Terdakwa Jaenal Jae, saat mengikauti sidang online (Fhoto: Istimewa).
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Kasus perkara mikol dan rokok ilegal tangkapan Bea Cukai Batam dan TNI di Komplek pergudangan Villa Mas Blok A13 nomor 4 Sungai Panas, Kota Batam "dituntut" Jaksa Penuntut Umum (JPU) Mega Tri Astuti.

Terdakwa Jaenal Jae dituntut JPU dengan hukuman kurungan penjara, karena terbukti melanggar pasal 54 Undang– undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang–undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai.

"Menuntut terdakwa Jaenal Jae dengan kurungan penjara selama 2 tahun dan 6 bulan, denda Rp 11.270.514.242 subsidar 6 bulan kurungan," kata JPU Mega saat membacakan amar tuntutanya, Senin(8/6/2020) kemarin.

Dalam amar tuntutan JPU Mega Tri Astuti menyatakan, barang bukti minuman dan rokok dirampas untuk dimusnahkan.

Setelah mendengarkan tuntutan JPU, terdakwa Jaenal Jae menyampaikan pembelaan secara lisan memohon keringanan hukuman.

Baca Juga:

Kasus Mikol dan Rokok Tanpa Cukai Tangkapan BC Batam, Jaenal Jae Terkesan Pasang Badan


Diketahui petugas Bea dan Cukai Batam mengungkap kasus mikol dan rokok ilegal di Komplek Pergudangan Villa Mas Blok A 13 No 5 Sungai Panas pada Rabu(19/2/2020) lalu.

Dalam dakwaan, JPU menguraikan, terdakwa selaku pemilik Toko Duty Free AV Newton telah memerintahkan saksi IR untuk mengambil barang milik terdakwa berupa minuman berakohol merek Red Label sebanyak 2 kotak dan merek Gordon sebanyak 2 kotak di Gudang Villa Mas Blok A13 No. 5 untuk diantarkan ke Duty Free AV Newton.

Setelah itu saksi IR langsung menghubungi saksi YJ memberitahuan akan datang ke Gudang untuk mengambil minuman beralkohol tersebut.

Kemudian sekira pukul 12.00 WIB saksi IR datang ke gudang dengan menggunakan 1 unit Mobil Toyota Hi Ace dan langsung memuat 5 karton minumam berakohol keatas mobil.

Setelah selesai memuat minuman berakohol tersebut kedalam mobil, tidak lama kemudian datang petugas Bea dan Cukai Batam melakukan pemeriksaan terkait dengan minuman berakohol yang sedang mereka muat kedalam mobil, dan ditemukan 5 karton barang berupa minuman yang mengandung etil alcohol yang tidak dilekati pita cukai dan/ atau tanda pelunasan cukai lainnya.

Selanjutnya petugas masuk ke dalam gudang dan didapati 670 karton barang kena cukai berupa minuman yang mengandung Etil alcohol berbagai merek dan 19 karton rokok merek Rave, yang tidak dilekati pita cukai dan/ atau tanda pelunasan cukai.

Dijelaskan, berdasarkan keterangan ahli Isa Ramadhan, terhadap 670 karton barang kena cukai berupa minuman yang mengandung Etil alcohol berbagai merek dan 19 karton rokok merek Rave, yang tidak dilekati pita cukai dan/atau tanda pelunasan cukai yang dilakukan penindakan oleh Petugas Bea dan Cukai didalam kemasan minuman berakohol dan rokok tersebut tidak tertera tulisan Khusus Kawasan Bebas Batam (KKB Batam).

Dengan tidak adanya penulisan tersebut berdasarkan Pasal 29 Ayat 1 UU no. 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai maka wajib untuk dilunasi cukainya dengan dilekati Pita Cukai. JPU mengatakan, akibat perbuatan terdakwa potensi kerugian negara sebesar Rp. 5.635.257.121.

“Perbuatan terdakwa diatur dan di ancam pidana dalam Pasal 54 Undang–undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai,”ujar JPU.

Redaksi



Konfrence Pers Lanal TBK Tentang Penangkapan sabu 2 Kg.
KARIMUN KEPRIAKTUAL.COM: Tim Fleet One Quick Response (F1QR) Pangkalan TNI Angkatan Laut Tanjung Balai Karimun  (Lanal TBK) berhasil menggagalkan penyelundupan Narkotika jenis sabu-sabu seberat 2 Kg di Perairan Karimun Anak Tanjung Balai Karimun, Senin 08 Juni 2020.

Hal tersebut disampaikan Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) IV Kolonel Laut (P) Indarto Budiarto, S.E., M.Han., saat memberikan Keterangan Pers dihadapan awak media yang berlangsung di Lobby Markas Komando (Mako) Lanal TBK Jl. Nusantara No.1 Tanjung Balai Karimun Selasa (09/6/2020).

Lebih lanjut Danlantamal IV mengatakan, jadi kronologisnya sebagai berikut, pada saat Tim F1QR melaksanakan patrol rutin di wilayah kerja Lanal TBK, sekitar pukul 04.20 WIB,  Tim mendeteksi ada 1 (satu) unit speedboat yang mencurigakan dan berusaha kabur setelah melihat patroli tersebut.

"Kemudian dilaksanakan pengejaran hingga pukul 04.25 WIB. Tim F1QR Lanal TBK berhasil menghentikan speedboat tersebut pada posisi koordinat 1º.7’.206”N - 103º,24’.446”S di sebelah Selatan Pulau Karimun Anak. Selanjutnya dilaksanakan pemeriksaan terhadap pelaku yang terlihat gelagat mencurigakan," ungkapnya.

“Setelah dilaksnakan penggeledahan dan ditemukan sobekan plastik yang dilakban di atas jaring, tim menduga sobekan tersebut adalah bungkusan dari barang yang baru saja dibuang kelaut," ujarnya kembali.

Kemudian, kata Indarto Budiarto, tim melakukan penyisiran disekitar pesisir perairan Karimun Anak (bekas lintasan speedboat tersebut) dan ditemukan 2 (dua) kantong pelastik kemasan teh Cina berwarna hijau di tempat yang berbeda (berdekatan). Selanjutnya ketiga pelaku beserta Speed Boat dibawa ke Mako Lanal TBK untuk dilaksanakan pendalaman.

Ditambahkan Danlantamal IV, kepada petugas pelaku mengaku Narkoba jenis sabu tersebut dibawa dari Malaysia dengan cara transfer boat to boat dengan cepat di perbatasan RI-Malaysia (STS Line) selanjutnya dibawa boat penerima menuju Karimun Provinsi Kepri, pelaku juga mengaku dijanjikan pembayaran sebesar RM. 20.000 atau setara dengan ± Rp. 66.000.000 dalam setiap aksinya.

"Modusnya masih sama seperti tahun yang lalu yaitu berpura-pura sebagai nelayan yang sedang mencari ikan, selanjutnya Tim F1QR Lanal TBK berkoodinasi ke Lantamal IV untuk tindakkan selanjutnya. Akhirnya pelaku 3 orang inisilal  M.S, H alias B dan NS alias A berikut barang bukti dibawa ke Lanal TBK untuk pemeriksaan lebih lanjut dan nantinya  akan diserahkan ke BNNP Provinsi Kepri," ungkapnya.

“Terhadap para pelaku diancam pidana  mati atau pidana hukuman 20 tahun penjara serta denda sebesar Rp. 10 Milyar, hal tersebut sesuai dengan Pasal 113 UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika," tutur Danlantamal IV.

Hadir pada acara tersebut Bupati Karimun Dr. H. Aunur Rafiq, S.Sos., M.Si., Danlanal TBK Letkol Laut (P) Mandri Kartono, M.M., Dandim 0317/TBK Letkol Inf. Denny, S.IP., Ketua Pengadilan Negeri Karimun Djoko Dwi Atmoko, S.H., M.H., Ketua DPRD Karimun M. Yusuf Sirat, S.IP., Kepala KPPBC TMP B Karimun Agung Mahendra, Kapolres Karimun diwakili Kabagsumda Kompol Suhaili, Kasi Pengawasan dan Penindakan BNNK Karimun M. Sochib

Redaksi/Dispen Lantamal IV Tanjungpinang




Fhoto Ilustrasi.
BINTAN KEPRIAKTUAL.COM: Produk Usaha Kecil Menengah (UKM) warga desa di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau "terkendala" pemasaran melalui fasilitas internet.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bintan, Ronny Kartika, mengatakan, ketrampilan pelaku UKM dalam memasarkan produknya secara luas dibutuhkan di masa pandemi Covid-19, Selasa (09/06-2020).

Pelaku UKM harus mampu memanfaatkan teknologi informasi dan media sosial untuk meningkatkan permintaan konsumen. Di masa pandemi Covid-19, konsumen ingin dimanjakan. Konsumen tidak ingin repot membeli barang yang dibutuhkan.

Konsumen cukup menggunakan ponsel, dan membuka aplikasi atau media sosial untuk membeli barang yang dibutuhkan. Bagi pedagang, kondisi pandemi Covid-19 merupakan tantangan, yang seharusnya dapat menjadi peluang dalam meningkatkan produktivitas melalui sistem pelayanan yang memudahkan konsumen mengetahui, tertarik dan membeli produk yang dijual.

"Kalau biasanya ikan, cumi, kepiting dan udang hasil tangkapan nelayan dijual mentah, sekarang harus ditingkatkan menjadi makanan jadi. Contohnya, ikan sambal terasi, ikan gulai atau lainnya yang siap diantar ke rumah konsumen," ucapnya.

Menurut dia, banyak warga desa yang kreatif dalam memproduksi berbagai hasil kerajinan tangan maupun makanan tradisional, namun mereka terkendala pemasaran.

Selama ini, kebanyakan dari mereka menjual produk dari usaha rumahan itu secara manual sehingga kurang laris, karena tidak dipasarkan secara luas melalui media sosial maupun situs khusus. Kondisi ini yang menyebabkan pendapatan mereka dari hasil usaha tersebut belum maksimal.

"Kami terus mendorong agar warga desa memanfaatkan fasilitas internet seperti media sosial untuk mempromosikan produknya. Namun secara umum mereka belum terbiasa," ujarnya.

Sejumlah warga di Bintan berhasil menjual kerajinan tangan maupun makanan laut secara luas di dalam daerah, luar daerah hingga ke berbagai negara. Sebagai contoh, produk makanan kemasan dari cumi, kerupuk ikan dan udang.

"Usaha untuk meningkatkan perekonomian dan ketahanan keluarga harus dimulai dari diri sendiri. Usaha itu akan berhasil jika produk yang dihasilkan menarik, relatif murah, enak dan dipromosikan secara luas," katanya.

Sumber: Diskominfo Kepri



Ketua DPRD Batam, Nuryanto dan Ketua Komisi I  (Fhoto: IS).
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: ketua dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) kota Batam, meresponsif aduan masyarakat, atau pelanggan bright PLN.dalam aduan kenaikan lonjakan tarif listrik yang dilakukan oleh Bright PLN Batam baru-baru ini.

Dimana pada aduan masyarakat, terutama pelanggan bright PLN Batam tersebut. sangat tidak di terima dengan kenaikan lonjakan tarif listrik tersebut. oleh karena itu.pelanggan bright PLN Batam, mengadukan permasaalahan tersebut.

“Komisi lll DPRD melakukan rapat dengar pendapat (RDP) terkait penomena kenaikan lonjakan tarif listrik, dimana pada kenaikan lonjakan tarif listrik yang dilakukan oleh pihak Bright PLN Batam tersebut. Ini sama sekali tidak seperti biasanya, dan hari ini saya ketua DPRD kota Batam, melalui komisi lll.telah melakukan RDP tadi pagi,” ucap ketua DPRD kota Batam Nuryanto. SH.MH. saat di wawancarai media informasijurnalis.com di halaman kantornya.Senin (8/6/2020)

Terkait kenaikan lonjakan tarif listrik yang dilakukan oleh pihak Bright PLN Batam baru-baru ini banyak di keluhkan oleh warga masyarakat yang ada di provinsi kepulauan Riau ini. Dan ia mengatakan kepada media informasijurnalis.com. terkait hasil rapat dengar pendapat tersebut. Nuryanto. akan segera memberi tahu hasilnya.dalam waktu dekat ini,” ucapnya.

“Jadi apa hasilnya rapa tadi itu, nanti akan saya kasih tau. jadi yang intinya bahwa DPRD dengan kapasitas sangat responstatif aduan masyarakat kota Batam, dalam mempasilitasi dan merespon dengan cepat, terkait aduan masyarakat terkait penomena kenaikan lonjakan tarif listrik yang dilakukan oleh bright PLN Batam, baru-baru ini,” ujarnya.

Ia, memaparkan terkait kenaikan kelonjakan tarif listrik tersebut. bahwa kenaikan lonjakan tarif listrik tersebut. pihaknya akan segera mengundang pelanggan baik maupun pejabat bright PLN Batam,

“Jadi nanti kata dia, kita akan mengundang, seluruh pihak yang merasa di rugikan oleh pihak Bright PLN Batam itu.baik pengadu baik maupun dari pihak penyedia jasa Dan pihak PLN. Untuk memberikan kelarifikas laporan yang kira-kira, apa, kenapa, dan apa permasalahannya sehingga terjadi kenaikan kelonjakan tarif listrik itu. kan begitu. jadi pihak Bright PLN itu harus menjelaskan pokok permasalahannya. supaya kita juga tau,” katanya.

Sumber: InformasiJurnalis.com


Kepala Disnaker Bintan Indra Hidayat (Fhoto; Istimewa).
BINTAN KEPRIAKTUAL.COM: Pemerintah Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau mendorong perusahaan berskala besar di daerah tersebut untuk bekerja sama dengan pihak rumah sakit terdekat dalam penanganan pekerja yang tertular Covid-19.

Kepala Disnaker Bintan Indra Hidayat mengatakan, berbagai upaya harus dilakukan pihak perusahaan ketika adaptasi kehidupan baru dimulai pada 15 Juni 2020, terutama dalam mengobati karyawan yang tertular Covid-19, seperti membuat nota kesepahaman (MoU) dengan pihak rumah sakit di Bintan ataupun dengan RSUP Kepri di Tanjungpinang.

"Tidak ada yang menginginkan kondisi buruk terjadi di perusahaan, namun upaya antisipasi perlu dilakukan pihak perusahaan, terutama dalam melindungi para pekerja dari Covid-19," ucapnya, Senin (8/6-2020).

Indra mengemukakan pendirian klinik di perusahaan juga dibutuhkan untuk menangani karyawan yang hanya sakit biasa, seperti demam, pusing dan sakit perut. Namun tim medis di klinik juga harus dilengkapi alat pelindung diri agar tidak tertular Covid-19.

Tim medis klinik tidak boleh menangani  pasien yang memiliki gejala Covid-19. Pekerja yang sakit, dan memiliki gejala Covid-19 harus dirujuk ke rumah sakit yang menangani Covid-19.

"Kami berharap MoU itu segera dibuat oleh pimpinan perusahaan dengan pihak rumah sakit," tuturnya.

Ia mengatakan Pemkab Bintan juga mendorong pihak perusahaan untuk menyediakan tempat tinggal karyawan yang masih berada di lokasi perusahaan. Namun untuk tahap awal, penerapan kebijakan itu kemungkinan di kawasan pariwisata berskala internasional di Lagoi.

Di kawasan ini, kata dia, sudah memiliki tempat tinggal karyawan sehingga pihak perusahaan dapat mengaturnya. Di kawasan industri lainnya, ia berharap pihak perusahaan perlahan-lahan menyiapkannya.

"Kebijakan ini untuk melindungi karyawan, sekaligus produktivitas perusahaan. Pengurangan interaksi karyawan di luar perusahaan perlu dilakukan untuk mencegah penularan Covid-19," katanya.

Sumber: Diskominfo Kepri


Ketua Tim Lawan Covid-19 Kepri di Batam, Buralimar (Fhoto: Istimewa)
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Ketua Tim Lawan Covid-19 Kepri di Batam, Buralimar melakukan pertemuan koordinasi secara online pada Minggu (7/6) di Posko Graha Kepri lantai 7 guna membahas penggunaan aplikasi tracing Covid-19 yang akan diujicoba di Batam. Langkah ini sesuai arahan Plt Gubernur Kepri, Isdianto untuk menjajaki kerjasama dengan Masyarakat Epidimologi Indonesia.

"Kami ingin mendalami seperti apa model dan keunggulan aplikasi ini dibanding dengan aplikasi yang dikembangkan Kominfo dan BNPB," terang Buralimar, Minggu (7/6/2020), dikutip dari situs Diskominfo Kepri.

Dalam pertemuan tersebut, CEO Masyarakat Epidimologi Indonesia, DR Sopiyuddin Dahlan menganjurkan penggunaan aplikasi Teknologi dalam melakukan tracing kontak dan mengawal pergerakan masyarakat dalam masa pandemi di Batam.

"Gunakan aplikasi teknologi sebagai game changer," ujar Sopiyuddin yang dikenal sebagai pakar statistik.

Dia mengungkapkan model tracing yang dilakukan manual seperti sekarang akan membuat upaya penghentian transmisi selalu kalah dengan penyebaran Covid-19 di tengah masyarakat. Namun syaratnya adalah adanya payung hukum untuk mewajibkan seluruh penduduk menggunakan aplikasi tracing ini. Dengan demikian aplikasi ini akan berfungsi secara optimal.

"Ini butuh political will dari pemerintah daerah," tegas Sopiyuddin.

Aplikasi ini ditawarkan di Batam sebagai lokasi ujicoba pertama di Indonesia. Sehingga seluruh pembiayaan menjadi gratis.

"Ini komitmen kami bersama Bapelkes Batam dan Tim Posko untuk bersama menanggulangi penyebaran. Apalagi Batam merupakan gerbang kita yang berhadapan langsung dengan negara luar," ujar Sopiyuddin.

(***)


Sekda Kepri, Arif Fadillah (Fhoto: Istimewa).
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau H. TS. Arif Fadillah mengatakan, bahwa Refocussing dan Rasionalisasi anggaran merupakan kebijakan Pemerintah Pusat secara Nasional yang harus dipatuhi dan diikuti oleh seluruh Pemerintah daerah.  Refocussing dan Rasionalisasi anggaran berdasarkan Instruksi Presiden, Permendagri serta SKB tiga Menteri yang menekankan penyesuaian anggaran difokuskan untuk penanggulangan bencana Covid-19.

“Jadi untuk kegiatan pada semua OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau akan kita lakukan penyesuain berdasarkan kebutuhan anggaran penanganan Covid,” kata Arif saat memimpin Rapat Finalisasi Refocussing dan Rasionalisasi Kegiatan APBD Tahun Anggaran 2020 di Ruang Rapat Utama Lantai IV, Kantor Gubernur Kepulauan Riau, Dompak, Tanjungpinang, (08/06).

Turut hadir pada kesempatan ini Asisten Adminitrasi Umum Setda Provinsi Kepulauan Riau serta seluruh  Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau.

Refocussing dan Rasionalisasi lanjut Arif perlu untuk dilakukan karena dalam perjalanan Pemerintah Provinsi  juga mengalami penurunan penerimaan dari pusat baik Dana Bagi Hasil, Dana alokasi Umum, mapun Dana Alokasi Khusus sehingga mengurangi kemampuan daerah dalam menggerakan roda pembangunan dan pemerintahan.

“Dampak dari covid ini kita mengalami penurunan penerimaan sekitar kurang lebih Rp700 miliar ditambah lagi kita juga harus menyediakan anggaran untuk penaggulangan covid sebesar Rp230 miliar. Oleh karena itu sejumlah kegiatan harus kita hentikan, dan kami harap dimaklumi serta dipahami oleh masing-masing pimpinan OPD,” harap Arif.

Adapun kegiatan yang akan  direfocussing dan Rasionalisasi terutama belanja perjalanan dinas dalam dan luar daerah, belanja barang habis pakai, belanja cetak penggandaan, belanja pakaian dinas dan atributnya, belanja pemeliharaan, belanja sewa gedung, belanja sewa moblitas dan alat berat, belanja makan minum, sosialisasi, workshop, pelatihan FGD dan lainnya yang mengundang orang banyak.

“Rincian kegiatan yang terimbas direfocussing dan rasionalisasi telah ada di Bappeda saat ini. Rinciannya akan segera masuk ke setiap OPD untuk segera ditindaklanjuti. Bagi OPD, yang kegiatannya telah berjalan namun terkena rasionalisasi agar segera berkoordinasi dengan Bappeda untuk menggantinya dengan kegiatan lain dengan nominal pemotongan yang sama,” kata Arif.

Sementara itu untuk kegiatan Fisik dan kegiatan strategis yang telah selesai kontrak dan proses lelang pada awal tahun 2020 Arif mempersilahkan untuk dilanjutkan dan diselesaikan perkerjaannya.

“Kegiatan Fisik dan kagiatan strategis kalau sudah siap prosesnya jalankan dan kerjakanlah. Mungkin ada kegiatan yang harus dilelang kembali koordinasi dengan Biro Pengadaan barang dan Jasa. Biro Pengadaan barang dan Jasa juga dapat berkoordinasi dengan Bappeda untuk berbagi informasi mana kegiatan fisik yang masih bisa dijalankan,” jelas Arif.

Pada kesempatan yang sama Kepala BPKAD Provinsi Kepulauan Riau Andri Rizal dalam penjelasannya menyatakan bahwa OPD setelah mendapatkan informasi dari Bappeda terkait Refocussing dan Rasionalisasi anggaran maka secepatnya untuk memerintahkan kasubbag Perencanaan untuk melakukan penyesuaian Rencana Kegiatan Anggaran (RKA) yang disesuaikan dengan SKB tiga Menteri.

“Segera sampaikan RKA perubahan terbaru tersebut kepada BPKAD dan selanjuntya akan kami review kembali, menyesuaikan dengan ketentuan SKB 3 menteri, setelah dilakukan review maka RKA tersebut dapat dientri kedalam sistem. Untuk semua tahapan ini agar berjalan cepat dan sesuai dengan yang diharapkan maka kami siap memberikan pendampingan bagi OPD yang membutuhkan penjelasan lebih lanjut,” jelasnya.

Sumber: Diskominfo Kepri


Tjeotjep Yudayana (Fhoto: Istimewa).
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri Tjetjep Yudayana mengatakan bahwa selama pandemi Covid-19 di Provinsi Kepri, jumlah kasus Demam Berdarah Dague (DBD) di Kepri relatif landai. Hal ini disampaikan Tjetjep Yudayana di Tanjungpinang, Senin (8/6).

"Untuk saat ini, kasus DBD di Kepri menurun ya," ungkap Tjetjep, dikutip dari situs Diskominfo Kepri.

Dikatakan Tjetjep, mulai landainya kasus DBD di Provinsi Kepri ini dikarenakan sejak Pandemi Covid-19 di Provinsi Kepri, dengan diberlakukannya Work From Home masyarakat lebih  memiliki banyak waktu dirumah.

Sehingga waktu dirumah tersebut membuat masyarakat lebih peduli akan kebersihan lingkungan.

"Jika lingkungan tempat tinggal bersih maka perkembangan nyamuk Aedes aegypti pun menurun," ungkap Tjetjep.

Namun begitu, lanjut Tjetjep pihaknya tetap meminta masyarakat untuk tetap waspada dan terus menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan sekitar khususnya untuk masyarakat di perkotaan seperti Batam dan Tanjungpinang.

"Jika lingkungan bersih maka tak akan ada DBD, sehingga kita minta masyarakat untuk tetap jga kebersihan lingkungan," jelas Tjetjep.

(***)


Ketua Tim Posko Lawan Covid-19 Kepri di Batam, Buralimar.
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Pelaksana Tugas Gubernur Kepri Isdianto memerintahkan Tim Posko Lawan Covid-19 melakukan penyemprotan desinfektan di lokasi-lokasi yang telah terpapar Covid-19 secara terus-menerus. Kantor sekretariat posko juga dilakukan penyemprotan.

Tim posko memastikan kantor sekretariat Tim Posko Lawan Covid-19 Kepri di Graha Kepri lantai 7 steril dan higienis meski padat dengan aktivitas relawan. Sterilisasi dengan penyemprotan berlangsung, Jumat sore. Kantor secara rutin disemprotkan disinfektan tiap akhir pekan.

"Sesuai arahan Pelaksana tugas Gubernur Kepri, Isdianto, keselamatan tim posko lawan covid19 harus menjadi perhatian utama sebelum membantu masyarakat Batam dalam mengatasi penyebaran infeksi Covid-19," ujar Ketua Tim Posko Lawan Covid-19 Kepri di Batam, Buralimar, Jumat (5/6/2020), dikutip dari Diskominfo Kepri.

Sehingga, lanjutnya, sekretariat posko di Graha Kepri lantai 7, Batam Kota, dilakukan disinfektasi secara kontinu setiap akhir pekan.

Buralimar menegaskan disinfektasi sekretariat posko merupakan early warning atau peringatan awal bagi setiap anggota untuk senantiasa mematuhi protokol kesehatan yakni pola hidup bersih, sehat dan selamat.

Tim Posko juga akan melakukan disinfektasi bagi rumah dan lingkungan dimana ditemukan pasien terkonfirmasi positif di kota Batam secara kontiniu.

"Arahan Pak Gubernur agar lingkungan masyarakat dimana ditemukan pasien terkonfirmasi positif untuk didisinfektasi dan disosialisasikan hidup bersih, sehat dan selamat," tegas Buralimar.

Kemudian, untuk disinfektasi ini, Tim Posko dibantu oleh relawan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Kota Batam, yang sudah bergabung sejak awal Tim Posko dibentuk.

Selain itu, Posko Tim Lawan Covid-19 Batam-Kepri juga melakukan penyemprotan sekretariat dalam upaya untuk memberikan suasana aman dan nyaman dalam bekerja sekaligus sebagai upaya pencegahan.

“Sekretariat cukup banyak lalu lalang lalu lintas para relawan dan juga instansi terkait untuk koordinasi serta menyelaraskan upaya yang dilakukan oleh Gugus Covid-19 Kepri di Batam dalam membantu kota Batam mengatasi Covid-19," tutur Buralimar.

Adapun, tim posko bekerja setiap hari, tidak ada waktu libur bahkan malam masih tetap beraktivitas , seperti terjadi saat listrik padam. Semua secara mandiri, dengan para relawan yang tergabung dalam tim, mereka bahu membahu menyemprot ruang bekerja dan tempat menuju sekretariat.

(***)


(Fhoto: Istimewa) 
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Plt Gubernur Kepri, Isdianto memerintahkan Tim Posko Lawan Covid-19 untuk melakukan trauma hearing kepada Yasmin dan Keluarga.

Menindaklanjuti itu, Tim Posko Lawan Covid19 dipimpin Ketua Tim Humas dan Publikasi Iskandar Zulkarnaen SIP, M.Phil beserta tenaga medis dan konseling mengunjungi Yasmin di Nongsa pada Minggu (7/6).

Dalam kunjungan tersebut, Iskandar mendapat banyak masukan dan keluh kesah dari Rohmat, orangtua dari Yasmin, mantan pasien anak yang sudah sembuh.

"Alhamdulillah, kita menerima banyak keluhan dan masukan dari orangtua anak Yasmin dan ketua RT setempat," ujar Iskandar dikutip dari situs Diskominfo Kepri.

Dalam kunjungan tersebut tenaga medis dan konseling juga memberikan edukasi mengenai apa itu covid19 dan bagaimana protokol kesehatan dan protokol penanganannya kepada keluarga Yasmin, ketua RT dan para tetangga yang bersangkutan.

"Kami sangat bangga, ternyata rasa persaudaraan di lingkungan ini sangat tinggi, mereka sangat kompak," terang Iskandar lebih lanjut.

Dalam kesempatan itu, Iskandar juga menyerahkan hadiah berupa boneka untuk anak Yasmin dari Plt Gubernur Kepri, Isdianto dan salam hangat beliau.

"Selain hadiah boneka, kita juga menyampaikan paket sembako dari Baznas sebanyak 2 paket. Ini berkat kerjasama Tim Posko dan Baznas Kepri dalam mengatasi dampak covid19 ini," terang Iskandar.

Keluarga Yasmin merasa sangat senang mendapat kunjungan Tim Posko Lawan Covid19 Kepri di Batam dan berjanji untuk senantiasa hidup bersih, sehat dan selamat. Ketua RT dan para tetangga juga menyatakan komitmen mereka untuk menjalankan pola hidup sehat sesuai protokol.

"Ternyata masyarakat kita masih memiliki semangat gotomg royong dan saling menyayangi," tutup Iskandar


(***)


Penyeran Bantuan Paket Sembako Secara Simbolis, Yang Diterima Oleh Perwakilan Nelayan Tarempa.
TAREMPA KEPRIAKTUAL.COM: Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Tarempa membantu Komando Armada I melalui Komandan Gugus Tempur Laut (Danguspurla) Koarmada I Laksamana Pertama TNI Didong Rio Duta, menyalurkan bantuan 100 paket sembako kepada para nelayan di Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) yang terdampak Covid-19. Penyerahan tersebut bertempat di Pelabuhan Umum Tarempa KKA Kepri, Sabtu (06/6/2020).

Kehadiran Danguspurla Koarmada I Ke Pelabuhan Umum Tarempa bersama dengan KRI Yos Soedarso-353 disambut oleh Komandan Lanal Tarempa Letkol Laut (P) Erfan Indra Darmawan, S.E., M.Tr.Hanla., M.M., dan seluruh Prajurit Lanal Tarempa.

Selain melaksanakan kegiatan Bhakti Sosial dengan memberikan penyaluran bantuan paket sembako kepada para nelayan yang terdampak Covid-19 juga dalam rangka kegiatan Operasi Siaga Samudera-20 tahun 2020 di wilayah perbatasan NKRI.

KRI Yos-353 setelah sandar di Pelabuhan Umum Tarempa dilaksanakan protokol kesehatan oleh Tim Gugus Tugas Covid-19 KKA yang dipimpin langsung oleh Danlanal Tarempa berupa penyemprotan Disinfekan ke KRI YOS-353. Penyemprotan disinfektan kepada seluruh anak buah kapal (ABK), pemeriksaan suhu tubuh dan Rapid Test dengan hasil dari Rapid Test yaitu Non Reaktif.

Danguspurla Koarmada I didampingi oleh Komadan KRI YOS-353 serta Danlanal Tarempa, setelah menyerahkan secara simbolis paket sembako mengatakan, baru saja menyerahkan bantuan secara simbolis kepada perwakilan nelayan Tarempa dari Pangkoarmada I.

"Kita telah menyerahkan Bantuan Sosial secara simbolis, dan nantinya dilanjutkan pembagian paket sembako kepada 100 orang Nelayan Kabupaten Kepulauan Anambas, oleh Prajurit KRI Yos Soedarso-353 bersama-sama dengan Prajurit Lanal Tarempa," tuturnya.

Dikatakan juga, bahwa situasi saat ini di wilayah Laut Natuna khususnya di wilayah perairan Kepulauan Anambas masih sangat kondusif.

"Kehadiran KRI YOS-353 melaksanakan tugas Ops Siaga Samudera-20 untuk mencegah terjadinya pelanggaran dan kegiatan Illegal lainnya serta menegakkan kedaulatan di wilayah Yuridiksi NKRI," pungkasnya.

Demikian berita Dispen Lantamal IV Tanjungpinang.



Fhoto Ilustrasi Meteran Listrik.
JAKARTA KEPRIAKTUAL.COM: Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meminta PT PLN (Persero) membuka seluas-luasnya kanal pengaduan konsumen yang mengeluhkan soal tagihan listrik. Berdasarkan catatan YLKI, banyak konsumen kesulitan melaporkan kasus lonjakan tagihan listrik ke call center 123.

Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi mengatakan pengaduan konsumen ke YLKI membuktikan belum optimalnya wadah pengaduan konsumen PLN. "Agar manajemen PLN membuka keragaman dan kanal pengaduan yang mengalami billing shock," kata Tulus, dikutip Minggu (7/6).

Selain itu, YLKI meminta manajemen PLN untuk melakukan sosialisasi seluas-luasnya kepada konsumen atau pelanggannya, terutama di wilayah yang banyak mengalami masalah lonjakan tagihan listrik.

Dengan begitu, sambung dia, konsumen atau pelanggan mengerti duduk persoalan dan musabab yang terjadi, termasuk juga melakukan upaya untuk mengantisipasi lonjakan tagihan listrik.

"Konsumen yang mengalami billing shock segera melapor ke PLN, baik via call center 123 atau kanal media sosial yang dimiliki PLN. Sebelum melapor, sebaiknya konsumen ricek lagi kewajaran pemakaiannya, dengan melihat kWH terakhir dibandingkan bulan sebelumnya," terang dia.

Diketahui, konsumen listrik kembali mengeluhkan lonjakan tagihan listrik pada Juni ini. Tak tanggung-tanggung, bahkan ada konsumen yang mengklaim kenaikan tagihannya mencapai 200 persen.

Namun, sambung Tulus, hal ini sudah diprediksi oleh manajemen PLN bahwa sekitar 1,9 juta pelanggannya akan mengalami lonjakan tagihan dari mulai 50 persen hingga 200 persen.

Di satu sisi, lanjut dia, kebijakan social distancing dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akibat pandemi virus corona membuat hampir seluruh masyarakat beraktivitas dari rumah. Sehingga, penggunaan listrik bertambah.

Di sisi lain, petugas PLN tidak bisa secara penuh mendatangani rumah konsumen, sehingga informasi penggunaan listrik banyak berdasarkan penggunaan tiga bulan sebelum diberlakukan PSBB.

"Konsumen juga tidak mengirimkan foto posisi akhir meteran stand kWH via whatsapp. Hal ini yang kemudian membuat PLN menggunakan jurus pamungkasnya, menggunakan pemakaian rata-rata tiga bulan terakhir, sehingga ada istilah kWH tertagih," tandasnya.

Sumber: CNNIndonesia


Fhoto Istimewa (Kantor PLN Batam).
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Bertempat di Jakarta, Direktur Utama (Dirut), PT Bright PLN Batam resmi ditetapkan Jumat, 5 Juni 2020. Budi Pangestu ditetapkan sebagai Dirut PT Bright PLN Batam, menggantikan Dadan Kurniadipura yang telah pengsiun sejak awal Maret silam.

Pasca pensiunnya Dadan, Dirut Bright PLN Batam dipelaksana tugaskan kepada Direktur Operasional Awaluddin Hafid.

Sementara itu Budi Pangestu Dirut Bright PLN Batam yang baru sebelumnya menjabat sebagai Execituve Vice President Pengembangan Regional Sumatera Pada Direktorat Bisnis Regional Sumatera (Persero) Kantor Pusat.

Selain mengangkat Budi Pangestu, SK tesebut juga mengangkat Bayu Widyarto sebagai Vice Presiden Interbal Direksi bidang Internal Direksi Sekretarian Perusahaan PT PLN (Persero) Pusat.

Bayu sebelumnya menjabat sebagai Direktur Keuangan dan Pengembangan SDM PLN Batam.

Jabatannya diisi oleh Khairul Amri sebagai Plt Direktur Keuangan dan SDM PLN Batam.

Vice Presiden of Public Relation Bright PLN Batam, Samsul Bahri membenarkan adanya penetapan Dirut Bright PLN Batam.

“Iya SK-nya keluar tadi pagi Jumat, 5 Juni 2020” ungkap Syamsul.

Dengan adanya Dirut difinitif ini, Samsul mengatakan pelayanan Bright PLN Batam akan semakin meningkat.

Sementara Direktur Keuangan dan Pengembangan SDM yang merangkap Sekper Bright PLN Batam, Bayu berterimankasih kepada masyarakat Batam yang telah mendukung kinerja Bright PLN Batam selama ini, terlebih saat ia menjabat sebagai Direktur Keuangan serta Sekper.

“Saya berterima kasih sekali, selama ini masyarakat sudah banyak membantu dan mendukung program-program bright PLN Batam,” ungkapnya.


(Bos/MK/BB/Red)


Pengendalian Transportasi Mudik 2020. (Sumber: Kemenhub).
JAKARTA KEPRIAKTUAL.COM: Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tengah menyiapkan sistem transportasi yang berkonsep higienis dan humanis dalam menghadapi masa adaptasi kebiasaan baru (new normal).

Demikian disampaikan Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi, saat menjadi keynote speaker dalam diskusi virtual bertema “Tantangan Transportasi dalam Masa Pendemi dan New Normal” yang diselenggarakan Forum Dekan Teknik Indonesia (FDTI), Sabtu (6/6).

“Dalam menghadapi adaptasi kebiasaan baru atau new normal, yang diutamakan adalah aspek kesehatan namun juga tetap memperhatikan aspek ekonomi. Untuk itu kita harus membangun transportasi yang lebih higienis, humanis, dan tentunya less contact, yang memberikan solusi dan manfaat bagi rakyat banyak,” ujar Menhub.

Lebih lanjut, Menhub menjelaskan, transportasi publik yang dahulu menjadi moda dan sarana berkumpul dan berkegiatan, saat ini harus berubah dengan mengutamakan aspek kesehatan dalam rangka mencegah penularan Covid-19.

Untuk itu, para pengguna dan penyelenggara/operator transportasi perlu beradaptasi dengan kebiasaan baru dalam bentuk prosedur atau protokol baru yang berbasis pada kesehatan dan kebersihan (higienis) serta physical distancing/jaga jarak.

“Misalnya memakai masker dalam bertransportasi dan menjaga jarak nantinya akan menjadi hal yang biasa. Ini akan menjadi budaya baru dalam bertransportasi. Namun untuk menjadi budaya baru pastinya memerlukan pemikiran yang mendasar dan sangat mendalam dari kita semua,” tutur Menhub.

Pada kesempatan itu, Menhub mengatakan, adaptasi kebiasaan baru memiliki setidaknya dua keuntungan yaitu pertama, protokol kesehatan akan menjaga Indonesia dari ancaman pandemi (berkelanjutan), dan kedua, mendukung keberlangsungan negara dari berbagai sisi dan mencegah berbagai masalah baru, seperti krisis fiskal, ketahanan pangan, dan gangguan sistem pendidikan.

“Namun tantangan dalam melakukan adaptasi kebiasaan baru di sektor transportasi pasti ada. Dalam penerapan protokol kesehatan dan physical distancing pastinya akan berimplikasi pada meningkatnya cost operasional transportasi, karena okupansi tidak 100 persen. Ini yang harus segera kita cari solusinya,” ungkap Menhub.

Menhub mengungkapkan, di satu sisi operator transportasi harus mengeluarkan dana lebih untuk mengakomodir protokol kesehatan, namun di sisi lain pendapatan mereka berkurang akibat okupansi (keterisian penumpang) yang tidak bisa 100 persen.

“Kenaikan tarif pun tidak serta merta bisa dilakukan karena akan membebankan masyarakat, sehingga perlu adanya solusi apakah Pemerintah akan menambah subsidi atau mengupayakan kebijakan lainnya,” ujar Menhub.

Untuk itu, Menhub mengungkapkan, perlu kolaborasi dan saling dukung dari para pemangku kepentingan, baik pemerintah, masyarakat, dunia usaha dan dunia industri, perguruan tinggi, maupun organisasi masyarakat.

“Tantangan itu harus kita hadapi bersama sesuai prinsip ”berat sama dipikul dan ringan sama dijinjing” sesuai dalam tradisi kegotongroyongan kita,” ujar Menhub.

Saat ini Kemenhub tengah menggandeng sejumlah universitas, yakni UGM, UI, ITB, dan ITS untuk melaksanakan sejumlah kajian yang menghasilkan policy paper dari berbagai sudut pandang sebagai bahan-bahan penyusunan kebijakan sektor transportasi menghadapi kebiasaan baru.

“Dalam kesempatan ini kami mengajak kepada seluruh perguruan tinggi untuk terus aktif memberikan masukan kepada pemerintah dan turut serta memberikan edukasi kepada masyarakat. Peran perguruan tinggi melalui kegiatan penelitian dan pengembangan sangat penting, dalam upaya memitigasi dampak Covid-19 dan kesiapan penerapan adaptasi kebiasaan baru atau new normal,” pungkas Menhub

Sebagai informasi, dengan adanya pembatasan sosial dan pergerakan penumpang pada masa pandemi Covid-19, telah berdampak pada lumpuhnya aktivitas sosial ekonomi. Walaupun, sektor transportasi masih tetap beroperasi untuk misi-misi kemanusiaan dan mempertahankan rantai pasok logistik.

Pada April 2020, menurut BPS, jumlah penumpang pesawat udara turun sangat tajam, yakni 81,7 persen, dibandingkan dengan bulan sebelumnya atau turun 85 persen dibandingkan dengan April 2019. Selain itu juga transportasi darat, laut dan kereta api juga mengalami penurunan penumpang yang signifikan.

Sebagaimana diketahui, Pemerintah tengah menyiapkan konsep tataran kebiasaan baru, yaitu suatu konsep tentang pola hidup yang mendorong adanya perubahan perilaku masyarakat dari kebiasaan lama ke kebiasaan baru yang lebih sehat, sehingga aman dari ancaman Covid-19 namun tetap bisa produktif untuk melangsungkan kegiatan ekonominya.

(BKIP Kemenhub/EN/Redaksi)


Presiden berbincang dengan Panglima TNI dan Kapolri usai berolahraga bersama di lingkungan Istana Kepresidenan Bogor, Provinsi Jawa Barat, Minggu (7/6). (Foto: BPMI).
JABAR KEPRIAKTUAL.COM: Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) siap mendukung penuh penerapan prosedur dan adaptasi kebiasaan baru di tengah masyarakat selama masa pandemi Covid-19.

Prajurit TNI dan Polri telah diturunkan di banyak tempat untuk secara persuasif dan humanis mengingatkan kepada masyarakat mengenai pentingnya protokol kesehatan untuk tetap dipatuhi.

“Prajurit (TNI dan Polri) di lapangan berinteraksi secara humanis mengajak masyarakat untuk tetap bersama-sama menjaga protokol kesehatan tersebut sehingga masyarakat bisa beraktivitas namun tetap aman dari Covid-19,” ujar Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto di Istana Kepresidenan Bogor, Provinsi Jawa Barat, Minggu (7/6) dikutip di Setkab.go.id.

Hadi menjelaskan, TNI dan Polri secara bersama-sama telah menerjunkan anggotanya di sejumlah zona merah yang terdapat pada 4 provinsi dan 25 kabupaten/kota.

Selain itu, Hadi menjelaskan bahwa prajurit TNI/Polri juga diturunkan di 102 kabupaten/kota yang merupakan zona hijau untuk senantiasa mengajak serta mengingatkan masyarakat berdisiplin menerapkan protokol kesehatan dan kenormalan baru.

Senada dengan Panglima TNI, Kapolri Jenderal Idham Azis juga menyampaikan bahwa kunci utama bagi masyarakat untuk produktif namun tetap aman dari penyebaran Covid-19 ialah berdisiplin mengikuti protokol kesehatan dan imbauan pemerintah.

Lebih lanjut, Kapolri juga menyampaikan bahwa TNI dan Polri juga akan menambah pasukannya untuk turun di 138 kabupaten/kota yang masuk ke dalam zona kuning penyebaran Covid-19.

“Saya bersama Bapak Panglima, mengimbau kepada masyarakat ayo kita bersama mendisiplinkan diri agar kita terhindar dari Covid ini karena Covid ini tidak memilih siapa yang akan menjadi sasarannya. Ini penting, pembelajaran mengenai disiplin tadi,” tuturnya.


(BPMI/EN/Redaksi)


Fhoto Bersama Pengurus Keluarga Besar ONB di Depan Rumah Keluarga Agusman Laia. 
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Keluarga besar Komunitas Ojol Nias Batam (ONB) gelar aksi sosial dikediaman Agusman Laia di Kavling Sambau Nongsa. Aksi sosial ONB tersebut berupa bentuk kepedulian terhadap warga yang kurang mampu, yang sekarang lagi terbaring akibat mengalami sakit struk.

Ketua pengurus ONB, Restu Harefa didampingi seluruh pengurus ONB mengatakan, sosial ini dilakukan berkat kepedulianya kepada warga yang kurang mampu, salah satunya Agusman Laia sebagai kepala keluarga yang mempunyai anak 3 orang, sedang sakit struk, dan tidak bisa beraktifitas (bekerja) untuk menghidupi keluarga.

Ketua Komunitas ONB Menyerahkan Bantuan Paket Sembako Kepada Istri Agusman Laia. 
"Kepedulian ini, bagaikan empati (rasa sosial) kami ONB terhadap warga yang kurang mampu. Kita berharap bapak Agusman Laia cepat sembuh dari penyakitnya. Sehingga bisa dapat beraktifitas kembali untuk menopang keluarganya," ujar Restu Harefa, Minggu (7/6-2020).

Kata Restu Harefa, Komunitas ONB ini berdiri sejak 17 November 2019, dan mempunyai 96 orang anggota. Serta ONB ini juga menjadi wadah untuk semua orang. Dan membantu warga yang kurang mampu, bukan ini saja. Kemudian komunitas ONB sudah pernah memberikan bantuan kepada warga keluarga Toni Gulo.

Istri Agusman Laia Terima Bantua Berupa Uang dari Ketua Pengurs ONB. 
"Ini udah kedua kalinya kami lakukan. Semoga bantuan yang kami berikan itu dapat bermanfaat bagi keluarga. Dan bantuan paket sembako yang kami berikan kepada keluarga Agusman Laia adalah berupa beras, indomie, minyak, gula, teh, susu, dan telor," tuturnya.

Bukan hanya disini aja, lanjut Restu Harefa, nanti kedepanya, komunitas ONB juga akan mengagendakan program ini lagi. Memberikan bantuan kepada panti asuhan dan warga yang kurang mampu. Tapi nanti ditentukan jadwalnya.

"Komunitas ONB akan terus bergerak, dan peduli kepada warga yang kurang mampu. Dan walaupun tidak seberapa bantuan kami kepada keluarga Agusman, itu sangat berarti bagi mereka. Apalagi situasi sekarang ini Covid-19. Pekerjaan kami hanya Ojol, tapi kami tetap berbagi dan peduli," tutupnya.

Agusman Laia Terbaring Ditempat Tidurnya Akibat Sakit Struk. 
Usai penyerahan sembako, komunitas ONB memberikan ucapan semangat kepada Agusman Laia, istri dan anak-anaknya. Agusman Laia juga di doakan, supaya penyakit yang dialaminya cepat sembuh, diangkat oleh Tuhan Yang Maha Kuasa.

Istri Agusman Laia, Dewi M mengucapkan banyak terimakasih kepada seluruh pengurus ONB. Semoga pengurus ONB dilindungi dari mara bahaya. Serta diberikan kesehatan kepada seluruh pengurus ONB.

"Mudahan-mudahan pengurus komunitas ONB dilindungi Tuhan Yang Maha Esa. Doa bapak-bapak terhadap suami dan keluarga saya sangat berharga buat kami. Bisa membatu kami apa adanya. Moga rezki berlimpah diberikan kepada keluarga pengurus ONB. Sekali lagi saya ucapkan terimakasih banyak buat pengurus ONB," ucapnya Dewi M meneteskan air mata.


Alfred


Plt Wali Kota Tanjungpinang, Hj Rahma. 
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Tanjungpinang, Hj Rahma mengumumkan penambahan satu pasien terkonfirmasi positif Covid-19 dinyatakan sembuh pada Minggu (7/6/2020).

“Kami sampaikan penambahan satu kasus sembuh Covid-19 Kota Tanjungpinang, sehingga sampai saat ini total pasien Covid-19 Kota Tanjungpinang yang sudah dinyatakan sembuh berjumlah 21 orang,” ujar Rahma dalam siaran pers yang diterima Swarakepri, Minggu siang.

Ia menjelaskan, pasien yang sembuh pada hari ini dengan kasus terkonfirmasi nomor 27 sebagaimana hasil pemeriksaan PCR yang diterima dari BTKL PP Batam.

“Pasien terkonfirmasi positif Covid-19 nomor 27 atas nama Ny. NU, perempuan, ibu rumah tangga, umur 29 tahun yang beralamat di jalan Sultan Machmud, Kelurahan Tanjung Unggat, Kecamatan Bukit Bestari,”ujarnya.

Rahma menguraikan, terkonfirmasi tidak memiliki riwayat perjalanan ke luar daerah ataupun luar negeri.

Tanggal 18 Mei 2020 yang bersangkutan datang ke IGD RSUD Tanjungpinang dengan keluhan demam dan sedikit sesak, oleh tim medis RSUD dikategorikan Orang Dalam Pemantauan (ODP).

“Pasien dilakukan pengambilan Swab pada tanggal 21 Mei 2020 dan PCRnya keluar pada tangal 25 Mei 2020 dengan hasil positif,”ujarnya.

Kata dia, Tim Gerak Cepat Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Tanjungpinang telah melakukan pelacakan pada seluruh kontak erat penderita baik keluarga maupun rekan terkonfirmasi.

“Hingga saat ini telah dilakukan pemeriksaan swab pada seluruh keluarga dan hasilnya negatif serta pemeriksaan rapid test lebih dari 100 sampel pada seluruh kontak sekunder dan hasilnya seluruh pemeriksaan non reaktif,”terangnya.

Rahma mengatakan, untuk mendalami riwayat yang bersangkutan tim gerak cepat tetap terus melakukan pelacakan terhadap para kontak dalam rangka memutus rantai penularan.

Berdasarkan dua kali hasil pemeriksaan negatif labor PCR pasien dinyatakan sembuh.

“Meskipun sudah dinyatakan sembuh, namun pasien harus melakukan karantina mandiri di rumah selama 14 hari ke depan,”tegasnya.

Ia menghimbau masyarakat Kota Tanjungpinang, agar mengendalikan penyebaran Covid-19, seperti Memakai masker bila di luar rumah, sesering mungkin cuci tangan memakai sabun, menjaga jarak antar orang, tidak menyentuh area muka kecuali dengan tangan yang bersih, tidak keluar rumah bagi yang demam, batuk ataupun sesak nafas.

“Senantiasa mengkonsumsi makanan bergizi seimbang, beristirahat yang cukup, berolahraga teratur sedangkan kelompok rentan khususnya penderita penyakit kronis, lansia, ibu hamil dan balita tetap berada di rumah,”lanjutnya.

“Mewajibkan karantina mandiri 14 hari bagi warga luar daerah yang masuk ke wilayah Tanjungpinang,”pungkasnya.

Redaksi/SK


Fhoto Bersama LIRA Kepri dan Batam. 
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: LIRA Kepri dan Kota Batam gelar pertemuan rutin bulanan dikantor sekretariatnya, kawasan Ruko Pelangi, Batam Center. Pertemuan tersebut terkait issu pembahasan melonjaknya pembayaran listrik yang dikelolah oleh Bright PLN Batam.

Gubernur Lumbung Informasi Rakyat Kepulauan Riau (LIRA Kepri), Budi Sudarmawan mengatakan, LIRA Kepri dan Batam hari Sabtu dan Minggu, pertama bulan, melakukan pertemuan rutin dikantor sekretariat untuk membahas program kerja LIRA kedepanya.

"Pembahasan tadi di kantor. Selain mengevaluasi pelaksanaan program kerja dijalankan selumnya. LIRA Kepri dan Batam juga membahas melonjaknya pembayaran listrik di Kota Batam ini," kata Budi Sudirmawan, Sabtu (6/6-2020).

Ini, kata Budi, menyangkut kepentingan masyarakat banyak. Sehingga LIRA Kepri dan Batam konsen dan sangat peduli dengan menyikapi masalah ini.

"Ada yang mengusulkan LIRA akan turun bersama masyarakat untuk menyampaikan aspirasi. Kemudian ada juga yang menyarankan audiensi sebagai upaya langkah kepedulian LIRA," ujarnya.

Ditambahkan Budi Sudarmawan, demo penyampaian aspirasi LIRA Kepri dan Batam adalah hal yang sering dilakukan. Saat ini masyarakat menyampaikan aspirasi, makanya perlu dikawal.

Kemudian, lanjutnya, dalam hal ini LIRA berpendapat bahwa masyarakat kadang perlu pendampingan dan perlu tenaga pendorong agar aspirasi mereka didengar. "Disinilah kami selalu hadir," ungkapnya.

"Dan pada akhirnya team sudah terbentuk, langkah penyampaian aspirasi secara marathon di gesa agar bisa segera dilaksanakan. Termasuk berkoordinasi dengan pihak Polresta Barelang terkait penyampaian aspirasi yang akan di laksanakan oleh LIRA," tuturnya Kembali.

Dalam Penutupan Rapat tersebut, tutur Budi Sudarmawan, ia selaku Gubernur LIRA Kepri juga menyampaikan bahwa LIRA tidak akan pernah berkhianat terhadap masyarakat yang selama ini turut membesarkannya.

"Bagi kami masyarakat adalah kekuatan tak tertandingi dalam setiap perjuangannya selama ini," kata Budi mengakhirnya.

Alfred



Kemenangan Bayern Munchen atas Borussia Dortmund beberapa waktu lalu memuluskan langkah anak asuh Hansi Flick meraih gelar musim ini. (Photo by Federico GAMBARINI / POOL / AFP).
KEPRIAKTUAL.COM: Bayern Munchen hanya membutuhkan sembilan poin lagi untuk memastikan gelar Liga Jerman yang ke-30 dalam sejarah klub tersebut.

Hingga pekan ke-29, Munchen mengumpulkan 67 poin atau keunggulan tujuh poin dari Borussia Dortmund yang menempati peringkat kedua di klasemen.

Dengan sisa lima pertandingan lagi, maka Dortmund maksimal hanya mampu meraih 75 poin. Sedangkan poin maksimal yang bisa diraih Munchen adalah 82.

Anak asuh Hansi Flick hanya butuh sembilan poin untuk memastikan tidak terkejar Dortmund. Dengan tambahan sembilan poin, maka Munchen akan mengoleksi 76 poin atau satu poin lebih banyak ketimbang poin maksimal Die Borussen.

Meraih sembilan poin dari lima laga sisa bukan pekerjaan enteng. Secara beruntun, Munchen harus berhadapan dengan Bayer Leverkusen, Eintracht Frankfurt, Borussia Monchengladbach, Werder Bremen, dan Freiburg.

Leverkusen, Eintracht, dan Gladbach merupakan kesebelasan-kesebelasan yang mampu menundukkan Munchen pada putaran pertama musim ini. Leverkusen dan Gladbach juga sedang membutuhkan poin untuk mengamankan tempat di zona empat besar guna mendapat tiket ke Liga Champions musim depan.

Sementara Eintracht juga membutuhkan poin tambahan untuk menghindari kejaran tim zona degradasi. Sedangkan Bremen adalah tim dengan posisi paling buruk yang akan dihadapi Bayern dan akan berupaya sekuat tenaga untuk selamat dari zona

Jika bisa meraih sembilan poin melalui tiga kemenangan saja, maka Bayern tak perlu menunggu akhir musim untuk berpesta. Seandainya Bayern terjegal oleh beberapa lawan pada laga sisa, maka gelar juara bisa ditentukan pada akhir musim dengan syarat Dortmund pun tidak terpeleset.

Sumber:CNNIndonesia



Warga Saksikan Helikopter TNI Jatuh
KEPRIAKTUAL.COM: Setelah sempat dibawa ke Rumah Sakit (RS) Suwondo, Kendal, Jawa Tengah, jenazah empat prajurit TNI yang menjadi korban jatuhnya Helikopter MI-17 dibawa ke RS Bhayangkara, Semarang, untuk kepentingan visum et repertum.

Dikutip dari CNNIndonesia.com, jenazah dibawa dengan mobil ambulans milik Polres Kendal dan Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polda Jawa Tengah. Kendaraan ini tiba di RS Bhayangkara Semarang pukul 19.45 WIB.

Begitu sampai, jenazah langsung dibawa masuk ke ruang visum oleh beberapa petugas TNI dan Dokkes Polda Jawa Tengah. Tim Dokkes Polda Jawa Tengah akan dilakukan proses identifikasi dan visum terhadap jenazah dalam kondisi luka bakar.

Empat prajurit tersebut adalah Kapten CPN Kadek, Kapten CPN Fredi, Kapten CPN Y Hendro dan Lettu CPN Wisnu.

Heli tersebut jatuh sekitar pukul 13.40 WIB di area industri, Kaliwungu, Kecamatan Kendal, Jawa Tengah. Empat orang kru meninggal dunia, dan lima lainnya mengalami luka-luka.

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Nefra Firdaus mengklaim helikopter milik TNI AD ini sebenarnya dalam kondisi baik.

"Karena saat dilaksanakan pre-flight check tidak ditemukan hal-hal menonjol," kata dia, dalam keterangan tertulisnya.

Armada tempur dengan nomor registrasi HA 5141 itu, lanjutnya, tengah menjalani misi latihan terbang endurance pertama (sebelum misi ke-2) yang juga berjalan dengan aman, di Pusat Pendidikan Penerbang AD, Semarang, sebagai bagian dari program Pendidikan Calon Perwira Penerbang 1.

Penyebab jatuhnya Helikopter MI-17 TNI AD itu masih dalam proses investigasi.

Sumber:CNN Indonesia


Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.