Konfrence Pers Tersangka Pengebom Ikan di Perairan Midai, Natuna. 

NATUNA KEPRIAKTUAL.COM: Kapolres Natuna AKBP Ike Krisnadian, S.I.K., M.Si melalui Kasatpol Airud Polres Natuna Iptu Sandy Pratam S.I.K di dampingi Ipda Wira Pratama, S.TrK dan Ipda Andy Pakpahan gelar Konferensi Pers terkait kasus tindak pidana perikanan dan kepemilikan bahan peledak diruang Satintelkam Polres Natuna, Senin (31/05/2021).

Kasat Pol Airud Iptu Sandy Pratama  menyampaikan pengungkapan kasus tersebut bermula saat Satpol Airud sedang melaksanakan patroli dan penyelidikan menggunakan kapal CE dengan nomor lambung 1001.

"Satpol Airud memergoki pompong tanpa nama melakukan penangkapan ikan dengan menggunakan bom," ujarnya dalam konferensi pers.

Polisi telah menahan 7 orang tersangka dengan inisial, D, C, HM, B, H, F, JI dengan barang bukti bom 23 buah siap diledakkan, 12 buah sumbu, satu unit pompong, satu unit sampan, kompresor, selang 300 meter, dan tiga kacamata selam.

"Jadi saat ini tersangka masih dalam tahap pemeriksaan guna mencari lebih dalam keterlibatan para tersangka," ujarnya. 

Tersangka di kenakan pasal 84 undang-undang republik Indonesia nomor 45 tahun 2009 tentang perikanan dengan ancaman hukuman paling lama 6 tahun, dan dikenakan undang-undang darurat nomor 12 tahun 1951 ancaman hukuman mati, seumur hidup, dan setinggi-tingginya 20 tahun.

(IK)


Bupati dan Wakil Bupati Natuna Pimpin Apel Sosialisasi Vaksinasi Covid-19 kepada ASN. 

NATUNA KEPRIAKTUAL.COM: Pemerintah Kabupaten Natuna melaksanakan apel pagi sosialisasi vaksinasi covid-19 di kalangan ASN, PTT dan Honorer, Senin (31/5/2021).

Apel dipimpin langsung oleh Bupati Natuna Wan Siswandi didampingi oleh Wakil Bupati Natuna Rodhial Huda dan diikuti oleh seluruh OPD yang tentu dengan standar protokol kesehatan.

Dalam apel, Wan Siswandi menegaskan bahwa apel ini apel perdana dan apel rerkhir di masa pandemi.

"Ini sebenarnya tidak apel biasa tapi ini apel sosialisasi vaksinasi terhadap seluruh OPD untuk bisa memberi contoh kepada masyarakat agar mau divaksin juga," ungkpnya.

Wan Sisiwandi juga mengatakan, apel akan dilakukan kembali pada saat Covid-19 telah berlalu dan tidak ada lagi di wilayah Natuna, sehingga apel tidak menjadi klaster baru penyebaran covid-19.

"Saya minta dalam seminggu ini seluruh OPD telah divaksin semuanya. Selain kepada OPD, nanti kita juga akan sosialisasikan kepada masyarakat karena saat ini kita memiliki stok vaksin untuk 14 ribu orang," tegasnya.

Ia juga menegaskan agar semuanya bersama-sama mewujutkan visi-misi Bupati dan Wakil Bupati dalam percepatan pembangunan di segala sektor mengingat singkatnya masa jabatan yang hanya sampai 2024.

Sementara itu, Wakil Bupati Natuna Rodhial Huda memuji Wan Siswandi yang menempatkan dirinya berdiri sama tinggi di sebelahnya saat memimpin apel.

"Ini membuktikan bahwa saya tidak hanya mengisi kekosongan dikala bupati berhalangan, tapi bersama-sama bekerja untuk satu tujuan yaitu Natuna ke arah lebih baik lagi," ungkap Rodhial Huda.

Rodhial Huda juga berharap, agar seluruh OPD bisa mencontoh apa yang sudah dilakukan oleh mereka untuk bersama-sama membantu kerja Bupati dan Wakil Bupati sehingga proses pembangunan dapat terlaksana cepat dan tepat sasaran. 

(IK)


Tersangka Pasutri Penjual Narkotika Sabu. 

KAMPAR KEPRIAKTUAL.COM: Pasangan suami istri warga Desa Pongkai Istiqomah diciduk Unit Reskrim Polsek XIII Koto Kampar karena diduga kuat sebagai pengedar narkotika jenis sabu, keduanya ditangkap pada Jumat siang (28/05/2021) ditempat terpisah di wilayah Kecamatan XIII Koto Kampar.

Pasangan suami istri yang diamankan Aparat Kepolisian ini adalah AR (44) dan istrinya NR (45) warga Desa Pongkai Istiqamah Kecamatan XIII Koto Kampar.

Dari penangkapan ini didapati barang bukti 1 paket sedang, 6 paket kecil dan 2 paket kecil sisa shabu seberat 4,04 gram, sejumlah peralatan penggunaan shabu serta uang tunai sebesar Rp 418 ribu.

Pengungkapan kasus ini berawal pada Jumat (28/05/2021) sekira pukul 12.30 wib, saat itu Jajaran Polsek XIII Koto Kampar mendapat informasi dari masyarakat bahwa sering terjadi transaksi narkoba di Desa Pongkai Istiqomah, kemudian Kapolsek AKP Budi Rahmadi SH perintahkan Kanit Reskrim IPDA Riko Rizki Masri SH bersama Tim Opsnal Polsek melakukan penyelidikan.

Selanjutnya Tim Opsnal melakukan penyelidikan dan pengintaian di salahsatu rumah di Desa Pongkai Istiqamah, yang diduga sering menjadi tempat bertransaksi narkoba. Tim Opsnal melihat seorang perempuan didalam rumah tersebut yang diduga tengah menunggu seorang pembeli dan langsung melakukan penggerebekan.

Selanjutnya didampingi perangkat desa setempat dilakukan penggeledahan, tim menemukan 4 paket kecil narkotika jenis shabu siap edar dalam saku celana jeans milik perempuan berinisial NR ini yang dilipat dalam lemarinya.

Kepada petugas, NR mengakui bahwa narkotika itu milik suaminya AR untuk dijualkan kepada pembelinya, atas informasi itu Tim langsung melakukan pengembangan dan mencari keberadaan suaminya AR.

Dalam waktu yang tidak lama, Tim berhasil menemukan tersangka AR saat berada di jalan raya Candi Muara Takus Desa Pongkai Istiqamah saat yang bersangkutan sedang duduk didebuah Pondok dibawah pohon kelapa sawit.

Kemudian disaksikan warga sekitar, dilakukan penggeledahan badan dan lokasi disekitar pondok tersebut dan ditemukan dompet kecil warna pink di atas pohon kelapa sawit berisi 1 paket sedang dan 2 paket kecil serta 2 paket sisa shabu yang diakui oleh AR adalah miliknya.

Kedua pelaku beserta barang bukti kemudian dibawa ke Polsek XIII Koto Kampar untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. 

Kapolsek XIII Koto Kampar AKP Budi Rahmadi SH saat dikonfirmasi melalui Kanit Reskrim Ipda Riko Rizki Masri SH membenarkan penangkapan pelaku narkoba ini, disampaikan bahwa kedua tersangka dan barang bukti telah diamankan di Polsek XIII Koto Kampar untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Keduanya akan dijerat dengan pasal 114 (1) junto pasal 112 (1) UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman penjara paling singkat selama 5 tahun, jelasnya. 

(Den/red)


Foto:Ilustrasi

TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Pemerintah Provinsi Kepri akhirnya memastikan pembangunan Jembatan Batam Bintan akan dimulai pada awal tahun 2022 mendatang.

Hal ini disampaikan Gubernur Provinsi Kepri H Ansar Ahmad kepada Kepala Staf Presiden Moeldoko saat meninjaum landing point Jembatan Batam Bintan, sisi Batam, Jumat (28/5).

Dikatakan Ansar, hingga saat ini pemerintah Provinsi Kepri terus menuntaskan tahapan-tahapan yang menjadi tanggung jawab daerah. 

"Mulai dari usulan penetapan lokasi, persiapan konsultasi publik, pelaksanaan tahapan penyiapan DED  dan data pendukung, dokumen lingkungan hingga pembebasan lahan yang akan digunakan untuk pembangunan nantinya," jelas Ansar kepada Moeldoko.

Ansar juga memastikan hingga saat ini pun jalannya proses masih sesuai rencana. Nantinya , lanjut Ansar pembangunan jembatan Batam Bintan ini memberi dampak luas pada pembangunan pada dua daerah tersebut. 

"Termasuk rencana pengembangan kwasan ekonomi khusus,  pembangunan pelabuhan peti kemas dan kawasan industri di Tanjung Sauh,'' jelas Ansar.

Menurut Ansar, ketika kedua daerah tersebut sudah terbangun jembatan, maka potensi lalu lintas kendaraan yang melintas bisa lebih dari 7000-an kendaraan  per harinya. 

"Tentu ini akan berdampak luar biasa bagi pengembangan potensi perekonomian Kepri, untuk itu Kepri terus menggesa pembangunan jembatan ini segera terwujud,” kata Ansar.

Sementara itu, Kepala Staf Presiden Moeldoko yakin pembangunan jembatan ini akan memberi dampak besar bagi meningkatnya perekonomian di Kepri. 

"Kita doakan bersama semoga pembangunan jembatan ini segera terwujud. Karena yang saya tahu, pembangunan jembatan ini sudah ditunggu- tunggu masyarakat Kepri,” kata Moeldoko

Sumber: Diskominfo Kepri


Gubernur Kepri, Ansar Ahmad. 

TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Pemerintah Provinsi Kepri meminta seluruh kepala daerah kabupaten kota se Provinsi Kepri untuk dapat terus mengawal dan mengawasi pelaksanaan Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat PPKM Berbasis Mikro yang diterapkan saat ini.

Hal ini mengingat angka penyebaran Covid-19 di Provinsi Kepri terus meningkat.

"Saya minta Bupati Walikota untuk terus mengawasi pelaksanaan PPKM Mikro di masyarakat, jangan lengah terus kawal," ujar Gubernur Provinsi Kepri H Ansar Ahmad di Tanjungpinang, Jum'at (28/5), dikutip dari situs Diskominfo Kepri. 

Dikatakan Ansar, saat ini pemerintah Provinsi Kepri telah menyediakan beberapa lokasi dan gedung khusus untuk isolasi pasien Covid-19 yang tidak memiliki kediamannya yang memenuhi syarat.

"Nah, giliran bupati walikotanya yang kita harapkan untuk gencar untuk mengawasi keberadaan mereka di lokasi isolasi mandiri ini," tegas Ansar.

Serta Kewajiban kabupaten kota pula lanjut Ansar menyiapkan makan minum bagi pasien isolasi mandiri Covid-19 ini di lokasi karantina.

"Jangan sampai mereka tidak makan atau gimana, dan juga saya minta pemerintah daerah juga memperhatikan keluarga pasien," jelas Ansar.

Ansar mengatakan pemerintah kabupaten kota harus memperhatikan keluarga pasien. "Jangan sampai pasien yang merupakan kepala keluarga, memaksakan bekerja untuk keluarga ditengah kondisinya, ini nantinya malah berakibat fatal," tambah Ansar.

Pemerintah Provinsi Kepri telah mencarikan dan pengadaan hotel tempat karantina mandiri pasien Covid-19 tersebut.

"Selanjutnya kabupaten kota harus benar-benar memastikan bahwa pasien Covid-19 diisolasi mandiri ditempat yang tepat, baik dalam segi makanan, pengawasan hingga penangan petugas kesehatannya," jelas Ansar.

Sehingga lanjut Ansar, kasus Covid-19 di Provinsi Kepri dapat ditekan dengan cepat.

Redaksi


Dua Kapal Asing STS di Perairan Laut Batu Ampar. 

BATAM KEPRIAKTUAL.COM
: Kabar tentang dua kapal asing yang melakukan Ship to Ship mentransfer Liquified Petroleum Gas (LPG) di perairan Batuampar sedang santer diperbincangkan. Awak media ini pun menelusuri kebenaran kabar tersebut.

Sabtu (29/5/2021) sore, sejumlah awak media mulai menelusuri kabar tersebut dari pelabuhan rakyat di Batuampar. Pelabuhan ini menyediakan jasa boat service yang melayani penumpang yang ingin menuju ke kapal-kapal yang sedang berlabuh jangkar di sekitar perairan Batuampar. 

"Mau ke kapal yang sedang SS (Ship to Ship) ya bang?" tanya seorang penambang boat service, Sabtu sore. Maksud penambang itu adalah  aktivitas ship to ship transfer (STS). Kabar itu sudah tak asing bagi mereka. Namun, menjadi asing di perairan itu ketika yang melakukan STS adalah kapal berbendera asing. 

Boat pancung bermesin tempel merek Yamaha bertenaga 15 PK itu pun melaju ke arah laut. Sekitar 10 menit membelah ombak, awak media menemukan dua kapal berbendera asing yang posisinya berdempetan. Satu kapal berukuran besar. Kapal itu memiliki nama lambung ORL I berbendera Panama. Sedangkan kapal yang mendepetnya berukuran jauh lebih kecil dengan nama lambung SN 4 berbendera Bangkok.

Terkait aktivitas tersebut, Kasi Tertib Berlayar Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Khusus Batam, Yuzirwan Nasution mengaku bakal mengecek kedua kapal tersebut. "Coba saya cek dulu ya," ungkap Yuzirwan, Senin (31/5/2021).

Hal senada, Kasubdit Gakkum Polairud Polda Kepri, AKBP Nulhakim Nurochman mengatakan pihaknya juga akan mengecek aktivitas kedua kapal tersebut. "Kita akan cek ke lapangan," ucapnya singkat.

Sementara itu, berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran Pasal   yang 8  ayat 1 dan 2 yang  berisi tentang Angkutan Laut Dalam negeri 
1.Kegiatan Angkutan Laut dalam negeri dilakukan  oleh perusahaan angkutan laut nasional dengan menggunakan kapal berbendera indonesia serta diawaki oleh awak kapal berkewarganegaraan Indonesia.
2.Kapal Asing dilarang mengangkut penumpang dan/atau barang antar pulau di wilayah Perairan Indonesia.

Sebelumnya informasi tersebut berawal dari kegiatan Assist Tug yang di lakukan oleh kapal TB An Di berbendera asing di wilayah Perairan Indonesia yang berlokasi di  STS Area Batuampar untuk membantu assist Tug dengan kapal LPG SC 3 dan OR 1, dengan ini terdapat indikasi -Indikasi pelanggaran terhadap dunia Pelayaran sesuai UU no 17 Tahun 2008  Pasal 8 Ayat 1 dan 2 Tentang Pelayaran.

Adapun schedule STS berlangsung tanggal 29/05/2021 pukul 07.00 pagi dan sore hari.

Dari data yang dihimpun, Kapal OR 1 adalah kapal tanker yang berlayar di bawah bendera Panama.  Nomor IMO nya adalah 8902xxx dan nomor MMSI adalah 352478xxx. Keterangan kapal induk berukuran panjang 230 m dan lebar kapal 36 m. 

Kapal ini tiba di Batam pada 21 Mei 2021 pukul 17:00 WIB lalu. Kapal OR 1 adalah Tanker LPG yang dibangun pada tahun 1990 (berusia 31 tahun) dan saat ini berlayar di bawah bendera Panama.

Redaksi


Silaturahim Wartawan Tempatan Natuna. 

NATUNA KEPRIAKTUAL.COM: Demi meningkatkan silahturahmi sesama wartawan tempatan, beberapa wartawan putra daerah Kabupaten Natuna gelar halal bihalal di Cafe Hari Dah Sore (HDS), Minggu (30/5/2021).

Doni yang merupakan Pimpinan Redaksi Bursa Kota resmi ditunjuk oleh kawan-kawan daerah, menjadi Pimpinan wartawan tempatan yang ada di Natuna.

Doni menyebutkan bahwa kegiatan yang di selenggarakan pada malam hari ini, merupakan ajang silahturahmi sesama wartawan Putra dan Putri Daerah Natuna. Sambil membicarakan untuk pembangunan daerah Natuna yang lebih baik Tegas Doni

Ditempat yang sama, Rapi yang merupakan Ketua PWI Natuna  berharap kelompok wartawan tempatan ini, bisa berjalan dengan semestinya.

"Ini kan baru beberapa saja kawan-kawan yang hadir, kedepan kita berharap semua wartwan tempatan bisa kita undang semua dan sama-sama mengeluarkan ide bersama untuk kemajuan daerah Natuna yang kita cintai," ungkap Rapi.

(IK)


Kunjungan Bupati dan Ketua DPRD Kabupaten Karimun ke Pulau Kundur. 

KUNDUR KEPRIAKTUAL.COM: Bupati Karimun H. Aunur Rafiq didamping Ketua DPRD Kabupaten Karimun, Yusup Sirat beserta Kapolres Karimun, AKBP Muhammad Adnan dan Forum komunikasi pimpinan daerah (FKPD) Kabupaten Karimun dan juga Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Riau melakukan peninjauan lokasi persiapan Hotel Gembira, Kecamatan Kundur sebagai tempat kesiapan Karantina  terpadu Covid-19, Sabtu (29/5/2021)

Bupati Karimun H. Aunur Rafiq mengatakan, peninjauan di lakukan bersama gugus tugas kemenangan Covid-19 tempat Karantina terpusat dengan mengunjungi SMA 4 binaan dan SMP 2 Tebing Kabupaten Karimun sebagai tempat terpusat Karantina Covid-19.

Selanjutnya, Rafiq juga melakukan peninjauan di Pulau Kundur dengan mengunjungi Dermaga sandar kapal  yang di jadikan sebagai rumah sakit terapung yang akan berjalan selama dua bulan mendatang, serta di lanjuti dengan mengunjungi Puskesmas Tanjungbatu melihat secara lansung berjalannya Vaksinasi.

Kemudian melanjutkan, mengunjungi Taman Gembira di Km 7 dan Hotel Gembira Kecamatan Kundur, Kabupaten Karimun.

Hotel Gembira Tempat Karantina Terpusat. 

"Dari beberapa lokasi peninjauan, Hotel Gembira akan diwacanakan sebagai lokasi persiapan Karantina terpusat Covid-19 untuk 7 Kecamatan di Kabupaten Karimun, di antaranya Kecamatan Kundur, Kecamatan Kundur Utara, Kecamatan kundur Barat, Kecamatan Belat, kecamatan Ungar, Kecamatan Durai dan Kecamatan Moro," kata Rafiq. 
 
Kemudian, lanjutnya, Hotel Gembira akan di jadikan lokasi Karantina terpusat. Jika nanti sudah di setujui oleh forum komunikasi Kecamatan Kundur tetang masalah harga yang akan di sepakati.
 
"Kapasitas Hotel Gembira ada 55 kamar yang tersedia dan bisa menampung pasien covid 19 sebanyak 100 orang yang mana ada beberapa kamar besar yang bisa menampung 3 atau 4 orang sekamar," ujarnya.

Selain itu, Bupati Karimun juga meminta kepada seluruh masyarakat Kabupaten Karimun untuk tidak khawatir menjalani Vaksin yang sedang berjalan.

"Saya menghimbau agar masyarakat bisa mandiri untuk melakukan vaksinasi. Insyaallah untuk Kabupaten Karimun yang sudah menjalani vaksinasi hampir 16.000 orang. Alhamdulillah sampai hari ini tidak ada  apa pun yang terjadi khususnya di Kabupaten Karimun," ungkap Rafiq.

Ahmad Yahya


Koordinator GMKI Wilayah XIII Riau, Hermanto Romora Sinaga dan Pengurus GMKI Tanjungpinang/Bintan. 

TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: GMKI nilai Kemenag Kepri gagal menjalankan tugas dan fungsinya dengan NETRAL, sebagaimana tugasnya adalah menyelenggarakan urusan Pemerintah di bidang agama di provinsi Kepulauan Riau.

Hal itu disampaikan langsung Kordinator GMKI Wilayah XIII Riau, Kepri, Sumbar bersama BPC GMKI Tanjung Pinang-Bintan kepada Pembimas Kristen saat bertandang ke Kantor Wilayah Kementrian Agama Kepulauan Riau, di Kota Tanpung Pinang, Jumat (28/5-2021).

"GMKI sangat menyayangkan tidak adanya struktur penyelenggara Kristen di Kota Tanjungpinang. Padahal ini Ibukota Provinsi Kepri, harusnya struktur kepegawaian yang mewakili semua agama di Kemenag Kota Tanjungpinang menjadi role model di seluruh Kabupaten/kota Kepulauan Riau. Sehingga dengan gampang dapat mengatasi ataupun menjalankan program-program kepemerintahan bidang agama (semua agama) di tingkat kabupaten kota," kata Hermanto Romora Sinaga kepada Pembimas Kristen Kepri.

Lanjutnya, ia bisa melihat sering sekali gereja bermasalah di Kepri khususnya Kota Tanjungpinang baik itu yang ditutup secara paksa oleh pemerintah dengan penerikan IMB ataupun yang digusur oleh masyarakat setempat. Yang jadi pertanyaan nya, apakah Kemenag pernah memikirkan bagaimana mencegah hal-hal seperti ini yang sangat merugikan umat kristen? Apakah kemenag hadir dalam bentuk tugas dan fungsinya pada setiap konflik ijin dan penggunaan rumah ibadah khususnya gereja?.

"Jawabnya tidak, karena dalam proses konflik rumah Ibadah umat Kristen di Kepulauan Riau yang di Advokasi oleh GMKI kita tidak melihat adanya Kementrian Agama menaruh hati dan pikirannya untuk sama-sama cari jalan keluar, cenderung di diamkan dan berlalu begitu saja," ujarnya Korwil XIII GMKI dengan perasaan kecewa.

Karena itu, GMKI menuntut Mentri Agama untuk pro-aktif dalam mengawasi Kanwil-Kanwil yang tidak beres dalam menjalankan tugasnya. 

Pembimas Kristen Kepulauan Riau Ibu Indriastuti Ratna saat di temui GMKI menyampaikan kepada GMKI, sangat sulit di terima oleh Kakanwil bila Pembimas Kristen menyampaikan hal-hal yang dibutuhkan selama bertugas di Bimas Kristen seperti halnya permohonan pengadaan penyelenggara Kristen di kota Tanjungpinang yang tidak pernah di dengar apalagi  dipenuhi.

Ditambahkan Ketua Cabang GMKI Tanjungpinang, Elia Anastasia. Ia menyampaikan kekecewaan nya, bahwa tidak ada peran Kemenag dalam mengatasi tempat rumah ibadah. 

"Iya kita kecewa tidak adanya peran Kemenag dalam konflik Rumah Ibadah baru baru ini (GMI-Tanjung Pinang), Kristen merasa tidak Punya tempat pengaduan ataupun konsultasi di lembaga Kementrian Agama Tanjung Pinang," ucap Elia menirukan bahasa salah satu pimpinan gereja GMI.

"Semoga kedepannya Kementrian Agama Kepulauan Riau dapat berbenah agar dapat menjalankan fungsi dan tugasnya dengan *BAIK & NETRAL* , Tutup Mora dengan Pesimis terhadap Kemenag Kepulauan Riau," terangnya kembali.

Redaksi


Evakuasi Mayat Pria Asal Meda di Perairan Jembatan 2 Barelang. 

BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Mayat Pria asal Medan, Peris Hasudungan (44) yang ditemukan mengapung di jembatan 2 Barelang diketahui adalah pekerja PT Hasil Laut Sejati (HLS) yang bergerak di bidang perusahaan perikanan.

"Iya benar korban merupakan pekerja di sana," kata Kepala SAR Tanjungpinang, Mu'min ketika dikonfirmasi awak media, Jumat (28/5/2021).

Kata dia, korban pertama kali dilaporkan hilang kepada pihaknya pada Kamis (27/5/2021) terjatuh dari dermaga perusahaan tersebut.

"Korban kita temukan pada Jumat (28/5/2021) dalam keadaan meninggal dunia tak jauh dari lokasi kejadian dan selanjutnya langsung dievakuasi ke RS BP Batam, Sekupang," ujarnya.

Sementara itu, sekira pukul 11.10 WIB operasi team SAR gabungan dihentikan dan dinyatakan selesai dan masing-masing unsur kembali ke pos masing-masing, "operasi berjalan aman dan lancar," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang pria ditemukan tewas  tenggelam di Pulau Setokok, Bulang, Batam di sekitaran perairan Jembatan 2 Barelang.  Hal ini dibenarkan langsung oleh Kasatpolair Polresta Barelang, AKP Badawi ketika dikonfirmasi, Jumat (28/5/2021).

"Iya benar, korban tadi ditemukan sekitar pukul 07.45 WIB oleh team SAR gabungan,” ujarnya.

Kata dia, team SAR gabungan telah menemukan mayat yang diduga jatuh dan tenggelam ke laut yang terjadi pada Kamis (27/5/2021) sekitar pukul 04.45 WIB di PT Hasil Laut Sejati (HLS) Setokok, Bulang, Batam.

“Adapun mayat tersebut ditemukan di perairan jembatan 2 Barelang tepatnya depan perairan PT Jagat Jembatan 2 Barelang, tidak jauh dari TKP awal. Kemudian team SAR gabungan melakukan evakuasi jenazah tersebut ke RSOB untuk penanganan lebih lanjut,” pungkasnya. 

(Redaksi/Exp)


Mayat Pria yang Terapung Dievakuasi. 

BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Mayat seorang pria ditemukan mengapung di Pulau Setokok, Bulang, Batam disekitaran perairan jembatan 2 Barelang. 

Hal ini dibenarkan langsung oleh Kasatpolair Polresta Barelang, AKP Badawi ketika dikonfirmasi, Jumat (28/5/2021) sore. 

"Iya benar, korban tadi ditemukan sekitar pukul 07.45 WIB oleh team SAR gabungan," ujarnya. 

Kata dia, team SAR gabungan menemukan mayat yang diduga jatuh dan tenggelam ke laut yang terjadi pada Kamis (27/5/2021) sekitar pukul 04.45 WIB di PT Hasil Laut Sejati (HLS) Setokok, Bulang, Batam. 

"Adapun mayat tersebut ditemukan di perairan jembatan 2 Barelang tepatnya depan perairan PT Jagat jembatan 2 Barelang, tidak jauh dari TKP awal kemudian team SAR gabungan melakukan evakuasi mayat korban tersebut ke RSOB untuk penanganan lebih lanjut," jelasnya. 

Kata dia, untuk identitas korban sendiri bernama, Peris Hasudungan beralamat di Medan, Provinsi Sumut.

Red/exp


Gubernur Kepri, Ansar Ahmad Didampingi Sejumlah OPD. 

TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Dengan kembali meningkatnya kasus Covid-19 di Provinsi Kepri, Pemerintah Provinsi Kepri akhirnya kembali menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro di Provinsi Kepri.

Hal ini disampaikan Gubernur Provinsi Kepri H Ansar Ahmad pada surat instruksinya nomor:486/SET-STC19/V/2021 tanggal 25 Mei 2020, dikutip dari situs Diskominfo Kepri. 

Dikatakan Ansar, sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 11 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro dan Mengoptimalkan Posko Penanganan Corona Virus Disease 2019 di Tingkat Desa dan Kelurahan untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019. Tanjungpinang, Kamis (27/05).

"Kamu menghimbau kepada Bupati/Walikota se Provinsi Kepri untuk segera melaksanakan PPKM berbasis mikro sampai dengan tingkat Rukun Tetangga (RT)/Rukun Warga (RW) yang berpotensi menimbulkan penularan COVID-19 dalam meningkatkan intensitas penerapan protokol kesehatan," ujar Ansar dalam point pertama.

Selanjutnya, Ansar mengatakan PPKM Mikro dilakukan dengan mempertimbangkan kriteria zonasi pengendalian wilayah hingga tingkat RT dengan kriteria sesuai zona.

"Seperti Zona Hijau dengan kriteria tidak ada kasus COVID-19 di satu RT, maka skenario pengendalian dilakukan dengan surveilans aktif, seluruh suspek di tes dan pemantauan kasus tetap dilakukan secara rutin dan berkala," kata Ansar.

Zona Kuning dengan kriteria jika terdapat 1 (satu) sampai dengan 2 (dua) rumah dengan kasus konfirmasi positif dalam satu RT selama 7 (tujuh) hari terakhir, maka skenario pengendalian adalah menemukan kasus suspek dan pelacakan kontak erat, lalu melakukan isolasi mandiri untuk pasien positif dan kontak erat dengan pengawasan ketat.

"Zona Oranye dengan kriteria jika terdapat 3 (tiga) sampai dengan 5 (lima) rumah dengan kasus konfirmasi positif dalam satu RT selama 7 (tujuh) hari terakhir, maka skenario pengendalian adalah menemukan kasus suspek dan pelacakan kontak erat, lalu melakukan isolasi mandiri untuk pasien positif dan kontak erat dengan pengawasan ketat, serta menutup rumah ibadah, tempat bermain anak, dan tempat umum lainnya kecuali sektor esensial," jelas Ansar.

Dan Zona Merah dengan kriteria jika terdapat lebih dari 5 (lima) rumah dengan kasus konfirmasi positif dalam satu RT selama 7 (tujuh) hari terakhir, maka skenario pengendalian adalah pemberlakuan PPKM tingkat RT yang mencakup: Menemukan kasus suspek dan pelacakan kontak erat; Melakukan isolasi mandiri/terpusat dengan pengawasan ketat; Menutup rumah ibadah, tempat bermain anak dan tempat umum lainnya kecuali sektor esensial; Melarang kerumunan lebih dari 3 (tiga) orang; Membatasi keluar masuk wilayah RT maksimal hingga Pukul 20.00; dan Meniadakan kegiatan sosial masyarakat di lingkungan RT yang menimbulkan kerumunan dan berpotensi menyebabkan penularan.

Serta selanjutnya melakukan koordinasi antara seluruh unsur yang terlibat sesuai dengan tingkatan kewenangannya, mulai dari Bupati/Wali Kota bekerjasama dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD), Camat bekerjasama dengan Kepolisian Sektor (Polsek), Komando Rayon Militer (Koramil) dan Tokoh Masyarakat, Lurah dan Kades bekerjasama dengan Bintara Pembina Desa (Babinsa), Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas).

"Dengan membuat mekanisme koordinasi, pengawasan dan evaluasi pelaksanaan PPKM Mikro dilakukan dengan membentuk Posko tingkat Desa dan Kelurahan bagi wilayah yang belum membentuk Posko dan terhadap wilayah yang telah membentuk Posko dimaksud agar lebih mengoptimalkan peran dan fungsinya," jelas Ansar.

Serta untuk supervisi dan pelaporan Posko tingkat Desa dan Kelurahan membentuk Posko Kecamatan bagi wilayah yang belum membentuk Posko Kecamatan dan terhadap wilayah yang telah membentuk Posko Kecamatan agar lebih mengoptimalkan peran dan fungsinya.

"Dengan kebutuhan pembiayaan dalam pelaksanaan Posko tingkat Desa dan Kelurahan dibebankan pada anggaran masing-masing unsur Pemerintah sesuai dengan pokok kebutuhan sebagai seperti Kebutuhan di tingkat Desa dibebankan pada Dana Desa dan dapat didukung dari sumber pendapatan desa lainnya melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APB Desa), dan Kebutuhan di tingkat Kelurahan dibebankan pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten/Kota," jelas Ansar.

Ansar juga mendorong penyediaan tempat karantina terpusat di tingkat Kecamatan/Desa/ Kelurahan/RT/RW. Dan seluruh pihak diharapkan memberikan dukungan pelaksanaan PPKM Mikro tingkat Rukun Tetangga dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan khususnya dalam pemenuhan kebutuhan dasar bagi warga yang melakukan karantina.

"Pihak RT/RW juga diharapkan rutin memberikan laporan pelaksanaan Instruksi Gubernur ini paling sedikit memuat hal-hal seperti, pemberlakuan PPKM Mikro; Pembentukan Posko tingkat Desa dan Kelurahan untuk pengendalian penyebaran COVID-19; dan Pelaksanaan fungsi Posko tingkat Desa dan Kelurahan untuk  pengendalian penyebaran COVID-19," jelas Ansar.

Redaksi



Foto:Istimewa.

TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Sebanyak 16 orang pencari suaka dinyatakan positif COVID-19 di Bhadra Resort, Jalan Kawal, Kecamatan Toapaya, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, Rabu (26/05). Saat ini mereka menjalani isolasi mandiri di Bhadra Resort. 

Informasi yang dihimpun, mereka terdeteksi terpapar COVID-19 pada pekan lalu satu orang, kemudian ditracing kepada 28 orang terdekat. Hasilnya ditemukan 13 orang positif COVID-19 dan hari ini bertambah dua orang. Totalnya sudah 16 orang yang positif dari 400 orang pencari suaka yang ada di Bhadra Resort. 

Pencari suaka di Bhadra Resort sendiri berasal dari empat negara yaitu Sudan, Somalia, Afganistan dan Pakistan. 

Dikutip dari situs Diskominfo Kepri, Kepala Dinas Kesehatan Bintan dr Gama AF Isnaini membenarkan ada 16 orang pencari suaka yang positif. "Mereka isolasi mandiri di sana (Bhadra Resort)," kata Gama lewat pesan singkat.

Sementara itu, Alzobier salah seorang pencari suaka di Bhadra Resort menyampaikan, 16 orang yang terpapar COVID-19 telah dipisah dengan pencari suaka lainnya. Dia menuturkan, saat ini mereka tidak boleh keluar dari Bhadra Resort. 

"Sepekan terakhir masih boleh keluar mencari makan. Mulai pagi ini tidak boleh lagi keluar," kata Alzobier lewat telepon.  

Disampaikannya, kondisi mereka yang terpapar masih sehat semuanya. "Mereka tidak ada gejala. Kami heran, kok bisa begitu. Tidak ada keluhan, tiba-tiba dinyatakan positif," ujarnya. 

Alzobier berharap kepada pencari suaka yang positif agar segera dikarantina di tempat terpadu. Dikhawatirkan, pencari suaka yang sehat ikut tertular.

"Kalau bisa yang positif dibawa ke rumah sakit dirawat untuk penanganan lebih lanjut. Jadi, tak menularkan ke yang lain," ujarnya. 

Acok, petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bintan yang berjaga di Bhadra Resort menyampaikan instruksi dari Gugus Tugas COVID-19 mereka pencari suaka tidak boleh keluar dari lokasi. 

"Mulai hari ini tak boleh keluar masuk. Mereka yang positif dan negatif telah dipisah," kata Acok.

Redaksi


Foto:Istimewa.

TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Pemerintah Provinsi Kepri mengatakan bahwa pada penerimaan CPNS tahun 2021 ini, Pemprov Kepri mendapat kuota penerimaan sebanyak 904 pegawai CPNS dan P3K.

Hal ini disampaikan Kasubbid Pengadaan Dan Pemberhentian Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Provinsi Kepri Hendri Sianipar di Tanjungpinang, Kamis (27/5), dikutip dari situs Diskominfo Kepri. 

"Secara umum jumlah yang kita terima  sekitar 904 formasi," ujar Hendri.

Yangmana, lanjut Hendri jumlah tersebut terdiri dari 36 formasi CPNS dan 868 formasi P3K Guru.

"Untuk formasi CPNS terdiri dari 19 formasi CPNS untuk tenaga kesehatan dan 17 formasi untuk tenaga teknis ," tegas Hendri.

Dikatakan Hendri sedikitnya kuota CPNS yang diterima Pemprov Kepri dikarenakan banyaknya jumlah P3K yang diterima. 

"Untuk P3K sendiri yang dapat mengikuti mereka yang terdaftar pada dapodik Kementerian pendidikan," kata Hendri.

Hendri mengatakan hingga saat ini pihaknya masih menunggu jadwal resmi dari BKN pusat dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

"Kemarin perkiraannya dibuka pada akhir Mei, mungkin antara akhir Mei dan awal juni ini sedangkan penetapan NIP pada bulan Desember 2021 ini," tegas Hendri.

Redaksi


Tri Raharjo, CEO TRAS N CO Indonesia.

KEPRIAKTUAL.COM: Memenangkan hati konsumen berarti memenangkan kompetisi. Untuk menjadi brand pilihan konsumen banyak faktor yang mempengaruhi, salah satunya brand equity yang dimiliki sebuah brand dibanding kompetitor.

Era digital telah mendisrupsi bagaimana membangun brand equity. Brand awareness sebagai salah satu elemen penting dari sebuah brand dapat dilakukan dengan proses yang lebih cepat melalui platform digital. Dengan kondisi tersebut, sebuah brand yang sudah cukup dikenal selama puluhan tahun di ranah offline, barangkali menjadi brand yang tidak dikenal di ranah online, atau setidaknya kalah bersaing dengan brand-brand baru namun lebih dulu eksis di ranah digital. 

Karena itu penting bagi sebuah brand untuk hadir secara online dengan memanfaatkan berbagai platform yang tersedia, mulai dari website, marketplace, bahkan media sosial untuk mempertahankan brand yang sudah dikenal oleh masyarakat. Hadirnya platform e-commerce atau marketplace pun menjadi channel yang tidak boleh dilewatkan. Berbagai fitur yang disajikan, seperti pencarian, pemberian rating dan review, memberikan nilai yang sangat penting bagi sebuah brand.

Tri Raharjo, CEO TRAS N CO Indonesia mengungkapkan, branding di era digital sudah tidak terelakkan lagi, terlebih di masa pandemi covid-19, karena semua orang cenderung mengakses internet dan berbelanja melalui marketplace. Kondisi itulah yang kini mendasari konsumen untuk menilai sebuah brand untuk menjadi pilihan konsumen. 

Tri Raharjo yang juga dikenal sebagai Pakar dan Peneliti Brand ini menjelaskan, aktifitas branding sangat penting untuk meningkatkan nilai dari sebuah merek. Sementara branding di era digital kini telah mengalami disrupsi, karena pengguna internet di Indonesia sudah menyentuh 70% lebih dari penduduk Indonesia.

“Di internet, dalam 60 detik saat ini terjadi 4,1 juta pencarian, 4,7 juta orang melihat video, 1,4 juta melihat facebook, 695 ribu melihat instagram, US$1,6 juta transaksi belanja online, dan masih banyak aktivitas di internet lainnya. Ini sangat menarik,” ungkap Tri mengutip Data What Happens In An Internet 60 Seconds 2021.

Lebih lanjut Tri menjelaskan, di era digital, perilaku konsumen ketika mencari produk atau brand, adalah, pertama; melakukan penelusuran di mesin pencari atau melakukan marketplace. Penelusuran yang dilakukan alih-alih untuk membeli barang, ketika ingin bertransaksi secara offline, konsumen juga melakukan penelusuran internet untuk mencari referensi produk yang dicari. Sehingga ketika datang ke toko, konsumen telah mendapatkan informasi, dan langsung menuju produk atau brand yang dipilih. 

Untuk melihat brand-brand pilihan konsumen, INFOBRAND.ID sebagai Indonesia Brand Media bekerjasama dengan TRAS N CO Indonesia, sebagai perusahaan consulting yang fokus pada penelitian akan perkembangan brand & bisnis di Indonesia, khususnya riset berbasis digital, menginisiasi survei Brand Choice Index, merupakan riset keterpilihan sebuah brand atas produk yang ditawarkan kepada konsumen, berdasarkan survey digital melalui platform market place atau e-commerce.

Survei Brand Choice Index berdasarkan 3 (tiga) Aspek Penilaian yaitu; Digital Brand Awareness Aspect, Digital Consumer Choice Aspect, Digital Consumer Reviews & Rating Aspect. Survei dilakukan pada bulan Februari – April 2021, terhadap 150 kategori produk dengan lebih dari 1.000-an brand tersurvei. Selanjutnya, Brand-brand yang lolos sebagai top 3 di kategori produk berdasarkan kriteria tersebut, ditetapkan sebagai brand pilihan konsumen dan berhak meraih penghargaan BRAND CHOICE AWARD 2021. 

Dari hasil survei Brand Choice Index Fase Kedua menunjukkan, 10 kategori produk paling banyak dicari di internet adalah; Multivitamin Imunitas Tubuh dengan (335 ribu ribu) pencarian, Roti (151,3 ribu), Snack Kentang (132,7 ribu), Biskuit Sandwich (109,5 ribu), Mie Instan (108,9 ribu), Susu Formula 0-12 Bulan (106,5 ribu), Hair Treatment (105,4 ribu), Susu Formula 1-3 Tahun (104,4 ribu), Cereal (104,2 ribu), dan Local Brand Shoes (100,8 ribu).

Sementara 10 kategori dengan transaksi terbanyak di dua marketplace teratas berdasarkan data Brand Choice Index Fase 2 adalah; Celana Dalam Wanita sebanyak (849,7 ribu) transaksi, Biskuit (752,9 ribu), Mascara (733,3 ribu), Sprei dan Bed Cover (677,5 ribu), Popok Bayi (587,7 ribu), Bra (586,4 ribu), Parfum (493,7 ribu), Mie Instan (478,2 ribu), Makanan Bayi (470,5 ribu), dan Cable Charger (442,8 ribu). 

Dan adapun brand-brand yang berhasil menjadi juara Brand Choice Award 2021 antara lain; Prenagen untuk kategori (Susu Ibu Hamil dan Menyusui), Joy Day (Ice Cream), Lady Rose (Sprei dan Bed Cover), Milna (Biskuit Bayi dan Makanan Bayi), Natur (Hair Treatment, Hair Mask dan Hair Serum), Daihatsu (Oli Mobil), YUTA (Kran Double), Sakatonik ABC (Multivitamin Anak), EAGLE (Sepatu Badminton), OXONE (Knife Set), Mama Bear (Pelancar ASI), MOTUL (Oli Motor), TEKIRO (Gembok). Selain itu masih ada lagi ratusan brand lainnya yang namanya menjadi pilihan konsumen berdasarkan Survei Brand Choice Index.(***) 


RDP Kader Posyandu di Komisi I DPRD Batam. 

BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Rapat lanjutan tentang puluhan kader posyandu yang diberhentikan sepihak oleh pihak kelurahan, kembali bergulir pembahasannya di Komisi I DPRD Kota Batam, Selasa (25/5/21) malam.

Rapat yang dijadwalkan pelaksanaannya pada siang hari ini terpaksa harus diundur hingga menjelang sore, karena adanya kegiatan vaksinasi Covid-19 kepada seluruh staff yang bekerja di DPRD Batam, dan juga seluruh anggota keluarga dewan.

Ketua Komisi I DPRD Kota Batam Budi Mardiyanto mengatakan berdasarkan hasil kesepakatan bersama, pihaknya menyepakati akan melakukan kembali musyawarah mufakat dalam mengambil sebuah keputusan

"Kami akan memanggil semua perangkat RT RW, Lurah dan Camat, termasuk pengurus yang lama dan juga pengurus yang baru untuk melakukan kembali musyawarah untuk mencapai mufakat," ungkap Budi di ruangannya seusai rapat.

Dikatakannya, pihak kelurahan harus kembali berpegang pada Peraturan Walikota (Perwako) tentang masa jabatan dan penunjukan teknis kader posyandu siaga di kelurahan se-Kota Batam.

“Ini ada kaitan dengan masalah pengurusan di kader posyandu. Artinya, kita minta diselesaikan sesuai dengan Perwako. Di dalam aturan ada keterbukaan. Jadi jangan sampai penunjukan dalam kader dikarenakan suka atau tidak suka. Ini kan tidak boleh,” tegasnya.

Lebih lanjut Budi mengatakan, semua pihak harus kembali berpikir secara jernih menyikapinya. Permasalahan ini kan muncul setelah ada dikeluarkannya SK yang baru diatas SK yang lama. Tetapi, di dalam Perwako sudah sangat jelas mengatur masa tugas dan tata cara pergantian pengurus.

"Nah, sekarang ini kan muncul persoalannya karena tidak mengacu kepada Perwako tersebut. Kalau mekanismenya dijalankan sesuai Perwako, saya jamin persoalan ini tidak ada," bebernya.

Kemudian, pihaknya menyarankan kepada seluruh pihak untuk duduk bersama bermusyawarah untuk mencari kata mufakat, agar permasalahan ini cepat selesai dan tidak berlarut-larut.

Senada, Anggota Komisi I DPRD Kota Batam, Utusan Sarumaha menambahkan pihaknya akan konsentrasi fokus untuk mengamati dan mengawasi, apakah catatan dan kesimpulan dalam rapat kali ini dilaksanakan oleh pihak kecamatan maupun pihak kelurahan.

Karena lanjutnya, kalau hasil kesimpulan ini tidak dilaksanakan, maka akan menjadi preseden buruk bagi setiap RDP yang dilaksanakan di DPRD Kota Batam.

"Kami akan terus mengawasi pihak kecamatan dan kelurahan, agar benar-benar menjalankan hasil RDP yang dilaksanakan malam ini," ujarnya.

Lebih lanjut Utusan mengatakan, banyak manfaat yang didapati dari dilaksanakannya RDP kali ini, yakni dalam rangka pelaksanaan Perwako terkait dengan kader posyandu.

Artinya, selama ini Lurah dalam memberikan Surat Keputusan pengangkatan kader Posyandu berdasarkan pertahun, namun yang sesungguhnya berdasarkan kumulatif.

"SK itu diberikan kumulatif selama 5 tahun, tidak boleh diparsial-parsialkan," tegasnya.

Kemudian, terkait adanya diskresi-diskresi dari pihak kelurahan terkait masalah penganggaran kader posyandu dengan cara setahun-setahun, dia menilai tidak ada masalah. Asalkan, SK induknya harus lima tahun sekaligus.

"SK induknya harus lima tahun, tidak boleh diparsial-parsialkan, istilahnya itu kumulatif. Jadi, masa kepengurusan kader posyandu itu selama lima tahun," pungkasnya.

Sekedar diketahui, ada sekitar 23 kader posyandu yang didepak dari pengurusan. Kader Posyabdu tersebut berasal dari 4 kecamatan, yakni; Kecamatan Batuaji, Sagulung, Sekupang dan Belakangpadang.

Para kader posyandu mengeluh dihentikan sepihak karena beda pilihan pada Pilkada tahun lalu.

Suasana RDP Komisi I DPRD Kota Batam bersama puluhan kader Posyandu di ruang rapat Serbaguna DPRD Kota Batam. (Fay)


Kamar Korban Pemunuhan oleh Suaminya Sendiri. 

BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Begini, motif pembunuhan seorang ibu rumah tangga (IRT), Dewi (35) yang meninggalkan dua pasang anak kecil di Kavling Bida Kabil, Kecamatan Nongsa, Kota Batam oleh sang suami mulai terkuak.

Kapolsek Nongsa, AKP I Made Putra mengatakan motif pembunuhan istri yang tak lain dilakukan suaminya sendiri itu diduga korban selingkuh.

"Dari pengakuan pelaku, motif pembunuhan itu diduga korban (istri) selingkuh," ungkap AKP I Made Putra kepada awak media, Kamis (27/5/2021) siang.

Pelaku bernama Andri (36). Dari hasil pemeriksaan terhadap pelaku terungkap bahwa ia menghabisi nyawa istrinya dengan cara mencekik dibagian leher hingga tewas.

"Pelaku mencekik leher istrinya setelah terlibat cek-cok usai berhubungan suami istri. Setelah itu, pelaku langsung menyerahkan diri sekitar pukul 00.30 Wib," katanya.

Terpisah, sebelumnya sepupu korban menceritakan bahwa pelaku pernah bekerja sebagai TKI di Negeri Jiran Malaysia. Pelaku baru saja dua bulan di Kota Batam.

"Sebelumnya, dia (pelaku) lama bekerja di Malaysia. Memang jauh hari sebelumnya, katanya ingin pulang Ke Batam, tapi terkendala gegara Lock down. Ini baru saja dua bulan terakhir di Batam," jelas AKP I Made.

"Tak tau apa dalam pikiran dia (pelaku) sehingga tega membunuh istri sendiri. Mungkin pusing permasalahan ekonomi atau pun lainnya," tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang Ibu rumah tangga (IRT) warga Bida Kabil berinisial DE ditemukan tewas di kediamannya di Kavling Bida Kabil, Kecamatan Nongsa, Kota Batam pada Kamis (27/5/2021) dini hari. (Exp)



Penyemprotan Disfektan Oleg Bhabinkamtibmas Polsek Bunguran Timur. 

NATUNA KEPRIAKTUAL.COM: Untuk mencegah penyebaran mata rantai Covid-19 di wilayah Desa binaannya, Bhabinkamtibmas Polsek Bunguran Timur, Desa Cemaga Bunguran Selatan, Bripka Henri bersama Aparat Desa Cemaga melakukan penyemprotan disinfektan di area pemukiman warga Desa Cemaga, Kamis (27/5/2021).

Selain melakukan penyemprotan disinfektan, Bhabinkamtibmas bersama Aparat Desa juga mengajak warga Desa binaannya untuk melakukan upaya preventif dengan menjaga diri, keluarga, teman dan lingkungannya yaitu dengan disiplin mematuhi Protokol Kesehatan, memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak.

Ia juga mengatakan, Penyemprotan disinfektan yang dilakukan Bhabinkamtibmas bersama Aparat Desa merupakan upaya-upaya untuk mencegah meluasnya penyebaran Covid-19 di wilayah Desa Cemaga. 

"Saya berharap dengan telah dilakukannya kegiatan tersebut dapat mencegah penyebaran mata rantai Covid-19 dan situasi dapat kembali normal," harapannya. 

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Cemaga Bunguran aselatan, Fiter Hadison di sela-sela kegiatan mengatakan tujuan penyemprotan adalah untuk menjaga kebersihan lingkungan dalam rangka mencegah penularan virus Corona di Desa Cemaga. 

"Kegiatan penyemprotan ini untuk mencegah masuknya virus Corona di Desa Cemaga. Penyemprotan ini di lakukan satu minggu sekali," ungkapnya. 

Fiter Hadison juga mengingatkan kepada Masyarakat Desa Cemaga untuk menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

"Masyarakat diharuskan untuk menjaga kebersihan lingkungan, bagaimana cara membersihkan diri, tangan harus dicuci setiap kali melakukan kegiatan, sampah harus dibuang pada tempatnya, patuhi protokol kesehatan 5 M," paparnya.

(IK)


Kepala Seksi Layanan Informasi BC Batam, Undani. 

BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Belum genap satu semester di tahun 2021, Bea Cukai Batam kembali menaruh prestasi gemilang.

Hingga akhir April 2021, 141 pelanggaran telah ditangani Kantor Pelayanan Utama Bea Cukai Batam itu. Adapun nilai seluruh barang tangkapan sebesar Rp42.244.040.000 dan potensi kerugian negara ditaksir mencapai Rp13.194.902.000.

“KPU Bea Cukai Batam selalu berkomitmen untuk melaksanakan fungsi sebagai community protector, dalam hal ini dilaksanakan oleh unit pengawasan untuk menjaga masyarakat dari peredaran barang ilegal yang dapat merusak kesehatan dan bahkan merugikan penerimaan negara,” ujar Kepala Seksi Layanan Informasi, Undani, (27/5/2021).

Undani menjelaskan bahwa tugas sebagai community protector dibuktikan dengan melalui serangkaian penindakan atas pelanggaran kepabeanan dan cukai.

“Mulai dari laporan pelanggaran hasil penindakan non patroli laut, patroli laut, narkotika, hingga limpahan dari instansi terkait,” papar Undani.

Untuk April 2021 terdapat 57 penindakan non patroli laut, 3 patroli laut, 1 penindakan narkotika, dan 1 hasil limpahan dari instansi terkait.

“Rincian penindakan untuk April terdiri dari 21 penindakan atas pakaian, tas, sepatu, 15 pelanggaran rokok dan
minuman alkohol ilegal, 15 pelanggaran berbagai jenis komoditi, 10 pelanggaran pornografi, dan 1 pelanggaran
narkotika,” lanjut Undani.

Tindak lanjut penanganan pelanggaran tersebut adalah sebagai berikut:
-. 71 Laporan Pelanggaran yang ditindaklanjuti dengan penetapan Barang yang Dikuasai Negara (BDN);
-. 9 Laporan Pelanggaran yang ditindaklanjuti dengan pembuatan dokumen PPFTZ-01;
-. 4 Laporan Pelanggaran yang ditindaklanjuti dengan pengenaan Sanksi Administrasi berupa Denda
-. 4 Laporan Pelanggaran yang ditindaklanjuti dengan tahapan Penyidikan di bidang Kepabeanan dan/atau Cukai
-. 6 Laporan Pelanggaran yang ditindaklanjuti dengan Pelimpahan Perkara kepada Instansi terkait
-. 51 Laporan Pelanggaran masih dalam proses penelitian dan penanganan perkara

“Atas capaian tersebut tentunya tidak lepas dari kontribusi instansi terkait dan masyarakat yang selalu mendukung
dan membantu tugas dan fungsi Bea Cukai dalam rangka menjaga barang yang masuk ke wilayah Indonesia dalam
kondisi legal,” pungkas Undani.

Redaksi/BC


Bhabinkamtibmas Polsek Bunguran Timur Pantau Kegiatan Vaksin Covid-19.

NATUNA KEPRIAKTUAL.COM: Bhabinkamtibmas Desa Cemaga Bunguran Selatan, Polsek Bunguran Timur, Bripka Henri melaksanakan sambang dan pemantauan kegiatan Vaksin Covid-19 di Gedung Posyandu Desa Cemaga Bunguran Selatan, Kamis (27/5/2021).

Pada kesempatan tersebut, Bhabinkamtibmas Bripka Henri memantau langsung pelaksanaan pemberian Vaksin Covid-19 kepada, Pemerintah Kecamatan Bunguran Selatan, Desa, Tenaga Pendidik dan Pelayan Publik yang keseluruhan Berjumlah 61 orang yang sudah di vaksin. 

Sebelum divaksin, para penerima vaksin melaksanakan beberapa proses diantaranya, terlebih dahulu melaksanakan pendaftaran, dilanjutkan dengan pemeriksaan screening, kemudian dilakukan penyuntikan vaksin. Setelah menerima vaksin covid-19 mereka menjalani observasi.

Pada kesempatan tersebut Bripka Henri memberikan semangat kepada para penerima vaksin, agar mereka tidak takut divaksin.

"Kami memberikan semangat kepada mereka agar tidak takut untuk di vaksin, karena vaksin covid-19 aman dan halal” Ucap Bripka Henri. 

"Kehadiran kami juga untuk melakukan Pengamanan kegiatan pemberian Vaksin Covid-19, untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada pelaksana dan penerima vaksin covid-19." tambahnya. 

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Desa (Kades) Cemaga Bunguran Selatan Fiter Hadison dan Camat.


(IK)


Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.