Breaking News

Cegah Penyebaran Covid-19, Penerbangan ke Belitung Ditutup 16 Mei Lalu

(Fhoto: Ilustrasi).
JAKARTA KEPRIAKTUAL.COM: Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobe mengatakan telah menutup penerbangan yang mengangkut penumpang ke Bandar Udara Internasional H.A.S. Hanandjoeddin, Tanjung Pandan, Belitung, Kepulauan Bangka Belitung sejak 16 Mei lalu, untuk mencegah penyebaran virus corona (Covid-19).

Menurutnya, pesawat dari Jakarta atau daerah lain hanya diizinkan mengangkut kargo. Kebijakan tersebut diambil setelah pemerintah pusat mengizinkan moda transportasi udara beroperasi kembali.

"Tanggal 16 (Mei) itu adalah penerbangan pertama dan terakhir yang kami terima. Sekarang kami sudah hanya gunakan kebijakan one way, kami ngotot sekarang bicara sama maskapai, Soekarno Hatta kami minta kosong, hanya ngangkut kargo," kata Isyak kepada CNNIndonesia.com melalui sambungan telepon, Minggu (24/5).

Isyak mengaku dari awal sudah menolak rencana pemerintah pusat yang ingin membuka penerbangan kembali di tengah larangan mudik dan pandemi virus corona. Menurutnya, pembukaan izin penerbangan ini menjadi ancaman bagi daerah yang masih bebas dari virus corona.

"Kami sudah dari awal menolak itu. Dan ini akan menjadi ancaman buat daerah yang sudah hijau," ujarnya.

Kekhawatiran Isyak itu terbukti setelah tiga orang yang baru tiba di Belitung dinyatakan positif terinfeksi virus corona, pada Jumat (22/5).

Dua orang di antaranya adalah jemaah tablig akbar yang baru pulang dari Bangladesh dan naik pesawat pada 16 Mei lalu. Sementara satu orang diduga terpapar virus corona di Jawa Barat.

Sebelum tiga orang dinyatakan positif virus corona, Belitung sempat menjadi zona hijau lantaran tak satu pun kasus positif ditemukan di daerah ini. Kasus terakhir juga telah dinyatakan sembuh.

Isyak menyayangkan sistem protokol kesehatan di Jakarta, khususnya otoritas Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang tidak memeriksa para penumpang atau calon penumpang dengan baik. Ia pun heran dua orang dari Bangladesh tak dikarantina selama 14 hari di Jakarta.

"Kenapa enggak dikarantina dulu 14 hari? Jadi saya pun sempat mempertanyakan hasil swab mereka (di Jakarta) yang negatif itu ke litbangkes dan ke KKP Soeta. Saya tanyakan ini valid enggak? Pakai tulis tangan, valid kata mereka," katanya.

Lebih lanjut, Isyak mengatakan pihaknya saat ini tak mempercayai berbagai surat yang mesti dilampirkan oleh para pemudik dari Jakarta dan daerah lain. Masalahnya surat atau dokumen mudik itu justru diperjualbelikan dengan harga normal dan kemungkinan tidak valid.

"Kami juga sayangkan kebijakan membuka kembali penerbangan di daerah" ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo melarang mudik ke kampung halaman di tengah pandemi virus corona. Larangan mudik tersebut berlaku untuk masyarakat di daerah zona merah virus corona dan menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) mulai 24 April hingga 31 Mei.

Namun, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengeluarkan kebijakan melonggarkan transportasi di tengah larangan mudik per 7 Mei lalu. Ia menyebut semua moda angkutan udara, kereta api, laut dan bus bisa beroperasi lagi dengan menerapkan protokol Covid-19.

Pemerintah pun mengizinkan masyarakat melakukan perjalanan saat larangan mudik ini dengan sejumlah syarat. Penumpang pun langsung memadati Bandara Internasional Soekarno-Hatta selepas pelonggaran transportasi di tengah pandemi virus corona ini.

Sumber: CNN Indonesia
Bagikan:
Baca juga