Kepala BC Batam, Susila Brata (Foto: Istimewa).

BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Seludupkan 268 unit ponsel merk Iphone dari Kota Batam, Kepri, pada Sabtu (27/2/2021) lalu. Petugas Bea dan Cukai Bandara Juanda di Sidoarjo, Jawa Timur, meringkus 3 orang pelaku tindak pidana kepabeanan.

Kepala Bea dan Cukai Batam, Susila Brata, mengatakan ketiga pelaku tersebut yakni HZ, RA, dan MM selaku penumpang maskapai Lion Air nomor penerbangan JT 972 dari Batam tujuan Surabaya.

Susila mengungkapkan, penggagalan itu bermula saat petugas Seksi Penindakan dan Penyidikan (P2) Bea Cukai Juanda mendapatkan informasi dari Bea dan Cukai Batam terkait adanya penumpang membawa handphone tanpa dilengkapi dokumen pabean.

Pihaknya mengaku sudah memantau ketiga pelaku tersebut dari Batam setelah itu memberikan informasi tersebut kepada pihak BC Juanda.

"Setelah mendapati informasi tersebut, petugas unit P2 BC Juanda yang berkoordinasi dengan Satgas Pengamanan Lanudal Juanda, kemudian melakukan pengawasan terhadap penumpang yang diduga akan membawa handphone tersebut," bebernya, Sabtu (6/2-2021).

Dijelaskannya, saat melalui pemeriksaan alat Xray, petugas mendapati banyak telepon pintar di dua tas koper dan tiga tas ransel yang dibawa oleh pelaku tersebut.

"Petugas kemudian melakukan penggeledahan dan mendapati 268 unit telepon pintar di dalamnya. Dalam koper dan tas ransel milik HZ, petugas mendapati 114 unit iPhone X,"

"Sementara di dalam koper dan tas ransel milik RA didapati 104 unit iPhone X. Lalu di dalam tas ransel milik MM didapati 15 unit iPhone 7, sembilan unit iPhone 8, 15 unit iPhone X, dan 11 unit iPhone Xr," jelasnya.

Tidak hanya itu, saat digeledah diketahui ratusan unit iPhone tersebut merupakan barang second atau bekas. Sebab kesemuanya tidak dilengkapi dengan kotak dan alat pengisi daya atau charger.

Susila juga membeberkan, total kerugian negara yang ditimbulkan akibat perbuatan ketiga tersangka tersebut sekitar Rp. 470 juta dan total perkiraan harga seluruh barang itu sebesar Rp. 1,6 miliar.

"Kalau untuk tujuan akhirnya masih belum diketahui, masih kami dalami. Tetapi barang tersebut sudah sampai Surabaya," pungkasnya.

(Redaksi/Exp)


Presiden Jokowi  didampingi Seskab Pramono Anung dan pejabat lainnya meninjau area lumbung pangan yang terletak di Desa Makata Keri, Kecamatan Katiku Tana, Kabupaten Sumba Tengah, NTT.  (Foto: Istimewa)

JAKARTA KEPRIAKTUAL.COM
: Guna memperkuat ketahanan pangan nasional, pemerintah mengembangkan kawasan lumbung pangan atau food estate di tiga provinsi, yaitu Kalimantan Tengah, Sumatra Utara, dan Nusa Tenggara Timur.

“Penyediaan cadangan pangan nasional ini adalah agenda strategis yang harus kita lakukan dalam rangka mengantisipasi kondisi krisis pangan akibat pandemi COVID-19, yang sudah berkali-kali diingatkan oleh FAO (Food and Agriculture Organization) mengenai krisis pangan dunia. Hal ini juga untuk mengantisipasi perubahan iklim, serta juga tidak kalah pentingnya adalah mengurangi ketergantungan kita pada impor pangan,” ujar Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dalam Rapat Terbatas pada September tahun lalu.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan, pentingnya peningkatan produksi dan penguatan cadangan pangan menjadikan program pengembangan ini harus ditangani secara extraordinary, salah satunya lewat pendampingan yang intensif.

Syahrul menambahkan, Kementerian Pertanian (Kementan) akan memaksimalkan semua lini agar pendampingan yang diberikan terhadap petani di kawasan lumbung pangan di tiga provinsi tersebut bisa berjalan maksimal, salah satunya lewat pembentukan Tim Pendamping/Detasering Pengembangan Kawasan Food Estate.

“Petugas perlu disiapkan dan ditingkatkan kompetensinya sehingga dapat optimal bekerja, dengan kompetensi ini, para pendamping dapat memiliki kemampuan mendampingi dan mengawal para petani di food estate dalam melakukan budidaya, penggunaan alsintan [alat dan mesin pertanian] dan penanganan panen serta pascapanen,” ujarnya saat memberikan pembekalan dan pelepasan tim pendamping tersebut, di Jakarta, Kamis (04/03/2021).

Mentan menegaskan, tim ini menjadi landasan utama dalam mengoptimalkan berbagai aktivitas lumbung pangan dari hulu ke hilir. Kehadiran pendamping bagi petani diharapkan membantu percepatan pengembangan lumbung pangan dan memperkuat eksistensi kelembagaan petani serta pengembangan bisnis dan korporasi petani.

“Di pertanian itu yang terpenting adalah bagaimana kemauan kita bekerja, kuncinya harus fokus dan paham secara jelas dan detail apa yang kita kerjakan, apa target kita, pahami medannya, pahami siapa orang-orang yang harus kita kenal di lapangan, dan tentu harus diikuti juga dengan disiplin dan kerja sama yang baik” paparnya.

Untuk kesuksesan program food estate ini Mentan berkomitmen akan mendukung penuh upaya pendampingan bagi para petani, sebagai langkah yang sangat penting dalam mengakselerasi kegiatan pertanian di lokasi food estate.

“Ini langkah yang bagus, jangan ada kata mundur ataupun berhenti, kita harus fight, saya dukung penuh pendampingan ini, secara teknis semua unit kerja di Kementan harus ikut bekerja dan mendukung,” tegasnya.

Sebagai informasi, untuk tahap awal tim pendamping akan bekerja secara intensif selama tiga bulan ke depan, tim ini terdiri dari 70 orang tenaga fungsional yang meliputi para peneliti, penyuluh pusat, widyaiswara, dosen, pengawas benih tanaman, litkayasa, pengamat organisme pengganggu tanaman dan fungsional umum lainnya.

(Redaksi/Setkab/HUMAS KEMENTAN/UN)



Panglima TNI dan Kapolri Saksikan Vaksinisasi Ribuan Prajurit dan Polri.

BATAM KEPRIAKTUAL.COM
: Panglima TNI dan Kapolri tinjau dan saksikan kegiatan vaksinisasi covid-19 di gedung Lancang Kuning Polda Kepri, serta memberikan pengarahan kepada sejumlah pejabat TNI dan Polri diwilayah Provinsi Kepri, Jumat (5/3-2021).

Kegiatan menjalani vaksinisasi Covid-19 oleh sebanyak 1.000 Prajurit TNI – Polri di wilayah Provinsi Kepri, disaksikan langsung oleh Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, SIP dan Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si.

Kadiv Humas Polri Irjen. Pol. Raden Prabowo Argo Yuwono, S.I.K., M.Si., mengatakan, vaksin Covid-19 diberikan kepada 500 Personil Polri dan 500 Prajurit TNI. Sebelum mendapat suntikan vaksin Covid-19, anggota harus menjalani pemeriksaan awal, termasuk pengecekan suhu dan tekanan darah.

"Disamping melakukan peninjauan Vaksinasi terhadap anggota, Bapak Panglima TNI dan Bapak Kapolri juga memberikan pengarahan kepada sejumlah pejabat TNI dan Polri diwilayah Provinsi Kepri," tutur Kadiv Humas Polri Irjen. Pol. Raden Prabowo Argo Yuwono.

Sebelumnya pada kamis tanggal 4 Maret 2021, seluruh pejabat utama Polda Kepri, para perwira, dan Personil Polda Kepri telah menerima suntik Vaksin dan pada hari ini merupakan tindak lanjut Vaksinasi terhadap anggota TNI-Polri yang belum melaksanakan.

"Suntikan vaksin ini hanya diberikan kepada seluruh anggota yang menurut hasil pemeriksaan kesehatannya layak untuk menjalani vaksinasi Covid-19." jelasnya.

"Walaupun nantinya telah menerima Vaksin, Kami tegaskan kembali kepada seluruh anggota agar tetap mematuhi protokol kesehatan dengan tetap memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan," tutupnya.

Kadiv Humas Polri



Mikol dan Roko di Kapal Pompong yang Diamankan Satpolair Polresta Barelang.

BATAM KEPRIAKTUAL.COM
: Satpolair Polresta Barelang berhasil menggagalkan upaya penyelundupan ratusan mikol dan rokok ilegal di Perairan Pulau Bulan, Batam, Selasa, (2/3/2021).

Kasat Polair Polresta Barelang, AKP Syaiful Badawi mengatakan, penangkapan itu berawal dari adanya informasi dari masyarakat bahwa ada sebuah Kapal Pompong kayu yang membawa barang ilegal dari pelabuhan tikus Sei Lekop hendak menuju ke Tembilahan yang akan melewati perairan Pulau Bulan.

"Mendapati informasi tersebut, di Perairan Pulau Bulan Batam dengan Koordinat 00°59.907 N - 103°56.358 E personil Patroli Sat Polair Polresta Barelang dengan menggunakan satu unit Kapal Patroli Nomor : XXXI-28-1001, melakukan patroli diseputaran perairan tersebut," ungkap Syaiful Badawi, Jum'at (5/3/2021).

Tak lama waktu berselang, satu unit kapal Pompong Kayu tanpa nama sedang melintasi perairan kemudian personil patroli merapat ke kapal tersebut dan melakukan pemeriksaan terhadap barang bawaan kapal.

"Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, petugas tidak menemukan dokumen kapal dengan membawa barang berisi rokok dan mikol llegal," ujar Badawi.

Barang bukti yang berhasil diamankan diantaranya, 1 unit pompong kayu tanpa nama, 29 box rokok ilegal, 3 box mikol merk Black Label ukuran 1 liter dengan jumlah 12 botol per box, 27 box mikol merk Red Label ukuran 750 ml dengan jumlah 12 botol per Box dan 213 kes mikol Bir merk Carlsberg.

Selain berhasil mengamankan barang bukti, petugas Satpolair Polresta Barelang juga mengamankan nahkoda kapal berinisial SY (28).

"Menurut keterangan SY (28), bahwa pemilik barang adalah berinisial A yang saat ini dalam pencarian atau DPO," beber Syaiful Badawi.

Informasi yang dihimpun dari salah seorang narasumber, pemilik barang berinisial A disebut-sebut warga tembilahan yang kerap melakukan aksi penyelundupan Batam - Tembilahan.

Terhadap kapal dan ABK kapal diamankan untuk dilakukan proses selanjutnya dan atas perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 102 UU No. 17 Tahun 2006 Tentang Kepabeanan," pungkasnya.

(Redaksi/expos/Fay)



Gotong Royong Bhabinkamtibmas Polsek Bunguran Timur dengan Masyarakat. 

NATUNA KEPRIAKTUAL.COM: Bhabinkamtibmas Polsek Bunguran Timur Desa Ceruk, Bripka Suharjo bersama Masyarakat RT/RW, Desa Ceruk melaksanakan gotong royong pembersihan potong rumput lapangan bola kaki Desa Ceruk RT 004/RT 002 Kecamatan Bunguran Timur Laut Kabupaten Natuna, Jumat (5/3/2021).

Di Sela-sela kegiatan, Bripka Suharjo menyampaikan himbauan agar Selalu memperhatikan lingkungan tetap bersih dan menghimbau kepada masyarakat rumput yang sudah dipotong atau sampah, agar tidak dibakar disarankan untuk kasih makan ternak saja, kasih masyarakat yang berternak sapi.

" Dan apa bila keluar rumah tetap gunakan  masker atau kemanapun dan selalu menjaga kebersihan dengan mencuci tangan," ungkapnya. 

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kades Desa Ceruk berserta staf, Babinsa Desa Ceruk Serka Rapius dan Masyarakat Desa Ceruk.

(IK)


Foto: Istimewa

TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Satuan Tugas Penanganan COVID-19  menetapkan Provinsi Kepulauan Riau sebagai Zona Kuning penularan COVID-19 setelah jumlah kasus aktif turun drastis dalam sebulan terakhir.

Ketua Harian Satgas Penanganan COVID-19 Kepri Tengku Said Arif Fadillah, di Tanjungpinang, Kamis (04/03), sehari yang lalu, Tanjungpinang dan Batam masih Zona Oranye atau resiko penularan sedang, sementara Kabupaten Karimun, Natuna, Kepulauan Anambas dan Kabupaten Lingga ditetapkan sebagai Zona Kuning dengan resiko penularan kecil.

"Alhamdulillah, hari ini tujuh kabupaten dan kota di Kepri ditetapkan sebagai daerah dengan resiko penularan rendah," ujarnya, yang juga Sekda Kepri.

Arif menjelaskan jumlah kasus aktif COVID-19 di wilayah itu  tinggal 148 orang. Kasus aktif COVID-19 di wilayah tersebut  tersebar di Batam 72 orang, Tanjungpinang 22 orang, Bintan 47 orang, Karimun lima orang, dan Natuna dua orang. Sedangkan Kepulauan Anambas dan Lingga nol kasus aktif COVID-19.

Jumlah pasien COVID-19 di Kepri hari ini bertambah 12 orang sehingga total jumlahnya sejak pandemi Maret 2020 sampai sekarang menjadi 8740 orang. Penambahan pasien itu terjadi di Batam tiga orang, Tanjungpinang empat orang dan Bintan lima orang.

Total jumlah pasien di Kepri sejak Maret 2020 sampai sekarang  tersebar di Batam sebanyak 5981 orang, Tanjungpinang 1398 orang, Bintan 690 orang, Karimun 421 orang, Lingga 55 orang, Natuna 92 orang dan Anambas 103 orang.

Jumlah pasien yang sembuh dari COVID-19 bertambah 21 orang sehingga  menjadi 8371 orang, yang terdiri dari Batam tujuh orang sehingga menjadi 5743 orang, Tanjungpinang enam orang sehingga menjadi 1348 orang, dan Bintan delapan orang sehingga menjadi 626 orang.

Total pasien yang sembuh dari COVID-19 di Karimun 398 orang, Lingga 52 orang, Natuna 88 orang, dan Anambas 102 orang.

Jumlah pasien yang meninggal dunia akibat COVID-19 sebanyak 221 orang, yang terdiri dari Tanjungpinang 28 orang, Batam 152 orang, Karimun 18 orang, Bintan 17 orang, Lingga tiga orang, Natuna dua orang dan Anambas satu orang.

Sumber: Diskominfo Kepri


Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri Tinjau Masyarakat yang Divaksin. 

TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Gubernur Provinsi Kepri H Ansar Ahmad,SE.MM meminta seluruh masyarakat Provinsi untuk tidak takut divaksin.

Hal ini disampaikan Gubernur Provinsi Kepri H Ansar Ahmad saat menghadiri pelaksanaan vaksinasi lansia di yayasan Permabudhi Tanjungpinang, Kamis (4/3).

"Kita harapkan semua masyarakat mendapatkan vaksinasi," ungkap Ansar, dikutip dari situs resmi Diskominfo Kepri. 

Ansar memastikan bahwa vaksinasi yang diberikan saat ini sudah pasti aman dan halal. Sehingga tidak ada alasan untuk takut divaksin.

"Ditambah lagi dengan divaksin dapat memutuskan mata rantai penularan Covid-19," ujar Ansar.

Untuk itu, Ansar mengharapkan semua masyarakat Kepri untuk dapat ikut mendukung upaya pemerintah dalam menanggulangi pandemi Covid-19 saat ini.

"Salah satunya dengan mau dan bersedia untuk di vaksinasi," tegas Ansar kembali.

Redaksi


Gubernur Kepri, Ansar Ahmad dan Wakil Gubernur Kepri, Marlin Agustina (Foto: Istimewa)

TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Gubernur Provinsi Kepri H Ansar Ahmad, SE.MM akhirnya menyampaikan pidato perdana Gubernur Provinsi Kepri dalam paripurna DPRD Kepri, Kamis (4/3).

Didampingi wakil Gubernur Provinsi Kepri Hj Marlin Agustina, Ansar menyampaikan terdapat tujuh program strategis yang akan dilaksanakan dalam memimpin Provinsi Kepri.

"Pertama dan yang utama adalah program dalam percepatan Pemulihan ekonomi di Provinsi Kepri, " ungkap Ansar.

Apalagi lanjut Ansar, perekonomian Kepri yang sempat menurun akibat pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini. Kedua, program penguatan jaring pengamanan sosial serta percepatan pemulihan kesehatan masyarakat.

"Ketiga, program pembangunan Sumber Daya Manusia yang berkarakter dan berdaya saing melalui akselerasi pendidikan berkarakter," ujar Ansar.

Keempat, program strategis yang dilakukan adalah meningkatkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel. Melalui pemberdayaan dan peningkatan kualitas ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepri.

"Kelima, melestarikan budaya Melayu dan meningkatkan kebersamaan serta kerukunan umat beragama di Provinsi Kepri, " jelas Ansar.

Ansar melanjutkan, kemudian yang keenam program peningkatan pembangunan dan infrastruktur khususnya di pulau-pulau. Baik itu pemenuhan akan air bersih, listrik serta ketersediaan Bahan Bakar Minyak BBM yang mudah dijangkau masyarakat.

"Dan program terakhir ketujuh adalah peningkatan kemaritiman di Provinsi Kepri, peningkatan industri perikanan laut dan seluruh komponen yang mampu meningkatkan potensi kelautan yang ada di Provinsi Kepri," ungkap Ansar.

Untuk itu, Ansar mengharapkan dukungan dari seluruh komponen masyarakat dan seluruh jajaran di lingkungan Provinsi Kepri untuk bersama-sama dalam membangun Provinsi Kepri.

Sumber: Diskominfo Kepri


Foto: Istimewa

JAKARTA KEPRIAKTUAL.COM: Bareskrim Polri resmi menghentikan kasus dugaan penyerangan Laskar FPI kepada polisi di Tol Jakarta-Cikampek KM 50. 

Dengan begitu, seluruh penyidikan perkara tersebut dan status tersangka pada enam Laskar FPI tersebut sudah tidak berlaku di mata hukum.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono menjelaskan, penghentian kasus ini sebagaimana tertuang dalam Pasal 109 KUHP karena tersangka sudah meninggal dunia.

"Kasus penyerangan di Tol Jakarta-Cikampek dihentikan. Dengan begitu, penyidikan serta status tersangka sudah gugur," kata Argo dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Kamis (4/3/2021).

Disisi lain, terkait dengan kasus ini, kata Argo, aparat kepolisian sudah menerbitkan Laporan Polisi (LP) soal dugaan adanya Unlawful Killing di kasus penyerangan Laskar FPI tersebut. 

Saat ini, Argo menyebut, ada tiga polisi dari jajaran Polda Metro Jaya yang sudah berstatus terlapor. Hal itu sebagaimana dengan instruksi Kapolri untuk menjalankan rekomendasi dan temuan dari Komnas HAM soal perkara ini. 

"Rekomendasi dan temuan Komnas HAM, kami sudah jalankan. Saat ini masih terus berproses," ujar Argo.

Redaksi/Divisi Humas Mabes Polri


Cerita Brigadir Pani Januar Dengan Warga. 

NATUNA KEPRIAKTUAL.COM: Bhabinkamtibmas Polsek Bunguran Timur, Desa Harapan Jaya, Kecamatan Bunguran Tengah, Brigadir Pani Januar melaksanakan kegiatan Basembang Bercerite tentang himbauan pencegahan Karhutla di wilayah hukum Polsek Bunguran Timur Polres Natuna, Kamis (4/3/2021).

Terjalinya silahturahmi yang baik antara Bhabinkamtibmas dengan masyarakat. Dan dalam kegiatan tersebut, Brigadir Pani Januar menghimbau kepada masyarakat untuk tidak membakar Hutan dan Lahan guna mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

"Saya juga menghimbau kepada masyarakat di musim kemarau ini, untuk menjaga lingkungan sekitar rumah dengan tidak membakar sampah sembarangan yang dapat menimbulkan terjadinya kebakaran," ungkapnya. 

Ia juga beharap kepada masyarakat untuk dapat bekerja sama dengan pemerintah dalam hal menangani pencegahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan. 

"Dan saya juga berharap kepada masyarakat jika melihat adanya kebakaran segera melaporkan kepada kantor Kepolisian terdekat," paparnya. 

(IK)


Peresmian Pungutan Labuh Jangkar. 

TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Pemerintah Provinsi Kepri akhirnya meresmikan pungutan perdana jasa labuh jangkar Lay Up penerimaan daerah Provinsi Kepri di wilayah labuh jangkar perairan Galang Kota Batam.

Peresmian itu ditandai dengan penandatanganan penarikan biaya jasa labuh kapal, yang ditandatangani langsung oleh Gubernur Kepri, Ansar Ahmad di PT. BIAS Delta Pratama, Galang, Rabu (3/3)

Dalam sambutannya, Ansar Ahmad yakin bahwa dengan dipungutnya retribusi labuh jangkar ini akan mampu meningkatkan APBD Kepri sebesar Rp700 juta perhari atau sekitar Rp200 miliar ke APBD Kepri. 

"Seluruh masyarakat Kepri mengucapkan terima kasih kepada Menteri Marves, Menteri Perhubungan dan  Menteri Keuangan yang telah membantu Kepri sehingga bisa melakukan pengelolaan sumber daya alam laut dari garis pantai sampai dengan 12 mil laut. Alhamdulillah perjuangan sejak ini membuahkan hasil dengan diresmikannya pemungutan perdana jasa labuh jangkar ini," ungkap Ansar bersama sejumlah Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) Provinsi Kepri, juga sempat melakukan pemantauan radar pemantau lalu lintas kapal. 

Ansar mengakui, adanya peresmian pemungutan biaya labuh jangkar untuk masuk ke dalam PAD Kepri sendiri melalui proses yang sangat panjang, dan proses ini diakuinya telah berlangsung sejak kepemimpinan Ismeth Abdullah.

"Kegiatan ini memang prosesnya panjang, dari gubernur pak Ismeth Abdullah kemudian pak Sani, kemudian pak Nurdin dan pak Isdianto. Saya kira semua punya peran besar untuk ini, dan alhamdulilah memang saat kami diamanahkan masyarakat launching pungutan perdana ini," ungkap Ansar saat wawancara dengan awak media.

Ansar mengungkapkan satu bulan sebelum pelantikan Gubernur Kepri,  ia  melakukan pendekatan ke Menteri Marves, Menteri Perhubungan dan Menteri Keuangan untuk memberikan kemudahan bagi Kepri dalam melakukan pengelolaan jasa labuh jangkar tersebut.

Ansar berharap penerimaan tersebut akan memperluas jangkauan pembangunan yang dapat dinikmati oleh masyarakat Kepri, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Tidak itu saja, Ansar juga merencanakan memperluas pungutan pada sektor lainnya  dengan memanfaatkan kapal rute jarak jauh. Misalnya agar kapal-kapal jarak jauh bisa singgah di Kepri maka akan disediakan terminal di laut. 

Terminal tersebut nantinya menyediakan kebutuhan logistik, BBM atau kebutuhan kapal lainnya  untuk kapal jarak jauh tersebut. 

"Semua rencana ini sedang dalam proses. Pengelolaannya kita percayakan pada Badan Usaha Pelabuhan (BUP) Provinsi Kepri. Dengan harapan agar BUP bisa menjadi mesin ekonomi Kepri," jelas Ansar. 

Potensi-potensi pungutan lain, lanjut Ansar juga akan terus dilakukan agar APBD Kepri semakin kuat sehingga pembangunan semakin cepat dan kesejahteraan semakin dirasakan masyarakat. 

Semua rencana dan target tersebut  bisa dilakukan kalau saling bahu membahu antara Pemerintah Kepri, Forkapimda, tokoh masyarakat, tokoh agama dan seluruh masyarakat Kepri. 

Sementara Sekretaris Daerah Kepri T.S Arif Fadillah menyebutkan pungutan jasa labuh jangkar ini telah sesuai dengan amanat Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014. Juga telah melalui beberapa kali kajian,  sampai  zona labuh jangkar pun telah disesuaikan dengan Rencana Tata Ruang Laut ( RZWP). 

Bahkan untuk melegitimasi wewenang  dalam melakukan pengelolaan labuh jangkar tersebut Pemprov Kepri juga juga meminta masukan dan saran dari lembaga pengawas dan lembaga hukum seperti Kejaksaan Tinggi Kepri, Ombudsman, Asisten BPKP RI, dan rekomendasi BPK RI. 

"Selanjutnya tahun 2020 dengan keterlibatan langsung Menteri Marvest Bapak Luhut B Panjaitan dan jajaran, Menteri Perhubungan, makan area labuh jangkar Kepri ditata ulang sehingga dari 18 titik lokasi ditertibkan menjadi 6 lokasi," ungkap Arif.

Keenam lokasi labuh jangkar itu meliputi peraiaran pulau Galang, peraiaran Pulau Nipah, Perairan Batu Ampar, perairan Kabil Selat Riau, peraiaran Tanjung berakit, dan perairan Karimun. 

Melalui Pergub Pemprov Kepri menetapkan jasa labuh dalam arti penggunaan ruang parkir kapal sebesar sama dengan pungutan Kemenhub sebelumnya yakni Rp.700/GT per masa.

"Agar kenyamanan, keandalan, dan kepastian keamanan bisa terjamin di wilayah Provinsi Kepri, maka kapal yang masuk sehari rata-rata hanya 1 GT saja. Atau setara dengan 20 unit kapal  ukuran 50.000 GT. Dengan jumlah tersebut, pemasukan Kepri bisa mencapai Rp.200 miliar lebih per tahunnya," jelas Arif. 

Lanjut Arif, Pemprov Kepri telah menyiapkan surat ketetapan retribusi daerah (SKRD) atau nota tagihan retribusi daerah berupa jasa labuh jangkar lay up. Pungutan pertama akan dilakukan pada tanggal 9 Maret 2021 nanti.

Hadir pada kesempatan tersebut Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak, Wakil Ketua I DPRD Kepri Hj.Dewi Kumalasari, Kapolda Kepri  Irjend.Pol Aris Budiman, Wakajati Kepri Patris Yusrian Jaya, Sekretaris Daerah Kota Batam Jefridin, Wakil Ketua Komisi I DPRD Kepri  Taba Iskandar, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kepri Surya Sardi dan sejumlah anggota DPRD Kepri, Kepala Staff Guskamla Kol. Laut (P) Tomi Erizal, Kepala Zona Kamla Maritim Barat Laksamana Pertama TNI Hadi Pranoto, Pimpinan Bias Mandiri Grup Mayjen Marinir (Purn) Ahmad Rifai. 

Hadir juga Kepala BP2RD Kepri Reni Yusneli, Kepala Dinas Pariwisata Kepri Buralimar, Kepala Dinas Perhubungan Kepri Junaidi, Kepala Biro Hukum Heri Mokhrizal, Kepala Badan Kebangpol Kepri Lamidi,  Plt Kepala Biro Humas, Protokol, dan Penghubung Kepri Zulkifli, jajaran eselon II dan eselon III Pemprov Kepri lainnya.

Sumber: Diskominfo Kepri


Foto: Istimewa. 

JAKARTA KEPRIAKTUAL.COM: Untuk mencapai target prioritas nasional reformasi birokrasi, khususnya program penyederhanaan birokrasi dan pengadaan calon ASN (CASN) tahun 2021, Kementerian PANRB akan mengadakan Rapat Koordinasi (Rakor) secara virtual bersama instansi pusat dan daerah, pada Kamis (04/03). Diharapkan para Sekretaris Jenderal/Sekretaris Kementerian/Lembaga, dan para Sekretaris Daerah di provinsi, kabupaten, dan kota di Indonesia dapat hadir dalam rakor ini. 

Dalam mendukung pencegahan penularan Covid-19, maka rakor yang akan dibuka oleh Wakil Presiden RI ini akan dilaksanakan secara virtual dengan memanfaatkan teknologi informasi. “Mengingat masih dalam masa pandemi, rakor ini akan dilaksanakan secara virtual dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat,” ujar Sekretaris Kementerian PANRB Dwi Wahyu Atmaji di Jakarta, Rabu (03/03).

Rapat Koordinasi ini bertujuan membahas bersama kemajuan yang telah dicapai dalam proses penyederhanaan birokrasi dan memperoleh masukan mengenai kebijakan pengadaan Calon ASN 2021 di lingkungan kementerian/lembaga dan daerah. Melalui rakor ini diharapkan dapat dirumuskan bersama suatu langkah strategis yang terpadu, terarah, dan sistematis dalam mendorong percepatan proses penyederhaan birokrasi dan pengadaaan CASN yang semakin adil, transparan, dan berkualitas sesuai kebutuhan organisasi.

Dalam rakor tersebut, Menteri PANRB Tjahjo Kumolo akan melaporkan progres penyederhanaan birokrasi dan pengadaan CASN 2021. Selain itu, Deputi bidang Kelembagaan dan Tata Laksana Kementerian PANRB Rini Widyantini, Plt. Deputi bidang SDM Aparatur Kementerian Teguh Widjinarko, dan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana akan menjelaskan mengenai kemajuan kebijakan dan perkembangan Penyederhanaan Reformasi Birokrasi, Kebijakan Pengadaan CASN 2021, dan Teknis Pelaksanaan Seleksi CASN 2021. 

Penyederhanaan birokrasi yang saat ini terus berlangsung merupakan suatu terobosan yang bertujuan mempercepat pelayanan, meningkatkan responsivitas birokrasi, dan kualitas output birokrasi. Kebijakan ini berdampak nyata pada pelayanan publik yang semakin cepat. Masyarakat dapat memperoleh pelayanan dasar dan proses perizinan dalam waktu singkat, termasuk melalui sistem pelayanan dari instansi pemerintah yang kini beradaptasi dengan sistem daring atau online. “Kuncinya adalah seberapa cepat negara dapat melayani, aparat pemerintah sigap dan cepat melayani masyarakatnya, mengejar ketertinggalan, dan mengadopsi hal-hal baru yang inovatif,” jelas Atmaji.

Penyederhaan birokrasi sebagai bagian dari akselerasi reformasi birokrasi dapat dijadikan sebagai faktor pendorong perbaikan ekonomi melalui penciptaan iklim investasi yang baik, dan penghapusan pungutan liar. Selain itu, kebijakan ini dapat meningkatkan kualitas kehidupan dan kebahagiaan masyarakat melalui pelayanan publik, dan peningkatan daya saing bangsa melalui pembentukan ASN yang semakin berkompeten.

Sementara itu, sistem pengadaan CASN yang kini telah menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) sejak 2013, mejadikan proses rekrutmen menjadi lebih adil, transparan, dan mampu menjaring CPNS dengan kualitas dasar yang baik serta berhasil menekan kemungkinan terjadinya kecurangan dan praktik KKN dalam rekrutmen CPNS. “Namun demikian, keberhasilan dan kemajuan dalam penerimaan CASN ini tidak menghentikan proses continuous improvement dalam proses rekrutmen CASN, misalnya dengan memulai proses talent scouting atau pengembangan proses penerimaan berbasis kebutuhan yang bukan dilakukan setahun sekali pada waktu tertentu,” tutur Atmaji.

Meski demikian, masih terdapat beberapa permasalahan dalam proses rekrutmen CASN yang masih perlu disempurnakan, antara lain perluasan cakupan pengadaan ASN dari kelompok Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Disamping itu, perlu penyempurnaan muatan subtansi dalam Tes Kompetensi Dasar (TKD) dan Tes Kompetensi Bidang (TKB) yang harus memuat soal terkait teknologi informasi.

Kementerian PANRB sesuai tugas dan fungsinya diharapkan mampu melaksanakan perumusan dan koordinasi kebijakan dengan instansi pemerintah di pusat dan daerah. Kebijakan Kementerian PANRB tentunya akan sejalan dan selaras dengan Nawacita dan visi misi Presiden RI Joko Widodo dan Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin.

Penulis: (HUMAS MENPANRB)


Vaksinisasi Polres Tanjungpinang Tahap Pertama. 

TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Polres Tanjungpinang menggelar vaksinasi Covid-19 tahap pertama pada seluruh jajarannya dengan melibatkan tim vaksinator dari Puskesmas Sei Jang dan Mekar Baru yang berlangsung di Gedung Antan Seludang Mapolres Tanjungpinang. Rabu (03/02/2021)

Kapolres Tanjungpinang AKBP Fernando, S.H, S.IK. mengatakan seluruh personel Polres Tanjungpinang yang melaksanakan vaksinasi sebanyak 110 personel yang meliputi personel Polres Tanjungpinang, jajaran Polsek dan PNS Polri. 

Pelaksanaannya dilaksanakan selama dua hari, pada hari Rabu dan Kamis, seluruhnya dilakukan vaksinasi. Sementara untuk vaksinasi dosis tahap kedua rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 17 Maret 2021 mendatang.

Kapolres Tanjungpinang menambahkan, vaksinasi Covid-19 merupakan salah satu cara pemerintah untuk memutus penyebaran virus tersebut. Terlebih, tugas Polri juga berada di garda terdepan, terutama Bhabinkamtibmas dalam penegakan ketertiban dan protokol kesehatan Covid-19. Sehingga termasuk kelompok rawan.

Kapolres juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu-ragu mengikuti vaksinasi yang sedang dilaksanakan oleh pemerintah. 

“Karena upaya tersebut bisa memutus rantai penyebaran Covid. Tidak usah takut supaya imun kita makin kuat,” tutup Kapolres

Penulis: Humas Polres Tanjungpinang


Anggota DPRD Batam Jalani Vaksinisasi Covid-19.

BATAM KEPRIAKTUAL.COM
: Sebanyak 36 orang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam, hari ini, Rabu, 3 Maret 2021 menjalani vaksinasi Covid-19 tahap II di Rumah Sakit (RS) Awal Bross, Batam, Kepulauan Riau.

Kegiatan tersebut dimulai sekitar pukul 09.00 Wib dan dilakukan dengan 4 tahap. Setiap tahapnya terdaftar 9 orang dari keseluruhan anggota Dewan yang terdaftar untuk melakukan vaksinasi Covid-19 pada Rabu, 3 Februari 2021 sebanyak 36 orang.

Hal tersebut disampaikan oleh Renata, salah satu tim medis yang melakukan vaksinasi kepada anggota Dewan.

Renata mengatakan, Vaksinasi tersebut di lakukan dengan tujuan agar mempercepat pencegahan penularan virus Covid-19.

"Untuk vaksinasi tahap II kepada anggota Dewan, akan berlangsung hingga Jumat mendatang," ucapnya.

Renata juga menjelaskan, tahap-tahap yang di lalui sebelum di lakukan vaksinasi tersebut adalah, akan di lakukan pendaftaran di meja, lalu dilakukan pencatatan dan observasi. Sejauh ini, Anggota Dewan yang sudah melakukan vaksinasi sudah ada 23 orang dari 36 orang Anggota Dewan.

Lanjutnya, anggota Dewan yang akan melakukan vaksinasi terlebih dahulu harus melakukan pendaftaran di Meja 1. Kemudian dilanjutkan dengan pengecekan dan tidak terdapat penyakit yang menghalangi vaksinasi di Meja 2 akan dilakukan Skrining, lalu dilanjutkan dengan penyuntikan Vaksin di Meja 3.

"Terakhir sebelum mereka diperbolehkan pulang, anggota Dewan diharuskan untuk melakukan Pencatatan dan Observasi berkisar kurang lebih 30 menit," imbuhnya.

Capt Luther, salah satu anggota Dewan yang mengikuti vaksinasi Covid-19 mengatakan, bahwa saat ia menerima Vaksin dengan cara disuntik, ia tidak merasakan sakit dan baik baik saja.

"Tidak ada rasa sakit, Selain itu pelayanannya juga bagus, untuk kawan-kawan yang belum melakukan vaksin untuk segeralah, dan untuk masyarakat saya harap juga akan segera dilakukan vaksinasi, dan jangan takut dengan isu isu yang beredar di media sosial tentang bahaya vaksinasi," ujarnya.

Di lokasi sama, Budi Mardianto menyampaikan hal serupa, agar anggota Dewan yang belum melakukan vaksinasi agar segera dilakukan, karena prosesnya cukup cepat dan tidak ada rasa sakit.

"Saya berharap dengan di lakukan Vaksinasi ini bisa melumpuhkan virus virus yang selama ini membuat kita menjadi lemah fisik dan ekonomi, dan kami berharap pihak rumah sakit akan terus melajukan vaksinasi agar terhidar dari penyakit apapun," pungkasnya.

Red/expos/Fay



Foto, Kuasa Hukum Eti Rumiati, Allingson Revan Simajuntak dan Kantor BPN.

BATAM KEPRIAKTUAL.COM
: Eti Rumiati, warga Batam, gugat Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kepulauan Riau (Kepri) ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Tanjung pinang di Sekupang, Kota Batam. Gugatan tersebut, atas dasar pembatalan Sertifikat Tanah secara sepihak.

Eti Rumiati melalui kuasa hukumnya, Allingson Revan Simanjuntak, SH, CPL dkk menjelaskan pembatalan Sertifikat tanah itu bermula dari Kliennya memperoleh sebidang tanah dua Kavling yang beralamat di Kavling Sungai Lekop Blok D1 Nomor 19 dan 19A, Kecamatan Sagulung, Kota Batam beberapa waktu lalu dari Candra Gunawan (pihak pertama) berdasarkan surat hibah. 

"Namun, sebelum Eti mengurus surat hibah atas tanah tersebut, terlebih dahulu ia melakukan pengecekan pada kantor BP Batam bagian Lahan. Setelah dicek, ternyata benar surat kavling tersebut terdaftar atas nama Candra Gunawan," kata Revan diseputaran Batam Center, Selasa (2/3/2021) kemarin.

Karena sudah merasa yakin bahwa 2 kavling tersebut milik Candra Gunawan, akhirnya Eti melakukan pengurusan balik nama atas surat kavling tersebut di Kantor Lahan BP Batam tanpa adanya permasalahan yang muncul. 

"Berawal adanya program pemerintah pusat yakni, proyek operasi nasional agraria (Prona) yang dilaksanakan secara gratis pada sekitar tahun 2017 lalu, akhirnya Klien kami ikut serta mengajukan proses Sertifikat dan saat itu BP Batam mengeluarkan surat rekomendasi kepada BPN Batam dengan UWTO terhutang.

Setelah Sertifikat keluar dengan No. SHGB : 2536/Sei Lekop dan No. SHGB : 2627/Sei Lekop pada sekitar bulan April 2017 silam, selanjutnya ia mengurus dan mulai melakukan pembayaran Pajak Bumi Bangunan (PBB) dan pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

"Seiring berjalannya waktu, Candra Gunawan selaku pihak pertama atas dua Kavling tersebut meninggal dunia. Dan pada tahun 2019 lalu, tiba-tiba seorang wanita yang mengaku bernama Erna muncul dan mengklaim bahwa tanah yang sudah dimiliki Eti Rumiati sebelumnya itu adalah miliknya," kata Revan.

Bahkan lanjut Revan, Erna yang mengklaim tanah itu miliknya juga mengaku bahwa Almarhum Candra Gunawan adalah suaminya. Namun setelah didesak untuk menunjukkan dokumen pernikahannya, dirinya tidak bisa menunjukkan surat nikahnya dengan Chandra gunawan. 

Tak berhenti disitu saja, Klien kami Eti Rumiati pun pernah didatangi oleh sejumlah pria berbadan besar dengan melakukan intimidasi hingga diusir secara paksa dari rumah yang sudah ditempatinya itu.

Bahkan Eti malah dilaporkan ke Polsek Sagulung atas tudingan penyerobotan lahan. Namun laporan tersebut tidak terbukti dan tidak memenuhi unsur, sebab Eti sudah memiliki Sertifikat. Hingga akhirnya Polisi mengeluarkan surat penghentian penyidikan dan penuntutan (SP3).

"Tak merasa puas, saudari Erna pun berangkat ke kantor BPN Batam untuk melaporkan kejadian tersebut dan sempat dilakukan mediasi pertama di depan Bapak Askani yang saat itu menjabat sebagai kepala kantor BPN Batam yang dihadiri oleh masing-masing kuasa hukum pada bulan Januari 2019," jelasnya.

Saat mediasi itu, Saudari Erna memintai uang senilai Rp300 Jt kepada Eti Rumiati agar permasalahan tersebut selesai. Namun Eti didampingi kuasa hukumnya bersikeras tidak mau memenuhi permintaan Erna tersebut. 

Selanjutnya mediasi kedua di kantor BPN Batam pada September 2019, permasalahan tersebut juga tidak berujung selesai. Namun seminggu setelah itu, kepala kantor BPN Batam, Askani mengeluarkan surat rekomendasi atas penyelesaian permasalahan tersebut. 

"Adapun surat yang dikeluarkan BPN Batam itu bertuliskan yakni, merekomendasikan kepada seluruh pihak yang merasa dirugikan untuk melakukan gugatan ke Peradilan Umum, selanjutnya apapun hasil keputusan pengadilan itulah yang akan dikeluarkan oleh BPN Batam," ucap Revan menjelaskan isi surat tersebut.

Kendati demikian, Revan menyambut baik atas rekomendasi tersebut dan berharap saudari Ernawati jika merasa dirugikan dapat mendaftarkan gugatan ke pengadilan negeri Batam.

"Namun hal tersebut tidak pernah dilakukan sama sekali dan kami sangat terkejut, kenapa tiba-tiba Kanwil BPN Kepri mengeluarkan SK pembatalan?. Ada apa ini?," Ucap Revan.

Sebagaimana diketahui, pada bulan November 2020, Kanwil BPN Kepri mengeluarkan SK pembatalan sertifikat tanah atas nama Ety Rumiati yang ditandatangani oleh Kepala Kanwil BPN Kepri yang kini dijabat oleh Askani.

Adapun dasar Kanwil BPN Kepri melakukan pembatalan Sertifikat tersebut mengatakan bahwa surat Kavling yang dikeluarkan oleh BP Batam itu diduga palsu.

"Kalau pun palsu, seharusnya yang dilakukan oleh Kanwil BPN Kepri terlebih dahulu adalah menyurati BP Batam agar membatalkan rekomendasi yang dikeluarkan oleh BP Batam atas penerbitan Sertifikat itu, "karena dasar Klien saya mendapatkan Sertifikat ini sebelumnya adalah atas rekomendasi dari BP Batam," pungkasnya.

"Jadi gugatan sudah kami daftarkan di PTUN Tanjung Pinang, Sekupang, kota Batam pada Senin (1/2/2021) lalu dengan Nomor Perkara : 4/G/2021/PTUN.Tpi. Dalam hal ini, Kanwil BPN Kepri selaku tergugat. Hari ini, Rabu (3/3/2022) adalah terakhir tahap pemeriksaan persiapan (Dismissal process). Selanjutnya tinggal menunggu jadwal Sidang," pungkasnya.

(Redaksi/Exp)



Kordinasi Antisipasi Karhutla Oleh Bhabinkamtibmas Polsek Bunguran Timur.

NATUNA KEPRIAKTUAL.COM: Mengantisipasi kebakaran hutan, Bhabinkamtibmas Polsek Bunguran Timur, Desa Cemaga Selatan, Brigadir Dwi Fahjuliadi memberikan himbauan kamtibmas terkait sering terjadinya karhutla, Rabu (3/3/2021).

Ia menyampaikan kepada Kepala Desa, Kadus, RT dan RW di Desa Cemaga untuk meningkatkan kondusifitas Desa Cemaga Kecamatan Bunguran Selatan Kabupaten Natuna untuk mengantisipasi kebakaran.

Maka dari itu, lanjutnya, selaku anggota Bhabinkamtibmas, Ia mengajak warganya untuk mencegah karhutla dengan cara untuk memasang spanduk Stop Karhutla di daerah yang rawan karhutla.

"Mari kita wujudkan Kecamatan Bunguran Selatan terutama Desa cemaga bebas dari kebakaran hutan dan lahan," ujarnya. 

Selain itu, Bripka Brigadir Dwi Fahjuliadi juga melakukan kegiatan sosialisasi tentang pencegah karhutla, dengan mengajak masyarakat berperan aktif dalam upaya penanggulangan karhutla.

"Membangun sinergi antara masyarakat, kemudian apabila mengetahui kejadian kebakaran agar melaporkan ke Bhabinkamtibmas atau ke kantor Kepolisian terdekat," tuturnya. 

(IK)


Bhabinkamtibmas Polsek Bunguran Timur Himbau Warga Cegah Karhutla

NATUNA KEPRIAKTUAL.COM: Bhabinkamtibmas Polsek Bunguran Timur, Desa Cemaga, Bripka Henri memberikan himbauan kamtibmas terkait sering terjadi nya karhutla, kepada Kepala Desa, Kadus, RT dan RW di Desa Cemaga untuk meningkatkan kondusifitas Desa Cemaga Kecamatan Bunguran Selatan Kabupaten Natuna dalam Mengantisipasi kebakaran hutan, Rabu (3/3/2021).

Maka dari itu selaku anggota Bhabinkamtibmas mengajak warganya untuk mencegah karhutla dengan cara untuk memasang spanduk Stop Karhutla di daerah yang rawan karhutla.

"Mari kita wujudkan Kecamatan Bunguran Selatan terutama Desa cemaga bebas dari kebakaran hutan dan lahan," ungkapnya. 

Bripka Henri juga melakukan kegiatan sosialisasi cegah karhutla dengan mengajak masyarakat berperan aktif dalam upaya penanggulangan karhutla, membangun sinergi antara masyarakat, kemudian apabila mengetahui kejadian kebakaran agar melaporkan ke Bhabinkamtibmas atau ke kantor Kepolisian terdekat.

(IK)


Foto: Istimewa. 

BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Memasuki peralihan musim dan banyaknya aksi-aksi ilegal yang dilakukan oleh oknum warga, membuat kawasan hutan yang ada di Kota Batam, Provinsi Kepri terbakar. 

Hal ini pun, diakui sejumlah pihak memunculkannya titik-titik api atau hotspot yang meresahkan. Mengingat, ancaman terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) patut diwaspadai. 

Oleh karena itu, Pemerintah Daerah bersama masyarakat kiranya bisa bahu membahu dan berperan aktif dalam mencegah karhutla.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Komisi III DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Widiastadi Nugroho saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di kawasan hutan lindung dan Serapan Air di Kelurahan Mangsang, Sei Beduk, Batam, Selasa (2/3/2021) pagi. 

Bersama Politisi PDI Perjuangan tersebut, tampak hadir Anggota Komisi III yang terdiri dari Surya Sardi, Irwansyah, Nyanyang Haris Pratamura, Yudi Kurnain dan Yusuf. 

Pria yang akrab disapa Iik ini pun sangat mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan tim gabungan satgas dalam pemadaman titik api yang sebelumnya sempat membesar.

"Selain mengimbau kepada masyarakat untuk sama-sama peduli terhadap lingkungan dan tidak melakukan aksi ilegal, kami juga mengapresiasi kerja keras tim gabungan yang sudah berjibaku dalam pemadaman titik api yang muncul di Batam ini," jelasnya.

Meski Pemerintah Daerah telah mempersiapkan sarana dan prasarana untuk penanganan Karhutla, tambahnya, Akan tetapi penanganan kebakaran ini tidak bisa dilakukan sendiri. Namun perlu adanya dukungan dari masyarakat. Masyarakat harus berperan aktif dalam pencegahan Karhutla. 

"Masyarakat harus membantu dan ikut serta dalam pencegahan Karhutla dengan cara tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan saat akan memasuki musim tanam, dan khusus pengguna jalan, jangan jangan membuang puntung rokok," ungkapnya.

Sebelumnya, Kepala BNPB Doni Monardo menyebutkan bahwa untuk mencegah dan menanggulangi dampak dari kebakaran hutan dibutuhkan dukungan dari semua pihak untuk kolaborasi antara pemerintah dan daerah. Untuk itu, Instansi pemerintah tidak dapat mengatasi masalah karhutla sendirian, solusinya butuh sinergi semua pihak. 

"Karhutla adalah ancaman permanen, maka solusinya juga harus permanen" kata Doni Monardo.

Salah satunya sinergi Pentahelix, yakni pemerintah, masyarakat, dunia usaha, media, dan akademisi. Fakta di lapangan, pemerintah daerah yang dapat menjadi ujung tombak dalam pemadaman api sebelum membesar. 

Selain itu, pola pencegahan lainnya adalah mengetatkan perolehan izin lingkungan, kewenangan yang dimiliki bupati atau kepala daerah. Disamping itu pemimpin daerah juga wajib melakukan pengawasan, memberikan sanksi atau tindakan administratif bagi yang melanggar.

Tidak semua permasalahan pemadaman diserahkan ke pemerintah pusat. Jika Kepala Daerahnya dapat menjadi contoh, elemen dibawahnya pasti juga mengikuti. 

Pembakar hutan adalah kejahatan yang luar biasa. Tantangan kedepannya adalah mengubah perilaku masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Sumber: Diskominfo Kepri



Kadisdik Kepri, H Muhd Dali. 

TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Dinas Pendidikan Provinsi Kepri mengatakan bahwa hingga saat ini hampir seluruh Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang ada di Provinsi Kepri mulai melakukan pembelajaran Tatap Muka di sekolah.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri H Muhd Dali di Tanjungpinang, Selasa (2/3).

"Hingga saat ini untu tingkat SMK di provinsi Kepri sudah hampir semua yang melaksanakan Belajar Tatap Muka di sekolah masing-masing," ungkap Dali dikutip dari situs resmi Diskominfo Kepri. 

Menurut Dali, saat ini progress perkembangan pembelajaran tatap muka di Kepri cukup signifikan. Untuk SMK, Dali mengatakan belajar tatap muka telah berjalan khususnya pada Mata Pelajaran C2 dan C3.

"Yangmana, mata pelajaran C2 dan C3 ini adalah Praktek dan PKL atau magang. Sudah masuk semua," ujar Dali.

Sementara untuk tingkat SMA, lanjut Dali saat ini sekolah-sekolah SMA se Kepri masih dalam progres untuk melakukan Simulasi Pembelajaran Tatap Muka.

"Nantinya jika hasil simulasi berjalan baik dan telah dievaluasi maka barulah izin sekolah tatap muka dapat dilakukan," tegas Dali.

Dali mengatakan, yang mana evaluasi yang diberikan seperti bagaimana penerapan disiplin prokes covid-19 seperti 3M, serta fasilitas-fasilitas penunjang lainnya.

"Seperti pengadaan tempat mencuci tangan dengan air yang mengalir, masker khusus hijab bagi siswa dan pertimbangan lainnya," jelas Dali.

Namun begitu, Dali yakin bahwa dengan dukungan semua pihak saat ini penerapan dan sistem pembelajaran tatap muka dapat dilaksanakan.

Redaksi


Foto: Istimewa. 

TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kepulauan Riau meminta Perusahaan Listrik Negara (PLN) Tanjungpinang untuk melakukan audit atas kapasitas Listrik yang ada di Kepri Smart Province ( KSP). KSP memerlukan audit ini untuk mengetahui kondisi listrik, apalagi, beberapa unit jaringan sering kehilangan daya sehingga mengganggu proses pelayanan.

Dikutip dari situs resmi Diskominfo Kepri, Kepala Dinas Kominfo Kepri melalui Kepala Bidang Komunikasi Publik, Iskandar Zulkarnaen Nasution menyatakan hal ini kepada media pada Selasa (2/3).

PLN menyambut baik dengan mengirimkan subkontraktor listrik untuk melakukan audit listrik di KSP. Ini penting untuk mengetahui penyebab dari timbulnya gangguan berupa kehilangan daya dari beberapa jaringan yang ada di KSP.

"Kami menghubungi call center PLN dan menjelaskan adanya gangguan listrik di KSP kemarin (senin 1/3) dan hari ini (selasa red) PLN langsung mengirim petugas sub kontraktor listrik," ujar Iskandar mengapresiasi langkah cepat PLN dalam menjawab keluhan pelanggan.

Audit awal diketahui ada masalah di beberapa titik NCB listrik KSP. Petugas sub Kontraktor PLN menyarankan KSP untuk melakukan penggantian jaringan kabel listrik yang ada, sebab jaringan kabel listrik saat ini merupakan warisan yg sudah berusia sangat lama dan perlu diganti sehubungan dengan padatnya penggunaan alat alat elektronik yang menggunakan listrik dalam jumlah besar.

"Kami akan coba menghitung berapa dana yang dibutuhkan untuk perbaikan jaringan dan insyaAllah akan memgajukannya dalam rencana APBD Perubahan nanti," ujar Iskandar.

Upaya ini merupakan satu kesatuan dalam rangkaian kerja KSP untuk membuka pelayanan terhadap masyarakat Kepulauan Riau dalam bidang informasi dan komunikasi Pemerintah Provinsi Kepri.

Redaksi


Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.