Plt. Sekda Pemerintah Kabupaten Natuna, Hendra Kusuma. 

Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Natuna, Raja Darmika.

Peta Lokasi Tower. 

Foto Tower. 

NATUNA KEPRIAKTUAL.COM: Internet seolah menjadi kebutuhan primer manusia saat ini,karena memenuhi hampir seluruh ruang kehidupan mereka. Mulai dari hal yang paling sederhana, hingga hal yang cukup rumit semua dapat dikendalikan dan dikerjakan dengan bantuan internet.

Internet merupakan seluruh jaringan komputer yang saling terhubung menggunakan standar sistem global untuk melayani pengguna di seluruh dunia menggunakan sistem global transmission control protocol (TCP/IP).

Lalu bagaimana, untuk wilayah perbatasan sendiri, seperti Kabupaten Natuna, yang mana wilayahnya berbatasan langsung dengan negara-negara lain, sudahkah Internet menjangkau seluruh wilayahnya?

Raja Darmika selaku Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Natuna menyampaikan bahwa saat ini dari 15 Kecamatan yang ada dikabupaten Natuna semuanya alhamdulilah sudah merdeka sinyal, hanya saja 1 Kecamatan, yang saat ini belum memiliki tower sendiri, yaitu di kecamatan suak midai.

Sehingga dengan begitu, persoalan sinyal di wilayah Suak Midai, menjadi agak terkendala untuk akses internetnya. Sedangkan untuk jangkauan sinyal tlp sendiri, untuk seluruh wilayah Kabupaten Natuna, Alhamdulilah semuanya sudah terkaper, sesuai dengan target Dinas Kominfo sendiri, yang mana pencapaianya sudah berada diangka 93% Persen dari 15 Kecamatan.

"Tentu pencapaian ini tidak lah mudah bagi kami Dinas Kominfo untuk mencapainya, sebab tanpa dukungan seluruh element Pemerintah Kabupaten, Propinsi, Pusat hingga masyarakat sendiri, tentu kami tidak akan bisa berbuat apa-apa," terang Darmika, saat dikonfirmasi beberapa hari yang lalu. 

"Untuk itu saya juga berharap terkait PR yang akan segera kami realisasikan untuk 40 Desa yang ada dikabupaten Natuna, akan segera mungkin untuk kami selesaikan, agar mana semua wilayah di Kabupaten Natuna bisa merasakan sinyal internet yang bagus seperti di kota ranai sendiri," tambahnya. 

Menanggapi hal tersebut Plt.Sekda Natuna, Hendra Kusuma saat mengapresiasi akan kinerja Dinas Kominfo Kabupaten Natuna, dalam menjalankan tugas untuk merdeka sinyal di Kabupaten Natuna.

"Ini pencampaian yang sudah luar biasa,walaupun memang ada sebagian wilayah sinyal tlpnya belum optimal, saya berharap ditahun-tahun berikutnya persoalan ini bisa cepat direalisasikan, agar mana semua rakyat Natuna bisa merasakan kemudahan dalam bertelekomunikasi, seperti mana yang dirasakan oleh warga ranai sendiri," ujarnya, di ruang kantornya, Selasa (20/4/2021).

(IK)


Foto Bersama Dengan Ketua DPRD Batam, Nuryanto.

BATAM KEPRIAKTUAL.COM
: Ketua DPRD Kota Batam, Nuryanto, SH, MH menggelar Silaturahmi usai Sholat Isya dan Tarawih berjamaah di Masjid Nurul Huda, Tanjung Buntung, Bengkong. Kota Batam, Kepri.  Kegiatan berlangsung, Minggu, (18/04/2021).

Selain silaturahmi dengan jamaah Masjid Nurul Huda Ketua DPRD Kota Batam memberikan bantuan operasional masjid  dan sarung kepada warga. Hal ini dilakukan mengingat bulan ramadhan yang penuh berkah dan saling berbagi, pihaknya sangat terkesan dengan warga Kavling Jujur ini.

“Hidup yang rukun dan saling mendukung satu sama lainnya sangatlah diharapkan,” terang Nuryanto.

“Tahun ini kita dihadapkan dengan situasi yang sangat sulit, Pandemi belum usai dan masih meningkat grafiknya di Kota Batam,” ungkap Nuryanto.

Nuryanto, mengingatkan untuk bersabar dan menahan diri untuk rindu dengan kampung halaman.

Di tempat yang sama Edi Supriyanto, Imam Masjid Nurul Huda Kavling Jujur  RT. 05 RW. 17 Kelurahan Tanjung Buntung, Kecamatan Bengkong mengatakan, pihaknya bersama warga sangat senang dikunjungi oleh Ketua DPRD Kota Batam.

“Apa lagi Ketua langsung mendengar persoalan-persoalan yang dihadapi warga saat Ini. Semoga bukan hanya Ketua DPRD Kota Batam saja yang memperhatikan warga setempat,” terang Supriyanto.

Sementara itu Ketua RT 05 RW 17 NGATIMAN mengatakan, dirinya bersama warga Kavling Jujur sudah lama mendambakan kehadiran Ketua DPRD Kota Batam bisa hadir di tengah-tengah warga. Kehadiran Ketua DPRD Kota Batam dimanfaatkan warga untuk menyampaikan persoalan yang dihadapi warga seperti penyambungan air bersih yang masih belum terealisasi, pemekaran perangkat RT dan RW, dan akses jalan yang masih minim dan fasilitas lainnya.

“Dengan kehadiran Ketua DPRD Kota Batam diharapkan dapat menjawab permasalahan warga,” pungkas Ngatiman.

Red/Ril


Foto: Istimewaa

TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau mencatat sebanyak enam orang pasien COVID-19 meninggal dunia sejak 1 April 2021 sampai sekarang.

"Tingkat kematian cukup tinggi pada bulan ini selama pandemi COVID-19. Hari ini seorang warga Tanjungunggat meninggal dunia akibat COVID-19," kata Ketua Harian Satgas Penanganan COVID-19 Tanjungpinang Teguh Ahmad Syafari, di Tanjungpinang, Jumat (16/04).

Teguh, yang juga Sekda Tanjungpinang, menjelaskan total jumlah pasien COVID-19 yang meniggal dunia selama pandemi sebanyak 36 orang.

Sementara jumlah kasus aktif COVID-19 berdasarkan data 15 April 2021 sebanyak 214 orang, yang terdiri dari 32 orang dirawat di rumah sakit, 50 orang menjalani isolasi di Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Bintan dan 132 orang isolasi mandiri.

"Tiga orang dari 32 orang yang dirawat di rumah sakit dalam kondisi kritis. Tiga pasien itu terdiri dari dua orang dewasa dan satu anak berusia satu tahun," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa anak tersebut tertular COVID-19 dari anggota keluarganya. Sementara keluarganya tertular dari orang lain yang berada dalam Klaster Perumahan di Jalan Kuantan.

Klaster lainnya yang cukup banyak yakni BTN sebanyak 50 orang, ULP 35 orang dan TKI 23 orang.

Teguh mengimbau warga yang terinfeksi COVID-19, namun tidak bergejala untuk konsisten melaksanakan isolasi mandiri sampai sembuh. Ia khawatir ada di antara mereka yang masih ke luar rumah untuk berbagai keperluan sehingga berpotensi menyebarkan virus tersebut.

"Warga yang menjalani isolasi mandiri seharusnya berada di kamar, dan beraktivitas di kamar untuk mencegah penularan COVID-19," ucapnya.

Sumber: Diskominfo Kepri


Foto: Istimewa.

TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM
: Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Provinsi Kepulauan Riau mencatat sebagai 7 persen dari 1.476.091 orang sudah disuntik Vaksin Sinovac dan Astazeneca untuk mencegah penularan COVID-19.

"Sasaran vaksinasi di Kepri mencapai sekitar 1,4 juta orang. Sampai saat ini sudah 7 persen yang disuntik vaksin," Ketua Harian Satgas Penanganan COVID-19 Kepri Tengku Said Arif Fadillah, di Tanjungpinang, Jumat (16/04), dikutip dari situs Diskominfo Kepri.

Arif, yang juga Sekda Kepri menjelaskan warga yang sudah disuntik vaksin terdiri dari tiga kelompok yakni SDM kesehatan, orang lanjut usia (lansia) dan petugas pelayanan publik.

Jumlah SDM kesehatan di Kepri yang sudah disuntik vaksin dosis pertama mencapai 17.575 orang atau 91,3 persen, sedangkan yang sudah mendapatkan vaksin dosis kedua sebanyak 16.548 orang atau 85,9 persen.

"Jumlah SDM kesehatan di Kepri yang divaksin sebanyak 19.257 orang," ujarnya.

Arif menuturkan jumlah lansia yang berhak divaksinasi 118.851 orang. Lansia yang sudah divaksin dosis pertama sebanyak 12.833 orang atau 10,8 persen, sedangkan yang sudah divaksin dosis kedua baru 3.231 orang atau 2,7 persen.

Sementara jumlah petugas pelayan publik yang berhak divaksinasi mencapai 166.201 orang. Petugas pelayanan publik yang sudah disuntik vaksin dosis pertama mencapai 72.466 orang atau 43,6 persen, sedangkan yang sudah divaksin dosis kedua 16.903 atau 10,2 persen.

"Total jumlah tenaga medis, lansia dan tenaga pelayanan publik yang divaksinasi mencapai 304.309 orang, namun yang sudah mendapat vaksinasi dosis pertama 102.874 orang dan dosis kedua 36.682 orang," ucapnya.

Program vaksinasi untuk masyarakat umum di wilayah itu mulai dilaksanakan pada Juli 2021.

"Program vaksinasi ini dilaksanakan secara bertahap. Untuk masyarakat dilaksanakan setelah tenaga kesehatan, petugas publik dan orang lanjut usia disuntik vaksin," ujarnya.

Redaksi


Foto: Istiumewa.

TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Terkait dengan permintaan dan kondisi Gedung LAM Kepri saat ini, Pemerintah Provinsi Kepri mengatakan akan membangun Gedung LAM Kepri pada tahun 2022 mendatang.

Hal ini disampaikan Gubernur Provinsi Kepri H Ansar Ahmad saat mengunjungi kantor LAM Kepri di tepi laut Tanjungpinang, Jum'at (16/4).

"Insyaallah akan kita bangun kantor dan gedung LAM Kepri pada tahun 2022 mendatang," janji Ansar, dikutip dari situs Diskominfo Kepri.

Dikatakan Ansar,sebagi bentuk perhatian dan dukungan Pemerintah Provinsi Kepri kepada LAM Kepri.

"Kita sudah siapkan DED pembangunannya di APBD perubahan tahun 2021 ini, insyaallah tahun depan sudah mulai kita bangun," ujar Ansar.

Ansar juga mengatakan bahwa nantinya Gedung LAM Kepri ini akan di bangun di 
Anjung Cahaya tepi laut Tanjungpinang. 

"Yangmana, gedung tersebut kita upayakan dibangun megah dengan berornamen kebesaran Melayu dan berlatar laut luas," jelas Ansar.

Sebelumnya, Ketua LAM Kepri Abdul Razak meminta Pemprov Kepri membangun Gedung LAM yang lokasi nya di anjung cahaya dekat Kantor Walikota Tanjungpinang yang lama. 

Pasalnya, dikatakan Abdul Razak kondisi gedung LAM Kepri saat ini masih dalam kondisi pinjam.

"Gedung LAM Kepri di Dompak saat ini digunakan untuk Kantor Dinas Kebudayaan. Untuk itu Pak Gubernur, kite minta agar dibangun gedung baru untuk LAM yang letaknya di Anjung Cahaya," pinta Abdul Razak. 
 
Menurut Abdul Razak, pihak walikota Tanjungpinang saat ini sudah mendukung penuh tentang lokasi di Anjung Cahaya untuk tempat dibangunnya Gedung LAM Kepri.

Redaksi


Foto: Istimewa.

TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM
: Sejalan dengan peraturan Pemerintah Pusat yang resmi melarang pelaksanaan mudik pada 6 Mei hingga 17 Mei 2021 mendatang. Pemerintah Provinsi Kepri juga melarang masyarakat untuk mudik antar Provinsi. Baik itu arus keluar dan masuk Provinsi Kepri pada tanggal tersebut.

"Mudik antarprovinsi seperti dari Provinsi Kepri ke Provinsi Riau atau sebaliknya tidak diperbolehkan," tegas Arif Sekretaris Daerah Provinsi Kepri H TS Arif Fadillah di Tanjungpinang, Jum'at (16/4).

Hal ini lanjut Arif, mengingat selama periode tersebut seluruh moda transportasi baik darat, laut, maupun udara tidak diperkenankan beroperasi. 

"Kecuali ada keperluan mendesak, semisal perjalanan dinas, orang tua meninggal/sakit, dan ibu hamil," ungkap Arif.

Itupun lanjut Arif harus dengan melengkapi surat-surat dan izin dari pihak terkait.

"Aturan ini dilakukan guna mencegah terjadinya penyebaran Covid-19 antar daerah selama masa mudik lebaran 1442 Hijriah/2021 Masehi." tegas Arif kembali.

Redaksi



Foto: Istimewa.

TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM
: Pemerintah Provinsi Kepri akhirnya mengizinkan masyarakat Provinsi Kepri untuk melaksanakan mudik antar pulau-pulau, antar kabupaten kota se Provinsi Kepri pada Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah/2021.

Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Kepri H TS Arif Fadillah di Tanjungpinang, Jum'at (16/4), dikutip dari situs Diskominfo Kepri, Senin (19/4-2021).

"Untuk mudik lokal atau antar daerah se Provinsi Kepri masih kita izinkan tetap dengan mengikuti protokol kesehatan Covid-19," ungkap Arif.

Dikatakan Arif, pihaknya telah membuat keputusan berdasarkan hasil rapat koordinasi yang dipimpin Gubernur Kepri Ansar Ahmad bersama satgas Covid-19, forkopimda, dan bupati/wali kota se-Provinsi Kepri.

"Sehingga kapal-kapal antarpulau yang menjadi angkutan umum masyarakat tetap beroperasi selama mudik Lebaran," ungkap Arif.

Arif memastikan agar surat edaran resminya segera diterbitkan.Namun begitu, lanjut Arif masyarakat yang akan mudik menggunakan transportasi laut antarkabupaten/kota, wajib menunjukkan surat keterangan negatif Covid-19 dari hasil tes swab antigen atau GeNose. 

"Masyarakat yang akan berangkat wajib menunjukkan hasil tes negatif Covid-19 dengan swab antigen atau G-Nose," jelas Arif.

Hal ini dilakukan, lanjut Arif guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi para penumpang selama dalam perjalanan mudik.

Selain itu,lanjut Arif masyarakat yang akan mudik juga wajib memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19. 

"Kalau sudah tes Covid-19 dan patuh protokol kesehatan, insyaallah perjalanan mudik di tengah pandemi ini bakal aman dan sehat," ujar Arif.

Redaksi




Korban Lakalantas Tewas.

BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) di Batam kembali memakan korban, kali ini seorang pengendara wanita berinisial, WY tewas di tempat ketika dirinya melintas di jalan umum Orchard Boulevard tepatnya di simpang lampu merah, Hotel Kaliban, Batam Center, Minggu (18/4/2021) siang.

Diketahui, dalam kecelakaan kali ini melibatkan 4 unit kendaraan roda empat dan 3 unit sepeda motor yang bertabrakan secara bersamaan.

Kasatlantas Polresta Barelang, Kompol Yunita Stevany menjelaskan kronologi kecelakaan tersebut bermula ketika mobil Nissan X-trail BP 1064 C (Plat Merah) dikendarai MH datang dari arah PT Sincom melewati jalan umum Orchard Boulevard menuju ke arah Tunas 2.

"Sesampainya, di depan ruko Grand Niaga Mas menabrak bagian belakang sepeda motor Honda Beat warna hitam yang dikendarai oleh WY," ujarnya

Kemudian, setelah menabrak bagian belakang sepeda motor itu, mobil Nissan X-trail banting stir ke kanan menyebrang ke sisi jalan dan menabrak kendaraan Suzuki Baleno warna putih yang dikemudikan oleh AR.

"Tak cukup sampai disitu saja, Suzuki Baleno warna putih yang dikemudikan oleh AR, mengenai mobil Suzuki Pick up warna putih yang dikemudikan BE dan sepeda motor Honda beat warna hitam yang dikendarai Y, sepeda motor Honda beat BP warna putih dikendarai E dan mobil Suzuki Ertiga warna abu-abu yang dikemudikan SH," jelasnya.

Saat ini pihak Satlantas Polresta Barelang tengah melakukan penyelidikan atas peristiwa tersebut. "Kita masih melakukan penyelidikan atas peristiwa tersebut," pungkasnya.

(Redaksi/Exp)



Tersangka Rustam Efendi Digiring ke Rutan

BATAM KEPRIAKTUAL.COM
: Tersangka dugaan pungutan liar proses penerbitan SPJK, Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam, Rustam Efendi, dipindahkan penyidik Kejaksaan Negeri Batam ke Rutan Tipikor di Tanjungpinang, Senin (19/4/2020) sekitar 09.30 Wib.

Rustam Efendi, sejak ditetapkan sebagai tersangka pada Kamis (8/4/2021) lalu, Rustam ditahan di rumah tahanan Polsek Batam Kota. Sebelum dipindahkan, Rustam Efendi, sempat menjalani swab test. 
"Hasilnya negatif," kata Jaksa Kejaksaan Negeri Batam, Dedi Simatupang.

Saat dipindahkan, Rustam mengenakan kemeja lengan pendek warna merah dibalut rompi merah bertuliskan "Tahanan Kejaksaan Negeri Batam" dipadu celana panjang biru.

Rustam digiring masuk ke dalam mobil Toyota Inova warna silver dengan nomor polisi BP 1725 JP. Pemindahan Rustam dikawal oleh empat orang petugas dari kejaksaan dan dua orang anggota Polsek Batam Kota.

"Ya, hari ini tersangka kita pindahkan ke rumah tahanan Tipikor di Tanjungpinang. Jadi sudah tidak kita titipkan lagi di sini," kata Dedi.

Kapolsek Batam Kota AKP Nindya Astuty mengatakan, selama dititipkan di rutan Polsek Batam Kota, Rustam dalam keadaan baik. Pihaknya sudah menerima pemberitahuan pemindahan Rustam sejak beberapa hari sebelum pemindahan. "Iya, sudah dipindahkan," katanya.

Sebelumnya, penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam, telah menetapkan satu orang tersangka  tindak pidana korupsi di Dishub Kota Batam yaitu Hendriyanto.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Batam Hendarsyah Yusuf Permana mengatakan, Kejari Batam telah menetapkan satu orang tersangka dalam dugaan tipikor pengurusan rekomendasi penetapan jenis dan fungsi kendaraan bermotor pada Dinas Perhubungan Kota Batam.

“Tersangka merupakan oknum Dishub Kota Batam Inisial H menjabat Kasi Pengujian Kendaraan Bermotor Dishub Kota Batam,” ujar Hendarsyah, Rabu (17/3/2021).

(Redaksi/Exp)


Foto Bersama

NATUNA KEPRIAKTUAL.COM: Dalam rangka memperingati HUT ke 7 tahun masa dinas di TNI AD Leting Fortinamy TNI AD 2014 Gelombang 1 Batalyon Komposit 1 Gardapati melakukan aksi sosial dengan cara membagi masker dan sembako di Pondok Pesantren Nurul Jannah Desa Bandarsyah Kecamatan Bunguran Timur, Minggu (18/04/2021).

Bantuan yang diberikan Leting Fortinamy TNI AD 2014 Gelombang 1 Batalyon Komposit 1 Gardapati ini, merupakan kepedulian kepada masyarakat yang terdampak Virus Corona (Covid-19).

Anggota Batalyon Komposit 1 Gardapati, Pratu Zulfikar menyampaikan, pembagian sembako berupa beras, indomie, minyak goreng dan lainnya kepada para santri dan santriwati di pesantren Nurul Jannah Natuna.

"Semoga teman-teman terbuka pintu hatinya untuk memberi dan saling berbagi. Sebab di sekitar kita masih banyak yang sangat membutuhkan," ujarnya. 

“Mari kita dukung dan patuhi protokol kesehatan dari arahan Pemerintah, TNI/Polri, semoga wabah ini ini cepat berakhir dan kita bisa beraktivitas seperti sedia kala," paparnya. 

(IK)


Foto Bersama. 

JAKARTA KEPRIAKTUAL.COM: Suatu sore, menjelang buka puasa, di ruang kerjanya di Jl. Veteran II No. 7c, Jakarta Pusat, Firdaus, Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), kedatangan Deden Ridwan, produser film "Lafran, Demi Waktu". Sebuah film yang berkisah tentang sosok Lafran Pane, pendiri HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) sekaligus pahlawan nasional, Kamis, 15 April 2021.

Sambil berbuka puasa, ditemani secangkir teh dan ditemani koleg cendil yang lezat, Deden bercerita tentang sosok Lafran Pane dengan antusias dan heroik.  Maklum cerita tentang Lafran terasa aktual dengan persoalan kebangsaan saat ini.

Sambil menikmati suasana kantor SMSI yang terasa klasik dan bernilai historis, Deden memulai bercerita kepada Firdaus, ditemani M. Nasir (Sekjen), Yono Hartono (Wakil Sekjen Bidang Internal), Heru Siswanto (Wakil Sekjen Bidang Eksternal). 

Kata Deden, jejak Lafran adalah kisah tentang mata air keteladanan. Menggugah asa, penuh makna, dan sangat menginspirasi. Terpentang dalam seluruh jejak hayatnya, dari lahir hingga liang lahat. Kesederhanaanya sungguh terasa menohok. Bayangkan, lanjut Deden, Lafran tak punya rumah pribadi sepanjang hidupnya. Dia tipikal "kontraktor" alias penghuni rumah kontrakan abadi, ditemani setia TV butut bermerk Johnson.

Kemana pun bergerak, dia hanya bermomdalkan sepeda ontel lusuh. Ketika akan dilantik menjadi anggota Dewan Pertimbangan Agung (DPA), Lafran tak punya jas. Pun menolak dibelikan. Malah untuk sampai posisi itu mesti melewati proses yang tidak mudah; perlu diyakinkan habis-habisan oleh teman-teman dekatnya. Karena Lafran selalu menolak jabatan apa pun. Walaupun, akhirnya dia menerima tawaran itu.

Ada cerita lucu yang bikin kita geli. Ketika ditanya mau minta fasilitas apa di rumah dinasnya, Lafran hanya hendak dipasangkan telepon rumah. "Kontras seratus derajat dengan pemimpin-pemimpin kiwari yang gemar korupsi demi merayakan kemewahan di tengah penderitataan rakyat", tegas Deden.

Lebih jauh, produser film yang jebolan Universitas Leiden itu, yakin bahwa Lafran adalah sosok pejuang senyap. Orang biasa dengan gagasan dan tindakan luar biasa. Riuh-rendah saat mendirikan HMI, penuh cerita bermakna. Lafran sampai harus menyedekahkan jabatan demi membesarkan organisasi yang didirikannya itu. Ini sangat menggugah di saat orang-orang gemar memburu jabatan dengan cara apa pun. Lafran menjadi simbol perlawanan atas pelbagai bentuk keserakahan dan nafsu-kuasa.


Di benak Deden, sosok Lafran menjadi sangat penting.  Ia menjadi ikon sekaligus role model dalam proses pengkaderan anak-anak bangsa. HMI adalah karya nyata Lafran. Dari rumah HMI, jutaan kader anak bangsa lahir. Mereka turut memberikan warna dalam proses perjalanan republik ini. Tak hanya pada level politik, tapi juga ekonomi dan sosial. Kata Lafran, "untuk Indonesia, saya lillahii taa'la".

Rekam-jejak kepahlawanan Lafran menjadi ruh pengkaderan HMI. Hal itu, kata Deden, mesti kita rawat, pupuk, dan sebarkan secara luas di ruang publik melalui kanal media-media kreatif. Karena nilai-nilai kepahlawanan Lafran bersifat universal. Spirit perjuangannya harus menjadi inspirasi dan kebanggaan seluruh anak bangsa, tidak hanya HMI.  Apa pun latar-belakangnya. Apalagi nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan yang  menjiwai Lafran mendirikan HMI, diakui,  adalah perekat kuat bangsa. 

Dalam spirit pengkaderan itulah, menurut Deden, film "Lafran, Demi Waktu", hadir. Dengan kekuatan visual diharapkan nilai-nilai kepahlawanan dan perjuangan Lafran bisa menginspirasi jutaan anak bangsa. Kekuatan cerita film ini bisa menjadi senjata ampuh sekaligus sumber inspirasi yang bisa menggetarkan jiwa anak-anak muda untuk bangkit bersama membangun negeri.

Dalam konteks itulah, tegas founder & CEO Reborn Initiative, film Lafran ini menjadi sangat penting. Cita rasa keislaman-nasionlistik yang tercermin dalam setiap jejak-langkah-historis Lafran menjadi kekuatan dahsyat bagi negeri tercinta ini.

Sayangnya, film Lafran Pane itu hingga kini masih belum bisa tayang. Padahal sudah selesai _shooting_ satu tahun lalu, tapi belum bisa lanjut ke proses _post production_ karena terganjal budget. "Ya, macet produksi-nya karena kendala dana," ungkap Deden. 

"Ya, makanya saya datang ke sini untuk curhat sama Ketua Umum SMSI, tolong carikan investor supaya film ini bisa tayang. Perlu biaya lagi," sambung Deden sambil tertawa.

Mendengar curhatan Kang Deden tersebut, Firdaus mendorong spirit untuk terus bergerak, karena niat baik di bulan baik semoga di ijabah Allah.
 "Kang Deden. Kita ihtiar untuk menyampaikan keluh kesah ini, semoga niat baik kang Deden di bulan baik ini di ijabah Allah," ujar Firdaus, menutup obrolan.

Redaksi


Rapat Kerja Diruang Rapat Komisi I DPRD Batam.

BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Anggota Komisi I DPRD Kota Batam, Utusan Sarumaha mempertanyakan Pelaksanaan Tugas, Fungsi Wewenang Tim Terpadu Kota Batam, karena menurutnya  belum tertuang di dalam Peraturan Daerah (Perda).

Dalam konteks pengamanan aset pemerintah, Sarumaha menyatakan dukungannya. Karena menurutnya, dalam proses penggusuran tanah, hal tersebut adalah aset tim Terpadu bisa bertindak tanpa keputusan/penetapan pengadilan melalui eksekusi.

“Namun jika objeknya swasta, maka peranan tim Terpadu hanya sebatas memfasilitasi, memberikan negosiasi dengan pelaku usaha, dimana ketika developer, tim Terpadu tidak boleh digunakan oleh swasta untuk menggusur secara paksa,” ujar Utusan Sarumaha dalam Rapat Kerja di Ruang Rapat Komisi I DPRD Kota Batam, Kamis (15/04/21).

Sarumaha juga mempertanyakan apa saja yang menjadi tupoksi Tim Terpadu. Hal ini dikarenakan tim Terpadu belum memiliki aturan secara inplisit yang tertuang di dalam perda dalam menjalankan tupoksinya.

“Jangan sampai area swasta dimasuki oleh tim Terpadu, tapi kalo aset pemerintah clear and clean kita dukung karena itu aset kepentingan umum, tidak boleh ada masyarakat yang melakukan hambatan terhadap pembangunan,”katanya

Sarumaha menambahkan, bahwa terbentuknya tim Terpadu ini adalah berawal dari adanya kesepakatan bersama akibat berjamurnya kegiatan pembangunan yang berada di wilayah Pemerintah.

“Pada waktu itu lahan belum dialokasikan BP Batam kepada pihak swasta sehingga perlu dilakukan penjagaan. Namun jika ada substansi di dalam perda yang harus disempurnakan, maka kami Komisi I sepakat untuk mengusulkan sehingga tidak terjadi lagi multitafsir dalam hal pelaksanaan,” tandasnya.

Redaksi/Independen News


Foto: Istimewa

TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM
: Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Provinsi Kepulauan Riau mencatat enam pasien baru COVID-19 di Kabupaten Natuna setelah daerah tersebut nol kasus aktif selama sekitar sepekan.

Dikutip dari situs Diskominfo Kepri, Ketua Harian Satgas Penanganan COVID-19 Kepri Tengku Said Arif Fadillah, di Tanjungpinang, Rabu (14/04), mengatakan, Natuna pada Maret hingga awal April 2021 nol kasus aktif COVID-19. Pekan lalu terungkap seorang pasien COVID-19, kemudian meninggal dunia.

Enam kasus baru COVID-19 di Natuna terdiri dari empat perempuan dan dua laki-laki. Mereka tinggal di Desa Cemaga Tengah, Batu Hitam, dan Sepempang. 

Lima orang pasien tidak memiliki gejala, sedangkan satu pasien lainnya bergejala ringan. Seluruh pasien menjalani isolasi mandiri.

"Tiga pasien berusia 12 tahun, satu pasien berusia enam tahun, satu pasien lainnya berusia 14 tahun, dan satu lagi berusia 54 tahun," katanya, yang juga Sekda Kepri.

Ia mengemukakan total jumlah pasien COVID-19 di Natuna sebanyak 99 orang, yang terdiri dari 90 orang dinyatakan sembuh, dan tiga orang meninggal dunia. Di Natuna jumlah kasus aktif tinggal enam orang.

Sejak pekan lalu Natuna ditetapkan sebagai Zona Kuning setelah sebelumnya bertahan selama sekitar sebulan sebagai Zona Hijau. 

Kondisi yang sama juga terjadi di Kepulauan Anambas dan Lingga sejak muncul satu kasus baru. Anambas dan Lingga juga berstatus sebagai Zona Kuning setelah hampir dua bulan bertahan sebagai Zona Hijau.

Total jumlah pasien COVID-19 di Anambas mencapai 104 orang, sebanyak 102 orang di antaranya sembuh, dan satu orang meninggal dunia. Saat ini tinggal satu kasus aktif.

Sementara total jumlah pasien COVID-19 di Lingga mencapai 56 orang, sebanyak 52 orang sembuh, dan tiga orang meninggal dunia. Jumlah kasus aktif tinggal satu orang.

Sedangkan jumlah kasus aktif di Karimun tinggal 18 orang, Bintan 27 orang, Tanjungpinang 182 orang dan Batam 253 orang.

Redaksi


Sekda Kepri, Arif Fadillah. (Foto: Istimewa).

TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM
: Sekretaris Daerah Provinsi Kepri H TS Arif Fadillah menghimbau seluruh masyarakat Kepri untuk dapat membiasakan diri membeli makanan di bulan Ramadhan atau takjil lewat sistem online.

Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Kepri H TS Arif Fadillah di Tanjungpinang, Rabu (14/4).

"Kita imbau masyarakat untuk membiasakan belanja makanan keperluan berbuka puasa atau takjil lewat sistem online," ujar Arif, dikutip dari situs Diskominfo Kepri.

Pasalnya, menurut Arif melalui sistem online masyarakat tidak perlu berkerumunan dan menghindari keramaian.

"Mengingat saat ini kondisi Covid-19 di Provinsi Kepri khususnya Tanjungpinang sedang meningkat," kata Arif.

Namun begitu lanjut Arif, pihaknya tidak melarang adanya kegiatan bazar jual beli takjil yang biasanya ada di bulan Ramadhan.

"Kita juga serba salah, disatu sisi kita ingin perekonomian masyarakat dapat berjalan dan salah satunya dengan kegiatan jual beli ini," ungkap Arif.

Untuk itu, Arif meminta masyarakat untuk tidak abai akan protokol kesehatan Covid-19. Menggunakan masker, Menjaga Jarak serta menghilangkan kerumunan, Dan Mencuci tangan dengan sabun atau handsanitizer.

Redaksi


Presiden menunaikan zakat, di Istana Negara Jakarta. (Foto: Istimewa)

JAKARTA KEPRIAKTUAL.COM
: Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyerahkan zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Kamis (15/04/2021) siang, di Istana Negara, Jakarta.

“Alhamdulillah, pada hari ini saya bersama dengan Bapak Wakil Presiden dan para Menteri Kabinet Indonesia Maju bisa tetap berzakat di tengah pandemi. Untuk tetap juga mematuhi dan menjaga protokol kesehatan, saat ini zakat bisa dilakukan secara online,” ujar Presiden dalam sambutannya.

Kepala Negara mengatakan, membayar zakat merupakan kewajiban umat Islam untuk berbagi rezeki dan kebahagiaan dengan sesama manusia terutama para mustahik.

“Saya harapkan dana zakat yang dihimpun oleh Baznas ini dapat dipergunakan sebaik-baiknya untuk membantu Saudara-saudara kita yang mengalami kesulitan-kesulitan akibat pandemi COVID-19 dan juga untuk membantu mengentaskan kemiskinan secara menyeluruh di negara kita,” tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, Presiden Jokowi juga sekaligus meluncurkan Gerakan Cinta Zakat. Gerakan ini diharapkan mendorong partisipasi masyarakat untuk meningkatkan zakat, infak, dan sedekah, serta memastikan penyalurannya tepat sasaran kepada yang membutuhkan.

“Gerakan Cinta Zakat ini sejalan dengan program pemerintah yang memiliki kerja besar, kerja sangat besar untuk mengentaskan kemiskinan, menangani musibah dan bencana, serta menuntaskan program-program SDGs,” ujarnya.

Presiden pun mengimbau pejabat negara, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), perusahaan swasta, hingga seluruh kepala daerah untuk menunaikan zakat melalui amil zakat resmi agar membantu mewujudkan kesejahteraan dan memberikan keberkahan kepada semuanya.

“Semoga zakat yang kita keluarkan akan menyempurnakan ibadah puasa kita, menyempurnakan ketakwaan kita, ketaatan kita kepada Allah Swt.,” pungkasnya.

Hadir dalam kegiatan Wakil Presiden Ma’ruf Amin, para Menteri Kabinet Indonesia Maju, Ketua Baznas Noor Achmad, beserta seluruh pimpinan Baznas di provinsi dan para gubernur yang mengikuti kegiatan secara virtual di wilayah masing-masing.

(Setkab/FID/UN)


Sang Dokter Cabuli Pasien Ditahan Polsek Batam Kota.

BATAM KEPRIAKTUAL.COM
: Kapolsek Batam Kota, AKP Nidya Astuty melalui Kanit Reskrim Polsek Batam Kota, Ipda Yustinus Halawa beberkan kronologis kejahatan seorang dokter umum inisial DS (26) yang tega mencabuli pasiennya sendiri diruang klinik Kimia Farma KDA, Kelurahan Belian, Kecamatan Batam Kota, Kota Batam pada Senin (12/4/2021) lalu.

Kata Yus, kejadian tersebut bermula saat pasien (korban) berinisial VS mendatangi Klinik Kimia Farma KDA untuk berobat dengan keluhan penyakit keputihan di organ kelaminnya sekira pukul 21.00 Wib.

"Setelah menunggu beberapa jam, akhirnya korban dipanggil untuk dilakukan pemeriksaan medis yang ditangani langsung oleh dokter praktek di Klinik tersebut sekira pukul 23.10 Wib," kata Yustinus Halawa, Kamis (15/4/2021) sore.

Namun, lanjut Yus, saat dilakukan pemeriksaan medis, korban merekam apa yang dilakukan dokter dengan alasan tidak berani melihat langsung dikarenakan pemeriksaan tersebut berlangsung lama.

"Karena adanya rasa kekhawatiran, kemudian korban mengirim pesan ke WhatsApp pacarnya yang tengah menunggu di ruang tunggu," ujar Yustinus Halawa.

Setelah berlangsung beberapa jam pemeriksaan, selanjutnya korban pulang bersama pacarnya. di parkiran, sontak korban kaget melihat hasil rekaman video di Handphonenya ternyata dokter tersebut menggunakan alat berbentuk karet bergerigi.

Parahnya lagi, dokter yang memeriksa korban tersebut selain menggunakan alat berbentuk karet bergerigi, ternyata dokter itu juga mengeluarkan alat kelaminnya ketika mengecek kelamin korban.

Tidak terima atas kejadian tersebut, korban pun melaporkan ke Polsek Batam Kota. Hingga akhirnya sang dokter cabul itu berhasil diamankan oleh unit Reskrim Polsek Batam Kota.

Sementara itu, menurut pengakuan dokter, dirinya mengaku melakukan pencabulan itu karena khilaf. "Nggak didorong apa-apa. Tiba-tiba saja saya eror. Khilaf saya," ujarnya.

Atas perbuatannya, sang dokter dijerat pasal 289 dan atau 290 KUHP dengan ancaman hukuman pidana penjara sembilan tahun.

(Redaksi/Exp)


Kapal Penyeludup Karpet Diamankan.

BATAM KEPRIAKTUAL.COM:
Sinergi Kantor Pelayanan Utama Bea Cukai Batam (KPU BC Batam), Kantor Wilayah Khusus Bea Cukai Kepulauan Riau (Kanwilsus BC Kepri), dan Pangkalan Sarana Operasi Bea Cukai Batam (PSO BC Batam) berhasil menangkap Kapal Motor (KM) Salwah 03 yang diduga akan menyelundupkan ratusan karpet ilegal, barang tersebut dimuat di Jembatan 6 Barelang dengan tujuan pengiriman Pulau Kijang, Provinsi Riau.

Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea Cukai Batam, Susila Brata menjelaskan bahwa kronologi diawali
dengan kecurigaan Tim Satgas Patroli Laut BC 7004 terhadap sebuah Kapal GT 29 di Perairan Pulau
Abang, Minggu, (11/4/2021), sekitar pukul 03.00 WIB.

“Kemudian dilakukan pengejaran oleh BC 7004, Speedboat Tim Satuan Gugus Tugas Reaksi Cepat
Taktis (Sat Gurita) dan Speedboat Kanwilsus Kepri, setelah berhasil dihentikan dan dilakukan
pemeriksaan, ditemukan membawa muatan karpet,” lanjut Susila, Kamis (15/4-2021).

Berdasarkan keterangan Nahkoda KM Salwah, Saudara EN, muatan karpet tersebut tidak disertai
dokumen kepabeanan. “Menindaklanjuti barang berupa karpet yang tidak dilengkapi dokumen kepabeanan tersebut, maka dilakukan penindakan, dan selanjutnya KM Salwah 03 ditarik menuju Dermaga PSO BC Batam di Tanjung Uncang, Batam untuk proses lebih lanjut,” terang Susila.

Setelah dilakukan pemeriksaan barang bukti, ditemukan karpet berbagai merek dan ukuran dengan
total karpet berjumlah 585 gulungan, ditaksir nilai karpet tersebut Rp4,17 miliar, dan potensi kerugian
negara sebesar Rp1,93 miliar.

“Pelaku dijerat dengan UU Nomor 17 Tahun 2006 tentang Perubahan Atas UU Nomor 10 Tahun 1995
tentang Kepabeanan Pasal 102 Huruf f dengan penjara paling singkat satu tahun dan paling lama 10
tahun serta denda paling sedikit Rp 50 juta dan paling banyak Rp 5 miliar,” pungkas Susila.

Redaksi/Humas BC Batam



Foto Bersama Plh Bupati Karimun, Dr. H. Muhd. Firmansyah.

KARIMUN KEPRIAKTUAL.COM
: Plh. Bupati Karimun, Dr. H. Muhd. Firmansyah, M. Si, menghadiri acara penilaian asar sehat bebas bahan berbahaya, Pasar Teluk Uma, sebagai nominator dalam Lomba Pasar aman dari Bahan Berbahaya Tingkat Nasional Tahun 2021, Kamis (15/4-2021).

Giat acara tersebut, turut hadir, Tri Arga Wikandono, ST., Koordinator Bidang Kemitraan Mikro Kecil KKP, Santi Laria, S., Fungsional Analisis Kebijakan Ahli Muda Kemendagri, Ir. Muh. Anwar Ahcmad, MM., Analisis Perdagangan Ahli Madya Kemendagri, Ratna Wulandari S. Farm, APT, MSC, Sub., Koordinator Pemberdayaan Organisasi dan Kemasyarakatan PMPU sekaligus Ketua Tim Juri, Devanamsyam, ST., Dirut Perumda.

Dalam Sambutannya Plh. Bupati Karimun, Dr. H. Muhd. Firmansyah mengucapkan, selamat datang kepada Tim Penilai dalam rangka meneliti atau menguji Pasar Teluk Uma sebagai pasar sehat dari bahan berbahaya. 

"Pasar sehat ini tidak akan bisa berdiri sendiri bahwa pasar sehat ini pasar yang memang ada proses usaha yang terintegritet bersinegri seluruh stakeholder yang ada," kata H. Muhd. Firmansyah.

Kemudian, lamnjutnya, dirinya mengharapkan pasar Teluk Uma dapat menjadi panduan atau contoh dan bisa meningkatkan pasar-pasar yang lain di kabupaten Karimun. 

Plh Bupati Karimun Bersapa.

Selain itu, dalam kata sambutan Ratna Wulandari S.Farm, APT, MSC, selaku Ketua Tim Juri, mengatakan, pasar sehat, bersih dan aman dari bahan berbahaya sangat menguntungkan penjual dan pembeli.

"Bagi penjual yang ada di dalam pasar yang sehat, bersih, dan aman dari bahan berbahaya, akan banyak konsumen yang datang ke pasar tersebut. Bagi konsumen, dengan berbelanja di pasar sehat akan terbebas dari racun atau bahan berbahaya yang dapat merusak organ tubuh," ujarnya.

Ditambahkan Tim Juri, bahwa program pasar sehat adalah milik bersama. Bukan hanya Pemerintah, melainkan juga komunitas pasar dan masyarakat. 
"Kunci sukses keberhasilan program Percontohan Pantauan Pasar Aman dari Bahan Berbahaya ini adalah konsistensi dan kesinambungan dari peran petugas pasar,  Dinas Kesehatan Kabupaten, Badan POM, serta Kemenkes," ungkapnya.

Ahmad Yahya/ Humas


Ketua Komisi I DPRD Batam, Budi Mardiyanto.

BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Komisi I DPRD Kota Batam melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke Hotel Ondos yang berlokasi di Jalan Tengku Sulung Komersil Area, Blok C Taman Raya 3 Batam Kota, Batam, Rabu (14/4/21) sore.

Turut hadir dalam sidak tersebut, Ketua Komisi I DPRD Kota Batam, Budi Mardiyanto didampingi anggota komisi, Utusan Sarumaha, Tan A Tie dan juga Siti Nurlaila serta beberapa orang staf.

Sidak tersebut dilakukan setelah pihaknya mendapatkan informasi dari masyarakat bahwasannya hotel tersebut tidak memiliki Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) dan ijin-ijin lainnya.

Alhasil, laporan dari masyarakat itu pun langsung di respon dan ditindaklanjuti. Saat sidak dilakukan, karyawan hotel yang ditemui disana tidak bisa memperlihatkan satu lembar pun surat-surat yang menunjukkan legalitas hotel tersebut, alasannya karyawan itu tidak mempunyai kewenangan.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi I DPRD Kota Batam, Budi Mardiyanto mengatakan akan segera mengagendakan untuk dilakukannya Rapat Dengar Pendapat (RDP) mengenai perijinan yang dimiliki.

"Secepatnya kita akan mengundang pihak hotel dan juga instasi terkait lainnya seperti Dinas PTSP, DLH dan juga BP Batam, untuk RDP di Komisi I DPRD Batam," ungkap Budi usai sidak.

Lebih lanjut dia mengatakan, kenapa pihaknya dalam hal ini juga akan mengundang BP Batam? Dijelaskannya, sebagaimana yang diketahui bersama, bahwasannya lokasi hotel itu dulunya adalah lapangan futsal. Dan, secara fisik lapangan futsal tersebut sekarang beralih fungsi menjadi sebuah hotel yang lokasinya berada persis ditengah-tengah pemukiman masyarakat.

"Kita tidak ingin berprasangka buruk dan langsung menghakimi mereka. Namun, kita memberikan ruang untuk mereka menjelaskannya pada saat RDP nantinya," imbuhnya.

Lebih lanjut politisi dari Partai PDI Perjuangan Kota Batam ini mengatakan, menurut penjelasan karyawan hotel tersebut, bahwasannya saat ini pihaknya sedang melakukan proses pengurusan surat-surat di dinas terkait. Dan, jika hal itu benar, pihaknya akan menghormati proses itu dan akan mendukungnya.

"Sekarang ini kan pemerintah sangat mendukung segala bentuk investasi di kota Batam. Namun, sangat disayangkan jika investasi itu tidak mentaati peraturan-peraturan yang dibuat oleh pemerintah," tegasnya.

Maka dari itu, pihaknya berdasarkan kewenangan yang dimiliki akan membantu siapa saja yang ingin melakukan usaha di Batam, namun tetap harus mematuhi semua peraturan-peraturan yang berlaku.

Sebelumnya diberitakan, DPM-PTSP membeberkan bahwa Hotel Ondos yang terletak di jalan Tengku Sulung, Komplek Perumahan Taman Raya tahap III, Batam Kota, Batam itu tidak pernah mengajukan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) kepada pihaknya.

Hal ini diungkapkan oleh Kabid Perizinan DPM-PTSP, Teddy Nuh ketika dikonfirmasi awak media, Sabtu (27/3/).

"Setelah kita cek di OSS (Online Single Submisison) Hotel itu memang tidak ada pengajuan IMB nya ke kita," ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Kasi IMB DPM-PTSP, Icha Cahaya mengatakan bahwa tidak ada atas nama Badan Usaha apapun terhadap hotel itu yang mengajukan izin IMB ke pihaknya.

"Mohon maaf untuk IMB diajukan berdasarkan nama Badan Usahanya untuk lokasi tersebut selama saya di DPM-PTSP belum ada, untuk pelanggaran bangunan bisa minta info di UPT Pengwasan Dinas Cipta Karya ya," tegasnya. (Fay)


Ketua Komisi 1 DPRD Kota Batam, Budi Mardianto didampingi Utusan Sarumaha dan Tan Atie saat melakukan sidak ke Ondos Hotel, Rabu (14/4/2021). (Foto: Fay)

BATAM KEPRIAKTUAL.COM
: Anggota Komisi I DPRD Kota Batam, Utusan Sarumaha, menegaskan, jika memang benar Hotel Ondos belum dilengkapi izin, pihaknya akan mendorong pihak terkait untuk melakukan penyegelan terhadap hotel tersebut.

"Kalau memang benar tak berizin, kita minta untuk disegel. Hal ini untuk memberikan efek jera kepada para pelaku usaha agar tidak semena-semana saja berinvestasi di Kota Batam," ujar Utusan Sarumaha disela-sela inspeksi mendadak ke Hotel Ondos, Rabu (14/4/21).

Saat melakukan inspeksi siang tadi, anggota Komisi I DPRD Kota Batam belum mendapatkan jawaban pasti terkait legalitas Hotel Ondos. Pasalnya, pihak hotel yang bertugas siang itu mengaku tidak berkompeten untuk menjawab pertanyaan dan menunjukkan legalitas hotel seperti yang ditanyakan.

"Ketika kita tanyakan kepada pihak hotel, mereka menjawab bahwa yang bekerja pada hari ini bukanlah kekuasaan mereka untuk menjawab hal tersebut, karena bukan dibidang mereka," ujarnya. Namun, pihak hotel berjanji akan mengirimkan data fisik perizinan sesuai yang diminta anggota dewan.

Sebelumnya diberitakan, DPM-PTSP membeberkan bahwa Hotel Ondos yang terletak di jalan Tengku Sulung, Komplek Perumahan Taman Raya tahap III, Kecamatan Batam Kota, Batam itu tidak pernah mengajukan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) kepada pihaknya.

Hal ini diungkapkan oleh Kabid Perizinan DPM-PTSP, Teddy Nuh ketika dikonfirmasi awak media, Sabtu (27/3).

"Setelah kita cek di OSS (Online Single Submisison) Hotel itu memang tidak ada pengajuan IMB nya ke kita," ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Kasi IMB DPM-PTSP, Icha Cahaya mengatakan bahwa tidak ada atas nama Badan Usaha apapun terhadap hotel itu yang mengajukan izin IMB ke pihaknya.

"Mohon maaf untuk IMB diajukan berdasarkan nama Badan Usahanya untuk lokasi tersebut selama saya di DPM-PTSP belum ada, untuk pelanggaran bangunan bisa minta info di UPT Pengwasan Dinas Cipta Karya ya," tegasnya.

(exp/Fay)


Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.