Perajin rumahan di Tanjungpinang. (Foto: Istimewa) 
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Pemerintah Provinsi Kepri mengatakan bahwa pihaknya akan segera mengucurkan dana bantuan sosial bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah UMKM di Provinsi Kepri dalam waktu dekat ini.

Hal ini disampaikan Plt Gubernur Provinsi Kepri H Isdianto di Tanjungpinang, Senin (6/7), dikutip dari situs Diskominfo Kepri.

"Insyaallah dalam waktunya dekat ini kita berikan bantuan bagi pelaku UMKM dan pedagang Kecil seperti tukang bakso, pedagang asongan dan pelaku usaha kecil lainnya," jelas Isdianto.

Menurut Isdianto, nantinya bantuan yang diberikan oleh pemerintah Provinsi Kepri dalam bentuk suntikan modal atau dana segar.

"Ya kita harapkan melalui modal ini mereka dapat meningkatkan lagi penjualan dan perekonomian mereka ,'' ungkap Isdianto

Isdianto menyakini bahwa pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini pastinya telah membawa kesulitan bagi para pedagang dan pelaku usaha tersebut.

"Jangan kan untuk berdagang, untuk makannya mereka susah pada masa pandemi saat ini," tegas Isdianto.

Untuk itu, lanjut Isdianto pihaknya saat ini sedang mendata jumlah UMKM dan pelaku usaha yang akan diberikan bantuan ini.

"Untuk waktunya insyaallah, kalo tidak bulan Juli ya Agustus kita berikan. Dan itu pasti," tegas Isdianto kembali.

(***)


Rumah Sakit Umum Provinsi Kepulauan Riau. (Foto: Istimewa). 
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Seorang bocah berusia sembilan tahun pasien positif Covid-19 di Kabupaten Bintan, dinyatakan belum sembuh, sementara kedua orang tuanya sudah sembuh setelah sempat dikarantina di Rumah Singgah Rumah Sakit Umum Provinsi Kepulauan Riau.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bintan, Gama. Gama AF Isnaeni mengatakan, pasien berusia sembilan tahun itu masuk dalam kategori Orang Tanpa Gejala (OTG), sama seperti kedua orang tuanya.

Ketiganya masuk dalam Klaster Pertamina. "Anak itu tertular dari bapaknya. Anak ini kuat, tanpa gejala. Tidak ada penyerta dalam dirinya," ucapnya, Senin (6/7), dikutip dari situs Diskominfo Kepri.

Gama mengemukakan pasien COVID-19 di Bintan tinggal satu orang. Ia merasa optimistis pasien ini sembuh dalam waktu cepat.

"Sudah empat kali ambil swab dalam tubuhnya. Hasil pemeriksaan PCR masih positif," ujarnya.

Pasien tersebut saat ini didampingi oleh salah seorang penjaga anak di ruang karantina.

"Ada yang menjaga anak ini, namun tetap melaksanakan protokol kesehatan agar tidak tertular," katanya.

Kasus positif COVID-19 di Bintan untuk Klaster Pertamina terungkap sekitar 20 Juni 2020. EL (38), karyawan Pertamina Bintan tertular COVID-19, padahal tidak memiliki riwayat perjalanan ke luar daerah.

Tenaga kesehatan yang melakukan peneluduran mencurigai EL tertular dari barang-barang di pelabuhan, tempat EL bekerja.

"Kami sudah melakukan penelusuran secara maksimal untuk memutus mata rantai penularan. Ada ratusan orang yang diambil swab untuk diperiksa dengan metode PCR," tuturnya.

(***)


Ketua KPU Tanjungpinang Aswin Nasution. Komisi Pemilihan Umum Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau memastikan sebanyak 443 orang Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) bukan pengurus partai. (Foto: Istimewa) 
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Komisi Pemilihan Umum Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau memastikan sebanyak 443 orang Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) bukan pengurus partai.

Ketua KPU Tanjungpinang Aswin Nasution, di Tanjungpinang, Senin (6/7), mengatakan, proses perekrutan masih dilaksanakan sampai sekarang. KPU Tanjungpinang tidak sulit mendeteksi rekam jejak seseorang yang akan direkrut sebagai PPDP, apakah pengurus partai atau pernah menjadi tim kampanye.

"Kami dapat melihat data di SIPOL dan data tim kampanye yang diserahkan oleh masing-masing peserta pemilu," ujarnya.

Aswin mengemukakan bahwa pengurus RT diperioritaskan sebagai anggota PPDP, namun yang bukan pengurus partai politik. Jika pengurus RT merupakan pengurus partai, maka KPU Tanjungpinang akan merekrut warga lainnya berdasarkan rekomendasi pengurus RT.

"Pengurus RT itu 'kan tidak hanya satu orang. Kalau ketua terlibat partai politik, maka ada sekretatis atau bendahara. Kalau semuanya pengurus partai, maka kami rekrut warga berdasarkan rekomendasi mereka," katanya.

Menurut dia, jumlah PPDP di Tanjungpinang sesuai dengan jumlah tempat pemungutan suara. Jumlah pemungutan suara pada Pilkada Kepri 2020 di Tanjungpinang bertambah dibanding Pilkada Tanjungpinang 2018 yang hanya 311 TPS. Hal itu disebabkan jumlah pemilih pada masing-masing TPS berkurang dari 800 orang menjadi maksimal 500 orang.

"Syarat usia menjadi anggota PPDP yakni 20-50 tahun. Tidak ada syarat batas minimum pendidikan," ucapnya.

PPDP mulai bekerja pada pertengahan Juli 2020 hingga 12 Agustus 2020. Mereka akan melakukan pencocokan dan penelitian terhadap data calon pemilih yang bersumber dari data pemilih tetap pada Pemilu 2019 dan Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) Kemendagri.

Berdasarkan data Pemilu 2019 di Tanjungpinang jumlah pemilih sebanyak 151.072 orang, sedangkan DP4 Kemendagri mencapai 157.144 orang.

"Ada selisih yang cukup banyak," katanya.

Sumber: Diskominfo Kepri.


Plt Gubernur Kepri, Isdianto (Foto: Istimewa). 
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Pemerintah Provinsi Kepri memastikan bahwa pihaknya akan terus berkomitmen dalam memperbaiki kualitas pendidikan yang ada di Provinsi Kepri.

Baik itu kualitas di setiap sistem pendidikan, pelaksanaan PPDB, Ketersediaan Fasilitas dan SDM Pendidikan juga peningkatan kesejahteraan guru di Provinsi Kepri.

Hal ini disampaikan Plt Gubernur Provinsi Kepri H Isdianto di Tanjungpinang, Sabtu (4/7) kemarin, dikutip dari situs Diskominfo Kepri.

"Kita terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Provinsi Kepri," ungkap Isdianto.

Isdianto mengatakan salah satu upayanya yang sedang dan akan dilakukan pemerintah Provinsi Kepri adalah dengan melakukan perbaikan di lingkup internal Dinas Pendidikan.

"Mungkin langkah utama kita Meresuffle SDM-SDM di dinas pendidikan, agar orang-orang yang berada di Internal Dinas Pendidikan Provinsi Kepri benar-benar orang yang paham dan mengerti pendidikan.

"Sehingga kebijakan yang di buat atau diciptakan sesuai dan mampu menciptakan pemerataan pendidikan di Provinsi Kepri," tambah Isdianto

Pasalnya, Isdianto menilai saat ini kondisi internal Dinas Pendidikan Provinsi Kepri sangat jauh dari kata memuaskan.

"Tak hanya bagi masyarakat Kepri saja, untuk kepala sekolah dan guru-guru juga, Diknas Kepri masih belum mampu membuat kebijakan yang menguntungkan semua pihak," ungkap Isdianto.

Hal inilah yang membuat, banyak keluhan dan aduan yang ia terima dari masyarakat dan guru terkait persoalan pendidikan di Kepri saat ini.

"Masih ada kebijakan yang dikeluarkan tidak sesuai apa yang diinginkan bahkan menjadi jawaban dari persoalan pendidikan di lapangan.contohnya saja seperti sekolah ingin kursi diberikan meja, ini yang akan kita perbaiki," tegas Isdianto.

Agar kedepannya, Dinas Pendidikan Provinsi Kepri sebagai penanggungjawab pelaksanaan kegiatan pendidikan di Provinsi Kepri mampu menjawab semua persoalan pendidikan di Provinsi Kepri.

"Hal ini tak lain tak bukan agar, sistem dan kualitas pendidikan kita di Provinsi Kepri dapat lebih baik lagi," ujar Isdianto.

Disampaikan Isdianto, ia juga telah merencanakan pertemuan bersama seluruh kepala sekolah di Provinsi Kepri untuk dapat mengetahui persoalan yang dihadapi sekolah-sekolah di lapangan.

"Sehingga pelaksanaan dan kualitas pendidikan di Provinsi Kepri menjdi lebih baik," tegas Isdianto.

(***)


Foto: Ilustrasi. 
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Dua terdakwa yakni La Ode Ishaji dan Herman bin Sarafuddin kasus penyeludupan rokok antar negara jalani sidang agenda pembacaan dakawaan dan pemeriksaan saksi di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Senin (6/7-2020).

Sesuai jadwal sidang hari ini, tetapi karena ruang sidang tertutup, sehingga tidak bisa dipantau oleh awak media. Dalam surat dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Samuel Pangaribuan mengatakan, kedua terdakwa mengangkut rokok dari Negara Singapore sebanyak 800 kotak kardus dengan menggunakan dua kapal
KM. Shaki Pratama dan Kapal KM. Bima Nusantara. Sehingga ditotalkan rokok dalam muatan kedua kapal totalnya berjumlah 1600 kotak kardus.

Kedua terdakwa yang menahkodai dua kapal tersebut diamankan di perairan Pulau Nipa atau pada posisi 01º 06’ 59” U - 103º 38’ 25” T wilayah territorial Indonesia. Dimana pada hari Jum’at tanggal 27 Maret 2020 sekira pukul 06.00 Wib, Kapal KM. Shaki Pratama dan Kapal KM. Bima Nusantara berangkat dari Pelabuhan rakyat Tanjung Riau dengan tujuan Jurong Port Singapura.

Setelah selesai melakukan pengisian muatan rokok sebanyak 800 kotak, di masing-masing kapal. Kemudian kedua kapal, pada hari Sabtu tanggal 28 Maret 2020 sekira pukul 17.00 Wib Kapal KM. Shaki Pratama berangkat dari Jurong Port menuju perairan Pulau Dua Singapura untuk melakukan pemeriksaan imigrasi.

Setelah selesai melakukan pemeriksaan imigrasi Kapal KM. Shaki Pratama melanjutkan perjalanan ke Port Klang Malaysia. Kemudian dalam perjalanan sekira pukul 20.30 wib Kapal KM. Shaki Pratama menuju perairan Pulau Nipa atau pada posisi 01º 06’ 59” U - 103º 38’ 25” T wilayah territorial Indonesia.

Kemudian pada saat Kapal KM. Shaki Pratama dan Kapal KM. Bima Nusantara hendak melanjutkan perjalanan tiba-tiba KAL Nipa I-4-57 melakukan pemeriksaan terhadap Kapal KM. Shaki Pratama. Setelah dilakukan pemeriksaan dokumen kapal, dokumen muatan dan dokumen ABK di dapati Kapal KM. Shaki Pratama berlayar tidak sesuai dengan sistem rute yang telah ditentukan berdasarkan Port Clearance dari Otoritas Jurong Port Singapura.

Akibat kedua terdakwa (Nahkoda) kedua kapal yang sedang berlayar di Perairan Pulau Nipa atau pada posisi 01º 06’ 59” U - 103º 38’ 25” T wilayah territorial Indonesia telah melanggar system rute dimana Port Clearance dari Otoritas Jurong Port Singapura menuju ke Port Klang Malaysia.

Selanjutnya kedua terdakwa beserta kapalnya dibawa ke kantor Lanal Batam untuk penyidikan lebih lanjut. Akibat
perbuatan kedua terdakwa melanggar Pasal 317 Jo pasal 193 ayat (1) Huruf c Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 tahun 2008 Tentang Pelayaran.

Pertanyaanya, kenapa dalam dakwaan JPU Samuel Pangaribuan, kedua terdakwa La Ode Ishaji dan Herman bin Sarafuddin didakwa pasal pelayaran. Padahal kedua terdakwa telah melakukan penyeludupan rokok antar negara. Sementara ada beberapa kasus penyeludupan rokok tanpa cukai yang disidangkan di PN Batam didakwa UU Kesehatan.


Alfred


Foto: Istimewa. 
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Plt. Gubernur Kepulauan Riau H. Isdianto yang juga Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Kepulauan Riau melakukan penyemprotan disinfektan di ruang laboraturium Komputer SMAN 4 Tanjungpinang.
Sekolah ini akan digunakan sebagai tempat pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) yang diselenggarakan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) sebagai salah satu syarat masuk Perguruan Tinggi Negeri, Sabtu, 4 Juli 2020.
Pada penyemprotan disinfektan kali ini selain didampingi oleh Kepala Badan Kesbangpol Linmas Provinsi Kepulauan Riau, juga turut hadir anggota dan pengurus PMI provinsi Kepulauan Riau.
Isdianto menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Pemerintah bersama PMI dalam rangka pencegahan penularan Virus Covid–19 serta untuk mendukung proses pendidikan di Provinsi Kepulauan Riau agar tetap berlangsung walau dalam kondisi masih pandemic Covid–19.
“Hari ini saya datang, bukan sekedar melakukan penyemprotan disinfektan namun sekaligus melihat kesiapan panitia penyelenggara ujian. Apakah pada pelaksanaannya telah menerapkan protokol kesehatan,” Jelas Isdianto.
Protokol Kesehatan dalam masa New Normal ini menurut Isdianto tetap penting diterapkan dalam kegiatan yang mengumpulkan orang banyak karena Covid–19 ini belum benar–benar selesai. Makanya untuk menghindarinya kita harus benar–benar displin mengikuti segala himbauan pemerintah.
“Dari peninjauan tadi, dapat kita lihat bahwa panitia telah menyiapkan segala sesuatu untuk ujian besok dengan penerapan protokol kesehatan. Ada tempat pencuci tangan beserta sabun serta letak tempat duduk sudah diberikan jarak. Saya himbau semua yang ikut ujian nanti juga sediakan masker masing–masing. Kita harus saling menjaga, agar tak tertular virus nantinya,” imbaunya.
Setelah penyemprotan ini, Isdianto berharap peserta ujian yang akan mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer untuk masuk Perguruan Tinggi dapat mengikuti ujian dengan nyaman tanpa rasa takut sehingga dapat konsentrasi penuh menjawab pertanyaan ujian.
“Kerjakan ujian dengan sebaik–baiknya. Awali dengan membaca doa terlebih dahulu kepada Yang Maha Kuasa agar diberikan kemudahan. Dan saya harap semua peserta yang mengikuti ujian nantinya dapat lulus semua dengan nilai terbaik,” harapnya.
Adapun ujian yang diselenggarakan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) ini untuk wilayah Tanjungpinang akan diikuti oleh kurang lebih 1.200 peserta bertempat di Laboraturium Komputer SMAN 4 Tanjungpinang dan Kampus UMRAH di Senggarang, Tanjungpinang.
Ujian nantinya akan berlangsung dari tanggal 05 sampai dengan 14 Juli 2020 dengan pembagian dua sesi setiap ujian dan setiap ruangan hanya akan menampung 20 peserta ujian untuk menghindari kepadatan peserta karena menerapkan protokol kesehatan.

Sumber: Humas Kepri


(Foto: Istimewa).
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Dibawah instruksi Gugus Tugas Covid-19 Kepri, Tim Bersatu Lawan Covid-19 Kepri-Batam terus bergerak melaksanakan program melawan Covid-19 di tengah masyarakat. Fokus kegiatan berkisar pada pembagian masker, sosialisasi dan trauma healing/edukasi berupa pendampingan psikis masyarakat.

Ketua Tim Bersatu Lawan (BLC) Covid-19 Kepri-Batam Buralimar menyebutkan program tim BMC Kepri-Batam saat ini adalah melakukan kunjungan rutin ke lapangan. Kegiatan tahap awal adalah membagikan masker gratis dan melakukan pendampingan untuk masyarakat.

"Kami membagi dua tim setiap harinya untuk hadir di tengah masyarakat. Terutama dalam memberikan sosialisasi dan informasi serta edukasi mengenai Covid-19 dan penanganannya," tutur Buralimar saat memantau tim BLC Kepri-Batam yang turun di perumahan Taman Raya 2 dan Perumahan Pondok Graha Batam Tanjungpiayu, Sabtu (4/7).

dr. Ari Geusterhy Andry Panjaitan dan dr Frianto Ismail yang memberikan informasi dan edukasi ke masyarakat di sambut antusias dengan banyak pertanyaan, terutama dari kaum ibu-ibu. Pertanyaan para ibu tersebut mulai dari gejala-gejala umum, penanganan pada bayi dan anak, sampai pada kecemasan pada rapid test dan PCR (swab).

dr Ary menyebutkan ciri-ciri awal Covid-19 yang perlu diwaspadai seperti demam 38 derajat batuk kering tak kunjung sembuh, nyeri sendi, muntah, lemes, diare hingga hilang indra perasa.

"Jika masyarakat mendapatkan ciri-ciri seperti ini, langsung lakukan isolasi mandiri dan makan makanan bergizi, minum banyak air putih, vitamin, dan olahraga selama 12 hari. Jika gejala masih ada setelah itu baru ke rumah sakit melakukan test rapid," jelas dr. Ary.
dr.Frianto Ismail menegaskan bahwa rapid test tidak perlu ditakuti.

Karena hasil rapid bukan untuk menentukan seseorang terpapar Covid-19. Rapid test hanya memperlihatkan hasil awal bahwa tubuh seseorang terserang virus dengan hasil reaktif atau non-reaktif. Untuk menentukan jenis virusnya harus dilakukan test PCR (Polymerase Chain Reaction) swab test.

Menurut dr Anto, Covid -19 yang berbahaya adalah penyebarannya yang sangat cepat dan bahkan tanpa gejala. Apabila seseorang dengan daya tahan tubuh yang lemah, dan yang mempunyai penyakit bawaan seperti ginjal, jantung, diabetes dan lainnya akan mudah terserang Covid-19.

Di beberapa rumah sakit (RS) rujukan untuk kasus Corona, jelasnya data menunjukkan memang sebagian besar pasien yang meninggal memiliki penyakit penyerta. Namun, lanjut dr.Anto, ada informasi terbaru yang dia peroleh dari Direktur Utama RSUP Persahabatan, dr Rita Rogayah, SpP(K), MARS, mengatakan pada bulan April lalu ada 76 pasien Corona meninggal dari total 205 pasien di rumah sakitnya. Dari jumlah tersebut, sebanyak 65 pasien (86 persen) yang meninggal memiliki penyakit penyerta sementara 11 pasien (14 persen) lainnya tanpa komorbid (penyakit penyerta).

“Oleh karena itu kita harus tetap waspada akan bahaya dari Covid-19. Kita tidak boleh terlalu takut dan panik dengan Covid-19 meski vaksinnya belum ditemukan karena ini virus baru. Tapi kita perlu waspada juga akan bahaya Covid-19 ini. Karena sudah ada kasus yang ditemukan pasien meninggal tanpa penyakit penyerta. Maka itu, kita harus bertekad bersama memutus mata rantai penyebarannya, menerapakan protokol kesehatan dan pola PHBS (Pola Hidup Bersih dan Sehat)," ajaknya.


Sumber: Diskominfo Kepri


Plt Gubernur Kepri Berbincang-Bincang Dengan Menko Bidang Kemaritiman. (Foto: Istimewa). 
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Plt. Gubernur Kepri H.Isdianto telah merancang beberapa rencana yang akan dibuat untuk kelancaran operasional kegiatan labuh jangkar di tiga zona yang telah disepakati. Salah satunya mendirikan kantor Samsat Khusus untuk labuh jangkar.

"Tujuan kita mendirikan samsat untuk labuh jangkar ini  tidak lain untuk memberikan pelayanan secara terintegerasi dan terkoordinir dengan tepat, cepat, transparan, akuntabeel. Samsat ini nanti juga sebagai wadah bagi Kepri untuk memberikan pelayanan secara cepat bagi seluruh aktifitas yang terkait labuh jangkar," jelas Isdianto, Kamis (2/7) di Nongsa Poin Marina Resort Batam, usai melakukan rapat koordinasi dengan Menteri Koordinator Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan.

Samsat labuh jangkar tersebut, tambah Isdianto, merupakan salah satu bentuk keseriusan Pemprov Kepri dalam mendukung penuh pengoperasian kawasan labuh jangkar.

Pada samsat itu nanti, katanya akan dilaksanakan layanan satu atap untuk memfasilitasi pelayanan administrasi CIQP, pusat informasi, pelayanan keluhan, pengaduan, termasuk nanti mengelola potensi-potensi lainnya, seperti nanti memenuhi kebutuhan air bersih untuk kapal, kebutuhan sembako untuk kapal, dan lainnya.

"Menjadi perhatian kita nanti adalah kesesuaian perizinan antara pemerintah pusat dan Kepri dengan memperhatikan perjanjian kerjasama, rekomendasi, dan SOP pengelolaan serta penyesuaian tarif yang berlaku agar meningkatkan daya saing kawasan labuh jangkar" jelas Isdianto.

Bahkan usai mengantar kepulangan Luhut, Isdianto langsung memimpin rapat lanjutan membahasa masalah ini. Rapat Koordinasi Pengelolaan Labuh Jangkar di Wilayah Provinsi Kepri juga Deputi 2 Kemenko Maritim, BUMD dan Para Operator di Hotel Radison Batam

Ditambahkan Kepala Bidang Kepelabuhan Dinas Perhubungan (Kabid Dishub) Provinsi Kepri, Aziz Kasim Djou, penyelarasan yang dilakukan nanti juga  sampai pada jenis-jenis pungutan jasa antara PNBP Kemenhub dan retribusi daerah. "Pada prinsipnya kami dari Dishub Kepri sudah menyampaikan berbagai rancangan kepada Gubernur yang disesuaikan dengan arahan Menko Marves ( maritim investasi)," tambah Aziz.

Sumber: Diskominfo Kepri


Anggota DPRD Kepri, Asmin Patros. (Foto: Istimewa). 
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DPRD Provinsi Kepri meminta pemerintah Provinsi Kepri untuk dapat tetap mengevaluasi pelaksanaan pelayanan publik yang tetap optimal di tengah situasi pandemi Covid-19 saat ini.

Hal ini disampaikan Anggota DPRD Kepri Asmin Patros di Tanjungpinang, Jum'at (3/7), dikutip dari situs Diskominfo Kepri.

"Kita minta untuk Pemprov Kepri dapat mengoptimalkan seluruh pelayanan publik yang diterima masyarakat selama pandemi saat ini," ungkap Asmin.

Menurut Asmin, optimalnya pelayanan publik yang di terima masyarakat harus tetap dijaga.

"Apalagi mengingat saat ini sudah memasuki fase New Normal, sehingga tidak ada lagi alasan pelayanan publik yang diterima masyarakat terganggu," tegas Asmin.

Menurut Asmin, pelayanan publik yang di terima masyarakat saat ini merupakan cermin dari kinerja setiap lembaga.

"Untuk itu, apapun pelayanannya, kondisi dan kebutuhan pelayanan publik kepada masyarakat harus tetap optimal. Jangan sampai ada masyarakat yang diperlakukan sebaliknya," jelas Asmin yang merupakan fraksi partai Golkar ini.

Asmin berharap kedepannya tak ada lagi keluhan ataupun aduan yang diterimanya dari masyarakat terkait pelayanan publik yang kurang optimal yang dirasakan masyarakat di Provinsi Kepri.

(***)


Kepala Statistik Distribusi Rahmad Iswanto (Foto: Istimewa). 
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Badan Pusat Statistik BPS Provinsi Kepri mengatakan bahwa perkembangan Indeks Harga Konsumen IHK untuk dua kota di Provinsi Kepri pada bulan Juni 2020 menunjukkan inflasi sebesar 0,05 persen.

Hal tersebut disampaikan Kepala Statistik Distribusi Rahmad Iswanto di Tanjungpinang, Jum'at (3/7).

Dikatakan Rahmad, inflasi yang terjadi pada Juni 2020 ini dikarenakan naiknya IHK dari 103,26  di bulan Mei 2020 menjadi 103,31 dibulan Juni 2020.

"Sementara itu, untuk Inflasi tahun kalender (Januari s.d Juni 2020) sebesar -0,14 persen. Inflasi tahun ke tahun (Juni 2020 terhadap Juni 2019) sebesar 0,24 persen," ungkap Rahmad.

Rahmad juga mengatakan, dari 2 kota IHK di Provinsi Kepulauan Riau, tercatat untuk Kota Batam mengalami inflasi sebesar 0,06 persen, sedangkan Kota Tanjungpinang mengalami inflasi sebesar 0,09 persen.

"Jika dilihat dari kelompoknya, inflasi yang terjadi di bulan Juni 2020 ini disebabkan oleh naiknya indeks 5 kelompok," jelas Rahmad Iswanto.

Yangmana, kelompok yang mengalami kenaikan itu yaitu: kelompok transportasi naik sebesar 1,54 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran naik sebesar 0,52 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya naik sebesar 0,25 persen; kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga naik sebesar 0,14; serta kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga naik 0,01 persen.

"Sebaliknya terdapat 3 kelompok yang mengalami penurunan yaitu: kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya turun sebesar 1,73 persen; kelompok makanan, minuman dan tembakau turun sebesar 0,24 persen; dan kelompok kesehatan turun sebesar 0,03 persen," ujar Rahmad kembali.

Sedangkan 3 kelompok lainnya, tambah Rahmad Iswanto tidak mengalami perubahan indeks harga.

(Red/Diskominfo Kepri)


Foto: Istimewa. 
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tanjungpinang bersama Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah (SSBA) mengadakan paket wisata menarik: melihat koleksi di museum dan berkeliling kawasan Kota Lama Tanjungpinang menggunakan Bus dinamai Kereta Wisata Gurindam.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang, Surjadi menjelaskan, perjalan wisata ini seiring dengan dioperasikannya kembali Museum SSBA yang sudah tiga bulan ditutup akibat Pandemi Covid-19.

"Belum lama ini perjalanan wisata ini telah kami uji coba dan dalam waktu dekat akan diluncurkan," kata Surjadi, Jumat (3/6/2020), dikutip dari situs Diskominfo Kepri.

Surjadi menjelaskan, wisata sejarah ini dimulai dengan mengunjungi Museum SSBA. Setelah melihat dan mendengarkan penjelasan mengenai koleksi yang ada, peserta kemudian diajak berkeliling kawasan Kota Lama Tanjungpinang menggunakan bus wisata.

Peserta yang berminat mengikuti paket wisata ini terlebih dahulu harus mendaftar melalui petugas museum atau melalui pesan langsung (Direct Message) di IG Museum SSBA Tanjungpinang.

Rute yang dilalui mulai dari Museum SSBA, Gereja Bethel, SD Bintan, Masjid Agung Al Hikmah (Masjid Keling), Pengadilan Hubungan Industrial, Gedung Daerah, Tanjung Buntung, Tugu Proklamasi, Gedung Candu, Lapangan Teladan, dan kembali ke Museum SSBA.

"Selama melalui rute tersebut, peserta tour akan diberikan penjelasan oleh pemandu. Bangunan atau tempat yang dilalui ini memiliki sejarah," jelas Surjadi.

Kepala UPTD Museum Daerah Kota Tanjungpinang SSBA, Iza Sylvia menambahkan, mengingat dalam suasana Pandemi Covid-19, perjalanan wisata ini disebut Surjadi tentu saja menerapkan protokol kesehatan.

"Bus dirancang hanya 20 orang karena harus menerapkan jaga jarak," ujar Iza.

Demikian pula Museum SSBA yang menerapkan protokol kesehatan bagi pengunjung. Hal serupa juga diberlakukan bagi pengelola museum.

Pihaknya dikatakan Iza menyiapkan tempat cuci tangan dan penyanitasi tangan. Pengunjung diwajibkan mengenakan masker.

"Kami juga secara rutin menyemprotkan cairan disinfektan ke kawasan museum secara berkala," tutupnya.

(***)


Foto Bersama Bupati Karimun Dengan umat Pengurus Meajid Hijir Ismail Islamic Center. 
KARIMUN KEPRIAKTUAL.COM: Bupati Karimun, Dr. H. Aunur Rafiq, S. Sos, M. Si. menghadiri Doa selamat dan Tasyakuran penggunaan Masjid Hijir Ismail Islamic Center, tepatnya di Kelurahan Tanjungbatu Kota, Kecamatan Kundur, Kamis (2/7/2020).

Aunur Rafiq mengatakan, Masjid ini di bangun sebagai kenang-kenangan selama 5 tahun masa kepemimpinan nya sebagai Bupati Karimun 2016/2021. Yang mana pada Kepemimpinan Bupati Karimun sebelumnya oleh Alm. H. Muhammad Sani, beliau telah membangun Masjid Agung Karimun di Pulau Karimun dan pada Kepemimpinan Bpk. H. Nurdin Basirun sebagai bupati Karimun juga telah membangun Masjid Baitulrahman di Pulau Karimun ini.

"Oleh Karena itu, tidak ada salah nya di dalam kepemimpinan nya sebagai Bupati Karimun juga membangun masjid Hijir ismail Islamic Center yang berada di Pulau Kundur," ucap Rafiq

Selain itu, Rafiq juga menyebutkan, dari segi pembangunan untuk menunjang perekonomian khususnya masyarakat kundur di masa kepemimpinan nya yang sudah di bangun selain Masjid islamic Center, pembangunan pasar ikan, infrastruktur jalan, Puskesmas dan pembangunan sekolah sekolah di beberapa kecamatan yang ada di kabupaten Karimun ini.

"Dari itu, jika ia di percayakan lagi oleh masyarakat yang ada di kabupaten Karimun insyaallah di masa kepemimpinan pemerintahan nantinya pembangunan islamic Center akan di lanjudkan dengan di bangun rumah imam,rumah tahfis dan rumah penjaga masjid di lanjudkan pembangunan iftidakyah dan Sanawiyah," ungkapnya.

Rafiq juga berharap dengan di bangunnya gedung Islamic Center ini. Nantinya dapat menjadi Pusat Religi yang ada di Kabupaten Karimun Khususnya Pulau Kundur.

"Jadikan lah Masjid ini sebagai Masjid yang nantinya menjadi pemersatu umat, bukan untuk menjadi pemecah belah antar umat beragama.

Turut hadir dalam acara kadis PUPR,kadis kepemudaan dan olahraga,Kakan Menag Karimun,Kabak Kom Humas,Kabak kesra,camat se-pulau Kundur,lurah,tokoh agama, tokoh adat,tokohmasyrakat serta ormas Islam dll.

Ahmad Yahya


Mak Dara bersama penari di kelompok Joget Dangkong yang ia pimpin di sela pementasan yang akan disiarkan streaming di media sosial dikelola Dinas Kebudayaan Kota Tanjungpinang (Foto: Istimewa). 
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Tak sedikit pelaku seni yang merasakan dampak corona. Jika selama ini mereka bisa manggung di perhelatan yang digelar pemerintah maupun di acara nikahan, kini praktis mereka menganggur. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang menggelar Pentas Seni 2020, bagi para pelaku seni di Tanjungpinang.

Pentas Seni 2020 akan diluncurkan secara streaming melalui kanal Youtube. Perdana, akan menampilkan tema Sesi Sembang Semase dengan bintang tamu legenda seni Joget Dangkong dari Tanjungpinang, Mak Dare.

“Kemarin kami sudah pengambilan gambar. Jadi konsepnya ada talkshow dan juga penampilan. Kami sengaja pilih Mak Dare ini karena beliau ini legend dalam seni Joget Dangkong,” ujar Surjadi, Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang, Jumat (3/7).

Para penonton nantinya akan diajak joget bersama dengan Mak Dare, dari rumah masing-masing. Suara khas kendang akan membuat pendengar tak kuasa menahan hasrat untuk ikut berjoget. Kedepan, Pentas Seni 2020 akan menampilkan sanggar seni yang ada di Tanjungpinang.

“Insha Allah proses pengambilan gambarnya di minggu kedua Juli ini,” tambah Surjadi. Nantinya secara bergiliran akan ditampilkan para seniman dari Tanjungpinang. Pentas Seni 2020 ini memang sengaja dibuat, untuk memberikan panggung bagi para seniman yang terdampak corona.

“Ada MC, pemain organ tunggal, sanggar seni dan pelaku seni lain yang harus kita pikirkan nasibnya, karena terdampak corona. Sebelumnya mereka bisa tampil di acara2 atau jadi pengisi resepsi pernikahan, sekarang sudah tak bisa lagi. Kami harap dengan Pentas Seni 2020 ini, bisalah sedikit banyak membantu. Menaikan semangat mereka, karena kembali mendapat panggung,” jelas Surjadi.

Karena itu dia mengajak seluruh masyarakat Tanjungpinang untuk menyaksikan Pentas Seni 2020, Seri Sembang Semase di kanal Youtube PESONA TANJUNGPINANG_OFFICIAL , pada Sabtu 4 Juli mendatang pada pukul 20.00.

Bagi yang rindu dengan Joget Dangkong Mak Dare, dijamin akan terhibur. Juga bagi masyarakat Tanjungpinang yang berada di perantauan, acara ini bisa menjadi pengobat rindu.

Sumber: Humas Kepri/Diskominfo Kepri


Kepala Dinas Tenaga Kerja Bintan Indra Hidayat (Foto: Istimewa). 
BINTAN KEPRIAKTUAL.COM: Pemerintah Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau berupaya meningkatkan kualitas tenaga kerja lokal agar dapat bekerja di perusahaan berskala besar di daerah tersebut.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Bintan Indra Hidayat, di Bintan, Jumat (3/7), mengatakan, pemerintah pusat mendukung upaya untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja lokal agar dapat bekerja di perusahaan berskala besar seperti di Bintan Alumina Indonesia (BAI).

Perusahaan dengan nilai investasi tahap awal Rp20 triliun ini membutuhkan ribuan tenaga kerja yang berkualitas. Bila peluang ini tidak ditangkap, maka tenaga kerja lokal hanya menjadi penonton.

"PT BAI itu perusahaan besar. Karena itu, seluruh warga Bintan usia produktif yang belum bekerja sebaiknya meningkatkan kualitasnya," ujarnya, dikutip dari situs resmi Diskominfo Kepri.

Pemerintah pusat mendukung upaya Pemkab Bintan meningkatkan kapasitas dan kualitas Balai Latihan Kerja (BLK). Selain itu, pemerintah pusat mengarahkan agar Bintan membangun Balai Pendidikan Pelatihan Perindustrian.

Kementerian Perindustrian memiliki program untuk peningkatan kualitas tenaga kerja di bidang perindustrian.

"Peluang yang diberikan pemerintah pusat itu tentu kami tangkap untuk kepentingan masyarakat. Peningkatan kualitas wajib dilakukan agar tenaga kerja lokal dapat bersaing dengan tenaga kerja asal daerah dan negara lainnya," katanya.

Indra mengemukakan Pemkab Bintan dan PT BAI sudah menandatangani nota kesepahaman untuk mengutamakan tenaga kerja lokal bekerja di perusahaan itu. Nota kesepahaman itu berlaku selama lima tahun, dan dapat diperpanjang.

"Kami akan menampung seluruh tenaga kerja lokal yang berkualitas untuk disalurkan ke sejumlah perusahaan, salah satunya di PT BAI," tuturnya.

Direktur Utama PT BAI, Santoni mengemukakan, pada prinsipnya, perusahaan yang dipimpinnya tersebut ingin menggunakan tenaga kerja lokal, namun harus yang berkualitas untuk membangun PLTU dan pabrik smelter.

"Tahun ini kami membutuhkan sekitar 720 orang tenaga kerja," katanya.

(***)


Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi dan Plt Gubernur Kepri Tinjau PT BAI. 
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Plt. Gubernur Kepulauan Riau H. Isdianto mendampingi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan bersama Menteri Kelautan dan Perikanan RI Edhy Prabowo meninjau PT. Bintan Alumina Indonesia (BAI) di Galang Batang, Kabupaten Bintan, Kamis (2/7). Tampak hadir juga dalam kesempatan ini Bupati Bintan Apri Sujadi serta pimpinan FKPD Kepri dan Bintan.

Luhut berharap proyek PT. BAI ini cepat beroperasi, agar nantinya bisa menyerap tenaga kerja lokal yang banyak.  Selain itu, Luhut minta agar PT. BAI bekerjasama dengan Pokiteknik agar bisa mencetak kader-kader yang bagus untuk dipekerjakan disini.

"Ini proyek besar dan perlu tenaga kerja yang handal dan tidak sedikit. Makanya segera selesaikan agar segera bisa beroperasi sehingga pak Gubernur bisa dapat lapangan pekerjaan yang banyak untuk masyarakatnya nanti. Dan bekerjasamalah dengan Politeknik, ini sangat bagus sekali," kata Luhut.

Luas kawasan proyek PT. BAI sendiri adalah 2.333 hektar dengan total nilai investasi hingga tahun 2024 sebesar Rp37 triliun. Sementara hingga tahun 2020 ini, proyek ini sudah berinvestasi sebesar Rp11 triliun.

Lebih lanjut, Luhut memastikan untuk proyek ini Gubernur dan Bupati cooperatif dalam memberikan dukungan. Sehingga proyek ini lancar dan membawa dampak positif bagi perekonomian daerah dan nasional.

"Kalau masalah dukungan, saya yakin Gubernur dan Bupati mendukung. Yang penting kalian jaga lingkungan. Termasuk listrik yang sekarang pakai batu bara. Kedepannya bisa di konversikan menghunakan gas. Tak lain, tujuannya agar ramah lingkungan," kata Luhut kepada Santoni selaku Direktur utama PT. BAI Bintan usai memberikan penjelasan terkait keberadaan PT. BAI


Sumber: Diskominfo Kepri


Ketua Bamperda DPRD kota Batam Muhammad Jefri Simanjuntak.
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Rapat Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Batam terkait pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Batam 2020-2040. Bersama REI (Real Estate Indonesia) di gedung DPRD Kota Batam, pada  Jumat (3/7/2020).

Dalam pertemuan tersebut dihadiri, Ketua Bamperda DPRD kota Batam Muhammad Jefri Simanjuntak, Ketua REI Kepri Achyar Arfan, serta pengurus REI.

Ketua Bapemperda DRPD Batam, Muhammad Jefry Simanjuntak mengatakan, dikarenakan minimnya data pendukung yang sangat dibutuhkan oleh tim Bapemperda, seperti data-data tentang Tata Ruang, peta Tata Ruang, peta Struktur Ruang dan Peta Kawasan Strategis Nasional yang semuanya itu menjadi pedoman dasar pembahasan dari Bapemperda.

REI Batam dihadirkan, kata Jeffry, sebagai bentuk upaya menerima masukan, hingga mencari solusi terkait Peraturan Daerah (Perda) RTRW Kota Batam tahun 2020-2024, terutama soal lahan hijau yang ada di Kota Batam

“Pembangunan kota Batam investasi harus kita tingkatkan untuk menunjang Bagaimana ekonomi Kota Batam 2019 ada beberapa poin yang mereka permasalahan yang ingin mereka dapat diberikan jalan keluarnya salah satu adalah hutan lindung,” ungkap Muhammad Jefry Simanjuntak saat ditemui setelah melaksanakan rapat bersama Real Estate Indonesia (REI) Batam di Gedung Serba Guna DPRD Batam.

“Bapemperda melalui Ketua DPRD Kota Batam, sudah lima kali meminta secara resmi kepada pihak Pemko Batam dan BP Batam untuk dapat memberikan data-data yang dimaksud, namun hingga sekarang data tersebut tidak ada juga diberikan,” ucap Jefry.

“Jika data tersebut juga tidak diberikan maka kami nanti akan lapor saja kepada Kementerian, karena data itu sangat membantu kami dalam melakukan pembahasan dan itu adalah untuk bagaimana Batam ini kedepannya,” jelasnya.

Karena itu, Jeffry meminta kepada Pemko dan BP Batam agar bisa memberikan data-data yang dibutuhkan, terutama untuk Bapemperda DPRD Kota Batam.

“Supaya kami bisa menyelesaikan pembahasan sesuai dengan jadwal dan waktu yang telah ditetapkan pihak Kementerian,” pungkasnya.

Red/Humas DPRD Batam


RDP Komisi I DPRD Batam.
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Komisi I DPRD Kota Batam menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Ruang Rapat Komisi I, Jum’at (03/07) sekitar pukul 10.00 WIB. Tujuan dari RDP yang digelar adalah untuk membahas terkait permasalahan legalitas, perizinan, serta kejadiannya dalam menuntaskan hak masyarakat, yang mana hal ini ada kaitannya langsung dengan para undangan yang tidak hadir tersebut.

Ketua Komisi I DPRD Kota Batam, Budi Mardiyanto yang saat itu memimpin jalannya Rapat, di kesempatan itu menyebut, Komisi I DPRD Kota Batam merasa kecewa sekali dengan ketidakhadiran PT. Hansol dan BP Batam, untuk melakukan pembahasan mengenai penyempitan dan pendangkalan Parit akibat pekerjaan yang dilakukan oleh PT tersebut.

“Komisi I DPRD Kota Batam menggelar RDP ini, bukan untuk membahas permasalahan teknis pengerjaan proyek oleh PT. Hansol seperti apa, tetapi membahas hak-hak masyarakat yang dirugikan akibat proyek yang dikerjakan PT tersebut,” ungkapnya.

Dikatakan Mardiyanto, permasalahan itu memang sudah dibicarakan oleh PT. Hansol bersama Komisi III yang merupakan Tugas Pokok dan Fungsinya (Tupoksi) dalam pembangunan sarana dan prasarana. Namun, Komisi I mengadakan RDP tersebut untuk mendalami apa yang menjadi hak masyarakat akibat proyek tersebut.

“Untuk itu, saya minta pendapat Bapak-Bapak yang hadir dalam RDP ini untuk dapat kiranya disampaikan ke Pimpinan, dan kami akan menjadwalkan ulang agenda pembahasan ini bersama PT. Hansol dan BP Batam,” jelas Budi.

Di kesempatan yang sama, anggota Komisi I DPRD Kota Batam, Utusan Sarumaha menyampaikan dukungannya, baik untuk Pemerintah maupun masyarakat dalam berinvestasi. Namun, jangan sampai ada dampak serius dalam berinvestasi yang dapat merugikan masyarakat maupun Pemerintah oleh pihak-pihak terkait.

“Kita ingin semuanya dapat berjalan dengan baik, sehingga hal ini perlu diantisipasi dan sangat penting memiliki perizinan dalam pembangunan, agar dapat dilakukan pengawasan, serta berharap kejadian ini tidak terulang kembali,” harapnya.

Sementara itu, Ketua RW Perumahan Citra Indah yang turut hadir dalam RDP mengungkapkan juga kekesalannya akan pekerjaan galian proyek Instalansi Perpipaan Air Limbah (IPAL) oleh PT. Hansol yang dalam hal ini cukup banyak merugikan masyarakat. Bahkan mirisnya, air kloset (WC) di salah satu rumah warga menyembur keluar.

“Belum pernah Perumahan Citra Raya terjadi air klosetnya sampai menyembur keluar dan mengakibatkan banjir, tentunya saya kaget dengan komplain dari warga, hal ini sudah sangat keterlaluan,” ujarnya.

“Sampai saat ini, saya belum menandatangani kerjasama dengan mereka, sebelum ada tindak lanjut dan koreksi pekerjaan yang keliru seperti pembongkaran saluran pipa dan pembangunan beton yang terkesan asal-asalan sejak RDP pertama”. tutupnya.

Turut hadir pada kesempatan itu, Sekretaris Komisi I Lik Khai, anggota Komisi I Utusan Sarumaha dan Tan A Tie Perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam, serta perwakilan masyarakat perumahan Mitra Raya, Sukajadi, dan Citra Indah.


 Red/humas



Dua Tersangka Penyeludupan Sabu Lewat Bandara Hang Nadim yang Diamankan BC Batam. 
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam kembali berhasil melakukan penindakan methamphetamine (sabu) oleh petugas di Bandara Internasional Hang Nadim Batam pada hari Minggu, 28 Juni 2020 pukul 08.15 WIB.

"Penindakan tersebut dilakukan terhadap 2 orang calon penumpang dengan inisial F dan AD yang kedapatan menyembunyikan barang bukti berupa 8 bungkus methamphetamine (sabu) dengan berat bruto 973 gram dengan modus menyelipkan barang bukti ke dalam sepatu," kata Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan ​​​​​​​Layanan Informasi, Sumarna, Kamis (2/6-2020).

Kata Sumarna, penindakan ini berawal dari kecurigaan petugas Bea Cukai bersama Avsec Bandara Hang Nadim terhadap calon penumpang berinisial F yang akan menuju Surabaya dengan maskapai Lion Air jurusan Batam-Surabaya. Terhadap calon penumpang berinisial F tersebut dilakukan pemeriksaan badan oleh petugas dan kedapatan 4 bungkus barang bukti yang diduga sabu di dalam sepatu yg dia pakai.

"Setelah itu dilakukan pemeriksaan verbal terhadap calon penumpang berinisial F, diketahui 1 (satu) calon penumpang lain yang akan menuju ke Surabaya dengan pesawat yang sama. Atas informasi tersebut Petugas Bea Cukai melakukan sweeping di area ruang tunggu keberangkatan dan berhasil menemukan calon penumpang lainnya yang berinisial DA yang kedapatan membawa 4 bungkus barang bukti yang diduga sabu yg juga diseliokan ke dalam sepatu yang dia pakai," ujarnya.

Kemudian, lanjutnya, barang bukti sebanyak 8 bungkus tersebut kemudian dilakukan uji Narcotic Idetification Kits (NIK). Berdasarkan hasil tes uji NIK diidentifikasikan barang tersebut sebagai methamphetamine (sabu).

Selanjutnya para calon penumpang bersangkutan dan barang bukti dibawa ke KPU Bea dan Cukai Batam untuk pemeriksaan lebih mendalam.

"Terhadap tersangka dan barang bukti selanjutnya diserahkan ke Kepolisian Resor Kota (Polresta) Barelang untuk proses lebih lanjut sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenai tindak pidana narkotika," tutur Sumarna.

Penindakan ini sebagai bentuk komitmen Bea Cukai Batam dalam pengawasan terhadap pemberantasan narkotika, psikotropika, dan prekursor (NPP) meski di tengah pandemik COVID-19.


Redaksi


Barang Bukti Smartphone di Kapal yang Diamankan BC Kepri. 
KARIMUN KEPRIAKTUAL.COM: Petugas Kantor Wilayah DJBC Khusus Kepulauan Riau berhasil mengagalkan, melakukan penegahan terhadap kapal kayu (SB. TANPA NAMA) di Perairan Pulau Patah, Sabtu 27 Juni 2020 lalu. Kapal tersebut membawa smartphone tanpa dilindungi dengan dokumen kepabeanan.

Dalam rilis yang masuk ke redaksi media ini, Kepala Kantor Wilayah, Agus Yulianto mengatakan, penindakan terhadap kapal tersebut merupakan langkah nyata Bea Cukai Kepri dalam melindungi industri dalam negeri. Kronologi dari penindakan kasus tersebut bermula saat Satgas Patroli Laut BC mendapat informasi dari Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam.

"Akan ada sebuah speedboat yang diduga membawa smartphone ilegal dari Jembatan 4 Batam. Pada hari Sabtu, 27 Juni 2020, Pukul 15.30 WIB. Tim Satgas BC 1305 melihat speedboat yang melaju dari arah Batam dengan haluan menuju ke Tanjung Riau," ungkap Agus Yulianto, Juma

BB Smartphone.
Melihat hal tersebut, kata Agus Yulianto, Tim Satgas BC 1305 melakukan pengejaran dan menghubungi Tim Satgas BC 15042 dan Tim Satgas BC 1189 yang sedang berjaga di perairan tersebut.

"Saat dilakukan pengejaran, kapal tersebut tidak berhenti dan melakukan manuver untuk melarikan diri dengan haluan menuju Pulau Patah," tuturnya.

Kemudian, lanjutnya, pada saat kapal tersebut mendekati pantai di pesisir Pulau Patah pada pukul 15.40. Anak buah kapal (ABK) dari speedboat tersebut melarikan diri ke dalam hutan. Kemudian Satgas Patroli Laut BC mengamankan serta memeriksa speedboat tersebut dan kedapatan muatan ± 32 (tiga puluh dua) karton smartphone dengan berbagai macam merek.

"Setelah barang bukti diamankan, dibawa ke Kantor Wilayah DJBC Khusus Kepulauan Riau untuk dilakukan pemeriksaan, penelitian, pendalaman serta proses lebih lanjut," tuturnya.

Agus Yulianto juga menyampaikan, setelah dilakukan pencahcahan terhadap kasus tersebut ditemukan sebanyak 3304 unit seperti IPhone, Samsung, Google Pixel, dan berbagai merek lainnya, dengan nilai barang sebesar Rp 12 miliar dan berpotensi merugikan negara sebesar Rp 2,5 miliar.

"Dalam menjalankan fungsi pengawasannya, Bea Cukai Kepri terus berupaya secara maksimal untuk memastikan bahwa barang-barang yang beredar di pasar dalam negeri
merupakan barang legal dan tidak membahayakan masyarakat. Akibat dari peredaran barang tersebut adalah merugikan para pelaku industri dalam negeri yang taat terhadap peraturan," pungkasnya.


Redaksi


Foto: Istimewa. 
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Sepanjang koridor Rumah Sakit Umum Raja Ahmad Tabib Tanjungpinang, Rabu (1/7/2020), sore dipenuhi para medis. Tepuk tangan menggema, disusul seorang pria mengenakan ransel memegang setangkai bunga keluar dari salah satu rumah sakit rujukan pasien Covid-19 di Kepulauan Riau itu.

Lelaki itu berinisial RD, 23 tahun. Dia sepertinya tidak menyangka mendapat sambutan seperti itu. Petugas medis, bahkan pegawai yang menangani administrasi di rumah sakit terletak di Jalan WR Supratman KM 9 Tanjungpinang itu berbaris memanjang hingga ke pintu keluar.

RD, sudah 37 hari dia menjalani perawatan di RSUP Raja Ahmad Tabib. Dia dirawat sejak 25 Mei 2020 setelah dinyatakan positif terkonfirmasi terpapar virus korona. Sore itu, dia terlihat sangat riang. Sembuh, dan mendapat kejutan.

Santi, dari Bagian Informasi dan Pemasaran RSUP Raja Ahmad Tabib menjelaskan, pelepasan pasien sembuh dari Covid-19 seperti itu adalah hal yang selalu mereka lakukan.

"Selalu. Bila di jam kerja, lengkap dengan manajemen. Tapi kalau di luar jam kerja, oleh tim medis di ruangan tempat pasien di rawat," terang Santi.

RSUP Raja Ahmad Tabib dia katakan selalu memberikan bunga dan cenderamata.

"Ini sebagai bentuk kebahagiaan. Sebagai ungkapan lega dari paramedis dan manajemen," ungkap Santi lagi.

Santi menyampaikan harapannya agar semua pasien yang kini dirawat di RSUP Raja Ahmad Tabib dapat disembuhkan.

Santi menjelaskan, saat ini di RSUP Raja Ahmad Tabib masih ada sejumlah pasien dirawat. Diantaranya bocah berusia 12 tahun yang sudah 60 hari dirawat.

Sumber: Diskominfo Kepri


Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.