Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S.

BATAM KEPRIAKTUAL.COM
: Sebanyak 414 Personil Polda Kepri terdiri dari Perwira, Bintara dan PNS Polda Kepri dan Polres Jajaran dilakukan alih tugas jabatan dan Mutasi.

Alih tugas dan mutasi tersebut berdasarkan Surat Telegram Kapolda Kepri Nomor : STR/112/III/KEP./2021,  STR/113/III/KEP./2021 dan STR/114/III/KEP./2021 tanggal 10 Maret 2021 tentang Alih Tugas Jabatan dan Mutasi Personil Polda Kepri dan Polres jajaran Polda Kepri, Kamis (11/3/21).

“Alih tugas jabatan dan Mutasi ini merupakan hal biasa yang terjadi di tubuh Polri dalam rangka penyegaran dan memenuhi kebutuhan Organisasi yang bertujuan untuk pembinaan karier Personil serta penempatannya juga sesuai dengan Kompetensi tiap-tiap personil,” Jelas Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S, Kamis, (11/3/2021).

Lebih lanjut Harry menjelaskan Surat Telegram Mutasi tersebut langsung ditandatangani oleh Karo SDM Polda Kepri yang mengatasnamakan Kapolda Kepri Irjen Pol Dr. Aris Budiman.

Berikut daftar Pejabat Polda Kepri dan Polres Jajaran yang alih tugas jabatan :

1. Kasubbid Bankum Bidkum Polda Kepri AKBP Jamaluddin SN, SH, MH diangkat dalam jabatan baru sebagai Kabagbinopsnal Dit Resnarkoba Polda Kepri dan digantikan oleh AKBP Tua Turnip SH yang sebelumnya menjabat Sebagai Kasubbidwabprof Bidpropam Polda Kepri.

2. Kanit I Subditwisata Ditpamobvit Polda Kepri Kompol Soeharnoko SE, MH diangkat dalam jabatan baru sebagai Kasubbidwabprof Bidpropam Polda Kepri.

3. Kasat PJR Ditlantas Polda Kepri Kompol Marna SE diangkat dalam jabatan baru sebagai PS. Kasubdit wisata Ditpamobvit Polda Kepri dan digantikan oleh Kompol Muhammad Chaidir SH, S.Ik yang sebelumnya menjabat sebagai Wakapolres Tanjungpinang.

4. Kapolsek Lubuk Baja Polresta Barelang Kompol Arya Tesa Brahmana S.Ik diangkat dalam jabatan baru sebagai Wakapolres Tanjungpinang dan digantikan oleh AKP Satria Nanda S.Ik yang sebelumnya menjabat sebagai PS. Kanit 1 Subdit 4 Ditreskrimsus Polda Kepri.

5. Kasubdit 1 Ditresnarkoba Polda Kepri AKBP Arthur Sitindaon SH, MH diangkat dalam jabatan baru sebagai Advokat Madya 1 Bidkum Polda Kepri dan digantikan oleh Kompol Arbaridi Jumhur SH yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolsek Bintan Utara Polres Bintan. 

Redaksi




3 Pria Terekam CCTv Saat Mematikan Lampu Jalan (Foto: Istimewa).

BATAM KEPRIAKTUAL.COM
: Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Batam, Azril Apriansyah, langsung berkoordinasi dengan kepolisian Polresta Barelang, Rabu (10/3/2021) malam. 

Hal tersebut sebagai langkah cepat mengantisipasi ancaman kejahatan setelah adanya kegiatan mencurigakan yang terekam kamera pengintai (Closed Circuit Television/CCTv) di kawasan Sei Ladi, Sekupang.

"Semalam kita mendeteksi ada tiga orang yang dengan sengaja merusak panel listrik lampu Penerangan Jalan Umum (PJU). Aksi itu sangat mencurigakan," ujar Azril, Kamis (11/3/2021) pagi.

Aksi tiga orang dengan menggunakan satu sepeda motor itu, terekam pukul 23.47. Dalam aksinya itu, satu orang bertugas memadamkan listrik yang berada di lokasi, kemudian dua orang lainnya menunggu di atas sepeda motor yang masih menyala.

"Dengan temuan itu, langsung kita koordinasikan ke Polresta Barelang melalui petugas Satlantas yang sedang patroli," ujarnya.

Tak berselang lama, petugas langsung tiba ke lokasi dan kembali menyalakan PJU yang berada di sepanjang Jalan Gajah Mada Sekupang, tepatnya di dekat Waduk Sei Ladi. "Belum diketahui tujuan pelaku memadamkan PJU tersebut. Namun langkah ini sebagai upaya kita menekan kriminalitas di titik-titik rawan kejahatan," ujarnya.

Azril menyampaikan, CCTv yang dioperatori Diskominfo Batam tersebar di beberapa titik rawan. CCTv tersebut beroperasi 24 jam dan diawasi pegawai dari Diskominfo Batam.

"Semoga dengan upaya ini, kita bisa mengantisipasi tindak kejahatan di Batam dengan berkoordinasi serta bersinergi dengan pihak kepolisian," katanya.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menekankan agar pengawasan melalui CCTv ditingkatkan. Bahkan, Amsakar juga meninjau langsung proses pengawasan melalui monitor yang berada Kantor Wali Kota Batam. "Semoga Batam aman, kondusif, dan tindak kejahatan bisa diantisipasi," ujarnya. (Mc)


Gubernur Kepri, Ansar Ahmad (Foto: Istimewa).

TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM
: Pemerintah Provinsi Kepri mengatakan bahwa saat ini provinsi Kepri siap kembali membuka sektor pariwisata di Kepri.

Hal ini disampaikan Gubernur Provinsi Kepri H Ansar Ahmad saat bertemu Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut B Panjaitan di Jakarta, Rabu (10/3).

"Kepri akan memastikan kepada wisatawan domestik dan mancanegara bahwa Provinsi Kepri siap kembali menerima wisatawan," tegas Ansar.

Ansar mengatakan bahwa saat ini pihaknya telah melihat kondisi pariwisata Kepri yang sudah dapat menerima kunjungan wisatawan.

Menurut Ansar, kini objek-objek pariwisata Kepri telahpun melakukan berbagai langkah membuka kembali usahanya dengan mengikuti protokol kesehatan Covid-19.

"Tak hanya itu, guna mendorong bukanya wisata di Kepri ini, Pemprov juga mendorong seluruh pelaku pariwisata dan masyarakat yang tinggal di sekitar daerah pariwisata untuk dilakukan vaksinasi," tegas Ansar.

Sementara itu, sektor Menko Maritim dan Investasi Luhut Panjaitan mengatakan bakan segera berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Sadikin agar Provinsi Kepri mendapatkan prioritas pengiriman vaksin Covid-19.

"Yangmana, nantinya vaksin itu diberikan kepada seluruh pelaku pariwisata untuk menggiatkan kembali gairah pariwisata Kepri," tanggap Luhut.

Sumber: Diskominfo Kepri






Gubernur Kepri, Ansar Ahmad (Foto: Istimewa).

TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM
: Pemerintah Provinsi Kepri mengatakan bahwa pihaknya terus mendorong masuk investasi di Provinsi Kepri guna memperkuat ekonomi.

Hal ini disampaikan Gubernur Provinsi Kepri H Ansar Ahmad SE MM di Tanjungpinang, Rabu (10/3).

"Kita terus membuka peluang masuknya investasi di Provinsi Kepri. Saat ini baik itu di kota Batam maupun di daerah lain di Provinsi Kepri," ungkap Ansar, dikutip dari situs Resmi Diskominfo Kepri.

Menurut Ansar, pihaknya terus mengupayakan untuk mendorong masuknya investasi di Provinsi Kepri. Khususnya di sektor pariwisata dan industri.

"Saat ini kita terus mengupayakan agar pemerintah memberikan izin untuk membuka pariwisata Kepri, dengan begitu dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi Kepri," jelas Ansar.

Ansar yakin bahwa peluang sektor pariwisata di Provinsi Kepri ini sangat besar. Sehingga jika investasi pariwisata dapat bernilai tinggi.

"Untuk itu, pemerintah Provinsi Kepri terus mendorong optimalnya investasi di Provinsi Kepri yang diharap dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi Kepri," jelas Ansar.

Redaksi




Foto: Istimewa.

JAKARTA KEPRIAKTUAL.COM
: Gerak cepat Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad SE MM terus dilakukan untuk suksesnya program pembangunan. Hal tersebut terlihat dari gebrakan Gubernur Ansar Ahmad belum ada sebulan memimpin Kepri ini sudah beberapa kementerian yang diloby untuk memuluskan program pembangunan di daerah yang dipimpinnya.

Hari ini, Rabu (10/3), setelah bertemu sejumlah Dirjen di Kementerian PUPR, Gubernur Ansar Ahmad bertemu Menteri Koordinasi Kemaritiman dan Investasi RI, Luhut Binsar Panjaitan di Jakarta. Dalam pertemuan tersebut ikut hadir Penasehat Menteri Bidang Pertahanan dan Keamanan Maritim Laksamana TNI (Pur) Dr. Marsetio serta sejumlah Dirjen di lingkungan Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi.

Dalam kesempatan tersebut, Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mendukung penuh kebijakan penarikan retribusi area labuh jangkar yang diberikan pusat ke Pemprov Kepri. "Pak Menko LBP mendukung penuh soal labuh jangkar dikelola Pemprov Kepri. Bahkan kita juga diminta untuk lebih serius bekerja di lapangan agar pemasukkan daerah dari retribusi labuh jangkar lebih maksimal," jelas Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad pada media seusai pertemuan.

Karena itu, jelas Ansar, Kemenko Maritim dan Investasi juga segera akan membentuk Satgas Gabungan untuk menertibkan kapal-kapal yang masih berlabuh tambat di perairan Kepri yang tidak berada dalam area labuh jangkar. 

"Dengan adanya penertiban Satgas Gabungan kita harapkan seluruh kapal nantinya parkir di area labuh jangkar yang sudah ditetapkan. Dengan demikian pemasukan dari retribusinya bisa kita optimalkan untuk memperbesar pemasukan daerah," katanya.

Dalam kesempatan yang sama Gubernur Ansar Ahmad juga menjelaskan tentang dukungan Menko LBP sehubungan rencana Pemprov Kepri yang akan membuka kawasan wisata di Batam dan Bintan bagi wisatawan asing. Untuk itu LBP memberikan masukan agar gerakan vaksinasi dan penerapan protokol kesehatan lebih digiatkan untuk mendorong bangkitnya pariwisata di Kepulauan Riau.

Salah satunya tentang vaksinasi bagi pelaku pariwisata serta masyarakat yang tinggal di sekitar daerah wisata. "Pak Menko LBP juga akan meminta Kementerian Kesehatan untuk bantu penyediaan vaksin di Kepri untuk menunjang aktivasi pariwisata yang akan dibuka," jelas Ansar Ahmad.

Persoalan Covid 19 di Kepri, katanya, terjadi penurunan kasus baru yang sangat signifikan. Bahkan pihaknya optimis, dengan kebijakan pencegahan yang sangat masif yang melibatkan seluruh stakeholder, persoalan Covid 19 bisa ditekan di angka yang paling rendah. 

"Intinya kalau kita kerja serius insyaa Allah akan berhasil. Persoalan Covid 19 dan program lainnya, kita harus tetap kerja serius untuk meyakinkan masyarakat dalam dan luar negeri bahwa Kepri aman," pungkasnya.

Sumber: Diskominfo Kepri



Gubernur Kepri, Ansar Ahmad Gubernur (kanan) ketika bertemu dengan Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan, Eko D. Heripoerwanto, Rabu (10/3/2021). (Foto: Istimewa)

JAKARTA KEPRIAKTUAL.COM
: Gubernur H Ansar Ahmad terus menggesa percepatan pembangunan infrastruktur di Kepri, khususnya Jembatan Batam Bintan. Soal jembatan Batam Bintan, Gubernur ingin pembangunannya dimulai tahun 2022. 

"Kita bersyukur semua berjalan sesuai progres. Semoga tahun 2022 pemerintah pusat mulai merealisasikan pembangunannya" kata Ansar, di Kementerian PUPR, Jakarta, Rabu (10/3), dikutip dari situs resmi Diskominfo Kepri.

Di Jakarta, Gubernur Ansar melangsungkan pertemuan dengan Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan,  Eko D. Heripoerwanto. Hadir juga pertemuan itu Direktur Pelaksanaan Pembiayaan Infrastruktur Jalan dan Jembatan, Reni Ahiantini.

Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan,  Eko D. Heripoerwanto menyambut baik kehadiran Gubernur Ansar. Pihak kementerian sendiri menargetkan Jembatan Batam Bintan selesai akhir 2023 atau awal 2024.

Sesuai koordinasi awal, Jembatan Batam Bintan ini nantinya memiliki row jalan 100 meter dan dibagi dalam tiga trase. Panjang Trase Pulau Batam adalah 1,64 Km dilantykan trase Pulau Tanjungsauh sepanjang 3,35 Km dan Trase Pulau Bintan sepanjang 2,40 Km.

Dari sejumlah informasi lelang KPBU bakal dilaksanakan tahun ini. Pelelangan akan dimulai  setelah mendapatkan rekomendasi tinggi vertical clearance Jembatan Batam Bintan.

Akhir tahun lalu, Pemprov Kepri sudah mengusulkan vertical clerance untuk tiap trase. Vertical clearance untuk trase Batam ke Tanjungsauh setinggi 20 meter. Sementara dari Tanjungsauh ke Pula Buau setinggi 40 meter.

Redaksi


Foto Bersama Danrem 033/Wira Pratama Brigadir Jenderal TNI, Jimmy Ramoz Manalu Dengan Kapolda Kepri, Inspektur Jenderal Polisi Dr. Aris Budiman.

BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Danrem 033/Wira Pratama Brigadir Jenderal TNI Jimmy Ramoz Manalu S.Hub.Int., berkunjung ke Polda Kepri dalam rangka silaturahmi bersama Kapolda Kepri Inspektur Jenderal Polisi Dr. Aris Budiman, M.Si., pada Rabu (10/3/2021). 

Hadir dalam kegiatan tersebut Pejabat Utama Korem 033/Wira Pratama, Dandim 0316/Batam dan Pejabat Utama Polda Kepri.

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S., S.IK., M.Si. mengatakan, kunjungan silaturahmi tersebut untuk meningkatkan Sinergitas dan Soliditas antara TNI-Polri yang telah terjalin selama ini. ″Seperti yang kita ketahui bersama bahwa bapak Danrem 033/WP baru saja dilantik diawal bulan ini dan kunjungan beliau merupakan bentuk Sinergitas yang selama ini telah terjalin.

″Pada masa saat ini penugasan TNI-Polri dalam hal menjaga Situasi Keamanan dan ketertiban masyarakat sangat banyak, terutama mengenai penegakan aturan protokol kesehatan dan pencegahan penyebaran Covid – 19, tentunya dengan kehadiran TNI-Polri ini dapat dirasakan oleh masyarakat," ujarnya. 

″Dengan Sinergitas dan soliditas bersama ini tentunya diharapkan dapat terjaganya kedaulatan dan stabilitas kamtibmas di Provinsi Kepri, hal ini yang harus kita bangun bersama," tuturnya kembali. 

Redaksi!/Humas Polda Kepri


Foto Kebakaran Vihara. 

BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Peristiwa terbakarnya Vihara Quan Am Tu eks Camp Vietnam, Pulau Galang, Sijantung, Batam terbakar pada Rabu (10/3/2021) pagi.

Kapolsek Galang, AKP Herman Kelly menjelaskan kronologi peristiwa tersebut. Berdasarkan keterangan saksi-saksi dilokasi sekitar pukul 06.30 WIB, saat itu saksi, Sri hartiningsih (Saksi 1), saksi, Junairi (Saksi 2), dan saksi, Kelvin (Saksi 3) hendak membersihkan Vihara tersebut melihat ada kobaran api disudut Vihara.

Melihat adanya peristiwa tersebut kemudian saksi 1 dan 2 segera menghubungi saksi 4 (Said Adnan) selaku supervisor kawasan wisata ex Camp Vietnam Pulau Galang bahwa melaporkan bahwa telah terjadi kebakaran pada Vihara tersebut.

"Kemudian saksi 4 datang ke TKP dan melihat api telah membesar dan segera memberitahukan peristiwa tersebut ke Polsek Galang," ujarnya melalui siaran pers yang diterima awak media, Rabu (10/3/2021).

Selanjutnya, pada pukul 07.00 WIB personil Polsek Galang yang dipimpin oleh Kanitreskrim, Ipda J Gultom tiba di TKP dan segera berkoordinasi dengan Ditpam BP Batam dan Damkar jembatan 1 kota Batam untuk memdamkan api tersebut.

"Pukul 07.45 WIB mobil tangki air BP Batam tiba dilokasi dengan segera melakukan pemadaman manual dibantu oleh warga Sijantung menjelang Damkar Kota Batam tiba di TKP. Pukul 08.12 WIB Damkar Kota Batam tiba di lokasi dan langsung melakukan pemadaman api," jelasnya.

Kemudian, api tersebut berhasil dipadamkan sekitar pukul 10.00 WIB oleh petugas Damkar Kota Batam dibantu personil Ditpam BP Batam kawasan wisata ex Camp Vietnam dan personil Polsek Galang.

"Selanjutnya unit reskrim Polsek Galang memasang Police Line di TKP," bebernya.

Dari kejadian tersebut, tidak ditemukan korban jiwa yang ditimbulkan dan penyebab kebakaran Vihara tersebut masih dalam penyelidikan oleh unit reskrim Polsek Galang.

(Redaksi/Exp)


Foto: Istimewa

TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM
: Komisi Pemilihan Umum Provinsi Kepulauan Riau mengusulkan pemerintah daeeah mengatur netralitas pengurus RT dan RW untuk mencegah terjadi kecurangan dalam pesta demokrasi.

Anggota KPU Kepri Arison, di Tanjungpinang, Selasa (10/03), mengatakan, netralitas pengurus RT dan RW perlu diatur dari awal pencalonan, seperti tidak pengurus partai politik.

"Jadi bukan kami yang mengaturnya, melainkan yang berhak mengaturnya adalah pemda melalui peraturan bupati atau peraturan wali kota," ujarnya.

Usulan itu disampaikan Arison berdasarkan evaluasi terhadap penyelenggaraan pilkada, yang akan disampaikan dalam rapat evaluasi pilkada dalam waktu dekat. 

Saat ini, kata dia banyak laporan yang diterima KPU Kepri terkait keterlibatan pengurus RT dan RW sebagai pengurus partai politik. Netralitas pengurus RT dan RW yang juga pengurus partai dipertanyakan berbagai pihak dalam penyelenggaraan pilkada.

Sementara KPU kabupaten dan kota kerap melibatkan pengurus RT dan RW sebagai Panitia Pemungutan Suara (PPS) hingga Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Mereka dianggap sebagai orang yang berkompeten karena dekat dengan masyarakat dan memahami kondisi pemilih di sekitar Tempat Pemungutan Suara.

"Ada penyelenggara pemilu adhock, yang menjabat sebagai pengurus RT dan RW, dan pengurus partai. Sepatutnya ini dihindari," katanya.

Namun KPU kabupaten dan kota di Kepri, terutama di daerah pesisir sering kesulitan merekrut petugas PPS dan KPPS. Kondisi ini yang menyebabkan hampir seluruh pengurus RT dan RW dilibatkan sebagai penyelenggara pemilu.

Selain permasalahan itu, Arison mengungkap potensi kerawanan pengurus RT dan RW yang digiring untuk mendukung kandidat tertentu. Dalam berbagai pengalaman pemilu dan pilkada, peluang RT dan RW menjadi tim sukses cukup besar karena dianggap mampu mempengaruhi pemilih.

"Permasalahan ini juga perlu diwaspadai," ujarnya.

Sumber: Diskominfo Kepri



Foto: Istimewa

TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM
: Pemerintah Provinsi Kepri menargetkan memperoleh pemasukan sebesar lebih kurang Rp 200 Miliar pertahu dari lima titik lokasi pemungutan retribusi labuh jangkar.

Hal ini disampaikan Gubernur Provinsi Kepri H Ansar Ahmad SE MM dalam pemaparannya saat Launching pemungutan perdana labuh jangkar dan parkir penerimaan daerah area labuh jangkar pulau Nipah, perairan Kabil selat Riau, perairan Tanjung berakit dan perairan Karimun di Aula Wan Seri Beni Dompak, Selasa (9/3).

"Kita targetkan dari 5 titik lokasi potensial ,jika terdapat 4 kapal ukuran rata-rata 50.000 GT maka potensi daerah sekitar Rp 700 juta setiap perhari dan lebih kurang Rp 200 Miliar dalam setahun," ujar Ansar, dikutip dari situs resmi Diskominfo Kepri.

Dikatakan Ansar, saat ini Provinsi Kepri memiliki 6 titik lokasi potensial labuh jangkar yang diharapkan bakal memberikan PAD baru seperti  labuh jangkar pulau Nipah, perairan Kabil selat Riau, perairan Tanjung berakit, perairan Karimun, perairan Galang dan perairan batu ampar Batam.

"Kita harapkan dengan ditariknya labuh jangkar ini dapat memulihkan ekonomi Kepri yang turun karena pandemi," ujar Ansar .

Ansar juga memastikan melalui labuh jangkar ini nantinya hasil dari labuh jangkar ini akan dimanfaatkan untuk meningkatkan pembangunan fisikal daerah dan infrastruktur penunjang investasi kedepan.

"Sehingga dengan begitu, kedepannya dengan mengoptimalkan pungutan yang ada dapat membuat PAD Kepri porsinya 50 persen dari APBD yang ada,"ujar Ansar.

Dengan begitu barulah Provinsi Kepri dianggap mampu mengelola potensinya masing-masing.

Redaksi



Foto: Istimewa Gubernur Kepri, Ansar Ahmad.

TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM
: Gubernur Provinsi Kepri H Ansar Ahmad SE MM meminta kepada seluruh kepala daerah kabupaten kota se Provinsi Kepri untuk terus melakukan penghematan anggaran disetiap kegiatan yang dilakukan.

Pasalnya, hal ini melihat kondisi perekonomian Kepri saat ini dan situasi pandemi Covid-19 yang belum berakhir.

Hal ini disampaikan Ansar Ahmad di Tanjungpinang, Selasa (9/3), dikutip dari situs Diskominfo Kepri.

"Tak henti-hentinya kita menghimbau agar seluruh bupati dan walikota di Kepri untuk terus melakukan penghematan anggaran, baik itu anggaran kegiatan juga pembangunan," ujar Ansar.

Dikatakan Ansar Ahmad, dalam kondisi pandemi Covid-19 saat ini hampir semua daerah terdampak pandemi Covid-19.

"Dan hampir semua yang mengalami penurunan ekonomi, untuk itu dengan anggaran yang ada inilah kita optimalkan agar semua tugas sistem pemerintahan dapat berjalan baik," tegas Ansar.

Dan yang ada lanjut Ansar, dapat kita kelola kembali agar menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah. 

"Bahkan kita minta penghentian dilakukan dari hal terkecil disemua aspek," lanjut Ansar.

Ansar percaya dengan langkah tersebut dapat perlahan memulihkan kondisi ekonomi Kepri.

Redaksi




Sidang Kelima Terdakwa Kasus Sabu 11,5 Kg di PN Batam.

BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Lima terdakwa kasus Narkotika jenis sabu yang tersimpan didalam bungkusan roti biskuit warna merah merk Funmix tangkapan Polresta Barelang dan Tim Polda Kepri, dengan total seberat 11.585,7 gram dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Mega Tri Astuti, SH di dalam persidangan Pengadilan Negeri (PN) Batam, lewat sidang online, Rabu (10/3-2021). 

Tuntutan JPU terhadap Kelima terdakwa tersebut, dibacakan JPU Mega, dituntut dengan hukuman kurungan penjara berbeda-beda. Dimana terdakwa Bohari bin Syani dan Slamet bin Munaji dituntut 20 tahun, denda 1 miliar, subsuder 1 tahun. Sementara terdakwa Yuda Malai Sandi bin Saifullah, Tehgas Saputra Sandiardi bin Syamsuardi dan Jufriadi Manurung dituntut 18 tahun, denda 1 milliar, subsuder 1 tahun.

"Terbukti bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam pasal Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika," kata JPU Mega lewat vidio telekonfrece disaksikan majelis Hakim Yoedi Anugrah didampingi Hakim Anggota Marta dan Christo Sitorus.

Atas tuntutan tersebut, Majelis Hakim memberikan kesempatan terhadap kelima terdakwa untuk mnyampaikan nota pembelaan (Pledoi) pada persidangan berikutnya.

"Silahkan sampaikan pembelaan nya. baik secara lisan ataupun tertulis," ujar Yoedi Anugrah.

"Baik yang mulia, mohon kami deberikan waktu untuk menyampaikan pledoi," ujar kelima terdakwa.

Diketahui, Satresnarkoba Polresta Barelang dan Tim Satgas Polda Kepri berhasil melakukan penangkapan 5 orang pelaku tindak pidana narkotika jenis sabu berasal dari Negara Malaysia dengan berat bruto 11,585,7 gram.

Kapolresta Barelang, AKBP Yos Guntur menjelaskan kronologi penangkapan narkotika jenis sabu ini. Yang pertama pada Rabu (26/8/2020) sekira pukul 07.30 WIB, kemudian dilakukan pengembangan pada pukul 22.30 WIB, dan penangkapan selanjutnya pada Kamis (27/8/2020).

“Jadi ada tiga penangkapan, untuk TKP yang pertama berhasil diamankan di perairan Pulau Terong Kecamataan Belakang Padang, penangkapan yang kedua di belakang Hotel Harmony Tembilahan Inhil Riau, dan yang ketiga di pinggir jalan Kartini, simpang tiga Hotel Harmony Tembilahan,” ujar Kapolresta Barelang yang didampingi oleh Kasat Narkoba Polresta Barelang Kompol Abdul Rahman pada Selasa (1/9/2020) siang.

Dari penangkapan tersebut berhasil diamankan 5 orang tersangka yang berinisial B (44) warga Tanjung Batu Kabupaten Karimun, kedua inisial S (39) warga Tanjung Batu, yang ketiga berinisial YM (21) warga Bengkong Batam, tersangka yang keempat berinisial TS (21) warga Bengkong Batam dan tersangka kelima berinisial CM (23) warga Tembilahan Riau.

“Modus operandi diketahui narkotika ini berasal dari Malaysia, yang mana tersangka pertama inisial B, diperintah oleh W (DPO) yang berperan sebagai penjemput di perairan Pulau Terong,” bebernya.

Berdasarkan informasi sebelumnya, mereka membawa 8 paket sabu ini yang dibungkus dalam kemasan biskuit yang disimpan dalam karung beras ke Tembilahan Riau.

“Sesampai di Tembilahan, pelaku inisial YM dan TS yang ditugaskan oleh JJ (DPO) WNA Malaysia akan menjemput paket tersebut dan akan dibawa ke Palembang,” tutur Yos Guntur.

Selanjutnya saudara JJ diperintahkan oleh saudara R (DPO) seorang napi di lapas Tembilahan untuk mengambil paket tersebut.

“Sebelumnya, napi berinisial R tersebut saat ini juga menjadi DPO karena dua hari sebelum penangkapan 5 tersangka ini, R berhasil kabur saat melakukan pekerjaan diluar Lapas,” imbuhnya.

Lanjutnya, tersangka ini dijanjikan upah sampai dengan tujuan sekitar Rp 6 juta per satu kg nya.

“Tersangka dijanjikan upah sebesar Rp 6 juta per satu kg nya, namun sebelum upah diberikan pelakunya sudah berhasil kita tangkap,” bebernya.

Barang bukti narkotika jenis sabu yang berhasil diamankan seberat 11,585,7 gram, dan 6 pcs handphone.

Tersangka dikenakan pasal 114 ayat 2 juncto pasal 112 ayat 2 juncto pasal 132 ayat 1 Undang-undang 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman penjara seumur hidup paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun.

Atas penangkapan ini Kapolresta Barelang, AKBP Yos Guntur mengapresiasi tim gabungan yang berhasil melakukan penangkapan tindak pidana narkotika jenis sabu ini.

“Saya sangat apresiasi tim Satresnarkoba Polresta Barelang dan Satgas Polda Kepri yang berhasil lakukan penangkapan narkotika seberat 11,5 Kg ini,” ungkap Kapolresta Barelang.

Redaksi


Anggota DPRD Kota Batam, Harmidi Husein. 

BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam, Harmidi Umar Husein 'Bantah' adanya dilakukan tindakan rasisme yang membuat keluarga besar Persatuan Keluarga Nusa Tenggara Timur (PK NTT) Kota Batam emosi atau marah. 

Kata Harmidi, ujaran rasisme yang dituduhkan kepada dirinya itu bermula ketika dirinya muncul ke Polsek Batam Kota pada Sabtu (6/3/2021) malam lalu ketika mendampingi warga Perumahan Bandara Mas yang ingin membuat laporan Polisi perihal kasus kekerasan yang dilakukan pihak keamanan pembangunan SUTT Nongsa.

"Saya hadir juga karena dihubungi oleh salah satu warga yang menjadi korban. Kehadiran saya dan Muhamad Rudi (Anggota Komisi III DPRD Kota Batam), hanya sebatas mendampingi korban yang merupakan konsituen kami,” ujarnya kepada awak media, Selasa (9/3/2021).

Ditegaskannya, kehadirian dirinya bersama dengan anggota DPRD Kota Batam lainnya tidak bermaksud untuk mengintimidasi pihak mana pun.

Pasalnya, dugaan adanya sikap rasisme yang dimunculkan itu tidak masuk akal untuk dilakukan pihaknya.

"Hal itu hanya akan menimbulkan polemik di masyarakat terutama di masa pandemi saat ini. Untuk apa kami lakukan tindakan sepeti itu. Hanya akan menimbulkan masalah, dan dengan tegas saya nyatakan bahwa saya tidak ada melontarkan ucapan apapun yang berbau rasisme," tegasnya.

Lanjut kata dia, apabila masyarakat ingin melaporkan ke Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Batam terkait persoalan itu adalah hak masyarakat.

Untuk itu, Harmidi mengaku siap mengikuti setiap proses yang nantinya akan berlangsung di BK DPRD Kota Batam untuk mempertanggungjawabkan tindakannya tersebut apakah benar seperti yang dikatakan oleh Persatuan Keluarga Indonesia Timur (Perkit) maupun Persatuan Keluarga Nusa Tenggara Timur (PK-NTT).

"Saya siap, dan saya tidak takut karena memang saya tidak melakukan tindakan apapun yang berhubungan dengan rasisme," jelasnya.

Terpisah, menanggapi tuntutan warga Perkit dan PK-NTT yang unjuk rasa di Mako Polsek Batam Kota pada hari ini, Kapolsek Batam Kota, AKP Restia Octane Guchy mengatakan persoalan ini akan pihaknya tangani sesuai dengan aturan yang berlaku.

"Jangan sampai ada yang salah dalam bertindak, segala sesuatunya sudah dicoba dikomunikasikan dan dimediasi untuk kedua belah pihak," ujarnya.

Restia mengaku, permasalahan tersebut memang ada sedikit isu Suku, Agama, Ras, dan Antar golongan (SARA) yang tidak berimbang disalah satu pihak.

"Dalam hal ini salah satu Paguyuban mereka merasa tidak terima terhadap indikasi adanya caci maki di media sosial. Kami pastinya akan mempertemukan kedua belah pihak agar tidak terjadi gesekan di wilayah Kota Batam," tegasnya. 

(Redaksi/Exp)


Wakil Ketua Bidang Hukum PK NTT, Abdullah Yusuf.

BATAM KEPRIAKTUAL.COM
: Picu berkaitan dengan SARA, ratusan keluarga besar Persatuan Keluarga Nusa Tenggara Timur (PK NTT) Kota Batam lakukan aksi demo di Kantor DPRD Kota Batam. Mereka meminta keterlibatan dua anggota DPRD Batam dari Fraksi Gerindra yakni Harmidi dan Muhammad Rudi "Dipecat atau PAW" dari DPRD Batam, Selasa (9/3-2021).

Wakil Ketua Bidang Hukum PK NTT, Abdullah Yusuf mengatakan, pihaknya datang ke DPRD Batam menuntut dengan SARA, bukan menuntut karena ada anggotanya yang ditangkap, tidak. Ini SARA, dan SARA ini sudah diratifikasi oleh PBB, supaya SARA ini dihentikan.

"Kenapa di Indonesia itu menjadi lebih penting, karena ada 700 lebih suku yang ada di Indonesia. Maka gampang sekali, kalau SARA ini di ungkit-ungkit. Kita sudah mempunyai alat bukti berupa video yang direkam saat ke dua anggota DPRD Batam menyampaikan hal tersebut di Bandara Mas," kata Abdullah Yusuf.

Kemudian yang anehnya, lanjut Abdullah Yusuf, warga yang memprotes pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) Bright PLN Batam adalah warga Cendana, dan warga ini juga yang memprote pembangunan di Bandara Mas.

"Ini ada kecurigaan kami, patut diduga bahwa ada persaingan dalam konteks proyek ini. Dan tuntutan kami, supaya Badan Kehormatan (BK) DPRD Batam harus mengadili kedua anggota DPRD ITU. Karena Dewan ini mewakili seluruh masyarakat Kota Batam, bukan mewakili salah satu suku," ujarnya.

Aksi Demo PK NTT di Kantor DPRD Batam.

Kata Abdullah Yusuf, dua anggota DPRD tersebut mengatakan, bahwa orang Flores itu orang hutan, kayak anjing, cocoknya tinggal di hutan. makanya orang flores miskin-miskin.

"Inikan sadis kali, kami mati pun mau. Udah cukuplah yang dulu. Kita mau Kota Batam ini mau kondusif. Dan kami meminta polisi Polsek Batam Kota untuk bekerja memeriksa kedua anggota DPRD Batam yang memicu SARA, dan mereka harus bertanggung jawab. Dan hal ini akan segera kami laporkan ke BK DPRD Batam," tuturnya.

Menanggapi masalah yang disampaikan oleh PK NTT di depan kantor DPRD Batam, Putra Yustisi Respaty, perwakilan DPRD Batam turun menemuinya, dan  mengatakan, akan menyampaikan hal tersebut ke BK DPRD Batam.

"Kalau memang ada diduga anggota DPRD Batam yang melakukan begini-begitu. Silahkan laporkan ke BK DPRD Batam. Pimpinan tidak bisa hadir, karena berhalangan," kata Putra Yustisi Respati.

Alfred



Silaturahim Kapolri dengan Pengurus LDII. 

JAKARTA KEPRIAKTUAL.COM: Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo bersama jajaran bersilaturahmi dengan pengurus pusat Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). Beberapa hal dibahas, diantaranya bagaimana memaksimalkan peran Dai untuk menyampaikan pesan Kamtibmas hingga moderasi beragama. 

Kapolri mengatakan, dengan pendekatan dakwah, penyampaian pesan Kamtibmas dinilai cukup efektif ketimbang dengan bahasa Kepolisian. 

“Bagaimana Dai kamtibmas ini diberdayakan. Misalnya pimpinan LDII menyampaikan pesan Kamtibmas ke umatnya,” kata Kapolri di kantor pusat LDII di Jalan Tentara Pelajar, Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (9/3/2021). 

Sigit mengatakan, residu Pilpres dan Pilkada hingga saat ini masih ada hingga membuat polarisasi di tengah masyarakat. Untuk itu, penguatan moderasi beragama saat ini dinilai penting dilakukan karena dalam kondisi krisis karena pandemi Covid-19, amat sangat dibutuhkan persatuan. “Pendekatan moderasi beragama untuk menekan polarisasi di tengah masyarakat,” tekan Sigit. 

Disisi lain, Kapolri juga mengajak LDII bekerjasama dalam rangka menangani pandemi Covid-19 dengan menyampaikan himbauan dan edukasi kepada masyarakat terkait  menegakan protokol kesehatan hingga memberikan pemahaman kepada umat tentang program vaksinasi nasional. 

Di kesempatan yang sama, Pj Ketua Umum LDII Criswanto Santoso mendukung upaya Polri dalam rangka menekan penularan Covid-19. LDII kata dia, siap berkolaborasi dengan Polri. Selain dalam rangka menghadapi Covid, juga dalam upaya mempertahankan ketuhan NKRI 

“LDII siap melakukan sinergi dengan Polri demi keutuhan bangsa,” pungkas Criswanto.

Redaksi


Foto: Istimewa.

JAKARTA KEPRIAKTUAL.COM
: Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmidzi menegaskan bahwa vaksin COVID-19 yang saat ini digunakan efektif terhadap mutasi virus COVID-19.

“Sampai saat ini belum ada penelitian ataupun bukti ilmiah yang menunjukkan vaksin yang telah diproduksi dan telah digunakan di berbagai belahan dunia tidak bisa melindungi kita dari virus varian baru ini. Vaksin yang digunakan dalam upaya kita melakukan penanggulangan pandemi COVID-19 masih sangat efektif,” tegas Nadia, dikutip dari laman Kemenkes, Selasa (09/03/2021).

Karakteristik dari varian B117 ini lebih cepat menular, tetapi Badan Kesehatan Dunia atau WHO belum mendapatkan laporan bukti bahwa virus mutasi COVID-19 ini lebih tinggi tingkat keganasannya. Penelitian di negara lain varian B117 disebutkan lebih cepat menular namun tidak lebih mematikan.

Terkait dengan penambahan empat kasus baru konfirmasi mutasi virus COVID-19 B117, Nadia menyampaikan bahwa keempatnya dalam keadaan sehat, tidak ada yang diindikasikan mengalami gejala berat. Sampai saat ini hasil pelacakan kasus terhadap kontak erat dan keluarga juga dinyatakan tidak ada yang memiliki gejala mengarah ke COVID-19.

“Kami sampaikan kembali keempat kasus dengan varian B117 ini saat ini sudah sembuh. Mereka sudah menjalani pengobatan dan tatalaksana, semuanya mengalami gejala ringan dan sedang dan hanya melakukan isolasi secara terpusat di tempat-tempat isolasi dan memang ada yang dirawat di rumah sakit tapi dengan kondisi yang ringan sedang,” tegasnya.

Keempat kasus baru ini didapatkan dari hasil pemeriksaan Whole Genome Sequencing yang dilakukan oleh Badan Litbang Kesehatan Bersama dengan 16 laboratorium lainnya yang ada di Indonesia. Sehingga saat ini terdapat enam kasus konfirmasi positif COVID-19, setelah sebelumnya (01/3) sudah ditemukan dua kasus positif COVID-19 dengan varian virus B117 yang merupakan pelaku perjalanan luar negeri.

“Adapun keempat varian virus B117 ini ditemukan di 4 provinsi yaitu di Sumatra Utara, Sumatra Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan,” jelasnya.

Nadia mengimbau dengan adanya penambahan kasus COVID-19 varian B117, masyarakat diminta semakin waspada dan terus disiplin menerapkan protokol kesehatan yaitu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, termasuk mengurangi mobilitas dan menghindari keramaian. 

(Redaksi/HUMAS KEMENKES/UN)



RDP Warga Bandara Mas, Bright PLN Batam dan DPRD Kota Batam Komisi III.

BATAM KEPRIAKTUAL.COM
: Warga yang dipimpin oleh ketua RW 20 Perumahan Bandara Mas, mendatangi gedung Komisi III DPRD Batam, dalam hal Rapat Dengar Pendapat (RDP). Kedatangan mereka dalam hal penolakan warga Perumahan Bandara Mas, RW 20 Kelurahan Belian, Kecamatan Batam Kota, yang menolak pembangunan tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 KV di sekitar pemukiman warga terus berlanjut.

Dalam rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua Komisi III DPRD Batam, Werton Panggabean terungkap sebuah fakta bahwasannya pihak Bright PLN Batam melalui pihak ketiga, telah mengerahkan beberapa orang pria yang diduga preman, untuk melakukan pengusiran terhadap warga yang menghalangi pembangunan tower SUTT 150 Kv.

Mirisnya lagi, dalam video yang diputarkan dalam rapat tersebut, pihak ketiga suruhan Bright PLN Batam telah melakukan tindak kekerasan dengan melakukan pemukulan terhadap beberapa warga yang didominasi oleh emak-emak dan anak-anak.

Ketua RW 20 Perumahan Bandara Mas, Dharta Pratama mengatakan sejak dua bulan terakhir ini pengerjaan proyek SUTT 150 Kv di Perumahan Bandara Mas semakin agresif, bahkan intensitasnya semakin tinggi dalam beberapa hari ini.

"Pada tanggal 2 Maret 2021 telah terjadi pemukulan terhadap warga, kami masih diamkan. Namun kejadian serupa terulang kembali pada 6 Maret 2021, naasnya yang menjadi korban kebrutalan mereka kali ini adalah anak-anak dibawah umur yang notabene masih berstatus pelajar di Sekolah Menengah Pertama (SMP). Ini yang tidak bisa kami terima," ungkap Dharta disambut takbir Allahu Akbar dari warga lainnya.

Dikatakannya, karena telah melewati batas kesabaran pihaknya bersama-sama warga dan perangkat RT / RW berinisiatif membuat laporan secara resmi kepada pihak berwajib, dalam hal ini Polsek Batam Kota.

Adapun tujuan dari laporan tersebut, pihaknya ingin para penegak hukum bisa menjalankan tugasnya dengan sebaik-baiknya, dan menyeret pelaku pemukulan diproses sesuai hukum yang berlaku di Indonesia.

Masih menurut Dharta, sesuai dengan tuntutan warga Perumahan Bandara Mas yakni pembangunan tower SUTT 150 Kv dilakukan sesuai jalurnya yakni disisi sebelah kanan jalan menuju Bandara Hang Nadim, Batam.

"Sesuai laporan yang kami daftarkan ke Pengadilan Batam, warga meminta pihak Bright PLN Batam melakukan pembangunan tower SUTT 150 Kv sesuai jalurnya," imbuhnya.

"Kami tidak ada kepentingan apa-apa dan tidak ingin apa-apa, yang kita minta adalah tiang tower itu bergeser ke sisi kanan Bandara," ucapnya lagi.

Lanjutnya, pihaknya meminta kepada Bright PLN Batam untuk menghargai proses hukum yang saat ini masih berjalan di pengadilan.

"Hentikan pekerjaan selama proses hukum masih berjalan. Tolong hargai proses hukum sampai adanya keputusan tetap dari pengadilan (inkrah)," tegasnya.

Ditempat yang sama, Camat Batam Kota, Aditya Guntur Nugraha mengatakan permasalahan pembangunan tower ini sudah berlangsung sejak 2013 lalu.

Permasalahan ini terus berlanjut sampai sekatang dan kemudian melebar kearea publik. Pihaknya meminta Bright PLN Batam harus menyeselesaikan sebaik-baiknya dengan warga di Perumahan Bandara Mas.

"Ada sebanyak 23 titik yang masuk wilayah Kelurahan Belian. Dari jumlah tersebut, ada beberapa titik saja yang belum selesai," jelasnya.

Maka dari itu, pihaknya sebagai pelaksana pemerintahan daerah diwilayah Kecamatan Batam Kota, mengharapkan dengan adanya rapat ini bisa dicarikan solusi dan jalan keluar terbaik terhadap permasalahan ini.

"Semoga melalui rapat ini bisa dicarikan solusi terbaik, sehingga kondusivitas kemanan di Kota Batam tetap terjaga," pungkasnya. 

(Redaksi/exp/Fay)



Foto: Istimewa.

TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Ketua Harian Gugus Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Provinsi Kepri mengatakan bahwa dari pantauan dan hasil survey penyakit diabetes melitus merupakan penyakit penyerta yang paling rentan terhadap virus covid-19.

Pasalnya, dari sebagian kasus meninggal dunia pasien Covid-19 di Provinsi Kepri dikarenakan terdapat bawaan penyakit diabetes melitus ini.

"Dari pantauan kita penyakit penyerta diabetes melitus lebih dominan rentan akan Covid-19 ini," ujar Arif yang juga Sekretaris Daerah Provinsi Kepri ini.

Arif mengatakan saat ini di Provinsi Kepri tngkat kematian akibat covid di Kepri cenderung kecil. "Yangmana, kita tingkat kematian mencapai 1,7 persen, dibanding nasional yang mencapai 2,5 persen," ungkap Arif.

Sedangkan tingkat kesembuhan kasus Covid-19 di Kepri mencapai 95,7 persen lebih tinggi dari persentase nasional yang 86,4 persen. 

"Alhamdulillah, saat ini kasus covid-19 di seluruh Kabupaten dan Kota telah mengalami penurunan. Semuanya berada dalam zona aman, atau kuning," ujar Arif.

Untuk itu, lanjut Arif meskipun kondisi Covid-19 di Provinsi Kepri mulai menurun, masyarakat tetap diminta untuk tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

"Waspada selalu, dan selalu terapkan 3M dimana pun berada jangan sampai kita lengah," tegas Arif.

Sumber: Diskominfo Kepri



Gubernur Kepri, Ansar Ahmad (Foto: Istimewa)

TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Gubernur Provinsi Kepri H Ansar Ahmad SE MM mengatakan, bahwa pihaknya akan terus mengupayakan untuk dapat menarik dan mendapatkan dana pembangunan dari setiap kementerian di pusat.

Hal ini disampaikan Gubernur Provinsi Kepri H Ansar Ahmad di Tanjungpinang, Senin (08/3), beberapa waktu lalu.

"Saya akan dorong setiap OPD untuk dapat berupaya untuk dapat mendapatkan dana pembangunan dari pemerintah pusat," ujar Ansar, dikutip dari situs resmi Diskominfo Kepri.

Pasalnya, menurutnya banyak alokasi dan anggaran pembangunan di kementerian dan pemerintah pusat yang dapat dimanfaatkan di daerah.

"Saya tahu, karena saat saya menjadi DPR RI berada di komisi V yakni anggaran, sehingga saya tahu," tegas Ansar.

Menurut Ansar, dengan anggaran pusat tersebut selain dapat mempercepat pembangunan ditengah kondisi anggaran daerah saat ini.

"Apalagi mengingat kondisi anggaran daerah kini, gunakanlah peluang tersebut. Tarik dana-dana pembangunan tersebut untuk pembangunan daerah," jelas Ansar.

Ansar yakin dengan begitu pembangunan di Provinsi Kepri dapat terus berjalan di situasi seperti saat ini.

"Dan jika pembangunan berjalan maka dapat mempercepat pula pertumbuhan ekonomi Kepri," ujar Ansar lagi.

Redaksi



Pemerintah Provinsi Kepri melalui Wakil Gubernur Provinsi Kepri meminta tambahan sebanyak 30 ribu vaksin kepada Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi untuk sektor pariwisata Kepri.

TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Pemerintah Provinsi Kepri melalui Wakil Gubernur Provinsi Kepri meminta tambahan sebanyak 30 ribu vaksin kepada Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi untuk sektor pariwisata Kepri.

Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Provinsi Kepri Hj Marlin Agustina saat vicon Rapat Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 di ruang rapat lantai 4, kantor Gubernur, Dompak, Tanjungpinang, Senin (8/3), dikutip dari situs resmi Diskominfo Kepri. 

Marlin mengatakan, tambahan vaksin tersebut diperuntukkan kebutuhan sektor pariwisata di Provinsi Kepri.

"Kita meminta tambahan dosis vaksin untuk sektor wisata dengan alasan posisi Kepri yang berada di garis terdepan Indonesia, dan pariwisata Kepri yang bakal dibuka guna pemulihan ekonomi Kepri," ujar Marlin saat rapat melalui vicon bersama Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin dan dihadiri Mendagri Tito Karnavian, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri Listyo Sigit Prabowo. 

Dikatakan Marlin, nantinya guna memulihkan ekonomi Kepri, sektor pariwisata Kepri harus segera dibuka kembali. Melihat Kepri sebagai garda terdepan menjadi salah satu pintu masuk kunjungan wisatawan mancanegara.

"Saya berharap permintaan kami terkait tambahan 30 ribu dosis vaksin ini bisa direalisasikan oleh Bapak Menteri. Mengingat sektor pariwisata kita di sini butuh suport khusus. Ini bagian dari upaya pemulihan perekonomian di Kepri yang kita lakukan," kata Marlin. 

Redaksi


Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.