Petugas medis RSUP Raja Ahmad Thabib melakukan pengambilan sampel lendir tenggorokan warga yang melakukan tes swab di Posko Layanan Swab di rumah sakit tersebut, Sabtu (1/8/2020). Kepada Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Batam, Selasa (4/8/2020), Sekda meminta agar hasil swab terhadap masyarakat agar bisa dipercepat.
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Sekretaris Daerah Provinsi Kepri H TS Arif Fadillah akhirnya melakukan peninjauan ke Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Batam, Selasa (4/8).

Dikutip dari situs Diskominfo Kepri, peninjauan ini dilakukan untuk melihat persoalan lambatnya hasil uji Swab tes yang dilakukan pasca positif by Gubernur Provinsi Kepri H Isdianto beberapa waktu lalu.

"Ini merupakan perintah pak Gubernur, Isdianto, karena sejumlah masyarakat telah resah akibat lambatnya keluar hasil tes Swab ini, sehingga jika ada yang dibantu segera diberitahukan kepada kami supaya kami cepat membantu seperti kebutuhan didalam BTKL PP ini," ujar Arif yang didampingi Kabag Keuangan Provinsi dan Kadis Kominfo Kepri.

Arif meminta agar hasil tes Swab yang telah dikirimkan untuk dapat ditindak, apa permasalahannya kenapa lambat keluar.

"Kami siap bantu jika ada masalah , baik itu  masalah keuangan, langsung sama bagian keuangannya, kita ingin cepat agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat" ujarnya Arif.

Untuk itu, Arif berulangkali meminta kepada tim BTKL PP agar secepatnya hasil laboratorium uji swab test keluar. Supaya masyarakat tak begitu resah dan makin takut keluar rumah.

Kemudian, Arif juga memastikan untuk tenaga honorer yang akan dipekerjakan disini agar segera terealisasi.

Maka dengan adanya tambahan 4 orang tenaga medis di BTKL PP tersebut bisa mempercepat hasil swab test nya keluar. Dan mudah-mudahan dalam 2 hari ini bisa dituntaskan semua hasil uji swab test tersebut.

"Saya berharap dengan adanya penambahan 4 orang tenaga di BTKL PP ini bisa cepat keluar hasilnya. Dan mudah-mudahan dalam 2 hari ini bisa dituntaskan hasilnya," harap  Arif.

(***)


(Foto: Istimewa)
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Gubernur H Isdianto mengatakan dirinya ingin seluruh Kepri terkoneksi dengan berbagai moda transportasi. Untuk konektivitas antar pulau, jalur laut dan udara menjadi sangat penting. Agar pergerakan orang dan barang semakin besar dan meningkatkan ekonomi daerah.

“Saya bersyukur hari ini (Selasa) Tanjungpinang sebagai ibu kota provinsi terkoneksi dengan Tambelan melalu jalur udara. Semoga penerbangan ini mampu mengairahkan berbagai sektor ekonomi dua pulau ini,” kata Isdianto, di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Selasa (4/8).

Isdianto diwakilkan Raja Ariza, Asisten Pemerintahan Setdaprov Kepri pada penerbangan perdana dari Bandara Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang ke Bandara Tambelan Kabupaten Bintan, Selasa (4/8) pagi. Dia berharap ke depan durasi penerbangan bertambah dari dua kali menjadi lebih.

Saat ini, penerbangan Susi Air dari RHF ke Tambelan berlangsung dua kali sepekan, yaitu Selasa dan Sabtu. Saat ini, semuanya masih mendapat subsidi dari Kementerian Perhubungan.

Isdianto berterimakasih kepada Kementerian Perhubungan karena terus mendukung Kepri melancarkan konektiviyas antar pulau. Belum lama ini, KMP Bintang Nusantara juga melayari berbagai pulau di Kepri dari Bintan.

Ke depan, konektivitas antar daerah, kata Isdianto harus semakin cepat. Untuk percepatan itu, jalur udara menjadi pilihan utama. Meski begitu, tambahan armada kapal juga membuat pergerakan antar pulau semakin cepat.

Isdianto berterima kasih pada Kemenhub yang terus mendukung program konektivitas Kepri. Anggaran daerah, kata Isdianto, tak akan mencukupi untuk membangun semua sektor itu secara cepat.

Karena itu, awal tahun ini, Isdianto membawa semua pimpinan daerah Kepri menemui Menhub untuk mengkoordinasikan pembangunan konektivitas tiap daerah. Dengan demikian, Isdianto yakin Kepri akan terkoneksi dengan banyak moda transportasi.

“Kita harap kebersamaan untuk masyarakat ini terus terbangun. Karena apapun yang kita lakukan muaranya adalah untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat,” kata Isdianto.

Sumber: Humas Kepri


Foto Bupati Bintan Apri Sujadi Bersama Istrinya Saat Sukuran Dengan Masyarakat. (Foto: Istimewa). 
BINTAN KEPRIAKTUAL.COM: Bupati Bintan, Kepulauan Riau, Apri Sujadi beserta Deby Maryanti, istrinya negatif COVID-19 berdasarkan tes usap (swab) yang diperiksa denvan metode polymerase chain reaction (PCR) di Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Batam.

"Kami baru mendapat informasi lisan dari BTKLPP Batam bahwa bupati dan istrinya tidak tertular COVID-19," kata Kepala Dinas Kesehatan Bintan Gama AF Isnaeni, di Bintan, Selasa (4'8-2020) dikutip dari situs Diskominfo Kepri.

Ia menambahkan swab pertama terhadap Apri, Deby serta orang-orang yang pernah kontak erat dengan In, sopir Apri dilakukan pada Minggu (2/8). Sementara In dinyatakan positif COVID-19 pada Jumat (31/7).

Swab dilakukan kembali terhadap Apri dan istrinya untuk memastikan mereka tidak tertular COVID-19. Apri, istri dan anggota keluarganya tetap harus menjalani karantina mandiri.

Sementara In, sopir Apri tetap menjalani karantina, meski hasil pemeriksaan kedua, negatif. Pengambil swab dilakukan sampai empat kali berturut-turut lantaran hasil pemeriksaan pertama, positif.

"Kami terus melakukan penelusuran terhadap orang-orang yang pernah kontak dengan In," ucapnya.

Gama menuturkan sejumlah pejabat dan staf yang kontak erat dengan In sudah diambil swab. Namun hasil pemeriksaan belum diketahui.

"Ada sejumlah kepala dinas yang diambil swab. Mereka juga menjalani karantina mandiri," ujarnya.

Bupati Apri mengatakan, dirinya beserta keluarga dalam kondisi sehat. Aktivitas pemerintahan tetap dilakukan dari rumah tanpa berinteraksi dengan stafnya.

"Alhamdulillah, kondisi kami baik-baik saja. Mohon doa agar musibah ini segera berakhir di Bintan," ucapnya.


(***)


Foto Bersama Sekda Kepri Dengan Pihak RSKI Pulau Galang. 
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Sekda Prov. Kepri, H. T. S. Arif Fadillah selaku Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kepri meninjau Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Pulau Galang dan Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Kelas I Batam, Selasa (4/8).

Peninjauan tersebut di lakukan Arif atas perintah Gubernur Kepri, H. Isdianto untuk melihat langsung ke lapangangan terkait proses pelaksanaan swab.

Tiba di BTKL, Arif menuju ruang laboratorium dan meminta penjelasan bagaimana proses pemeriksaan sampel swab, Arif juga meminta bantuan dan perhatian penuh dari BTKL untuk membantu Kepri dalam mempercepat proses pemeriksaan sampel swab sehingga bisa dituntaskan dalam waktu 2 atau 3 hari.

"Pemprov Kepri mengucapkan terima kasih atas kerjasama dan perhatian BTKL dalam melakukan proses pemeriksaan sampel swab masyarakat Kepri. Untuk itu kedatangan saya juga menanyakan apa yang menjadi kendala BTKL sehingga bisa dibantu pemprov," kata Arif.

Untuk kendala tenaga analis, tambah Arif, Kepri telah mengirim 4 orang analis ke BTKL. Sementara untuk kendala dana, Kepri telah menyiapkan bantuan yang dibutuhkan. Termasuk menambah insentif bagi tenaga analis yang lembur.

Di RSKI Galang, Arif langsung di bawa berkeliling area ruang isolasi dan labor pemeriksaan swab. Hal yang sama juga disampaikan Sekda, agar RSKI membantu Pemprov Kepri mempercepat proses pemeriksaan test swab, salah satunya Kluster Walpri Gubernur.

"Kita mau mengetahui secepatnya hasil tes keluar supaya Pemprov Kepri bisa melakukan kebijakan selanjutnya. Saat ini , kami juga telah menyiapkan beberapa tempat untuk isolasi," terang Arif.


Sumber: Humas Kepri



Gubernur Kepri, Isdianto (Foto: Istimewa) 
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Gubernur H Isdianto menyampaikan permohonan maafnya kepada seluruh masyarakat dengan adanya musibah ini. Dia meyakinkan bahwa musibah ini terjadi bukanlah hal yang dikehendaki namun sudah menjadi rencana dari Allah SWT.

“Saya juga mohon maaf kepada semunya. Saya saat ini kondisi  ini sedang mengalami musibah yang tidak kita rencanakn. Allah akan berikan cobaan kepada umatnya tidak akan melebihi dari kemampuan kita untuk menghadapinya. Oleh karena itu, saya harap cobaan ini cepat berlalu, masyarkat semua sehat sehingga kita semua bisa beraktivitas seperti sediakala,” kata Isdianto   Di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Senin (3/8).

Isdianto memimpin Rapat Rutin OPD di Lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melalui aplikasi zoom dari Gedung Daerah. Rapat dipimpin dari Gedung Daerah karena dirinya sedang menjalankan karantina mandiri akibat terpapar wabah covid19.

Tepat pukul 08.30 WIB, saat rapat bermula, tanpal Isdianto mengenakan baju putih dan peci hitam serta lengkap menggunakan masker. Rapat ini juga diikuti oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau H. TS. Arif Fadillah, Asisten Administrasi Umum Hasbi dan Kepala Dinas Kesehatan Tjetjep Yudiana dari Ruang Rapat Lt.4, Kantor Gubernur Kepulauan Riau, Dompak, Tanjungpinang. 

Sementara itu beberapa Kepala OPD di Lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau juga mengikuit rapat ini melalui rumah masing-masing karena masih melakukan karantina mandiri menunggu hasil swab yang telah dilakukan beberapa waktu yang lalu.

Isidanto dalam arahannya pada kesempatan ini mengatakan bahwa walalupun dirinya saat ini sedang melalukan karantina mandiri di kediaman namun dirinya tetap berharap para OPD yang terkait tetap dapat menjalankan kegiatan pemerintah seperti biasa. Karena pelayanan kepada mayarakat harus tetap menjadi prioritas.

“Saya mengharapkan semua pimpinan OPD dan staf jangan terkendala semua kegiatan, walaupun saya dalam kondisi karantina, urusan administrasi dan pelayanan akan kebutuhan masyarakat jangan sampai terhambat. Tetap jalankan kegiatan pemerintahan dengan berpedoman pada protokol kesehatan,” harapnya.

Kepada pimpinan RSUP Raja Ahmad Thabib secara khusus, Isdianto berpesan agar layanan kepada masyarakat harus tetap berjalan sebagaimana mestinya. Selain itu untuk layanan swab massal untuk masyarakat harus tetap dibuka dan jangan sampai ada masyarakat yang tidak terlayani.

“Terimakasih saya ucapkan kepada masyarakat karena antusias dan kesadaran yang  tinggi memeriksa kesehatannya ke Rumah Sakit. Layanan Swab jangan sampai berhenti karena masih banyak masyarakat yang ingin memerikasakan diri,” kata Isdianto.

Tidak lupa  kepada Kepala OPD Gubernur mengingatkan untuk tetap menjalankan beberapa proyek strategis yang telah menjadi komitmen Pemerintah provinsi kepulauan Riau. Pembangunan ini harus tetap dilakukan karen aakan memberikan dampak yang sangat nyata bagi perbaikan ekonomi masyarakat.

“Kegiatan dan proyek strategis yang sedang dilelang untuk disegarakan karena kita tahu bahwa sejak covid dan refocusing banyak kegiatan yang telah tertunda. Amati dan kawal  beberapa proyek strategis ini agar bisa segera dilaksanakan. Jika ada kendala segera koodrinasi dengan kami akan dicarikan pemecahannya,” jelasnya.

Sementara itu Sekda Arif dalam laporannya menyampikan bahwa hingga saat ini telah dilakukan pengambilan sampel sebanyak 738 sampel swab. Pengambilan dilakukan mulai tanggal 30 juli hingga 02 Agustus 2020.

“Untuk wilayah Bintan dan Tanjungpinang dapat melakukan test swabnya di RSUP H. Ahmad Thabid, untuk wilayah Batam pada rumah sakit Embung Fatimah dan untuk masyarakat Kepri yang ada di Jakarta dapat melakukan test swabnya di Kimia Farma Cikini Jakarta,” jelasnya.

Untuk hasilnya Arif menyampikan  bahwa akan keluar mulai Senin (3/8) dan beberapa hari kedepan. Dirinya berharap dari hasil yang keluar nantinya banyak negatif sehingga akan lebih mudah penanganan di Rumah Sakit. Namun apabila nantinya hasil menujukan bahwa banyak yang positf maka Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau telah menyediakan beberapa lokasi karantina karena kapasitas di RSUP telah penuh.

“Ahad (02/08) semalam kami telah melakukan peninjauan beberapa lokasi yang bisa jadi alternatif karantina bagi pasien yang positif covid yang tidak bergejala diantaranya Sunrise City Hotel Tanjungpinang, LPMP di Batu XVI dan alternatif terakhir sebagai tambahan di Asrama Haji Tanjungpinang  dengan kapasitas yang bisa menampung sekitar 159 orang,” lapornya.

Untuk mencegah penyebaran di Lingkungan Pemerintah provinsi Kepulauan Riau, Arif menyampaikan bahwa telah dikeluarkan Edaran bagi semuaASN, PTT dan THL bahwa yang bekerja di kantor hanya 25% pegawai dan 75% kembali melakukan kegiatan Work From Home.

Sumber: Diskominfo Kepri



AKBP Yos Guntur (Foto: Istimewa). 
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor : ST/2246/VIII/KEP./2020.,ST/2247/VIII/KEP./2020 ST/2248/VIII/KEP./2020., ST/2249/VIII/KEP./2020., ST/2250/VIII/KEP./2020 Tanggal 3 Agustus 2020. tentang Alih Tugas/mutasi jabatan Pejabat utama Polda Kepri, Kapolresta Barelang dan Perwira Menengah Polda Kepri sebagai berikut :


  1. Karorena Polda Kepri Kombes Pol Budi Yuwono, SH., S.Ik diangkat dalam jabatan baru sebagai Kabagbingadikal waketbidminwa STIK Lemdiklat Polri. Digantikan oleh Kombes Pol Heri Sumarji, SH yang sebelumnya menjabat sebagai Kakorsis Sespimmen Sespim Lemdiklat Polri.
  2. Karo Log Polda Kepri Kombes Pol Drs. Supardi diangkat dalam jabatan baru sebagai Analis kebijakan Madya bidang PAL SSLOG Polri. Digantikan oleh Kombes Pol Jakub Prajogo, S,Ik yang sebelumnya menjabat sebagai Kaprodiploma Ditprog Sarjana STIK Lemdiklat Polri.
  3. Kapolresta Barelang Kombes Pol Purwadi Wahyu Anggoro, S.Ik diangkat dalam jabatan baru sebagai Kapolresta Yogyakarta Polda DIY. Digantikan oleh AKBP Yos Guntur Yudi Fauris Susanto, SH, S.Ik yang sebelumnya menjabat sebagai Irbid Itwasda Polda Kepri.
  4. Wadir Binmas Polda Kepri Kombes Pol Edy Suryanto, S.Pd., M.Si diangkat dalam jabatan baru sebagai Pamen Itwasum Polri penugasan pada Kompolnas.
  5. Jabatan Wadirresnarkoba diisi oleh AKBP Dasmin Ginting, S.Ik., yang sebelimnya menjabat sebagai Kapolres Rokan Hulu Polda Riau.


"Untuk pelaksanaan Serah Terima jabatan, waktu dan tanggal pelaksanaan masih menunggu petunjuk lebih lanjut dari Mabes Polri" tutup Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S., S.IK., M.Si.



Humas Polda Kepri



Foto: Istimewa. 
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau kembali memberlakukan kerja dari rumah selama 14 hari setelah Gubernur Isdianto dan belasan staf positif COVID-19.

Sekretaris Daerah Kepulauan Riau Tengku Said Arif Fadillah, di Tanjungpinang, Minggu, mengatakan, kebijakan kerja dari rumah itu diberlakukan untuk mencegah penularan COVID-19.

Meski demikian, aktivitas pemerintahan tetap harus berjalan sehingga sebanyak 25 persen ASN dan honorer tetap bekerja di kantor secara bergantian.

"Aktivitas di dinas, biro, badan, dan unit pelayanan dikurangi sampai kondisi kembali normal," katanya, yang juga Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kepri.

Arif mengemukakan kepala dinas, biro dan kepala badan masih menunggu hasil pemeriksaan swab dengan metode polymerase chain reaction (PCR) di Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Batam.

Bila hasil pemeriksaan swab positif, maka pejabat Eselon II tersebut harus dirawat atau dikarantina hingga sembuh. Sebaliknya, pejabat Eselon II yang hasilnya negatif, dapat bekerja, namun dengan menerapkan protokol kesehatan.

"Kami masih menunggu hasil pemeriksaan swab terhadap pejabat dan staf, tokoh masyarakat serta berbagai elemen masyarakat yang mengikuti kegiatan gubernur mulai Minggu hingga Kamis," ucapnya.

Arif mengatakan dirinya sudah diperiksa, dan hasilnya negatif. Namun ia tetap mengurangi interaksi saat menjalani tugas.

"Untuk hal-hal penting harus berinteraksi, namun tetap pakai masker dan jaga jarak," tuturnya.

Petugas juga sudah melakukan penyemprotan disinfektan di seluruh ruangan kantor pemerintahan untuk membunuh virus tersebut.

"Mudah-mudahan persoalan ini segera berakhir, dan kita dapat bekerja normal dengan menaati protokol kesehatan," katanya.

Sumber: Diskominfo Kepri


Foto: Istimewa
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau memperbanyak ruang karantina untuk mengantisipasi jumlah pasien COVID-19 yang membludak di Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan.

Sekretaris Daerah Kepri Tengku Said Arif Fadillah, di Tanjungpinang, Minggu (2/08), mengatakan, penambahan ruang karantina disebabkan ruang karantina di Rumah Singgah RSUP Kepri sudah penuh sehingga perlu penambahan ruang lainnya.

Penambahan ruangan ini perlu dilakukan karena jumlah orang yang kontak erat dengan Gubernur Kepri Isdianto dan belasan staf yang positif COVID-19  berdasarkan hasil penelusuran tenaga kesehatan, cukup banyak.

"Ada ratusan orang yang sudah diambil swab di posko khusus di RSUP Kepri, termasuk pejabat dan staf, tokoh masyarakat dan wartawan," ucapnya, dikutip dari situs Diskominfo Kepri.

Asrama di Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Kepri di Kecamatan Toapaya, Kabupaten Bintan akan dipergunakan untuk observasi atau karantina pasien COVID-19. Di LPMP terdapat 40 kamar, yang masing-masing kamar terdapat dua tempat tidur.

Selain itu, Pemprov Kepri juga mempersiapkan puluhan kamar di salah satu hotel di Tanjungpinang sebagai ruang karantina.

Pilihan lainnya yakni kamar di Asrama Haji akan dipergunakan untuk karantina pasien COVID-19.

"Barusan kami mengunjungi lokasi karantina. Pilihan pertama di LPMP, kemudian di Hotel Sunrise, dan yang terakhir di Asrama Haji," ujarnya.

Arif menuturkan pengawasan terhadap pasien COVID-19 akan diperketat untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Sejumlah anggota Satpol Pamong Praja Kepri yang mengenakan alat pelindung diri akan menjaga kawasan karantina.

Pelaksanaan karantina harus menaati protokol kesehatan, seperti tidak ada interaksi antara pasien dengan pihak keluarga atau pihak lainnya.

"Pasien akan berolah raga, dan dihibur. Diberi makanan yang bergizi," katanya.


(***)


Humas GTC Provinsi Kepulauan Riau Iskandar Zulkarnaen
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid19 Provinsi Kepulauan Riau menegaskan bahwa himbauan kepada masyarakat yang hadir dallam rangkaian acara menyambut Gubernur Kepulauan Riau, H Isdianto untuk segera melakukan test swab di Lokasi-lokasi yang telah ditentukan di Kota Tanjungpinang, Kota Batam dan Kota Jakarta telah sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan tentang pedoman pencegahan dan  pengendalian Covid 19 revisi 5.

Hal ini disampaikan oleh Humas GTC Provinsi Kepulauan Riau Iskandar Zulkarnaen, Minggu (2/8).

"Semua tindakan yang dilakukan oleh Gugus Tugas selalu berpedoman pada Peraturan Menteri Kesehatan tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Covid19 revisi 5," ujar Iskandar Zulkarnaen.

Iskandar Zulkarnaen menjelaskan bahwa himbauan itu merupakan langkah dari strategi penanggulangan berdasarkan tingkat penularan yang terjadi. Himbauan melakukan test swab bagi seluruh anggota masyarakat yang hadir dalam rangkaian acara Gubernur Kepulauan Riau, H Isdianto bertujuan agar penularan segera dihentikan dan penyebaran nya  dapat dicegah pada kesempatan pertama.

"Strategi itu tertuang di halaman 25 dan seterusnya, sebagai langkah untuk menghentikan penularan dan mencegah penyebaran," terang Iskandar Zulkarnaen lebih lanjut.

Hasil test swab itu akan memastikan bahwa upaya untuk penghentian penularan dan pencegahan penyebaran dapat berjalan secara efektif.

"Karenanya kita menganjurkan agar segera melakukan test swab. Hasil test swab itu lebih valid dan dapat dipertanggungjawabkan. Banyak ditemukan kasus asimtomatik yakni tidak memiliki gejala covid19, seperti Pak Gubernur, namun setelah di test swab, (hasilnya) ternyata positif," jelas Iskandar Zulkarnaen.

Apatah lagi, satu satunya cara saat ini untuk mengetahui apakah seseorang mengidap covid19 atau tidak, hanya melalui test swab. "Kita tidak bisa berandai andai dalam masalah ini. Test swab satu satunya alat diagnosa covid19, bukan prasangka pribadi," ujar Iskandar Zulkarnaen lagi.

Himbauan Gugus Tugas ini merupakan strategi penanggulangan yang dikenal dengan istilah Active Case Finding yakni upaya secara aktif menemukan kasus dan mengisolasi mereka. Ini berbeda dengan pola tracing yang mendasari hanya pada kontak langsung. Pola tracing yang mendasari pada kontak langsung disebut dengan istilah passive case finding.

"Jadi ada miss pengetahuan disini. Apa yg dikatakan Kadinkes Batam itu lebih pada pola passive case finding. Provinsi melakukan yang sebaliknya, lebih agresif, yakni active case finding. Harusnya tidak ada alasan lagi buat rombongan dari Pemko Batam untuk tidak melakukan test swab. Apapun hasilnya, itu sangat berguna untuk memastikan kita menghentikan penularan dan mencegah penyebaran covid19 ini," tutup Iskandar Zulkarnaen


Sumber: Diskominfo Kepri


Foto: Istimewa. 
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Pertanyaan itu mengemuka ketika ada salah satu pejabat di tingkat Kota, dgn nyinyir mengkritisi kebijakan Pemerintah Provinsi Kepri tentang test swab massal di Kota Tanjungpinang. Pejabat yang out of area.. di luar kewenangannya mengkritisi Kebijakan yang dilakukan Penguasa Wilayah Provinsi. Harusnya kena semprit ini pejabat hehehehe..

Tapi pejabat nyinyir itu lupa, bahwa masyarakat Kota Tanjungpinang pernah mengalami hal yang hampir sama. Dan mereka kehilangan salah seorang putera terbaik, Walikota Tanjungpinang (alm) H Syahrul. Dan itu masih membekas hingga kini.

Sehingga efek psikologis dari informasi mengenai positif nya Gubernur Kepri H Isdianto tentu harus dipertimbangkan. Masyarakat Tanjungpinang mencintai Gubernur Kepri ini, sehingga ratusan orang berbondong bondong menyambut dan bertemu dengannya pasca dilantik. Dan ratusan orang itu juga yang sangat sedih dan mengalami tekanan psikis atas informasi terjangkinya orang nomor satu di Provinsi Kepri ini.

Biasalah.. adagium orang dicinta dan saling mencinta. Ketika yg satu sakit yg lain juga merasa sakit.

Gubernur Kepri, H Isdianto yang mengetahui keresahan dan isi hati warganya memutuskan untuk melakukan test swab massal yang difasilitasi Pemerintah Provinsi Kepri. Ini demi kecintaan beliau kepada warga masyarakat yang menyambutnya. Agar tekanan psimis mereka berkurang.

Kalau hasil test swab massal tersebut adalah mayoritas negatif, maka itu anugerah terindah bagi kedua pihak. Bagi Gubernur Kepri H Isdianto dan bagi masyarakat yg mencintainya dengan hadir dalam menyambut beliau.

Rasa kecintaan itu lah yang mendasari Gubernur Kepri H Isdianto untuk menghubungi seluruh petinggi dan pejabat di Kepri yang kemaren ikut hadir dalam pelbagai acara penyambutan Gubernur baru Kepri ini, untuk bersegera melakukan test swab. Rasa cinta bro..
Namun kalau ada yang menolak uluran tangan rasa cinta ini dengan alasan yang terkesan ilmiah, artinya uluran kasih sayang tersebut tidak dapat diterima oleh frekuensi hatinya.
Alih alih menyatakan solidaritas malah seakan akan mengenyek upaya kasih sayang dari Gubernur Kepri H Isdianto ini.

Masyarakat yang dihimbau untuk test swab massal mengikuti himbauan itu. Mereka beramai ramai ke tenpat lokasi pengambilan swab massal secara sukarela. Karena percaya, ini dilakukan demi kemaslahatan bersama. Karena ada cinta di antara pemimpin dan rakyatnya.

Masihkah ada cinta di hatimu?

Iskandar Zulkarnaen SIP, M.Phil

Red/Diskominfo Kepri


Tersangka Penusukan Korban Tewas Pekerja Kapal Tugboat. 
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Pria pekerja di tug boat, Erwin (33) tewas bersimbah darah di tikam oleh rekan kerjanya, Patanduk (30) di kawasan PT WWE Tanjung sengkuang, Batu Ampar, Batam pada Sabtu (1/8/2020) dini hari.

Kapolresta Barelang, Kombes Pol Purwadi Wahyu Anggoro mengatakan pelaku merupakan salah satu anak buah kapal (ABK) di kapal Tugboat dengan lambung TB ASL Pelican.

"Peristiwa naas ini bermula selisih paham antara pelaku dengan korban hingga berujung  pertengkaran," ucap Purwadi saat di hubungi pada Senin (3/8/2020).

Tak berhenti disitu saja, bahkan pelaku tega membabi buta menusuk korban menggunakan pisau dengan sembilan luka tusukan.

Akibat luka tusukan itu, korban akhirnya tewas bersimbah darah di tangan pelaku.

Namun, tak butuh waktu lama, saat itu juga pelaku berhasil diamankan oleh Unit Reskrim Polsek Batu Ampar.

"Dari tangan pelaku, Polisi berhasil mengamankan barang bukti sebilah pisau dapur gagang warna merah dan sehelai celana pendek warna coklat," kata Purwadi.

Informasi yang dihimpun dilapangan, saat itu pelaku bersama rekannya usai pulang dari salah satu tempat.

Sesampainya di kapal, korban menegur pelaku agar tidak pulang larut malam. Namun teguran korban tak diterima oleh pelaku hingga akhirnya tiba-tiba pelaku menyerang korban dengan sebilah pisau.


Red/bob


Bupati Karimun, Aunur Rafiq Foto Bersama Dengan Ibu Keluarga Adea Fitri.
KARIMUN KEPRIAKTUAL.COM: Bupati Karimun, Dr. H. Aunur Rafiq, kunjungi langsung keadaan kondisi ibu Adea Fitri di tempat kediamannya di Pelipit, Kelurahan Sungai Lakam, Kecamatan Karimun, Minggu (2/8/2020).

Adea Fitri (41) salah satu keluarga miskin dan memilki 6 orang anak. Dimana suaminya sekarang masih dipenjara sejak 3 Juli 2020 dan anak sulung Adea Fitria pun menjadi korban pencabulan yang terjadi pada bulan Juli 2020 kemarin.

Di samping itu, Adea Fitria sedang mengalami permasalahan, dimana putri sulungnya menjadi korban pencabulan, sebagaimana yang diberitakan oleh media online. Dan saat ini putrinya sedang menjalani pemulihan pasca trauma di salah satu bimbingan konseling Binaan Kementrian Sosial di Karimun. Kemudian anak ke-5 nya usia 3 Tahun telah meninggal Dunia beberapa waktu yang lalu akibat menderita penyakit paru-paru dan sempat dirawat di RSUD M. Sani.

Bupati Karimun, saat mengunjungi kediaman Adea Fitri. Dirinya ingin melihat permasalahan secara detail, dan apakah keluarga Adea Fitria memang belum pernah mendapatkan bantuan apapun sebelumnya.

"Dan Alhamdulillah mereka sudah dapat tertangani sebenarnya dari Ibu-Ibu TP2 yang menangani permasalahan-permasalahan kekerasan terhadap anak. Dan tindakan-tindakan kepada anak dan cuma belum terkordinasi dengan baik aja," ujar Aunur Rafiq.

Tapi pada intinya, lanjut Rafiq, sudah tertangani, karena yang pertama masalah kasus pencabulan terhadap anak Ibu Adea Fitri tersebut sudah ditangani oleh pihak Kepolisian. Kemudian berkaitan dengan masalah kejiwaannya juga sudah dikonsultasikan dengan pihak Rumah Sakit. Begitu juga dengan Dokter jiwa dan juga Dokter Pisikolog.

"Dan kemudian permasalahan anaknya yang putus sekolah juga saya akan membantu memasukkan anak nya kembali kesekolah. Dan saya akan memberikan bantuan untuk memberikan perlengkapan-perlengkapan sekolah. Saya minta Dinas Pendidikan untuk memantau agar anak-anaknya tidak lagi sampai putus Sekolah," kata Bupati Karimun.

Selain itu, Bupati Karimun juga mengatakan, bahwa ia juga melihat kondisi rumah Adea Fitria. Ia meminta agar Lurah tidak memasukkan satu rumah saja, tapi juga melihat beberapa rumah disekitar sini yang bisa dibantu untuk dimasukkan ke dalam program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya ( BSPS ) dari Kementrian Perumahan dan Pemukiman.

"Saya sudah berpesan tadi kepada Lurah, agar Ibu Adea Fitria ini dapat dipekerjakan sebagai pekerja kebersihan yang inshaallah akan saya berikan gajinya sebagai petugas kebersihan yang bertugas sebagai penyapu jalan. Dan ini saya harapkan bisa menjadi suatu penghasilan tetap setiap bulannya nanti bagi keluarga Adea Fitria," ucap Bupati Karimun lagi.

Aunur Rafiq mengatakan, dari Kementrian Sosial, mereka juga sudah diusulkan untuk program BPNT, kemudian program PKH juga mereka sudah dapat. Untuk bantuan sembako dari program pemerintah mereka juga sudah diberikan melalui RT. Jadi ada hal-hal yang sudah tertangani, tinggal melengkapi apa-apa yang perlu dilakukan lagi.

"Ini suatu pembelajaran bagi kita. Agar persoalan-persoalan seperti ini yang ada di Kabupaten Karimun tidak terulang lagi. Kita berharap dari teman-teman media yang informasinya mungkin dari petugas dilapangan dapat berkomunikasi dengan kita, sehingga kita dapat menindak lanjutinya dengan cepat," tuturnya.

"Saya juga berterimakasih tentunya kepada media online Surya Kepri Khususnya dari sumber Ibu-Ibu Kementrian Sosial yang menginformasikan  hal ini sehingga saya dapat turun langsung untuk melakukan langkah-langkah yang lebih lagi terhadap kasus yang dialami oleh Ibu Adea Fitria ini," ucapnya kembali.

Kunjungan Bupati Karimun, turut hadir Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Camat Karimun, Lurah Sungai Lakam Timur, RW/RT dan juga dari Babinsa kemudian Tim Konseling dari Kementrian Sosial, dari Provinsi.

Ahmad Yahya/Humas


Polisi Berikan Pengarahan Kepada Warga yang Berada Diluar. 
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Operasi Aman Nusa II penanggulangan covid-19 Seligi 2020 kembali melakukan patroli dialogis di wilayah Batam Centre, Sungai Panas Dan Bengkong guna mendukung adaptasi kebiasaan baru di wilayah kepri pada Sabtu (1/8/20) pukul 20.00 WIb s/d Minggu (2/8/20) pukul 01.00 Wib. 

Guna mempercepat penanganan Covid-19 dalam aspek kesehatan, sosial dan ekonomi, Pemerintah Republik Indonesia telah mengumumkan adaptasi kebiasaan baru. Untuk mendukung kebijakan tersebut Polda Kepri melalui Tim satgas pencegahan Operasi Aman Nusa II penanggulangan Covid 19 seligi 2020 kembali memberikan pengawasan dan himbauan di Batam Centre, Sungai Panas Dan Bengkong untuk tetap disiplin dalam laksanakan protokol kesehatan.

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kompol Aswadi selaku KaSubsatgas Samapta. Adapun rute patroli dialogis malam tadi dimulai dari Ruko Kintamani Batam Centre,Penjual makanan dan minuman di depan Ruko Kintamani Batam Centre, Maha Vihara Duta maitreya Sungai Panas, Universitas universal vihara Sungai Panas, Komplek nusa jaya Bengkong, Penjual makan dan minuman di jalan cikupan bengkong, Kampung durian bengkong, Cahaya Garden Bengkong, Bengkong Kolam, Bengkong Sadai, Bengkong Nusantara, Dragon lake Bengkong dan Bengkong Laut.

Dalam kegiatan tersebut Tim menuju sasaran tempat keramian seperti Pasar, Supermarket, Komplek Pertokoan, Food Court dan Kedai Kopi atau Warung makan, Komplek - komplek Perumahan, Lokasi - lokasi keramaian yang rawan terjadinya Tindak pidana.

Tidak henti-hentinya tim memberikan  himbauan kepada masyarakat untuk tetap disiplin menggunakan masker ketika keluar rumah dan menjaga jarak, membungkus makanan dan minuman untuk dibawa pulang tidak makan di tempat, agar menerapkan pola hidup sehat, mencuci tangan dan menggunakan hand sanitizer dan menjaga kebersihan lingkungan serta menghimbau masyarakat agar tidak berkumpul di satu tempat keramaian dan melakukan social distancing.

''Dalam kegiatan kali ini Tim Satgas Pencegahan Ops Aman Nusa II Penanggulangan Covid 19 Seligi 2020 juga Membagikan Digital Flyer Protokol 8 Langkah Sehat Keluar Rumah & Protokol 8 Langkah Sehat Sebelum Masuk Rumah kpd warga, RW & RT perumahan lewat Group WA setiap Perumahan," jelas Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S., S.IK., M.Si.

Selama pelaksanaan kegiatan pemberian himbauan, dan hunting patroli terpantau dikawasan tersebut dalam situasi relatif kondusif.

Humas Polda Kepri


 Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono (Foto: Istimewa) 
JAKARTA KEPRIAKTUAL.COM: Beredar kabar di media bahwa Gubernur Kepulauan Riau Isdianto terkonfirmasi positif Covid-19. Menanggapi hal tersebut Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, memastikan bahwa pelantikan Gubernur Kepulauan Riau yang digelar pada 27 Juli 2020 lalu telah melalui sejumlah protokol kesehatan secara ketat. Sabtu (1/8-2020).

Dalam keterangan yang disampaikan kepada Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden pada Sabtu, 1 Agustus 2020, Heru menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan uji swab terlebih dahulu baik kepada pihak yang akan dilantik, keluarganya, maupun pejabat terkait yang hadir secara terbatas pada saat pelantikan.

"Kami sudah melaksanakan protokol kesehatan secara ketat, yaitu Gubernur Kepulauan Riau, keluarga, dan pejabat terkait pada saat hadir dilakukan swab di Jakarta," ujarnya.

Selama prosesi pelantikan berlangsung, pihak Sekretariat Presiden juga meminimalkan kontak langsung antara Presiden Joko Widodo dan Gubernur Kepulauan Riau yang saat itu akan dilantik.

"Bapak Presiden tidak langsung menyerahkan Keppres (Keputusan Presiden) tetapi sudah disiapkan di satu meja, tidak jauh dari berdirinya Gubernur Kepulauan Riau, dan Gubernur Kepulauan Riau mengambil sendiri berkas itu," kata Heru.

"Artinya kami sudah melaksanakan dan menjaga kondisi-kondisi protokol kesehatan dengan ketat," imbuhnya.

Selain itu, sejumlah protokol kesehatan lainnya juga diterapkan secara ketat di lingkungan Istana Kepresidenan, utamanya selama prosesi pelantikan berlangsung seperti memakai masker dan jaga jarak.

"Saat pelantikan, kami tidak banyak mengundang para pejabat dan hanya dihadiri oleh keluarga dan pejabat tertentu," tuturnya.


Redaksi


Foto: Istimewa. 
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Komisi Pemilihan Umum KPU Provinsi Kepulauan Riau (KPU Kepri) menyatakan pencocokan dan penelitian data pemilih pilkada yang dilakukan petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) mencapai 50 persen.

Anggota KPU Kepri Priyo Handoko, di Tanjungpinang, Rabu, mengatakan, potensi pemilih pada Pilkada Kepri 2019 sebanyak 1.391.845 orang.

"PPDP mulai bekerja 15 Juli 2020 hingga 13 Agustus 2020. Mereka melakukan pencocokan dan penelitian terhadap data calon pemilih yang bersumber dari data pemilih tetap pada Pemilu 2019 dan Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) Kemendagri," katanya, dikutip dari situs Diskominfo Kepri.

Priyo merasa optimistis tahapan pencocokan dan penelitian data pemilih dapat dilaksanakan secara maksimal. Sejauh ini, tidak ada permasalahan yang menghambat kinerja PPDP.

Sementara permasalahan teknis di lapangan, terutama di pulau-pulau dapat diatasi. Hal itu disebabkan PPDP merupakan warga setempat sehingga tidak sulit untuk melaksanakan tugasnya.

"Proses pencocokan dan penelitian data pemilih berjalan lancar. Kalau pun ada permasalahan, tidak sampai menghambat pelaksanaan tahapan itu," ujarnya.

Ia mengimbau seluruh PPDP untuk memakai alat pelindung diri seperti masker, pelindung wajah dan sarung tangan saat melaksanakan tugasnya. PPDP juga tidak perlu masuk ke rumah warga, melainkan cukup melihat kelengkapan administrasi kependudukan warga berupa KTP elektronik dan Kartu Keluarga di teras atau di depan pagar.

"Ini untuk melindungi diri dan orang lain agar tidak tertular COVID-19," ucapnya.

Editor: Alfred


Pemeriksaan Tersangka MR Kasus TPPO. 
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Seorang tersangka inisial MR diamankan oleh Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri diduga telah melakukan tindak pidana perdagangan orang. Hal ini disampaikan oleh Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S., S.IK., M.Si., didampingi Dir Reskrimum Polda Kepri Kombes Pol Arie Dharmanto, S.Sos., S.Ik. Sabtu (1/8/20).

Kabid Humas Polda Kepri mengatakan, kronologis berawal pada pertengahan Bulan Juli 2020 korban inisial VS yang berada di Kota Tanjungpinang, mencari pekerjaan di Media Sosial Facebook dengan akun "LOWONGAN KERJA BATAM", di akun tersebut korban menemukan adanya lowongan kerja sebagai penari, penyanyi buat acara nikahan, festival, imlek, dan acara Agustusan. Selanjutnya korban menghubungi nomor handphone yang tertera di dalam postingan tersebut dengan Pemilik Nomor atas nama tersangka Inisial MR.

"Setelah korban berkomunikasi dengan tersangka Inisial MR, didapati bahwa pekerjaan tersebut digaji sebesar Rp. 4.000.000,-. Perbulan nya. Selanjutnya pada Senin tanggal 13 Juli 2020 korban berangkat menuju Kota Batam dan tinggal di  rumah keluarga nya di kawasan Perumahan Cendana, Kota Batam selama beberapa hari. Dan pada Sabtu tanggal 25 Juli 2020 korban bertemu dengan Saudari Ulfa (saksi) dan Inisial MR untuk membicarakan tentang pekerjaan tersebut. Dan pada hari itu juga korban dibawa oleh Inisial MR untuk ikut dengan nya menuju ke Pulau Air Saga, Kecamatan Galang, Kota Batam," kata Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S., S.IK., M.Si.

Kemudian, lanjutnya, setelah tiba di Pulau Air Saga sekira pukul 18.00 Wib korban langsung mulai bekerja sebagai penari pada pukul 20.00 sampai dengan pukul 01.30 wib dan tinggal di Pulau tersebut bersama dengan Inisial MR. Setelah korban bekerja selama tiga hari di Pulau Air Saga, korban merasa pekerjaan yang dijalankannya tidak sesuai dengan ditawarkan sebelumnya, dan korban berkeinginan untuk berhenti bekerja, namun korban takut karena telah terikat kontrak dan diancam jika berhenti bekerja harus mengganti semua biaya yang telah dikeluarkan oleh Inisial MR dan jika melarikan diri akan dicari oleh MR. Korban sempat juga dipindahkan bekerja di Pulau Moan.

"Ketika korban berada di Batam bersama dengan MR dengan rasa ketakutannya sekira jam 12.30 korban melarikan diri saat sedang makan bersama dengan MR di perumahan daerah Tembesi kec. Sagulung, Kota Batam. Berdasarkan informasi dari masyarakat, pada hari Jumat tanggal 31 Juli 2020 sekira jam 13.30 Wib Tim Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri melakukan penyelidikan terkait dugaan tindak pidana yang terjadi dan berhasil mengamankan Tersangka dan lima orang saksi dan satu orang korban di  Pom bensin Tembesi, Sagulung, Kota Batam, selanjutnya tersangka, korban dan saksi dibawa ke Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri untuk pemeriksaan lebih lanjut," imbuhnya.

Modus Operandi yang dilakukan oleh tersangka adalah merekrut korban dari daerah asalnya melalui media sosial “facebook” dengan akun "LOWONGAN KERJA BATAM" untuk dipekerjakan sebagai penari di acara hiburan kampung di Batam dengan iming-iming gaji sebesar Rp 4.000.000 (empat juta rupiah) perbulan, serta melakukan eksploitasi terhadap korban dengan cara melakukan pekerjaan sebagai penari hiburan kampung dan membatasi hak-hak serta kebebasan korban, dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan serta sebagai mata pencaharian. Barang bukti yang diamankan Uang tunai sejumlah Rp. 200,000,-., Handphone dan satu unit Mobil Daihatsu Xenia.

"Saat ini tim masih melakukan pemeriksaan dan pendalaman tentang kasus tersebut," ungkapnya.


Red/Humas Polda Kepri



Foto Bersama Sebelum Melakukan Pemotongan Hewan Qurban. 
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Wakil Komandan Pangkalan Utama TNI AngkatanLaut (Wadanlantamal) IV Kolonel Marinir Gatot Mardiyono, S.H., mewakili Komandan Lantamal (Danlantamal) IV Laksamana Pertama TNI Indarto Budiarto, S.E., M.Han., meyerahkan 21 ekor hewan qurban kepada Panitia Qurban Idul Adha 1441 H/2020 M di samping halaman Masjid Al Barkah Komplek TNI Angkatan Laut Jl. Imam Bonjol Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Jumat pagi (31/7/2020).

21 ekor hewan korban tersebut selanjutnya di potong dengan disaksikan oleh Wadanlantamal IV, Para Pejabat Lantamal IV berserta masyarakat sekitar dan akan dibagi-bagikan kepada orang -orang yang berhak menerimanya.

Pelaksanaan penyerahan hewan qurban serta pemotongannya sudah melaksanakan protokol kesehatan, dimana sebalumnya semua perlatan yang dibutuhkan disterilkan terlebih dahulu. Serta orang-orang yang mengikuti kegiatan tersebut sudah mengikuti protokol kesehatan serta nantinya pada saat dibagikan kerumah-rumah petugas yang menyerahkan menggunakan masker dan sarung tangan.

Hadir pada acara tersebut Asintel Danlantamal IV Kolonel Laut (P) Ari Aryono, S.E., Aspers Danlantamal IV Kolonel Laut (KH/W) Dewi Lestari,S.Pd., M.Tr.Hanla.,M.M., CHRMP., Aspotmar Danlantamal IV Kolonel Laut (KH) Ambar Suwardi, S.H., Dandenma Lantamal IV Letkol Laut (P) Ahmad Fahrudin, S.T., M.Tr.Hanla., Pasops Satrol Lantamal IV Mayor Laut (P) Robby, M.Tr. Opsla.,   Pgs Kasatkom Lantamal IV Mayor Laut (E) Muhammad Furqon, Kasubdisbintan Lantamal IV Mayor Laut (KH) M. Fadil serta Kaset Lantamal Kapten Laut (KH) Tri Ardiana.

Dispen Lantamal IV Tanjungpinang



Kapolda Kepri Saat Menghadiri Pemotongan Hewan Qurban di Polda Kepri
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Perayaan Hari Raya Idul Adha, pada tahun ini di Polda Kepri diawali dengan pelaksanaan Sholat Idul Adha atau hari raya Qurban di Masjid Al-Halim Polda Kepri, Jumat (31/7/20).

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S mengatakan, selesai pelaksanaan Sholat Idul Adha dilanjutkan dengan penyembelihan hewan Qurban. Untuk hewan Qurban di Polda Kepri sebanyak 18 ekor Sapi dan 14 ekor Kambing.

"Dari jumlah tersebut, 4 ekor sapi disembelih di Polda Kepri, 4 ekor sapi dan 4 ekor kambing di Mako Brimob Polda Kepri, 1 ekor sapi dan 7 ekor Kambing di SPN Polda Kepri, dan sisa nya 9 Ekor Sapi dan 3 ekor Kambing diserahkan Penyembelihan nya di Masjid-masjid yang ada di Kota Batam, dan untuk jumlah Hewan Qurban secara keseluruhan Polda Kepri dan Polres/Ta jajaran pada tahun ini sebanyak 43 Ekor Sapi dan 34 ekor kambing," jelas Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S., S.IK., M.Si.

Pemotongan Hewan Qurban. 
Dalam kesempatan tersebut Kapolda Kepri Irjen Pol Dr. Aris Budiman, M.Si mengatakan, pada Hari Raya Idul Adha ini dapat diambil hikmah nya yakni Menanamkan nilai pengorbanan dan keikhlasan serta pengabdian sebagai insan Bhayangkara yang tangguh.

"Hari Raya Qurban ini kita dapat meningkatkan keyakinan kita dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT. Dengan berqurban hendaknya begitu pula kita sebagai anggota Polri dapat bekerja dengan baik untuk melayani masyarakat dengan ikhlas," tutur Kapolda Kepri.

Untuk pembagian daging hewan Qurban di Polda Kepri, kata Kabid Humas Polda Kepri, akan dilaksanakan pada saat selesainya pelaksanaan Sholat Jumat nanti.

"Daging hewan Qurban tersebut nantinya akan didistribusikan kepada para Pekerja Harian Lepas Polda Kepri, Cleaning Servis, Tukang Kebun, Masyarakat Sekitar dan rekan-rekan awak media Polda Kepri," tutup Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolda Kepri Irjen Pol Dr. Aris Budiman, M.Si, Wakapolda Kepri, Para Pejabat Utama Polda Kepri dan Personel Polda Kepri serta Masyarakat disekitaran Polda Kepri.

Red/Humas Polda Kepri


Dirreskrimum Polda Kepri Kombes Pol Arie Dharmanto
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Tim dari Subdit II Ditreskrimum Polda Kepri mengamankan dua orang Inisial A dan ALH diduga pelaku Tindak Pidana menggunakan surat palsu mengatasnamanakan BP Batam. Rabu (29/7/20).

Tim yang langsung dipimpin oleh Wadir Reskrimum Polda Kepri AKBP Ruslan Abdul Rasyid, S.Ik., M.H mengamankan pelaku disalah satu Bank Swasta di Kota Batam.

"Tim mengamankan pelaku disaat akan melakukan transaksi untuk pembayaran UWTO dengan menggunakan surat palsu," tutur Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S., S.IK., M.Si.

Lanjutnya, pembayaran UWTO dengan surat palsu atau faktur palsu tersebut senilai Rp. 2.800.000.000,- dan pelaku yang merupakan oknum pegawai di BP Batam meminta kepada korban nya (salah satu Perusahaan di Kota Batam) sebesar Rp. 12.000.000.000,.

"Saat ini kita dari Ditreskrimum Polda Kepri masih terus melakukan pengembangan dan penyelidikan lebih lanjut, jika sudah ditetapkan Tersangkanya akan disampaikan kembali," ungkap Dirreskrimum Polda Kepri Kombes Pol Arie Dharmanto, S.Sos., S.IK. saat dihubungi melalui telepon.

Red/Humas Polda Kepri



Sidak Danlanal TBK ke Prajurit dan PNS
KARIMUN KEPRIAKTUAL.COM: Tim Medis Pangkalan TNI Angkatan Laut  Tanjung Balai Karimun (Lanal TBK) melaksanakan sidak tes urine kepada segenap Prajurit dan Pns Lanal TBK yang berlangsung di Markas Komando (Mako) Lanal TBK Jl. Nusantara Karimun Kepulauan Riau, Rabu pagi (29/7/2020).

Dari pengecekan  kepada segenap Prajurit dan Pns melalui urine didapatkan hasilnya adalah negatif, hal itu dibenarkan oleh tim medis Lanal TBK yang dipimpin Letda Laut (K/W) dr. Femy Melinda dan diawasi oleh Denpom Lanal TBK serta Unit Intel Lanal TBK.

Komandan Lanal TBK Letkol Laut (P) Mandri Kartono mengatakan, tujuan dilaksanakan sidak adalah sebagai upaya satuan untuk mendeteksi sejak dini dan mencegah agar Prajurit dan Pns Lanal TBK terhindar dari pergaulan obat-obatan terlarang salah satunya Narkoba.

"Kegiatan ini adalah dalam rangka Opsgaktib dan Yustisi Waspada Wira Pari TW III tahun 2020, apabila ada ditemukan Prajurit dan Pns Lanal TBK yang terbukti positif menyalahgunakan obat terlarang jenis narkoba, akan diproses sesuai dengan aturan hukum yang berlaku,” kata Danlanal TBK.

Hadir pada kesempatan tersebut Pjs Palaksa KaptenLaut (P) Bagus Setiawan, Pasintel Kapten Laut (E) Mahendra Kurnia KWS, S.ST H serta Dandenpom Lanal TBK Kapten Laut (PM) Agus Riyadi.

Red/Dispen Lantamal IV Tanjungpinang



Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.