Foto: Istimewa. 
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Plt Gubernur H Isdianto mengatakan bantuan sembako yang diberikan ini tidaklah akan bisa mencukupi kebutuhan selama pandemi covid–19. Meski begitu bantuan ini setidaknya sudah berperan dalam membantu dan meringankan beban masyarakat agar kehidupan tetap berjalan.

“Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, saya yakin kita akan mampu melewati masa pandemi covid–19 yang kita tidak tahu kapan ini akan berakhir. Bukan hanya Provinsi Kepri saja, Indonesia saja, bahkan dunia pun terdampak akan covid–19 ini,” kata Isdianto saat Penyerahan Bantuan Sembako Bagi Masyarakat Kecamatan Sagulung yang Terdampak Covid–19 di Ruko Buana Mas 2 Sagulung, Kota Batam, Ahad (12/7/2020).

Tampak hadir dalam pembagian itu Ketua TP PKK Kepri Hj Meri Isdianto, Asisten Ekonomi Pembangunan Kota Batam Febriali dan Tenaga Ahli Gubernur diantaranya Sahidul Qudri dan Herizal Hood. Hadir juga Kadis Perindag Burhanuddin, Kadis Pariwisata Buralimar, Plt Inspektur Irmendas, Karo Kesra Aiyub dan Kadis Kominfo Zulhendri.

Pembagian bantuan sembako bagi masyarakat yang terkena dampak covid–19 di Kecamatan Sagulung merupakan kecamatan terakhir karena kecamatan se kota Batam sudah dibagikan terlebih dahulu. Sebanyak 284.223 KK yang tersebar di seluruh Kecamatan Kota Batam yang terdampak covid–19 menerima bantuan sembako ini.

Untuk Kecamatan Sagulung sendiri, jumlah masyarakat yang terdampak covid–19 dan menerima paket sembako sebanyak 48.849 KK. Penerima paket sembako, hanya kepada masyarakat yang tidak menerima bantuan dari Pemerintah Pusat (Kementerian) seperti penerima PKH, penerima BLT, dan penerima BKMT

Adapun isi dari paket sembako tersebut diantaranya : Beras 10 kg, Gula 2 kg, Minyak 2 liter, Sirup 1 botol, Sarden 2 kaleng, Mie Instan 10 bungkus, Susu 1 kaleng, Bubuk Teh 1 kotak dan Bubuk Kopi 1 bungkus.

“Alhamdulillah Pemprov Kepri pada hari ini (hari terakhir) sudah menyalurkan bantuannya kepada seluruh masyarakat Kepri yang terkena dampak covid–19. Kota Batam merupakan tempat yang paling banyak mendapatkan bantuan pemerintah karena jumlah penduduk Kepri terbanyak berada di Kota Batam,” kata Isdianto.

Pemprov Kepri melalui Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid–19 kata Isdianto dibenarkan untuk merefocusing anggaran agar dialihkan untuk membantu masyarakat. Seperti dalam memberikan bantuan sembako ini.

Selain itu Pemprov Kepri juga membebaskan para orang tua siswa tingkat SMA/SMK selama 3 bulan kemarin dalam membayar uang SPP, bantuan santuan kepada pasien covid–19 yang meninggal dunia, tenaga kesehatan, alat kesehatan

Pada bulan Juli 2020 ini, kata Isdianto kembali Pemprov Kepri akan memberikan bantuan modal stimulus kepada pelaku usaha kecil seperti penjual gorengan, tukang bakso dan umkm kecil lainnya

“Mari kita untuk selalu bersyukur, seperti janji Allah kepada umatnya yang telah tertulis dalam Alquran: Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu ingkar (nikmat–Ku), maka pasti azab–Ku sangat pedih,” kata Isdianto.

Adik kandung almarhum H Muhammad Sani ini menyampaikan bahwa saat ini semua sudah memasuki tatanan kehidupan baru. Masyarakat harus hidup berdampingan bersama covid–19, untuk melawan covid–19 tersebut harus menerapkan protokol kesehatan seperti selalu menggunakan masker, rajin mencuci tangan, menjaga jarak dan menjaga kesehatan.

“Hal ini semua berkat kerja keras kita bersama dan tidak terlepas dari dukungan seluruh stake holder masyarakat bersama TNI–Polri,” kata Isdianto.

Sumber: Humas Kepri/Diskominfo Kepri


Foto: Istimewa. 
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Masjid Al Hikmah Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau terpaksa ditutup sementara setelah ditemukan seorang warga yang kerap salat di masjid tersebut,  tertular COVID-19.

Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Tanjungpinang Teguh Ahmad Syafari, di Tanjungpinang, Minggu, mengatakan, penutupan Masjid Al Hikmah dilakukan mulai hari ini hingga Rabu (15/7).

Penutupan sementara Masjid Al Hikmah untuk memutus mata rantai penularan COVID-19 setelah tenaga kesehatan melakukan penelusuran terhadap Hu, pasien COVID-19.

Namun belum dapat dipastikan apakah yang terkonfirmasi sebagai kasus nomor 29 itu tertular saat salat di masjid itu. Sebab, Hu juga melakukan aktivitas lainnya seperti di toko dan berolah raga di luar rumah, meski tidak rutin.

"Yang dilakukan untuk mengurangi risiko penularan," katanya, yang juga Sekda Tanjungpinang, dikutip dari situs Diskominfo Kepri, Senin (13/7-2020).

Dari temuan kasus baru COVID-19 itu, Teguh memastikan ada orang tanpa gejala (OTG) yang mengidap COVID-19, berkeliaran. Kemungkinan orang tersebut tidak menyadari dalam dirinya terdapat virus COVID-19.

Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Tanjungpinang sudah melakukan penelusuran terhadap orang-orang yang pernah melakukan kontak erat dengan Hu. Dari hasil penelusuran tersebut sebanyak 16 orang telah diperiksa dengan menggunakan rapid test dan PCR.

"Penelusuran masih terus dilakukan untuk memutus mata rantai penularan COVID-19," tuturnya.

Teguh mengatakan pihaknya bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Tanjungpinang tadi pagi melakukan sosialisasi protokol kesehatan di Pasar Baru Tanjungpinang.

"Kami berharap seluruh elemen masyarakat membiasakan diri melaksanakan protokol kesehatan saat beraktivitas," ucapnya.

(***)


Foto: Istimewa. 
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Kepala Rumah Sakit Pulau Galang Dr dr Kolonel Khairul Nasution SpBS mengapresiasi Pemprov Kepri yang telah sigap dalam percepatan penanganan pandemi Covid-19. RSKI Galang sangat terbantu dengan adanya perhatian dari pemda setempat.

Kolonel Khairul mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas perhatian Pemprov Kepri untuk RSKI Pulau Galang. Terlebih RSKI Galang baru saja dilengkapi PCR dan bilik swab mandiri. Pemerintah mendatangkan alat itu ke RSKI Galang atas usaha Pemprov Kepri.

Tak lupa juga ia menyebut peran Pelaksana Gubernur Kepri Isdianto yang sudah sigap dan cepat memperhatikan RSKI Galang. Apalagi sebelumnya, Isdianto rajin mengirimkan madu dan vitamin untuk pasien dan petugas kesehatan di RSKI yang ada di Pulau Galang agar tetap selalu fit dan sehat.

"Saya bersyukur sekali dan sekaligus mengucapkan terima kasih atas usaha yang telah dilakukan Pemprov Kepri. Sampaikan salam hormat saya kepada Pak Gubernur Kepri Isdianto. Saya salut dengan perhatian beliau ke RSKI Galang ini," ucap Kolonel Khairul.

RSKI Galang pada Juni mendapat 20 liter madu asli Natuna yang dikirim khusus Plt Gubernur Kepri Isdianto untuk petugas kesehatan di sana. Madu diserahkan oleh tim Bersatu Lawan Covid-19 Kepri Batam. RSKI Galang sempat kehabisan stok madu untuk pasien dan petugas kesehatan. RSKI Galang menyampaikan keterbatasan pasokan logistik itu saat kunjungan Tim Bersatu Lawan Covid-19 Kepri Batam ke Galang.

Asupan madu sendiri digunakan untuk pasien sebagai bagian dari penyembuhan dan menjaga daya tahan tubuh. RSKI Galang memuji perhatian Plt Gubernur Kepri Isdianto yang mendengar kebutuhan rumah sakit itu termasuk mengupayakan PCR dan bilik swab. Dengan alat itu, RSKI Galang mengalami kemajuan besar karena mempercepat proses laboratorium sehingga membantu penanganan pandemi. Menurut Kolonel Khairul, dengan bilik ini hasil swab hanya butuh waktu 6 jam untuk mengetahui seseorang terpapar virus Covid-19 atau tidak.

Bilik swab mandiri tersebut juga bisa melayani puluhan bahkan ratusan pasien. Sekali proses bisa 32 sampel diselesaikan dalam labor. Dalam keterangannya, Kolonel Khairul menyebutkan, satu-satunya rumah sakit yang memiliki Polymerase Chain Reaction (PCR) atau bilik swab mandiri saat ini di Provinsi Kepri hanya RSKI Pulau Galang.

"Selaian sangat aman dalam pengamban sampel dahak tenggorokan hidung pasien, juga mempersingkat hasil test swab," ujarnya.

Sumber: Diskominfo Kepri


Foto: Istimewa. 
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Provinsi Kepri TS Arif Fadillah mengaku lega RSKI Galang akhirnya dilengkapi dengan PCR dan bilik swab. Alat tes itu akan mempercepat proses laboratorium sehingga membantu Kepri dalam penanganan pandemi.

Arif mengucapkan terima kasih tak terhingga kepada Pemerintah Pusat melalui Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letnan Jenderal TNI Doni Monardo. Doni yang juga Kepala Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 telah memenuhi permintaan Pemprov Kepri untuk memberikan satu bilik swab mandiri berupa alat Walking Through Booth.

Arif menyampaikan apresiasi itu setelah mendengar informasi dari Kepala RSKI Pulau Galang, DR dr Kolonel Khairul Ikhsan Nasution SpBS, bahwa bilik swab mandiri tersebut sudah sampai di RSKI (Rumah Sakit Khusus Infeksi) dan bahkan telah terpasang dengan baik.

"Saya lega sekali dan sekaligus mengucapkan terima kasih kepada Kepala BNPB, Pak Doni yang telah mengabulkan permohonan Kepri atas permintaan bilik swab mandiri ini. Kita berharap bilik swab mandiri ini bisa membantu Pemprov Kepri dalam Percepatan dan Penanganan Covid-19," tutur Arif, Sabtu (11/7).

Arif menuturkan permintaan bilik swab mandiri tersebut disampaikan ketika video conference antara Gugus Tugas Covid-19 Kepri yang dihadiri Arif Fadillah selaku Ketua Harian Gugus Tugas dengan Menteri Koordinator PMK ( Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia) Muhadjir Effendy.

Saat itu Arif ditanya apa yang dibutuhkan Kepri dalam rangka mengoptimalkan RSKI Galang. Kemudian Arif menjawab bahwa perlu alat PCR agar proses laboratorium bisa cepat untuk wilayah Kepri sehingga tidak perlu lagi dikirim sampel ke Jakarta.

"Begitu saya minta PCR, Pak Doni langsung bilang siap dan segera kirim. Bahkan Panglima TNI bilang siap dan menyiapkan Hercules untuk membawa alat swab mandiri untuk PCR tersebut ke RSKI Batam. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih atas kerja sama yang baik ini,"ujar Arif.

Menurut Arif, dengan telah dimilikinya alat PCR ini, hasilnya dapat diketahui dengan cepat dalam hitungan jam tanpa harus menunggu berhari-hari lagi.

Kepala RSKI Covid-19 Galang, Kolonel Khairul Ikhsan Nasution, Jumat (10/7/2020) menyatakan hingga kini, baru rumah sakitnya yang memiliki kelengkapan alat itu secara mandiri di Kepri. Menurut dia, bilik swab meningkatkan keamanan petugas saat mengambil sampel cairan tenggorokan, karena tidak langsung berhadapan dengan pasien. Selain itu, rangkaian alat itu juga mempersingkat waktu tes swab PCR.

"Hasil swab RSKI Galang dengan menggunakan bilik swab mandiri ini hanya butuh waktu 6 jam. Begitu pasien dites pagi, sore kita sudah dapat hasilnya, positif COVID-19 atau tidak," kata dia. Ia menjelaskan, dengan alat itu, maka pasien hanya perlu berdiri di depan bilik. Kemudian, petugas menuntun proses pengambilan sampel dari dalam bilik.

Setelah selesai, pasien menyerahkan sampel ke petugas, lalu dilanjutkan dengan proses laboratorium. Enam jam kemudian hasil tes swab sudah bisa diketahui. "Kami siap menerima pasien dalam jumlah besar setelah bilik swab mandiri ini dioperasikan. Saat ini kami sedang menunggu petugas-petugas labor yang saat ini tengah dipersiapkan," kata dia.

Sumber: Diskominfo Kepri


Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Tanjungpinang Rustam (Foto: Istimewa). 
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau bertambah satu orang sehingga total menjadi 29 orang.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Tanjungpinang Rustam, di Tanjungpinang, Sabtu (11/7-2020) mengatakan, pasien baru yang terinfeksi COVID-19 itu berinisial Hu (38).

Pasien tinggal di Jalan Teratai Kelurahan Tanjungpinang Kota, Kecamatan Tanjungpinang Kota.

"Hu pada 10 Juli 2020 melakukan pemeriksaan rapid test antibodi di RSAL Tanjungpimang untuk melakukan perjalanan ke Jakarta dalam rangka mengontrol penyakit setelah dioperasi beberapa bulan yang lalu di salah satu RS di Jakarta. Dan hasil Rapid Tes dinyatakan reaktif," katanya, dikutip dari situs Diskominfo Kepri, Senin (13/7-2020).

Sesuai dengan protokol kesehatan, seluruh pasien reaktif langsung dikarantina di Rumah Singgah Kepri, dan dilakukan swab pada 11 Juli 2020. Hasil PCR keluar siang hari dan dinyatakan positif COVID-19.

Berdasarkan hasil penelusuran tenaga kesehatan terhadap riwayat aktivitas pasien yang terkonfirmasi sebagai kasus ke-29 itu, pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke luar negeri atau pun ke luar kota dalam empat bulan terakhir.

Kegiatan rutin sehari-hari lari pagi sendirian tiga kali seminggu, dan terkadang bersepeda.

Di toko pun hanya karyawan yang melayani pembeli. Pasien juga rutin shalat lima waktu ke Masjid AH Tanjungpinang. Informasi yang bersangkutan, satu minggu terakhir sholat berjamaah tidak berjarak 1 meter dan sebagian tidak pakai masker

"Petugas telah melaksanakan penelusuran kepada orang-orang yang kontak erat dengan pasien, baik di rumah, di toko, di masjid maupun tempat lainnya dan dilanjutkan dengan pemeriksaan swab atau rapid test," ujarnya, yang juga Kepala Dinas Kesehatan Tanjungpinang.

Saat ini, kata dia kondisi pasien stabil, tanpa gejala dan dikarantina di Rumah Singgah RSUP Kepri.

"Kami mengimbau kepada masyarakat agar senantiasa menerapkan protokol kesehatan dalam era normal baru ditingkatkan," katanya.

(***)


Filemon Tambunan.
Menyusul penambahan dua warga Tanjung Pinang terinfeksi positif Corona Virus Disease 2019 (COVID 19), memunculkan pertanyaan dibenak masyarakat apakah tingkat penyebaran virus Covid-19 ini masih relatif tinggi di Tanjungpinang? Warga Tanjungpinang yg terinfeksi positi Covid-19 baru-baru ini berasal dari wilayah Kecamatan Tanjungpinang Timur dan Tanjungpinang Kota.

Setelah hampir 2 bulan terakhir Tanjungpinang tidak punya kasus warga yang positif Covid-19, namun akhirnya dalam 1 minggu terakhir kemarin bertambah lagi 2 warga yang positif. Tanjungpinang sendiri berdasarkan pemantauan Gugus Tugas Covid-19 Kepri masih berada di zona oranye, artinya tingkat resiko Covid-19 masih cukup tinggi.

Tidak heran bila memang dikatakan Kota Tanjungpinang akan resiko penyebaran Covid-19 masih cukup tinggi. Melihat dari beberapa titik pusat keramaian yang memang hampir setiap harinya ramai oleh masyarakat Tanjungpinang tanpa mengikuti aturan sesuai dengan protokol kesehatan lagi. Beberapa titik pusat keramaian itu bisa kita lihat didaerah tempat berjual makanan di Tepi laut, Jembatan Dompak, Bintan Center dan lain sebagainya.

Tempat yang ramai tersebut menyebabkan penerapan Physical Distancing yang tidak lagi dilakukan. Ketersediaan tempat mencuci tangan belum sepenuhnya tersedia di tempat fasilitas umum dan kedai kopi yang ada di Tanjungpinang. Selain itu Spanduk, brosur, himbauan dan ajakan lainnya yang bertujuan untuk mengingatkan masyarakat tentang hal-hal yang harus dilakukan selama fase new normal untuk pencegahan penyebaran Covid-19 jarang atau tidak terlihat sama sekali disekitaran lokasi keramaian.

Pemberlakuan New Normal per 15 Juni kemarin di Tanjungpinang berarti memperbolehkan masyarakat untuk kembali beraktivitas namun tetap mengikuti aturan protokol kesehatan. Akan tetapi, belum masyarakat juga disiplin untuk mengikuti aturan protokol kesehatan di fase new normal. Tim Gugus Tugas Covid-19 seharusnya terus melakukan sosialisasi-sosialisasi ke masyarakat tentang pentingnya mengikuti aturan-aturan yang berlaku pada saat masa new normal ini berlaku.

Tempat-tempat rawan seperti pasar, mall, rumah makan, taman area bermain dan fasilitas umum lainnya harus menjadi titik fokus dari Tim Gugus Tugas Covid-19 dalam mengawasi sekaligus mensosialisasikan aturan yang harus dipatuhi masyarakat dalam fase new normal ini. Pembuatan kampanye-kampanye baik melalui media elektronik dan cetak tentang Pencegahan penyeberan Covid-19 ini harus terus digencarkan oleh tim Gugus Tugas Covid-19 Tanjungpinang.

Selain itu, Tim Gugus Tugas bersama Pemerintah Kota Tanjungpinang untuk terus melakukan dan memperbanyak Rapid Test ke masyarakat demi meminimalisir dan mempersempit area penyebaran Covid-19 ini. Harapannya, dengan melakukan hal-hal demikian, penyebaran Covid-19 di Tanjungpinang dapat ditekan dan dipersempit ruang gerak penyebarannya.


Filemon Tambunan


RSUP Kepulauan Riau.
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Seorang anak berusia sembilan tahun di Kabupaten Bintan, dinyatakan sembuh dari COVID-19 setelah dikarantina di Rumah Sakit Raja Ahmad Thabib (RSUP Kepulauan Riau) sekitar tiga pekan.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Bintan, Gama AF Isnaeni, Kamis (10/7), mengatakan, pasien itu dinyatakan sembuh setelah pemeriksaan swab dengan metode "Polymerase Chain Reaction" (PCR) dinyatakan negatif dua kali berturut-berturut.

"Alhamdulillah, anak ini dapat berkumpul kembali bersama keluarganya di Tanjunguban," kata Gama.

Anak yang masih duduk di bangku SD itu tertular dari EL, ayahnya yang bekerja di Pertamina Tanjunguban, Bintan. Begitu pula ibu dari anak ini tertular COVID-19 dari EL.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Bintan berhasil mendeteksi ketiga pasien COVID-19 sekitar 20 Juni 2020.

"Bermula dari EL, kemudian kami lakukan penelusuran dan penanganan sesuai protokol kesehatan. Hasilnya, istri dan satu dari tiga anak EL tertular COVID-19," ujarnya.

Ketiga pasien COVID-19 ini tidak memiliki gejala. Mereka dikarantina di Rumah Singgah RSUP Kepri.

EL dan istrinya sejak pekan lalu dinyatakan sembuh. Sementara anaknya baru dinyatakan sembuh hari ini.

"Dengan sembuhnya anak ini, maka di Bintan tidak ada lagi pasien COVID-19," tuturnya.

Sejak Maret hingga saat ini total pasien COVID-19 di Bintan sebanyak delapan orang, tujuh di antaranya sembuh dan satu orang lainnya meninggal dunia.

Sumber: Diskominfo Kepri


Sekda Kepri, H TS Arif Fadillah
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Pemerintah Provinsi Kepri memastikan bahwa pelaksanaan Musabaqoh Tilawatil Qur'an MTQ Tingkat Provinsi Kepri pada September mendatang tetap memperhatikan protokol kesehatan Covid-19.

Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Kepri H TS Arif Fadillah di Tanjungpinang, Kamis (9/7).

"Untuk pelaksanaan MTQ Tingkat Provinsi Kepri tahun 2020 akan kita laksanakan pada 19-24 September mendatang," ungkap Arif, dikutip dari situs Diskominfo Kepri.

Yang mana, dalam pelaksanaan MTQ Kepri tersebut dilaksanakan menyesuaikan pelaksanaan MTQ tingkat Nasional yang ditetapkan Kementerian Agama Republik Indonesia yakni November mendatang.

"Dan dalam pelaksanaan kegiatan MTQ Kepri tersebut dengan pemberlakuan beberapa protokol kesehatan guna mencegah penyebaran Covid-19," jelas Arif.

Seperti menggunakan masker atau faceshield , menyediakan handsanitizer dan tempat cuci tangan dan mengatur jarak aman.

Disampaikan Arif, secara teknis pelaksanaan MTQ Kepri ini masih menunggu aturan dan protokol kesehatan dari Kementerian Agama Republik Indonesia.

"Pelaksanaan MTQ tahun ini tentunya akan sangat berbeda karena adanya pandemi virus corona, dimana kita dilarang untuk melakukan kegiatan mengumpulkan orang banyak," ungkap Arif.

Untuk itu,lanjut Arif sambil menunggu teknis pelaksaan dari Kemenag RI, untuk sementara kita juga akan berkoordonasi dengan Gugus Tugas Covid-19 daerah untuk meminta masukan sehingga pada pelaksanaanya akan aman dan bebas dari penyebaran covid-19.

"Ya, kita harapkan meskipun disituasi saat ini , semua pihak ikut mensukseskan MTQ tingkat provinsi Kepri,"jelas Arif.

(***)


Foto: Ilustrasi. 
TANJUNGPINANG KEPRIAKTAUAL.COM: Pemerintah Provinsi Kepri mengatakan bahwa saat ini pemerintah Provinsi Kepri telah menerapkan sistem aplikasi daftar hadir berbasis online melalui smartphone bagi pegawai di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepri selama pandemi Covid-19 saat ini.

Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Kepri H TS Arif Fadillah di Tanjungpinang, Kamis (9/7), dikutip dari situs Diskominfo Kepri.

Dikatakan Arif, selama penerapan New Normal saat ini, Pemerintah Provinsi Kepri  mengubah pelaksanaan sistem absen online dengan finger print dengan absensi melalui handphone dan smartphonenya masing-masing.

"Sehingga dengan begitu,dapat menghindari kerumunan saat absen dan bersentuhan langsung dengan alat seperti finger print tersebut," ungkap Arif.

Menurut Arif, penerapan sistem daftar hadir melalui handphone nya masing-masing guna mempermudah seluruh pegawai untuk mengakses daftar hadir tersebut.

"Kami juga mengharapkan agar seluruh Pemerintah di kabupaten kota se Provinsi Kepri juga menerapkan sistem absensi melalui handphone ataupun smartphone untuk menghindari penyebaran Covid-19 ini," jelas Arif.

Arif mengatakan bahwa saat ini pihaknya tak hanya menerapkan absensi online melalui smartphone ini,namun berbagai sistem pemerintahan dengan menggunakan sistem online.

"Hal ini dilakukan guna menjadi langkah awal pemerintah Provinsi Kepri menjadi Smart City," jelas Arif kembali.

(***)


Foto Para Tersangka Judi Online. 
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Judi online beromset ratusan juta rupiah berhasil di ungkap Satuan Reskrim Polresta Barelang, Kamis (9/7/20) siang kemarin. Penggrebekan judi online melalui aplikasi joker Gaming (http://www.joker2999.net) itu di pimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Andri Kurniawan, S.I.K., M.H, pukul 14.30 wib.

"Sat Reksrim Polresta Barelang telah mengamankan 2 orang sebagai pelaku dugaan tindak pidana, Perjudian dengan inisial DR (38 tahun) dan EL (37 tahun) di perum Horiza Garden blok A no 16 Kec. Batam Kota, Batam," Ungkap Kasubag Humas Polresta Barelang Akp Betty Novia , jumat (10/7/20) siang.

Dasar penangkapan sambung Betty, berdasarkan LP-A/76/VII/2020/Kepri/Resta Barelang 9 juli 2020.

"Mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa adanya perjudian jenis judi online melalui aplikasi, yang mana pemegang aplikasi atau operator berada di perum Horiza Garden anggota Unit 1 Judisusila melakukan undercover sebagai pemain, dengan cara bermain melalui handphone di aplikasi," Terang Betty Novia.

Adapun modus permainan Judi online berbasis aplikasi joker gaming itu, pemain terlebih dulu meminta membuatkan user name dan PASSWORD ke nomor whatssapp 0852XXXX.

"Setelah registrasi pemain mentransfer uang ke rekening BCA atas nama DR/ tersangka. Kemudian pemain mengkonfirmasi bukti transfer ke nomor whatssapp tersebut, " Jelas Betty.

Setelah terdaftar, pemain otomatis mendapatkan poin yang diberikan oleh operator. Poin tersebut dapat digunakan untuk berbagai macam permainan yang berada di aplikasi joker gaming itu. Jika pemain menang poin lalu ditukar dengan uang dan dibayarkan oleh operator melalui transfer Mobile Bangking.

Saat ini, Saksi dan Barang Bukti Sunday berada di Polresta Barelang untuk pemeriksaan lebih lanjut, Barang bukti yang disita 1 buah buku tabungan BCA milik tersangka DR, 1 buah kartu debit bank BCA, 1 buah handphone Samsung, 1 Buah handphone Oppo A92, Screen Shot percakapan WA antara operator dan pemain, bukti transaksi pengiriman uang antara operator dan pemain. Pasal yang di sangkakan pasal 303 KUH Pidana.

Menyikapi hal tersebut Kapolresta Barelang KOMBESPOL Purwadi W. Anggoro, S.I.K., M.H. melalui Kasat Reskrim membenarkan adanya penangkapan oleh unit Reskrim yang untuk sekarang masih di lakukan pengembangan.


(Den)


Konfrence Pers Pengungkapan Penyeludup Narkoba Oleh Danlantamal IV Tanjungpinang. 
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Tim Fleet One Quick Response (F1QR) Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Batam berhasil menggagalkan penyelundupan Narkotika jenis sabu-sabu seberat 0,5 Kg atau sekitar 500 gram di Perairan Pulau Colek Sagulung Batam Kepri  pada hari Rabu tanggal  08 Juli  2020.

Hal tersebut disampaikan Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) IV Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI Indarto Budiarto, S.E., M.Han.,  saat memberikan Keterangan Pers dihadapan awak media yang berlangsung di Lobby Markas Komando (Mako) Lanal Batam, Kamis (09/7/2020).

Kronologisbya, kata Danlantamal IV, keberhasilan operasi ini berkat informasi dilapangan yang diperoleh Tim, setelah mempelajari informasi tersebut, selanjutnya Tim bergerak menuju sasaran dengan sarana speed boat dan segera melakukan penyekatan dengan membagi sektor, dimana diindikasikan sebagai jalur penyelundupan Narkoba.

Kemudian, setelah tiba di Perairan tersebut Tim F1QR Lanal Batam melihat satu buah buat speed boat diperkirakan berisi 2 orang, melakukan gerakan mencurigakan sedang beraktifitas. Kemudian Tim berusaha mendekat dan hendak melaksanakan pemeriksaan terhadap kapal tersebut.

“Kehadiran petugas menimbulkan kecurigaan dari para pelaku, sehingga mereka berusaha kabur untuk menghindari petugas.  Pelaku kemudian mengkandaskan speed boatnya di hutan bakau di Pulau Colek Sagulung tepatnya pada posisi koordinat 01° 00’ 14.21399” E - 103° 57’ 18.19885” N, lalu kedua orang pelaku melarikan diri menggalkan speed botanya," jelasnya.

“Tim berusaha mengejar para pelaku, satu orang tertangkap di area hutan bakau dan satu orang pelaku lainya dapat berhasil meloloskan diri. Dari tangan palaku didapat satu bungkus plastik warna biru, yang diduga Narkotika jenis sabu-sabu," ungkap Danlantamal IV Tanjungpinang, Laksamana Pertama TNI Indarto Budiarto, kembali.

Ditambahkan Danlantamal IV, kepada petugas pelaku mengaku Narkoba jenis sabu tersebut dibawa dari Malaysia ke Batam melalui Pulau Colek Sagulung dengan upah Rp. 10 juta. Pelaku adalah mantan residivis kasus Narkotika jenis sabu B, baru saja keluar dari Lapas Tanjungpinang satu bulan lalu, setelah mendekam selama 8,2 Tahun.

“Terhadap pelaku diancam pidana  mati atau pidana hukuman 20 tahun penjara serta denda sebesar Rp. 10 Milyar, hal tersebut sesuai dengan Pasal 113 UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika," pungkasnya.

Pelaku inisilal  BN alias Wak Ben berikut barang bukti dibawa ke Lanal Batam untuk pemeriksaan lebih lanjut dan nantinya  akan diserahkan ke BNNP Provinsi Kepri

Hadir dalam kegiatan tersebut Danguskamla Koarmada I Laksamana Pertama Yayan Sofyan Sofyan, S.T., Danlanal Batam diwakili Palaksa Lanal Batam, Kepala BNN Provinsi Kepri diwakili dan Kepala BNN Kota.


Redaksi/Dispen Lantamal IV Tanjungpinang.


Ditreskrimsus Polda Kepri Dalam Konfrenci Persnya Menunjukkan HP Black Market Yang Diamankan. 
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: 2.389 Unit Handphone Black Market berbagai merek asal China berhasil diamankan Ditreskrimsus Polda Kepri, di seputaran Ruko Taman Nagoya Indah, Lubuk Baja Kota Batam, Kamis (2/7) lalu.

Keberhasilan Kasubdit I Dit Reskrimsus ini bermula dari LP-A/91/VII/2020/Spkt-Kepri pada Tanggal 4 Januari 2020 lalu, ungkap Kasubbid Penmas Bidhumas Polda kepri AKBP Priyo Prayitno lewat Konferensi Pers di Mapolda Kepri, Jumat (10/7).

Ribuan HP yang disita dari pelaku berinisial "A" tersebut diduga tidak memiliki sertifikasi dari Kemenkominfo.

"Kronologis nya berawal dari informasi yang diberikan oleh masyarakat terkait adanya dugaan tempat penyimpanan handphone yang diduga tidak memiliki sertifikasi, mendapatkan Informasi tersebut Tim Subdit Indag Ditreskrimsus Polda Kepri langsung bergerak menuju tempat yang dimaksud," Ungkap Priyo Prayitno.

Saat dilakukan pengecekkan sambung Priyo, bahwa benar dilokasi tersebut didapatkan sebanyak 2.389 Unit Handphone berbagai merek diantaranya Nokia, Samsung dan Lenovo.

"Dari hasil pemeriksaan, pemilik HP itu tidak dapat menunjukkan sertifikasi dari kemenkominfo terhadap jenis dan merek handphone tersebut." Tutur Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Kepri itu.

Handphone berbagai merek tersebut diperoleh dari Negara Cina yang dibawa oleh jasa pengiriman BZ dan H, setelah tiba barang tersebut disimpan di gudang yang ada di Ruko Taman Nagoya Indah.

"Dari hasil keterangan pemeriksaan handphone, tersebut di distribusikan ke 18 Counter Handphone yang tersebar di beberapa pusat perbelanjaan elektronik di Kota Batam, diantaranya di kawasan Lucky Plaza, Nagoya Hill, Top 100 dan di Aviari." Jelas Wadir Reskrimsus Polda Kepri AKBP Nugroho Agus Setiawan, S.Ik., M.H.

Dari perdagangan Handphone Black Market ini sambung Nugroho Agus, Negara berpotensi mengalami kerugian sebesar Rp. 600.000.000,-. Modus yang dilakukan oleh pelaku adalah memperdagangkan handphone dengan tidak memiliki sertifikasi yang diperoleh dari Cina (Black Market) dengan motif untuk memperoleh keuntungan.

"Atas tindakan ini pelaku diancam dengan Pasal 52 Jo Pasal 32 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 36 Tahun 1999 Tentang Telekomunikasi. Dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 1 tahun dan atau denda paling banyak Rp 100.000.000,-." Jelas Wadir Reskrimsus.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wadir Reskrimsus Polda Kepri  didampingi oleh Kasubbid Penmas Bidhumas Polda kepri AKBP Priyo Prayitno dan Kasubdit I Dit Reskrimsus Polda Kepri AKBP Tidar Wulung Dahono, SH, Sik, MH.

Proses penyidikan dan penyelidikan akan terus dikembangkan oleh Dit Reskrimsus, serta dalam hal ini kemungkinan akan ada dugaan tindak pidana lainnya baik itu diperdagangan atau di kepabeanan nya.

"Nanti kita akan lakukan kordinasi dengan Bea Cukai. Langkah kita kedepannya akan melakukan koordinasi dengan instansi terkait yakni Kominfo dan kita akan mintakan juga keterangan dari para Ahli perihal spesifikasi dari teknis dan sertifikasi dari barang-barang itu sendiri." tutup Kasubdit I Dit Reskrimsus Polda Kepri AKBP Tidar Wulung Dahono, SH, Sik, MH.

(Den)


Anggota Komisi I DPRD Batam, Utusan Sarumaha Sambangi Ratusan Driver Gojek Dihalaman Kator DPRD Batam. 
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Ratusan Driver Gojek di Batam menggelar aksi unjuk rasa di halaman DPRD Kota Batam, Kamis (9/7/2020) siang. Kedatangan mereka ke gedung wakil rakyat tersebut terbilang disengaja, guna memprotes kebijakan dari manajemen yang dinilai sangat merugikan. Diantaranya Program Berkat.

“Program Berkat ini, sangat merugikan kami para mitra driver Gojek. Kedatangan kami untuk meminta bantuan kepada wakil rakyat kami untuk bisa memperjuangkan ini. Karena ini semua sangat menyengsarakan kami,” ujar salah satu Driver Gojek Batam.

Didepan perwakilan DPRD Kota Batam, Anggota Komisi 1 DPRD Kota Batam Utusan Sarumaha. Perwakilan mitra driver Gojek ini pun membacakan poin-poin tuntutan mereka.

“Kami menuntut dihilangkannya Program Berkat dari Kota Batam dan mengembalikannya kepada skema intensif awal. Kemudian, kami juga meminta adaya evaluasi Akun Joki Tanpa Syarat,” tegas mereka.

Yang ketiga, tambahnya, pihaknya meminta agar evaluasi tarif yang berlaku saat ini dan diturunkan potongan 20 persen.

“Selanjutnya, setiap adanya perubahan sistem harus melibatkan mitra dan menghapuskan biaya penggunaan aplikasi bagi Customer,” teriaknya.

Mereka pun mengancam akan mematikan aplikasi secara massal selama beberapa hari ke depan, jika keputusan tidak menyentuh apresiasi mereka.

Menanggapi aspirasi Mitra Gojek di Batam, Utusan Sarumaha pun mengaku akan membantu memperjuangan aspirasi mereka dan tetap berpihak kepada masyarakat Batam.

“Kami telah menerima aspirasi yang disampaikan ini. Dan selanjutnya, Kami di DPRD Kota Batam tidak akan diam dan apa yang menjadi aspirasi ini akan kami perjuangkan dan tindaklanjuti. Nanti kita akan memanggil perwakilan pimpinan di Gojek Batam, perwakilan mitra driver, hingga institusi terkait untuk kita lakukan pembahasan bersama,” jelasnya.


Red


Foto: Istimewa. 
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Pimpinan Karantina Pertanian Tanjungpinang melakukan supervisi sistem biosekuriti PT. ITS di Pulau Bulan yang bergerak dibidang agrobisnis peternakan babi.

Menurut Raden, PT. ITS telah menerapkan sistem yang komprehensif, namun aspek evaluasi dan monitoring compliance terhadap pemenuhan biosekuriti harus segera dibangun.

"PT. ITS harus mewaspadai pengiriman pakan, peralatan maupun vehicles yang berasal dari negara terinfeksi H1N1 G4. Disiplin penerapan sistem biosekuriti menjadi kunci keberhasilan untuk mencegah H1N1 G4, ASF, maupun penyakit babi lainnya", ujarnya, Selasa (7/7-2020).

Karantina Pertanian sangat peduli dengan kesehatan dan keamanan komoditas pertanian, keberlangsungan peternakan dalam jangka panjang harus terjaga. Bersama kita cegah masuk dan tersebarnya HPHK/OPTK dengan selalu melaporkan setiap lalulintas komoditas pertanian.

Redaksi/Diskominfo Kepri


Kantor KPU Kepri di Jalan Basuki Rahmat Tanjungpinang.
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Komisi Pemilihan Umum KPU Provinsi Kepri mengatakan akan segera melakukan pemutakhiran data pemilih tetap pada pemilihan umum serentak 9 Desember mendatang.

Hal ini disampaikan Komisioner KPU Kepri Arison di Tanjungpinang, Rabu (8/7).

"Tanggal 15 Juli mendatang ,petugas pemutakhiran data pemilih akan mulai melaksanakan tugasnya," ujar Arison

Dikatakan Arison, hingga saat ini tahapan demi tahapan telahpun dilakukan KPU Kepri untuk mempersiapkan pemilihan kepala daerah serentak 9 Desember mendatang.

"Meskipun setelah sempat di tunda proses tahapan akibat pandemi covid 19, tahapan mulai dilanjutkan pada mulai juni lalu," ungkap Arison

Dan lanjut Arison, saat ini pihaknya sedang melakukan persiapan dalam pembentukan petugas tahapan data pemilih.

"Dimana nantinya petugas yang akan melaksanakan tugasnya mulai 15 juli ini hingga agustus nanti dapat melakukan tugasnya dengan benar dan sesuai fakta dan data," jelas Arison.

Lebih lanjut Arison mengatakan nantinya jumlah petugas pemuktahiran data pemilih ini sebanyak 4093 orang se Provinsi Kepri.

"Sebelum melaksnakan tugasnya nanti para petugas ini akan mengikuti bimtek selama 3 hari di kabupaten kota masing masing," ungkap Arison lagi.

Sumber: Diskominfo Kepri


Pekerja di proyek pembangunan Jalan Lingkar Gurindam 12, Tanjungpinang. (Foto: Istimewa). 
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Pemerintah Provinsi Kepri kendor Ng seluruh Organisasi Perangkat Daerah OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepri untuk dapat lebih pro aktif dalam melaksanakan kegiatan pembangunan di Provinsi Kepri  saat ini.

Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Kepri H TS Arif Fadillah di Tanjungpinang, Rabu (8/7).

"Kita terus dorong setiap OPD untuk dapat lebih pro aktif melaksanakan kegiatan pembangunan saat ini," ungkap Arif, dikutip dari situs Diskominfo Kepri.

Menurut Arif, di masa New Normal saat ini seluruh kegiatan pemerintahan telahpun berjalan sebagaimana mestinya, namun tetap dengan aturan protokol Kesehatan yang ada.

"Mungkin beberapa waktu lalu, beberapa kegiatan sempat terhambat namun dengan penerapan 'New Normal' ini, saya harap semua dapat kembali berjalan baik," ujar Arif.

Mulai dari pelaksanaan kegiatan pembangunan di tahun anggaran 2020 ini, penyerapan anggaran serta berbagai kegiatan yang dilaksanakan OPD guna melayani dan meningkatkan ekonomi masyarakat.

"Saat ini pandemi bukan lagi hambatan dalam menjalankan pemerintahan, namun dengan menerapkan fase kehidupan baru yang sesuai protokol kesehatan," jelas Arif.

Arif juga mengatakan bahwa pihaknya akan terus mengawasi jalannya pembangunan yang dilakukan setiap OPD agar selalu berjalan sesuai aturan yang berlaku.

(***)


Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kepri, Tjetjep Yudiana.
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Kepulauan Riau membantah isu bisnis dibalik kebijakan pemeriksaan cepat melalui rapid test.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kepri, Tjetjep Yudiana, di Tanjungpinang, Rabu (8/6), menegaskan, biaya rapid test yang ditetapkan di Rumah Sakit Raja Ahmad Thabib (RSUP Kepri) sekitar Rp400.000 bukan untuk kepentingan bisnis, melainkan sesuai dengan prosedur.

Harga satu paket alat rapid test antibodi yang dipergunakan sekitar Rp200.000, namun perlu ditambah biaya lainnya seperti alat pelindung diri yang dipergunakan tenaga kesehatan saat memeriksa orang membutuhkan orang surat bebas COVID-19 untuk ke luar kota.

Alat rapid test itu diimpor dari negara lain, namun Tjetjep tidak menyebutkan asal negara yang memproduksi alat tersebut. Sementara harga rapid test Rp70.000 merupakan produk nasional, yang belum beredar luas.

Pemprov Kepri sendiri sudah memesan alat rapid test produk nasional, namun belum ada kepastian didistrubusikan ke Kepri.

"Biaya pemeriksaan rapid test antibodi tidak dapat dihitung hanya berdasarkan harga pembelian rapid test, melainkan juga dibebani dengan biaya pengadaan alat pelindung diri," katanya.

Tjetjep mengemukakan biaya rapid test hanya dikenakan kepada orang-orang yang memiliki kepentingan pribadi untuk ke luar daerah. Pemerintah pusat maupun pemerintah daerah tidak mungkin dapat menanggung biaya rapid test untuk masyarakat yang memiliki kepentingan pribadi ke luar daerah karena anggaran yang dibutuhkan terlalu besar.

Namun rapid test antibodi terhadap orang-orang yang ke luar daerah dalam urusan kedinasan untuk kepentingan pemerintah dan negara maupun sekolah tidak dikenakan biaya.

Sebagai contoh, santri yang ke luar dengan tujuan ke pondok pesantren, tidak dikenakan biaya. Tujuan pemerintah yakni menekan biaya pengeluaran orang tua  sehingga pendidikan berjalan lancar.

"Kami berharap ini dipahami oleh masyarakat," ujarnya.

Selain persoalan itu, penggunaan rapid test juga dilematis, terutama terhadap orang-orang yang memiliki gejala yang sama dengan penderita COVID-19, namun setelah diperiksa swab dengan metode PCR hasilnya negatif. Penggunaan rapid test ini sesuai prosedur, namun dalam pelaksanaannya tenaga kesehatan dan tim medis kerap disalahkan akibat hasil rapid test berbeda dengan hasil pemeriksaan PCR.

Padahal petugas kesehatan dan tim medis berupaya meminimalisir risiko penularan COVID-19.

"Dalam berbagai kasus, hasil pemeriksaan rapid test dan PCR juga selalu sama. Seandainya ini terjadi, dan penderita COVID-19 itu berkeliaran akibat tidak percaya dengan hasil rapid test, siapa yang disalahkan? Kami, pihak rumah sakit dan tenaga kesehatan yang disalahkan," tuturnya.

Sumber: Diskominfo Kepri.


Plt Kepala Dinas Kesehatan Kepri Tjetjep Yudiana (Foto: Istimewa). 
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau menyatakan tarif pemeriksaan cepat melalui rapid test antibodi mendapat penyesuaian menjadi maksimal Rp150.000.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kepri Tjetjep Yudiana, di Tanjungpinang, Rabu (8/7), mengatakan, penyesuaian tarif pemeriksaan cepat dengan metode rapid test sesuai dengan Surat Edaran Kemenkes Nomor: HK.02.02/1/2875/2020 tentang Batasan Tarif Tertinggi Pemeriksaan Rapid Test Antibodi. Surat edaran tersebut diteken Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan pada 6 Juli 2020.

Kebijakan itu, menurut dia wajib dilaksanakan seluruh rumah sakit pemerintah maupun swasta.

"Ini (kebijakan) berlaku untuk seluruh rumah sakit yang memberi pelayanan pemeriksaan cepat dengan menggunakan rapid test," katanya, dikutip dari situs Diskominfo Kepri.

Tjetjep yang juga Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kepri mengatakan pihaknya sudah mengingatkan seluruh rumah sakit yang memberi pelayanan pemeriksaan dengan menggunakan rapid test antibodi agar melakukan penyesuaian tarif maksimal.

Sebagai contoh, Rumah Sakit Raja Ahmad Thabib (RSUP Kepri) selama ini menerapkan tarif kepada masyarakat sekitar Rp400.000, wajib menyesuaikan tarif, meski mengalami kerugian. RSUP Kepri membeli satu alat rapid test dengan harga Rp200.000, dipastikan mengalami kerugikan bila menerapkan tarif baru Rp150.000.

"Tarif Rp400.000 itu akumulasi dari alat rapid test dan alat pelindung diri tenaga kesehatan, serta biaya lainnya. Ya, kalau tarif maksimal menjadi Rp150.000, pasti rugi. Saya sampaikan kepada pihak rumah sakit lebih baik rugi daripada melanggar kebijakan," tegasnya.

Tjetjep mengatakan pihak rumah sakit dapat memilih apakah tetap memberi pelayanan berupa pemeriksaan kesehatan melalui rapid test antibodi atau tidak. Jika mengalami kerugian, pihak rumah sakit dapat menghentikan pelayanan.

"Kalau tidak sanggup, tidak perlu dilaksanakan," katanya.


(***)


(Foto: Istimewa).
KALTENG KEPRIAKTUAL.COM: Presiden didampingi Menhan dan KSP saat kunker ke Provinsi Kalteng. Presiden Joko Widodo (Jokowi) tiba di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) untuk melakukan serangkaian kunjungan kerja Kamis (9/7).

Setibanya di Bandar Udara Tjilik Riwut, Kota Palangka Raya, Presiden langsung melanjutkan perjalanan menggunakan helikopter Super Puma TNI AU menuju Kabupaten Kapuas.

Kepala Negara dijadwalkan untuk meninjau lokasi Food Estate dan meninjau saluran primer induk UPT A5 di Desa Bentuk Jaya, Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas.

Selanjutnya, Presiden dan rombongan akan menuju lokasi Food Estate lainnya di Belanti Siam, Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau serta meninjau lokasi padat karya irigasi P3-TGAI.

Dari Kabupaten Pulang Pisau, Presiden rencana kembali ke Bandara Tjilik Riwut, Kota Palangka Raya dengan menggunakan helikopter untuk menuju Posko Penanganan dan Penanggulangan Covid-19 Provinsi Kalimantan Tengah yang berada di Aula Jaya Tingang, Kompleks Kantor Gubernur Kalteng.

Setelah itu, Presiden akan kembali ke Bandara Tjilik Riwut, Kota Palangka Raya, untuk kemudian lepas landas menuju Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Turut mendampingi Presiden dalam penerbangan menuju Provinsi Kalimantan Tengah antara lain, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.

Redaksi


(Foto: Istimewa)
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Tim Bersatu Lawan Covid-19 (BLC) Kepri Batam berkoordinasi dengan Direktur Pembinaan Masyarakat (Dirbinmas) Polda Kepri untuk memperkuat keberadaan Kampung Tangguh yang dicetuskan Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis.

Sesuai arahan Plt Gubernur Kepri, yang juga Ketua Satgas Covid-19 Provinsi Kepri Isdianto, Ketua Tim Bersatu Lawan Covid-19 (BLC) Kepri Batam Buralimar telah berdialog dengan Dirbinmas Polda Kepri. Tim BLC Kepri Batam yang terdiri dari para relawan tersebut, disambut Kasubdit Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (BHABINKAMTIBMAS) Polda Kepri, AKBP Marsigit Kurniawan SH.

Dalam diskusi mengenai keberadaan Kampung Tangguh di Kepri yang berlangsung hangat tersebut, Marsigit menceritakan awal mula dibentuknya Kampung Tangguh yang dimulai program yang dicanangkan oleh Kapolri Jenderal Pol Idham Azis beberapa waktu lalu. Kemudian menjadi gerakan di seluruh Polisi Daerah (Polda) di seluruh wilayah Indonesia, termasuk Polda Kepri. "Kampung Tangguh dibentuk guna menghidupkan upaya pencegahan penularan COVID-19 di kalangan masyarakat. Nah, di Kepri ini kami memulainya dari perumahan Marbella karena ketua RW-nya anggota Polda," jelasnya, Selasa (7/7).

Menurut salah satu relawan tenaga kesehatan Tim BLC, dr. Ari Geusterhy Andry Panjaitan, Kampung Tangguh sangat berterima kasih atas perhatian Pemprov Kepri yang telah mengutus anggota tim BLC meninjau langsung keberadaan Kampung Tangguh."Pengurus Kampung Tangguh sangat berharap partisipasi dari seluruh masyarakat dan stake holder yang ada di Batam dan Kepri. Sehingga Kampung Tangguh berkembang dan hadir di seluruh Kepri," ujarnya.

Kekuatan Kampung Tangguh tumbuh luas karena keikutsertaan masyarakat dan Kepedulian seluruh stake holder. Maka itu, saat usai tim BLC kembali ke posko, Ketua Tim BLC Kepri Batam, Buralimar langsung menyusun poin-poin penting terkait perkembangan Kampung Tangguh yang akan diserahkan ke Plt Gubernur Kepri, H. Isdianto. "Ada beberapa catatan tadi yang akan kami teruskan ke Plt Gubernur Kepri untuk selanjutnya kami akan tunggu arahan," terang Buralimar.

Saat turun silaturrahmi ke Kampung Tangguh, Tim BLC Kepri Batam juga menyerahkan masker ke pengurus sebanyak 87 masker. Selain itu, pada hari yang sama, Tim BLC Kepri Batam juga menyerahkan masker gratis ke media Batam Pos dan Batam TV.

Penulis: Diskominfo Kepri


Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.