Para Tersangka Pemeras Pengemis. 

BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Setelah melalui Pemeriksaan dan pendalaman oleh Penyidik Ditreskrimum Polda Kepri, maka pada hari ini tim telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka atas Tindak Pidana Pemerasan terhadap seorang pengemis yang terjadi di Kota Batam, Jumat (23/10/20).

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt. S., S.IK., M.Si., mengatakan, ketiga oknum tersebut Berinisial SU yang merupakan PNS di Sat Pol PP, Inisial AA pekerja Kontrak di Dinas Sosial Kota Batam dan Inisial RM Honorer di Sat Pol PP.

"Diawal pemeriksaan tim telah mengamankan empat orang dengan Inisial SU, JP, MR dan KS kemudian penyidikan terus berkembang dan Tim kembali melakukan pemeriksaan terhadap Inisial AA dan RM. Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap keenam orang tersebut maka didapat tiga orang yang ditetapkan sebagai tersangka yaitu Inisial SU, AA dan RM sedangkan Insial JP, MR dan KS ditetapkan sebagai saksi dalam perkara ini," kata Kombes Pol Harry Goldenhardt. S, dalam rilisnya. 

Lanjutnya, ditetapkan nya SU, AA dan RM sebagai tersangka dikarenakan perannya AA dan RM secara bergantian sebagai Supir mobil Dinas Sosial Kota Batam sedangkan SU bertugas mengambil uang dari para pengemis. 

"Tindak Pidana ini telah dilakukan semenjak Juli 2020 sampai dengan terungkapnya kasus ini pada Oktober 2020 dan uang yang diambil dari para pengemis tersebut bervariasi berkisar Rp. 50.000,- sampai dengan 400.000," ujarnya. 

"Atas perbuatan para tersangka diancam dengan Pasal 145 Jo Pasal 143 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 Tentang Penyandang Disabilitas. Menghalang-halangi dan atau melarang penyandang disabilitas untuk mendapatkan haknya. dengan Ancaman 2 tahun Penjara. Dan Pasal 368 Kuhpidana dengan ancaman 9 tahun penjara," tuturnya menambahkan.


Red/Humas Polda Kepri



BC Kepri Tangkap Kapal Penyeludup. 

KARIMUN KEPRIAKTUAL.COM: Satuan tugas patroli laut Bea Cukai lakukan penangkapan terhadap sebuah kapal high speed craft (HSC) tanpa nama di perairan Pulau Nyamuk pada Selasa 20 Oktober 2020, Rabu (21 / 10-2020).

Kapal berkekuatan 6 mesin Suzuki 250PK tersebut kedapatan membawa minuman keras tanpa dokumen kepabeanan dan memasuki wilayah Indonesia tanpa izin. Penindakan kali ini dilakukan secara sinergi antara tim patroli Jaring Sriwijaya dan tim patroli dari Kanwil Bea Cukai Khusus Kepulauan Riau dengan menggunakan tiga armada yaitu kapal patroli BC 1288, BC 1403, dan BC 1189.

Penindakan berawal dari informasi ydiperoleh Bea Cukai yang terkait dengan kegiatan speedboat yang berasal dari Tanjung Sengkuang, Batam menuju Tembilahan, Riau.

Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga, Syarif Hidayat mengungkapkan kronologi penindakan setelah informasi tersebut diperoleh. “Setelah informasi tersebut diterima pada Selasa (20/10), satuan tugas patroli laut Bea Cukai yang menggunakan kapal BC 1288 melakukan ronda laut di sekitar perairan Pulau Nyamuk, Lingga, dan kemungkinan jalur yang dilewati kapal yang menjadi target operasi, ”ujar Syarif.

Hanya berselang satu jam, petugas menemukan tiga buah speedboat tanpa lampu pelindung Pulau Nyamuk menuju arah Pulau Buaya. Petugas kemudian melakukan pengejaran tersebut hingga tembakan peringatan untuk kereta api laju speedboat. 

“Speedboat tetap berupaya melayani diri dan memberikan pengendalian dengan memotong haluan kapal BC 1288 hingga terjadi saling tabrak di bagian depan antara kapal BC 1288 dengan speedboat yang menjadi target,” tambah Syarif.

Setelah speedboat melambat, petugas Bea Cukai memberikan tembakan ke arah mesin speedboat dan dilakukan penghentian paksa. Petugas melakukan pemeriksaan terhadap speedboat tersebut dan menemukan sebuah kotak hitam yang berisi minuman keras ilegal.

Selain itu, satuan tugas patroli laut juga pengawasan delapan orang, namun dua orang yang berinisial S dan siap melayani diri dengan lompat ke laut saat percobaan sandar paksa oleh kapal BC 1288. Satuan tugas patroli laut kapal BC 1403 menindaklanjuti hal tersebut dengan melakukan pencairan kedua tersangka yang kabur di perairan Mantang, meskipun demikian setelah satu jam dilakukan pencairan kedua orang tidak ditemukan.

Dengan pengawalan kapal BC 1189 dan BC 1403, petugas Bea Cukai membawa bukti beserta delapan awak kapal ke Kanwil Khusus Bea Cukai Kepulauan Riau untuk naik lebih lanjut sesuai dengan ketentuan hukum. 

Pandemi Covid-19 tidak menyurutkan kegiatan pengawasan dan penegakan hukum oleh Bea Cukai. Bea Cukai akan terus meningkatkan komitmen untuk secara kontinyu melakukan pengawasan demi kedaulatan hukum di wilayah perairan Indonesia.


Redaksi / BC Kepri



Warga Pendukung, Sambut Kedatangan Calon Bupati Karimun Iskandarsyah. 

KARIMUN KEPRIAKTUAL.COM: Banyak pemuda di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau mendukung Iskandarsyah mengembangkan ekonomi kreatif berbasis digital seandainya terpilih menjadi bupati di daerah tersebut.

Penggiat ekonomi kreatif, Andy S, di Pulau Karimun, Kamis (22/10) mengatakan digitalisasi perekonomian yang dibutuhkan untuk meningkatkan produktivitas dan pemasaran sehingga ekonomi kerakyatan berkembang.

Selama ini, menurut strategi dalam menumbuhkembangkan usaha dengan memanfaatkan teknologi digital maupun informasi masih pasif di Karimun. Hal itu yang menyebabkan pelaku usaha kecil menengah berkembang lambat.

Digitalisasi produk yang dihasilkan pelaku usaha saat ini dibutuhkan. Produk yang dihasilkan akan lebih mudah dipasarkan.

Untuk memulai usaha dengan memanfaatkan teknologi digital yang membutuhkan alat yang cukup besar biayanya, terutama jika ingin membangun aplikasi khusus. Uluran tangan pemerintah tentu dibutuhkan sebagai bentuk kepedulian nyata dalam mengembangkan usaha kecil menengah.

"Saya berharap Pak Iskandar mampu membangun ekonomi digital di Karimun secara merata untuk menilai usaha kecil yang sekarang bergerak secara komvensional," ucapnya.

Azuar, pengusaha muda yang menjual produk ukiran kata ekonomi digital yang dibutuhkan, terutama untuk memudahkan transaksi dan pemasaran. Karya seni yang terpancar dari ukiran hiasan dinding rumah, contoh, cukup diminati masyarakat. 

Namun usahanya lambat berkembang lantaran terbentur modal, dan pola pemasaran yang masih konvensional.

Selama ini, pengusaha kecil seperti dirinya belum pernah mendapat perhatian dari pemerintah. Mulai dari membuka usaha sampai sekarang belum pernah satu pun aparat pemerintahan yang memberi stimulus maupun semangat.

Ia berharap Iskandarsyah, yang juga Calon Bupati Karimun Nomor Urut 2 dapat menunaikan janji politiknya jika taqdirkan memimpin Karimun. 

Ia juga memiliki niat baik Iskandar yang akan menyumbangkan gaji untuk membantu pemuda membangun usaha dengan memanfaatkan ekonomi digital. Bantuan itu bukan instruksi dari instruksi, melainkan perhatian kepala daerah kepada rakyatnya.

"Kami ingin pemerintah hadir di tengah-tengah kami untuk memberi arahan, pembinaan agar usaha kami berkembang," ucapnya.

Mahasiswa asal Karimun, Zuriat Agung menyebutkan program ekonomi digital yang digaungkan Iskandarsyah sangat dibutuhkan masyarakat Karimun. Hal itu disebabkan Karimun terdiri dari pulau-pulau sehingga pola pemasaran yang tepat memanfaatkan teknologi informasi.

Ekonomi digital dalam usaha yang bergerak di bidang jasa juga menarik di masa pandemi COVID-19. Di masa pandemi, konsemen tentu lebih ingin dimanjakan dengan berbagai fasilitas yang disediakan pelaku usaha. 

Melalui ponsel, mulai dari transaksi hingga pengantaran barang dapat dilakukan tanpa interaksi langsung antara pembeli dan penjual.

"Di daerah lain sudah melakukan ini. Saya pikir Karimun sangat tepat menerapkan ekonomi digital. Program ini tentu sesuai dengan keinginan kami, mahasiswa yang akan kembali ke kampung halaman setelah menempah ilmu dan pengalaman di negeri orang," ucap Agung, yang juga mahasiswa Universitas Maritim Raja Ali Haji Tanjungpinang.

Sebelumnya, Iskandarsyah merekomendasikan menyumbangkan seluruh gajinya untuk mendukung ekonomi digital jika masyarakat yang memilihnya menjadi kepala daerah.

Niat itu bersemi dengan keinginannya membangun kreativitas para pemuda di Karimun, dan membaca peluang pasar di masa pandemi COVID-19.

"Persaingan usaha dunia yang ketat sejalan dengan perkembangan zaman, dan sejak Maret 2020 dihantam oleh pandemi COVID-19 yang drastis menurunkan pertumbuhan perekonomian. Di Kepri terjadi perlamnatan pertumbuhan perekonomian hingga -6,6 persen. Untuk mengubah ancaman itu menjadi peluang, memang tepat kita Bangkit dengan semangat dan kekuatan pemuda. Penuhi Karimun dengan kreativitas sesuai keinginan pasar," katanya.

Iskandarsyah mengubah ancaman ancaman menjadi peluang di masa pandemi COVID-19 tidak mudah, namun bukan berarti tidak bisa. Apalagi Karimun, menurut dia memiliki sumber daya yang memadai. 

Banyak pemuda kreatif dan energik, namun belum mendapat ruang untuk mengimplementasikan harapan dan keinginannya. Kondisi ini, kata dia tidak menguntungkan bagi pemuda maupun keluarga sebab sumber daya yang melimpah seharusnya dikelola secara massal, efektif dan optimal sehingga membuahkan hasil yang berdaya guna, dan bermanfaat bagi masyarakat.

"Pemerintah harus mampu melihat peluang ini, dan memberi ruang yang luas untuk meningkatkan perekonomian digital sebagai bagian terpenting dalam meningkatkan perekonomian masyarakat," katanya.

Untuk membangun ekonomi digital atau e-commerce membutuhkan sumber daya manusia yang memadai, dan energi yang cukup agar usaha yang digeluti dapat berkembang pesat. Energi akan semakin besar bila seluruh pihak berkontribusi pada kemampuan pemuda sehingga menjadi SDM yang handal, dan membuahkan produk yang mampu menggerakan roda perekonomian.

"Saya sangat tertarik dengan pemuda-pemuda yang kreatif, dan ingin mengajukan mereka. Saya akan mengajukan potensi mereka, dan memberi stimulus dengan iklas dari gaji saya seandainya terpilih menjadi bupati," ucapnya.


Redaksi



Calon Bupati Karimun Nomor Urut 2, Iskandarsyah.

KARIMUN KEPRIAKTUAL.COM: Calon Bupati Karimun Nomor Urut 2, Iskandarsyah merekomendasikan menyumbangkan seluruh gajinya untuk mendukung pengembangan ekonomi digital jika masyarakat yang memilihnya menjadi kepala daerah.

Niat itu bersemi dengan keinginannya membangun kreativitas para pemuda di Karimun, dan membaca peluang pasar di masa pandemi COVID-19.

"Persaingan usaha yang ketat sejalan dengan perkembangan zaman, dan sejak Maret 2020 dihantam oleh pandemi COVID-19 yang drastis menurunkan pertumbuhan perekonomian. Di Kepri terjadi perlamnatan pertumbuhan perekonomian hingga -6,6 persen. Untuk mengubah ancaman itu menjadi peluang, memang tepat kita Bangkit dengan semangat dan kekuatan pemuda Penuhi Karimun dengan kreativitas sesuai keinginan pasar, "katanya, Kamis (22 / 10-2020).

Iskandarsyah mengatakan, mengubah ancaman menjadi peluang di masa pandemi COVID-19 tidak mudah, namun bukan berarti tidak bisa. Apalagi Karimun, menurut dia memiliki sumber daya yang memadai. 

Banyak pemuda kreatif dan energik, namun belum mendapat ruang untuk mengimplementasikan harapan dan keinginannya. Kondisi ini, kata dia tidak menguntungkan bagi pemuda maupun keluarga sebab sumber daya yang melimpah seharusnya dikelola secara massal, efektif dan optimal sehingga membuahkan hasil yang berdaya guna, dan bermanfaat bagi masyarakat.

"Pemerintah harus mampu melihat peluang ini, dan memberi ruang yang luas untuk meningkatkan perekonomian digital sebagai bagian terpenting dalam meningkatkan perekonomian masyarakat," katanya.

Untuk membangun ekonomi digital atau e-commerce membutuhkan sumber daya manusia yang memadai, dan energi yang cukup agar usaha yang digeluti dapat berkembang pesat. Energi akan semakin besar bila seluruh pihak berkontribusi pada kemampuan pemuda sehingga menjadi SDM yang handal, dan membuahkan produk yang mampu menggerakan roda perekonomian.

"Saya sangat tertarik dengan pemuda-pemuda yang kreatif, dan ingin mengajukan mereka. Saya akan mengajukan potensi mereka, dan memberi stimulus dengan iklas dari gaji saya seandainya terpilih menjadi bupati," ucapnya.

Posisi Karimun yang strategis, bertetangga dengan Malaysia dan dekat dengan Singapura, menjadi salah satu faktor penunjang untuk meningkatkan ekonomi digital. 

Banyak pemuda di berbagai daerah berhasil membangun ekonomi digital, salah satunya dengan menjual jasa. Jasa angkutan barang dan orang, contoh berhasil meraup keuntungan yang besar.

Di Indonesia, bisnis yang dikembangkan go-jek mampu membangun ekosistem pekerjaan baru bagi masyarakat. Aplikasi Ruang Guru juga berdampak positif bagi perkembangan pelajar, selain bisnis yang dikembangkan itu meraup keuntunhan yang besar.

Di Karimun juga dapat dikembangkan usaha digital lainnya, sesuai dengan kebutuhan pasar dan peluang keuntungan. Contohnya, swalayan dan pasar di Karimunjawa tidak boleh disajikan dalam bentuk konvensional, melainkan dapat dikembangkan lagi dengan cara pemesanan hingga pengantaran barang dengan memanfaatkan media sosial atau membangun aplikasi khusus.

Malaysia, negara dengan industri keuangan terbesar di dunia, menciptakan ekonomi Islam, sebagai langkah maju dalam mengembangkan ekonomi sesuai keinginan pasar. Malaysia mengumumkan segera peluncuran Islamic Digital Economy Framework pada Maret 2018 sebagai punggung tulang pertumbuhan seluruh industri halal.

"Jadi ekonomi digital di era modern bukan hal yang tabu atau semu, melainkan berhasil meningkatkan pendapatan keluarga, dan sebagai penyumbang perekonomian daerah," ucapnya.

Redaksi


Kapal Saat Dimankan. 

KARIMUN KEPRIAKTUAL.COM: Bea Cukai Kepulauan Riau yang diwakili oleh KPPBC TMP B Tanjung Balai Karimun menggelar operasi bersama dengan Polda Kepri di wilayah Karimun. Rabu (21/10/2020).

Operasi Bersama yang dihadiri Satpolairud Polres Karimun dilakukan guna melakukan penyelundupan dan ancaman peredaran barang ilegal yang terjadi di wilayah perairan Karimun. 

Kepala Kantor Wilayah DJBC Khusus Kepulauan Riau, Agus Yulianto, menjelaskan bahwa operasi bersama dilakukan sebagai bentuk komitmen DJBC untuk terus bersinergi dengan instansi penegak hukum lainnya dalam rangka pengawasan dan menindak setiap  upaya penyelundupan di wilayah peraiaran Selat Malaka, khususnya perairan Karimun.

Ia menambahkan, bahwa sebagai langkah nyata dalam mencegah tindak pidana penyelundupan tersebut, maka operasi rutin adalah hal yang harus dilakukan. 

“Adanya operasi yang dilakukan secara rutin baik mandiri maupun melalui sinergi bersama  instansi penegak hukum lainnya, diharapkan akan melindungi masyarakat dari dampak buruk penyelundupan itu sendiri, sehingga secara tidak langsung kita dapat mendorong pertumbuhan perekonomian agar lebih baik,"  kata Agus dalam rilis yang dikirim ke redaksi Kepriaktual.com.

Kemudian, lanjutnya, pihaknya dapat melakukan pertukaran data dan informasi terkait pelaksanaan patroli laut di bidang kepabeanan dengan instansi lainnya. Selain itu, dengan adanya sinergi seperti ini dapat meningkatkan kemampuan para petugas di lapangan baik dari sisi kemampuan teknis dan taktis operasi di laut.

Seperti yang diketahui, operasi ini merupakan operasi yang juga telah dilakukan oleh Bea Cukai Batam dengan Ditpolair Polda Kepri. Sebelumnya, telah dilakukan koordinasi dengan Satuan Polair masing-masing Polres dengan membahas teknis operasi, jadwal, dan wiayah yang menjadi objek pengawasan.

"Patroli bersama ini berpedoman kepada petunjuk operasi masing-masing unit. Pelaksaan apel pembuka operasi sinergi ini dilakukan di Pelabuhan Sandar Pangkalan Sarana Operasi Bea Cukai Batam," tuturnya.


Redaksi



Dirreskrimum Polda Kepri Kombes Pol Arie Dharmanto.

BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Kasus pemerasan oleh oknum Satpol PP Kota Batam terhadap seorang pengemis jalanan yang terjadi di Traffic Light dekat kampus Universitas Internasional Batam (UIB), Baloi, Batam berbuntut panjang.

Satu persatu, nama-nama oknum Satpol PP Kota Batam itu ikut terseret dalam kasus pemerasan tersebut.

Dirreskrimum Polda Kepri Kombes Pol Arie Dharmanto menjelaskan bahwa sebelumnya Tim Opsnal Subdit III Jatanras Dit Reskrimum Polda Kepri sudah mengatakan empat orang Oknum Satpol PP pada Selasa (21/10/2020).

"Setelah melalui proses pemeriksaan, kita kembali keamanan tiga oknum lainnya yang ikut terlibat dalam kasus ini," ucap Arie, Rabu (21/10/2020).

Jadi kata Arie, dari tujuh oknum Satpol PP yang dimankan, baru tiga orang yang ditetapkan sebagai tersangka. "Kita baru tetapkan tiga orang sebagai tersangka setelah melalui proses pemeriksaan," ungkap Arie.

Sebelumnya diberitakan, empat oknum satpol PP yang bugar di Dinas Sosial Kota Batam peras pria pengemis jalanan (Selamat) di lampu merah dekat kampus UIB, Baloi, Batam pada Minggu (18/10/2020) lalu.

Dari hasil keterangan pak Selamat, bahwa dirinya sudah beberapa kali ditangkap oleh Satpol PP dan dimintai uang dari Rp100 rb sampai dengan Rp300 rb dan kejadian terakhir uang milik korban sebesar Rp50 rb yang diambil oleh Oknum berinisial S.

Untuk Modus Operandi, para pelaku berpura-pura menangkap para pengemis. Setelah berhasil diamankan, para pengemis ditakut-takuti akan dibawa kekantor dinas sosial.

Tetapi harus tidak mau dibawa, maka harus memberikan hasil mengemisnya. Atas perbuatannya, pelaku pelaku dengan Pasal 368 KUHP.



Merah / Tamp



Barang Bukti Narkotika Yang Dimusnahkan. 

BATAM KEPRIAKTUAL .COM : Ditresnarkoba Polda Kepri musnahkan bukti daun ganja kering sebanyak 163,9 gram.
Barang bukti yang dimusnahkan tersebut, merupakan ungkap kasus yang tertuang dari Laporan polisi terhadap satu orang tersangka dengan Inisial B alias D, laki-laki, Umur 45 tahun, Rabu (21/10/20).

Pemusnahan Barang Bukti tersebut dipimpin oleh Kanit II Ditresnarkoba Polda Kepri AKP Donris Pasaribu SH dan Paur Mitra Subbidpenmas Bidhumas Polda Kepri AKP Syarifuddin SH dan dihadiri dari Kejaksaan, BNNP Kepri serta Pengacara.

"Pemusnahan dilakukan pada hari ini berdasarkan dari Laporan Polisi nomor: LP.A / 131 / IX / 2020 / SPKT-Kepri tanggal 24 September 2020. Surat Ketetapan Sita Narkotika dari Kejaksaan Negeri Batam Nomor: SK-214 / L.10.11 / Eku. 1/10/2020 tanggal 29 September 2020. Berita acara pemeriksaan Labfor nomor LAB: 1244 / NNF / 2020 tanggal 15 Oktober 2020. Dengan tersangka Inisial B alias D, laki-laki, 45 Tahun, TKP di salah satu Pos Partai Politik yang berada di daerah Kampung Bule, Batu Ampar Kota Batam, "jelas Kanit II Ditresnarkoba Polda Kepri AKP Donris Pasaribu SH.

Kemudian, lanjutnya, jumlah Barang bukti sebanyak 204 Bungkus kertas warna coklat yang berisikan Narkotika jenis ganja dengan berat total 178,2 gram dengan perincian sebanyak 13,3 gram disisihkan untuk pemeriksaan di Labfor, 1 gram disisihkan untuk pembuktian di persidangan dan 163,9 gram dilakukan Pemusnahan pada hari ini.

"Barang Bukti Narkoba jenis Daun Ganja dimusnahkan dengan cara di atas rupa, dan selanjutnya perbuatannya kepada tersangka diterapkan Undang - Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika Pasal 114 Ayat (1), dan atau Pasal 111 Ayat (1) Dengan ancaman minimal 5 tahun penjara dan paling lama 20 tahun, "ujarnya. 



Merah / Humas Polda Kepri



Cak Ta'in Komari. 

BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Cak Ta'in Komari menepati janjinya melaporkan calon Gubernur Nomor Urut 3 Ansar Ahmad dan Marlin Agustina ke Bawaslu Kepri terkait janji politik pemberian  motor kepada RT/RW se-Kepri sebagai Dugaan Tindak Pidana Pemilukada. Hal itu diatur dalam pasal 187A yang intinya menjanjikan memberikan sesuatu kepada seseorang agar melakukan sesuatu untuk yang menjanjikan. 

"Kemarin saya sudah laporkan resmi ke Bawaslu Provinsi di Tanjung pinang," kata Cak Ta'in yang juga adalah ketua LSM Kelompok Diskusi Anti 86 itu, Selasa (20/10-2020).

Menurut Cak Ta'in, sebenarnya dari awal pihak nya sudah berencana melaporkan kasus tersebut, tapi karena ada beberapa hal teknis belum terlaksana. Tapi ternyata seijin perjalanan waktu, ditemukan bukti baru yang memperkuat dugaan tindak pidana pemilikada tersebut. 

"Temuan terbaru yakni RW yang melakukan kegiatan politik memfasilitasi pasangan Ansar-Marlin di Batam dengan menggunakan kop surat dan stempel," ujarnya.

Lebih lanjut Cak Ta'in menjelaskan, temuan surat RW tersebut semakin memperkuat dugaan bahwa janji yang diucapkan calon tetap dijalankan di lapangan. "Ada hubungan hirarki, antara pemberi janji dan penerima janji. Ada pernyataan kemudian ada action sehingga pelanggaran terhadap pasal 187a tersebut semakin nyata." jelas Cak Ta'in.

Awal Bulan Oktober 2020, hampir semua media memberitakan soal janji Cagub untuk memberikan motor kepada RT/RW. Kemudian muncul juga pamflet di facebook dari akun Bintan Kite dan ditag pada akun Ansar Ahmad, yang berkampanye menjanjikan motor itu. 

Berita dan informasi soal janji pemberian motor sempat meredup, tapi kemudian mencuat lagi dengan ditemukan bukti baru yakni surat RW yang mengundang warga untuk kegiatan pasangan Ansar - Marlin.

Untuk itu, Cak Ta'in berharap Bawaslu Kepri benar-benar serius menindaklanjuti laporan dimaksud. "Kita berharap Bawaslu serius mengusut kasus dugaan pidana pelanggaran pemilu itu, jangan main-main karena bukan siapa yang akan menang dipilgub, tapi siapa yang punya integritas dan patut dipilih ke depan." papar Cak Ta'in.


Redaksi



Foto: Istimewa. 

BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Setelah viral, empat oknum di Dinas Sosial (Dinsos) Pemko Batam yang mengambil uang pengemis diamankan tim Ditreskrimum Polda Kepri, Selasa, 20 Oktober 2020.

Keempatnya berhasil diamankan dan dimintai keterangan oleh polisi, setelah videonya yang sempat viral mengambil paksa uang pengemis jalanan di Traffic Light, UIB, Baloi, Batam pada Minggu, 18 Oktober 2020 lalu.

Direktur Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Kepri, Kombes Pol Arie Dharmanto membenarkan hal tersebut. Saat ini, petugas sedang melakukan penyelidikan dan memeriksa empat orang pegawai tersebut.

“Iya benar, sedang di periksa. Ada empat orang yang diamankan. Tunggu hasil pemeriksaan akan kita ekspose,” ucap Arie Dharmanto melalui pesan singkat Whatsapp.

Sementara, untuk pengemis jalanannya Arie menambahkan, pihaknya saat ini sedang mencari keberadaan pengemis tersebut, untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

"Pengemisnya masih kita cari untuk tambahan keterangan," ungkapnya.

Diketahui sebelumnya, seorang youtuber Kota Batam berhasil merekam aksi oknum Dinas Sosial (Dinsos) Kota Batam yang mengambil uang pengemis jalanan di Traffic Light UIB Baloi.

Dilansir dari akun youtube Ferry Kesuma mengatakan telah terjadi pengangkutan pengemis oleh oknum Dinsos Batam. Kebetulan pihaknya sedang berada di lampu merah tersebut.

“Aku melihat pengemis tersebut dipaksa naik kedalam mobil, dan pengemis tersebut berontak minta tolong. Lalu aku menghampiri oknum tersebut dan kutanyakan ada apa?,” ujar ferry dalam kutipan akun youtubenya.


Redaksi



Konfrence Pers Penangkapan Pelaku Pembuat Narkoba. 

BATAM KEPRIAKTUAL.COM: SatresNarkoba Polresta Barelang gerebek usaha home industri sabu-sabu di Apartemen Nagoya Mansion Tower A, Kamar 609, Nagoya, Batam pada Kamis (15/10/2020) lalu.

Penggerebekan ini dipimpin langsung oleh Kapolresta Barelang, AKBP Yos Guntur didampingi oleh Kasat Narkoba Polresta Barelang, Kompol Abdul Rahman bersama Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Andri Kurniawan.

Kasat Narkoba Polresta Barelang, Kompol Abdul Rahman menjelaskan pengungkapan itu merupakan tindak lanjut sebagai informasi yang sudah dihimpun dalam sebulan terkahir.

"Bahwa informasi tersebut menyebutkan ada home industri Narkotika jenis sabu-sabu di Apartemen Nagoya Mansion," ungkap Abdul saat gelar konferensi pers di Mapolresta Barelang, Senin (19/10/2020) sore.

"Berdasarkan informasi yang dihimpun satu bulan terakhir, akhirnya tepat pada Kamis (15/10/2020) sekira pukul 14.30 Wib kita langsung melakukan penggerebekan home industry tersebut," lanjut Abdul.

Saat penggerebekan, Polisi mengamankan dua orang pria dan barang bukti yakni, beberapa alat yang digunakan dalam pembuatan Narkotika jenis sabu-sabu.

Kedua tersangka yakni, MF (37) yang beralamat di Pondok Pratiwi Sekupang dan MS (23) warga Danau Indah Punggur Nongsa dan satu orang DPO bernama Novi alias Beby.

"Dari keterangan kedua tersangka, mereka mengaku hanya sebagai pekerja, " mereka hanya bekerja atau membantu," ungkap Abdul. 

Terkait dengan Bos home industri sabu-sabu tersebut, sejauh ini Polisi belum dapat memberikan informasi, "kita masih melakukan pendalaman," katanya.

Tak hanya itu, dari pengakuan dua tersangka hasil produksi sabu-sabu tersebut belum sempat diedarkan. 

"Kenapa belum sempat diedarkan, karena ada beberapa hasil produksi belum siap pakai, artinya masih ada proses-proses lebih lanjut seperti pengeringan, penguraian dan lainnya," kata Abdul.

Lebih jauh dijelaskan, aktifitas proses pembuatan sabu-sabu itu masih perdana dilakukan oleh kedua tersangka. Sementara  keberadaan kedua tersangka  di apartemen Nagoya Mansion kamar 609 masih satu malam. 


Redaksi/Tamp



Foto: Ilustrasi. 

BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kepulauan Riau, resmi mengeluarkan daftar pemilih tetap (DPT) pada Pilkada 2020.

Komisioner KPU Kepri, Widiyono Agung menjelaskan, bahwa total DPT di Kepri mencapai 1.168.188 Jiwa.

"Penetapan DPT Itu setelah dirapatkan pleno. Kini data telah diunggah di situs KPU Kepri," kata dia, Senin (19/10/2020).

Dijelaskan, data tersebut berdasarkan himpunan dari DPT Kabupaten Bintan 110.379 jiwa, Tanjungpinang 149.354, Karimun 165.780 jiwa, Lingga 70.545 jiwa, Natuna 52.896 jiwa, Anambas 31.707 jiwa, dan Batam 587.188 jiwa.

Sementara, jumlah tempat pemungutan suara (TPS) yakni 4. 062 TPS. Jumlah terbesar yang ada di Batam yakni 2177 TPS. Disusul Kabupaten Karimun 555 TPS. Jumlah Desa / Kelurahan se-Kepri 417 dan terdiri dari 76 kecamatan. 

"Disamping itu, kita berharap penyelenggaraan pilkada serentak ini tidak ada hambatan. Untuk pelaksanaan tetap mengacu pada protokol kesehatan," pungkasnya.


Redaksi / Tamp



Sekretaris Daerah Provinsi Kepri H TS Arif Fadillah.

TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL .COM : Pemerintah Provinsi Kepri melalui Sekretariat Daerah Provinsi Kepri akhirnya mengeluarkan surat edaran terkait pengawasan pengawasan pegawai dan Aparatur Sipil Negara pada pelaksanaan pilkada serentak 2020 dilingkungan pemerintah Provinsi Kepri, Jum'at (16/10).

Dalam surat edaran nomor: 800/1456 / BKPSDM-SET / 2020, Sekretaris Daerah Provinsi Kepri H TS Arif Fadillah menghimbau agar seluruh kepala perangkat daerah untuk dapat meningkatkan pegawainya dalam pelaksanaan kampanye netralitas ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepri.

"Setiap kepala perangkat daerah wajib mengupayakan terciptanya iklim yang kondusif dan melakukan pencegahan, pembinaan, pengawasan dan penjatuhan sanksi terhadap pelanggar netralitas oleh pegawai baik ASN maupun non ASN," jelas Arif.

Selain itu, Arif menyebutkan pencegahan pencegahan dan pencegahan pencegahan netralitas ASN yang dapat dilakukan di setiap perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepri.

"Pertama, mengikuti apel netralitas ASN yang dilaksanakan pada Senin 19 Oktober 2020 pukul 07.45 hingga selesai di halaman apel kantor Gubernur Provinsi Kepri Dompak," tegas Arif.

Selanjutnya, Arif melakukan pembacaan dan penandatanganan ikrar bersama netralitas pada unit kerja masing-masing Kepala Perangkat Daerah.

"Yangmana, Naskah yang disampaikan dan disampaikan akan disampaikan ke BKPSDM dalam bentuk soft copy," ungkap Arif.

Serta melakukan sosialisasi melalui penggunaan media sosial pembuatan video, leaflet, banner, spanduk atau kegiatan lainnya yang kreatif dan berpedoman pada kode etik PNS.

"Dan yang mengingatkan peringatan peringatan kepada seluruh pegawai baik ASN dan Non ASN di lingkungan Provinsi Kepri untuk menjaga netralitas ASN dalam penyelenggaraan pilkada serentak 2020," tambah Arif lagi.

Sumber: Diskominfo Kepri



Foto: Istimewa. 

JAKARTA KEPRIAKTUAL .COM : Replikasi inovasi pelayanan publik menjadi salah satu cara dalam mempercepat peningkatan kualitas pelayanan publik.
Untuk itu, Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) menyelenggarakan Forum Replikasi Inovasi Pelayanan Publik (FRIPP) pada Provinsi Sulawesi Selatan dan Jawa Timur yang telah ditetapkan sebagai Hub Jaringan Inovasi Pelayanan Publik (JIPP) tahun 2020 untuk melakukan transfer pengetahuan.

Deputi bidang Pelayanan Publik Kementerian PANRB Diah Natalisa menyatakan bahwa forum tersebut merupakan salah satu strategi dalam pengembangan inovasi baik di tingkat daerah, nasional, maupun internasional, serta per sektor / bidang. 

"Forum replikasi merupakan media sharing knowledge guna memantik kesadaran penyelenggara pelayanan publik akan mereplikasi suatu inovasi, sesuai konteks masing-masing,” katanya dalam Forum Replikasi Inovasi Pelayanan Publik Provinsi Jawa Timur secara virtual, Kamis (15/10).

Selain Provinsi Sulawesi Selatan dan Jawa Timur, terdapat enam provinsi lainnya yang juga ditetapkan sebagai percontohan Hub JIPP yakni Sumatra Selatan, Jawa Tengah, Sumatra Barat, Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan Selatan, dan Gorontalo. Diah menyatakan, percontohan JIPP tersebut memiliki tugas untuk mengimplementasikan kebijakan pembinaan inovasi pelayanan publik, yaitu mulai dari penyusunan inovasi, pengembangan inovasi, hingga pelembagaan inovasi. 

Lebih lanjut kebenaran, replikasi inovasi pelayanan publik didefinisikan sebagai proses untuk melakukan transfer pengetahuan implementasi ide atau ide baru dari praktik baik inovasi pelayanan publik, baik sebagian maupun secara keseluruhan. Melalui replikasi, penyelenggara pelayanan publik dapat menerapkan inovasi-inovasi terbaik.

"Penyelenggara pelayanan publik dengan kemampuan dan permasalahan yang dapat mempraktikkan salah satu atau lebih Inovasi yang terjaring dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) dan terbukti kemanfaatannya, tanpa harus mencari-cari lagi solusi,” imbuh Guru Besar Universitas Sriwijaya tersebut.

Forum tersebut bertujuan agar proses replikasi yang berjalan dengan fokus dan termonitor dengan baik di setiap tahapannya, serta memantaunya menjadi contoh bagi daerah lainnya, “Dan juga agar pelaksanaan replikasi di delapan provinsi tersebut dapat menjadi contoh nyata bagi lembaga / daerah lain yang berminat melakukan replikasi, Ungkap Diah.

Forum kegiatan replikasi inovasi pelayanan publik ini diselenggarakan pada tanggal 13 Oktober 2020 dan 15 Oktober 2020, dimana sebelumnya juga telah dilaksanakan untuk Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Forum ini juga menghadirkan inovator yang memberi pengetahuan dan pengalaman kepada replikator terkait inovasi pelayanan publik yang terpilih untuk direplikasi.

Ada tiga inovasi yang direncanakan untuk direplikasi di wilayah Jawa Timur yakni inovasi Sarana Informasi dan Pelayanan Terpadu Pekerja Migran Indonesia (SIMPADU-PMI) dari Provinsi Jawa Timur, inovasi Klinik Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) dari Provinsi Jawa Timur, dan inovasi Hospital Without Tembok dari Kabupaten Tulungagung. 

Sementara itu, untuk wilayah Sulawesi Selatan terdapat empat inovasi yang salah untuk direplikasi yakni inovasi Posyandu Prakonsepsi dari Kabupaten Banggai, inovasi Satu Bendera, Satu Sasaran Kesehatan Ibu dan Anak (Bendera SASKIA) dari Kabupaten Bantaeng, inovasi Jurus Jitu Pengentasan Kemiskinan Berkearifan Lokal (Laboratorium Kemiskinan) ) dari Kabupaten Pekalongan, serta inovasi Tanda Aman Calon Pengantin (Tancap Nikah) dari Kota Gorontalo. 

Dalam Forum Replikasi Sulawesi Selatan, salah satu perwakilan dari Tim GIZ Transformasi Fadiah Machmud mengatakan justifikasi terpilihnya keempat inovasi tersebut karena adanya tiga tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) yang mana yang mana yang targetnya masih lamban. Tiga tujuan tersebut yaitu orang miskin dalam segala bentuk dimanapun, kehidupan sehat dan sejahtera, serta pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi. Namun, untuk saat ini belum ditemukan inovasi yang sesuai untuk tujuan pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.

"Sehingga Sulawesi Selatan hanya berkonsentrasi pada pemilihan inovasi untuk tujuan 1 dan 3,” tuturnya.

Lebih lanjut Fadiah menjelaskan, dalam replikasi inovasi terdapat tiga model yaitu, mandiri, kerja sama, dan memfasilitasi. Model mandiri dilakukan oleh pemerintah daerah atau unit pelayanan yang secara mandiri aktif memilah dan memilih inovasi yang sesuai dengan permasalahan di daerahnya. Sedangkan model kerja sama, dilakukan oleh pemerintah daerah asal replikator dengan pemerintah daerah asal inovasi dengan melakukan kerjasama. 

Model terakhir memfasilitasi, yaitu ada pihak ketiga yang memfasilitasi pertemuan antara inovator dengan calon replikator, calon kabupaten / kota yang akan menaruh minat. Dikatakan bahwa forum kegiatan tersebut merupakan model replikasi dengan model fasilitasi. “Artinya ada empat inovasi yang kita kenalkan kepada bapak / ibu sekalian,” ungkap Fadiah.

Dalam melakukan replikasi inovasi, tidak harus dilakukan secara total. Ada tiga aspek dalam replikasi inovasi yakni aspek aspek, aspek teknik, dan aspek manajerial. “Jadi Bapak / Ibu boleh memilih sebagian atau keseluruhan dari struktur inovasi yang ditawarkan,” pungkas Fadiah.

Sumber: (fik / HUMAS MENPANRB)




Pjs Gubernur Provinsi Kepri Bahtiar Baharuddin. (foto: Istimewa). 

TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM
: Pemerintah Provinsi Kepri menghimbau seluruh masyarakat Kepri khususnya mahasiswa dan buruh yang melakukan aksi Demonstrasi, Selasa (13/10) dengan tetap menerapkan aksi 'Demo Sehat'.

Hal ini disampaikan Pjs Gubernur Provinsi Kepri Bahtiar Baharuddin di Tanjungpinang, Selasa (13/10).

"Pada situasi pandemi Covid-19 seperti ini, Ayo lakukan 'Demo Sehat', yakni dengan tetap menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penularan Covid-19 di Provinsi Kepri," ungkap Bahtiar melalui himbauan Sekretariat Satgas Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Provinsi Kepri.

Bahtiar juga ajakan seluruh masyarakat Kepri untuk dapat menjadi pelopor gerakan patuh kesehatan dan berperan aktif dalam menanggulangi pencegahan penularan Covid-19.

"Tidak ada larangan untuk menyuarakan aspirasi, namun yang perlu diperhatikan tetaplah mengedepankan aturan protokol kesehatan Covid-19 khususnya jaga jarak dan menghindari kerumunan," tegas Bahtiar.

Serta selalu menggunakan alat pelindung diri, khususnya masker dan handsanitizer.

"Ada beberapa petugas kesehatan yang kita tempatkan untuk pusat pemeriksaan Rapid Test bagi buruh dan para mahasiswa yang mengikuti demo," tegas Bisri.

Rapid Test bagi pendemo ini lanjut Bisri dilakukan untuk mencegah adanya penularan Covid-19 saat aksi.

"Ini untuk mengantisipasi jangan sampai ada  Klaster Demonstrasi di Provinsi Kepri" tegas Bisri.


Sumber: Diskomimfo Kepri



Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol. Harry Goldenhardt S., S.IK., M.Si.

BATAM KEPRIAKTUAL .COM : Berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor: ST / 2933 / X / KEP. / 2020, ST / 2934 / X / KEP. / 2020 dan ST / 2935 / X / KEP. / 2020 Tanggal 13 Oktober 2020. Pamen Dan Kapolres Jajaran Polda Kepri di mutasi.
Hal itu disampaikan Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol.Harry Goldenhardt S., S.IK., M.Si.

Berikut jabatan yang dimutasi:

  1. Wadirlantas Polda Kepri AKBP ERICK SARTANI MARBUN, SIK, diangkat dalam jabatan baru sebagai Dirpolairud Polda Bengkulu.
  2. Kasubditgakkum Ditpolairud Polda Kepri AKBP WIWIT ARI WIBISONO, SH, SIK, MH, diangkat dalam jabatan baru sebagai Kapolres Pacitan Polda Jawa Timur.
  3. Kapolres Tanjung Pinang Polda Kepri AKBP H. MUHAMMAD IQBAL, SH, SIK, M.Si. diangkat dalam jabatan baru sebagai Wadirsamapta Polda Kepri. Digantikan oleh AKBP FERNANDO, SIK yang sebelumnya pernah menjadi Kasubbagrim Bagdiapers Rodalpers SSDM Polri.
  4. Kapolres Lingga Polda Kepri AKBP BOY HERLAMBANG, SIK diangkat dalam jabatan baru sebagai Kabagbinkar ROSDM Polda Kepri. Digantikan oleh AKBP ARIEF ROBBY RACHMAN, SH, SIK, M.Si yang sebelumnya pernah digunakan sebagai Kayanma Waketbidminwa STIK Lemdiklat Polri.

"Alih Tugas / Mutasi jabatan merupakan hal yang biasa dan rutin dilaksanakan di lingkungan Polri dengan tujuan untuk kebutuhan organisasi, penyegaran dan pembinaan karier Personel Polri. Untuk melaksanakan Serah terima jabatan dilaksanakan dalam waktu 14 hari dari Surat Telegram Kapolri dikeluarkan,"ujar Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S., S.IK., M.Si.



Humas Polda Kepri



Peresmian Kampung Pengawasan Anti Politik Uang. 

KARIMUN KEPRIAKTUAL.COM: Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu) meresmikan kampung pengawasan partisipatif politik uang. Giat acara berlangsung tepatnya di dusun 2 parit Senggarang Desa Sungai Ungar Utara, Kecamatan Kundur Utara, Kabupaten Karimun, Senin (12/10/2020).

Ketua Bawaslu Kabupaten Karimun, Nurhidayat dalam sambutannya mengatakan, apresiasi kepada masyarakat Desa Kundur Utara yang menyatakan sikap mendukung secara penuh agenda Bawaslu untuk menjadikan kampung ini sebagai kampung pengawasan partisipatif.

"Kehadiran kampung pengawasan tersebut merupakan kesadaran masyarakat untuk mewujudkan pemimpin yang bersih. Pemilihan kepala daerah pada 9 Desember 2020 merupakan momen penting bagi masyarakat Kepri yang mana natinya kita akan memilih secara serentak untuk memilih calon Gubernur, calon Wakil Gubernur Kepri, calon Bupati dan Wakil Bupati Karimun. Yang mana pelaksanaan akan berlangsung di 6 Kabupaten/Kota se-Kepri," ujar Nurhidayat.

Untuk itu, kata Nurhidayat, pemilihan kali ini sangatlah penting bagi masyarakat untuk bersama-sama mengawasi dan memilih kepala daerah yang bersih, jujur dan amanah sehingga melahirkan putra putra terbaik dan tangguh untuk memimpin dan membangun Kabupaten Karimun yang kita cintai ini.

Di samping itu H. Jainal sebagai tokoh masyarakat berharap semoga pilkada kali ini bebas politik uang dan semoga melahirkan pemimpin yang bersih.

"Moga Pilkada hari ini bebas politik uang," ungkapnya.

Peresmian kampung pengawasan partisipatif politik uang. di tandai dengan penandatanganan prasasti.


Ahmad Yahya



Ameng Manager PT. Pasifik Jaya Luntasindo Mandiri Bersama Kuasa Hukumnya, Roger Morrow Sirumapea, SH. 

BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Manajer PT. Pasifik Jaya Lintasindo Mandiri (PJLM), Ameng bersama kuasa hukumnya Roger Morrow Sirumapea, SH dan pulhan orang pekerja Ameng datangi PT. Tri Karya Alam (TKA) Tanjung Uncang, Batam, Kepri. Kedatangan mereka untuk melihat dan mengambil 10 unit kapal tug boad dan tongkang, Sabtu (10/10/2020).


Namun, setiba dilokasi, pengawas PT. Dimensi Surya Bahari (DSB), Taripar, tidak memperbolehkan masuk, hingga terjadi adu argumen antar kedua belah pihak. Sementara dari pihak PT. TKA yang ditemui tidak berkenan hadir untuk bertemu. Ada pun maksud dan tujuan kedatangan Ameng didampingi kuasa hukumnya itu yakni, untuk melihat dan mengeluarkan 10 unit kapal tersebut. Karena menurut Ameng, sudah satu tahun kapal tersebut berada di lokasi lahan perusahaan PT. TKA, dan hal ini juga sudah disurati sebelumnya. 


"Saya tidak mengijinkan masuk, karena ini perintah dari pihak manajemen PT. DSB," kata Taripar menyampaikan kepada kuasa hukum Ameng. 


Kata Ameng, jika kapal-kapal itu tidak dikeluarkan maka kerugian yang ditanggungnya akan semakin banyak. Dan terlihat Ameng sangat kecewa, karena tidak dipekenan masuk oleh pihak perusahaan untuk melihat kapalnya.


Hal itu juga, Taripar menampik dan beralasan atas perintah atasannya (Pihak Managemen PT. DSB). Taripar tetap kukuh tidak dapat memasukkan ke dalam lokasi perusahaan. "Ini bukan lagi lokasi PT. TKA melainkan sudah lokasinya PT. DSB," ujar Taripar.


Berbagai upaya dilakukan oleh Ameng dan Roger Morrow Sirumapea selaku kuasa hukumnya, untuk bisa melihat dan mengambil kapal. Namun Taripar tidak memgijinkan masuk, sehingga sempat nyaris di mana Ameng berkata, pintu jangan ditutup sampai pihak dari PT. TKA datang menemuinya.


Tak berlangsung lama, suasana dialog pun kembali normal di mana setelah pihak keamanan dari personel TNI AD dari Koramil datang menengahinya. Saat dialog, terkait kapal-kapal itu, Taripar mengatakan, bahwa pihak perusahaan sudah bekerja sudah melakukan gugatan ke pengadilan.


Pihak perusahaan kami sudah melakukan gugatan ke pengadilan. Itu bisa dicek. Jadi kita tunggu saja hasil putusan pengadilan, "ujar Taripar ke kuasa hukum PT. PJLM, Roger Morrow Sirumapea, SH.


Meski begitu, kata Roger Morrow, itu perihal yang berbeda, Taripar tetap tidak ada pihak PT. PJLM masuk untuk melihat kapal. Pantuan media ini, dialog berakhir dengan aman dan kondusif, namun bagi pihak PT. PJLM tetap tidak terima karena tidak ada etis karena tidak masuk untuk melihat kapalnya.


"Klien saya yang punyak hak atas kapal, tetapi tidak bisa melihatnya. Inikan aneh? Kapal sudah satu tahun di sini, kalau ada barang-barang ada yang hilang, siapa yang tanggung jawab," kata Roger Morrow.


Lanjutnya, mengenai tunggakan pembayaran, pasti akan dibayar. Hitung berapa, ia akan sisakan kapal. Karena kalau semua nyata, pihaknya tidak bisa bekerja, dan kerugian juga semakin banyak. Terkait bergantinya nama perusahaan pemilik lokasi saat itu juga menjadi perhatian serius bagi pihak yang kuasa hukum PT. PJLM. 


Saat dipertanyakan soal itu, Taripar Siregar tidak begitu rinci menjelaskan kronologis pergantian nama perusahaan pemilik lokasi tersebut.


"Saya di sini pekerja. Kapasitas saya di sini untuk menjaga dan menjalankan kerja sesuai perintah dari perusahaan. Saya juga tidak mau karena mengizinkan masuk, saya dipecat, jadi mohonlah dimengerti," kata Taripar.


Sebelum membubarkan diri, pihak keamanan yang berjaga mengatakan, akan berupaya agar pihak-pihak dalam hal itu bisa dipertemukan duduk bersama, agar persolan yang terjadi bisa diselesaikan dengan baik.



Redaksi



Foto Simulasi Pasangan. 

BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Persaingan tiga kandidat dalam kontestasi Pilkada Kepuluan Riau semakin terasa seiring kian lalu waktu pemilihan. Kendati demikian, kurang dari dua bulan waktu pemilihan, pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kepulauan Riau Isdianto-Suryani (INSANI) yang paling banyak menarik dukungan publik. 

Duet Isdianto dan Suryani menjadi kandidat terkuat terkait modal elektoralnya jika dibandingkan pasangan Ansar Ahmad-Marlin Agustina dan Soerya Respationo-Iman Sutiawan. Beragam survei hasil peringkat di peringkat INSANI di peringkat teratas. 

Terbaru, mengutip hasil survei Lembaga Studi Pemilu dan Politik (LSPP), elektabilitas pasangan INSANI mencapai 38,63 persen. Pasangan nomor urut dua ini unggul 14,52 persen dari pasangan Ansar-Marlin yang hanya mendapatkan 24,11 persen dukungan publik. 

Sementara dengan Soerya-Iman, INSANI jauh lebih unggul, berjarak 25,44 persen. Itu karena elektabilitas pasangan Soerya-Iman terhubung 13,19 persen. 

“Survei dilaksanakan sedari 2 hingga 8 Oktober 2020, menempatkan 800 responden dengan metode _multistage random sampling_, sementara _margin error_ sebesar 3,46 persen,” jelas Direktur Riset LSPP Sendy Vicky Sutikno saat ditemui di kawasan Batam, Sabtu (10/10). 

Menurut Sendy, elektabilitas pasangan INSANI mengalami kenaikan signifikan jika dibandingkan dengan survei sebelumnya. Pada medio Juli 2020 lalu, survei yang dilakukan LSPP mencatat tingkat elektoral pasangan Isdianto-Suryani mencapai 23,87 persen. Artinya, ada peningkatan 14,76 persen. 

Peningkatan penilaian, peningkatan elektabilitas yang cukup signifikan setidaknya dalam kurun kurang dari tiga bulan menjadi modal kuat bagi pasangan INSANI untuk memenangkan kontestasi Pilkada Kepri, 9 Desember mendatang. 

Di sisi lain, Sendy menyatakan, dukungan publik untuk pasangan Isdianto-Suryani masih meningkat sebelum pemilihan berlangsung. Musababnya, jika mengacu pada hasil survei Oktober ini, masih ada 24,07 persen responden yang memutuskan untuk tidak menjawab dan belum menentukan pilihan. 

“Masih ada peningkatan peningkatan dukungan untuk pasangan INSANI. Kini bagaimana tim pemenangan terus menggencarkan sosialisasi mengenai visi-misi, program kerja, juga ide dan gagasan kandidat agar bisa diterima masyarakat, ”jelas Sendy.


Redaksi



Foto Pemotongan Kue HUT ke-72 Kesehatan Angkatan Laut. 

TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL .COM:
Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Lantamal IV Letkol Laut (K) Suryatno, S.Kep.Ns., M.Tr.Opsla., Melalui video conference (vicon) mengikuti acara Peringatan HUT Ke-72 Kesehatan Angkatan Laut , di ruang kerja Kadiskes Lantamal IV Jl. SM Amin Tanjungpinang Kepri, Jumat pagi (09/10/2020).

Kegiatan tersebut diawali dengan menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya, kemudian membaca pemutaran video Fokker, lalu pembacaan amanat Aspers Kasal dan Penekanan Kadiskesal. Selanjutnya ada sesi tanya jawab, pembacaan doa lalu pemotongan tumpeng / kue, acara ditutup dengan lagu Bagimu Negeri.

Dalam pengarahannya Kepala Dinas Kesehatan Angkatan Laut Laksamana Pertama TNI dr.Ahmad Samsulhadi mengatakan, perlu mempersiapkan dan melengkapi fasilitas kesehatan TNI Angkatan Laut dalam menghadapi Pandemi Covid-19, dan menyiapkan kebutuhan alat kesehatan dan obat-obatan yang tepat guna mengatasi wabah Covid-19.

“Tingkatkan upaya upaya penyiapan kesehatan Prajurit agar terwujud Prajurit yang siap tempur dalam penugasan. Tingkatkan dukungan dan pelayanan kesehatan TNI Angkatan Laut agar dapat menjamin kesehatan personel TNI Angkatan Laut dan keluarga dari wabah Covid-19, serta terus menjalin kerjasama yang baik antar satuan dan instansi di luar TNI Angkatan Laut dalam upaya pencegahan dan penanggulangan Covid-19, "pungkasnya .


Dispen Lantamal IV Tanjungpinang.




Nuryanto Kunjungi Pengunjukrasa Mahasiswa.

BATAM KEPRIAKTUAL.COM
: Ribuan Aliansi Mahasiswa Kota Batam melakukan aksi unjuk rasa (Demo) di depan Gedung DPRD Kota Batam, Tolak Undang-Undang (UU) Omnibus law Cipta kerja yang disahkan oleh DPR RI, Kamis (8/10/2020).

Aliansi Mahasiswa melalukan Long Maret terlebih dahulu dan berhenti di depan gedung DPRD kota Batam Center. Dimana sebelumnya, para mahasiswa menyampaikan atau menyampaikan di lapangan Welcome to Batam (WTP), dan meminta izin masuk ke kantor DPRD kota Batam untuk menyampaikan aspirasi keberatan UU Omnibus Law Cipta Kerja.

Mereka (Mahasiswa) menyampaikan, meminta polisi membuka jalan agar mereka bisa menuju halaman depan Kantor DPRD kota Batam, menyampaikan aspirasi dan tututan.

Pantauan dari awak media, terjadi saling dorong dengan petugas kepolisian saat mahasiswa berusaha masuk ke gedung DPRD Batam. Pihak kepolisian menurunkan pasukan Dalmas dengan menggunakan sepeda motor untuk menahan demonstrasi agar tidak terus berjalan ke kantor DPRD Kota Batam.

“Kami datang ke sini bukan untuk menunjukkan eksistensi mahasiswa, kami hanya ingin menyampaikan aspirasi menolak RUU Omnibus Law,” ujar salah seorang orator.

Ketua DPRD Kota Batam menerima dan menyambut baik kedatangan para pengunjuk rasa. ”Kami atas nama DPRD Kota Batam mewakili masyarakat Kota Batam tentu menerima dan menyambut dengan baik, memberikan apresiasi kepada mahasiswa sekota Batam.Mudah-mudahan perjuangan saudara menjadi perjuangan yang diridhoi Allah swt, kita harus tetap komitmen bersama-sama.Aspirasi tetap berjalan dan protokol kesehatan harus dijaga ”. Ketua DPRD Kota Batam Nuryanto SH.MH dihadapan ribuan pengunjuk rasa.

RTedaksi



Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.