Foto Bersama Sekda Prov Kepri Dengan Tim Bersatu Lawan Covid Kepri Batam. 
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Pemprov Kepri segera membentuk SMA Tangguh dan Kampus Tangguh yang menjadi program percepatan dan penanganan pandemi Covid-19 untuk Batam. Program ini juga menjadi pertimbangan untuk contoh pelaksanaan aktivitas belajar di sekolah selama Normal Baru. Dan program ini diusulkan Tim Bersatu Lawan Covid-19 Kepri Batam. Program SMA Tangguh dan Kampus Tangguh telah disetujui Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kepri, TS Arif Fadillah.

Arif yang juga Sekretaris Daerah Kepri itu langsung menyetujui dan mendukung penuh usulan Tim Bersatu Lawan Covid-19 Kepri Batam. Dengan program ini, sekolah dan kampus tersebut akan menjadi model percontohan untuk aktivitas sekolah dalam kebiasaan Normal Baru.

"Saya sangat setuju sekali dengan usulan Tim BLC untuk membentuk SMA/SMK Tangguh dan Kampus Tangguh dalam percepatan dan penanganan Covid-19 di Kepri, terutama Batam. Setelah ini saya akan laporkan kepada Plt. Gubernur Kepri sekaligus Ketua Umum Satgas Covid-19 Kepri," ujar Arif Fadillah, dikutip dari situs Diskominfo Kepri, Selasa (21/7-2020).

Arif menerima laporan Tim BLC Kepri Batam, Senin (20/7) di kantor Gubernur Dompak, Tanjungpinang. Hadir mendampingi Kepala Dinas Kominfo Kepri Zulhendri, Kepala Badan Kerbangpol Kepri Lamidi. Arif berjanji akan segera melakukan koordinasi dengan OPD terkait, seperti Dinas Pendidikan maupun OPD lainnya yang bisa mendukung terealisasinya SMA/SMK dan Kampus Tangguh. Sekaligus melakukan kajian menyeluruh untuk hal tersebut.

Arif menilai, rencana pembentukan SMA/SMK Tangguh dan Kampus Tangguh tersebut sangat tepat dilaksanakan secepatnya. Hal itu seiring dengan kajian Pemprov Kepri untuk melihat kemungkinan dilakukannya kembali aktivitas sekolah.

Menurut Arif, saat ini Kadisdik sudah diminta melakukan kajian dengan melibatkan ahli untuk rencana dibuka kembali aktivitas sekolah. Jika dimungkinkan dibuka, maka sekolah tangguh ini bisa menjadi contoh pelaksanaan aktivitas sekolah di masa kebiasaan baru.

"Tujuan kita, sekolah dibuka, anak-anak tetap sehat. Jangan sampai sekolah dibuka malah menimbulkan kluster baru," tuturnya.

Sekretaris Tim Bersatu Lawan Covid-19 Kepri Batam, Cris Triwinasis menyampaikan Tim BLC sudah melakukan penjajakan dengan SMA Negeri 12 Batam yang berlokasi di Tanjung Uma, Batam, untuk rencana SMA Tangguh. Beberapa pertemuan dengan guru dan siswa sudah digelar. Tim BLC Kepri juga sudah melakukan kunjungan ke sekolah dan sekaligus melakukan sosialisasi mengenai berbagai hal tentang SMA/SMK Tangguh.

"Guru dan siswa sangat antusias. Dan ketika kami menyampaikan ide untuk membentuk SMA/SMK Tangguh, mereka semangat sekali dan langsung menyampaikan kesediaan," ungkap Chris.

Berbeda dengan SMA/SMK Tangguh, tambah Chris, pendirian Kampus Tangguh justru berasal dari inisiatif para mahasiswa di Politeknik Batam. Bahkan mereka berharap beberapa hal yang ketetapan dalam Kampus Tangguh sudah bisa dilaksanakan saat masa orientasi pengenalan kampus nanti. Menurut relawan Tim BLC, dr Frianto Ismail, program SMA/SMK Tangguh dan Kampus Tangguh minimal menerapkan 5T, yakni tangguh informasi, tangguh kesehatan, tangguh keamanan, tangguh pendidikan, tangguh gizi dan tangguh ekonomi.

"Misalnya saja untuk tangguh informasi, warga sekolah diharapkan bisa menyeleksi mana berita dan informasi yang baik mana yang bersifat provokatif terhadap Covid-19 ini"

Lalu dengan tangguh kesehatan, warga sekolah terutama siswa mampu menjaga kondisi tubuh agar terhindar dari penyakit, terutama COVID-19," terang dr. Frianto. SMA/SMK dan Kampus Tangguh menjadi misi kemanusiaan lainnya dari Tim BLC Kepri Batam, di samping melakukan edukasi, sosialisasi, trauma healing, bagi masker, hand sanitizer, face shield, alat rapid test.

Penulis: Diskominfo Kepri


Kejadian Kepal Terbakar. 
ANAMBAS KEPRIAKTUAL.COM: Sebuah kapal cepat Puskel (Puskesmas Keliling) Husada 001 milik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarempa, Kabupaten Kepulauan Anambas terbakar.

Kebakaran Puskel berukuran 18 GT (Gross Tonnage) tersebut setelah mengantar rujukan pasien ke UPT RSUD Palmatak, kejadian di perairan dangkal Batu Lepe, Tarempa, Kecamatan Siantan, Minggu (19/7/2020).

“Saya dan beberapa orang lainnya pergi ke Matak untuk mengantar pasien sakit. Seketika diperjalanan pulang sekitar pukul 23:30 WIB kapal Puskel yang kami bawa itu mengeluarkan asap, saya kira hanya  kerusakan mesin saja, karena Puskel ini memang sering mengeluarkan asap,” kata M. Ali (19) Anak Buah Kapal (ABK) Husada 001 saat dikonfirmasi, Senin (20/7/2020)

“Tapi asap kali ini sangat banyak sekali dan membuat kami merasa khawatir. Saya diminta masuk ke dalam kamar mesin Puskel, tapi saya tidak bisa masuk lagi dikarenakan asap yang semakin tebal dan saat dibuka kamarnya sudah mengeluarkan api,” sambungnya.

Setelah melihat kondisi kapal Puskel yang terbakar, Ali melanjutkan, langsung memutar haluan ke perairan dangkal di Batu Lepe, Tanjung Momong karena untuk melanjutkan ke Pelabuhan Tarempa tidak memungkinkan lagi.

“Awal mulanya Puskel mengeluarkan api itu di sekitaran Tanjung Nyang. Kami semua sudah panik dan mengambil haluan terdekat. Setelah sampai di Batu Lepe api semakin besar dan perlahan kapal Puskel itu habis dimakan api,” tambahnya.

“Alhamdulillah dalam peristiwa ini kami semua masih dalam kondisi selamat dan tidak ada korban jiwa sama sekali,” ujar Ali.


(arthur)


Plt Gubernur Kepri, Isdianto. 
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Kepri masuk 10 Besar Realisasi APBD Se-Indonesia, Kedua Se-Sumatera. Plt. Gubernur Provinsi Kepulauan Riau H.I menekankan semua OPD untuk terus mempercepat realisasi APBD. Saat ini, Kepri  berada di peringkat sembilan se-Indonesia dan nomor dua di akan Sumatera. Di triwulan ketiga ini, serapan dan realisasi harus semakin besar. Semua berdampak ke masyarakat.

“Pesan Bapak Presiden, Juli, Agustus dan September ini adalah momentum. Belanja pemerintah harus dipercepat. Tentu sesuai dengan aturan yang berlaku,” kata Isdianto di Bandara Hang Nadim, Batam, Kamis (16/7).

Isdianto memang baru kembali dari Jakarta menghadiri pertemuan bersama Presiden Joko Widodo. Presiden dalam sambutannya menekankan betul pentingnya realisasi anggaran. Saat itu Jokowi berpesan bahwa yang diharapkan yaitu belanja pemerintah, spending , belanja pemerintah. Oleh sebab itu, jangan sampai ada nge-rem.

“Kita tidak bisa mengharapkan lagi yang namanya investasi, itu pasti minus pertumbuhannya. Kalau ekonomi di provinsi Bapak-Ibu semuanya ingin cepat pulih, belanjanya semuanya harus dipercepat. Kuncinya hanya di situ. Enggak bisa lagi kita mengharapkan sekali lagi, investasi, swasta, enggak. Karena ini munculnya memang harus dari belanja pemerintah,” kata Jokowi.

Isdianto dalam masa adaptasi kebiasaan baru ini semakin intens melakukan evaluasi serapan anggaran. Dalam dua kali Senin, lompatan serapan anggaran pun terlihat naik dengan cepat.

Isdianto ingin semakin cepat lagi. Karena Presiden berharap, belanja-belanja yang ada ini, harus dipercepat. Karena itu akan menaikkan konsumsi domestik, konsumsi rumah tangga.

Isdianto bersyukur aktivitas industri di Kepri, khususnya Batam tetap menggeliat. Dalam kunjungannya bersama Kapolda Kepri Irjen Pol Aris Budiman dan sejumlah FKPD ke sejumlah perusahaan, tampak aktivitas berjalan lancar. Perusahaan-perusahaan itu pun tetap menjalankan protokol kesehatan dengan ketat dan penuh disiplin.

“Kita ingin ekonomi terus bergerak namun kesehatan tetap menjadi yang utama. Dua-duanya harus diperhatikan,” kata adik kandung almarhum H. Muhammad Sani ini.

Dalam catatan Presiden, Kepri penyerapan anggaran dan realisasi APBD berada di posisi sembilan setelah DKI (Jakarta), Nusa Tenggara Barat, Sumatra Barat, Gorontalo, Kalimantan Selatan, Bali, Kalimantan Tengah,  dan Banten


Sumber: Humas Kepri/Diskominfo Kepri


Foto: Istimewa. 
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Pemerintah Provinsi Kepri mengatakan bahwa pihaknya optimis bahwa pembangunan Astaka MTQ di komplek Gurindam XII depan Gedung Daerah Tanjungpinang akan rampung sebelum September mendatang.

Hal ini disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas PUPR Provinsi Rodi Yantari di Tanjungpinang, Jum'at (17/7).

"Insyaallah, untuk pembangunan Astaka MTQ kita perkirakan siap sebelum September," tegas Yodi.

Menurut Yodi, pihaknya hingga kini masih terus berupaya untuk segera merampungkan Astaka dan lokasi MTQ agar dapat digunakan pada pelaksanaan MTQ Kepri pada 19 September mendatang.

"Untuk zona 1A bangunan Astaka MTQ akan rampung 100 persen sebelum September," jelas Yodi.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Kepri H TS Arif Fadillah mengatakan bahwa nantinya pelaksanaan MTQ Kepri tahun 2020 tetap mengedepankan penerapan protokol Covid-19.

"Tetap kita utamakan kedisiplinan dengan protokol covid, kesehatan yang utama,” ujar Arif.

Arif berharap agar nantinya pelaksanaan MTQ Kepri tahun 2020 dapat berjalan baik dan sukses.


Sumber: Diskominfo Kepri


Bupati Karimun Menyerahkan Bantuan Secara Simbolis. 
KARIMUN KEPRIAKTUAL.COM: Bupati Karimun, Dr. H. Aunur Rafiq, S. Sos, M. Si. mendampingi Plt. Gubernur Kepulauan Riau, H. Isdianto, M.M, dalam kegiatan Kunjungan Kerja ke Kabupaten Karimun di Gedung Nasional, Jumat ( 17/7 ).

Dalam kegiatan kunker PLT. Gubernur Provinsi Kepulauan Riau tersebut Beliau juga menyerahkan berbagai bantuan kepada masyarakat kurang mampu di Kabupaten Karimun.

Adapun bantuan yang diserahkan yaitu bantuan untuk nelayan, pembinaan modal usaha, kelompok usaha, mesin jahit dan bantuan iuran BPJS.

Dalam sambutannya Bupati Karimun, mengatakan terima kasih atas bantuan yang disalurkan dari Pemerintah Daerah Provinsi Kepulauan.

"Saya berharap agar bantuan yang diserahkan Pemprov Kepri ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh penerima bantuan, dan gunakanlah bantuan ini untuk meningkatkan perekonomian bagi penerima bantuan di tengah pandemi Covid-19," ujarnya.

Begitu juga dalam sambutan PLT. Gubernur Kepri, H. Isdianto, M. M. mengatakan, bahwa bantuan yang diserahkan adalah bentuk kepedulian Pemprov Kepri kepada warga Karimun yang kurang mampu untuk meningkatkan taraf perekonomiannya.

Bantuan yang disalurkan untuk bantuan nelayan berupa 15 unit mesin tempel, pembinaan modal usaha bagi 120 KK atau 6 kelompok.
Selain itu, 10 unit mesin jahit sedangkan bantuan iuran BPJS kepada 5.194 orang.

“Walaupun tidak seberapa, tapi itulah kemampuan Pemprov Kepri saat ini dan patut disyukuri. Kedepan akan ditingkatkan lagi,” kata PLT. Gubernur Kepri.

Turut Hadir, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kabupaten Karimun.

Ahmad Yahya/Humas


Bupati Serahkan Dua Unit Kapal Kepada Kelompok Nelayan Karimun. 
KARIMUN KEPRIAKTUAL.COM: Bupati Karimun, Dr. H. Aunur Rafiq menghadiri Acara Penyerahan Kapal kepada Kelompok Nelayan Berusaha Bersama Berjaya di Desa Pongkar, Jumat (17/7/2020).

Dalam sambutannya, Bupati Karimun mengatakan, ia mohon maaf atas keterlambatan keacara ini.

"Saya sudah yang kedua kalinya kesini, karena  kemaren Saya kesini dalam Acara perlombaa n mancing yang diselenggarakan oleh Kodim Tanjung Balai Karimun," ujar Bupati Karimun.

Dalam Acara ini, Bupati Karimun  menyerahkan bantuan 2 buah pompong motor 2 GT dari Dina's Perikanan Kabupaten Karimun kepada Kelompok Nalayan Berusaha Bersama Berjaya Desa Pongkar dan Nelayan Desa Parit.

Selanjutnya, Dr. H. Aunur Rafiq, S. Sos, M. Si., juga meminta kepada Dinas terkait Khususnya Dinas Perdagangan, Industri dan Usaha Kecil Menengah, Dinas Perikanan dan Dinas Tenaga kerja untuk bisa meberikan pembinaan kepada Koperasi Nelayan dan bisa memberikan bantuan-bantuan alat-alat pendukung lainnya seperti bantuan jaring agar tangkapan dan penghasilan para Nelayan bisa lebih baik lagi.

"Bantu nelayan kita, supaya bisa berpenghasilan lebih baik lagi," ungkapnya.

Turut hadir, Kadis Perikanan, Kadis Perdagangan, Kadis Tenaga Kerja, Camat Tebing Kapolsek Tebing, Danramil Tebing dan Pjs. Kepala Desa Pongkar.

Ahmad Yahya/Humas


Fhoto Bersama Sebelum Membagikan Masker Gratis
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Cegah Penularan Covid-19 dimasa penerapan New Normal di Kota Tanjungpinang, GMKI Cabang Tanjungpinang-Bintan berbagi masker secara gratis kepada masyarakat Kota Tanjungpinang, Jumat (17/7-2020).

Selain berbagi masker gratis, Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Tanjungpinang-Bintan juga  mengajak masyarakat Tanjungpinang, untuk tetap menggunakan masker saat melakukan aktivitas diluar rumah, di masa penerapan New Normal di Kota Tanjungpinang.

Masker dibagikan secara gratis kepada masyarakat Tanjungpinang, yang tidak memakai masker saat keluar rumah. Masker yang dibagikan secara gratis, terbuat dari bahan kain. Sehingga masker dapat di cuci dan pakai kembali. Kemudian masker dibagikan di Lampu Merah batu 9, Pasar Bintan Center, serta beberapa Rumah Ibadah di Kota Tanjungpinang," ujar Ketua Cabang GMKI Cabang Tanjungpinang-Bintan, Paulus Hasiholan Banjarnahor

Selain itu, lanjut Paulus Hasiholan Banjarnahor, masker yang dibagikan terbuat dari bahan kain. Sehingga dapat dicuci, dan dipakai kembali.

"Kami peduli, untuk itulah kami melakukan aksi nyata ini walaupun dengan segala terbatasan yang ada. Kami berharap tindakan ini dapat memicu semangat untuk bergotong-royong dalam mencegah penyebaran Covid-19 di Kota Tanjungpinang," kata Paulus.

GMKI Cabang Tanjungpinang-Bintan berharap Pandemi Covid-19 ini secepatnya berakhir. Dan GMKI siap untuk menjadi mitra Pemerintah dalam mendukung penanganan Covid-19, serta menjadi mitra kritis dalam setiap kebijakan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Tanjungpinang.

"Kami mengajak masyarakat Kota Tanjungpinang, untuk mengikuti protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah. Pada keadaan ini, saling tolong-menolong dalam menjalani kehidupan New Normal akibat pandemi Covid-19 ini. Semoga masa sulit ini cepat berlalu," pungkasnya.


Redaksi


Aunur Rafiq Resmikan Kantor UPT Puskesmas Tanjung Berlian. 
KARIMUN KEPRIAKTUAL.COM: Bupati Karimun H. Aunur Rafiq S.Sos M.Si di dampingi kepala Dinas Kesehatan, Kabupaten Karimun, Rachmadi resmikan gedung baru UPT Puskesmas Tanjung Berlian tepatnya di kecamatan kundur Utara, Kabupaten Karimun, Kamis (17/7/20020).

Bupati Karimun H. Aunur Rafiq mengatakan, bahwa visi misi bliau khususnya periode 2016/2021 menginginkan Karimun menjadi pusat pertumbuhan ekonomi berbasis yang di lindungi iman dan taqwa.

Untuk itu, kata Rafiq, ada 7 visi misi salah satunya bagaimana caranya kita meningkatkan sumber daya manusia yang sehat,cerdas dan pemberhasil untuk memenuhi kebutuhan daerah terutama di bidang pendidikan dan kesehatan.

"Pembangunan gedung puskesmas itu merupakan konsekwen kami dan keseriusan Pemkab Karimun untuk memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat khususnya masyarakat Kabupaten Karimun," kata Aunur Rafiq.

Rafiq juga menyebutkan, di masa kepemimpinan nya ada 9 gedung puskesmas dari 8 kecamatan yang sudah di bangun dan memiliki kelengkapan yang baik.

Kemudian Rafiq juga menyampaikan, program kartu BPJS kesehatan masyarakat yang sudah di tanggung APBD berjumlah 30.000 dan yg di bantu oleh provinsi berjumlah 5000 dan masih memiliki 52.000 lagi jika di kalkulasikan keseluruhannya masih membutuhkan biaya sebesar 40 miliar
Untuk BPJS kesehatan agar bisa mencakup seluruh masyarakat kabupaten Karimun.

"Ini sebagai bentuk pemerataan pembangunan yang ada di wilayah kabupaten Karimun. Kegiatan ini juga di sejalankan dengan pencanangan kampung toga penyerahan kunci duplikat ambulance,penyrahan kartu BPJS secara simbolis dan sekaligus peresmian poskamling," tuturnya.


Ahmad Yahya


Pelepasan Komoditas Ekspor Hasil Pertanian di Karimun. 
KARIMUN KEPRIAKTUAL.COM: Bupati Karimun bpk DR. H. Aunur Rafiq, M.Si mengadiri kegiatan pelepasan komoditas ekspor yang dilaksanakan di PT Saricotama, Kecamatan Kundur, Kabupaten Karimun, Rabu (15/7/2020)

Komoditas yang diekspor adalah berupa 35 ton bungkil dan 5 ton komoditas air kelapa menuju Batu Pahat, Negara Malaysia.

Dalam kata sambutan Bupati Karimun. Ia menyampaikan apresiasi kepada PT. Saricotama meskipun dalam situasi pandemi Covid-19 yang sedang melanda namun produksi dan kegiatan ekspor tetap bisa dilakukan dengan selalu memperhatikan protokol kesehatan selama beroperasi.

"Tentu dalam hal ini menjadi prioritas perusahaan nantinya tetap menjaga dan memperhatikan bahan baku buah kelapa dari petani lokal dan tenaga kerja setempat, agar bisa menunjang tingkat kesejahteraan masyarakat disekitar perusahaan," ujarnya.

Lanjutnya, diwilayah Kabupaten Karimun perkebunan kelapa sebagian besar adalah perkebunan rakyat seluas lebih kurang 3.313 Ha yang tersebar di 12 kecamatan antara lain:
1. Kec. Kundur 872 Ha
2. Kec. Kundur Utara 306 Ha
3. Kec. Kundur Barat 419 Ha
4. Kec. Ungar 718 Ha
5. Kec. Belat 284 Ha
6. Kec. Buru 220 Ha dan kecamatan lainnya lebih kurang 100 Ha

"Dengan rata-rata produksi mencapai 505 ton dengan jumlah petani 5.176 Kepala Keluarga. Saya berharap agar Kementerian Pertanian dapat membantu pengembangan potensi pertanian di Kabupaten Karimun," tuturnya.

Kemudian, ungkapnya, letak geografis Kabupaten Karimun yang sangat berdekatan dengan Negara Malaysia dan Singapura sangat memungkinkan untuk pelaksanaan ekspor.

"Kami herharap dengn kedatangan Bapak Staf Khusus Kementerian Pertanian dan Kepala Badan Karantina Pertanian ini dapat mendorong Karimun kepada Bapak Menteri. Lahan di Kabupaten Karimun siap untuk pertanian holtikultura, seperti Jagung, pisang, bawang dan nanas," ungkapnya.

Dalam kegiatan ini turut Hadir Staf khusus Menteri Pertanian, Asisten II Perekonomian dan Pembangunan prov. Kepri, Ketua DPRD Karimun, Kepala badan karantina pertanian, Kapolres Karimun, Danlanal Karimun, Dandim Karimun, kepala karantina pertanian Batam, dan kepala karantina pertanian Tanjungpinang.

Ahmad Yahya


Foto Bersama BC Kepri dengan Muspida Kabupaten Karimun. 
KARIMUN KEPRIAKTUAL.COM: Bea dan Cukai Kepulauan Riau bersama Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Tanjung Balai Karimun, KSOP, dan instansi vertikal lainnya melakukan akselerasi ekspor produk pertanian bungkil dan air kelapa ke Malaysia, Rabu (15/07/2020).

Kepala Kantor Wilayah DJBC Khusus Kepri, Agus Yulianto menyebutkan, Pandemi Covid-19 yang  telah merebak sejak medio awal 2020 lalu telah memberi dampak pada lesunya ekonomi di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

“Walau di tengah lesunya ekonomi dunia, Kanwil DJBC Khusus Kepulauan Riau bersama Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Tanjung Balai Karimun tetap menggenjot upaya ekspor berbagai industri dengan melakukan kemudahan fasilitasi ekspor, salah satunya ekspor bungkil dan air kelapa," ungkap Agus.

Salah satu tugas DJBC adalah menjamin terselenggaranya perdagangan internasional di bidang ekspor agar bisa berjalan denggan baik. Hal ini sejalan dengan amanat Presiden RI terkait kemudahan investasi dan cost logistik murah atau yang dikenal dengan Ease of Doing Business (EODB).

“Untuk wilayah Kepulauan Riau, merupakan daerah yang potensial dari sisi sumber daya alam baik, perikanan dan pertanian. Disamping hasil tambang yang telah memberi nilai tambah bagi daerah," jelas Agus Yulianto.

Sementara itu, Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai Abdul Rasyid, menjelaskan bahwa sejak tahun 2020 total ekspor untuk produk pertanian dari kelapa mencapai devisa yang tinggi.

“untuk total devisa ekspor bungkil dan air kelapa mencapai Rp20.855.900.000 dengan total 42 Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB)”.

Ia menambahkan bahwa Bea dan Cukai Kepulauan Riau telah banyak memfasilitasi kemudahan ekspor. Dan beberapa waktu lalu sudah mencoba melakukan direct pengurusan dokumen ekspor untuk pengolahan ikan di wilayah Bintan.

"Selain itu wilayah Kepri terdapat industri perkebunan seperti sagu, gambir, nanas, pisang. Ini semua menjadi tugas DJBC dan seluruh stakeholder untuk bisa mengakselerasi tumbuhnya kegiatan ekonomi masyarakat dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) agar mampu bersaing ke pasar regional maupun internasional," ujar Rasyid.

Dalam mendukung peningkatan ekonomi di bidang ekspor, sinergi beberapa stakeholder yang berkaitan langsung sangat diharapkan. DJBC dan instansi vertikal lainnya seperti Karantina, KSOP, dan tidak kalah pentingnya adalah peran Pemerintah Daerah dalam memberikan kemudahan investasi baik dari sisi penyediaan lahan dan kemudahan perijinan," pungkasnya.

Seperti yang diketahui bahwa Kabupaten Karimun telah melakukan pencanangan industri tangguh Covid-19 pada 9 Juli 2020 lalu.

"Hal ini sangat diperlukan guna terwujudnya pembangunan ekonomi yang berbasis kekayaan lokal, agar dapat mampu bersaing baik dari sisi kualitas produk maupun biaya produksi, pada akhirnya akan mampu meningkatkan perekonomian di daerah tersebut," tuturnya.


Redaksi


Plt Gubernur Kepri, Isdianto (Foto: Istimewa). 
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Pemerintah Provinsi Kepri mengatakan bahwa pihaknya optimis jika realisasi Retribusi Labuh Jangkar jika sudah didapatkan akan menambah Pendapatan Asli Daerah PAD Provinsi Kepri.

Hal ini disampaikan Plt Gubernur Provinsi Kepri H Isdianto di Tanjungpinang, Senin (13/7), dikutip dari situs Diskominfo Kepri.

Menurut Isdianto, setelah pembahasan terkait zona Perairan Kabil dan Tanjung Berakit Bintan yang diusulkan menjadi lokasi baru labuh jangkar Provinsi Kepri.

"Dua kawasan ini ditambahkan menjadi area labuh jangkar yang dinilai sudah sesuai dengan peraturan mentri no  51 tahun 2015 jdan Peraturan Menteri nomor 146 tahun 2016 tentang Penyelenggaraan pelabuhan laut," jelas Isdianto

Isdianto yakin dengan jelasnya aturan dan keuntungan yang diperoleh dari labuh jangkar tersebut nantinya dapat dibagi sesuai dgn kewenangan masing-masing.

"Potensi pendapatan dari retribusi pengelolaan labuh jangkar ini cukup menjanjikan," ungkap Isdianto.

Bahkan lanjut Isdianto, potensinya bisa mencapai 6 triliun.

"Dari angka tersebut nantinya baru akan dibagi berapa yang diperoleh Provinsi Kepri," tegas Isdianto.

(***)


Plt Gubernur Kepri, Isdianto (Foto: Istimewa). 
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Meskipun tahun ajaran baru 2020/2021 baru saja dimulai hari ini, Senin (13/7).

Namun, berdasarkan data di Dinas Pendidikan Provinsi Kepri masih ada sebanyak 6.544 pelajar di tingkat SMA/SMK dan MA se-Provinsi Kepri yang masih belum tertampung di sekolah negeri.

"Yangmana, paling banyak pelajar yang belum tertampung berada di kota Batam sebanyak 1.545," jelas Isdianto.

Untuk itu, Isdianto mengharapkan Dinas Pendidikan Provinsi Kepri dapat seger mencarikan solusi yang tepat terkait persoalan tersebut.

"Kita harapkan Dinas Pendidikan dapat benar-benar melaksanakan PPDB dengan sesuai aturan, karena masih banyak keluhan dari orang tua yang tidak tertampung meskipun berada di zona yang ditentukan ," tegas Isdianto

Isdianto meminta agar solusi PPDB ini dapat segera dicari , karena saat ini tahun ajaran baru sudah pun dimulai.

"Jangan sampai mereka ketinggalan pelajaran apalagi tidak sekolah," tegas Isdianto kembali.

(***)


Foto: Istimewa. 
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Sekitar 20 anggota Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) Kota Tanjungpinang memilih berhenti sebelum melaksanakan tugasnya karena menolak diperiksa oleh tim medis RSUP Kepulauan Riau dengan menggunakan rapid test.

Ketua KPU Tanjungpinang Aswin Nasution, di Tanjungpinang, Senin, mengatakan, anggota PPDP yang mengundurkan diri tersebut memiliki alasan menolak diperiksa dengan menggunakan rapid test.

"Rapid test kurang akurat sehingga mereka khawatir hasilnya reaktif sehingga harus dikarantina. Itu salah satu alasannya," katanya, dikutip dari situs Diskominfo Kepri, Selasa (14/7-2020).

Aswin mengatakan pemeriksaan cepat dengan rapid test dilaksanakan di RSUP Kepri pada 8-10 Juli 2020. KPU Tanjungpinang berhasil mendapatkan pengganti anggota PPDP yang berhenti tersebut.

"Sudah didapatkan penggantinya hari itu juga," katanya.

Jumlah anggota PPDP di Tanjungpinang sebanyak 443 orang. Mereka mulai melakukan pencocokan dan penelitian daftar calon pemilih pada 15 Juli-13 Agustus 2020.

Selain anggota PPDP, kata dia anggota KPU Tanjungpinang, Panitia Pemilihan Kecamatan dan Panitia Pemungutan Suara juga diperiksa dengan penggunakan rapid test.

"Jumlah jajaran KPU Tanjungpinang yang diperiksa dengan rapid test lebih dari 600 orang," ujarnya.

Seluruh anggota KPU Tanjungpinang beserta jajarannya sudah mengetahui hasil rapid test tersebut. "Alhamdulillah, seluruhnya nonreaktif," katanya.

(***)


Foto: Istimewa
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Plt. Gubernur Kepri H. Isdianto memerintahkan kepada seluruh Kepala Sekolah SMA Negeri dan SMK Negeri untuk menerima semua siswa yang masuk dalam zonasi. Dia juga memerintahkan Dinas Pendidikan Kepri untuk mengawal prosesnya dan mengajak DPRD Kepri solusi untuk mengatasi siswa yang belum diterima.

“Saya sengaja turun ke sekolah-sekokah meninjau langsung pelaksanaan penerimaan peserta didik baru. Saya ingin melihat langsung apa yang terjadi di lapangan. Karena saya banyak mendapatkan informasi tentang banyaknya masalah yang muncul akibat sistem zonasi ini. Sekaligus membuktikan kepedulian saya pada pendidikan,” ungkap Isdianto saat meninjau SMA Negeri 3 Batam Kota, SMA Negeri 1 Sekupang, dan SMA Negeri 5 Sagulung, Senin (13/7/2020), dikutip dari situs diskominfo kepri.

Saat tiba di sekolah -sekolah tersebut, H. Isdianto disambut oleh Kepala Sekolah, majelis Guru, para orang tua calon siswa yang belum diterim di sekolah negeri tujuan, dan peserta (MPLS) Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah .

Hadir mendampingi Plt Gubernur H.Isdianto, Asisten II Ekonomi & Pembangunan Kepri Syamsul Bahrum, Kepala Dinas Pariwisata Kepri Buralimar, Kepala Biro Hukum Heri Moekhrizal, Sekretaris Dinas Pendidikan Kepri Faturrahman, Wakil Ketua II DPRD Kepri Raden Hari Tjahyono, Anggota DPRD Kepri Irwansyah, Uba Inga Sigalingging, Suryani, Ketua TP. PKK Kepri Hj Meri Isdianto, Staf Khusus Gubernur H Saidul Khudri dan H Herizal Hood.

Dialog dua arah pun terjadi antara Isdianto dengan Para Kepala Sekolah dan para orangtua. Bahkan acara tersebut menjadi ajang curhat kepala sekolah dan para orangtua calon siswa.

Isdianto dalam dialog tersebut menegaskan sikapnya dengan menyatakan bahwa sebagai Plt. Gubernur, dirinya tidak mau ada anak-anak yang tidak sekolah.

Setiap sekolah yang dikunjungi persoalan yang muncul nyaris sama, yakni kekurangan ruang belajar. Dan persoalan tersebut muncul setiap tahun.

Isdianto memberikan solusi yang hampir sama pada setiap sekolah. Baik SMA Negeri 3 Batam Kota, SMA Negeri 1 Sekupang, dan SMA Negeri 5 Sagulung kepada Kepala Sekolah diminta untuk menerima semua siswa yang masuk zonasi tetapi masih dalam daftar tunggu. Solusi pertama yakni dengan mendirikan ruang belajar baru, secara bertahap.

Sementara untuk SMA Negeri 1, Isdianto mengajak para orangtua murid untuk ikhlas menerima kondisi sekolah yang terbatas lahan sehingga tidak dimungkinkan lagi dibangun ruang sekolah baru. Para orangtua dengan zonasi rumah yang jauh dari sekolah SMA Negeri 1, dimohon dengan arif bijaksana memilih sekolah yang paling terdekat. Permintaan tersebut sekaligus menjadi solusi kedua yang ditawarkan Isdianto.

Solusi ketiga, Isdianto berjanji akan memfasilitasi siswa yang tidak masuk juga ke sekolah pilihan pertama meski telah dibangun ruang kelas baru, ke sekolah lain.

Di hadapan para orangtua murid, Isdianto menyebutkan bahwa bidang pendidikan menjadi prioritas utama. Isdianto mengakui, sistem zonasi mempunyai beberapa kelemahan. Sebagai pemerintah daerah tidak bisa mengubah aturan pemerintah pusat. Tetapi bersama DPRD Kepri akan mencari berbagai solusi, jangka singkat dan jangka panjang.

Wakil Ketua II DPRD Kepri Raden Hari Cahyono juga mengungkapkan hal yang sama. Mengajak para orangtua yang mampu untuk lebih memilih sekolah swasta untuk anaknya dan memberikan kesempatan kepada siswa kurang mampu di sekolah negeri.

Ajakan senada juga disampaikan anggota DPRD Kepri H Irwansyah. Dia menganjurkan setiap sekolah memaksimalkan penerimaan siswa. Sebagai wakil rakyat dirinya siap mendukung anggaran untuk membangun ruang belajar baru.

Uba Inga Sigalingging malah mengusulkan agar untuk zonasi, nilai anak-anak yang rendah lebih diutamakan. Sehingga tidak terjadi rebutan sekolah karena dianggap favorit.

Suryani anggota DPRD Kepri mengajak para orangtua untuk mengubah imej tentang sekolah unggul atau favorit. Semua orangtua harus tahu bahwa semua sekolah adalah sama.

Terakhir, Isdianto juga meminta para guru harus serius melaksanakan materi pembelajaran meski dilakukan secara virtual.

(***)


Foto: Istimewa. 
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Plt Gubernur H Isdianto mengatakan bantuan sembako yang diberikan ini tidaklah akan bisa mencukupi kebutuhan selama pandemi covid–19. Meski begitu bantuan ini setidaknya sudah berperan dalam membantu dan meringankan beban masyarakat agar kehidupan tetap berjalan.

“Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, saya yakin kita akan mampu melewati masa pandemi covid–19 yang kita tidak tahu kapan ini akan berakhir. Bukan hanya Provinsi Kepri saja, Indonesia saja, bahkan dunia pun terdampak akan covid–19 ini,” kata Isdianto saat Penyerahan Bantuan Sembako Bagi Masyarakat Kecamatan Sagulung yang Terdampak Covid–19 di Ruko Buana Mas 2 Sagulung, Kota Batam, Ahad (12/7/2020).

Tampak hadir dalam pembagian itu Ketua TP PKK Kepri Hj Meri Isdianto, Asisten Ekonomi Pembangunan Kota Batam Febriali dan Tenaga Ahli Gubernur diantaranya Sahidul Qudri dan Herizal Hood. Hadir juga Kadis Perindag Burhanuddin, Kadis Pariwisata Buralimar, Plt Inspektur Irmendas, Karo Kesra Aiyub dan Kadis Kominfo Zulhendri.

Pembagian bantuan sembako bagi masyarakat yang terkena dampak covid–19 di Kecamatan Sagulung merupakan kecamatan terakhir karena kecamatan se kota Batam sudah dibagikan terlebih dahulu. Sebanyak 284.223 KK yang tersebar di seluruh Kecamatan Kota Batam yang terdampak covid–19 menerima bantuan sembako ini.

Untuk Kecamatan Sagulung sendiri, jumlah masyarakat yang terdampak covid–19 dan menerima paket sembako sebanyak 48.849 KK. Penerima paket sembako, hanya kepada masyarakat yang tidak menerima bantuan dari Pemerintah Pusat (Kementerian) seperti penerima PKH, penerima BLT, dan penerima BKMT

Adapun isi dari paket sembako tersebut diantaranya : Beras 10 kg, Gula 2 kg, Minyak 2 liter, Sirup 1 botol, Sarden 2 kaleng, Mie Instan 10 bungkus, Susu 1 kaleng, Bubuk Teh 1 kotak dan Bubuk Kopi 1 bungkus.

“Alhamdulillah Pemprov Kepri pada hari ini (hari terakhir) sudah menyalurkan bantuannya kepada seluruh masyarakat Kepri yang terkena dampak covid–19. Kota Batam merupakan tempat yang paling banyak mendapatkan bantuan pemerintah karena jumlah penduduk Kepri terbanyak berada di Kota Batam,” kata Isdianto.

Pemprov Kepri melalui Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid–19 kata Isdianto dibenarkan untuk merefocusing anggaran agar dialihkan untuk membantu masyarakat. Seperti dalam memberikan bantuan sembako ini.

Selain itu Pemprov Kepri juga membebaskan para orang tua siswa tingkat SMA/SMK selama 3 bulan kemarin dalam membayar uang SPP, bantuan santuan kepada pasien covid–19 yang meninggal dunia, tenaga kesehatan, alat kesehatan

Pada bulan Juli 2020 ini, kata Isdianto kembali Pemprov Kepri akan memberikan bantuan modal stimulus kepada pelaku usaha kecil seperti penjual gorengan, tukang bakso dan umkm kecil lainnya

“Mari kita untuk selalu bersyukur, seperti janji Allah kepada umatnya yang telah tertulis dalam Alquran: Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu ingkar (nikmat–Ku), maka pasti azab–Ku sangat pedih,” kata Isdianto.

Adik kandung almarhum H Muhammad Sani ini menyampaikan bahwa saat ini semua sudah memasuki tatanan kehidupan baru. Masyarakat harus hidup berdampingan bersama covid–19, untuk melawan covid–19 tersebut harus menerapkan protokol kesehatan seperti selalu menggunakan masker, rajin mencuci tangan, menjaga jarak dan menjaga kesehatan.

“Hal ini semua berkat kerja keras kita bersama dan tidak terlepas dari dukungan seluruh stake holder masyarakat bersama TNI–Polri,” kata Isdianto.

Sumber: Humas Kepri/Diskominfo Kepri


Foto: Istimewa. 
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Masjid Al Hikmah Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau terpaksa ditutup sementara setelah ditemukan seorang warga yang kerap salat di masjid tersebut,  tertular COVID-19.

Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Tanjungpinang Teguh Ahmad Syafari, di Tanjungpinang, Minggu, mengatakan, penutupan Masjid Al Hikmah dilakukan mulai hari ini hingga Rabu (15/7).

Penutupan sementara Masjid Al Hikmah untuk memutus mata rantai penularan COVID-19 setelah tenaga kesehatan melakukan penelusuran terhadap Hu, pasien COVID-19.

Namun belum dapat dipastikan apakah yang terkonfirmasi sebagai kasus nomor 29 itu tertular saat salat di masjid itu. Sebab, Hu juga melakukan aktivitas lainnya seperti di toko dan berolah raga di luar rumah, meski tidak rutin.

"Yang dilakukan untuk mengurangi risiko penularan," katanya, yang juga Sekda Tanjungpinang, dikutip dari situs Diskominfo Kepri, Senin (13/7-2020).

Dari temuan kasus baru COVID-19 itu, Teguh memastikan ada orang tanpa gejala (OTG) yang mengidap COVID-19, berkeliaran. Kemungkinan orang tersebut tidak menyadari dalam dirinya terdapat virus COVID-19.

Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Tanjungpinang sudah melakukan penelusuran terhadap orang-orang yang pernah melakukan kontak erat dengan Hu. Dari hasil penelusuran tersebut sebanyak 16 orang telah diperiksa dengan menggunakan rapid test dan PCR.

"Penelusuran masih terus dilakukan untuk memutus mata rantai penularan COVID-19," tuturnya.

Teguh mengatakan pihaknya bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Tanjungpinang tadi pagi melakukan sosialisasi protokol kesehatan di Pasar Baru Tanjungpinang.

"Kami berharap seluruh elemen masyarakat membiasakan diri melaksanakan protokol kesehatan saat beraktivitas," ucapnya.

(***)


Foto: Istimewa. 
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Kepala Rumah Sakit Pulau Galang Dr dr Kolonel Khairul Nasution SpBS mengapresiasi Pemprov Kepri yang telah sigap dalam percepatan penanganan pandemi Covid-19. RSKI Galang sangat terbantu dengan adanya perhatian dari pemda setempat.

Kolonel Khairul mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas perhatian Pemprov Kepri untuk RSKI Pulau Galang. Terlebih RSKI Galang baru saja dilengkapi PCR dan bilik swab mandiri. Pemerintah mendatangkan alat itu ke RSKI Galang atas usaha Pemprov Kepri.

Tak lupa juga ia menyebut peran Pelaksana Gubernur Kepri Isdianto yang sudah sigap dan cepat memperhatikan RSKI Galang. Apalagi sebelumnya, Isdianto rajin mengirimkan madu dan vitamin untuk pasien dan petugas kesehatan di RSKI yang ada di Pulau Galang agar tetap selalu fit dan sehat.

"Saya bersyukur sekali dan sekaligus mengucapkan terima kasih atas usaha yang telah dilakukan Pemprov Kepri. Sampaikan salam hormat saya kepada Pak Gubernur Kepri Isdianto. Saya salut dengan perhatian beliau ke RSKI Galang ini," ucap Kolonel Khairul.

RSKI Galang pada Juni mendapat 20 liter madu asli Natuna yang dikirim khusus Plt Gubernur Kepri Isdianto untuk petugas kesehatan di sana. Madu diserahkan oleh tim Bersatu Lawan Covid-19 Kepri Batam. RSKI Galang sempat kehabisan stok madu untuk pasien dan petugas kesehatan. RSKI Galang menyampaikan keterbatasan pasokan logistik itu saat kunjungan Tim Bersatu Lawan Covid-19 Kepri Batam ke Galang.

Asupan madu sendiri digunakan untuk pasien sebagai bagian dari penyembuhan dan menjaga daya tahan tubuh. RSKI Galang memuji perhatian Plt Gubernur Kepri Isdianto yang mendengar kebutuhan rumah sakit itu termasuk mengupayakan PCR dan bilik swab. Dengan alat itu, RSKI Galang mengalami kemajuan besar karena mempercepat proses laboratorium sehingga membantu penanganan pandemi. Menurut Kolonel Khairul, dengan bilik ini hasil swab hanya butuh waktu 6 jam untuk mengetahui seseorang terpapar virus Covid-19 atau tidak.

Bilik swab mandiri tersebut juga bisa melayani puluhan bahkan ratusan pasien. Sekali proses bisa 32 sampel diselesaikan dalam labor. Dalam keterangannya, Kolonel Khairul menyebutkan, satu-satunya rumah sakit yang memiliki Polymerase Chain Reaction (PCR) atau bilik swab mandiri saat ini di Provinsi Kepri hanya RSKI Pulau Galang.

"Selaian sangat aman dalam pengamban sampel dahak tenggorokan hidung pasien, juga mempersingkat hasil test swab," ujarnya.

Sumber: Diskominfo Kepri


Foto: Istimewa. 
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Provinsi Kepri TS Arif Fadillah mengaku lega RSKI Galang akhirnya dilengkapi dengan PCR dan bilik swab. Alat tes itu akan mempercepat proses laboratorium sehingga membantu Kepri dalam penanganan pandemi.

Arif mengucapkan terima kasih tak terhingga kepada Pemerintah Pusat melalui Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letnan Jenderal TNI Doni Monardo. Doni yang juga Kepala Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 telah memenuhi permintaan Pemprov Kepri untuk memberikan satu bilik swab mandiri berupa alat Walking Through Booth.

Arif menyampaikan apresiasi itu setelah mendengar informasi dari Kepala RSKI Pulau Galang, DR dr Kolonel Khairul Ikhsan Nasution SpBS, bahwa bilik swab mandiri tersebut sudah sampai di RSKI (Rumah Sakit Khusus Infeksi) dan bahkan telah terpasang dengan baik.

"Saya lega sekali dan sekaligus mengucapkan terima kasih kepada Kepala BNPB, Pak Doni yang telah mengabulkan permohonan Kepri atas permintaan bilik swab mandiri ini. Kita berharap bilik swab mandiri ini bisa membantu Pemprov Kepri dalam Percepatan dan Penanganan Covid-19," tutur Arif, Sabtu (11/7).

Arif menuturkan permintaan bilik swab mandiri tersebut disampaikan ketika video conference antara Gugus Tugas Covid-19 Kepri yang dihadiri Arif Fadillah selaku Ketua Harian Gugus Tugas dengan Menteri Koordinator PMK ( Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia) Muhadjir Effendy.

Saat itu Arif ditanya apa yang dibutuhkan Kepri dalam rangka mengoptimalkan RSKI Galang. Kemudian Arif menjawab bahwa perlu alat PCR agar proses laboratorium bisa cepat untuk wilayah Kepri sehingga tidak perlu lagi dikirim sampel ke Jakarta.

"Begitu saya minta PCR, Pak Doni langsung bilang siap dan segera kirim. Bahkan Panglima TNI bilang siap dan menyiapkan Hercules untuk membawa alat swab mandiri untuk PCR tersebut ke RSKI Batam. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih atas kerja sama yang baik ini,"ujar Arif.

Menurut Arif, dengan telah dimilikinya alat PCR ini, hasilnya dapat diketahui dengan cepat dalam hitungan jam tanpa harus menunggu berhari-hari lagi.

Kepala RSKI Covid-19 Galang, Kolonel Khairul Ikhsan Nasution, Jumat (10/7/2020) menyatakan hingga kini, baru rumah sakitnya yang memiliki kelengkapan alat itu secara mandiri di Kepri. Menurut dia, bilik swab meningkatkan keamanan petugas saat mengambil sampel cairan tenggorokan, karena tidak langsung berhadapan dengan pasien. Selain itu, rangkaian alat itu juga mempersingkat waktu tes swab PCR.

"Hasil swab RSKI Galang dengan menggunakan bilik swab mandiri ini hanya butuh waktu 6 jam. Begitu pasien dites pagi, sore kita sudah dapat hasilnya, positif COVID-19 atau tidak," kata dia. Ia menjelaskan, dengan alat itu, maka pasien hanya perlu berdiri di depan bilik. Kemudian, petugas menuntun proses pengambilan sampel dari dalam bilik.

Setelah selesai, pasien menyerahkan sampel ke petugas, lalu dilanjutkan dengan proses laboratorium. Enam jam kemudian hasil tes swab sudah bisa diketahui. "Kami siap menerima pasien dalam jumlah besar setelah bilik swab mandiri ini dioperasikan. Saat ini kami sedang menunggu petugas-petugas labor yang saat ini tengah dipersiapkan," kata dia.

Sumber: Diskominfo Kepri


Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Tanjungpinang Rustam (Foto: Istimewa). 
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau bertambah satu orang sehingga total menjadi 29 orang.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Tanjungpinang Rustam, di Tanjungpinang, Sabtu (11/7-2020) mengatakan, pasien baru yang terinfeksi COVID-19 itu berinisial Hu (38).

Pasien tinggal di Jalan Teratai Kelurahan Tanjungpinang Kota, Kecamatan Tanjungpinang Kota.

"Hu pada 10 Juli 2020 melakukan pemeriksaan rapid test antibodi di RSAL Tanjungpimang untuk melakukan perjalanan ke Jakarta dalam rangka mengontrol penyakit setelah dioperasi beberapa bulan yang lalu di salah satu RS di Jakarta. Dan hasil Rapid Tes dinyatakan reaktif," katanya, dikutip dari situs Diskominfo Kepri, Senin (13/7-2020).

Sesuai dengan protokol kesehatan, seluruh pasien reaktif langsung dikarantina di Rumah Singgah Kepri, dan dilakukan swab pada 11 Juli 2020. Hasil PCR keluar siang hari dan dinyatakan positif COVID-19.

Berdasarkan hasil penelusuran tenaga kesehatan terhadap riwayat aktivitas pasien yang terkonfirmasi sebagai kasus ke-29 itu, pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke luar negeri atau pun ke luar kota dalam empat bulan terakhir.

Kegiatan rutin sehari-hari lari pagi sendirian tiga kali seminggu, dan terkadang bersepeda.

Di toko pun hanya karyawan yang melayani pembeli. Pasien juga rutin shalat lima waktu ke Masjid AH Tanjungpinang. Informasi yang bersangkutan, satu minggu terakhir sholat berjamaah tidak berjarak 1 meter dan sebagian tidak pakai masker

"Petugas telah melaksanakan penelusuran kepada orang-orang yang kontak erat dengan pasien, baik di rumah, di toko, di masjid maupun tempat lainnya dan dilanjutkan dengan pemeriksaan swab atau rapid test," ujarnya, yang juga Kepala Dinas Kesehatan Tanjungpinang.

Saat ini, kata dia kondisi pasien stabil, tanpa gejala dan dikarantina di Rumah Singgah RSUP Kepri.

"Kami mengimbau kepada masyarakat agar senantiasa menerapkan protokol kesehatan dalam era normal baru ditingkatkan," katanya.

(***)


Filemon Tambunan.
Menyusul penambahan dua warga Tanjung Pinang terinfeksi positif Corona Virus Disease 2019 (COVID 19), memunculkan pertanyaan dibenak masyarakat apakah tingkat penyebaran virus Covid-19 ini masih relatif tinggi di Tanjungpinang? Warga Tanjungpinang yg terinfeksi positi Covid-19 baru-baru ini berasal dari wilayah Kecamatan Tanjungpinang Timur dan Tanjungpinang Kota.

Setelah hampir 2 bulan terakhir Tanjungpinang tidak punya kasus warga yang positif Covid-19, namun akhirnya dalam 1 minggu terakhir kemarin bertambah lagi 2 warga yang positif. Tanjungpinang sendiri berdasarkan pemantauan Gugus Tugas Covid-19 Kepri masih berada di zona oranye, artinya tingkat resiko Covid-19 masih cukup tinggi.

Tidak heran bila memang dikatakan Kota Tanjungpinang akan resiko penyebaran Covid-19 masih cukup tinggi. Melihat dari beberapa titik pusat keramaian yang memang hampir setiap harinya ramai oleh masyarakat Tanjungpinang tanpa mengikuti aturan sesuai dengan protokol kesehatan lagi. Beberapa titik pusat keramaian itu bisa kita lihat didaerah tempat berjual makanan di Tepi laut, Jembatan Dompak, Bintan Center dan lain sebagainya.

Tempat yang ramai tersebut menyebabkan penerapan Physical Distancing yang tidak lagi dilakukan. Ketersediaan tempat mencuci tangan belum sepenuhnya tersedia di tempat fasilitas umum dan kedai kopi yang ada di Tanjungpinang. Selain itu Spanduk, brosur, himbauan dan ajakan lainnya yang bertujuan untuk mengingatkan masyarakat tentang hal-hal yang harus dilakukan selama fase new normal untuk pencegahan penyebaran Covid-19 jarang atau tidak terlihat sama sekali disekitaran lokasi keramaian.

Pemberlakuan New Normal per 15 Juni kemarin di Tanjungpinang berarti memperbolehkan masyarakat untuk kembali beraktivitas namun tetap mengikuti aturan protokol kesehatan. Akan tetapi, belum masyarakat juga disiplin untuk mengikuti aturan protokol kesehatan di fase new normal. Tim Gugus Tugas Covid-19 seharusnya terus melakukan sosialisasi-sosialisasi ke masyarakat tentang pentingnya mengikuti aturan-aturan yang berlaku pada saat masa new normal ini berlaku.

Tempat-tempat rawan seperti pasar, mall, rumah makan, taman area bermain dan fasilitas umum lainnya harus menjadi titik fokus dari Tim Gugus Tugas Covid-19 dalam mengawasi sekaligus mensosialisasikan aturan yang harus dipatuhi masyarakat dalam fase new normal ini. Pembuatan kampanye-kampanye baik melalui media elektronik dan cetak tentang Pencegahan penyeberan Covid-19 ini harus terus digencarkan oleh tim Gugus Tugas Covid-19 Tanjungpinang.

Selain itu, Tim Gugus Tugas bersama Pemerintah Kota Tanjungpinang untuk terus melakukan dan memperbanyak Rapid Test ke masyarakat demi meminimalisir dan mempersempit area penyebaran Covid-19 ini. Harapannya, dengan melakukan hal-hal demikian, penyebaran Covid-19 di Tanjungpinang dapat ditekan dan dipersempit ruang gerak penyebarannya.


Filemon Tambunan


Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.