Foto Humas DPRD Batam. 

BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Rapat pembahasan rancangan awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dihadiri oleh Wakil Ketua 1 dan 3 DPRD Kota Batam, perwakilan Bapelitbangda, Inspektorat, dan Kabag Adpemb pada Rabu, 19/5/2021.

Rapat ini diusung guna membahas dokumen perencanaan dalam pembangunan daerah yang akan dibentuk untuk jangka 5 tahun ke depan.

Rapat DPRD dan Pemko Batam. 

Pembahasan RPJMD akan dilaksanakan secara matang dalam lingkup internal terlebih dahulu, perlu direncanakan adanya penjadwalan ulang rapat internal dikarenakan jadwal yang sempat dibatalkan.

Kemudian, Wakil Ketua DPRD 1 menginstruksikan Sekretaris Dewan untuk mengirimkan surat kepada setiap fraksi mengenai penuangan ide-ide strategis masing-masing secara tertulis dan akan dibahas bersama-sama. Ide-ide yang disetujui akan disetorkan kepada Bapelitbang dan akan diunggah ke kanal RPJMD.

Sebagai pimpinan rapat, Wakil Ketua 1 DPRD Kota Batam menutup pertemuan dengan memberikan kesimpulan bahwa rapat internal akan dilaksanakan pada hari Senin, 24 Mei, lalu disusul rapat dengan Bapelitbang keesokan harinya. Hasil rancangan yang telah disetujui bersama akan diberikan kepada gubernur pada Rabu, 27 Mei 2021 mendatang.

Redaksi/Ril


Cak Ta’in Komari

Catatan ini boleh jadi hanya menjadi dokumentasi kami hasil diskusi panjang minggu malam bersama sahabat saya, Mas Suharyono atau lebih dikenal dengan sebutan Yono Kadri. Saya ingin sedikit memperkenalkan siapa Mas Yono ini sehingga pendapat dan sarannya patut kita simak bersama. Berdarah Jawa Timur, Mas Yono lahir dan besar di Tanjungpinang. Putra dari Pak Kadri. Seorang polisi di Tanjungpinang. Mas Yono kuliah di Yogyakarta. Adik angkatan Daeng Rusnadi, mantan Bupati Natuna. Awalnya Mas Yono berbisnis di bidang travel dan dan wisata. Kurang survive. Bekalangan ternyata mendirikan perusahaan memproduksi speed boat cepat jenis RHIB (Rigid Hull Alumunium Boat) dan Inflatable Boat (perahu karet).

Bergerak dalam bidang maritime dengan memproduksi speed boat dan perahu karet untuk dalam dan luar negeri. Semua produk bermerek Zeta dan Sigma. Produknya sudah digunakan oleh lembaga TNI, Polri, Basarnas, LIPI, dll. Termasuk hampir semua pemerintah daerah, kecuali Kepri, Batam dan kabupaten/kota di Kepri lainnya. Indonesia umumnya, apalagi Kepri khususnya, selalu rawan terjadi bencana banjir sehingga peralatan speed boat dan perahu karet mutlak diperlukan. Anehnya Batam dan Kepri umumnya tidak satupun menggunakan produk putra daerah yang sudah go internasional tersebut. Zeta dan Sigma diproduksi PT. Hamtis Pratama yang beralamat di RE Martadinata Sekupang Batam.   

Produk putra daerah ini sudah dilirik oleh Singapura, Malaysia, Thailand, bahkan negara Eropa seperti Italy dan Perancis yang akan menjajaki kerja sama. Sayangnya perusahaan yang seharusnya bisa lebih banyak mempekerjakan tenaga kerja local itu akan dipindahkan pemiliknya ke luar negeri. Alasannya,  investasi di Batam yang kurang kondusif, dan mendekati pasar internasional karena minimnya order dari dalam negeri walaupun Indonesia adalah negara bahari. 

Catatan di atas itu hanya intromeso, supaya sedikit kita mengenal Mas Yono, karena dia bukanlah public figure. Tapi pemikiran dan gagasannya untuk bisnis dan ekonomi luar biasa. Mudah-mudahan Mos Yono berkenan untuk ditulis biografinya dalam waktu dekat. Putra Kepri yang cukup sukses dalam bisnis bidang marine yang bisa dijadikan motivasi bagi generasi muda Kepri lainnya. Bahwa sukses itu bisa diraih oleh siapa saja yang bekerja keras, telaten, dan mau belajar terus menerus. 

Itu juga sebagai pembuka catatan dari obrolan kami yang hampir semalaman itu. Wawasan dan pengetahuan yang tidak akan pernah saya dapatkan di bangku kuliah atau lembaga pendidikan manapun. Ketika membahas ekonomi dan industri di Kepri, Mas Yono langsung nyeletuk, “ Kepri punya apa dan sector mana yang mau digerakkan oleh Gubernur Ansar Ahmad untuk membangkitkan ekonomi?”

Ya Kepri punya potensi apa yang dapat dikembangkan untuk membangkitkan ekonomi dalam kondisi saat ini? Pertanian tidak mungkin karena membutuhkan lahan yang sangat luas, selain wilayah kepulauan punya kadar garam yang cukup tinggi sehingga tidak cocok untuk tanaman pangan. Itu kenapa program cetak sawah 3.000 hektar di Kabupaten Lingga tidak maksimal, kalau tidak boleh dibilang gagal. Potensi karena posisi yang strategis sebagai daerah berbatasan dengan negara Singapura dan Malaysia sudah mulai stag, dan tak berguna. Pulau Batam yang selama ini menjadi primadona pengembangan kawasan ekonomi dengan industrialisasi mengalami degradasi.

Kepri juga hampir tidak memiliki sumber daya alam yang bisa menunjang peningkatan pendapatan daerah dan negara. Pertambangan bauksit sudah hampir habis. Bekas kegiatan itu justru menimbulkan kerusakan alam. Karena perusahaan-perusahaan yang telah membayar jaminan reklamasi bekas tambang, dananya entah dikemanakan oleh pemerintah daerah. Justru saat ini menjadi tanda tanya besar ketika PT. Bintan Alumunium Indonesia di KEK Galang Bintan mendirikan smelter untuk pengelolaan biji bauksit di sana. Itu perusahaan dengan kapasitas sangat besar karena diperkirakan bisa mempekerjaan 20-an ribu karyawan. Dari mana saja suplai bahan bakunya? 

Industrialisasi hampir mustahil, kalau orientasinya mendatangkan investor perusahaan manufaktur. Kecuali perusahaan yang menghasilkan produk bertekhnologi tinggi. Kecuali perusahaan yang bisa leluasa merusak alam karena menghasilkan limbah berbahaya B3. Salah satu perusahaan daur ulang limbah (sampah) plastic. 

Infrastruktur semegah dan se-fantastis apapun itu tidak akan berguna untuk pergerakan ekonomi, kalau tidak memiliki orientasi yang jelas. Rencana pembangunan jembatan Batam – Bintan? Sektor ekonomi mana yang akan digerakkan kalau jembatan tersebut terwujud. Cuma memperlancar mobilisasi orang antar kedua pulau. Selama ini tidak ada masalah dengan fasilitas transportasi kapal feri, speed boat dan kapal roro untuk kendaraan. Kajian/studi ekonomi dan akademiknya sudah dibuat belum, sebagaimana pernah diminta Menteri Koordinator Bidang Maritime dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan beberapa bulan lalu?

Bisa dibayangkan anggaran untuk pembangunan jembatan Batam – Bintan yang mencapai angka Rp. 13 triliun. Itu lebih besar sama dengan 3 tahun total APBD Provinsi Kepri yang setiap tahun masih di bawah angka 4 triliun. Anggaran sebesar itu kalau memang ada dananya? Betapa sangat strategisnya dana  itu kalau dimanfaatkan untuk recovery ekonomi dan kehidupan masyarakat masa pandemic covid19 seperti sekarang ini. Gubernur Pemprov. Kepri harus tahu kebutuhan mendasar yang dibutuhkan oleh masyarakat. Harus tahu bagaimana menggerakkan kembali roda ekonomi yang kembang kempis. Dunia usaha juga yang perlu diberikan suntikan energy untuk bangkit. Tapi untuk itu semua, gubernur harus memiliki program yang jelas dan terukur. 

Satu-satunya potensi yang bisa dimanfaatkan mempercepat recovery ekonomi masyarakat adalah wilayah lautan Kepri yang mencapai 96 persen. Itu adalah kekayaan yang tidak memerlukan investasi dan modal besar. Semua orang tahu itu. Sejak dulu. Berkali-kali dibahas. Sejak jaman Gubernur Kepri pertama Ismeth Abdullah dilanjutkan Muhammad Sani bahkan telah merekrut mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Rukmin Dahuri sebagai staf ahli gubernur. Tapi sampai hari ini seolah lautan yang luas itu tidak menghasilkan apa-apa. Pertanyaannya bagaimana memanfaatkannya? 

Penulis pernah memberikan ilustrasi bagaimana seorang Gubernur Nevada, Brian Edward Sandoval, menarik investor perusahaan mobil listrik Amerika ‘Tesla’ masuk menanamkan modal puluhan triliun ke wilayahnya. Dia harus bersaing dengan gubernur-gubernur daerah lain yang juga ingin Tesla berinvestasi di wilayahnya. Sandoval memenangkan hati investor, karena dia berikan dan siapkan semua yang dibutuhkan Tesla tanpa diminta. Kita ingin Ansar Ahmad bergerak cepat memutar otak menghidupkan ekonomi Kepri.

Dua orientasi yang bisa digarap Ansar Ahmad sebagai Gubernur Kepri saat ini. Pertama memanfaatkan potensi laut yang luas itu dengan mendatangkan investor. Ikan di laut tidak perlu modal. Tidak perlu kasih makan. Tidak perlu memelihara. Tidak bisa juga ditahan untuk tidak pindah lintas wilayah negara. Itu harus dieksploitasi. Jangan hanya berpikir eksploitasi pasir laut semata. Kedua, recovery ekonomi masyarakat dengan pembinaan dan pengembangkan produk-produk UKM. Bagaimana industri rumah tangga berkembang dengan baik? Berkualitas dan mempunyai nilai jual untuk ekspor? Tanpa membuka akses pasar, pembinaan dan pengembangan UKM hanya lips service semata.

Kuncinya apa? Ansar Ahmad membuka diri berdiskusi, mencari masukan dari para ahli kelautan, masukan dunia usaha, masukan akademisi, dan berbagai pihak. Fokus pada persoalan mendasar yang dihadapi masyarakat Kepri. Bentuk tim yang teruji dan memiliki kapasitas untuk menyusun semua masukan menjadi program riil. Tim bisa berasal dari internal ASN atau dari eksternal, para akademisi. Seharusnya sih sudah bisa langsung dieksekusi karena sudah ada staf khusus gubernur yang diangkat dari awal pelantikan. Persoalannya kembali pada kapasitas dan kemampuan personal yang ada di dalamnya. Gubernur jangan terlalu asyik hanya dengan kegiatan seremonial dan rutinitas yang tidak produktif dan kreatif. Waktu 3 tahun ke depan akan berlalu sangat cepat. Itupun kalau Ansar Ahmad ingin menghasilkan prestasi yang fenomenal, bukan menjadi gubernur yang biasa-biasa saja. 

*** to be continue ***

KEPRIMAUJADIAPA?
SALAMBUTIRANPASIR

Oleh Cak Ta’in Komari
(mantan jurnalis dan mantan dosen UNRIKA Batam)


Pjs Bupati Natuna, Hendra Kusuma. 

Taman Bermain Anak. 

Lokasi Areal Tugu Migas Tempat Wisata. 

Lokasi Pantai Pinang. 

NATUNA KEPRIAKTUAL.COM
: Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, merupakan daerah perbatasan yang berada di ujung Utara Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Letak geografisnya sangat strategis, serta berbatasan langsung dengan negara-negara Asean seperti Malaysia, Thailand, Vietnam dan Kamboja.

Dengan kelebihan tersebut menjadikan Kabupaten Natuna sebagai wilayah yang memiliki nilai tersendiri. Kabupaten Natuna ibarat Berlian di Perbatasan Utara Indonesia. Pemerintah pusat pun menetapkan Natuna sebagai kawasan Geopark Nasional.

Penetapan Natuna sebagai kawasan Geopark Nasional ini diterbitkan oleh Komite Nasional Geopark Indonesia di Pongkor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, akhir November 2018 silam.

Sedikitnya, ada 8 geosite yang masuk dalam Geopark Natuna, yaitu Pulau Akar, Batu Asah, Gunung Ranai, Pantai Gua, Kamak, Pulau Senua, Pulau Stanau, Senubing dan Tanjung Datuk.

Geosite tersebut terbentang dari bagian Selatan hingga ke Utara dan menutupi hampir separuh sisi Timur Pulau Bunguran Besar yang terdiri dari Kecamatan Bunguran Timur, Bunguran Timur Laut dan Bunguran Selatan.

Untuk mendukung Geopark Nasional ini, Satuan Kerja Khusus (SKK) Migas bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Medco E&P Natuna dan Premier Oil Natuna Sea BV selalu aktif melaksanakan berbagai Program Pembangunan Masyarakat (PPM) melalui tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).

Di antaranya membangun arena bermain di lokasi Pantai Piwang, Ranai. Kemudian membangun pelantar pelabuhan di Pulau Laut. Selanjutnya membangun jogging trek juga di lokasi pantai Piwang hingga membangun taman bacaan di Batubi serta membangun gazebo Bukit Gundul di Kecamatan Bunguran Timur Laut.

"Kabupaten Natuna ibaratkan Berlian di Perbatasan Utara Indonesia. SKK Migas mendukung Geopark Natuna,” ungkap Pjs Bupati Natuna, Hendra Kusuma, Kamis (2/5/2021).

Ia juga menyampaikan, kontribusi SKK Migas bersama KKKS tidak hanya melalui melalui Program Pengembangan Masyarakat (PPM) saja akan tetapi juga melalui Dana Bagi Hasil (DBH). Salah satunya dengan membangun arena bermain untuk anak-anak, orang dewasa dan berbagai fasilitas olah raga di lokasi Pantai Piwang.

"Bahkan saat ini Pantai Piwang menjadi ikon Natuna," ungkapnha. 

Ia menjelaskan, Kegiatan-kegiatan KKKS di Kabupaten Natuna sangat bermanfaat bagi pemerintah daerah maupun masyarakat, terutama dari sisi ekonomi dan wisata.

"SKK Migas bersama KKKS akan terus melakukan berbagai kegiatan yang bersifat positif, tanpa mengambil alih fungsi dan kewenangan pemerintah," ujarnya. 

Pemerintah Kabupaten Natuna terang, Hendra Kusuma selalu mendukung kegiatan SKK Migas, baik berupa eksplorasi maupun eksploitasi, sehingga KKKS berjalan dengan aman dan lancar.

"SKK Migas bersama KKKS Medco E&P Natuna dan Premier Oil Natuna Sea B.V berkomitmen untuk terus melakukan upaya positif membantu pemerintah daerah Natuna dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat," papsrnya. 

(IK)


Cak Ta'in Komari. 

BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Ketua LSM Kelompok Diskusi Anti 86 (Kodat86) Ta'in Komari merilis bahwa dirinya telah mengirim surat soal jabatan Kepala BP Batam ex-officio oleh Walikota Batam telah berakhir pada 14 Maret 2021 lalu. 

"Kita sudah sampaikan suratnya langsung ke Kemenko Perek soal berakhirnya jabatan kepala BP Batam ex-officio oleh Walikota Batam itu tadi siang," katanya kepada Media ini, Rabu (19/5-2021).

Menurut Cak Ta'in, panggilan mantan jurnalis dan dosen Unrika Batam itu, jabatan Kepala BP Batam ex-officio itu berakhir seiring masa jabatan Walikota berakhir 14 Maret. Meskipun Muhammad Rudi menjadi walikota Batam kembali, jabatan ex-officio itu tidak otomatis.

"Ada persyaratan untuk jabatan ex-officio itu, tidak sedang menjalani proses hukum dan tidak sedang berhalangan sementara. Itu diatur dalam PP 62 tahun 2019." Jelasnya.

Lebih lanjut Cak Ta'in menjelaskan, faktanya kan Rudi juga diangkat ex-officio Kepala BP Batam itu melalui penetapan dan pelantikan, bahkan setelah 6 bulan ditunjuk pelaksana sementara," papar Cak Ta'in.

Apalagi lanjut Cak Ta'in, sejak keluarnya PP 41 tahun 2021 yang mengamanahkan pengangkatan dan penetapan Kepala BP oleh ketua Dewan Kawasan, dalam hal ini dijabat oleh Menko Perekonomian. "Surat kita sudah masukkan poin-poin permasalahannya sudah kita uraikan panjang lebar dalam surat tersebut." Ujarnya.

"Kita ingin pemerintahan ini tertib administrasi, jangan sampai kasus Yusril Ihza Mahendra yang ditetapkan sebagai tersangka oleh Jaksa Agung tapi karena tidak di-SK-kan kembali oleh Presiden saat itu, digugat dan memenangkan nya. Legalitas semua kebijakan Muhammad Rudi yang masih menjalankan tugas-tugas Kepala BP Batam kita pertanyakan." Paparnya.

Cak Ta'in menambahkan, apa susahnya bagi menko yg sekaligus Ketua Dewan Kawasan itu membuat SK baru. " Terserah yang ditunjuk, bisa Rudi lagi. Tapi kita berharap dari kalangan profesional lah, supaya lembaga BP Batam tidak terkontaminasi politik praktis." tegasnya.

Cak Ta'in menilai bahwa tanpa ada di-SK-kan kembali, status jabatan Kepala BP ex-officio itu seolah 'bodong'. Ada jabatan dan melaksanakan tugas tapi tidak dilengkapi surat-suratnya. "Kita berharap atensi Menko Perek terhadap ex-officio tersebut secepatnya, supaya tidak terus menjadi polemik. Batam butuh pemimpin yang fokus bekerja dan mengembangkan lembaga, bukan bergulat dalam delima yang tidak perlu." harap Cak Ta'in.

Redaksi/***


Pelantikan Pengurus GMKI Tanjungpinang Bintan Periode 2021-2022.

TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Badan Pengurus Cabang GMKI Tanjungpinang-Bintan periode 2021-2022, resmi dilantik pengurus GMKI Pusat. Pelantikan dilaksanakan di GPDI Anugerah Km.11 Tanjungpinang, Selasa (18/5-2021).

Pelantikan dilaksanakan setelah mendapatkan amanah dari ketua Cabang Forum Konpercab ke VIII GMKI Tanjungpinang-Bintan, Elia Anasthasia. Kemudian pelantikan ini dipandang perlu mengingat roda organisasi harus segera diteruskan dan estafet kepengurusan harus tetap berjalan.

Sebanyak 15 orang fungsionaris Badan Pengurus Cabang telah dilantik oleh Pengurus Pusat GMKI yang mana pada kesempatan ini diwakili oleh Koordinator Wilayah 13, Hermanto Sinaga. Pelantikan diawali dengan Ibadah pembukaan, upacara Nasional dan upacara Organisasi, serah terima jabatan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Dalam sambutannya Elia Anasthasia, ia menyampaikan terimakasih atas kepercayaan yang diberikan untuk melanjutkan tongkat estafet memimpin cabang GMKI Tanjungpinang-Bintan, dengan berbagai dinamika yang terjadi didalamnya.

"Kepercayaan ini merupakan wujud dari tanggung jawab besar maka dengan komitmen dan kerja sama dari Civitas GMKI Tanjungpinang-Bintan baik dari unsur pengurus cabang, pengurus komisariat dan terlebih lagi kepada seluruh senior GMKI untuk kedepannya sangat kami harapkan sehingga kepengurusan ini dapat berjalan dengan baik," ujarnya. 

Mewakili senior GMKI, Junaedi Hutasoit dalam sambutannya menyampaikan, GMKI Tanjungpinang-Bintan agar lebih meningkatkan lagi konsistensi dalam melayani di tiga medan layan yaitu Gereja, Masyarakat dan Perguruan Tinggi.

"Saya berharap pada kepengurusan kali ini harus lebih memaknai slogan GMKI yaitu Ut Omnes Unum Sint yang mana dalam artinya "Agar semua satu adanya" dan harapan bersama juga GMKI Tanjungpinang-Bintan agar dapat segera memiliki student centre tetap. terakhir harapannya GMKI Tanjungpinang-Bintan bisa lebih berkembang lagi dari tahun- tahun sebelumnya," kata Junaedi Hutasoit.

Dilanjutkan Koordinator Wilayah 13, Hermanto Sinaga mengatakan, GMKI Tanjungpinang-Bintan termasuk salah satu cabang termuda di wilayah 13 namun sudah mampu secara mandiri untuk melakukan eksistensi penatalayanan ditengah-tengah kota Tanjungpinang-Bintan.

"Dan saya berharap, kedepan GMKI Tanjungpinang tetap setia melayani ditiga medan layan GMKI," tuturnya. 

Dalam acara pelantikan turut hadir OKP cipayung yaitu perwakilan GMNI Tanjungpinang-Bintan, perwakilan Komandan kodim 0315, senior GMKI, dan civitas anggota GMKI Tanjungpinang-Bintan.

Redaksi


Bupati Foto Bersama dengan Pimpinan Bank BRI dan Pemgusaha Kerupuk Atom. 

KARIMUN KEPRIAKTUAL.COM: Bupati Karimun bpk Dr. H. Aunur Rafiq, M.Si didampingi Pimpinan Bank BRI dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdaganan meninjau produksi kerupuk Atom di Kampung Baru Meral, Selasa (18/5/2021).

Pruduksi kerupuk Atom yang di kelola oleh Hartono ini telah berjalan selama 4 tahun. Oleh karna adanya pemasaran atau pemesanan ekspor ke Johor dan juga Kuala Lumpur Malaysia, untuk itu Hatrtono akan melakukan Peningkatan industri.

Oleh karna itu Bupati Karimun dan Pimpinan Bank BRI Meninjau Lokasi industri yang di kelola oleh bapak hartono dengan tujuan dapat mempermudah proses peningkatan industri dalam arti Bantuan melaului dana KUR yang di kelola oleh pihak Bank BRI.

Selanjutnya Bupati Karimun juga berpesan kepada pihak pengelola agar nantinya setelah dilakukan peningkatan industri agar tidak lagi dilaksanakan dilokasi yang sekarang ini. Karena dilokasi yang sekarang ini masih termasuk perumahan, dan takutnya menganggu tetangga yang berada di sekitaran industri krupuk atom ini.

"Kemungikanan setelah di lakukan peningkatan industri akan di pindahkan di Ruko daerah Poros. Pemerintah Daerah dalam hal ini selalu mensuport Usaha UMKM yang berada di Kabupaten Karimun, dan baru baru ini kita telah bekerja sama dengan Bea Cukai dalam Expor Perdana Produk UMKM Ke Singapura," ujarnya. 

"Untuk usaha kerupuk atom ini saya rasa untuk saat ini hanya kendala di Kapal Laut saja Pasca Covid ini, insya allah sebentar lagi deandainya kapal kita sudah mulai jalan semua ini juga akan di permudahkan," tuturnya kembali. 

Bupati Karimun juga telah melakukan Koordinasi dengan OPD terkait dan juga Puhak Perbankan untuk dapat memfasilitasi Usaha UMKM yang Komoditi cukup baik dengan Kualitas Expor untuk dapat bergabung dan nantinya dapat kita ekspor ke Negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.

"Pihak BRI dalam kesempatan ini telah melakukan survey ke Indrusti kerupuk atom ini untuk Meningkatkan Plafon Pinjaman KUR dalam Bentuk Peningkatan industri. Alhamdulillah sampai saat ini Bapak Hartono telah lama menjadi nasabah BRI hanya saja untuk saat ini akan di lakukan Peningkatan Plafon demi menunjang Peningkatan industri yang nantinya akan di lakukan ekspor ke Johor dan Kuala Lumpur," tutupnya. 

Ahmad Yahya (Hms)


Foto Bersama Jurnalis Tanjungbatu dengan TNI. 

KARIMUN KEPRIAKTUAL.COM: 4 Orang jurnalis bersama keluarga besar TNI yang bertugas di Kecamatan Kundur, Kabupaten Karimun mendapat suntikan vaksin Covid-19 tahap pertama. Vaksinasi terhadap para jurnalis dilaksanakan tepatnya di Puskesmas Tanjungbatu Kecamatan Kundur, Selasa (18/5/2021).

Wartawan senior Abd. Majid berharap, dengan adanya vaksinasi ini para jurnalis dapat menjalankan tugasnya dengan aman dan sehat. Mengingat, jurnalis juga bagian dari garda depan penyalur informasi kepada masyarakat di masa pandemi.

“Harapannya, teman-teman yang setiap hari di lapangan bisa aman dan tenang saat menjalankan tugas. Karena teman-teman media ini kan bagian dari garda terdepan," ungkapnya.

Selain itu, Babinsa Tanjungbatu Kota, Faizal, turut mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Karimun yang telah memberikan kesempatan bagi para awak media untuk mengikuti vaksinasi. Hematnya, ini merupakan wujud sinergitas nyata antara media dan penyelenggara pemerintah, TNI/Polri.

“Ya kami sangat mengapresiasi pemerintah. Kami sangat menghargai itu semua,” ucap Faizal

Vaksinasi ini dapat mengedukasi masyarakat Bahwasanya vaksin itu aman dan halal, sesuai yang di gadang gadang pemerintah selama ini, katanya

Sebagai informasi, vaksinasi terhadap para awak media ini menjadi salah satu atensi Presiden Joko Widodo. 

Selain itu Faizal juga berharap seluruh insan pers yang sudah menjalani vaksinasinasi tahapan pertama segera melakoni vaksinasi Vaksin kedua nantinya, akan dilakukan pada tanggal 13 Agustus mendatang.

Ahmad Yahya


Pelaku Penikaman Wanita di Hotel Holie, Batu Aji. 

BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Penyidik Unit Reskrim Polsek Batuaji sudah melakukan pemeriksaan terhadap Heru Arnandi (27), pelaku penikaman wanita yang dikencaninya di Hotel Holie, Batuaji, Kota Batam.

Menurut Kapolsek Batuaji, AKBP Jun Khaidir Kaban melalui Kanit Reskrim Polsek Batuaji, Iptu Theo Nardianto, dari hasil pemeriksaan, pelaku mengaku melakukan penikaman lantaran tersinggung dengan ucapan wanita yang dikencaninya itu.

Penikaman itu terjadi usai Heru dan korbannya berkencan. Saat berpakaian, pisau yang terselip di pinggangnya jatuh. Pisau yang jatuh ke lantai itu terlihat oleh teman wanitanya.

"Pelaku mengaku tersinggung ketika korban menanyakan untuk apa bawa-bawa pisau. Mendengar itu, kemudian pelaku emosi hingga melakukan penikaman," kata Iptu Theo pada wartawan, Selasa (18/5/2021).

Iptu Theo menambahkan, bahwa dari pengakuan Heru sendiri, ia selalu membawa pisau selama beraktifitas setiap harinya. "Pelaku mengaku bawa pisau setiap hari untuk berjaga diri," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, wanita berparas cantik ditemukan tergeletak bersimbah darah di salah satu kamar di Hotel Holie, Kecamatan Batuaji, Kota Batam, Ia disebut-sebut ditikam oleh teman prianya yang diketahui bernama Heru Arnandi.

“Benar, tadi anggota Reskrim ke TKP untuk menyelamatkan korban, korban saat ini sudah sadar namun belum bisa berbicara banyak,” kata Kapolsek Batuaji, AKBP Jun Khaidir, Senin, (17/5/2021) malam.

Sementara, pelaku penikaman terhadap wanita itu, Heru Arnadi, sudah diamankan. Saat diamankan, Heru Arnadi bertelanjang dada saat digiring ke pos satpam. (Exp)



Wanita Korban Penikaman di Hotel Holie, Batu Aji. 

BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Seorang wanita berparas cantik ditemukan tergeletak bersimbah darah di kamar Hotel Holie, kecamatan Batuaji, kota Batam pada Senin (17/5/2021) pagi.

Dari video yang beredar, wanita yang mengenakan baju berwarna hitam itu tampak luka parah dengan luka sayatan di leher dan pipi sebelah kiri.

Wanita tersebut kabarnya tengah kondisi kritis yang kini mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Batuaji, Kota Batam.

Dalam video tersebut, warga yang berhasil mengamankan pelaku itu menyebut bahwa pelaku tidak membayar jasa Short time (ST( terhadap wanitanya (korban).

"Ini orang ST ini, dia tidak membayar cewek dan menusuk Cewek (korban) di Hotel Holie," sebut salah seorang pria.


Red



Foto Bersama Sekda Karimun dengan BC Karimun saat Pelepasan Ekspor Kerupuk Ikan.

KARIMUN KEPRIAKTUAL.COM
: Pelepasan Ekspor perdana komoditas kerupuk ikan tujuan Singapura produk UMKM kerupok atom “udang kara” di Kecamatan Moro. Senin (17/05/2021).

Hadir dalam kesempatan tersebut Sekda Karimun bpk Dr. Muhd. Firmansyah, M.Si, Kepala KPPBC TMP B Tanjung Balai Karimun Agung Marhaendra Putra, Kadis Prindag, Camat Moro, dan Muspika Kecamatan Moro, Kasubbag KomHumas, serta staf dilingkungan Pemerintah Kabupaten Karimun. 

Sekda karimun Dr.Muhd Firmansyah dalam sambutannya mengatakan, sangat menyambut baik atas kegiatan yang dilaksanakan oleh Bea dan Cukai dalam rangka mempermudah dan mempercepat pelaku usaha UMKM dalam rangka percepatan ekonomi di Kab karimun terlebih lagi pada saat ini masih dalam kondisi pandemi covid-19. 

"Walupun dalam kondisi pandemi covid-19 prekonomian di Kabupaten Karimun harus tetap gerak dan jangan sampai kendor," ungkapnya.

Pada Tahun 2021, sambung Sekda, pemerintah Kabupaten Karimun akan meningkatkan pembinaan bagi pelaku UMKM dan memberikan pelatihan bagi tenaga kerja lokal. 

"Dari hal tersebut, saya berharap untuk mempercepat kegiatan tersebut diharapkan kepada seluruh stekholder untuk dapat bekerja sama dengan baik karena semua ini tidak akan berjalan dengan baik tanpa ada kerja sama yang baik pula," kata Muhd Firmansyah.    

Kepala KPPBC TMP B Tanjung Balai Karimun Agung Mahendra Putra dalam sambutannya juga mengungkapkan kegiatan tersebut merupakan langkah awal untuk mempercepat perekonomian di Kabupaten Karimun dan sebagai motipasi bagi UMKM yang lain untuk bersaing dalam peningkatan perekomian.

Ahmad Yahya (Hms).


Pemotongan Pipa Peluncuran Ekspor Perdana UMKM

MORO KEPRIAKTUAL.COM:
Bea Cukai Karimun melaksanakan pelepasan ekspor perdana UMKM di Tahun 2021 bertempat di Kantor Bantu Pelayanan Bea dan Cukai Moro, Senin (17/5-2021).

Pada pelepasan ekspor perdana ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Karimun, Kepala KPPBC TMP B Tanjung Balai Karimun, Kepala Dinas Perdagangan Koperasi, UKM, ESDM Karimun, Camat Moro, Perwakilan Kantor Wilayah DJBC Khusus Kepulauan Riau, Perwakilan dari Komando Rayon Militer Moro, Perwakilan Kepolisian Sektor Moro, Perwakilan Syahbandar Moro, Perwakilan Karantina Ikan Wilayah Kerja KIPM Karimun, dan Perwakilan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan. 

Peluncuran ekspor perdana ini merupakan upaya untuk mendukung program pemulihan ekonomi nasional (PEN). Pada kesempatan ini, Bea Cukai Karimun melepas ekspor perdana produk UMKM Kerupuk Atom “Udang Kara” dengan tujuan Singapura.

Acara ini dibuka dengan sambutan Sekretaris Daerah Karimun, Dr. H. Muhammad Firmansyah, M.Si. “Pada situasi pandemi beberapa sektor termasuk ekonomi mengalami perlambatan. Dengan adanya pelepasan ekspor produk UMKM ini diharapkan mampu memberikan akselerasi pemulihan ekonomi dalam menghadapi Covid-19, mari saling bersinergi, peduli, dan saling bahu membahu untuk memajukan perekonomian maupun mengatasi masalah kesehatan” ungkap Firmansyah.

Kemudian dilanjutkan sambutan oleh Agung Marhaendra Putra, Kepala Kantor Bea Cukai Karimun. “Bea Cukai Karimun bersinergi dengan Bea Cukai Kanwil Kepulauan Riau secara aktif menggali potensi ekspor di wilayah Kabupaten Karimun dan memberikan fasilitas berupa kemudahan serta asistensi ekspor kepada UMKM yang memiliki potensi ekspor (klinik ekspor), serta memberikan sosialisasi mengenai ekspor kepada calon eksportir baru sebagai bentuk dukungan terhadap program pemulihan ekonomi nasional (PEN) serta membuka peluang agar produk mereka dapat menembus pasar dunia” ungkap Agung. 

Pelepasan ekspor dilakukan secara simbolis dengan menyerahkan Nota Pelayanan Ekspor (NPE) oleh Agung kepada Pimpinan perusahaan kerupuk “Udang Kara”. Kemudian dilanjutkan dengan pemotongan pita di rumah produksi kerupuk “Udang Kara” dan prosesi muat produk jadi yang siap untuk diekspor ke dalam kapal.

“Produk yang diekspor berupa Kerupuk Atom, sebanyak 1800 (Seribu Delapan Ratus) kilogram dengan nilai ekspor sebesar Rp. 61.200.000 (Enam Puluh Satu Juta Dua Ratus Ribu Rupiah). Melalui ekspor ini, diharapkan produk UMKM dalam negeri mampu  mengenalkan produk kabupaten karimun dan bersaing di kancah internasional,” ungkap Agung.

Dengan kegiatan ini, lanjutnya, diharapkan pada masa-masa yang akan datang, jumlah perusahaan UMKM yang dapat mengekspor hasil produksinya semakin meningkat sehingga produk dalam negeri dapat bersaing secara global serta memberi angin segar bagi industri UMKM agar dapat eksis di tengah pandemi Covid-19. 

"Bea Cukai Kepulauan Riau akan selalu terbuka untuk memberikan fasilitas serta asistensi dan pelatihan kepada UMKM yang memiliki potensi dan kemauan untuk melaksanakan ekspor," tuturnya.

Yahya/Humas BC Karimun


Rapat Penanganan Covid-19 di Karimun. 

KARIMUN KEPRIAKTUAL.COM: Bupati Karimun, Dr. H. Aunur Rafiq, M.Si memimpin rapat koordinasi percepatan penanganan Covid-19 di Kabupaten Karimun, di Balai Sri Gading Tanjung Batu, Minggu (16/5/2021)

Turut hadir pada rapat tersebut Kepala FKPD, Kapolres, Dandim, Danlanal, Sekretaris daerah, kepala OPD, Para camat, dan tokoh masyarakat. Dalam rapat tersebut membahas fokus dalam upaya pemerintah dalam melaksanakan penanganan virus Covid-19 di Karimun.

Berikut beberapa poin dalam rapat penanganan Covid-19 di Karimun yang disampaikan oleh Bupati Karimun. Bupati Karimun menyampaikan bahwa RSUD Tanjung Batu akan beroperasi untuk menerima pasien Covid-19 mulai Senin (17/5).

Kemudian, Bupati Karimun meminta kepada seluruh Camat, Lurah serta perangkat RT/RW agar lebih optimal dalam melaksanakan pemantauan bagi masyarakatnya yang sedang isolasi mandiri.

Dan bagi masyarakat yang tidak patuh dalam melaksanakan isolasi mandiri. Nantinya akan di Karantina terpusat di Gedung Olahraga (GOR) Karimun.

Selanjutnya, masyarakat yang bepergian dengan transportasi laut antar pulau harus mengantongi surat kesehatan dan identitas serta tujuan.

"Bagi yang tidak melengkapi dokumen akan dikembalikan ke daerah asal. Dan jika penumpang tersebut tiba dengan kapal jam terakhir maka akan dikarantina lalu dipulangkan keesokan harinya," ujar Rafiq.

Aunur Rafiq juga menghimbau kepada seluruh masyarakat agar kembali meningkatkan protokol kesehatan dengan 5M, selalu menggunakan masker, mencuci tangan, menggunakan hand sanitizer, menjaga jarak aman minimal 1 meter dan membatasi mobilisasi dan interaksi. 

"Seperti diketahui Kabupaten Karimun mengalami lonjakan jumlah pasien Covid-19 dalam beberapa minggu. Dari data terakhir terdapat tambahan pasien Covid-19 berjumlah 11 orang sehingga total kasus aktif pasien Covid-19 berjumlah 200 orang," ungkapnya. 


Ahmad Yahya



Foto: Istimewa

KEPRIAKTUAL
.COM
: Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menilai serangan Israel di Jalur Gaza, melanggar hukum internasional. Dia juga mengaku kecewa dengan serangan yang menelan banyak korban jiwa itu.

Hal ini disampaikannya melalui juru bicaranya, Stephane Dujarric, seperti dikutip dari AFP, Minggu (16/5).

"Sekretaris Jenderal kecewa dengan meningkatnya jumlah korban sipil, termasuk kematian sepuluh anggota keluarga yang sama, termasuk anak-anak, akibat serangan udara Israel tadi malam di kamp al-Shati di Gaza, yang konon ditujukan pada seorang pemimpin Hamas," ungkap Dujarric.

Ia meminta agar serangan yang melanggar hukum ini dapat dihindari ke depan.

"Sekretaris Jenderal mengingatkan semua pihak bahwa setiap target sipil, dan struktur media secara sembarangan melanggar hukum internasional dan harus dihindari dengan segala cara," sambungnya.

Dewan Keamanan PBB akan bertemu pada hari ini untuk menindaklanjuti pembahasan mengenai serangan Israel ke Gaza.

Serangan udara dari Israel di Gaza terjadi sejak Senin (10/5). Secara total, serangan itu telah menewaskan 145 orang termasuk 41 anak-anak dan melukai 1.100 orang lainnya.

Ini merupakan serangan terburuk yang pernah terjadi di Gaza sejak 2014. Serangan itu juga menghancurkan Menara Al Jalaa yang menjadi kantor berita Al Jazeera dan Associated Press di lantai 11.

Sebagai serangan balik, Palestina menembakkan sekitar 2.300 roket ke Israel. Serangan itu menewaskan 10 orang, termasuk seorang anak dan seorang tentara.

Secara total ada sekitar 560 orang Israel yang terluka karena serangan ini. Namun, pertahanan udara Israel telah mencegat banyak roket yang ditembakkan itu.

Sumber: CNN Indonesia


Menteri BUMN, Erick Thohir. (Foto: Istimewa)

JAKARTA KEPRIAKTUAL.COM
: Menteri BUMN Erick Thohir memecat seluruh direksi PT Kimia Farma Diagnostika (KFD). Pemecatan merupakan buntut dari kasus penggunaan alat antigen bekas yang ditemukan di Bandara Kualanamu, Medan pada beberapa waktu lalu.

"Setelah melakukan pengkajian secara komprehensif, langkah (pemberhentian) ini mesti diambil. Selanjutnya, hal yang menyangkut hukum merupakan ranah dari aparat yang berwenang," ungkap Erick dalam keterangan resmi, Minggu (16/5).

Surat pemecatan kepada seluruh direksi juga sudah dikeluarkan oleh Kementerian BUMN. Lebih lanjut, Erick menekankan kasus antigen bekas ini harus direspons dengan serius dan profesional.

Ia mengingatkan bahwa seluruh direksi BUMN terikat pada core value yang dicanangkan, yakni amanah, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif. Sementara, apa yang terjadi di kasus antigen bekas justru bertentangan dengan core value tersebut.

"Karena memang sudah tak sejalan dengan core value tersebut, maka tidak memandang siapa dan apa jabatannya, maka kami persilakan untuk berkarier di tempat lain," kata Erick.

Erick menilai kasus ini bisa terjadi karena ada kelemahan sistem internal. Hal ini bisa merusak kepercayaan masyarakat kepada Kimia Farma karena kualitas pelayanan merupakan hal yang tidak bisa ditawar.

"Akumulasi dari seluruh hal tersebut membuat kami berkewajiban untuk mengambil langkah ini. Ini bukan langkah untuk menghukum, tapi langkah untuk menegakkan dan memastikan bahwa seluruh BUMN punya komitmen untuk melayani, melindungi, dan bekerja untuk kepentingan masyarakat," tuturnya.

Di sisi lain, ia mengatakan saat ini auditor independen sedang bekerja juga untuk memeriksa semua lab yang ada di bawah Kimia Farma.

Sumber: CNN Indonesia


Kapal Ikan Asing Tangkapan Bakamla RI

NATUNA KEPRIAKTUAL.COM
: Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI melalui unsur patroli laut KN Pulau Dana-323 , berhasil menangkap Kapal Ikan Asing (KIA) berbendera Vietnam.

Kapal itu diduga sedang melakukan aktivitas penangkapan ikan secara ilegal di perairan Natuna Utara perbatasan Indonesia-Malaysia bagian Utara, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, Minggu (16/5/21). 

Kabag Humas dan Protokol Kolonel Bakamla Wisnu Pramandita, S.T., M.M., M.Tr. Hanla, menjelaskan kronologis penangkapan KIA Vietnam adalah pada Kapal patroli Bakamla KN Pulau Dana-323 yang dikomandani Letkol Bakamla Hananto Widhi mendapatkan perintah dari Direktur Operasi Laut Laksma Bakamla Suwito, S.E., M.Si (Han) untuk melaksanakan patroli Perisai Sunda III/2021 di wilayah perbatasan Indonesia - Malaysia. 

"Saat menjalankan patroli, KN Pulau Dana-323 mendeteksi kontak radar sebuah KIA sedang melakukan aktivitas penangkapan ikan di wilayah perairan perbatasan Indonesia-Malaysia pada posisi 04°.20'.30" U-105°.04'.35" T dengan halu 260° dengan kecepatan 2 knot, posisi KIA berada pada 2 NM didalam garis batas landas kontinen," ungkapnya.

Lanjutnya, saat KN Pulau Dana-323 mendekati, KIA tersebut menambah kecepatan 7 knot menuju wilayah Malaysia. Menambah kecurigaan, Komandan KN Pulau Dana-323 memerintahkan agar menurunkan RHIB dan tim VBSS untuk melaksanakan pengejaran.

Kapal target tidak menunjukkan kooperatifnya, sehingga tim VBSS melaksanakan penghentian dengan melompat keatas kapal target guna pemeriksaan.

Tidak butuh waktu lama, kapal dapat dihentikan dan diperiksa tim VBSS pada posisi 04°18'79" U - 105°04'15" T.

Hasil pemeriksaan awal diperoleh data KIA tersebut adalah kapal berbendera Vietnam dengan nama lambung kapal BD 93681 TS  diawaki 6 orang Anak Buah Kapal (ABK) Warga Negara Asing (WNA) berkebangsaan Vietnam. Terdapat muatan ikan campur hasil tangkapan illegal kurang lebih 300 kg.

KIA Vietnam diduga telah melakukan pelanggaran batas wilayah dan melakukan aktivitas penangkapan diperairan laut Indonesia tanpa dilengkapi dokumen dari pemerintah Republik Indonesia. 

Untuk mempertanggungjawabkan pelanggarannya kapal beserta ABK dikawal menuju Pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Batam. (Fay)



Pencarian Kapal Terbakar. 

NATUNA KEPRIAKTUAL.COM: Kantor Pencarian Dan Pertolongan Natuna melaksanakan Operasi Pencarian Dan Pertolongan (SAR) terhadap Kecelakaan Kapal 1 (satu) Unit Kapal Terbakar di perairan Tanjung Pala Kecamatan Pulau Laut Kabupaten Natuna, Sabtu (15/5/2021).

Operasi SAR Tersebut di laksanakan berdasarkan laporan Warga bahwa pada 15 Mei sekitar pukul 10.30 Wib Telah Terjadi Kebakaran Kapal dengan jumlah POB 30 Orang (perkiraan awal) pada posisi 4°33’39.63” n  - 107°57’48.25”e dgn radial 160° berjarak 7,40 nm dari Unit Siaga SAR Pulau Laut.

Menindak lanjuti laporan tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan Natuna Menggerak 1 (satu) Tim rescue Unit Siaga SAR Pulau Laut dengan menggunakan 1 (satu) unit perahu Karet beserta peralatan pendukung keselamatan lainnya . 


Selain Itu operasi SAR Tersebut juga melibat kan dari Pihak POS TNI AL Pulau Laut yang menggunakan 1 Unit LCR serta dari Pihak Polsek Pulau Laut, Pihak Kecamatan, Nelayan setempat dan masyarakat.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Natuna, Mexianus Bekabel, S.Sos., MM berharap semoga Operasi SAR Ini dapat Berjalan dengan lancar dan solid antar unsur yang yerlibat di lapangan serta tidak hambatan yang berarti.

"Dan seluruh unsur di lapangan tetap mengedepankan Safety, selain Itu saya juga berharap seluruh korban dapat di temukan dalam keadaan selamat," paprnya. 

(IK)


Penyemprotan Cairan Disfektan oleh Polsek Bunguran Timur. 

NATUNA KEPRIAKTUAL.COM: Polres Natuna melalui Polsek Bunguran Timur melaksanakan sterilisasi dengan menyemprotkan cairan disenfektan di Masjid dan Gereja yang berada di wilayah Hukum Polsek Bunguran Timur dalam rangka H-1 Hari Raya Idul Fitri 1442 H dan Peringatan Kenaikan Isa Al Masih. Kegiatan di pimpin langsung oleh Kapolsek Bunguran Timur AKP Firuddin pada Rabu (12/05/2021).

Kapolsek Bunguran Timur AKP Firuddin mewakili Kapolres Natuna menyampaikan kegiatan penyemprotan disinfektan ini dilaksanakan untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19 di Kecamatan Bunguran Timur.

"Seperti yang di ketahui bahwa besok ada 2 agenda besar yakni Hari Raya Idul Fitri 1442 H dan juga Hari Peringatan Kenaikan Isa Al Masih. Untuk itu, H-1 sebelum pelaksanaan kegiatan kami dari Polsek Bunguran Timur telah mensterilisasi tempat-tempat ibadah yang akan digunakan," ungkapnya.

"Diantaranya adalah, Masjid Ibnu Salim Kel. Ranai Darat, Masjid Al Ma'Arif  Desa Cemaga tengah, Masjid Allmunawaroh, Gereja GPDI Jl. H Adam Malik Kel. Ranai, Gereja GPPS Jl. H Adam Malik Kel. Ranai, Gereja Khatolik St. Paulus Jl. H Adam Malik Kel. Ranai," jelasnya. 

Menyikapi perkembangan kasus Covid-19 di Kabupaten Natuna, Kapolsek Bunguran Timur AKP Firuddin memberikan himbauan kepada pengurus Masjid dan Gereja agar dalam pelaksanaan ibadah tetap memperhatikan Protokol Kesehatan.

'Kami berharap dengan dilaksanakan kegiatan ini umat muslim dan umat nasranai yang akan melaksanakan ibadah merasa aman, nyaman meskipun di tengah pandemi covid-19," paparnya.

Kegiatan dihadiri oleh, Panit Shabara Polsek Bunguran Timur Ipda Ronald Tampubolon, Panit Provost Polsek Bunguran Timur Aipda Ahmad Budi Nata, Bhabinkamtibmas Polsek Bunguran Timur dan Personil Polsek Bunguran Timur.

(IK)


Foto: Istimewa. 

BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Sejak mencuatnya berita tentang kian maraknya pengiriman calon PMI Ilegal melalui Pelabuhan Internasional, Rabu (5/5), aktivitas pengiriman PMI Ilegal di pelabuhan tersebut terpantau sempat tiarap selama beberapa hari.

Dari penelusuran dan pantauan media ini, diketahui tidak ada pengiriman sama sekali hingga Sabtu (8/5/2021) lalu. Bahkan, pada Minggu (9/9/2021), tidak ada WNI yang berangkat menggunakan kapal dengan tujuan Harbour Front Singapura.

Informasinya, para calon PMI ilegal itu akhirnya diberangkatkan melalui Pelabuhan Internasional Batam Center. Namun, pengurus PMI ilegal itu lebih selektif dan kuota keberangkatan calon PMI lebih sedikit dari seperti biasanya.

Usut punya usut pada Minggu (8/5/2021),
ternyata benar ditemukan keberadaan calon PMI di Pelabuhan Internasional Batam Center yang hendak berangkat ke Singapura untuk dipekerjakan.

Nasib sial, mereka terpaksa diamankan oleh petugas pelabuhan gegara diduga menggunakan surat keterangan PCR palsu dengan hasil Negatif Covid-19 yang tertera dikeluarkan oleh RS Awal Bross Batam.

Kapolsek KKP Batam, AKP Budi Hartono mengatakan ketiga calon PMI itu ternyata terindikasi positif Covid-19. Hal itu terbukti dari hasil keterangan pihak RS Awal Bross. "Dimana sebelumnya, ketiga calon PMI itu mengambil sample Swab / PCR di RS Awal Bross dengan hasil Positif," kata Budi, Minggu (8/5/2021) lalu.

Sementara itu, dari pengakuan ketiga calon PMI yang hendak dipekerjakan di Singapura itu, dokumen keberangkatan mereka diurus oleh seorang wanita bernama Diah.

Setelah mendapat informasi tersebut, Polisi akhirnya memanggil Diah. Ia tiba di Pelabuhan sekira pukul 10.25 Wib dan langsung diamankan oleh anggota Pos Polisi Pelabuhan. Setelah itu diserahkan kepada unit Reskrim Polsek KKP untuk dilakukan proses penyelidikan lebih lanjut. 

"Kita akan kembangkan lagi lebih dalam siapa-siapa oknum yang terlibat, sudah berapa lama, berapa dibayarnya 1 surat, siapa yang buat surat palsu tersebut," tegas Budi.

Terkait adanya kasus pemalsuan PCR oleh 3 calon penumpang di pelabuhan Internasional Batam Center, tak menutup kemungkinan, hal ini diduga kuat bakal terjadi di Pelabuhan Harbourbay Batam.

Menanggapi hal itu, Kabid Pengendalian Karantina dan Surveilans Epidemiologi, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Batam, Romel Simanungkalit mengatakan pihaknya akan konfirmasi ke Harbourbay.

Dan akhirnya benar pada Senin (11/5/2021) kemarin, pihaknya kembali mendapati kasus yang sama. Dimana, seseorang wanita berinisial OD (36) diduga menggunakan surat keterangan PCR palsu. "Iya, kemarin ada satu diduga palsu," ungkap Romel kepada, Selasa (11/5/2021). 

Diketahui, wanita yang nekat menggunakan surat keterangan PCR palsu itu adalah seorang PMI yang hendak menyeberang ke Singapura untuk bekerja.

Sementara itu, Kabid Infokim Kantor Imigrasi Kelas 1 Khusus Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Batam, Tessa Harumdila mengatakan keberangkatan PMI ke luar negeri sah-sah saja apabila PMI tersebut memiliki izin tinggal di negara tujuan. Contohnya, si pekerja pernah kerja di Singapura dan izin cuti pulang ke Indonesia.

"Artinya, nama dia sudah terdaftar sebagai pekerja di negara Malaysia adan Singapura. Itu bisa saja berangkat. Selain itu, persyaratan lainnya, hasil tes PCR wajib Negatif," jelas Tessa, Rabu (5/5/2021) lalu.

"Namun, jika masih baru mau mencari kerja ataupun seorang Turis, itu tidak bisa masuk ke Singapura," pungkasnya

Lantas, siapakah aktor dibalik pengiriman PMI ilegal tersebut. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, orang yang mengorganisir pengiriman PMI ilegal tersebut disebut-sebut seorang pria berisinial AD bersama rekannya AM.

Kedua pria ini disebut-sebut sudah lama menjalankan aksinya walau di masa pandemi Covid-19. Para calon PMI ilegal tersebut diberangkatkan sekali dalam sehari. “Mereka berangkat jam 9.30 Wib, Bang,” kata sumber media ini beberapa waktu lalu. (Redaksi/Exp)


Foto: Istimewa.

TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM
: Pemerintah Provinsi Kepri bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DPRD Provinsi Kepri akhirnya bersama-sama menyetujui draft awal Rancangan Peraturan Daerah Ranperda Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah RPJMD tahun 2021-2026, Senin (10/5).

Dalam penyampaiannya, Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak SH mengatakan bahwa penyusunan RPJMD tahun 2021-2026 diharapkan menjadi solusi dalam peningkatan perekonomian di Provinsi Kepri.

"Penyusunan RPJMD yang merupakan berasal dari penggabungan visi misi kepala daerah dilakukan untuk agar masyarakat dapat lebih baik," jelas Jumaga, dikutip dari situs Diskominfo Kepri.

Tak hanya itu, Jumaga juga mengatakan nantinya melalui RPJMD tahun 2021-2026 ini diharapkan menjadi pemacu ekonomi yang menunjang perekonomian daerah.

Sementara itu, Gubernur Kepri H Ansar Ahmad usai penandatanganan nota kesepakatan Ranperda Awal RPJMD tahun 2021-2026 ini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian Kepri.

"Khususnya dalam pengelolaan pemanfaatan ruang laut dan labuh jangkar agar dapat menjadi sumber PAD Kepri ," jelas Ansar.

Serta mampu menjadikan potensi maritim Kepri sebagai penunjang perekonomian. Ansar juga mengatakan bahwa para RPJMD ini juga diharapkan menjadi pedoman dalam pengelolaan dan kawasan pesisir di Provinsi Kepri.

"Sehingga terjadi kesetaraan dan pembangunan yang merata yang menunjang Kesejahteraan masyarakat," tegas Ansar.

Redaksi


Foto: Istimewa.

BATAM KEPRIAKTUAL.COM
: Berkas pekara Penyelundupan Minuman Beralkohol (Mikol) dan Rokok ilegal atas tersangka Syarifudin Laudu, dilimpahkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam ke Pengadilan Negeri (PN) Batam.

"Sejak hari Kamis (6/5/2021) lalu, berkas perkara atas nama tersangka Syarifudin Laudu sudah kami limpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Batam," kata Jaksa Dedi Simatupang saat di konfirmasi di Kantor Kejari Batam, Selasa (11/5/2021).

Dedi menyebut dengan dilimpahkannya berkas perkara tersebut, status penahanan terhadap tersangka Syaffrudin Laudu kini menjadi kewenangan Pengadilan Negeri (PN) Batam.

Pelimpahan berkas perkara ke Pengadilan, terang Dedi, setelah pihaknya menerima berkas perkara tahap II dari penyidik Bea dan Cukai. Adapun dalam berkas tahap II tersebut, penyidik menyerahkan satu orang tersangka, 29 karton rokok merk Luffman dan H Mild, 30 karton minuman mengandung Etil Alkohol merk Johnnie Walker tanpa dilekati pita cukai dan 213 case minuman mengandung Etil Alkohol merk Carlsberg.

"Sementara barang bukti Kapal Pompong masih dititipkan di gudang Bea dan Cukai Batam. Hal itu karena keterbatasan tempat atau lokasi penyimpanan barang bukti di kantor Kejari Batam," tambahnya.

Dalam berkas perkara tersebut, kata Dedi, Syaffrudin Laudu pun didakwa dengan pasal 54 UU RI No 39 Tahun 2007 tentang Perubahan atas UU RI No 11 Tahun 1995 Tentang Cukai.

"Saat ini JPU masih menunggu penetapan penunjukan Majelis Hakim dan juga penetapan jadwal persidangan dengan agenda awal pembacaan surat dakwaan," ujarnya.

Dedi Menjelaskan, kasus penyelundupan ini terungkap saat kapal pompong bermuatan Mikol dan Rokok ilegal yang di Nahkodai tersangka Syarfuddin Laudu ditangkap oleh Kapal Tim Patroli Kepolisian Air XXXI-28-2003 Kepolisian Resor Barelang di perairan Pulau Bulan. 

"Pada saat ditangkap, tersangka selaku nahkoda tidak bisa menunjukan dokumen resmi terkait barang-barang bawaannya. Sebab, Mikol dqn Rokok tersebut tanpa dilekati pita cukai," tandasnya.

Setelah penangkapan, lanjutnya, kapal pompong kayu tanpa nama beserta awaknya dibawa ke Kantor Satuan Kepolisian Air Kepolisian Resor Barelang. Saat di kantor polisi, tersangka mengaku bahwa semua muatan yang ada didalam kapal rencananya akan di selundupkan ke Sungai Guntung, Indragiri Hilir.

"Akibat perbuatannya, potensi kerugian Negara berupa pungutan cukai mencapai ratusan juta Rupiah," pungkasnya.

Redaksi


Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.