Wakil Bupati Natuna Terima Kunjungan PDPM. 

NATUNA KEPRIAKTUAL.COM: Wakil Bupati Natuna, Ngesti Yuni Suprapti menerima kunjungan Pengurus Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Natuna di Ruang Kerjanya, Kantor Bupati Natuna, Senin (18/01) siang.

Wakil Bupati Natuna, Ngesti Yuni Suprapti dalam kata sambutan, mengakui bahwa PDPM merupakan salah satu organisasi yang pengurus daerahnya sudah lama terbentuk di Kabupaten Natuna, namun berdasarkan hasil pantauan kegiatan kepemudaan, organisasi ini sudah lama vakum.

Ngesti berharap, pertemuan ini menjadi momentum agar PDPM untuk dapat kembali aktif dalam berbagai kegiatan pemberdayaan kepemudaan, social, mendukung pelaksanaan pembangunan daerah dan bersinergi dengan pemerintah daerah melalui program kerjanya

Menurut Ngesti, PDPM sangat identic dengan induk organisasinya (Muhammadiyah) yang sudah berkembang secara nasional, namun sejauh ini aktivitas Organisasi masih dalam lingkup kecil, terutama di Kecamatan Midai.

"Untuk itu, saya berharap agar PDPM dapat terus mengembangkan jaringan organisasi, mensosisalisasikan keberadaan organisasi ini kepada masyarakat, khususnya unsur kepemudaan, sehingga eksistensi dan kontribusi dalam pembangunan dapat terealisasi secara lebih luas," ucapnya. 

Sementara itu, Ketua PDPM, Nuzur melaporkan bahwa PDPM sudah dilantik pada bulan Oktober 2020 lalu, namun sampai saat ini belum dapat menjalankan program kerja sesuai harapan, mengingat beberapa waktu lalu Natuna sedang menggelar Pilkada.

Nuzur mengakui bahwa kedepan PDPM juga akan melakukan kaderisasi untuk mendukung realisasi program kerja organisasi, melakukan pendataan kembali para pengurus maupun aktivis kepemudaan di tubuh organisasi bagi mendukung program kerja organisasi kedepan. 

Selain itu, diakui bahwa untuk melaksanakan program kerja, PDPM sangat membutuhkan dukunga serta peluang dalam berkontribusi untuk kemajuan pembangunan daerah. Oleh karenanya, Nuzur sangat berharap dukungan tersebut dari Pemerintah Daerah. 


(IK)



BC Kanwil Kepri Audensi Dengan Forkopimda.

KARIMUN KEPRIAKTUAL.COM: Pasca terjadinya insiden penindakan terhadap penyelundupan rokok di Tembilahan-Riau oleh Satgas Patroli Laut Bea Cukai, Kanwil DJBC Khusus Kepulauan Riau melakukan audiensi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kabupaten Karimun, Senin (18/01/2021). 

Kegiatan yang dilaksanakan di ruang Rapat Kantor Wilayah DJBC Khusus Kepulauan Riau ini dihadiri oleh Wakil Bupati, Kapolres, Ketua DPRD, Danlanal, Dandim 0317, Ketua MUI Kabupaten Karimun dan Perwakilan Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun. 

Agus Yulianto, Kepala Kanwil DJBC Khusus Kepulauan Riau menyebutkan bahwa kegiatan ini dilakukan agar terjalinnya komunikasi yang efektif antar instansi pemerintah daerah untuk menciptakan suasana yang kondusif. 

“Kami mendapatkan informasi akan adanya pergerakan massa ekses dari penindakan yang dilakukan oleh patroli laut Bea dan Cukai di lapangan. Dalam pertemuan ini, kita ingin agar seluruh pihak bisa memahami dan mengantisipasi situasi yang berkembang guna menjaga Kabupaten Karimun tetap aman, kondusif, dan terkendali,” ungkap Agus dalam rilisnya. 

Senada dengan hal tersebut, Wakil Bupati Karimun, Anwar Hasyim menyampaikan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu yang beredar.

“Pertemuan kali ini adalah niat baik kita, bagaimana untuk menjadikan Karimun ini tetap kondusif. Maka kami menghimbau seluruh masyarakat Kabupaten Karimun untuk tidak terpancing isu-isu yang berkaitan dengan kejadian tersebut,” katanya.

Ia menambahkan, bahwa dengan adanya pertemuan ini memberikan pemahaman tentang bagaimana kronologis yang sebenarnya terjadi di lapangan.

“Paling tidak kita mengetahui secara jelas cerita kronologisnya, sehingga kita tidak terbawa dengan isu-isu tidak benar yang dapat membuat situasi di Kabupaten Karimun tidak kondusif,” tambah Anwar. 

Dalam kesempatan yang sama, Kapolres Karimun Muhammad Adenan, menyampaikan bahwa pihak Polres telah telah mendengar kejadian terkait dengan kegiatan Bea Cukai yang ada di wilayah Riau tersebut. Ia menjelaskan, terkait adanya informasi pergerakan massa yang akan datang, bahwa tindakan tersebut tidak perlu dilakukan. 

“Kami dari Forkopimda Kabupaten Karimun, menghimbau kepada seluruh masyarakat khususnya dari pihak keluarga dan KKSS, tidak perlu beramai-ramai untuk datang ke Karimun. Silakan apabila ada perwakilan untuk bisa meminta penjelasan kepada pihak Bea dan Cukai,” katanya. 

Ia menambahkan, hal-hal lain,terkait permasalahan tersebut, sudah dilaporkan pada pihak kepolisian. Tinggal menunggu hasil penyelidikan dan penyidikan, dan jalurnya sudah tepat. 

"Apalagi terkait dengan kondisi saat ini bahwa Karimun dalam kondisi zona kuning Covid-19, kita tidak menghendaki adanya kondisi berkerumun,” pungkas Muhammad Adenan.


Ahmad/Humas BC Kanwil Kepri



Gubernur Kepri, Isdianto. 

TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Pemerintah Provinsi Kepri memberikan persyaratan wajib yang harus dilengkapi Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) yang ingin masuk ke Provinsi Kepri yakni surat keterangan hasil negatif tes RT PCR atau Non reaktif rapid Tes Antigen dalam kurun waktu maksimal 3 x 24 jam sebelum keberangkatan.

Hal ini disampaikan Gubernur provinsi Kepri H Isdianto dalam Surat Edarannya Nomor:400/SET-STC19/I/2021 tentang ketentuan perjalanan orang dalam negeri dengan moda transportasi umum dimasa pandemi covid-19 tertanggal 11 Januari 2021.

"Itu untuk persyaratan masuk Kepri jika menggunakan moda transportasi laut," ungkap Isdianto.

Sedangkan jika menggunakan moda transportasi udara, Isdianto menjelaskan persyaratan untuk surat keterangan hasil negatif tes RT PCR dalam kurun waktu maksimal 3 x 24 jam sebelum keberangkatan.

"Sedangkan hasil non reaktif rapid tes antigen harus dalam kurun waktu 2 x 24 jam sebelum keberangkatan," ujar Isdianto.

Sementara persyaratan lainnya, lanjut Isdianto antara moda transportasi udara dan laut sama yakni tidak dalam kondisi sakit atau memiliki gejala suspeck Covid-19.

"Dan yang paling penting wajib mengisi e-HAC dengan benar dan jujur," tegas Isdianto.

Isdianto mengatakan Surat Edaran ini berlaku sejak tanggal ditetapkan sampai dengan tanggal 25 Januari 2021 hingga dievaluasi lebih lanjut sesuai kebutuhan guna penanggulangan pandemi covid-19 di provinsi Kepri.


Sumber: Diskominfo Kepri



Suntik Perdana Vaksin Covid-19, Sekda Kepri. 

TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Pelaksanaan penyuntikan vaksin Covid-19 perdana di Provinsi Kepri akhirnya dilaksanakan di Rumah Sakit Umum Provinsi Kepri Raja Ahmad Thabib Tanjungpinang, Kamis (14/1) lalu.

Penyuntikan Vaksin Covid-19 bermerek Sinovac ini dilakukan kepada 27 perwakilan Forum Koordinasi Pimpin Daerah Forkopimda di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepri, tokoh masyarakat dan tokoh agama dan tenaga kesehatan di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepri.

Untuk Pemerintah Provinsi Kepri, penyuntikan vaksin Covid-19 ini diwakilkan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kepri H TS Arif Fadillah dikarenakan Gubernur Provinsi Kepri H Isdianto telah berumur lebih dari 59 tahun sehingga tidak dilakukan penyuntikan.

"Alhamdulillah tadi sudah di suntik, rasanya tidak sakit, biasa saja sama seperti suntik-suntuk lainnya," ujar Arif.

Tak hanya itu, Arif juga mengatakan bahwa usai di suntik vaksin, dirinya tidak merasakan efek samping ataupun gejala lainnya seperti yang di khawatirkan masyarakat.

"Tidak ada rasa yang lain, biasa saja Alhamdulillah saya sehat," tegas Arif.

Untuk itu, Arif menghimbau agar seluruh masyarakat Kepri untuk tidak takut, ragu juga khawatir untuk di suntik vaksin.

"Karena vaksin tersebut sudah mendapatkan sertifikat halal dari MUI dan izin edar dari BPOM, sehingga dipastikan aman dan halal disuntikkan," jelas Arif.


Sumber: Diskominfo Kepri



Barang Bukti Rokok Yang Diseludupkan. 

JAKARTA KEPRIAKTUAL.COM: Aksi pengejaran terhadap kapal penyelundup kembali dilakukan oleh Satgas patroli laut Bea Cukai Wilayah Khusus Kepulauan Riau dan Bea Cukai Tembilahan. Inilah kronologis yang dirilis Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga, Sabtu (16/1-2021).

Pada Jumat (15/01), Satgas patroli laut Bea Cukai, berdasarkan informasi intelijen yang diperoleh, berupaya menghentikan laju empat buah kapal high speed craft (HSC) bermesin 6 x 250 PK tanpa nama dan satu buah kapal bermuatan orang banyak yang membawa rokok selundupan di perairan Pulau Buluh, Riau.

Ini bermula dari kecurigaan petugas atas adanya pergerakan empat HSC yang beriringan dan cocok dengan informasi intelijen yang diperoleh. Petugas kemudian sudah melakukan pembuntutan sejak dari perairan Pulau Medang Lingga. Namun, karena mereka menggunakan mesin dengan kapasitas di atas kelaziman, maka petugas tidak berhasil melakukan pencegatan. 

“Sekitar pukul 09.30 WIB, kapal patroli Bea Cukai kembali mengidentifikasi keberadaan HSC yang membawa rokok ilegal di perairan Sungai Bela, Indragiri Hilir dari arah Kuala Lajau. Setelah meyakini, petugas memerintahkan HSC tersebut untuk berhenti namun tidak dipatuhi dan bahkan berusaha untuk menabrak kapal patroli petugas,” ungkap Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga, Syarif Hidayat.

Mendapati keempat HSC tersebut melakukan perlawanan, petugas Bea Cukai memberikan peringatan melalui sirine dan perintah lisan melalui pengeras suara, namun HSC tersebut tidak memperdulikan. Kapal BC 10009 terus melakukan pengejaran terhadap HSC yang masuk ke arah Sungai Belah walaupun HSC tersebut melakukan manuver berbahaya.

“HSC tersebut berupaya menabrak kapal BC 10009, meskipun demikian Kapal BC 10009 tetap melakukan pengejaran hingga akhirnya anak buah kapal satu dari empat HSC tersebut kabur dengan cara melompat ke air,” kata Syarif.

Setelah dilakukan pemeriksaan didapati sejumlah tumpukan karton berisi rokok ilegal yang ditutupi terpal. Upaya para penyelundup melawan hukum dengan petugas Bea Cukai tidak berhenti di situ. Sekitar pukul 09.40 WIB dua kapal HSC lainnya yang sebelumnya sudah kabur justru kembali ke arah HSC yang tengah diperiksa petugas Bea Cukai. 

“Jadi jelas ada niatan untuk merebut kembali HSC dan rokok selundupan yang sudah dikuasai Bea Cukai,” Kata Syarif menambahkan. Kapal BC 10009 dengan dibantu kapal BC 15040 dan BC 15041 mencoba menghalau kedua HSC yang kembali berupaya merebut HSC yang tengah diperiksa Bea Cukai.

Selanjutnya, tindakan melawan hukum masih terus dilakukan oleh kelompok atau mafia penyelundup ini dengan mengerahkan belasan orang menggunakan kapal pancung yang sengaja disiapkan untuk melindungi empat HSC tersebut. Mereka melempari kapal BC 10009, BC 15040, BC 15041, dan HSC yang dikuasai Bea Cukai dengan bom molotov, mercon, serta kembang api. Tembakan peringatan beberapa kali dilakukan Satgas patroli laut Bea Cukai. 

Peringatan itu tidak dihiraukan justru massa yang berjumlah belasan tersebut malah secara brutal menyerang petugas dengan senjata tajam sambil berupaya untuk merangsek masuk ke HSC yang telah dikuasai Bea Cukai yang hanya dikawal oleh empat orang petugas.

Pada satu kesempatan, kelompok penyerang tersebut berhasil menyandarkan kapal pancung mereka ke HSC yang dikuasai oleh petugas dan menyerang petugas dengan menggunakan senjata tajam dan menembakan mercon ke arah petugas. 

“Anggota kami sudah dalam posisi terdesak dan pelaku sudah menyerang dengan mengayunkan senjata tajamnya ke badan petugas. Dalam keadaan terdesak dan keselamatan jiwanya terancam maka petugas melakukan pembelaan diri dan terpaksa melakukan tindakan tegas terukur terhadap pelaku yang menyerang petugas Bea Cukai,” kata Syarif.

Setelah itu, kelompok penyerang sempat menjauhkan kapalnya dari kapal HSC yang dikuasai petugas Bea Cukai. Namun, kembali kapal penyerang tersebut berusaha terus mengejar dan mencoba menyandarkan kapal pancungnya untuk merebut kembali. Kapal tersebut baru berhenti berusaha mendekat setelah petugas yang di atas HSC memberikan tembakan peringatan lanjutan ke arah atas dan bantuan dari dua kapal patroli Bea Cukai lainnya.

“Setelah situasi lebih kondusif, Satgas patroli laut bea cukai berupaya mencari dan menyelamatkan awak kapal HSC yang sebelumnya terjun ke air, namun tidak mendapatkan hasil. Satgas patroli laut Bea Cukai kemudian membawa dua unit HSC tanpa awak berisi rokok ilegal yang jumlahnya lebih dari 7,2 juta batang dengan potensi kerugian negara sebesar Rp 7,6 miliar ke Tanjung Balai Karimun.” ujar Syarif.

Yang mengejutkan, dalam pencacahan juga ditemukan dua karung berisi batu dan kayu yang sepertinya disiapkan untuk melakukan perlawanan atau penyerangan kepada petugas. Tidak hanya berhenti disitu, Bea Cukai bersama dengan Aparat Penegak Hukum (APH) terkait akan melakukan pendalaman dan pengembangan kasus dari hasil tangkapan yang berhasil disita, termasuk asal muasal rokok illegal, pelaku-pelaku yang terlibat, dan bahkan pemilik atau penyedia HSC yang digunakan untuk menyelundup.

Menurut catatan Bea dan Cukai, modus penyelundupan rokok dan minuman keras dengan menggunakan HSC ini telah berulangkali dilakukan oleh kelompok tersebut. Di wilayah Kepri saja, total tangkapan rokok dan minuman keras di tahun 2019 sebanyak 31 tangkapan yang terdiri dari 12 HSC, dan 19 Kapal non￾HSC.

Sedangkan pada tahun 2020 sebanyak 20 tangkapan yang terdiri dari 8 HSC dan 12 Kapal non￾HSC. Total kerugian negara yang berhasil diselamatkan oleh patroli bea cukai lebih dari Rp 214,35 miliar.

“Sebagian dari tangkapan-tangkapan itu merupakan tangkapan dari kelompok pelaku penyerangan yang memang dikenal sebagai penyelundup yang kerap kali menyerang petugas,” Kata Syarif.

Bahkan pada tahun 2014 kelompok ini pernah melakukan penyerangan ke kantor Bea Cukai Tanjung Balai Karimun karena barang selundupannya ditangkap oleh petugas. “Pengadilan kemudian memutuskan telah terjadi pelanggaran pidana atas penyerangan tersebut,” ungkap Syarif lebih lanjut.

Upaya penindakan kali ini merupakan bukti keseriusan dan kegigihan pemerintah khususnya Bea Cukai yang bekerja sama dengan TNI, Polri, dan Aparat Penegak Hukum yang lain dalam memberantas barang￾barang ilegal dan menutup pintu masuk para penyelundup ke wilayah Indonesia. 

“Tidak hanya untuk melindungi masyarakat dari potensi bahaya barang-barang ilegal yang tidak memenuhi ketentuan perundang-undangan, melainkan upaya nyata Bea Cukai dalam mengamankan penerimaan negara serta menciptakan persaingan yang sehat dan keadilan bagi para pelaku usaha yang taat pada ketentuan perundang-undangan,” pungkas Syarif.

Redaksi



Foto Ilustrasi

BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Seorang pria, Natimbul Pakpahan dikabarkan berhasil di bekuk oleh tim Opsnal Polsek Batam Kota di Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah gegara menipu seorang Notaris, Masda Nadapdap di Batam dengan total kerugian berkisar ratusan Juta rupiah pada Sabtu (9/1/2021).

Diketahui, hubungan NAP terhadap korban ini bermula dari Media Sosial. Sebelumnya pelaku mengaku seorang pengusaha kebun sawit di Kalimantan pada tahun 2018 silam.

Atas pengakuannya itu, mungkin korban tergiur dengan profesinya. Seiring berjalannya waktu akhirnya pelaku dan korban menjalin hubungan asmara. Bahkan si pelaku berjanji akan segera menikahnya.

Dengan jurus bujuk rayunya, apapun permintaan pelaku dikabulkan oleh MN seperti meminjam uang   berkisar Rp300 an Jt tanpa ia kembalikan.

"Pelaku sempat berkunjung ke Kota Batam menemui sikorban sekira pertengahan bulan September 2018 lalu. Tiba di Batam, pelaku mengaku barang-barang berharga miliknya hilang saat perjalanan menuju Batam.

"Dengan alasan tersebut, disinilah pelaku memulai aksi kejahatannya dengan meminjam uang korban. Tak berpikir panjang, korban pun langsung memenuhi permintaan pelaku.

Tak berhenti disitu saja, selain mengaku sebagai pengusaha sawit, pelaku juga mengaku memiliki usaha jual beli barang antik terhadap korban. 

Dengan bermodal pengakuan usaha jual beli barang antik, lalu pelaku menawarkan kepada MN untuk kerjasama dengan keuntungan yang dijanjikan 5 persen dari harga penjualan barang antik. Akhirnya, korban pun sepakat memodali pelaku.

"Jadi ceritanya, si pelaku ini sudah sering meminjam uang korban secara bertahap dengan total kerugian  hampir Rp800 jutaan dari awal tahun 2019 sampai 2020 lalu hingga akhirnya korban pun sadar sudah ditipu dan melaporkannya ke Polsek Batam Kota.

Sementara itu, Kapolsek Batam Kota, AKP Restia Ocktane Guchi membenarkan atas penangkapan pelaku inisal NP, "iya benar" ucap Restia saat di konfirmasi wartawan, Kamis (14/1/2021).


Redaksi



Foto Diblur

BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Pengusaha Kota Batam, Haji Permata dikabarkan meninggal dunia akibat ditembak, Jumat (15/1/202) dini hari.

Menurut sumber, Mantan Ketua paguyuban paguyuban Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) ini ditembak oleh petugas patroli Bea Cukai di Perairan Sungai Bela, Tembilahan, Riau.

"Meninggalnya di Sungai Bela, Tembilahan, Riau. Untuk kejadiannya tadi pagi pada Jumat (15/1/2021)," beber sumber yang identitasnya tidak mau disebutkan.

Sementara untuk kejadian tembak menembak itu, ia tidak begitu rinci mengetahuinya.

Dari foto yang beredar, tampak Haji Permata mengalami luka tembak tepat di bagian dada.

Pantauan lapangan, di pelabuhan tempat usaha Almarhum di Tanjung Sengkuang ramai didatangi oleh masyarakat untuk menunggu kedatangan jenazah Haji Permata tersebut.

"Kabarnya jenazah datang ke Batam sore ini bang, tapi untuk jam pastinya belum tau juga," ucap salah seorang warga di lokasi pelabuhan tempat usaha almarhum di Tanjung Sengkuang.


Redaksi



Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Ignatius Yogo Triyono, M.A


Deiyai KepriAktual.com -- Usai melakukan kunjungan kerja pertama ke Kabupaten Nabire, Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Ignatius Yogo Triyono, M.A melanjutkan kunjungan kerjanya ke Kabupaten Deiyai untuk meresmikan Kodim baru 1703/Deiyai yang berada di Kabupaten Deiyai, Provinsi Papua, Selasa 12 Januari 2020.


Dalam acara peresmian, Pangdam didampingi Ketua Persit KCK PD XVII/Cenderawasih, Ny Natalia Yogo Triyono, Danrem 173/PVB, sejumlah pejabat Kodam Cenderawasih dan Korem 173 PVB, Bupati Deiyai serta Forkompimda Kabupaten Deiyai.


Dalam rilis tertulis Pendam XVII/Cenderawasih, Pangdam menegaskan, TNI Angkatan Darat tidak pernah lelah untuk terus bersinergi dan melibatkan diri dalam membangun situasi yang aman dan kondusif serta menyejahterakan masyarakat di wilayahnya.


“Untuk itu, Kodam Cenderawasih senantiasa berkomitmen mendukung seluruh program yang dijalankan Pemerintah untuk selalu melayani, mengamankan dan menyejahterakan kehidupan rakyat di wilayah Papua,”ujar Pangdam


Menurut Jenderal bintang dua tersebut, pembentukan Kodim 1703/Deiyai diharapkan dapat mendorong Pemerintah Kabupaten Deiyai, dalam melakukan percepatan pembangunan dan perekonomian masyarakat.


“Terkait hal itu, saya berharap kepada Bupati, Ketua DPRD, Kapolres, Tokoh Adat, Tokoh Agama, dan Tokoh Masyarakat, serta seluruh elemen masyarakat Kabupaten Deiyai, agar dapat mendukung Tugas Pokok Kodim 1703/Deiyai,” harapnya.


Dikesempatan itu juga, Pangdam berpesan kepada para prajurit yang berdinas di Kodim 1703/Deiyai, agar senantiasa memelihara fasilitas ini dengan sebaik-baiknya dan laksanakan tugas dengan semaksimal mungkin.


“Tumbuhkan sikap dan rasa tanggung jawab yang tinggi, sehingga bangunan tersebut memiliki masa pakai yang panjang dan indah dipandang, karena secanggih apapun fasilitas yang kita miliki, tidak akan memberikan nilai tambah kalau tidak dirawat dengan baik,”pesan Pangdam


“Buatlah terobosan inovatif dan kreatif serta laksanakan koordinasi dan komunikasi yang baik dan perintahkan kepada para Prajurit Kodim 1703/Deiyai untuk melaksanakan Pembinaan Teritorial yang tepat dan efektif, dengan selalu melibatkan peran seluruh komponen masyarakat serta jadilah Ksatria Pelindung Rakyat sejati, yang selalu menghormati adat istiadat dan kearifan lokal Papua,” tutup Pangdam. *Red*



Sumber    : Dispenad

 




Anggota DPRD Kota Tanjungpinang Hj Mimi Betty Willingsih Membagikan Paket Sembako 

TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tanjungpinang, Hj. Mimi Betty Willingsih membagikan  sejumlah paket sembako kepada masyarakat terdampak banjir.

Mimi Betty Willingsih menyerahkan langsung bantuan sembako kepada warga Lembah Purnama gang Pulau Raja 6 dan warga Engku Putri gang Akasia 1.

Sebanyak 25  paket sembako berupa beras dan indomie  diserahkan kepada warga terdampak banjir. 

“Ini adalah bagian dari bentuk kepedulian kami, apalagi warga yang terdampak banjir ini merupakan wilayah pemilihan saya pada Pileg lalu,” kata Mimi Betty, Kamis (14/1-2021) dilokasi.

Kendati jumlahnya tidak seberapa, Mimi Betty Willingsih berharap bantuan tersebut bisa meringankan sedikitnya membantu emak-emak yang terkena musibah. Jangan dilihat dari harganya, jangan dilihat bentuknya, tapi lihat makna keihklasannya dan ketulusanya.

"Hampir setiap hari saya membantu khususnya didaerah daerah pemilihan saya, Bukit Bestari," terang Mimi Betty Willingsih.


(M.HOLUL)



Bupati Natuna Menyerahkan DPA APBD tahun Anggaran 2021

NATUNA KEPRIAKTUAL.COM: Bertempat di Ruang Rapat Kantor Bupati Natuna, Bukit Arai, Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal, Menyerahkan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) APBD Tahun Anggaran 2021, diserahkan secara simbolis kepada perwakilan Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Natuna, selasa (12/01) pagi.

Hadir pada kesempatan tersebut diantaranya Sekretaris Daerah, para Asisten dan seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Natuna.

Bupati Natuna, Abdul Hamid Rizal dalam kata sambutab menyampaikan bahwa  penyerahkan DPA menandai bahwa pelaksanaan program kerja di masing-masing OPD sudah dapat mulai dilaksanakan.

"Untuk itu saya berharap agar seluruh pimpinan OPD untuk segera memulai program kerja yang sudah direncanakan, jangan ditunda-tunda lagi. Hal ini penting mengingat anggaran yang tersedia merupakan kucuran dari program pemerintah pusat yang sampai saat ini masih bersifat dinamis," ucapnya. 

Hamid juga berpesan agar seluruh seluruh OPD untuk dapat bekerja dengan baik dan ikhlas, jaga kekompakan dalam menjalankan tugas, loyal kepada pimpinan dan tidak membanding-bandingkan. Hal ini sangat berpengaruh pada hasil akhir dari suatu program kerja yang pada dasarnya diarahkan bagi mewujudkan kemajuan daerah. 


(IK)



Rakor Pemetintah Kabupaten Natuna. 

NATUNA KEPRIAKTUAL.COM: Dalam waktu dekat, Pemerintah Kabupaten Natuna akan menggelar vaksinasi bagi seluruh masyarakat Kabupaten Natuna, sebagai bentuk dukungan dan upaya pencegahan penyebaran Covid-19, sesuai kebijakan pemerintah pusat.

Untuk mempersiapkan hal diatas, Bupati Natuna, Abdul Hamid Rizal menggelar Rapat Koordinasi Persiapan Pelaksanaan vaksinasi Covid 19 di Kabupaten Natuna, di ruang rapat kantor Bupati Natuna Jalan Batu Sisir Bukit Arai, Selasa (12/01) pagi

Hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Natuna, Para Asisten, Anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, beberapa pimpinan Organisasi Perangkat Daerah dan Tim Gugus Tugas penanganan Covid 19 Kabupaten Natuna.

Hamid menjelaskan bahwa saat ini  Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Pusat telah mengizinkan pengiriman vaksin Covid 19 dan nama-nama yang akan divaksin  di Kabupaten Natuna, hanya sisa 10 % yang akan diperuntukan bagi  para pejabat instansi vertikal, OPD, Camat, Kades berdasarkan kriteria utama, yakni berumur dibawah 59 Tahun. 

Selain itu, Hamid juga telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna mengenai ruang  penyimpanan atau gudang farmasi yang memiliki ruang pendingin. Jika ruangan tersebut dirasa cukup untuk menyimpan vaksin tersebut, nantinya akan ditempatkan tim pengamanan yang berasa dari unsur TNI/Polri.

Selanjutnya, Hamid juga menerangkan bahwa untuk pendistribusian vaksinasi, di prioritaskan bagi kecamatan yang terletak di pulau besar Bunguran, Pulau Tiga dan Bunguran Barat, dimana dalam prosesnya nanti juga akan didampingi tim pengamanan baik dari TNI, Polri dan Satuan Polisi Pamong Praja.

"Sedangkan bagi beberapa kecamatan dengan jarak tempuh agak jauh dari Pulau Bunguran Besar, seperti Kecamatan Midai, Serasan, Subi dan Pulau Laut, pendistribusiannya akan ditunda mengingat kondisi cuaca ekstrem saat ini," Ungkapny. 

Pada kesempatan yang sama, Juru Bicara Tim Gugus Kabupaten Natuna, Hikmat melaporkan bahwa sasaran dan jadwal pelaksanaan vaksinasi Covid 19 ditentukan langsung oleh Komite Penanganan Covid 19 dan  Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC -PEN).

Penyuntikan secara simbolis akan digelar pada tanggal 14 Januari 2021 mendatang,  dengan menerapkan protokol kesehatan tanpa acara seremonial yang melibatkan Media dan lainnya, serta ditayangkan secara live dan detail melalui Media Sosial ( YouTube, IG,FB, dll).

Adapun rencana distribusi vaksin Covid 19 tahap 1 di Kabupaten/Kota se- Kepulauan Riau, meliputi Kota, Batam, Tanjungpinang, Bintan, Karimun, Anambas, Lingga, dan terakhir Kabupaten Natuna.

Selanjutnya Hikmat juga menerangkan bahwa terdapat kategori kondisi kesehatan masyarakat yang tidak bisa diberikan vaksin Covid 19 Produksi Sinovic, diantaranya  pernah terkonfirmasi menderita covid 19, ibu hamil atau menyusui, menjalani terapi jangka panjang, penderita penyakit jantung, autoimun (lupus, sjogren, Vasculitis) ginjal, reumatik, saluran pencernaan kronis, hiperteroid, kanker, kelainan darah, defisiensi imun, penerima transfusi, gejala ISPA ( batuk, pilek, sesak nafas)  dalam tujuh hari terakhir sebelum vaksinasi, diabetes melitus, HIV, Paru-paru (Asma Tuberkulosis). 


(IK)



Ketua MUI Kabupaten Natuna.

NATUNA KERPUAKTUAL.COM: Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Natuna, H. Mustafa, S.Pd.I. mendengar kabar adanya pergantian Kapolri dan adanya keputusan Presiden Jokowi yang mengajukan Komjen Listyo Sigit Prabowo sebagai calon tunggal Kapolri kepada DPR,  Rabu (13/1/2021).

Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Natuna ini menyapaikan bahwa, keputusan Presiden sudah sangat tepat menunjuk Komjen Listyo Sigit Prabowo menjadi calon tunggal Kapolri karena beliau orang yang tegas dan Cerdas meski sedikit berbicara namun beliau banyak bertindak dalam menangani berbagai kasus yang ada.

"Tidak hanya itu, beliau juga termasuk Aparat yang dekat dengan tokoh-tokoh masyarakat yang mana hal ini menjadi salah satu dasar yang penting bagi seorang Kapolri yang mana peran Kepolisian yaitu Melindungi, Mengayomi dan Melayani Masyarakat," ungkapnya.

"Semoga apa yang menjadi keputusan Presiden agar dapat terlaksana sehingga Instasi Kepolisian dapat kembali berjalan dengan baik dibawah Kapolri yang baru dan semoga pak Listyo yang dipercayakan sebagai calon Kapolri dapat mendukung apapun Program Presiden demi menjaga keutuhan NKRI yang kita cintai," tutup Ketua MUI Kabupaten Natuna H. Mustafa, S.Pd.I.


(IK)



Polisi dan TNI Serta Masyarakat Natuna Lakukan Gotong Royong. 

NATUNA KEPRIAKTUAL.COM: Akibat terjadinya Abrasi di sekitar Pantai Desa Cemaga Tengah, Polres Natuna bersama TNI dan instansi terkait serta di bantu oleh warga sekitar laksanakan Gotong Royong bersama, Rabu (132/01/2021). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolres Natuna AKBP Ike Krisnadian, S.I.K., M.Si.

Hadir dalam kegiatab tersebut, Kepala Dinas PU Natuna, Helmi Wahyuda SE, Kabagops Polres Natuna Kompol Hendrianto SH, Camat Bunguran Selatan, Faisal S.Stp, Kapolsek Bunguran Timur Kompol Mangatur Sibarani, Danramil 01 Ranai Mayor Narta, Kasat Intel Polres Natuna Iptu Khairul, KasiPropam Polres Natuna Ipda M.Fadli SH, Kasi Kedaruratan, Logistik dan Rekrontruksi Bidang penanggulangan Bencana Dinas Pemadam Kebakaran Natuna, Elkadar Lesamana, Kades Cemaga Tengah Zidane, Bhabinkamtibmas, Babinsa Desa Cemaga serta Masyarakat Desa Cemaga Tengah.

Kapolres Natuna AKBP Ike Krisnadian, mengatakan, kegiatan Gotong Royong bertujuan untuk memupuk rasa kebersamaan antara masyarakat dan personil TNI Polri serta Instansi Terkait guna menciptakan situasi yang kondusif, untuk Pihak Camat/Lurah Bunguran Selatan dan Masyarakat di Wilayah Hukum Polres Natuna agar dapat terus bersinergi bersama TNI dan Polri khususnya dalam Harkamtibmas.

"Gotong royong yang dilakukan kali ini yaitu membuat tanggul dengan karung yang berisikan pasir dan diletakkan di sepanjang bibir Pantai Desa Cemaga Tengah," ungkapnya.

"Bahwa saat ini kita tengah berada pada cuaca extrim dengan intensitas curah yang tinggi disertai angin kencang Sehingga hal tersebut dapat menimbulkan bencana alam seperti terjadinya Abrasi pada saat ini," tambahnya. 

Kapolres Natuna juga menghimbau kepada warga Kabupaten Natuna agar selalu untuk tetap waspada mengantisipasi bencana yang menimbulkan korban jiwa.

"Pada dasarnya kita semua tidak ingin bencana tersebut terjadi namun yang terpenting kita harus waspada serta menjaga lingkungan yang kita cintai ini," paprnya. 


(IK)



Masyarakat Tanjungpinang Menerima Bantuan dari Pemerintah Tanjungpinang. 

TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Pemerintah Kota Tanjungpinang bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Karimun, kembali menyerahkan bantuan bagi warga yang terdampak musibah banjir dan longsor beberapa waktu yang lalu di Kota Tanjungpinang, Selasa (12/1-2021).

Walikota Tanjungpinang, Hj. Rahma, S. IP kembali menyampaikan bahwa musibah yang terjadi di Kota Tanjungpinang merupakan takdir, ujian dan cobaan dari Allah SWT dan memang harus diterima dengan kesabaran dan keikhlasan.

"Ini merupakan takdir yang sudah Allah berikan untuk kita, namun harus kita terima dengan sabar dan ikhlas, Pemerintah tidak berdiam diri, atas musibah yang terjadi, saya bersama seluruh jajaran Pemerintah Kota Tanjungpinang akan terus berupaya memberikan yang terbaik untuk warga saya," ujar Rahma.

Disaat berjumpa langsung dengan warga, Rahma juga memberikan penjelasan bahwa di beberapa provinsi di Indonesia, termasuk Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau memang dalam status waspada angin La Nina yang melintasi Indonesia yang berpotensi terjadinya curah hujan yang tinggi. 

"Maka dari itu musibah ini bukan saja terjadi di Kota Tanjungpinang, namun merata di Kabupaten dan Kota yang ada di Kepulauan Riau dan ini merupakan kondisi alam yang kurang baik, namun saya berharap kepada seluruh warga Tanjungpinang, harus tabah dalam menghadapi cobaan ini," tambah Rahma.

Rahma juga mengatakan disebalik musibah ini, ia berharap masyarakat untuk tidak menjadikan bencana ini sebagai pembicaraan miring tentang pemerintah, menjadi provokator dan mengadu domba antar sesama masyarakat sehingga ada yang mengatakan bahwa Pemerintah Kota Tanjungpinang tidak serius dan lepas tangan atas kejadian musibah ini.

"Saya hadir kesini berharap, musibah ini tidak menjadi ajang adu domba, jangan ada lagi yang menjadi provokator dan masyarakat untuk tidak terprovokasi dengan omongan-omongan miring tentang Pemerintah Kota Tanjungpinang yang dianggap tidak serius dalam penanganan musibah ini, kami semua terus bekerja keras siang dan malam untuk menangani banjir dan longsor, saya harap masyarakat lebih bijak dalam menanggapinya, bukan berarti saya mengatakan Pemko sudah sempurna, silakan sampaikan kritik dan saran kepada kami agar sama-sama kita kawal pembangunan Kota Tanjungpinang," harap Rahma. 

Disela-sela bertemu dengan warga, Rahma juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Tanjungpinang akan terus berupaya untuk membenahi drainase yang ada di pemukiman warga dan tegas kepada pengembang perumahan (developer) untuk membenahi drainase di setiap perumahan yang dibangun. 

"Selain pembangunan drainase menjadi tanggung jawab pemerintah, namun setiap pengembang perumahan juga wajib membangun drainase sebagai persyaratan teknis prasarana jalan, saya akan bertindak tegas jika masih ada kontraktor atau pengembang perumahan tidak melaksanakan kewajibannya membangun drainase dan jalan perumahan dengan baik," tegas Rahma. 

Diakhir kunjungan Rahma juga mengucapkan terimakasih kepada Ketua dan Anggota IDI Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Karimun yang telah membantu warga Kota Tanjungpinang yang terkena dampak banjir, dan berharap bantuan ini dapat sedikit mengurangi beban hidup yang dihadapi warga saat terkena musibah. 

"Saya atas nama Pemerintah Kota Tanjungpinang mengucapkan terimakasih atas bantuan nya, dan berharap bantuan ini dapat bermanfaat untuk warga yang tertimpa musibah, semoga musibah ini segera berlalu, kita diberikan kesehatan, dan selalu bersyukur atas cobaan yang telah diberikan oleh Allah SWT," ucap Rahma yang diaminkan oleh seluruh warga. 

Adapun lokasi yang berikan bantuan adalah warga di Perumahan Puspandari, Perumahan Kenangan Jaya 3 dan diakhiri di Jl. Satria Ganet. Walikota, selain didampingi oleh Ketua IDI, juga didampingi oleh Kepala BPBD, Camat Tanjungpinang Timur, Lurah Batu 9 dan Kabag.


(M.HOLUL)



Pelantikan PAW DPRD Kepri. 

TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DPRD Provinsi Kepri akhirnya melantik dua Pengganti Antar Waktu PAW Anggota DPRD Kepri fraksi PKS.

Yang mana, kedua PAW yang dilantik adalah H M Taufik menjadi pengganti antar waktu Ing.Iskandarsyah yang mencalonkan diri sebagai Calon Bupati Karimun. 

Serta Yusuf,S.Mn menjadi pengganti antar waktu Suryani,SE yang mencalonkan diri pada pilkada Kepri 2020 yang lalu.

Pelantikan kedua PAW anggota DPRD Kepri yang langsung dipimpin Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak SH yang dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Kepri H TS Arif Fadillah di kantor DPRD Kepri, Senin (11/1).

Dalam penyampaiannya, Jumaga mengharapkan agar nantinya kedua PAW yang dilantik ini dapat menjalankan tugasnya dengan sebaik-baiknya.

"Semoga dapat menjalankan tugas dengan baik sesuai amanat perundangan undangan serta mampu menjadi penyambung lidah bagi masyarakat di tempat pemilihannya masing-masing," tegas Jumaga.

Dikatakan Jumaga, nantinya kedua anggota PAW ini akan bekerja selama sisa jabatan yang tersisa yakni hingga tahun 2024 mendatang.


Sumber: Diskominfo Kepri




Jakarta KepriAktual.com -- 15 juta bahan baku vaksin COVID-19 Sinovac akan tiba di Indonesia pada besok hari, Selasa (12/01/2021). Bahan baku tersebut nantinya akan diproses lebih lanjut oleh perusahaan BUMN Bio Farma menjadi vaksin COVID-19 siap pakai. Ungkap Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin usai menghadiri Rapat Terbatas, Senin (11/01/2021), di Kantor Presiden, Jakarta.

“Ada sedikit berita baik, 15 juta bahan baku vaksin akan datang insyaallah besok, dari Sinovac. Ini akan bisa diproses oleh Bio Farma dalam jangka waktu satu bulan, sehingga nanti di awal Februari kita sudah punya 12 juta vaksin jadi dari 15 juta bahan baku ini,” ujarnya.

Selain itu, Menkes menyampaikan, Pemerintah juga akan mendapatkan suplai vaksin COVID-19 melalui kerja sama multilateral dengan GAVI (The Global Alliance for Vaccines and Immunisation)

“Ada berita baik juga disampaikan oleh Ibu Menlu. Kerja sama multilateral kita dengan GAVI juga kelihatannya akan menghasilkan keputusan yang baik. Diharapkan minimal 54 juta dosis, maksimal bisa menjadi 108 juta dosis vaksin gratis kita bisa dapatkan dari GAVI,” tuturnya.

Vaksin tersebut, imbuh Menkes, kemungkinan akan sampai di Tanah Air lebih cepat, sekitar akhir Februari atau awal Maret. Adapun pilihan vaksinnya adalah produksi Pfizer, AstraZeneca, dan Moderna yang sudah dapat izin persetujuan dari negara asalnya, serta Novavax.

“Kami sekarang lagi berdiskusi, juga berdiskusi dengan Pak Menko, jenis apa yang kita mau ambil. Karena vaksin-vaksin ini, Bapak-Ibu, ini bisa diberikan di atas usia 60 tahun,” ujarnya.

Dalam keterangan persnya, Menkes juga menyampaikan bahwa pendistribusian vaksin COVID-19 memerlukan jalur logistik dengan sistem rantai dingin (cold chain) yang memberikan kompleksitas tersendiri. Oleh karena itu, ia meminta semua pihak untuk bekerjasama dalam proses distribusi tersebut.

“Saya kemungkinan akan butuh bantuan baik dari pemerintah pusat, daerah, atau swasta untuk bisa bahu-membahu membantu kami kalau nanti ternyata ada kesulitan untuk bisa menyalurkan 426 juta vaksin sampai seluruh pelosok Indonesia melalui jalur logistik dingin,” tuturnya. *Red*

 

 

Sumber          : Setkab/Fid/UN

Foto                  : Biro Pers Setpres/Muchlis Jr




 


NUNUKAN KepriAktual.com -- Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarhanud 16/SBC/3 Kostrad berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis sabu-sabu yang dibawa seorang terduga pelaku berinisial RR (29) seberat 2 gram di Desa Aji Kuning, Minggu (10-1-21) di Sebatik Tengah, Nunukan, Kalimantan Utara.

 

Dikutip dari halaman resmi TNI AD,  Komandan Satgas Pamtas Yonarhanud 16/SBC, Mayor Arh Drian Priyambodo menjelaskan, pelaku RR masuk ke wilayah indonesia secara ilegal dan membawa sabu-sabu dari Malaysia.

 

Saat bongkar muat penumpang di Sungai Aji Kuning lanjut Mayor Ard Drian, Pos pengendalian penduduk menerima laporan dari tukang ojek bahwa pelanggan yang sedang diantarnya yaitu RR terlihat pucat dan dicurigai seperti baru saja menggunakan narkoba.

 

“Saat pemeriksaan ditemukan alat hisap sabu yang berada di dalam tas, kemudian anggota pos membawa dan mengamankan tersangka menuju Pos Koki Aji Kuning, “ ungkapnya.

 

Di tempat terpisah, Danpos Aji Kuning Lettu Arh Abied Firmanda menjelaskan, pihaknya mencoba melakukan pendalaman dengan petunjuk dan arahan Pasi Intel Satgas Lettu Arh Bayu Sekti melalui komunikasi seluler untuk melakukan dialog serta mengembangkan agar didapat informasi yang lebih.

 

“Setelah dilaksanakan pendalaman pemeriksaan, pada saat telepon genggang tersangka diperiksa, anggota Satgas mencoba membuka cover telepon genggam yang transparan dan ditemukan sabu-sabu di belakang cover telepon genggam tersebut. Ditemukan sabu-sabu terbungkus plastic pipet diperkirakan seberat 2 gram, “ jelasnya.

 

Dengan mengikuti prosedur Satgas,anggota Satgas mengamankan dan mendokumentasikan serta membuat laporan kepada komando atas terkait penangkapan pelaku pengguna dan pembawa sabu-sabu seberat 2 gram tersebut. Setelah itu, tersangka beserta barang bukti dibawa ke Polres Nunukan, Kalimantan Utara.

 

“Saat ini tersangka sudah diserahkan langsung kepada Kasat Resnarkoba Polres Nunukan,” Tutup Dansatgas. *Red*




Sumber    : TNIAD.Mil.Id






JAKARTA KepriAktual.com  – Dikutip dari laman resmi Polri disampaikan bahwa, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri telah menerima 16 kantong jenazah korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182. Selain itu, tim DVI juga menerima 3 kantong yang berisi properti.

 

“Kemudian sampai jam 9 ini juga tim DVI telah menerima 16 kantong jenazah dan juga 3 kantong properti,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono saat jumpa pers di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (11/1/2021).

 

Rusdi mengatakan tim postmortem akan melakukan identifikasi terhadap kantong-kantong jenazah tersebut. Sementara tim antemortem tetap mengumpulkan data yang dibutuhkan dari keluarga korban.

 

“Tentunya tugas-tugas ke depan dari anggota postmortem akan melaksanakan kegiatan identifikasi terhadap kantong jenazah ini, kemudian juga petugas-petugas dari antemortem akan tetap mengumpulkan data-data yang dibutuhkan dari keluarga korban,” kata dia.

 

Rusdi menjelaskan, data antemortem itu didapat dari data umum korban. Seperti usia, berat badan hingga rekam medis korban sebelum meninggal dunia.

 

“Untuk data antemortem itu bisa didapat dari data-data umum dari korban. Seperti umur, berat badan, tinggi badan, warna kulit. Hal ini bisa menjadi bagian bagaimana nanti tim DVI bekerja. Ada juga rekam medis dari korban sebelum korban meninggal dunia,” tutur dia.

 

Rusdi mengatakan data antemortem sangat membantu dalam proses identifikasi. Data antemortem ini kemudian akan dicocokkan dengan data postmortem.

 

“Kalau ada dokumen atau ijazah itu pasti ada sidik jari dari korban, itu akan digunakan oleh tim untuk mencocokkan sidik jari yang ada pada antemortem dengan sidik jari yang ditemukan contohnya pada postmortem, itu akan sangat membantu,” kata dia. *red*





Sumber    : Humas Polri



Foto Bupati Karimun dan Guru Saat Peninjauan Prokes Perdana Belajar Tatap Muka. 

KARIMUN KEPRIAKTUAL.COM: Bupati Karimun, Dr. H. Aunur Rafiq, S.Sos, M.Si., di dampingi Plt. kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun, Fajar Harison dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun, Rachmadi Meninjau Pembelajaran Tatap Muka Perdana di Kundur Barat dan Kundur Utara, Senin ( 11/01/2021).

Aunur Rafiq mengatakan, hari ini yang telah melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka Perdana ada di 6 Kecamatan, Kabupaten Karimun.

"Hari ini perdana belajar tatap muka siswa di 6 Kecamatan, diantaranya, Kecamatan Kundur Barat, Kecamatan Kundur Utara, Kecamatan Buru, Kecamatan Moro, Kecamatan Ungar dan Kecamatan Durai," kata Rafiq. 

Selain itu, kata Bupati Karimun, Dr. H. Aunur Rafiq menitipkan seluruh siswa kepada seluruh guru unutuk sama-sama menjaga seluruh siswa dalam melaksanakan Protokol Kesehatan.

Lokasi Peninjauan hari ini di Kecamatan Kundur Barat dan Kecamatan Kundur Utara :

1. SD Negeri 02 Kundur Barat Kecamatan Kundur Barat.


2. Taman Kanak Kanak Swasta Mutiara Hati


3. SMP Negeri 1 Kundur Barat.


4. SMP Negeri 1 Kecamatan Kundur Utara


5. SD Negeri 02 Kecamatan Kundur Utara.


Ahmad Yahya ( Humas ).



Presiden RI, Jokowi. 

JAKARTA KEPRIAKTUAL.COM: Peningkatan skala ekonomi dan penerapan teknologi pertanian merupakan langkah utama pembangunan pertanian nasional yang harus segera ditempuh. Dengan cara itu maka biaya produksi dapat menjadi lebih murah sehingga menimbulkan harga yang kompetitif dari produksi komoditas pertanian nasional.

Hal itu disampaikan Presiden Joko Widodo saat meresmikan pembukaan Rapat Kerja Nasional Pembangunan Pertanian Tahun 2021 yang digelar di Istana Negara, Jakarta, pada Senin, (11/1-2021).

"Skala luas dan teknologi pertanian dipakai betul. Itulah cara-cara pembangunan pertanian yang harus kita tuju sehingga harga pokok produksinya nanti bisa bersaing dengan harga komoditas yang sama dari negara-negara lain," ujarnya.

Di masa pandemi saat ini, sektor pertanian menempati posisi sentral. Apalagi dengan penduduk Indonesia yang sejumlah lebih dari 270 juta jiwa mengharuskan pengelolaan pertanian dijalankan dengan baik dan serius.

Presiden mengatakan, pembangunan pertanian sudah harus segera dilakukan secara detail, utamanya terkait komoditas yang saat ini masih memerlukan impor.

"Urusan bawang putih, gula, jagung, kedelai, dan komoditas lain yang masih impor tolong ini menjadi catatan dan segera dicarikan desain yang baik agar bisa kita selesaikan," kata Presiden.

Pembangunan pertanian kini tak lagi bisa hanya dilakukan dengan menggunakan cara-cara konvensional yang sudah bertahun-tahun dilakukan. Menurut Kepala Negara, apa yang dibutuhkan oleh negara kita ialah membangun sebuah kawasan pertanian berskala ekonomi besar, termasuk salah satunya lumbung pangan baru.

"Oleh sebab itu kenapa saya dorong _food estate_ ini harus diselesaikan. Paling tidak tahun ini yang di Sumatera Utara dan Kalimantan Tengah harus selesai. Kita mau evaluasi masalahnya apa, teknologinya yang kurang apa, karena ini akan menjadi contoh," imbuhnya.

Kepala Negara melihat bahwa permasalahan utama yang dihadapi para petani lokal selama ini ialah tidak kompetitifnya harga komoditas yang mereka hasilkan. Biaya pokok produksi yang tinggi oleh karena produksi yang dilakukan dalam jumlah sedikit menyebabkan komoditas lokal kalah bersaing dengan komoditas impor.

Untuk itulah diperlukan peningkatan skala ekonomi sehingga para petani yang nantinya terhimpun dalam kelompok tani besar memiliki nilai tukar petani yang lebih besar sekaligus meningkatkan jumlah produksi.

"Kalau harga tidak kompetitif ya akan sulit kita bersaing sehingga sekali lagi ini harus dibangun dalam sebuah lahan yang sangat luas," tutur Presiden.

Untuk diketahui, turut hadir dalam acara rakernas tersebut di antaranya ialah Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri BUMN Erick Thohir, Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, hingga Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.


Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden



Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.