Kepala Perwakilan Ombudsman Kepri, Lagat Paroha Patar Siadari. (Foto: Istimewa).

BATAM KEPRIAKTUAL.COM
: Kantor Perwakilan Ombudsman Kepri membeberkan hasil investigasi tim internal Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) Batam terkait masalah pemotongan kapal Acacia Nassau berbendera Bahamas di dock Paxocean, Tanjung Uncang, Batuaji, Batam yang dilakukan oleh PT Graha Trisaka Industri (GTI) yang diageni oleh PT Pelayaran Sinar Mandiri Sejahtera (PMSM) beberapa waktu lalu.

Kepala Perwakilan Ombudsman Kepri, Lagat Paroha Patar Siadari mengatakan, ada 3 hal yang ditanyakan oleh pihaknya kepada KSOP Batam mengenai masalah tersebut.

Menjawab pertanyaan tersebut, kata dia, Kepala KSOP Batam, Mugen S. Hartoto membenarkan bahwa pemotongan kapal tersebut tidak ada izin yang dikeluarkan oleh pihaknya, karena memang izin itu hanya bisa dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjenhubla) Kementerian Perhubungan Indonesia.

"Kemudian pak Mugen juga mengaku ada kesalahan yang dilakukan oleh pihaknya sendiri karena telah dikeluarkan surat UMS No. 209 yang ditanda tangani oleh Kasi Keselamatan Berlayar KSOP Batam, yakni pak Tohara," ujarnya kepada awak media ketika menyampaikan hasil investigasi tim internal KSOP Batam di ruangan kerjanya, Selasa (16/3/2021) lalu.

Lanjut kata dia, namun karena Kepala KSOP Batam, Mugen ini baru dalam masa transisi pergantian pucuk kepemimpinan tiba-tiba terjadi permasalahan tersebut tanpa diketahui dirinya, maka dari pada itu dia meminta waktu kepada Ombudsman Kepri untuk melakukan investigasi.

"Memang permasalahan yang terjadi di PT GTI dan PT PSMS selaku pemilik kapal atau agen, serta pekerja untuk melakukan pemotongan, memang telah terbit suratnya ini (UMS No. 209) pada tanggal 22 Februari 2021 oleh Kasi Bidang Keselamatan Pelayaran KSOP Batam muncul kemudian yang menjadi masalah pada tanggal 3 Maret 2021 adanya pemberitaan dari media Kepri News dan adanya laporan dari salah satu LSM Kota Batam yang menduga adanya kegiatan pemotongan ilegal pada bagian kapal tersebut yang menimbulkan pencemaran lingkungan," bebernya

"Adapun tindak lanjutnya, menurut pak Mugen mengatakan yang mengeluarkan surat UMS No. 209 tersebut harus bertanggungjawab menyelesaikan permasalahan ini karena telah mengeluarkan surat tersebut," sambungnya.

Mengapa demikian, kata Lagat, tujuannya itu agar jangan ada lagi menaruh kapal itu (Acacia Nassau) di area tersebut (Paxocean) karena masih ada benderanya. Artinya kalau ada benderanya berarti kapal ini masih beroperasi.

"Padahal, kondisinya kan sudah menjadi skrap. Berarti penghapusan bendera kapal tersebut ketika sudah menjadi skrap," ungkapnya.

Kata dia, setelah munculnya berita masalah pemotongan kapal itu ke publik, pada tanggal 3 Maret yang baru dilakukan penghapusan bendera oleh pihak perusahaan.

Meskipun, ada hal-hal yang menjadi tangguhan kapal seperti biaya untuk berlabuh tambat di Batam dan semacamnya. Kemudian juga ada kalkulasi yang dilakukan oleh PT GTI dan PT PSMS terhadap permintaan masyarakat sekitar yang menuntut adanya ganti rugi atau kompensasi akibat adanya dugaan pencemaran.

"Jadi menurut hasil investigasi KSOP ini, sudah ada kesepakatan antara PT GTI dengan masyarakat namun tidak terlaksana karena tidak cocok harganya sehingga permasalahan ini terus di munculkan ke publik," katanya.

Selanjutnya, pada tanggal 17 Februari 2021 rapat dengar pendapat (RDP) yang pertama dilakukan oleh Komisi III DPRD Kota Batam di bidang lingkungan.

Yang dihadiri oleh PT GTI, KSOP Batam, Lurah, Camat, DLHK Kepri, dan termasuk LSM yang melaporkan permasalahan itu. Lagat juga mengatakan, pada waktu RDP di Komisi III tersebut dilakikan secara tertutup.

"Hasilnya dalam RDP tersebut mengatakan tidak ada ditemukan bukti yang akurat sebagaimana pencemaran yang dimaksud (laporan LSM) itu menurut DLHK Kepri. Untuk itu harus dilakukan uji sampling dan pengambilan sampling yang harus dilakukan oleh Badan Hukum dalam hal ini surveyor yang terdaftar," ujarnya.

Menanggapi hal ini, menurut Lagat seharusnya pihak pemerintah Kota Batam harusnya bisa berinisiatif sendiri melalui DLH Kota Batam untuk melakukan uji dan pengambilan sampling tersebut.

Karena dalam hal ini merupakan kebutuhan pemerintah dalam rangka mengantisipasi pencemaran laut yang dapat ditimbulkan.

"Seharusnya pemerintah dalam hal ini harus bisa membuktikan kepada publik atau masyarakat tanpa harus ada permintaan terlebih dahulu," tegasnya.

Bisa saja salah satu langkahnya yakni berkoordinasi langsung dengan pihak surveyor untuk mengusut dugaan pencemaran lingkungan yang dilakukan.

Kemudian berdasarkan hasil investigasi pihak KSOP Batam itu, Lagat juga menuturkan bahwa pihak PT GTI dan PY PSMS selaku pemilik dan agen kapal telah menyerahkan dokumen lingkungan berupa Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL-UPL) ke staf ahli Komisi III DPRD Kota Batam.

"Nah ini berati ada Amdalnya, Amdal pemotongan itu berarti sudah dikasih kepada staf ahli Komisi III, berarti ada barang itu, tidak mungkin kalau tidak ada tetapi dikasih kepada staf ahli Komisi III dan ini akan kita cek," kata Lagat.

Lalu, dalam RDP itu juga dikatakan ada juga bantuan dana CSR yang telah dilakukan oleh perusahaan namun tidak tepat sasaran pengelolaannya.

"Mungkin yaitu tadi bentuk kompensasi yang telah dikeluarkan perusahaan kepada masyarakat yang meminta ganti rugi itu, karena tidak ada dasar CSR (Corporate Sosial Responbility) diberikan karena baru saja kapal itu di sana selama 1 bulan. Jadi ada kompensasi yang telah diberikan kepada masyarakat tapi bahasanya CSR ya biasalah itu, namun tidak tepat sasaran," ungkapnya.

Karena dana bantuan tersebut tidak tepat sasaran, maka kata dia, LSM yang melaporkan ini belum mendapatkan dana tersebut, sehingga pihaknya menduga maka permasalahan itu diributkan kembali.

"Setelah itu, perusahaan tersebut berkomitmen untuk memberikan CSR lagi kepada masyarakat dan LSM agar tepat sasaran," jelasnya.

Sehingga, Komisi III DPRD Kota Batam menyimpulkan pada RDP waktu itu tidak cukup bukti ditemukan adanya pencemaran lingkungan, lalu di wilayah pekerjaan pemotongan kapal harus ada uji dan pengambilan sampling yang dilakukan oleh lembaga surveyor.

Selain itu, menurut Komisi III DPRD Kota Batam aktivitas pemotongan kapal tersebut adalah upaya pertumbuhan ekonomi yang harus didukung oleh semua pihak apalagi pada saat masa pandemi seperti saat ini.

"Namun, LSM tetap ngotot untuk meminta bantuan CSR kepada pihak perusahaan, sayangnya tidak disebutkan LSM mana dia dalam investigasi ini. Karena LSM itu menganggap ada kegiatan pencemaran lingkungan yang dilakukan PT GTI terhadap masyarakat setempat," katanya.

Selanjutnya, Lagat menjelaskan ada juga RDP yang dilakukan oleh Komisi I DPRD Kota Batam mengenai masalah hukum yang dilakukan oleh PT GTI dan PT PSMS.

Dalam RDP tersebut, kata Lagat, KSOP Batam mengatakan ada dugaan kerugian negara yang ditimbulkan akibat pemotongan kapal ini dalam bentuk  Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sesuai dengan PP No. 15 tahun 2016 tentang jenis dan tarif PNBP terkait skrap sebesar Rp. 50 ribu perton.

"Pihak KSOP Batam menduga ada potensi kerugian negara dalam hal PNBP yang seharusnya diambil alih oleh negara melalui KSOP. Jadi kapal yang dipotong itu pertonnya sebesar Rp. 50 ribu PNBP nya," ungkapnya.

Setelah itu, kata dia, hasil investigasi KSOP Batam ini menyebutkan pada tanggal 10 Februari 2021 atas perintah langsung Kepala KSOP yang baru, Mugen S. Hartoto untuk diterbitkan surat penghentian kegiatan pemotongan kapal tersebut supaya ditutup pada waktu itu.

Selain itu, berdasarkan hasil investigasi tersebut juga menjelaskan terkait permasalahan ini menurut Bea Cukai Batam sesuai dengan kewenangannya mereka mengatakan tidak ada kerugian negara yang ditemukan, karena skrap ini tidak untuk diekspor.

"Imigrasi juga mengaku tidak ada kerugian negara yang ditemukan pada kegiatan ini berdasarkan kewenangan mereka, Kemudian KKP juga mengatakan tidak ada kerugian negara yang ditemukan karena telah melalui prosedur," kata Lagat

Sementara, dari pihak DLHK Kepri mengatakan tidak ada bukti akurat mengenai pencemaran lingkungan yang ditimbulkan.

Lagat menilai, statment yang dikeluarkan oleh DLHK Kepri dalam investigasi tersebut membuat dirinya bingung, karena harusnya pada saat mereka turun ke lapangan pada tanggal 17 Februari 2021 dan tanggal 1 Maret 2021 mengapa tidak melakukan tindakan apapun oleh pihak DLHK Kepri.

Menurutnya, agak janggal saja statment tersebut dikeluarkan oleh lembaga negara, sementara masyarakat sekitar dan LSM Kota Batam mempermasalahkan dugaan pencemaran lingkungan tersebut.

"Mohon maaf saya mengatakan, ngapain pula mereka ke sana kalau tidak ada mengambil tindakan apapun di lokasi yang sama? agak janggal saja menurut saya apalagi mereka ini lembaga negara,

Kalau tadi mereka ngomongnya perorangan okelah masih kita terima, ini kan mereka mengeluarkan statment atas nama lembaga atau instansi,

Harusnya lakukanlah langkah-langkah yang dibutuhkan kan sudah jelas ada laporan LSM dan juga ada informasi dari pemberitaan media, bagusnya bentuk tim lalu melakukan investigasi untuk menjawab pertanyaan publik tersebut," tegas Lagat.

Selain itu, dari hasil investigasi ini juga mengatakan PT GTI dan PT PSMS menyanggupi dan setuju berapapun dana CSR yang diminta oleh masyarakat dan LSM tersebut, namun saat ini telah putus hubungan atau komunikasinya sampai sekarang.

Maka dari itu, akan dibuat kembali RDP oleh dewan karena dianggap tidak memuaskan permintaan masyarakat 

"Jadi yang kemarin ini pernah saya bilang tumben-tumbenan kok DPRD cepat kali merespon permasalahan ini, memang seperti dugaan saya memang ada unsur kepentingan di sini," ujarnya.

Tidak hanya itu, Lagat juga menilai setelah mempelajari dan membedah hasil investigasi pihak KSOP Batam, ia menyimpulkan akar dari permasalahan ini terletak pada diterbitkannya surat pengawasan pemotongan kapal oleh Kasi Keselamatan Berlayar, Tohara yang secara jelas telah melakukan pelanggaran mal administrasi.

"Dalang dari masalah ini adalah Kasi Keselamatan Berlayar, Tohara. Dia sebenarnya surat keterangan ini baru boleh diterbitkan setelah surat izin pemotongan kapal itu sudah diterbitkan 

Sementara surat ini keluar duluan sebelum surat izin pemotongan kapal dikeluarkan. Seharusnya kalau dari mekanisme sebenarnya harus mendapatkan izin dulu dari Dirjenhubla Kemenhub RI baru bisa izin pengawasan ini dikeluarkan

Jadi kalau izin pengawasan ini dikeluarkan berarti seolah-olah pemotongan kapal ini telah memenuhi syarat," pungkasnya. (Fay)


Sidak Prokes Ditempat Kerumunan

BATAM KEPRIAKTUAL.COM
: Tim gabungan kembali menggelar sidak penegakan protokol kesehatan (protkes) di sejumlah tempat usaha sekitaran Kota Batam, Sabtu (20/3/2021) malam.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batam, Salim, mengatakan tim gabungan yang diterjunkan ke lokasi terdiri dari Unit Jatanras Subdit 3 Dirkrimum Polda Kepri, Sat Sabhara Polda Kepri, Kodim, POM AD, POM AL, Kejaksaan, Satpol PP, Ditpam BP Batam, dan Bagian Hukum Setdako Batam. 

"Tim bergerak di dua Kecamatan yakni Batamkota dan Lubukbaja sejak pukul 20:00 Wib hingga 23:55 Wib," ujarnya.

Dikatakannya, untuk kronologi kegiatan, tim sebelumnya menggelar apel gabungan di depan Kantor Wali Kota Batam. Usai apel, tim langsung menuju ke Centro Cafe, sidak dilanjutkan ke Mega Legenda. 

"Di Mega Legenda, petugas mendatangi Diligh Cafe, Cocco Cafe, Point Cafe, Sugar Cafe, Sudut Cafe, dan Ayam Kremes Pak Pres," ujarnya.

Dari sejumlah lokasi itu, petugas mengamankan satu alat musik mixer dari Ayam Kremes Pak Pres. Setelah dari Mega Legenda, petugas berpindah ke Cubezon di Bida Asri 2, kemudian pada pukul 22.20 Wib mengarah ke Windsor Bar & Cafe.

"Dari sidak petugas, masih ditemukan cafe tidak menerapkan protokol kesehatan seperti tidak menjaga jarak pengunjung yang duduk, tidak dilengkapi alat cuci tangan dan ditemukan pengunjung yang tidak memakai masker," kata Salim.

Atas temuan itu, petugas telah mengimbau pengelola usaha untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan. Selain itu, petugas melayangkan teguran berupa surat pernyataan atau peringatan agar tidak mengulangi kesalahan yang sama.

"Selain imbauan, tindakan tegas kita mengamankan alat musik berupa mixer dan penyegelan atau penutupan tempat usaha Windsor Bar & Cafe karena telah melanggar prokes dan peringatan yang diberikan," pungkasnya.

(Redaksi/exp/fay)


Tersangka Cabul Anak Dibawah Umur

BATAM KEPRIAKTUAL.COM
: Tersangka Inisial AKS, laki-laki, 19 Tahun, diamankan oleh Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri atas tindak pidana persetubuhan terhadap anak dibawah umur. Hal tersebut disampaikan oleh Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Kepri AKBP Imran, SH., didampingi Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Kepri AKBP Dhani Catra Nugraha, SH, S.Ik., MH. Jumat (19/3/2021).

″Berdasarkan Laporan Polisi : LP-B/31/III/2021 SPKT-Kepri, tanggal 15 Maret 2021., Waktu dan tempat kejadian perkara sekitar Bulan November 2021 di Polaris Hotel Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam. Dengan korban seorang anak dibawah umur berinisial GP dan Tersangka Inisial AKS, laki-laki, 19 Tahun," ujar Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Kepri AKBP Imran, SH.

Kronologis, lanjutnya, kejadian berawal dari tersangka yang memfollow akun Instagram milik korban dan mengajak korban untuk berkenalan, setelah akrab berkenalan di Media Sosial tersangka selanjutnya meminta nomor WhatsApp korban untuk berkomunikasi lebih lanjut. Kemudian pada akhir Bulan November 2020 sekira pukul 10.00 wib korban dijemput oleh tersangka dengan menggunakan sepeda motor di Daerah Batam Center, dengan maksud untuk mengajak korban makan dan jalan-jalan dan didalam perjalanan tersangka menawari korban untuk makan, namun korban menolak, setelah mendengar hal tersebut tersangka langsung membawa korban ke salah satu Hotel diwilayah Pelita, Kota Batam.

″Saat sampai di Hotel tersangka melakukan check in kamar dan mengajak korban masuk ke dalam kamar dan setelah berada didalam kamar tersangka merayu korban dengan cara mencium dan memeluk korban, namun korban menolak dengan menepis tangan tersangka, pada saat itu tersangka kembali meraih tangan korban dan merayu korban. Lalu tersangka melakukan persetubuhan layaknya suami istri," jrlanya.

Kemudian, lalu pada bulan januari 2021 korban mengetahui bahwa dirinya telah hamil atas perbuatan yang dilakukan oleh tersangka, mengetahui hal tersebut tersangka menyarankan untuk menggugurkan kandungan korban, tapi tidak terlaksana dan sampai saat ini korban telah hamil Empat bulan. Modus Operandi tersangka ini adalah Meyetubuhi korban dengan cara membujuk korban dengan berjanji akan menikahi dan tidak akan meninggalkan korban.

″Selanjutnya Pada hari kamis tanggal 18 maret 2021 sekira pukul 16.00 wib Tim dari Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri mendapatkan informasi bahwa tersangka berada di Mustafa Plaza Batam Center. Mengetahui hal tersebut Tim langsung menuju ke lokasi dan ketika melihat tersangka langsung melakukan penangkapan dan membawa tersangka ke Polda Kepri untuk pemeriksaan lebih lanjut," tuturnya.

Barang Bukti yang diamankan adalah 1 Helai Dress warna hitam, 1 Helai Bra warna Hitam, 1 Helai celana dalam warna merah jambu, 1 lembar Fotocopy Akte Kelahiran atas nama korban, 1 lembar Fotocopy Ijazah atas nama korban, 1 Lembar Kwitansi berobat di RS. Elizabet, dan 1 lembar hasil USG korban.

″Atas perbuatannya tersangka dapat dikenakan Pasal 81 Ayat (2) Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2016 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang – Undang Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang – Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang - Undang. Dengan Ancaman Pidana Penjara Paling Singkat 5 Tahun Dan Paling Lama 15 Tahun Dan Denda Paling Banyak Rp. 5.000.000.000,- (Lima Milyar Rupiah)," ungkapnya.

Saat ditanyai oleh awak Media Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Kepri AKBP Dhani Catra Nugraha, SH, S.Ik., MH. Mengatakan, bahwa pada tanggal 15 Maret 2021, orang tua korban yaitu ibu nya memberikan Laporan di Polda Kepri, ibu korban menyampaikan bahwa anaknya telah hamil empat bulan akibat melakukan persetubuhan dengan Inisial AKS. Setelah anaknya Hamil empat bulan barulah kasus ini diketahui.

Tersangka ini juga mengiming-imingi bahwa ia akan bertanggung jawab dan menikahi korban apabila sikorban ini hamil atas perbuatan terlarang yang mereka lakukan akan tetapi saat orang tuanya korban mengetahui bahwa anaknya telah hamil tidak ada pertanggungjawaban dari tersangka ini″. Jelas Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Kepri AKBP Dhani Catra Nugraha, SH, S.Ik., MH.

″Dari hasil penyelidikan dan pemeriksaan bahwa tersangka ini telah melakukan hubungan layaknya suami istri sebanyak enam kali semenjak November 2020 hingga awal Maret tahun 2021 dengan iming-iming dan bujuk rayu bahwa dia akan bertanggung jawab dan akan menikahi korban, sehingga korban pun merasa hal itu tidak jadi permasalahan namun ternyata tidak sesuai dengan diharapkan, tersangka ini tidak mau bertanggung jawab sama sekali″. Tutup Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Kepri AKBP Dhani Catra Nugraha.

Humas Polda Kepri


Foto: Istimewa

TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM
: Gubernur Provinsi Kepri H Ansar Ahmad berharap dengan kedatangan keempat menteri ke Provinsi Kepri dapat mempercepat pemulihan ekonomi Kepri. Hal ini disampaikan Ansar saat menyampaikan pemaparan terkait perkembangan labuh jangkar dan rencana pembangunan Jembatan Batam Bintan dihadapan Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Menko Polhukam Mahfud MD,Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Mendag Muhammad Lutfi di Bandara Hang Nadim, Batam, Kamis (18/3).

Menurut Ansar, saat ini perkembangan terkini di wilayah Kepri seperti Perairan Pulau Nipah, Perairan Karimun, Perairan Galang, Perairan Kabil Selat Riau, Perairan Tanjung Berakit dan Perairan Batam masih berjalan baik.

"Selama Februari, untuk sementara diperoleh daerah sebesar Rp42 juta per hari atau Rp1,38 miliar. Ke depan Kepri menargetkan sebesar Rp700 juta per hari atau 255 miliar per tahun," ujar Ansar, dikutip dari situs resmi Diskominfo Kepri.

Ansar mengatakan Pemprov Kepri mendukung penuh aktivitas labuh jangkar dengan membentuk satgas dan tim. Yang pertama membentuk Tim Satgas Pengawasan Labuh Jangkar yang dikomandoi oleh Dan Guskamlabar. 

"Kemudian membentuk Tim Pengembangan Infrastruktur, Investasi dan Promosi Kawasan Labuh Jangkar. Pemprov Kepri juga akan melakukan penataan kawasan perairan," jelas Ansar 

Sementara itu, perkembangan KEK Galang Batang, Gubernur Ansar memaparkan sejumlah kendala aktivitas labuh jangkar dah diharapkan dapat dicari jalan terbaiknya.

"Di KEK Galang Batang,  perkembangan PT BAI yang terus meningkatkan investasinya dalam mendukung peningkatan pengolahan bauksit dan aluminum guna menaikkan nilai ekspor. Penambahan wilayah KEK seluas 2.500 hektar untuk mendukung infrastruktur dan kebutuhan kawasan seperti air dan listrik.," kata Ansar kembali.

Di samping itu Gubernur menyampaikan harapan masyarakat untuk dibangun Politeknik yang nantinya lulusan politeknik bisa diterima bekerja di PT BAI. Sehingga tenaga kerja lokal mampu memenuhi kekurangan yang ada.

“Kebutuhan tenaga kerja sebanyak 21 ribu orang dan saat ini baru terserap 4500 orang,” kata mantan Bupati Bintan ini.

Sementara pembukaan kawasan pariwisata masih difokuskan pada Lagoi dan Nongsa. Karena kawasan tersebut tidak berdekatan kawasan pemukiman dan masyarakat. Pembahasan terkait pembukaan kawasan pariwisata terus dilakukan, baik dengan Kementerian Pariwisata, Singapura dan pengelola.

Menanggapi hal tersebut Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menegaskan agar semua pihak mengesampingkan egosektoral demi kemajuan bangsa. Cita-cita yang akan diwujudkan sulit karena berbeda pandangan dan tujuan.

“Semua pekerjaan harus kita integrasikan guna menyatukan pendapat, pandangan dan keputusan agar capaian yang kita harapkan bisa terwujud dengan baik,” kata Luhut.

Luhut juga minta kepada KSAL untuk membantu Tim Satgas Pengawasan Labuh Jangkar dalam memantau wilayah labuh jangkar. 

"Karena itu penting dalam menjaga keamanan dan pertahanan negara bila perlu penyediaan drone atau satelit untuk memantau ini semua.

Menurut Luhut, peran dan sinergitas bersama TNI-Polri sangat diperlukan dalam menjaga pertahanan negara dan keamanan guna menjamin investasi.

“Sepanjang aturan kita buat jelas dan terintegrasi ini akan menarik buat kapal untuk labuh jangkar diwilayah kita,” kata Luhut.

Luhut juga minta kepada pengelola KEK untuk terus meyakinkan para investor dalam berinvestasi. Agar nilai ekspor meningkat dan menambah devisa bagi negara. 

Dia juga mendorong pengelola KEK untuk menggunakan gas dan solar sel dalam pengoperasional yang menjadikan nilai tambah tersendiri.

Dalam kunjungan kerja ke Kepri, bersama Luhut hadir juga Menko Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD, Menteri Perdagangan Muhamad Lutfi dan Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Dari Kepri tampak hadir Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak, Sekda Provinsi Kepri TS Arif Fadillah, Pangkogabwilhan I Laksdya I Nyoman Gede Ariawan, Pangkoarmada I Laksda TNI Abdul Rasyid, Pangdam I/BB Mayjen TNI Hasanuddin, Kapolda Kepri Irjen Pol Aris Budiman, Kajati Kepri Hari Setiyono, Danrem 033/WP Brigjen TNI Jimmy Ramoz Manalu, Danlantamal IV Tanjungpinang Laksma TNI Indarto Budiarto, Danguskamlabar Laksma TNI Yayan Sofian, Kabinda Kepri Brigjen Pol RC Gumay, Danlanud RHF Kolonel Pnb Andi Wijanarko, Ka Zona Barat Kamla Laskma TNI Hadi Pranoto dan Walikota Batam ex oficio Kepala BP Batam Muhammad Rudi.

Redaksi



Gubernur Kepri Sambut Kedangan Empat Menteri ke Kepri

TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM
: Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan  bersama Menko Polhukam Mahfud MD, Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengunjungi kota Batam Provinsi Kepri, Kamis (18/3).

Kedatangan para menteri ini di Kepri secara langsung di sambut Gubernur Provinsi Kepri H Ansar Ahmad bersama Pangkogabwilhan I, Kapolda Kepri Irjen Pol Aris Budiman, Kajati Kepri Hari Setiyono, Sekdaprov H TS Arif Fadillah, dan Kepala BP Batam H Muhammad Rudi.

Kedatangan para menteri di kota Batam ini untuk menghadiri beberapa agenda mulai daripemaparan  Gubernur Ansar tentang labuh jangkar, investasi dan reaktivasi pariwisata Kepri. 

Usai pemaparan, dilanjutan diskusi dengan para Menteri. 

Gubernur Ansar kemudian mendampingi MenterinLuhut, Mahfud dan Muhammad Lutfi meninjau Karang Singa, pasaing di area Lego Jangkar Kabil & Batu Ampar dan Kapal Super tangker. Peninjauan ini menggunakan helikopter.

Usai meninjau dilanjutkan dengan agenda peluncuran Batam Logistic Ecosystem di BP Batam. Usai dari BP Batam, Menko Luhut bersama para menteri dan Gubernur Ansar meninjau  PT BSSTEC di Jembatan 2 Barelang. 

Sebelum kembali ke Jakarta, Menko Luhut, dan para Menteri meninjau Rencana Lokasi Jembatan Batam - Bintan.

Sumber: Diskominfo Kepri



Foto: Istimewa

TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM
: Mahkamah Konstitusi menolak gugatan Calon Bupati dan Wakil Bupati Karimun Nomor 2, Iskandarsyah-Anwar Abubakar dalam persidangan yang digelar secara daring.

Menanggapi keputusan MK tersebut, Iskandarsyah, yang dihubungi dari Tanjungpinang, Kamis (18/03), menegaskan,  pihaknya sudah berupaya meyakinkan Majelis Hakim MK dalam persidangan terkait dugaan kecurangan yang terjadi dalam Pilkada Karimun 2020.

Namun keputusan hakim berbeda dengan keinginan tim relawan dan sebagian masyarakat Karimun yang mencoblos pasangan Iskandarsyah-Anwar.

Pasangan Bersama Iskandarsyah-Anwar (BERSINAR) menerima keputusan majelis hakim tersebut, meski berat. 

Iskandar pun meminta maaf kepada masyarakat Karimun yang hingga sekarang tetap setia memberi dukungan moril kepadanya dan kepada Anwar. 

"Ini adalah bagian akhir dari perjuangan untuk mendapatkan keadilan dari proses pilkada. Kami sudah berjuang maksimal, ikhtiar dan berdoa. Kami yakin ada hikmah di balik takdir Allah ini," ucapnya.

Iskandarsyah pun sudah menghubungi Aunur Rafiq, Calon Bupati Karimun Nomor 1 yang berpasangan dengan Anwar Hasyim. "Saya sudah mengucapkan selamat kepada Pak Aunur Rafiq," tuturnya.

Berdasarkan data, KPU Karimun telah menetapkan suara yang diperoleh pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Karimun, Aunur Rafiq-Anwar Abubakar sebanyak 54.519 suara, sedangkan Iskandarsyah-Anwar  54.433 suara, selisih 86 suara.

Iskandarsyah-Anwar mempersoalkan sejumlah TPS yang jumlah pemilih dari kelompok disabilitasnya bertambah dalam jumlah yang tidak wajar. Selain itu, BERSINAR juga menduga penggunaan anggaran daerah untuk kepentingan politik pilkada, penambahan jumlah pemilih di TPS dekat kediaman Aunur Rafiq yang cukup signifikan, dan keterlibatan berbagai pihak di pemerintahan dan penyelenggara pemilu yang melanggar ketentuan yang berlaku.

Namun Majelis Hakim dalam sidang putusan yang dipimpin Anwar Usman, menyatakan BERSINAR tidak dapat menunjukkan fakta bahwa pemilih dari kelompok disabilitas mengubah jumlah perolehan suara yang merugikan pasangan itu. Sembilan hakim MK pun menolak gugatan BERSINAR.

Sumber: Diskominfo Kepri


Panglima TNI dan Kapolri Tinjau Vaksinasi Covid-19 Personil (Foto: Istimewa).

JAKARTA KEPRIAKTUAL.COM: Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau proses vaksinasi terhadap personel TNI-Polri di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (18/3/2021). 

Kapolri Listyo Sigit mengatakan, vaksinasi dilakukan dalam rangka menpersiapkan persolen TNI-Polri melakukan pengamanan Hari Raya Idul Fitri. 

“Vaksinasi terhadap personel TNI-Polri ini di persiapkan untuk  pengamanan dan menghadapi Hari Raya Idul Fitri,” kata Kapolri dalam keterangan tertulisnya. 

Sigit mengingatkan, meskipun telah mendapat vaksin, personel TNI-Polri harus tetap menjalankan protokol kesehatan dengan menerapkan 5M. 

Sementara Panglima menegaskan, vaksinasi terhadap personel TNI-Polri serta masyarakat ini sebagai bentuk mensukseskan program pemerintah dalam melaksanakan Vaksinasi yang bertujuan untuk membangun dan menumbuhkan ekonomi di Indonesia. 

“Tujuan pemerintah vaksinasi merata ini, untuk membangun dan menumbuhkan ekonomi di Indonesia,” tutur Panglima. 

Provinsi Jawa Tengah merupakan sentra arus mudik Lebaran. Dalam vaksinasi ini, sebanyak 1.774 personel TNI-Polri telah mendapatkan vaksin sedangkan untuk Tenaga medis sebanyak 93 orang dan 50 peserta lansia.

Dalam kunjungannya, Panglima TNI dan Kapolri didampingi Gubenur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Kapolda Jateng Irjen Ahmad Luthfi, Pangdam IV Dipenogoro, Mayjen TNI Rudianto, Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Argo Yuwono dan Kadiv Propam Mabes Polri Irjen Ferdy Sambo.

Redaksi


    Pimpinan RDPU Komisi I DPRD Kota Batam, Budi Mardiyanto dan Utusan Sarumaha.

BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Ketua Komisi I DPRD Kota Batam, Budi Mardiyanto mengatakan, Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) hari ini, untuk mempertegas, mempertanyakan apa yang sudah dibicarakan dalam rapat sebelumnya.

Rapat kemarin, kita sudah membuka tabir bahwasannya kegiatan yang dilakukan oleh PT Graha Trisaka Industri (GTI) terkait dengan pemotongan kapal Acacia Nassau memang tidak berizin. Hari inilah kita pertegas kepada pihak perusahaan dan pihak.

"Rapat kemarin kita sudah membuka tabir. Hari ini juga kita sudah mendengarkan, bahwa satu izin pun tidak terpenuhi. Baik dari KSOP, BP Batam dan juga Bea Cukai. Jadi memang perusahaan itu betul-betul mengindahkan yang namanya aturan. Ini sangat membahayakan Kota Batam. Kalau yang namanya investasi suka-sukanya, ini tidak boleh. Negara kita ini negara hukum, negara yang ada aturannya," kata Budi saat memimpin RDPU terkait perizinan pemotongan Kapal Acacia di Docking Galangan Pax Ocean, PT. GTI, Kamis (18/03/2021).

Lanjut Budi, pihaknya tidak pernah menutup siapa saja yang mau berinvestasi di Batam, justru sebaliknya. Pihaknya membuka selebar-lebarnya untuk investasi. Namun, harus mengikuti aturan. Tujuannya adalah untuk melindungi hak-hak negara.

"Kan aturan itu dibuat untuk melindungi hak-hak negara supaya investasi itu tertib dengan aturan," ungkapnya.

Masih kata Budi, seandainya ada instansi pemerintah yang dalam mengeluarkan perizinan mempersulit pelaku investasi, pihaknya di DPRD Kota Batam dengan tugas dan tanggung jawab yang dimiliki, akan memudahkan perizinan itu.

"Melalui kewenangan yang dimiliki, kami akan mempermudah investor untuk melakukan investasi di Kota Batam ini," tegasnya.

Lanjutnya, seharusnya dengan kewenangan yang telah didelegasikan oleh Kementerian Perdagangan kepada BP Batam, semestinya tidak ada lagi keluhan investor untuk berinvestasi di Batam.

"Pertanyaannya, kenapa kemudahan itu tidak di penuhi oleh pengusaha? Ini sangat berbahaya untuk dunia investasi di Batam," jelasnya.

Maka dari itu, langkah selanjutnya yang akan dilakukan pihaknya bersama-sama dengan instansi terkait lainnya adalah mendatangi kembali lokasi PT. GTI. 

Pihaknya ingin memastikan dan melihat kembali kondisi terakhir dari kapal tersebut. Karena, jika dilihat secara fisik kapal Acacia itu sudah berubah bentuknya.

"Nanti setelah kita sudah meninjau kelokasi. Kita akan melaporkan hal ini ke pusat. Dan terkait ketidakhadiran pimpinan PT. GTI, kita sangat kecewa," ujarnya.

Dalam rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua Komisi I DPRD Batam, Budi Mardiyanto didampingi Wakil Ketua, Harmidi Umar Husein serta dihadiri anggota dewan diantaranya, Utusan Sarumaha, Tan A Tie, Erikson Pasaribu, M Fadli dan juga Jimmy Nababan.

Alfred



Penyambutan Menkomarves RI oleh Danlantamal IV.

BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut IV (Danlatamal IV)  Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI Indarto Budiarto, S.E., M.Han., bersama Gubernur Provinsi Kepri Ansar Ahmad, S.E., M.M., Pangdam I/BB Mayor Jenderal TNI Hasanudin, S.I.P., M.M., Panglima Koarmada I Laksamana Muda TNI Abdul Rasyid K, S.E., M.M., Unsur Pimpinan FKPD Provinsi Kepri dan unsur Kementrian terkait sambut kedatangan Meteri Koordinator Maritim dan Investasi RI (Menkomarves RI) Letnan Jendral TNI Purnawirawan Luhut Binsar Panjaitandi Ruang VIP Bandara Hang Nadim Batam Kepri, Kamis pagi (18/3/2021).

Kedatangannya bersama Menko Polhukam Prof.Dr.MuhammadMahfud MD, S.H., S.U., M.I.P., Kepala Staf Angkatan Laut Laksaman TNI Yudo Margono, S.E., M.M., serta instasi terkait menggunakan pesawat Boing 737 milik TNI Angkatan Udara.

Setibanya di Batam Menko Marves, Menko Polhukam, Menteri Perdagangan, Kasal, Gubernur Provinsi Kepri, menggunakan pesawat Helly milik TNI Angkatan Laut meninjau Karang Singa, passing di area lego jangkar Kabil dan Batu Ampar dan kapal super tanker.

Setelah itu melanjutkan kegiatan Launching Batam Logistik Ecosystem di kantor BP Batam yang dihadiri oleh Menteri Keuangan, launching tersebut ditandai dengan penekanan tombol oleh keempat menteri RI.

Tidak hanya itu tiga menteri tersebut mengunjungi pabrik pengolahan limbah Batam Slop and Sludge Treatmen Center (BSSTEC) di Jembatan II Batam, dimana peresmian pabrik tersebut ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Menko Marves.

Kegiatan diakhiri dengan peninjauan titik awal  jembatan Batam – Bintan Landing Point Batam yang berlokasi di Jl. Patimura Kabil Batam.

Dalam sambutannya pada acara Launching Batam Logistik Menko Marves mengatakan, Launching Batam Logistik ini nantinya harus betul-betul oleh semua instasi terkait terkolaborasi sehingga dapat berjalan dengan bagus.

Menko Marves RI juga menambahkan, kita jangan mau dilecehkan oleh bangsa lain, untuk itu aparat penegak hukum dilaut terintegrasi, semua wajib menggunakan AIS sehingga dapat dimonitor kapal-kapal yang lego jangkar.

“Saya berharap kita bekerjasama dengan bagus, saya titip kepada Gubernur, Bupati dan Walikota, segala proses perizinan jangan dipersulit, kalau bisa selesai kemaren segera diselesaikan,” pungkasnya.

(@dispen-lantamal iv)



Kata Sambutan Wakil Gubernur Kepri. Hj. Marlin Agustina. 

KARIMUN KEPRIAKTUAL.COM: Penutupan Seleksi Tilawatil Qur'an (STQ) Ke XIII tingkat Kabupaten Karimun resmi di tutup Wakil Gubernur Ibu Hj. Marlin Agustina, serta di dampingi Bupati Karimun H. Aunur Rafiq, Kamis (18/4/2021).

Hadir dalam penutupan STQ tersebut  Bupati Karimun, Dr. H. Aunur Rafiq, S.Sos, M.Si, beserta Ibu, didampingi diantaranya, Ketua DPRD Kabupaten Karimun, M. Yusuf Sirat MY., beserta Anggota, FKPD Karimun, Sekda Kabupaten Karimun, Dr. H. Muhd. Firmansyah, M. Si, Para Asisten, Kepala OPD, Kabag Serta Camat se-Kabupaten Karimun.

Dalam laporannya Sekda Kabupaten Karimun, Dr. H. Muhd. Firmansyah dan juga selaku Ketua Umum Panitia Pengarah STQ Tingkat Kabupaten Karimun Ke XIII menucapkan,  terimakasih kepada Bupati Karimun yang telah memberikan petunjuk dan arahan sehingga acara ini berjalan lancar dan sukses.

"Ucapan terimakasih juga kepada Wakil Bupati Karimun selaku Ketua LPTQ Kabupaten Karimun, dan juga tak lupa kami ucapkan terimakasih kepada Camat Kundur selaku tuan rumah dan juga selaku Ketua Panitia Pelaksana STQ Kabupaten Karimun ke XIII ini dengan sukses dan lancar, dan ucapan terimakasih juga kepada Dewan Hakim Kafilah STQ," ujarnya. 

Foto Bersama Penutupan STQ ke XIII se-Kabupaten Karimun. 

Sekda Karimun Muhd. FirmanSyah juga menyampaikan, bahwa selama penyelenggaraan STQ di Kecamatan Kundur ini panitia menerapkan Protokol Kesehatan pencegahan COVID-19 dengan sangat baik untuk semua komponen yang terlibat.

Selanjutnya Bupati Karimun, Dr. H. Aunur Rafiq mengatakan, dari STQ ini, bisa mengambil satu makna, tidak hanya kita melaksanakan pertandingan dengan membaca Al-Quran, tetapi lebih sekedar itu kita mengamalkan kandung-kandungan Al-Quran itu dalam kehidupan kita sehari-sehari. 

"Alqur’an memiliki fungsi penting sebagai reverensi menghadapi dinamika kehidupan sekaligus inspirasi mewujudkan kehidupan yang lebih baik. Oleh karenanya, dibutuhkan upaya-upaya untuk meneruskan tradisi kecintaan terhadap Al Qur’an dalam kehidupan sehari-hari, dari generasi ke generasi," kata Rafiq. 

Oleh karena itu, diharapkan kepada segenap peserta agar terus dapat menempatkan diri, memegang peranan sebagai pelopor bagi meneruskan upaya bersama dalam mengentaskan buta aksara Al Qur’an dilingkungannya.

"Diharapkan pula focus kebijakan strategis kepada Pemerintah Daerah untuk terus berupaya menggiatkan berbagai kegiatan pembinaan Al Qur’an, melalui perhatian terhadap para guru mengaji, memanfaatkan berbagai fasilitas dengan kegiatan kajian-kajian agama," tuturnya. 

Selanjutnya, dalam kata sambutan Wakil Gubernur Kepri, Hj. Marlin Agustina mengucapkan, selamat kapada peserta berbagai jenis tingkatan yang mendapatkan juara dan juga kapada yang belum berkesempatan jangan berputus asa.

Covid-19 memeberikan efek yang sangat berpengaruh kepada Pemerintah Provinsi maupun Kabupaten/Kota untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan sehingga setiap pelaksanaan kegiatan-kegiatan sering kali di laksanakan secara sederhana.

"Namun yang tidak kalah pentingnya dari itu semua uapaya pendalaman pemahaman dan pengembangan isi kandungan Al-Quran yang mampu mengimplementasikan untuk kebaikan kita kedepan baik kehidupan sosial keagamaan maupun kehidupan sosial bermasyarakat," ujar Hj. Marlin Agustina

Menurut Hj. Marlin Agustina kegiatan STQ/MTQ merupakan aset kita bersama dalam menciptakan akhlakulkharimah menuju terusnya Kepualauan Riau yang aman damai adil dan sejahtera yang di landasai iman dan taqwa kepada Tuhan yang Maha Esa.

"Berakhirnya STQ ini bukan berarti kita sudah selesai akan tetapi kita masih harus mempersiapkan event STQ di tingkat Provinsi," imbuh Hj. Marlin sebelum menutup acara STQ. 

Hadir dalam acara penutupan STQ, Wakil Gubernur Kepualauan Riau, Hj. Marlin Agustina, didampingi," Angota DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Sekda Provinsi Kepualauan Riau, Dr. HTS. Arif Fadillah, M.Si., dan OPD provinsi Kepulauan Riau Turut serta Ketua MUI Provinsi dan Rombongan. 

Yahya


Foto Bersama BNPT. 

TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Untuk meningkatkan daya tangkal masyarakat terhadap ancaman penyebaran ideologi radikal terorisme, pejabat Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) menggelar audiensi dengan Pemprov Kepri, Korem, dan Kabinda Kepri.

Audiensi Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat BNPT Moch. Chairil Anwar ini diawali dengan bersilaturahmi ke Kesbangpol Pemprov Kepri pada Rabu (17/3/2021) pagi. Rombongan Subdit Pemberdayaan Masyarakat BNPT juga didampingi pengurus Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Kepri.

Rombongan Chairil Anwar disambut oleh Kabid Ketahanan Ekonomi Kesbangprov Kepri Risna Sasmita dan Kabid Ideologi dan Wawasan Kebangsaan Ria Wina.

Risna Sasmita yang memimpin pertemuan dengan pejabat BNPT menyampaikan permohonan maaf Kepala Badan Kesbang Provinsi Kepri Lamidi tidak bisa hadir karena saat bersamaan sedang berada di Karimun mendampingi Gubernur Kepri menghadiri Musrenbang.

Risna Sasmita juga mengapresiasi peran BNPT dan FKPT yang terus mengedukasi masyarakat dengan berbagai programnya yang dijalankan oleh FKPT Kepri secara berkala.
Risna Sasmita juga berharap kepada pejabat BNPT agar kepengurusan FKPT tidak hanya sampai tingkat provinsi tapi juga dibentuk hingga kabupaten dan kota agar edukasi tentang pencegahan terorisme dan radikalisme bisa lebih masif.

Chairil Anwar selaku pejabat BNPT menyebutkan kunjungannya bersama tim ke Kepri sebagai upaya mempererat koordinasi dengan instansi pemerintahan termasuk dengan TNI dan Polri.

"Saat ini sudah ada 32 FKPT di tingkat provinsi di Indonesia. Yang belum terbentuk di Papua dan Papua Barat. FKPT merupakan perpanjangan tangan BNPT dalam menjalankan program edukasi kepada masyarakat dan ini dilakukan berkesinambungan," sebut Chairil Anwar.

Menurutnya, teroris bisa terjadi kapan saja bahkan, di Kepri ada pejabat yang bekerja di BUMN dengan posisi direktur terpapar terorisme hingga berangkat ke Suria. "Saat ini dia dan keluarganya sudah dalam pembinaan BNPT," ucap Chairil Anwar.

Chairil Anwar menyebutkan seluruh pengurus FKPT merupakan orang-orang pilihan yang sudah dibekali pengetahuan dan pelatihan tentang mengedukasi masyarakat agar tidak terpapar dengan terorisme dan radikalisme.

"Pengurus FKPT dari ketua hingga ke para kepala bidangnya, mampu memberikan materi khususnya untuk anak-anak sekolah dan mahasiswa. Serta bisa memberikan pembekalan kepada pelajar dan mahasiswa untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat dan meningkatkan kreativitas pelajar dan mahasiswa," sebutnya.

Selain itu, sambungnya FKPT memiliki bertugas untuk menggugah kesadaran masyarakat melawan ancaman terorisme di daerah secara berkelanjutan, terukur dan sesuai dengan kearifan lokal.

"Keterlibatan FKPT dalam mencegah paham radikal terorisme di daerah sangatlah penting. FKPT memiliki tugas juga untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat akan bahaya penyebaran ideologi radikalisme dan terorisme. Tugas ini tidaklah hanya menjadi tanggungjawab BNPT sendiri namun harus didukung oleh seluruh elemen masyarakat," ungkap Chairil.

Chairil Anwar juga mengapresiasi lembaga-lembaga pemerintah dan swasta yang melibatkan FKPT sebagai narasumber dalam mengedukasi masyarakat khususnya untuk terus menguatkan masyarakat dalam menghadapi ancaman radikalisme dan terorisme.

Ketua FKPT Kepri Dr Fauzi menyebut, saat ini sudah ada beberapa kampus dan sekolah yang memahami pentingnya edukasi pencegahan teroris dan radikalisme.

"Hal ini terlihat dari beberapa kampus dan sekolah mengundang FKPT sebagai narasumber seminar dan pertemuan-pertemuan untuk memberikan materi seputar radikalisme dan terorisme dan cara-cara mengatasinya," sebut Fauzi. 

Audiensi dengan Kesbangpol dan Korem serta itu dihadiri sejumlah pengurus FKPT Kepri seperti Sekretaris FKPT Apri Kabid Pemuda Eko Sumbarjadi, Kabid Agama Candra serta Kabid Media, Hukum dan Humas Zakmi serta beberapa pengurus FKPT lain. ***


Musyawarah Pembentukan Tim Posko Desa dan Pokja pendataan covid-19

NATUNA KEPRIAKTUAL.COM: Bhabinkamtibmas Polsek Bunguran Timur Desa Sepempang Kecamatan Bunguran Timur, Brigadir Zamri menghadiri kegiatan musyawarah Pembentukan Tim Posko Desa dan Pokja pendataan covid -19 di Ruang Rapat Gedung Satu atap BPD Desa Sepempang Kecamatan Bunguran Timur Kabupaten Natuna, Kamis (18/3/2021).

berdasarkan dari hasil Musyawarah Pembentukan Tim Posko Desa dan Pokja pendataan covid 19 di Desa Sepempang Dalam Pembentukan Tim sebagai berikut, Penanggung jawab Ketua: 

Kepala Desa Sepempang, Muhammad Delan
Wakil: Ketua  BPD (Muhammad Salihin), Tim Pencegahan: aparatur, Dusun dan lembaga masyarakat Desa Sepempang, Tim penanganan: RT, RW, Dokter dan Tim Kesehatan, Tim pembinaan: RT, RW, Linmas, dan tokoh Masyarakat, Tim Pendukung 
Sekretaris Desa dan perangkat Desa Sepempang.
 
Dalam kegiatan tersebut, Brigadir Zamri 
menghimbau kepada masyarakat untuk tidak membakar Hutan dan Lahan guna mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

"Saya juga menghimbau kepada masyarakat  untuk selalu menjaga lingkungan sekitar rumah dengan tidak membakar sampah sembarangan yang dapat menimbulkan terjadinya kebakaran," ungkapnya. 

Ia juga beharap kepada masyarakat untuk dapat bekerja sama dengan pemerintah dalam hal menangani pencegahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan. 

"Dan saya juga berharap kepada masyarakat jika melihat adanya kebakaran segera melaporkan kepada kantor Kepolisian terdekat," paparnya. 

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Desa Sepempang, Muhammad Delan, Ketua BPD Desa Sepempang, M.Salihin, Pendamping Kabupaten, Wahyudi, Tokoh masyarakat,  ketua Rt, Rw, Kader Kesehatan Desa Sepempang,Dusun dan Linmas.


(IK)


Foto Bersama Bhabinkamtibmas  Polsek Bunguran Timur. 

NATUNA KEPRIAKTUAL.COM: Sebanyak 25 Sekolah Dasar di 4 Kecamatan, Kecamatan Bunguran Timur, Kecamatan Bunguran Timur Laut, Kecamatan Bunguran Tengah dan Kecamatan Bunguran Selatan mengikuti Perlombaan Da'i Cilik Bhabinkamtibmas Polsek Bunguran Timur. 

Kegiatan dengan Tema "Menuju Polri Presisi pererat kemajemukan Bangsa Dalam Taqwa Sambut Ramadhan," ini, yang berlangsung di Gedung Sri Srindit di buka langsung oleh, Bupati Natuna, Abdul Hamid Rizal, Rabu (17/3/2021).

Hadir dalam kegiatan tersebut, Pimpinan Forum Koordinasi Perangkat Daerah, Ketua MUI Natuna, Mustafa Sos, Camat Bunguran Timur, Camat Bunguran Tengah dan Camat  Bunguran Timur Laut.

Bupati Natuna Drs. H. Abdul Hamid Rizal M.Si dalam kata sambutan menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya khususnya bagi para personil bhabinkamtibmas yang telah menuangkan bhakti dalam fungsinya, menjagi bagian yang tidak terpisahkan dalam tatanan sosial masyarakat, namun menjadi urat nadi terjaganya kamtibmas dalam tatanan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

"Selanjutnya, saya juga merasa bahwa kegiatan ini memiliki makna penting, diantaranya sebagai media persuasif, jembatan komunikasi dan kebersamaan melalui wadah pembinaan, motivasi dan prestasi," ujarnya. 

Sementara itu, Kapolres Natuna AKBP Ike Krisnadian, S.I.K., M.Si dalam kesempatan ini mengatakan bahwa pada hari ini Polres Natuna melalui Bhabinkamtibmas mewujudkan implementasi kemitraan yang berkesinambungan dengan dilaksanakannya lomba dakwah atau da’i cilik yang diikuti oleh 25 sekolah dasar di 4 kecamatan yakni Kecamatan Bunguran Timur Kecamatan Bunguran Timur Laut, Kecamatan Bunguran Tengah dan Kecamatan Bunguran Selatan.

"dan ini merupakan program bapak Kapolri, agar insan Polri senantiasa menjadi pribadi yang humanis di tengah masyarakat, harus mampu menjadi role model atau contoh yang baik dan bisa menjadi teladan serta semangat untuk masyarakat," ungkapnya. 

"Harapan kami dengan terlaksananya kegiatan ini, untuk dapat terus dekat dan bersama dengan masyarakat, membangun kemitraan dalam menciptakan situasi yang aman dan nyaman di Kabupaten Natuna yang tercinta ini," tambahnya. 

Tentunya kegiatan ini bisa terlaksana dengan baik karena adanya dukungan dari Pemerintah Daerah, jajaran TNI dan seluruh lapisan masyarakat di kabupaten Natuna yang tangguh dan berakhlak sebagai generasi penerus bangsa.

Dalam kesempatakn ini Ia juga memberikan santunan kepada anak Yatim.

Kegiatan dilaksanakan dengan tetap menerapkan Protokol Kesehatan Covid-19, Adapun Da'i Cilik perwakilan dari berbagai sekolah sebanyak 10 Orang dan akan dilanjutkan kembali pada Hari Kamis, 18 Maret 2021 Pada Pukul 08.00 Wib.

(IK)


Foto: Istimewa.

TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM
: Provinsi Kepulauan Riau menjadi destinasi yang menjanjikan, berada peringkat 7, sebagai destinasi investasi industri teknologi digital di Indonesia. yang menjadi daerah dengan ekosistem digital paling menjanjikan di Indonesia. Kenyataan ini merupakan hasil studi yang dilakukan oleh perusahaan modal ventura asal Indonesia, East Ventures. Demikian disampaikan oleh Kepala Dinas Kominfo Provinsi  Kepulauan Riau, Zulhendri, melalui Kepala Bidang Pengelolaan Komunikasi Publik, Iskandar Zulkarnaen Nasution, Selasa (16/3).

Iskandar mengutip Hasil studi East Ventures Digital Competitiveness Index (EV-DCI) 2021 yang menunjukkan  Provinsi Kepri, mencatatkan peningkatan skor secara signifikan, bahkan menembus dominasi provinsi-provinsi dari Jawa.  Kepulauan Riau naik ke peringkat ketujuh dengan peningkatan skor dari 35,9 menjadi 43,0 pada tahun ini. Di Provinsi Kepri ditemukan semakin banyak penduduk yang bergantung pada internet dalam pekerjaan atau menjalankan usahanya. 

"Peringkat ini tepat di bawah Yogyakarta yang selama ini dikenal sebagai pusat talenta teknologi di Tanah Air," ujar Iskandar Zulkarnaen.

Kajian ini menyimpulkan adanya pengaruh dari  faktor kedekatan Kepulauan Riau  dengan Singapura, menjadikan Provinsi Kepulauan Riau ini sebagai tujuan investasi digital. Ada pula beberapa kerja sama antara Indonesia dan Singapura dalam bentuk proyek seperti Nongsa Digital Park. Dan juga suksesnya pembangunan jaringan fiber optik, Palapa Ring Barat, yang berhasil membuat banyak desa dan pulau telah mendapat jaringan 3G dan 4G.

“[Indeks menunjukkan] daya saing digital antarprovinsi di Indonesia cenderung didominasi oleh provinsi di pulau Jawa diikuti oleh Sumatera dan Kalimantan. Provinsi di bagian timur negara cenderung mendapat skor terendah,” tambah Iskandar seraya mengutip laporan itu. Laporan itu juga menyebut bahwa pertumbuhan ini konsisten sepanjang 2020 dan 2021.

Dalam laporan tersebut, posisi tiga teratas masih didominasi oleh DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur –posisi yang tetap konsisten sejak laporan edisi sebelumnya pada tahun 2020.

East Ventures menjelaskan ada enam faktor yang mereka pertimbangkan dalam menentukan daya saing digital suatu provinsi: Sumber daya manusia, penggunaan TIK, belanja TIK, kewirausahaan dan produktivitas, tenaga kerja, infrastruktur, pendanaan, peraturan, dan kapasitas pemerintah.

 "Kepulauan Riau mendapat nilai tertinggi terutama dalam faktor sumber daya manusia serta kewirausahaan dan produktivitas," terang Iskandar dengan masih membaca hasil Laporan tersebut.

Gambaran besar menurut laporan tersebut menyatakan bahwa indeks daya saing digital Indonesia meningkat dari 27,9 pada tahun 2020 menjadi 32 pada 2021. Hal ini menunjukkan distribusi peluang yang lebih merata di provinsi-provinsi.

Sumber: Diskominfo Kepri



Foto: Istimewa

TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM
: Satuan Tugas Penanganan COVID-19  Provinsi Kepulauan Riau mencatat  sebanyak 16035 orang atau 90,7 persen Sumber Daya Manusia (SDM) kesehatan telah menjalani vaksinasi dosis pertama.

Dikutip dari situs Diskominfo Kepri, Ketua Harian Satgas Penanganan COVID-19 Kepri Tengku Said Arif Fadillah, di Tanjungpinang, Selasa (16/03), mengatakan, SDM kesehatan di wilayah tersebut yang sudah menjalani vaksinasi dosis pertama tersebar di Tanjungpinang sebanyak 2595 orang, Batam 7418 orang, Bintan 1395 orang, Karimun 1739 orang, Anambas 780 orang, Natuna 1096 orang, dan Lingga 1012 orang.

Sementara SDM kesehatan di Kepri yang sudah divaksinasi dosis kedua mencapai 14345 orang atau 89,5 persen, yang terdiri dari Tanjungpinang sebanyak 2509 orang, Batam 6185 orang, Bintan 1312 orang, Karimun 1647 orang, Anambas 744 orang, Natuna 998 orang, dan Lingga sebanyak 950 orang.

"Mudah-mudahan program ini berjalan lancar dan mendapat dukungan seluruh pihak untuk mencegah penularan COVID-19," ucapnya, yang juga Sekda Kepri.

Arif menjelaskan jumlah orang lanjut usia di Tanjungpinang yang sudah disuntik vaksin dosis pertama mencapai 2587 orang, sementara di Batam 23 orang. Orang lanjut usia di Karimun, Lingga, Natuna, Kepulauan Anambas dan Bintan belum disuntik vaksin.

Jumlah petugas publik yang sudah disuntik vaksin dosis pertama 10751 orang atau 97,3 persen, terdiri dari Tanjungpinang 2653 orang, Batam 5208 orang, Bintan 868 orang, Karimun 1121 orang,  Anambas 161 orang, Natuna 248 orang, dan Lingga sebanyak 492 orang.

Sementara petugas publik di Tanjungpinang yang sudah menjalani vaksin dosis kedua sebanyak 320 orang, dan Batam 11 orang.

Redaksi






Gubernur Kepri Ansar Ahmad Saat Zoom Meeting Melalui Video Confrence. (Foto: Istimewa)

BATAM KEPRIAKTUAL.COM
: Upaya percepatan peningkatan kesetaraan gender dan peranan perempuan dalam pembangunan di Kepulauan Riau bukan persoalan yang mudah. Posisi geografis Kepulauan Riau yang terdiri dari 2048 pulau merupakan sebuah tantangan tersendiri dalam upaya percepatan peningkatan kesetaraan gender. 

Demikian disampaikan oleh Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad SE MM kepada Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Ir Agustina Erni MSc, dalam zoom meeting melalui video confernce tentang Verifikasi Dalam Rangka Pemberian Penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) Tahun 2020 di Provinsi Kepulauan Riau dan Kabupaten/Kota, Selasa (16/3).

Namun demikian, kata Gubernur, meski tantangan cukup berat angka indikator makro penyetaraan gender di Kepulauan Riau masih sangat tinggi. "Terutama IPG (index pembangunan gender) kita cukup tinggi dan lebih tinggi dibandingkan IPG nasional. IPG Kepri tahun 2020 tercatat 93,10 persen dan lebih tinggi dari IPG nasional yang hanya 91,07 persen," kata Ansar Ahmad, dikutip dari situs resmi Diskominfo Kepri.

Gubernur juga melaporkan beberapa indikator lainnya yang sudah tercapai seperti diantaranya, angka harapan hidup, angka melek huruf, angka sumbangan pendapatan perempuan dan laki-laki maupun beberapa pengukuran lainnya, menunjukkan hal yang positif. "Kita akan perkuat dengan dukungan anggaran yang cukup agar persoalan kesetaraan gender di Kepulauan Riau terus mengalami peningkatan untuk tahun-tahun yang akan datang," jelasnya.

Gubernur Ansar Ahmad berharap ke depan posisi ataupun peran perempuan dalam berbagai lini pembangunan harus terus naik. Kaum perempuan harus memiliki peran strategis dalam berkontribusi suksesnya program pembangunan.

Diungkapkan Gubernur, manusia sebagai tujuan akhir dari pembangunan bukan hanya alat dari pembangunan seperti bagaimana mengakses hasil pembangunan dalam memperoleh pendapatan, kesehatan dan pendidikan. "IPM dibentuk tiga dimensi dasar seperti umur panjang dan hidup sehat (a long and healthy life), pengetahuan (knowledge) dan standar hidup layak  (decent standard of living)," jelasnya.

Sedangkan IDG ujarnya, menunjukkan apakah perempuan dapat secara aktif berperan serta dalam kehidupan ekonomi dan politik. IDG menitikberatkan pada partisipasi, dengan cara mengukur ketimpangan gender di bidang partisipasi politik, pengambilan keputusan (sosial) dan aksesibilitas terhadap sumber daya ekonomi.

Gubernur menjelaskan IDG terdiri tiga dimensi yakni keterwakilan di parlemen dengan indikator persentase anggota parlemen laki-laki dan perempuan, pengambilan keputusan dengan indikator persentase pejabat tinggi, manajer, pekerja profesional dan teknisi,  distribusi pendapatan dengan indokator persentase upah buruh non pertanian disesuaikan antara laki-laki dan perempuan.

"Capaian IDG Kepulauan Riau tahun 2020 sebesar 61,58 persen. Memang angka ini masih di bawah nasional. Namun kita tetap akan berupaya agar IDG bisa terus naik melalui dukungan pemerintah provinsi dengan berbagai program," pungkasnya.

Dalam video conference tersebut Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad didampingi oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dra. Hj. Misni, Kepala Kesbang Pol Ir. H. Lamidi, Ketua PKK Kepri Dra. Hj. Dewi Kumalasari MPd dan sejumlah pejabat lainnya.

Redaksi




Foto; Istimewa

TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM
: Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepri mencatat bahwa perkembangan nilai ekspor Provinsi Kepri pada Februari 2021 lalu mencapai  US$1.203,68 juta.

"Atau naik 7,37 persen dibanding nilai ekspor pada Januari 2021," ungkap Kepala Badan Pusat Statistik BPS Provinsi Kepri Agus Sudibyo pada Realease Berita Statistik, Selasa (16/3).

Agus mengatakan peningkatan ekspor Kepri ini disebabkan naiknya ekspor nonmigas pada Februari 2021 mencapai  US$963,91 juta atau naik 9,43  persen dibanding Januari 2021.

"Sedangkan ekspor  migas  Februari  2021  sebesar  US$239,77 juta  atau  turun  0,16  persen," jelas Agus.

Menurut Agus selama  Februari  2021,  Singapura  menjadi negara tujuan  ekspor  nonmigas  terbesar  hingga mencapai  US$267,59  juta  dengan  peranan  terhadap kumulatif ekspor nonmigas sekitar 30,58  persen.  

"Disamping itu Singapura juga menjadi negara tujuan ekspor migas terbesar yang mencapai US$191,05 juta dengan peranan terhadap kumulatif ekspor migas sebesar 78,26 persen," jelas Agus.

Pada ekspor nonmigas HS  2 digit  terbesar  selama  Februari  2021 adalah golongan barang mesin/peralatan listrik (HS 85) mencapai  US$319,41  juta  dengan  peranan  terhadap  ekspor  nonmigas Januari-Februari 2021 sebesar 35,02 persen.

"Nilai  ekspor  Provinsi  Kepri  Februari  2021  terbesar  melalui Pelabuhan Batu Ampar US$456,66 juta; diikuti Pelabuhan  Tanjung  Balai  Karimun  US$223,31  juta;  Pelabuhan  Sekupang  US$154,07  juta;  Pelabuhan  Kabil/Panau  US$125,07  juta;  dan  Pelabuhan  Tarempa  US$102,20  juta. ," Jelas Agus.

Yangmana,peranan  kelima  Pelabuhan  tersebut terhadap ekspor Januari-Februari 2021 mencapai 89,12  persen.

Sumber: Diskominfo Kepri




Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo (Foto: Istimewa).

JAKARTA KEPRIAKTUAL.COM
: Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo membuka rapat kerja teknis (rakernis) Badan Pemeliharaan Keamanan (Baharkam) Polri tahun 2021 pada hari ini, Selasa (16/3/2021).

Adapun tema rakernis Baharkam Polri pada tahun ini adalah 'Mewujudkan Rasa Aman dan Tata Kehidupan Sosial yang Tertib dan Nyaman Guna Penanganan Paripurna Pandemi COVID-19'. Hadir dalam rakernis ini sebanyak 205 peserta.

Dalam arahannya, Kapolri menyambut baik kegiatan rakernis sebagai langkah dalam mengevaluasi kinerja, serta mempersiapkan langkah strategis guna mengimplementasi di lapangan.

"Baharkam Polri merupakan fungsi kepolisian yang berseragam dan personelnya terbanyak dibandingkan fungsi lainnya," ujar Listyo.

Jenderal bintang empat itu pun meminta jajaran anggota Polri khususnya Baharkam mampu menampilkan sosok Polri yang berwibawa, humanis dan tegas. Hal tersebut merupakan pesan para tokoh dan senior yang mengharapkan Polri dekat dengan masyarakat.

"Jaga jangan sampai polisi baik menjadi terpengaruh negatif dan menjadi citta buruk," ujarnya.

Selain itu, ia meminta jajaran Baharkam Polri harus menerapkan profesionalitas dan melakukan reformasi kultural. Tak lupa, ia pun mengingatkan persiapan Operasi Ketupat agar perayaan Idul Fitri berjalan aman dan nyaman. "Tampilah seperti Bima yang gagah dan selalu dihati masyarakat," katanya.

Redaksi 


Barang Bukti Kapal Angkut Solar Tertdakwa Erwin, Chrismion dan Muhammad Amin Hasibuan.

BATAM KEPRIAKTUAL.COM
: Jaksa Penuntut Umum (JPU) Herlambang Adhi Nugroho tuntut terdakwa Erwin bin alm Reknan, Bos minyak solar dan Nahkoda kapal terdakwa Chrismion serta terdakwa Muhammad Amin Hasibuan, dengan hukuman kurungan penjara selama 2 tahun. Tuntutan tersebut dibacakan Jaksa pada Rabu (10/3-2021).

Dari hasil penelusuran di Sistem Informasi Penelusuran Perkara Pengadilan Negeri (SIPP PN) Batam, JPU Herlambang menyatakan, terdakwa Erwin telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana “Yang memberikan sarana pertolongan jahat”, melanggar Pasal 480 ayat 1 Jo Pasal 56 ayat 2 KUHP. Dan terdakwa Chrismion dan Muhammad Amin Hasibuan selaku penadah, terbukti bersalah melanggar Pasal 480 Ayat(1) Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, sebagaimana dakwaan pertama Penuntut Umum.

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Erwin, Chrismom dan Muhammad Amin Hasibuan dengan pidana selama 2 tahun penjara dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan dengan perintah agar terdakwa tetap ditahan," kata JPU Herlambang.

Kemudian, kata Herlambang, menyatakan barang bukti berupa untuk terdakwa Erwin berupa 1 unit kapal tanpa nama warna hijau, 6.816 Liter Bahan Bakar Minyak jenis solar dan 5 meter selang berukuran 5 inc dipergunakan untuk terdakwa Chrismion.

Dan untuk barang bukti terdakwa Chrismion dan Muhammad Amin Hasibuan 6.816 Liter Bahan Bakar Minyak jenis solar, dirampas untuk Negara, dan 1 unit kapal tanpa nama warna hijau, dikembalikan kepada yang berhak melalui terdakwa.

Diberitakan sebelumnya, Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri berhasil mengamankan salah satu mafia penyelundupan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar yang kerap melakukan aksi di perairan Kepulauan Riau, Rabu (2/12/2020) sekira pukul 16.00 Wib.

Dirpolairud Polda Kepri l, Kombes Pol Giuseppe Reinhard Gultom mengatakan pengungkapan itu bermula pada saat tim Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri berhasil menggagalkan penyelundupan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar di Perairan Batu Berhenti Kecamatan Belakang Padang, Batam pada Kamis (1/10/2020) lalu.

"Satu unit kapal pengangkut BBM jenis solar tanpa dilengkapi SPB dari Syahbandar berhasil kita amankan," ujar Dirpolairud Polda Kepri Kombes Pol Giuseppe Reinhard Gultom, Minggu (6/12/2020).

Lanjutnya karena tidak adanya SPB dari Syahbandar maka dari itu, pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap kapal dan muatan beserta ABK guna proses penyelidikan lebih lanjut.

"KM Tanpa Nama beserta muatan kita amankan, dan nahkoda kapal yang bernama Chrismion beserta 3 (tiga) ABK kita bawa ke Dermaga Ditpolairud Polda Kepri di Sekupang Batam," ungkap Gultom.

Berdasarkan hasil keterangan Nakhoda dan ABK, muatan BBM jenis solar yang berada di dalam tangki kapal tersebut diperoleh dari kapal yang berada di Perairan Batu Berhenti.

"Muatan tersebut dibeli oleh M Amin Hasibuan selaku salah satu dari ABK tersebut merangkap sebagai pengurus muatan BBM, dimana BBM tersebut akan dijual kembali ke Erwin selaku pemilik kapal dan sekaligus penampung BBM jenis Solar Ilegal," jelasnya.

Mengetahui otak pelaku dalam aksi penyelundupan tersebut, pada hari Rabu (2/12/2020) sekira pukul 16.00 WIB tim berhasil mengamankan tersangka bernama Erwin pemilik kapal tanpa nama.

"Erwin sebagai pemilik kapal tanpa nama berhasil diamankan oleh personel Satreskrim Polresta Barelang, yang mana sebelumnya Polairud Polda Kepri sudah mengeluarkan surat DPO," terangnya.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya,  Erwin dikenakan Pasal 53 huruf d UU Nomor 22 Tahun 2001 Tentang Minyak dan Gas Bumi dan/atau pasal 480 ke - 1 jo Pasal 55 ayat (1) ke - 1 jo pasal 56 ke - 2 KUHPidana," pungkasnya.


Sambutan Pangdam I/BB.

TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM
: Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut IV (Danlantamal IV) Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI Indarto Budiarto, S.E., M.Han., bersama Komandan Korem 033/Wira Pratama Brigadir Jenderal TNI Jimmy Ramoz Manalu dan unsur pimpinan FKPD Provinsi Kepri, menyambut kedatangan Panglima Kodam I Bukit Barisan (Pangdam I/BB) Mayor Jenderal TNI Hasanudin,S.I.P., M.M., di Makorem 033/Wira Pratama Jl.Sei Timun Senggarang Tanjungpinang Kepri, Rabu pagi (17/3/2021).

Acara penyambutan didahului dengan pengalungan bunga dan tradisi oleh Danrem 033/WP, kemudian melakukan kegiatan  penanaman pohon, foto bersama  di lobby Makorem 033/WP, lalu di lanjutkan dengan paparan oleh Danrem 033/WP serta diakhiri dengan ramah tamah.

Kepala Dinas Penerangan Lantamal IV (Kadispen Lantamal IV) Tanjungpinang Mayor Marinir Saul Jamlaay mengatakan, kehadiran Danlantamal IV di Makorem 033/WP adalah memenuhi undangan Danrem 033/WP untuk menjemput Pangdam I/BB untuk pertama kalinya berkunjung di Tanjungpinang khusunya di Makorem 033/WP.

“Kita berharap dengan kehadirannya Pangdam I/BB ke Tanjungpinang dapat lebih mengenal pejabat TNI yang ada di Kepri dan Pemerintah Daerah, sehingga tercipta satu ikatan yang kuat untuk membawa Kepri menjadi lebih baik, terutama dalam menghadapai Pandemi Covid-19 dan pertumbuhan ekonomi Nasional,” pungkasnya.

Selama dalam kegiatan tersebut selalu mengikuti Prokotol Kesahatan yaitu memakai masker. mencuci tangan dengan sabun/ hand sanitizer serta menjaga jarak.

(@dispen_lantamal iv).




Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.