(Fhoto: Istimewa)
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Pandemi covid-19 sangat berdampak ke semua sektor ekonomi masyarakat. Kebijakan pemerintah mengurangi aktivitas masyarakat mengakibatkan banyak warga kehilangan penghasilan, salah satunya sektor pelabuhan.

Sepinya penumpang dan berkurangnya bongkar muat barang di pelabuhan dan Bandara sangat dirasakan oleh pekerja informal disana seperti buruh bongkar, tukang becak, tukang ojek dan masyarakat disekitarnya.

Melihat kondisi tersebut, dikutip dari situs Diskominfo Kepri, Kamis (23/04), Karantina Pertanian Tanjungpinang melaksanakan gerakan Karantina Peduli berupa pembagian paket sembako, masker & pemeriksaan suhu bagi warga yang terdampak.

Kegiatan sosial tersebut dilaksanakan serentak di lima lokasi yaitu Pelabuhan Sri Bintan Pura, Pelabuhan Kijang, Bandara RHF, Pelabuhan Sri Payung Batu 6 dan Tanjung Uban dengan total sembako 300 paket dan 1000 Masker.

"Pembagian bantuan ini merupakan bentuk kepedulian Karantina Pertanian terhadap masyarakat terdampak pandemi covid-19. Semoga bantuan ini bermanfaat bagi penerimanya dan pandemi covid-19 ini segera berakhir. Apalagi ini kan suasana jelang Ramadhan, semoga bisa sedikit mengurangi beban mereka." Ujar Donni selaku Kepala Karantina Pertanian Tanjungpinang.

Kemudian, lanjutnya, Karantina pertanian Tanjungpinang begitu peduli dengan kesehatan dan kebutuhan pangan masyarakat Kepri.

"Mari bersama cegah penyebaran covid-19 dengan tetap di rumah. Biarkan pejabat karantina tetap bertugas memeriksa dan mengawasi lalulintas komoditas pertanian sebagai bahan pangan tetap tersedia bagi masyarakat," ungkapnya.

(***)


Data Update Covid-19 Kepri.
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Hari bulan puasa Ramadhan Pertama. Kasus Positif Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) berdasarkan data update terbaru laporan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Kepri sebanyak 83 orang.

Hal itu berdasarkan data Gugus Tugas Covid-19 Kepri. Kepri kasus Positif Covid-19 sebanyak 54 kasus. Kemudian ditambah dari Rumah Sakit Khusus Covid-19 Pulau Galang-Batam dengan jumlah 29 orang, sehingga total kasus positif Covid-19 di Kepri 83 kasus.

Sementara kasus Covid-19 di Kepri, yang PDP, 276, ODP, 3004, OTG 1768, dan Positif Covid-19 meningggal, 8 orang, serta 5 orang PDP meninggal, dan yang sembuh dati Covid-19 di Kepri sejumlah 9 orang.

Berikut Update laporan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kepri:


Data Covid-19 Laporan Gugus Tugas Kepri.


Sumber: Dinas Kesehatan Kepri



Tersangka RA Penyeludup Sabu 216 gram. 
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Ditengah pandemik Covid-19. Petugas Bea Cukai Batam dan Avsec Bandara Hang Nadim berhasil melakukan penindakan terhadap salah seorang wanita yang diduga menyeludupkan sabu sebanyak 216 gram, Kamis (23/4-2020) sekitar pukul 08.20 WIB.

Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Batam, Sumarna mengatakan, penindakan ini berawal dari kecurigaan petugas Bea Cukai bersama Avsec Bandara Hang Nadim terhadap calon penumpang maskapai Lion Air penerbangan Batam-Surabaya-Balikpapan.

Selanjutnya dilakukan pemeriksaan terhadap calon penumpang salah seorang Warga Negara Indonesia (WNI) inisial RA (29) karena dicurigai. Baik pemeriksaan barang bawaan maupun pemeriksaan badan yang bersangkutan.

"Dan dari hasil pemeriksaan RA. Petugas tidak menemukan sesuatu yang mencurigakan pada barang bawaannya. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan badan, petugas menemukan 2 bungkus plastik bening yang disembunyikan di bagian celana dalamnya calon penumpang tersebut. Sabu sebanyak 216 gram," kata Sumarna.

Terhadap barang tersebut, lanjutnya, kemudian dilakukan uji Narcotic Idetification Kits (NIK). Berdasarkan hasil tes uji NIK diidentifikasikan barang tersebut, sabu. Selanjutnya yang bersangkutan dan barang bukti dibawa ke KPU Bea dan Cukai Batam untuk pemeriksaan lebih mendalam.

"Tersangka dan barang bukti selanjutnya diserahkan ke Kepolisian Daerah Provinsi Kepulauan Riau untuk proses lebih lanjut sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenai tindak pidana narkotika," tuturnya.


Alfred


Kepala Desa Telok Radang Membagikan Masker Kepada Warganya. 
KARIMUN KEPRIAKTUAL.COM: Antisipasi pencegahan wabah virus Corona (Covid-19). Pemerintah Desa Telok Radang, Kecamatan Kundur Utara membagikan ribuan masker kepada warganya, Kamis (23/4-2020).

Kepala Desa (Kades) Telok Radang, Ngadino mengatakan, warganya wajib menggunakan masker ketika keluar rumah. Hal itu, untuk pencegahan penularan Covid-19.

Kemudian, lanjutnya, pihaknya sudah menyiapkan ribuan masker untuk dibagikan kepada warganya, Desa Telok Radang.

"Ribuan masker tersebut, diberikan langsung Door To Door atau dari rumah ke rumah warga desa setempat," ujar Kepala Desa Telok Radang, Ngadino.

Selain itu, kata Ngadino, ia juga telah terus melakukan penyemprotan disinfektan. Dilakukan kerumah-rumah warga.

"Sambil melakukan penyemprotan. Kami membagikan masker. Inilah salah satunya sebagai upaya memutus mata rantai Covid-19," tuturnya.

Menurut Ngadino, kebijakan ini sudah sesuai dengan kebijakan pemerintah Kabupaten Karimun, agar memakai masker ketika berada di luar rumah.

"Saya berharap kepada warga agar bisa mematuhi kebijakan yang sudah ditentukan oleh pemerintah. Sehingga dengan kesadaran warga itu pandemi Covid-19 bisa teratasi," ungkapnya.

Ahmad Yahya


Verifikasi Data Penerima BLT di Desa Sungai Ungar Utara. 
KARIMUN KEPRIAKTUAL.COM: Kepala Desa Sungai Ungar di dampingi Sekretaris Desa  dan beserta jajaran lainnya melakukan verifikasi dan vinalisasi data dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa. Kegiatan itu berlangsung tepatnya di balai pertemuan Desa Sungai Ungar Utara, Jabupaten Karimun, Kamis (23/4/2020).

Kepala Desa, Zaini mengatakan, BLT tersebut diperuntukan bagi masyarakat miskin Desa Sungai Ungar Utara di tengah wabah virus Corona (Covid-19).

"BLT sebesar Rp 600 ribu, akan di berikan lansung kepada Kepala Keluarga (KK) atau masyarakat yang berhak menerima. Khususnya masyarakat Desa Sungai Ungar Utara," ujar Zaini.

Untuk itu, kata Zaini, masing-masing warga yang mendapatkanya, diberikan selama tiga bulan, yaitu  dimulai bulan April, Mei dan Juni.

"Ada sebanyak 239 KK yang akan menerima BLT dari Desa Sungai Ungar Utara. Namun walaupun begitu, jika nanti ada penambahan data dari RT, insyaallah akan kita alokasikan Anggaran Dana desa ke pemerintahan Kabupaten Karimun," ungkapnya.

Kemudiam, lanjutnya, BLT Dana Desa diberikan kepada warga miskin yang belum mendapatkan program bantuan pemerintah seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), dan Kartu Pra Kerja.

"Saya berharap, semoga bantuan Dana Desa bisa meringankan beban masyarakat yang terdampak secara ekonomi akibat Covid-19," ungkapnya.

Ahmad Yahya


Lapangan Bandara (Fhoto: Istimewa).
JAKARTA KEPRIAKTUAL.COM: Layanan penerbangan untuk penumpang di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) ditiadakan mulai 24 April 2020 hingga 1 Juni 2020. Hal ini sejalan dengan kebijakan larangan mudik yang berlaku efektif mulai besok.

Kementerian Perhubungan melakukan larangan sementara transportasi masuk keluar zona PSBB zona merah Jabodetabek dan aglomerasi lainnya.

Khusus operasi layanan di Bandara Soetta tetap berjalan. Bandara Soetta tetap operasi untuk penerbangan kargo, dan penerbangan lain yang dikecualikan.

"Untuk sektor transportasi udara saya sampaikan pertama larangan perjalanan dalam negeri dan luar negeri baik transportasi udara berjadwal maupun carter 24 April-1 Juni 2020," kata Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Udara dijabat oleh Novie Riyanto, dalam konperensi pers, Kamis (23/2).

Ia mengatakan, pengecualian dilakukan untuk pimpinan lembaga tinggi negara dan atau wakil kenegaraan organisasi internasional. Organisasi penerbangan khusus pemulangan WNI,WNA, penegakan hukum dan pelayan darurat petugas penerbangan, operasional kargo, juga khusus pengangkutan medis sanitasi dan logistik bisa gunakan pesawat penumpang.

"Navigasi udara tetap dibuka 100% sedangkan bandara juga beroperasi seperti biasa dimana mereka wajib layani pesawat take off landing dan lintas bandara tersebut," katanya.


Sumber: CNBC Indonesia


(Fhoto: Istimewa) 
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: PT. Adhya Tirta Batam (ATB) memberikan keringanan tagihan air bersih kepada Pelanggan Rumah Ibadah (Klasifikasi Golongan Sosial-1B) dan Pelanggan Rumah Murah (Klasifikasi Golongan Non Niaga-2B).

ATB akan membebaskan penggunaan air bersih hingga pemakaian 20 meter kubik pada dua kategori tersebut setiap bulannya. Kebijakan ini berlaku 3 (tiga) bulan mulai Tagihan bulan Mei 2020 hingga Tagihan bulan Juli 2020 mendatang.

Head of Corporate Secretary ATB. Maria Jacobus menjelaskan, kebijakan ini merupakan bentuk kepedulian ATB terhadap masyarakat yang terkena dampak penyebaran Covid-19 di Kota Batam. Seperti diketahui, penyebaran virus ini telah membawa dampak terpukulnya ekonomi Batam.

Dampak paling berat dirasakan oleh masyarakat ekonomi lemah. Karena itu, ATB berinisiatif untuk meringankan beban masyarakat yang kurang mampu dengan memberikan keringanan tarif air bersih pada Rumah Ibadah (1B) dan Rumah Murah (2B).

“Kami berharap bisa membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang paling terdampak penyebaran Covid-19 ini,” jelas Maria.

Baik pelanggan Rumah Ibadah (1B) atau Rumah Murah (2B) dapat memeriksa klasifikasi golongannya pada bukti pembayaran tagihan air atau dapat juga mendownload aplikasi Mobile Apps ATB di Google Playstore. Dengan cepat bisa mendapatkan informasi klasifikasi atau golongan pelanggan tersebut.

“Jika anda masuk pada kategori 2B maka pelanggan akan mendapatkan keringanan pembayaran untuk pemakaian sampai dengan 20 meter kubik. Pemakaian di atas 20 meter kubik akan dikenakan tarif progresif,” tambah Maria.

Sementara untuk Pelanggan Rumah Ibadah (1B), berlaku untuk semua rumah ibadah. Termasuk Masjid, Gereja, Pura dan Vihara yang sudah menjadi pelanggan ATB.

“ATB berkomitmen untuk mendukung program pemerintah kota Batam terkait penanganan dampak atas terjadinya penyebaran COVID-19 di Batam. Baik melalui program CSR, edukasi melalui media sosial dan lain sebagainya,” imbuhnya.

Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi call center ATB (0778) 467111, fanpage Facebook: ATB Batam, Instagram: @atbbatam, atau webchat: www.atbbatam.com. (*)


Sidak Harga Pasar Sembako. 
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Mengantisipasi lonjakkan harga sembako menjelang bulan suci Ramadhan, Tim Satgas Pangan, Ditreskrimsus Polda Kepri laksanakan sidak harga sembako di pasar Mega Legenda, Kota Batam, Kamis (23/4/2020).

Dalam sidak pasar tersebut hadir Dir Reskrimsus Polda Kepri Kombes Pol Hanny Hidayat S.IK., MH., Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S., S.IK., M.Si., Disperindag Kota Batam, Bulog Kota Batam dan Dinas Ketahanan Pangan Kota Batam.

Dirreskrimsus Polda Kepri mengatakan, hasil pengecekkan harga sembako pada pasar Mega Legenda yang dilaksanakan pada hari ini, masih terdapat beberapa kebutuhan bahan pokok masyarakat yang harganya masih dibatas kewajaran.

"Untuk itu kami sampaikan kepada para pedagang untuk dapat menyesuaikan dengan harga yang stabil. Untuk stok ketersediaan sembako seperti beras dan gula masih mencukupi, kegiatan pengecekkan harga sembako ini akan terus dilakukan oleh Polda Kepri hingga 4 bulan kedepan," ujarnya.

Selanjutnya, kata Kombes Pol Hanny Hidayat, menjelang bulan suci Ramadhan, Ditreskrimsus Polda Kepri bekerja sama dengan Disperindag melakukan pemantauan harga dilapangan dan melihat langsung ketersediaan sembako di pasaran.

"Dari hasil pemantauan pada hari ini ada beberapa harga sembako yang mengalami sedikit kenaikan namun kenaikan tersebut tidak signifikan, harga sembako naik sekitar Rp. 500,- sampai dengan Rp. 2.000,- dari Harga Eceren Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan," kata Kombes Pol Hanny Hidayat.

"Untuk ketersediaan sembilan bahan pokok lainnya masih mencukupi selama Bulan Suci Ramadhan hingga Lebaran serta dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan oleh Pemerintah," tuturnya kembali.

Berikut daftar harga sembako diwilayah Kota Batam :
• Gula Rp. 12.500 per kg
• Beras medium Rp. 11.500 per kg
• Beras Premium Rp. 13.500 per kg
• Cabe merah Rp. 26.000 per kg
• Cabe rawit hijau Rp. 28.000 per kg
• Bawang merah Rp. 34.000 per kg
• Bawang putih Rp. 38.000 per kg
• Minyak goreng Rp. 11.000 per kg
• Tepung terigu Rp. 8.000 per kg
• Daging sapi Rp. 130.000 per kg
• Daging ayam Rp. 34.000 per kg
• Telur ayam Rp. 39.000 per papan

Ditambahkan Kabid Humas Polda Kepri, kepada masyarakat Provinsi Kepri untuk tidak khawatir atas ketersediaan bahan-bahan pokok menjelang Bulan Suci Ramadhan hingga menghadapi Hari Raya Idul Fitri.

"Satgas Pangan Ditreskrimsus Polda Kepri bekerja sama dengan pemerintah akan tetap terus melakukan pemantauan secara rutin," tutup Kabid Humas Polda Kepri.


Redaksi/Humas Polda Kepri



Warga Menyaksikan Lokasi Kebakaran di Pasar Taras Batam Center. 
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Puluhan kios Pasar Seken Taman Raya Square (Taras) Mall, Batam Center habis "Terbakar" Kamis (23/4/2020) pagi.

Menurut informasi dari salah seorang warga yang menyaksikan lokasi kebaran. Pasar seken terbakar terjadi sekitar pukul 09:30 Wib. Apinya menyalah, hingga banyak asap yang mengepul diatas.

Dan pemilik kios, katanya, masih berusaha mengamankan barang-barangnya. Begitu juga dengan pemilik ruko yang dekat dengan lokasi kebaran.

"Yang terbakar pasar seken itu mas. Dan api sudah mau merembes ke ruko yang dekat pasar tersebut," ujarnya saat menyaksikan kobaran api.

Lanjutnya, tadi pas lewat jalan ini. Warga ramai menyaksikan. Kirain ntah apa yang terjadi. Ternyata kebakaran.

“Ada belasan kios yang terbakar. Dan juga ruko juga ada yang kena,” ujarnya.

Warga yang menyaksikan kebakaran, juga belum mengetahui apa penyebab terjadi kebakaran.

Hingga berita ini dimuat, api masih menyalah, dan warga masih tetap berusaha memadamkanya. Hingga api sudah mulai padam.

Redaksi


Rapid tes Pejabat Eselon I dan II Pemprov Kepri. (Fhoto: Istimewa).
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid19 Kepri H Isdianto mengatakan hasil rapid tes pejabat eselon I dan II non reaktif. Meski non reaktif, semua pegawai di lingkungan Pemprov Kepri untuk terus menjalankan imbauan pemerintah dan protokol kesehatan untuk memutus mata rantai sebaran covid19.

“Alhamdulillah semua hasilnya non reaktif semua. Semoga kita dan seluruh masyarakat Kepri selalu terlindungi dari paparan sebaran virus ini,” kata Isdianto di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Selasa (21/4) siang, dikutip dari situs Diskominfo Kepri.

Senin kemarin, Sekdaprov Kepri H TS Arif Fadillah dan seluruh pejabat eselon 2  melakukan rapid tes di Aula Wan Seri Beni Dompak. Hasil itu dilaporkan kepada Isdianto Selasa siang dan hasilnya non reaktif.

Baca Juga:

Kemenag Kepri dan BAZNAS Salurkan Dana Zakat Rp 1, 2 Miliar


Pada kesempatan itu, Isdianto pun mendapat laporan perkembangan sebaran covid19 di Kepri. Saat ini, sudah ada penyebaran ke generasi kedua dan ketiga. Bahwa transmisi lokal sudah semakin nyata sebarannya.

“Semua harus berperan aktif untuk menghentikan sebaran wabah ini di Kepri. Kalau semua menjalankan disiplin seperti imbauan pemerintah, makin cepat kita memutus mata rantainya,” kata Isdianto.

Saat ini, dalam laporan yang diterima Plt Gubernur Kepri ini, ada lima cluster besar sebaran pandemi covid19. Dari cluster kantor Pemberdayaan Perempuan Kota Batam, ada 15 yang positif. Kemudian di cluster Charitas Batam, empat yang positif.

Ada juga cluster Petaling Tanjungpinang yang empat orang yang positif. Di Tanjungpinang ada juga cluster Sidomulyo dengan jumlah positif tiga orang. Dan ada juga cluster Harapan Indah dengan pasien terkonfirmasi positif sebanyak empat orang.

Menurut Isdianto, peningkatan sebaran suatu wilayah meluas pada transmisi lokal. Dengan kenyataan ini, Isdianto kembali mengingatkan masyarakat untuk bersama melawan dan memutuskan mata rantai sebaran covid19.

“Selalu pakai masker saat keluar rumah. Tapi lebih baik tetap berada di rumah. Karena akan menghindari kerumunan dan aktivitas lainnya,” kata Isdianto.

(***)


Penyerahan Bantuan (Fhoto: Istimewa)
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau dan Baznas Kepulauan Riau menyalurkan bantuan Rp. 1,2 miliar melalui dana zakat yang terhimpun pada Baznas Kepulauan Riau.

Penyerahan bantuan kepada mustahik secara simbolik diserahkan Kepala Kanwil Kemenag Kepri Dr. Drs. H. Mukhlisuddin, SH,.MA di halaman Kanwil Kemenag Kepri, Selasa (21/4).

Hadir dalam penyerahan secara terbatas antara lain dua orang mustahik penerima bantuan, Kabag Tata Usaha H. Abu Sufyan, Kepala Bidang Bimas Islam H. Edi Batara, Wakil Ketua Baznas Kepri H. Mastur Taher dan empat orang Kasi di lingkungan Bidang Bimas Islam.

Dalam sambutannya Kabid Bimas Islam Kanwil Kemenag Kepri H. Edi Batara menyebutkan pemberian bantuan dalam bentuk penyaluran dana zakat tersebut dimaksudkan untuk membantu meringankan beban warga terdampak wabah Covid-19.

Baca Juga:

Arif Fadillah: Kepri Terima Sejuta Masker Dari Temasek Foundation


“Pemberian bantuan dalam bentuk sembako dengan total Rp. 1.200.835.410 untuk mustahik yang berhak menerimanya,” kata Kabid Bimas Islam dikutip dari situs Diskominfo Kepri.

Edi mengatakan pihaknya telahpun melakukan musyawarah online yang menyepakati bahwa bantuan yang sama juga akan diberikan melalui Baznas Kabupaten/Kota se Kepulauan Riau dengan total bantuan lebih dari Rp. 2 miliar.

Sementara itu Wakil Ketua Baznas Kepulauan Riau H. Mastur Taher mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian kecil yang bisa dilakukan dalam berbagi duka atas wabah Covid-19.

“Sebagai khalifah dimuka bumi kewajiban kita untuk saling berbagi dan tolong menolong. Baznas sudah membagikan masker gratis dan himbauan untuk senantiasa menjaga kebersihan dan kesehatan,” ujar Mastur Taher.

Sementara itu Kepala Kanwil Kemenag Kepri Dr. Drs. H. Mukhlisuddin, SH,.MA dalam arahannya mengatakan betapa bencana ini menyadarkan kita bahwa tidak ada kuasa selain kekuasaan Allah SWT.

“Mari kita senantiasa berdoa dan bermohon kepada Allah semoga segera dicabut wabah ini dari muka bumi. Program ini kami pandang perlu dan sangat penting karena pasti masyarakat yang berhak menerima zakat sangat membutuhkan,” ucap Kakanwil.

Kakanwil lebih lanjut mengatakan paket logistik keluarga berisi sembako. Dan program tersebut merupakan program penanganan pandemi covid 19 dan peduli dhuafa sambut Ramadan 1441 H.

“Kondisi di Kepri cukup mengkhawatirkan karena Kepri berada di peringkat lima provinsi pasien yang tertular. Kita berdoa agar Covid-19 segera diangkat. Saya minta khatamkan Alquran, Mari semua umat beragama bersatu di bawah Kementerian Agama. Dalam rangka refokusing anggaran, Kanwil Kemenag Kepri sudah merealokasi Rp.20 miliar anggarannya kepada Kementerian Agama khusus penanganan Covid-19,” jelas Kakanwil.

(***)


Sekdaprov Kepri TS Arif Fadillah didampingi Asisten Ekonomi dan Pembangunan Syamsul Bahrum serta kepala Dinas Kominfo Zulhendi melakukan video confrence bersama Duta Besar RI untuk Singapura dan perwakilan Temasek Foundation Singapura. (Fhoto: Istimewa)
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Temasek Foundation International, sebuah organisasi nirlaba yang berbasis di Singapura, memberikan bantuan sejuta masker kepada Provinsi Kepulauan Riau.

Pemberian bantuan sejuta masker ini disampaikan perwakilan Temasek Foundation Lim Hock Chuan saat video conference antara Sekretaris Daerah Provinsi Kepri TS Arif Fadillah bersama Duta Besar RI untuk Singapura I Geda Ngurah Swajaya, Selasa (21/4/2020).

Dikutip dari situs Diskominfo Kepri, Dalam video conference itu, Sekdaprov - diantaranya didampingi Asisten Ekonomi dan Pemabangunan Syamsul Bahrum serta kepala Dinas Kominfo Zulhendi - memberikan gambaran perkembangan Covid-19 di Provinsi Kepri, termasuk penanganannya.

Dalam kesempatan ini, Arif menyampaikan terimakasihnya kepada Pemerintah Singapura dan Duta Besar RI di sana. Bantuan sejuta masker itu ditegaskan Arif akan sangat mendukung kebijakan Gubernur Kepulauan Riau yang mewajibkan semua warganya mengenakan masker ketika di luar rumah.

Pada kesempatan tersebut, Arif menyampaikan bahwa Kepri saat ini juga sangat membutuhkan PCR dan reagen.

"Keterbetasan PCR dan reagen menyebabkan sampel swab dikirim ke Jakarta dan hasilnya harus menunggu hingga 8 hari," kata Arif.

Keterbatasan PCR dan reagen yang dimiliki Kepri ditegaskan Arif menghambat penanganan Covid-19.

"Adanya PCR dan reagen ini pastinya akan mempercepat kerja dari Balai Teknik Kesehatan Lingkungan Pengendalian Penyakit (di Batam) untuk mendeteksi lebih dini virus ini sehingga lebih cepat dalam penanganannya,” papar Arif lagi.

Sementara itu Duta Besar RI untuk Singapura I Geda Ngurah Swajaya dalam penyampaiannya mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Singapura dan Tamasek Foundation.

Dalam kesempatan yang sama perwakilan dari Temasek Foundation Internatioal, Lim Hock Chuan menjelaskan jika pihaknya memberikan bantuan dengan total 3 juta masker, dengan rincian 1 juta untuk TNI, 1 juta untuk Polri dan 1 juta untuk Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau.

"Semoga bantaun ini bermanfaat dan semakin mempererat hubungan hubungan yang terjalin antara Indonesia dengan Singapura,” harapnya.

(***)


Sidang Agenda Pemeriksaan Ahli BPOM Kepri, Kasus Perkara Terdakwa Bin Seng.
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Sidang terdakwa Bin Seng kasus perkara Kesehatan, mengedarkan belasan ribu item kosmetik ilegal "ditunda". Pasalnya, menurut JPU Muhammad Risky Harahap, sidang ditunda karena terdakwa sedang sakit.

"Terdakwa Bin Seng sakit, jadi ditunda. Surat sakitnya udah saya serahkan ke Majelis Hakim," ujar JPU Risky, Rabu (22/4-2020).

Persidangan sebelumnya, Senin (20/4-2020), agenda pemeriksaan saksi ahli dari BPOM Kepri. Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Batam Dwi Nuramanu didampingi Hakim anggota Taufik dan Yona Lamerosa Kataren, memerintahkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk menahan terdakwa Bin Seng.

Dalam persidangan, Annisya Arfan, selaku ahli dari BPOM Kepri yang dihadirkan Jaksa, menjelaskan semua barang sediaan farmasi yang disita dari gudang penyimpanan milik terdakwa Bin Seng tidak memiliki izin edar.

"Seluruh sediaan farmasi berupa kosmetik yang disita dari Gudang Toko Eyelashes Home tidak memiliki izin edar dari Badan POM RI. Dan tidak dapat diedarkan atau diperjualbelikan di wilayah Indonesia. Hal itu sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku di Negara Indonesia," kata Annisya.

Hal itu, lanjutnya, berdasarkan pasal 106 ayat (1) Undang-undang nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan, setiap sediaan farmasi harus memiliki izin edar. Dan jika tidak memiliki izin edar dari Badan POM RI, kemudian tetap beredar di pasaran. Maka pihak yang paling dirugiakan adalah pemerintah, masyarakat dan importir atau produsen.

"Pemerintah dirugikan dalam hal ini. Karena pada saat pendaftaran atau notifikasi terhadap kosmetik terdapat pemasukan ke Kas Negara berupa Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Sementara masyarakat dirugikan karena tidak ada yang menjamin khasiat, keamanan dan mutu terhadap sediaan farmasi tersebut," tuturnya.

Selain itu, kata Ahli, semua barang milik terdakwa Bin Seng, yang disita oleh petugas BPOM Kepri tidak memiliki izin edar atau ilegal. Dan itu pun dibenarkan terdakwa dalam persidangan.

Bin Seng mengakui, hanya menerima kiriman dari Abi Tong selaku pemilik barang di Singapura untuk menjualkannya di Batam. "Saya hanya menjualnya. Dari hasil penjualan saya mendapatkan persenan dari Abi Tong. Biasanya dalam satu bulan saya dikasih Rp 20 juta hingga Rp 50 juta dari Abi Tong.
Atas perbuatannya, terdakwa Bin Seng diancam pidana dalam Pasal 197 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan.

Alfred


Narapidana Yang Dibebaskan Beberapa hari lalu.
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Setelah bebas bersyarat (asimilasi), Jaka Saputra (22) kembali ke jeruji besi, setelah terlibat dalam jual beli kendaraan motor hasil curian rekanya.

Hal ini disampaikan Kapolsek Nongsa AKP Moch Dwi Ramadhanto melalui Kanit Reskrim Polsek Nongsa Ipda Yustinus Halawa di Mapolsek Nongsa pada Rabu (22/4/2020).

Yustinus mengatakan, Jaka Saputra (22) diamankan setelah terlibat dalam jual beli kendaraan yang dicuri oleh rekan kerja berinisial D, R dan M yang melakukan mengemudi kendaraan mengemudi di parkiran PT Yakult Indonesia Persada Sabtu (18/4/2020) sekira menelepon 16.30 WIB , di Kelurahan Batu Besar, Kecamatan Nongsa, ”ungkapnya.

"Berkat kerja sama dengan jajaran Polsek Lubuk Baja, persetujuan pertama Jaka Saputra dan dua rekannya D, R berhasil diringkus di wilayah Bengkong, sementara pengusaha utama berinisial M saat ini masih dalam pencarian (DPO)," jelasnya.

Diketahui, Jaka Saputra merupakan salah satu narapidana yang baru saja bebas bersyarat atau asimilasi satu minggu yang lalu pada Senin (6/4/2020) lalu.

Sementara itu, Kapolsek Nongsa AKP Moch. Dwi Ramadhanto menambahkan itu sebelumnya, Jaka Saputra dijatuhi hukuman penjara selama 1 tahun 4 bulan dengan kasus yang sama.

"Ada barang bukti yang berhasil diamankan yaitu satu unit Honda Beat BP 2164 AT warna hitam hasil curian yang akan dijual seharga Rp1,3 Jt," jelasnya.

Lanjut Ramadhanto, rencananya Jaka Saputra akan kita kembalikan ke Rutan Kelas II A Batam, karena Jaka Saputra masih menjadi pengawasan Rutan Kelas II A Batam, ”terangnya.

“Kami meminta kepada pihak Rutan Kelas II A Batam dapat meningkatkan pengawasan terhadap napi-napi yang mendapatkan asimilasi atau bebas bersyarat,” harapnya.

(Red/Tamp)


Kasi Intel Kejari Batam, Fauzi. 
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Kasus penimbunan rokok dan minuman beralkohol (Mikol) yang digerebek
Bea Cukai di Komplek Pergudangan Villa Mas, Blok A 13, nomor 5 Sungai Panas, Kota Batam, tanggal 20 Februari 2020 lalu. Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam segera melimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Batam untuk disidangkan.

Hal ini setelah berkas perkara yang dikirim oleh penyidik Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Batam, dinyatakan lengkap alias P-21 oleh pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam.

"Berkas perkara rokok dan minuman beralkohol (Mikol) di Sei Panas sudah P-21. Dalam waktu dekat, kami akan melimpahkannya ke Pengadilan agar segera disidangkan," kata Kepala Seksi Intelejen (Kasi Intel) Kejari Batam, Fauzi saat ditemui dikantornya, Rabu (21/4/2020).

Pelimpahan berkas perkara ke Pengadilan, Kata dia, setelah pihaknya menerima berkas perkara tahap 2 dari penyidik Bea dan Cukai. Adapun dalam berkas tahap 2 tersebut, penyidik menyerahkan 1 orang tersangka berinisial JJ dan 70 karton minuman serta 19 karton rokok.

"Dalam perkara ini, tersangka JJ dijerat dengan pasal 103 Undang-undang Kepabeanan dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, petugas Bea dan Cukai Batam melakukan penyegelan gudang minuman beralkohol (mikol) dan rokok ilegal di Komplek pergudangan Villa Mas, Blok A13, No 5 Sungai Panas, Kota Batam pada 20 Februari 2020 lalu.

Tindakan penyegelan ini dibenarkan Kabid Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi (BKLI) Bea Cukai Batam, Sumarna.

"Iya benar Mas. Mengenai detailnya saya belum dikasih data oleh tim dari Bidang Penindakan. Hanya saja ini masih dalam proses lidik lanjutan," ujarnya, Jumat (21/02/2020) beberapa waktu lalu


Redaksi


RSUP Tanjungpinang (Fhoto: Istimewa). 
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Rumah Sakit Ahmad Thabib (RSUP Kepulauan Riau) di Kota Tanjungpinang hanya memiliki 16 ruangan isolasi untuk pasien Covid-19.

Dikutip dari situs Diskominfo Kepri, Kepala Dinas Kesehatan Kepri, Tjetjep Yudiana, di Tanjungpinang, Selasa (21/04), mengatakan, ruangan isolasi di RS Ahmad Thabib tidak mencukupi sehingga menggunakan belasan ruangan isolasi di Rumah Singgah, yang berada dalam satu pekarangan dengan RS Ahmad Thabib.

"Kalau seluruh pasien Covid-19 dirawat di RSUP dan Rumah Singgah, tentu tidak mencukupi," katanya, yang juga Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kepri.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kepri, kata dia sejak dua bulan lalu sudah mencari tempat khusus untuk isolasi pasien Covid-19, namun sampai sekarang belum mendapatkannya. Sejumlah pihak hotel telah dilobi, namun gagal.

"Pihak hotel menolak dijadikan tempat isolasi pasien Covid-19," ucapnya.

Dengan kondisi ini, menurut dia karantina mandiri merupakan solusi bagi pasien Covid-19, namun tetap harus sesuai dengan protokol kesehatan agar tidak menulari orang lain. Tim medis juga tidak mengijinkan seorang pasien Covid-19 melakukan karantina mandiri seandainya potensial menyebarkan virus itu kepada orang lain.

Selain kepribadian pasien, tim media juga menyelidiki rumah pasien tersebut, apakah memenuhi persyaratan untuk karantina mandiri. Karantina mandiri hanya dapat dilakukan kepada pasien yang memiliki kamar sendiri dan toilet di kamar tersebut.

"Kalau toiletnya di luar kamar pribadi, tentu berisiko sehingga tidak memenuhi syarat untuk karantina mandiri," ucapnya.

Dari 21 pasien positif Covid-19, hanya tiga orang yang diijinkan untuk melakukan karantina mandiri yakni Pasien Nomor 19, 20 dan Pasien 21. Pasien 21 ini cucu dari Pasien Nomor 19.

Kondisi ketiga pasien tersebut, baik. Karantina mandiri tetap dalam pengawasan medis. Karantina mandiri akan lebih baik karena pasien berada di rumahnya, dan lebih mendapatkan perhatian.

Kebahagian pasien yang diperoleh dari anggota keluarga merupakan energi positif dalam meningkatkan imun tubuh pasien.

"Pasien potensial sembuh jika mengikuti saran dokter dalam menjaga kesehatan, dan selalu meningkatkan imun tubuh," katanya.

(***)


Presiden RI, Joko Widodo (Fhoto: Istimewa). 
JAKARTA KEPRIAKTUAL.COM: Presiden Jokowi memerintahkan pihak kepolisian dan Satgas pangan untuk mengawasi rantai pasok dan persediaan pangan di tengah penyebaran wabah virus corona.

Perintah ia sampaikan dalam pembukaan Rapat Terbatas tentang Antisipasi Kebutuhan Bahan Pokok di Istana Merdeka, Selasa (21/4).

Jokowi mengatakan pengawasan perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya praktik tidak sehat sistem distribusi dan perdagangan bahan pokok selama penyebaran wabah virus corona.

"Hindari praktek tidak sehat dengan menerapkan prinsip tata kelola yang baik. Saya minta satgas pangan berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengawasi rantai pasok dan stok pangan," katanya.

Selain memerintahkan pengawasan rantai pasok bahan pokok, Jokowi dalam pembukaan rapat terbatas tersebut juga memerintahkan jajarannya untuk mewaspadai potensi krisis pangan yang terjadi akibat wabah virus corona. Jokowi mengatakan potensi tersebut sudah diingatkan oleh FA.

Jokowi mengatakan berkaitan dengan peringatran tersebut, setiap negara terutama produsen beras akan menjaga keamanan kebutuhan dalam negeri mereka sendiri.

"Rantai pasok bahan pangan juga akan terganggu akibat kebijakan lockdown. Oleh sebab itu saya tekankan pastikan ketersediaan bahan pokok, hitung betul berapa produksi beras kita, perkiraan produksi beras pada saat masuk musim kemarau, juga cadangan beras kita," katanya.

Jokowi tidak ingin jajarannya salah hitung yang nantinya justru memberi masalah bagi penyediaan pangan dalam negeri.


Sumber: CNN Indonesia


Elia Anasthasia
KEPRIAKTUAL.COM: Diawali dari pantun "Melewati malam hingga petang, menempuh badai hingga reda, menempuh perang hingga menang, menempuh duka hingga datang suka" R A Kartini.

Menjadi duka bagi peradaban manusia saat ini dimana dunia yang ditinggali jutaan ribu bahkan milyaran manusia dilanda bencana yaitu pandemi Covid-19. Di Indonesia secara khusus menurut data terkini 6.760 kasus terverifikasi. Sungguh ironis melihat keadaan Indonesia ditengah wabah pandemi Covid-19 ini.

Bertepatan peringatan hari kartini saat ini, pahlawan perempuan khususnya perawat dan dokter yang menjadi garda terdepan dalam penanganan pandemi Covid-19 ini sangat perlu kita apresiasi semangat perjuangan yang telah mereka berikan. Menurut data World Health Organization (WHO) pada tahun 2019, jumlah perempuan sebagai tenaga kesehatan secara global mencapai angka 70 persen dari total keseluruhan tenaga kesehatan.

Dibalik ketangguhan tenaga medis bukan berarti tidak ada rasa takut dan cemas yang menghampiri setiap benaknya. Semakin hari semakin banyak pasien Covid-19 berdatangan memicu situasi yang semakin berat bagi tenaga medis. Selain itu tidak dapat melakukan kontak fisik secara langsung membuat mereka berjauhan dari keluarga, tidak dapat bertemu dengan orangtua, anak, dan suami menimbulkan rasa kecemasan tersendiri.

Bahkan, tidak sedikit dari pahlawan medis tersebut gugur dalam peperangan wabah ini. Tidak hanya itu ketika sudah dalam keadaan gugur pun mereka diperhadapkan dengan stigma masyarakat yang enggan menerima mereka. Dikarenakan mereka yang rentan terkena dampak penularan virus pandemi Covid-19 tersebut.

Berangkat dari hal tersebut, tingkat kejenuhan bahkan penurunan kesehatan mental perawat dan dokter perlu menjadi perhatian kita semua. Terlebih mereka tenaga medis yang menjadi garda terdepan pada kasus wabah pandemi Covid-19.

Kemudian, selain dari sisi tenaga medis perempuan, ada perempuan lainnya yang turut bekerja melayani yaitu, mereka yang secara khusus menyediakan perlengkapan APD, handsanitizer, pelaku usaha UMKM ini sebagian besar diisi oleh perempuan.

Dan tak kalah penting juga para pemikir pengambil kebijakan dalam hal ini Gubernur, Wali Kota, Bupati yang diisi oleh perempuan. Melalui mereka kebijakan-kebijakan strategis dalam lingkup sektor ekonomi, sosial dan kesehatan yang turut terseret dalam dampak pandemi Covid-19.

Perlu kita lihat juga semangat para influencer, relawan, bahkan perempuan pekerja sosial yang juga turut membantu memberikan edukasi melalui kampanye positif dengan menggalakan hidup sehat dan bersih, serta bantuan donasi, sumbangan APD, masker dll.

Setiap profesi apapun perempuan tetap saling memberdayakan potensi yang dimilikinya, semangat kartini harus senantiasa dipegang teguh oleh perempuam dimana pun. Menjadi pelita yang tidak pernah padam bagi dirinya sendiri maupun lingkungannya.

Teruntuk perempuan-perempuan indonesia yang terjun dalam tenaga kesehatan, pengambil kebijakan, pekerja formal dan informal, influencer, relawan, jurnalis, aktivis mahasiswa, pengusaha, bahkan ibu rumah tangga semangat melayani dengan ketulusan hati, karena percaya dan yakin setiap perjuangan dan pengorbanan akan memiliki makna tersendiri.

Semangat kartini akan terus mengalir pada setiap jiwa perempuan Indonesia. Mari menantikan keadaan Indonesia menjadi lebih baik yang terlepas dari belenggu pandemi Covid-19. Perempuan akan selalu menjaga kehidupan dan tentunya kehidupan tidak terlepas dari energi yang dicurahkan oleh perempuan. Selamat hari kartini, selamat merayakan dan merefleksikan perjuangan sang pahlawan perempuan R A Kartini

Penulis: Elia Anasthasia


Jubir Gugus Tugas Kepri, Tjetjep Yudiana (Fhoto: Istimewa).
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Kepulauan Riau mendukung Pemerintah Tanjungpinang, Bintan, Batam dan Pemerintah Karimun mengusulkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk mencegah penularan COVID-19.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kepri, Tjetjep Yudiana, di Tanjungpinang, Senin (20/04), empat daerah itu sebaiknya melaksanakan PSBB secara bersamaan agar membuahkan hasil yang optimal.

"Kalau hanya Tanjungpinang saja yang PSBB, atau Batam saja, kurang efektif karena mobilitas dari pelayaran antarpulau masih tinggi. Tentu ini berpotensi memperluas penularan," katanya dikutip dari situs Diskominfo Kepri.

Menurut dia, kondisi Tanjungpinang dan Batam sudah memenuhi persyaratan untuk melakukan PSBB. Penularan COVID pada dua daerah itu cukup massif sehingga perlu dilakukan upaya yang maksimal untuk memutus mata rantai penularan.

Baca Juga:

Kabar Gembira, Kondisi Wali Kota Tanjungpinang Membaik



Contoh penularan yang tinggi itu, pasien tertentu menulari anggota keluarganya, dan tetangganya.

"Saya pikir ini sudah saatnya pemerintah kabupaten dan kota mengantisipasinya lebih awal untuk memutus mata rantai penularan," katanya.

Tjetjep mengatakan mekanisme PSBB harus diajukan mulai dari pemerintah kota dan kabupaten kepada Pelaksana Tugas Gubernur Kepri, Isdianto. Kemudian Isdianto merekomendasikan usulan tersebut kepada Kemenkes.

"Jadi tata laksana dalam pengajuan PSBB itu dari kabupaten dan kota kepada gubernur, tidak boleh langsung ke Kemenkes. Gubernur juga tidak boleh merekomendasikan ke Kemenkes tanpa usulan dari kabupaten dan kota," ucapnya.

Sampai sekarang, kata dia Pemkot Tanjungpinang belum mengusulkan PSBB kepada Pemprov Kepri.

DPRD Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan mendorong agar pemda mengusulkan pelaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Wakil Ketua DPRD Tanjungpinang Ade Angga mengatakan, PSBB perlu dilakukan mengingat pasien COVID-19 meningkat drastis.

"Pola penularan juga sudah transmisi lokal sehingga dibutuhkan kebijakan khusus (PSBB) untuk memutus mata rantai penularan COVID-19," katanya, yang juga Ketua DPD Partai Golkar Tanjungpinang.

Ketua DPRD Bintan, Agus Wibowo menjelaskan kondisi Bintan sangat dipengaruhi Tanjungpinang. Meski hari ini, pasien positif COVID-19 di Bintan hanya dua orang, namun jumlah orang dalam pemantauan, pasien dalam pengawasan dan orang tanpa gejala cukup tinggi.

"Kami sepakat, hari ini juga akan mendorong Pemkab Bintan untuk melaksanakan PSBB," tegasnya.

(***)


Kepala Dinas Kesehatan Kepri Tjetjep Yudiana (Fhoto: Istimewa).
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau menyatakan kondisi Wali Kota Tanjungpinang, Syahrul membaik, meski sampai sekarang masih dirawat intensif di ruang ICU Rumah Sakit Ahmad Thabib.

Kepala Dinas Kesehatan Kepri Tjetjep Yudiana, di Tanjungpinang, sambil menunjukkan ekspresi kegembiraannya mendapat informasi bahwa kondisi Syahrul membaik.

Indikator kondisi Syahrul membaik yakni ginjal dan jantung mulai berfungsi normal.

"Ini sebuah keajaiban. Sungguh luar biasa, doa masyarakat kepada pemimpinnya sehingga kondisi Pak Syahrul menunjukkan kondisi yang tidak kritis lagi," ucapnya,  Senin (20/4) dikutip dari situs Diskominfo Kepri.

Baca Juga:

Tjetjep Yudayana: Pemprov Kepri Pesan 20.000 Spesimen Reagen Ke Distributor


Tjetjep mengatakan Syahrul belum sadarkan diri lantaran masih dipasang alat ventilator. Jika kondisinya semakin membaik, alat tersebut akan dilepas.

"Sudah beberapa hari ini masih 'ditidurkan' karena dipasang ventilator untuk membantu pernapasannya," tuturnya.

Syahrul dirawat di RSUP Kepri sejak 11 April 2020. Ia dinyatakan positif COVID-19 dua hari kemudian.

Sampai sekarang pihak yang berwenang belum membeberkan hasil penelusuran penularan COVID-19 terhadap Syahrul. Selain Syahrul, sejumlah orang terdekatnya, seperti istrinya dan dokter keluarganya dinyatakan positif COVID-19.

"Kami berharap masyarakat terus-menerus mendoakan Pak Syahrul dan keluarganya. Semoga segera sembuh, dapat berkumpul dengan keluarga dan masyarakat," ucapnya.

(***)


Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.