Presiden didampingi Panglima TNI, Kapolri dan Gubernur Provinsi DKI usai melihat secara langsung pendisiplinan protokol kesehatan agar masyarakat bisa melaksanakan kegiatan dan aman terhadap Covid-19, di Stasiun MRT Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Provinsi DKI Jakarta, Selasa (26/5). (Foto: Humas/Teguh).
JAKARTA KEPRIAKTUAL.COM: Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI), Marsekal Hadi Tjahjanto, menyampaikan bahwa rencana pendisiplinan protokol kesehatan ini akan dilaksanakan, sebagaimana disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi), adalah 4 provinsi dan 25 kabupaten/kota.

”Objeknya adalah tempat-tempat lalu lintas masyarakat, kemudian mal-mal, pasar-pasar rakyat, kemudian tempat pariwisata,” ujar Panglima TNI usai mendampingi Presiden melihat secara langsung pendisiplinan protokol kesehatan agar masyarakat bisa melaksanakan kegiatan dan aman terhadap Covid-19, di Stasiun MRT Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Provinsi DKI Jakarta, Selasa (26/5).

Dari data yang ada, Panglima TNI sampaikan bahwa kegiatan tersebut akan dilakukan di 4 provinsi dan 25 kabupaten/kota serta ada 1.800 objek yang akan dilaksanakan pendisiplinan tersebut.

”Dalam tahap pertama ini kita laksanakan secara serentak di 4 tempat, yaitu di DKI Jakarta khususnya adalah di Bundaran HI, kemudian di wilayah Bekasi, berikutnya adalah Provinsi Jawa Barat, Sumatra Barat, dan Gorontalo,” imbuh Panglima TNI.

Pelaksanaan pendisiplinan, menurut Panglima TNI, dilaksanakan secara bertahap, seperti contoh saat ini adalah melaksanakan tempat lalu lintas masyarakat di stasiun kereta.

”Kemudian siang nanti rencananya Bapak Presiden juga akan meninjau adalah tempat niaga khususnya adalah foodhall di daerah Bekasi,” ungkap Panglima TNI.

Termasuk, menurut Panglima TNI, adalah tempat-tempat untuk mendukung kepentingan masyarakat yaitu tempat-tempat penjualan Apotek/penjualan obat yang akan terus diawasi.

Yang akan dilaksanakan di antaranya, menurut Panglima TNI, adalah pendisiplinan protokol kesehatan, sebagai berikut:

Pertama, seluruh masyarakat perlu diawasi supaya tetap memakai masker;

Kedua, masyarakat dalam kegiatan juga harus menjaga jarak aman;

Ketiga, siapkan tempat mencuci tangan atau alat hand sanitizer.

”Mudah-mudahan dengan kegiatan ini, tahap pertama bisa berjalan dengan baik,” ungkap Panglima TNI.

Tahap pertama, menurut Panglima TNI akan diatur, contohnya adalah mal yang kapasitasnya 1.000 mungkin akan diizinkan untuk 500 orang saja dan diawasi.

”Termasuk juga rumah makan harusnya mungkin 500 orang kita batasi mungkin hanya 200 orang saja,” tandas Marsekal Hadi.

Menurut Panglima TNI, kerja sama antara TNI/Polri dengan pemerintah daerah termasuk koordinasi dengan Gugus Tugas mudah-mudahan apa yang diinginkan semua masyarakat tetap beraktivitas tapi aman dari Covid-19.

”Oleh sebab itu, saya mohon dukungan dari seluruh rekan-rekan untuk berhasilnya pelaksanaan pendisiplinan protokol kesehatan tersebut,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Panglima TNI sampaikan harapan agar 4 provinsi dan 25 kabupaten/kota tersebut nantinya R0-nya bisa turun sampai 0,7 sampai dengan bawah lagi yang lebih bagus.

Sebagai tambahan, Panglima TNI sampaikan anggota Polri yang dilibatkan kurang lebih 340.000 karena harus mengamankan di 1.800 lokasi tersebut.

”Nanti siang di sini juga aktivitas di atas juga segera akan kita laksanakan setelah di bawah, siang ini langsung di atas Stasiun MRT HI segera kita laksanakan pendisiplinan terhadap protokol kesehatan tersebut,” pungkas Panglima TNI.

Sumber: Setkab.go.id


Infografis Pengendalian Transportasi Mudik 2020. (Sumber: Kemenhub).
JAKARTA KEPRIAKTUAL.COM: Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menegaskan bahwa kegiatan mudik sebelum hari raya Idulfitri maupun kegiatan setelah itu yang biasa disebut arus balik tetap dilarang.

Hal itu sejalan dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Mudik Idulfitri Tahun 1441 H dan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 tentang Kriteria Pembatasan Perjalanan Orang dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19).

Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati mengungkapkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan seluruh stakeholder terkait untuk memperketat pengawasan pengendalian transportasi pada fase setelah Idulfitri 1441 H, yaitu mulai 26 Mei 2020 sampai dengan waktu yang ditentukan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Menurut Adita, Kemenhub juga telah berkoordinasi dengan Gugus Tugas, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dan Polri, dalam menjalankan penyekatan pergerakan orang keluar masuk DKI Jakarta, yang akan menggunakan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) sebagai salah satu syaratnya.

Adita menambahkan, terhadap pengawasan di simpul-simpul transportasi, seperti di terminal bus, bandara, pelabuhan dan stasiun KA, jajaran Kemenhub melakukan penambahan personel di lapangan untuk memperketat pengecekan dokumen di titik keberangkatan.

“Semua penumpang yang tidak memenuhi syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan, tidak akan diizinkan berangkat,” tegas Adita.

Pemerintah melalui Gugus Tugas telah menegaskan agar masyarakat yang hendak bepergian dengan transportasi umum maupun kendaraan pribadi wajib menunjukkan surat keterangan telah mengikuti Rapid Test untuk jangka waktu kedaluwarsa 3 (tiga) hari atau surat keterangan telah mengikuti PCR Tes untuk jangka waktu kedaluwarsa 7 (tujuh) hari.

Baik itu di pos pemeriksaan yang ada di terminal, pelabuhan, stasiun KA dan di-check point penyekatan yang ada di sejumlah jalan dan jika tidak bisa menunjukkan, maka tidak diperbolehkan melanjutkan perjalanan.

Bagi pemudik yang menggunakan moda transportasi udara, selain harus menunjukkan syarat sesuai Surat Edaran Gugus Tugas, juga harus dapat menunjukkan surat bebas Covid-19 dari tes PCR yang jangka waktu kedaluwarsanya tujuh hari.

Pelaksanaan tes harus dilakukan di kota keberangkatan, bukan di bandara, dan jika tidak bisa menunjukkan syarat tersebut, tidak dapat melakukan perjalanan menggunakan pesawat.

Kebijakan pengetatan pengawasan transportasi balik menuju Jakarta, menurut Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19, Achmad Yurianto, merupakan upaya preventif agar kontrol penularan Covid-19 di Jakarta dapat dikendalikan.

“Tahan dulu di rumah dari daerah asal, jangan dulu ke Jakarta untuk mencari nafkah, dalam situasi pandemi Covid-19,” cetus Yurianto.

Yuri berharap masyarakat yang sempat mudik ke daerah masing-masing bisa memahami kebijakan Pemerintah untuk sementara melarang warga kembali ke Jakarta.

”Jika masyarakat tidak disiplin dan berpartisipasi terhadap kebijakan ini, justru akan menimbulkan masalah baru yang lebih besar karena Jakarta masih menjadi episentrum Covid-19,” jelas Yuri.

Sumber: (Kemenhub/EN)



(Fhoto: Istimewa) 
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Plt. Gubernur Kepulauan Riau H. Isdianto pada tahun ini melaksanakan Sholat Idul Fitri 1441 H berjamaah bersama keluarga besar di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Ahad (24/05).

Sesaat setelah melaksanakan sholat, Isdianto menyampaikan bahwa pelaksanaan sholat Idul Fitri saat ini tampak sangat berbeda dengan pelaksanaan sholat Idul Fitri pada tahun-tahun sebelumnya karena kita tidak dapat sholat di lapangan atau tempat yang mengumpulkan orang banyak dikarenakan covid-19.

"Tahun ini kami laksanakan sholat berjamaah hanya bersama keluarga besar. Semoga langkah ini diikuti oleh semua masyarakat agar kita bersama mencegah penyebaran virus corona," himbau Isdianto, dikutip dari situs Diskominfo Kepri.

Dengan adanya covid-19 ini, menurut Isdianto adalah waktu yang tepat bagi semua untuk mengintrospeksi diri dan terus yakin akan kebesaran Yang Maha Kuasa. Karena hanya virus kecil yang tidak seberapa bisa menghancurkan dan menghentikan sejumlah sektor di seluruh dunia.

"Ini adalah bukti kebesaran Allah agar kita sebagai manusia tidak sombong dan semakin rajin dan taat beribadah kepadanya. Selain itu hikmah dari corona ini kita jadi lebih sering berkumpul dengan keluarga untuk berbagi suka dan duka," jelasnya.

Kepada seluruh FKPD Provinsi Kepulauan Riau, Kepala Daerah Se-Kepri, Kepala OPD Provinsi Kepri dan seluruh Masyarakat Kepulauan Riau, Isdianto pada kesempatan ini menyampaikan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 H, mohon maaf lahir dan Batin.

"Mohon maaf kepada seluruh rekan kerja dalam pemerintahan dan seluruh masyarakat Kepulauan Riau, apabila sekiranya dalam bekerja dan berinteraksi ada silap kata dan perbuatan maka di hari yang Fitri ini tolong dimaafkan," harapnya.

Adapun setelah melaksanakan Sholat Idul Fitri Plt. Gubernur Kepulauan Riau H. Isdianto didampingi oleh Hj. Meri Isdiantio, Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau H. TS. Arif Fadillah dan Hj. Rismarini Arif berkesempatan menyapa para Kepala OPD di Lingkungan Provinsi Kepulauan Riau melalui sambungan Video Conference untuk saling bermaafan.

(***)


Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto.
JAKARTA KEPRIAKTUAL.COM: Pemerintah Indonesia melaporkan kembali perkembangan terbaru jumlah pasien Penyakit Coronavirus atau Covid-19 secara nasional. Hingga Senin 25 Mei 2020, pukul 12.00 WIB, jumlah pasien positif Covid-19 menyetujui pemerintah bertambah 479 orang.

"Pasien positif hari ini sebanyak 479 orang, sehingga total menjadi 22.750 orang," kata Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto di Gedung BNPB, Jakarta Timur.

Jumlah pasien positif Covid-19 masih terjadi, namun menurut Yurianto, pasien pulih tim medis juga mulai disetujui per hari ini. Per hari ini kata Yurianto, ada 240 pasien pulih dari Covid-19 atau bertambah 87 dari kemarin yaitu 153 orang.

"Kasus yang diselesaikan total 5.642 orang," katanya.

Sementara itu, lanjut dia, pasien yang meninggal dunia karena Covid-19 per hari ini bertambah 19 orang. Total jumlah pasien meninggal mencapai 1,391 orang.

"Kasus meninggal dunia sebanyak 19 orang, jadi totalnya 1,391 orang," tukasnya.

Yurianto meminta masyarakat selalu taat dalam peraturan yang telah ditentukan sesuai persetujuan Corona.

"Menjaga jarak sesuatu yang penting, tetap ada di rumah dan bisa produktif di rumah. Tidak bisa pulang terkendali, dan tidak melakukan perjalanan ke mana pun termasuk tidak mudik," pungkasnya.

Sumber: Merdeka.com


(Fhoto: Ilustrasi)
SOLO KEPRIAKTUAL.COM: Detasemen Khusus (Densus) 88 menangkap BE alias Ubay dan REP alias Abu Yusuf, Kamis (21/5) siang. Dua pria asal Tanah Datar, Sumatera Barat itu diduga sebagai anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang dinyatakan sebagai organisasi terlarang di tanah air.

Kapolresta Surakarta, Andy Rifai, membenarkan saat dikonfirmasi mengenai penangkapan tersebut.

"Betul. Dia ditangkap di Gentan (Sukoharjo) tapi kos di Solo. Untuk detailnya langsung ke Densus 88 saja," kata Andy saat dihubungi melalui telepon, Senin (25/5).

Berdasarkan informasi yang dihimpun CNNIndonesia.com, BE ditangkap di Desa Gentan, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo. Ia merupakan kelahiran Tanah Datar, Sumatra Barat. Ia pindah domisili ke RT 01 RW 05 Kampung Losari, Kelurahan Semanggi, Solo setelah menikah dengan warga setempat tahun 2016.

Setelah menikah, BE diserahi mengelola kos 11 kamar milik mertuanya. BE sendiri tinggal di salah satu kamar kos itu bersama istrinya. Sejak sebulan yang lalu, BE menerima REP tinggal di salah satu kamar kosnya.

Salah satu saksi mata yang merupakan ketua RT 01, Sukino, mengungkapkan tentang penangkapan BE oleh Densus 88.

"Sekitar jam 12.30 WIB saya di masjid didatangi intel. Disuruh menunjukkan rumahnya BE," katanya.

Selain menangkap REP, polisi juga menggeledah kamar BE dan REP disaksikan Sukino dan linmas Kelurahan Semanggi. Belasan buku disita dari dua kamar itu.

"Saya tidak tahu buku tentang apa. Saya cuma ditunjukkan saja," kata Sukino.

Sukino mengaku hingga saat ini belum mengantongi identitas REP. BE selalu menghindar setiap kali ia meminta identitas REP.

"Kalau diminta KTP katanya pergi. Besoknya saya minta lagi, katanya pergi lagi," ujarnya.

BE sendiri dikenal ramah dengan warga sekitar. Ia bahkan sering mampir di warung di depan kosnya sambil berbincang dengan tetangga. Hanya saja ia jarang salat di masjid setempat.

"Tidak tahu masjidnya di mana. Di daerah Selatan sana katanya," kata dia.

Lain halnya dengan BE, REP dikenal irit bicara. Ia bahkan tak pernah menyapa warga yang papasan di jalan.

"Tidak pernah sama sekali. Kalau ketemu ya cuma diem saja. Kalau BE orangnya baik. Sering beli di sini. Orangnya biasa saja. Tidak ada yang mencurigakan," kata salah satu pemilik warung, Wahyudi.

Sumber: CNN Indonesia


(Fhoto: Ilustrasi).
JAKARTA KEPRIAKTUAL.COM: Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobe mengatakan telah menutup penerbangan yang mengangkut penumpang ke Bandar Udara Internasional H.A.S. Hanandjoeddin, Tanjung Pandan, Belitung, Kepulauan Bangka Belitung sejak 16 Mei lalu, untuk mencegah penyebaran virus corona (Covid-19).

Menurutnya, pesawat dari Jakarta atau daerah lain hanya diizinkan mengangkut kargo. Kebijakan tersebut diambil setelah pemerintah pusat mengizinkan moda transportasi udara beroperasi kembali.

"Tanggal 16 (Mei) itu adalah penerbangan pertama dan terakhir yang kami terima. Sekarang kami sudah hanya gunakan kebijakan one way, kami ngotot sekarang bicara sama maskapai, Soekarno Hatta kami minta kosong, hanya ngangkut kargo," kata Isyak kepada CNNIndonesia.com melalui sambungan telepon, Minggu (24/5).

Isyak mengaku dari awal sudah menolak rencana pemerintah pusat yang ingin membuka penerbangan kembali di tengah larangan mudik dan pandemi virus corona. Menurutnya, pembukaan izin penerbangan ini menjadi ancaman bagi daerah yang masih bebas dari virus corona.

"Kami sudah dari awal menolak itu. Dan ini akan menjadi ancaman buat daerah yang sudah hijau," ujarnya.

Kekhawatiran Isyak itu terbukti setelah tiga orang yang baru tiba di Belitung dinyatakan positif terinfeksi virus corona, pada Jumat (22/5).

Dua orang di antaranya adalah jemaah tablig akbar yang baru pulang dari Bangladesh dan naik pesawat pada 16 Mei lalu. Sementara satu orang diduga terpapar virus corona di Jawa Barat.

Sebelum tiga orang dinyatakan positif virus corona, Belitung sempat menjadi zona hijau lantaran tak satu pun kasus positif ditemukan di daerah ini. Kasus terakhir juga telah dinyatakan sembuh.

Isyak menyayangkan sistem protokol kesehatan di Jakarta, khususnya otoritas Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang tidak memeriksa para penumpang atau calon penumpang dengan baik. Ia pun heran dua orang dari Bangladesh tak dikarantina selama 14 hari di Jakarta.

"Kenapa enggak dikarantina dulu 14 hari? Jadi saya pun sempat mempertanyakan hasil swab mereka (di Jakarta) yang negatif itu ke litbangkes dan ke KKP Soeta. Saya tanyakan ini valid enggak? Pakai tulis tangan, valid kata mereka," katanya.

Lebih lanjut, Isyak mengatakan pihaknya saat ini tak mempercayai berbagai surat yang mesti dilampirkan oleh para pemudik dari Jakarta dan daerah lain. Masalahnya surat atau dokumen mudik itu justru diperjualbelikan dengan harga normal dan kemungkinan tidak valid.

"Kami juga sayangkan kebijakan membuka kembali penerbangan di daerah" ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo melarang mudik ke kampung halaman di tengah pandemi virus corona. Larangan mudik tersebut berlaku untuk masyarakat di daerah zona merah virus corona dan menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) mulai 24 April hingga 31 Mei.

Namun, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengeluarkan kebijakan melonggarkan transportasi di tengah larangan mudik per 7 Mei lalu. Ia menyebut semua moda angkutan udara, kereta api, laut dan bus bisa beroperasi lagi dengan menerapkan protokol Covid-19.

Pemerintah pun mengizinkan masyarakat melakukan perjalanan saat larangan mudik ini dengan sejumlah syarat. Penumpang pun langsung memadati Bandara Internasional Soekarno-Hatta selepas pelonggaran transportasi di tengah pandemi virus corona ini.

Sumber: CNN Indonesia


(Fhoto: Istimewa)
BANDUNG KEPRIAKTUAL.COM: Seorang anggota oknum Polri yang bertugas di Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polrestabes Bandung Bripka Hil, "mengamuk" di cek poin Ciparay lantaran tak tertima ditegur agar memakai masker oleh petugas, Senin (25/5/2020) sekitar pukul 07.45 WIB.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, Bripka Hil mengendarai mobil Fortuner D 1087 TI warna hitam melaju dari arah Baleendah ke arah Kota Bandung.

Saat melintas di cek poin Ciparay, petugas menghentikan kendaraan pelaku. Petugas cek poin Bripka Aas Arbin memeriksa kelengkapan surat-surat kendaraan pelaku.

Selain itu, petugas cek poin pun menegur Bripka Hil agar mengenakan masker. Sebab, saat itu Bripka Hil terlihat tak mengenakan masker sebagai upaya pencegahan virus Corona.

Namun teguran itu justru ditanggapi negatif oleh pelaku Bripka Hil dengan melontarkan kata-kata kasar dan tak pantas kepada petugas cek poin Ciparay.

Bahkan Bripka Hil menantang berkelahi para petugas di cek poin Ciparay. Setelah itu, Bripka Hil menghentikan laju kendaraannya di depan Mapolsek Ciparay.

"Kamu angkatan berapa?!" kata Bripka Hil kepada petugas yang memeriksa dirinya.

Khawatir terjadi hal-hal tak diinginkan, anggota Polsek Ciparay Bripka Rizal melaporkan kejadian itu ke perwira pengendali (Padal) cek point Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Ciparay Ipda Ahma Nurdin.

Setelah menerima laporan, padal PSBB Ciparay Ipda Ahmad Nurdin bergegas menuju kendaraan yang dikemudikan pelaku Bripka Hil. Ipda Ahmad Nurdin berupaya meredam emosi Bripka Hil.

Namun, oknum anggota Satlantas Polrestabes Bandung yang bertugas di bagian penerbitan surat izin mengemudi (SIM) itu tetap ngotot. Ipda Ahmad Nurdin menyuruh Bripka Hil turun dari mobilnya.

Permintaan itu justru dijawab Bripka Hil dengan menekan pedal gas mundur dan mobilnya nyaris menabrak angkutan kota (angkot) yang sedang parkir.

Kemudian Bripka Hil kabur ke Jalan Pamageursari, belakang Polsek Ciparay.

Kapolsek Ciparay AKP Suyatno membenarkan peristiwa itu terjadi di cek poin PSBB Ciparay. Kasus tersebut kini ditangani oleh Polrestabes Bandung.

"Betul ada kejadian seperti itu (oknum anggota Polrestabes Bandung mengamuk di cek poin PSBB Ciparay). Tadi mungkin dianya (Bripka Hil) lagi buru-buru, salah paham. Sekarang (kasus itu) sudah ditangani polresyabes Bandung," kata Suyatno dikonfirmasi melalui telepon, Senin (25/5/20).

Bripka Hil Diperiksa Propam

Bripka Hil, saat ini tengah diperiksa intensif Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polrestabes Bandung.

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya mengatakan, oknum anggota Satlantas Polrestabes Bandung, Bripka Hil saat ini sedang diperiksa intensif oleh Bid Propam.

Namun Ulung masih enggan memberikan keterangan terkait kronologi dan penyebab Bripka Hil bersikap negatif dan mengamuk saat ditegur petugas cek poin Ciparay untuk mengenakan masker.

"(Bripka Hil) sudah dipanggil dan sedang diperiksa propam. (Terkait penyebab Bripka Hil merespos negatif teguran petugas) nanti diinfokan ya. Sekarang sedang diperiksa," kata Ulung.

Sumber: Sindonews


Pengecekan Pos Pengamanan dan Pelayanan oleh Kapolda Kepri. 
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Kapolda Kepri Irjen Pol Dr. Aris Budiman M.Si beserta Wakapolda Kepri, Irwasda Polda Kepri serta Pejabat Utama Polda Kepri laksanakan pengecekan Pos pengamanan dan pos pelayanan Operasi Lilin Seligi 2020, Sabtu (22/5/20) malam.

Pengecekan Pos pengamanan dan pelayanan yang pertama dikunjungi oleh Kapolda Kepri beserta rombongan berada di kawasan Nagoya, Kota Batam. Tepatnya di Pos Pengamanan Nagoya Hill. Kapolda Kepri langsung memantau jumlah kekuatan dan kesiapan Personel yang melaksanakan tugas diwilayah tersebut.

Tujuan berikutnya Kapolda Kepri beserta rombongan melakukan pemantauan di Pos pengamanan dan pelayanan jalan Engku Putri Batam Center. Ditempat tersebut kembali Kapolda Kepri melakukan pengecekan kesiapan serta jumlah kekuatan personel yang melakukan pengamanan serta pelayanan dalam rangka perayaan Hari raya idul Fitri 1441 Hijriah.

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S., S.IK., M.Si. mengatakan, hadirnya pimpinan Polri Polda Kepri di Pos Pengamanan dan pelayanan Operasi Ketupat Seligi 2020, merupakan bentuk hadirnya pimpinan Polri ditengah-tengah anggota nya.

"Dan hal itu, dalam rangka melihat langsung proses pengamanan serta memantau situasi Kamtibmas di wilayah Provinsi Kepri khusus nya di Kota Batam, selama kegiatan berlangsung dan hingga pada hari ini tepatnya 1 Syawal 1441 Hijriah,  di Hari Raya Idul Fitri situasi di Provinsi Kepri secara umum terdapat dalam keadaan aman dan terkendali," kata Kabid Humas Polda Kepri.

Humas Polda Kepri


Lanal Ranai Berbagi Takjil dan Masker Kepada Pengguna Jalan.
NATUNA KEPRIAKTUAL.COM: Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Ranai kembali aksi bagi-bagi takjil dan masker gratis kepada pengguna jalan raya pengendara kendaraan roda dua dan roda empat. Hal itu berlangsung di Jl.DKW. Moh. Benteng Ranai  Natuna Kepulauan Riau, Jumat (22/05/2020).

Komandan Lanal (Danlanal) Ranai, Kolonel Laut (P) Dofir memipin langsung dengan turun ke jalan untuk membagikan takjil dan masker bersama-sama dengan segenap Prajurit Lanal Ranai.

Pada kesempatan tersebut Danlanal Ranai menyampaikan, bahwa berbagi rejeki itu sangat indah. Apalagi ketika melihat secercah senyum mereka yang penuh peluh, itu adalah sebuah anugerah kecil untuk seluruh prajurit Lanal Ranai.

"Alhamdulilah tahun ini kami dapat menyapa mereka dengan sedikit rejeki yang kami punya," ujarnya.

Kemudian Danlanal berharap, semoga Ramadhan tahun depan, kegiatan seperti ini  masih bisa terus dilaksanakan.

"Karena berbagi itu sangat indah serta kiranya mendapat keberkahan dari Allah SWT," tutup Danlanal Ranai

Dispen Lantamal IV Tanjungpinang.



Pelaku Perompakan di Perairan Batam Diamnakan.
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Berawal dari laporan, adanya orang tak dikenal (OTK) yang naik ke kapal MT Ocean Leader yang sedang lego jangkar di perairan Tanjung Uban pada tanggal 17 Mei 2020 pukul 04.00 Wib untuk melakukaan perompakan/pencurian. Serta pada tanggal 18 Mei 2020 pukul 21.30 Wib adanya percobaan perompakan/pencurian terhadap kapal sedang berlayar di Utara Nongsa Batam yaitu kapal SV. Winposh Resolve yang sedang ditunda oleh TB. SMS.

Dengan adanya dua kejadian tersebut, Komandan Lantamal IV Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI Arsyad Abdullah, S.E., M.A.P., memerintahkan Tim F1QR Lantamal IV untuk bergerak menyelidiki dan menangkap para pelaku percobaan perompakan/pencurian tersebut.

Dari hasil penyelidikan Tim F1QR Lantamal IV, diperoleh informasi adanya sarana boat pancung bermesin tempel 40 PK merek Yamaha, yang dicurigai sering melakukan tindak kriminal pencurian barang-barang dari kapal, sehingga Tim F1QR Lantamal IV menindaklanjuti dengan pembagian tugas yaitu tim darat untuk penyelidikan didarat dan tim laut untuk melaksanakan patroli di perairan Sekupang, Tg Uncang, Sagulung dan Dapur 12 Batam.

Pada hari Jumat tanggal 21 Mei 2020 sekira pukul 20.30 Wib, pada saat Sea Rider Tim F1QR Lantamal IV sedang berpatroli di perairan Selat Bulan Batam, kemudian melihat sebuah boat pancung yang mencurigakan bergerak dari arah Tanjung Uncang Batam menuju Pulau Buluh Sagulung Batam, lalu Sea Rider Tim F1QR Lantamal IV mencoba mengejar dari arah berlawanan boat pancung tersebut.

Karena merasa dikejar oleh Sea Rider F1QR Lantamal IV, sehingga boat pancung tersebut bergerak cepat mengarahkan haluannya ke kedangkalan di Pulau Melintang pada koordinat 01° 03.88” LU - 103° 54’ 102” BT, kemudian mengandaskan boat pancungnya, dan selanjutnya melarikan diri ke arah hutan bakau, diperkirakan isi penumpang berjumlah 4 sampai dengan 5 orang.

Berdasarkan pengembangan dilapangan, pada hari Jumat tanggal 22 Mei 2020 sekira pukul 06.00 Wib, Tim F1QR telah berhasil mengamankan 2 orang pelaku tersebut yaitu inisial SB alias D dan inisial H masing-masing di Dapur 12 dan Pulau Labuh Batam.

Selanjutnya pada pukul 12.50 Wib, berdasarkan keterangan dari kedua pelaku tersebut, lalu dikembangkan dengan teknologi melalui  trace nomor telepon selular pelaku, Tim F1QR Lantamal IV telah berhasil mengamankan 2 orang pelaku lagi yaitu yang berinisial SE di BTS Sagulung  dan inisal JS pada pukul 13.30 Wib di rumahnya di Kavling Melati Sei Pelunggut Sagulung Batam keduanya adalah pemain lama khusus perompakan.

Dari hasil pendalaman Tim F1QR Lantmal IV keterangan sementara dari para pelaku mengakui perna merompak di kapal tanker MT. Medan yang berlabuh di perairan Batu Ampar Batam dan di kapal MT.Ocean Leader pada tanggal 17 Mei 2020.

Sementara itu 4 orang pelaku telah diamankan Tim F1QR Lantamal IV di sel kantor Pomal Lanal Batam, berikut beberapa barang bukti dintaranya 1 buah boat pancung kayu ukuran panjang 7 meter lebar 1 meter berikut satu unit mesin motor tempel  merek Yamaha 40 PK dan 1 bilah pisau badik panjang 15 cm (sama dengan sajam yang tertinggal di kapal MT Ocean Leader), sedangkan para pelaku lainnya yang belum tertangkap masih dalam pengejaran Tim F1QR Lantamal IV. (Dispen Lantamal IV).

Dispen Lantamal IV Tanjungpinang.



Terdakwa Sumyati Binti Sahari dan Desi Permata.
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Terdakwa Sumyati Binti Sahari dan Desi Permata asal Lampung, pembawa sabu 3 Kg, tertangkap di Bandara Hang Nadim Batam, dituntut 13 tahun penjara di Pengadilan Negeri (PN) Batam.

Menurut JPU Nurhasaniati, kedua terdakwa tersebut dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU), karena terbukti melanggar pasal 114 ayat (2) Jo pasal 132 ayat (1) Undang Undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

"Menuntut kedua terdakwa dengan pidana penjara selama 13 tahun, dengan denda 1 M, subsuder 1 tahun kurungan penjara bila tidak dibayarkan," kata Jaksa Penuntut Umum Nurhasaniati, saat membacakan amar tuntutan, Rabu (20/5/2020) lalu melalui video teleconference di Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam.

JPU Nurhasaniati mengatakan, berdasarkan fakta dan bukti-bukti di persidangan, barang haram yang hendak diselundupkan ke Surabaya positif mengandung Metamfetamina dan terdaftar dalam Golongan 1 nomor urut 61 Lampiran I Undang-undang Republik Indonesia nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Terhadap tuntutan tersebut, kedua terdakwa Sumyati Binti Sahari dan Desi Permata meminta waktu selama 7 hari kepada ketua majelis hakim Taufik Nainggolan, Dwi Nuramanu dan Yona Lamerosa untuk melakukan pembelaan atau pledoi secara tertulis.

"Atas tuntutan ini, kami minta waktu untuk melakukan Pledoi pada sidang yang akan datang," kata kedua terdakwa serentak.

Dalam surat dakwaan, kedua terdakwa awalnya ditawari pekerjaan oleh Om yang berstatus DPO untuk menjadi kurir sabu pada akhir bulan Desember 2019. Kedua terdakwa yang saat itu, kata Nur, masih berada di Bandar Lampung diperintah Om (DPO) untuk berangkat ke Kota Batam, yang mana segala biaya transportasi dan akomodasi akan ditanggung Om.

Dan awalnya, terdakwa Sumyati mengatakan mau datang ke Batam asalkan diperbolehkan mengajak temannya. Permintaan Sumyati pun disetujui OM, sehingga ia pun mengajak Desi Permata Sari untuk bersama-sama ke Batam.

Tetapi sebelum berangkat ke Batam, terang Nur, pada tanggal 31 Desember 2019 kedua terdakwa terlebih dahulu pergi ke Jakarta untuk merayakan tahun baru. Kemudian pada awal Januari 2020 keduanya berangkat ke Batam menggunakan pesawat Lion Air.

Setibanya di Batam, lanjutnya, kedua terdakwa dijemput oleh OM (DPO) dan diinapkan disalah satu Hotel. Setelah menginap beberapa hari, Om kemudian meminta tolong kepada kedua terdakwa untuk mengantarkan Narkotika jenis sabu ke salah seorang pemesan di Surabaya.

"Awalnya, kedua terdakwa menolak. Tetapi OM terus meyakinkan dan menjanjikan sejumlah uang sebagai upah apabila mereka berhasil membawanya sabu itu ke Surabaya," kata Nur.

Lanjut Nur, karena bujuk rayu itu, kedua terdakwa pun menyetujui dan mau membawa sabu itu ke Surabaya. Namun Sial, sebelum berhasil mengantarkan barang haram itu, kedua terdakwa keburu ditangkap petugas Avsec dan Bea Cukai melewati pintu pemeriksaan orang dan barang (X-Ray) di Bandara Hang Nadim, Batam.

"Ketika ditangkap, petugas berhasil menyita enam paket atau bungkus narkotika jenis sabu seberat 3.076,1 gram yang tersimpan di tengah-tengah dinding kardus yang dibawa kedua terdakwa," tuturnya.

Redaksi


Relawan Desa Lawan Covid-19. (Sumber: Kemendes PDTT).
KEPRIAKTUAL.COM: Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar mengatakan, jumlah relawan desa tanggap Covid-19 ini sudah mencapai 1.743.343 orang.

”Jika penanganan pandemi Covid-19 difokuskan di desa dengan penguatan Physicall Distancing kemudian ketahanan imunitas dan New Normal maka diyakini bakal berdampak signifikan terhadap penyelesaian Covid-19 di tingkat nasional,” ujar Mendes PDTT di Kantornya, Provinsi DKI Jakarta, Rabu (20/5).

Sampai hari ini, Mendes PDTT sampaikan bahwa dana desa sudah dipakai untuk desa tanggap Covid-19 atau Relawan Desa Lawan Covid-19 mencapai Rp2,59 Triliun.

”Ini relatif kecil dengan jumlah desa 74.953,” kata Mendes PDTT.

Hal ini, menurut Abdul Halim, menujukkan penanganan Covid-19 di tingkat desa cukup efisien dan efektif karena skalanya kecil.

”Pemetaannya tidak terlalu kompleks, zonasinya mudah dicermati secara lebih massif. Fokusnya tidak lagi bicara wilayah tapi bisa bicara orang atau warga,” sambung Mendes PDTT.

Untuk itu, Abdul Halim yakin penanganan Covid-19 akan lebih bagus lagi nantinya.

”Misalnya nanti, Pemerintah sudah mengambil langkah-langkah yang kondusif, konstruktif kemudian langkah pemulihan akan sangat bagus jika difokuskan di desa,” ungkap Mendes PDTT.

Menurut Mendes PDTT, berdasarkan jumlah relawan di atas rasionya 82 persen dari 61.670 desa menujukkan jika desa sudah siap sekali untuk lakukan penanganan Covid-19 yang tentu pada proporsi desa yaitu ODP (Orang Dalam Pemantauan) selesai ditangani di desa.

”Jika merujuk pada rasio itu maka satu relawan bakal tangani 68 warga desa. Jika relawan bertambah maka rasio semakin kecil apalagi tidak semua warga desa membutuhkan penanganan,” imbuh Mendes PDTT.

Lebih lanjut, Mendes PDTT juga memberikan perkembangan penambahan ruang isolasi yang hingga saat ini, sebanyak 19.590 desa yang telah miliki ruang isolasi dengan jumlah tempat tidur sebanya 78.360 unit.

ODP yang sudah ditangani sebanyak 179.682 orang, lanjut Mendes PDTT, artinya satu ruang isolasi sudah dimanfaatkan oleh lebih dari dua orang.

“Yang menarik, ODP Nasional itu 45.300 sementara di tingkat desa sudah 179.682. Jadi sisi Desa, ODP memang tinggi karena memang terfokus untuk itu. Ini pun sudah tertangani dengan baik,” kata Mantan Ketua DPRD Jombang ini.

Tetapi berbicara Pasien Dalam Pengawasan (PDP), diakumulasi desa kecil, menurut Mendes PDTT, kebanyakan PDP itu ada di kota apalagi yang positif covid-19.

Ia menegaskan bahwa hanya 629 pasien positif Covid-19 yang bersumber dari desa.

”Ketika melakukan penguatan pendampingan di desa dengan New Normal seperti rajin cuci tangan, tidak ada kerumunan, dibiasakan Physicall Distancing, dan gunakan masker kain diterapkan di desa bakal memberi efek positif bagi penanganan Covid-19,” ujarnya.

“Jika kebiasaan ini jadi gaya hidup baru ini diterapkan di desa dan ditangani dengan serius, maka saya yakin Covid-19 di Indonesia bakal tertangani dengan jauh lebih bagus dibanding negara lain,” pungkas Mendes PDTT.

Sumber: Kemendes PDTT/EN


Pembagian Paket Sembako dan Masker Oleh Lanal Ranai.
NATUNA KEPRIAKTUAL.COM: Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal)  Ranai, melaksanakan program bantuan peduli Covid-19 kepada masyarakat terdampak, dengan menggelar kegiatan Karya Bhakti TNI Angkatan Laut di wilayah perbatasan, yaitu pembagian paket sembako dan masker gratis  selama dua hari di Kelurahan Batu Hitam, Kelurahan Pengadah dan Keluruhan Kelanga Kabupaten Natuna Kepulauan Riau pada beberapa waktu lalu.

Paket sembako yang dibagikan tersebut sebanyak 550 paket sembako dan 2.400 buah masker. Dimana nantinya tiap-tiap Kepala Keluarga (KK) akan mendapat 1 paket sembako berupa beras 3 kg, minyak goreng 1 liter, mie instan 10 dus dan kecap 1 botol dan masker sesuai jumlah dalam KK tersebut.

Komandan Lanal (Danlanal) Ranai Kolonel Laut (P) Dofir disela-sela kegiatan tersebut menyampaikan “Pembagian paket sembako dan masker merupakan bentuk wujud kepedulian Lanal Ranai terhadap masyarakat yang membutuhkan sembako serta masker yang dapat digunakan untuk perlindungan diri dari wabah Covid-19”, ujarnya, Jumat (22/5-2020).

Danlanal juga menambahkan “Selain memberikan sembako dan masker, Lanal Ranai juga turut mensosialisasikan adanya kebijakkan Pemerintah dalam upaya pencegahan penyebaran virus Covid-19," tambahnya.

Lebih lanjut Danlanal Ranai mengatakan, “Kami berharap bantuan ini dapat meringankan kebutuhan masyarakat yang membutuhkan, sehingga dapat memberikan manfaat bagi pihak-pihak penerima, dan sekaligus dapat menciptakan hubungan yang harmonis antara Lanal Ranai dengan masyarakat sekitar”, pungkasnya.

Sebagai informasi, kegiatan hari kedua dilaksanakan di Desa Pengadah Bunguran Timur Laut Kabupaten Natuna, yang dipimpin oleh Paspotmar Lanal Ranai Mayor Laut (T) Teuku Faidil Sulung,  S.E., didampingi oleh Pasminlog Lanal Ranai Kapten Laut (T) Agung, Kaur Daya Guna Potmar Lanal Ranai Kapten Laut (P)  Teguh Budi Santoso. Dandenpomal Lanal Ranai Kapten Laut (PM) Deni Iqbal, Danposal Penagi Letda Laut (P) Susetyo Budi.

Demikian berita Dispen Lantamal IV Tanjungpinang.


Menteri Sosial (Mensos), Juliari P Batubara. (Fhoto: Istimewa)
KEPRIAKTUAL.COM: “Jadi Kemensos tentunya hanya bisa mengimbau agar tidak melakukan politisasi-politisasi bansos. Namun mungkin juga Bawaslu tidak mudah karena sekarang belum masuk dalam masa kampanye,” ujar Menteri Sosial (Mensos), Juliari P Batubara saat menjawab pertanyaan wartawan usai Rapat Terbatas (Ratas) secara darling, Jakarta, Selasa, 19 Mei 2020.

Juliari P Batubara, menyampaikan bahwa jika ada politisasi bantuan sosial merupakan kewenangan dari Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu).

Tentu, lanjut Mensos, ini area yang grey, yang abu-abu, belum ada tahapan masa kampanye pilkada, tapi mungkin dapat dilihat juga beberapa daerah melakukan penyaluran-penyaluran bansos yang menggunakan foto dan nama.

“Saya kira ini diselesaikan secara masing-masing di daerahnya dengan institusi-institusi yang berwenang untuk mengawasi pilkada,” imbuh Mensos.

Pada kesempatan itu, Mensos juga jelaskan bahwa bentuk penyederhanaan prosedur itu sebenarnya bahwa di awal-awal itu yang terjadi adalah kelambatan data dari daerah.

“Kelambatan data dari daerah ini diakibatkan banyaknya data-data yang dikirim dari kabupaten/kota ke Kemensos itu tidak mewakili data-data yang dikirim dari desa/kelurahan kepada Dinas Sosial Kabupaten/Kota,” ujar Mensos.

Yang terjadi, menurut Mensos, banyak kabupaten/kota yang menarik kembali data-data yang sudah dikirimkan ke Kemensos, ditarik kembali karena ternyata ada desa atau kelurahan yang keberatan karena tahu bahwa data yang mereka kirimkan tidak sama dengan yang data dari Dinsos kepada Kemensos.

“Jadi itu salah satunya sehingga mengapa kita harus membuka jadwal yang agak panjang untuk data,” ungkap Mensos.

Namun, Mensos sampaikan per hari kemarin Kemensos sudah menutup kepada daerah-daerah dan tidak ada lagi yang narik-narik data kemudian kirim data lagi. Ia menambahkan hal ini mungkin dikarenakan beberapa program bansos yang bersamaan dari Kemensos, Kemendes, Pemprov, dan Pemkab/Pemkot ada.

“Jadi mungkin di level bawah itu tidak mudah untuk melakukan pendataan, kami pahami, karena juga harus akuntabel juga tidak sembarangan memberikan data,” sambung Mensos.

Kalau hanya mengandalkan kecepatan saja, tambah Mensos, tapi tidak harus akuntabel itu mudah karena ini kan harus cepat dan akuntabel sehingga yang dilakukan adalah Kemensos sudah menyetop untuk data sehingga tidak bisa lagi ditarik-tarik lagi data.

“Kemudian yang lain adalah kami sekarang anggaran yang sudah ada di kami untuk baksos tunai ini sudah seluruhnya kami geser ke PT Pos. Jadi tidak ada lagi di Kemensos dan per hari ini PT Pos akan sudah menerima dana untuk menyalurkan ke 8,3 juta KK (Kepala Keluarga),” jelas Mensos.

Jadi, menurut Mensos, tidak ada lagi masalah soal anggaran yang belum turun ke PT Pos dan juga tidak ada masalah lagi data yang belum turun ke PT Pos sehingga penyederhanaannya yang dipercepat closing untuk data di Kemensos sehingga datanya langsung dikirim ke PT Pos.

Sumber: infokabinet.id


Presiden RI, Jokowi (Fhoto: Istimewa)
JAKARTA KEPRIAKTUAL.COM: Presiden Joko Widodo pada Rabu, 20 Mei 2020, meresmikan peluncuran produk-produk riset, teknologi, dan inovasi untuk percepatan penanganan Covid-19 yang merupakan hasil karya anak bangsa. Peluncuran bertajuk "Kebangkitan Inovasi Indonesia" yang dilakukan secara virtual tersebut bertepatan dengan momentum Hari Kebangkitan Nasional yang turut menandai kebangkitan bidang sains dan teknologi nasional, utamanya di bidang kesehatan.

"Dunia sedang beradu cepat dalam menangani wabah Covid-19. Kita harus menjawabnya dengan inovasi dan karya-karya nyata yang konkret. Ini adalah momentum baru bagi kebangkitan bangsa. Ini adalah momentum baru kebangkitan bidang sains dan teknologi kita, khususnya di bidang kesehatan," ujar Presiden dalam sambutannya melalui telekonferensi dari Istana Merdeka, Jakarta.

Sebanyak 55 produk konsorsium hasil riset dan inovasi yang diluncurkan pada hari ini. Dari jumlah tersebut, terdapat 9 di antaranya yang menjadi produk unggulan dan beberapa di antaranya telah dilihat sendiri oleh Presiden Joko Widodo.

Produk-produk unggulan yang berkaitan dengan upaya percepatan penanganan Covid-19 tersebut antara lain RT-PCR test kit, rapid diagnostics test IgG/IgM, emergency ventilator, imunomodulator, terapi plasma convalescent, unit laboratorium bergerak dengan biosafety level (BSL) 2, kecerdasan buatan pendeteksi Covid-19 dari hasil sinar-X, robot medis dan penyinaran UV, serta air purifying respirator.

"Kita patut berbangga karena dari tangan anak-anak bangsa kita mampu menghasilkan karya-karya yang sangat dibutuhkan," kata Presiden.

Dari apa yang sudah dilihat tersebut serta semangat inovasi yang ditunjukkan di tengah pandemi saat ini, Kepala Negara optimistis bahwa hal-hal yang dahulu dianggap tak mungkin dan tak terpikirkan, kini mampu dilakukan secara mandiri.

"Lebih dari itu kita juga harus mampu menghasilkan vaksin sendiri. Saya gembira lembaga Eijkman sudah mendapatkan data mengenai tujuh urutan genome lengkap yang sangat berguna untuk pengembangan vaksin dan saya juga senang komunitas peneliti terus bekerja untuk menemukan obat dan terapi yang efektif bagi pengobatan Covid," imbuhnya.

Presiden mengharapkan agar karya-karya dan riset yang dilakukan tak berhenti di laboratorium dan berupa purwarupa saja. Riset-riset tersebut harus berbuah dan mampu berlanjut hingga tahap produksi massal untuk memenuhi kebutuhan domestik dan bahkan diekspor ke mancanegara.

Untuk itu, diperlukan kerja sama dan kolaborasi erat antarkekuatan anak bangsa. Lembaga-lembaga penelitian dan pengembangan, perguruan tinggi, dunia usaha dan industri, serta masyarakat harus saling bergandeng tangan untuk mewujudkan hal itu.

"Sudah saatnya dunia industri harus berani berinvestasi, sudah saatnya masyarakat juga mulai mencintai produk-produk dalam negeri, dan kita harus bangga buatan Indonesia. Kita harus terus-menerus memperbaiki ekosistem yang kondusif. Ekosistem bagi tumbuh dan berkembangnya inovasi dan industrialisasi serta mentalitas bangga kepada produk dalam negeri," ucapnya mengakhiri sambutan.


Sumber: Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden


Fhoto Ilustrasi BLT
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Pemerintah Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau akan mencairkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk masyarakat tidak mampu pada Juni 2020.

Sekretaris Daerah Tanjungpinang Teguh Ahmad Syafari, di Tanjungpinang, Kamis (20/05), mengatakan, BLT tidak diberikan pada bulan ini agar penggunaannya tepat sasaran.

Lagi pula, menurut dia Pemkot Tanjungpinang berhati-hati dalam pendataan hingga penyaluran BLT tersebut agar tepat sasaran dan tepat guna. Jumlah penerima BLT mencapai 35 ribu keluarga sehingga sistem penyaluran dan pelaksanaannya harus terukur sehingga tidak menimbulkan permasalahan di kemudian hari.

"Tidak semua warga memiliki rekening bank sehingga secara teknis pemerintah perlu mengambil langkah-langkah komprehensif agar tepat sasaran, dan tidak menimbulkan permasalahan," ujarnya, dikutip dari situs Diskominfo Kepri.

Nilai BLT yang disalurkan cukup besar. Satu keluarga memperoleh Rp1,8 juta, dengan rincian Rp600.000/bulan. Dana tersebut bersumber dari pusat.

Jumlah penerima BLT lebih dari 50 persen dari jumlah keluarga di Tanjungpinang. Pendataan keluarga penerima BLT maupun sembako yang akan dibagikan 26 Mei 2020 itu dilakukan oleh pengurus RT.

Data itu, kata dia semestinya akurat karena RT yang lebih memahami kondisi masyarakat. RT juga menandatangani berita acara pendataan warga kurang mampu sehingga dapat dipertanggungjawabkan.

Masyarakat diharapkan menggunakan dana tersebut secara maksimal, terutama untuk menutupi kebutuhan pokok sehari-hari.

"Kami berharap dana itu digunakan untuk menutupi kebutuhan penting dalam keluarga, bukan untuk lainnya," katanya.

(***)


Fhoto: Istimewa
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Pelayanan Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) di Provinsi Kepulauan Kepulauan Riau kembali dibuka 2 Juni 2020, lebih cepat 6 hari dari keputusan sebelumnya.

Kepala Dinas Pengelolaan Pajak dan Retribusi Da­erah Kepri, Reni Yusneli, di Tanjungpinang, Kamis (21/05), mengatakan, pembukaan pelayanan di Samsat perlu dipercepat mengingat kebutuhan masyarakat membayar pajak kendaraan bermotor.

"Sebelumnya, penutupan sementara  hingga 8 Juni 2020 untuk mencegah penularan COVID-19. Kami sudah siapkan aplikasi di ponsel pintar untuk memudahkan masyarakat membayar pajak kendaraan, namun kami temukan keluhan masyarakat yang tidak dapat memanfaatkan aplikasi tersebut," katanya dilansir dari situs Diskominfo Kepri.

Karena itu, kata dia untuk memudahkan masyarakat membayar kewajibannya, seluruh Samsat di Kepri kembali dibuka pada 2 Juni 2020.

Meski demikian, seluruh petugas wajib menggunakan alat pelindung diri, seperti masker, sarung tangan dan pelindung mata. Di Samsat Kepri juga disediakan cairan pembersih tangan.

Masyarakat pun diharapkan menggunakan masker saat membayar pajak kendaraan.

"Pelayanan tetap dibuka, namun petugas dan masyarakat harus jaga jarak fisik, dan mengenakan masker," katanya.

Seluruh pelayanan Samsat di Kepri tutup sejak 26 Maret 2020. Samsat menyediakan aplikasi untuk wajib pajak yang ingin membayar pajak kendaraan, menggunakan aplikasi E-Samsat Kepri. Aplikasi tersebut dapat diunduh melalui playstore. Pembayaran juga dapat dilakukan melalui Samsat Online Nasional.

"Aplikasi pada bukalapak.com juga sudah dapat digunakan untuk membayar pajak kendaraan bermotor," katanya.

(***)


Vicon Danlantamal IV Tanjungpinang di Gedung Serba Guna Mako Lantamal IV.
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) IV  Laksamana Pertama TNI Arsyad Abdullah, S.E., M.A.P., melalui video conference (Vicon) di Gedung Serba Guna (GSG) Markas Komando (Mako) Lantamal IV Jl.Yos Sudarso No.1 Batu Hitam Tanjungpinang Kepri, mengikuti entri briefing oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) yang baru Laksamana TNI Yudo Margono, S,E., M.M., Rabu (20/5/2020).

Dalam entry briefingnya Kasal mengatakan, dalam mengemban tugas kedepan dirinya mempunyai 9 program prioritas yaitu Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) TNI Angkatan Laut yang Unggul, kemudian Modernisasi KRI, Pesawat Udara dan Material Tempur menuju kekuatan yang siap dioperasikan.

“Program prioritas lainnya yaitu Pembangunan dan Peningkatan Sarpras Pangkalan TNI Angkatan Laut. Lalu Pembangunan Sistem Pembinaan Kekuatan dan Kesiapan Operasional yang bersinergi dan mempunyai interoperabilitas tinggi. Kemudian Penyelarasan Doktrin, Operasi dan Latihan serta Sistem Pelatihan yang fleksibel dan adaptif terhadap dinamika dan situasi terkini,” tuturnya.

Kemiduan, lanjutnya, kemampuan K4IPP dan Siber TNI Angkatan Laut, Peningkatan program dan anggaran berbasis kinerja serta berorientasi hasil yang mendukung penguatan RB, Perbaikan Sistem Duklog guna mendukung pelaksanaan tugas-tugas TNI Angkatan Laut dan yang terakhir Peningkatan Kemampuan TNI Angkatan Laut dalam menghadapi ancaman bersifat non konvensional.

Sebelum mengakiri entry briefingnya Kasal memberikan beberapa penekanan salah satunya adalah “TNI Angkatan Laut, sebagai organisasi maupun personelnya, tampil memberikan contoh dan tauladan dalam upaya percepatan penanganan pandemi Covid-19. Kemudian kita harus kembalikan kejayaan TNI Angkatan Laut di laut kemudain yang terakhir persiapkan baik personil  maupun organisasi untuk menerima kemampuan modern dan mutakhir (UAV, Coastal Defence Missile System)”

Hadir dalam kegiatan Vicon di GSG Mako Lantamal IV Wadanlantamal IV Kolonel Marinir Gatot Mardiyono, S.H.,  Pejabat Utama Lantamal IV serta Kafasharkan Mentigi Kolonel Laut (T) Suharto.

Sumber: Dispen Lantamal IV Tanjungpinang


Sidang Online Perkara Terdakwa Jaenal Jae di PN Batam.
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Terdakwa Jaenal Jae kasus perkara kepemilikan ratusan karton Mikol dan belasan dus rokok tanpa pita cukai, tangkapan Bea Cukai Batam dan TNI di Komplek pergudangan Villa Mas Blok A13 nomor 4 Sungai Panas, Kota Batam beberapa bulan lalu, tinggal menunggu tuntutan.

Pasalnya, pemeriksaan saksi, ahli dan terdakwa udah udah selesai. Dalam persidangan, terdakwa Jaenal Jae terkesan pasang badan. Mengaku sebagai pemilik semua barang tanpa pita cukai yang ditangkap.

Jaksa penuntut Umum, Mega Tri Astuti menyampaikan, terdakwa yang diperiksa pada Senin (18/5/2020) menerangkan 670 karton Mikol dan 19 karton rokok merek Rave yang diamankan di Komplek pergudangan Villa Mas Blok A13 nomor 4 Sungai Panas, Kota Batam, merupakan miliknya. Barang itu didapat dari seorang bernama LIM, yang statusnya DPO.

Selanjutnya, terdakwa mengakui, bahwa semua barang tanpa pita cukai yang diamanakan petugas saat itu, merupakan miliknya yang dibeli dari saudara LIM (DPO). Mega menjelaskan, selain LIM, terdakwa tidak menyebut nama lain sebagai pemilik atau pemasok barang tanpa pita cukai itu.

"Terdakwa juga mengaku tidak tahu asal barang itu dari mana," kata Mega, saat dikonfirmasi awak media, Rabu (20/5/2020) lewat pesan WhatsApp.

Sementara ahli dari Bea Cukai, kata Mega, menjelaskan barang yang belum dilengkapi pita cukai dengan sendirinya belum melakukan pembayaran cukai. Hal ini jelas menimbulkan kerugian bagi negara dari pendapatan cukai.

"Perbuatan terdakwa mengakibatkan adanya kerugian negara yang nilainya mencapai Rp 5 miliar lebih," kata Mega, seperti penjelasan ahli dalam persidangan.


Alfred


Konfrence Pers Penangkapan Anggota Polisi Bintan Serta 3 Tersangka Lainya.
BATAM KEPRIAKLTUAL.COM: Tim gabungan Polda Kepri, Direktorat reserse umum, Direktorat Intelijen keamanan dan Bidang Profesi Pengamanan Polda Kepri berhasil mengamankan sebanyak 34 Unit Mobil, hasil dari tindak pidana penggelapan yang dilakukan oleh oknum anggota Polri inisial AH bersama tiga orang pelaku lainnya inisial AR, SB dan SA.

Hal ini disampaikan oleh Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S., S.IK., M.Si. didampingi Dirreskrimum Polda Kepri, Kabid Propam Polda Kepri dan Wadirreskrimum Polda Kepri saat menggelar Konferensi Pers di Polda Kepri, Rabu (20/5/20).

"Berawal dari Laporan Polisi yang dibuat oleh Saudari Ling Mei selaku Direktur PT. Auto 3000 Batam pada tanggal 16 Mei 2020 di SPKT Polda Kepri terkait dengan tindak pidana penipuan dan atau penggelapan yang dilakukan oleh Oknum anggota Polri Inisial HA. Dan berdasarkan Laporan  Polisi tersebut Bapak Kapolda Kepri langsung membentuk tim gabungan untuk melakukan tindakan kepolisian yaitu berupa penyelidikan dan penyidikan," kata Kombes Pol Harry Goldenhardt S.

Dari hasil penyelidikan, lanjutnya, ditemukan modus operandi yang dilakukan adalah dengan menyewa atau merental mobil milik PT. Auto 3000 melalui perantara Inisial AR dan inisial SB yang kemudian mobil-mobil tersebut sebagian dijual dan sebagiannya di gadaikan ke pihak lainnya.

"Pada hari Sabtu (17/5/20)  tim teknis gabungan Polda Kepri berhasil melakukan penangkapan terhadap Inisial AR dan SB di Kota Batam. Pada Minggu (18/5/20) tim kembali berhasil melakukan penangkapan terhadap Inisial HA di Kos-kosan nya di Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau dan untuk selanjutnya membawa inisial HA ke Polda Kepri untuk pengusutan Lebih Lanjut," tuturnya.

Baca Juga:

Oknum Anggota Polri Pelaku Penggelapan Kendaraan Berhasil Diamankan Tim Gabungan Polda Kepri


Selanjutnya, sebanyak 107 unit Mobil telah dilaporkan oleh masyarakat sejak 15 Mei 2020 sampai dengan 19 Mei 2020 dan 32 unit mobil diantara nya telah berhasil diungkap oleh penyidik Ditreskrimum Polda Kepri selama kurun waktu 2x24 jam dan terhadap sisa nya 75 unit mobil lainnya masih dalam tahap pengembangan dan pencarian. Berikut data para tersangka :

  1. HA, 38 tahun, laki-laki, anggota Polri, Bukit Tiban, Kota Batam.
  2. AR, 41 tahun, laki-laki, Wiraswasta, Baloi Permata, Kota Batam.
  3. SB, 41 tahun, laki-laki, Wiraswasta, Perumahan Tiban, Kota Batam.
  4. SA, 25 tahun, laki-laki, Supir Ambulance/ Honorer Pemkab Bintan, Tanjung Uban, Kabupaten Bintan.

"Barang Bukti yang diamankan adalah 32 unit Mobil berbagai jenis dan merk keluaran tahun 2016 keatas, 32 dokumen bukti perjanjian sewa menyewa mobil, 12 dokumen perjanjian sewa menyewa mobil, pakar nomor mobil palsu, kwitansi, uang tunai Rp. 18.000.000 diduga hasil penjualan mobil, KTP atas nama HA, KTA atas HA, kartu ATM, Stnk mobil Toyota Veloz, beberapa STNK dari kendaraan yang disita, buku tabungan, handphone merk Oppo, dan buku cek bank mandiri," ungkapnya.

"Pasal yang disangkakan adalah pasal 378 dan atau pasal 372 Jo pasal 64 KUHP dengan ancaman maksimal empat tahun penjara," ditambahkan kembali.

Redaksi


Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.