Pemkab Bintan Tingkatkan Kualitas Tenaga Kerja Lokal, Indra Hidayat: PT BAI Investasi Awal 20 T

Kepala Dinas Tenaga Kerja Bintan Indra Hidayat (Foto: Istimewa). 
BINTAN KEPRIAKTUAL.COM: Pemerintah Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau berupaya meningkatkan kualitas tenaga kerja lokal agar dapat bekerja di perusahaan berskala besar di daerah tersebut.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Bintan Indra Hidayat, di Bintan, Jumat (3/7), mengatakan, pemerintah pusat mendukung upaya untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja lokal agar dapat bekerja di perusahaan berskala besar seperti di Bintan Alumina Indonesia (BAI).

Perusahaan dengan nilai investasi tahap awal Rp20 triliun ini membutuhkan ribuan tenaga kerja yang berkualitas. Bila peluang ini tidak ditangkap, maka tenaga kerja lokal hanya menjadi penonton.

"PT BAI itu perusahaan besar. Karena itu, seluruh warga Bintan usia produktif yang belum bekerja sebaiknya meningkatkan kualitasnya," ujarnya, dikutip dari situs resmi Diskominfo Kepri.

Pemerintah pusat mendukung upaya Pemkab Bintan meningkatkan kapasitas dan kualitas Balai Latihan Kerja (BLK). Selain itu, pemerintah pusat mengarahkan agar Bintan membangun Balai Pendidikan Pelatihan Perindustrian.

Kementerian Perindustrian memiliki program untuk peningkatan kualitas tenaga kerja di bidang perindustrian.

"Peluang yang diberikan pemerintah pusat itu tentu kami tangkap untuk kepentingan masyarakat. Peningkatan kualitas wajib dilakukan agar tenaga kerja lokal dapat bersaing dengan tenaga kerja asal daerah dan negara lainnya," katanya.

Indra mengemukakan Pemkab Bintan dan PT BAI sudah menandatangani nota kesepahaman untuk mengutamakan tenaga kerja lokal bekerja di perusahaan itu. Nota kesepahaman itu berlaku selama lima tahun, dan dapat diperpanjang.

"Kami akan menampung seluruh tenaga kerja lokal yang berkualitas untuk disalurkan ke sejumlah perusahaan, salah satunya di PT BAI," tuturnya.

Direktur Utama PT BAI, Santoni mengemukakan, pada prinsipnya, perusahaan yang dipimpinnya tersebut ingin menggunakan tenaga kerja lokal, namun harus yang berkualitas untuk membangun PLTU dan pabrik smelter.

"Tahun ini kami membutuhkan sekitar 720 orang tenaga kerja," katanya.

(***)
Tags


Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE. #MariBijakBerkomentar.



[blogger]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.