Fhoto: Istimewa
JAKARTA KEPRIAKTUAL.COM: Motor listrik 'Gesits' yang ditandatangani Presiden Joko Widodo laku dilelang Rp 2,550 miliar dalam acara konser amal penggalangan dana secara virtual yang ditayangkan TVRI dan sejumlah stasiun televisi lainnya, Minggu (17/5). Duit lelang kemudian akan didonasikan untuk warga yang terdampak pandemi virus corona.

Motor tersebut jatuh ke tangan pengusaha asal Jambi bernama M Nuh setelah tawarannya Rp2,550 miliar menjadi yang tertinggi.

Ketua KADIN Rosan Roeslani mengatakan motor Gesits itu istimewa karena merupakan motor produksi lokal yang pernah dikendarai Jokowi. Ia menuturkan 100 persen hasil lelang itu akan diberikan pada masyarakat yang membutuhkan di tengah masa pandemi corona ini.

MPR diketahui menggelar konser amal penggalangan dana bersama Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui konser virtual "Berbagi Kasih Bersama Bimbo, Bersatu Melawan Corona" yang disiarkan di sejumlah stasiun televisi, Minggu (17/5).

Jokowi dalam konser tersebut telah menyampaikan agar warga menjaga persatuan dan kesatuan dan kepedulian pada sesama yang terdampak corona.

"Kita tunjukkan bahwa kita mampu, kita tunjukkan kepedulian pada sesama terutama yang terdampak covid. Jagalah diri kita, peduli dengan di sekitar kita dan bersama-sama perangi pandemi covid," ucapnya.

Megawati Serukan Gotong Royong

Dalam kesempatan yang sama, melalui rekaman video, Presiden ke-5 RI Megawati Sukarnoputri merespons pandemi virus corona yang masih mewabah di Indonesia. Dia menyatakan pentingnya gotong-royong dalam skala besar untuk menghadapi pandemi ini.

"Banyak daerah menerapkan pembatasan sosial berskala besar. Ini saatnya kita buktikan bahwa gotong royong juga bisa dilakukan dalam skala besar," ujar Megawati.

Ketua Umum PDIP itu menuturkan, pandemi corona adalah persoalan besar yang dihadapi bangsa Indonesia. Untuk itu menurutnya semua harus bersatu menghadapi pandemi tersebut.

"Pandemi covid-19 harus kita hadapi bersama, sebagai elemen bangsa harus bersatu mengatasinya, sejatinya kita adalah bangsa dengan jiwa gotong royong," katanya.

Sumber: CNN Indonesia


Mendag yang didampingi Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto beserta Satgas Pangan OP gula pasir di Pasar Baru, Bogor, Jawa Barat. (Fhoto: Humas Kemendag).
JAKARTA KEPRIAKTUAL.COM: Menteri Perdagangan (Mendag), Agus Suparmanto meninjau operasi pasar (OP) untuk memastikan masyarakat dapat membeli gula sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), yaitu Rp12.500/kilo gram (kg).

“OP gula yang merupakan kerja sama antara Kementerian Perdagangan (Kemendag) dengan Sungai Budi Group ini memasok 24 ton gula kemasan 1 kg kepada pedagang di pasar rakyat setiap hari hingga Lebaran mendatang dan sebagian dijual ke konsumen secara langsung,” ujar Mendag yang didampingi Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto beserta Satgas Pangan meninjau operasi pasar (OP) gula pasir di Pasar Baru, Bogor, Provinsi Jawa Barat, Minggu (17/5).

Menurut Mendag, OP ini merupakan wujud komitmen pemerintah dalam upaya stabilisasi harga gula pasir yang belakangan mengalami kenaikan.

Penjualan langsung gula oleh produsen yang dimulai sejak 16 Mei 2020 di Tangerang dan dilanjutkan di Bogor ini dilakukan dengan tetap menerapkan Protokol Kesehatan. Pedagang dan pembeli harus memakai masker serta menerapkan jaga jarak (physical distancing).

Selain meninjau OP gula, Mendag juga meninjau barang kebutuhan pokok lainnya di Pasar Baru, Bogor. Dari hasil pantauan Mendag, harga dan pasokan barang kebutuhan pokok di Pasar Baru relatif stabil dan cukup.

OP Gula di Tangerang

Sementara itu, Mendag bersama Wali Kota Tangerang, Arief Rachadiono Wismansyah beserta Satgas Pangan meninjau operasi pasar (OP) gula di Pasar Anyar, Tangerang, Banten, Sabtu (16/5) kemarin.

Diharapkan Mendag, OP gula ini dapat menstabilkan harga gula yang belakangan mengalami kenaikan.

Mendag berkomitmen untuk menyelesaikan hambatan pasokan dan distribusi gula agar masyarakat tidak lagi terbebani dengan harga gula yang tinggi.

Selain meninjau OP gula, Mendag juga meninjau barang kebutuhan pokok lainnya di Pasar Anyar, Tangerang. Pada kesempatan itu, Mendag memastikan bahwa harga dan pasokan barang kebutuhan pokok di Pasar Anyar relatif stabil dan cukup.

Pada dua kegiatan tersebut, Mendag didampingi oleh Dirjen Perdagangan Dalam Negeri, Suhanto; Dirjen Perdagangan Luar Negeri, Indrasari Wisnu Wardhana; dan Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga, Veri Anggrijono.

Sumber: Humas Kemendag



Tim Cegah Covid-19 Polda Kepri. 
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Tak henti-hentinya tim satgas pencegahan  Operasi Aman Nusa II penanggulangan Covid-19 seligi 2020 Polda Kepri memberikan himbauan diwilayah Tiban dan sekitarnya, Sabtu (16/5/20) pukul 20.00 WIb s/d Minggu (17/5/20) pukul 01.30 Wib.

Kegiatan tersebut dipimpin oleh AKBP Heryanto, SE selaku KaSubsatgas Samapta.

Adapun rute patroli dialogis malam tadi dimulai dari Perumahan Perumahan Tiban Indah Permai, Perumahan Siriaon Regency, Perumahan Pondok Pelangi, Perumahan Komplek Tiban Global, Perumahan Villa Sampurna 1, Rumah Makan Mie Tarempa Tiban, Tiban Mas Residence.

Kemudian dilanjutkan ke Perumahan Taman Asri, Perumahan Tiban Raya, Perumahan Tiban Asri, Perumahan Green Hill Tiban, Pasar Tiban Centre, Wisata Kuliner Tiban Centre, Perumahan Tiban Btn Regency, Perumahan Tiban Indotri, Cafe No Limits, Tiban Princess Foodplace, Richeese Factory Tiban, Kfc Tiban, Top 100 Tiban, New Sun Bread Tiban, 86 Coffee Tiban, Excelso Cafe Tiban dan Holland Bakery Tiban.

Dalam kegiatan tersebut tim menuju sasaran tempat keramian seperti Pasar, Supermarket, Komplek Pertokoan, Food Court dan Kedai Kopi atau Warung makan, Komplek-komplek Perumahan, lokasi-lokasi keramaian yang rawan terjadinya tindak pidana.

Dalam hal ini juga, Polda Kepri tidak henti-hentinya tim memberikan  himbauan kepada masyarakat untuk tetap disiplin menggunakan masker ketika keluar rumah dan menjaga jarak, membungkus makanan dan minuman untuk dibawa pulang tidak makan di tempat.

Agar menerapkan pola hidup sehat, mencuci tangan dan menggunakan hand sanitizer dan menjaga kebersihan lingkungan serta menghimbau masyarakat agar tidak berkumpul di satu tempat keramaian, melakukan social distancing dan tidak mudik.

Dalam kegiatan kali ini Tim Satgas Pencegahan Ops Aman Nusa II Penanggulangan Covid 19 Seligi 2020 juga membagikan Digital Flyer Protokol 8 Langkah Sehat Keluar Rumah & Protokol 8 Langkah Sehat Sebelum Masuk Rumah kpd warga, RW & RT perumahan lewat Group WA setiap Perumahan.

“Jika masyarakat tidak mengindahkan dan tidak korperatif saat di himbau kita tidak akan segan-segan bertindak tegas dan terukur. Ayo sama-sama kita lebih disiplin dalam menerapkan polda hidup yang sehat demi memutus mata rantai Covid-19 di Kepri kita cintai ini,” ucap Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S., S.IK., M.Si.

Kepada masyarakat yang berkumpul tim meminta untuk segera membubarkan diri dan tetap dirumah untuk mencegah penyebaran Covid-19.

"Selama pelaksanaan kegiatan pemberian himbauan, dan hunting patroli terpantau dikawasan tersebut dalam keadaan sepi, situasi relatif kondusif dan tidak ditemukan intensitas masyarakat yang cukup padat," ungkapnya.


Red/Humas Polda Kepri



Anggota DPRD Provinsi Kepri, Harlianto, S.kom, M.M.
BINTAN KEPRIAKTUAL.COM: Walaupun wabah Pandemic Covid 19 tengah melanda, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bintan tetap melakukan pelayanan secara profesional kepada masyarakat.

Hal ini pun mendapat apresiasi khusus dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Riau, Harlianto, S.kom, M.M.

"Dalam situasi pendemi masih terlihat pelayanan berjalan dengan baik dan profesional kepada masyarakat, terutama mendukung program prona, yg dicanangkan oleh pemerintah pusat," ucap Harlianto kepada media ini melalui media whatsapp, Sabtu(16/5) malam.

Harlianto juga memuji sistem IT (Information Technology) Kantor BPN Kabupaten Bintan sistem pelayanan kepada masyarakat bisa terus berjalan dengan maksimal.

"Kita berharap kedepan kantor BPN bintan terus melayani warga dengan waktu yang singkat, akurat dan terhindarnya tumpang tindih kepemilikan," tutupnya.

Redaksi


Mensos Julian P Batubara (Fhoto: Istimewa).
JAKARTA KEPRIAKTUAL.COM: Menteri Sosial Julian P Batubara menerima bantuan langsung Tunai Langsung (BLT) sebesar Rp 600.000 di Kantor Pos Indonesia Cikampek, Karawang. Dalam pemantauan tersebut Kemensos didampingi Direktur PT Pos Indonesia, Tipikor Mabes Polri dan Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana.

Kemensos menerima data bantuan sosial bagi masyarakat terdampak Covid-19 belum sempurna dan masih tumpang tindih. Dia beralasan karena memilih cepat sementara masyarakat yang sebelumnya tidak memerlukan bantuan sosial, menjadi membutuhkan bansos pada masa pandemi Covid-19, sehingga membutuhkan peningkatan.

"Data bantuan sosial dari Kemensos memang masih tumpang tindih, masyarakat yang sebelumnya tidak terdampak Covid-19, tidak masuk data yang didukung kesejahteraan sosial," kata Julian, Sabtu (16/5).

Dia menjelaskan, saat ini data Terpadu sosial pertama yang mencapai 8 jutaan, sementara untuk mencari pertama BLT sudah mencapai 2 jutaan. Hari ini merupakan hari terakhir penyaluran BLT sebesar Rp600.000 berjalan tertib dan lancar.

"Hari ini merupakan hari terakhir penyaluran BLT pertama, selanjutnya dalam waktu dekat untuk Jawa Barat akan segera disalurkan," katanya

Julian mengatakan, untuk mengatasi ketidaklengkapan data tersebut, Kemensos sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk kembali menyisir masyarakat yang belum terdaftar.

"Justru disisir oleh pemerintah daerah, harapan kita, kami terbuka jika ada anggota baru atau daftar daftar terdampak covid-19," katanya

Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana mengatakan bantuan sosial dari Kemensos di Kabupaten Karawang sebanyak 40 ribu keluarga penerima Manfaat (KPM). Sementara data bantuan bagi masyarakat terdampak Covid-19 bertambah karena banyak warga Karawang yang terdampak langsung Covid-19 bertambah.

"Saya berharap Kemensos bisa menambah kuota KPM di Karawang," tambahnya.

Sumber:Merdeka.com


Fhoto: Istimewa
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Ketua Gugus tugas Covid-19 Kota Batam, H. M. Rudi sampaikan perkembangan kasus Covid-19 di Kota Batam. Dikatakanya, ada 3 pasien positif Covid-19 yang dinyatakan sembuh.

"Menuju trend positif seiring bertambahnya pasien terkonfirmasi positif yang sembuh. Dimana pasien tersebut merupakan Crew KM Kelud dalam perawatan di RSD Covid-19 Galang dan Warga Kota Batam terkonfirmasi positif Nomor. 33 Dan 36 yang saat ini dalam perawatan RSUD Embung
Fatimah Batam," ujarnya, Sabtu (16/5-2020).

Berikut disampaikan, lanjutnya, daftar nama yang bersangkutan beserta kronologis hasil pemeriksaan swab yang diterima dari BTKLPP Batam.

"Dengan demikian berdasarkan catatan penanganan perawatan dan hasil laboratorium swab yang disampaikan oleh Laboratorium BTKLPP Batam, maka oleh Tim Medis yang menanganinya dinyatakan sembuh dari Covid-19 dan diperbolehkan pulang dari rumah sakit," tuturnya.

Kata dia, saat ini kondisi yang bersangkutan dalam keadaan sehat dan stabil serta dalam persiapan untuk kembali ketempat tinggalnya guna melaksanakan self isolatian/karantina mandiri dirumahnya selama 14 hari.

Redaksi


Konfrence Pers Pembunuhan MT.
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Polres Tanjungpinang gelar konfrence pers tentang tindak pidana pembunuhan. Hal itu dipimpin Kapolres Tanjungpinang AKBP Muhammad Iqbal, didampingi Kapolsek Tanjungpinang Barat AKP Indra Jaya, Kasat Reskrim AKP Rio Reza dan Kasubbag Humas IPTU Suprihadi, Sabtu (16/5-2020).

Kapolres Tanjungpinang menguraikan pengungkapan tindak pidana pembunuhan berawal pada hari Jumat tanggal 15 Mei 2020 sekira pukul 04.45 wib yang mana saat itu Personil piket (Pawas) Polsek Tanjungpinang Barat AIPTU P. Manurung (Kanit Reskrim) memperoleh informasi bahwa ada seorang laki-laki yang mencurigakan berenang di sekitar pantai di belakang hotel BBR Jl. Pantai Impian Tanjungpinang.

Merespon hal tersebut AIPTU P. Manurung segera menginformasikan hal tersebut kepada Kapolsek Tanjungpinang Barat AKP Indra Jaya dan bersama anggota Pelayanan dan Unit Reskrim Polsek Tanjungpinang Barat menuju ke lokasi.

Anggota kemudian menyisir lokasi di sekitar pantai dan menemukan orang yang dalam kondisi mengapung dan diperkirakan sudah dalam keadaan tidak bernyawa. Anggota pun kemudian menginterogasi laki-laki yang diamankan tersebut dan laki-laki tersebut mengakui telah melakukan pembunuhan terhadap orang yang ditemukan mengapung tersebut.

Laki-laki tersebut kemudian diamankan di Mako Polsek Tanjungpinang Barat untuk dilakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut. Sementara untuk orang yang ditemukan dalam kondisi mengapung dibawa ke RSUD Kota Tanjungpinang.

Adapun identitas pelaku yaitu SAS, laki-laki berusia 42 tahun beralamat di jalan Kijang Lama Tanjungpinang. Untuk korban yaitu MT, perempuan berusia 49 tahun beralamat di Singkep Barat Kab. Lingga.

Setelah dilakukan penyelidikan diketahui SAS melakukan pembunuhan dengan kronologis sebagai berikut:

Tersangka SAS pada malam itu melewati JL. Yusuf kahar tepatnya di depan hotel Sampoerna Inn. Pada saat itu SAS dipanggil oleh Korban MT untuk singgah. MT kemudian menawarkan SAS untuk melakukan kencan yang akhirnya disepakati dengan tarif Rp.200.000, SAS kemudian membawa MT ke warung milik SAS yaitu di kedai kopi Dos Roha Jl. Pantai Impian Tanjungpinang.

Kemudian SAS dan MT masuk ke dalam kamar. Saat di dalam kamar, SAS yang dalam keadaan setengah sadar/mabuk saat berbaring di tempat tidur melihat MT mengambil 1 buah kantong plastik warna hitam berisikan rokok dan sejumlah uang hasil penjualan di warung.

SAS pun mengejar MT yang saat itu melakukan perlawanan dengan cara mencakar mata sebelah kiri SAS. Kemudian SAS memukul kepala MT dengan martil / palu besi sebanyak 4 sampai 5 kali lalu menyeret MT ke laut pantai di belakang hotel BBR.

Kapolres Tanjungpinang menyampaikan bahwa atas perbuatannya SAS dikenakan pasal 340 KUHPidana dan atau 338 KUHPidana dan atau 351 ayat (3) KUHPidana dengan ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun.

Kasubbag Humas menghimbau kepada warga masyarakat untuk selalu waspada dan menjaga diri dengan baik. Jangan mudah terpengaruh dengan iming-iming seseorang dan ikut ajakan orang yang belum dikenal. Serta jangan melakukan perbuatan yang menyalahi aturan yang hanya menimbulkan kesenangan sesaat karena dapat merugikan diri sendiri dan memiliki dampak yang buruk.

Sumber: Humas Polres Tanjungpinang


Pelaku Cabul Anak Dibawah Umur Diamankan di Mapolres Bintan.
BINTAN KEPRIAKTUAL.COM: Polres Bintan amankan pelaku pencanbulan anak dibawah umur. Hal itu erdasarkan laporan dari masyarakat kepada Bhabinkamtibmas Desa Pengasuhan telah terjadi pencabulan tehadap seorang anak laki-laki oleh seorang pria dewasa brinisial (N), setelah melaporkan tim tersebut 5/20).

Pelaku berinisial N ini dilepaskan aksinya dengan modus memberikan ponsel miliknya untuk korban dengan tujuan agar si korban permainan utama yang ada diponsel ini dan kampanye melancarkan aksi bejatnya tersebut.

Dari hasil pemeriksaan yang diterima telah melakukan aksinya terhadap korban yang berinisial RZ 11 Tahun dan RK 9 Tahun telah melakukan perbuatan tersebut berulang kali terhadap korban di TKP yang sama yaitu rumah yang diperuntukkan dan dengan mode yang sama.

Kasat Reskrim yang diwakilkan oleh KBO Satreskrim Polres Bintan IPTU Tumpal P Sipahutar membenarkan adanya kejadian Tindak Pidana Pencabulan yang dilakukan dengan berinisial N, dan ditindaklanjuti dengan menggunakan pasal 64 ayat 1 KUHP Undan-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2020 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman maksimal 15 Tahun penjara.

Saat ini mengeluarkan dan barang membuktikan diamankan di Mapolres Bintan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh unit PPA Satreskrim Polres Bintan.

Sumber: Humas Polres Bintan



Fhoto: Istimewa
JAKARTA KEPRIAKTUAL.COM: Pakar Penyakit Dalam Spesialis Paru-Paru (Internis Pulmonologist) FKKMK Universitas Gadjah Mada (UGM), Sumardi menyatakan minum dan mandi air panas tidak bisa membunuh virus corona SARS-CoV-2 yang menyebabkan pandemi Covid-19. Dia mengatakan virus mati dalam suhu yang sangat tinggi.

"Klaim itu tidak benar, minum maupun mandi air panas tidak bisa membunuh  Covid-19," ujar Sumardi, melansir situs resmi UGM, Jumat (15/5).

Sumardi mengatakan hasil penelitian terhadap virus SARS yang berlangsung pada tahun 2003 menyatakan bahwa virus tersebut baru mati pada suhu lebih dari 58 derajat Celcius. Dia berkata suhu tersebut terlalu tinggi untuk air minum maupun mandi.

Lebih lanjut, Sumardi berkata suhu air panas dikonsumsi ataupun untuk mandi tidak akan bisa mencapai atau membunuh virus. Sebab, dia virus Covid-19 berada dalam sel tubuh. Selain itu, tubuh secara otomatis akan mengatur suhunya saat mendapatkan serangan virus.

"Kalau ada virus yang masuk ke tubuh maka suhu tubuh akan naik dengan sendirinya untuk menetralkan virus. Jadi, tidak perlu minum atau mandi air panas karena justru akan mengacaukan sistem tubuh," ujarnya.

Di sisi lain, Sumardi berkata mengkonsumsi air panas terlalu sering bisa memberi dampak buruk bagi kesehatan. Salah satunya, dia berkata bisa melemahkan lambung. Sedangkan sering mandi air panas juga akan merusak kulit dan membuat kulit kering.

Adapun cara terbaik untuk membunuh virus yang menempel di tubuh, kata dai adalah dengan mencuci dengan sabun atau memakai handsanitizer.

Selain itu, dia mengimbau masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan seperti menjalani physical distancing, menjauhi kerumunan, memakai masker, serta menjalani pola hidup bersih dan sehat.

Sumber: CNN Indonesia



Fhoto: Istimewa
JAKARTA KEPRIAKTUAL.COM: Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Komunikasi Strategis Yustinus Prastowo menilai masyarakat tak perlu mengeluhkan kenaikan iuran BPJS Kesehatan yang akan naik pada Juli 2020.

Sebab faktanya, pemerintah tetap memberi subsidi atau perlindungan kepada peserta kelas terendah yaitu peserta Mandiri Kelas III, pun sebetulnya kelas ini pula yang kerap memberi sumbangan defisit kepada BPJS Kesehatan.

Berdasarkan data Kementerian Keuangan, defisit yang disebabkan oleh peserta Mandiri kelas III mencapai Rp27,4 triliun pada 2019.

Angka ini berasal dari jumlah tagihan klaim mencapai Rp39,8 triliun dari 21,6 juta peserta yang menghuni kelas ini, sementara 'setoran' iuran hanya Rp12,4 triliun. Secara akumulasi, defisit perusahaan mencapai Rp15,6 triliun pada 2019 karena tertutup surplus dari kelompok PBI Rp11,1 triliun, PNS, TNI, dan Polri Rp1,3 triliun,serta pekerja formal swasta Rp12,1 triliun.

Ia mengatakan peserta Mandiri Kelas III tidak akan dibebankan membayar iuran Rp42 ribu peserta per bulan pada tahun depan, melainkan 'cuma' iuran Rp35 ribu per peserta per bulan. Sebab, pemerintah akan tetap memberi subsidi sebesar Rp7.500 per peserta per bulan mulai 2021.

Selain itu, Yustinus menyebut pemerintah memberikan subsidi untuk kelas termurah sebesar Rp16.500 per peserta ke Mandiri kelas III.

Pasalnya, iuran kepesertaan kelas ini sejatinya harus tetap menjadi Rp42 ribu per peserta per bulan sesuai dengan rencana kenaikan yang sebelumnya tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 75 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan.

Namun, karena aturan itu dibatalkan oleh Mahkamah Agung (MA), maka pemerintah mengambil kebijakan subsidi sebesar Rp16.500 per peserta per bulan untuk Mandiri kelas III. Hal ini membuat peserta Mandiri kelas III bisa menikmati iuran dengan tarif tetap Rp25.500 per peserta per bulan dari Juli sampai Desember 2020.

Kelonggaran lainnya, sambungnya, diberikan dalam bentuk pengurangan beban denda. Sebelumnya, denda yang harus dibayarkan peserta mencapai 5 persen dari perkiraan paket layanan penyakit yang diderita pasien (Indonesia Case Based Groups/INA CBG).

"Namun untuk dukungan di masa Covid-19, pada 2020 hanya dikenakan denda 2,5 persen. Pesannya jelas: naikin iuran gak asal naikin, ada pertimbangan masa pandemi. Adil dan bijak?" ucapnya.

Di sisi lain, kata Yustinus, pemerintah sejatinya juga memberlakukan perluasan subsidi kepada peserta BPJS Kesehatan. Dari yang semula hanya ditujukan ke kelompok Penerima Bantuan Iuran (PBI) sebanyak 96,5 juta peserta, kini mencakup Mandiri Kelas III menjadi 132 juta peserta..

"Artinya, orang miskin dan tak mampu tetap tak bayar iuran dan menikmati layanan yang sama. Prinisipnya 'ability to pay', silakan yang mampu bayar lebih tinggi, yang tidak mampu silakan ikut Mandiri kelas III. Bukankah cukup fair? Layanan medisnya sama kok," pungkasnya.

Seperti diketahui, kenaikan iuran BPJS Kesehatan tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 64 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Presiden Nomor 82 tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan.

Dalam beleid tersebut, iuaran peserta Mandiri kelas I naik dari 80 ribu menjadi Rp 150 ribu per peserta per bulan dan Mandiri kelas II naik dari Rp51 ribu menjadi Rp100 ribu per peserta per bulan.

Kenaikan kedua kelas berlaku mulai Juli 2020. Sementara iuran kepesertaan Mandiri kelas III naik dari Rp25.500 menjadi Rp35 ribu per peserta per bulan mulai 2021.

Sumber: CNN Indonesia


Anggota Komisi III DPRD Provinsi Kepulauan Riau Lis Darmansyah Tinjau Waduk Gesek.
BINTAN KEPRIAKTUAL.COM: Waduk Gesek yang berada di Kabupaten Bintan saat ini mengalami pendangkalan. Menurut Direktur Perusahaan Daerah Air Minum PDAM Tirta Kepri, Mamat dulu waduk gesek memiliki kapasitas air sedalam tiga sampai empat meter.

“Sekarang paling dalam hanya dua meter saja dan semestinya waduk dapat menyalurkan air 100 liter per detik, namun sekarang hanya mampu menyalurkan 60 liter per detik,” terang Mamat.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi III DPRD Provinsi Kepulauan Riau Lis Darmansyah mengatakan normalisasi waduk yang dibangun pada tahun 2012-2013 ini harus segera dilakukan. Hal tersebut dijelaskannya sebagai upaya antisipasi atau pencegahan terjadinya krisis air di Kota Tanjungpinang.

“Selain normalisasi, harus juga dilakukan penjagaan agar tidak sembarangan orang bisa masuk karena waduk ini merupakan objek vital yang memenuhi kebutuhan air bersih orang banyak,” ujar politisi PDI Perjuangan tersebut saat melakukan peninjauan lapangan di Waduk Gesek, Senin (11/5/2020).

Selain itu pemeliharaan juga sangat diperlukan mengingat kualitas air baku yang dihasilkan Waduk Gesek yang saat ini memiliki luas mencapai 20 hektar ini perlu di jaga karena merupakan sumber air yang dikonsumsi oleh masyarakat. Pemeliharaan dan normalisasi dijelaskannya bisa berbentuk perluasan wilayah waduk.

“Perluasan waduk ini dimaksudkan untuk menambah tampungan air waduk karena kebutuhan akan air bersih semakin bertambah seiring bertambahnya penduduk,” ungkapnya.

Lis mengatakan ada beberapa faktor yang menyebabkan pendangkalan di waduk Gesek yaitu tanah di hulu sungai ikut terbawa arus air akibat kurang lebatnya pohon dan tumbuhan di hulu sungai. “Selain itu tumbuhnya tanaman air yang lebat di dasar waduk yang membuat waduk di gesek semakin dangkal,” imbuhnya.

(***)


Bakti Sosial Polda Kepri Pembagian Sembako. 
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Bakti Sosial Polri Peduli Covid-19 kembali di gelar diwilayah Provinsi Kepri, Kapolda Kepri Irjen Pol Dr. Aris Budiman M.Si melepas rombongan Personel Polri pembawa paket sembako di Mapolda Kepri pada Jumat (15/5/20) jam 13.30 wib.

Kegiatan tersebut, turut dihadiri oleh Wakapolda Kepri, Irwasda Polda Kepri, Ketua Bhayangkari Daerah Kepri, Pejabat Utama Polda Kepri dan Personel Polda Kepri.

Dalam arahan Kapolda Kepri, dirinya mengucapkan terima kasih kepada seluruh personel Polda Kepri dan jajaran yang melaksanakan Bakti sosial pembagian paket sembako kepada saudara-saudara kita yang belum beruntung dan terdampak oleh covid-19. Terima kasih juga kepada semua pihak yang telah memberikan sumbangan paket sembako yang di distribusikan serentak pada hari ini.

"Sasaran pembagian Paket Sembako yaitu di yayasan Yatim Piatu, fakir miskin, para pekerja tidak tetap, buruh, karyawan yang terkena PHK, para tukang ojek, masyarakat pesisir, pekerja pelabuhan, nelayan, petani, yang ada di Provinsi Kepri, termasuk juga pejalan kaki yang ditemukan apabila membutuhkan dipersilahkan kepada rekan-rekan untuk membagikan paket sembako tersebut," tutur Kapolda Kepri  Irjen Pol Dr. Aris Budiman M.Si.

Kemudian Kapolda Kepri saat berada Di Panti Asuhan El Saddai Abigail-Kecamatan Sei. Beduk mengatakan Bakti Sosial Polri Peduli Covid -19 ini secara serentak dilaksanakan di seluruh Indonesia termasuk juga di wilayah Polda Kepri dan Polres jajaran.

"Kurang lebih 10.145 Paket Sembako yang akan kita bagikan kepada saudara-saudara kita hari ini, dan saya juga menghimbau kepada warga masyarakat yang kebetulan mempunyai rezeki lebih dapat juga membantu adik-adik kita yang berada di Panti Asuhan, dan diantara mereka kelak nantinya akan menjadi penerus dan masa depan depan bangsa kita," tutur Irjen Pol Dr. Aris Budiman M.Si.

Selanjutnya saat berada di Panti Asuhan Al Aqsho Bengkong Sadai, Wakapolda Kepri Kombes Pol Drs. Darmawan, M. Hum mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan pada hari ini merupakan merupakan implementasi dari arahan bapak Kapolri dalam rangka kepedulian dan wujud kasih Polri terhadap masyarakat yang terdampak Covid-19.

"Walaupun tidak banyak namun diharapkan dapat sedikit membantu masyarakat, jadi jumlah Paket Sembako yang disalurkan pada hari ini sebanyak 10.145 Paket Sembako, terdiri dari 8.500 Paket Sembako disalurkan oleh Polres jajaran dan 1.645 Paket Sembako disalurkan oleh Polda Kepri," jelas Wakapolda Kepri.

Usai kegiatan tersebut, Kapolda Kepri Irjen Pol Dr. Aris Budiman M.Si dan Wakapolda Kepri beserta Ketua Bhayangkari Daerah Kepri berkesempatan meninjau langsung Dapur Umum Lapangan Sat Brimob Polda Kepri, dimana dari dapur umum tersebut nantinya akan mempersiapkan menu makanan berbuka puasa dan takjil yang dibagikan setiap hari ini nya ditempat-tempat yang berbeda di Kota Batam.


Reda/Humas Polda Kepri


Pelaku Pencuri Terekam CCTv 
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Gudang usaha penggilingan masak Plastik didaerah Kabil, Kecamatan Nongsa Batam dibobol maling. Hal itu diketahui oleh pemilik gudang dan beberapa karyawan yang menyaksikan CCTv. Barang bukti ini pun cukup, untuk penyelidikan polisi, mengungkap pelaku pencurian.

Dalam rekaman CCTV, maling bereaksi di sebuah gudang usaha penggilingan masak Plastik didaerah Kabil kecamatan Nongsa Batam. Kejadian ini, berlangsung malam sekira pukul 02.00 Wib dini hari, Kamis (14/5/2020).

Dari keterangan karyawan yang tinggal dalam gudang tersebut, maling tersebut masuk ke lokasi dalam gudang dengan melompati pagar atau tembok perusahaan. Beberapa jenis barang pun raib dibawa maling menggunakan mobil.

"Barang-barang yang hilang berupa peralatan yang sedang dipakai tiap Hari didalam gudang, seperti mesin jahit karung, kunci-kunci mesin, Dinamo, kabel- kabel mesin yang sedang aktif serta barang lainnya yang belum di cek satu per satu," ucap "T" kepada media ini. "barang yang hilang tersebut diperkirakan hingga ratusan juta Rupiah"

Saat, dibuka CCTV oleh pemilik perusahaan, yang di tonton semua pekerja yang berjumlah belasan orang, pekerja yang menonton pun langsung menyebut nama pelaku yang ternyata eks pekerja diperusahaan tersebut.

Tak lama kemudian, semua pekerja langsung mencari pelaku karena kebetulan hari itu mereka tidak bisa lagi bekerja karena semua kabel-kabel diputusi oleh maling. Sehingga sejak pagi pada hari Kamis (14/5/2020), hingga sire hari mereka dalam pencarian, dan alhasil pelaku ditemukan sekira pukul 20.00 Wib disalah satu lokasi perumahan di Kabil.

Anehnya, sipelaku setelah melihat wajah-wajah mantan rekan kerjanya. Dan malah sipelaku sempat melarikan diri, tetapi tetap ketangkap juga.

Diantara pekerja yang berhasil menangkap pelaku mengatakan, mereka mengajak dia (pelaku) duduk untuk cerita-cerita, ehh malah dia bilang, dirinya tidak curi kabel, aneh kan.

"Kami mengatakan, jelas sudah dia pelakunya, ditambah CCTV sebagai pendukung, apalagi dia mantan pekerja disana jadi dia tau seluk beluk isi gudang," tambah para pekerja.

"Pelaku pencuri pun udah kami laporkan ke Polsek Nongsa," ungkapnya kembali.

Karyawan berharap, mereka bisa bekerja seperti biasa dimasa Covid-19 ini dan pihak perusahaan segera memperbaiki mesin-mesin mereka yang rusak akibat ulah maling tersebut.

Tidak lama kemudian, Anggota Polsek Nongsa langsung menjemput pelaku yang dituduh para pekerja tersebut, dan diamanakan dibawa ke polsek Nongsa guna pemeriksaan lebih lanjut.

Hingga berita ini diunggah, belum diketahui bagaimana tindakan pemeriksaan Polisi terhadap sipelaku, apakah ditahan, atau dilepas, atau mungkin tindakan lainnya.

Redaksi.


Mendikbud pada acara media briefing Adaptasi Sistem Pendidikan selama Covid-19, hasil kerja sama antara Kementerian Luar Negeri, Kemendikbud, dan Ketua Tim Pakar Penanganan Covid-19, di Istana Kepresidenan, Provinsi DKI Jakarta.
JAKARTA KEPRIAKTUAL.COM: Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melakukan berbagai penyesuaian pembelajaran yang tidak membebani guru dan siswa, namun sarat nilai-nilai penguatan karakter seiring perkembangan status kedaruratan Covid-19.

Penyesuaian tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 2 Tahun 2020 tentang Pencegahan dan Penanganan Covid-19 di lingkungan Kemendikbud serta Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pencegahan Covid-19 pada Satuan Pendidikan.

“Kami mendorong para guru untuk tidak menyelesaikan semua materi dalam kurikulum. Yang paling penting adalah siswa masih terlibat dalam pembelajaran yang relevan seperti keterampilan hidup, kesehatan, dan empati,” demikian disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim, pada acara media briefing Adaptasi Sistem Pendidikan selama Covid-19, hasil kerja sama antara Kementerian Luar Negeri, Kemendikbud, dan Ketua Tim Pakar Penanganan Covid-19, di Istana Kepresidenan, Provinsi DKI Jakarta, Kamis (14/5).

Tidak sampai di situ saja, serangkaian kebijakan lain pun dikeluarkan menyikapi perkembangan penyebaran Covid-19, seperti pembatalan ujian nasional (UN), penyesuaian ujian sekolah, implementasi pembelajaran jarak jauh, dan pendekatan online untuk proses pendaftaran siswa sesuai Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Desease (Covid-19).

Selain itu, terdapat kebijakan penyesuaian pemanfaatan bantuan operasional sekolah (BOS) dan BOP yang fleksibel untuk memenuhi kebutuhan sekolah selama pandemi.

Hal tersebut merujuk pada dua peraturan terbaru yaitu (1). Permendikbud Nomor 19 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 8 Tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Sekolah Reguler; dan (2). Permendikbud Nomor 20 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Nomor 13 Tahun 2020 Tentang Petunjuk Teknis Dana Alokasi Khusus Nonfisik Bantuan Operasional Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini Dan Pendidikan Kesetaraan Tahun Anggaran 2020.

Adapun bentuk relokasi sumber daya yang sudah dilakukan Kemendikbud yaitu (1). Program sukarelawan mahasiswa kedokteran dan kesehatan yang telah terkumpul lebih dari 15.000 orang di seluruh Indonesia; (2). Mengaktifkan fasilitas medis universitas di seluruh Indonesia sebagai Covid-19 Test Center. Saat ini terdapat 18 laboratorium dan 13 rumah sakit untuk perawatan pasien; (3). Mengalokasikan asrama pusat pelatihan kementerian untuk karantina yaitu di LPMP dan P4TK di seluruh Indonesia; dan (4). Realokasi anggaran untuk penanganan Covid-19 sebesar Rp405 miliar.


Sumber: Humas Kemendikbud/EN


Jubir Covid-19 Kepri, Tjetjep Yudiana. (Fhoto: Istimewa). 
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19  Provinsi Kepulauan Riau telah selesai memantau 3684 dari 4192 orang yang berstatus sebagai orang tanpa gejala (OTG) di wilayah itu.

Dikutip dari situs Diskominfo Kepri, Juru Bicara Percepatan Penanganan COVID-19 Kepri, Tjetjep Yudiana, di Tanjungpinang, Kamis (14/05), mengatakan,  jumlah OTG di wilayah tersebut hari ini bertambah 58 orang.

"Status OTG diberikan kepada orang yang pernah kontak dengan pasien COVID-19, namun orang tersebut sehat-sehat saja," ucapnya, yang juga Plt Kadis Kesehatan Kepri.

Sebanyak 4192 OTG COVID-19 di Kepri tersebar di Karimun sebanyak 388 orang, Batam 2.708 orang, Tanjungpinang 956 orang, Bintan 130 orang, dan Natuna 10 orang.

"OTG di Bintan dan Natuna selesai dipantau, sejak beberapa pekan lalu tidak ada penambahan," ujarnya.

Tjetjep menjelaskan jumlah pasien positif COVID-19 di Kepri sebanyak 112 orang, bertambah satu orang. Pasien positif COVID-19 terbagi menjadi dua bagian yakni 83 orang warga Kepri yang dirawat di luar RS Galang, dan 29 orang dirawat di RS Galang.

Pasien positif COVID-19 di Kepri tersebar di Karimun sebanyak 5 orang, Batam 50 orang, Tanjungpinang 26 orang, dan Bintan 2 orang. Lingga, Natuna dan Kepulauan Anambas belum pernah ada pasien positif COVID-19.

Pasien positif COVID-19 di Karimun yang dirawat tinggal satu orang, sementara empat lainnya sudah sembuh. Sementara 16 pasien COVID-19 di Batam masih rawat dan dikarantina, sedangkan 27 pasien lainnya sembuh. Pasien COVID-19 di Batam yang meninggal dunia 7 orang.

Pasien COVID-19 di Tanjungpinang sebanyak 26 orang, 19 orang di antaranya dinyatakan sembuh. Dalam beberapa pekan terakhir tidak ada penambahan pasien COVID-19 di Tanjungpinang. Pasien yang meninggal dunia di Tanjungpinang sebanyak 3 orang.

Pasien COVID-19 di Bintan hanya 2 orang dengan status sembuh satu orang dan meninggal satu orang.

"Pasien dalam pengawasan di Kepri sebanyak 447 orang, 360 di antaranya sudah selesai diawasi. Orang dalam pemantauan mencapai 3986 orang, 3361 di antaranya sudah selesai dipantau," ujarnya.

(***)


Fhoto: Istimewa. 
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Pemerintah Kota Tanjungpinang meminta masyarakat, khususnya umat muslim untuk tetap mematuhi surat edaran pemerintah untuk tetap melaksanakan salat di rumah masing-masing.

Melalui siaran pers Diskominfo Kota Tanjungpinang, Kamis (14/5/2020), Sekretaris Kota Tanjungpinang Teguh Ahmad Safari menegaskan jika sejauh ini Pemko Tanjungpinang belum menertibkan surat edaran apapun terkait diperbolehkannya salat berjamaah di masjid mushala.

Hal ini disampaikan Teguh terkait beredarnya informasi di media online dan media sosial tentang diperbolehkannya salat Jumat dan salat lima waktu dilakukan berjamaah di masjid di kota Tanjungpinang.

Teguh Ahmad Syafari menjelaskan bahwa pemko Tanjungpinang masih mengacu pada Surat Edaran Nomor 440/422/1.1.03/2020 tanggal 30 Maret 2020 tentang imbauan pencegahan penyebaran Covid-19 di masjid, surau, dan musholla yang ditandatangani Almarhum Wali Kota, Syahrul.

Selain itu, Pemko Tanjungpinang juga masih berpegang pada Surat Edaran Menteri Agama Republik Indonesia nomor 6 Tahun 2020 tentang panduan Ramadan dan Idul Fitri 1 Syawal 1441 H  ibadah di tengah  pandemi wabah Covid-19.

"Sampai saat ini, pemko Tanjungpinang tetap berpegang pada keputusan yang dikeluarkan sebelumnya. Belum ada surat edaran apapun yang diterbitkan Pemko bahwa memperbolehkan salat berjamaah di masjid atau musholla," kata Teguh dalam siaran pers di sampaikan Diskominfo Tanjungpinang Kamis malam.

Sekda meminta agar masyarakat Tanjungpinang, utamanya umat muslim untuk mengikuti surat edaran pemerintah yang sudah diterbitkan terdahulu tentang shalat dilakukan di rumah masing-masing.

(***)


Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kepri,  Isdianto. 
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau mengeluarkan surat keputusan untuk membatasi masyarakat melaksanakan Salat Jumat dan Salat ID terutama di daerah yang berstatus sebagai zona merah dan zona kuning untuk mencegah penularan COVID-19.

Dikutip dari situs Diskominfo Kepri, Pelaksana Tugas Gubernur Kepri Isdianto dalam Surat Nomor: 37/SET-GTC19/V/2020, yang diterima Antara di Tanjungpinang, Jumat (15/05), menegaskan, Salat Jumat dan Salat ID di daerah zona merah dan zona kuning dilaksanakan di rumah untuk memutus rantai penularan COVID-19.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 RI menetapkan Batam dan Tanjungpinang berstatus sebagai zona merah, sedangkan Karimun zona kuning.

Sementara Bintan, Lingga, Kepulauan Anambas dan Natuna masuk zona hijau. Pelaksanaan Shalat Id pada kabupaten/kota yang berstatus zona hijau pun dilakukan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan antara lain, pemeriksaan suhu tubuh jamaah, menggunakan masker, menyediakan sabun cuci tangan, membawa sajadah masing-masing, tidak berjabat tangan dan berpelukan.

"Dan tetap menjaga jarak," katanya, yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kepri.

Surat yang ditujukan kepada Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 kabupaten dan kota di Kepri itu diteken pada 15 Mei 2020 menyusul tausiah MUI terkait panduan penyelenggaraan Salat Jumat, Tarawih dan Salat ID, 13 Mei 2020.

MUI menyatakan Salat Idul Fitri boleh dilaksanakan dengan cara berjamaah di tanah lapang, masjid, mushala, atau tempat lain bagi umat Islam yang berada di kawasan yang sudah terkendali pada saat 1 Syawal 1441 H, yang salah satunya ditandai dengan angka penularan menunjukkan kecenderungan menurun dan kebijakan pelonggaran aktifitas sosial yang memungkinkan terjadinya kerumunan berdasarkan ahli yang kredibel dan amanah.

Salat ID dapat di lakukan di kawasan terkendali atau kawasan yang bebas COVID-19, dan diyakini tidak terdapat penularan (seperti di kawasan pedesaan atau perumahan terbatas yang homogen, tidak ada yang terkena COVID-19, dan tidak ada keluar masuk orang).

MUI juga menegaskan Salat Idul Fitri boleh dilaksanakan di rumah dengan berjamaah bersama anggota keluarga atau secara sendiri (munfarid), terutama yang berada di kawasan penyebaran COVID-19 yang belum terkendali.

Pelaksanaan shalat Idul Fitri, baik di masjid maupun di rumah harus tetap melaksanakan protokol kesehatan dan mencegah terjadinya potensi penularan, antara lain dengan memperpendek bacaan shalat dan pelaksanaan khutbah.

Sementara untuk menindaklanjuti Fatwa MUI tersebut, Tausiyah MUI Kepulauan Riau Nomor: Kep-037/DP-P-V/V/2020 tentang Pelaksanaan Ibadah dan Ibadah Ramadhan Serta Idul Fitri 01 Syawal 1441 H dalam Situasi Pandemi Covid-19, pada point 1 menyatakan, bahwa dalam kondisi penyebaran Covid-19 terkendali, umat Islam wajib menyelenggarakan Salat Jumat dan boleh menyelenggarakan salat lima waktu, Salat Tarawih dan Salat ID berjamaah di masjid. Namun untuk Salat Idul Fitri 1441 H tidak dilaksanakan dilapangan terbuka.

Terkait fatwa MUI tersebut, Isdianto menjelaskan bahwa hal itu berlaku di zona hijau. Berdasarkan peta status wilayah penyebaran Covid-19 pada 282 kab/kota se-Indonesia yang diperoleh dari situs Kementerian Kesehatan RI pada 14 Mei 2020, diperoleh informasi Batam dan Tanjungpinang berstatus sebagai zona merah, sedangkan Karimun berstatus zona kuning. Sementara zona hijau berada di Bintan, Lingga, Anambas dan Natuna.

Pada kabupaten dan kota dengan status zona merah dan zona kuning, pelaksanaan ibadah selama bulan Ramadhan tetap dilakukan di rumah mengacu kepada Surat Edaran Menteri Agama RI Nomor SE.6 Tahun 2020 tentang panduan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 1 Syawal 1441 H di Tengah Pandemi Covid-19, Fatwa MUI Nomor 14 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Ibadah di Saat Wabah Pandemik COVID-19 dan Instruksi Gubernur Kepulauan Riau Nomor 451.1/593/B.KRSET/2020 tentang Pelaksanaan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 1 Syawal 1441 H di Provinsi Kepulauan Riau.

"Bupati atau wali kota sebagai Ketua Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 kabupaten dan kota dapat melakukan penetapan status wilayah penyebaran virus tersebut," tegasnya.


(***)


Lis Veronica Batuara Mahasiswi Ilmu Administrasi Negara FISIP-UMRAH Tanjungpinang.
KEPRIAKTUAL.COM: Pandemi Covid-19 belum menunjukkan perlambatan, karena setiap hari masih kita dapatkan informasi tentang naik turunnya angka korban yang terkena virus ini. Lalu masyarakat dikejutkan dengan berita hangat dari Badan Legislasi atau  Baleg Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI akan kembali membahas omnibus law Rancangan Undang-Undang atau RUU Cipta Kerja.

Namun sangat disayangkan di tengah situasi seperti ini pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) bersikukuh untuk mendorong terbitnya Rancangan Undang Undang (RUU) Omnibus Cipta Kerja. Lebih jauh lagi bahkan DPR menyepakati RUU tersebut untuk dilanjutkan bahasannya ke Badan Legislasi DPR.

Situasi ini dinilai kurang tepat dan seolah tak memiliki kepekaan terhadap persoalan yang tengah dihadapi negara saat ini. Dengan situasi Pandemi Covid-19 yang bahkan sampai sekarang pun belum selesai, karena masih dinyatakan akan berlangsung panjang jika tidak ditangani dengan  baik dan apabila tidak mengikuti prosedur pemerintah.

Tidak ada UU yang tidak penting justru karena  Undang-Undang itu penting, akan aneh rasannya jika RUU ini dibahas di situasi seperti sekarang ini. Pembahasan Omnibus Law RUU Cipta Kerja dalam situasi saat ini akan menciderai transparansi pembahasan UU. Terlebih sampai saat ini komitmen keterbukaan DPR dalam pembahasan RUU tersebut masi dinilai rendah.

Ya mungkin memang Pemerintah mengganggap Omnibus Law diperlukan untuk menstimulus perekonomian nasional yang terhempas krisis apalagi di tengah pandemi COVID-19.  Namun  perlambatan ekonomi Indonesia yang terjadi saat ini tidak bisa diselesaikan dengan hanya regulasi karena permasalahan ekonomi.

Indonesia terletak kepada hal yang lebih mendasar yaitu produktivitas teknologi dan tenaga kerja masih rendah, dominasi sektor keuangan terhadap sektor riil, serta ditambahnya  praktik korupsi di Indonesia yang merusak iklim usaha di Indonesia.

Omnibus Law RUU Cipta Kerja sendiri sudah mendapat penolakan cukup banyak dari berbagai elemen masyarakat seperti buruh atau aktivis. Karena saat ini Pemerintah dan masyarakat sendiri pun sedang ditahap konsentrasi yang begitu dikuras memikirkan bertahan hidup ditengah wabah virus ini.

Publik pasti percaya bahwa setiap tindakan dan keputusan di masa krisis yang diambil DPR merupakan hal yang prioritas. Tetapi jika banyak publik yang beranggapan bahwa DPR tidak menjadikan perang melawan Corona sebagai hal yang utama disituasi saat ini karena lebih memprioritaskan membahas RUU,  jangan disalahkan juga.

DPR  pun diharapkan dapat mendengarkan seruan tersebut sebagai masukan untuk tidak membahasnya dalam situasi saat ini. Hal ini menjadi semakin kompleks ketika terjadi krisis kesehatan global yang memperkeruh permasalahan ekonomi. Aspirasi rakyat adalah salah satu cara agar pandemi bisa diatasi dengan mementingkan menyudahi dulu peyebaran wabah virus ini.

Dan setelah keadaan membaik barulah DPR dapat kembali membahas Rancangan UU Omnibus Law sehingga permasalahan ekonomi dapat ditangani dengan baik. Sehingga perekonomian bisa kembali membaik.

Ditulis: Lis Veronica Batuara


Penyerahan BLT-DD oleh Kades Tarempa Selatan. 
ANAMBAS KEPRIAKTUAL.COM: Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) tahap I bulan April tahun 2020 diserahkan secara simbolis. Penyerahan secara simbolis tersebut, bantuan jaring pengaman sosial uang tunai percepatan penanganan Corona Virus Desease (Covid-19).

Penyerahan BLT-DD, dilaksanakan di kantor Desa Tarempa Selatan, Kecamatan Siantan Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA).

Suryanto, Kepala Desa (Kades) Tarempa Selatan mengatakan, saat ini kita sedang dilanda pandemi wabah virus corona atau Covid-19, oleh sebab itu pemerintah memberikan bantuan langsung tunai dari dana desa untuk meringankan beban masyarakat yang terkena dampak dari pandemi wabah virus corona, Kamis (14/05/20).

"Kita baru salurkan tahap I, dan semoga dengan penyaluran BLT-DD ini  bisa membantu atau meringankan beban kebutuhan hidup masyarakat," ucapnya.

Lebih lanjut Suryanto menyebutkan, pemerintahan Desa Tarempa Selatan akan memberikan BLT-DD kepada 135 Kepala Keluarga (KK) sebesar Rp. 600.000,00 selama 3 bulan yaitu bulan April, Mei dan Juni 2020. Penyalurannya akan dilakukan dengan mendatangi rumah-rumah warga yang sudah terdaftar.

"Untuk menghindari kerumunan orang agar tidak terlalu banyak, kita antar langsung kerumah warga," sebutnya.

Suryanto juga menjelaskan, ada beberapa bantuan yang diberikan pemerintah kepada masyarakat untuk menghadapi dampak pandemi  Covid-19, diantaranya ada bantuan BLT-DD, Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). 

"Masyarakat sebagai penerima bantuan harus tahu bahwa hanya bisa menerima satu jenis batuan, tidak bisa double, ini disampaikan agar tidak terjadi kesalahpahaman antara masyarakat penerima bantuan dengan pemerintahan desa", jelasnya.

Sementara, Camat Siantan, Rio Rizal tetap memberikan himbauan kepada masyarakat untuk selalu mengikuti protokol kesehatan yang telah di buat oleh pemerintah. Masyarakat dihimbau untuk tidak melakukan kegiatan yang berkumpul dan untuk selalu jaga jarak agar bisa memutuskan penyebaran Cofid-19. 

"Virusnya ini  tidak kelihatan, kita harus pandai menjaga diri, jaga kebersihan, cuci tangan sebelum makan dan setelah berkatifitas di luar rumah. Virus corona ini penyakit yang berbahaya, jangan merasa hebat dan jangan di tantang," katanya.

Rio Rizal juga memberikan apresiasi kepada Kades Tarempa Selatan karena telah bertindak cepat dengan menyalurkan BLT-DD di KKA.

Acara ini dihadiri oleh, BPD, tenaga ahli desa, pendamping desa, Babinsa , Babinkamtibmas, dan tim relawan desa lawan Covid-19.

Arthur


Fhoto: Istimewa. 
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau H.TS. Arif Fadillah menyambut baik dan mengapresiasi langkah kerjsaama antara  Badan Usaha Pelabuhan (BUP) Pt. Pelabuhan Kepri yang menggandeng pihak swasta untuk turut serta dalam pembangunan pelabuhan Pengumpan di Kota Batam.

“Inilah saatnya BUP ikut ambil peran dalam pembangunan di Provinsi Kepulauan Riau. Sehingga bisa memberikan kontribusi yang berarti dalam menambah Pendapatan Asli Daerah karena peluang dan potensinya sangat besar,” ujar Arif saat memberikan sambutan pada acara Penandatanganan MoU kerjasama penyediaan fasilitas pelabuhan pengumpan kota batam antara PT. Pelabuhan Kepri dengan PT. Nusantara Maha Karya di Kantor Gubernur Kepulauan Riau, Dompak, Tanjungpinang, Rabu (13/5).

Turut hadir pada kesempatan ini kepala dinas Perhubungan Provinsi Kepri Jamhur Ismail, Komisaris Utama PT. Pelabuhan Kepri H. Huzrin Hood, Direktur Utama PT. Pelabuhan Kepri Darmasyah, dan Direktur Utama PT. Nusantara Mahakarya Suban Hartono.

Dikutip dari situs Diskominfo Kepri, Arif berharap kerjasama PT. Pelabuhan Kepri dengan PT. Nusantara Maha Karya merupakan awalan yang positif bagi Badan Usaha Pelabuhan (BUP) untuk terus berkreasi dan berinovasi menggandeng mitra yang lain dalam menggali sumber Pendapatan Asli Daerah yang lain.

“Pemprov tentunya berharap, kerjasama seperti ini tidak hanya untuk wilayah Batam saja, namun juga menjangkau Kabupaten/ Kota lain di Provinsi Kepulauan Riau. Potensinya ada, wilayah kita sangat luas, tinggal bagaimana BUP mengemas ini dan mempromosikan ini dengan baik agar pihak swasta ikut tertarik ikut ambil bagian dalam pembangunan maupun pengelolaan pelabuhan,” jelas Arif.

Selanjutnya Arif berpesan agar dalam segi perizinan pelabuhan agar mengikuti segala peraturan yang berlaku dan juga memperhatikan dampak lingkungan dan tata ruang wilayah agar tidak ada permasalah yang akan mucul dikemudian hari. Selain itu pada MoU juga harus secara jelas disebutkan tugas pokok dan fungsi dan pembagian hasil untuk masing-masing pihak.

“Pemprov saat ini juga terus mendorong pembahasan RZWP3K Provinsi Kepri untuk cepat selesai agar lebih mudah kita dalam mengatur tata ruang di pesisir dan pulau-pulau kecil. Sehingga nanti peruntukannya jelas, ada yang dipakai peruntukan pariwisata, kelautan dan perikanan, dipakai untuk peruntukan ESDM dll. Selain itu dengan terbitnya perda ini nantinya maka pembuatan perizinan peraturan peningkatan ekonomi akan lebih mudah, tidak ada tumpang tindih, dan itu yang lagi kita kejar sekarang,” ungkap Arif.

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kepri Jamhur Ismail dalam penjelasannya menyebutkan bahwa pelabuhan pengumpan yang berada di daerah Sadai Batam, sementara akan berfungsi sebagai pelabuhan yang melayani pelayaran antar pulau di Kabupaten/Kota Se-provinsi Kepulauan Riau. Namun untuk ke depannya pelabuhan ini akan ditergetkan menjadi Pelabuhan Internasional yang bisa melayani pelayaran antar Negara, baik Malaysia dan Singapura.

(***)


Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.