Rapid tes Pejabat Eselon I dan II Pemprov Kepri. (Fhoto: Istimewa).
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid19 Kepri H Isdianto mengatakan hasil rapid tes pejabat eselon I dan II non reaktif. Meski non reaktif, semua pegawai di lingkungan Pemprov Kepri untuk terus menjalankan imbauan pemerintah dan protokol kesehatan untuk memutus mata rantai sebaran covid19.

“Alhamdulillah semua hasilnya non reaktif semua. Semoga kita dan seluruh masyarakat Kepri selalu terlindungi dari paparan sebaran virus ini,” kata Isdianto di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Selasa (21/4) siang, dikutip dari situs Diskominfo Kepri.

Senin kemarin, Sekdaprov Kepri H TS Arif Fadillah dan seluruh pejabat eselon 2  melakukan rapid tes di Aula Wan Seri Beni Dompak. Hasil itu dilaporkan kepada Isdianto Selasa siang dan hasilnya non reaktif.

Baca Juga:

Kemenag Kepri dan BAZNAS Salurkan Dana Zakat Rp 1, 2 Miliar


Pada kesempatan itu, Isdianto pun mendapat laporan perkembangan sebaran covid19 di Kepri. Saat ini, sudah ada penyebaran ke generasi kedua dan ketiga. Bahwa transmisi lokal sudah semakin nyata sebarannya.

“Semua harus berperan aktif untuk menghentikan sebaran wabah ini di Kepri. Kalau semua menjalankan disiplin seperti imbauan pemerintah, makin cepat kita memutus mata rantainya,” kata Isdianto.

Saat ini, dalam laporan yang diterima Plt Gubernur Kepri ini, ada lima cluster besar sebaran pandemi covid19. Dari cluster kantor Pemberdayaan Perempuan Kota Batam, ada 15 yang positif. Kemudian di cluster Charitas Batam, empat yang positif.

Ada juga cluster Petaling Tanjungpinang yang empat orang yang positif. Di Tanjungpinang ada juga cluster Sidomulyo dengan jumlah positif tiga orang. Dan ada juga cluster Harapan Indah dengan pasien terkonfirmasi positif sebanyak empat orang.

Menurut Isdianto, peningkatan sebaran suatu wilayah meluas pada transmisi lokal. Dengan kenyataan ini, Isdianto kembali mengingatkan masyarakat untuk bersama melawan dan memutuskan mata rantai sebaran covid19.

“Selalu pakai masker saat keluar rumah. Tapi lebih baik tetap berada di rumah. Karena akan menghindari kerumunan dan aktivitas lainnya,” kata Isdianto.

(***)


Penyerahan Bantuan (Fhoto: Istimewa)
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau dan Baznas Kepulauan Riau menyalurkan bantuan Rp. 1,2 miliar melalui dana zakat yang terhimpun pada Baznas Kepulauan Riau.

Penyerahan bantuan kepada mustahik secara simbolik diserahkan Kepala Kanwil Kemenag Kepri Dr. Drs. H. Mukhlisuddin, SH,.MA di halaman Kanwil Kemenag Kepri, Selasa (21/4).

Hadir dalam penyerahan secara terbatas antara lain dua orang mustahik penerima bantuan, Kabag Tata Usaha H. Abu Sufyan, Kepala Bidang Bimas Islam H. Edi Batara, Wakil Ketua Baznas Kepri H. Mastur Taher dan empat orang Kasi di lingkungan Bidang Bimas Islam.

Dalam sambutannya Kabid Bimas Islam Kanwil Kemenag Kepri H. Edi Batara menyebutkan pemberian bantuan dalam bentuk penyaluran dana zakat tersebut dimaksudkan untuk membantu meringankan beban warga terdampak wabah Covid-19.

Baca Juga:

Arif Fadillah: Kepri Terima Sejuta Masker Dari Temasek Foundation


“Pemberian bantuan dalam bentuk sembako dengan total Rp. 1.200.835.410 untuk mustahik yang berhak menerimanya,” kata Kabid Bimas Islam dikutip dari situs Diskominfo Kepri.

Edi mengatakan pihaknya telahpun melakukan musyawarah online yang menyepakati bahwa bantuan yang sama juga akan diberikan melalui Baznas Kabupaten/Kota se Kepulauan Riau dengan total bantuan lebih dari Rp. 2 miliar.

Sementara itu Wakil Ketua Baznas Kepulauan Riau H. Mastur Taher mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian kecil yang bisa dilakukan dalam berbagi duka atas wabah Covid-19.

“Sebagai khalifah dimuka bumi kewajiban kita untuk saling berbagi dan tolong menolong. Baznas sudah membagikan masker gratis dan himbauan untuk senantiasa menjaga kebersihan dan kesehatan,” ujar Mastur Taher.

Sementara itu Kepala Kanwil Kemenag Kepri Dr. Drs. H. Mukhlisuddin, SH,.MA dalam arahannya mengatakan betapa bencana ini menyadarkan kita bahwa tidak ada kuasa selain kekuasaan Allah SWT.

“Mari kita senantiasa berdoa dan bermohon kepada Allah semoga segera dicabut wabah ini dari muka bumi. Program ini kami pandang perlu dan sangat penting karena pasti masyarakat yang berhak menerima zakat sangat membutuhkan,” ucap Kakanwil.

Kakanwil lebih lanjut mengatakan paket logistik keluarga berisi sembako. Dan program tersebut merupakan program penanganan pandemi covid 19 dan peduli dhuafa sambut Ramadan 1441 H.

“Kondisi di Kepri cukup mengkhawatirkan karena Kepri berada di peringkat lima provinsi pasien yang tertular. Kita berdoa agar Covid-19 segera diangkat. Saya minta khatamkan Alquran, Mari semua umat beragama bersatu di bawah Kementerian Agama. Dalam rangka refokusing anggaran, Kanwil Kemenag Kepri sudah merealokasi Rp.20 miliar anggarannya kepada Kementerian Agama khusus penanganan Covid-19,” jelas Kakanwil.

(***)


Sekdaprov Kepri TS Arif Fadillah didampingi Asisten Ekonomi dan Pembangunan Syamsul Bahrum serta kepala Dinas Kominfo Zulhendi melakukan video confrence bersama Duta Besar RI untuk Singapura dan perwakilan Temasek Foundation Singapura. (Fhoto: Istimewa)
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Temasek Foundation International, sebuah organisasi nirlaba yang berbasis di Singapura, memberikan bantuan sejuta masker kepada Provinsi Kepulauan Riau.

Pemberian bantuan sejuta masker ini disampaikan perwakilan Temasek Foundation Lim Hock Chuan saat video conference antara Sekretaris Daerah Provinsi Kepri TS Arif Fadillah bersama Duta Besar RI untuk Singapura I Geda Ngurah Swajaya, Selasa (21/4/2020).

Dikutip dari situs Diskominfo Kepri, Dalam video conference itu, Sekdaprov - diantaranya didampingi Asisten Ekonomi dan Pemabangunan Syamsul Bahrum serta kepala Dinas Kominfo Zulhendi - memberikan gambaran perkembangan Covid-19 di Provinsi Kepri, termasuk penanganannya.

Dalam kesempatan ini, Arif menyampaikan terimakasihnya kepada Pemerintah Singapura dan Duta Besar RI di sana. Bantuan sejuta masker itu ditegaskan Arif akan sangat mendukung kebijakan Gubernur Kepulauan Riau yang mewajibkan semua warganya mengenakan masker ketika di luar rumah.

Pada kesempatan tersebut, Arif menyampaikan bahwa Kepri saat ini juga sangat membutuhkan PCR dan reagen.

"Keterbetasan PCR dan reagen menyebabkan sampel swab dikirim ke Jakarta dan hasilnya harus menunggu hingga 8 hari," kata Arif.

Keterbatasan PCR dan reagen yang dimiliki Kepri ditegaskan Arif menghambat penanganan Covid-19.

"Adanya PCR dan reagen ini pastinya akan mempercepat kerja dari Balai Teknik Kesehatan Lingkungan Pengendalian Penyakit (di Batam) untuk mendeteksi lebih dini virus ini sehingga lebih cepat dalam penanganannya,” papar Arif lagi.

Sementara itu Duta Besar RI untuk Singapura I Geda Ngurah Swajaya dalam penyampaiannya mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Singapura dan Tamasek Foundation.

Dalam kesempatan yang sama perwakilan dari Temasek Foundation Internatioal, Lim Hock Chuan menjelaskan jika pihaknya memberikan bantuan dengan total 3 juta masker, dengan rincian 1 juta untuk TNI, 1 juta untuk Polri dan 1 juta untuk Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau.

"Semoga bantaun ini bermanfaat dan semakin mempererat hubungan hubungan yang terjalin antara Indonesia dengan Singapura,” harapnya.

(***)


Sidang Agenda Pemeriksaan Ahli BPOM Kepri, Kasus Perkara Terdakwa Bin Seng.
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Sidang terdakwa Bin Seng kasus perkara Kesehatan, mengedarkan belasan ribu item kosmetik ilegal "ditunda". Pasalnya, menurut JPU Muhammad Risky Harahap, sidang ditunda karena terdakwa sedang sakit.

"Terdakwa Bin Seng sakit, jadi ditunda. Surat sakitnya udah saya serahkan ke Majelis Hakim," ujar JPU Risky, Rabu (22/4-2020).

Persidangan sebelumnya, Senin (20/4-2020), agenda pemeriksaan saksi ahli dari BPOM Kepri. Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Batam Dwi Nuramanu didampingi Hakim anggota Taufik dan Yona Lamerosa Kataren, memerintahkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk menahan terdakwa Bin Seng.

Dalam persidangan, Annisya Arfan, selaku ahli dari BPOM Kepri yang dihadirkan Jaksa, menjelaskan semua barang sediaan farmasi yang disita dari gudang penyimpanan milik terdakwa Bin Seng tidak memiliki izin edar.

"Seluruh sediaan farmasi berupa kosmetik yang disita dari Gudang Toko Eyelashes Home tidak memiliki izin edar dari Badan POM RI. Dan tidak dapat diedarkan atau diperjualbelikan di wilayah Indonesia. Hal itu sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku di Negara Indonesia," kata Annisya.

Hal itu, lanjutnya, berdasarkan pasal 106 ayat (1) Undang-undang nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan, setiap sediaan farmasi harus memiliki izin edar. Dan jika tidak memiliki izin edar dari Badan POM RI, kemudian tetap beredar di pasaran. Maka pihak yang paling dirugiakan adalah pemerintah, masyarakat dan importir atau produsen.

"Pemerintah dirugikan dalam hal ini. Karena pada saat pendaftaran atau notifikasi terhadap kosmetik terdapat pemasukan ke Kas Negara berupa Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Sementara masyarakat dirugikan karena tidak ada yang menjamin khasiat, keamanan dan mutu terhadap sediaan farmasi tersebut," tuturnya.

Selain itu, kata Ahli, semua barang milik terdakwa Bin Seng, yang disita oleh petugas BPOM Kepri tidak memiliki izin edar atau ilegal. Dan itu pun dibenarkan terdakwa dalam persidangan.

Bin Seng mengakui, hanya menerima kiriman dari Abi Tong selaku pemilik barang di Singapura untuk menjualkannya di Batam. "Saya hanya menjualnya. Dari hasil penjualan saya mendapatkan persenan dari Abi Tong. Biasanya dalam satu bulan saya dikasih Rp 20 juta hingga Rp 50 juta dari Abi Tong.
Atas perbuatannya, terdakwa Bin Seng diancam pidana dalam Pasal 197 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan.

Alfred


Narapidana Yang Dibebaskan Beberapa hari lalu.
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Setelah bebas bersyarat (asimilasi), Jaka Saputra (22) kembali ke jeruji besi, setelah terlibat dalam jual beli kendaraan motor hasil curian rekanya.

Hal ini disampaikan Kapolsek Nongsa AKP Moch Dwi Ramadhanto melalui Kanit Reskrim Polsek Nongsa Ipda Yustinus Halawa di Mapolsek Nongsa pada Rabu (22/4/2020).

Yustinus mengatakan, Jaka Saputra (22) diamankan setelah terlibat dalam jual beli kendaraan yang dicuri oleh rekan kerja berinisial D, R dan M yang melakukan mengemudi kendaraan mengemudi di parkiran PT Yakult Indonesia Persada Sabtu (18/4/2020) sekira menelepon 16.30 WIB , di Kelurahan Batu Besar, Kecamatan Nongsa, ”ungkapnya.

"Berkat kerja sama dengan jajaran Polsek Lubuk Baja, persetujuan pertama Jaka Saputra dan dua rekannya D, R berhasil diringkus di wilayah Bengkong, sementara pengusaha utama berinisial M saat ini masih dalam pencarian (DPO)," jelasnya.

Diketahui, Jaka Saputra merupakan salah satu narapidana yang baru saja bebas bersyarat atau asimilasi satu minggu yang lalu pada Senin (6/4/2020) lalu.

Sementara itu, Kapolsek Nongsa AKP Moch. Dwi Ramadhanto menambahkan itu sebelumnya, Jaka Saputra dijatuhi hukuman penjara selama 1 tahun 4 bulan dengan kasus yang sama.

"Ada barang bukti yang berhasil diamankan yaitu satu unit Honda Beat BP 2164 AT warna hitam hasil curian yang akan dijual seharga Rp1,3 Jt," jelasnya.

Lanjut Ramadhanto, rencananya Jaka Saputra akan kita kembalikan ke Rutan Kelas II A Batam, karena Jaka Saputra masih menjadi pengawasan Rutan Kelas II A Batam, ”terangnya.

“Kami meminta kepada pihak Rutan Kelas II A Batam dapat meningkatkan pengawasan terhadap napi-napi yang mendapatkan asimilasi atau bebas bersyarat,” harapnya.

(Red/Tamp)


Kasi Intel Kejari Batam, Fauzi. 
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Kasus penimbunan rokok dan minuman beralkohol (Mikol) yang digerebek
Bea Cukai di Komplek Pergudangan Villa Mas, Blok A 13, nomor 5 Sungai Panas, Kota Batam, tanggal 20 Februari 2020 lalu. Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam segera melimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Batam untuk disidangkan.

Hal ini setelah berkas perkara yang dikirim oleh penyidik Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Batam, dinyatakan lengkap alias P-21 oleh pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam.

"Berkas perkara rokok dan minuman beralkohol (Mikol) di Sei Panas sudah P-21. Dalam waktu dekat, kami akan melimpahkannya ke Pengadilan agar segera disidangkan," kata Kepala Seksi Intelejen (Kasi Intel) Kejari Batam, Fauzi saat ditemui dikantornya, Rabu (21/4/2020).

Pelimpahan berkas perkara ke Pengadilan, Kata dia, setelah pihaknya menerima berkas perkara tahap 2 dari penyidik Bea dan Cukai. Adapun dalam berkas tahap 2 tersebut, penyidik menyerahkan 1 orang tersangka berinisial JJ dan 70 karton minuman serta 19 karton rokok.

"Dalam perkara ini, tersangka JJ dijerat dengan pasal 103 Undang-undang Kepabeanan dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, petugas Bea dan Cukai Batam melakukan penyegelan gudang minuman beralkohol (mikol) dan rokok ilegal di Komplek pergudangan Villa Mas, Blok A13, No 5 Sungai Panas, Kota Batam pada 20 Februari 2020 lalu.

Tindakan penyegelan ini dibenarkan Kabid Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi (BKLI) Bea Cukai Batam, Sumarna.

"Iya benar Mas. Mengenai detailnya saya belum dikasih data oleh tim dari Bidang Penindakan. Hanya saja ini masih dalam proses lidik lanjutan," ujarnya, Jumat (21/02/2020) beberapa waktu lalu


Redaksi


RSUP Tanjungpinang (Fhoto: Istimewa). 
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Rumah Sakit Ahmad Thabib (RSUP Kepulauan Riau) di Kota Tanjungpinang hanya memiliki 16 ruangan isolasi untuk pasien Covid-19.

Dikutip dari situs Diskominfo Kepri, Kepala Dinas Kesehatan Kepri, Tjetjep Yudiana, di Tanjungpinang, Selasa (21/04), mengatakan, ruangan isolasi di RS Ahmad Thabib tidak mencukupi sehingga menggunakan belasan ruangan isolasi di Rumah Singgah, yang berada dalam satu pekarangan dengan RS Ahmad Thabib.

"Kalau seluruh pasien Covid-19 dirawat di RSUP dan Rumah Singgah, tentu tidak mencukupi," katanya, yang juga Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kepri.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kepri, kata dia sejak dua bulan lalu sudah mencari tempat khusus untuk isolasi pasien Covid-19, namun sampai sekarang belum mendapatkannya. Sejumlah pihak hotel telah dilobi, namun gagal.

"Pihak hotel menolak dijadikan tempat isolasi pasien Covid-19," ucapnya.

Dengan kondisi ini, menurut dia karantina mandiri merupakan solusi bagi pasien Covid-19, namun tetap harus sesuai dengan protokol kesehatan agar tidak menulari orang lain. Tim medis juga tidak mengijinkan seorang pasien Covid-19 melakukan karantina mandiri seandainya potensial menyebarkan virus itu kepada orang lain.

Selain kepribadian pasien, tim media juga menyelidiki rumah pasien tersebut, apakah memenuhi persyaratan untuk karantina mandiri. Karantina mandiri hanya dapat dilakukan kepada pasien yang memiliki kamar sendiri dan toilet di kamar tersebut.

"Kalau toiletnya di luar kamar pribadi, tentu berisiko sehingga tidak memenuhi syarat untuk karantina mandiri," ucapnya.

Dari 21 pasien positif Covid-19, hanya tiga orang yang diijinkan untuk melakukan karantina mandiri yakni Pasien Nomor 19, 20 dan Pasien 21. Pasien 21 ini cucu dari Pasien Nomor 19.

Kondisi ketiga pasien tersebut, baik. Karantina mandiri tetap dalam pengawasan medis. Karantina mandiri akan lebih baik karena pasien berada di rumahnya, dan lebih mendapatkan perhatian.

Kebahagian pasien yang diperoleh dari anggota keluarga merupakan energi positif dalam meningkatkan imun tubuh pasien.

"Pasien potensial sembuh jika mengikuti saran dokter dalam menjaga kesehatan, dan selalu meningkatkan imun tubuh," katanya.

(***)


Presiden RI, Joko Widodo (Fhoto: Istimewa). 
JAKARTA KEPRIAKTUAL.COM: Presiden Jokowi memerintahkan pihak kepolisian dan Satgas pangan untuk mengawasi rantai pasok dan persediaan pangan di tengah penyebaran wabah virus corona.

Perintah ia sampaikan dalam pembukaan Rapat Terbatas tentang Antisipasi Kebutuhan Bahan Pokok di Istana Merdeka, Selasa (21/4).

Jokowi mengatakan pengawasan perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya praktik tidak sehat sistem distribusi dan perdagangan bahan pokok selama penyebaran wabah virus corona.

"Hindari praktek tidak sehat dengan menerapkan prinsip tata kelola yang baik. Saya minta satgas pangan berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengawasi rantai pasok dan stok pangan," katanya.

Selain memerintahkan pengawasan rantai pasok bahan pokok, Jokowi dalam pembukaan rapat terbatas tersebut juga memerintahkan jajarannya untuk mewaspadai potensi krisis pangan yang terjadi akibat wabah virus corona. Jokowi mengatakan potensi tersebut sudah diingatkan oleh FA.

Jokowi mengatakan berkaitan dengan peringatran tersebut, setiap negara terutama produsen beras akan menjaga keamanan kebutuhan dalam negeri mereka sendiri.

"Rantai pasok bahan pangan juga akan terganggu akibat kebijakan lockdown. Oleh sebab itu saya tekankan pastikan ketersediaan bahan pokok, hitung betul berapa produksi beras kita, perkiraan produksi beras pada saat masuk musim kemarau, juga cadangan beras kita," katanya.

Jokowi tidak ingin jajarannya salah hitung yang nantinya justru memberi masalah bagi penyediaan pangan dalam negeri.


Sumber: CNN Indonesia


Elia Anasthasia
KEPRIAKTUAL.COM: Diawali dari pantun "Melewati malam hingga petang, menempuh badai hingga reda, menempuh perang hingga menang, menempuh duka hingga datang suka" R A Kartini.

Menjadi duka bagi peradaban manusia saat ini dimana dunia yang ditinggali jutaan ribu bahkan milyaran manusia dilanda bencana yaitu pandemi Covid-19. Di Indonesia secara khusus menurut data terkini 6.760 kasus terverifikasi. Sungguh ironis melihat keadaan Indonesia ditengah wabah pandemi Covid-19 ini.

Bertepatan peringatan hari kartini saat ini, pahlawan perempuan khususnya perawat dan dokter yang menjadi garda terdepan dalam penanganan pandemi Covid-19 ini sangat perlu kita apresiasi semangat perjuangan yang telah mereka berikan. Menurut data World Health Organization (WHO) pada tahun 2019, jumlah perempuan sebagai tenaga kesehatan secara global mencapai angka 70 persen dari total keseluruhan tenaga kesehatan.

Dibalik ketangguhan tenaga medis bukan berarti tidak ada rasa takut dan cemas yang menghampiri setiap benaknya. Semakin hari semakin banyak pasien Covid-19 berdatangan memicu situasi yang semakin berat bagi tenaga medis. Selain itu tidak dapat melakukan kontak fisik secara langsung membuat mereka berjauhan dari keluarga, tidak dapat bertemu dengan orangtua, anak, dan suami menimbulkan rasa kecemasan tersendiri.

Bahkan, tidak sedikit dari pahlawan medis tersebut gugur dalam peperangan wabah ini. Tidak hanya itu ketika sudah dalam keadaan gugur pun mereka diperhadapkan dengan stigma masyarakat yang enggan menerima mereka. Dikarenakan mereka yang rentan terkena dampak penularan virus pandemi Covid-19 tersebut.

Berangkat dari hal tersebut, tingkat kejenuhan bahkan penurunan kesehatan mental perawat dan dokter perlu menjadi perhatian kita semua. Terlebih mereka tenaga medis yang menjadi garda terdepan pada kasus wabah pandemi Covid-19.

Kemudian, selain dari sisi tenaga medis perempuan, ada perempuan lainnya yang turut bekerja melayani yaitu, mereka yang secara khusus menyediakan perlengkapan APD, handsanitizer, pelaku usaha UMKM ini sebagian besar diisi oleh perempuan.

Dan tak kalah penting juga para pemikir pengambil kebijakan dalam hal ini Gubernur, Wali Kota, Bupati yang diisi oleh perempuan. Melalui mereka kebijakan-kebijakan strategis dalam lingkup sektor ekonomi, sosial dan kesehatan yang turut terseret dalam dampak pandemi Covid-19.

Perlu kita lihat juga semangat para influencer, relawan, bahkan perempuan pekerja sosial yang juga turut membantu memberikan edukasi melalui kampanye positif dengan menggalakan hidup sehat dan bersih, serta bantuan donasi, sumbangan APD, masker dll.

Setiap profesi apapun perempuan tetap saling memberdayakan potensi yang dimilikinya, semangat kartini harus senantiasa dipegang teguh oleh perempuam dimana pun. Menjadi pelita yang tidak pernah padam bagi dirinya sendiri maupun lingkungannya.

Teruntuk perempuan-perempuan indonesia yang terjun dalam tenaga kesehatan, pengambil kebijakan, pekerja formal dan informal, influencer, relawan, jurnalis, aktivis mahasiswa, pengusaha, bahkan ibu rumah tangga semangat melayani dengan ketulusan hati, karena percaya dan yakin setiap perjuangan dan pengorbanan akan memiliki makna tersendiri.

Semangat kartini akan terus mengalir pada setiap jiwa perempuan Indonesia. Mari menantikan keadaan Indonesia menjadi lebih baik yang terlepas dari belenggu pandemi Covid-19. Perempuan akan selalu menjaga kehidupan dan tentunya kehidupan tidak terlepas dari energi yang dicurahkan oleh perempuan. Selamat hari kartini, selamat merayakan dan merefleksikan perjuangan sang pahlawan perempuan R A Kartini

Penulis: Elia Anasthasia


Jubir Gugus Tugas Kepri, Tjetjep Yudiana (Fhoto: Istimewa).
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Kepulauan Riau mendukung Pemerintah Tanjungpinang, Bintan, Batam dan Pemerintah Karimun mengusulkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk mencegah penularan COVID-19.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kepri, Tjetjep Yudiana, di Tanjungpinang, Senin (20/04), empat daerah itu sebaiknya melaksanakan PSBB secara bersamaan agar membuahkan hasil yang optimal.

"Kalau hanya Tanjungpinang saja yang PSBB, atau Batam saja, kurang efektif karena mobilitas dari pelayaran antarpulau masih tinggi. Tentu ini berpotensi memperluas penularan," katanya dikutip dari situs Diskominfo Kepri.

Menurut dia, kondisi Tanjungpinang dan Batam sudah memenuhi persyaratan untuk melakukan PSBB. Penularan COVID pada dua daerah itu cukup massif sehingga perlu dilakukan upaya yang maksimal untuk memutus mata rantai penularan.

Baca Juga:

Kabar Gembira, Kondisi Wali Kota Tanjungpinang Membaik



Contoh penularan yang tinggi itu, pasien tertentu menulari anggota keluarganya, dan tetangganya.

"Saya pikir ini sudah saatnya pemerintah kabupaten dan kota mengantisipasinya lebih awal untuk memutus mata rantai penularan," katanya.

Tjetjep mengatakan mekanisme PSBB harus diajukan mulai dari pemerintah kota dan kabupaten kepada Pelaksana Tugas Gubernur Kepri, Isdianto. Kemudian Isdianto merekomendasikan usulan tersebut kepada Kemenkes.

"Jadi tata laksana dalam pengajuan PSBB itu dari kabupaten dan kota kepada gubernur, tidak boleh langsung ke Kemenkes. Gubernur juga tidak boleh merekomendasikan ke Kemenkes tanpa usulan dari kabupaten dan kota," ucapnya.

Sampai sekarang, kata dia Pemkot Tanjungpinang belum mengusulkan PSBB kepada Pemprov Kepri.

DPRD Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan mendorong agar pemda mengusulkan pelaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Wakil Ketua DPRD Tanjungpinang Ade Angga mengatakan, PSBB perlu dilakukan mengingat pasien COVID-19 meningkat drastis.

"Pola penularan juga sudah transmisi lokal sehingga dibutuhkan kebijakan khusus (PSBB) untuk memutus mata rantai penularan COVID-19," katanya, yang juga Ketua DPD Partai Golkar Tanjungpinang.

Ketua DPRD Bintan, Agus Wibowo menjelaskan kondisi Bintan sangat dipengaruhi Tanjungpinang. Meski hari ini, pasien positif COVID-19 di Bintan hanya dua orang, namun jumlah orang dalam pemantauan, pasien dalam pengawasan dan orang tanpa gejala cukup tinggi.

"Kami sepakat, hari ini juga akan mendorong Pemkab Bintan untuk melaksanakan PSBB," tegasnya.

(***)


Kepala Dinas Kesehatan Kepri Tjetjep Yudiana (Fhoto: Istimewa).
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau menyatakan kondisi Wali Kota Tanjungpinang, Syahrul membaik, meski sampai sekarang masih dirawat intensif di ruang ICU Rumah Sakit Ahmad Thabib.

Kepala Dinas Kesehatan Kepri Tjetjep Yudiana, di Tanjungpinang, sambil menunjukkan ekspresi kegembiraannya mendapat informasi bahwa kondisi Syahrul membaik.

Indikator kondisi Syahrul membaik yakni ginjal dan jantung mulai berfungsi normal.

"Ini sebuah keajaiban. Sungguh luar biasa, doa masyarakat kepada pemimpinnya sehingga kondisi Pak Syahrul menunjukkan kondisi yang tidak kritis lagi," ucapnya,  Senin (20/4) dikutip dari situs Diskominfo Kepri.

Baca Juga:

Tjetjep Yudayana: Pemprov Kepri Pesan 20.000 Spesimen Reagen Ke Distributor


Tjetjep mengatakan Syahrul belum sadarkan diri lantaran masih dipasang alat ventilator. Jika kondisinya semakin membaik, alat tersebut akan dilepas.

"Sudah beberapa hari ini masih 'ditidurkan' karena dipasang ventilator untuk membantu pernapasannya," tuturnya.

Syahrul dirawat di RSUP Kepri sejak 11 April 2020. Ia dinyatakan positif COVID-19 dua hari kemudian.

Sampai sekarang pihak yang berwenang belum membeberkan hasil penelusuran penularan COVID-19 terhadap Syahrul. Selain Syahrul, sejumlah orang terdekatnya, seperti istrinya dan dokter keluarganya dinyatakan positif COVID-19.

"Kami berharap masyarakat terus-menerus mendoakan Pak Syahrul dan keluarganya. Semoga segera sembuh, dapat berkumpul dengan keluarga dan masyarakat," ucapnya.

(***)


Kepala Dinas Kesehatan Kepri, Tjetjep Yudayana (Fhoto: Istimewa).
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Pemerintah Provinsi Kepri mengatakan telah memesan sebanyak 20000 spesimen bahan pemeriksaan atau Reagen ke pihak distributor untuk bahan hasil uji PCR di BTKLPP Batam.

Hal ini disampaikan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Provinsi Kepri Tjetjep Yudayana di Tanjungpinang, Senin (20/4) dikutip dari situs Diskominfo Kepri.

"Hingga kini kita masih menunggu bahan spesimen untuk melakukan hasil periksaan hasil Swab di BTKLPP," ungkap Tjetjep.

Dikatakan Tjetjep, saat ini hampir seluruh daerah di Indonesia semua memesan bahan spesimen Reagen ini sehingga pihak distributor memiliki juga memiliki kemampuan untuk menyediakannya.

"Namun, pihak distributor menjanjikan mengirimkannya dalam Minggu depan," ungkap Tjetjep.

Baca Juga:

MenPANRB Perpanjang Masa Kerja ASN di Rumah


Untuk kebutuhan tersebut, lanjut Tjetjep sudah disediakan anggaran oleh Pemerintah Provinsi Kepri dan Pemkot Batam.

Ketidaksedian bahan reagen ini juga lanjut Tjetjep mengakibatkan jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi Kepri masih belum bertambah.

"Kita masih menunggu bahannya, jika sudah nanti akan mempercepat kita memeriksa sample Swab pasien Suspect Covid-19 yang ada di Provinsi Kepri," ungkap Tjetjep.

Namun begitu, Pihak BTKLPP terus mengupayakan mendapatkan bahan-bahan yang diperlukan untuk mempercepat pemeriksaan PCR di Provinsi Kepri.

(***)


Sekretaris KemenPAN RB Dwi Wahyu Atmaji. (Fhoto: Istimewa).
JAKARTA KEPRIAKTUAL.COM: Pemerintah memperpanjang masa bekerja di rumah (Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) selama 14 hari kerja sampai dengan 13 Mei 2020. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) No. 50/2020 tentang Perubahan Kedua atas Surat Edaran Menteri PANRB No. 19/2020 tentang Penyesuaian Sistem Kerja Aparatur Sipil Negara Dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19 di Lingkungan Instansi Pemerintah.

“Diperpanjang hingga 13 Mei 2020, dan akan dievaluasi lebih lanjut sesuai dengan kebutuhan,” ujar Sekretaris Kementerian PANRB Dwi Wahyu Atmaji di Jakarta, Senin (20/04).

Perpanjangan ini dengan mempertimbangkan Keputusan Presiden No. 11/2020 tentang Penetapan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan Keputusan Presiden No. 12/2020 tentang Penetapan Bencana Nonalam Penyebaran Corona Virus Disease(Covid-19) sebagai Bencana Nasional.

Baca Juga:

LSM SRK Pertanyakan Dana CSR Bright PLN Batam, Kemana?


Selain perpanjangan masa WFH, surat edaran tersebut juga mengatur keberlangsungan pemerintahan dan pelayanan publik, penyesuaian sistem kerja pada kondisi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), dan penggunaan aplikasi PeduliLindungi.

Pertama, Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) pada instansi pemerintah memastikan agar penyesuaian sistem kerja yang di lingkungan instansinya tidak menganggu penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.

Baca Juga:

Peduli Covid-19, Kowal Tanjungpinang Bagi Sembako dan APD Kepada Petugas Kebersihan


Kedua, PPK melakukan penyesuaian sistem kerja pada instansi pemerintah yang berada di wilayah dengan penetapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), sesuai dengan SE Menteri PANRB No. 45/2020 tentang Penyesuaian Sistem Kerja bagi ASN pada Instansi Pemerintah yang Berada di Wilayah dengan Penetapan PSBB.

Ketiga, ASN diminta untuk mengunduh aplikasi PeduliLindungi dalam upaya mengendalikan penyebaran Covid-19. Aplikasi PeduliLindungi dapat diunduh melalui Playstore untuk versi Android dan Appstore untuk versi iOS. Selain itu, ASN diharapkan mengajak keluarga dan masyarakat sekitar untuk turut mengunduh dan menggunakan aplikasi tersebut.

Atmaji menjelaskan bahwa SE Menteri PANRB No. 19/2020 dan No. 34/2020 masih tetap berlaku karena ada beberapa ketentuan yang tidak tercantum dalam SE yang baru. “Sehingga menjadi satu kesatuan dengan SE Menteri PANRB No. 50/2020,” tutupnya.

Sumber: HUMAS MENPANRB


Ketua Umum LSM SRK, Achmad Rosano
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Ketua Umum Lembaga Swadaya Masyarakat Suara Rakyat Keadilan (LSM SRK), Achmad Rosano pertanyakan dana Corporate Social Responsibility (CSR) Bright PLN Batam, tahun 2017, 2018 dan 2019.

Dimana menurut Achmad Rosano, dan CSR PLN Batam wajib dikeluarkan sebesar 2,5% dari penghasilan. Rosano mengatakan, berdasarkan data CSR tahun 2017, contohnya penghasilan PLN Batam Rp  240.000.000.000 milliar, PLN Batam wajib mengeluarkan dana CSR 2.5% yaitu sebesar Rp 6.000.000.000 milliar.

"Kemana larinya dana CSR Bright PLN Batam ini?," ujar Achmad Rosano kepada media ini, Senin (20/4-2020).

Kemudian, lanjutnya Rosano, sesuai data, tahun 2018 PLN Batam melakukan agenda acara CSR dengan program pendidikan dan pelatihan kegiatan The 7 Awareness forget for great teacher di Kota Batam, penerima manfaat sekolah adalah SD dan SMP, jumlahnya 100 orang.

Selanjutnya, tahun 2019 Bright PLN Batam melakukan Program Lingkungan Hidup, kegiatan penghijauan dan mengembangkan Kampung binaan wisata di Sijantung.

"Penerima manfaatnya masyarakat Sijantung. Dan dana CSR Bright PLN Batam ini akan saya ungkap," kata Rosano.

Dengan data yang sangat minim ini, ungkapnya, tidak ada penjabaran anggaran bruto kotor/tahun CSR PLN Batam terbuka ke Publik. Maka sangat kuat banyak yang tidak beres.

"Sehingga hasil programnya yang masuk ke Pemko Batam tidak jelas berapa anggaran yang di habiskan dalam terlaksananya giat CSR PLN Batam," tuturnya.


Alfred



Kowal Tanjungpinang Fhoto Bersama Sebelum Membagikan Sembako, Masker dan Handsanitizer Kepada Petrugas Kebersihan Jalan.
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Segenap Prajurit Korps Wanita Angkatan Laut (Kowal) Tanjungpinang dipimpin langsung oleh Asisten Personel Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Apers Danlantamal IV) Kolonel Laut (KH/W) Dewi Lestari, S.Pd., M.Tr.Hanla,.M.M., membagikan sejumlah masker, handsanitizer dan sembako kepada para penyapu jalan yang berada di Tanjungpinang, Kepri, Senin (20/4-2020).

Disela-sela kegiatan tersebut, Aspers Danlantamal IV mengatakan, tujuan diselenggarakan kegiatan ini adalah sebagai wujud kepedulian Kowal kepada sesame khusunya penyapu jalan dan pengambil sampah yang bekerja dari pagi untuk kebersiahan Tanjungpinang.

Petugas Kebersihan Terima Bantuan Sembako, Masker dan Handsanitizer.
“Selain itu, kegiatan ini dalam rangka Hari Kartini, dan juga untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1441 H yang dalam beberapa hari lagi," ujar Kolonel Laut Dewi Lestari.

Ditambahkanya, Aspers Danlantamal IV juga berharap, dengan sekedar pemberian tali asih berupa sembako, masker dan hand sanitizer bisa sedikit membantu mereka dan menambah semangat mereka dalam bekerja.

Baca Juga:

Warga Kampung Aceh RT01/RW14 Terima Bantuan Paket Sembako dari Pemerintah


Kemudian, kegiatan tersebut dibagi dalam 5 kelompok yang tersebar dari beberapa lokasi yaitu mulai dari Kelompok 1 Jl. Yos Sudarso, Jl. Agus Salim, Jl. Hang Tuah, Gedung Gongong, Gedung Daerah, Jl. Merdeka,  Masjid Raya, Disakes Lantamal IV dan dibawah Kediaman Danlantamal IV.

Selanjutnya, kelompok 2 yaitu Jl. Rumah Sakit, Jl. Sumatra, Meja 7, Kampung Baru, Pancur, Suka Berenang, Engku Putri, Pamedan. Kelompok 3 yaitu Jl. Wiratno, Ramayana, Simpang Dompak, Sekolah Pelita Nusantara, Jl. Pramuka, Jl. Pemuda, Hotel Bali, RRI dan Kodim 0315/Bintan.

Dan untuk Kelompok 4 yaitu dari Tanjung Unggat, Dokabu, Batu 4, Batu 5, Batu 6, Batu 7 dan Batu 8 bawah. Dan yang terakhir Kelompok 5 yaitu dari Polres Tanjungpinang,  Stie Pembangunan, Batu 8 atas, Hotel CK, Batu 9, Batu 10 dan Bandara RHF.

Sumber: Dispen Lantamal IV Tanjungpinang


RT01 Serahkan Bantuan Paket Sembako Kepada Warga. 
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Pemerintah Kota Batam bagikan paket sembako kepada warga Kampung Aceh, RT 01/RW14, Kelurahan Mukakuning, Kecamatan Sei Beduk, Kota Batam.

Pembagian bantuan paket sembako itu diberikan langsung kepada warga yang telah didata sebelumnya.

"Hari ini, sebanyak 69 paket sembako diberikan kepada warga yang terdampak Covid-19," kata Manurung, Ketua RT RT 01 / RW 14 Kelurahan Mukakuning, Senin (20/4-2020).

Manurung menyampaikan, adapun paket sembako yang di berikan berupa 5 kilogram beras, minyak goreng dan gula pasir. Sementara mekanisme pendistribusian sembako berdasarkan data yang di himpun oleh perangkat RT dan RW beberapa waktu lalu.

"Warga yang menerima bantuan sembako, adalah warga yang sudah didata sebelumnya oleh perangkat RT dan RW setempat," ujarnya.

Dari data itu, lanjutnya, Kami langsung menghubungi warga satu persatu untuk datang dan mengambil paket sembako yang telah disiapkan. Hal itu guna mencegah kerumunan warga. Sehingga anjuran pemerintah untuk menjaga jarak (Social Distance) tetap di terapkan dalam upaya pemutusan rantai penyebaran Covid-19.

Kemudian, lanjut Manurung menyampaikan, rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pemerintah yang telah memberikan bantuan kepada warganya.

"Saya, selaku ketua RT di sini, sangat berterima kasih kepada Pemko Batam yang telah hadir dan peduli, terhadap warga kami ini", ujarnya dengan mata berbinar.

Sementara itu, Yusnidar, salah seorang warga penerima bantuan menyampaikan ia sangat beruntung mendapat uluran tangan dari pemerintah, karena semenjak merebaknya virus Corona atau Covid-19, kata dia, ia dan warga Kampung Aceh lainnya tidak dapat bekerja seperti biasa sejak merebaknya virus Corona.

"Terima kasih buat Pemerintah Kota Batam, ini sangat membantu buat kami. Terima kasih atas bantuannya, dan semoga wabah ini cepat berlalu," tuturnya.


Redaksi


(Fhoto: Istimewa)
JAKARTA KEPRIAKTUAL.COM: Penglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogab Wilhan) I Laksamana Masya TNI Yudo Margono mengatakan jumlah pasien positif Covid-19 yang dirawat di RS Darurat Wisma Atlet Kemayoran bertambah menjadi 564 orang.

Pada Sabtu (18/4) kemarin, jumlah pasien positif memang sempat berkurang sebanyak 22 orang. Sehingga total pasien positif Covid-19 yang dirawat menjadi 553 orang.

Namun hari ini angka tersebut justru kembali bertambah.

"Pasien Covid bertambah 11 orang, semula 553 orang menjadi 564 orang," terang Yudo dalam keterangan tertulis pada Minggu (19/4).

Baca Juga:

Achmad Yurianto: Pasien ODP Indonesia 178.883 dan PDP 15.645 Pasien


Adapun data pasien rawat inap--yang terdiri atas pasien positif, pasien ODP dan pasien PDP--hingga Minggu (19/4) pukul 08.00 WIB, jumlahnya berkurang 14 orang sehingga menjadi 693 pasien. Dengan rincian, 402 pasien pria dan 291 pasien wanita.

Kemudian untuk Pasien dalam Pengawasan (PDP) berkurang sebanyak 25 orang menjadi 112 pasien. Dan untuk Orang dalam Pemantauan (ODP) jumlahnya masih tetap 17 pasien.

Di sisi lain, disampaikan Yudo, untuk pasien yang dirawat di Rumah Darurat Pulau Galang jumlahnya sebanyak 43 orang.

Dengan rincian, 28 pasien positif Covid-19, enam orang PDP, dan sembilan orang merupakan ODP.

Hingga Minggu (19/4) sore, pemerintah pusat menyatakan total positif Covid-19 sebanyak 6.575 kasus. Dari jumlah tersebut, sebanyak 582 orang meninggal dan 686 orang dinyatakan telah sembuh dari Covid-19.

Sumber: CNN Indonesia


Data Covid-19 di Kepri, (Sumber: Dinas Kesehatan Kepri).
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Berikut ini data terbaru atau progress perkembangan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dari Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Kepri, Minggu (19/4-2020).

Dari data laporan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Kepri, PDP 234, ODP, 2509, OTG, 1167, Positif Covid-19, 52 kasus, Negatif, 280 kasus, Reaktif Rapid test, 61, Non reaktif Rapid test, 1792, Positif Covid-19 meninggal, 7 kasus, PDP meninggal (On Proses Lab), 4, dan Pasien Sembuh Covid-19, 6 orang.

Baca Juga:

Pangkogab Wilhan Sebut Pasien Covid-19 di RS Darurat Wisma Atlet Kemayoran "Bertambah"

Sementara untuk Kota Batam PDP, 152, ODP 1783 orang, OTG, 593, dan Kota Tanjungpinang, PDP, 44, ODP, 177, 0TG 408 orang, Karimun, PDP 14, ODP, 262, OTG 31.

Redaksi



Juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19 Achmad Yurianto, (Fhoto: Istimewa).
JAKARTA KEPRIAKTUAL.COM: Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona (Covid-19), Achmad Yurianto mengatakan, hingga Minggu (19/4) total ada 178.883 Orang dalam Pemantauan (ODP) dan 15.645 Pasien dalam Pengawasan (PDP) terkait Covid-19 di Indonesia.

Dari jumlah itu, disebutkan Yuri, untuk ODP angkanya bertambah 2.539 dari sehari sebelumnya. Sedangkan PDP, tambahan sebanyak 2.667 orang. Data tersebut diambil dari 34 provinsi dan 250 kabupaten/kota di Tanah Air.

"Jumlah PDP ini adalah jumlah yang sedang kita siapkan untuk kita konfirmasi laboratoriumnya dengan melakukan pemeriksaan real-time PCR (Polymerase Chain Reaction)," kata Yuri dalam konferensi yang disiarkan langsung di Gedung Graha BNPB, Minggu (19/4).

Yuri menambahkan, dari 15 ribu lebih jumlah PDP itu bisa berpotensi masuk dalam kasus terkonfirmasi positif Covid-19. Namun, jika nanti hasilnya negatif, datanya akan dikeluarkan dari daftar jumlah PDP namun tetap dalam pengawasan rumah sakit.

Baca Juga:

Dit Lantas Polda Kepri Bagikan Masker ke Pengendara

Selain itu, lanjut Yuri, pemerintah hingga saat ini pemerintah telah menyiapkan sebanyak 35 laboratorium aktif untuk pemeriksaan spesimen Covid-19. Ia mengatakan saat ini pemerintah juga telah menambah jumlah Reagen untuk menambah jumlah laboratorium pemeriksaan.

"Reagen nanti kita terima dan saat itu juga, langsung kita distribusikan ke lab jejaring," ujarnya.

Sementara itu, di hari yang sama, pemerintah mencatat lonjakan jumlah kasus positif Covid-19 sebanyak 327 kasus. Sehingga, saat ini jumlah total kasus positif Covid-19 sebanyak 6.575 kasus. Dari jumlah tersebut, sebanyak 582 orang dinyatakan meninggal, dan 686 dinyatakan sembuh.

Yuri menambahkan, jumlah itu diambil dari hasil uji spesimen terhadap 47.478 sampel yang dilakukan menggunakan PCR di 35 laboratorium aktif. Hasilnya, sebanyak 42.219 kasus spesimen yang diperiksa, 6.575 orang dinyatakan positif dan 35.644 negatif.

Dari jumlah kasus positif, DKI Jakarta tercatat sebagai wilayah dengan jumlah kasus positif terbanyak, dengan 3.032 kasus. Disusul dengan Jawa Barat sebanyak 696 kasus, dan Jawa Timur sebanyak 590.

"Pada Hari ini ada penambahan 327 orang kasus baru, sehingga total menjadi kasus 6.575," kata Yurianto.

Sumber: CNN Indonesia


Dit Lantar Polda Kepri Berbagi Masker ke Pengendara
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Direktorat Lalulintas Polda Kepri yang dipimpin oleh Dir Lantas Polda Kepri Kombes Pol Mujiyono, S.IK membagikan masker kepada para pengendara yang ada di Kota Batam, kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu (18/4/20). Jam 09.00 wib.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wadir Lantas Polda Kepri, para Kasubdit Dit lantas Polda Kepri dan Personel Dit Lantas Polda Kepri.

Kombes Pol Mujiyono mengatakan, ratusan Pcs Masker dibagikan kepada para pengendara yang bertujuan untuk menjaga keselamatan masyarakat dari bahaya nya penyebaran Covid-19. Disamping itu tim juga menyampaikan himbauan kepada para pengendara untuk tetap dirumah adalah pilihan terbaik serta tetap menjaga jarak dengan yang lain Physical Distance.

"Terdapat 3 lokasi pembagian masker yang dilaksanakan pada hari ini diantaranya adalah di jalan Raya Batu Besar, Simpang SMAN 3 Botania dan di simpang Kepri Mall. Mengingat merebaknya Covid-19 di Provinsi Kepri," ujarnya.

Lanjutnya, Operasi Keselamatan yang sebelumnya difokuskan untuk menertibkan para pengguna kendaraan dengan melakukan tilang atau teguran. Namun berbeda dengan tahun ini Operasi Keselamatan Seligi 2020 di fokuskan untuk menjaga para pengendara dengan pembagian masker, serta memberikan himbauan-himbauan pencegahan penyebaran Covid-19, disamping itu disampaikan juga tentang Maklumat Kapolri.

"Dihimbau kepada seluruh pemakai jalan agar menaati peraturan sehingga kita semua aman, selamat, tertib dan lancar dalam berlalu lintas dijalan, serta tetap terus menggunakan Masker,"tutur Dirlantas Polda Kepri.

(***)


Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.