Hotman Hasibuan Saat Menyampaikan Orasinya di Kantor BP Batam. 
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Puluhan orang lakukan aksi demo di depan kantor BP Batam, dan dikawal oleh Ditpam BP Batam. Aksi demo tersebut meminta penjelasan dari pimpinan BP Batam, H. Muhammad Rudi, terkait lahan yang dia ajukan untuk tempat pool kendaraan dan perbengkelan mobil angkutan umum, Jumat (14/8-2020).

Dalam orasi yang disampaikan Hotman Hasibuan, ia mengatakan, bahwa permasalahan yang dialaminya adalah adanya ketidak adilan oleh pihak BP Batam terhadapnya.

"Lahan yang saya ajukan tanggal 13 Januari 2013 adalah merupakan kawasan wisata. Tetapi di SK Menhut Agustus 2014, lahan tersebut sudah lahan komersial," kata Hotman Hasibuan.

Lanjut Hotman Hasibuan, ia sebagai pengusaha angkutan umum mengajukan lahan di Batu Aji, dekat SMK Hang Nadim, Kota Batam, untuk melengkapi persyaratan khusus pengurusan ijin angkutan umum yang dikeluarkan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam.

"Makanya saya mengajukan lahan itu. Harusnya Kepala BP Batam H. Muhammad Rudi mendukung pengusaha kecil, bukan mendiskriminasi," ujarnya.

Ditpam BP Batam Kawan Pengunjukrasa.
Sementara itu, lanjut Hotman Hasibuan, PT. Indo Mega Sentosa mengajukan permohonan lahan pada tanggal 24 April 2015, langsung disetujui oleh BP Batam pada tanggal 6 Mei 2015. Sehingga ia menilai adanya ketidak adilan pihak pimpinan BP Batam terhadap pengusaha kecil. Karena selama 5 tahun, sebelum H. M. Rudi menjabat sebagai kepala BP Batam, dirinya sudah berjuang untuk mendapatkan lahan tersebut.

"Itu disampaikan kepada saya secara resmi. Ada apa dengan Kepala BP Batam dan bagian Lahan BP Batam. Kenapa lahan yang saya ajukan tidak disetujui, begitu pihak lain mengajukan lahan tersebut, langsung disetujui BP Batam," ucapnya.

Hotman juga menyampaikan, janganlah BP Batam menghalalkan segala cara. Tetapi bukan dengan cara mendriskriminasi pengusaha kecil atau pengusaha pribumi. Agar bisa menjadi pengusaha yang kuat. Oleh karena itu, dirinya menyampaikan tuntutan kepada pimpinan BP Batam.


  1. Agar meninjau ulang surat pengalokasian lahan, atau
  2. Membagi dua lahan tersebut
  3. Karena lahan tersebut akan kami pergunakan untuk pool kendaraan dan perbengkelan.


Selanjutnya, ujar Hotman Hasibuan, apabila tuntutan ini tidak ada jawaban atau keputusan yang bijaksana, dalam waktu dekat ini. Maka pihaknya akan kembali turun mendatangi kantor BP Batam, melakukan aksi demo dengan paling banyak.

"Jika tidak ada jawaban atau keputusan yang bijaksan, maka saya akan kembali turun dengan massa yang banyak," ungkapnya.


Alfred


Sekda Kepri Arif Fadillah. (Foto: Istimewa). 
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Sebanyak 230 dari 600 orang pasien COVID-19 di Provinsi Kepulauan Riau masih dirawat dan diisolasi.

"Ada sekitar 38 persen pasien yang masih dirawat, sementara 344 orang atau 57,4 persen sudah sembuh, dan pasien yang meninggal dunia 26 orang atau 4,3 persen," kata Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID Kepri Tengku Said Arif Fadillah, di Tanjungpinang, Rabu 12/8-2020).

Arif menjelaskan jumlah pasien COVID-19 hari ini bertambah 28 orang, yang tersebar di Batam tujuh orang, Tanjungpinang 20 orang, dan Bintan satu orang. Jumlah kasus aktif COVID-19 di Batam sebanyak 83 orang, sementara pasien yang sembuh mencapai 269 orang, dan yang sembuh 21 orang.

Sementara kasus aktif COVID-19 di Tanjungpinang juga 83 orang, sebanyak 34 orang pasien dinyatakan sembuh, dan tiga orang meninggal dunia.

Di Karimun jumlah kasus aktif COVID-19 mencapai tujuh orang, sedangkan pasien yang sudah sembuh enam orang.

"Kasus aktif COVID-19 di Bintan sebanyak 13 orang, pasien yang sembuh 11 orang, dan meninggal satu orang," ujarnya.

Arif mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan saat beraktivitas. Selain itu, masyarakat diharapkan juga menerapkan pola hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan dengan gizi yang berimbang, dan rajin-rajin berolah raga.

"Gunakan masker saat beraktivitas, jaga jarak fisik minimal 2 meter dan rajin-rajin cuci tangan," ucapnya.


Sumber: Diskominfo Kepri


Gubernur Kepri, Isdianto (Foto: Istimewa). 
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Sekretaris Daerah Provinsi Kepri H TS Arif Fadillah mengatakan bahwa dengan keluarnya hasil sample swab yang telah dua kali dinyatakan negatif, Gubernur Provinsi Kepri H Isdianto akhirnya sembuh dari Covid-19.

Hal ini disampaikan Arif yang juga Ketua Harian Tim Gugus Tugas Pengendalian dan Penanganan Covid-19 di Provinsi Kepri di Tanjungpinang,Rabu (12/8) malam kemarin.

"Alhamdulillah, dari hasil Swab yang kami terima dari BTKLPP, pak Gubernur pada malam ini pukul 22.00 wib hasilnya negatif," ungkap Arif, dikutip dari situs Diskominfo Kepri.

Dikatakan Arif, dengan telah dua kali berturut-turut hasil sample swabnya negatif akhirnya Gubernur Provinsi Kepri H Isdianto dinyatakan sembuh dan sudah diperbolehkan beraktifitas kembali.

"Semoga pak Gub dijaga kesehatannya, dan beliau selaku ketua gugus tentunya kembali selalu memberi sosialisasi protokol Covid-19," ungkap Arif kembali

Sebelumnya, Jumat (7/8) lalu spesimen sampel swab Gubernur Isdianto sudah negatif. Setelah negatif dilakukan pengambilan untuk pengecekan pada Selasa (11/8)  dengan hasilnya pun kembali negatif.

Arif juga menyampaikan kondisi terkini Gubernur Provinsi Kepri H Isdianto juga sehat dalam masa karantinanya di Wisma Gedung Daerah Tanjungpinang.

"Sampai Rabu (12/8/2020) sudah lebih dari 14 hari Isdianto mengkarantina diri," ungkap Arif.

Meski melakukan karantina, berbagai koordinasi kegiatan perkantoran juga tetap dilakukan. Arif termasuk yang paling sering melakukan koordinasi pekerjaan melalui telepon dengan Gubernur Isdianto.

Selain itu, dalam beberapa kesempatan Isdianto juga menghadiri vicon dengan berbagai OPD. Termasuk membuka sejumlah acara melalui vicon.

Arif juga menyampakan spesimen ajudan dan walpri gubernur pun sudah negatif kedua kali pada Selasa (11/8) lalu. Sehingga semuanya pun bisa kembali beraktivitas dengan tetap protokol kesehatan.

“Kita berdoa semua yang terpapar virus ini kembali sehat,” kata Arif.

Arif juga mendoakan semua warga Kepri selalu dilimpahi kesehatan. Juga terhindari dari paparan virus ini. Sehingga semuanya kembali bisa beraktivitas dengan adaptasi kebiasaan baru.


(***)


Aksi Demo Warga Kampung Tua Batu Merah di Kantor Wali Kota Batam. 
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Kantor Pemerintahan Kota Batam di demo oleh ratusan warga Kampung Tua Batumerah. Aksi demo warga tersebut, warga meminta kejelasan terkait legalitas Kampung Tua Batumerah yang hingga saat ini sedang berpolemik, Rabu (12/8/2020).

Saat orator, Abdulah Yusuf mengatakan masyarakat meminta Kepala BP Batam sekaligus Walikota Batam, Muhammad Rudi untuk memberikan kejelasan terkait legalitas Kampung Tua Batumerah yang hingga saat ini sedang berpolemik.

"Pemerintah harusnya pro kepada rakyat kecil. Jangan buat rakyat terluntang-lantung hanya demi kepentingan pribadi. Jangan jadikan isu kampung tua sebagai ajang kampanye politik lima tahunan," ujar Abdulah Yusuf Koordinator aksi sekaligus Ketua Aliansi Peduli Kampung Tua Batumerah.

Ia menilai, selama ini masyarakat hanya di maanfaatkan untuk kepentingan politik semata. Bahkan, mereka hanya diberi janji namun hingga saat ini tidak ada realisasi dari pihak pemerintah terkait kejelasan kampung tua yang sudah berjalan puluhan tahun.

Selain meminta kejelasan legalitas kampung tua di Batumerah, kata Abdulah, masyarakat juga menuntut Walikota Batam agar segera mencopot Lurah Batumerah karena telah melakukan pungutan liar terhadap warga sebesar Rp 150 ribu untuk biaya pengukuran lahan.

"Kami minta agar Lurah Batumerah segera dicopot dari jabatannya, karena telah semena-mena melakukan pungutan uang kepada warga," ujarnya.

Abdulah menjelaskan, Warga Batumerah juga meminta kepada Walikota Batam agar segera memerintahkan Lurah dan semua perangkatnya untuk segera mengembalikan uang yang telah dipungut sebagai biaya pengukuran lahan.

Aksi demo dari warga Batumerah ini tidak berlangsung lama, sebab Walikota Batam, Muhammad Rudi keluar dari kantor Pemko Batam menemui para pendemo, untuk mendengarkan aspirasi masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Rudi mengatakan akan menerima serta segera menyelesaikan polemik yang sedang dihadapi Warga Kelurahan Batumerah.

Dihadapan massa pendemo, Rudi juga memerintahkan agar pungutan uang yang dilakukan oleh Lurah dan semua perangkatnya segera dihentikan.

"Saya berjanji, hari ini juga akan saya panggil lurah, pihak RKWB serta para tuan tanah untuk menyetop pungutan uang dan segera memberikan klarifikasi terkait permasalahan tersebut," kata Rudi.

Terkait pungutan uang itu, Rudi pun berdalih tidak mengetahuinya. Ia mengatakan pengkuran lahan yang dilakukan tim atas instruksi darinya.

"Kalau pengukuran lahan, saya yang instruksikan. Tapi soal pungutan uang, saya tidak mengetahuinya," tutupnya.

Hingga berita ini dipublish, massa pendemo masih terus melakukan aksi unjukrasa didepan Kantor Walikota Batam.


Redaksi


Pelepasan Sat Brimob Polda Kepri BKO Polda Papua. 
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Dalam rangka Operasi Pengamanan Daerah Rawan (PAMRAHWAN) Tahun 2020, Polda Kepri mengirimkan 100 Personel Sat Brimob Polda Kepri ke Daerah Banti, Tembagapura, Papua. Upacara pelepasan langsung dipimpin oleh Kapolda Kepri Irjen Pol Dr. Aris Budiman, M.Si., bertempat di Mako Sat Brimob Polda Kepri, Rabu (12/8/20).

Kapolda Kepri Irjen Pol Dr. Aris Budiman mengatakan, ia harapkan rekan-rekan semua dapat melayani negara dan masyarakat dengan baik nantinya disana. Laksanakan tugas dengan tulus mereka yang berada disana adalah saudara-saudara kita semua, sesama anak bangsa,marilah kita bersama menjaga keamanan dan keselamatan rakyat kita dengan melawan tindakan dari pelaku kriminal.

Selain itu, Kapolda Kepri juga mengingatkan kepada personel yang bertugas untuk memahami nilai dan budaya masyarakat setempat, "Jalani tugas dengan memberikan pelayanan yang baik dan tulus, saya harapkan semua yang berangkat dapat kembali lagi tanpa ada kekurangan apapun nantinya.

"Penugasan personel ini selama 6 bulan kedepan dan tugas yang akan dijalani nantinya sebagaimana amanat bapak Kapolda, nantinya para personel ini bertugas melayani masyarakat dan Negara di wilayah Papua, tentunya hal ini akan membantu dalam rangka menjaga keamanan objek vital dan membantu kesulitan-kesulitan saudara kita yang berada di Papua," kata Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S.

"Sebelum diberangkatkan seluruh personel menjalani pelatihan-pelatihan dalam pelaksanaan tugas yang akan dihadapi nantinya dan dilakukan juga pemeriksaan kesehatan," ujarnya kembali.

Hadir dalam upacara Pelepasan tersebut Irwasda Polda Kepri, Pejabat Utama Polda Kepri, 100 Personel BKO dan Personel Sat Brimob Polda Kepri.

Humas Polda Kepri


Foto: Istimewa. 
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Gubernur Kepri, H. Isdianto memerintahkan RSUD Raja Ahmad Thabib segera membuka layanan IGD dan ICU. Pembukaan segera ini merupakan komitmen daerah untuk memberi layanan kesehatan terbaik baik masyarakat.

“Segera buka. Saya sudah telepon Plt Dirutnya udah segera dibuka. Layanan kesehatan yang utama tentu dengan tetap menjalankan disiplin protokol kesehatan yang ketat,” kata Isdianto, di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Selasa (11/8).

Pembukaan layanan ini dilakukan karena 100 tenaga medis di RSUP RAT sudah diambil sampel swabnya. Hasilnya sudah diketahui Selasa ini.

Agar layanan kesehatan tetap jalan, Gubernur juga telah memerintahkan Dirut RS RAT untuk mengatur penugasan Petugas medis. Sehingga tidak dilakukan penutupan total lagi.

Sejak 8 Agustus lalu, RAT melakukan penutupan layanan di IGD dan ICU. Semua itu dalam upaya pemutusan mata rantai sebaran covid19. Karena itu, Gubernur minta layanan itu segera dibuka kembali.

Perintah pembukaan ini, karena Isdianto tak ingin layanan di IGD dan ICU terganggu. Apalagi ada peristiwa kebakaran di RSUD Tanjungpinang. Isdianto pun minta Plt. Kadinkes Tjetjep Yudiana berkoordinasi tentang layanan di sana.

“Alhamdulillah sudah dicek ke RSUD Tanjungpinang, layanan IGD dan ICU tetap berjalan seperti biasa,” kata Isdianto.

Isdianto berterima kasih karena IGD dan ICU RSAL Midiyanto juga membuka layanannya mulai Sabtu (12/8) ini. Gubernur pun sudah berkoordinasi dengan Kepala RSAL Tanjungpinang.

“Jadi pelayanan kesehatan kepada masyarakat sudah kembali normal,” kata Isdianto.

Sumber: Humas Kepri


Foto: Istimewa. 
BINTAN KEPRIAKTUAL.COM: Dinas Kesehatan Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau menyatakan Bupati Apri Sujadi dan keluarganya tidak tertular COVID-19 berdasarkan hasil tes usap dengan metode PCR Laboraturum Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit Batam.

Kepala Dinkes Bintan Gama AF Isnaeni, di Bintan, Senin, mengatakan, Apri beserta istri dan tiga anaknya negatif COVID-19 setelah dilakukan tes usap (swab) sebanyak dua kali berturut-turut.

"Hasil swab dua kali berturut-turut Pak Apri dan anggota keluarnya tidak tertular COVID-19 dari In, sopirnya," katanya, dikutip dari situs Diskominfo Kepri, Selasa (11/8-2020).

Apri dan anggota keluarganya tidak perlu lagi menjalani karantina mandiri karena sudah sembuh. Apri pun sejak kemarin sudah mengikuti sejumlah kegiatan.

Gama mengemukakan In menularkan COVID-19 kepada salah seorang honorer Pemkab Bintan berdasarkan hasil penelusuran tenaga kesehatan. Kondisi In maupun seorang honorer Pemkab Bintan itu, baik.

"Mereka dalam kondisi baik, dan saat ini dalam masa penyembuhan. Mudah-mudahan segera pulih," ucapnya.

Sebelumnya, Apri mengatakan dirinya dan keluarga dalam kondisi baik sejak pertama kali tes usap. Namun mereka tetap menjalani karantina mandiri.

Setelah dinyatakan sembuh, Apri baru melaksanakan kegiatan di luar rumah. Namun ia tetap menerapkan protokol kesehatan.

"Saya sudah turun ke lapangan, namun tetap harus menaati protokol kesehatan," ucap Apri.

Ia juga mengimbau seluruh warga Bintan untuk menjaga kesehatan, dan menerapkan protokol kesehatan saat beraktivitas.

"Warga Bintan merupakan garda terdepan dalam memutus rantai penularan COVID-19," katanya.


(***)


Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Disduk Capil Provinsi Kepri Sardison. (Foto: Istimewa).
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Pemerintah Provinsi Kepri melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Disduk Capil Provinsi Kepri mengatakan Pandemi Covid-19 di Provinsi Kepri ternyata berdampak pada menurunnya alokasi dana desa tahun 2020 sebesar 1,09 persen.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Disduk Capil Provinsi Kepri Sardison di Tanjungpinang, Senin (10/8).

Dikatakan Sardison, pasca pandemi Covid-19 ini alokasi dana desa di Provinsi Kepri juga ikut terkena refocusing anggaran sebesar Rp 2,97 Miliar.

"Atau menurun sekitar 1,09 persen dari alokasi dana desa sebelumnya yang mencapai Rp273.346.665.000, kini alokasi dana desa hanya sekitar Rp270.374.740.000," ungkap Sardison, dikutip dari situs Diskominfo Kepri.

Sardison mengatakan bahwa alokasi dana desa di Provinsi Kepri tahun 2020 ini diberikan kepada 275 desa yang ada di Provinsi Kepri.

"Saat ini sudah kita salurkan sekitar Rp234 miliar, ungkap Sardison.

Dikatakan Sardison,  untuk penyaluran tahap satu sudah tuntas dilakukan. Adapuan realiasasi anggaran tahap satu adalah sebesar Rp133.079.757.600 yang disebar ke 275 desa yang ada di lima Kabupaten di Provinsi Kepri.

“Sedangkan untuk tahap dua sampai 4 Agustus 2020 lalu realisasinya adalah sebesar Rp101.003.841.000 ,” jelas Sardison.

Sardison mengungkapkan dari 275 desa yang menjadi target penerimaan dana desa,saat ini yang sudah sampai ke 258 desa yang ada di Kepri.

"Melihat dari jumlah tersebut masih ada 17 desa yang belum menerima dana desa ini," tegas Sardison.


(***)


Sekelompok ibu-ibu warga Desa Air Glubi, Kabupaten Bintan, bersama bersama teh herbal yang bahan utamanya rumput ilalang (imperata cylindrica). (Foto: Istimewa). 
BINTAN KEPRIAKTUAL.COM: Warga Desa Air Glubi, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau berhasil mengembangkan usaha teh herbal yang bahan utamanya rumput ilalang (imperata cylindrica).

Bupati Bintan Apri Sujadi, di Bintan, Senin (10/8-2020) memberi apresiasi terhadap usaha kreatif dari seorang ibu yang tinggal di Desa Air Glubi itu. Pemanfaatan rumput ilalang untuk usaha kecil menengah merupakan anugerah dalam penguatan ekonomi keluarga, terutama di masa pandemi COVID-19.

"Ketika ilalang dianggap merusak pemandangan, dan mengganggu tanaman lainnya, ternyata rumput liar ini bermanfaat untuk kesehatan yang berhasil diproduksi warga. Ini luar biasa," ucapnya, dikutip dari situs Diskominfo Kepri, Selasa (11/8-2020).

Apri yakin usaha rumahan ini akan semakin berkembang sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan sejumlah keluarga setempat. Peminat teh herbal ini juga semakin banyak, tidak hanya dikonsumsi warga Bintan, melainkan daerah lainnya.

Pemkab Bintan mendukung usaha yang digeluti oleh warga Desa Air Glubi ini. Bentuk dukungan yang diberikan antara lain memberi pembinaan mulai dari aspek kesehatan, kemasan hingga pemasaran.

"Kami mendukung penuh usaha ini. Kami yakin usaha ini berkembang pesat," katanya.

Ilalang mengandung zat aktif yang bersifat anti piretik, diuretik, dan hemostatik. Ini yang membuatnya berkhasiat bagi kesehatan. Teh herbal ini juga dicampur dengan bahan herbal lainnya seperti kunyit dan kayu manis bermanfaat untuk obat panas dalam mencegah keputihan, obat darah tinggi, membantu mengatasi kencing manis, bantu redakan mimisan, bantu obati asma, mengatasi susah buang air kecil, dan membantu menjaga kesehatan jantung.

"Kami sekeluarga mengonsumsi teh ini. Segar dan bermanfaat," katanya.


(***)


PDI Perjuangan Umumkan Calon Pilkada Serentak Tahun 2020.
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Lewat vidio telkomfrence, PDI Perjuangan mengumumkan calon kandidat Pemilihan Kepala Daerah gelombang ke-III, dalam Pilkada serentak tahun 2020 yang akan dilaksanakan pada 9 Desember 2020. Dimana sebelumnya PDI-P telah melakukan pengumuman pertama 19 Februari dan 17 Juli 2020, Selasa (11/8-2020).

Ketua Umum Megawati Soekarnoputri dan Ketua DPP bidang politik Puan Maharani mengumumkan langsung calon kandidat Pilkada tahun 2020.

Kata Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto, pengumuman calon kepala daerah tahap III ini merupakan bagian dari komitmen partai dalam menyiapkan calon pemimpin terbaik untuk rakyat dalam pilkada serentak 2020.

"Ibu Megawati Soekarnoputri akan memberikan arahan berkaitan dengan tugas dan tanggung jawab pemimpin. Sementara Mbak Puan akan membacakan rekomendasi pasangan calon tersebut," kata Hasto dalam keterangannya.

Calon Pilkada Batam Lukita Dinarsyah Tuwo dan Abdul Basyid dan Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Batam, Nuryanto. 
Sebagai komitmen pada protokol pencegahan Covid-19, PDIP tetap melakukan pengumuman melalui telekonferensi. Dan pasangan calon akan mengikuti pengumuman dari kantor DPC maupun DPD di wilayahnya masing-masing.

"Pilkada bagi PDI Perjuangan adalah momentum konsolidasi partai. Maka kali ini, kami akan mengumumkan 75 paslon Kabupaten/Kota. Sebab angka 75 bertepatan dengan semangat menggelorakan HUT Kemerdekaan RI ke-75 tahun," kata Hasto.

Kandidat calon Pilkada serentak tahun 2020 di Kepri, yang diusung PDI Perjuangan. Untuk Pilkada Kota Batam diusung pasangan Lukita Dinarsyah Tuwo dan Abdul Basyid. Selain itu, PDI Perjuangan juga menetapkan sekaligus mengusung nama paslon di wilayah Kabupaten Bintan, Natuna, Anambas, Bintan, dan Lingga.

Kemudian, Kabupaten Kepulauan Anambas, PDI Perjuangan mengusung pasangan calon Abdul Haris-Wan Suhendra, di Kabupaten Natuna mengusung paslon Wan Siswandi-Rodial Huda.

Paslon Kabupaten Bintan usung Apri Sujadi-Robby Kurniawan, dan di Kabupaten Lingga, PDI Perjuangan menjagokan pasangan Riky Solihin dan Raja Supri.

Dan untuk sementara PDI Perjuangan belum mengumumkan pasangan calon yang akan diusung untuk Pilkada Provinsi Kepri. Sekadar diketahui, nama bakal Pasangan Calon Soerya Respationo dan Iman Sutiawan digadang-gadang maju di Pilkada Kepri 2020.


Alfred


Sekda Kepri (Foto: Istimewa). 
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Berita baik untuk seluruh masyarakat Kepri disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Kepri H TS Arif Fadillah terkait kondisi terkini Gubernur Provinsi Kepri H Isdianto yang dikonfirmasi positif Covid-19 beberapa waktu lalu.

Arif mengatakan bahwa hasil tes Swab PCR Gubernur Provinsi Kepri H Isdianto pada Jum'at (7/8) kemarin dinyatakan negatif.

Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Kepri H TS Arif Fadillah melalui pesan singkatnya,Senin (10/8).

"Alhamdulillah,hal Swab tahap pertama pak Gubernur Sabtu kemarin dinyatakan negatif, mudah-mudahan tahap berikutnya juga menyatakan negatif lagi," ujar Arif dalam pesan singkatnya.

Arif juga meminta doa dari masyarakat Provinsi Kepri, agar Gubernur Provinsi Kepri H Isdianto dapat diberikan kesembuhan dan dapat beraktifitas dan menjalani pemerintahan seperti sedia kala.

"Semoga hasil berikutnya negatif, dan dapat beraktifitas kembali," ujar Arif.

Tak hanya itu, Arif juga mengatakan saat ini Gubernur Provinsi Kepri H Isdianto sedang menjalani karantina mandiri di kediaman resminya di Gedung Daerah Tanjungpinang sambil menunggu hasil pemeriksaan Swab selanjutnya.

"Jika Swab berikutnya kembali dinyatakan negatif dan sembuh, barulah pak Gubernur dapat beraktivitas kembali," tegas Arif Fadillah kembali.

Sumber: Diskominfo Kepri


Gubernur Kepri, Isdianto (Foto: Istimewa). 
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Gubernur Kepri, H. Isdianto mengirimkan ucapan selamat Hari Kemerdekaan Singapura kepada Konsulat Jendral Singapura di Batam. Dalam surat itu, juga disampai harapan-harapan ke depan untuk membuat dua wilayah bertetangga ini semakin maju.

“Selamat Hari Kemerdekaan Singapura yang ke-55 Tahun 2020. Semoga kerjasama antara Pemerintah Singapura dengan Pemerintah Indonesia, khususnya Provinsi Kepulauan Riau yang sudah terjalin dengan Baik akan semakin ditingkatkan di masa yang akan datang,” demikian Isdianto dalam surat itu.

Isdianto juga berterima kasih kepada Pemerintah Singapura atas bantuan dalam penanganan Covid-19 di Kepri. Ketika pandemi ini mulai mewabah, berbagai bantuan terus diberikan Singapura kepada Kepri. Mulai dari PCR, hand sanitizer, masker dan banyak lagi.

“Bantuan-bantuan itu sangat berarti bagi Kepri dalam menanggulangi dan memutuskan mata rantai sebaran covid19,” kata Isdianto.

Isdianto berharap pandemi ini segera berakhir. Dengan demikian berbagai kegiatan pariwisata semakin bisa dilakukan.

Dalam era adaptasi kebiasaan baru, Isdianto berharap pelan-pelan pintu kepariwisataan mulai terbuka. Sehingga, baik warga Singapura maupun masyarakat Kepri bisa saling berkunjung. Baik untuk silaturahmi maupun kegiatan kepariwisataan.

Selain itu, Isdianto juga berharap kerjasama industri semakin meningkat pada tahun-tahun mendatang. Saat ini, investasi dari Singapura cukup besar di berbagai kawasan di Kepri, baik Batam, Bintan maupun Karimun.

Sumber: Humas Kepri


Sekda Kepri, Arif Fadillah (Foto: Istimewa). 
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Sekda Prov. Kepri, H. T. S. Arif Fadillah mengatakan Pemprov Kepri memperpanjang masa kerja dari rumah untuk sepekan ke depan. Sementara, 25 persen pegawai tetap masuk dan di atur piketnya oleh pimpinan OPD masing-masing. Semua dalam upaya memutuskan mata rantai sebaran pandemi covid19.

“Kita perpanjanglah masa WFH (work from home) seminggu ke depan. Tentu jangan menganggu layanan dasar kepada masyarakat. Karena itu 25 persen pegawai masih kerja di kantor dengan sistem piket,” kata Arif di Tanjungpinang, Ahad (9/8).

Arif mengatakan, hal ini sebagai langkah pencegahan dan pengendalian pandemi covid19. Arif mengingatkan bahwa WFH itu para pegawai benar-benar beraktivitas dari rumah, bukan di kedai kopi.

Pada kesempatan itu Arif juga menyampaikan rasa syukurnya karena sampel swab yang negatif sudah semakin banyak yang keluar. Sampai Sabtu (8/8) petang, sudah keluar 866 spesimen sampel swab yang negatif.

“Alhamdulillah. Semoga yang masih dalam proses pemerikaaan hasilnya negatif,” harap Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 ini.

Spesimen sampel negatif itu didapat dari 1.048 sampel yang diambil sejak 28 Juli 2020. Sampai saat ini, Satgas terus melakukan tracking. Arif pun bersyukur karena pejabat eselon 2 juga terkonfirmasi negatif hasil sampel swabnya.

Arif kembali mengingatkan semua pihak untuk disiplin dengan protokol kesehatan. Semua harus menggunakan masker, menjaga jarak dan rajin mencuci tangan dengan sabun. Menurut Arif, virus ini belum ditemukan vaksin dan obatnya. Karena itu semua berperan untuk mencegah dan memutuskan mata rantai sebarannya.

“Disiplin kita terhadap protokol kesehatan sangat penting untuk pecegahan,” kata Arif.

Sumber: Humas Kepri


Coffe Morning Awak Media Dengan Sekwan DPRD Kota Batam.

BATAM KEPRIAKTUAL.COM:
Seketaris Dewan (Sekwan) DPRD Kota Batam mewacanakan pembangunan titik kumpul bagi wartawan yang bertugas melakukan peliputan kegiatan dilingkungan DPRD kota Batam. Titik kumpul ini tidak lain sebagai tempat kerja wartawan, saat membuat berita hasil liputan, sehingga informasi yang disampaikan bisa dengan cepat sampai ke masyarakat.

Demikian yang disampaikan Sekwan DPRD Kota Batam, Asril S.Sos, kepada awak media dalam acara Coffe Morning pada, Selasa (4/8/2020) di Batam Centre.

Dia mengatakan, ide penambahan titik kumpul ini merupakan usulan dari para wartawan yang ngepos di DPRD kota Batam. Selama ini hanya ada satu titik kumpul wartawan, yaitu berada disebuah ruangan di lantai satu gedung DPRD kota Batam. Ruangan yang sering disebut sebagai komisi lima ini adalah sebagai titik kumpul bagi wartawan untuk membuat berita hasil liputannya.

“Ruangan ini kapasitasnya hanya bisa memuat 10 orang. Jadi ada usulan dari rekan-rekan wartawan untuk menambah ruangan lagi,” ujar, Asril.

Namun menurutnya, di gedung DPRD kota Batam sudah tidak ada lagi ruang kosong. Jadi alternatifnya diwacanakan pembangunan titik kumpulnya berada diruang terbuka, yaitu dihalaman samping gedung DPRD kota Batam.

“Bentuknya nanti seperti gazebo gitu. Lokasinya berada di taman dekat mushola dewan,” ungkap Asril.

Asri, juga berharap agar apapun usulan dan masukan serta kritikan dari wartawan yang bertugas di lingkungan DPRD kota Batam, agar disampaikan kepada, Waldi, yang merupakan tenaga ahli di sekretariatan. Dan dialah yang menginformasikan segala kegiatan anggota DPRD kota Batam kepada wartawan yang ngepos di lingkungan dewan.

“Kami akan terus mempererat jalinan silahturahmi bersama awak media. Apa saja kekurangan kami agar diberitahukan ke saya atau staff DPRD kami,” tutup Asril.

Sementara itu, Kabag Umum Sekwan DPRD kota Batam, Rukun SE, kepada media24jam.com menyampaikan, nantinya ada dua lokasi titik kumpul wartawan untuk membuat berita hasil liputannya. Satu ada di dalam gedung, dan satunya lagi berada di luar gedung.

“Saya selalu melihat rekan-rekan wartawan membuat berita hasil liputannya di tangga depan gedung DPRD. Itu karena diruangan kerja mereka yang didalam sudah penuh. Jadi dengan adanya wacana pembangunan titik kumpul yang baru diharapkan tidak ada lagi wartawan yang duduk di tangga mengerjakan berita hasil liputannya,” ujar Rukun.

Kepada media ini, dia juga mengatakan akan ada penambahan lapangan parkir kendaraan khusus wartawan dihalaman DPRD. Lapangan parkir khusus sepeda motor saat ini hanya satu lokasi, itupun tidak cukup digunakan oleh kendaraan para karyawan/i di lingkungan DPRD kota Batam. Jadi perlu ada penambahan lapangan parkir khusus sepeda motor, berada di didekat mushola. Lapangan parkir yang dibangun nantinya juga memiliki kanopi untuk menghadang panas dan hujan.

“Harapan kami tidak ada lagi kendaraan sepeda motor yang terparkir di depan gedung DPRD kota Batam. Kami akan segera melakukan penataan agar sepeda motor yang terparkir tidakl menghalangi laju kendaraan yang akan keluar dari halaman DPRD kota Batam,” tutup Rukun.

Redaksi


Konfrence Pers Polda Kepri. 
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Menanggapi pemberitaan di Media Sosial tentang seseorang yang mengikuti seleksi penerimaan calon Taruna Akpol Tahun 2020 yang merasa digagalkan karena terkonfirmasi Positif Covid -19. Terkait berita yang sempat viral dan simpang siur tersebut Polda Kepri menggelar Konferensi Pers di Media Center Polda Kepri.

Acara tersebut dihadiri oleh Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S., S.IK., M.Si., Kabid Dokkes Polda Kepri dr. Muhammad Haris, Ketua BTKL PP Kota Batam Budi Santosa SKM.M.K.K.K, Pengawas Eksternal dari LSM FKPM, Dimas, dan para panitia Penerimaan Calon Taruna Akpol Tahun 2020, Sabtu (8/8/20).

"Beberapa hari ini ramai diperbincangkan di Media Sosial terkait dengan adanya peserta seleksi pada penerimaan calon Taruna Akpol Tahun 2020 yang tidak diberangkatkan ke tingkat Panitia Pusat dikarenakan terkonfirmasi Positif Covid -19, berdasarkan hasil Swab PCR Test yang dilakukan oleh BTKL PP Kota Batam, untuk itu pada kesempatan ini kita akan mendengarkan secara teknis dan ilmiah dari BTKL PP sehingga hal ini dapat menjadi dasar untuk bisa dipahami oleh masyarakat termasuk juga penyampaian dari Pengawas Eksternal yang menyaksikan selama proses rekrutmen berlangsung," ucap Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S.

Kemudian kita menerima sampel Swab PCR Test pada Rabu tanggal 29 Juli 2020 sebanyak 43 Sampel dan Sampel yang kami terima dari Rumah Sakit Bhayangkara tersebut kami lakukan pemeriksaan. Disetiap sampel tersebut telah dilengkapi dengan data peserta dan foto copy KTP nya di tiap-tiap Sampel. Kemudian Sampel tersebut dilakukan pemeriksaan melalui PCR di Laboratorium BTKL PP Kota Batam pada hari yang sama. Kemudian Pada tanggal 30 Juli 2020 hasil telah keluar dan di Publish serta dikirim pada tanggal 31 Juli 2020.

"Pada pemeriksaan sampel di Laboratorium telah dilakukan registrasi dan proses pembongkaran specimen, pemberiaan ID dan Label berdasarkan nomor Laboratorium. Setelah semua proses berjalan kita mendapatkan hasil yang mana saja negatif dan positif serta kita berikan tanda dan kemudian di kroscek kembali dengan nomor id pada label sampel. Dari semua proses tersebut maka keluarlah hasil validasi yang kemudian kita masukkan kedalam system kita yang kemudian di Publish kebagian tim publish," jelas Ibu Ida petugas pada Laboratorium BTKL PP Kota Batam.

Selanjutnya, kata Ketua BTKL PP Kota Batam Budi Santosa, pemeriksaan yang dilakukan ini berdasarkan dari Surat Keputusan Kementerian Kesehatan, didalam SK tersebut telah ditentukan Laboratorium mana saja yang dapat melakukan pemeriksaan Swab test dan kita dari BTKL PP Kota Batam.

"Yang ditunjuk untuk melakukan pemriksaan hasil Swab tersebut pada wilayah Provinsi Kepri dan kita juga telah masuk didalam standard serta mempunyai kualifikasi secara nasional, perlu diketahui tidak semua Laboratorium yang masuk kedalam kategori ini," jelas Ketua BTKL PP Kota Batam Budi Santosa SKM.

Selanjutnya pengawas Eksternal dari LSM FKPM, Dimas mengatakan, selama proses rekrutmen seleksi penerimaan calon Taruna Akpol Tahun 2020 berlangsung, kami dari pengawas Eksternal yang notabene orang luar dari institusi Polri melihat bahwa selama proses ini berjalan dengan Transparan dan Humanis.

"Saya melihat langsung kedalam proses ini, dari bahan ujian sampai dengan hasil ujian yang dikerjakan oleh peserta seleksi hasil nya akan dikeluarkan pada hari yang sama dan langsung dsaksikan oleh para peserta. Setiap proses seleksi dilakukan perekaman jadi saya menilai disini tidak ada cela untuk kecurangan dapat terjadi. Termasuk juga pada saat hasil test Swab keluar, kami bersama-sama datang untuk menjemput hasil dan bersama-sama juga mengantar serta menyerahkan hasil Swab test kepada masing-masing peserta seleksi," jelas Dimas.

Ditambahkan Lab BTKL PP telah melakukan Pemeriksaan Sampel Untuk kasus Covid-19 ini hampir 12.000 Sampel dan masa inkubasinya Covid-19 ini adalah 1 sampai dengan 14 hari kedepannya, jadi kemungkinan hasilnya dapat berubah atau pun tidak itu bisa saja terjadi, karena hal ini berkaitan dengan daya tahan tubuh seseorang selama masa inkubasi tersebut.

"Pemeriksaan dengan menggunakan alat yang berbeda, tentunya akan menunjukkan hasilnya berbeda pula, seharusnya apabila ada keraguan pada calon peserta seleksi tersebut dapat memeriksakan dirinya kembali ke Lab Kami," jelas Ketua BTKL PP Kota Batam Budi Santosa.

Humas Polda Kepri


(Foto: Istimewa).
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Sebanyak 270 orang yang diambil sampel usap (swab) pada 1 Agustus 2020, yang masuk dalam Klaster Pemprov Kepulauan Riau, dinyatakan negatif COVID-19 berdasarkan tes usap (swab) dari Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit Batam.

"Alhamdulillah, hasilnya negatif," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kepri Tjetjep Yudiana, di Tanjungpinang, Kamis (6/8-2020).

Ia menjelaskan jumlah pasien COVID-19 dalam Klaster Pemprov Kepri hingga hari mencapai 18 orang, sebanyak 16 orang di antaranya di Tanjungpinang, dan sisanya di Batam.

Berdasarkan hasil penelusuran, rata-rata pasien tertular COVID-19 bukan dari Gubernur Isdianto, melainkan protokol.

"Ada dua orang positif COVID-19 dalam klaster ini tinggal di Batam," ucapnya.

Ia tidak membantah ada beberapa pasien COVID-19 dalam satu keluarga.

"Kami berharap jumlah pasien dapat ditekan," tuturnya.

Tjetjep mengemukakan data hasil pemeriksaan swab yang dirilis Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit Batam belum mencapai 50 persen. Jumlah orang-orang yang kontak erat dengan Gubernur Kepri Isdianto dan sejumlah staf protokol, yang sudah diambil swab sekitar seribu orang.

Ia menegaskan Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit Batam tidak dapat diintervensi oleh Pemprov Kepri agar segera mengeluarkan hasil pemeriksaan PCR. Namun Pemprov Kepri telah membantu lembaga di bawah Kemenkes itu untuk mempercepat hasil pemeriksaan.

"Kami masih menunggu hasil pemeriksaan swab selanjutnya. Kami mohon bersabar," katanya.


(***)


Sekda Kepri,  Arif Fadilah (Foto: Istimewa). 
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Sekda Prov. Kepri, H. T. S. Arif Fadillah terus bersyukur mendapat laporan baik tentang sample swab. Ratusan sampel dari Tanjungpinang dan Batam yang diterimanya dalam status negatif. Mereka di antaranya tokoh masyarakat, dan pegawai di lingkungan Pemprov Kepri.

“Alhamdulillah, pendataan semakin rapi. Hari ini ada 245 masyarakat Kepri yang sampel swabnya negatif. Kita harap hasil selanjutnya semuanya negatif,” kata Arif Fadillah, di Kantor Gubernur Dompak, Tanjungpinang, Kamis (6/8).

Arif mendapat mendapat pemeriksaan RT-PCR oleh BTKL PP Kelas I Batam terhadap sampel swab yang diambil dari tanggal 30 Juli hingga 1 Agustus 2020. Hasil ke-245 pemeriksaan itu negatif.

Arif yakin pendataan semakin cepat karena saat ini pengecekan sampel juga dilakukan di RSKI Galang. Sehingga, Arif berharap hasil sampel swab bisa diketahui semua secepatnya.

“Terima kasih  kepada BTLKPP Batam dan RSKI Galang yang membantu mempercepat pemeriksaan sampel swab,” kata Arif.

Sejak 30 Juli hingga awal Agustus ratusan sampel masyarakat Kepri diambil terkait walpri Gubernur Kepri, DPS yabg terkonfirmasi positif covid19. Beberapa masyarakat yang diambil sampelnya secata pribadi memang sudah mendapat informasi. Namun dengan hasil yang terdapat rapi, Arif mengatakan hal ini mempermudah koordinasi dan memberikan informasi.

Dalam data 245 nama itu, sejumlah nama tokoh masyarakat juga dilaporkan. Demikian juga nama beberapa pejabat eselon dua serta sejumlah pegawai. Saat ini Arif yang juga Ketua Harian Gugus Tugas terus berkoordinasi dengan BTKLPP Batam dan RSKI Sekupang.

Pada kesempatan itu, Arif mengajan masyarakat untuk terus disiplin dengan protokol kesehatan. Seperti tetap menggunakan masker, menjaga jarak dan rajin mencuci tangan dengan sabun.

Arif pun menambahkan saat ini memang masih ada pegawai yanh kerja di rumah dan di kantor. Meski begitu, pelayanan kepada masyarakat harus tetap yang utama.

Kesembuhan 245 masyarakat Kepri ini menjadi kabar gembira buat Arif setelah kemarin mendapat infomasi kesembuhan warga Kepri di Jakarta. Saat itu, 50 masyarakat Kepri di Jakarta sudah mendapat hasil desb, yang semua hasilnya negatif.


Sumber: Humas Kepri


Konfrensi Pers Dit Resnarkoba Polda Kepri. 
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Satu pucuk senjata api jenis Revolver caliber 38 dan 1.091 gram narkotika jenis sabu berhasil diamankan oleh Ditresnarkoba Polda Kepri. Hal ini disampaikan oleh Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S., S.IK., M.Si., didampingi oleh Dirresnarkoba Polda Kepri Kombes Pol Muji Supriadi, SH, S.Ik., MH., dan Wadir Reskrimum Polda kepri AKBP Ruslan Abdul Rasyid, S.Ik., M.H. di Media Center Bid Humas Polda Kepri, Kamis (6/8/20).

Pada Rabu tanggal 5 Agustus 2020, jam 20.00 wib  Tim Opsnal Ditresnarkoba Polda Kepri mendapatkan informasi tentang beredarnya Narkotika jenis sabu di wilayah Batu Aji, Kota Batam. Setelah mendapatkan Informasi tersebut Tim langsung bergerak ke lokasi, saat berada dilokasi tersebut tim berhasil mengamankan dua orang pelaku dengan Inisial AK dan H yang diduga sebagai Pelaku pengedar Narkotika jenis sabu.

"Saat dilakukan penangkapan Inisial AK melakukan perlawanan terhadap Tim Opsnal dengan mengeluarkan sepucuk senjata api revolver caliber 38 dan mengarahkan senpi ini kepada anggota, anggota dengan cepat melakukan penyergapan lalu terjadi pergumulan dan anggota berhasil mengamankan sehingga yang bersangkutan tidak sempat menembakan senjata api yang ia miliki" jelas Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S.

Lanjutnya, bersamaan dengan itu, kemudian tim melakukan penggeledahan terhadap tersangka berinisial H, pada diri tersangka inisial H ditemukan dua bungkus barang yang diduga Narkotika jenis sabu dan senjata tajam jenis Badik. Kemudian Diketahui bahwa Narkotika jenis sabu tersebut adalah sejenis Tawas dan dari hasil pemeriksaan terhadap inisial AK ditemukan kartu identitas dari salah satu institusi Negara yang diduga kartu identitas tersebut palsu kemudian kedua orang tersangka ini dibawa ke Polda Kepri untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

"Atas kepemilikkan senjata api oleh inisial AK ini telah dilakukan koordinasi dengan Dit Reskrimum Polda Kepri untuk dilakukan nya Ivestigasi dan tindak lanjutnya diserahkan kepada Ditreskrimum Polda Kepri," ucapnya.

Kemudian, tidak berhenti sampai disitu, selanjutnya tim Opsnal Ditresnarkoba Polda Kepri yang dipimpin oleh Dirresnarkoba Polda Kepri Kombes Pol Muji Supriadi, SH, S.Ik., MH., melakukan pengungkapan terhadap kepemilikkan dan peredaran Narkotika jenis sabu.

"Tempat kejadian perkara berada diwilayah Sekupang, Kota Batam tim berhasil mengamankan 1.091 gram Narkotika jenis sabu dari 5 orang tersangka inisial SB, AQ, N, AA dan SI. Dari barang bukti tersebut benar bahwa itu adalah narkotika jenis sabu dan sudah dilakukan pemeriksaan dari Labfor Cabang Pekanbaru," jelasnya.

"Kita prihatin dengan maraknya peredaran dan penyalahgunaan Narkotika diwilayah Kepulauan Riau dan lebih membahayakan lagi para tersangka ini melengkapi dirinya dengan senjata api, bersyukur dari tim Opsnal kami cukup professional dalam mengamankan pelaku sehingga tidak ada petugas yang terluka," imbuhnya kembali.

Selanjutnya, tersangka yang kita amankan di wilayah Sekupang ini modusnya adalah dengan memasukkan Narkotika tersebut kedalam Anus nya dan Narkotika jenis sabu tersebut akan dikirim ke Lombok Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat dengan menggunakan Kapal Barang dan para tersangka lima orang ini kita lakukan penangkapan di Pelabuhan Beton Tanjung Riau Kecamatan Sekupang, Kota Batam.

"Setiap orangnya memasukan dua paket narkotika jenis sabu kedalam anusnya. Dan untuk modus tersangka pengguna senjata api adalah tersangka ini sengaja melakukan perampokkan terhadap tim Opsnal kami dengan menawarkan Narkotika jenis sabu yang diketahui adalah Tawas, Saat kita menyerahkan uang tersangka langsung menodongkan senjata apinya," jelas Dirresnarkoba Polda Kepri Kombes Pol Muji Supriadi, SH, S.Ik., MH.

"Untuk tersangka yang memiliki Narkotika jenis sabu dikenakan Pasal 114 ayat (2) dan pasal 112 ayat (2) Jo pasal 132 ayat (10 Undang-undang Republik Indonesia nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman Mati/Pidana Seumur Hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun penjara dan untuk tersangka pengguna senjata api akan terus kita lakukan pemeriksaan dan pendalaman untuk penerapan Pasalnya," tutup Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S., S.IK., M.Si.


Humas Polda Kepri



Sekwan DPRD Batam Saat Ditahan Dan Langsung Dibawa Menggunakan Mobil Tahanan Kejari Batam. 
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam tetapkan Sekretaris Dewan (Sekwan) AL sebagai tersangka kasus dugaan korupsi kegiatan belanja "Konsumsi" atau makanan di pos pimpinan DPRD Kota Batam tahun anggaran 2017, 2018 dan 2019, dengan kerugian Negara Rp 2,1 Miliar lebih.

Tersangka AL langsung ditahan dengan menggunakan baju tahanan warna merah masuk kedalam mobil tahanan untuk dibawa ke Rutan Tipikor Tanjungpinang, dan dikawal oleh personil Polisi dan Kejaksaan Negeri Batam.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Batam, Dedie Tri Hariyadi mengatakan, bahwa tim penyidikan Kejaksaan Negeri Batam telah menemukan adanya kerugian negara yang ditemukan dari pos anggaran konsumsi  pimpinan DPRD Batam. Hal itu ditemukan, dari awal penyelidikan bahwa ada perbuatan melawan hukum.

"Dari keterangan para saksi dan Perhitungan Kerugian Negara (PKN) BPKP Kepulauan Riau sebesar Rp2.160.402.160 miliar. Jumlah ini semua berasal dari anggaran Konsumsi tahun 2017-2018 -2019 pimpinan DPRD Batam. Tambah lagi catatan yang menyatakan fiktif," ujar Dedie Tri Hariyadi, Kamis (6/8-2020).

Lanjutnya, penetapan tersangka untuk saat ini masih tersangka AL yang ditetapkan. Kejari Batam masih menunggu hasil persidangan nanti.

Ditambahkan Kasi Pidsus Kejari Batam, Hendarsyah, tersangka AL merupakan Pengguna Anggaran (PA) DPRD Kota Batam. "AL adalah PA nya," kata Hendarsyah.


Alfred


Pemusnahan Barang Bukti Oleh Kejari Batam. 
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Barang bukti hasil kejahatan, seniliai miliaran Rupiah dimusnahkan Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam di PT Desa Air Cargo, Kabil, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, Rabu (5/8/2020).

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Batam, Dedie Tri Hariyadi mengatakan pemusnahan barang bukti ini merupakan hasil dari putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap (Inchrat).

"Barang bukti yang dimusnahkan hari ini merupakan pengungkapan dari berbagai macam kasus yang telah memiliki kekuatan hukum tetap (inchra) setelah putusan dari Pengadilan," kata Dedie disela-sela acara pemusnahan.

Didie merincikan, barang bukti yang dimusnahkan terdiri dari, Pangan ilegal sebanyak 8.527 pcs dari terpidana Supandi. Sementara narkotika yang dimusnahkan terdiri dari sabu-sabu seberat 5.780,023 gram dan daun ganja seberat 886,7 gram serta Ekstasi sebanyak 485 butir seberat 126,29 gram.

“Selain pangan dan Narkoba, sebanyak 1300 kotak Rokok merk Luffman juga turut di musnahkan. Barang bukti yang musnahkan hari ini ditaksir senilai miliaran Rupiah," ujarnya.

Didie menjelaskan, narkoba masih menjadi salah satu perkara yang mendominasi penanganannya oleh aparat penegak hukum. Tingginya jumlah perkara ini diakibatkan masih banyaknya pengguna narkoba di kota Batam.

Pemusnahan ini, lanjut Didie, dilaksanakan di PT Desa Air Cargo dengan cara di bakar atau dihanguskan menggunakan mesin inncenerrator yang ramah lingkungan.

Selain itu, sambungnya, lokasi untuk tempat pemusnahan juga berada jauh dari pemukiman warga, sehingga pengolahan limbah barang bukti tersebut tidak mengganggu atau merusak ekosistem yang ada.

Selain dihadiri Kajari Batam, acara pemusnahan ini dihadiri juga perwakilan dari Pemko Batam, Hakim Pengadilan Negeri (PN) Batam, Dinas Kesehatan, perwakilan BPOM Kepri, Kepala BNNK Batam, perwakilan dari Polresta Barelang dan sejumlah tamu undangan dari instansi terkait lainnya.


Redaksi


Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.