Gubernur Kepri, Ansar Ahmad Gubernur (kanan) ketika bertemu dengan Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan, Eko D. Heripoerwanto, Rabu (10/3/2021). (Foto: Istimewa)

JAKARTA KEPRIAKTUAL.COM
: Gubernur H Ansar Ahmad terus menggesa percepatan pembangunan infrastruktur di Kepri, khususnya Jembatan Batam Bintan. Soal jembatan Batam Bintan, Gubernur ingin pembangunannya dimulai tahun 2022. 

"Kita bersyukur semua berjalan sesuai progres. Semoga tahun 2022 pemerintah pusat mulai merealisasikan pembangunannya" kata Ansar, di Kementerian PUPR, Jakarta, Rabu (10/3), dikutip dari situs resmi Diskominfo Kepri.

Di Jakarta, Gubernur Ansar melangsungkan pertemuan dengan Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan,  Eko D. Heripoerwanto. Hadir juga pertemuan itu Direktur Pelaksanaan Pembiayaan Infrastruktur Jalan dan Jembatan, Reni Ahiantini.

Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan,  Eko D. Heripoerwanto menyambut baik kehadiran Gubernur Ansar. Pihak kementerian sendiri menargetkan Jembatan Batam Bintan selesai akhir 2023 atau awal 2024.

Sesuai koordinasi awal, Jembatan Batam Bintan ini nantinya memiliki row jalan 100 meter dan dibagi dalam tiga trase. Panjang Trase Pulau Batam adalah 1,64 Km dilantykan trase Pulau Tanjungsauh sepanjang 3,35 Km dan Trase Pulau Bintan sepanjang 2,40 Km.

Dari sejumlah informasi lelang KPBU bakal dilaksanakan tahun ini. Pelelangan akan dimulai  setelah mendapatkan rekomendasi tinggi vertical clearance Jembatan Batam Bintan.

Akhir tahun lalu, Pemprov Kepri sudah mengusulkan vertical clerance untuk tiap trase. Vertical clearance untuk trase Batam ke Tanjungsauh setinggi 20 meter. Sementara dari Tanjungsauh ke Pula Buau setinggi 40 meter.

Redaksi


Foto Bersama Danrem 033/Wira Pratama Brigadir Jenderal TNI, Jimmy Ramoz Manalu Dengan Kapolda Kepri, Inspektur Jenderal Polisi Dr. Aris Budiman.

BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Danrem 033/Wira Pratama Brigadir Jenderal TNI Jimmy Ramoz Manalu S.Hub.Int., berkunjung ke Polda Kepri dalam rangka silaturahmi bersama Kapolda Kepri Inspektur Jenderal Polisi Dr. Aris Budiman, M.Si., pada Rabu (10/3/2021). 

Hadir dalam kegiatan tersebut Pejabat Utama Korem 033/Wira Pratama, Dandim 0316/Batam dan Pejabat Utama Polda Kepri.

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S., S.IK., M.Si. mengatakan, kunjungan silaturahmi tersebut untuk meningkatkan Sinergitas dan Soliditas antara TNI-Polri yang telah terjalin selama ini. ″Seperti yang kita ketahui bersama bahwa bapak Danrem 033/WP baru saja dilantik diawal bulan ini dan kunjungan beliau merupakan bentuk Sinergitas yang selama ini telah terjalin.

″Pada masa saat ini penugasan TNI-Polri dalam hal menjaga Situasi Keamanan dan ketertiban masyarakat sangat banyak, terutama mengenai penegakan aturan protokol kesehatan dan pencegahan penyebaran Covid – 19, tentunya dengan kehadiran TNI-Polri ini dapat dirasakan oleh masyarakat," ujarnya. 

″Dengan Sinergitas dan soliditas bersama ini tentunya diharapkan dapat terjaganya kedaulatan dan stabilitas kamtibmas di Provinsi Kepri, hal ini yang harus kita bangun bersama," tuturnya kembali. 

Redaksi!/Humas Polda Kepri


Foto Kebakaran Vihara. 

BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Peristiwa terbakarnya Vihara Quan Am Tu eks Camp Vietnam, Pulau Galang, Sijantung, Batam terbakar pada Rabu (10/3/2021) pagi.

Kapolsek Galang, AKP Herman Kelly menjelaskan kronologi peristiwa tersebut. Berdasarkan keterangan saksi-saksi dilokasi sekitar pukul 06.30 WIB, saat itu saksi, Sri hartiningsih (Saksi 1), saksi, Junairi (Saksi 2), dan saksi, Kelvin (Saksi 3) hendak membersihkan Vihara tersebut melihat ada kobaran api disudut Vihara.

Melihat adanya peristiwa tersebut kemudian saksi 1 dan 2 segera menghubungi saksi 4 (Said Adnan) selaku supervisor kawasan wisata ex Camp Vietnam Pulau Galang bahwa melaporkan bahwa telah terjadi kebakaran pada Vihara tersebut.

"Kemudian saksi 4 datang ke TKP dan melihat api telah membesar dan segera memberitahukan peristiwa tersebut ke Polsek Galang," ujarnya melalui siaran pers yang diterima awak media, Rabu (10/3/2021).

Selanjutnya, pada pukul 07.00 WIB personil Polsek Galang yang dipimpin oleh Kanitreskrim, Ipda J Gultom tiba di TKP dan segera berkoordinasi dengan Ditpam BP Batam dan Damkar jembatan 1 kota Batam untuk memdamkan api tersebut.

"Pukul 07.45 WIB mobil tangki air BP Batam tiba dilokasi dengan segera melakukan pemadaman manual dibantu oleh warga Sijantung menjelang Damkar Kota Batam tiba di TKP. Pukul 08.12 WIB Damkar Kota Batam tiba di lokasi dan langsung melakukan pemadaman api," jelasnya.

Kemudian, api tersebut berhasil dipadamkan sekitar pukul 10.00 WIB oleh petugas Damkar Kota Batam dibantu personil Ditpam BP Batam kawasan wisata ex Camp Vietnam dan personil Polsek Galang.

"Selanjutnya unit reskrim Polsek Galang memasang Police Line di TKP," bebernya.

Dari kejadian tersebut, tidak ditemukan korban jiwa yang ditimbulkan dan penyebab kebakaran Vihara tersebut masih dalam penyelidikan oleh unit reskrim Polsek Galang.

(Redaksi/Exp)


Foto: Istimewa

TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM
: Komisi Pemilihan Umum Provinsi Kepulauan Riau mengusulkan pemerintah daeeah mengatur netralitas pengurus RT dan RW untuk mencegah terjadi kecurangan dalam pesta demokrasi.

Anggota KPU Kepri Arison, di Tanjungpinang, Selasa (10/03), mengatakan, netralitas pengurus RT dan RW perlu diatur dari awal pencalonan, seperti tidak pengurus partai politik.

"Jadi bukan kami yang mengaturnya, melainkan yang berhak mengaturnya adalah pemda melalui peraturan bupati atau peraturan wali kota," ujarnya.

Usulan itu disampaikan Arison berdasarkan evaluasi terhadap penyelenggaraan pilkada, yang akan disampaikan dalam rapat evaluasi pilkada dalam waktu dekat. 

Saat ini, kata dia banyak laporan yang diterima KPU Kepri terkait keterlibatan pengurus RT dan RW sebagai pengurus partai politik. Netralitas pengurus RT dan RW yang juga pengurus partai dipertanyakan berbagai pihak dalam penyelenggaraan pilkada.

Sementara KPU kabupaten dan kota kerap melibatkan pengurus RT dan RW sebagai Panitia Pemungutan Suara (PPS) hingga Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Mereka dianggap sebagai orang yang berkompeten karena dekat dengan masyarakat dan memahami kondisi pemilih di sekitar Tempat Pemungutan Suara.

"Ada penyelenggara pemilu adhock, yang menjabat sebagai pengurus RT dan RW, dan pengurus partai. Sepatutnya ini dihindari," katanya.

Namun KPU kabupaten dan kota di Kepri, terutama di daerah pesisir sering kesulitan merekrut petugas PPS dan KPPS. Kondisi ini yang menyebabkan hampir seluruh pengurus RT dan RW dilibatkan sebagai penyelenggara pemilu.

Selain permasalahan itu, Arison mengungkap potensi kerawanan pengurus RT dan RW yang digiring untuk mendukung kandidat tertentu. Dalam berbagai pengalaman pemilu dan pilkada, peluang RT dan RW menjadi tim sukses cukup besar karena dianggap mampu mempengaruhi pemilih.

"Permasalahan ini juga perlu diwaspadai," ujarnya.

Sumber: Diskominfo Kepri



Foto: Istimewa

TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM
: Pemerintah Provinsi Kepri menargetkan memperoleh pemasukan sebesar lebih kurang Rp 200 Miliar pertahu dari lima titik lokasi pemungutan retribusi labuh jangkar.

Hal ini disampaikan Gubernur Provinsi Kepri H Ansar Ahmad SE MM dalam pemaparannya saat Launching pemungutan perdana labuh jangkar dan parkir penerimaan daerah area labuh jangkar pulau Nipah, perairan Kabil selat Riau, perairan Tanjung berakit dan perairan Karimun di Aula Wan Seri Beni Dompak, Selasa (9/3).

"Kita targetkan dari 5 titik lokasi potensial ,jika terdapat 4 kapal ukuran rata-rata 50.000 GT maka potensi daerah sekitar Rp 700 juta setiap perhari dan lebih kurang Rp 200 Miliar dalam setahun," ujar Ansar, dikutip dari situs resmi Diskominfo Kepri.

Dikatakan Ansar, saat ini Provinsi Kepri memiliki 6 titik lokasi potensial labuh jangkar yang diharapkan bakal memberikan PAD baru seperti  labuh jangkar pulau Nipah, perairan Kabil selat Riau, perairan Tanjung berakit, perairan Karimun, perairan Galang dan perairan batu ampar Batam.

"Kita harapkan dengan ditariknya labuh jangkar ini dapat memulihkan ekonomi Kepri yang turun karena pandemi," ujar Ansar .

Ansar juga memastikan melalui labuh jangkar ini nantinya hasil dari labuh jangkar ini akan dimanfaatkan untuk meningkatkan pembangunan fisikal daerah dan infrastruktur penunjang investasi kedepan.

"Sehingga dengan begitu, kedepannya dengan mengoptimalkan pungutan yang ada dapat membuat PAD Kepri porsinya 50 persen dari APBD yang ada,"ujar Ansar.

Dengan begitu barulah Provinsi Kepri dianggap mampu mengelola potensinya masing-masing.

Redaksi



Foto: Istimewa Gubernur Kepri, Ansar Ahmad.

TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM
: Gubernur Provinsi Kepri H Ansar Ahmad SE MM meminta kepada seluruh kepala daerah kabupaten kota se Provinsi Kepri untuk terus melakukan penghematan anggaran disetiap kegiatan yang dilakukan.

Pasalnya, hal ini melihat kondisi perekonomian Kepri saat ini dan situasi pandemi Covid-19 yang belum berakhir.

Hal ini disampaikan Ansar Ahmad di Tanjungpinang, Selasa (9/3), dikutip dari situs Diskominfo Kepri.

"Tak henti-hentinya kita menghimbau agar seluruh bupati dan walikota di Kepri untuk terus melakukan penghematan anggaran, baik itu anggaran kegiatan juga pembangunan," ujar Ansar.

Dikatakan Ansar Ahmad, dalam kondisi pandemi Covid-19 saat ini hampir semua daerah terdampak pandemi Covid-19.

"Dan hampir semua yang mengalami penurunan ekonomi, untuk itu dengan anggaran yang ada inilah kita optimalkan agar semua tugas sistem pemerintahan dapat berjalan baik," tegas Ansar.

Dan yang ada lanjut Ansar, dapat kita kelola kembali agar menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah. 

"Bahkan kita minta penghentian dilakukan dari hal terkecil disemua aspek," lanjut Ansar.

Ansar percaya dengan langkah tersebut dapat perlahan memulihkan kondisi ekonomi Kepri.

Redaksi




Sidang Kelima Terdakwa Kasus Sabu 11,5 Kg di PN Batam.

BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Lima terdakwa kasus Narkotika jenis sabu yang tersimpan didalam bungkusan roti biskuit warna merah merk Funmix tangkapan Polresta Barelang dan Tim Polda Kepri, dengan total seberat 11.585,7 gram dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Mega Tri Astuti, SH di dalam persidangan Pengadilan Negeri (PN) Batam, lewat sidang online, Rabu (10/3-2021). 

Tuntutan JPU terhadap Kelima terdakwa tersebut, dibacakan JPU Mega, dituntut dengan hukuman kurungan penjara berbeda-beda. Dimana terdakwa Bohari bin Syani dan Slamet bin Munaji dituntut 20 tahun, denda 1 miliar, subsuder 1 tahun. Sementara terdakwa Yuda Malai Sandi bin Saifullah, Tehgas Saputra Sandiardi bin Syamsuardi dan Jufriadi Manurung dituntut 18 tahun, denda 1 milliar, subsuder 1 tahun.

"Terbukti bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam pasal Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika," kata JPU Mega lewat vidio telekonfrece disaksikan majelis Hakim Yoedi Anugrah didampingi Hakim Anggota Marta dan Christo Sitorus.

Atas tuntutan tersebut, Majelis Hakim memberikan kesempatan terhadap kelima terdakwa untuk mnyampaikan nota pembelaan (Pledoi) pada persidangan berikutnya.

"Silahkan sampaikan pembelaan nya. baik secara lisan ataupun tertulis," ujar Yoedi Anugrah.

"Baik yang mulia, mohon kami deberikan waktu untuk menyampaikan pledoi," ujar kelima terdakwa.

Diketahui, Satresnarkoba Polresta Barelang dan Tim Satgas Polda Kepri berhasil melakukan penangkapan 5 orang pelaku tindak pidana narkotika jenis sabu berasal dari Negara Malaysia dengan berat bruto 11,585,7 gram.

Kapolresta Barelang, AKBP Yos Guntur menjelaskan kronologi penangkapan narkotika jenis sabu ini. Yang pertama pada Rabu (26/8/2020) sekira pukul 07.30 WIB, kemudian dilakukan pengembangan pada pukul 22.30 WIB, dan penangkapan selanjutnya pada Kamis (27/8/2020).

“Jadi ada tiga penangkapan, untuk TKP yang pertama berhasil diamankan di perairan Pulau Terong Kecamataan Belakang Padang, penangkapan yang kedua di belakang Hotel Harmony Tembilahan Inhil Riau, dan yang ketiga di pinggir jalan Kartini, simpang tiga Hotel Harmony Tembilahan,” ujar Kapolresta Barelang yang didampingi oleh Kasat Narkoba Polresta Barelang Kompol Abdul Rahman pada Selasa (1/9/2020) siang.

Dari penangkapan tersebut berhasil diamankan 5 orang tersangka yang berinisial B (44) warga Tanjung Batu Kabupaten Karimun, kedua inisial S (39) warga Tanjung Batu, yang ketiga berinisial YM (21) warga Bengkong Batam, tersangka yang keempat berinisial TS (21) warga Bengkong Batam dan tersangka kelima berinisial CM (23) warga Tembilahan Riau.

“Modus operandi diketahui narkotika ini berasal dari Malaysia, yang mana tersangka pertama inisial B, diperintah oleh W (DPO) yang berperan sebagai penjemput di perairan Pulau Terong,” bebernya.

Berdasarkan informasi sebelumnya, mereka membawa 8 paket sabu ini yang dibungkus dalam kemasan biskuit yang disimpan dalam karung beras ke Tembilahan Riau.

“Sesampai di Tembilahan, pelaku inisial YM dan TS yang ditugaskan oleh JJ (DPO) WNA Malaysia akan menjemput paket tersebut dan akan dibawa ke Palembang,” tutur Yos Guntur.

Selanjutnya saudara JJ diperintahkan oleh saudara R (DPO) seorang napi di lapas Tembilahan untuk mengambil paket tersebut.

“Sebelumnya, napi berinisial R tersebut saat ini juga menjadi DPO karena dua hari sebelum penangkapan 5 tersangka ini, R berhasil kabur saat melakukan pekerjaan diluar Lapas,” imbuhnya.

Lanjutnya, tersangka ini dijanjikan upah sampai dengan tujuan sekitar Rp 6 juta per satu kg nya.

“Tersangka dijanjikan upah sebesar Rp 6 juta per satu kg nya, namun sebelum upah diberikan pelakunya sudah berhasil kita tangkap,” bebernya.

Barang bukti narkotika jenis sabu yang berhasil diamankan seberat 11,585,7 gram, dan 6 pcs handphone.

Tersangka dikenakan pasal 114 ayat 2 juncto pasal 112 ayat 2 juncto pasal 132 ayat 1 Undang-undang 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman penjara seumur hidup paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun.

Atas penangkapan ini Kapolresta Barelang, AKBP Yos Guntur mengapresiasi tim gabungan yang berhasil melakukan penangkapan tindak pidana narkotika jenis sabu ini.

“Saya sangat apresiasi tim Satresnarkoba Polresta Barelang dan Satgas Polda Kepri yang berhasil lakukan penangkapan narkotika seberat 11,5 Kg ini,” ungkap Kapolresta Barelang.

Redaksi


Anggota DPRD Kota Batam, Harmidi Husein. 

BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam, Harmidi Umar Husein 'Bantah' adanya dilakukan tindakan rasisme yang membuat keluarga besar Persatuan Keluarga Nusa Tenggara Timur (PK NTT) Kota Batam emosi atau marah. 

Kata Harmidi, ujaran rasisme yang dituduhkan kepada dirinya itu bermula ketika dirinya muncul ke Polsek Batam Kota pada Sabtu (6/3/2021) malam lalu ketika mendampingi warga Perumahan Bandara Mas yang ingin membuat laporan Polisi perihal kasus kekerasan yang dilakukan pihak keamanan pembangunan SUTT Nongsa.

"Saya hadir juga karena dihubungi oleh salah satu warga yang menjadi korban. Kehadiran saya dan Muhamad Rudi (Anggota Komisi III DPRD Kota Batam), hanya sebatas mendampingi korban yang merupakan konsituen kami,” ujarnya kepada awak media, Selasa (9/3/2021).

Ditegaskannya, kehadirian dirinya bersama dengan anggota DPRD Kota Batam lainnya tidak bermaksud untuk mengintimidasi pihak mana pun.

Pasalnya, dugaan adanya sikap rasisme yang dimunculkan itu tidak masuk akal untuk dilakukan pihaknya.

"Hal itu hanya akan menimbulkan polemik di masyarakat terutama di masa pandemi saat ini. Untuk apa kami lakukan tindakan sepeti itu. Hanya akan menimbulkan masalah, dan dengan tegas saya nyatakan bahwa saya tidak ada melontarkan ucapan apapun yang berbau rasisme," tegasnya.

Lanjut kata dia, apabila masyarakat ingin melaporkan ke Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Batam terkait persoalan itu adalah hak masyarakat.

Untuk itu, Harmidi mengaku siap mengikuti setiap proses yang nantinya akan berlangsung di BK DPRD Kota Batam untuk mempertanggungjawabkan tindakannya tersebut apakah benar seperti yang dikatakan oleh Persatuan Keluarga Indonesia Timur (Perkit) maupun Persatuan Keluarga Nusa Tenggara Timur (PK-NTT).

"Saya siap, dan saya tidak takut karena memang saya tidak melakukan tindakan apapun yang berhubungan dengan rasisme," jelasnya.

Terpisah, menanggapi tuntutan warga Perkit dan PK-NTT yang unjuk rasa di Mako Polsek Batam Kota pada hari ini, Kapolsek Batam Kota, AKP Restia Octane Guchy mengatakan persoalan ini akan pihaknya tangani sesuai dengan aturan yang berlaku.

"Jangan sampai ada yang salah dalam bertindak, segala sesuatunya sudah dicoba dikomunikasikan dan dimediasi untuk kedua belah pihak," ujarnya.

Restia mengaku, permasalahan tersebut memang ada sedikit isu Suku, Agama, Ras, dan Antar golongan (SARA) yang tidak berimbang disalah satu pihak.

"Dalam hal ini salah satu Paguyuban mereka merasa tidak terima terhadap indikasi adanya caci maki di media sosial. Kami pastinya akan mempertemukan kedua belah pihak agar tidak terjadi gesekan di wilayah Kota Batam," tegasnya. 

(Redaksi/Exp)


Wakil Ketua Bidang Hukum PK NTT, Abdullah Yusuf.

BATAM KEPRIAKTUAL.COM
: Picu berkaitan dengan SARA, ratusan keluarga besar Persatuan Keluarga Nusa Tenggara Timur (PK NTT) Kota Batam lakukan aksi demo di Kantor DPRD Kota Batam. Mereka meminta keterlibatan dua anggota DPRD Batam dari Fraksi Gerindra yakni Harmidi dan Muhammad Rudi "Dipecat atau PAW" dari DPRD Batam, Selasa (9/3-2021).

Wakil Ketua Bidang Hukum PK NTT, Abdullah Yusuf mengatakan, pihaknya datang ke DPRD Batam menuntut dengan SARA, bukan menuntut karena ada anggotanya yang ditangkap, tidak. Ini SARA, dan SARA ini sudah diratifikasi oleh PBB, supaya SARA ini dihentikan.

"Kenapa di Indonesia itu menjadi lebih penting, karena ada 700 lebih suku yang ada di Indonesia. Maka gampang sekali, kalau SARA ini di ungkit-ungkit. Kita sudah mempunyai alat bukti berupa video yang direkam saat ke dua anggota DPRD Batam menyampaikan hal tersebut di Bandara Mas," kata Abdullah Yusuf.

Kemudian yang anehnya, lanjut Abdullah Yusuf, warga yang memprotes pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) Bright PLN Batam adalah warga Cendana, dan warga ini juga yang memprote pembangunan di Bandara Mas.

"Ini ada kecurigaan kami, patut diduga bahwa ada persaingan dalam konteks proyek ini. Dan tuntutan kami, supaya Badan Kehormatan (BK) DPRD Batam harus mengadili kedua anggota DPRD ITU. Karena Dewan ini mewakili seluruh masyarakat Kota Batam, bukan mewakili salah satu suku," ujarnya.

Aksi Demo PK NTT di Kantor DPRD Batam.

Kata Abdullah Yusuf, dua anggota DPRD tersebut mengatakan, bahwa orang Flores itu orang hutan, kayak anjing, cocoknya tinggal di hutan. makanya orang flores miskin-miskin.

"Inikan sadis kali, kami mati pun mau. Udah cukuplah yang dulu. Kita mau Kota Batam ini mau kondusif. Dan kami meminta polisi Polsek Batam Kota untuk bekerja memeriksa kedua anggota DPRD Batam yang memicu SARA, dan mereka harus bertanggung jawab. Dan hal ini akan segera kami laporkan ke BK DPRD Batam," tuturnya.

Menanggapi masalah yang disampaikan oleh PK NTT di depan kantor DPRD Batam, Putra Yustisi Respaty, perwakilan DPRD Batam turun menemuinya, dan  mengatakan, akan menyampaikan hal tersebut ke BK DPRD Batam.

"Kalau memang ada diduga anggota DPRD Batam yang melakukan begini-begitu. Silahkan laporkan ke BK DPRD Batam. Pimpinan tidak bisa hadir, karena berhalangan," kata Putra Yustisi Respati.

Alfred



Silaturahim Kapolri dengan Pengurus LDII. 

JAKARTA KEPRIAKTUAL.COM: Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo bersama jajaran bersilaturahmi dengan pengurus pusat Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). Beberapa hal dibahas, diantaranya bagaimana memaksimalkan peran Dai untuk menyampaikan pesan Kamtibmas hingga moderasi beragama. 

Kapolri mengatakan, dengan pendekatan dakwah, penyampaian pesan Kamtibmas dinilai cukup efektif ketimbang dengan bahasa Kepolisian. 

“Bagaimana Dai kamtibmas ini diberdayakan. Misalnya pimpinan LDII menyampaikan pesan Kamtibmas ke umatnya,” kata Kapolri di kantor pusat LDII di Jalan Tentara Pelajar, Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (9/3/2021). 

Sigit mengatakan, residu Pilpres dan Pilkada hingga saat ini masih ada hingga membuat polarisasi di tengah masyarakat. Untuk itu, penguatan moderasi beragama saat ini dinilai penting dilakukan karena dalam kondisi krisis karena pandemi Covid-19, amat sangat dibutuhkan persatuan. “Pendekatan moderasi beragama untuk menekan polarisasi di tengah masyarakat,” tekan Sigit. 

Disisi lain, Kapolri juga mengajak LDII bekerjasama dalam rangka menangani pandemi Covid-19 dengan menyampaikan himbauan dan edukasi kepada masyarakat terkait  menegakan protokol kesehatan hingga memberikan pemahaman kepada umat tentang program vaksinasi nasional. 

Di kesempatan yang sama, Pj Ketua Umum LDII Criswanto Santoso mendukung upaya Polri dalam rangka menekan penularan Covid-19. LDII kata dia, siap berkolaborasi dengan Polri. Selain dalam rangka menghadapi Covid, juga dalam upaya mempertahankan ketuhan NKRI 

“LDII siap melakukan sinergi dengan Polri demi keutuhan bangsa,” pungkas Criswanto.

Redaksi


Foto: Istimewa.

JAKARTA KEPRIAKTUAL.COM
: Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmidzi menegaskan bahwa vaksin COVID-19 yang saat ini digunakan efektif terhadap mutasi virus COVID-19.

“Sampai saat ini belum ada penelitian ataupun bukti ilmiah yang menunjukkan vaksin yang telah diproduksi dan telah digunakan di berbagai belahan dunia tidak bisa melindungi kita dari virus varian baru ini. Vaksin yang digunakan dalam upaya kita melakukan penanggulangan pandemi COVID-19 masih sangat efektif,” tegas Nadia, dikutip dari laman Kemenkes, Selasa (09/03/2021).

Karakteristik dari varian B117 ini lebih cepat menular, tetapi Badan Kesehatan Dunia atau WHO belum mendapatkan laporan bukti bahwa virus mutasi COVID-19 ini lebih tinggi tingkat keganasannya. Penelitian di negara lain varian B117 disebutkan lebih cepat menular namun tidak lebih mematikan.

Terkait dengan penambahan empat kasus baru konfirmasi mutasi virus COVID-19 B117, Nadia menyampaikan bahwa keempatnya dalam keadaan sehat, tidak ada yang diindikasikan mengalami gejala berat. Sampai saat ini hasil pelacakan kasus terhadap kontak erat dan keluarga juga dinyatakan tidak ada yang memiliki gejala mengarah ke COVID-19.

“Kami sampaikan kembali keempat kasus dengan varian B117 ini saat ini sudah sembuh. Mereka sudah menjalani pengobatan dan tatalaksana, semuanya mengalami gejala ringan dan sedang dan hanya melakukan isolasi secara terpusat di tempat-tempat isolasi dan memang ada yang dirawat di rumah sakit tapi dengan kondisi yang ringan sedang,” tegasnya.

Keempat kasus baru ini didapatkan dari hasil pemeriksaan Whole Genome Sequencing yang dilakukan oleh Badan Litbang Kesehatan Bersama dengan 16 laboratorium lainnya yang ada di Indonesia. Sehingga saat ini terdapat enam kasus konfirmasi positif COVID-19, setelah sebelumnya (01/3) sudah ditemukan dua kasus positif COVID-19 dengan varian virus B117 yang merupakan pelaku perjalanan luar negeri.

“Adapun keempat varian virus B117 ini ditemukan di 4 provinsi yaitu di Sumatra Utara, Sumatra Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan,” jelasnya.

Nadia mengimbau dengan adanya penambahan kasus COVID-19 varian B117, masyarakat diminta semakin waspada dan terus disiplin menerapkan protokol kesehatan yaitu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, termasuk mengurangi mobilitas dan menghindari keramaian. 

(Redaksi/HUMAS KEMENKES/UN)



RDP Warga Bandara Mas, Bright PLN Batam dan DPRD Kota Batam Komisi III.

BATAM KEPRIAKTUAL.COM
: Warga yang dipimpin oleh ketua RW 20 Perumahan Bandara Mas, mendatangi gedung Komisi III DPRD Batam, dalam hal Rapat Dengar Pendapat (RDP). Kedatangan mereka dalam hal penolakan warga Perumahan Bandara Mas, RW 20 Kelurahan Belian, Kecamatan Batam Kota, yang menolak pembangunan tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 KV di sekitar pemukiman warga terus berlanjut.

Dalam rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua Komisi III DPRD Batam, Werton Panggabean terungkap sebuah fakta bahwasannya pihak Bright PLN Batam melalui pihak ketiga, telah mengerahkan beberapa orang pria yang diduga preman, untuk melakukan pengusiran terhadap warga yang menghalangi pembangunan tower SUTT 150 Kv.

Mirisnya lagi, dalam video yang diputarkan dalam rapat tersebut, pihak ketiga suruhan Bright PLN Batam telah melakukan tindak kekerasan dengan melakukan pemukulan terhadap beberapa warga yang didominasi oleh emak-emak dan anak-anak.

Ketua RW 20 Perumahan Bandara Mas, Dharta Pratama mengatakan sejak dua bulan terakhir ini pengerjaan proyek SUTT 150 Kv di Perumahan Bandara Mas semakin agresif, bahkan intensitasnya semakin tinggi dalam beberapa hari ini.

"Pada tanggal 2 Maret 2021 telah terjadi pemukulan terhadap warga, kami masih diamkan. Namun kejadian serupa terulang kembali pada 6 Maret 2021, naasnya yang menjadi korban kebrutalan mereka kali ini adalah anak-anak dibawah umur yang notabene masih berstatus pelajar di Sekolah Menengah Pertama (SMP). Ini yang tidak bisa kami terima," ungkap Dharta disambut takbir Allahu Akbar dari warga lainnya.

Dikatakannya, karena telah melewati batas kesabaran pihaknya bersama-sama warga dan perangkat RT / RW berinisiatif membuat laporan secara resmi kepada pihak berwajib, dalam hal ini Polsek Batam Kota.

Adapun tujuan dari laporan tersebut, pihaknya ingin para penegak hukum bisa menjalankan tugasnya dengan sebaik-baiknya, dan menyeret pelaku pemukulan diproses sesuai hukum yang berlaku di Indonesia.

Masih menurut Dharta, sesuai dengan tuntutan warga Perumahan Bandara Mas yakni pembangunan tower SUTT 150 Kv dilakukan sesuai jalurnya yakni disisi sebelah kanan jalan menuju Bandara Hang Nadim, Batam.

"Sesuai laporan yang kami daftarkan ke Pengadilan Batam, warga meminta pihak Bright PLN Batam melakukan pembangunan tower SUTT 150 Kv sesuai jalurnya," imbuhnya.

"Kami tidak ada kepentingan apa-apa dan tidak ingin apa-apa, yang kita minta adalah tiang tower itu bergeser ke sisi kanan Bandara," ucapnya lagi.

Lanjutnya, pihaknya meminta kepada Bright PLN Batam untuk menghargai proses hukum yang saat ini masih berjalan di pengadilan.

"Hentikan pekerjaan selama proses hukum masih berjalan. Tolong hargai proses hukum sampai adanya keputusan tetap dari pengadilan (inkrah)," tegasnya.

Ditempat yang sama, Camat Batam Kota, Aditya Guntur Nugraha mengatakan permasalahan pembangunan tower ini sudah berlangsung sejak 2013 lalu.

Permasalahan ini terus berlanjut sampai sekatang dan kemudian melebar kearea publik. Pihaknya meminta Bright PLN Batam harus menyeselesaikan sebaik-baiknya dengan warga di Perumahan Bandara Mas.

"Ada sebanyak 23 titik yang masuk wilayah Kelurahan Belian. Dari jumlah tersebut, ada beberapa titik saja yang belum selesai," jelasnya.

Maka dari itu, pihaknya sebagai pelaksana pemerintahan daerah diwilayah Kecamatan Batam Kota, mengharapkan dengan adanya rapat ini bisa dicarikan solusi dan jalan keluar terbaik terhadap permasalahan ini.

"Semoga melalui rapat ini bisa dicarikan solusi terbaik, sehingga kondusivitas kemanan di Kota Batam tetap terjaga," pungkasnya. 

(Redaksi/exp/Fay)



Foto: Istimewa.

TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Ketua Harian Gugus Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Provinsi Kepri mengatakan bahwa dari pantauan dan hasil survey penyakit diabetes melitus merupakan penyakit penyerta yang paling rentan terhadap virus covid-19.

Pasalnya, dari sebagian kasus meninggal dunia pasien Covid-19 di Provinsi Kepri dikarenakan terdapat bawaan penyakit diabetes melitus ini.

"Dari pantauan kita penyakit penyerta diabetes melitus lebih dominan rentan akan Covid-19 ini," ujar Arif yang juga Sekretaris Daerah Provinsi Kepri ini.

Arif mengatakan saat ini di Provinsi Kepri tngkat kematian akibat covid di Kepri cenderung kecil. "Yangmana, kita tingkat kematian mencapai 1,7 persen, dibanding nasional yang mencapai 2,5 persen," ungkap Arif.

Sedangkan tingkat kesembuhan kasus Covid-19 di Kepri mencapai 95,7 persen lebih tinggi dari persentase nasional yang 86,4 persen. 

"Alhamdulillah, saat ini kasus covid-19 di seluruh Kabupaten dan Kota telah mengalami penurunan. Semuanya berada dalam zona aman, atau kuning," ujar Arif.

Untuk itu, lanjut Arif meskipun kondisi Covid-19 di Provinsi Kepri mulai menurun, masyarakat tetap diminta untuk tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

"Waspada selalu, dan selalu terapkan 3M dimana pun berada jangan sampai kita lengah," tegas Arif.

Sumber: Diskominfo Kepri



Gubernur Kepri, Ansar Ahmad (Foto: Istimewa)

TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Gubernur Provinsi Kepri H Ansar Ahmad SE MM mengatakan, bahwa pihaknya akan terus mengupayakan untuk dapat menarik dan mendapatkan dana pembangunan dari setiap kementerian di pusat.

Hal ini disampaikan Gubernur Provinsi Kepri H Ansar Ahmad di Tanjungpinang, Senin (08/3), beberapa waktu lalu.

"Saya akan dorong setiap OPD untuk dapat berupaya untuk dapat mendapatkan dana pembangunan dari pemerintah pusat," ujar Ansar, dikutip dari situs resmi Diskominfo Kepri.

Pasalnya, menurutnya banyak alokasi dan anggaran pembangunan di kementerian dan pemerintah pusat yang dapat dimanfaatkan di daerah.

"Saya tahu, karena saat saya menjadi DPR RI berada di komisi V yakni anggaran, sehingga saya tahu," tegas Ansar.

Menurut Ansar, dengan anggaran pusat tersebut selain dapat mempercepat pembangunan ditengah kondisi anggaran daerah saat ini.

"Apalagi mengingat kondisi anggaran daerah kini, gunakanlah peluang tersebut. Tarik dana-dana pembangunan tersebut untuk pembangunan daerah," jelas Ansar.

Ansar yakin dengan begitu pembangunan di Provinsi Kepri dapat terus berjalan di situasi seperti saat ini.

"Dan jika pembangunan berjalan maka dapat mempercepat pula pertumbuhan ekonomi Kepri," ujar Ansar lagi.

Redaksi



Pemerintah Provinsi Kepri melalui Wakil Gubernur Provinsi Kepri meminta tambahan sebanyak 30 ribu vaksin kepada Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi untuk sektor pariwisata Kepri.

TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Pemerintah Provinsi Kepri melalui Wakil Gubernur Provinsi Kepri meminta tambahan sebanyak 30 ribu vaksin kepada Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi untuk sektor pariwisata Kepri.

Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Provinsi Kepri Hj Marlin Agustina saat vicon Rapat Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 di ruang rapat lantai 4, kantor Gubernur, Dompak, Tanjungpinang, Senin (8/3), dikutip dari situs resmi Diskominfo Kepri. 

Marlin mengatakan, tambahan vaksin tersebut diperuntukkan kebutuhan sektor pariwisata di Provinsi Kepri.

"Kita meminta tambahan dosis vaksin untuk sektor wisata dengan alasan posisi Kepri yang berada di garis terdepan Indonesia, dan pariwisata Kepri yang bakal dibuka guna pemulihan ekonomi Kepri," ujar Marlin saat rapat melalui vicon bersama Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin dan dihadiri Mendagri Tito Karnavian, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri Listyo Sigit Prabowo. 

Dikatakan Marlin, nantinya guna memulihkan ekonomi Kepri, sektor pariwisata Kepri harus segera dibuka kembali. Melihat Kepri sebagai garda terdepan menjadi salah satu pintu masuk kunjungan wisatawan mancanegara.

"Saya berharap permintaan kami terkait tambahan 30 ribu dosis vaksin ini bisa direalisasikan oleh Bapak Menteri. Mengingat sektor pariwisata kita di sini butuh suport khusus. Ini bagian dari upaya pemulihan perekonomian di Kepri yang kita lakukan," kata Marlin. 

Redaksi


Himbauan Pembakaran Hutan dan Lahan. 

NATUNA KEPRIAKTUAL.COM: Demi mencegah Kebakaran Hutan dan Lahan di wilayah hukum Polres Natuna, Kepolisian Resor Natuna melalui Bhabinkamtibmas Polsek Bunguran Timur, Brigadir Mudiyanto gencar melaksanakan sosialisasi dan memberikan himbauan tentang bahaya yang di timbulkan akibat dari pembakaran hutan dan lahan kepada masyarakat, Senin (08/03/2021).

Untuk mencegah terjadinya hal tersebut, Kapolres Natuna AKBP Ike Krisnadian, S.I.K., M.Si memerintahkan kepada jajarannya terutama melalui para Bhabinkamtibmas untuk menyampaikan himbauan dan mengedukasi masyarakat agar bersama-sama mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Natuna.

Untuk sasaran kegiatan kali ini, Brigadir Mudiyanto menyambangi Rumah ketua RT.001 RW.005 Cemaka Kelurahan Ranai Kota Kecamatan Bunguran Timur, Destriadi. Disamping melaksanakan penyampaian himbauan, Brigadir Mudiyanto juga menyampaikan pesan pesan kamtibmas kepada Bapak Destriadi.

"Agar sesegera mungkin melaporkan ke kantor Polisi terdekat jika mengetahui ada kejadian kebakaran ataupun orang yang dengan sengaja melakukan pembakaran lahan karena dapat dihukum berdasarkan undang-undang yang berlaku," ujar Brigadir Mudiyanto.

Kapolres Natuna AKBP Ike Krisnadian, S.I.K., M.Si menyampaikan kegiatan sosialisasi cegah Karhutla ini dilaksanakan dalam rangka menjaga kelestarian alam dan menghindari bahaya kebakaran karena selain dapat merusak kesehatan, kebakaran juga dapat menimbulkan dampak berupa kerugian materil dan bahkan hilangnya nyawa manusia apalagi kebakaran tersebut tidak segera dikendalikan.

(IK)


Rapat Kordinasi Jelang STQ Kabupaten Karimun. 

KARIMUN KEPRIKTUAL.COM: Wakil bupti Karimun H. Anwar Hasyim M.Si di dampingi Kabag Hums Didi Irwan hadiri forum rapat kordinasi jelang STQ tingkat Kabupaten Karimun, yang akan di gelar di Masjid Agung Hijir Ismail, Kecamatan Kundur, Kabupaten Karimun, Senin  (08/3/2021).

Wakil Bupati Karimun, H. Anwar Hasyim mengatakan, STQ tingkat Kabupaten Karimun yang ke XIII  akan di gelar pada Senin mlam  tanggal 15 Maret mendatang.

Untuk itu, kata Anwar Hasyim, kegiatan STQ kali ini Sudah tentu berbeda dengan STQ tingkat Kabupaten yang sebelumnya. Dimana tahun ini kita masih dalam suasana menghadapi situasi Covid-19.

"Saya berpesan kepada seluruh masyarakat kabupaten karimun khususnya masyarakat kundur untuk bisa melihat secara lansung kegiatan STQ kabupaten karimun melalui Tv secara live," ujarnya. 

Untuk itu, ia meminta kepada seluruh masyarakat kundur untuk memakluminya bukan pemerintah melarang namun situasi dan kondisi kita seperti ini mencegah itu lebih baik

"Mudah mudahan dengan mematuhi dan menjalani perokes, semoga kita semua terbabas dari pademi Covid-19. Dengan mematuhi ini semua Semoga kita semua bisa menjalin kehidupan yang normal kembali," harapnya.

Turut hadir dalam acara Kabag Humas Karimun, Kabag Kesra Karimun, Camat Kundur, Camat Kundur Utara, Camat Kundur Barat, Camat Belat, Kacapjari Kundur, Polsek Kundur, Koramil Kundur, Sabandar Kundur, Kapus Kundur, Lurah se-Kecmatan Kundur, tokoh agama dan tokoh masyarakat kundur.


Ahmad Yahya


Foto Bersama Pengurus SMSI Pusat. 

JAKARTA KEPRIAKTUAL.COM: Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Firdaus menegaskan pentingnya kita meningkatkan semangat kebersamaan masyarakat pers untuk menjaga negeri. 

Firdaus mengemukakan hal itu dalam sambutannya pada Hari Ulang Tahun SMSI ke-4 di Gedung SMSI Jakarta Press Club Jalan Veteran II 7C, Jakarta Pusat, hari Minggu,7 Maret 2021. 

Ulang tahun yang berlangsung sederhana itu dihadiri para pengurus SMSI Pusat, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten, serta para anggota.

Acara ulang tahun ini ditandai potong tumpeng oleh Firdaus yang sekaligus meniup lilin, serta mengundang Wakil Pemimpin Redaksi Harian Kompas Tri Agung Kristanto sebagai pembicara utama tentang pers. 

“Dalam rangka memperingati HUT SMSI ke-4 ini, saya merasa perlu mengajak kepada seluruh ketua untuk bersatu menjadikan lembaga kita ini sebuah bangunan yang kokoh,” kata Firdaus.

Menurut dia, pernyataan itu akan dapat terlihat dari kebersamaan gerak dan kebersamaan visi kita untuk mencapai tujuan bersama.

“Media online yang kita geluti ini, waktunya sudah pendek. Kecuali kita membangun inovasi-inovasi,” tuturnya.

Ia mengingatkan membangun inovasi dan jaringan itu biayanya besar dan mahal. Maka jalan keluarnya bisnis bersama dengan tidak meninggalkan rumah yang telah kita bangun. 

“Mari kita bangun rumah besar kita bersama. Siberindo.co rumah besar kita,” kata Firdaus yang menyebut Siberindo.co sebagai newsroom bersama SMSI yang kini beranggotakan 1.224 pengusaha media siber yang tersebar di Tanah Air. 

“Para pengurus dan anggota SMSI Se-Tanah Air perlu dicatat, siberindo.co merupakan icon kebersamaan kita, karena dunia semua tahu kita yang melahirkannya,” katanya. (**)


Penangkapan Dua Pelaku Jambret. (Foto: Istimewa).

BATAM KEPRIAKTUAL.COM
: Team  Macan  Opsnal Reskrim Polresta Barelang amankan dua orang pelaku pencurian dengan lekerasan / Curas (Jambret) berinisial JA (36) dan DR (27) di Perumahan Sentosa Indah, Sei Panas pada Jumat (5/3/2021).

Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Andri Kurniawan menjelaskan, aksi Jambret ini berawal saat korban berinisial Lay tengah melintas di jalan Raya Seputaran Kota Mas Baloi, Lubuk Baja dengan menggunakan sepeda motor miliknya pada Jumat (26/2/2021) lalu.

"Saat korban melintas, pelaku datang dari arah belakang menggunakan sepeda motor dan langsung mengambil tas sandang milik korban yang diletakan di gantungan barang sepeda motor milik korban," kata Andri, Minggu (7/3/2021).

Adapun Tas korban itu berisikan 1 kartu ATM Bank BNI, 1 E KTP, 1 SIM C, 1 STNK, 1 Ijajah SMA, uang tunai sebanyak Rp90 rb dan 1 unit Handphone IPhone 8+ warna rose gold.

Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian sebanyak Rp8 Jt dan langung melaporkan kejadian ke polresta Barelang.

Menindaklanjuti laporan tersebut, dengan gerak Cepat Team Macan Opsnal Reskrim Polresta Barelang yang dipimpin oleh Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Andri Kurniawan segera melakukan penyelidikan lapangan dan benar telah terjadi tindak pidana pencurian dengan kekerasan / Curas (Jambret).

Selanjutnya pada Jum'at (5/3/2021) sekira pukul 15.00 Wib, Opsnal Reskrim Polresta Barelang mendapat informasi dari masyarakat bahwa pelaku berada di Perumahan Sentosa Indah, Sei Panas, sekira pukul 15.40 Wib.

"Ketika dilakukan penangkapan, pelaku melakukan perlawanan dan mencoba melarikan diri kemudian Team Opsnal Reskrim Polresta Barelang memberikan tembakan peringatan sebanyak 3 kali," kata Andri.

"Tak jera, pelaku tetap melakukan perlawanan dan mencoba melarikan diri, Kemudian Opsnal Reskrim Polresta Barelang memberikan tindakan tegas dan terukur ke arah kaki pelaku dan pelaku berhasil diamankan dan digiring ke Mapolresta Barelang," tambahnya. 

(Redaksi/Exp)



Foto: Istimewa

BATAM KEPRIAKTUAL.COM
: Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) geledah 4 lokasi di Kota Batam, Juma (5/3/2021). Hal itu dilakukan dalam perkembangan penyelidikan dugaan kasus korupsi pengaturan barang kena cukai dalam pengelolaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Bintan Wilayah Kabupaten Bintan Tahun 2016 sampai 2018.

Plt. Juru Bicara KPK, Ali Fikri kepada awak media, Sabtu (6/3/2021) menjelaskan 4 lokasi itu yakni berada di Kompleks Perumahan Raflesia, Kompleks Perumahan Sukajadi, Kantor PT. Golden Bamboo Bintan (GBB) di Kawasan Lytech Industri, dan Perumahan Sawang Permai.

"Dari penggeledahan ini, ditemukan dan diamankan bukti diantaranya berbagai dokumen dan barang yang berhubungan dengan perkara," ujarnya.

Kata dia, barang bukti yang pihaknya amankan itu akan divalidasi dan dianalisa untuk diajukan penyitaan menjadi bagian dalam berkas perkara penyidikan.

Diketahui, sejak sepekan lalu KPK telah 7 lokasi di Kabupaten Bintan dan Kota Tanjungpinang. Dari lokasi tersebut KPK juga menyita sejumlah dokumen-dokumen untuk dijadikan alat bukti.

Total sudah 11 lokasi yang telah dilakukan penggeledahan oleh lembaga anti rasuah tersebut selama penyelidikan berlangsung.

(Redaksi/Exp)



Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.