Foto: Istimewa. 
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau kembali memberlakukan kerja dari rumah selama 14 hari setelah Gubernur Isdianto dan belasan staf positif COVID-19.

Sekretaris Daerah Kepulauan Riau Tengku Said Arif Fadillah, di Tanjungpinang, Minggu, mengatakan, kebijakan kerja dari rumah itu diberlakukan untuk mencegah penularan COVID-19.

Meski demikian, aktivitas pemerintahan tetap harus berjalan sehingga sebanyak 25 persen ASN dan honorer tetap bekerja di kantor secara bergantian.

"Aktivitas di dinas, biro, badan, dan unit pelayanan dikurangi sampai kondisi kembali normal," katanya, yang juga Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kepri.

Arif mengemukakan kepala dinas, biro dan kepala badan masih menunggu hasil pemeriksaan swab dengan metode polymerase chain reaction (PCR) di Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Batam.

Bila hasil pemeriksaan swab positif, maka pejabat Eselon II tersebut harus dirawat atau dikarantina hingga sembuh. Sebaliknya, pejabat Eselon II yang hasilnya negatif, dapat bekerja, namun dengan menerapkan protokol kesehatan.

"Kami masih menunggu hasil pemeriksaan swab terhadap pejabat dan staf, tokoh masyarakat serta berbagai elemen masyarakat yang mengikuti kegiatan gubernur mulai Minggu hingga Kamis," ucapnya.

Arif mengatakan dirinya sudah diperiksa, dan hasilnya negatif. Namun ia tetap mengurangi interaksi saat menjalani tugas.

"Untuk hal-hal penting harus berinteraksi, namun tetap pakai masker dan jaga jarak," tuturnya.

Petugas juga sudah melakukan penyemprotan disinfektan di seluruh ruangan kantor pemerintahan untuk membunuh virus tersebut.

"Mudah-mudahan persoalan ini segera berakhir, dan kita dapat bekerja normal dengan menaati protokol kesehatan," katanya.

Sumber: Diskominfo Kepri


Foto: Istimewa
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau memperbanyak ruang karantina untuk mengantisipasi jumlah pasien COVID-19 yang membludak di Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan.

Sekretaris Daerah Kepri Tengku Said Arif Fadillah, di Tanjungpinang, Minggu (2/08), mengatakan, penambahan ruang karantina disebabkan ruang karantina di Rumah Singgah RSUP Kepri sudah penuh sehingga perlu penambahan ruang lainnya.

Penambahan ruangan ini perlu dilakukan karena jumlah orang yang kontak erat dengan Gubernur Kepri Isdianto dan belasan staf yang positif COVID-19  berdasarkan hasil penelusuran tenaga kesehatan, cukup banyak.

"Ada ratusan orang yang sudah diambil swab di posko khusus di RSUP Kepri, termasuk pejabat dan staf, tokoh masyarakat dan wartawan," ucapnya, dikutip dari situs Diskominfo Kepri.

Asrama di Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Kepri di Kecamatan Toapaya, Kabupaten Bintan akan dipergunakan untuk observasi atau karantina pasien COVID-19. Di LPMP terdapat 40 kamar, yang masing-masing kamar terdapat dua tempat tidur.

Selain itu, Pemprov Kepri juga mempersiapkan puluhan kamar di salah satu hotel di Tanjungpinang sebagai ruang karantina.

Pilihan lainnya yakni kamar di Asrama Haji akan dipergunakan untuk karantina pasien COVID-19.

"Barusan kami mengunjungi lokasi karantina. Pilihan pertama di LPMP, kemudian di Hotel Sunrise, dan yang terakhir di Asrama Haji," ujarnya.

Arif menuturkan pengawasan terhadap pasien COVID-19 akan diperketat untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Sejumlah anggota Satpol Pamong Praja Kepri yang mengenakan alat pelindung diri akan menjaga kawasan karantina.

Pelaksanaan karantina harus menaati protokol kesehatan, seperti tidak ada interaksi antara pasien dengan pihak keluarga atau pihak lainnya.

"Pasien akan berolah raga, dan dihibur. Diberi makanan yang bergizi," katanya.


(***)


Humas GTC Provinsi Kepulauan Riau Iskandar Zulkarnaen
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid19 Provinsi Kepulauan Riau menegaskan bahwa himbauan kepada masyarakat yang hadir dallam rangkaian acara menyambut Gubernur Kepulauan Riau, H Isdianto untuk segera melakukan test swab di Lokasi-lokasi yang telah ditentukan di Kota Tanjungpinang, Kota Batam dan Kota Jakarta telah sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan tentang pedoman pencegahan dan  pengendalian Covid 19 revisi 5.

Hal ini disampaikan oleh Humas GTC Provinsi Kepulauan Riau Iskandar Zulkarnaen, Minggu (2/8).

"Semua tindakan yang dilakukan oleh Gugus Tugas selalu berpedoman pada Peraturan Menteri Kesehatan tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Covid19 revisi 5," ujar Iskandar Zulkarnaen.

Iskandar Zulkarnaen menjelaskan bahwa himbauan itu merupakan langkah dari strategi penanggulangan berdasarkan tingkat penularan yang terjadi. Himbauan melakukan test swab bagi seluruh anggota masyarakat yang hadir dalam rangkaian acara Gubernur Kepulauan Riau, H Isdianto bertujuan agar penularan segera dihentikan dan penyebaran nya  dapat dicegah pada kesempatan pertama.

"Strategi itu tertuang di halaman 25 dan seterusnya, sebagai langkah untuk menghentikan penularan dan mencegah penyebaran," terang Iskandar Zulkarnaen lebih lanjut.

Hasil test swab itu akan memastikan bahwa upaya untuk penghentian penularan dan pencegahan penyebaran dapat berjalan secara efektif.

"Karenanya kita menganjurkan agar segera melakukan test swab. Hasil test swab itu lebih valid dan dapat dipertanggungjawabkan. Banyak ditemukan kasus asimtomatik yakni tidak memiliki gejala covid19, seperti Pak Gubernur, namun setelah di test swab, (hasilnya) ternyata positif," jelas Iskandar Zulkarnaen.

Apatah lagi, satu satunya cara saat ini untuk mengetahui apakah seseorang mengidap covid19 atau tidak, hanya melalui test swab. "Kita tidak bisa berandai andai dalam masalah ini. Test swab satu satunya alat diagnosa covid19, bukan prasangka pribadi," ujar Iskandar Zulkarnaen lagi.

Himbauan Gugus Tugas ini merupakan strategi penanggulangan yang dikenal dengan istilah Active Case Finding yakni upaya secara aktif menemukan kasus dan mengisolasi mereka. Ini berbeda dengan pola tracing yang mendasari hanya pada kontak langsung. Pola tracing yang mendasari pada kontak langsung disebut dengan istilah passive case finding.

"Jadi ada miss pengetahuan disini. Apa yg dikatakan Kadinkes Batam itu lebih pada pola passive case finding. Provinsi melakukan yang sebaliknya, lebih agresif, yakni active case finding. Harusnya tidak ada alasan lagi buat rombongan dari Pemko Batam untuk tidak melakukan test swab. Apapun hasilnya, itu sangat berguna untuk memastikan kita menghentikan penularan dan mencegah penyebaran covid19 ini," tutup Iskandar Zulkarnaen


Sumber: Diskominfo Kepri


Foto: Istimewa. 
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Pertanyaan itu mengemuka ketika ada salah satu pejabat di tingkat Kota, dgn nyinyir mengkritisi kebijakan Pemerintah Provinsi Kepri tentang test swab massal di Kota Tanjungpinang. Pejabat yang out of area.. di luar kewenangannya mengkritisi Kebijakan yang dilakukan Penguasa Wilayah Provinsi. Harusnya kena semprit ini pejabat hehehehe..

Tapi pejabat nyinyir itu lupa, bahwa masyarakat Kota Tanjungpinang pernah mengalami hal yang hampir sama. Dan mereka kehilangan salah seorang putera terbaik, Walikota Tanjungpinang (alm) H Syahrul. Dan itu masih membekas hingga kini.

Sehingga efek psikologis dari informasi mengenai positif nya Gubernur Kepri H Isdianto tentu harus dipertimbangkan. Masyarakat Tanjungpinang mencintai Gubernur Kepri ini, sehingga ratusan orang berbondong bondong menyambut dan bertemu dengannya pasca dilantik. Dan ratusan orang itu juga yang sangat sedih dan mengalami tekanan psikis atas informasi terjangkinya orang nomor satu di Provinsi Kepri ini.

Biasalah.. adagium orang dicinta dan saling mencinta. Ketika yg satu sakit yg lain juga merasa sakit.

Gubernur Kepri, H Isdianto yang mengetahui keresahan dan isi hati warganya memutuskan untuk melakukan test swab massal yang difasilitasi Pemerintah Provinsi Kepri. Ini demi kecintaan beliau kepada warga masyarakat yang menyambutnya. Agar tekanan psimis mereka berkurang.

Kalau hasil test swab massal tersebut adalah mayoritas negatif, maka itu anugerah terindah bagi kedua pihak. Bagi Gubernur Kepri H Isdianto dan bagi masyarakat yg mencintainya dengan hadir dalam menyambut beliau.

Rasa kecintaan itu lah yang mendasari Gubernur Kepri H Isdianto untuk menghubungi seluruh petinggi dan pejabat di Kepri yang kemaren ikut hadir dalam pelbagai acara penyambutan Gubernur baru Kepri ini, untuk bersegera melakukan test swab. Rasa cinta bro..
Namun kalau ada yang menolak uluran tangan rasa cinta ini dengan alasan yang terkesan ilmiah, artinya uluran kasih sayang tersebut tidak dapat diterima oleh frekuensi hatinya.
Alih alih menyatakan solidaritas malah seakan akan mengenyek upaya kasih sayang dari Gubernur Kepri H Isdianto ini.

Masyarakat yang dihimbau untuk test swab massal mengikuti himbauan itu. Mereka beramai ramai ke tenpat lokasi pengambilan swab massal secara sukarela. Karena percaya, ini dilakukan demi kemaslahatan bersama. Karena ada cinta di antara pemimpin dan rakyatnya.

Masihkah ada cinta di hatimu?

Iskandar Zulkarnaen SIP, M.Phil

Red/Diskominfo Kepri


Tersangka Penusukan Korban Tewas Pekerja Kapal Tugboat. 
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Pria pekerja di tug boat, Erwin (33) tewas bersimbah darah di tikam oleh rekan kerjanya, Patanduk (30) di kawasan PT WWE Tanjung sengkuang, Batu Ampar, Batam pada Sabtu (1/8/2020) dini hari.

Kapolresta Barelang, Kombes Pol Purwadi Wahyu Anggoro mengatakan pelaku merupakan salah satu anak buah kapal (ABK) di kapal Tugboat dengan lambung TB ASL Pelican.

"Peristiwa naas ini bermula selisih paham antara pelaku dengan korban hingga berujung  pertengkaran," ucap Purwadi saat di hubungi pada Senin (3/8/2020).

Tak berhenti disitu saja, bahkan pelaku tega membabi buta menusuk korban menggunakan pisau dengan sembilan luka tusukan.

Akibat luka tusukan itu, korban akhirnya tewas bersimbah darah di tangan pelaku.

Namun, tak butuh waktu lama, saat itu juga pelaku berhasil diamankan oleh Unit Reskrim Polsek Batu Ampar.

"Dari tangan pelaku, Polisi berhasil mengamankan barang bukti sebilah pisau dapur gagang warna merah dan sehelai celana pendek warna coklat," kata Purwadi.

Informasi yang dihimpun dilapangan, saat itu pelaku bersama rekannya usai pulang dari salah satu tempat.

Sesampainya di kapal, korban menegur pelaku agar tidak pulang larut malam. Namun teguran korban tak diterima oleh pelaku hingga akhirnya tiba-tiba pelaku menyerang korban dengan sebilah pisau.


Red/bob


Bupati Karimun, Aunur Rafiq Foto Bersama Dengan Ibu Keluarga Adea Fitri.
KARIMUN KEPRIAKTUAL.COM: Bupati Karimun, Dr. H. Aunur Rafiq, kunjungi langsung keadaan kondisi ibu Adea Fitri di tempat kediamannya di Pelipit, Kelurahan Sungai Lakam, Kecamatan Karimun, Minggu (2/8/2020).

Adea Fitri (41) salah satu keluarga miskin dan memilki 6 orang anak. Dimana suaminya sekarang masih dipenjara sejak 3 Juli 2020 dan anak sulung Adea Fitria pun menjadi korban pencabulan yang terjadi pada bulan Juli 2020 kemarin.

Di samping itu, Adea Fitria sedang mengalami permasalahan, dimana putri sulungnya menjadi korban pencabulan, sebagaimana yang diberitakan oleh media online. Dan saat ini putrinya sedang menjalani pemulihan pasca trauma di salah satu bimbingan konseling Binaan Kementrian Sosial di Karimun. Kemudian anak ke-5 nya usia 3 Tahun telah meninggal Dunia beberapa waktu yang lalu akibat menderita penyakit paru-paru dan sempat dirawat di RSUD M. Sani.

Bupati Karimun, saat mengunjungi kediaman Adea Fitri. Dirinya ingin melihat permasalahan secara detail, dan apakah keluarga Adea Fitria memang belum pernah mendapatkan bantuan apapun sebelumnya.

"Dan Alhamdulillah mereka sudah dapat tertangani sebenarnya dari Ibu-Ibu TP2 yang menangani permasalahan-permasalahan kekerasan terhadap anak. Dan tindakan-tindakan kepada anak dan cuma belum terkordinasi dengan baik aja," ujar Aunur Rafiq.

Tapi pada intinya, lanjut Rafiq, sudah tertangani, karena yang pertama masalah kasus pencabulan terhadap anak Ibu Adea Fitri tersebut sudah ditangani oleh pihak Kepolisian. Kemudian berkaitan dengan masalah kejiwaannya juga sudah dikonsultasikan dengan pihak Rumah Sakit. Begitu juga dengan Dokter jiwa dan juga Dokter Pisikolog.

"Dan kemudian permasalahan anaknya yang putus sekolah juga saya akan membantu memasukkan anak nya kembali kesekolah. Dan saya akan memberikan bantuan untuk memberikan perlengkapan-perlengkapan sekolah. Saya minta Dinas Pendidikan untuk memantau agar anak-anaknya tidak lagi sampai putus Sekolah," kata Bupati Karimun.

Selain itu, Bupati Karimun juga mengatakan, bahwa ia juga melihat kondisi rumah Adea Fitria. Ia meminta agar Lurah tidak memasukkan satu rumah saja, tapi juga melihat beberapa rumah disekitar sini yang bisa dibantu untuk dimasukkan ke dalam program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya ( BSPS ) dari Kementrian Perumahan dan Pemukiman.

"Saya sudah berpesan tadi kepada Lurah, agar Ibu Adea Fitria ini dapat dipekerjakan sebagai pekerja kebersihan yang inshaallah akan saya berikan gajinya sebagai petugas kebersihan yang bertugas sebagai penyapu jalan. Dan ini saya harapkan bisa menjadi suatu penghasilan tetap setiap bulannya nanti bagi keluarga Adea Fitria," ucap Bupati Karimun lagi.

Aunur Rafiq mengatakan, dari Kementrian Sosial, mereka juga sudah diusulkan untuk program BPNT, kemudian program PKH juga mereka sudah dapat. Untuk bantuan sembako dari program pemerintah mereka juga sudah diberikan melalui RT. Jadi ada hal-hal yang sudah tertangani, tinggal melengkapi apa-apa yang perlu dilakukan lagi.

"Ini suatu pembelajaran bagi kita. Agar persoalan-persoalan seperti ini yang ada di Kabupaten Karimun tidak terulang lagi. Kita berharap dari teman-teman media yang informasinya mungkin dari petugas dilapangan dapat berkomunikasi dengan kita, sehingga kita dapat menindak lanjutinya dengan cepat," tuturnya.

"Saya juga berterimakasih tentunya kepada media online Surya Kepri Khususnya dari sumber Ibu-Ibu Kementrian Sosial yang menginformasikan  hal ini sehingga saya dapat turun langsung untuk melakukan langkah-langkah yang lebih lagi terhadap kasus yang dialami oleh Ibu Adea Fitria ini," ucapnya kembali.

Kunjungan Bupati Karimun, turut hadir Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Camat Karimun, Lurah Sungai Lakam Timur, RW/RT dan juga dari Babinsa kemudian Tim Konseling dari Kementrian Sosial, dari Provinsi.

Ahmad Yahya/Humas


Polisi Berikan Pengarahan Kepada Warga yang Berada Diluar. 
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Operasi Aman Nusa II penanggulangan covid-19 Seligi 2020 kembali melakukan patroli dialogis di wilayah Batam Centre, Sungai Panas Dan Bengkong guna mendukung adaptasi kebiasaan baru di wilayah kepri pada Sabtu (1/8/20) pukul 20.00 WIb s/d Minggu (2/8/20) pukul 01.00 Wib. 

Guna mempercepat penanganan Covid-19 dalam aspek kesehatan, sosial dan ekonomi, Pemerintah Republik Indonesia telah mengumumkan adaptasi kebiasaan baru. Untuk mendukung kebijakan tersebut Polda Kepri melalui Tim satgas pencegahan Operasi Aman Nusa II penanggulangan Covid 19 seligi 2020 kembali memberikan pengawasan dan himbauan di Batam Centre, Sungai Panas Dan Bengkong untuk tetap disiplin dalam laksanakan protokol kesehatan.

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kompol Aswadi selaku KaSubsatgas Samapta. Adapun rute patroli dialogis malam tadi dimulai dari Ruko Kintamani Batam Centre,Penjual makanan dan minuman di depan Ruko Kintamani Batam Centre, Maha Vihara Duta maitreya Sungai Panas, Universitas universal vihara Sungai Panas, Komplek nusa jaya Bengkong, Penjual makan dan minuman di jalan cikupan bengkong, Kampung durian bengkong, Cahaya Garden Bengkong, Bengkong Kolam, Bengkong Sadai, Bengkong Nusantara, Dragon lake Bengkong dan Bengkong Laut.

Dalam kegiatan tersebut Tim menuju sasaran tempat keramian seperti Pasar, Supermarket, Komplek Pertokoan, Food Court dan Kedai Kopi atau Warung makan, Komplek - komplek Perumahan, Lokasi - lokasi keramaian yang rawan terjadinya Tindak pidana.

Tidak henti-hentinya tim memberikan  himbauan kepada masyarakat untuk tetap disiplin menggunakan masker ketika keluar rumah dan menjaga jarak, membungkus makanan dan minuman untuk dibawa pulang tidak makan di tempat, agar menerapkan pola hidup sehat, mencuci tangan dan menggunakan hand sanitizer dan menjaga kebersihan lingkungan serta menghimbau masyarakat agar tidak berkumpul di satu tempat keramaian dan melakukan social distancing.

''Dalam kegiatan kali ini Tim Satgas Pencegahan Ops Aman Nusa II Penanggulangan Covid 19 Seligi 2020 juga Membagikan Digital Flyer Protokol 8 Langkah Sehat Keluar Rumah & Protokol 8 Langkah Sehat Sebelum Masuk Rumah kpd warga, RW & RT perumahan lewat Group WA setiap Perumahan," jelas Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S., S.IK., M.Si.

Selama pelaksanaan kegiatan pemberian himbauan, dan hunting patroli terpantau dikawasan tersebut dalam situasi relatif kondusif.

Humas Polda Kepri


 Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono (Foto: Istimewa) 
JAKARTA KEPRIAKTUAL.COM: Beredar kabar di media bahwa Gubernur Kepulauan Riau Isdianto terkonfirmasi positif Covid-19. Menanggapi hal tersebut Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, memastikan bahwa pelantikan Gubernur Kepulauan Riau yang digelar pada 27 Juli 2020 lalu telah melalui sejumlah protokol kesehatan secara ketat. Sabtu (1/8-2020).

Dalam keterangan yang disampaikan kepada Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden pada Sabtu, 1 Agustus 2020, Heru menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan uji swab terlebih dahulu baik kepada pihak yang akan dilantik, keluarganya, maupun pejabat terkait yang hadir secara terbatas pada saat pelantikan.

"Kami sudah melaksanakan protokol kesehatan secara ketat, yaitu Gubernur Kepulauan Riau, keluarga, dan pejabat terkait pada saat hadir dilakukan swab di Jakarta," ujarnya.

Selama prosesi pelantikan berlangsung, pihak Sekretariat Presiden juga meminimalkan kontak langsung antara Presiden Joko Widodo dan Gubernur Kepulauan Riau yang saat itu akan dilantik.

"Bapak Presiden tidak langsung menyerahkan Keppres (Keputusan Presiden) tetapi sudah disiapkan di satu meja, tidak jauh dari berdirinya Gubernur Kepulauan Riau, dan Gubernur Kepulauan Riau mengambil sendiri berkas itu," kata Heru.

"Artinya kami sudah melaksanakan dan menjaga kondisi-kondisi protokol kesehatan dengan ketat," imbuhnya.

Selain itu, sejumlah protokol kesehatan lainnya juga diterapkan secara ketat di lingkungan Istana Kepresidenan, utamanya selama prosesi pelantikan berlangsung seperti memakai masker dan jaga jarak.

"Saat pelantikan, kami tidak banyak mengundang para pejabat dan hanya dihadiri oleh keluarga dan pejabat tertentu," tuturnya.


Redaksi


Foto: Istimewa. 
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Komisi Pemilihan Umum KPU Provinsi Kepulauan Riau (KPU Kepri) menyatakan pencocokan dan penelitian data pemilih pilkada yang dilakukan petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) mencapai 50 persen.

Anggota KPU Kepri Priyo Handoko, di Tanjungpinang, Rabu, mengatakan, potensi pemilih pada Pilkada Kepri 2019 sebanyak 1.391.845 orang.

"PPDP mulai bekerja 15 Juli 2020 hingga 13 Agustus 2020. Mereka melakukan pencocokan dan penelitian terhadap data calon pemilih yang bersumber dari data pemilih tetap pada Pemilu 2019 dan Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) Kemendagri," katanya, dikutip dari situs Diskominfo Kepri.

Priyo merasa optimistis tahapan pencocokan dan penelitian data pemilih dapat dilaksanakan secara maksimal. Sejauh ini, tidak ada permasalahan yang menghambat kinerja PPDP.

Sementara permasalahan teknis di lapangan, terutama di pulau-pulau dapat diatasi. Hal itu disebabkan PPDP merupakan warga setempat sehingga tidak sulit untuk melaksanakan tugasnya.

"Proses pencocokan dan penelitian data pemilih berjalan lancar. Kalau pun ada permasalahan, tidak sampai menghambat pelaksanaan tahapan itu," ujarnya.

Ia mengimbau seluruh PPDP untuk memakai alat pelindung diri seperti masker, pelindung wajah dan sarung tangan saat melaksanakan tugasnya. PPDP juga tidak perlu masuk ke rumah warga, melainkan cukup melihat kelengkapan administrasi kependudukan warga berupa KTP elektronik dan Kartu Keluarga di teras atau di depan pagar.

"Ini untuk melindungi diri dan orang lain agar tidak tertular COVID-19," ucapnya.

Editor: Alfred


Pemeriksaan Tersangka MR Kasus TPPO. 
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Seorang tersangka inisial MR diamankan oleh Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri diduga telah melakukan tindak pidana perdagangan orang. Hal ini disampaikan oleh Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S., S.IK., M.Si., didampingi Dir Reskrimum Polda Kepri Kombes Pol Arie Dharmanto, S.Sos., S.Ik. Sabtu (1/8/20).

Kabid Humas Polda Kepri mengatakan, kronologis berawal pada pertengahan Bulan Juli 2020 korban inisial VS yang berada di Kota Tanjungpinang, mencari pekerjaan di Media Sosial Facebook dengan akun "LOWONGAN KERJA BATAM", di akun tersebut korban menemukan adanya lowongan kerja sebagai penari, penyanyi buat acara nikahan, festival, imlek, dan acara Agustusan. Selanjutnya korban menghubungi nomor handphone yang tertera di dalam postingan tersebut dengan Pemilik Nomor atas nama tersangka Inisial MR.

"Setelah korban berkomunikasi dengan tersangka Inisial MR, didapati bahwa pekerjaan tersebut digaji sebesar Rp. 4.000.000,-. Perbulan nya. Selanjutnya pada Senin tanggal 13 Juli 2020 korban berangkat menuju Kota Batam dan tinggal di  rumah keluarga nya di kawasan Perumahan Cendana, Kota Batam selama beberapa hari. Dan pada Sabtu tanggal 25 Juli 2020 korban bertemu dengan Saudari Ulfa (saksi) dan Inisial MR untuk membicarakan tentang pekerjaan tersebut. Dan pada hari itu juga korban dibawa oleh Inisial MR untuk ikut dengan nya menuju ke Pulau Air Saga, Kecamatan Galang, Kota Batam," kata Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S., S.IK., M.Si.

Kemudian, lanjutnya, setelah tiba di Pulau Air Saga sekira pukul 18.00 Wib korban langsung mulai bekerja sebagai penari pada pukul 20.00 sampai dengan pukul 01.30 wib dan tinggal di Pulau tersebut bersama dengan Inisial MR. Setelah korban bekerja selama tiga hari di Pulau Air Saga, korban merasa pekerjaan yang dijalankannya tidak sesuai dengan ditawarkan sebelumnya, dan korban berkeinginan untuk berhenti bekerja, namun korban takut karena telah terikat kontrak dan diancam jika berhenti bekerja harus mengganti semua biaya yang telah dikeluarkan oleh Inisial MR dan jika melarikan diri akan dicari oleh MR. Korban sempat juga dipindahkan bekerja di Pulau Moan.

"Ketika korban berada di Batam bersama dengan MR dengan rasa ketakutannya sekira jam 12.30 korban melarikan diri saat sedang makan bersama dengan MR di perumahan daerah Tembesi kec. Sagulung, Kota Batam. Berdasarkan informasi dari masyarakat, pada hari Jumat tanggal 31 Juli 2020 sekira jam 13.30 Wib Tim Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri melakukan penyelidikan terkait dugaan tindak pidana yang terjadi dan berhasil mengamankan Tersangka dan lima orang saksi dan satu orang korban di  Pom bensin Tembesi, Sagulung, Kota Batam, selanjutnya tersangka, korban dan saksi dibawa ke Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri untuk pemeriksaan lebih lanjut," imbuhnya.

Modus Operandi yang dilakukan oleh tersangka adalah merekrut korban dari daerah asalnya melalui media sosial “facebook” dengan akun "LOWONGAN KERJA BATAM" untuk dipekerjakan sebagai penari di acara hiburan kampung di Batam dengan iming-iming gaji sebesar Rp 4.000.000 (empat juta rupiah) perbulan, serta melakukan eksploitasi terhadap korban dengan cara melakukan pekerjaan sebagai penari hiburan kampung dan membatasi hak-hak serta kebebasan korban, dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan serta sebagai mata pencaharian. Barang bukti yang diamankan Uang tunai sejumlah Rp. 200,000,-., Handphone dan satu unit Mobil Daihatsu Xenia.

"Saat ini tim masih melakukan pemeriksaan dan pendalaman tentang kasus tersebut," ungkapnya.


Red/Humas Polda Kepri



Foto Bersama Sebelum Melakukan Pemotongan Hewan Qurban. 
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Wakil Komandan Pangkalan Utama TNI AngkatanLaut (Wadanlantamal) IV Kolonel Marinir Gatot Mardiyono, S.H., mewakili Komandan Lantamal (Danlantamal) IV Laksamana Pertama TNI Indarto Budiarto, S.E., M.Han., meyerahkan 21 ekor hewan qurban kepada Panitia Qurban Idul Adha 1441 H/2020 M di samping halaman Masjid Al Barkah Komplek TNI Angkatan Laut Jl. Imam Bonjol Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Jumat pagi (31/7/2020).

21 ekor hewan korban tersebut selanjutnya di potong dengan disaksikan oleh Wadanlantamal IV, Para Pejabat Lantamal IV berserta masyarakat sekitar dan akan dibagi-bagikan kepada orang -orang yang berhak menerimanya.

Pelaksanaan penyerahan hewan qurban serta pemotongannya sudah melaksanakan protokol kesehatan, dimana sebalumnya semua perlatan yang dibutuhkan disterilkan terlebih dahulu. Serta orang-orang yang mengikuti kegiatan tersebut sudah mengikuti protokol kesehatan serta nantinya pada saat dibagikan kerumah-rumah petugas yang menyerahkan menggunakan masker dan sarung tangan.

Hadir pada acara tersebut Asintel Danlantamal IV Kolonel Laut (P) Ari Aryono, S.E., Aspers Danlantamal IV Kolonel Laut (KH/W) Dewi Lestari,S.Pd., M.Tr.Hanla.,M.M., CHRMP., Aspotmar Danlantamal IV Kolonel Laut (KH) Ambar Suwardi, S.H., Dandenma Lantamal IV Letkol Laut (P) Ahmad Fahrudin, S.T., M.Tr.Hanla., Pasops Satrol Lantamal IV Mayor Laut (P) Robby, M.Tr. Opsla.,   Pgs Kasatkom Lantamal IV Mayor Laut (E) Muhammad Furqon, Kasubdisbintan Lantamal IV Mayor Laut (KH) M. Fadil serta Kaset Lantamal Kapten Laut (KH) Tri Ardiana.

Dispen Lantamal IV Tanjungpinang



Kapolda Kepri Saat Menghadiri Pemotongan Hewan Qurban di Polda Kepri
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Perayaan Hari Raya Idul Adha, pada tahun ini di Polda Kepri diawali dengan pelaksanaan Sholat Idul Adha atau hari raya Qurban di Masjid Al-Halim Polda Kepri, Jumat (31/7/20).

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S mengatakan, selesai pelaksanaan Sholat Idul Adha dilanjutkan dengan penyembelihan hewan Qurban. Untuk hewan Qurban di Polda Kepri sebanyak 18 ekor Sapi dan 14 ekor Kambing.

"Dari jumlah tersebut, 4 ekor sapi disembelih di Polda Kepri, 4 ekor sapi dan 4 ekor kambing di Mako Brimob Polda Kepri, 1 ekor sapi dan 7 ekor Kambing di SPN Polda Kepri, dan sisa nya 9 Ekor Sapi dan 3 ekor Kambing diserahkan Penyembelihan nya di Masjid-masjid yang ada di Kota Batam, dan untuk jumlah Hewan Qurban secara keseluruhan Polda Kepri dan Polres/Ta jajaran pada tahun ini sebanyak 43 Ekor Sapi dan 34 ekor kambing," jelas Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S., S.IK., M.Si.

Pemotongan Hewan Qurban. 
Dalam kesempatan tersebut Kapolda Kepri Irjen Pol Dr. Aris Budiman, M.Si mengatakan, pada Hari Raya Idul Adha ini dapat diambil hikmah nya yakni Menanamkan nilai pengorbanan dan keikhlasan serta pengabdian sebagai insan Bhayangkara yang tangguh.

"Hari Raya Qurban ini kita dapat meningkatkan keyakinan kita dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT. Dengan berqurban hendaknya begitu pula kita sebagai anggota Polri dapat bekerja dengan baik untuk melayani masyarakat dengan ikhlas," tutur Kapolda Kepri.

Untuk pembagian daging hewan Qurban di Polda Kepri, kata Kabid Humas Polda Kepri, akan dilaksanakan pada saat selesainya pelaksanaan Sholat Jumat nanti.

"Daging hewan Qurban tersebut nantinya akan didistribusikan kepada para Pekerja Harian Lepas Polda Kepri, Cleaning Servis, Tukang Kebun, Masyarakat Sekitar dan rekan-rekan awak media Polda Kepri," tutup Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolda Kepri Irjen Pol Dr. Aris Budiman, M.Si, Wakapolda Kepri, Para Pejabat Utama Polda Kepri dan Personel Polda Kepri serta Masyarakat disekitaran Polda Kepri.

Red/Humas Polda Kepri


Dirreskrimum Polda Kepri Kombes Pol Arie Dharmanto
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Tim dari Subdit II Ditreskrimum Polda Kepri mengamankan dua orang Inisial A dan ALH diduga pelaku Tindak Pidana menggunakan surat palsu mengatasnamanakan BP Batam. Rabu (29/7/20).

Tim yang langsung dipimpin oleh Wadir Reskrimum Polda Kepri AKBP Ruslan Abdul Rasyid, S.Ik., M.H mengamankan pelaku disalah satu Bank Swasta di Kota Batam.

"Tim mengamankan pelaku disaat akan melakukan transaksi untuk pembayaran UWTO dengan menggunakan surat palsu," tutur Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S., S.IK., M.Si.

Lanjutnya, pembayaran UWTO dengan surat palsu atau faktur palsu tersebut senilai Rp. 2.800.000.000,- dan pelaku yang merupakan oknum pegawai di BP Batam meminta kepada korban nya (salah satu Perusahaan di Kota Batam) sebesar Rp. 12.000.000.000,.

"Saat ini kita dari Ditreskrimum Polda Kepri masih terus melakukan pengembangan dan penyelidikan lebih lanjut, jika sudah ditetapkan Tersangkanya akan disampaikan kembali," ungkap Dirreskrimum Polda Kepri Kombes Pol Arie Dharmanto, S.Sos., S.IK. saat dihubungi melalui telepon.

Red/Humas Polda Kepri



Sidak Danlanal TBK ke Prajurit dan PNS
KARIMUN KEPRIAKTUAL.COM: Tim Medis Pangkalan TNI Angkatan Laut  Tanjung Balai Karimun (Lanal TBK) melaksanakan sidak tes urine kepada segenap Prajurit dan Pns Lanal TBK yang berlangsung di Markas Komando (Mako) Lanal TBK Jl. Nusantara Karimun Kepulauan Riau, Rabu pagi (29/7/2020).

Dari pengecekan  kepada segenap Prajurit dan Pns melalui urine didapatkan hasilnya adalah negatif, hal itu dibenarkan oleh tim medis Lanal TBK yang dipimpin Letda Laut (K/W) dr. Femy Melinda dan diawasi oleh Denpom Lanal TBK serta Unit Intel Lanal TBK.

Komandan Lanal TBK Letkol Laut (P) Mandri Kartono mengatakan, tujuan dilaksanakan sidak adalah sebagai upaya satuan untuk mendeteksi sejak dini dan mencegah agar Prajurit dan Pns Lanal TBK terhindar dari pergaulan obat-obatan terlarang salah satunya Narkoba.

"Kegiatan ini adalah dalam rangka Opsgaktib dan Yustisi Waspada Wira Pari TW III tahun 2020, apabila ada ditemukan Prajurit dan Pns Lanal TBK yang terbukti positif menyalahgunakan obat terlarang jenis narkoba, akan diproses sesuai dengan aturan hukum yang berlaku,” kata Danlanal TBK.

Hadir pada kesempatan tersebut Pjs Palaksa KaptenLaut (P) Bagus Setiawan, Pasintel Kapten Laut (E) Mahendra Kurnia KWS, S.ST H serta Dandenpom Lanal TBK Kapten Laut (PM) Agus Riyadi.

Red/Dispen Lantamal IV Tanjungpinang



Aksi Demo DPD II GNP Kota Batam di Gedung DPRD Batam. 
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Puluhan dari DPD II Gerakan Pemuda Nusantara (GPN) Kota Batam melakukan aksi demo di depan kantor DPRD Kota Batam. Aksi tersebut terkait penimbunan limbah B3 di Kawasan Industri Kabil, Rabu (29/7-2020).

Dalam orasinya, menurut mereka (GPN) Kota Batam, bahwa limbah B3 yang ditimbun oleh perusahaan sudah bertahun-tahun ditumpuk, hingga membukit dan ditumbuhi rumput-rumput. Dan dari hasil pantauan mereka dilokasi, karyawan yang bekerja disana tidak dilengkapi safty tenaga kerja.

Ketua DPD II GPN Kota Batam, Edo mengatakan, ada anggota DPRD Kota Batam yang membekingi pihak perusahaan yang bergerak dalam pengelolahan limbah B3. Limbah B3 tersebut sudah mencemari dan berdampak pada lingkungan hidup masyarakat. Dan disekitar perusahaan itu, ada saluran air (Drainase) yang langsung ke pemukiman warga.

"Limbah B3 ini sangat berbahaya, dan berdampak pada lingkungan hidup dan masyarakat. Dari beberapa perusahaan yang ada disana (Kabil), itu rata-rata dimiliki oleh anggota DPRD Batam. Pemainya adalah anggota DPRD Batam Komisi III, bahkan ada beberapa perusahaan milik anggota Dewan tidak memiliki izin penimbunan limbah B3," kata Edo.

Lanjutnya, ada satu PT yang tidak memiliki izin pengelohan Limbah B3, dan yang terlibat disana hampir rata-rata semua perusahaan. Jika mereka pihak perusahaan memiliki izin, pastinya pihak perusahaan sudang mengirim limbah B3 itu, jadi tidak menumpuk lagi.

"Jika Anggota DPRD tidak peracaya, ayo kita sama-sama sidak kelokasi," tuturnya saat orasi. Izin pengelohan limbah B3 oleh perusahaan tidak ada. Jadi jangan pihak perusahaan hanya mengambil limbah dan duitnya saja dari perusahaan. Tapi limbahnya tidak dikirim, sehingga limbahnya ditumpuk aja disitu bertahun-tahun sampai membukit. Dan limbah B3 itu berjenis limbah cycle," ungkapnya.

Oleh karena itu, kata Edo, DPD II GPN Kota Batam menyampaikan surat pernyataan sikap kepada anggota DPRD Kota Batam, yang dihadiri oleh anggota Komisi I DPRD Batam, M Fadhli. "Surat Pernyataan Sikap kami udah kami serahkan," katanya.

Berikut Pernyataan Sikap yang disampaikan DPD II GPN Kota Batam.


  1. Meminta KPLI segera mengirim limbah yang sudah Over Load dan Over Time bertahun-tahun.
  2. Meminta Krimsus Polda Kepri tangkap anggota DPRD Kota Batam yang diduga menimbun limbah hingga bertahun-tahun.
  3. Meminta Dewan Kehormatan memecat anggota DPRD Kota Batam jika terbukti bersalah dalam kasus penimbunan limbah di Kota Batam. 
  4. Penempatan limbah B3 yang tidak sesuai dengan AMDAL.
  5. Penimbunan (Dumping) melanggar Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 101 tahun 2014 tentang pengelolahan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).
  6. NKRI Harga Mati !!! 



Alfred


Foto: Istimewa
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Isdianto ziarah ke makam HM Sani, abang kandungnya di Makam Pahlawan Kota Tanjungpinang, Selasa (28/7) seusai dilantik sebagai Gubernur Kepulauan Riau oleh Presiden Joko Widodo.

Isdianto memanfaatkan kesempatan pertama tiba di Tanjungpinang memanjatkan doa di pusara HM Sani, yang pernah menjabat sebagai Gubernur Kepri selama dua periode.

Isdianto pun akan bersilahturahim ke kediaman Hj Aisyah, istri dari HM Sani di Jl. Cempedak Tanjungpinang.

"Saya melanjutkan kepemimpinan abang saya di Kepri. Saya akan memegang teguh amanah yang diberikan untuk Kepri lebih baik," katanya, dikutip dari situs Diskominfo Kepri.

Isdianto bertolak dari Bandara Soekarno Hatta sekitar pukul 09.20 WIB, dan diperkirakan tiba di Bandara RHF Tanjungpinang sekira pukul 10.50 WIB. Ia akan disambut dengan dengan atraksi  silat, kompang dan tabur beras kunyit oleh Pengurus Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepri.

Seusai ziarah, Isdianto melakukan berbagai kegiatan di Gedung Daerah seperti acara syukuran dan tepuk tepung tawar. Sore hari, Isdianto ke Pulau Penyengat untuk  mengikuti Salat Magrib di Mesjid Sultan Riau Penyengat.

Redaksi


Foto: Istimewa
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Pengusaha muda asal Kota Batam, bisnis HP, Putra Siregar ditetapkan Kanwil Jakarta Bea Cukai sebagai tersangka atas penyelundupan barang-barang ilegal.

Dikutip dari laman https ”// kanwilbcjakarta.com, tersangka PS tentang persetujuan pasal 103 huruf d Undang-undang No. 17 tahun 2006 tentang Kepabeanan.

Selain itu, Kanwil Bea dan Cukai Jakarta juga telah melakukan Tahap II (Penyerahan Barang Bukti dan Tersangka) ke Kejaksaan Negeri Jakarta Timur atas hasil penelitian pendidik tindak kejahatan kepabeanan.

Tersangka PS telah menerima barang bukti antara lain 190 Ponsel bekas merk dan uang hasil penjualan senilai Rp 61.300.000.

Kemudian, tedsangka juga menyerahkan harta kekayaan / pembayaran Tersangka yang disiarkan di atas kertas penyidikan, dan akan diperhitungkan sebagai Pembayaran Denda dalam rangka pemulihan keuangan negara (Pemulihan Dhanapala) yang terdiri dari uang tunai cadangan Rp 500.000.000 rumah bantuan Rp 1,15 miliar , dan rekening bank senilai Rp 50.000.000.

Penyerahan barang bukti dan tersangka tersebut merupakan salah satu bentuk komitmen Bea Cukai untuk mendukung masyarakat dari peredaran barang-barang ilegal serta menjamin penerimaan negara. Ke dikembalikan, Kanwil Bea Cukai Jakarta akan terus mendapat dukungan industri dalam negeri sehingga penerimaan negara dapat optimal.

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi BC Batam, Sumarna membenarkan terkait penetapan PS sebagai tersangka oleh Kanwil Bea dan Jakarta.

“Info dari teman-teman Kanwil BC Jakarta betul dia (PS) Mas,” ungkap Sumarna saat dihubungi awak media, Selasa (28/7/2020).

Namun, terkait asal muasal barang-barang sitaan milik PS hingga kini pihaknya belum mengetahui, ”dari Kanwil BC Jakarta nggak terima kasih info asal barang,” ucapnya singkat.

Alfred


Foto Bersama Personil Polda Kepri. 
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada tanggal 10 Dzulhijjah atau bertepatan pada Jumat tanggal 31 Juli 2020 nanti. Polda Kepri dalam menyambut Hari Raya Qurban mengadakan Bakti Sosial dengan membersihkan beberapa Masjid yang ada disekitaran Polda Kepri pada Selasa (28/7/20).

"Terdapat tiga masjid yang diadakan Bakti Sosial pada hari ini diantara nya Masjid Al –Halim Polda Kepri, Masjid Sabilul Huda Nongsa Asri Batu Besar, dan Masjid Darul Muttaqin - Perum. Green Nongsa City, Sambau. Diketiga Masjid tersebut Personel polda Kepri diterjunkan untuk membersihkan Masjid dan area sekitarnya, pada kesempatan tersebut dibagikan juga peralatan pembersih dan cairan Disinfektan kepada pengurus Masjid," kata Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Harry Goldenhardt S.

Dalam kegiatan tersebut Polda Kepri mengerahkan puluhan personel untuk membersihkan Masjid dan lingkungan disekitarannya.

"Kami berharap dengan kegiatan ini dapat memberikan manfaat untuk masyarakat dan semakin meningkatkan kepedulian Personel Polda Kepri terhadap lingkungan disekitarnya," ujarnya.

"Kegiatan ini Insha Allah akan terus kami laksanakan di masjid-masjid lain, terutama disaat menjelang hari besar keagamaan agar umat semakin nyaman dalam menjalankan ibadah," ungkapnya kembali.


Red/Humas Polda Kepri



Presiden Jokowi Lantik Isdianto Sebagai Gubernur Kepri.
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Presiden RI Bpk. Ir. H. Joko Widodo melantik Bpk. H. Isdianto Subakir, S.sos., M.M sebagai Gubernur Prov. Kepulauan Riau sisa masa jabatan tahun 2016-2021, Senin, 27 Juli 2020 di Istana Jakarta.

Pelantikan Isdianto sebagai Gubernur Kepri berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 71/P Tahun 2020 tentang Pengesahan Pemberhentian dengan Hormat Wakil Gubernur Kepulauan Riau Sisa Masa Jabatan Tahun 2016-2021 dan Pengesahan Pengangkatan Gubernur Kepulauan Riau Sisa Masa Jabatan Tahun 2016-2021.

Dalam sumpah jabatan Isdianto sebagai Gubernur Prov. Kepulauan Riau, berbunyi "Demi Allah saya bersumpah, akan memenuhi kewajiban saya sebagai gubernur dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya. Memegang teguh UUD Negara RI Tahun 1945 dan menjalankan segala UU dan peraturannya dengan selurus-lurusnya, serta berbakti kepada masyarakat, Nusa, dan Bangsa"

Gubernur Kepri, Isdianto.
Momentum bersejarah yang telah lama dinantikan oleh seluruh masyarakat di Prov. Kepulauan Riau telah menjadi kenyataan. Hal ini pula disambut dengan kegembiraan dan antusias bagi seluruh relawan pendukung Isdianto dan Suryani (INSANI).

Relawan tim GIV, Jerry Macan Makasau mengatakan, setelah penetapan Isdianto menjadi Gubernur Prov. Kepulauan Riau Definitif, maka sesegera mungkin akan dilakukan deklarasi bersama secara akbar. Karena acara inilah yang sangat dinantikan oleh semua relawan INSANI, seperti halnya relawan militan Ex SANUR yaitu Gardapati Indonesia Volunteer (GIV) dalam pergerakan barisan relawan grassroots.

"Sepak terjang GIV tidak diragukan lagi. Karena relawan ini secara khusus bergelut dalam kancah relawan politik di Indonesia. Dimana saya sebagai ketua dan sekaligus pencetus tagline viral pertama "Sani Ayah Kita" dan kini semua relawan GIV di komandoi oleh Hery Marhat Balak, Aap Adrianto Dan Sulistiawati," ujar Jerry Macan Makassau, Selasa (28/7-2020).

Foto Tim Relawan GIV.
Sekarang Pilkada serentak di Kepri, Kabupaten/Kota. Untuk Pilkada Kepri, GIV mendukung secara bulat pasangan calon (paslon) Isdianto-Suryani di kontestasi pilkada tahun 2020 yang akan segera dilaksanakan. Relawan GIV dengan ini memberikan slogan "KITA ISDIANTO" dengan sandi dalam pergerakan "Visi Misi Hope KEPRI"

"Saya mengutip kalimat politikus dunia Mr. Paul Krugman. Tidak Ada Kata Penghianatan Didalam Politik, karena Politik Adalah Dinamis. Dan didalam Politik Tidak Ada Kawan Abadi, Tidak Ada Lawan Abadi Yang Ada Hanya Kepentingan," ungkapnya.

Lanjutnya, Politik itu untuk menentukan siapa yang mendapatkan kekuasaan, bukan yang memiliki kebenaran. Ia (Jerry Macan Makassau) dan relawan militan GIV siap memenangkan kanda Isdianto dan Bu Suryani, karena masyarakat di Prov. Kepulauan Riau membutuhkan sosok pemimpin yang berkelanjutan sesuai adat budaya di Prov. Kepulauan Riau.

"Sekali lagi kami ucapkan selamat atas dilantiknya H. Isdianto Subakir sebagai Gubernur Kepri. Kami tetap mendukung program beliau kedepanya," ucapnya Jerry Macan Makassau.

Sambil menutup sesi wawancara dari media ini, sontak serentak  slogan dari relawan GIV diucapkan "KITA ISDIANTO"


Red/Macan


Gubernur Kepri, Isdianto (Foto: Istimewa) 
JAKARTA KEPRIAKTUAL.COM: Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid19 H Isdianto berharap pandemi covid19 akan terus melambat di Kepri. Dukungan semua pihak dengan menjalankan protokol kesehatan diharapkan membuat seluruh Kepri menjadi zona hijau.

“Dengan tekad bersama, menjalankan dengan disiplin protokol kesehatan dan terus memohon kepada Yang Maha Kuasa, kita berharap covid19 segera sirna dari Kepri. Saat ini tidak ada lagi zona merah. Kita berharap secepatnya memasuki zona hijau,” kata Isdianto di Jakarta, Ahad (26/7).

Memang berdasarkan peta resiko yang dikeluarkan Gugus Tugas, di Kepri tersebar zona kuning dan hijau. Tiga daerah yang menghijau sejak lama adalah Natuna, Anambas dan Lingga. Sementara Batam, Tanjungpinang, Bintan dan Karimun sudah menguning.

Suatu daerah dimasukkan dalam zona hijau, sesuai catatan gugus tugas adalah apabila daersh tersebutvtidsk tercatat kasus covid19 positif. Atau dsersh yang pernah terdapat kasus namun tidak ada penambahan kasus baru dalam empat minggu terskhir dan angka kesembuhan 100 persen.

Saat ini di Kepri, masih terkonfirmasi 23 pasien yang positif. Mereka 19 berada di Batam, tiga di Tanjungpinang dari satu dari Bintan. Mereka merupakan bagian dari 356 pasien yang terkonfirmasi positif di Kepri sejak Maret lalu.

Saat ini, sudah ada 316 pasien yang sembuh dan 17 yang meninggal. Persentase kesembuhan di Kepri termasuk tinggi sekitar 88,76 persen.

Isdianto yakin ke depan persentase otu semakin meningkat hingga semua daerah mengalami kesembuhan hingha 100 persen. Isdianto pun mengingatkan kunci kedisiplinan semua pihak untuk mentaati semua protokol kesehatan penanganan covid-19.  Tetap menjaga jarak, selalu mencuci tangan, meningkatkan stamina tubuh dengan berolah raga.

Menurut Isdianto displin yang kuat harus dijalankan semua pihak. Karena saat ini masih ada 105 pasien dalam pengawasan (PDP) di Kepri. Selain itu ada 333 orang dalam pemantauan (ODP) yang masih dipantau. Jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) sebanyak 176 saat ini masih dalam pemantauan.

"Kita semua tentu ingin keselamatan masyarakat yang utama. Sekali lagi yang bisa mengatasi ini adalah diri kita sendiri dengan disiplin," kata adik kandung almarhum H Muhammad Sani .

Sumber: Humas Kepri



Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.