Kue Bika Ambon Mini
BATAM KEPRIAKTUAL.Com: Resep kue murah meriah untuk usaha. Bagi ibu-ibu dan penggemar usaha membuat kue, kali ini hadir resep yang sudah tentu dicari banyak orang. Dan resep ini juga bisa dicoba untuk resep kur 1000 an. Semoga saja bisa menginspirasi, apakah sudah siap untuk dipraktek-kan?, Selasa (02/01-2018).

Adapun resep membuat kue Bika Ambon tanpa telur. Namun ia justru ingin memberikan yang umum dulu. "Tanpa Oven, ya. Makanya, biar mudah dan sangat mudah malahan. Yuk simak saja selengkapnya, semoga bisa menjadi inspirasi Anda sekalian bunda. Jangan lupa share artikel ini ya,"

Bahan:

• 50 gr terigu
• 80 gr gula pasir
• 1/4 sdt garam
• 200 cc santan
• 8 lbr daun jeruk, sobek-sobek
• 1 btg serai, geprek
• 1/2 sdt tetes pewarna kuning
• 100 gr tepung tapioka
• 2 btr telur, kocok lepas
• 1/4 sdt vanili
• 1 sdm margarin lelehkan

Bahan Biang:

• 75 ml air hangat kuku
• 1 sdt gula pasir
• 1 sdt ragi instan

Cara Membuat Bika Ambon:

• Biang dicampur jadi satu dalam gelas.    Diamkan hingga berbusa

• Campur jadi satu didalam panci. Masak dgn api sedang hingga mendidih, angkat, saring. Biarkan hangat kuku.

• Campurkan tepung tapioka, garam, gula, serta biang.Tuangkan setengah bagian santan tadi, aduk hingga gula larut. Masukkan telur dan sisa

• santan, aduk hingga tercampur rata. Tuangkan margarin leleh, aduk hingga adonan licin tidak bergerindil. Tutup mangkuk adonan, diamkan

• selama 1 jam hingga adonan terlihat mengental dan berbusa.

• Langkah selanjutnya adalah; panaskan cetakan. Olesi dengan minyak goreng. Tuang 3/4 bagian adonan, masak dengan api kecil. Tutup sampai matanfg kira-kira 3 menitan.

Oke, sekian dulu ya Bunda, saya kira soal bika Ambon ini sudah cukup jelas. Jadi, silahkan praktek saja langsung. Semoga bermanfaat dan bisa dijadikan referensi.


(Red) 


Kapolda Kepri Sambut Satbrimob Polda Kepri BKO Polda Sulawesi Tengah
BATAM KEPRIAKTUAL.Com: Kabid Humas Polda Kepri Drs. S. Erlangga menyampaikan, upacara Penyambutan Kompi penugasan Satbrimob Polda Kepri BKO Polda Sulawesi Tengah dalam rangka Operasi Tinombala Tahun 2017 dilaksanakan di Lapangan Damkar Bandara Hang Nadim Batam dipimpin oleh Kapolda Kepri Irjen Pol Drs. Didid Widjanardi, SH, dihadiri oleh Irwasda Polda Kepri, para pejabat utama Polda Kepri, serta para peserta upacara, Minggu (31/12-2017).

Dalam Sambutan Kapolda Kepri Irjen Pol Drs. Didid Widjanardi, SH menyampaikan  selamat datang kepada personil Satbrimob Polda Kepri yang tergabung dalam Satgas Tinombala Tahun 2017. Dalam kurun waktu 3 Bulan lamanya tugas Operasi yang diamanahkan oleh Negara kepada saudara semua kini telah berakhir. Dengan berbekal kemampuan dan ketrampilan serta pengabdian yang tulus sebagai Bhayangkara yang Profesional, Modern dan Terpercaya saudara telah melaksanakan tugas ini   dengan baik. 

"Banyak prestasi yang saudra torehkan selama pelaksanaan tugas diantaranya mampu  menjaga stabilitas keamanan dalam wilayah inti dari Daerah penugasan dengan pelaksanaan penyisiran terhadap kelompok separatis yang ada di daerah tersebut. Dan tentunya yang membanggakan adalah selama saudara melaksanakan tugas BKO tidak ada teguran maupun pelanggaran, ini harus saudara pertahankan untuk Menjaga Marwah Sakti yang diamanatkan kepada kita semua," kata Kapolda Kepri.

Dengan kembalinya saudara ke Satuan Induk, agar segera menyesuaikan diri dengan kondisi satuan dan lingkungan kerja, tidak larut dalam kegembiraan yang berlebihan, karena hal ini akan berdampak negatif terhadap perilaku saudara. Segera lakukukan konsolidasi dan inventarisasi baik personil, materiil dan administrasi lainnya. Selamat bergabung kembali dengan keluarga, mudah – mudahan semua pengorbanan dan Dharma Bhakti yang telah saudara lakukan, diterima dan dicatat sebagai amal sholeh oleh Tuhan Yang Maha Kuasa.

Pada penutup Tahun 2017 ini ia juga mengucapkan terima kasih kepada jajaran Polda Kepri yang telah menabdikan dirinya dengan baik dan penuh ikhlas sehingga pelaksanaan kegiatan Kepolisian pada Tahun 2017 dapat berjalan dengan baik tanpa kendala yang berarti, dan diharapkan kita dapat mengawali tahun 2018 dengan penuh semangat sehingga kita sekalian mendapatkan hasil yang lebih baik dari tahun ini, seperti yang kita ketahui bersama tantangan tugas kita kedepan semakin kompleks.

Terutama tentang trend perkembangan teror saat ini yang telah bergeser menjadi “Lone Wolf” yang mana sasarannya adalah anggota Polri. Oleh karena itu seluruh anggota Polri harus selalu waspada baik diri kita sendiri saat bertugas di lapangan, waspada terhadap lingkungan, termasuk keamanan di Mako kita. 

"Dengan kembalinya saudara ke satuan induk secara otomatis akan memperkuat jajaran Polda Kepri dalam melawan dan mencegah Terorisme di wilayah Hukum Polda Kepri. Dengan soliditas dan integritas unsur pengamanan yang ada di Kepri ini, saya yakin kita akan mampu mencegah teroris masuk Kepri. Baik dalam hal pencegahan maupun penanggulanggannya," tuturnya. 


Humas Polda Kepri


Pimpinan BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo Saat Menyampaikan Kata Sambutan
BATAM KEPRIAKTUAL.Com: Silaturahmi Pimpinan Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama dengan Media Massa di Balairungsari lantai 3 BP Batam, Kamis (28/12-2017). Sebelum pimpinan BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo menyampaikan kata sambutanya dihadapan para awak media, Deputi 5 Bambang Purwanto menyampaikan sebuah ungkapanya kepada seluruh awak media.

"Yang jelas ini bukan puisi. Tapi ini sudah saya sampaikan tadi, dan dua-duanya sudah di maknai rekan-rekan media sepertinya, dengan judul "Tekad Diri Untuk Negeri", kata Anggota Deputi Bidang Umum dan Sumber Daya Manusia Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam ini dihadapan pimpinan BP Batam dan para insan pers.

Lukita dalam sambutanya mengatakan, selama bekerja 100 hari di BP Batam. Ia mengiginkan Batam akan maju sebagaimana yang disampaikan, ditugaskan oleh Dewan kawasan. Tetapi ia menginginkan Batam akan maju, tentu untuk usaha wisata batam, tetapi batam juga harus menjadi bagian terdepan bagi pembangunan ekonomi indonesia kedepan.
Deputi 5 BP Batam, Bambang Purwanto

Dan ia yakin Batam bisa, dengan posisi Batam tempatnya yang sangat strategis. Dan itulah sebabnya, dimasa lalu, Pak Habibie, dengan keputusan Presiden Soeharto, saat itu bersekukuh untuk mendorong membangun Batam, mencapai seperti yang beliau inginkan.

Kemajuan udah dicapai, lanjut Lukita, tetapi harus di sadari dan mengakui bahwa Batam belum maksimal seperti potensi yang dimiliki. Kami (BP Batam) yakin, Batam masih bisa, karena Batam masih permata biru, dan Batam sangat layak untuk kita andalkan menjadi ujung tombak pembangunan Indonesia yang ada di perbatasan. "Kami yakin Batam bisa di kikis berada di pusat ekonomi di Asia Tenggara, dan sangat dinamis. Dimana disekitar kita Negara-Negara tetangga yang sudah maju dan perkembangan ekonominya tetap sangat baik, dan ubtuk kita itu tetap memacu perkembangan ekonomi seperti mereka," ujarnya. 

Dalam kesempatan ini, kata Lukita, ia menyampaikan tiga hal, apa yang terjadi selama beberapa tahun terakhir, kemudian apa yang harus dilakukan dalam rangka 100 hari kerja, dan bagaimana rencana selanjutnya ke depan untuk bisa bersama-sama staikholder bersiap untuk menata Kota yang sama-sama ditugaskan, sesuai fungsinya masing-masing membangun Kota Batam.

Lukita juga menyampaikan, mengenai 3 faktor yang menyebabkan menurunnya ekonomi Batam 3 tahun terakhir. Tiga Faktor itu adalah lesunya ekonomi global, kurang harmonisnya hubungan BP Batam dan Pemko serta belum termanfaatkannya aset-aset BP Batam secara maksimal.

Terang Lukita, situasi ekonomi secara global melemah yang menyebabkan industri Minyak dan Gas (Migas) yang merupakan andalan utama Batam turut melemah, dan lesu. Ini berimbas pada PHK karyawan. Dalam hal ini ia melakukan upaya untuk kembali menarik investor-investor di bidang Migas dan penunjang Migas untuk memberikan insentif bagi mereka. "Itu jika mereka ingin kembali membangun Shipyard sebagai penunjang Migas," ujarnya.
Kepala BP Batam dan Deputi 5 BP Batam Duduk Bersama dengan Media

Kemudian, lanjut Lukita, faktor kedua terkait dualisme pemerintah yakni BP Batam dan Pemerintah Kota Batam (Pemko) yang tidak harmonis yang kemudian turut menyebabkan menurunnya ekonomi Batam. "Keberadaan Batam yang dipimpin oleh 2 nahkoda yang berbeda dengan daerah-daerah lain. Memang karena Undang-Undang yang mengharuskan begitu. Namun hal itu bisa diatasi dengan bekerjasama antara dua instansi ini," akunya Lukita. 

Kurang harmonisnya hubungan dengan Pemko, terang Lukita, karena faktor sejumlah aset Pemko adalah milik BP Batam, seperti sejumlah jalan-jalan pemukiman, Mesjid, bahkan lahan kantor Pemko dan lahannya DPRD masih aset BP Batam. "Hal inilah yang membuat kita kurang harmonis. Untuk itu kita telah melakukan langkah untuk menyerahkan aset-aset itu ke Pemko Batam," ujarnya. 

"Sudah ada 669 jalan pemukiman yang kita telah persiapkan dokumennya untuk kita serahkan ke Menteri Keuangan agar kemudian diserahkan Pemko Batam, namun karena aset-aset itu nilainya diatas 10 miliar maka itu harus mendapatkan persetujuan presiden. Pada intinya kita telah melakukan komunikasi dengan Pemko Batam, dan kita memahami apa yang mereka butuhkan," terang Lukita kembali. 

Sedangkan faktor ke 3 mengenai belum termanfaatkannya aset-aset BP Batam secara maksimal, Lukita menyebutkan salah satu aset utama BP Batam adalah lahan. Dan lahan ini dikatakannya belum dimanfaatkan secara masksimal. "Ada sekian ribu hektar lahan di Batam yang belum termanfaatkan dan belum produktif. Ini akan kita manfaatkan," jelasnya.

Selain lahan tersebut, Lukita juga mengaku akan memanfaatkan aset-aset milik BP Batam  lainnya, yakni pelabuhan udara Hang Nadim dan Pelabuhan Laut. Menurutnya pelabuhan udara, Bandara Hang Nadim adalah terbaik dibanding daerah-daerah lain di Indonesia, karena terpanjang dan dekat dengan pelabuhan laut, sehingga bisa dimanfaatkan untuk dibangun Maintenance, Repair, dan Overhaul (MRO) oleh sejumlah maskapai penerbangan dan juga gudang-gudang logistik berskala internasional.

Diakhir kata sambutannya, Lukita dalam prediksinya optimis bahwa setahun ke depan perekonomian Batam akan meningkat menjadi 5 persen dan dalam 2 tahun ke depan menjadi 7 persen.


(Red/al)


Cak Ta'in Komari
BATAM KEPRIAKTUAL.Com: Buku PROVINSI KHUSUS BARELANG, Solusi Permanen Masalah Batam akhirnya dilaunching juga oleh penilusnya.  Buku tersebut dicetak sebanyak 1500 eksemplar sejak 2 bulan lalu, namun stok kiri tinggal 200 eksemplar saja, Minggu (24/12-2017).

"Buku akan segera dicetak ulang, karena cetak pertama sudah hampir habis, jangan sampai terjadi kekosongan karena beberapa kelompok mahasiswa belum mendapatkan buku ini," kata penulis buku tersebut, Cak Ta'in Komari, SS.

Buku ini bisa menjadi referensi bagi para pengambil kebijakan dalam menentukan arah pembangunan Batam, terutama bagi pemerintahan pusat. 

Persoalan landasan hukum kelembagaan di Batam ini harus segera dituntaskan, sehingga investor mau menanamkan modal di sini dg adanya kepastian hukum. 

Menurut Cak Ta'in, informasi yg simpang siur atas status Batam, sampai Rempang dan Galang, yang kabarnya mau dijadikan status KEK juga belum mampu untuk meyakinkan investor kalau landasan hukumnya cuma dengan Peraturan Pemerintah. "Untuk meyakinkan investor landasan hukum kelembagaan di Batam harus dengan undang-undang sehingga pergantian pimpinan pemerintahan pusat tidak bisa seenaknya merubah status Batam berdasarkan kepentingan politik dan kekuasaan." jelasnya. 

"Solusi terbaik yang ideal yang menjadi Provinsi Khusus. Ide ini juga bukan baru sebab pada jaman Presiden Soeharto, pemerintahan sudah sempat membahas RUU pemerintahan Barelang di DPR, dan sepertinya itu setingkat provinsi. Jadi ya sepertinya pemerintah pusat sesungguhnya yang ingin memberikan status khusus itu buat Batam, Rempang dan Galang." kata Cak Ta'in.



Red


Wisman Korsel Tiba di Batam
BATAM KEPRIAKTUAL.Com: Sebanyak 175 orang wisatawan mancanegara (wisman) dari Korea Selatan disambut baik oleh otoritas Bandara Hang Nadim,Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) BP Batam saat tiba di pintu kedatangan Bandara Hang Nadim, Batam, Minggu (24/12-2017). 

Penerbangan langsung dari kota  Busan, Korsel ke Batam, tersebut merupakan penerbangan perdana dengan ekstra flight, melalui penerbangan carter.

"BP Batam selaku pengelola Bandara Hang Nadim sangat antusias menyambut kedatangan 175 Wisman asal Korea ini, manajemen telah melakukan berbagai persiapan termasuk koordinasi berbagai pihak, dan pada prinsipnya fasilitas telah siap dengan prasarana yang ada," kata GM Operasional BUBU Hang Nadim Suwarso usai menyambut kedatangan waiman Korea.

Ia menjelaskan pihaknya telah melakukan persiapan secara optimal dengan melakukan koordinasi untuk penyiapan standar pelayanan penerbangan internasional bersama pihak terkait yakni maskapai Lion Air, CIQP (Custom, Imigration, Quarantine, Port Health) Air Nav Indonesia, ground handling, Dinas Pariwisata Pemerintah Kota, travel agent dan unit kerja terkait di Bandara Hang Nadim.

Suwarso menilai adanya jalur penerbangan langsung (charter flight) ke Batam akan berdampak positif bagi perekonomian di kota Batam khususnya sektor pariwisata. Untuk itu, pihaknya juga telah melihat peluang tersebut dengan melakukan pengembangan infrastruktur Bandara dan bersinergi baik dengan pemerintah daerah maupun pusat guna meningkatkan kunjungan wisatawan di Kota Batam. 

"Kedatangan wisman ini adalah langkah positif guna meningkatkan dunia pariwisata Kota Batam khususnya. Selain itu kita juga saling bersinergi antara BP Batam dan pemerintah daerah agar dapat menumbuhkan daya tarik wisata dan kedepan kita akan tunggu lagi kedatangan wisatawan ini," harapnya.

Lebih lanjut ia mengatakan charter flight maskapai Lion Air untuk mengangkut wisatawan dari Korea ini akan dilakukan sebanyak dua kali dalam seminggu. Sebelumnya pada Juli sd September 2017 lalu Hang Nadim telah kedatangan wisman asal Changsa, Tiongkok sebanyak 8 kloter (pp). Adapun Bandara Hang Nadim memiliki penerbangan reguler langsung ke seluruh kota besar di Pulau Sumatera, Jawa, Bali dan 2 kota di Kalimantan, Pontianak dan Balikpapan serta 1 penerbangan Internasional ke Subang, Malaysia.

Sementara Youn, marketing Incotour Batam selaku pengelola paket wisata menyebutkan kedatangan wisatawan Korsel ke Batam ini dikemas dalam bentuk paket wisata dengan tujuan destinasi wisata Batam dan Singapura. 

"Nantinya mereka akan stay selama 3 hari dengan mengunjungi tempat wisata wihara mahetriya, Nagoya, golf, Kampung tua Teri dan pantai bale bale di Nongsa," ungkapnya.

Kedatangan 175 wisman tersebut disambut dengan tarian selamat datang sekapur sirih sebagai bentuk penghormatan sekaligus memperkenalkan budaya Melayu dan pemberian souvenir khas Kepri dan welcome drink.


Humas BP Batam


Mahasiswa UIB dan Dosen Tantimin Fhoto Bersama di Kantor Polresta Barelang
BATAM KEPRIAKTUAL.Com: Sekitar 35 orang Mahasiswa semester 3, berkunjung ke Polresta Barelang dan Rutan Batam. Kunjungan Observasi tersebut dipimpin langsung oleh Tantimin, Dosen UIB, Kamis (21/12-2017).

Tantimin mengatakan, kunjungan mahasiswa di dua lembaga, untuk melihat langsung pelaksanaan hukum acara pidana khususnya tugas dan wewenang penyidik Polri dalam penangganan perkara pidana yang dimulai dari penerimaan laporan polisi di SPKT hingga penyelidikan dan penyidikan serta pelimpahan berkas perkara kepada penuntut umum.

Ia juga menyampaikan, setelah usai mahasiswa berkunjung dari Polresta Barelang, mahasiswa UIB yang dipimpin Tantimin sebagai Dosen mata kuliah Hukum acara pidana di Universitas International Batam, langsung menuju ke Rutan Barelang Batam. 

"Kami puas, dengan kedatangan kami bersama mahasiswa disambut pihak Kepolisian dan pihak Rutan Batam," kata Tantimin, SH, MH di Polresta Barelang.

Setelah sampai ke Rutan Barelang Batam, kata Tantimin, ia dan mahasiswanya kembali disambut baik oleh pihak pegawai Rutan. Dan itu, ia menghargainya.

Tantimin yang didampingi Rudianto, SH, 
juga mengatakan, mahasiswa yang berkunjung ini, mahasiswa Universitas Internasional Batam (UIB) jurusan Ilmu Hukum.

"Tugas dan pelayanan di Polresta Barelang, dan Rutan Barelang. Terhadap tahanan/napi yang sedang menjalani penahanan di Rutan serta fasilitas Rutan dan hak-hak tahanan/napi cukup lumayan baik," ujar Tantimin.

Tapi, kata Tantimin, kedepanya pelayanan terhadap tahanan yang di Polresta Barelang dan Rutan Barelang lebih meningkat lagi. "Terutama terhadap pelayanan keluarga tahanan," ujarnya.


(al/KA)


Kapolda Kepri Pimpin Aprl Gela
BATAM KEPRIAKTUAL.Com: Apel Gelar Pasukan Ops Lilin Seligi Tahun 2017 yang dilaksanakan di Lapangan Engku Putri Batam Centre, dipimpin oleh Kapolda Kepri Irjen Pol Drs. Didid Widjanardi, SH, dihadiri oleh Gubernur Provinsi Kepri, Segenap Unsur Pimpinan Daerah, para pimpinan instansi sipil, Polri maupun TNI, Para Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda serta para undangan, Kamis (21/12-2017).

Dalam Sambutan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal Polisi H. Muhammad Tito Karnavian, Ph.D yang dibacakan oleh Kapolda Kepri menyampaikan Perayaan Natal dan perayaan pergantian Tahun yang bersamaan dengan libur sekolah, merupakan saat yang dinantikan oleh masyarakat di seluruh penjuru dunia. Dengan penuh kebahagiaan dan suka cita yang diharapkan dapat terselenggara dengan nyaman, aman, lancar, dan menjadi tugas kita sebagai aparat keamanan untuk memenuhinya.

Kapolri juga menyampaikan, lanjut Kapolda Kepri, beberapa ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan yang perlu diantisipasi adalah masih adanya potensi serangan teror, kemacetan lalu lintas, bencana alam, ketersediaan dan stabilitas harga kebutuhan pokok, serta potensi konflik dalam kehidupan masyarakat terkait perayaan natal seperti aksi sweeping oleh ormas. 

Sebelum Gelar Pasukan Operasi Lilin 2017 ini dilaksanakan, Polri didukung oleh TNI serta Stakeholders lainnya. Dalam hal ini Kemenhub, Kemenpupera, Kemenkes, Pertamina, Dan Jasa Marga, telah melaksanakan rapat koordinasi untuk menjamin kelancaran arus mudik dan arus balik. 

Sedangkan untuk menjamin ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok, Polri bersama dengan Kementan, Kemendag, Kemenperin, Badan Pom, KPPU, Dan Perum Bulog, telah melaksanakan langkah-langkah preventif secara sinergis, guna mencegah terjadinya permasalahan dalam pemenuhan kebutuhan bahan pokok. Upaya tersebut akan terus dilakukan sepanjang pelaksanaan Operasi Lilin 2017 berlangsung.

Operasi lilin 2017 akan dilaksanakan terhitung mulai tanggal 23 Desember 2017 sampai dengan 1 Januari 2018, dengan mengedepankan kegiatan Preventif didukung kegiatan Intelijen dan Penegakan Hukum. Operasi ini melibatkan 170.304 Personel, yang terdiri atas 90.057 personel polri, 20.070 personel TNI, dan 60.177 personel dari instansi terkait beserta komponen masyarakat lainnya.

Gabungan personel ini hendaknya dapat menjamin kenyamanan dan keamanan masyarakat sepanjang libur natal dan tahun baru, khususnya di tempat-tempat ibadah, jalan-jalan perlintasan arus mudik dan arus balik, objek wisata, pusat perbelanjaan, serta fasilitas transportasi yang akan digunakan, seperti terminal bus, stasiun kereta api, pelabuhan, dan bandara. 

Di seluruh tempat-tempat tersebut telah dibangun 1.609 pos pengamanan, dan 643 pos pelayanan, yang tergelar di seluruh wilayah indonesia, dan tolak ukur keberhasilan operasi lilin 2017 ini ditandai dengan terwujudnya kamseltibcar lantas, menurunnya angka kejahatan, tersedianya kebutuhan dan stabilitas harga bahan pokok, serta tertanggulanginya dampak bencana alam.

Oleh karena itu, beberapa hal yang perlu saya tekankan untuk dipedomani dan dilaksanakan oleh seluruh personel yang bertugas adalah sebagai berikut :
Petakan seluruh potensi kerawanan di masing-masing wilayah, dan tentukan cara bertindak yang tepat melalui penyusunan rencana operasi yang matang.

Tingkatkan kewaspadaan dalam mencegah aksi teror dan kejahatan konvensional yang meresahkan di pusat keramaian, tempat ibadah, dan tempat-tempat lainnya. Lakukan pendekatan dengan elemen masyarakat guna mencegah terjadinya aksi sweeping oleh ormas, bila tetap terjadi, lakukan tindakan tegas yang profesional.

Optimalkan penggelaran anggota di tengah masyarakat, lakukan terobosan kreatif melalui rekayasa lalu lintas guna mengurai dan mengurangi kemacetan dan kecelakaan lalu lintas. Maksimalkan peran satgas pangan di masing-masing daerah, guna mewujudkan stabilitas harga pangan dengan menggandeng instansi terkait.
Perkuat sinergitas polisional dengan seluruh stakeholders, untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

"Saya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam mendukung keberhasilan penyelenggaraan operasi “LILIN – 2017”, semoga pengabdian dan kerja keras yang telah kita lakukan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujar Kapolda Kepri.



Humas Polda Kepri


Ketua BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo Menerima Penghargaan dari Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla
BATAM KEPRIAKTUAL.Com: Badan Pengusahaan (BP) Batam kembali meraih penghargaan Keterbukaan Informasi Badan Publik Tahun 2017 kategori Lembaga Non Struktural (LNS) dari Komisi Informasi Pusat (KIP). Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Kamis (21/12). 

Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo yang menerima penghargaan tersebut, mengucapkan apresiasinya atas kepercayaan kepada BP Batam sebagai Lembaga Non Struktural dengan sistem keterbukaan informasi badan publik terbaik kedua di tahun ini.

“Penghargaan ini akan memacu BP Batam untuk terus memperbaiki kinerjanya dalam upaya menyajikan informasi bagi publik ,” ujarnya.

"Tidak boleh berpuas diri, tahun ini kita peringkat 2 tahun depan kita harus bisa menjadi nomor 1, terimakasih kepada tim PPID BP Batam yang telah mencapai hasil yang membanggakan", tambahnya.

Sementara itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla, dalam sambutannya mengatakan, Indonesia merupakan negara demokrasi yang memiliki nilai dan azas keterbukaan. Menurutnya dengan kemajuan era digitalisasi saat ini mengharuskan aparatur yang menjalankan pemerintahan harus lebih inovatif dan bertanggung jawab dan kepada rakyat.

"Sekarang di era digitalisasi keterbukaan itu penting agar dapat lebih maksimum apalagi dengan sistem demokrasi saat sekarang dibutuhkan partisipasi masyarakat, pemerintah diharapkan inovatif dan bertanggungjawab memberikan informasi akurat dan akuntabiliti," ucap Kalla.

Kalla menambahkan, pemerintah tidak mungkin menyampaikan semua hal kepada masyarakat, namun masing- masing penugasan di Kementerian, Lembaga, dan Instansi publik. "Harus memberikan tanggung jawab informasinya, apa yang telah dikerjakan sesuai dengan tugas yang diberikan," kata Wakil Presiden RI ini.

Kemudian Ketua KIP Tulus Subardjono mengatakan, pihaknya telah melakukan monitoring dan evaluasi kepada Badan Publik. Secara umum ia menjelaskan ada tiga tahapan yang harus dilalui. Pertama, tahap SAQ (Self Assessment Questionere) yaitu merupakan tahap pengisian data dan informasi yang merupakan indikator keterbukaan informasi yang dimiliki oleh badan publik. Kedua, Verifikasi dari KIP atas kesesuaian SAQ. Ketiga, penilaian akhir dengan visitasi melalui paparan kepada tim penilai. 

"Sejak dilakukan dari tahun 2011 kegiatan ini mendapat apresiasi dan respon positif dari badan publik karena bisa menjadi pendorong peningkatan kualitas layanan informasi," jelasnya.

BP Batam tahun ini dinilai jauh lebih baik mencapai raihan peringkat dua melebihi 71 badan publik lainnya untuk kategori lembaga non struktural dalam implementasi layanan informasi. Pada tahun sebelumnya 2016, BP Batam hanya menempati peringkat enam. Adapun tiga besar penghargaan KIP kategori LNS tahun 2017 yakni Komisi Pemilihan Umum nilai 98,2. Kedua, BP Batam nilai 90,06 dan ketiga, PPATK dengan nilai 83,99.


(Humas BP Batam) 


Aksi Unjuk Rasa Puluhan Mahasiswa
BATAM KEPRIAKTUAL.Com: Aksi unjuk rasa puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam organisasi BEM, Penhukum Unrika, Himip Unrika, PC PMII Batam, GMKI, PMK melakukan unjuk rasa di depan kantor Walikota Batam, di jln Engku Putri, Batam, Rabu (20/12-2017).

Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam organisasi dari Universitas Unrika, ibnusina, Bentara Persada.

Dalam orasi mahasiswa menyampaikan, meminta Walikota Batam sebagai pimpinan pemerintah Kota Batam menempatkan Kepala Dinas yang tidak korupsi. Selain itu, Mahasiswa juga menuntut:
1. mendesak pemerintah Kota Batam lebih tegas terhadap Dinas di Kota Batam.

2. Meminta pemerintah Kota Batam untuk meningkatkan pengawasan terhadap kinerja Dinas-Dinas di Kota Batam.

3. Meminta pemerintah Kota Batam untuk mengganti oknum-oknum Dinas yang terindikasi korupsi, atau meminta oknum tersebut untuk mengundurkan diri.

4. Meminta kepada Walikota lebih selektif dalam pemilihan kepala dinas.

5. Meminta Walikota menyampaikan komitmenya, menindak lanjuti tuntutan gerakan Mahasiswa Batam (Mengenai Korupsi).

Karena Mahasiswa tidak dapat berjumpa dengan Walikota Batam, puluhan Mahasiswa memblokade jalan. Namun pihak polisi melarangnya dan menyuruh untuk minggir, sehingga sempat terjadi kericuhan. 

"Kami blokade jalan karena kami tidak bisa masuk menjumpai Walikota Batam. Selain itu, terang Mahasiswa, Sempat terjadi pemukulan yang dilakukan Polisi kepada kami mahasiswa," kata Mahasiswa dilokasi.


(al/KA)


BATAM KEPRIAKTUAL.Com: Tempat Hiburan Malam (THM) kerap dijadikan tempat transaksi Narkoba, bahkan sekarang, seperti yang terungkap di MG Club, tempat pembuatan Narkoba. Menyikapi hal ini, LSM Berantas Lingkaran Narkoba (Berlian) saat melakukan investigasi di salah satu Tempat Hiburan Malam (THM) sekitaran Nagoya, Batam, melihat langsung pertunjukan para penggunjung yang sedang menikmati alunan musik.

Divisi inteligen Berlian membeberkan temuannya ketika infestigasi di beberapa tempat hiburan malam. Dalam investigasinya di Grand Dragon Pub & Ktv, disebutkannya, dilantai dua hiburan malam yang berlokasi di Lubuk Baja kota Batam itu. Pengunjung akan langsung masuk di area hall dengan irama full music khas pub. Mengamati pengunjung yang tengah menikmati alunan musik dengan berdansa di hall. Divisi Intelijen menduga sebagian besar pengunjung disinyalir berada dibawah pengaruh efek narkoba.

“Joget pengunjung itu, bukan lagi joget biasa. Rata rata geleng geleng kepala khas goyangan ‘fly’ pengguna ekstasi” ungkapnya, Rabu (19/12-2017).

Diakuinya bahwa memang belum dapat dipastikan adanya peredaran narkoba atau pengunjung yang memang telah mengkonsumsi narkoba  dari luar atau tidak ini akan jadi agenda Berlian untuk melakukan investigasi lebih dalam

Ditambahkannya bahwa pihaknya akan menyurati BNN dan Kapolda Kepri untuk melakukan razia di tempat hiburan Dragon Pub & Ktv.

Disisi lain, ia juga mengungkap ‘service’ dari hall Dragon yang dinilainya tergolong berani dalam menyajikan sexy dancer.

“Kita lihat disitu, sexy dancernya juga  terlalu vulgar. Dancer hanya mengenakan bra dan pants saja.  Berjoget erotis didepan pengunjung, pada jam tengah malam," ucapnya.

"Ini sudah tergolong eksploitasi perempuan, bahkan bisa diduga melanggar undang undang pornografi," tambahnya lagi. 

Ia menyebutkan, itu baru sampai lantai dua. Grand Dragon Pub & Ktv sendiri terdiri dari delapan lantai. Lalu apa yang ditawarkan hiburan malam ini di lantai selanjutnya ? tunggu liputan berikutnya.


(Red) 


Kadis Disparbud Kota Batam, Febrialin
BATAM KEPRIAKTUAL.Com: Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya (Disparbud) Kota Batam, Pebrialin menargetkan kunjungan wisman pada bulan November dan Desember tahun 2017 harus mengalami peningkatan. 

"Harus lebih tinggi daripada tahun 2016. Sekarang ini lebih tinggi kunjungan Wisata Mancanegara (Wisman) ke Kota Batam," ujar Febrialin, Senin (18/12-2017).

Kenaikan Wisman, katanya, sekitar 30 ribuan, itu dihitung mulai dari per Oktober 2017, dibandingkan per oktober tahun 2016. "Sekitar 1,124 juta pengunjung wisman. Jauh lebih tinggi peningkatanya," ujarnya. 

Febrialin juga berharap, dibulan November dan Desember ini makin meningkat kunjungan Wisman. Tahun ini, ia menargetkan kunjungan wisman ke Kota Batam sampai 1,7 juta wisman.

Disinggung tentang Pendapatan Asli Daerah (PAD) di sektor pariwisata tahun 2017, Febrialin belum bisa menuturkan. "PAD dari sektor pariwisata tahun 2016,sekitar 17,18%. Untuk tahun ini, belum dapat informasi, karena belum di chek ke Dispenda Kota Batam," tutur Febrialin. 


(al/KA)


Kasipidum Kejaksaan Negeri Batam, Filpan Fajar D Laila
BATAM KEPRIAKTUAL.Com: Rudi Lu dalam kasus perkara  penghancuran dan pengrusakan barang lahan PT. Pratama Dwiniaga Sejati yang berada di Komplek Taman Harapan Indah Blok I RT 002 RW 010 Keluarahan Bengkong Laut Kecamatan Bengkong Kota Batam. Dimana Rudi Lu dan Suwandi alias Aheng divonis Hakim Majelis Pengadilan Negeri (PN) Batam, Selasa (22/11/2016) lalu.

Kepala Seksi (Kasi) Tindak Pidana Umum (Pidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam, Filpan Fajar D Laila, mengatakan, terdakwa Rudi Lu menyerahkan diri dan didampingi dua Kuasa hukumnya. "Terdakwa Rudi Lu datang sendiri ke Kejaksaan. Dia didampingi kuasa hukumnya," ujar Filpan, Senin (18/12-2017).

Kehadiran terdakwa, lanjut Filpan, ia sangat mengapresiasinya. Walaupun ia tidak mengetahui permasalahanya dari awal, tapi terdakwa berani, fareplay dan jika salah siap masuk penjara. 

Menurutnya, sebelumnya terdakwa pernah meminta waktu untuk ditunda karena menurut catatan medis Rudi Lu ada sedikit terapi yang harus diselesaikan. Kejaksaanpun, ujarnya, memberikan toleransi sebatas yang diberikan oleh dokter. Dan sifatnya tidak bisa panjang atau dilama-lamakan. "Secepatnya dieksekusi," katanya.

Terkait adanya keinginan Penasehat Hukum akan melakukan Peninjauan Kembali (PK), Kuasa Hukum Rudi Lu, Djonggi M Simorangkir enggan berkomentar. Namun, ia malah lebih menceritakan bahwa ia adalah seorang Wakil Ketua Dewan Penasehat Dewan Pimpinan Nasional Peradi. 

"Saya tidak mau berkomentar banyak, karena masih dalam proses, dan masih ada upaya hukum terakhir," ujarnya. 

Ketika didesak wartawan, kapan PK akan disampaikan. Lagi-lagi, Djonggi mengelak dan enggan berkomentar. "Batam ini kota kecil, jarum yang jatuh saja pasti ketahuan," ujarnya. 


(Al/KA)


Ketua GOW Kota Batam, Marlin Agustina
BATAM KEPRIAKTUAL.Com: Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Batam, Marlin Agustina Rudi memberikan bingkisan kepada anak penyandang Disabilitas se Batam, di Aula Engku Hamidah Lantai 4 Kantor Walikota Batam. Hal itu disampaikan ketika memperingati hari Disabilitas Internasional 2017, Sabtu (16/12-2017).

Marlin dalam sambutannya menyampaikan kegiatan ini merupakan salah satu ajang silaturahmi  untuk bertatap muka secara langsung dengan anak-anak berkebutuhan khusus. Menurutnya kegiatan ini juga sebagai bentuk perhatian  dan merupakan awal yang baik bagi Pemerintah sekaligus dirinya selaku ketua GOW kota Batam.  

Sebagai Bunda PAUD kota Batam, Marlin menyampaikan terima kasihnya kepada seluruh guru pendidik  yang dengan sabar dan gigih telah banyak memberikan serta melatih kreatifitas anak-anak istimewa ini.

Kepada orang tua Marlin berpesan agar tidak malu atau minder memiliki anak yang berkebutuhan khusus.

“Orang tua tidak boleh merasa malu memiliki anak disabilitas apalagi sampai mengucilkannya karena pada dasarnya mereka adalah anak-anak yang pintar dan istimewa,” ujar Marlin memotivasi.

Ketua panitia yang juga kepala dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana  (P3AP2danKB) Kota Batam, Umiyati mengatakan kegiatan yang digelar ini merupakan kerja sama dinas P3AP2danKB Kota Batam dengan GOW Kota Batam.

Ada 100 anak Disabilitas yang mendapatkan bingkisan yang masing-masingnya senilai Rp. 350 ribu. Umi berharap kegiatan ini bisa berlanjut pada tahun-tahun mendatang dengan jumlah penerima yang lebih banyak dan lebih besar lagi nilainya.


(MCB) 


Murdani Pembawa Sabu 2.036 gram
BATAM KEPRIAKTUAL.Com: Murdani (33) Warga Negara Indonesia asal Aceh pembawa sabu berat 2.036 gram kembali digagalkan Bea Cukai Batam di Bandara Hang Nadim Batam, (14/12-2017).

Penumpang diamankan berdasarkan deteksi awal atas tampilan xray dan profiling penumpang. Modus operandi False Compartment pada Tas Ranselnya, Moda tansportasi : QG 841 08.35 / BTH-CGK (Transit), QG 870 12.35 / CGK-BDJ.

Selanjutnya Sdr. Murdani diperiksa di hanggar Bea Cukai dan pada tas ranselnya didapati suatu kemasan yang janggal disembunyikan atau false compartment. 

Setelah dibuka ternyata benda yg mencurigakan tersebut berupa kristal bening terbungkus lakban dan setelah dilakukan narcotest kedapatan  methaphetamibe seberat 2.036 gram.

Kemudian penumpang tersebut segera diamankan di Kantor Bea Cukai di Batu Ampar utk pemeriksaan lebih lanjut dan selanjutnya diserahterimakan ke BNN Provinsi Kepulauan Riau.


(Red/Humas BC Batam) 


Terdakwa Darwis Kasus Pembunuh Umi Kalsum Digelandang Penjaga Tahanan 
BATAM KEPRIAKTUAL.Com: Darwis bin Daeng Mattemu kasus perkara  pembunuhan korban Umi Kalsum divonis Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Batam dengan hukuman kurungan penjara selama 20 tahun, Kamis (14/12-2017).

"Terbukti bersalah dan menyakinkan melakukan pembunuhan berencana sebagaimana dalam pasal 340 kitab undang-undang hukum pidana (KUHP). Megadili, menjatuhkan hukuman terhadap terdakwa dengan hukuman kurungan penjara selama 20 tahun," baca Hakim Endi yang didampingi Hakim anggota Reni Pitua dan Egi Novita.

Dalam amar putusan yang dibacakan Hakim. Hakim juga menolak nota pembelaan yang diajukan terdakwa. Dan terdakwa juga dinyatakan bersalah melakukan tidakanya. Karena itu, hal yang memberatkan terdakwa, terdakwa telah menghilangkan nyawa korban dengan sengaja, terdakwa berbelit-belit dalam persidangan.

Mendengarkan amar putusan, terdakwa yang didampingi Penasehat Hukum (PH) nya, Utusan Sarumaha dan Yanti mengatakan "Banding". "Saya banding yang mulia," ujar terdakwa. 

Hal senada juga disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sigit Muharam. "Secara otomatis kami banding. Karena terdakwa menyatakan banding, kami juga banding," kata Jaksa Sigit usai sidang.

Seblumnya, amar tuntutan Jaksa yang dibacakan Sigit, menuntut terdakwa Darwis dengan hukuman kurungan penjara selama 20 tahun. 

Pantauan di ruang persidangan, tampak keluarga terdakwa menyaksikanya dan mendengarkan amar putusan terdakwa. 

Utusan Sarumaha, SH mengatakan, alasan kami mengajukan banding, karena ia menilai selama persidangan terdakwa subjektif, karena tidak mencari kebenaran materil. "Kami menghormati keputusan hakim. Namun kita melihat persidangan terhadap Darwis ini subjektif," kata Utusan. 

"Kebenaran materil tidak diungkapkan dalam persidangan klien saya. Seperti tidak dimunculkannya bukti gambar CCTv yang ada di sekitar hotel City View, karena dari CCTv itu bisa melihat apakah benar korban ada di mobil terdakwa saat itu. Dan secepatnya memori banding akan kami ajukan," ujar Utusan kembali. 

Perkara pembunuhan Umi Kalsum yang terjadi pada 17 Februari 2017 sekira pukul 12.00 WIB di  di Baloi Kolam RT.009 RW 016 Kec. Batam Kota, sempat menghebohkan warga Batam, karena meninggalnya perempuan tersebut awalnya dikira bunuh diri dengan cara  gantung diri. Namun selanjutnya terungkap meninggalnya Umi Kalsum diduga dibunuh oleh terdakwa Darwis yang merupakan pacar korban.

Fakta persidangan pemeriksaan saksi ahli Dokter Leonardo mengatakan, dari hasil pemeriksaan luar, ditemukan adanya luka lecet tekan pada leher yang berdasarkan pada pola dan gambarnya sesuai dengan kasus gantung. Dan tim menemukan luka lecet yang melingkari leher yang bersifat keras di bagian dasar luka. 

Serta ada tanda berkumpulnya darah di ujung anggota gerak atas dan bawah. Hal ini disebabkan gaya gravitasi karena posisi korban tergantung sehingga darah mengalir ke bawah. Kami juga menemukan adanya tanda kekerasan di lengan bawah kiri dan leher korban.

Pada jenazah Umi Kalsum, tim autopsi mendapati kaku mayat menyeluruh namun belum lengkap. Selaput bening mata korban juga sudah keruh namun belum terjadi pembusukan terhadap jasad korban. Dan biasanya, kaku mayat menyeluruh tapi tidak lengkap terjadi pada mayat yang meninggal kurang dari 12 jam. Dan selaput mata bening yang sudah keruh biasanya terjadi setelah 8 jam kematian. Sedangkan pembusukan terjadi di atas 24 jam. Sehingga saksi dapat menyimpulkan, korban meninggal 8-24 jam sebelum dimulai pemeriksaan.

Saksi juga mengatakan, dari hasil autopsi dengan cara membuka rongga bagian kepala, dada, perut dan lainnya, tim menemukan adanya patah tulang belakang bagian leher. Tapi, pada bagian belakang leher, tidak ditemukan bekas simpul tali. Serta dapat disimpulkan juga, bahwa tubuh korban dalam keadaan bersih, tidak ada bekas rumput, tanah liat atau benda kotor lainnya. 


(Al/KA)


Syafrizal Oknum Anggota Polisi Usai Mendengarkan Tuntutan
BATAM KEPRIAKTUAL.Com: Syafrizal alias Ijal alias Jogal Bin Syarif anggota Polisi Polda Kepri dalam kasus perkara Narkoba berat 312 gram dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sigit Muharam di Pengadilan Negeri (PN) Batam dengan hukuman kurungan penjara selama 12, denda 1 miliar dan subsuder 1 tahun kurungan penjara, Rabu (13/12-2017).

Dalam amar tuntutan yang dibacakan Sigit, terdakwa terbukti bersalah menjadi perantara jaringan Narkoba yang dikendalikan oleh narapidana Lapas Barelang Tanasseelan Balu alias Seelan.

"Terdakwa Syafrizal terbukti bersalah sebagaimana dalam pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) Undang-undang R.I. nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika," baca Sigit.

Fakta persidangan mulai dari pemeriksaan saksi-saksi dan pemeriksaan terdakwa. Terdakwa yang sedang berada nagoya Hill menerima telpon serta diarahkan mengambil sebungkus plastik warna hitan berisi Narkotika yang diletakkan disemak-semak pinggir jalan dekat rumah makan Budi Mulia.

Kemudian terdakwa berangkat dengan mengunakan mobil Daihatsu Taruna warna hitam BP 1982 asli BM 171 AN atas perintah Tanasseelan Balu alias Seelan dan selanjutnya diarahkan untuk mengantarkan terhadap seseorang di Citywalk, namun belum diberitahu identitas penerima.

Karena menunggu calon penerima barang, terdakwa kembali pulang kerumahnya perumahan Kurnia Djaya (KDA) Cluster Nuri Kepodang, Batam. lalu terdakwa makan nasi goreng didepan Alfamart dan mendapat panggilan pukul 00.15 WIB.

Saat itu juga, Tanasseelan Balu alias Seelan menelpon Terdakwa menanyakan keberadaan terdakwa dan terdakwa menjelaskan bahwa ia sedang makan nasi goreng di depan alfamart di depan Uniba. Kemudian Tanasseelan Balu alias Seelan menelpon lagi, dan mengarahkan agar Terdakwa bertemu dengan seorang perempuan yang sedang duduk di depan Alfamart. Namun Terdakwa katakan bahwa Terdakwa tak kenal perempuan itu.

lalu saksi Tanasseelan Balu alias Seelan menyuruh Terdakwa untuk matikan handphone dan ketika terdakwa melihat ke depan alfamart, terdakwa melihat seorang perempuan Endang Kartini Alias Endang Binit Legimen (sebagai terdakwa dalam Berkas perkara terpisah)) pakai Jaket warna hitam orange yang sedang duduk sendirian sambil menelpon.

Selanjutnya Terdakwa datangi perempuan tersebut dan bersalaman, kemudian Terdakwa bertanya kepada perempuan “mau ambil titipan ya” dijawabnya “ya”, . Lalu Terdakwa mengajak saksi Endang Kartini Alias Endang Binti Legimen menuju ke mobil Terdakwa dan ketika berada disamping mobil milik Terdakwa.

Terdakwa langsung memberikan bungkusan plastic warna hitam yang berisikan Narkotika Jenis sabu seberat 321 gram. Setelah memberikan bungkusan sabu kemudian Terdakwa bersama istri Terdakwa pulang ke rumah kontrakan Terdakwa di Perumahan KDA Cluster Nuri Kepodang Jalan Nuri 5 Nomor 21 Kel. Belian Kec. Batam Kota Kota Batam untuk beristirahat.

Sidang mendengarkan tuntutan terdakwa dipimpin Majelis Hakim Reni Pitua yang didampingi Hakim anggota Marta dan Egi Novita. Dan Hakim pun menunda persidangan dengan agenda mendengarkan amar putusan terdakwa.


(Red) 


Polda Kepri Indentifikasi Sosok Mayat yang Ditemukan di Pantai Kab. Bintan
BATAM KEPRIAKTUAL.Com: Polda Kepri mengadakan konfrensi pers terkait hasil identifikasi temuan sosok mayat laki-laki tanpa identitas di tepi Pantai Segalah Batu Junjung Senggiling Desa Sri Bintan Kecamatan Teluk Sebong Kabupaten Bintan.

Hal itu disampaikan oleh Kabid Humas Polda Kepri Drs. S. Erlangga, Kabid Dokkes Polda Kepri, Tim Ops DVI Biddokkes Polda Kepri, dan Keluarga Korban saudara Shien Chang, kepada para awak media, Rabu (13/12-2017).

Sebelumnya pada hari Senin Tanggal 11 Desember 2017 diduga korban menggunakan kapal kayu melakukan aktivitas memancing di perairan Internasional di depan Tanjung Berakit bersama 1 (satu) orang temannya. Dan sosok mayat laki-laki ditemukan pada hari ini Selasa Tanggal 12 Desember 2017 sekira pukul 11. 00 wib.

Ditemukan oleh seorang saksi yang sedang mencari plastik/ barang bekas di pinggiran pantai sekitar tkp, identitas saksi :
Nama : Arizal Bin Sibar
Ttl : Palembang 01 Januari 1981.
Agama : Islam
Pekerjaan : Nelayan
Alamat : Kampung Pengudang Rt.006 Rw.003 Desa Pengudang Kecamatan Teluk Sebong.

Kondisi mayat pada saat ditemukan dibagian badan  terdapat  tato. Tinggi badan lebih kurang 170 cm. Pada saat ditemukan, posisi mayat telungkup dengan menggunakan celana pendek warna biru motif ikan, baju kaos lengan panjang warna biru. Rambut sudah terkelupas. Mayat sudah membengkak.
Meninggalnya diperkirakan lebih kurang 2 hari. 

Tindakan yang di ambil sebagai berikut, mendatangi tkp, dan melakukan pengecekan terhadap mayat. Melakukan evakuasi terhadap mayat dengan pol airud, masyarakat setempat, anggota pos al babinsa dan pihak basarnas. Serta membawa mayat ke rsup tanjung pinang untuk dilakukan visum.

Pada pukul 15.45 jenazah dibawa ke RS Bhayangkara Batam. Kemudian pada hari Rabu Tanggal 13 Desember 2017 sekira pukul 11.00 wib Kapolsek Bintan Utara Kompol H Jaswis, SH mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa telah ditemukan 1 (satu) mayat disekitar pelabuhan divisi lagoi yang diduga adalah teman korban.

Mengenai informasi lengkap dan indentifikasi terhadap korban kedua sedang dalam proses.

HASIL IDENTIFIKASI OPS DVI

Hasil Identifikasi Personal Terhadap Satu Jenazah Dari Rangkaian Kejadian Tenggelamnya Kapal Pemancing Di Perairan Bintan. Jenazah Tersebut Teridentifikasi Sebagai Berikut, 

NO: 1
NO TUBUH: BNT 001
TERIDENTIFIKASI SEBAGAI: CHANG CHONG KUOK ALIAS
JENIS KELAMIN: LAKI-LAKI
DASAR IDENTIFIKASI: PROPERTI
ALAMAT: NO 15 JLN GANGSA 1 TAMAN AYER, JOHOR BAHRU
KET


(Humas Polda Kepri) 


Kapolres Karimun Mendapat Porsi Penghargaan
BATAM KEPRIAKTUAL.Com: Polres Karimun menorehkan prestasi dengan menerima penghargaan sebagai Polres dengan penilaian terbaik bidang Kepatuhan Standard Pelayanan Publik Sesuai UU No 25 Tahun 2009 dalam pelayanan penerbitan SKCK oleh Ombudsman RI (ORI) Dari 153 Polres Tahun 2017.


Dikesempatan yang sama Polres Karimun juga mendapat model pelayanan publik SIM dan SKCK terbaik Polres perbatasan dengan negara lain. Berdasarkan Indeks Tata Kelola Kepolisian (ITK) Polri tahun 2017 tahun 2017 Kriteria Polres Perbatasan.


Kedua penghargaan diterima pada rabu (13/12/17) di Auditorium STIK - PTIK Jakarta.


Jajaran Polda Kepri, juga meraih Peringkat baik diantara nya adalah Polres Bintan meraih peringkat 9 dari 27 Polres Perairan yg diukur ITK Tahun 2017 dan Polres Natuna meraih Peringkat 24 dari 27 Polres Perairan yg diukur ITK Tahun 2017. Diharapkan untuk kedepan nya Polres-Polres di jajaran Polda Kepri dapat meningkatkan Prestasi nya, sesuai arahan Kapolda Kepri bahwa Tahun 2017 merupakan Tahun Prestasi.



(Humas Polda Kepri)



Cak Ta'in Komari, SS. Ketua Presidium Kelompok Diskusi Anti 86  
BATAM KEPRIAKTUAL.Com: Penggeledahan rumah pribadi komisaris PT. Lobindo, Li Hua oleh Jaksa dan polisi patut dipertanyakan. "Apakah penggeledahan itu sudah dapat ijin dari pengadilan Negeri Tanjungpinang? Atas dasar apa penggeledahan rumah pribadi itu dilakukan." tanya Cak Ta'in Komari, SS. Ketua Presidium Kelompok Diskusi Anti 86, Rabu (13/12-2017).

Menurut Cak Ta'in, kedua aparat penegak dari dua lembaga itu diduga menyalahi prosedur. Selain itu, terangnya, atas dasar apa penggeledahan rumah pribadi terkait kasus Anton dilakukan, sementara dasar tindakan hukum yang digunakan jaksa adalah petikan putusan kasasi Mahkamah Agung yang sudah ditarik Panitera Mahkamah Agung karena ada kekeliruan amat putusan. 

"Jadi tindakan hukum yang dilakukan aparat kejaksaan dan kepolisian Tanjungpinang itu dapat dikategorikan ilegal dan menyalahi aturan."  ujar Cak Ta'in. 

Rencananya, lanjut Cak Ta'in, pihaknya akan segera melaporkan tindakan penggeledahan itu ke Jamwas Kejaksaan Agung, Komisi Kejaksaan, Propram Polda Kepri, Propram Mabes Polri, juga ke Kompolnas. "Ada dugaan pelanggaran penyalahgunaan profesi untuk kepentingan tertentu," katanya. 

Bahkan Cak Ta'in menduga tindakan itu melupakan pesanan pihak tertentu dan dugaan ada gratifikasi. "Biar mereka melakukan klarifikasi di lembaga resmi karena kami tidak mau perang opini melalui media." tegas Cak Ta'in.

Sebelumnya aparat Kejaksaan dan Kepolisian juga mengunjungi rumah kediaman Anton di Batam. Bahkan istri Anton sudah memberikan keterangan di Kejaksaan bahwa Anton sedang sakit dan berobat ke luar negeri, serta berjanji akan langsung mengantarkan ke Kejaksaan kalau sudah sembuh dan kembali ke tanah air. "Itu pernyataan Kajati dan Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Tanjungpinang loh..!" tegas Cak Ta'in. 

Jadi apa urgensi Jaksa dan polisi melakukan penggeledahan itu karena sebelumnya sudah ada keterangan. "Kami hanya menduga mereka mencoba melakukan teror psikologis, tapi tidak tepat kalau ke pihak yang tidak langsung dan tidak prosedural."  tutup Cak Ta'in.

Penggeledahan itu harus didampingi oleh orang yang punya rumah atau orang dalam rumah ketika memeriksa apapun dalam rumah itu, apalagi ini hanya orang yang dicari. "Menjadi pertanyaan, mereka menyentuh barang-barang dalam rumah itu tidak, misalnya laci atau lemari. Bagaimana kalau ada barang yg hilang...? Siapa yang berani menjamin mereka sudah memenuhi prosedural hukum...?  kata Cak Ta'in yang memang mengawal kasus ini mulai dari proses sidang di Pengadilan Negeri Tanjungpinang itu.


(Red) 


KPDI BP Batam Kolonel Yudha Gunadi Fhoto Bersama Usai Coffe Morning
BATAM KEPRIAKTUAL.Com: Kepala Pusat Data dan Informasi (KPDI) BP Batam Kolonel Yuda Gunadi dalam sambutanya, mengatakan, saat ini BP Batam telah menyimpan data dari delapan belas intansi pemerintah yang ada di Batam yang sedang di kelola BP Batam.

"IT Center BP Batam Mulai di Bangun sejak tahun 2010 dan di  Mulai perkenalkan ke Intansi pemerintah sejak tahun 2012, sehingga penyimpanan data yang ada di IT Center BP Batam sekarang cukup aman," ujar Yuda saat Coffe Morning Bersama Kepala ITCenter Pusat dan Telkomsel Batam di Kantor IT Center Lantai BP Batam Selasa (12/12-2017).

Kemudian, Kepala IT Center Pusat Garuda Sugardo mengatakan, perkembangan jaman sekarang cukup cangih. Sehingga perlunya penyimpanan Pusata Data dan Informasi berbasis tehnologi yang tinggi dipicu perkembangan jaman.

Ia juga mengatakan untuk di Indonesia sendiri Penyimpanan Data dan Informasi yang berbasis tinggi ada di tiga tempat ya itu di IT Center BP Batam, IT Center BPPT Serpong, IT Center, IT Center Telkom Sigma.

"Untuk IT Center BP Batam sendiri menyimpan Data yang Paling besar adalah E-KTP, Data Badan Pertanahan Nasional (BPN), dan Data Kementrian Perhubungan," ujarnya. 

Sebelum mengakhir pertemuan Kepala Pusat IT Center Pusat Garuda Sugardo foto Bersama dengan staf dan perwakilan yang hadir mengadakan foto bersama.


(Red) 


Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.