PS. Kasubsipenmas Sihumas Polres Natuna Bripka David Arviad.

NATUNA KEPRIAKTUAL.COM: Kapolres Natuna AKBP Ike Krisnadian, S.I.K., M.Si melalui PS. Kasubsipenmas Sihumas Polres Natuna Bripka David Arviad, menerangkan bahwa vaksinasi massal Covid 19 diwilayah hukum Polres Natuna mendapat respon yang baik oleh masyarakat. 

Kesadaran masyarakat merupakan bagian penting untuk mensukseskan kegiatan tersebut dan kegiatan vaksinasi massal merupakan ikhtiar sebuah bangsa untuk memberikan ketahanan atau kekebalan terhadap Covid 19.

"Kita tidak pungkiri, bahwa ada masyarakat yang sudah divaksin  tetap tertular virus, namun mereka yang sudah divaksin tidak mengalami gejala yang serius," ujar Bripka David Arviad, di Ruang Kasubsipenmas, Selasa (15/6/2021).

"Vaksin aman dan halal, kami berharap agar seluruh masyarakat kabupaten Natuna bersedia divaksin agar bangsa kita terbebas dari covid 19," tambah Bripka David.

Polres Natuna dan seluruh jajaran Polsek  diwilayah hukum Polres Natuna bersama TNI dan Pemda Kabupaten Natuna melalui seluruh puskesmas ditiap Kecamatan secara terus menerus dan berkesinambungan melakukan sosialisasi, edukasi betapa pentingnya pelaksanaan vaksinasi di Kabupaten Natuna.

"Semoga Ikhtiar kita melawan pandemi melalui vaksinasi ini mendapat ridho dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Amin," harapannya.

(IK)


Penyemprotan Disenfektan. 

NATUNA KEPRIAKTUAL.COM: Bhabinkamtibmas, Polsek Bunguran Timur, Bripka Henri bersama Petugas Posko PPKM Desa Cemaga Bunguran Selatan Kabupaten Natuna melaksanakan penyemprotan cairan disenfektan di Rt 003 Rw 002 Desa Air Buluh Cemaga, Senin (15/6/2021).

Dalam kegiatan tersebut, Bripka Henri menyampaikan, maksud dan tujuan kegiatan penyemprotan cairan disenfektan dilakukan Adalah sebagai Ikhtiar atau usaha kita bersama untuk mencegah dan memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19.

Bripka Henri juga, mengimbau warga untuk mematuhi  himbauan pemerintah, karena Semua itu demi kebaikan bersama agar memutus mata rantai penyebaran virus corona.

"Mari kita dukung bersama, untuk kepentingan dan keselamatan bersama, tetaplah patuhi prokes 5 M," paparnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kasi kesejahtraan Desa Cemaga Tomi Yanto, Kaur Perencanaan Desa Cemaga Marzuni dan Staf Desa Cemaga Syaiful.

(IK)


Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19

NATUNA KEPRIAKTUAL.COM: Bhabinkamtibmas Polsek Bunguran Timur, Kelurahan Batu Hitam, Kecamatan Bunguran Timur, Brigadir Mudiyanto bersama tim Posko PPKM Mikro Kelurahan Batu Hitam melaksanakan kegiatan Monitoring dan Pengamanan Pelaksanaan Vaksinasi Covid 19 oleh Puskesmas Ranai di Gedung Sri serindit kepada OPD dan masyarakat, Selasa (15/6/2021).

Di sela-sela kegiatan, Brigadir Mudiyanto menyampaikan, Vaksin dapat mengurangi penularan dan kematian akibat virus Covid 19, Vaksin dapat membentuk herd immunity untuk melindungi kesehatan masyarakat dan Vaksin dapat memperkuat sistem kesehatan secara menyeluruh.

Ia juga mengatakan, adapun sasaran vaksin yaitu Sekolah SMKN 2 Kabupaten Natuna, MTSN 2 Natuna, SMP Nurul Janah, SDIT Ansor, SDIT Anak Soleh, SLB, OPD dan Masyarakat.

"Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 terdiri dari empat tahapan yaitu, Pendaftaran, Screening kesehatan, Penyuntikan vaksin dan Observasi selama 30 menit setelah penyuntikan vaksin," ungkapnya.

Petugas Vaksinator dari PKM Ranai, Dr Joko Herdianto, Juniarti, Amd. Keb, Nur Putri Hendriana, Amd. Keb dan Nurzana, A.Md. Keb.

Dan Petugas Vaksinator dari Polres Natuna, PS. Kasidokes Polres Natuna, Cahyo, Brigadir Mudiyanto dan Bripda Bagus.

Petugas Vaksinator dari Kodim Natuna, Sertu Ahmad Sahapan dan Agustina Siregar.

Jumlah keseluruhan yang mendaftar 252 Orang, yang mendapatkan Vaksin 207 orang, Tunda 45 Orang Penyakit Komorbid.

Vaksin yang Digunakan adalah, Vaksin Sinovac Multi Dos 6 Vial, Vaksin Astra Zeneca Multi Dos 114 Vial.

Hadir dalam kegiatan tersebut, 
Kapolres Natuna AKBP Ike Krisnadian, S.I.K.,M.Si dan Camat Bunguran Timur, Hamid Asnan, S.Pd.

(IK)


Foto:Istimewa.

TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM
: Pemerintah Provinsi Kepri meminta PT Pelindo untuk dapat menyiapkan adanya Centra Vaksinasi di pelabuhan-pelabuhan di Provinsi Kepri.

Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Kepri H TS Arif Fadillah di Tanjungpinang, Jum'at (11/6).

Dikatakan Arif, guna mempercepat proses vaksinasi di Provinsi Kepri, pihaknya terus berupaya menggesa masyarakat untuk dapat melakukan vaksinasi.

"Salah satu upaya kita, kita membuka centra-centra vaksin di beberapa tempat umum seperti mall, puskesmas, hingga pelabuhan," tegas Arif.

Menurut Arif, dengan adanya centra vaksinasi di pelabuhan-pelabuhan ini jadi masyarakat yang sedang menunggu keberangkatan atau ingin berangkat jika ingin di vaksin dapat melakukan vaksinasi.

"Kita ingin semua masyarakat dapat divaksin sehingga menciptakan Herd imunity di masyarakat, dengan begitu mungkin kedepannya jika semua telah divaksin dapat menggunakan kartu vaksin saja daripada tes Covid-19," ujar Arif.

Namun sekarang, lanjut Arif kita masih gesa untuk melakukan vaksinasi dan penggunaan tes Covid-19 untuk keberangkatan khususnya tes G-Nose.

Redaksi


Foto:Istimewa.

TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM
: Sekretaris Daerah Provinsi Kepri H TS Arif Fadillah mengatakan, pemerintah Provinsi Kepri menargetkan bahwa pihaknya akan berupaya untuk menghabiskan sisa vaksin Astrazeneca pada 25 Juni mendatang.

"Ada sekitar 4 ribu lebih lagi, kita harapkan tanggal 25 Juni nanti sudah habis, karena expirednya sekitar 30 Juni," ujar Arif Fadillah di Tanjungpinang, Jum'at (11/6), dikutip dari situs Diskominfo Kepri.

Arif optimis target vaksinasi yang ingin dicapai Pemerintah Provinsi Kepri pada akhir Juni mencapai 50 persen.

"Kita harapkan dapat mencapai target apa yang kita inginkan, Juli mendatang ditambh menjadi 70 persen ," jelas Arif.

Untuk itu, Arif menghimbau kepada Bupati/Walikota untuk dapat menyalurkan vaksin Astrazeneca yang telah diberikan pemerintah.

"Jangan sampai vaksin tersebut expired sebelum digunakan, " kata Arif.

Menurut Arif, nantinya untuk dibulan Juli pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Provinsi Kepri akan menggunakan vaksin Sinovac. 

"Untuk itu, kita habiskan dulu vaksin yang ada, baru gunakan vaksin yang datang," tegas Arif.

Redaksi 


Foto Bersama Dosen dan Mahasiswa FKIP Universitas Maritim Raja Ali Haji.

LINGGA KEPRIAKTUAL.COM
: Sejumlah dosen dan mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Pulau Binaan (PKMPB) di Pulau Benan, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau (Kepri), Jum'at (11/06) .

PKMPB ini merupakan salah satu skema hibah pengabdian kepada masyarakat yang dikelola oleh Lembaga Penelitian, Pengabdian dan Penjaminan Mutu (LP3M) UMRAH. Skema PKMPB ini diberi judul Implementasi Stepping the 5 Stairs “C” Untuk Anak-anak Pulau Benan, Kabupaten Lingga.

Sesuai dengan judul kegiatannya, tujuan dari kegiatan ini adalah mengajarkan tata bahasa (grammar) bahasa Inggris menggunakan teknik pembelajaran Stepping the 5 Stairs “C”.

Program ini dilaksanakan oleh tim dosen dan mahasiswa FKIP UMRAH yang terdiri dari 4 dosen yaitu Assist. Prof. Gatot Subroto, S.S., M.Pd., Assist. Prof. Satria Agust, S.S., M.Pd., Assist. Prof. Eka Putra Ramdhani, S.T., M.Si., dan Assist. Prof. Ahada Wahyusari, S.Pd., M.Pd.

Sedangkan mahasiswa terdiri dari 6 orang yaitu Amartya Angela, Putri Roza Afsari Saragih, Della Zahra, Dina Isra Mirarizka, Dwi Cherlinda, dan Septiviana. Kegiatan ini dilakukan di ruang terbuka sesuai yang diinginkan oleh para peserta dengan harapan lebih nyaman dan menikmati suasana pembelajaran yang diberikan dari tim PKMPB. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Senin-Jumat tanggal 7-11 Juni 2021 di Pulau Benan.

Sasaran kegiatan ini adalah anak-anak usia sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas yang tinggal di Pulau Benan, Kecamatan Katang Bidare, Kabupaten Lingga. Karena, Pulau Benan merupakan salah satu desa binaan UMRAH.

Menurut salah satu peserta, Reliyanti mengaku, kegiatan itu dapat membantunya mempelajari bahasa Inggris.

“Saya sangat senang bisa terlibat sebagai peserta. Proses pembelajaran yang diberikan terkesan santai dan menyenangkan. Saya juga lebih mudah memahami materinya,” ujarnya.

Pada kesempatan yang berbeda, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Benan, Joni mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia juga berterima kasih kepada tim dosen dan mahasiswa UMRAH yang hadir untuk mengajarkan bahasa Inggris kepada anak-anak di daerahnya.

“Semoga kedepannya, pihak UMRAH tetap melanjutkan kegiatan pengabdian seperti ini dengan sasaran yang berbeda karena sudah ada penyampaian dari ibu-ibu anggota Pokdarwis ke kami untuk bisa diberikan pelatihan bahasa Inggris juga,” tuturnya.

Sementara itu, Assist. Prof. Gatot Subroto, selaku ketua tim pelaksana mengaku bangga karena kegiatan itu mendapat respon positif dari warga setempat.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur karena agenda kegiatan pengabdian ini mendapat respon positif dari pemerintah Kecamatan Katang Bidare, pemerintah Desa Benan, dan masyarakat Desa Benan serta dapat terlaksana dengan sangat baik,” imbuhnya.

Menurutnya, anak-anak usia 12 hingga 16 tahun yang menjadi sasaran kegiatan itu juga terlihat sangat antusias dan bersemangat ingin belajar bahasa Inggris yang dilaksanakannya tim PKMPB UMRAH.

“Harapannya, kegiatan ini memberikan dampak positif kepada anak-anak terutama dalam hal merubah pola pikirnya tentang belajar bahasa Inggris yang selama ini dianggap sulit. Sehingga melalui kegiatan ini anak-anak lebih senang belajar bahasa Inggris dan mencintai bahasa Inggris,” pungkasnya.

Sumber: Diskominfo Kepri


(Foto:Istimewa).

BATAM KEPRIAKTUAL.COM
: Jajaran Ditpolairud Polda Kepri diketahui saat ini tengah mengamankan satu unit kapal tanker asal Singapore, MT. Sea Tanker II GT. 2714 kedapatan melakukan pemalsuan dokumen keabsahan kapal yakni satu lembar surat laut sementara dan satu lembar surat ukur internasional (1969).

Hal ini dibenarkan oleh, Dirpolairud Polda Kepri, Kombes Pol Giuseppe Reinhard Gultom ketika dikonfirmasi awak media, Senin (14/6/2021).

"Iya benar, pada hari Senin tanggal 15 Maret 2021 sekira pukul 14.00 WIB petugas KSOP melakukan pemeriksaan terhadap keabsahan dokumen kapal MT. Sea Tanker II GT. 2714 yang tiba di Batam pada hari Selasa tanggal 09 Februari 2021 di Pos Syahbandar Telaga Punggur KSOP Khusus Batam, kemudian setelah dilakukan pemeriksaan terhadap dokumen Kapal MT. Sea Tanker II GT. 2714 tersebut ditemukan satu lembar surat laut sementara dan satu lembar surat ukur internasional (1969) sementara diduga palsu atau dipalsukan," ujarnya.

Kata dia, terkait dengan tindak pidana pemalsuan tersebut pihaknya saat ini telah mengamankan 4 orang tersangka yakni MS (WNA Singapore), AS, RA, dan LN.

Sementara itu, adapun barang bukti yang berhasil diamankan oleh pihaknya adalah satu unit kapal MT. Sea Tanker II GT. 2714, dokumen palsu kapal MT. Sea Tanker II GT. 2714, satu unit handphone merk Vivo 1902 Warna Biru, dua buah kartu Telkomsel, satu buah kartu Singtel, satu buah Paspor Republic Of Singapura atas nama tersangka, MS.

Satu unit handphone merk Huawei seri P 30 warna biru, satu unit handphone merk I Phone 12 Pro warna abu-abu, satu unit laptop merk Acer Aspire V5-571 series warna hitam, satu unit printer merk Epson L310 warna hitam, lima lembar blangko warna putih berlogo lambang burung Garuda Pancasila.

"Terhadap para tersangka kita jerat dengan pasal 263 ayat (1) jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHPidana tentang pemalsuan dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara," pungkasnya.

(Redaksi/Exp)



Yusril Koto. 

BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Penggiat aktifis, Yusril Koto melaporkan oknum JS dan I ke Kejaksaan Negeri Batam atas dugaan tindak pidana korupsi royalti Gedung Pusat Promosi se-Sumatera tahun 2016 sd 2018.

Saat melaporkan, Yusril Koto minta Kejari Batam serius usut laporan ini menjadi pintu masuk untuk mrngungkap misteri "tikus berdasi" gerogoti royalti gedung pusat promosi se-sumatera. Menurutnya, Jaksa bisa melakukan pengembangan ke oknum GR dan PT 991.

"Saya minta Kejari Batam serius mengusut laporan nya. Karena ini menjadi pintu masuk untuk mrngungkap misteri dana royalti gedung pusat promosi se-sumatera tahun 2016 sd 2018," kata Yusril Kota usai menyerahkan laporanya ke Kejari Batam, Senin (14/6-2021).

Dalam laporan nya yang disampaikan ke Kejari Batam, kata Yusril, pada tahun 2014 Terlapor I melakukan sebanyak 3 kali penarikan tunai royalti Gedung 
Pusat Promosi se-Sumatera di rekening Bank Riau Nomor 10-60-30000-1 Atas nama BPP –Gedung Pusat Promosi Se-Sumatera Bank Riau Nomor 10-60-30000-1 dengan total jumlah sebesar Rp937.784.360, yakni pada 10/07/2014 Rp59.267.971, 14/07/2014 Rp 495.243.921, dan 16/07/2014 Rp 383.272.468.

Kemudian, pada tahun 2015 Terlapor I melakukan sebanyak 3 kali penarikan tunai royalti Gedung Pusat Promosi Se – Sumatera di rekening Bank Riau Nomor 10-60-30000-1 Atas nama BPP –Gedung Pusat Promosi Se-Sumatera dilakukan dengan total jumlah sebesar Rp328.440.000, yakni: pada 26/02/2015 Rp122.610.000, 12/03/2015 Rp158.430.000, dan 29/06/2015 Rp 
47.400.000.

Selanjutnya, pada Tahun 2016 Terlapor I melakukan penarikan tunai royalti Gedung Pusat Promosi Se –Sumatera di rekening Bank Riau Nomor 10-60-30000-1 Atas nama BPP-Gedung Pusat Promosi Se-Sumatera dengan total jumlah sebesar Rp 210.000.000, yakni pada 13/09/2016 Rp 30.000.000, 27/09/2016 Rp 40.000.000, 27/09/2016 Rp 10.000.000, 31/10/2016 Rp 30.000.000, 21/12/2016 Rp 80.000.000, dan 29/12/2016 Rp 20.000.000.

Perbuatan oknum I pada tahun 2014 melakukan penarikan tunai royalti Gedung Pusat Promosi Se-Sumatera di rekening Bank Riau Nomor 10-60-30000-1 Atas nama BPP – Gedung Pusat Promosi Se-Sumatera dengan total jumlah sebesar Rp325.485.000, yakni pada 03/03/2015 Rp18.960.000 dan 24/06/2016 Rp306.525.000.

Penarikan tunai royalti Gedung Pusat Promosi Se – Sumatera di rekening Bank Riau Nomor 10-60-30000-1 Atas nama BPP – Gedung Pusat Promosi Se-Sumatera dilakukan oleh oknum JS dan I oleh dengan total sebesar Rp1.801.709.360, itu berasal dari setoran royalti PT. Sembilan Satu Satu (PT 991) sebagai Pengelolaan Gedung Pusat Promosi Se-Sumatera dari tahun 2007 s.d tahun 2022 berdasarkan Perjanjian Kerjasama Operasi Pengelolaan Gedung Pusat Promosi Se – Sumatera antara Badan Pengusahaan dan Pengembangan Gedung Pusat Promosi Se-Sumatera.

Dan saat perbuatan oknum JS dan U, Terlapor, Dr. H. Gustian Riau, SE. M.si., selaku Wakil Ketua I BPP tahun 2017 – 2018, dan Wakil Ketua II BPP tahun 2014 -2016. Hingga berakhirnya pemeriksaan keuangan PT Sembilan Satu Satu (PT 991) dengan Laporan Hasil Pemeriksaan Atas Laporan Keuangan PT Sembilan Satu Satu (PT 991).

Oknum JS dan I tidak bisa membuktikan penarikan tunai royalti Gedung Pusat Promosi Se-Sumatera di rekening Bank Riau Nomor 10-60-30000-1 Atas nama BPP – Gedung Pusat Promosi Se-Sumatera dengan total sebesar Rp1.801.709.360 sudah disetorkan kepada BP Batam dan Kota Batam.

"Mengingat Gedung Pusat Promosi Se –Sumatera merupakan Gedung Pemerintah. Maka saya menduga adanya perbuatan oknum JS dan I merugikan keuangan negara dengan total sebesar Rp1.801.709.360. Maka untuk itu saya berharap laporan ini menjadi pintu masuk Kejaksaan Negeri Batam untuk mengungkap penyebabnya"

"BP Batam tidak pernah menerima royalti minimal sebesar Rp 3.489.767.081 periode 2016 s.d 2018 dan Pemko Batam minimal Rp376.262.213,38 hingga per 31 Desember 2020," ungkap Yusril. 


Alfred


Foto:Istimewa.

BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Kepolisian Polsek Bengkong membeberkan kronologi dan identitas seorang kakek berusia 60 tahun yang ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya di perumahan Cahaya Garden, Bengkong, Batam, Jumat (11/6/21).

Kapolsek Bengkong, AKP Bob Ferizal mengatakan, pria paruh baya tersebut bernama, Lim Sing yang tinggal sendiri di dalam rumah tersebut di blok E1 No 19 RT 001 RW 016, Sadai, Bengkong, Kota Batam lantaran istri korban baru 3 hari ini pulang kampung di Bengkulu.

"Sekira pukul 13.00 WIB, saksi ER datang kerumah korban membantu bersih-bersih dirumah korban, saksi mengetahui bahawasannya korban sudah sakit selama 4 hari, dan pada saat itu korban sedang berbaring baring di sofa ruang tamu rumah korban," ujarnya ketika dikonfirmasi, Jumat (11/4/2021) malam.

Selanjutnya, kata dia, pada pukul 14.30 WIB saksi datang lagi dan melihat korban masih terbaring di sofa namun pada saat diajak bicara korban hanya menjawab "hehe" setelah itu, saksi ada dihubungi oleh keluarga korban yang meminta tolong agar korban dibawakan ke Rumah Sakit.   

"Saksi Ibu SM adalah warga perumahan Cahaya Garden yang mendapat telepon dari adek ipar korban bernama, Lukas sekira pukul 16.00 WIB yang mengatakan bahwa korban sakit dan meminta tolong agar korban dibawakan kerumah sakit," ungkapnya.

Mendapatkan informasi tersebut, kata dia, saksi SM lantas langsung datang ke rumah korban dan memberitahukan ke grup Whatsapps untuk meminta tolong mobil ambulan gratis untuk membawa korban Ke rumah sakit.  

"Pada saat itu saksi melihat korban sudah terbaring di sofa dalam keadaan mulut berbusa dan tidak lama kemudian mobil ambulan dari persatuan Bumi Majapahit datang kerumah korban dan langsung membawa korban ke RS Budi Kemuliaan," bebernya.

Setibanya di RS Budi Kemuliaan, korban dinyatakan sudah meninggal dunia dan dari pemeriksaan luar oleh Dr. Verra anindya tidak ditemukan adanya tanda tanda kekerasan dan sekira pukul 17.30 WIB Polsek Bengkong mendapat informasi dan mendatangi rumah korban dan RS Budi kemuliaan Batam.

"Korban saat ini tinggal bersama istrinya bernama Akim dan baru 3 hari ini istri korban pulang kampung di Bengkulu sehingga korban sendirian dirumah. Istri dan anak korban sudah dihubungi dan baru esok hari berangkat dari Bengkulu menuju Batam," jelasnya.

Terkait dengan kejadian tersebut, pihaknya telah mengamankan barang bukti berupa, satu lembar KTP korban, dompet korban yang berisikan uang tunai sebesar Rp.1.096.000 (Satu juta sembilan puluh enam ribu rupiah), satu lembar STNK sepeda motor, satu lembar Sim C milik korban, satu lembar KTP atas nama, Viona kristiani, satu unit HP merek OPPO, satu unit HP Merek Vivo. (Exp)


Penyerahan Masker oleh Wartawan Kundur. 

KUNDUR KEPRIAKTUAL.COM: Wartawan Kundur kembali membagi bagikan masker sebanyak 10 Ribu. Pembagian tersebut, dor tudor kepada masyarakat khususnya pengguna jalan raya, dan kegiatan tersebut di sambut baik oleh masyarakat hususnya masyarakat kecamatan Kundur kabupaten karimun Sabtu (12/6/2021).

Ada pun pembagian masker kesehatan yang di bagi bagikan guna menunjang percepatan penanganan dan kepedulian masyarakat terhadap pandemi Covid 19.

Aksi bagi-bagi masker yang di lakukan oleh wartawan Kundur (group) tidak hanya di bagi bagikan kepada masyarakat pengguna jalan raya saja. Melainkan ada beberapa titik yang di prioritaskan diantaranya, Hotel Gembira dan tempat Karantina terpusat, RSUD Tanjungbatu, Puskesmas Tanjungbatu kundur, Puskesmas kundur barat, Puskesmas kundur Utara, Puskesmas Ungar dan Puskesmas Belat.

Foto Bersama Pembagian Masker. 

Kordinator wartawan Kundur, Imam Soekarno mengatakan, terimakasih buat rekan rekan semua atas kerja keras dan berpartisipasi untuk mensukseskan  bakti sosial bagi 10.000 masker semoga kegiatan kita ini bermanfaat bagi masyarakat.

"Smoga rekan rekan dalam keadaan sehat panjang umur, murah rejki dan senantiasa dalam lindungannya "Amim". Dan kami wartawan kundur mengucap kan trimakasih kepada Donatur aksi Peduli kesehatan yang telah ikut berpartisipasi dalam percepatan penanganan Covid-19," ujarnya. 

"Kepada seluruh Donatur yang sudah ikut berpartisipasi semoga apa yang di berikan menjadi amal baik bagi kita semua dan semoga pandemi Covid 19 segera berakhir agar kita semua  kembali beraktivitas seperti biasanya," pungkas Imam kembali.

Ahmad Yahya.


Peninjauan Vaksinisasi oleh Bupati dan Kapolres Natuna. 

NATUNA KEPRIAKTUAL.COM: Bersama Bupati Natuna dan rombongan, Kapolres Natuna AKBP Ike Krisnadian, S.I.K., M.Si turut hadir dalam kegiatan sosialisasi sekaligus peninjuan pelaksanaan Vaksinasi di gedung BPMKS Kecamatan Serasan, Jumat (11/06/2021).

Bupati Natuna Wan Siswandi S. Sos dalam kata sambutan meminta kepada masyarakat Kecamatan Serasan untuk tetap melaksanakan Protokol Kesehatan 5 M agar wilayahnya terhindari dari covid-19.

"Selain kunjungan kerja, Kegiatan kami disini sekaligus meninjau pelaksanaan Vaksinasi dan pelaksanaan vaksinasi ini harus ditingkatkan khususnya Kecamatan Serasan," ujar Bupati Natuna.

Sementara itu, Kapolres Natuna AKBP Ike Krisnadian berharap agar semua dapat menghadapi musuh yang tidak terlihat ini (Virus Corona) dengan mematuhi Protokol Kesehatan dan mendukung program pemerintah ini dalam pelaksanaan vaksinasi.

"Untuk masyarakat yang sudah di vaksin jangan lengah, tetap patuhi Protokol Kesehatan 5M," ajak Kapolres Natuna.

Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan pembagian Badan Amil Zakat secara simbolis oleh Bupati Natuna dan Kapolres Natuna kepada masyarakat Kecamatan Serasan.

(IK)


Sosialisasi APOA Berbasis QR Code Versi 2.

BATAM
KEPRIAKTAUL.COM: Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam mensosialisasikan penggunaan Aplikasi Pelaporan Orang Asing (APOA) Berbasis QR Code Versi 2 berbasis android. Kegiatan dilaksanakan di Lantai 2 Aula Kantor Imigrasi Batam, Jum'at (11/6/21). 

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Batam, Tessa Harumdila, Kepala Seksi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Batam, Nurkarima Kemalasari, Pejabat Fungsional Umum Bidang Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim) Batam Perseus Omega Rumsaur, PHRI Batam dan Perkumpulan Perkawinan Campur.

Kepala Bidang Teknologi Informasi Kantor Imigrasi Batam, Tessa Harumdila mengatakan sosialisasi APOA versi 2 berbasis android ini dikhususkan untuk para pemilik atau pengelola hotel, apartement, penginapan, losmen dan juga kos - kosan diwajibkan untuk melaporkan keberadaan orang asing di wilayah Batam kedalam Aplikasi APOA ini.

"APOA versi 2 berbasis Android ini lebih mudah dari versi yang lama karena versi yang kedua ini menggunakan QR Code, dengan cara menscan QR code akan langsung terhubung ke kamera dan  semua data orang asing akan masuk secara otomatis. APOA ini bisa di download melalui play  store," ungkap Tessa usai acara.

Dikatakannya, Aplikasi Pelaporan Orang Asing merupakan aplikasi online terbaru dari Direktorat Jenderal Imigrasi yang berguna untuk membantu dan memudahkan proses pelaporan orang asing di wilayah Indonesia. 

"Bagi petugas Imigrasi, aplikasi ini sangat penting sebagai salah satu data maupun informasi dalam pelaksanaan pengawasan terhadap orang asing di Indonesia," jelasnya.

Lanjutnya, pihaknya berharap dalam sosialisasi APOA ini diharapkan para pemilik hotel dan apartement itu sudah harus bisa mengaplikasikannya.

"Tentunya nanti ada admin yang khusus untuk memantau pelaksanaan POA versi 2 dari bidang Inteldakim," tegasnya.

Ditempat yang sama Pejabat Fungsional Umum Bidang Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim), Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam, Perseus Omega Rumsaur mengatakan untuk penggunaannya sudah aktif mulai hari ini, bahkan sebelum ini sudah beroperasi. 

Dikatakannya, untuk perusahaan ataupun penginapan yang sudah mendowload aplikasinya, sudah bisa mendapatkan akun dengan login melalui website apoa.imigrasi.go.id dan langsung mengisi data-data yang diperlukan didalam aplikasi tersebut.

"Ada sekitar sepuluh perusahaan tanpa kami minta mereka sudah berinisiatif sendiri untuk datang dan menghubungi petugas dan melakukan riset ataupun mendaftarkan akunnya untuk melaporkan orang asing," ujarnya.

Lanjutnya, adapun Dasar Hukum dari diluncurkanya APOA ini yakni UU No. 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian. Kemudian PP No. 31 Tahun 2013 Tentang Peraturan Pelaksanaan UU No. 6 Tahun 2011. 

Lanjutnya, ada juga Permenkumham No. 4 Tahun 2017 Tentang Tata Cara Pengawasan Keimigrasian. Lalu Permenkumham No. 26 Tahun 2020 Tentang Visa dan Izin Tinggal dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru. Kepmenkumham No. M.HH-01.GR.03.01 Tentang TPI Tertentu sebagai Tempat Masuk dalam Masa adaptasi Baru dan SE Dirjenim No. IMI-0661.GR.01.01 Tahun 2021 Tentang Ketentuan Visa dan Izin Tinggal dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru.

Sementara, untuk sanksi nya juga telah diatur dalam UU No. 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian.

Pasal 72 yang mengatur tentang Kewajiban.

1. Pejabat Imigrasi yang bertugas dapat meminta keterangan dari setiap orang yang memberi kesempatan menginap kepada orang asing mengenai data orang asing yang bersangkutan.

2. Pemilik atau pengurus tempat penginapan wajib memberikan data mengenai orang asing yang menginap di tempat penginapannya jika diminta oleh pejabat Imigrasi yang bertugas.

Kemudian di Pasal 117 juga diatur tentang Sanksi yang diberikan kepada pihak-pihak yang melanggar peraturan tersebut.

"Sanksinya pemilik atau pengurus tempat penginapan yang tidak memberikan keterangan atau tidak memberikan data orang asing yang menginap di rumah atau di tempat penginapannya setelah diminta oleh pejabat Imigrasi yang bertugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 72 ayat (2) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 tahun atau pidana denda paling banyak Rp 25 juta," pungkasnya. (Fay).


Foto:Istimewa

JAKARTA KEPRIAKTUAL.COM: Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan seluruh Polda dan Polres jajaran untuk memberantas setiap aksi premanisme yang meresahkan masyarakat. 

Hal itu menyusul adanya instruksi langsung dari Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) kepada Kapolri untuk menindak tegas preman yang sering melakukan pemalakan terhadap sopir kontainer di wilayah Jakarta Utara. 

"Seluruh Polda dan Polres jajaran harus menindak tegas aksi premanisme yang meresahkan. Hal itu demi menjamin keselamatan dan memberi rasa tenang kepada masyarakat," kata Sigit dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Kamis (10/6/21).

Tak hanya itu, Sigit menyebut telah memberikan instruksi langsung kepada Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto dan seluruh Kapolda untuk tidak memberikan ruang sedikitpun bagi oknum-oknum masyarakat yang melakukan aksi premanisme.

Kemudian, Sigit juga meminta kepada jajarannya untuk merilis setiap penangkapan preman. Hal itu bertujuan untuk memberangus dan membuat efek jera para preman. 

"Negara tidak akan kalah dengan aksi premanisme. Oknum dan preman segera bersihkan, tangkap dan tuntaskan," tegas Sigit. 

Selain itu, Sigit mengimbau kepada masyarakat untuk memanfaatkan Hotline 110 ketika mendapatkan aksi premanisme. Menurutnya, layanan tersebut akan tersedia 24 jam bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan dari aparat kepolisian. 

"Masyarakat tetap tenang tidak perlu khawatir dengan aksi premanisme. Kepolisian kini memiliki aplikasi Dumas Presisi dan layanan Hotline 110. Kami akan memberikan bantuan yang maksimal kepada warga," tutup Sigit. (Red)



Lokasi Penggusuran yang Dilakukan Ditpam.

BATAM KEPRIAKTUAL.COM
: Tanaman di kebun warga dan rumah di Nongsa Batam dirobohkan Ditpam pada Kamis (10/6) kemarin tanpa pemberitahuan. Warga setempat tentu kaget dan tidak menyangka kalau ada kegiatan tersebut.

"Kami kaget dan sempat melawan petugas tersebut karena tidak pemberitahuan atau surat peringatan sebelumnya," kata Yuli, warga yang tinggal di lokasi tersebut.

Dari pantauan di lapangan, beberapa batang pohon pisang yang ditebang, pohon kelapa yang dicubutin, dan beberapa pohon tanaman lainnya tampak masih berserakan di lokasi. Begitu juga dengan reruntuhan bangunan rumah.

"Kami kan menempati lahan milik ibu Yanpin, aparat tersebut melakukan penertiban atas permohonan siapa?" timpal warga lainnya.

Menurut Yuli, kebun di seberang jalan lebih parah kondisinya, apalagi mereka baru sewa di lokasi tersebut. Tidak dijelaskan sewa kepada siapa dan milik siapa. Lahan yang baru digarap dan ditanami pohon itu hancur berantasan akibat babatan parang aparat Satpam. 

Mereka tidak paham apa maksud dari penertiban tiba-tiba tersebut. Mereka menduga ada pihak yang mengincar mau mengambil tanah di lokasi tersebut untuk penimbunan suatu lokasi. "Beberapa waktu lalu kami sempat bertengkar dengan seseorang yang hendak memasukkan beko ke lokasi ini," ujarnya.

Ketua LSM Kelompok Diskusi Anti 86 (Kodat86) Cak Ta'in Komari yang menerima informasi dari masyarakat langsung meninjau ke lokasi kejadian menyatakan bahwa penertiban seharusnya dilakukan melalui Surat peringatan atau pemberitahuan terlebih dahulu.

"Penertiban atau penggusuran itu ada mekanisme yang harus diikuti, bukan seenaknya dan tiba-tiba," katanya.

Pengurus MPW Pemuda Pancasila Provinsi Kepri itu mengingatkan kepada pihak aparat agar hak-hak warga diperhatikan ketika melakukan penertiban. "Masyarakat membangun rumah itu pakai dana dan pohon yang ditebang itu ada nilai ekonominya, harus ada kompensasi diberikan pemerintah untuk itu," tegas Cak Ta'in.

Mantan jurnalis dan dosen UNRIKA Batam itu menyayangkan tindakan aparat Dirham yang seolah semena-mena. "Kemana warga yang rumahnya dirobohkan itu mau tinggal, mau pindah tentu butuh waktu dan persiapan kemasin barang, apalagi kalau mereka tidak punya uang untuk sewa tempat tinggal," paparnya.

Cak Ta'in menambahkan, lokasi yang dilakukan penertiban itu merupakan lokasi yang dikuasai oleh seorang dengan ijin pakai dari Kehutanan. Lokasi lahan  yang dimaksud tampak gundul karena tanahnya diambil oleh pihak-pihak tertentu untuk reklamasi atau penimbunan lahan lain.

"Seharusnya melakukan perusakan lingkungan menggali tanah di lokasi orang seenaknya, apalagi lahan tersebut termasuk hutan. Bukannya warga yang justru menyelamatkan hutan dengan berkebun itu yang dieksekusi." papar Cak Ta'in.

Mantan staf ahli pimpinan DPRD Kota Batam itu mensinyalir ada kepentingan pihak tertentu yang akan mengambil tanah di lokasi tersebut. Kabarnya kegiatan penggalian lahan sebelumnya dibekingi aparat keamanan di Batam. "Kita sedang mengembangkan informasinya. Silahkan teman-teman konfirmasi dulu ke Ditpam BP Batam." tutupnya.

Alfred/*


Kuasas Hukum PT.KSD, Minggu Sumarsono.

BATAM KEPRIAKTUAL.COM
: Tersangka Direktur PT Bieloga, Abi alias Usman dan Umar, serta Sunardi (Broker) akhirnya ditahan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam, setelah proses penyerahan berkas para tersangka dan barang bukti (Tahap 2) dari penyidik Polda Kepri.

Kata Kasi Intel Kejari Batam, Wahyu Okta, setelah proses penyerahan tersangka dan barang bukti (tahap2) dari penyidik polda Kepri ke Kejaksaan Negeri Batam. Dan para tersangka dilakukan penahanan selama 20 hari, merujuk kepada Pasal 21 KUHAP.

"Para tersangka diserahkan ke Rutan. Kasusnya disangkakan melanggar pasal 480 ke 1 atau ke 2 KUHP jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP," ujar Kasi Intel Kejari Batam, Wahyu Okta kepada media ini, Jumat (11/6-2021).

Terkait penahanan ke tiga tersangkan, Kuasa Hukum PT. Karya Sumber Daya (KSD), Minggu Sumarsono mengatakan, ke tiga tersangka ditahan oleh Kejari Batam atas pengembangan kasus pencurian dan pemberatan atau Pasal 363 terhadap Dedy Supriadi, Dwi Buddy Santoso dan Saw Tun, yang sudah ingkrah di Pengadilan Negeri Batam.

"Dedy Supriadi dan Dwi Buddy Santoso dikenakan hukuman 2 tahun, sedangkan Saw Tun 6 bulan," kata Minggu Sumarsono.

Lanjutnya, pengembangan kasus tersebut, ke tiga tersangka mengarah Pasal 480 terhadap tersangka Abi alias Usman dan Umar, yang keduanya merupakan Direktur PT. Bieloga, dan satu lagi tersangka Sunardi. 

"Proses P21 cukup melelahkan, sehingga ke tiga tersangka ditahan pada tanggal (10/6-2021) jam 21:30 malam. Akhirnya kami mengucapkan apresiasi kepada pihak penegak hukum, Kepolisian dan Kejeksaan Negeri Batam," kata Minggu Sumarsono kepada awak media.

Ditambahkan Kuasa Hukum PT.KSD, atas berita-berita yang mengatakan telah terjadi mafia hukum dalam konteks hukum Pasal 480. Karena sebagai advokat, harus berpandangan untuk menyampaikan staitmen atau opini di media massa, harus berdasarkan fakta hukum.

"Atas berita-berita yang menyudutkan Penasehat Hukum PT.KSD maupun institusi yang terkait, baik Kepolisian, Kejasaan dan Hakim harus dibuktikan dengan bukti yang dapat dibenarkan secara hukum (buku autontik). Dan bila atas tuduhan pemberitaan tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan dengan bukti hukum, maka akan menimbulkan konsekuensi hukum terhadap opini yang ada di media massa yang disampaikan kuasa hukum PT Bieloga. jadi bagi yang merasa keberatan baik Polisi, Kejaksaan dan Hakim dapat membuat suatu laporan pidana," ungkap Minggu.

Alfred


Bupati dan Wakil Bupati Serta Kapolres Natuna Meninjau Masyarakat yang Vaksin Covid-19.

NATUNA KEPRIAKTUAL.COM: Kapolres Natuna, AKBP Ike Krisnadian, S.I.K., M.Si dampingi Bupati Natuna, Wan Siswandi S. Sos beserta rombongan dalam rangka peninjauan pelaksanaan Vaksinasi di Desa Terayak Kecamatan Subi, Kamis (10/06/2021).

Kegiatan ini dihadiri, Wakil Bupati Natuna, Rodial Huda, Komandan Lanud Raden Sadjad, Kolonel Pnb Dedi ilham S. Salam, S.Sos., Pasintel Kodim 0318 Natuna, Kapten Inf Iman Manurung, Plt Dinas Kesehatan Natuna, Hikmat Aliansyah S.KM, Camat Subi, Awang Saputra, Tim Kesehatan Kodim 0318 Natuna dan Petugas Puskesmas Kecamatan Subi Kabupaten Natuna.

Bupati Natuna Wan Siswandi dalam kata sambutan meminta kepada masyarakat Subi untuk mempertahankan wilayahnya agar tetap pada zona hijau bebas dari covid-19.

"Terima kasih saya ucapkan juga kepada Tim Gugus Tugas Kecamatan Subi dan juga para tim medis, serta semua yang terlibat sehingga Subi masih aman dari covid-19," Ujar Bupati Natuna Wan Siswandi.

Sementara itu, Kapolres Natuna AKBP Ike Krisnadian mengajak masyarakat untuk mendukung program pemerintah untuk melaksanakan vaksinasi.

"Mari kita sukseskan percepatan vaksinasi agar kita semua memiliki imunitas tubuh yang baik dalam menekan risiko berat dan terburuk dampak dari  gejala covid-19," Ajak Kapolres Natuna.

Usai menyapa masyarakat Subi, Bupati dan Wakil Bupati Natuna beserta rombongan memantau vaksinasi covid-19 untuk masyarakat.

(IK)


Gubernur Kepri, Ansar Ahmad Disambut Bupati Karimun, Aunur Rafiq. 

KARIMUM KEPRIAKTIAL.COM: Bupati Karimun Dr. H. Aunur Rafiq menerima Kunjungan Kerja (Kunker) Gubernur Kepri dalam rangka peninjauan vaksinasi massal di Kabupaten Karimun, Rabu (09/06)

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad melaksanakan peninjauan vaksinasi massal di Kabupaten/Kota se-Kepri. Kabupaten Karimun menjadi titik pertama peninjauan ini, kunker Gubernur Kepri diawali dengan menyapa para Camat dan Forkopimda yang melaksanakan vaksinasi serentak melalui video conference. Terdapat 12 Kecamatan dan 1 puskemas yang mengikuti video conference yang di laksanakan di gedung Nasional.

Turut Hadir mendapingi Gubernur pada Kunker di Kabupaten Karimun, Kapolda Kepri, Irjen Pol DR. Aris Budiman beserta rombongan, Staf Khusus Gubernur H.Sarafudin Aluan dan Suyono, Kadis Kesehatan M. Bisri, Kadis PUPR Abu Bakar, Kaban Kesbangpol Lamidi, Plt. Kepala Biro Pemerintahan M. Darwin serta Forkopimda tingkat Kabupaten Karimun.

Dalam hal ini, Gubernur Kepri meminta kesanggupan para Camat dan Forkopimda Kecamatan turut mendukung pemerintah provinsi untuk mengejar target vaksinasi sebanyak 50 persen masing-masing kecamatan di akhir bulan Juni ini. 

"Kekurangan tenaga vaksinator dan peralatan pendukung bisa dikoordinasikan bersama Pemerintah Kabupaten, dan kekurangan vaksin akan segera didistribusikan," kata Ansar Ahmad. 

Usai menyapa para Camat dan Forkopimda melalui video conference Gubernur Kepri beserta Rombongan didampingi Bupati Karimun, Ketua DPRD Karimun, M. Yusuf Sirat, Sekda Kab. Karimun, Muhd. Firmansyah, M.Si, serta Forkopimda Kabupaten Karimun, melanjutkan peninjauan di beberapa tempat pelaksanaan vaksinasi masal.

Yang menjadi tujuan pertama yaitu Vihara Buddha Diepa lokasi vaksinasi masal untuk kecamatan karimun, kemudian dilanjutkan peninjauan ke SMP 2 Binaan yang menjadi lokasi isolasi terpusat untuk wilayah Pulau Karimun, besar.

Selanjutnya Gubernur menijau lokasi vaksinasi masal yang di adakan di Polres Karimun. Setelah itu peninjauan di lanjutkan ke Hotel Gembira Tanjung Batu yang menjadi lokasi vaksinasi masal dan juga isolasi terpusat untuk wilayah pulau kundur, moro dan durai, selanjutnya Rombongan melanjutkan peninjauan ke Kec. Moro melihat pelaksanaan vaksinasi masal yang di adakan di gedung Sri Baiduri Moro.

Saat peninjauan tersebut Gubernur Kepri dan Bupati Karimun juga menyempatkan untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat setempat juga memberikan dorongan untuk tidak takut melaksanakan vaksinasi dan meminta kepada masyarakat yang telah di vaksin agar dapat mengajak tetangga, kerabat dan saudaranya untuk hadir secara mandiri melaksanakan vaksinasi ke Puskesmas wilayahnya.

Gubernur Kepri menyampaikan target masyakarat yang telah di vaksinasi pada akhir Juli sebesar 70 % dari total sasaran. Harapan Gubernur Kepri untuk di bulan Agustus 100 persen masyarakat Kepri sudah tervaksin. 

"Untuk di bulan Juni masih ada 17 hari mengejar target, untuk dapat mengejar target Gubernur Kepri meminta Pemerintah Kabupaten karimun untuk dapat melaksanakan Vaksinasi sebanyak 3.000 orang lebih perhari," ujarnya. 

Selanjutnya, Ansar Ahmad meminta kepada pihak perusahaan yang karyawannya banyak untuk dapat memvaksinasi karyawannya bisa melalui vaksinasi umum, untuk dapat mendorong percepatan vaksinasi agar bisa tercapai sesuai yang di targetkan. Sekarang juga kita sudah mendapat izin untuk melaksanakan vaksinasi di kawasan perusahaan atau industri tersebut.

"Dengan melaksanakan vaksinasi masal di seluruh wilayah Kepri kita berharap berharap mudah-mudahan semua daerah mulai dipertimbangkan kembali pembukaan sektor pariwisatanya. Berkaca dari negara lain yang capaian vaksinasinya tinggi seperti Inggris, perkembangan covidnya terus melandai. Harapan kita angka pasien positif di kepri dapat terus kita tekan dan angka kesembuhan terus naik," tuturnya. 

Terkait Tenaga Vaksinator untuk di wilayah Kab. Karimun, Gubernur Kepri menyampaikan kepada pemerintah Kab. Karimun untuk dapat menerima tenaga vaksinator dari anak tempatan lulusan medis yang nantinya akan kita berikan honor insentif dari Provinsi.

Selanjutnya untuk wilayah Kec. Moro yang terdiri beberapa pulau-pulau dan hanya memiliki 2 puskesmas yang cukup jauh untuk di jangkau masyarakat yang berbeda pulau, Bupati miminta pihak puskesmas dapat turun kemasyakrat untuk melaksanakan vaksinasi, kita meminta peran RT/RW nya mengkoordinir masyarakat untuk dapat mengajak masyarakat yang berada di pulau hadir di titik-titik vaksinasi yang Akan ditentukan nantinya. 

Sementara itu Bupati Karimun menekankan kepada ASN dengan tanpa alasan dari segi kesehatan yang tidak melaksanakan vaksinasi tidak akan diberikan tunjangan jabatannya. Dan juga kepada tenaga honorer yang tidak melaksanakan vaksinasi dengan tanpa alasan dari segi kesehatan juga akan kita berikan sanksi berupa tidak di perpanjang kontraknya apa bila sudah mencapai 2 bulan tidak malaksanakan vaksinasi, begitu juga kepada Guru-guru TPQ, Kader-kader Posyandu, RT/RW yang mendapat insentif dari Pemda juga akan di berlakukan sama apa bila tidak melaksanakan vaksinasi.

Ahmad Yahya (Hms)


Penyerahan Bantuan Masker oelh Wartawan Kundur. 

KUNDUR KEPRIAKTUAL.COM: Guna mendukung percepatan penanganan covid-19 diwilayah Kecamatan Kundur, Kabupaten Karimun, sejumlah wartawan Pulau Kundur menyerahkan bantuan masker medis sebanyak 10 ribu. 

Penyerahan dilakukan oleh Koordinator wartawan, Imam Soekarno kepada Ketua Tim Gugus Tugas Covid 19, Saifullah.

Penyerahan masker disaksikan Turut menyaksikan Gubernur Kepri, H. Ansar Ahmad, Bupati Karimun H. Aunur Rafiq, Kapolda Kepri, Irjen Pol Aris Budiman, Danrem 033/Wira Pratama, Brigjen TNI Jimmy Ramoz Manalu, Kadis Kesehatan Karimun, dan sejumlah pejabat Kepri dan Karimun, penyerahan dilakukan di Restoran Hotel Gembira, Rabu (09/06/2021).

Gubernur Ansar menyampaikan ucapan terima kasih kepada para wartawan di Kundur, atas bantuan tersebut. "Terimakasih, kami sangat mengapresiasi upaya wartawan Tanjungbatu dalam membantu penanganan Covid-19, bantuan tersebut sangat bermanfaat," kata Ansar.

Sebanyak 1.500 masker medis diperuntukan bagi tenaga medis dan pasien di Karantina terpusat di Hotel Gembira Tanjungbatu. Dan selebihnya akan diserahkan ke RSUD, Puskesmas Tanjungbatu, Puskesmas Tanjungberlian, Ungar dan lainnya serta akan langsung dibagi-bagikan kepada masyarakat.

“InsyaAllah, pada sabtu mendatang kita akan bagi-bagikan langsung kepada masyarakat,” kata Imam.

Imam juga mengucapkan terimakasih kepada kordinator aksi peduli kesehatan masyarakat para donatur yang telah ikut berpatisipasi dalam percepatan penanganan covid-19.

“Terimakasih kami sampaikan kepada donator-donatur yang tak dapat kami sebutkan namanya satu persatu, semoga wabah covid-19 ini dapat segera berlalu dan kita dapat beraktifitas seperti biasanya, Amiin,”

Ahmad Yahya


Gubernur Kepri, Kapolda dan Bupati Karimun Tinjau Masyarakat yang Melakukan Vaksin Covid-19.

KUNDUR KEPRIAKTUAL.COM: Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) H. Muhammd Ansar Ahmad di dampingi Bupati Karimun H. Aunur Rafiq meninjau secara lansung pasien yang sedang di Karantina terpadu di Hotel Gembira, serta menyaksikan lansung pemberian suntikan vaksinasi massal kepada masyarakat Kundur.

Kegiatan vaksinasi ini berlangsung di Restoran Hotel Gembira, Kecamatan Kundur, Kabupaten Karimun, Rabu (9/6/2021).

Turut hadir pada peninjauan tersebut Kapolda Kepri, Dir Binmas, Dir Samapta, Dir Polair, Dir Intel Kam, Kabid Provam, Kabid Humas, Bupati Karimun, Ketua DPRD Karimun, Kadis Kesehatan Karimun, Polres Karimun, Dandim Karimun, Lanal Karimun, Sekda Karimun, Humas Pemkab Karimun, Camat se-Pulau Kundur, Lurah se-Pulau Kundur dan Kades se-Pulau Kundur.

Dalam sambutannya Gubernur Kepri H. Ansar Ahmad mengatakan, dalam rangka menekan angka penyebaran Covid-19. Pemerintah tidak lagi menekan angka atau mengejar target vaksinasi, karena secara virtual Kepri sudah mencapai 50 persen.

"Target pemerintah melakukan vaksinasi dengan jumlah penduduk Kepri sekitar 70 persen pada di akhir Juli akan kita raih. Dimasa lalu memang ada kekurangan masalah vaksin, tapi sekarang pemerintah pusat sudah menyediakan vaksin setiap saat di butuhkan," kata Ansar Ahmad. 

Selain itu, kata Ansar, vaksinasi yang dilakukan ini sangatlah penting dari berbagai ilmuan Indonesia maupun dunia. Vaksin ini guna menambah kekebalan tubuh kita hingga nilainya mencapai 92 hingga 93 persen.

"Namun begitu orang yang sudah vaksin tidak ada jaminan terhidar dari virus Covid 19, akan tetapi besar kemungkinan 95 persen kita terhindar dari covid, dan kita semua wajib mematuhi Prokes," ujarnya. 

Patuhi Prokes dengan cara:
1. Senatiasa mencuci tangan, menggunakan masker saat berdekatan dan menghindari tempat kerumunan 
2. Pemerintah akan melakukan tresing, tetsting, agar masyarakat yang tersasar OTG maupun yang aktif .
3. Pemerintah akan menyediakan tempat isolasi bagi masyarakat yang positif Covid 19 semua rumah sakit dan puskesmas hampir 30 persen penydian tempat isolasi salah satunya Hotel Gembira yang  sedang di kunjungi.

Ahmad Yahya


Sekda Kepri, Arif Fadilah. (Foto:Istimewa).

TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Satuan Tugas Penanganan COVID-19 mencatat jumlah pasien di wilayah itu yang meninggal dunia akibat COVID-19 bertambah sembilan orang.

"Hari ini jumlah warga yang meninggal akibat COVID-19 sebanyak sembilan orang sehingga total jumlahnya sejak pandemi Maret 2020 menjadi 419 orang," kata Ketua Harian Satgas Penanganan COVID-19 Kepri Tengku Said Arif Fadillah, di Tanjungpinang, Selasa (08/06).

Ia mengemukakan pasien yang meninggal dunia akibat COVID-19 hari ini berasal dari Batam dua orang, Tanjungpinang dua orang, Natuna dua orang dan Bintan tiga orang. 

Total jumlah pasien COVID-19 yang meninggal dunia sejak pandemi Maret 2020 sampai sekarang di Batam sebanyak 220 orang, Tanjungpinang 87 orang, Karimun 39 orang, Natuna delapan orang, Bintan 37 orang, Lingga 10 orang, dan Kepulauan Anambas 18 orang.

"Jumlah pasien yang meninggal dunia meningkat tajam dalam dua bulan terakhir. Kami imbau masyarakat memperhatikan permasalahan ini," ujarnya.

Arif menjelaskan jumlah pasien COVID-19 di Kepri bertambah 218 orang sehingga menjadi 18.835 orang. Penambahan pasien terjadi di Batam 151 orang, Tanjungpinang 10 orang, Natuna 25 orang, Bintan 26 orang, Lingga satu orang, dan Anambas lima orang.

Total jumlah pasien COVID-19 di Batam 10.187 orang, Tanjungpinang 3.584 orang, Karimun 1.549 orang, Natuna 532 orang, Bintan 1.716 orang, Lingga 407 dan Anambas 860 orang.

"Warga Batam yang terkonfirmasi COVID-19 paling tinggi," ucapnya, yang juga Sekda Kepri.

Jumlah pasien yang sembuh dari COVID-19 hari ini bertambah 251 orang, yang tersebar di Batam 135 orang, Tanjungpinang 25 orang, Natuna 23 orang, Bintan 41 orang, Lingga 21 orang dan Kepulauan Anambas enam orang.

Total jumlah pasien yang sembuh di Batam mencapai 9.011 orang, Tanjungpinang 3.107 orang, Karimun 1.152 orang, Natuna 352 orang, Bintan 1.439 orang, Lingga 351 orang, dan Natuna 735 orang.

Kasus aktif COVID-19 di Kepri mencapai 2.269 orang, tersebar di Batam 956 orang, Tanjungpinang 390 orang, Karimun 358 orang, Natuna 172 orang, Bintan 240 orang, Lingga 46 orang, dan Kepulauan Anambas 107 orang. 

Sumber: Diskominfo Kepri


Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.