Foto Bersama BC Kepri dengan Muspida Kabupaten Karimun. 
KARIMUN KEPRIAKTUAL.COM: Bea dan Cukai Kepulauan Riau bersama Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Tanjung Balai Karimun, KSOP, dan instansi vertikal lainnya melakukan akselerasi ekspor produk pertanian bungkil dan air kelapa ke Malaysia, Rabu (15/07/2020).

Kepala Kantor Wilayah DJBC Khusus Kepri, Agus Yulianto menyebutkan, Pandemi Covid-19 yang  telah merebak sejak medio awal 2020 lalu telah memberi dampak pada lesunya ekonomi di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

“Walau di tengah lesunya ekonomi dunia, Kanwil DJBC Khusus Kepulauan Riau bersama Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Tanjung Balai Karimun tetap menggenjot upaya ekspor berbagai industri dengan melakukan kemudahan fasilitasi ekspor, salah satunya ekspor bungkil dan air kelapa," ungkap Agus.

Salah satu tugas DJBC adalah menjamin terselenggaranya perdagangan internasional di bidang ekspor agar bisa berjalan denggan baik. Hal ini sejalan dengan amanat Presiden RI terkait kemudahan investasi dan cost logistik murah atau yang dikenal dengan Ease of Doing Business (EODB).

“Untuk wilayah Kepulauan Riau, merupakan daerah yang potensial dari sisi sumber daya alam baik, perikanan dan pertanian. Disamping hasil tambang yang telah memberi nilai tambah bagi daerah," jelas Agus Yulianto.

Sementara itu, Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai Abdul Rasyid, menjelaskan bahwa sejak tahun 2020 total ekspor untuk produk pertanian dari kelapa mencapai devisa yang tinggi.

“untuk total devisa ekspor bungkil dan air kelapa mencapai Rp20.855.900.000 dengan total 42 Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB)”.

Ia menambahkan bahwa Bea dan Cukai Kepulauan Riau telah banyak memfasilitasi kemudahan ekspor. Dan beberapa waktu lalu sudah mencoba melakukan direct pengurusan dokumen ekspor untuk pengolahan ikan di wilayah Bintan.

"Selain itu wilayah Kepri terdapat industri perkebunan seperti sagu, gambir, nanas, pisang. Ini semua menjadi tugas DJBC dan seluruh stakeholder untuk bisa mengakselerasi tumbuhnya kegiatan ekonomi masyarakat dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) agar mampu bersaing ke pasar regional maupun internasional," ujar Rasyid.

Dalam mendukung peningkatan ekonomi di bidang ekspor, sinergi beberapa stakeholder yang berkaitan langsung sangat diharapkan. DJBC dan instansi vertikal lainnya seperti Karantina, KSOP, dan tidak kalah pentingnya adalah peran Pemerintah Daerah dalam memberikan kemudahan investasi baik dari sisi penyediaan lahan dan kemudahan perijinan," pungkasnya.

Seperti yang diketahui bahwa Kabupaten Karimun telah melakukan pencanangan industri tangguh Covid-19 pada 9 Juli 2020 lalu.

"Hal ini sangat diperlukan guna terwujudnya pembangunan ekonomi yang berbasis kekayaan lokal, agar dapat mampu bersaing baik dari sisi kualitas produk maupun biaya produksi, pada akhirnya akan mampu meningkatkan perekonomian di daerah tersebut," tuturnya.


Redaksi


Plt Gubernur Kepri, Isdianto (Foto: Istimewa). 
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Pemerintah Provinsi Kepri mengatakan bahwa pihaknya optimis jika realisasi Retribusi Labuh Jangkar jika sudah didapatkan akan menambah Pendapatan Asli Daerah PAD Provinsi Kepri.

Hal ini disampaikan Plt Gubernur Provinsi Kepri H Isdianto di Tanjungpinang, Senin (13/7), dikutip dari situs Diskominfo Kepri.

Menurut Isdianto, setelah pembahasan terkait zona Perairan Kabil dan Tanjung Berakit Bintan yang diusulkan menjadi lokasi baru labuh jangkar Provinsi Kepri.

"Dua kawasan ini ditambahkan menjadi area labuh jangkar yang dinilai sudah sesuai dengan peraturan mentri no  51 tahun 2015 jdan Peraturan Menteri nomor 146 tahun 2016 tentang Penyelenggaraan pelabuhan laut," jelas Isdianto

Isdianto yakin dengan jelasnya aturan dan keuntungan yang diperoleh dari labuh jangkar tersebut nantinya dapat dibagi sesuai dgn kewenangan masing-masing.

"Potensi pendapatan dari retribusi pengelolaan labuh jangkar ini cukup menjanjikan," ungkap Isdianto.

Bahkan lanjut Isdianto, potensinya bisa mencapai 6 triliun.

"Dari angka tersebut nantinya baru akan dibagi berapa yang diperoleh Provinsi Kepri," tegas Isdianto.

(***)


Plt Gubernur Kepri, Isdianto (Foto: Istimewa). 
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Meskipun tahun ajaran baru 2020/2021 baru saja dimulai hari ini, Senin (13/7).

Namun, berdasarkan data di Dinas Pendidikan Provinsi Kepri masih ada sebanyak 6.544 pelajar di tingkat SMA/SMK dan MA se-Provinsi Kepri yang masih belum tertampung di sekolah negeri.

"Yangmana, paling banyak pelajar yang belum tertampung berada di kota Batam sebanyak 1.545," jelas Isdianto.

Untuk itu, Isdianto mengharapkan Dinas Pendidikan Provinsi Kepri dapat seger mencarikan solusi yang tepat terkait persoalan tersebut.

"Kita harapkan Dinas Pendidikan dapat benar-benar melaksanakan PPDB dengan sesuai aturan, karena masih banyak keluhan dari orang tua yang tidak tertampung meskipun berada di zona yang ditentukan ," tegas Isdianto

Isdianto meminta agar solusi PPDB ini dapat segera dicari , karena saat ini tahun ajaran baru sudah pun dimulai.

"Jangan sampai mereka ketinggalan pelajaran apalagi tidak sekolah," tegas Isdianto kembali.

(***)


Foto: Istimewa. 
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Sekitar 20 anggota Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) Kota Tanjungpinang memilih berhenti sebelum melaksanakan tugasnya karena menolak diperiksa oleh tim medis RSUP Kepulauan Riau dengan menggunakan rapid test.

Ketua KPU Tanjungpinang Aswin Nasution, di Tanjungpinang, Senin, mengatakan, anggota PPDP yang mengundurkan diri tersebut memiliki alasan menolak diperiksa dengan menggunakan rapid test.

"Rapid test kurang akurat sehingga mereka khawatir hasilnya reaktif sehingga harus dikarantina. Itu salah satu alasannya," katanya, dikutip dari situs Diskominfo Kepri, Selasa (14/7-2020).

Aswin mengatakan pemeriksaan cepat dengan rapid test dilaksanakan di RSUP Kepri pada 8-10 Juli 2020. KPU Tanjungpinang berhasil mendapatkan pengganti anggota PPDP yang berhenti tersebut.

"Sudah didapatkan penggantinya hari itu juga," katanya.

Jumlah anggota PPDP di Tanjungpinang sebanyak 443 orang. Mereka mulai melakukan pencocokan dan penelitian daftar calon pemilih pada 15 Juli-13 Agustus 2020.

Selain anggota PPDP, kata dia anggota KPU Tanjungpinang, Panitia Pemilihan Kecamatan dan Panitia Pemungutan Suara juga diperiksa dengan penggunakan rapid test.

"Jumlah jajaran KPU Tanjungpinang yang diperiksa dengan rapid test lebih dari 600 orang," ujarnya.

Seluruh anggota KPU Tanjungpinang beserta jajarannya sudah mengetahui hasil rapid test tersebut. "Alhamdulillah, seluruhnya nonreaktif," katanya.

(***)


Foto: Istimewa
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Plt. Gubernur Kepri H. Isdianto memerintahkan kepada seluruh Kepala Sekolah SMA Negeri dan SMK Negeri untuk menerima semua siswa yang masuk dalam zonasi. Dia juga memerintahkan Dinas Pendidikan Kepri untuk mengawal prosesnya dan mengajak DPRD Kepri solusi untuk mengatasi siswa yang belum diterima.

“Saya sengaja turun ke sekolah-sekokah meninjau langsung pelaksanaan penerimaan peserta didik baru. Saya ingin melihat langsung apa yang terjadi di lapangan. Karena saya banyak mendapatkan informasi tentang banyaknya masalah yang muncul akibat sistem zonasi ini. Sekaligus membuktikan kepedulian saya pada pendidikan,” ungkap Isdianto saat meninjau SMA Negeri 3 Batam Kota, SMA Negeri 1 Sekupang, dan SMA Negeri 5 Sagulung, Senin (13/7/2020), dikutip dari situs diskominfo kepri.

Saat tiba di sekolah -sekolah tersebut, H. Isdianto disambut oleh Kepala Sekolah, majelis Guru, para orang tua calon siswa yang belum diterim di sekolah negeri tujuan, dan peserta (MPLS) Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah .

Hadir mendampingi Plt Gubernur H.Isdianto, Asisten II Ekonomi & Pembangunan Kepri Syamsul Bahrum, Kepala Dinas Pariwisata Kepri Buralimar, Kepala Biro Hukum Heri Moekhrizal, Sekretaris Dinas Pendidikan Kepri Faturrahman, Wakil Ketua II DPRD Kepri Raden Hari Tjahyono, Anggota DPRD Kepri Irwansyah, Uba Inga Sigalingging, Suryani, Ketua TP. PKK Kepri Hj Meri Isdianto, Staf Khusus Gubernur H Saidul Khudri dan H Herizal Hood.

Dialog dua arah pun terjadi antara Isdianto dengan Para Kepala Sekolah dan para orangtua. Bahkan acara tersebut menjadi ajang curhat kepala sekolah dan para orangtua calon siswa.

Isdianto dalam dialog tersebut menegaskan sikapnya dengan menyatakan bahwa sebagai Plt. Gubernur, dirinya tidak mau ada anak-anak yang tidak sekolah.

Setiap sekolah yang dikunjungi persoalan yang muncul nyaris sama, yakni kekurangan ruang belajar. Dan persoalan tersebut muncul setiap tahun.

Isdianto memberikan solusi yang hampir sama pada setiap sekolah. Baik SMA Negeri 3 Batam Kota, SMA Negeri 1 Sekupang, dan SMA Negeri 5 Sagulung kepada Kepala Sekolah diminta untuk menerima semua siswa yang masuk zonasi tetapi masih dalam daftar tunggu. Solusi pertama yakni dengan mendirikan ruang belajar baru, secara bertahap.

Sementara untuk SMA Negeri 1, Isdianto mengajak para orangtua murid untuk ikhlas menerima kondisi sekolah yang terbatas lahan sehingga tidak dimungkinkan lagi dibangun ruang sekolah baru. Para orangtua dengan zonasi rumah yang jauh dari sekolah SMA Negeri 1, dimohon dengan arif bijaksana memilih sekolah yang paling terdekat. Permintaan tersebut sekaligus menjadi solusi kedua yang ditawarkan Isdianto.

Solusi ketiga, Isdianto berjanji akan memfasilitasi siswa yang tidak masuk juga ke sekolah pilihan pertama meski telah dibangun ruang kelas baru, ke sekolah lain.

Di hadapan para orangtua murid, Isdianto menyebutkan bahwa bidang pendidikan menjadi prioritas utama. Isdianto mengakui, sistem zonasi mempunyai beberapa kelemahan. Sebagai pemerintah daerah tidak bisa mengubah aturan pemerintah pusat. Tetapi bersama DPRD Kepri akan mencari berbagai solusi, jangka singkat dan jangka panjang.

Wakil Ketua II DPRD Kepri Raden Hari Cahyono juga mengungkapkan hal yang sama. Mengajak para orangtua yang mampu untuk lebih memilih sekolah swasta untuk anaknya dan memberikan kesempatan kepada siswa kurang mampu di sekolah negeri.

Ajakan senada juga disampaikan anggota DPRD Kepri H Irwansyah. Dia menganjurkan setiap sekolah memaksimalkan penerimaan siswa. Sebagai wakil rakyat dirinya siap mendukung anggaran untuk membangun ruang belajar baru.

Uba Inga Sigalingging malah mengusulkan agar untuk zonasi, nilai anak-anak yang rendah lebih diutamakan. Sehingga tidak terjadi rebutan sekolah karena dianggap favorit.

Suryani anggota DPRD Kepri mengajak para orangtua untuk mengubah imej tentang sekolah unggul atau favorit. Semua orangtua harus tahu bahwa semua sekolah adalah sama.

Terakhir, Isdianto juga meminta para guru harus serius melaksanakan materi pembelajaran meski dilakukan secara virtual.

(***)


Foto: Istimewa. 
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Plt Gubernur H Isdianto mengatakan bantuan sembako yang diberikan ini tidaklah akan bisa mencukupi kebutuhan selama pandemi covid–19. Meski begitu bantuan ini setidaknya sudah berperan dalam membantu dan meringankan beban masyarakat agar kehidupan tetap berjalan.

“Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, saya yakin kita akan mampu melewati masa pandemi covid–19 yang kita tidak tahu kapan ini akan berakhir. Bukan hanya Provinsi Kepri saja, Indonesia saja, bahkan dunia pun terdampak akan covid–19 ini,” kata Isdianto saat Penyerahan Bantuan Sembako Bagi Masyarakat Kecamatan Sagulung yang Terdampak Covid–19 di Ruko Buana Mas 2 Sagulung, Kota Batam, Ahad (12/7/2020).

Tampak hadir dalam pembagian itu Ketua TP PKK Kepri Hj Meri Isdianto, Asisten Ekonomi Pembangunan Kota Batam Febriali dan Tenaga Ahli Gubernur diantaranya Sahidul Qudri dan Herizal Hood. Hadir juga Kadis Perindag Burhanuddin, Kadis Pariwisata Buralimar, Plt Inspektur Irmendas, Karo Kesra Aiyub dan Kadis Kominfo Zulhendri.

Pembagian bantuan sembako bagi masyarakat yang terkena dampak covid–19 di Kecamatan Sagulung merupakan kecamatan terakhir karena kecamatan se kota Batam sudah dibagikan terlebih dahulu. Sebanyak 284.223 KK yang tersebar di seluruh Kecamatan Kota Batam yang terdampak covid–19 menerima bantuan sembako ini.

Untuk Kecamatan Sagulung sendiri, jumlah masyarakat yang terdampak covid–19 dan menerima paket sembako sebanyak 48.849 KK. Penerima paket sembako, hanya kepada masyarakat yang tidak menerima bantuan dari Pemerintah Pusat (Kementerian) seperti penerima PKH, penerima BLT, dan penerima BKMT

Adapun isi dari paket sembako tersebut diantaranya : Beras 10 kg, Gula 2 kg, Minyak 2 liter, Sirup 1 botol, Sarden 2 kaleng, Mie Instan 10 bungkus, Susu 1 kaleng, Bubuk Teh 1 kotak dan Bubuk Kopi 1 bungkus.

“Alhamdulillah Pemprov Kepri pada hari ini (hari terakhir) sudah menyalurkan bantuannya kepada seluruh masyarakat Kepri yang terkena dampak covid–19. Kota Batam merupakan tempat yang paling banyak mendapatkan bantuan pemerintah karena jumlah penduduk Kepri terbanyak berada di Kota Batam,” kata Isdianto.

Pemprov Kepri melalui Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid–19 kata Isdianto dibenarkan untuk merefocusing anggaran agar dialihkan untuk membantu masyarakat. Seperti dalam memberikan bantuan sembako ini.

Selain itu Pemprov Kepri juga membebaskan para orang tua siswa tingkat SMA/SMK selama 3 bulan kemarin dalam membayar uang SPP, bantuan santuan kepada pasien covid–19 yang meninggal dunia, tenaga kesehatan, alat kesehatan

Pada bulan Juli 2020 ini, kata Isdianto kembali Pemprov Kepri akan memberikan bantuan modal stimulus kepada pelaku usaha kecil seperti penjual gorengan, tukang bakso dan umkm kecil lainnya

“Mari kita untuk selalu bersyukur, seperti janji Allah kepada umatnya yang telah tertulis dalam Alquran: Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu ingkar (nikmat–Ku), maka pasti azab–Ku sangat pedih,” kata Isdianto.

Adik kandung almarhum H Muhammad Sani ini menyampaikan bahwa saat ini semua sudah memasuki tatanan kehidupan baru. Masyarakat harus hidup berdampingan bersama covid–19, untuk melawan covid–19 tersebut harus menerapkan protokol kesehatan seperti selalu menggunakan masker, rajin mencuci tangan, menjaga jarak dan menjaga kesehatan.

“Hal ini semua berkat kerja keras kita bersama dan tidak terlepas dari dukungan seluruh stake holder masyarakat bersama TNI–Polri,” kata Isdianto.

Sumber: Humas Kepri/Diskominfo Kepri


Foto: Istimewa. 
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Masjid Al Hikmah Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau terpaksa ditutup sementara setelah ditemukan seorang warga yang kerap salat di masjid tersebut,  tertular COVID-19.

Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Tanjungpinang Teguh Ahmad Syafari, di Tanjungpinang, Minggu, mengatakan, penutupan Masjid Al Hikmah dilakukan mulai hari ini hingga Rabu (15/7).

Penutupan sementara Masjid Al Hikmah untuk memutus mata rantai penularan COVID-19 setelah tenaga kesehatan melakukan penelusuran terhadap Hu, pasien COVID-19.

Namun belum dapat dipastikan apakah yang terkonfirmasi sebagai kasus nomor 29 itu tertular saat salat di masjid itu. Sebab, Hu juga melakukan aktivitas lainnya seperti di toko dan berolah raga di luar rumah, meski tidak rutin.

"Yang dilakukan untuk mengurangi risiko penularan," katanya, yang juga Sekda Tanjungpinang, dikutip dari situs Diskominfo Kepri, Senin (13/7-2020).

Dari temuan kasus baru COVID-19 itu, Teguh memastikan ada orang tanpa gejala (OTG) yang mengidap COVID-19, berkeliaran. Kemungkinan orang tersebut tidak menyadari dalam dirinya terdapat virus COVID-19.

Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Tanjungpinang sudah melakukan penelusuran terhadap orang-orang yang pernah melakukan kontak erat dengan Hu. Dari hasil penelusuran tersebut sebanyak 16 orang telah diperiksa dengan menggunakan rapid test dan PCR.

"Penelusuran masih terus dilakukan untuk memutus mata rantai penularan COVID-19," tuturnya.

Teguh mengatakan pihaknya bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Tanjungpinang tadi pagi melakukan sosialisasi protokol kesehatan di Pasar Baru Tanjungpinang.

"Kami berharap seluruh elemen masyarakat membiasakan diri melaksanakan protokol kesehatan saat beraktivitas," ucapnya.

(***)


Foto: Istimewa. 
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Kepala Rumah Sakit Pulau Galang Dr dr Kolonel Khairul Nasution SpBS mengapresiasi Pemprov Kepri yang telah sigap dalam percepatan penanganan pandemi Covid-19. RSKI Galang sangat terbantu dengan adanya perhatian dari pemda setempat.

Kolonel Khairul mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas perhatian Pemprov Kepri untuk RSKI Pulau Galang. Terlebih RSKI Galang baru saja dilengkapi PCR dan bilik swab mandiri. Pemerintah mendatangkan alat itu ke RSKI Galang atas usaha Pemprov Kepri.

Tak lupa juga ia menyebut peran Pelaksana Gubernur Kepri Isdianto yang sudah sigap dan cepat memperhatikan RSKI Galang. Apalagi sebelumnya, Isdianto rajin mengirimkan madu dan vitamin untuk pasien dan petugas kesehatan di RSKI yang ada di Pulau Galang agar tetap selalu fit dan sehat.

"Saya bersyukur sekali dan sekaligus mengucapkan terima kasih atas usaha yang telah dilakukan Pemprov Kepri. Sampaikan salam hormat saya kepada Pak Gubernur Kepri Isdianto. Saya salut dengan perhatian beliau ke RSKI Galang ini," ucap Kolonel Khairul.

RSKI Galang pada Juni mendapat 20 liter madu asli Natuna yang dikirim khusus Plt Gubernur Kepri Isdianto untuk petugas kesehatan di sana. Madu diserahkan oleh tim Bersatu Lawan Covid-19 Kepri Batam. RSKI Galang sempat kehabisan stok madu untuk pasien dan petugas kesehatan. RSKI Galang menyampaikan keterbatasan pasokan logistik itu saat kunjungan Tim Bersatu Lawan Covid-19 Kepri Batam ke Galang.

Asupan madu sendiri digunakan untuk pasien sebagai bagian dari penyembuhan dan menjaga daya tahan tubuh. RSKI Galang memuji perhatian Plt Gubernur Kepri Isdianto yang mendengar kebutuhan rumah sakit itu termasuk mengupayakan PCR dan bilik swab. Dengan alat itu, RSKI Galang mengalami kemajuan besar karena mempercepat proses laboratorium sehingga membantu penanganan pandemi. Menurut Kolonel Khairul, dengan bilik ini hasil swab hanya butuh waktu 6 jam untuk mengetahui seseorang terpapar virus Covid-19 atau tidak.

Bilik swab mandiri tersebut juga bisa melayani puluhan bahkan ratusan pasien. Sekali proses bisa 32 sampel diselesaikan dalam labor. Dalam keterangannya, Kolonel Khairul menyebutkan, satu-satunya rumah sakit yang memiliki Polymerase Chain Reaction (PCR) atau bilik swab mandiri saat ini di Provinsi Kepri hanya RSKI Pulau Galang.

"Selaian sangat aman dalam pengamban sampel dahak tenggorokan hidung pasien, juga mempersingkat hasil test swab," ujarnya.

Sumber: Diskominfo Kepri


Foto: Istimewa. 
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Provinsi Kepri TS Arif Fadillah mengaku lega RSKI Galang akhirnya dilengkapi dengan PCR dan bilik swab. Alat tes itu akan mempercepat proses laboratorium sehingga membantu Kepri dalam penanganan pandemi.

Arif mengucapkan terima kasih tak terhingga kepada Pemerintah Pusat melalui Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letnan Jenderal TNI Doni Monardo. Doni yang juga Kepala Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 telah memenuhi permintaan Pemprov Kepri untuk memberikan satu bilik swab mandiri berupa alat Walking Through Booth.

Arif menyampaikan apresiasi itu setelah mendengar informasi dari Kepala RSKI Pulau Galang, DR dr Kolonel Khairul Ikhsan Nasution SpBS, bahwa bilik swab mandiri tersebut sudah sampai di RSKI (Rumah Sakit Khusus Infeksi) dan bahkan telah terpasang dengan baik.

"Saya lega sekali dan sekaligus mengucapkan terima kasih kepada Kepala BNPB, Pak Doni yang telah mengabulkan permohonan Kepri atas permintaan bilik swab mandiri ini. Kita berharap bilik swab mandiri ini bisa membantu Pemprov Kepri dalam Percepatan dan Penanganan Covid-19," tutur Arif, Sabtu (11/7).

Arif menuturkan permintaan bilik swab mandiri tersebut disampaikan ketika video conference antara Gugus Tugas Covid-19 Kepri yang dihadiri Arif Fadillah selaku Ketua Harian Gugus Tugas dengan Menteri Koordinator PMK ( Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia) Muhadjir Effendy.

Saat itu Arif ditanya apa yang dibutuhkan Kepri dalam rangka mengoptimalkan RSKI Galang. Kemudian Arif menjawab bahwa perlu alat PCR agar proses laboratorium bisa cepat untuk wilayah Kepri sehingga tidak perlu lagi dikirim sampel ke Jakarta.

"Begitu saya minta PCR, Pak Doni langsung bilang siap dan segera kirim. Bahkan Panglima TNI bilang siap dan menyiapkan Hercules untuk membawa alat swab mandiri untuk PCR tersebut ke RSKI Batam. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih atas kerja sama yang baik ini,"ujar Arif.

Menurut Arif, dengan telah dimilikinya alat PCR ini, hasilnya dapat diketahui dengan cepat dalam hitungan jam tanpa harus menunggu berhari-hari lagi.

Kepala RSKI Covid-19 Galang, Kolonel Khairul Ikhsan Nasution, Jumat (10/7/2020) menyatakan hingga kini, baru rumah sakitnya yang memiliki kelengkapan alat itu secara mandiri di Kepri. Menurut dia, bilik swab meningkatkan keamanan petugas saat mengambil sampel cairan tenggorokan, karena tidak langsung berhadapan dengan pasien. Selain itu, rangkaian alat itu juga mempersingkat waktu tes swab PCR.

"Hasil swab RSKI Galang dengan menggunakan bilik swab mandiri ini hanya butuh waktu 6 jam. Begitu pasien dites pagi, sore kita sudah dapat hasilnya, positif COVID-19 atau tidak," kata dia. Ia menjelaskan, dengan alat itu, maka pasien hanya perlu berdiri di depan bilik. Kemudian, petugas menuntun proses pengambilan sampel dari dalam bilik.

Setelah selesai, pasien menyerahkan sampel ke petugas, lalu dilanjutkan dengan proses laboratorium. Enam jam kemudian hasil tes swab sudah bisa diketahui. "Kami siap menerima pasien dalam jumlah besar setelah bilik swab mandiri ini dioperasikan. Saat ini kami sedang menunggu petugas-petugas labor yang saat ini tengah dipersiapkan," kata dia.

Sumber: Diskominfo Kepri


Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Tanjungpinang Rustam (Foto: Istimewa). 
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau bertambah satu orang sehingga total menjadi 29 orang.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Tanjungpinang Rustam, di Tanjungpinang, Sabtu (11/7-2020) mengatakan, pasien baru yang terinfeksi COVID-19 itu berinisial Hu (38).

Pasien tinggal di Jalan Teratai Kelurahan Tanjungpinang Kota, Kecamatan Tanjungpinang Kota.

"Hu pada 10 Juli 2020 melakukan pemeriksaan rapid test antibodi di RSAL Tanjungpimang untuk melakukan perjalanan ke Jakarta dalam rangka mengontrol penyakit setelah dioperasi beberapa bulan yang lalu di salah satu RS di Jakarta. Dan hasil Rapid Tes dinyatakan reaktif," katanya, dikutip dari situs Diskominfo Kepri, Senin (13/7-2020).

Sesuai dengan protokol kesehatan, seluruh pasien reaktif langsung dikarantina di Rumah Singgah Kepri, dan dilakukan swab pada 11 Juli 2020. Hasil PCR keluar siang hari dan dinyatakan positif COVID-19.

Berdasarkan hasil penelusuran tenaga kesehatan terhadap riwayat aktivitas pasien yang terkonfirmasi sebagai kasus ke-29 itu, pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke luar negeri atau pun ke luar kota dalam empat bulan terakhir.

Kegiatan rutin sehari-hari lari pagi sendirian tiga kali seminggu, dan terkadang bersepeda.

Di toko pun hanya karyawan yang melayani pembeli. Pasien juga rutin shalat lima waktu ke Masjid AH Tanjungpinang. Informasi yang bersangkutan, satu minggu terakhir sholat berjamaah tidak berjarak 1 meter dan sebagian tidak pakai masker

"Petugas telah melaksanakan penelusuran kepada orang-orang yang kontak erat dengan pasien, baik di rumah, di toko, di masjid maupun tempat lainnya dan dilanjutkan dengan pemeriksaan swab atau rapid test," ujarnya, yang juga Kepala Dinas Kesehatan Tanjungpinang.

Saat ini, kata dia kondisi pasien stabil, tanpa gejala dan dikarantina di Rumah Singgah RSUP Kepri.

"Kami mengimbau kepada masyarakat agar senantiasa menerapkan protokol kesehatan dalam era normal baru ditingkatkan," katanya.

(***)


Filemon Tambunan.
Menyusul penambahan dua warga Tanjung Pinang terinfeksi positif Corona Virus Disease 2019 (COVID 19), memunculkan pertanyaan dibenak masyarakat apakah tingkat penyebaran virus Covid-19 ini masih relatif tinggi di Tanjungpinang? Warga Tanjungpinang yg terinfeksi positi Covid-19 baru-baru ini berasal dari wilayah Kecamatan Tanjungpinang Timur dan Tanjungpinang Kota.

Setelah hampir 2 bulan terakhir Tanjungpinang tidak punya kasus warga yang positif Covid-19, namun akhirnya dalam 1 minggu terakhir kemarin bertambah lagi 2 warga yang positif. Tanjungpinang sendiri berdasarkan pemantauan Gugus Tugas Covid-19 Kepri masih berada di zona oranye, artinya tingkat resiko Covid-19 masih cukup tinggi.

Tidak heran bila memang dikatakan Kota Tanjungpinang akan resiko penyebaran Covid-19 masih cukup tinggi. Melihat dari beberapa titik pusat keramaian yang memang hampir setiap harinya ramai oleh masyarakat Tanjungpinang tanpa mengikuti aturan sesuai dengan protokol kesehatan lagi. Beberapa titik pusat keramaian itu bisa kita lihat didaerah tempat berjual makanan di Tepi laut, Jembatan Dompak, Bintan Center dan lain sebagainya.

Tempat yang ramai tersebut menyebabkan penerapan Physical Distancing yang tidak lagi dilakukan. Ketersediaan tempat mencuci tangan belum sepenuhnya tersedia di tempat fasilitas umum dan kedai kopi yang ada di Tanjungpinang. Selain itu Spanduk, brosur, himbauan dan ajakan lainnya yang bertujuan untuk mengingatkan masyarakat tentang hal-hal yang harus dilakukan selama fase new normal untuk pencegahan penyebaran Covid-19 jarang atau tidak terlihat sama sekali disekitaran lokasi keramaian.

Pemberlakuan New Normal per 15 Juni kemarin di Tanjungpinang berarti memperbolehkan masyarakat untuk kembali beraktivitas namun tetap mengikuti aturan protokol kesehatan. Akan tetapi, belum masyarakat juga disiplin untuk mengikuti aturan protokol kesehatan di fase new normal. Tim Gugus Tugas Covid-19 seharusnya terus melakukan sosialisasi-sosialisasi ke masyarakat tentang pentingnya mengikuti aturan-aturan yang berlaku pada saat masa new normal ini berlaku.

Tempat-tempat rawan seperti pasar, mall, rumah makan, taman area bermain dan fasilitas umum lainnya harus menjadi titik fokus dari Tim Gugus Tugas Covid-19 dalam mengawasi sekaligus mensosialisasikan aturan yang harus dipatuhi masyarakat dalam fase new normal ini. Pembuatan kampanye-kampanye baik melalui media elektronik dan cetak tentang Pencegahan penyeberan Covid-19 ini harus terus digencarkan oleh tim Gugus Tugas Covid-19 Tanjungpinang.

Selain itu, Tim Gugus Tugas bersama Pemerintah Kota Tanjungpinang untuk terus melakukan dan memperbanyak Rapid Test ke masyarakat demi meminimalisir dan mempersempit area penyebaran Covid-19 ini. Harapannya, dengan melakukan hal-hal demikian, penyebaran Covid-19 di Tanjungpinang dapat ditekan dan dipersempit ruang gerak penyebarannya.


Filemon Tambunan


RSUP Kepulauan Riau.
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Seorang anak berusia sembilan tahun di Kabupaten Bintan, dinyatakan sembuh dari COVID-19 setelah dikarantina di Rumah Sakit Raja Ahmad Thabib (RSUP Kepulauan Riau) sekitar tiga pekan.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Bintan, Gama AF Isnaeni, Kamis (10/7), mengatakan, pasien itu dinyatakan sembuh setelah pemeriksaan swab dengan metode "Polymerase Chain Reaction" (PCR) dinyatakan negatif dua kali berturut-berturut.

"Alhamdulillah, anak ini dapat berkumpul kembali bersama keluarganya di Tanjunguban," kata Gama.

Anak yang masih duduk di bangku SD itu tertular dari EL, ayahnya yang bekerja di Pertamina Tanjunguban, Bintan. Begitu pula ibu dari anak ini tertular COVID-19 dari EL.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Bintan berhasil mendeteksi ketiga pasien COVID-19 sekitar 20 Juni 2020.

"Bermula dari EL, kemudian kami lakukan penelusuran dan penanganan sesuai protokol kesehatan. Hasilnya, istri dan satu dari tiga anak EL tertular COVID-19," ujarnya.

Ketiga pasien COVID-19 ini tidak memiliki gejala. Mereka dikarantina di Rumah Singgah RSUP Kepri.

EL dan istrinya sejak pekan lalu dinyatakan sembuh. Sementara anaknya baru dinyatakan sembuh hari ini.

"Dengan sembuhnya anak ini, maka di Bintan tidak ada lagi pasien COVID-19," tuturnya.

Sejak Maret hingga saat ini total pasien COVID-19 di Bintan sebanyak delapan orang, tujuh di antaranya sembuh dan satu orang lainnya meninggal dunia.

Sumber: Diskominfo Kepri


Sekda Kepri, H TS Arif Fadillah
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Pemerintah Provinsi Kepri memastikan bahwa pelaksanaan Musabaqoh Tilawatil Qur'an MTQ Tingkat Provinsi Kepri pada September mendatang tetap memperhatikan protokol kesehatan Covid-19.

Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Kepri H TS Arif Fadillah di Tanjungpinang, Kamis (9/7).

"Untuk pelaksanaan MTQ Tingkat Provinsi Kepri tahun 2020 akan kita laksanakan pada 19-24 September mendatang," ungkap Arif, dikutip dari situs Diskominfo Kepri.

Yang mana, dalam pelaksanaan MTQ Kepri tersebut dilaksanakan menyesuaikan pelaksanaan MTQ tingkat Nasional yang ditetapkan Kementerian Agama Republik Indonesia yakni November mendatang.

"Dan dalam pelaksanaan kegiatan MTQ Kepri tersebut dengan pemberlakuan beberapa protokol kesehatan guna mencegah penyebaran Covid-19," jelas Arif.

Seperti menggunakan masker atau faceshield , menyediakan handsanitizer dan tempat cuci tangan dan mengatur jarak aman.

Disampaikan Arif, secara teknis pelaksanaan MTQ Kepri ini masih menunggu aturan dan protokol kesehatan dari Kementerian Agama Republik Indonesia.

"Pelaksanaan MTQ tahun ini tentunya akan sangat berbeda karena adanya pandemi virus corona, dimana kita dilarang untuk melakukan kegiatan mengumpulkan orang banyak," ungkap Arif.

Untuk itu,lanjut Arif sambil menunggu teknis pelaksaan dari Kemenag RI, untuk sementara kita juga akan berkoordonasi dengan Gugus Tugas Covid-19 daerah untuk meminta masukan sehingga pada pelaksanaanya akan aman dan bebas dari penyebaran covid-19.

"Ya, kita harapkan meskipun disituasi saat ini , semua pihak ikut mensukseskan MTQ tingkat provinsi Kepri,"jelas Arif.

(***)


Foto: Ilustrasi. 
TANJUNGPINANG KEPRIAKTAUAL.COM: Pemerintah Provinsi Kepri mengatakan bahwa saat ini pemerintah Provinsi Kepri telah menerapkan sistem aplikasi daftar hadir berbasis online melalui smartphone bagi pegawai di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepri selama pandemi Covid-19 saat ini.

Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Kepri H TS Arif Fadillah di Tanjungpinang, Kamis (9/7), dikutip dari situs Diskominfo Kepri.

Dikatakan Arif, selama penerapan New Normal saat ini, Pemerintah Provinsi Kepri  mengubah pelaksanaan sistem absen online dengan finger print dengan absensi melalui handphone dan smartphonenya masing-masing.

"Sehingga dengan begitu,dapat menghindari kerumunan saat absen dan bersentuhan langsung dengan alat seperti finger print tersebut," ungkap Arif.

Menurut Arif, penerapan sistem daftar hadir melalui handphone nya masing-masing guna mempermudah seluruh pegawai untuk mengakses daftar hadir tersebut.

"Kami juga mengharapkan agar seluruh Pemerintah di kabupaten kota se Provinsi Kepri juga menerapkan sistem absensi melalui handphone ataupun smartphone untuk menghindari penyebaran Covid-19 ini," jelas Arif.

Arif mengatakan bahwa saat ini pihaknya tak hanya menerapkan absensi online melalui smartphone ini,namun berbagai sistem pemerintahan dengan menggunakan sistem online.

"Hal ini dilakukan guna menjadi langkah awal pemerintah Provinsi Kepri menjadi Smart City," jelas Arif kembali.

(***)


Foto Para Tersangka Judi Online. 
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Judi online beromset ratusan juta rupiah berhasil di ungkap Satuan Reskrim Polresta Barelang, Kamis (9/7/20) siang kemarin. Penggrebekan judi online melalui aplikasi joker Gaming (http://www.joker2999.net) itu di pimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Andri Kurniawan, S.I.K., M.H, pukul 14.30 wib.

"Sat Reksrim Polresta Barelang telah mengamankan 2 orang sebagai pelaku dugaan tindak pidana, Perjudian dengan inisial DR (38 tahun) dan EL (37 tahun) di perum Horiza Garden blok A no 16 Kec. Batam Kota, Batam," Ungkap Kasubag Humas Polresta Barelang Akp Betty Novia , jumat (10/7/20) siang.

Dasar penangkapan sambung Betty, berdasarkan LP-A/76/VII/2020/Kepri/Resta Barelang 9 juli 2020.

"Mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa adanya perjudian jenis judi online melalui aplikasi, yang mana pemegang aplikasi atau operator berada di perum Horiza Garden anggota Unit 1 Judisusila melakukan undercover sebagai pemain, dengan cara bermain melalui handphone di aplikasi," Terang Betty Novia.

Adapun modus permainan Judi online berbasis aplikasi joker gaming itu, pemain terlebih dulu meminta membuatkan user name dan PASSWORD ke nomor whatssapp 0852XXXX.

"Setelah registrasi pemain mentransfer uang ke rekening BCA atas nama DR/ tersangka. Kemudian pemain mengkonfirmasi bukti transfer ke nomor whatssapp tersebut, " Jelas Betty.

Setelah terdaftar, pemain otomatis mendapatkan poin yang diberikan oleh operator. Poin tersebut dapat digunakan untuk berbagai macam permainan yang berada di aplikasi joker gaming itu. Jika pemain menang poin lalu ditukar dengan uang dan dibayarkan oleh operator melalui transfer Mobile Bangking.

Saat ini, Saksi dan Barang Bukti Sunday berada di Polresta Barelang untuk pemeriksaan lebih lanjut, Barang bukti yang disita 1 buah buku tabungan BCA milik tersangka DR, 1 buah kartu debit bank BCA, 1 buah handphone Samsung, 1 Buah handphone Oppo A92, Screen Shot percakapan WA antara operator dan pemain, bukti transaksi pengiriman uang antara operator dan pemain. Pasal yang di sangkakan pasal 303 KUH Pidana.

Menyikapi hal tersebut Kapolresta Barelang KOMBESPOL Purwadi W. Anggoro, S.I.K., M.H. melalui Kasat Reskrim membenarkan adanya penangkapan oleh unit Reskrim yang untuk sekarang masih di lakukan pengembangan.


(Den)


Konfrence Pers Pengungkapan Penyeludup Narkoba Oleh Danlantamal IV Tanjungpinang. 
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Tim Fleet One Quick Response (F1QR) Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Batam berhasil menggagalkan penyelundupan Narkotika jenis sabu-sabu seberat 0,5 Kg atau sekitar 500 gram di Perairan Pulau Colek Sagulung Batam Kepri  pada hari Rabu tanggal  08 Juli  2020.

Hal tersebut disampaikan Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) IV Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI Indarto Budiarto, S.E., M.Han.,  saat memberikan Keterangan Pers dihadapan awak media yang berlangsung di Lobby Markas Komando (Mako) Lanal Batam, Kamis (09/7/2020).

Kronologisbya, kata Danlantamal IV, keberhasilan operasi ini berkat informasi dilapangan yang diperoleh Tim, setelah mempelajari informasi tersebut, selanjutnya Tim bergerak menuju sasaran dengan sarana speed boat dan segera melakukan penyekatan dengan membagi sektor, dimana diindikasikan sebagai jalur penyelundupan Narkoba.

Kemudian, setelah tiba di Perairan tersebut Tim F1QR Lanal Batam melihat satu buah buat speed boat diperkirakan berisi 2 orang, melakukan gerakan mencurigakan sedang beraktifitas. Kemudian Tim berusaha mendekat dan hendak melaksanakan pemeriksaan terhadap kapal tersebut.

“Kehadiran petugas menimbulkan kecurigaan dari para pelaku, sehingga mereka berusaha kabur untuk menghindari petugas.  Pelaku kemudian mengkandaskan speed boatnya di hutan bakau di Pulau Colek Sagulung tepatnya pada posisi koordinat 01° 00’ 14.21399” E - 103° 57’ 18.19885” N, lalu kedua orang pelaku melarikan diri menggalkan speed botanya," jelasnya.

“Tim berusaha mengejar para pelaku, satu orang tertangkap di area hutan bakau dan satu orang pelaku lainya dapat berhasil meloloskan diri. Dari tangan palaku didapat satu bungkus plastik warna biru, yang diduga Narkotika jenis sabu-sabu," ungkap Danlantamal IV Tanjungpinang, Laksamana Pertama TNI Indarto Budiarto, kembali.

Ditambahkan Danlantamal IV, kepada petugas pelaku mengaku Narkoba jenis sabu tersebut dibawa dari Malaysia ke Batam melalui Pulau Colek Sagulung dengan upah Rp. 10 juta. Pelaku adalah mantan residivis kasus Narkotika jenis sabu B, baru saja keluar dari Lapas Tanjungpinang satu bulan lalu, setelah mendekam selama 8,2 Tahun.

“Terhadap pelaku diancam pidana  mati atau pidana hukuman 20 tahun penjara serta denda sebesar Rp. 10 Milyar, hal tersebut sesuai dengan Pasal 113 UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika," pungkasnya.

Pelaku inisilal  BN alias Wak Ben berikut barang bukti dibawa ke Lanal Batam untuk pemeriksaan lebih lanjut dan nantinya  akan diserahkan ke BNNP Provinsi Kepri

Hadir dalam kegiatan tersebut Danguskamla Koarmada I Laksamana Pertama Yayan Sofyan Sofyan, S.T., Danlanal Batam diwakili Palaksa Lanal Batam, Kepala BNN Provinsi Kepri diwakili dan Kepala BNN Kota.


Redaksi/Dispen Lantamal IV Tanjungpinang.


Ditreskrimsus Polda Kepri Dalam Konfrenci Persnya Menunjukkan HP Black Market Yang Diamankan. 
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: 2.389 Unit Handphone Black Market berbagai merek asal China berhasil diamankan Ditreskrimsus Polda Kepri, di seputaran Ruko Taman Nagoya Indah, Lubuk Baja Kota Batam, Kamis (2/7) lalu.

Keberhasilan Kasubdit I Dit Reskrimsus ini bermula dari LP-A/91/VII/2020/Spkt-Kepri pada Tanggal 4 Januari 2020 lalu, ungkap Kasubbid Penmas Bidhumas Polda kepri AKBP Priyo Prayitno lewat Konferensi Pers di Mapolda Kepri, Jumat (10/7).

Ribuan HP yang disita dari pelaku berinisial "A" tersebut diduga tidak memiliki sertifikasi dari Kemenkominfo.

"Kronologis nya berawal dari informasi yang diberikan oleh masyarakat terkait adanya dugaan tempat penyimpanan handphone yang diduga tidak memiliki sertifikasi, mendapatkan Informasi tersebut Tim Subdit Indag Ditreskrimsus Polda Kepri langsung bergerak menuju tempat yang dimaksud," Ungkap Priyo Prayitno.

Saat dilakukan pengecekkan sambung Priyo, bahwa benar dilokasi tersebut didapatkan sebanyak 2.389 Unit Handphone berbagai merek diantaranya Nokia, Samsung dan Lenovo.

"Dari hasil pemeriksaan, pemilik HP itu tidak dapat menunjukkan sertifikasi dari kemenkominfo terhadap jenis dan merek handphone tersebut." Tutur Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Kepri itu.

Handphone berbagai merek tersebut diperoleh dari Negara Cina yang dibawa oleh jasa pengiriman BZ dan H, setelah tiba barang tersebut disimpan di gudang yang ada di Ruko Taman Nagoya Indah.

"Dari hasil keterangan pemeriksaan handphone, tersebut di distribusikan ke 18 Counter Handphone yang tersebar di beberapa pusat perbelanjaan elektronik di Kota Batam, diantaranya di kawasan Lucky Plaza, Nagoya Hill, Top 100 dan di Aviari." Jelas Wadir Reskrimsus Polda Kepri AKBP Nugroho Agus Setiawan, S.Ik., M.H.

Dari perdagangan Handphone Black Market ini sambung Nugroho Agus, Negara berpotensi mengalami kerugian sebesar Rp. 600.000.000,-. Modus yang dilakukan oleh pelaku adalah memperdagangkan handphone dengan tidak memiliki sertifikasi yang diperoleh dari Cina (Black Market) dengan motif untuk memperoleh keuntungan.

"Atas tindakan ini pelaku diancam dengan Pasal 52 Jo Pasal 32 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 36 Tahun 1999 Tentang Telekomunikasi. Dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 1 tahun dan atau denda paling banyak Rp 100.000.000,-." Jelas Wadir Reskrimsus.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wadir Reskrimsus Polda Kepri  didampingi oleh Kasubbid Penmas Bidhumas Polda kepri AKBP Priyo Prayitno dan Kasubdit I Dit Reskrimsus Polda Kepri AKBP Tidar Wulung Dahono, SH, Sik, MH.

Proses penyidikan dan penyelidikan akan terus dikembangkan oleh Dit Reskrimsus, serta dalam hal ini kemungkinan akan ada dugaan tindak pidana lainnya baik itu diperdagangan atau di kepabeanan nya.

"Nanti kita akan lakukan kordinasi dengan Bea Cukai. Langkah kita kedepannya akan melakukan koordinasi dengan instansi terkait yakni Kominfo dan kita akan mintakan juga keterangan dari para Ahli perihal spesifikasi dari teknis dan sertifikasi dari barang-barang itu sendiri." tutup Kasubdit I Dit Reskrimsus Polda Kepri AKBP Tidar Wulung Dahono, SH, Sik, MH.

(Den)


Anggota Komisi I DPRD Batam, Utusan Sarumaha Sambangi Ratusan Driver Gojek Dihalaman Kator DPRD Batam. 
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Ratusan Driver Gojek di Batam menggelar aksi unjuk rasa di halaman DPRD Kota Batam, Kamis (9/7/2020) siang. Kedatangan mereka ke gedung wakil rakyat tersebut terbilang disengaja, guna memprotes kebijakan dari manajemen yang dinilai sangat merugikan. Diantaranya Program Berkat.

“Program Berkat ini, sangat merugikan kami para mitra driver Gojek. Kedatangan kami untuk meminta bantuan kepada wakil rakyat kami untuk bisa memperjuangkan ini. Karena ini semua sangat menyengsarakan kami,” ujar salah satu Driver Gojek Batam.

Didepan perwakilan DPRD Kota Batam, Anggota Komisi 1 DPRD Kota Batam Utusan Sarumaha. Perwakilan mitra driver Gojek ini pun membacakan poin-poin tuntutan mereka.

“Kami menuntut dihilangkannya Program Berkat dari Kota Batam dan mengembalikannya kepada skema intensif awal. Kemudian, kami juga meminta adaya evaluasi Akun Joki Tanpa Syarat,” tegas mereka.

Yang ketiga, tambahnya, pihaknya meminta agar evaluasi tarif yang berlaku saat ini dan diturunkan potongan 20 persen.

“Selanjutnya, setiap adanya perubahan sistem harus melibatkan mitra dan menghapuskan biaya penggunaan aplikasi bagi Customer,” teriaknya.

Mereka pun mengancam akan mematikan aplikasi secara massal selama beberapa hari ke depan, jika keputusan tidak menyentuh apresiasi mereka.

Menanggapi aspirasi Mitra Gojek di Batam, Utusan Sarumaha pun mengaku akan membantu memperjuangan aspirasi mereka dan tetap berpihak kepada masyarakat Batam.

“Kami telah menerima aspirasi yang disampaikan ini. Dan selanjutnya, Kami di DPRD Kota Batam tidak akan diam dan apa yang menjadi aspirasi ini akan kami perjuangkan dan tindaklanjuti. Nanti kita akan memanggil perwakilan pimpinan di Gojek Batam, perwakilan mitra driver, hingga institusi terkait untuk kita lakukan pembahasan bersama,” jelasnya.


Red


Foto: Istimewa. 
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Pimpinan Karantina Pertanian Tanjungpinang melakukan supervisi sistem biosekuriti PT. ITS di Pulau Bulan yang bergerak dibidang agrobisnis peternakan babi.

Menurut Raden, PT. ITS telah menerapkan sistem yang komprehensif, namun aspek evaluasi dan monitoring compliance terhadap pemenuhan biosekuriti harus segera dibangun.

"PT. ITS harus mewaspadai pengiriman pakan, peralatan maupun vehicles yang berasal dari negara terinfeksi H1N1 G4. Disiplin penerapan sistem biosekuriti menjadi kunci keberhasilan untuk mencegah H1N1 G4, ASF, maupun penyakit babi lainnya", ujarnya, Selasa (7/7-2020).

Karantina Pertanian sangat peduli dengan kesehatan dan keamanan komoditas pertanian, keberlangsungan peternakan dalam jangka panjang harus terjaga. Bersama kita cegah masuk dan tersebarnya HPHK/OPTK dengan selalu melaporkan setiap lalulintas komoditas pertanian.

Redaksi/Diskominfo Kepri


Kantor KPU Kepri di Jalan Basuki Rahmat Tanjungpinang.
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Komisi Pemilihan Umum KPU Provinsi Kepri mengatakan akan segera melakukan pemutakhiran data pemilih tetap pada pemilihan umum serentak 9 Desember mendatang.

Hal ini disampaikan Komisioner KPU Kepri Arison di Tanjungpinang, Rabu (8/7).

"Tanggal 15 Juli mendatang ,petugas pemutakhiran data pemilih akan mulai melaksanakan tugasnya," ujar Arison

Dikatakan Arison, hingga saat ini tahapan demi tahapan telahpun dilakukan KPU Kepri untuk mempersiapkan pemilihan kepala daerah serentak 9 Desember mendatang.

"Meskipun setelah sempat di tunda proses tahapan akibat pandemi covid 19, tahapan mulai dilanjutkan pada mulai juni lalu," ungkap Arison

Dan lanjut Arison, saat ini pihaknya sedang melakukan persiapan dalam pembentukan petugas tahapan data pemilih.

"Dimana nantinya petugas yang akan melaksanakan tugasnya mulai 15 juli ini hingga agustus nanti dapat melakukan tugasnya dengan benar dan sesuai fakta dan data," jelas Arison.

Lebih lanjut Arison mengatakan nantinya jumlah petugas pemuktahiran data pemilih ini sebanyak 4093 orang se Provinsi Kepri.

"Sebelum melaksnakan tugasnya nanti para petugas ini akan mengikuti bimtek selama 3 hari di kabupaten kota masing masing," ungkap Arison lagi.

Sumber: Diskominfo Kepri


Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.