Sidang Kelima Terdakwa Kasus Sabu 11,5 Kg di PN Batam.

BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Lima terdakwa kasus Narkotika jenis sabu yang tersimpan didalam bungkusan roti biskuit warna merah merk Funmix tangkapan Polresta Barelang dan Tim Polda Kepri, dengan total seberat 11.585,7 gram dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Mega Tri Astuti, SH di dalam persidangan Pengadilan Negeri (PN) Batam, lewat sidang online, Rabu (10/3-2021). 

Tuntutan JPU terhadap Kelima terdakwa tersebut, dibacakan JPU Mega, dituntut dengan hukuman kurungan penjara berbeda-beda. Dimana terdakwa Bohari bin Syani dan Slamet bin Munaji dituntut 20 tahun, denda 1 miliar, subsuder 1 tahun. Sementara terdakwa Yuda Malai Sandi bin Saifullah, Tehgas Saputra Sandiardi bin Syamsuardi dan Jufriadi Manurung dituntut 18 tahun, denda 1 milliar, subsuder 1 tahun.

"Terbukti bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam pasal Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika," kata JPU Mega lewat vidio telekonfrece disaksikan majelis Hakim Yoedi Anugrah didampingi Hakim Anggota Marta dan Christo Sitorus.

Atas tuntutan tersebut, Majelis Hakim memberikan kesempatan terhadap kelima terdakwa untuk mnyampaikan nota pembelaan (Pledoi) pada persidangan berikutnya.

"Silahkan sampaikan pembelaan nya. baik secara lisan ataupun tertulis," ujar Yoedi Anugrah.

"Baik yang mulia, mohon kami deberikan waktu untuk menyampaikan pledoi," ujar kelima terdakwa.

Diketahui, Satresnarkoba Polresta Barelang dan Tim Satgas Polda Kepri berhasil melakukan penangkapan 5 orang pelaku tindak pidana narkotika jenis sabu berasal dari Negara Malaysia dengan berat bruto 11,585,7 gram.

Kapolresta Barelang, AKBP Yos Guntur menjelaskan kronologi penangkapan narkotika jenis sabu ini. Yang pertama pada Rabu (26/8/2020) sekira pukul 07.30 WIB, kemudian dilakukan pengembangan pada pukul 22.30 WIB, dan penangkapan selanjutnya pada Kamis (27/8/2020).

“Jadi ada tiga penangkapan, untuk TKP yang pertama berhasil diamankan di perairan Pulau Terong Kecamataan Belakang Padang, penangkapan yang kedua di belakang Hotel Harmony Tembilahan Inhil Riau, dan yang ketiga di pinggir jalan Kartini, simpang tiga Hotel Harmony Tembilahan,” ujar Kapolresta Barelang yang didampingi oleh Kasat Narkoba Polresta Barelang Kompol Abdul Rahman pada Selasa (1/9/2020) siang.

Dari penangkapan tersebut berhasil diamankan 5 orang tersangka yang berinisial B (44) warga Tanjung Batu Kabupaten Karimun, kedua inisial S (39) warga Tanjung Batu, yang ketiga berinisial YM (21) warga Bengkong Batam, tersangka yang keempat berinisial TS (21) warga Bengkong Batam dan tersangka kelima berinisial CM (23) warga Tembilahan Riau.

“Modus operandi diketahui narkotika ini berasal dari Malaysia, yang mana tersangka pertama inisial B, diperintah oleh W (DPO) yang berperan sebagai penjemput di perairan Pulau Terong,” bebernya.

Berdasarkan informasi sebelumnya, mereka membawa 8 paket sabu ini yang dibungkus dalam kemasan biskuit yang disimpan dalam karung beras ke Tembilahan Riau.

“Sesampai di Tembilahan, pelaku inisial YM dan TS yang ditugaskan oleh JJ (DPO) WNA Malaysia akan menjemput paket tersebut dan akan dibawa ke Palembang,” tutur Yos Guntur.

Selanjutnya saudara JJ diperintahkan oleh saudara R (DPO) seorang napi di lapas Tembilahan untuk mengambil paket tersebut.

“Sebelumnya, napi berinisial R tersebut saat ini juga menjadi DPO karena dua hari sebelum penangkapan 5 tersangka ini, R berhasil kabur saat melakukan pekerjaan diluar Lapas,” imbuhnya.

Lanjutnya, tersangka ini dijanjikan upah sampai dengan tujuan sekitar Rp 6 juta per satu kg nya.

“Tersangka dijanjikan upah sebesar Rp 6 juta per satu kg nya, namun sebelum upah diberikan pelakunya sudah berhasil kita tangkap,” bebernya.

Barang bukti narkotika jenis sabu yang berhasil diamankan seberat 11,585,7 gram, dan 6 pcs handphone.

Tersangka dikenakan pasal 114 ayat 2 juncto pasal 112 ayat 2 juncto pasal 132 ayat 1 Undang-undang 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman penjara seumur hidup paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun.

Atas penangkapan ini Kapolresta Barelang, AKBP Yos Guntur mengapresiasi tim gabungan yang berhasil melakukan penangkapan tindak pidana narkotika jenis sabu ini.

“Saya sangat apresiasi tim Satresnarkoba Polresta Barelang dan Satgas Polda Kepri yang berhasil lakukan penangkapan narkotika seberat 11,5 Kg ini,” ungkap Kapolresta Barelang.

Redaksi


Anggota DPRD Kota Batam, Harmidi Husein. 

BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam, Harmidi Umar Husein 'Bantah' adanya dilakukan tindakan rasisme yang membuat keluarga besar Persatuan Keluarga Nusa Tenggara Timur (PK NTT) Kota Batam emosi atau marah. 

Kata Harmidi, ujaran rasisme yang dituduhkan kepada dirinya itu bermula ketika dirinya muncul ke Polsek Batam Kota pada Sabtu (6/3/2021) malam lalu ketika mendampingi warga Perumahan Bandara Mas yang ingin membuat laporan Polisi perihal kasus kekerasan yang dilakukan pihak keamanan pembangunan SUTT Nongsa.

"Saya hadir juga karena dihubungi oleh salah satu warga yang menjadi korban. Kehadiran saya dan Muhamad Rudi (Anggota Komisi III DPRD Kota Batam), hanya sebatas mendampingi korban yang merupakan konsituen kami,” ujarnya kepada awak media, Selasa (9/3/2021).

Ditegaskannya, kehadirian dirinya bersama dengan anggota DPRD Kota Batam lainnya tidak bermaksud untuk mengintimidasi pihak mana pun.

Pasalnya, dugaan adanya sikap rasisme yang dimunculkan itu tidak masuk akal untuk dilakukan pihaknya.

"Hal itu hanya akan menimbulkan polemik di masyarakat terutama di masa pandemi saat ini. Untuk apa kami lakukan tindakan sepeti itu. Hanya akan menimbulkan masalah, dan dengan tegas saya nyatakan bahwa saya tidak ada melontarkan ucapan apapun yang berbau rasisme," tegasnya.

Lanjut kata dia, apabila masyarakat ingin melaporkan ke Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Batam terkait persoalan itu adalah hak masyarakat.

Untuk itu, Harmidi mengaku siap mengikuti setiap proses yang nantinya akan berlangsung di BK DPRD Kota Batam untuk mempertanggungjawabkan tindakannya tersebut apakah benar seperti yang dikatakan oleh Persatuan Keluarga Indonesia Timur (Perkit) maupun Persatuan Keluarga Nusa Tenggara Timur (PK-NTT).

"Saya siap, dan saya tidak takut karena memang saya tidak melakukan tindakan apapun yang berhubungan dengan rasisme," jelasnya.

Terpisah, menanggapi tuntutan warga Perkit dan PK-NTT yang unjuk rasa di Mako Polsek Batam Kota pada hari ini, Kapolsek Batam Kota, AKP Restia Octane Guchy mengatakan persoalan ini akan pihaknya tangani sesuai dengan aturan yang berlaku.

"Jangan sampai ada yang salah dalam bertindak, segala sesuatunya sudah dicoba dikomunikasikan dan dimediasi untuk kedua belah pihak," ujarnya.

Restia mengaku, permasalahan tersebut memang ada sedikit isu Suku, Agama, Ras, dan Antar golongan (SARA) yang tidak berimbang disalah satu pihak.

"Dalam hal ini salah satu Paguyuban mereka merasa tidak terima terhadap indikasi adanya caci maki di media sosial. Kami pastinya akan mempertemukan kedua belah pihak agar tidak terjadi gesekan di wilayah Kota Batam," tegasnya. 

(Redaksi/Exp)


Wakil Ketua Bidang Hukum PK NTT, Abdullah Yusuf.

BATAM KEPRIAKTUAL.COM
: Picu berkaitan dengan SARA, ratusan keluarga besar Persatuan Keluarga Nusa Tenggara Timur (PK NTT) Kota Batam lakukan aksi demo di Kantor DPRD Kota Batam. Mereka meminta keterlibatan dua anggota DPRD Batam dari Fraksi Gerindra yakni Harmidi dan Muhammad Rudi "Dipecat atau PAW" dari DPRD Batam, Selasa (9/3-2021).

Wakil Ketua Bidang Hukum PK NTT, Abdullah Yusuf mengatakan, pihaknya datang ke DPRD Batam menuntut dengan SARA, bukan menuntut karena ada anggotanya yang ditangkap, tidak. Ini SARA, dan SARA ini sudah diratifikasi oleh PBB, supaya SARA ini dihentikan.

"Kenapa di Indonesia itu menjadi lebih penting, karena ada 700 lebih suku yang ada di Indonesia. Maka gampang sekali, kalau SARA ini di ungkit-ungkit. Kita sudah mempunyai alat bukti berupa video yang direkam saat ke dua anggota DPRD Batam menyampaikan hal tersebut di Bandara Mas," kata Abdullah Yusuf.

Kemudian yang anehnya, lanjut Abdullah Yusuf, warga yang memprotes pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) Bright PLN Batam adalah warga Cendana, dan warga ini juga yang memprote pembangunan di Bandara Mas.

"Ini ada kecurigaan kami, patut diduga bahwa ada persaingan dalam konteks proyek ini. Dan tuntutan kami, supaya Badan Kehormatan (BK) DPRD Batam harus mengadili kedua anggota DPRD ITU. Karena Dewan ini mewakili seluruh masyarakat Kota Batam, bukan mewakili salah satu suku," ujarnya.

Aksi Demo PK NTT di Kantor DPRD Batam.

Kata Abdullah Yusuf, dua anggota DPRD tersebut mengatakan, bahwa orang Flores itu orang hutan, kayak anjing, cocoknya tinggal di hutan. makanya orang flores miskin-miskin.

"Inikan sadis kali, kami mati pun mau. Udah cukuplah yang dulu. Kita mau Kota Batam ini mau kondusif. Dan kami meminta polisi Polsek Batam Kota untuk bekerja memeriksa kedua anggota DPRD Batam yang memicu SARA, dan mereka harus bertanggung jawab. Dan hal ini akan segera kami laporkan ke BK DPRD Batam," tuturnya.

Menanggapi masalah yang disampaikan oleh PK NTT di depan kantor DPRD Batam, Putra Yustisi Respaty, perwakilan DPRD Batam turun menemuinya, dan  mengatakan, akan menyampaikan hal tersebut ke BK DPRD Batam.

"Kalau memang ada diduga anggota DPRD Batam yang melakukan begini-begitu. Silahkan laporkan ke BK DPRD Batam. Pimpinan tidak bisa hadir, karena berhalangan," kata Putra Yustisi Respati.

Alfred



Silaturahim Kapolri dengan Pengurus LDII. 

JAKARTA KEPRIAKTUAL.COM: Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo bersama jajaran bersilaturahmi dengan pengurus pusat Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). Beberapa hal dibahas, diantaranya bagaimana memaksimalkan peran Dai untuk menyampaikan pesan Kamtibmas hingga moderasi beragama. 

Kapolri mengatakan, dengan pendekatan dakwah, penyampaian pesan Kamtibmas dinilai cukup efektif ketimbang dengan bahasa Kepolisian. 

“Bagaimana Dai kamtibmas ini diberdayakan. Misalnya pimpinan LDII menyampaikan pesan Kamtibmas ke umatnya,” kata Kapolri di kantor pusat LDII di Jalan Tentara Pelajar, Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (9/3/2021). 

Sigit mengatakan, residu Pilpres dan Pilkada hingga saat ini masih ada hingga membuat polarisasi di tengah masyarakat. Untuk itu, penguatan moderasi beragama saat ini dinilai penting dilakukan karena dalam kondisi krisis karena pandemi Covid-19, amat sangat dibutuhkan persatuan. “Pendekatan moderasi beragama untuk menekan polarisasi di tengah masyarakat,” tekan Sigit. 

Disisi lain, Kapolri juga mengajak LDII bekerjasama dalam rangka menangani pandemi Covid-19 dengan menyampaikan himbauan dan edukasi kepada masyarakat terkait  menegakan protokol kesehatan hingga memberikan pemahaman kepada umat tentang program vaksinasi nasional. 

Di kesempatan yang sama, Pj Ketua Umum LDII Criswanto Santoso mendukung upaya Polri dalam rangka menekan penularan Covid-19. LDII kata dia, siap berkolaborasi dengan Polri. Selain dalam rangka menghadapi Covid, juga dalam upaya mempertahankan ketuhan NKRI 

“LDII siap melakukan sinergi dengan Polri demi keutuhan bangsa,” pungkas Criswanto.

Redaksi


Foto: Istimewa.

JAKARTA KEPRIAKTUAL.COM
: Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmidzi menegaskan bahwa vaksin COVID-19 yang saat ini digunakan efektif terhadap mutasi virus COVID-19.

“Sampai saat ini belum ada penelitian ataupun bukti ilmiah yang menunjukkan vaksin yang telah diproduksi dan telah digunakan di berbagai belahan dunia tidak bisa melindungi kita dari virus varian baru ini. Vaksin yang digunakan dalam upaya kita melakukan penanggulangan pandemi COVID-19 masih sangat efektif,” tegas Nadia, dikutip dari laman Kemenkes, Selasa (09/03/2021).

Karakteristik dari varian B117 ini lebih cepat menular, tetapi Badan Kesehatan Dunia atau WHO belum mendapatkan laporan bukti bahwa virus mutasi COVID-19 ini lebih tinggi tingkat keganasannya. Penelitian di negara lain varian B117 disebutkan lebih cepat menular namun tidak lebih mematikan.

Terkait dengan penambahan empat kasus baru konfirmasi mutasi virus COVID-19 B117, Nadia menyampaikan bahwa keempatnya dalam keadaan sehat, tidak ada yang diindikasikan mengalami gejala berat. Sampai saat ini hasil pelacakan kasus terhadap kontak erat dan keluarga juga dinyatakan tidak ada yang memiliki gejala mengarah ke COVID-19.

“Kami sampaikan kembali keempat kasus dengan varian B117 ini saat ini sudah sembuh. Mereka sudah menjalani pengobatan dan tatalaksana, semuanya mengalami gejala ringan dan sedang dan hanya melakukan isolasi secara terpusat di tempat-tempat isolasi dan memang ada yang dirawat di rumah sakit tapi dengan kondisi yang ringan sedang,” tegasnya.

Keempat kasus baru ini didapatkan dari hasil pemeriksaan Whole Genome Sequencing yang dilakukan oleh Badan Litbang Kesehatan Bersama dengan 16 laboratorium lainnya yang ada di Indonesia. Sehingga saat ini terdapat enam kasus konfirmasi positif COVID-19, setelah sebelumnya (01/3) sudah ditemukan dua kasus positif COVID-19 dengan varian virus B117 yang merupakan pelaku perjalanan luar negeri.

“Adapun keempat varian virus B117 ini ditemukan di 4 provinsi yaitu di Sumatra Utara, Sumatra Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan,” jelasnya.

Nadia mengimbau dengan adanya penambahan kasus COVID-19 varian B117, masyarakat diminta semakin waspada dan terus disiplin menerapkan protokol kesehatan yaitu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, termasuk mengurangi mobilitas dan menghindari keramaian. 

(Redaksi/HUMAS KEMENKES/UN)



RDP Warga Bandara Mas, Bright PLN Batam dan DPRD Kota Batam Komisi III.

BATAM KEPRIAKTUAL.COM
: Warga yang dipimpin oleh ketua RW 20 Perumahan Bandara Mas, mendatangi gedung Komisi III DPRD Batam, dalam hal Rapat Dengar Pendapat (RDP). Kedatangan mereka dalam hal penolakan warga Perumahan Bandara Mas, RW 20 Kelurahan Belian, Kecamatan Batam Kota, yang menolak pembangunan tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 KV di sekitar pemukiman warga terus berlanjut.

Dalam rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua Komisi III DPRD Batam, Werton Panggabean terungkap sebuah fakta bahwasannya pihak Bright PLN Batam melalui pihak ketiga, telah mengerahkan beberapa orang pria yang diduga preman, untuk melakukan pengusiran terhadap warga yang menghalangi pembangunan tower SUTT 150 Kv.

Mirisnya lagi, dalam video yang diputarkan dalam rapat tersebut, pihak ketiga suruhan Bright PLN Batam telah melakukan tindak kekerasan dengan melakukan pemukulan terhadap beberapa warga yang didominasi oleh emak-emak dan anak-anak.

Ketua RW 20 Perumahan Bandara Mas, Dharta Pratama mengatakan sejak dua bulan terakhir ini pengerjaan proyek SUTT 150 Kv di Perumahan Bandara Mas semakin agresif, bahkan intensitasnya semakin tinggi dalam beberapa hari ini.

"Pada tanggal 2 Maret 2021 telah terjadi pemukulan terhadap warga, kami masih diamkan. Namun kejadian serupa terulang kembali pada 6 Maret 2021, naasnya yang menjadi korban kebrutalan mereka kali ini adalah anak-anak dibawah umur yang notabene masih berstatus pelajar di Sekolah Menengah Pertama (SMP). Ini yang tidak bisa kami terima," ungkap Dharta disambut takbir Allahu Akbar dari warga lainnya.

Dikatakannya, karena telah melewati batas kesabaran pihaknya bersama-sama warga dan perangkat RT / RW berinisiatif membuat laporan secara resmi kepada pihak berwajib, dalam hal ini Polsek Batam Kota.

Adapun tujuan dari laporan tersebut, pihaknya ingin para penegak hukum bisa menjalankan tugasnya dengan sebaik-baiknya, dan menyeret pelaku pemukulan diproses sesuai hukum yang berlaku di Indonesia.

Masih menurut Dharta, sesuai dengan tuntutan warga Perumahan Bandara Mas yakni pembangunan tower SUTT 150 Kv dilakukan sesuai jalurnya yakni disisi sebelah kanan jalan menuju Bandara Hang Nadim, Batam.

"Sesuai laporan yang kami daftarkan ke Pengadilan Batam, warga meminta pihak Bright PLN Batam melakukan pembangunan tower SUTT 150 Kv sesuai jalurnya," imbuhnya.

"Kami tidak ada kepentingan apa-apa dan tidak ingin apa-apa, yang kita minta adalah tiang tower itu bergeser ke sisi kanan Bandara," ucapnya lagi.

Lanjutnya, pihaknya meminta kepada Bright PLN Batam untuk menghargai proses hukum yang saat ini masih berjalan di pengadilan.

"Hentikan pekerjaan selama proses hukum masih berjalan. Tolong hargai proses hukum sampai adanya keputusan tetap dari pengadilan (inkrah)," tegasnya.

Ditempat yang sama, Camat Batam Kota, Aditya Guntur Nugraha mengatakan permasalahan pembangunan tower ini sudah berlangsung sejak 2013 lalu.

Permasalahan ini terus berlanjut sampai sekatang dan kemudian melebar kearea publik. Pihaknya meminta Bright PLN Batam harus menyeselesaikan sebaik-baiknya dengan warga di Perumahan Bandara Mas.

"Ada sebanyak 23 titik yang masuk wilayah Kelurahan Belian. Dari jumlah tersebut, ada beberapa titik saja yang belum selesai," jelasnya.

Maka dari itu, pihaknya sebagai pelaksana pemerintahan daerah diwilayah Kecamatan Batam Kota, mengharapkan dengan adanya rapat ini bisa dicarikan solusi dan jalan keluar terbaik terhadap permasalahan ini.

"Semoga melalui rapat ini bisa dicarikan solusi terbaik, sehingga kondusivitas kemanan di Kota Batam tetap terjaga," pungkasnya. 

(Redaksi/exp/Fay)



Foto: Istimewa.

TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Ketua Harian Gugus Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Provinsi Kepri mengatakan bahwa dari pantauan dan hasil survey penyakit diabetes melitus merupakan penyakit penyerta yang paling rentan terhadap virus covid-19.

Pasalnya, dari sebagian kasus meninggal dunia pasien Covid-19 di Provinsi Kepri dikarenakan terdapat bawaan penyakit diabetes melitus ini.

"Dari pantauan kita penyakit penyerta diabetes melitus lebih dominan rentan akan Covid-19 ini," ujar Arif yang juga Sekretaris Daerah Provinsi Kepri ini.

Arif mengatakan saat ini di Provinsi Kepri tngkat kematian akibat covid di Kepri cenderung kecil. "Yangmana, kita tingkat kematian mencapai 1,7 persen, dibanding nasional yang mencapai 2,5 persen," ungkap Arif.

Sedangkan tingkat kesembuhan kasus Covid-19 di Kepri mencapai 95,7 persen lebih tinggi dari persentase nasional yang 86,4 persen. 

"Alhamdulillah, saat ini kasus covid-19 di seluruh Kabupaten dan Kota telah mengalami penurunan. Semuanya berada dalam zona aman, atau kuning," ujar Arif.

Untuk itu, lanjut Arif meskipun kondisi Covid-19 di Provinsi Kepri mulai menurun, masyarakat tetap diminta untuk tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

"Waspada selalu, dan selalu terapkan 3M dimana pun berada jangan sampai kita lengah," tegas Arif.

Sumber: Diskominfo Kepri



Gubernur Kepri, Ansar Ahmad (Foto: Istimewa)

TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Gubernur Provinsi Kepri H Ansar Ahmad SE MM mengatakan, bahwa pihaknya akan terus mengupayakan untuk dapat menarik dan mendapatkan dana pembangunan dari setiap kementerian di pusat.

Hal ini disampaikan Gubernur Provinsi Kepri H Ansar Ahmad di Tanjungpinang, Senin (08/3), beberapa waktu lalu.

"Saya akan dorong setiap OPD untuk dapat berupaya untuk dapat mendapatkan dana pembangunan dari pemerintah pusat," ujar Ansar, dikutip dari situs resmi Diskominfo Kepri.

Pasalnya, menurutnya banyak alokasi dan anggaran pembangunan di kementerian dan pemerintah pusat yang dapat dimanfaatkan di daerah.

"Saya tahu, karena saat saya menjadi DPR RI berada di komisi V yakni anggaran, sehingga saya tahu," tegas Ansar.

Menurut Ansar, dengan anggaran pusat tersebut selain dapat mempercepat pembangunan ditengah kondisi anggaran daerah saat ini.

"Apalagi mengingat kondisi anggaran daerah kini, gunakanlah peluang tersebut. Tarik dana-dana pembangunan tersebut untuk pembangunan daerah," jelas Ansar.

Ansar yakin dengan begitu pembangunan di Provinsi Kepri dapat terus berjalan di situasi seperti saat ini.

"Dan jika pembangunan berjalan maka dapat mempercepat pula pertumbuhan ekonomi Kepri," ujar Ansar lagi.

Redaksi



Pemerintah Provinsi Kepri melalui Wakil Gubernur Provinsi Kepri meminta tambahan sebanyak 30 ribu vaksin kepada Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi untuk sektor pariwisata Kepri.

TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Pemerintah Provinsi Kepri melalui Wakil Gubernur Provinsi Kepri meminta tambahan sebanyak 30 ribu vaksin kepada Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi untuk sektor pariwisata Kepri.

Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Provinsi Kepri Hj Marlin Agustina saat vicon Rapat Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 di ruang rapat lantai 4, kantor Gubernur, Dompak, Tanjungpinang, Senin (8/3), dikutip dari situs resmi Diskominfo Kepri. 

Marlin mengatakan, tambahan vaksin tersebut diperuntukkan kebutuhan sektor pariwisata di Provinsi Kepri.

"Kita meminta tambahan dosis vaksin untuk sektor wisata dengan alasan posisi Kepri yang berada di garis terdepan Indonesia, dan pariwisata Kepri yang bakal dibuka guna pemulihan ekonomi Kepri," ujar Marlin saat rapat melalui vicon bersama Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin dan dihadiri Mendagri Tito Karnavian, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri Listyo Sigit Prabowo. 

Dikatakan Marlin, nantinya guna memulihkan ekonomi Kepri, sektor pariwisata Kepri harus segera dibuka kembali. Melihat Kepri sebagai garda terdepan menjadi salah satu pintu masuk kunjungan wisatawan mancanegara.

"Saya berharap permintaan kami terkait tambahan 30 ribu dosis vaksin ini bisa direalisasikan oleh Bapak Menteri. Mengingat sektor pariwisata kita di sini butuh suport khusus. Ini bagian dari upaya pemulihan perekonomian di Kepri yang kita lakukan," kata Marlin. 

Redaksi


Himbauan Pembakaran Hutan dan Lahan. 

NATUNA KEPRIAKTUAL.COM: Demi mencegah Kebakaran Hutan dan Lahan di wilayah hukum Polres Natuna, Kepolisian Resor Natuna melalui Bhabinkamtibmas Polsek Bunguran Timur, Brigadir Mudiyanto gencar melaksanakan sosialisasi dan memberikan himbauan tentang bahaya yang di timbulkan akibat dari pembakaran hutan dan lahan kepada masyarakat, Senin (08/03/2021).

Untuk mencegah terjadinya hal tersebut, Kapolres Natuna AKBP Ike Krisnadian, S.I.K., M.Si memerintahkan kepada jajarannya terutama melalui para Bhabinkamtibmas untuk menyampaikan himbauan dan mengedukasi masyarakat agar bersama-sama mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Natuna.

Untuk sasaran kegiatan kali ini, Brigadir Mudiyanto menyambangi Rumah ketua RT.001 RW.005 Cemaka Kelurahan Ranai Kota Kecamatan Bunguran Timur, Destriadi. Disamping melaksanakan penyampaian himbauan, Brigadir Mudiyanto juga menyampaikan pesan pesan kamtibmas kepada Bapak Destriadi.

"Agar sesegera mungkin melaporkan ke kantor Polisi terdekat jika mengetahui ada kejadian kebakaran ataupun orang yang dengan sengaja melakukan pembakaran lahan karena dapat dihukum berdasarkan undang-undang yang berlaku," ujar Brigadir Mudiyanto.

Kapolres Natuna AKBP Ike Krisnadian, S.I.K., M.Si menyampaikan kegiatan sosialisasi cegah Karhutla ini dilaksanakan dalam rangka menjaga kelestarian alam dan menghindari bahaya kebakaran karena selain dapat merusak kesehatan, kebakaran juga dapat menimbulkan dampak berupa kerugian materil dan bahkan hilangnya nyawa manusia apalagi kebakaran tersebut tidak segera dikendalikan.

(IK)


Rapat Kordinasi Jelang STQ Kabupaten Karimun. 

KARIMUN KEPRIKTUAL.COM: Wakil bupti Karimun H. Anwar Hasyim M.Si di dampingi Kabag Hums Didi Irwan hadiri forum rapat kordinasi jelang STQ tingkat Kabupaten Karimun, yang akan di gelar di Masjid Agung Hijir Ismail, Kecamatan Kundur, Kabupaten Karimun, Senin  (08/3/2021).

Wakil Bupati Karimun, H. Anwar Hasyim mengatakan, STQ tingkat Kabupaten Karimun yang ke XIII  akan di gelar pada Senin mlam  tanggal 15 Maret mendatang.

Untuk itu, kata Anwar Hasyim, kegiatan STQ kali ini Sudah tentu berbeda dengan STQ tingkat Kabupaten yang sebelumnya. Dimana tahun ini kita masih dalam suasana menghadapi situasi Covid-19.

"Saya berpesan kepada seluruh masyarakat kabupaten karimun khususnya masyarakat kundur untuk bisa melihat secara lansung kegiatan STQ kabupaten karimun melalui Tv secara live," ujarnya. 

Untuk itu, ia meminta kepada seluruh masyarakat kundur untuk memakluminya bukan pemerintah melarang namun situasi dan kondisi kita seperti ini mencegah itu lebih baik

"Mudah mudahan dengan mematuhi dan menjalani perokes, semoga kita semua terbabas dari pademi Covid-19. Dengan mematuhi ini semua Semoga kita semua bisa menjalin kehidupan yang normal kembali," harapnya.

Turut hadir dalam acara Kabag Humas Karimun, Kabag Kesra Karimun, Camat Kundur, Camat Kundur Utara, Camat Kundur Barat, Camat Belat, Kacapjari Kundur, Polsek Kundur, Koramil Kundur, Sabandar Kundur, Kapus Kundur, Lurah se-Kecmatan Kundur, tokoh agama dan tokoh masyarakat kundur.


Ahmad Yahya


Foto Bersama Pengurus SMSI Pusat. 

JAKARTA KEPRIAKTUAL.COM: Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Firdaus menegaskan pentingnya kita meningkatkan semangat kebersamaan masyarakat pers untuk menjaga negeri. 

Firdaus mengemukakan hal itu dalam sambutannya pada Hari Ulang Tahun SMSI ke-4 di Gedung SMSI Jakarta Press Club Jalan Veteran II 7C, Jakarta Pusat, hari Minggu,7 Maret 2021. 

Ulang tahun yang berlangsung sederhana itu dihadiri para pengurus SMSI Pusat, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten, serta para anggota.

Acara ulang tahun ini ditandai potong tumpeng oleh Firdaus yang sekaligus meniup lilin, serta mengundang Wakil Pemimpin Redaksi Harian Kompas Tri Agung Kristanto sebagai pembicara utama tentang pers. 

“Dalam rangka memperingati HUT SMSI ke-4 ini, saya merasa perlu mengajak kepada seluruh ketua untuk bersatu menjadikan lembaga kita ini sebuah bangunan yang kokoh,” kata Firdaus.

Menurut dia, pernyataan itu akan dapat terlihat dari kebersamaan gerak dan kebersamaan visi kita untuk mencapai tujuan bersama.

“Media online yang kita geluti ini, waktunya sudah pendek. Kecuali kita membangun inovasi-inovasi,” tuturnya.

Ia mengingatkan membangun inovasi dan jaringan itu biayanya besar dan mahal. Maka jalan keluarnya bisnis bersama dengan tidak meninggalkan rumah yang telah kita bangun. 

“Mari kita bangun rumah besar kita bersama. Siberindo.co rumah besar kita,” kata Firdaus yang menyebut Siberindo.co sebagai newsroom bersama SMSI yang kini beranggotakan 1.224 pengusaha media siber yang tersebar di Tanah Air. 

“Para pengurus dan anggota SMSI Se-Tanah Air perlu dicatat, siberindo.co merupakan icon kebersamaan kita, karena dunia semua tahu kita yang melahirkannya,” katanya. (**)


Penangkapan Dua Pelaku Jambret. (Foto: Istimewa).

BATAM KEPRIAKTUAL.COM
: Team  Macan  Opsnal Reskrim Polresta Barelang amankan dua orang pelaku pencurian dengan lekerasan / Curas (Jambret) berinisial JA (36) dan DR (27) di Perumahan Sentosa Indah, Sei Panas pada Jumat (5/3/2021).

Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Andri Kurniawan menjelaskan, aksi Jambret ini berawal saat korban berinisial Lay tengah melintas di jalan Raya Seputaran Kota Mas Baloi, Lubuk Baja dengan menggunakan sepeda motor miliknya pada Jumat (26/2/2021) lalu.

"Saat korban melintas, pelaku datang dari arah belakang menggunakan sepeda motor dan langsung mengambil tas sandang milik korban yang diletakan di gantungan barang sepeda motor milik korban," kata Andri, Minggu (7/3/2021).

Adapun Tas korban itu berisikan 1 kartu ATM Bank BNI, 1 E KTP, 1 SIM C, 1 STNK, 1 Ijajah SMA, uang tunai sebanyak Rp90 rb dan 1 unit Handphone IPhone 8+ warna rose gold.

Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian sebanyak Rp8 Jt dan langung melaporkan kejadian ke polresta Barelang.

Menindaklanjuti laporan tersebut, dengan gerak Cepat Team Macan Opsnal Reskrim Polresta Barelang yang dipimpin oleh Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Andri Kurniawan segera melakukan penyelidikan lapangan dan benar telah terjadi tindak pidana pencurian dengan kekerasan / Curas (Jambret).

Selanjutnya pada Jum'at (5/3/2021) sekira pukul 15.00 Wib, Opsnal Reskrim Polresta Barelang mendapat informasi dari masyarakat bahwa pelaku berada di Perumahan Sentosa Indah, Sei Panas, sekira pukul 15.40 Wib.

"Ketika dilakukan penangkapan, pelaku melakukan perlawanan dan mencoba melarikan diri kemudian Team Opsnal Reskrim Polresta Barelang memberikan tembakan peringatan sebanyak 3 kali," kata Andri.

"Tak jera, pelaku tetap melakukan perlawanan dan mencoba melarikan diri, Kemudian Opsnal Reskrim Polresta Barelang memberikan tindakan tegas dan terukur ke arah kaki pelaku dan pelaku berhasil diamankan dan digiring ke Mapolresta Barelang," tambahnya. 

(Redaksi/Exp)



Foto: Istimewa

BATAM KEPRIAKTUAL.COM
: Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) geledah 4 lokasi di Kota Batam, Juma (5/3/2021). Hal itu dilakukan dalam perkembangan penyelidikan dugaan kasus korupsi pengaturan barang kena cukai dalam pengelolaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Bintan Wilayah Kabupaten Bintan Tahun 2016 sampai 2018.

Plt. Juru Bicara KPK, Ali Fikri kepada awak media, Sabtu (6/3/2021) menjelaskan 4 lokasi itu yakni berada di Kompleks Perumahan Raflesia, Kompleks Perumahan Sukajadi, Kantor PT. Golden Bamboo Bintan (GBB) di Kawasan Lytech Industri, dan Perumahan Sawang Permai.

"Dari penggeledahan ini, ditemukan dan diamankan bukti diantaranya berbagai dokumen dan barang yang berhubungan dengan perkara," ujarnya.

Kata dia, barang bukti yang pihaknya amankan itu akan divalidasi dan dianalisa untuk diajukan penyitaan menjadi bagian dalam berkas perkara penyidikan.

Diketahui, sejak sepekan lalu KPK telah 7 lokasi di Kabupaten Bintan dan Kota Tanjungpinang. Dari lokasi tersebut KPK juga menyita sejumlah dokumen-dokumen untuk dijadikan alat bukti.

Total sudah 11 lokasi yang telah dilakukan penggeledahan oleh lembaga anti rasuah tersebut selama penyelidikan berlangsung.

(Redaksi/Exp)



Kepala BC Batam, Susila Brata (Foto: Istimewa).

BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Seludupkan 268 unit ponsel merk Iphone dari Kota Batam, Kepri, pada Sabtu (27/2/2021) lalu. Petugas Bea dan Cukai Bandara Juanda di Sidoarjo, Jawa Timur, meringkus 3 orang pelaku tindak pidana kepabeanan.

Kepala Bea dan Cukai Batam, Susila Brata, mengatakan ketiga pelaku tersebut yakni HZ, RA, dan MM selaku penumpang maskapai Lion Air nomor penerbangan JT 972 dari Batam tujuan Surabaya.

Susila mengungkapkan, penggagalan itu bermula saat petugas Seksi Penindakan dan Penyidikan (P2) Bea Cukai Juanda mendapatkan informasi dari Bea dan Cukai Batam terkait adanya penumpang membawa handphone tanpa dilengkapi dokumen pabean.

Pihaknya mengaku sudah memantau ketiga pelaku tersebut dari Batam setelah itu memberikan informasi tersebut kepada pihak BC Juanda.

"Setelah mendapati informasi tersebut, petugas unit P2 BC Juanda yang berkoordinasi dengan Satgas Pengamanan Lanudal Juanda, kemudian melakukan pengawasan terhadap penumpang yang diduga akan membawa handphone tersebut," bebernya, Sabtu (6/2-2021).

Dijelaskannya, saat melalui pemeriksaan alat Xray, petugas mendapati banyak telepon pintar di dua tas koper dan tiga tas ransel yang dibawa oleh pelaku tersebut.

"Petugas kemudian melakukan penggeledahan dan mendapati 268 unit telepon pintar di dalamnya. Dalam koper dan tas ransel milik HZ, petugas mendapati 114 unit iPhone X,"

"Sementara di dalam koper dan tas ransel milik RA didapati 104 unit iPhone X. Lalu di dalam tas ransel milik MM didapati 15 unit iPhone 7, sembilan unit iPhone 8, 15 unit iPhone X, dan 11 unit iPhone Xr," jelasnya.

Tidak hanya itu, saat digeledah diketahui ratusan unit iPhone tersebut merupakan barang second atau bekas. Sebab kesemuanya tidak dilengkapi dengan kotak dan alat pengisi daya atau charger.

Susila juga membeberkan, total kerugian negara yang ditimbulkan akibat perbuatan ketiga tersangka tersebut sekitar Rp. 470 juta dan total perkiraan harga seluruh barang itu sebesar Rp. 1,6 miliar.

"Kalau untuk tujuan akhirnya masih belum diketahui, masih kami dalami. Tetapi barang tersebut sudah sampai Surabaya," pungkasnya.

(Redaksi/Exp)


Presiden Jokowi  didampingi Seskab Pramono Anung dan pejabat lainnya meninjau area lumbung pangan yang terletak di Desa Makata Keri, Kecamatan Katiku Tana, Kabupaten Sumba Tengah, NTT.  (Foto: Istimewa)

JAKARTA KEPRIAKTUAL.COM
: Guna memperkuat ketahanan pangan nasional, pemerintah mengembangkan kawasan lumbung pangan atau food estate di tiga provinsi, yaitu Kalimantan Tengah, Sumatra Utara, dan Nusa Tenggara Timur.

“Penyediaan cadangan pangan nasional ini adalah agenda strategis yang harus kita lakukan dalam rangka mengantisipasi kondisi krisis pangan akibat pandemi COVID-19, yang sudah berkali-kali diingatkan oleh FAO (Food and Agriculture Organization) mengenai krisis pangan dunia. Hal ini juga untuk mengantisipasi perubahan iklim, serta juga tidak kalah pentingnya adalah mengurangi ketergantungan kita pada impor pangan,” ujar Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dalam Rapat Terbatas pada September tahun lalu.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan, pentingnya peningkatan produksi dan penguatan cadangan pangan menjadikan program pengembangan ini harus ditangani secara extraordinary, salah satunya lewat pendampingan yang intensif.

Syahrul menambahkan, Kementerian Pertanian (Kementan) akan memaksimalkan semua lini agar pendampingan yang diberikan terhadap petani di kawasan lumbung pangan di tiga provinsi tersebut bisa berjalan maksimal, salah satunya lewat pembentukan Tim Pendamping/Detasering Pengembangan Kawasan Food Estate.

“Petugas perlu disiapkan dan ditingkatkan kompetensinya sehingga dapat optimal bekerja, dengan kompetensi ini, para pendamping dapat memiliki kemampuan mendampingi dan mengawal para petani di food estate dalam melakukan budidaya, penggunaan alsintan [alat dan mesin pertanian] dan penanganan panen serta pascapanen,” ujarnya saat memberikan pembekalan dan pelepasan tim pendamping tersebut, di Jakarta, Kamis (04/03/2021).

Mentan menegaskan, tim ini menjadi landasan utama dalam mengoptimalkan berbagai aktivitas lumbung pangan dari hulu ke hilir. Kehadiran pendamping bagi petani diharapkan membantu percepatan pengembangan lumbung pangan dan memperkuat eksistensi kelembagaan petani serta pengembangan bisnis dan korporasi petani.

“Di pertanian itu yang terpenting adalah bagaimana kemauan kita bekerja, kuncinya harus fokus dan paham secara jelas dan detail apa yang kita kerjakan, apa target kita, pahami medannya, pahami siapa orang-orang yang harus kita kenal di lapangan, dan tentu harus diikuti juga dengan disiplin dan kerja sama yang baik” paparnya.

Untuk kesuksesan program food estate ini Mentan berkomitmen akan mendukung penuh upaya pendampingan bagi para petani, sebagai langkah yang sangat penting dalam mengakselerasi kegiatan pertanian di lokasi food estate.

“Ini langkah yang bagus, jangan ada kata mundur ataupun berhenti, kita harus fight, saya dukung penuh pendampingan ini, secara teknis semua unit kerja di Kementan harus ikut bekerja dan mendukung,” tegasnya.

Sebagai informasi, untuk tahap awal tim pendamping akan bekerja secara intensif selama tiga bulan ke depan, tim ini terdiri dari 70 orang tenaga fungsional yang meliputi para peneliti, penyuluh pusat, widyaiswara, dosen, pengawas benih tanaman, litkayasa, pengamat organisme pengganggu tanaman dan fungsional umum lainnya.

(Redaksi/Setkab/HUMAS KEMENTAN/UN)



Panglima TNI dan Kapolri Saksikan Vaksinisasi Ribuan Prajurit dan Polri.

BATAM KEPRIAKTUAL.COM
: Panglima TNI dan Kapolri tinjau dan saksikan kegiatan vaksinisasi covid-19 di gedung Lancang Kuning Polda Kepri, serta memberikan pengarahan kepada sejumlah pejabat TNI dan Polri diwilayah Provinsi Kepri, Jumat (5/3-2021).

Kegiatan menjalani vaksinisasi Covid-19 oleh sebanyak 1.000 Prajurit TNI – Polri di wilayah Provinsi Kepri, disaksikan langsung oleh Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, SIP dan Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si.

Kadiv Humas Polri Irjen. Pol. Raden Prabowo Argo Yuwono, S.I.K., M.Si., mengatakan, vaksin Covid-19 diberikan kepada 500 Personil Polri dan 500 Prajurit TNI. Sebelum mendapat suntikan vaksin Covid-19, anggota harus menjalani pemeriksaan awal, termasuk pengecekan suhu dan tekanan darah.

"Disamping melakukan peninjauan Vaksinasi terhadap anggota, Bapak Panglima TNI dan Bapak Kapolri juga memberikan pengarahan kepada sejumlah pejabat TNI dan Polri diwilayah Provinsi Kepri," tutur Kadiv Humas Polri Irjen. Pol. Raden Prabowo Argo Yuwono.

Sebelumnya pada kamis tanggal 4 Maret 2021, seluruh pejabat utama Polda Kepri, para perwira, dan Personil Polda Kepri telah menerima suntik Vaksin dan pada hari ini merupakan tindak lanjut Vaksinasi terhadap anggota TNI-Polri yang belum melaksanakan.

"Suntikan vaksin ini hanya diberikan kepada seluruh anggota yang menurut hasil pemeriksaan kesehatannya layak untuk menjalani vaksinasi Covid-19." jelasnya.

"Walaupun nantinya telah menerima Vaksin, Kami tegaskan kembali kepada seluruh anggota agar tetap mematuhi protokol kesehatan dengan tetap memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan," tutupnya.

Kadiv Humas Polri



Mikol dan Roko di Kapal Pompong yang Diamankan Satpolair Polresta Barelang.

BATAM KEPRIAKTUAL.COM
: Satpolair Polresta Barelang berhasil menggagalkan upaya penyelundupan ratusan mikol dan rokok ilegal di Perairan Pulau Bulan, Batam, Selasa, (2/3/2021).

Kasat Polair Polresta Barelang, AKP Syaiful Badawi mengatakan, penangkapan itu berawal dari adanya informasi dari masyarakat bahwa ada sebuah Kapal Pompong kayu yang membawa barang ilegal dari pelabuhan tikus Sei Lekop hendak menuju ke Tembilahan yang akan melewati perairan Pulau Bulan.

"Mendapati informasi tersebut, di Perairan Pulau Bulan Batam dengan Koordinat 00°59.907 N - 103°56.358 E personil Patroli Sat Polair Polresta Barelang dengan menggunakan satu unit Kapal Patroli Nomor : XXXI-28-1001, melakukan patroli diseputaran perairan tersebut," ungkap Syaiful Badawi, Jum'at (5/3/2021).

Tak lama waktu berselang, satu unit kapal Pompong Kayu tanpa nama sedang melintasi perairan kemudian personil patroli merapat ke kapal tersebut dan melakukan pemeriksaan terhadap barang bawaan kapal.

"Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, petugas tidak menemukan dokumen kapal dengan membawa barang berisi rokok dan mikol llegal," ujar Badawi.

Barang bukti yang berhasil diamankan diantaranya, 1 unit pompong kayu tanpa nama, 29 box rokok ilegal, 3 box mikol merk Black Label ukuran 1 liter dengan jumlah 12 botol per box, 27 box mikol merk Red Label ukuran 750 ml dengan jumlah 12 botol per Box dan 213 kes mikol Bir merk Carlsberg.

Selain berhasil mengamankan barang bukti, petugas Satpolair Polresta Barelang juga mengamankan nahkoda kapal berinisial SY (28).

"Menurut keterangan SY (28), bahwa pemilik barang adalah berinisial A yang saat ini dalam pencarian atau DPO," beber Syaiful Badawi.

Informasi yang dihimpun dari salah seorang narasumber, pemilik barang berinisial A disebut-sebut warga tembilahan yang kerap melakukan aksi penyelundupan Batam - Tembilahan.

Terhadap kapal dan ABK kapal diamankan untuk dilakukan proses selanjutnya dan atas perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 102 UU No. 17 Tahun 2006 Tentang Kepabeanan," pungkasnya.

(Redaksi/expos/Fay)



Gotong Royong Bhabinkamtibmas Polsek Bunguran Timur dengan Masyarakat. 

NATUNA KEPRIAKTUAL.COM: Bhabinkamtibmas Polsek Bunguran Timur Desa Ceruk, Bripka Suharjo bersama Masyarakat RT/RW, Desa Ceruk melaksanakan gotong royong pembersihan potong rumput lapangan bola kaki Desa Ceruk RT 004/RT 002 Kecamatan Bunguran Timur Laut Kabupaten Natuna, Jumat (5/3/2021).

Di Sela-sela kegiatan, Bripka Suharjo menyampaikan himbauan agar Selalu memperhatikan lingkungan tetap bersih dan menghimbau kepada masyarakat rumput yang sudah dipotong atau sampah, agar tidak dibakar disarankan untuk kasih makan ternak saja, kasih masyarakat yang berternak sapi.

" Dan apa bila keluar rumah tetap gunakan  masker atau kemanapun dan selalu menjaga kebersihan dengan mencuci tangan," ungkapnya. 

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kades Desa Ceruk berserta staf, Babinsa Desa Ceruk Serka Rapius dan Masyarakat Desa Ceruk.

(IK)


Foto: Istimewa

TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Satuan Tugas Penanganan COVID-19  menetapkan Provinsi Kepulauan Riau sebagai Zona Kuning penularan COVID-19 setelah jumlah kasus aktif turun drastis dalam sebulan terakhir.

Ketua Harian Satgas Penanganan COVID-19 Kepri Tengku Said Arif Fadillah, di Tanjungpinang, Kamis (04/03), sehari yang lalu, Tanjungpinang dan Batam masih Zona Oranye atau resiko penularan sedang, sementara Kabupaten Karimun, Natuna, Kepulauan Anambas dan Kabupaten Lingga ditetapkan sebagai Zona Kuning dengan resiko penularan kecil.

"Alhamdulillah, hari ini tujuh kabupaten dan kota di Kepri ditetapkan sebagai daerah dengan resiko penularan rendah," ujarnya, yang juga Sekda Kepri.

Arif menjelaskan jumlah kasus aktif COVID-19 di wilayah itu  tinggal 148 orang. Kasus aktif COVID-19 di wilayah tersebut  tersebar di Batam 72 orang, Tanjungpinang 22 orang, Bintan 47 orang, Karimun lima orang, dan Natuna dua orang. Sedangkan Kepulauan Anambas dan Lingga nol kasus aktif COVID-19.

Jumlah pasien COVID-19 di Kepri hari ini bertambah 12 orang sehingga total jumlahnya sejak pandemi Maret 2020 sampai sekarang menjadi 8740 orang. Penambahan pasien itu terjadi di Batam tiga orang, Tanjungpinang empat orang dan Bintan lima orang.

Total jumlah pasien di Kepri sejak Maret 2020 sampai sekarang  tersebar di Batam sebanyak 5981 orang, Tanjungpinang 1398 orang, Bintan 690 orang, Karimun 421 orang, Lingga 55 orang, Natuna 92 orang dan Anambas 103 orang.

Jumlah pasien yang sembuh dari COVID-19 bertambah 21 orang sehingga  menjadi 8371 orang, yang terdiri dari Batam tujuh orang sehingga menjadi 5743 orang, Tanjungpinang enam orang sehingga menjadi 1348 orang, dan Bintan delapan orang sehingga menjadi 626 orang.

Total pasien yang sembuh dari COVID-19 di Karimun 398 orang, Lingga 52 orang, Natuna 88 orang, dan Anambas 102 orang.

Jumlah pasien yang meninggal dunia akibat COVID-19 sebanyak 221 orang, yang terdiri dari Tanjungpinang 28 orang, Batam 152 orang, Karimun 18 orang, Bintan 17 orang, Lingga tiga orang, Natuna dua orang dan Anambas satu orang.

Sumber: Diskominfo Kepri


Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.