang bekerja sama dengan pihak lainnya dalam beberapa bulan terakhir memberi dampak positif bagi para seniman, pelaku ekonomi kreatif dan UKM. Kegiatan kepariwisataan yang sudah dilaksanakan di sejumlah mal di Batam, dan kegiatan lainnya di Kabupaten Bintan.

Bahkan Dinas Pariwisata mendorong para pengusaha yang tidak terlalu terdampak pandemi COVID-19 untuk membantu meningkatkan produktivitas UKM.

"Ada cukup banyak pengusaha yang tergerak hatinya untuk membantu masyarakat yang kurang mampu," ucapnya.

Buralimar optimistis sektor pariwisata bangkit setelah pemerintah dan masyarakat secara umum berupaya keras menurunkan potensi penularan COVID-19. Persentase vaksinasi yang diberikan kepada aparatur pemerintahan, tenaga kesehatan, dan masyarakat, yang tinggi, di atas nasional, juga  mendorong kepercayaan publik untuk berwisata di Kepri.

Saat ini, kata dia kemajuan pariwisata di Kepri dipengaruhi kasus aktif COVID-19. Semakin rendah kasus aktif COVID-19, seperti yang terjadi saat ini, maka sektor pariwisata akan bangkit.

"Pelaku usaha kepariwisataan sekarang hanya berharap dari wisatawan lokal dan nusantara. Jumlahnya sudah semakin baik. Namun kami berharap wisman, terutama dari Singapura dapat berkunjung ke seluruh objek wisata di Kepri. Ini akan berdampak positif pada sektor perekonomian masyarakat," tuturnya.


Red/Diskominfo Kepri



Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Seligi 2021

NATUNA KEPRIAKTUAL.COM: Hari ini secara serentak di seluruh wilayah Republik Indonesia melaksanakan Operasi Patuh 2021. Polres Natuna melaksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh dengan sandi Seligi 2021 dengan tema “melalui Operasi Patuh 2021 kita tingkatkan disiplin Protokol Kesehatan dan tertib berlalu lintas dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19 serta kamseltibcarlantas yang mantap” yang dilaksanakan di lapangan apel Mapolres Natuna dengan di pimpin oleh Kapolres Natuna AKBP Ike Krisnadian, S.I.K., M.Si, Senin (20/09/2021)

Dalam rangka membangun budaya tertib berlalu lintas, Polri telah menetapkan kalender operasi patuh,  Operasi Patuh Tahun 2021 yang akan dilaksanakan selama 14 hari yang dimulai dari tanggal 20 September sampai dengan 3 Oktober 2021, secara serentak di seluruh indonesia.

Dalam kesempatan ini, Kapolres Natuna membacakan amanat dari Kapolda Kepri Irjen Pol Dr. Aris Budiman M.Si dan menekankan kepada seluruh anggota yang terlibat dalam operasi agar :

1. Panjatkan Doa Kepada Tuhan Yang Maha Esa Sebelum Melaksanakan Tugas;

2. Utamakan Faktor Keamanan Dan Patuh Dengan Mempedomani Standar Operasional Prosedur Yang Ada;

3. Hindari Tindakan Pungli Dan;

4. Laksanakan Tugas Operasi Patuh Dengan Baik Tanpa Menimbulkan komplain Dari Masyarakat, Dengan Tetap Mempedomani Protokol Kesehatan Pada Masa PPKM Level III. Akhirnya Dengan Memanjatkan Puji Syukur Kehadirat Tuhan Yang Esa, Saya Mengucapkan Selamat Melaksanakan Tugas Operasi Kepolisian Dengan Sandi “Patuh Seligi- 2021”.

"Kegiatan Operasi Patuh Seligi 2021 lebih di tekankan kepada kegiatan sosial kepada masyarakat. Beberapa giatnya ialah pembagian sembako, masker dan himbauan kepada masyarakat, untuk mendekatkan diri kepada masyarakat agar kepercayaan masyarakat kepada Polri semakin meningkat,"  Jelas Kapolres Natuna

Kegiatan di hadiri oleh Bupati Natuna, Wan Siswandi, S.Sos., M.Si, Ketua DPRD Kabupaten Natuna, Daeng Amhar, Dandenhanud 477 Paskhas, Letkol Pas Frian Alfa Risdar, S.M, Kasdim 0318/Natuna Mayor R. Simanjuntak, S.H, Dandempom AU Mayor PM Rendra Fungky, Dansubdenpom AD Lettu CPM Masdarman, KA Basarnas Mexianus Bekabel dan OPD Kabupaten Natuna.


(IK)



Ketua KONI Gayo Lues Zulhamuddin Arbi Serahkan Bendera Petaka Kepada Ketua Umum PSWS Galus, Ramadhan. 

GAYO LUES KEPRIAKTUAL.COM: Jumlah cabang olahraga Pencak Silat Wali Suci (PSWS) yang dibina saat ini 30 cabang. Dimana kedepan nya akan berusaha di Kabupaten Gayo Lues ini dijadikan sebagai pusat semua Atlit.

Demikian disampaikan Ketua KONI Gayo Lues Zulhamuddin Arbi, saat pengukuhan Pencak Silat Wali Suci di Blang Jerango, Kecamatan Blangjerango, Kabupaten Gayo Lues, Sabtu (18/09/2021). 

Arbi berharap, PSWS bisa berkembang, tapi jangan hanya di Kabupaten aja. Akan tetapi olahraga dibidang Pencak silat ini harus punya terobosan baru hingga ke Desa-Desa di 11 Kecamatan agar bisa mencari Bibit-bibit baru di dunia persilatan.

"Masalah keperluan Fasilitas Pencak silat wali suci, kita berjanji siap membantu," terang Arbi. 

Sementara Ketua Umum PSWS Gayo Lues, Ramadhan, SE menjelaskan, latar belakang Pencak silat wali suci yang ada di Galus ini sebenarnya sudah sejak lama ada, akan tetapi dengan izin Allah baru hari ini dapat dikukuhkan sekalian dengan kepengurusannya.

"Dan saat ini Pencak silat wali suci telah kita daftarkan ke KONI Gayo Lues semoga bisa berkembang serta mampu bersaing diajang olahraga khususnya dibidang Pencak silat," ujar Ramdhan.

Demikian juga dikatakan Ketua harian PSWS Saleh, saat ini jumlah anggota PSWS yang ada 50 peserta bahkan hampir setiap Kecamatan sudah ada yang mewakili. Misal, apabila dihari besar seperti memperingati 17 Agustus perguruan yang kami bina siap ditampilkan.

"Perguruan ini selain mempelajari Jahiriah juga mempelajari Bhatiniah,kami selaku pengurus akan terus berusaha semoga kedepannya mampu bersaing di tingkat Kecamatan, tingkat Kabupaten hingga ke tingkat Nasional," tutup Saleh optimis.

Pengukuhan Pencak silat wali suci ini selain Ketua KONI Galus,Ketua Umum juga dihadiri oleh Guru Besar Abuya Khairul, Muspika serta para anggota PSWS. (MK)


Bimtek Pengolahan Kopi. 

GAYO LUES KEPRIAKTUAL.COM: Dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani kopi Gayo Lues dalam melakukan pengolahan. 70 orang peserta yang terbagi 2 Kelompok mengikuti Bimbingan Tehnis (Bimtek) pengolahan hasil perkebunan kopi yang diadakan di desa Palok Kecamatan Blangkejeren Kabupaten Gayo Lues, Sabtu (18/09/2021). 

Bimbingan tehnis tersebut dimotori oleh Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Provinsi Aceh bekerja sama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Gayo Lues. Kegiatan Bimtek ini bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun 2021.

Kepala Dinas Pertanian Aceh melalui Kasi Perlindungan Perkebunan Aceh Zaini mengatakan, dalam kegiatan Bimtek ini di ikuti sekitar 70 peserta di bagi menjadi 2 kelompok tani diantaranya Kelompok Tani Sara Ate dari desa Palok dan Kelompok Tani Jaya dari desa Penggalangan yang kesemua itu berada di Kecamatan Blangkejeren.

"Selain bimbingan tentang pengolahan hasil Pertanian khususnya biji kopi. Masing-masing kelompok Tani tersebut juga diberikan bantuan oleh Distanbun Provinsi Aceh berupa 1 buah mesin rosting untuk penggiling kopi serta alat packing (alat pembuat kemasan)," kata Zaini. 

Zaini berharap, dengan dilakukan Bimtek ini para petani tidak hanya menjual kopi dengan bentuk gabah melainkan hasil menjual kopi nantinya bisa lebih tinggi dari harga biasa. Kedepan, Distanbun Aceh akan tetap melakukan pembinaan bersama Dinas Pertanian Gayo Lues.

"Terhadap para petani kopi yang mendapatkan bantuan dari Distanbun Aceh hingga sejauh mana sudah patani kopi ini memanfaatkan mesin yang telah diberikan kepada kelompok Tani tersebut," ujar Zaini. 

Sementara Kadis Pertanian Gayo Lues, Said Bahtiar berharap, setelah pelatihan Bimtek ini selesai dilakukan agar dapat meningkatkan pengetahuan petani tentang pengolahan hasil tanaman kopi agar dapat memanfaatkan dengan baik mesin yang diberikan oleh Distanbun Aceh tersebut.

"Setelah diberikannya bantuan mesin rosting penggiling kopi ini diharapkan kepada masing - masing kelompok agar bisa meningkatkan Ekonomi, khususnya para petani kopi. Setelah nantinya mesin beroprasi hasil olahanya bisa dilakukan pemasarannya di Kecamatan hingga tingkat Kabupaten dan tidak ada salahnya dipasarkan keluar daerah itu lebih bagus lagi," kata Said Bahtiar.

Bahtiar juga mengucapkan banyak terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Aceh melalui Distanbun Aceh atas bantuan yang diberikan kepada kelompok Tani. 

"Bantuan mesin pengolah kopi yang dinilai sangat efektif untuk mengolah hasil Pertanian di Negeri ini khususnya tanaman kopi," tutur Bahtiar. 

Bimtek tersebut selain kasi Perlindungan Perkebunan Zaini dan Kadis Pertanian Galus Said Bahtiar juga dihadiri kabid perkebunan Riduan, SP, kasi Bidang perkebunan Jairusdin, SP serta sejumlah penyuluh Pertanian dari Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Blangkejeren. (MK)


Silaturahmi Bersama Forum Kerukunan Umat Beragama Cegah Paham Radikalisme.

NATUNA KEPRIAKTUAL.COM: Dalam rangka mencegah terjadinya gangguan kelompok radikalisme, ideologi, kelompok ekstrimis kanan/ kiri, separatis, kelompok aliran agama/ kepercayaan yang sesat, Kapolres Natuna Wakapolres Natuna Kompol Ferri Aprizon, SE pimpin rapat kordinasi Operasi Bina Waspada Seligi 2021 yang dilaksanakan di Caffe Ranai Square, Sabtu (18/09/2021).

Kegiatan turut di hadiri oleh PJU Polres Natuna, Mukhtar Ahmad Kepala Bakesbangpol Natuna, H. Sholat perwakilan Kemenag dan masing-masing perwakilan dari Forum Kerukunan Umat Beragama Kabupaten Natuna.

Dalam penyampaiannya, Wakapolres Natuna Kompol Ferri Aprizon, SE mengucapkan terimaksih untuk para pejabat utama, para tamu undangan yang berkenan hadir pada pagi hari ini dalam rangka rapat koordinasi Operasi Bina Waspada Seligi 2021 Polres Natuna dalam rangka mencegah terjadinya gangguan kelompok radikalisme, ideologi, kelompok ekstrimis kanan/ kiri, separatis, kelompok aliran agama/ kepercayaan yang sesat diwilayah hukum Polres Natuna.

"Kami dari pihak Polres Natuna akan berupaya penuh dalam penanganan pencegahan masuk nya kelompok paham radikalisme di Kabupaten Natuna," jelas Wakapolres Natuna.

Dalam kesempatan ini, perwakilan dari Kemenag H. Sholat mengatakan bahwa Untuk beberapa tahun ini belum ada diketahui adanya ormas atau paham lain yang dapat memicu tumbuhnya kelompok paham radikalisme di Kabupaten Natuna.

"Menurut saya suatu paham radikalisme dapat muncul Karena faktor ekonomi maupun budaya," ungkapnya.

Seluruh Forum Kerukunan Umat Beragama mengucapkan terimakasih atas terselenggaranya silaturahmi ini dan kami juga akan mendukung langkah-langkah dalam mengatisipasi paham radikalisme dan turut menciptakan suasana yang sejuk dan damai di wilayah Kabupaten Natuna.

(IK)


Foto Bersama Biro Ekonomi Sekda Aceh Bersama KPH dan Pemkab Gayo Lues. 

GAYO LUES KEPRIAKTUAL.COM: Dalam rangka mendukung Program Kehutanan, Biro Ekonomi Sekda Aceh bersama KPH menggelar pertemuan bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Gayo Lues yang dilaksanakan di OOf Room Kantor Bupati, Jum'at (17/09/2021). 

Dalam pertemuan tersebut, pihak Biro Ekonomi Sekda Aceh berpendapat dengan didasari oleh Polemik Pemberdayaan kawasan hutan di Aceh, KPH ajak seluruh unsur Pemerintahan Kabupaten, SKPK dan Pemerhati lingkungan untuk mengevaluasi pengelolaan dan Pemberdayaan perhutanan Sosial.

Ketua Sekolah Tinggi Kehutanan mewakili Biro Ekonomi Sekda Aceh DR. Cut Maila Hanum mengatakan, untuk wilayah Gayo Lues sendiri tidak terlepas dari permasalahan yang serupa dengan permasalahan hutan di Kabupaten lain. 

"Saya menilai bahwa perubahan peraturan yang sering terjadi turut menyumbang polimik yang mau tidak mau harus dihadapi oleh pemerintah dan masyarakat. Walaupun secara topografi 70% dari wilayah Kabupaten Gayo Lues adalah kawasan hutan namun sebagian besar dari hutan tersebut merupakan kawasan hutan lindung yang tidak boleh dikelola sendiri oleh masyarakat," kata Hanum. 

Saat ini, lanjut Hanum, dalam upaya masyarakat mengelola hutan sebagai sumber mata pencarian masyarakat, malah terbentur dengan berbagai aturan Negara dimana lahan yang dikelola oleh masyarakat merupakan hutan lindung.

'Kita menghimbau agar semua pihak lebih memfokuskan terhadap upaya yang dapat dilakukan dibandingkan terus bergelut dengan perubahan Undang-Undang. Kita fokus saja dulu pada apa yang bisa kita lakukan dari pada protes dan berkeluh kesah soal perubahan Undang-Undang yang ada," terang Hanum. 

Ditambahkan Maila Hanum, tentang surat izin pengelolaan hutan sosial, sampai penghujung tahun 2020 sudah terdapat 47 surat izin kehutanan sosial. Izin ini digunakan sebagai dasar pengelolaan yang akan dilakukan oleh Pemerintah Daerah dan KPH.

"Sebelumnya, tercantum dalam peraturan Kementerian yang kini sudah diubah lagi menjadi peraturan Undang - undang Ciptakan kerja yang tertulis pada pasal 29 A dan 29 B maka hal ini menyebabkan rumitnya persyaratan yang harus dipenuhi masyarakat," ujarnya. 

Untuk itu Maila Hanum, meminta seluruh pihak terkait, untuk terus bergerak secara rumpun dan terarah dengan menerapkan metode KISS. 

"Terkoordinasi, terintegrasi, bersinergi dan singkron, dan seluruh pemangku jabatan dapat menjalankan perannya Masing - masing dengan baik sehingga kegiatan pengelolaan hutan dapat dimanfaatkan menjadi solusi dalam membantu perekonomian masyarakat," tutupnya.  (MK)


Arif Bangun, Komunitas Batam Maju.

BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Masih sangat jelas dalam benak kita, masa-masa transisi tuntutan Kepala BP Batam dijabat oleh Walikota Batam yang menimbulkan banyak pro kontra di masyarakat pada saat itu. Sampai akhirnya pada 27 September 2019 dilantiknya Walikota Batam ex officio Kepala BP Batam oleh Menko Perekonomian Darmin Nasution. 

Proses menuju pelantikan tersebut, pada awalnya banyak mendapat tantangan termasuk dari pihak internal BP Batam sendiri. Dilihat saat itu banyak spanduk-spanduk yang dibuat oleh para pegawai BP Batam dan ormas ormas yang tidak mendukung Kepala BP Batam dijabat secara Ex Officio oleh Walikota Batam. 

Kata Arif Bangun, Komunitas Batam Maju, ditingkat Nasional juga persoalan ini juga menjadi atensi. Komisi II DPR RI melakukan RDP dengan pihak-pihak diantara nya: Ombudsman, Kadin Kepri dan Batam, Kemenkumham dan Dewan KPBPB Batam, BP Batam dan Lembaga Kajian UGM menyangkut rencana tersebut.

"Konklusi dari RDP tersebut Komisi II meminta Ombudsman dan Kadin untuk bersurat kepada Presiden meminta agar tidak mengeluarkan aturan yang menjadikan Walikota Batam sebagai ex-officio Kepala BP Batam," ujarnya, Sabtu (18/9-2021) di sekitaran Batam Center. 

Lanjutnya, konklusi tersebut sebenarnya layak diapresiasi menyangkut berbagai hal yang tidak produkstif, jika Kepala BP Batam dirangkap oleh Walikota Batam. Satu hal yang menjadi kekhawatiran adalah manajemen BP Batam akan terseret kedalam kepentingan politik penjabat Walikota yang memimpin.

Terbukti dengan dibentuk Dewan Pengawas yang bisa kita saksikan secara kasat mata di isi oleh orang orang partai dan kelompok golongan dari penjabat Kepala BP Batam. Malah akhirnya Dewas ini dibubarkan oleh Ka BP sendiri atas laporan Ombudsman Kepri atas tidak sah nya perka BP Batam menyangkut pengangkatan Dewas itu sendiri.

"Namun ada kerancuan tentang pemberhentian Dewas, bahwasanya Perka tentang pengangkatan Dewas itu, tidak grounded sehingga timbul asumsi bahwa Dewas yang diangkat dicurigai masih menerima manfaat ataupun honor mereka walaupun secara teknis mereka tidak lagi bekerja dalam mengawasi kegiatan BP Batam," terang Arif Bangun. 

Kemudian,lanjutnya, kembali kepada diangkatnya Walikota Batam sebagai ex officio Kepala BP Batam dalam kurun waktu hampir mendekati 2 Tahun pada tahun 2021 ini apakah kinerja yang bersangkutan sudah memberikan efek positif kepada BP Batam dalam berbagai pengaturan yang menjadi kewenangan BP Batam.

"Sebagai kritik, kami ingin memberikan sebuah analogi jika kinerja Kepala BP Batam pada performa yang baik, sepatutnya capaian ekonomi Batam dari PNBP yang disumbangkan oleh BP Batam akan sangat tinggi dan signifikan. Kami melihat bahwa angka angka yang muncul dalam ekspose capaian BP Batam masih lebih kepada data yang tidak sah tentang kebenaran pencapaian dari BP Batam. Dengan kata lain masih banyak pihak yang meragukan capaian BP Batam pada masa dijabat secara ex officio Walikota Batam," ujarnya. 

Rekomendasi Komisi II DPR RI ternyata tidak menjadi atensi Presiden. Sehingga apa yang menjadi kekhawatiran beberapa pihak yang sejatinya keberatan atas jabatan rangkap kepala Walikota Batam ini seolah menjadi kenyataan dan pengembangan atas intruksi Presiden menjadi tidak maksimal. 

"Saat ini kita mengetahui bahwa Menko Perekonomian sudah mengeluarkan PP 67 dan 68 Tahun 2021 tentang Penetapan KEK Nongsa Digital Park dan Batam Aero Teknik. Sesungguhnya persoalan KEK ini merupakan bagian dari 4 arahan Presiden saat pelantikan Kepala BP Batam yang harus diselesaikan oleh Penjabat Kepala BP Batam dalam waktu 4 bulan masa kepemimpinan. Dalam operaional nya Kepala BP Batam sangat lamban menyikapai arahan Presiden dan terkesan tidak antusias dalam mengimplementasikan arahan Presiden tersebut dan masih terfokus dengan kerja kerja tambal sulam infrastruktur jalan yang telah mengorbankan Ruang Terbuka Hijau," ungkapnya. 

Selanjutnya, terang Arif Bangun, infrastruktur baik untuk dikembangkan dengan pemikiran mendukung jalur distribusi dalam meningkatkan ekonomi, menjadi tidak realible. Dimana Batam tidak signifikan dalam source sumber daya alam dan pertanian. 

"Artinya tidak urgent peningkatan sarana jalan perkotaan yang sudah baik menjadi fokus kerja, apalagi melibatkan biaya BP Batam. Dalam beberapa kesempatan Walikota Batam yang juga merangkap Kepala BP Batam selalu menggembar-gemborkan, bahwa dengan jabatan nya sebagai Kepala BP Batam akan lebih mudah mengakses dana pembangunan dari dua laci, BP Batam dan Pemko Batam," ujarnya.

Sebagai Kepala BP Batam, kata Arif Bangun, seyogia nya cepat tanggap atas arahan Presiden, jadikan KEK Kesehatan jadi rujukan fasilitas Kesehatan Internasional, MRO Hang Nadim disegerakan menjadi salah satu base manitenace jasa transportasi udara yang terintegrasi di Sumatera. Segera menghimpun kekuatan marketing terhebat BP Batam untuk mengisi dan memajukan Nongsa Digital Parkir agar menjadi pilihan para saudagar yang berbisnis di usaha IT dan digital. Apalagi sudah ada PP yang menaunginya. 

"Yang terpenting dari 4 arahan  tersebut adalah pengembangan pelabuhan Batau Ampar sebagai Pelabuhan Komersial Utama yang kondisinya masih sangat membutuhkan olah pikir dari seorang Kepala BP Batam. Yang progresif dan ditambah dengan Direktur BUP yang punya kapasitas sebagai sosok yang kompatibel dalam mendukung pengembangan Pelabuhan yang menjadi urat nadi dan supplay chain di Tanah Air, bahkan untuk distribusi dan base internasional," tuturnya. 

Lebih Lanjut diterangkan Arif Bangun, pelabuhan perlu menjadi target perbaikan dan pengembangan, jangan berpuas diri dengan kondisi pelabuhan yang ada saat ini, wilayah darat dan laut pelabuhan harus menjadi fokus perbaikan, lahan darat harus clear dan clean dari interupsi kondisi kondis yang tidak save dari luarw, wilayah laut juga perlu pengamanan yang berkualitas. 

"Selamat Ulang Tahun Ex Officio Kepala BP Batam, PR anda masih banyak, jangan lengah karena kompetensi anda masih banyak yang mempertanyakan dan jangan membawa aura politis dalam menjalankan kepemimpinan di BP Batam," tutupnya.


Alfred


Kadis Kominfo Galus Said Winta Reza

GAYO LUES KEPRIAKTUAL.COM: Untuk meningkatkan jaringan di Kabupaten Gayo Lues, serta mencegah terjadinya gangguan jaringan didaerah ini. Pihak PT. Telkom sambangi kantor Dinas Kominfo Kabupaten Gayo Lues dalam rangka koordinasi serta pengawasan percepatan Pembangunan Infrastruktur koneksi jaringan, Jum'at (17/09/2021). 

Menyikapi hal itu, Kadis Kominfo Galus Said Winta Reza sangat mendukung  rencana pihak Telkom akan menambah jaringan dari Aceh Tengah ke Gayo Lues. Hanya saja pemerintah daerah Galus melalui Dinas Kominfo menyiapkan penambahan Fiber-Optic dengan jalur baru yakni dari Aceh Tengah. 

ia juga berharap kepada masyarakat dengan penambahan jaringan dari Telkom ini dapat lebih menjamin kualitas jaringan di Negeri Seribu Bukit ini, agar seluruh pengguna jaringan sosial supaya lebih bijaksana dalam memanfaatkan fasilitas jaringan Telkom.

"kami berharap seluruh pengguna jejaring sosial agar dapat memanfaatkan fasilitas Internet Users tersebut dengan baik, hindari berita hoax dan segala jenis judi online," harap Winta Reza. 

Sebelumnya Gayo Lues hanya dapat bergantung dari koneksi dari kabupaten Karo dan hal ini pun sering mengalami gangguan dengan terputusnya kabel fiber optic disekitar kawasan server berada. Saat ini penyambungan fiber - optic sepanjang 159 Kilo meter dari Aceh Tengah sudah mencapai 65% dan proyek ini direncanakan selesai akhir tahun 2021. (MK)


Presiden RI Jokowi Tiba di Banda Aceh.

BANDA ACEH KEPRIAKTUAL.COM:
Presiden Republik Indonesia (RI) Ir. Joko Widodo (Jokowi) beserta rombongan tiba di Banda Aceh, dalam rangka kunjungan kerja. Kedatangan orang nomor di Indonesia ini, dalam agenda kegiatan meninjau langsung Vaksinasi door tu door di dusun Lhok Gampong Lambro selanjutnya meninjau Pasantren Dayah Darul Marif, dan mengunjungi Kuta Lambaro Aceh Besar.

Hal itu dikatakan Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol, Winardy,SH, Sik, M. Si, Kamis (16/09/2021). 

Kedatangan Presiden RI tersebut, kata Kombes Pol, Winardy, langsung dijemput sejumlah pejabat Forkopimda Aceh termasuk Gubenur Aceh Ir. Nova Iriansyah,MT, Pangdam IM Mayjen TNI, Ahmad Marzuki, Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs, Ahmad Haydar, SH, MM, di Bandara SIM Blang Bintang Aceh Besar. 

Dalam keterangan tertulisnya, Kabid Humas Polda Aceh ini mengatakan, kedatangan Presiden RI tersebut serangkaian kegiatan memberikan pengarahan kepada Forkopimda Aceh dan Forkopimda Kabupaten dan Kota se Aceh bertempat di Anjong Mon Mata Banda Aceh.

"Serangkaian kegiatan Presiden di Serambi Mekkah ini, Gubernur Aceh, Pangdam IM, Kapolda Aceh, bersama Forkopimda Aceh lainya tetap mendampingi Presiden RI,"tuturnya.

Dan sebelumnya, lanjynya, pada Rabu (15/09/2021) kemaren dalam rangka kunjungan Presiden RI ke Banda Aceh telah dilakukan persiapan diantaranya melakukan persiapan Apel gelar pasukan di halaman Mapolda Aceh dipimpin langsung Pangdam IM. (MK)


Barang Bukti Narkotika yang Diamankan BC Batam.

BATAM KEPRIAKTUAL.COM:
Sampai dengan 31 Agustus 2021, Bea Cukai Batam berhasil menorehkan 347 penindakan dengan total nilai tangkapan Rp66,25 miliar, dan taksiran potensi kerugian negara Rp18,63 miliar, 13 diantaranya adalah penindakan atas peredaran NPP (Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor).

Untuk penindakan NPP, Bea Cukai Batam telah mengamankan 8.932 gram sabu, 65.670 butir ekstasi, 220 butir happy five, 2,77 gram kokain sejumlah, 7,25 gram ganja, dan 5,80 gram tembakau gorila. Penindakan tembakau gorila merupakan penindakan terhadap barang kiriman yang akan dikirimkan dari Jakarta ke Batam, Sabtu (7/8/2021).

Penindakan tersebut berdasarkan informasi dari masyarakat dan hasil kerjasama analisa Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam dan Kantor Wilayah Bea dan Cukai Aceh, Tim K-9 Bea Cukai Batam.

“Tanggal 07 Agustus 2021, sekira pukul 10.30 WIB, di Tempat Penimbunan Sementara (TPS) DNL, Tim K-9 bersama-sama dengan pegawai Perusahaan Jasa Titipan (PJT) memeriksa barang yang sebelumnya telah diatensi berdasarkan informasi dari masyarakat dan hasil analisa,” ungkap Kepala Seksi Layanan Informasi, Undani, Jumat (16/9-2021).

Diketahui paket kiriman tertera nama pengirim MM, dengan penerima inisial M yang beralamat di sebuah perumahan di daerah Tembesi, Batam.

“Anjing K-9 memberikan respon ketika memeriksa paket tersebut, selanjutnya dilakukan pemeriksaan lebih mendalam bersama kuasa barang dengan cara membuka isinya,” lanjut Undani.

Kemudian, lanjutnya, petugas mendapati dua bungkus ziplock berisi irisan daun tembakau yang diduga merupakan tembakau gorila/marijuana sintetis sebanyak 5,8 gram.

“Terhadap barang bukti diserahterimakan ke Kepolisian Resor Kota Barelang untuk proses lebih lanjut,” pungkas Undani.

Upaya penyelundupan tembakau gorila tersebut dapat dijerat dengan Undang-Undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Pasal 114 ayat (2) dan/atau Pasal 112 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) dengan ancaman pidana mati/penjara seumur hidup, atau paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun, serta pidana denda maksimum Rp10.000.000.000 (sepuluh miliar rupiah).

Redaksi/Ril



Kasatpol Airud Polres Menyerahkan Paket Sembako Kepada Nelayan.

NATUNA KEPRIAKTUAL.COM
: Kapolres Natuna melalui Kasatpol Airud Polres Natuna, IPTU Sandy Pratama Putra, S.I.K sambangi masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan di perairan Desa Cemaga untuk berikan bantuan paket sembako untuk masyarakat yang khususnya terdampak covid 19, Jum’at (17/09/2021). 

Kasatpol Airud Polres Natuna IPTU Sandy Pratama Putra, S.I.K mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kebersamaan, dan kepedulian Polri terhadap masyarakat.

"Serta sebagai penyemangat kita bersama untuk saling berbagi di tengah terjadi pandemi covid 19," ujarnya.

Lanjutnya, kata IPTU Sandy Pratama Putra, patuhi himbauan pemerintah dengan menaati protokol kesehatan serta senantiasa menggunakan masker, jaga jarak.

"Menjaga kebersihan, mengurangi mobilitas atau berpergian yang dapat menyebabkan terjadinya penularan virus tersebut," Kata IPTU Sandy Pratama Putra, 

"Semoga dengan kepedulian kita bersama, membangun sinergitas dalam penanganan covid 19 dan percepatan Vaksinasi, kesehatan  bangsa kita pulih , begitu juga ekonomi bangsa bisa dapat segera membaik kedepannya," harap Kasatpol Airud Polres Natuna kembali.

(IK)



Angkutan Sampah Becak Kaisar (Foto: Ilustrasi). 

BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Dana pemeliharaan angkutan sampah plat merah di wilayah Kecamatan Sagulung dipertanyakan. Pasalnya, setiap kendaraan plat merah tersebut mengalami kerusakan, biaya perawatannya ditanggung dengan dana pribadi oleh masing-masing petugas kebersihan.

Hal ini pun dikeluhkan langsung oleh salah seorang petugas kebersihan di wilayah tersebut. Kata dia, selama kendaraan yang digunakannya mengalami kerusakan mesin, dirinya terpaksa merogoh kocek untuk memperbaiki kendaraan tersebut.

"Sudah berjalan dua bulan ini, kendaraan yang saya pakai sering rusak. Untuk memperbaikinya, saya harus mengeluarkan uang pribadi. Kalau dihitung-hitung, uang saya pribadi sudah keluar berkisar 4 jutaan," ucap pria yang namanya tidak mau disebutkan, Kamis (16/9/2021).

Menurutnya, hal ini bukan dirinya saja yang mengalami. "Teman-teman lain juga ternyata pakai uang pribadi untuk memperbaiki kendaraannya ketika mengalami kerusakan," ungkap pria yang mempunyai inventaris kendaraan roda tiga Kaisar itu.

Sebelumnya, ia dan petugas lainnya sudah mengeluhkan hal tersebut ke pihak Kecamatan setempat. Justru pihak Kecamatan menyuruh para petugas kebersihan agar mengeluarkan dana pribadi untuk biaya perawatan kendaraan masing-masing.

"Mengingat kendaraan ini plat merah, bukankah seharusnya dana pemeliharaannya sudah ada dianggarkan oleh Pemerintah kota Batam?," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam, Herman Rozi mengatakan terkait dengan kendaraan angkutan sampah jenis Becak, anggarannya ada di Kecamatan. "Becak bisa jadi anggarannya di Kecamatan. Silahkan konfirmasi ke Camatnya saja," kata Herman Rozi beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Kabid pengelolaan Sampah DLH Kota Batam, Faisal menyebut bahwa dana pemeliharaan kendaraan angkutan sampah di wilayah Kecamatan sudah ada dianggarkan masing-masing Kecamatan.

"Setiap anggaran dana pemeliharaan angkutan sampah di wilayah Kecamatan pasti ada. Jadi terkait itu pertanyakan langsung kepada Camatnya," tegas Faisal.

Hak senada, Sekertaris Komisi III DPRD Kota Batam, Arlon Veristo menegaskan bahwa setiap kendaraan milik negara berplat merah pasti ada dianggarkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk dana pemeliharaanya.

"Setiap kendaraan aset negara, anggaran dana perbaikannya pasti ada. Dalam hal ini adalah tanggungjawab kecamatan," kata Arlon.

Hingga berita ini diterbitkan, redaksi Expossidik.com masih berupaya melakukan konfirmasi terhadap pihak kecamatan Sagulung terkait dana pemeliharaan kendaraan angkutan sampah di wilayah tersebut.

Redaksi


Barang Bukti Aksesoris Emas yang Diamankan BC Batam. 

BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Sampai dengan 31 Agustus 2021, Bea Cukai Batam berhasil menorehkan 347 penindakan dengan total nilai tangkapan Rp66,25 miliar, dan taksiran potensi kerugian
negara Rp18,63 miliar.

Salah satu penindakan yang dilakukan adalah penggagalan penyelundupan emas yang disembunyikan di dalam 3 paket yang diberitahukan lampu dan 1 paket yang diberitahukan aksesori. Emas berbagai bentuk dengan berat total 136,22 gram senilai Rp117,19 juta tersebut
direncanakan akan dikirim ke Jakarta, Balikpapan, Jambi dan Kabupaten Rokan Hilir pada Rabu, 4/8/2021, di Tempat Penimbunan Sementara (TPS) PPP, Kec. Batam Kota, Batam.

Emas tersebut diduga sengaja diselundupkan untuk menghindari pengenaan Bea Masuk (BM) dan Pajak Dalam Rangka Impor (PDRI) yang dibebankan terhadap barang yang
dikirimkan dari Kawasan Bebas Batam ke daerah Indonesia lainnya, potensi kerugian negara yang timbul akibat penghindaran kewajiban BM dan PDRI dari penyelundupan emas tersebut
diproyeksikan sebesar Rp31,37 juta.

“Perlu diketahui bahwa barang yang ada di Batam adalah barang yang ditangguhkan
pengenaan bea masuk (BM) dan pajak dalam rangka impor (PDRI), sehingga apabila barang yang di Batam akan dikirimkan ke daerah Indonesia lainnya maka akan dikenakan BM dan PDRI yang sebelumnya memang telah ditangguhkan,” ujar Kepala Seksi Layanan Informasi,
Undani, Kamis (16/9/2021). 

Undani menjelaskan bahwa tangkapan tersebut diawali dari pemeriksaan rutin petugas bea cukai menggunakan mesin x-ray di TPS PPP.

“Pada Rabu, 4 Agustus 2021 sekitar pukul 09.00 WIB, petugas mencurigai beberapa isi paket dalam kantong kiriman yang menunjukkan citra saat dimasukkan ke mesin x-ray,” jelas Undani.

Kemudian dilakukan pemeriksaan terhadap barang kiriman tersebut dengan cara pindai ulang per paket atas kantong barang kiriman yg dicurigai tersebut.

“Lalu diamankan 3 paket yang diberitahukan lampu, dan 1 paket diberitahukan aksesoris, yang selanjutnya dilakukan pemeriksaan fisik dengan cara dibuka dan disaksikan oleh kuasa barang,” ujar Undani.

Petugas menemukan emas yang disisipkan di rangka bagian dalam lampu jenis LED (Light Emitting Diode) dan juga di dalam paket yang diberitahukan aksesoris.

“Atas temuan tersebut dilakukan penindakan dan atas barang bukti diamankan di Kantor Bea Cukai Batam untuk proses lebih lanjut,” jelas Undani.

Red/Ril


Kayu Bakau yang Dijadikan Arang. 

BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Aktivitas penebangan pohon mangrove untuk dijadikan arang masih marah di Kota Batam. Padahal, sebagaimana diketahui, pohon mangrove merupakan pohon yang amat penting bagi ekosistem pesisir bahkan pohon mangrove juga membantu alam dalam mendapatkan kualitas udara yang lebih baik dan bersih. 

Pada Selasa, 14 September 2021 sebanyak 4 personel Unit 2 Balai Gakkum LHK Sumatera datang ke Batam melakukan inspeksi mendadak (Sidak) menindak lanjuti laporan Perkumpulan Akar Bhumi Indonesia (ABI) terkait dugaan aktivitas ilegal logging di Batam.

Ada sebanyak dua laporan yang dilayangkan oleh ABI ke Gakkum LHK yakni, dengan nomor surat: 478/ABI-BPPHLHKWS/ADUAN-III/2021 tentang dugaan dapur arang bakau ilegal di Kampung Bagan dan nomor surat: 479/ABI-BPPHLHKWS/ADUAN-III/2021 tentang dugaan ilegal logging kayu bakau di Batam.

Penyidik Gakkum LHK Sumatera, Uus ketika diwawancarai mengatakan, kedatangan pihaknya ke Batam merupakan arahan dari pemerintah pusat langsung untuk memeriksa dan menindak lanjuti laporan dari ABI.

"Setelah kita datang dan turun ke lokasi sebagaimana dilaporkan memang benar aktivitas tersebut masih berjalan hingga sekarang," ujarnya.

Kata dia, masalah utama penebang bakau di Bagan dan di Dapur 12 yakni adalah masalah budaya dan ekonomi.

"Jadi itu yang kadang membuat kita sebagai penyidik sulit melakukan penegakan hukum kepada para pelaku ini karena kita tidak tega menindak masyarakat, makanya terkadang kita lebih menyarankan kepada pelapor apabila bisa diselesaikan dengan cara lain maka di selesaikanlah atau lebih dikenal dengan sebutan restorasi justice," ujarnya.

Akan tetapi, kata dia, dalam kasus yang ada di Kampung Bagan dan di Dapur 12 ini pihaknya akan tetap melaporkan kepada pimpinan pusat sebagaimana hasil yang ditemukan di lapangan.

"Jadi nanti keputusan kasus ini dilanjutkan ke penyidikan itu akan diputuskan langsung oleh pimpinan pusat dan nanti akan kami menginformasikannya kembali," bebernya.

Selain itu, kata dia, seharusnya yang turun ke Batam untuk menindaklanjuti laporan ABI ada sebanyak dua tim akan tetapi karena adanya refocusing anggaran maka yang datang ke Batam hanya satu tim saja.

"Akibat dari pandemi ini juga membuat kita keteteran dalam menindaklanjuti kasus-kasus kerusakan lingkungan hidup dan hutan di Batam karena anggaran kita di pres semua untuk menanggulangi Covid-19. Maka dari itu kami mohon maaf kalau menindak lanjuti laporan ini cukup lama," pungkasnya.


Redaksi


Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.