Plt Gubernur Kepri H Isdianto bersama Ketua DPRD Keperi Jumaga Nadeak berbincang bersama FKPD di sela pembahasan New Normal di Graha Kepri Batam, Rabu (27/05).
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DPRD Provinsi Kepri mengapresiasi kinerja tim Gugus Tugas percepatan penanganan Covid-19 di Provinsi Kepri.

Hal ini disampaikan Ketua DPRD Provinsi Kepri Jumaga Nadeak SH di kota Batam, Rabu (27/5).

"Saya sangat berterimakasih dan mengapresiasi kepada semua stage holder yang tergabung dalam gugus tugas penanganan kota Batam," ungkap Jumaga dikutip dari situs Diskominfo Kepri.

Jumaga memberikan masukan terkait penanganan pandemi Covid-19 yang saat ini telah berjalan dengan baik.

"ApaIagi saat ini tim gugus tugas harus lebih fokus dalam hal pencegahan yang saat ini dirasa belum optimal. Pencegahan ini harus lebih kita intensifkan karena Kepri khususnya Batam yang memiliki kasus positif terbanyak di Kepri” ujar Jumaga.

Selain memiliki jumlah penduduk yang terbanyak di Kepri, Batam merupakan kota persinggahan dan kota tujuan masyarakat dalam mencari kerja.

Oleh sebab itu penyebaran dan penularan Covid-19 ini bisa sangat cepat jika tidak dilakukan pencegahan secara intensif.

Jumaga juga mengatakan tim gugus tugas harus segera memetakan wilayah-wilayah yang merupakan zona merah dan di wilayah tersebut harus segera dilakukan tindakan pencegahan penyebaran Covid-19.

“Sebagai contoh Bengkong, disana jumlah warga yang positif terbanyak di Batam oleh sebab itu tim harus secara masif melakukan pencegahan seperti melakukan penyisiran rapid test warga atau bila perlu dilakukan tes PCR” jelas Jumaga

Terakhir ia menambahkan bahwa ia sangat mendukung dengan dibentuknya tim gugus tugas provinsi untuk membantu tim di Kota Batam.

Dengan dibentuknya tim dari provinsi sebagai ‘back up’ ini diharapkan penanganan pandemi ini bisa berjalan lebih cepat dan sebagai langkah awal untuk menuju tatanan kehidupan baru ‘new normal’ dimana Batam akan dijadikan sebagai salah satu kota percontohan di Indonesia.

(***)


Kepala BKD KKA, Azwandi, SE.
ANAMBAS KEPRIAKTUAL.COM: Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) Azwandi, SE menjelaskan, faktor kunci keberhasilan KKA dalam meraih predikat WTP (Wajar Tanpa Pengecualian), tidak hanya ditentukan oleh satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melainkan koordinasi dan kerjasama seluruh OPD yang ada di Kabupaten Kepulauan Anambas, dan yang kedua adalah perbaikan manejemen aset.

“Secara tekhnis, keberhasilan Kabupaten Kepulauan Anambas dalam meraih WTP selama berapa tahun berturut-turut merupakan keberhasilan bersama seluruh OPD. Jadi bukan hanya satu OPD yang dominan, melainkan seluruh OPD dan BKD lah sebagai koordinator,” kata Azwandi, diruang kerjanya, Kamis, (28/05/2020).

Dikatakannya juga dalam meraih keberhasilan tersebut, untuk melengkapi data ke Badan Pemeriksaan Keuangan  (BPK), BKD sebagai koordinor terus mengejar OPD lainnya untuk melengkapi dan menyelesaikan laporan untuk BPK.

“Jadi, tugas dan fungsi dalam menyusun laporan keuangan ada di BKD, bukan OPD lain. Terus yang ke dua, keberhasilan Kabupaten Anambas dalam meraih WTP selama tiga tahun berturut-turut, adalah perbaikan manajemen aset, dan itulah kunci utamanya,” terangnya.

Pernyataan Kepala BKD itu, menampik pemberitaan dari beberapa media yang menyebutkan, keberhasilan WTP dipegang oleh salah satu OPD.


Arthur


Kapolda Kepri Irjen Pol Dr. Aris Budiman M.Si Lepas Personil TNI-Polri Pembagian Sembako. 
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Hari ini ribuan Paket sembako diberikan kepada fakir miskin, pekerja buruh dan masyarakat yang terdampak covid-19. Kapolda Kepri Irjen Pol Dr. Aris Budiman M.Si dalam hal ini menyerahkan bantuan paket sembako secara simbolis, dan melepas rombongan Personel Polri dan TNI pembawa paket sembako di Mapolda Kepri, Rabu (27/5/20).

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolda Kepri, Perwakilan dari Budha Tzu Chi Kota Batam Rudi Tan, Pejabat Utama Polda Kepri, Para pejabat TNI serta Personel TNI-Polri.

Kapolda Kepri dalam sambutannya mengatakan, bantuan kemanusian ini yaitu dalam bentuk pembagian sembako dari saudara-saudara kita di Budha Tzu Chi yang memberikan kepercayaan kepada kita TNI-Polri untuk menyalurkan bantuan tersebut.

Dan kemudian, kata Irjen Pol Dr. Aris Budiman, personel-personel yang membagikan, yaitu Babinsa dan Bhabinkamtibmas yang menjangkau sampai di pedesaan.

Penyerahan Bantuan Paket Sembako Secara Simbolis. 
"Saya yakin para personel kita mengetahui warga nya yang mengalami kesulitan baik yang terdampak Covid-19, maupun yang selama ini membutuhkan pertolongan kita. Sebagai Abdi Negara kami mengucapkan terima kasih kepada Budha Tzu Chi untuk bantuannya yang akan diberikan ke masyarakat," ujarnya.

Selanjutnya ditambahkan Ketua Budha Tzu Chi Kota Batam Rudi Tan. Dirinya mengatakan, puji syukur kepada Tuhan yang maha kuasa. Karena pada hari ini terjalin kerjasama yang baik antara TNI-Polri dan Budha Tzu Chi dalam Bakti Sosial Peduli Covid-19.

"Kami sangat bangga dan mengucapkan terima kasih kepada TNI-Polri atas kerjasama ini dan semoga dapat terus berlanjut dalam memberikan bantuan kepada masyarakat. Bahwa bantuan  kemanusiaan ini merupakan hasil dari bantuan seluruh masyarakat Kota Batam yang kami kumpulkan dari sebulan yang lalu," kata Rudi Tan.

"Sebanyak 10.000 paket sembako telah terkumpul. Dimana sebelumnya telah diserahkan 5.000 Paket sembako dan Pada hari ini 5.000 paket sembako kembali kami serahkan. Dengan harapan kegiatan ini, masyarakat yang membutuhkan dapat terbantu," tutur Rudi Tan dari Perwakilan Budha Tzu Chi kembali.

Selanjutnya Kapolda Kepri beserta pejabat TNI dan Budha Tzu Chi menyerahkan secara simbolis bantuan paket sembako dan melepas rombongan pengantaran paket sembako yang terdiri dari kendaraan roda dua personel TNI-Polri, kendaran truk pengangkut Sembako dan kendaraan dinas Patroli roda empat.

"Dengan berlangsung nya kegiatan ini diharapkan media yang ada di Provinsi Kepri dapat ikut berkontribusi memberikan data masyarakat yang benar-benar membutuhkan bantuan hingga tersentuh kepelosok masyarakat yang ada di Kepri dan tepat sasaran," ujar Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S.


Red/Humas Polda Kepri


Keluarga Korban Tewas Tabrak Lari Diskusi. 
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Pasca tertabraknya pejalan kaki, tabrak lari mobil Avanza warna hitam yang diduga dikendarai oleh istri marga Lubis pada hari Senin, 4 Mei 2020 lalu, hingga korban Benhard Simajuntak tewas. Pihak keluarga Benhard Simajuntak meminta proses secara hukum.

“Kami orang tua dari almarhum Benhard Simanjuntak, meminta Polresta Barelang supaya meneruskan proses hukum terhadap pengendara mobil Avanza, istri marga Lubis,” kata oppung Keni boru Sihombing, ibu kandung dari almarhum Benhard Simanjuntak, Selasa (26/5/2020).

Awalnya, pihak penabrak memilih berdamai dengan pihak keluarga korban untuk menyelesaikan kasus ini. Namun setelah 22 hari menunggu, perdamaian itu tidak ada kata sepakat alias buntu karena penabrak tidak ada memberikan solusi yang baik.

Bahkan saat pihak penabrak datang bersama keluarganya ke rumah korban di perumahan Gesya Batam Center, pada Kamis 14 Mei 2020 malam untuk berdamai, dan disaksikan oleh ketua RT, penggurus mesjid serta penggurus Simanjuntak Batam Timur dan Kodya Batam, jalan damai tetap tidak berhasil.

“Suami penabrak itu hanya menceritakan keluhannya soal mobilnya ditahan Polisi, cicilan kredit mobil hingga sejak kecelakaan itu terjadi pendapatanya tidak ada lagi. Sementara, saya ini sudah kehilangan anak karena ditabraknya, siapa tidak tambah sakit hati lagi. Saya tidak butuh uangnya, jika dia bisa menghidupkan kembali anak saya,” tutur ibu korban.

Sementara mewakili dari pungguan Simanjuntak Kota Batam mengatakan bahwa pihak keluarga korban sudah sepakat untuk melanjutkannya ke ranah hukum. Yang mana pihak penabrak saat perundingan damai hanya bertahan menawarkan biaya sebesar Rp15 juta.

“Uang yang ditawarkan pihak penabrak itu sudah termasuk biaya pengobatan selama 4 jam di RS Bhayangkara Polda Kepri, peti mati, pemakaman dan uang duka. Saat itu, kami sampaikan pada Lubis suami dari penabrak supaya dipikirkan kembali. Namun sampai saat ini tidak ada jawabanya,” tegas M. Simanjuntak S.H.

Untuk informasi bahwa sejak korban ditabrak di jalan raya sebelum lampu merah Nongsa pada tanggal 4 Mei 2020 sekitar pukul 09.00 wib. Korban sempat di rawat sekitar 4 jam di RS Bhayngkara Polda Kepri, kemudian menghembuskan napas pada pukul 13.00 wib.

Pelaku penabrak juga sempat ditahan bersama mobilnya di Polresta Barelang, namun karena ada jaminan dari Lubis suami penabrak, pelaku sampai saat ini menjadi tahanan rumah.

Redaksi


Sekda Kepri, Arif  Fadillah (Fhoto: Istimewa).
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: New Normal di Kepulauan Riau bakal dimulai dari masjid. Dalam waktu dekat, masjid akan diperbolehkan menggelar shalat berjamaah serta doa dan zikir. Untuk itu Pemprov Kepri akan memberikan dukungan pada masjid, untuk menerapkan protocol Covid-19.

Teknis pelaksanaan ibadah di masjid juga akan dibicarakan dengan Kanwil Kementerian Agama Kepri, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kepri dan juga Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Kepri.

“Kita kerjasama dengan kementerian agama, MUI, dewan kemakmurah masjid. Nanti kita juga akan mengadakan rapat dan pertemuan,” ujar Sekda Kepri, H.T.S. Arif Fadillah yang juga Ketua Harian Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Provinsi Kepri di Kepri Smart Province (KSP), Selasa (26/5).

Untuk membantu masjid-masjid dalam mempersiapkan protocol Covid-19, Pemprov Kepri akan membagikan handsanitizer dan masker ke masjid-masjid. “Nanti Pak Gubernur akan memberikan dukungan hand sanitizer dan masker untuk masjid-masjid,” tambah Sekda.

Sebelumnya Pemprov Kepri melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Kepri, telah membagikan 10 ribu masker dan ratusan handsanitizer kepada masyarakat.

Sumber: Diskominfo Kepri


Sekda Kepri, Arif Fadillah (Fhoto: Istimewa).
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Pegawai Pemprov Kepri masih akan menerapkan bekerja dari rumah (work from home) hingga 29 Mei mendatang. Diharapkan sebelum itu, sudah ada arahan dari Pemerintah Pusat terkait New Normal bagi aparatur sipil negara (ASN).

“Kan kita belum dapat surat dari Menpan. Hari ini rapat Menko, kita menunggu itu,” ujar Sekda Kepri, H.T.S. Arif Fadillah yang juga Ketua Harian Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Provinsi Kepri di Kepri Smart Province (KSP), Selasa (26/5).

Namun aktivitas bekerja ASN Pemprov Kepri akan tetap berjalan. Jika nanti diberlakukan New Normal bagi ASN, Pemprov Kepri akan mengikuti sesuai protocol Covid-19. “Aktivitas tetap berjalan, tapi ada jarak duduk,” tambah Sekda.

Nantinya tidak hanya New Normal bagi ASN saja, tapi juga akan diberlakukan New Normal bagi dunia usaha di Kepri. “Nanti termasuk juga kegiatan berusaha untuk New Normal. Tapi yang pertama kita persiapkan dulu New Normal untuk masjid. Hari ini keluarnya,” ungkap Sekda.

Saat ini Menpan RB masih mengkaji New Normal bagi ASN. "Ya kita harus realistis saja bahwa Corona ini belum ada obat/vaksin, jadi harus tetap waspada," ujar Sekretaris Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Dwi Wahyu Atmaji  Selasa (26/5/2020).

Ada tiga komponen yang akan diatur dalam skenario New Normal. Pertama, skenario ini akan menerapkan sistem kerja yang lebih fleksibel (flexible working arrangement) yang membuat ASN bisa bekerja dari kantor, rumah, atau tempat lain.

Kedua, skenario ini juga mewajibkan penerapan protokol kesehatan, seperti jaga jarak, pemakaian masker dan cuci tangan untuk mencegah penularan virus selama bekerja. Skema ini, jelas Wahyu, tentunya akan diiringi dengan penyesuaian sarana dan ruang kerja.

Ketiga, percepatan dan perluasan penerapan teknologi informasi dan komunikasi juga harus dilakukan dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik, misalnya melalui e-office, digital signature, dan rapat lewat video conference.

(***)


Fhoto: Istimewa
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Kepulauan Riau bersama Yogyakarta dan Bali telah ditetapkan Pemerintah Pusat, sebagai percontohan New Normal. Kepri sendiri akan memulai New Normal dari tempat ibadah. Masjid akan diperbolehkan menggelar shalat berjamaah.

“New normal dalam arti aktivitas bisa berjalan, tapi mengikuti pola dan perilaku standar Covid. Sesuai arahan Pak Gubernur, mungkin arahan kita pertama ke masjid. Kita beri kelonggaran,” ujar Sekda Kepri, H.T.S. Arif Fadillah yang juga Ketua Harian Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Provinsi Kepri di Kepri Smart Province (KSP), Selasa (26/5), dikutip dari situs Diskominfo Kepri.

Wilayah dengan zona hijau dapat melaksanakan shalat berjamaah di masjid. Sedangkan wilayah dengan kategori zona kuning dan merah, disarankan untuk melaksanakan shalat di rumah masing-masing. Namun jika pengurus masjid tetap ingin menggelar shalat berjamaah, harus mengkuti protocol Covid-19.

“Tentunya melalui pengawasan ketat dari  bupati dan walikota setempat. Aturan protocol covidnya kita sebutkan itu, ada pengecekan suhu badan, hand sanitizer, pakai masker, itu semua. Memakai ayat pendek. Jarak satu lengan,” jelas Sekda.

“Jika ada masjid yang tidak mengikuti protokol aturan Covid, itulah yang akan dilakukan pengawasan ketat oleh bupati dan walikota, apakah layak atau tidak layak mereka melanjutkan aktivitas tersebut. Ada pengecekan dari tim pengawasan dari gugus tugas masing-masing,” tambah Sekda.

Pemprov Kepri juga sudah berdiskusi dengan Kanwil Kemenag Kepri. “Pertama ibadah bisa kita lakukan, tapi tetap jaga. Misalnya satu tempat ketemu jamaah di masjid ada yang positf, nanti kita kaji lagi,” ungkap Sekda.

Pemprov Kepri juga mengajak masyarakat untuk menggelar doa dan zikir, memohon kepada Allah agar pandemic Covid-19 ini segera berlalu.

(***)


Kadis Parawisata Kepri, Buralimar (Fhoto: Istimewa).
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Pemerintah pusat telah menetapkan Yogyakarta, Bali dan Kepulauan Riau sebagai daerah percontohan New Normal. Kepri sendiri bakal menunjuk Bintan sebagai daerah percontohan New Normal di Kepri. Dalam waktu dekat, Bintan sudah akan bisa menerima turis.

Bintan dipilih karena daerah tersebut masih masuk dalam zona hijau. Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Buralimar mengatakan, Dinas Pariwisata (Dispar) Kepri sudah mengajukan Bintan ke Kementerian Pariwisata, dan saat ini menunggu arahan dari pusat.

“Kawasan di Bintan yang pertama kali di buka adalah Lagoi yang merupakan salah satu destinasi wisata di Kepri,” kata Buralimar, Selasa (26/5/2020), dikutip dari Diskominfo Kepri.

Pemprov Kepri telah mulai mempersiapkan Bintan untuk menerima turis. Diantaranya mempersiapkan tim medis di pintu masuk sesuai protokol kesehatan. “Pengunjung yang masuk juga diwajibkan mengunakan masker dan membawa hand sanitizer. Ya seperti kehidupan biasa, tapi wajib mengikuti protokol kesehatan,” sebut Buralimar.

“Walaupun Singapura belum membuka pintu keluar, dengan dibukanya Bintan akan membuat negara tetangga mencontoh kita nantinya,” ungkap Buralimar.

Buralimar berharap New Normal ini akan mendongkrak perekonomian Kepri maupun Indonesia, karena ada tiga daerah di Indonesia yang menjadi kota percontohan. “Tiga Kota yang masuk New Normal adalah kota penyumbangan perekonomian, semoga hal ini dapat membuat kita bangkit dalam keterpurukan,” harap Buralimar.

(***)


Plt Gubernur Kepri, H, Isdianto (Fhoto: Istimewa).
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Plt. Gubernur Kepri, H. Isdianto menyerahkan bantuan pembebasan, keringanan dan bantuan pendanaan penyelenggaraan pendidikan SMAN/S, MAN/S, SMKN/S, SLBN/S se-Provinsi Kepulauan Riau bertempat di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Selasa (26/5).

Covid-19, kata Isdianto, menjadi pandemi yang mengancam dunia tidak terkecuali Indonesia setelah ditetapkan oleh WHO pada 11 Maret 2020 dan Indonesia menetapkan Covid-19 sebagai bencana nasional pada 14 Maret 2020.

"Hingga kini, Covid-19 berdampak di sejumlah sektor salah satunya pendidikan," kata Isdianto dikutip dari Situs Diskominfo Kepri.

Isdianto melanjutkan, berdasarkan SKB 2 Mendagri dan Menkeu maka pemberian bantuan sosial Sumbangan Pendanaan Pendidikan (SPP) Ini termasuk pada Diktum Ketiga yakni Penyediaan Jaring Pengaman Sosial melalui pemberian bantuan sosiall kepada masyarakat kursng mampu yang menganlami penurunan daya beli akibat pandemi

"Untuk itu pemberian bantuan hari ini diharapkan dapat memberikan manfaat sehingga proses pendidikan dapat berjalan lancar di tengah pandemi yang melanda negeri ini," lanjutnya.

Kepada para Kepala Sekolah yang hadir meskipun bantuan SPP ini tidak semua siswa yang mendapatkan, namun Isdianto mengajak seluruh jajaran di dunia pendidikan agar bersama memerangi Covid-19 dengan semakin mendisplinkan diri mengerjakan setiap arahan dan himbauan terkait pencegahan Covid-19.

"Mari bersama kita perangi covid-19 ini, target kita bulan Agustus semua dapat berjalan normal seperti sedia kala, mudah-mudaan," tambah Isdianto.

Ucapan terimakasih pun dihaturkan Isdianto kepada jajaran TNI Polri yang turut berperan aktif dalam menyalurkan bantuan yang datangpun dengan semua pihak lainnya di Kepri yang bekerja keras dalam menangani pandemi covid-19 ini.

"Ini adalah bentuk kebersamaan semua elemen di Kepulauan Riau yang bahu-membahu sehingga Covid-19 dapat segera teratasi," kata Isdianto.

Terakhir, masih di tengah suasana idul fitri 1441 H/ 2020 Masehi, Isdianto atas nama Pemerintah, Keluarga dan Pribadi dalam kondisi pandemi covid-19 yang masih melanda menghaturkan maaf atas segala salah dan khilaf.

"Suasana lebaran yang berbeda tahun ini membuat kita tidak bisa berkumpul dan berkunjung, untuk itu saya atas nama Pemerintah, Keluarga dan pribadi mengucapkan minal aidin walfaidzin, mohon maaf lahir dan batin," pungkasnya.

Sementara itu, Sekdaprov. Kepri, H. T. S. Arif Fadillah melaporkan sehubungan penyebaran covid-19 yang hingga kini masih melanda hingga mempengaruhi segala aspek kehidupan, termasuk di bidang pendidikan.

"Atas dasar instruksi dan SKB dari Kementerian juga SK Gubernur serta konsultasi antara Disdik, Inspektorat dan Kejati, pemberian bantuan bertujuan agar penyelenggaraan pendidikan jenjang menengah atas sederajat dapat berjalan dengan lancar di tengah pandemi covid-19," kata Arif.

Selain itu lanjut Arif, pemberian bantuan dengan maksud untuk meringankan beban orang tua/wali peserta didik. Dengan kriteria penerima tergolong miskin dan atau rentan miskin yang mengajukan permohonan bantuan kepada satuan pendidikan, antara lain: 1. Pekerja dengan pendapatan harian, 2. Pekerja dengan penghasilan di bawah UMK, 3. Pekerja korban PHK atau yang dirumahkan, 4. Pekerja lainnya yang terdampak covid-19.

Adapun rincian bantuan adalah: 1. SMA sebanyak 146 satuan pendidikan dengan jumlah penerima sebanyak 19.694 peserta didik; 2. SMK sebanyak 111 satuan pendidikan dengan jumlah penerima sebanyak 14.861 peserta didik; 3. SLB sebanyak 18 satuan pendidikan dengan jumlah penerima sebanyak 624 peserta didik; 4. MA sebanyak 39 satuan pendidikan dengan jumlah penerima sebanyak 1.317 peserta didik.

"Sehingga total peserta didik yang menerima bantuan adalah sebanyak 36.496 orang," lanjut Arif.

Kemudian, untuk besaran bantuan sendiri, untuk satuan pendidikan Negeri berupa pembebasan pembayaran SPP selama 2 bulan (April dan Mei). Sedangkan untuk Swasta mendapat bantuan sosial maksimal Rp. 250.000/peserta didik selama 2 bulan (April dan Mei), bagi satuan pendidikan swasta yang memungut SPP di bawah nominal tersebut maka akan dibantu sebesar SPP yang telah ditetapkan di awal ajaran 2019/2020.

Rinciannya adalah: 1. 134 SMA sebesar Rp. 4.805.830,-; 2. 98 SMK sebesar Rp. 7. 131.416.000,-; 3. 9 SLB sebesar Rp. 125.200.000,-; 4. 33 MA sebesar Rp. 360.660.000,-.

Sehingga jumlah bantuan untuk 36.496 peserta didik sebesar Rp. 12.422.306.000,-/bulan dikali 2 bulan untuk April dan Mei," tambah Arif.

Dalam kesempatan tersebut juga disejalankan dengan penyerahan bantuan dari Temasek Foundation Singapura ke Pemprov Kepri selaku Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kepri dalam hal ini secara simbolis di serahkan oleh Danlantamal IV Tanjungpinang Laksma TNI Arsyad Abdullah.

Adapun rincian bantuan tersebut adalah: 1. Hand sanitizer sebanyak 2.500 liter, 2. Intermediate Bulk Container sebanyak 35 pcs, 3. Drum Sets sebanyak 350, 4. Extaction Kits 2.0 sebanyak 6 paket untuk 10.368 sampel, 5. Fortitude Kit 2.0 sebanyak 50 paket untuk 10.000 sampel.

"Atas nama masyarakat dan Pemerintah Provinsi Kepri kami ucapkan terimakasih untuk Temasek Foundation Singapura atas bantuannya," pungkas Arif.

Tampak hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Ketua DPRD Kepri Dewi Kumalasari, Kajati Kepri Sudarwidadi, Danlanud RHF Kolonel Pnb Andi Widjanarko, Asisten, Staf Ahli dan Sejumlah Kepala OPD di lingkungan Pemprov Kepri.

(***)


Presiden memberikan keterangan pers usai meninjau Kesiapan Penerapan Prosedur Standar New Normal di Sarana Publik, di Stasiun MRT Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Provinsi DKI Jakarta, Selasa (26/5). (Foto: Humas/Teguh)
JAKARTA KEPRIAKTULA.COM: Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan bahwa mulai hari ini Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) akan berada di titik keramaian untuk mendisiplinkan masyarakat agar mengikuti protokol kesehatan.

”Pagi hari ini saya datang ke Stasiun MRT dalam rangka untuk memastikan bahwa mulai hari ini akan digelar oleh TNI dan Polri, pasukan untuk berada di titik-titik keramaian dalam rangka mendisiplinkan,” ujar Presiden usai meninjau Kesiapan Penerapan Prosedur Standar New Normal di Sarana Publik, di Stasiun MRT Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Provinsi DKI Jakarta, Selasa (26/5).

Lebih lanjut, Presiden menyampaikan bahwa pendisiplinan masyarakat bertujuan agar mengikuti protokol kesehatan sesuai dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

”Akan digelar di 4 provinsi dan 25 kabupaten/kota mulai hari ini, sehingga kita harapkan kedisiplinan yang kuat dari masyarakat akan semakin terjaga,” imbuh Presiden.

Kepala Negara berharap dengan dimulainya TNI dan Polri ikut secara masif mendisiplinkan, menyadarkan, dan mengingatkan masyarakat.

Ia juga berharap bahwa kurva dari penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) ini akan semakin menurun.

”Kita melihat bahwa R0 dari beberapa provinsi sudah di bawah 1, dan kita harapkan akan semakin hari semakin turun dengan adanya/digelarnya pasukan dari TNI dan Polri di lapangan secara masif,” pungkas Presiden akhiri pernyataan.

Turut hadir dalam kesempatan ini Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Idham Aziz, dan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan.


Sumber: Setkab.go.id


Presiden didampingi Panglima TNI, Kapolri dan Gubernur Provinsi DKI usai melihat secara langsung pendisiplinan protokol kesehatan agar masyarakat bisa melaksanakan kegiatan dan aman terhadap Covid-19, di Stasiun MRT Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Provinsi DKI Jakarta, Selasa (26/5). (Foto: Humas/Teguh).
JAKARTA KEPRIAKTUAL.COM: Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI), Marsekal Hadi Tjahjanto, menyampaikan bahwa rencana pendisiplinan protokol kesehatan ini akan dilaksanakan, sebagaimana disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi), adalah 4 provinsi dan 25 kabupaten/kota.

”Objeknya adalah tempat-tempat lalu lintas masyarakat, kemudian mal-mal, pasar-pasar rakyat, kemudian tempat pariwisata,” ujar Panglima TNI usai mendampingi Presiden melihat secara langsung pendisiplinan protokol kesehatan agar masyarakat bisa melaksanakan kegiatan dan aman terhadap Covid-19, di Stasiun MRT Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Provinsi DKI Jakarta, Selasa (26/5).

Dari data yang ada, Panglima TNI sampaikan bahwa kegiatan tersebut akan dilakukan di 4 provinsi dan 25 kabupaten/kota serta ada 1.800 objek yang akan dilaksanakan pendisiplinan tersebut.

”Dalam tahap pertama ini kita laksanakan secara serentak di 4 tempat, yaitu di DKI Jakarta khususnya adalah di Bundaran HI, kemudian di wilayah Bekasi, berikutnya adalah Provinsi Jawa Barat, Sumatra Barat, dan Gorontalo,” imbuh Panglima TNI.

Pelaksanaan pendisiplinan, menurut Panglima TNI, dilaksanakan secara bertahap, seperti contoh saat ini adalah melaksanakan tempat lalu lintas masyarakat di stasiun kereta.

”Kemudian siang nanti rencananya Bapak Presiden juga akan meninjau adalah tempat niaga khususnya adalah foodhall di daerah Bekasi,” ungkap Panglima TNI.

Termasuk, menurut Panglima TNI, adalah tempat-tempat untuk mendukung kepentingan masyarakat yaitu tempat-tempat penjualan Apotek/penjualan obat yang akan terus diawasi.

Yang akan dilaksanakan di antaranya, menurut Panglima TNI, adalah pendisiplinan protokol kesehatan, sebagai berikut:

Pertama, seluruh masyarakat perlu diawasi supaya tetap memakai masker;

Kedua, masyarakat dalam kegiatan juga harus menjaga jarak aman;

Ketiga, siapkan tempat mencuci tangan atau alat hand sanitizer.

”Mudah-mudahan dengan kegiatan ini, tahap pertama bisa berjalan dengan baik,” ungkap Panglima TNI.

Tahap pertama, menurut Panglima TNI akan diatur, contohnya adalah mal yang kapasitasnya 1.000 mungkin akan diizinkan untuk 500 orang saja dan diawasi.

”Termasuk juga rumah makan harusnya mungkin 500 orang kita batasi mungkin hanya 200 orang saja,” tandas Marsekal Hadi.

Menurut Panglima TNI, kerja sama antara TNI/Polri dengan pemerintah daerah termasuk koordinasi dengan Gugus Tugas mudah-mudahan apa yang diinginkan semua masyarakat tetap beraktivitas tapi aman dari Covid-19.

”Oleh sebab itu, saya mohon dukungan dari seluruh rekan-rekan untuk berhasilnya pelaksanaan pendisiplinan protokol kesehatan tersebut,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Panglima TNI sampaikan harapan agar 4 provinsi dan 25 kabupaten/kota tersebut nantinya R0-nya bisa turun sampai 0,7 sampai dengan bawah lagi yang lebih bagus.

Sebagai tambahan, Panglima TNI sampaikan anggota Polri yang dilibatkan kurang lebih 340.000 karena harus mengamankan di 1.800 lokasi tersebut.

”Nanti siang di sini juga aktivitas di atas juga segera akan kita laksanakan setelah di bawah, siang ini langsung di atas Stasiun MRT HI segera kita laksanakan pendisiplinan terhadap protokol kesehatan tersebut,” pungkas Panglima TNI.

Sumber: Setkab.go.id


Infografis Pengendalian Transportasi Mudik 2020. (Sumber: Kemenhub).
JAKARTA KEPRIAKTUAL.COM: Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menegaskan bahwa kegiatan mudik sebelum hari raya Idulfitri maupun kegiatan setelah itu yang biasa disebut arus balik tetap dilarang.

Hal itu sejalan dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Mudik Idulfitri Tahun 1441 H dan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 tentang Kriteria Pembatasan Perjalanan Orang dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19).

Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati mengungkapkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan seluruh stakeholder terkait untuk memperketat pengawasan pengendalian transportasi pada fase setelah Idulfitri 1441 H, yaitu mulai 26 Mei 2020 sampai dengan waktu yang ditentukan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Menurut Adita, Kemenhub juga telah berkoordinasi dengan Gugus Tugas, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dan Polri, dalam menjalankan penyekatan pergerakan orang keluar masuk DKI Jakarta, yang akan menggunakan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) sebagai salah satu syaratnya.

Adita menambahkan, terhadap pengawasan di simpul-simpul transportasi, seperti di terminal bus, bandara, pelabuhan dan stasiun KA, jajaran Kemenhub melakukan penambahan personel di lapangan untuk memperketat pengecekan dokumen di titik keberangkatan.

“Semua penumpang yang tidak memenuhi syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan, tidak akan diizinkan berangkat,” tegas Adita.

Pemerintah melalui Gugus Tugas telah menegaskan agar masyarakat yang hendak bepergian dengan transportasi umum maupun kendaraan pribadi wajib menunjukkan surat keterangan telah mengikuti Rapid Test untuk jangka waktu kedaluwarsa 3 (tiga) hari atau surat keterangan telah mengikuti PCR Tes untuk jangka waktu kedaluwarsa 7 (tujuh) hari.

Baik itu di pos pemeriksaan yang ada di terminal, pelabuhan, stasiun KA dan di-check point penyekatan yang ada di sejumlah jalan dan jika tidak bisa menunjukkan, maka tidak diperbolehkan melanjutkan perjalanan.

Bagi pemudik yang menggunakan moda transportasi udara, selain harus menunjukkan syarat sesuai Surat Edaran Gugus Tugas, juga harus dapat menunjukkan surat bebas Covid-19 dari tes PCR yang jangka waktu kedaluwarsanya tujuh hari.

Pelaksanaan tes harus dilakukan di kota keberangkatan, bukan di bandara, dan jika tidak bisa menunjukkan syarat tersebut, tidak dapat melakukan perjalanan menggunakan pesawat.

Kebijakan pengetatan pengawasan transportasi balik menuju Jakarta, menurut Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19, Achmad Yurianto, merupakan upaya preventif agar kontrol penularan Covid-19 di Jakarta dapat dikendalikan.

“Tahan dulu di rumah dari daerah asal, jangan dulu ke Jakarta untuk mencari nafkah, dalam situasi pandemi Covid-19,” cetus Yurianto.

Yuri berharap masyarakat yang sempat mudik ke daerah masing-masing bisa memahami kebijakan Pemerintah untuk sementara melarang warga kembali ke Jakarta.

”Jika masyarakat tidak disiplin dan berpartisipasi terhadap kebijakan ini, justru akan menimbulkan masalah baru yang lebih besar karena Jakarta masih menjadi episentrum Covid-19,” jelas Yuri.

Sumber: (Kemenhub/EN)



(Fhoto: Istimewa) 
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Plt. Gubernur Kepulauan Riau H. Isdianto pada tahun ini melaksanakan Sholat Idul Fitri 1441 H berjamaah bersama keluarga besar di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Ahad (24/05).

Sesaat setelah melaksanakan sholat, Isdianto menyampaikan bahwa pelaksanaan sholat Idul Fitri saat ini tampak sangat berbeda dengan pelaksanaan sholat Idul Fitri pada tahun-tahun sebelumnya karena kita tidak dapat sholat di lapangan atau tempat yang mengumpulkan orang banyak dikarenakan covid-19.

"Tahun ini kami laksanakan sholat berjamaah hanya bersama keluarga besar. Semoga langkah ini diikuti oleh semua masyarakat agar kita bersama mencegah penyebaran virus corona," himbau Isdianto, dikutip dari situs Diskominfo Kepri.

Dengan adanya covid-19 ini, menurut Isdianto adalah waktu yang tepat bagi semua untuk mengintrospeksi diri dan terus yakin akan kebesaran Yang Maha Kuasa. Karena hanya virus kecil yang tidak seberapa bisa menghancurkan dan menghentikan sejumlah sektor di seluruh dunia.

"Ini adalah bukti kebesaran Allah agar kita sebagai manusia tidak sombong dan semakin rajin dan taat beribadah kepadanya. Selain itu hikmah dari corona ini kita jadi lebih sering berkumpul dengan keluarga untuk berbagi suka dan duka," jelasnya.

Kepada seluruh FKPD Provinsi Kepulauan Riau, Kepala Daerah Se-Kepri, Kepala OPD Provinsi Kepri dan seluruh Masyarakat Kepulauan Riau, Isdianto pada kesempatan ini menyampaikan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 H, mohon maaf lahir dan Batin.

"Mohon maaf kepada seluruh rekan kerja dalam pemerintahan dan seluruh masyarakat Kepulauan Riau, apabila sekiranya dalam bekerja dan berinteraksi ada silap kata dan perbuatan maka di hari yang Fitri ini tolong dimaafkan," harapnya.

Adapun setelah melaksanakan Sholat Idul Fitri Plt. Gubernur Kepulauan Riau H. Isdianto didampingi oleh Hj. Meri Isdiantio, Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau H. TS. Arif Fadillah dan Hj. Rismarini Arif berkesempatan menyapa para Kepala OPD di Lingkungan Provinsi Kepulauan Riau melalui sambungan Video Conference untuk saling bermaafan.

(***)


Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto.
JAKARTA KEPRIAKTUAL.COM: Pemerintah Indonesia melaporkan kembali perkembangan terbaru jumlah pasien Penyakit Coronavirus atau Covid-19 secara nasional. Hingga Senin 25 Mei 2020, pukul 12.00 WIB, jumlah pasien positif Covid-19 menyetujui pemerintah bertambah 479 orang.

"Pasien positif hari ini sebanyak 479 orang, sehingga total menjadi 22.750 orang," kata Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto di Gedung BNPB, Jakarta Timur.

Jumlah pasien positif Covid-19 masih terjadi, namun menurut Yurianto, pasien pulih tim medis juga mulai disetujui per hari ini. Per hari ini kata Yurianto, ada 240 pasien pulih dari Covid-19 atau bertambah 87 dari kemarin yaitu 153 orang.

"Kasus yang diselesaikan total 5.642 orang," katanya.

Sementara itu, lanjut dia, pasien yang meninggal dunia karena Covid-19 per hari ini bertambah 19 orang. Total jumlah pasien meninggal mencapai 1,391 orang.

"Kasus meninggal dunia sebanyak 19 orang, jadi totalnya 1,391 orang," tukasnya.

Yurianto meminta masyarakat selalu taat dalam peraturan yang telah ditentukan sesuai persetujuan Corona.

"Menjaga jarak sesuatu yang penting, tetap ada di rumah dan bisa produktif di rumah. Tidak bisa pulang terkendali, dan tidak melakukan perjalanan ke mana pun termasuk tidak mudik," pungkasnya.

Sumber: Merdeka.com


(Fhoto: Ilustrasi)
SOLO KEPRIAKTUAL.COM: Detasemen Khusus (Densus) 88 menangkap BE alias Ubay dan REP alias Abu Yusuf, Kamis (21/5) siang. Dua pria asal Tanah Datar, Sumatera Barat itu diduga sebagai anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang dinyatakan sebagai organisasi terlarang di tanah air.

Kapolresta Surakarta, Andy Rifai, membenarkan saat dikonfirmasi mengenai penangkapan tersebut.

"Betul. Dia ditangkap di Gentan (Sukoharjo) tapi kos di Solo. Untuk detailnya langsung ke Densus 88 saja," kata Andy saat dihubungi melalui telepon, Senin (25/5).

Berdasarkan informasi yang dihimpun CNNIndonesia.com, BE ditangkap di Desa Gentan, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo. Ia merupakan kelahiran Tanah Datar, Sumatra Barat. Ia pindah domisili ke RT 01 RW 05 Kampung Losari, Kelurahan Semanggi, Solo setelah menikah dengan warga setempat tahun 2016.

Setelah menikah, BE diserahi mengelola kos 11 kamar milik mertuanya. BE sendiri tinggal di salah satu kamar kos itu bersama istrinya. Sejak sebulan yang lalu, BE menerima REP tinggal di salah satu kamar kosnya.

Salah satu saksi mata yang merupakan ketua RT 01, Sukino, mengungkapkan tentang penangkapan BE oleh Densus 88.

"Sekitar jam 12.30 WIB saya di masjid didatangi intel. Disuruh menunjukkan rumahnya BE," katanya.

Selain menangkap REP, polisi juga menggeledah kamar BE dan REP disaksikan Sukino dan linmas Kelurahan Semanggi. Belasan buku disita dari dua kamar itu.

"Saya tidak tahu buku tentang apa. Saya cuma ditunjukkan saja," kata Sukino.

Sukino mengaku hingga saat ini belum mengantongi identitas REP. BE selalu menghindar setiap kali ia meminta identitas REP.

"Kalau diminta KTP katanya pergi. Besoknya saya minta lagi, katanya pergi lagi," ujarnya.

BE sendiri dikenal ramah dengan warga sekitar. Ia bahkan sering mampir di warung di depan kosnya sambil berbincang dengan tetangga. Hanya saja ia jarang salat di masjid setempat.

"Tidak tahu masjidnya di mana. Di daerah Selatan sana katanya," kata dia.

Lain halnya dengan BE, REP dikenal irit bicara. Ia bahkan tak pernah menyapa warga yang papasan di jalan.

"Tidak pernah sama sekali. Kalau ketemu ya cuma diem saja. Kalau BE orangnya baik. Sering beli di sini. Orangnya biasa saja. Tidak ada yang mencurigakan," kata salah satu pemilik warung, Wahyudi.

Sumber: CNN Indonesia


(Fhoto: Ilustrasi).
JAKARTA KEPRIAKTUAL.COM: Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobe mengatakan telah menutup penerbangan yang mengangkut penumpang ke Bandar Udara Internasional H.A.S. Hanandjoeddin, Tanjung Pandan, Belitung, Kepulauan Bangka Belitung sejak 16 Mei lalu, untuk mencegah penyebaran virus corona (Covid-19).

Menurutnya, pesawat dari Jakarta atau daerah lain hanya diizinkan mengangkut kargo. Kebijakan tersebut diambil setelah pemerintah pusat mengizinkan moda transportasi udara beroperasi kembali.

"Tanggal 16 (Mei) itu adalah penerbangan pertama dan terakhir yang kami terima. Sekarang kami sudah hanya gunakan kebijakan one way, kami ngotot sekarang bicara sama maskapai, Soekarno Hatta kami minta kosong, hanya ngangkut kargo," kata Isyak kepada CNNIndonesia.com melalui sambungan telepon, Minggu (24/5).

Isyak mengaku dari awal sudah menolak rencana pemerintah pusat yang ingin membuka penerbangan kembali di tengah larangan mudik dan pandemi virus corona. Menurutnya, pembukaan izin penerbangan ini menjadi ancaman bagi daerah yang masih bebas dari virus corona.

"Kami sudah dari awal menolak itu. Dan ini akan menjadi ancaman buat daerah yang sudah hijau," ujarnya.

Kekhawatiran Isyak itu terbukti setelah tiga orang yang baru tiba di Belitung dinyatakan positif terinfeksi virus corona, pada Jumat (22/5).

Dua orang di antaranya adalah jemaah tablig akbar yang baru pulang dari Bangladesh dan naik pesawat pada 16 Mei lalu. Sementara satu orang diduga terpapar virus corona di Jawa Barat.

Sebelum tiga orang dinyatakan positif virus corona, Belitung sempat menjadi zona hijau lantaran tak satu pun kasus positif ditemukan di daerah ini. Kasus terakhir juga telah dinyatakan sembuh.

Isyak menyayangkan sistem protokol kesehatan di Jakarta, khususnya otoritas Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang tidak memeriksa para penumpang atau calon penumpang dengan baik. Ia pun heran dua orang dari Bangladesh tak dikarantina selama 14 hari di Jakarta.

"Kenapa enggak dikarantina dulu 14 hari? Jadi saya pun sempat mempertanyakan hasil swab mereka (di Jakarta) yang negatif itu ke litbangkes dan ke KKP Soeta. Saya tanyakan ini valid enggak? Pakai tulis tangan, valid kata mereka," katanya.

Lebih lanjut, Isyak mengatakan pihaknya saat ini tak mempercayai berbagai surat yang mesti dilampirkan oleh para pemudik dari Jakarta dan daerah lain. Masalahnya surat atau dokumen mudik itu justru diperjualbelikan dengan harga normal dan kemungkinan tidak valid.

"Kami juga sayangkan kebijakan membuka kembali penerbangan di daerah" ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo melarang mudik ke kampung halaman di tengah pandemi virus corona. Larangan mudik tersebut berlaku untuk masyarakat di daerah zona merah virus corona dan menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) mulai 24 April hingga 31 Mei.

Namun, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengeluarkan kebijakan melonggarkan transportasi di tengah larangan mudik per 7 Mei lalu. Ia menyebut semua moda angkutan udara, kereta api, laut dan bus bisa beroperasi lagi dengan menerapkan protokol Covid-19.

Pemerintah pun mengizinkan masyarakat melakukan perjalanan saat larangan mudik ini dengan sejumlah syarat. Penumpang pun langsung memadati Bandara Internasional Soekarno-Hatta selepas pelonggaran transportasi di tengah pandemi virus corona ini.

Sumber: CNN Indonesia


(Fhoto: Istimewa)
BANDUNG KEPRIAKTUAL.COM: Seorang anggota oknum Polri yang bertugas di Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polrestabes Bandung Bripka Hil, "mengamuk" di cek poin Ciparay lantaran tak tertima ditegur agar memakai masker oleh petugas, Senin (25/5/2020) sekitar pukul 07.45 WIB.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, Bripka Hil mengendarai mobil Fortuner D 1087 TI warna hitam melaju dari arah Baleendah ke arah Kota Bandung.

Saat melintas di cek poin Ciparay, petugas menghentikan kendaraan pelaku. Petugas cek poin Bripka Aas Arbin memeriksa kelengkapan surat-surat kendaraan pelaku.

Selain itu, petugas cek poin pun menegur Bripka Hil agar mengenakan masker. Sebab, saat itu Bripka Hil terlihat tak mengenakan masker sebagai upaya pencegahan virus Corona.

Namun teguran itu justru ditanggapi negatif oleh pelaku Bripka Hil dengan melontarkan kata-kata kasar dan tak pantas kepada petugas cek poin Ciparay.

Bahkan Bripka Hil menantang berkelahi para petugas di cek poin Ciparay. Setelah itu, Bripka Hil menghentikan laju kendaraannya di depan Mapolsek Ciparay.

"Kamu angkatan berapa?!" kata Bripka Hil kepada petugas yang memeriksa dirinya.

Khawatir terjadi hal-hal tak diinginkan, anggota Polsek Ciparay Bripka Rizal melaporkan kejadian itu ke perwira pengendali (Padal) cek point Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Ciparay Ipda Ahma Nurdin.

Setelah menerima laporan, padal PSBB Ciparay Ipda Ahmad Nurdin bergegas menuju kendaraan yang dikemudikan pelaku Bripka Hil. Ipda Ahmad Nurdin berupaya meredam emosi Bripka Hil.

Namun, oknum anggota Satlantas Polrestabes Bandung yang bertugas di bagian penerbitan surat izin mengemudi (SIM) itu tetap ngotot. Ipda Ahmad Nurdin menyuruh Bripka Hil turun dari mobilnya.

Permintaan itu justru dijawab Bripka Hil dengan menekan pedal gas mundur dan mobilnya nyaris menabrak angkutan kota (angkot) yang sedang parkir.

Kemudian Bripka Hil kabur ke Jalan Pamageursari, belakang Polsek Ciparay.

Kapolsek Ciparay AKP Suyatno membenarkan peristiwa itu terjadi di cek poin PSBB Ciparay. Kasus tersebut kini ditangani oleh Polrestabes Bandung.

"Betul ada kejadian seperti itu (oknum anggota Polrestabes Bandung mengamuk di cek poin PSBB Ciparay). Tadi mungkin dianya (Bripka Hil) lagi buru-buru, salah paham. Sekarang (kasus itu) sudah ditangani polresyabes Bandung," kata Suyatno dikonfirmasi melalui telepon, Senin (25/5/20).

Bripka Hil Diperiksa Propam

Bripka Hil, saat ini tengah diperiksa intensif Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polrestabes Bandung.

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya mengatakan, oknum anggota Satlantas Polrestabes Bandung, Bripka Hil saat ini sedang diperiksa intensif oleh Bid Propam.

Namun Ulung masih enggan memberikan keterangan terkait kronologi dan penyebab Bripka Hil bersikap negatif dan mengamuk saat ditegur petugas cek poin Ciparay untuk mengenakan masker.

"(Bripka Hil) sudah dipanggil dan sedang diperiksa propam. (Terkait penyebab Bripka Hil merespos negatif teguran petugas) nanti diinfokan ya. Sekarang sedang diperiksa," kata Ulung.

Sumber: Sindonews


Pengecekan Pos Pengamanan dan Pelayanan oleh Kapolda Kepri. 
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Kapolda Kepri Irjen Pol Dr. Aris Budiman M.Si beserta Wakapolda Kepri, Irwasda Polda Kepri serta Pejabat Utama Polda Kepri laksanakan pengecekan Pos pengamanan dan pos pelayanan Operasi Lilin Seligi 2020, Sabtu (22/5/20) malam.

Pengecekan Pos pengamanan dan pelayanan yang pertama dikunjungi oleh Kapolda Kepri beserta rombongan berada di kawasan Nagoya, Kota Batam. Tepatnya di Pos Pengamanan Nagoya Hill. Kapolda Kepri langsung memantau jumlah kekuatan dan kesiapan Personel yang melaksanakan tugas diwilayah tersebut.

Tujuan berikutnya Kapolda Kepri beserta rombongan melakukan pemantauan di Pos pengamanan dan pelayanan jalan Engku Putri Batam Center. Ditempat tersebut kembali Kapolda Kepri melakukan pengecekan kesiapan serta jumlah kekuatan personel yang melakukan pengamanan serta pelayanan dalam rangka perayaan Hari raya idul Fitri 1441 Hijriah.

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S., S.IK., M.Si. mengatakan, hadirnya pimpinan Polri Polda Kepri di Pos Pengamanan dan pelayanan Operasi Ketupat Seligi 2020, merupakan bentuk hadirnya pimpinan Polri ditengah-tengah anggota nya.

"Dan hal itu, dalam rangka melihat langsung proses pengamanan serta memantau situasi Kamtibmas di wilayah Provinsi Kepri khusus nya di Kota Batam, selama kegiatan berlangsung dan hingga pada hari ini tepatnya 1 Syawal 1441 Hijriah,  di Hari Raya Idul Fitri situasi di Provinsi Kepri secara umum terdapat dalam keadaan aman dan terkendali," kata Kabid Humas Polda Kepri.

Humas Polda Kepri


Lanal Ranai Berbagi Takjil dan Masker Kepada Pengguna Jalan.
NATUNA KEPRIAKTUAL.COM: Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Ranai kembali aksi bagi-bagi takjil dan masker gratis kepada pengguna jalan raya pengendara kendaraan roda dua dan roda empat. Hal itu berlangsung di Jl.DKW. Moh. Benteng Ranai  Natuna Kepulauan Riau, Jumat (22/05/2020).

Komandan Lanal (Danlanal) Ranai, Kolonel Laut (P) Dofir memipin langsung dengan turun ke jalan untuk membagikan takjil dan masker bersama-sama dengan segenap Prajurit Lanal Ranai.

Pada kesempatan tersebut Danlanal Ranai menyampaikan, bahwa berbagi rejeki itu sangat indah. Apalagi ketika melihat secercah senyum mereka yang penuh peluh, itu adalah sebuah anugerah kecil untuk seluruh prajurit Lanal Ranai.

"Alhamdulilah tahun ini kami dapat menyapa mereka dengan sedikit rejeki yang kami punya," ujarnya.

Kemudian Danlanal berharap, semoga Ramadhan tahun depan, kegiatan seperti ini  masih bisa terus dilaksanakan.

"Karena berbagi itu sangat indah serta kiranya mendapat keberkahan dari Allah SWT," tutup Danlanal Ranai

Dispen Lantamal IV Tanjungpinang.



Pelaku Perompakan di Perairan Batam Diamnakan.
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Berawal dari laporan, adanya orang tak dikenal (OTK) yang naik ke kapal MT Ocean Leader yang sedang lego jangkar di perairan Tanjung Uban pada tanggal 17 Mei 2020 pukul 04.00 Wib untuk melakukaan perompakan/pencurian. Serta pada tanggal 18 Mei 2020 pukul 21.30 Wib adanya percobaan perompakan/pencurian terhadap kapal sedang berlayar di Utara Nongsa Batam yaitu kapal SV. Winposh Resolve yang sedang ditunda oleh TB. SMS.

Dengan adanya dua kejadian tersebut, Komandan Lantamal IV Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI Arsyad Abdullah, S.E., M.A.P., memerintahkan Tim F1QR Lantamal IV untuk bergerak menyelidiki dan menangkap para pelaku percobaan perompakan/pencurian tersebut.

Dari hasil penyelidikan Tim F1QR Lantamal IV, diperoleh informasi adanya sarana boat pancung bermesin tempel 40 PK merek Yamaha, yang dicurigai sering melakukan tindak kriminal pencurian barang-barang dari kapal, sehingga Tim F1QR Lantamal IV menindaklanjuti dengan pembagian tugas yaitu tim darat untuk penyelidikan didarat dan tim laut untuk melaksanakan patroli di perairan Sekupang, Tg Uncang, Sagulung dan Dapur 12 Batam.

Pada hari Jumat tanggal 21 Mei 2020 sekira pukul 20.30 Wib, pada saat Sea Rider Tim F1QR Lantamal IV sedang berpatroli di perairan Selat Bulan Batam, kemudian melihat sebuah boat pancung yang mencurigakan bergerak dari arah Tanjung Uncang Batam menuju Pulau Buluh Sagulung Batam, lalu Sea Rider Tim F1QR Lantamal IV mencoba mengejar dari arah berlawanan boat pancung tersebut.

Karena merasa dikejar oleh Sea Rider F1QR Lantamal IV, sehingga boat pancung tersebut bergerak cepat mengarahkan haluannya ke kedangkalan di Pulau Melintang pada koordinat 01° 03.88” LU - 103° 54’ 102” BT, kemudian mengandaskan boat pancungnya, dan selanjutnya melarikan diri ke arah hutan bakau, diperkirakan isi penumpang berjumlah 4 sampai dengan 5 orang.

Berdasarkan pengembangan dilapangan, pada hari Jumat tanggal 22 Mei 2020 sekira pukul 06.00 Wib, Tim F1QR telah berhasil mengamankan 2 orang pelaku tersebut yaitu inisial SB alias D dan inisial H masing-masing di Dapur 12 dan Pulau Labuh Batam.

Selanjutnya pada pukul 12.50 Wib, berdasarkan keterangan dari kedua pelaku tersebut, lalu dikembangkan dengan teknologi melalui  trace nomor telepon selular pelaku, Tim F1QR Lantamal IV telah berhasil mengamankan 2 orang pelaku lagi yaitu yang berinisial SE di BTS Sagulung  dan inisal JS pada pukul 13.30 Wib di rumahnya di Kavling Melati Sei Pelunggut Sagulung Batam keduanya adalah pemain lama khusus perompakan.

Dari hasil pendalaman Tim F1QR Lantmal IV keterangan sementara dari para pelaku mengakui perna merompak di kapal tanker MT. Medan yang berlabuh di perairan Batu Ampar Batam dan di kapal MT.Ocean Leader pada tanggal 17 Mei 2020.

Sementara itu 4 orang pelaku telah diamankan Tim F1QR Lantamal IV di sel kantor Pomal Lanal Batam, berikut beberapa barang bukti dintaranya 1 buah boat pancung kayu ukuran panjang 7 meter lebar 1 meter berikut satu unit mesin motor tempel  merek Yamaha 40 PK dan 1 bilah pisau badik panjang 15 cm (sama dengan sajam yang tertinggal di kapal MT Ocean Leader), sedangkan para pelaku lainnya yang belum tertangkap masih dalam pengejaran Tim F1QR Lantamal IV. (Dispen Lantamal IV).

Dispen Lantamal IV Tanjungpinang.



Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.