Fhoto: Istimewa. 
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Pemerintah Provinsi Kepri mengatakan bahwa pembagian sembako gratis kepada masyarakat yang terdampak Covid-19 di Provinsi Kepri akan mulai disalurkan Senin (18/5) mendatang.

Hal ini disampaikan Plt Gubernur Provinsi Kepri H Isdianto usai pelaksanaan Video Conference Penandatangan MoU dan PKS tentang Penyaluran Sembako antara Pemprov Kepri dan Pemerintah Kab/Kota Se Prov.Kepri di Rupatama Lt.4, Dompak, Senin (11/5), dikutip dari situs Diskominfo Kepri.

"Untuk penyalurannya insyaallah kita mulai Senin depan sudah mulai kita salurkan ke kabupaten kota," ungkap Isdianto.

Dikatakan Isdianto, penyaluran sembako gratis ini tidak dilakukan serentak kabupaten kota se Provinsi Kepri. Hal ini melihat dari data yang diterima Provinsi Kepri dari kabupaten kota.

"Untuk kota Batam , penyaluran sembako bakal kita lakukan belakangan, mengingat saat ini Pemko Batam sedang menyalurkan bantuan sembako gratis juga," kata Isdianto.

Isdianto memperkirakan penyaluran sembako gratis ini dilaksanakan dari sebelum hingga paling lambat setelah lebaran.

"Untuk itu kita harap data dari kabupaten kota cepat kita terima ,agar Sembako dapat segera kita salurkan ke masyarakat di Provinsi Kepri," ujar Isdianto.

Isdianto juga memastikan pembagian sembako gratis kepada masyarakat ini dapat tepat sasaran.

"Kita terus berupaya mengikuti aturan KPK dalam nya,hal ini agar tidak terjadi kesalahan dikemudian hari," jelas Isdianto kembali.

(***)


Fhoto Ilustrasi. 
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Dikabarkan, tim penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung (Jampidsus Kejagung) melakukan pemeriksaan dan penggeledahan dua rumah milik petinggi Bea Cukai tipe B Batam.

Penggeledahan itu merupakan tindak lanjut dari proses penyidikan kasus dugaan penyelundupan 27 kontainer berisi tekstil impor premium yang diamankan di Pelabuhan Tanjung Priok pada Maret lalu.

Hal itu dibenarkan seorang sumber di Kejaksaan Agung (Kejagung) RI yang tidak mau disebutkan namanya saat dihubungi melalui selularnya, Senin (11/5/2020) sore.

"Benar, ada Tim Jampidsus Kejagung yang melakukan penggeledahan di rumah dinas petinggi Bea Cukai tipe B Batam di kawasan Baloi, Kota Batam," kata sumber itu.

Informasi yang dihimpun di lapangan, Tim Jampidsus Kejagung membawa dua koper yang diambil dari dalam kedua rumah milik petinggi Bea Cukai tipe B Batam.

"Tadi pas penggeledahan, ada dua koper yang dibawa tim Jampidsus Kejagung. Tapi isinya apa, saya nggak tau," ujarnya menyaksikan penggeledahan itu.

Untuk diketahui, penggeledahan oleh Tim penyidik Jampidsus Kejagung terhadap dua rumah dinas milik para petinggi Bea Cukai tipe B Batam, merupakan serangkaian proses penyidikan kasus dugaan penyelundupan 27 kontainer berisi tekstil impor premium.

Aksi penyelundupan tekstil ilegal ke Jakarta terungkap setelah Direktorat Penindakan dan Penyidikan (P2) Bea Cukai Pusat pada 9 Maret 2020 menerbitkan Nota Hasil Intelijen (NHI) atas 27 kontainer ukuran 40 kaki berisi tekstil impor dari Tiongkok.

Tekstil-tekstil impor tersebut diimpor langsung dari Tiongkok dengan terlebih dahulu transit di Batam. Sindikat itu lalu merekayasa dokumen impor dengan membuat Certificate of Origin (COO) dari India.

Dengan begitu, seolah-olah tekstil tersebut didatangkan dari India dan bukan dari Tiongkok sehingga tidak perlu membayar Bea Masuk Safeguard. Dari 27 kontainer yang diamankan tersebut, 10 kontainer diketahui diimpor oleh PT Peter Garmindo Prima. Sedangkan 17 kontainer lainnya diimpor PT Flemings Indo Batam. Keseluruhan kontainer dikirimkan menuju satu alamat yang sama yakni Komplek Pergudangan Green Sedayu Bizpark, Cakung, Jakarta Timur.

Terkait penggeledahan ini, media ini belum dapat mengkonfirmasi Kepala KPU BC Batam, Susila Brata; Kapala BKLI  Batam, Sumarna, namun belum memberikan jawaban.

Diberitakan Probatam.co sebelumnya, Kepala Kantor KPU Bea dan Cukai Tipe B Batam Susila Brata, enggan mengomentari lebih jauh tentang adanya atas dugaan penyelundupan 27 kontainer illegal, belum lama ini. Pihak Kantor Bea dan Cukai Batam, menyebutkan bahwa pemasalahan tersebut, telah diserahkan penanganannya ke Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) pusat.

Padahal, Komisi III DPR RI mendesak Kejaksaan Agung (Kejagung) membongkar kasus dugaan penyelundupan 27 kontainer tekstil ilegal hingga tuntas. Komisi bidang Hukum DPR meminta oknum pejabat Bea dan Cukai, mulai tingkat Direktorat Jenderal (Dirjen) hingga pejabat di daerah diperiksa secara marathon.

“Pimpinan menyerahkan permasalahan itu ke pusat. Saat ini sedang ditangani pusat (DJBC) ,” kata Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam, Sumarna, Sabtu (2/5/2020) siang.

Diketahui, Susila Brata, menjabat sebagai Kepala Kantor KPU Bea dan Cukai Tipe B Batam mengantikan pejabat lama, Nugroho Wahyu Widodo.  Pisah sambut Kepala Bea Cukai Batam itu, dilaksanakan pada Selasa (29/8/2017)  sekitar pukul 07.15 WIB di lapangan volley Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam dan dihadiri segenap keluarga besar KPU Bea dan Cukai Batam dan Pangkalan Sarana Operasi (PSO) Batam.

Sebelumnya, Anggota Komisi III DPR, Arteria Dahlan meminta Jaksa Agung, Burhanuddin bekerja secara serius dalam menyelidiki kasus dugaan penyelundupan 27 kontainer tekstil ilegal. Pasalnya, penyelundupan 27 kontainer tekstil ilegal itu, diduga telah dilakukan secara terstruktur, sistematis, dan dilakukan secara berulang-ulang.

“Saya mendesak Jaksa Agung untuk memberikan atensi, memperlihatkan keseriusan, dan mengusut tuntas kasus penyelundupan 27 kontainer tekstil ilegal. Kasus tersebut diduga melibatkan para pejabat yang berkompeten dan memiliki kewenangan pemeriksaan bea masuk, menggunakan perencanaan matang dan masif, serta dilakukan secara berulang-ulang,” ujar Arteria di Kompleks Parlemen, Jakarta.

Sebagaimana dilansir wartaekonomi.co.id, Rabu, (1/4/2020), berdasarkan informasi yang diterima Komisi III DPR, kasus tersebut telah disidik dan dilimpahkan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementrian Keuangan (Kemenkeu) ke Kejagung.

Sebelum ditangkapnya 27 kontainer berisi produk tekstil ilegal, Komisi III DPR telah memperoleh informasi tentang 55 kontainer tekstil ilegal, beberapa pelaku telah ditangkap, tapi dilepas oleh oknum aparat kepolisian.

“Akibat penyelundupan tersebut, negara dirugikan hingga triliunan rupiah. Jaksa Agung harus melakukan penegakan hukum yang adil, berkepastian dan obyektif, sekaligus mengungkap aktor intelektual dan beneficial owner dalam kasus tersebut. Kasus ini hanya salah satu dari banyaknya peristiwa penyelundupan yang dilakukan oleh Mafia Tekstil yang berhasil diungkap dan merugikan keuangan negara hingga triliunan rupiah,” tegas Anggota Fraksi PDIP ini.

Selain itu, sambung dia, kedua perusahaan tersebut juga diduga melakukan sejumlah manipulasi dokumen manifest pengiriman terkait penyebutan jenis kain dalam kontainer. Dalam dokumen disebutkan, kontainer berisi kain Poliester, pada faktanya berisikan kain brokat, sutera, satin dan gorden, yang harganya jauh lebih mahal dari kain poliester.

“Memanipulasi dokumen manifest pengiriman, terkait volume, kuantitas, dan jumlah kain dalam kontainer, dimaksudkan untuk menekan biaya bea masuk, tarif bea safeguard, PPN dan PPh serendah mungkin. Mulusnya penyelundupan ini memunculkan dugaan keterlibatan antara pelaku dengan aparat penegak hukum. Secara sederhana dan kasat mata, hal itu dapat terlihat dari indikasi kapal yang sempat membongkar muatan dan mengganti kontainer dalam pelabuhan,” tandasnya.

Terpisah, Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Heru Pambudi membantah tudingan keterlibatan pihak Bea dan Cukai. Ia mengungkapkan, hingga September 2019, pihaknya telah menindak sebanyak 406 penyelundupan tekstil dan produk tekstil (TPT) dengan nilai barang hasil penindakan (BHP) sebesar Rp138,11 miliar.

Namun, Heru tak menampik bila ada dugaan penyelundupan di tahun ini. Menurutnya, modus penyelundupan TPT sama seperti cara penyelundupan barang lain. “Bisa jenisnya dikaburkan atau jumlahnya dikelabui,” ujar Heru saat dihubungi wartawan, di Jakarta, saat itu.

Heru menambahkan, penindakan yang dilakukan Ditjen Bea Cukai terhadap pelaku penyelundupan bisa berbentuk fiskal, diteruskan ke pengadilan, hingga rekomendasi pencabutan izin usaha.

“Misalnya, dia kena denda, bayar, nanti izinnya juga bisa dicabut. Kedua, kami akan cek administrasi pajaknya, terutama SPT (surat pemberitahuan, Red). Misalnya, dari investigasi lanjutan tidak taat pajak, akan kami blokir,” tandasnya.


Redaksi


Gedung Sekolah SLB
ANAMBAS KEPRIAKTUAL.COM: Belasan pekerja pembangunan proyek swakelola gedung Sekolah Luar Biasa (SLB) yang berlokasi di Desa Tiangau, Kecamatan Siantan Selatan, Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) mengaku tidak dibayar upahnya oleh Ketua Komite Swakelola Disdikpora Provinsi Kepri.

“Sudah lima bulan upah kami belum dibayarkan. Padahal pekerjaan sudah hampir selesai 100 persen,” ujar Kadir, salah seorang pekerja Swakelola SLB KKA tersebut, kepada awak media melalui percakapan telepon, Sabtu (09/05/20).

Menurut Kadir, bukan hanya dia saja yang upahnya belum dibayarkan. Ada belasan pekerja lainnya yang juga menjadi korban tidak mendapatkan upah.

“Saya sendiri tukang yang memasang pintu. Teman-teman yang lain seperti tukang keramik, tukang cat, sekitar belasan orang, yang juga tidak mendapatkan upah hingga saat ini,” ungkap Kadir.

Para pekerja kata Kadir, telah beberapa kali menagih kepada perpanjangan tangan proyek Swakelola SLB di KKA tersebut agar segera membayarkan upah mereka, namum hingga saat ini tidak pernah digubris.

“Sudah dari beberapa bulan yang lalu kami menagih upah kami kepada tangan kanan yang punya proyek. Namun selalu saja disuruh menunggu. Masih dalam pengurusan di dinas terkait, alasannya,” terang Kadir.

Dihubungi terpisah, Sudirman, selaku Pengawas Lapangan Proyek Swakelola  Pembangunan Gedung SLB KKA tersebut, melalui telepon selulernya menyampaikan bahwa dirinya sebenarnya juga menjadi korban dalam hal tersebut. Sebab, upahnya sebagai Pengawas Lapangan,  sudah sejak Bulan April 2019 yang lalu hingga Februari 2020, tidak dibayarkan.

“Sebenarnya saya ini adalah korban juga. Sejak Bulan April 2019 hingga Februari 2020 upah saya sebagai Pengawas Lapangan, juga tidak dibayarkan,” terang Sudirman.

Sudirman juga sudah menjelaskan kepada para pekerja bahwa proyek SLB yang dikerjaan tersebut merupakan proyek Swakelola dari Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Dia hanya sebagai pengawas saja di lapangan. Tidak mempunyai wewenang mengenai persoalan upah pekerja. Sebab, pembayaran upah dibayarkan langsung oleh pihak pemiliki proyek swakelola yang turun langsung dari Disdikpora Provinsi Kepri.

“Dari awal sudah saya jelaskan kepada para pekerja, bahwa proyek sebesar 3,2 Miliar Rupiah yang mereka kerjakan ini merupakan proyek swakelola Disdikpora Provinsi Kepri. Saya hanya sebagai pengawas lapangan saja,” jelasnya.

Hingga berita ini diposting, Ketua Komite Disdikpora Provinsi Kepri yang menangani Proyek Swakelola SLB di KKA tersebut, ketika dihubungi melalui sambungan telepon seluler dan pesan whats app-nya belum diangkat dan belum dibalas.

Arthur


Pasien Covid-19 Dinyatakan Sembuh. 
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: dr. Benny dari Rumah Sakit Budi Kemulian (RSBK) sampaikan, pasien nomor 34, Iskandar, yang merupakan garin masjid di Perumahan Taman Taya Tahap 5  Batam Kota telah dinyatakan sembuh dari virus Covid 19.

"Hari ini pak Iskandar (50 tahun) telah sembuh setelah dua kali hasil swab yakni tanggal 6 dan 7 Mei, dengan hasil negatif. Dan pasien ini sudah boleh pulang dan istirahat dirumahnya," kata dr. Benny, Senin (11/5/2020) di RSBK Batam.

Lanjut Benny, ia dinyatakan Positif Corona pada tanggal 3 Mei 2020 lalu, kemudian dirujuk dari Rumah Sakit Elisabet Batam Center ke RSBK. Kodisi lesehatan pasien sudah kembali stabil dan sehat. Tuturnya.

Sebelumnya, pasien nomor 34 ini kontak dengan warga Malaysia. Kemudian, pasien melakukan kontak langsung pada 20 warga, jamaah mesjid Tamanl Raya Tahap 5 Batam Center.

Selanjutnya, 19 jamaah mesjid Nurul Jadid tersebut di bawa ke Rusun Tanjung Uncang untuk di karantina oleh pemerintah kota Batam.


Redaksi


Salam Komando Kapolda Kepri Irjen Pol Dr. Aris Budiman, M.Si  dengan Irjen Pol Andap Budhi Revianto. 
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Usai pelaksanaan Upacara Serah Terima Jabatan Kapolda Kepri yang dipimpin oleh Bapak Kapolri pada Jumat (8/5/20) lalu di Rupatama Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan. Dan pada hari ini Senin (11/5/20) jam 09.00 wib dilaksanakan kegiatan penyerahan Pataka Polda Kepri Seligi Sakti Marwah Negeri bertempat di Polda Kepri jalan Hang Jebat 81 Batu Besar Nongsa-Kota Batam.

Pada kegiatan Penyerahan Pataka Polda Kepri Seligi Sakti Marwah Negeri dihadiri oleh Wakapolda Kepri, Irwasda Polda Kepri dan pejabat Utama Polda Kepri. Irjen Pol Andap Budhi Revianto S.Ik., MH merupakan Kapolda Kepri yang ke 12 dan saat ini telah diangkat dalam jabatan baru sebagai Inspektur Jenderal Kemenhum dan HAM Republik Indonesia dan posisinya sebagai Kapolda Kepri di isi oleh Irjen Pol Dr. Aris Budiman, M.Si yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala  STIK Lemdiklat Polri.

Penyerahan Petaka Polda Kepri. 
Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S., S.IK., M.Si. mengatakan, dengan penyerahan Pataka Polda Kepri Seligi Sakti Marwah Negeri dari Kapolda Kepri sebelumnya Irjen Pol Andap budhi revianto S.Ik., MH kepada Kapolda Kepri yang baru Irjen Pol Dr. Aris Budiman, M.Si maka secara resmi dan tradisi pucuk pimpinan Polda Kepri telah berganti.

"Kapolda Kepri Irjen Pol Dr. Aris Budiman, M.Si merupakan Kapolda Kepri yang ke 13. Selesai penyerahan Pataka Polda Kepri Seligi Sakti Marwah Negeri dilanjutkan dengan kegiatan Laporan Kesatuan, Penandatanganan dan penyerahan Memory serah terima jabatan. Besok nya pada hari Selasa direncanakan juga Kapolda Kepri Irjen Pol Dr. Aris Budiman, M.Si akan melaksanakan Commander Wish Kapolda Kepri," kata Kabid Humas Polda Kepri.

Red/Humas Polda Kepri.



Fhoto: Covid-19.
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Juru Bicara (Jubir) Satgas Percepatan Penanganan virus Corona atau Covid-19 Kota Batam, Azril Apriansyah, menyampaikan, tim gugus tugas covid-19 Batam kembali mengkonfirmasi tiga warga Bengkong, Kota Batam, terpapar virus corona. Ketiganya dinyatakan positif setelah hasil pemeriksaan sampel swab PCR-nya keluar.

"Data ini merupakan hasil pemeriksaan swab oleh Tim analis BTKLPP Batam berdasarkan hasil screning dan tracing closes contact dari terkonfirmasi positif Nomor 35 yang telah meninggal dunia," kata Azril, Senin (11/5-2020).

Kata Azril, warga yang Terkonfirmasi Covid-19 pada kasus ini, merupakan satu keluarga yang merupakan tetangga dari kasus Momor 35 yang saat ini tengah menjalani karantina mandiri ditempat tinggalnya.

"Adapun rincian dari kasus ini adalah 2 (dua) orang laki –laki dan 1 (satu) Orang perempuan," ujarnya.

Azril menjelaskan, adapun pasien yang dinyatakan positif Covid-19 adalah Seorang Anak laki –laki berinisial RA usia 14 Tahun, Pelajar, beralamat di kawasan perumahan Bengkong, Kelurahan Sadai, Kecamatan Bengkong, Kota Batam, merupakan kasus baru Covid-19 Nomor 40 Kota Batam.

Sementara itu, kata dia, pasien kedua adalah Seorang laki – laki berinisial Tn.RA seorang Mahasiswa berusia 20 Tahun, beralamat di kawasan perumahan Bengkong Kelurahan Sadai Kecamatan Bengkong Kota Batam, merupakan kasus baru Covid-19 Nomor 41 Kota Batam. Yang bersangkutan merupakan kakak tertua dari kasus Nomor 40.

"Sementara pasien yang terakhir adalah Seorang pelajar perempuan berinisial Nn.WC berusia 18 Tahun, merupakan kasus baru Covid-19 Nomor 42 Kota Batam. Yang bersangkutan merupakan adik kandung dari kasus Nomor 39 dan kasus Nomor 40," tambahnya.

Ketiga kakak beradik sebelum terkonfirmasi positif Covid-19, lanjutnya, mereka tinggal bersama setelah ayahnya meninggal dunia dan ibunya bekerja sebagai TKW di Malaysia.

"Selama ini, keperluan hidup sehari-hari keluarga ini dan bahkan untuk bekal jajan sekolah yang bersangkutan banyak dibantu oleh tetangganya yaitu keluarga Almarhum Bapak DD yang terlebih dahulu terkonfirmasi Covid-19 dan merupakan kasus Covid- 19 Nomor 35 di Kota Batam," tandasnya.

Sehubungan dengan adanya kasus Nomor 35 tersebut, sambungnya, satu keluarga ini telah dilakukan RDT pada tanggal 02 Mei 2020 oleh Tim penanganan Covid-19 Puskesmas Sei dengan hasil  Non Reaktif dan selanjutnya diedukasi untuk melakukan karantina mandiri.

Namun pada tanggal 08 Mei 2020, tuturnya, yang bersangkutan kemudian dilakukan pemeriksaan swab tenggorokan di RS Awal Bros Batam yang hasilnya baru diterima pada hari ini dan dinyatakan Terkonfirmasi Positif Covid-19.

"Sementara adik bungsu dari ketiga pasien yang baru berusia 7 Tahun 8 Bulan setelah melakukan RDT dan pengambilam swab tenggorokan bersama dengan kakak- kakaknya dengan hasil Non Reaktif dinyatakan Terkonfirmasi Negatif Covid-19," tukasnya.

Sejauh ini, katanya lagi, kondisi semua pasien cukup stabil dan tidak pernah merasakan adanya gangguan kesehatan yang berarti, dan saat ini sedang dilakukan proses persiapan perawatan isolasi untuk penanganan kesehatan lebih lanjut di rumah sakit rujukan RSUD Embung Fatimah Kota Batam.

"Sedangkan untuk adik bungsunya dilakukan isolasi terpusat di Rusun Tanjung Uncang, Kota Batam," pungkasnya.

Dengan semakin berkembangnya penyebaran kasus nomor 35 tersebut, saat ini tim survelans Dan Epidemiologi terus bergerak melakukan proses contact tracing dan penyelidikan epidemiologi (PE) lebih lanjut terhadap semua orang yang ditenggarai berkontak terhadap kasus-kasus terkonfirmasi tersebut.

Redaksi


Plt Gubernur Kepri, Isdianto. (Fhoto: Istimewa). 
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Isdianto bangga atas kerja keras dan keberhasilan Tim Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 di seluruh Kepri.

Kebanggaan dan ucapan terimakasih tersebut disampaikan Isdianto, karena keberhasilan tim medis yang juga tergabung dalam Tim Gugus Tugas Covid-19 Kepri berhasil menyembuhkan pasien positif Covid-19 terbanyak di Indonesia.

"Ini keberhasilan dan kebanggan bersama, Tim Gugus Tugas Covid-19 di kabupaten/kota dan juga Provinsi Kepri," kata Isdianto di Tanjungpinang, Sabtu (9/5/2020) malam dikutip dari situs Diskominfo Kepri.

Selain itu, ia juga mengapresiasi setinggi-tingginya kepada tim garda terdepan dalam penanganan pasien Covid-19, yakni para tim medis di kabupaten/kota dan Provinsi Kepri.

Sebab tanpa kerja keras dari tim medis dan Tim Gugus Tugas secara keseluruhan, tidak akan mencapai keberhasilan penanganan penyembuhan bagi para pasien Covid-19 ini.

"Kita tahu ada juga pasien yang tidak tertolong dan meninggal, namun keberhasilan secara keseluruhan di Kepri yang terbaik dan terbanyak dalam penyembuhan pasien Covid-19. Bahkan pemerintah pusat memberikan apresiasi dengan Tim Gugus Tugas Kepri ini atas keberhasilannya," ujar Isdianto.

Adik kandung almarhum HM Sani ini juga meminta agar semua komponen dan lapisan masyarakat untuk terus saling menjaga dan membantu dalam pencegahan Covid-19 ini.

Sehingga tambah Isdianto penyebaran Covid-19 tidak meluas dan bahkan bisa terhenti dan Kepri benar-benar bebas dari wabah Covid-19.

"Kita semua harus mematuhi aturan pemerintah, dengan menerapkan sosial distancing, physical distancing, tidak keluar rumah, selalu memakai masker, cuci tangan setiap saat dan terus menjaga kebersihan diri agar terhindar virus Corona," harapnya.

Sebagaimana diketahui, Provinsi Kepri menjadi provinsi dengan tingkat kesembuhan pasien Corona atau Covid-19 paling tinggi di Indonesia. Angka kesembuhan pasien di provinsi ini mencapai 67 persen.

Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengatakan hingga 8 Mei 2020 terdapat 100 kasus positif corona di Kepri. Dari jumlah tersebut, 67 orang sembuh dan 10 orang yang meninggal.

"Menyusul Kepri adalah Provinsi Bali (65%), Nanggroe Aceh Darussalam (64,71%), Gorontalo (42,11%), dan Yogyakarta (41,26%)," kata Yurianto.


(***)


RDP Komisi I DPRD kota Batam, Bersama DPM-PTSP Kota Batam. 
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Komisi I DPRD kota Batam menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) guna mengungkap skandal penerbitan 7 dokumen IMB yang dikeluhkan warga RT 02/ RW 06 komplek Marina Park, Jumat (8/6/2020).

Dokumen IMB itu dikeluarkan oleh, Tedy Nuh, yang menjabat sebagai Kabid IMB Dinas Penanaman Modal & Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM & PTSP) Pemko Batam.

Dalam RDP ini turut dihadiri Ketua Komisi I DPRD kota Batam, Budi Mardianto SE, Utusan Sarumaha SH, dan anggota komisi lainya. Turut hadir sebagai undangan diantaranya Camat Lubuk Baja, Novi, Lurah Batu Selicin, Rio Setiawan SE, Kabid IMB DPM-PTSP, Tedy Nuh, Kasimun (“Calo”) yang dipercaya oleh pemilik bangunan, Bagian Hukum Pemko Batam, pihak RT dan RW, Lihana dan M Siregar. Sedangkan Dinas DLH dan Dinas Cipta Karya-Tata Ruang tidak menghadiri undangan ini.

Diliput media24jam.com, pada RDP yang digelar ini terungkap adanya penyimpangan jenis bagunan yang didirikan. Sesuai dengan dokumen IMB yang diterbitkan, jenis bangunan yang didirikan adalah perumahan, namun fakta dilapangan yang didirikan adalah jenis ruko. Lucunya, Kasimun, yang terindentifikasi sebagai “Calo” dalam pengurusan 7 IMB tidak dapat menunjukan dokumen yang diminta komisi I. Selain itu dalam pengurusan dokumen IMB juga terungkap adanya campur tangan “Calo” dan oknum pejabat Kabid Ortla Pemko Batam yaitu, Rudi Panjaitan.

Menjawab indikasi penyimpangan jenis bangunan yang didirikan dilapangan, Kabid IMB, Tedy Nuh, menyalahkan peran UPT Dinas Cipta Karya. Dikatakannya, untuk pengawasan pembangunan gedung adalah kewenangan dari Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang. Ditegaskannya, pengawasan pembangunan itu adalah kewenangan Dinas Cipta Karya. Sedangkan adanya keterangan pihak ketua RT setempat yang menyebut pengurusan IMB ada campur tangan oknum pejabat, Rudi Panjaitan, namun, Tedy Nuh, tidak membantahnya.

Menanggapi persoalan tersebut, Komisi I DPRD kota Batam, Utusan Sarumaha SH, mengatakan dalam kasus ini, IMB yang diterbitkan DPM-PTSP bisa dibatalkan apabila terjadi penyimpangan jenis bangunan yang didirikan. Hal inipun tidak dibantah oleh, Tedy Nuh, yang bersedia membatalkan 7 dokumen IMB jika pelaksanaan mendirikan bangunannya menyimpang dari aturan yang ditetapkan.

Komisi I akan kembali melakukan RDP pada Minggu depan. Dalam RDP lanjutkan akan menghadirkan Dinas DLH dan Dinas Cipta Karya. Kehadiran kedua dinas Pemko Batam ini dianggap penting dalam mengungkap skandal penerbitan 7 dokumen IMB di RT 02/ RW O6 komplek Marina Park kota Batam.

Seperti diketahui, adanya dugaan skandal dan persekonkolan penerbitan 7 dokumen IMB yang dikeluarkan DPM-PTSP berawal dari dirobohkan 7 rumah di komplek Marina Park tanpa pemberitahuan warga maupun RT setempat. Rumah tersebut disebut milik warga negara Singapura yang telah lama di tinggal kosong.

Namun tiba-tiba dirobohkan dan dilakukan pembangunan gedung baru tanpa ada pemberitahuan siapa pemilik aslinya kepada RT setempat, apakah masih millik warga Singapura atau sudah dialihkan ke pemilik lain. Yang lebih mengherankan lagi sebelum dan setelah penerbitan 7 dokumen IMB di PTSP mereka juga tidak melakukan sosialisasi ke pihak warga dan ketua RT setempat.

Penerbitan 7 dokumen IMB ini dinilai tidak ada etika dan berbau persengkongkolan yang melibatkan dua oknum pejabat Pemko Batam. Dari hasil penelusuran media24jam.com proses pengeluaran 7 dokumen IMB tersebut diterbitkan melalui pejabat Kabid IMB DPM-PTSP, Tedy Nuh. Sedangkan pejabat Kabid Ortla, Rudi Panjaitan, berperan sebagai perpanjangan tangan, Kasimun (“Calo”) yang ditunjuk pemilik bangunan.

Sesuai Undang Undang Nomor 34 Tahun 2001 tentang Pajak dan Retribusi Daerah. Mereka yang mekakukan bangunan gedung lazimnya memberi surat pemberitahuan kepada tetangga sekitar yang di ditembuskan kepada pengurus Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) dilampiri surat jaminan kesanggupan penanggulangan dampak. (khusus untuk bangunan posisi berhimpit dengan batas persil). Surat pemberitahuan ini salah satu poin dalam persyaratan penerbitan IMB yang dikeluarkan oleh kantor DPM-PTSP. Namun hal itu tidak di lakukan oleh si pemilik bangunan maupun oknum pejabat penerbit IMB.


Redaksi


Anggota DPRD Kota Batam, Tumbur Sihaloho (Fhoto: Istimewa).
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Sekretaris Komisi IV DPRD Batam, Tumbur M Sihaloho meminta sekaligus menghimbau kepada perguruan tinggi negeri seperti Politehnik Negeri Batam hingga perguruan tinggi swasta di Batam untuk turut meringankan biaya pendidikan dalam kondisi seperti saat ini.

“Dibutuhkan kerjasama semua pihak, menjaga ekonomi masyarakat, yang sedang turun. Keringanan biaya itu diharapkan dapat diberikan, karena kondisi ekonomi orang tua di Batam, sedang down (turun). Terlebih di Batam, saat ini banyak mahasiswa yang kuliah sambil bekerja. Untuk itu, kita himbau agar perguruan tinggi juga membantu,” jelas Politisi PDI Perjuangan ini dikutip dari IDNnews.id, Senin (11/5-2020).

Ia juga menegaskan, dampak dari Covid-19 terhadap mahasiswa, sudah dirasakan. Dimana pendapatan mahasiswa yang bekerja atau berusaha sambil kuliah, turun jauh. Sehingga banyak yang mengeluhkan kondisi ekonominya.

“Mereka butuh perhatian, karena mayoritas mahasiswa di Batam, merupakan pekerja. Banyak dari mereka yang di-PHK bahkan ada bisnis tak jalan karena Covid-19 ini,” ungkap Tumbur.

Ia pun menegaskan dan menggarisbawahi tidak akan ikut campur dalam kebijakan internal perguruan tinggi di Batam. Akan tetapi sebagai wakil rakyat, pihaknya berkewajiban untuk memberikan perhatian warga Batam.

“Kita harapkan dan dorongan agar perguruan tinggi di Batam, membantu mahasiswanya melalui keringanan biaya pendidikan. Jangan sampai ada yang putus kuliah,” himbau Tumbur.

Red


Ketua DPRD Kota Batam, Nuryanto. (Fhoto:Istimewa).
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Dampak Covid-19 sudah sangat dirasakan ‘pukulan’ dahsyatnya dalam berbagai sektor kehidupan.

Mulai dari melambatnya pertumbuhan ekonomi, sosial, budaya, keagamaan hingga politik. Hal ini juga berdampak sulitnya orang tua Wali murid dalam memenuhi kebutuhan sekolah ‘buah hati’ mereka.

“Salah satu ujian yang muncul dari dampak Covid-19 ini adalah, beratnya biaya sekolah swasta saat ini. Baik tingkatan TK, SD, SMP, SMA sampai perguruan tinggi,” jelas Ketua DPRD Kota Batam Nuryanto, Senin (11/5/2020) pagi.

Politisi PDI Perjuangan ini juga mengaku banyak menerima keluhkan dari para orangtua dan wali murid akan kondisi saat ini.

Untuk itu, pihaknya meminta kepada Pemerintah Kota Batam dalam hal ini Dinas Pendidikan Kota Batam, untuk bisa mencarikan solusi sehingga bisa membantu kondisi saat ini.

“Dengan adanya persoalan ini kami dari DPRD Kota Batam meminta kepada pemerintah dan pihak terkait, bisa mencari solusi terbaik, agar semua pihak bisa mendapatkan keadilan dalam keringanan bersama dalam bingkai persatuan kesatuan bersama dalam mengadapi Covid-19,” jelasnya dikutip dari IDNnews.id

Ia pun kembali menegaskan, pimpinan DPRD Kota Batam melalui Komisi 4 bisa membantu memasilitasi dengan mitranya di dinas Pendidikan Kota Batam dengan pihak terkait, sehingga ada penyelesaian masalah tingginya biaya sekolah swasta di Batam.

“Kita berharap hal ini bisa didapatkan solusinya,” terangnya.

Redaksi


(Fhoto: Istimewa)
JAKARTA KEPRIAKTUAL.COM: PT Pelni (Persero) memutuskan untuk membuka operasional kapal penumpang dengan syarat sebagai tindak lanjut instruksi pemerintah soal pelonggaran transportasi di tengah pandemi covid-19 atau virus corona.

Kepala Kesekretariatan Perusahaan Pelni Yahya Kuncoro mengatakan pihaknya masih mengevaluasi persiapan dan kemungkinan yang terjadi jika kapal penumpang diizinkan beroperasi.

"Untuk saat ini kami kan berpikir bagaimana menjaga agar kru kapal tidak terpapar. Kan mereka harus melayani penumpang lebih lama dari pada pesawat. Ini sedang kami evaluasi," ujarnya kepada CNNIndonesia.com melalui sambungan telepon, Sabtu (9/5).

Ia mengatakan pihaknya masih menimbang persiapan teknis pemeriksaan untuk memastikan penumpang tidak terpapar corona. Misalnya, dengan melakukan rapid test pada seluruh penumpang.

Untuk itu pihaknya masih ingin membahas lebih lanjut rencana ini bersama PT Pelindo sebagai pengelola pelabuhan terlebih dahulu, sebelum membuka kembali operasional kapal penumpang.

Yahya menyampaikan hingga kini, Pelni memastikan kapal yang masih beroperasi hanya untuk pengangkut logistik,  perintis atau lokal. Kapal-kapal penumpang digunakan untuk mengangkut logistik.

Ada lima kapal yang kini beroperasi untuk mengangkut logistik, yakni KM Gunung Dempo, KM Ciremai, KM Dobonsolo, KM Egon dan KM Sinabung. Setidaknya 50 persen dari kapasitas kapal ini bisa digunakan untuk mengangkut muatan kontainer.

Kapal tersebut adalah, KM Gunung Dempo dengan rute Tg. Priok - Surabaya - Makassar - Ambon - Sorong - Jayapura - Sorong - Makassar - Surabaya - Tg. Priok. KM Ciremai melayani rute Tg. Priok - Surabaya - Makassar - Ambon - Sorong - Biak - Jayapura - Sorong - Namlea - Surabaya - Tg. Priok.

KM Dobonsolo melayari rute Tg. Priok - Surabaya - Makassar - Ambon - Sorong - Serui - Jayapura - Sorong - Ambon - Namlea - Surabaya - Tg. Priok. KM Egon melayani rute Surabaya - Lembar - Waingapu (PP).

Sebagai kapal jenis ro-ro, angkutan logistik KM Egon tetap berjalan dengan catatan membawa surat keterangan sehat dari dinas kesehatan maupun KKP setempat. KM Sinabung menggantikan rute KM Kelud, yakni Tg. Priok - Kijang - Batam - Belawan (PP) hingga 14 Mei 2020.

Selanjutnya kapal akan melaksanakan portstay di Tanjung Priok. Kemudian ada delapan kapal perintis atau lokal yang beroperasi mengangkut penumpang dan logistik. Yakni Sanus 46, Sanus 52, Sanus 48, Sanus 78, Sanus 86, Sanus 109, Sanus 92 dan Sanus 83.

Yahya menjelaskan kapal ini masih beroperasi mengangkut penumpang karena menjadi jembatan orang antar pulau atau daerah. Kapal ini menjajaki rute-rute lokal.

Melalui SE Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nomor 4 Tahun 2020, pemerintah menetapkan sejumlah kriteria orang yang bisa melakukan perjalanan. Misalnya pekerja di sektor tertentu, TKI, WNI dan pelajar dari luar negeri.

Menteri Perhubungan Budi Karya melalui Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati menegaskan larangan mudik tetap berlaku meskipun moda transportasi di izinkan beroperasi kembali.

Sumber: CNN Indonesia


 (Foto: BP Jamsostek)
JAKARTA KEPRIAKTUAL.COM: BP Jamsostek menyerahkan donasi perlindungan yang diwujudkan dalam dua program, yaitu JKK (Jaminan Kecelakaan Kerja) dan JKM (Jaminan Kematian) untuk relawan Covid-19 yang terdaftar di BNPB, Jumat (8/5). Sejak April lalu, kedua program itu melindungi 8 ribu relawan.

Seluruh insan BP Jamsostek yang terdiri dari 6.100 karyawan dengan jajaran Direksi dan Dewas disebut mendonasikan sebagian penghasilan untuk progam ini. Direktur Utama Agus Susanto mengatakan, ia mengajak pihak-pihak lain untuk turut berpartisipasi untuk perlindungan relawan ini melalui program GN Lingkaran, seperti Bank Danamon yang telah menyepakati berdonasi melindungi 10 ribu relawan BNPB.

Sementara secara khusus, anggota Dewas BP Jamsostek Rekson Silaban menyampaikan dalam acara yang digelar di Gedung Graha BNPD tersebut, pada Hari Buruh pada 1 Mei lalu pihaknya memberi bantuan paket sembako dan APD senilai Rp 2,25 miliar.

"Kami memberikan donasi untuk perlindungan bagi para relawan sebanyak 8 ribu orang nantinya. Saat ini baru 1.625 yang datanya sudah kami terima dan telah terdaftar sebagai peserta BP Jamsostek," katanya.

Sejak Covid-19 dinyatakan sebagai pandemi, BP Jamsostek sudah membagikan bantuan berupa 128 ribu masker kepada masyarakat dan para pekerja terdampak, serta bekerja sama dengan 150 Warteg (Warung Tegal) di DKI Jakarta mengadakan makan siang gratis untuk pengemudi ojek daring.

Selain itu, mereka menggeser Rp300 miliar anggaran operasional sebagai dukungan dalam bentuk program vokasional untuk peserta ter-PHK, bantuan promotif dan preventif berupa 615 ribu masker, 123 ribu vitamin, dan 6.400 Alat Pelindung Diri (APD) kepada peserta BP Jamsostek.

Cakupan JKK terkait Penyakit Akibat Kerja (PAK) bagi pekerja kesehatan ataupun relawan di fasilitas kesehatan atau perawatan Covid-19 juga diperluas. BP Jamsostek juga menerapkan pemberlakuan relaksasi iuran untuk membantu pemberi kerja agar tidak mem-PHK karyawan dan tetap dapat membayar THR.

"Peserta atau perusahaan mendapatkan pemotongan iuran program JKK dan JKM sampai dengan 90 persen, atau hanya membayar 10 persen saja. Sementara untuk Jaminan Pensiun (JP) diberikan penundaan pembayaran sebagian iuran yang dapat dicicil hingga 6 bulan ke depan," kata Agus.

Ia menambahkan, BP Jamsostek bertekad untuk terus membantu pemerintah, pekerja, dan pengusaha di tengah pandemi, sesuai kemampuan dan tupoksi. Hal itu diamini oleh Deputi Bidang Pencegahan BNPB Lilik Kurniawan yang menyampaikan apresiasi atas langkah perlindungan itu.

"Kepedulian BP Jamsostek ini merupakan semangat dan tambahan imunitas bagi Gugus Tugas dan relawan. Dukungan ini membuat kita merasa menjadi satu keluarga besar Republik Indonesia dan bentuk bela negara yang nyata dari BP Jamsostek," kata Lilik.

Sumber: CNN Indonesia


Mensos saat memberikan keterangan pers, Jumat (8/5). (Fhoto: Istimewa).
JAKARTA KEPRIAKTUAL.COM: Menteri Sosial (Mensos), Juliari P. Batubara, menyampaikan mengenai program-program jaring pengaman sosial yang dilaksanakan oleh Kementerian Sosial (Kemensos). Kemensos, menurut Juliari, membagi dua program jaring pengaman sosial yang telah diamanatkan, yakni sebagai berikut:

Satu, Bantuan sosial (bansos) reguler, terdiri dari 2 program, yaitu: Program Keluarga Harapan/PKH dan Program Sembako atau BPNT.

“Sesuai dengan keputusan presiden terdahulu, untuk program PKH sejak Maret tahun ini sudah diperluas menjadi 10 juta KPM dengan pencairan setiap bulan. Jadi sebelumnya pencairan PKH ini adalah tiap 3 bulan, tapi untuk khusus mengantisipasi Covid-19 pencairan PKH sudah sejak Maret lalu kami buat setiap bulan,” ujar Mensos saat memberikan keterangan pers, Jumat (8/5).

Program Bansos reguler lainnya, menurut Mensos, adalah Program Sembako yang dinaikkan dari 15,2 juta KPM menjadi 20 juta KPM atau keluarga penerima manfaat, dengan indeks dinaikkan pula dari Rp150.000 menjadi Rp200.000 per bulan per KPM.

“Ini saat ini sudah mencapai 17,9 juta KPM, sehingga masih kurang 2,1 juta KPM untuk mencapai target 20 juta KPM. insyaallah bulan Mei ini, akhir Mei, kami bisa mencapai target 20 juta KPM seperti program yang sudah disepakati,” imbuh Mensos.

Kedua, Bansos yang non reguler atau khusus untuk Covid-19 ada dua, yaitu yang pertama adalah Bansos sembako untuk wilayah Jabodetabek: Jakarta, kota Bekasi, Kota Depok, Kota Tangsel, kota Tangerang dan sebagian Kabupaten Bogor (tidak seluruh Kabupaten Bogor).

“Dengan target 1,3 juta KK untuk Jakarta dan 600.000 KK untuk Bodetabek, selama 3 bulan dengan nilai 1 bulan per keluarga penerima manfaat adalah Rp600.000 dengan penyalurannya adalah 2 bulan sekali, dua minggu sekali,” jelas Mensos.

Menurut Mensos, setiap penyaluran itu nilainya Rp300.000 paketnya, jadi Rp300.000 kemudian dapat lagi Rp300.000 sehingga total Rp600.000 dalam sebulan kali 3 bulan.

“Tahap pertama kita sudah selesaikan beberapa hari yang lalu. Yaitu untuk Jakarta sudah selesai semua, dan hari ini kita mulai untuk Bodetabek untuk 600.000 KK dengan mekanisme yang sama pula, yaitu 2 kali penyaluran per bulan dan indeks Rp600.000,” terang Mensos.

Lebih lanjut, Mensos sampaikan bahwa Presiden memerintahkan agar untuk Bansos sembako Jabodetabek ini dari 6 kali tahapan penyaluran itu dibagi 4 penyaluran dalam bentuk paket sembako dan dua kali penyaluran dalam bentuk beras.

“Yang beras ini dilakukan ditugasi adalah Bulog. Sehingga nanti ada yang empat tahap dengan sembako, dua tahap dengan Bulog. Saat ini DKI baru masuk adalah untuk beras bulog, kemarin dengan sembako sekarang beras Bulog,” tandas Mensos.

Kementerian Sosial dengan Bulog, lanjut Mensos, sudah menyepakati bagaimana pembagian-pembagian tahapannya sehingga nanti bisa total menjadi enam tahapan penyaluran.
Bansos khusus lainnya, menurut Mensos, adalah Bansos yang diberikan untuk warga terdampak di luar Jabodetabek, yaitu Bansos tunai atau dulu mungkin lebih dikenal sebagai BLT/Bantuan Langsung Tunai yang besarannya adalah Rp600.000 per KK per bulan selama 3 bulan dan targetnya adalah 9 juta KK.

“Siapakah 9 juta KK ini? Kami mendapatkan data atau meminta data 9 juta KK ini dari  daerah, dari daerah tingkat 2, yaitu Pemkab dan Pemkot. Jadi kami memberikan keleluasaan, kelonggaran kepada seluruh kabupaten/kota untuk memberikan data keluarga-keluarga yang benar-benar terdampak di wilayahnya untuk kami berikan Bansos tunai,” urai Mensos.

Berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), Mensos sampaikan hanyalah menjadi referensi, karena tidak harus menggunakan DTKS sebagai satu-satunya data untuk penerima Bansos tunai.

“Jadi kami sangat berharap daerah, dalam hal ini Pemerintah Kabupaten dan pemerintah kota memberikan kami data yang akurat, sehingga bansos tunai ini dapat disalurkan secara tepat,” jelas Mensos.

Progresnya, sambung Mensos, untuk tahap pertama adalah yang melalui rekening bank Himbara, masih tidak terlalu banyak sekitar 471,2 miliar atau kurang dari 9%. “Untuk yang melalui kantor pos/ PT Pos Indonesia per hari ini sedang jalan untuk sejumlah 1,8 juta KK,” ujarnya.

Menurut Mensos, kalau ditambah antara yang melalui bank Himbara melalui rekening transfer langsung sebesar 785.000 KK itu yang melalui rekening bank, kemudian yang melalui Kantor Pos untuk tahap ini sebesar kurang lebih 1,8 juta KK.

“Kalau kita tambahkan per 9 Mei kita harapkan bisa disalurkan untuk 2,6 juta KK. Karena mekanismenya ada dua, ada yang sebagian besar melalui Kantor Pos,” jelasnya.

Artinya, lanjut Mensos, nama-nama penerimanya manfaat ini diberikan undangan, nanti ditentukan jadwalnya kapan untuk datang ke Kantor Pos dan mendapatkan uang serta dicek identitasnya mendapatkan uang tunai Rp600.000 di Kantor Pos.

“Sementara yang 785.000 langsung ditransfer ke rekening yang sudah memiliki rekening di Bank Himbara,” sambungnya.

Dari target 9 juta KK, Mensos sampaikan bahwa hingga Jumat (8/5), belum mendapatkan 100% 9 juta KK dari daerah. “Sekitar yang sudah kami dapatkan sekitar 7,8 juta KK sehingga masih ada daerah-daerah yang belum mengirimkan datanya,” urainya.

Hal ini, menurut Mensos, sudah diinformasikan agar segera mengirimkan datanya yang jumlahnya sekitar 1,2 juta KK yang masih tunggu dari daerah. “Perintah Presiden agar tahapan ketiga ini untuk penyaluran Bansos tunai dan juga Bansos sembako bisa selesai sebelum Idulfitri,” jelasnya.

Pada bagian akhir penjelasan, Mensos sampaikan pihaknya sangat berkepentingan koordinasi dengan daerah baik dalam rangka pendataan yang akurat.
“Sehingga pada saat penyaluran baik bansos sembako dan bansos tunai ini bisa berjalan dengan baik,” pungkasnya.

Sumber: Setkab RI


Mendes PDTT bersama Mensos mendampingi Menko PMK saat memberikan keterangan pers, (Fhoto: Istimewa)
JAKARTA KEPRIAKTUAL.COM: Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar, menyampaikan bahwa Dana Desa digunakan untuk jaring pengaman sosial bidang kesehatan dan ketahanan ekonomi.

“Yang bidang kesehatan dalam bentuk Desa Tanggap Covid-19, di dalamnya mengatur pembentukan relawan Desa lawan Covid-19 dengan semangat gotong royong,” ujar Mendes PDTT saat memberikan keterangan pers, Jumat (8/5).

Kemudian yang jaring pengaman sosial ketahanan ekonomi, menurut Abdul Halim, dalam bentuk Padat Karya Tunai Desa dan dikeluarkan dalam bentuk SE nomor 8 tahun 2020 serta SE nomor 11 tahun 2020. “Perjalanan berikutnya, Bapak Presiden sebagai wujud komitmen perhatian beliau terhadap rakyat, maka Dana Desa diperintahkan untuk direalokasi untuk digunakan Bantuan Langsung Tunai,” imbuh Mendes PDTT.

Karena bentuknya realokasi, lanjut Mendes PDTT, dan Permen-Permen yang lama belum mengatur tentang Bantuan langsung Tunai maka Kementerian Desa melakukan revisi Permendes nomor 11 menjadi Permendes nomor 6 tahun 2020. Terkait dengan BLT Dana Desa, menurut Abdul Halim, sasarannya adalah warga miskin yang kehilangan mata pencaharian karena Covid-19 dan belum mendapat apapun dari kebijakan pemerintah.

“Jadi belum dapat PKH, belum dapat Bantuan pangan Non Tunai dan segala bentuk kebijakan jaring pengaman sosial yang ada. Itu sasaran BLT Desa,” jelas Mendes PDTT.

Ditambahkan di sana, lanjut Mendes PDTT, adalah keluarga yang memiliki keluarga rentan sakit menahun atau sakit kronis. “Kenapa ini dimasukkan? Karena kedekatan antara Covid-19 dengan penyakit-penyakit menahun, seperti darah tinggi, gagal ginjal, jantung, dan seterusnya. Itulah makanya di dalam indikator dimasukkan sebagai salah satu faktor penerima,” jelas Abdul Halim.

Menurut Mendes PDTT, yang melakukan pendataan adalah relawan Desa Lawan Covid-19 yang sudah dibentuk oleh Kepala Desa dan diketuai langsung oleh Kepala Desa.
Basis pendataannya, menurut Abdul Halim, adalah RT/Rukun Tetangga, masing-masing RT diupayakan minimal di data oleh 3 orang relawan desa.

“Kenapa 3 orang? Karena ini pendataan baru, meskipun merujuk pada DTKS tetapi yang didata adalah mereka keluarga miskin akibat kehilangan mata pencaharian, maka dibutuhkan pendefinisian miskin,” ungkap Mendes PDTT.

Pendefinisian miskin, menurut Mendes PDTT, kalau dipikir indikator terlalu rumit tidak akan bisa ketemu, maka indikatornya adalah mereka yang miskin akibat kehilangan mata pencaharian.

“Pendataan dilakukan oleh tiga orang supaya ada kesepahaman antar lebih dari satu orang bahwa keluarga itu miskin,” tandas Abdul Halim.

Kalau sudah disepakati oleh tiga orang pendata, sambung Mendes PDTT, dimana 3 orang pendata itu adalah warga RT itu pasti sangat paham tentang karakteristik warga di RT itu.
Tahapan terkait dengan pendataan, menurut Abdul Halim, dimulai dari tingkat RT oleh relawan Desa lawan Covid-19 dibawa ke forum yang namanya musdesus/musyawarah desa khusus untuk melakukan verifikasi dan validasi.

“Ini penting supaya tidak ada pihak-pihak yang merasa tidak diajak di dalam membahas dan memutuskan siapa sih yang berhak menerima BLT desa. Setelah disepakati di musdesus barulah ditetapkan oleh Kepala Desa,” ujarnya.

Ini juga, sambung Mendes PDTT, dalam upaya memberikan ruang bagi kepala desa supaya tidak menjadi tumpuan kesalahan ketika ada pendataan- pendataan yang kurang akurat.
Setelah di tingkat desa selesai, Mendes PDTT sampaikan maka data tadi dibawa ke kabupaten agar terjadi sinkronisasi, sehingga harapannya adalah dengan dilakukan sinkronisasi di kabupaten, (maka) tidak ada lagi yang namanya overlapping.

“Karena apapun yang dalam konteks bantuan sosial atau bantuan langsung tunai itu kuncinya 2, yang pertama adalah kecukupan, yang kedua ketepatan sasaran. Dua hal ini tidak boleh ditinggalkan, insyaallah kalau dua hal ini terpenuhi, selesai. Tidak akan ada masalah. Cukup barangnya yang akan diberikan, kemudian tepat sasaran,” tambah Abdul Halim.

Untuk ketercukupan, sambung Mendes PDTT, itu salah satu syaratnya adalah ketepatan sasaran. Ia mengingatkan agar jangan sampai ada keluarga yang menerima lebih dari satu kebijakan.

“Itulah makanya sejak awal di dalam konteks BLT Desa harus mereka yang belum mendapatkan PKH, belum mendapatkan Bantuan Pangan Non Tunai dan bahkan kalau perlu tidak overlapping dengan Kartu Prakerja. Supaya apa, supaya dana yang ada di APBD juga bisa teralokasikan pada sasaran yang tepat,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, Mendes PDTT juga mengharapkan kepada seluruh kepala daerah untuk melakukan percepatan di dalam sinkronisasi data yang sudah disetor oleh desa supaya terjadi percepatan di dalam penyaluran BLT Desa.

“Karena duitnya ada di desa, penanggung jawab penyaluran BLT desa adalah kepala desa, tetapi untuk kepentingan ketepatan sasaran/tidak terjadi overlapping maka diperlukan sinkronisasi dan pengesahan oleh kepala daerah,” terang Abdul Halim.

Oleh karena itu, Ia berharap dukungan dari kepala daerah, bupati dan wali kota, agar data-data yang sudah masuk yang sudah sekian puluh ribu masuk segera diselesaikan dan Desa bisa segera menyalurkan BLT dana desa. Progres kondisi hari ini, Mendes PDTT sampaikan bahwa secara makro terkait dengan desa yang sudah membentuk relawan itu ada 53.783 desa atau 72% dengan jumlah relawan 1.505.419 orang. Kemudian, lanjut Mendes PDTT, desa yang telah melakukan pendataan pendatang itu ada 39.199 dan ini mengalami penurunan atau stuck karena ada larangan mudik.

“Ini sangat direspons positif oleh Kepala Desa, oleh relawan Desa, larangan mudik itu karena meringankan beban para relawan desa. Sudah ada 39.199 desa yang sudah menyiapkan pos jaga gerbang desa,” jelasnya.

Terkait dengan BLT desa, Mendes PDTT sampaikan bahwa desa yang sudah melakukan pendataan ada 27.062 desa, sedangkan yang sudah mengalokasikan untuk BLT Desa ada 24.309, dan yang sudah cair per Jumat (8/5), Pukul 11 siang, data terbaru ada 10.000 desa di 80 kabupaten/kota.

“Insyaallah mudah-mudahan janji para kepala daerah setelah kita lakukan, karena pekerjaan kita hari ini adalah melakukan pengawalan sehingga setiap hari ada yang berkomunikasi dengan bupati, ada yang berkomunikasi dengan DPM/ Dinas Pemberdayaan Masyarakat, ada yang berkomunikasi dengan gubernur,” katanya.

Mendes PDTT, di akhir penjelasan, sampaikan telah membagi tugas untuk memastikan Dana Desa segera bisa cair ke yang berhak, dan berharap pada kepala daerah untuk percepatan di dalam pelaksanaan penyaluran BLT Desa.

Sumber: Setkab RI


Pabrik Pengelolahan Sampah Plastik. 
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Pabrik pengolahan sampah plastik yang berada di bilangan Kelurahan Tanjung Uncang, Kecamatan Batu Aji, mendapat kecaman dari warga setempat. Bagaimana tidak, limbah berupa cairan dari perusahaan tersebut, telah mencemari lingkungan hingga meresap ke dinding rumah warga sekitar.

Yohanes, salah seorang warga menuturkan, akibat luapan limba cair dari PT TIS, kini mereka tidak dapat menggunakan sumur yang menjadi sumber air bagi mereka.

"Sejak limbah cair dari pabrik sebelah meluap ke pemukiman, hingga ke sumur kami, kini sumur kami sudah tidak dapat di pakai lagi," tutur pria asal ende itu, jumat (8/5) siang.

Lebih jauh Yohanes menjelaskan, saat limbah cair itu meluap hingga ke pekarangan warga, bau busuk yang menyegatpun harus mereka rasakan.
"Warna air limbah itu, coklat ke hitam hitaman, baunya pun bisa buat perut mual," tutup nya.

Aliran Air Limbah Plastik. 
Selanjutnya, Ketua RT/RW 002/019, Desi mengatakan, bahwa penanganan Limbah perusahaan tersebut tampak carut marut. Sebab limbah yang berbentuk cairan itu telah merembes kemana-mana hingga ke rumah-rumah warga sekitar.

Sebelumnya, kata Desi, dirinya pernah mencoba mendatangi pihak perusahaan didampingi beberapa warga karena rembesen air yang bisa mengakibatkan kaki gatal-gatal.

"Namun satupun pihak perusahaan tidak ada yang bisa ditemui bahkan merespon keluhan kami ini pak. Mirisnya pintu gerbang perusahaan pun ditutup, hanya bisa komunikasi dengan security di luar," ungkap Desi sembari meneteskan air mata.

Tak hanya itu, lanjutnya, bahkan limbah perusahaan tersebut sudah mencemari Sumur warga sekitar. Dimana sebelumnya warga kampung Seisamak memiliki dua sumur, sebagimana kedua sumur tersebut merupakan sumber air bersih warga.

"Namun, setelah merembesnya limbah perusahaan ke Sumur sejak kurang lebih enam bulan berdirinya perusahaan itu, akhirnya warga hanya mengandalkan satu Sumur untuk kebutuhan sehari-hari, seperti mandi, nyuci dan masak," bebernya.

Sementara itu, Arsyad selaku warga juga mengatakan bahwa kebisingan mesin perusahaan yang beroperasi selama 24 jam itu sangat menggangu kenyamanan warga sekitar.

"Bahkan getaran mesin perusahaan itu juga sangat kuat hingga tembok rumah warga mengalami keretakan," ungkap Arsyad.

Lanjutnya, saat itu Perusahaan awalnya tidak mengakui keretakan rumah warga akibat dampak getaran mesin, "namun setelah ada perdebatan dengan warga akhirnya perusahaan sepakat berjanji akan mengganti rugi keretakan namun hingga kini belum juga terealisasi," ucapnya.

Belum lagi, pihak perusahaan pernah berjanji akan salurkan air bersih ke warga yang terdampak cairan Limbah, "tapi sampai sekarang janji itu belum terpenuhi oleh pihak perusahaan," kata Arsyad.

Ia berharap, semua janji-janji perusahaan sebelumnya yang pernah disepakati terhadap warga itu segera direalisasikan, "terutama air bersih yang merupakan kebutuhan kita sehari-hari," harapnya.

Hingga berita ini diunggah, pihak perusahaan belum dapat dikonfirmasi guna dimintai keterangan lebih lanjut.


Raden


Fhoto: Istimewa
JAKARTA KEPRIAKTUAL.COM: Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan realisasi pencairan dana Program Kartu Prakerja hingga 28 April 2020 sebesar Rp 1,62 triliun. Dana itu dibagikan kepada 456.265 peserta.

Ia menyatakan dana yang dicairkan ini merupakan biaya pelatihan peserta Program Kartu Prakerja sekaligus insentif pascapelatihan. Masing-masing peserta mendapatkan jatah sebesar Rp1 juta untuk biaya pelatihan dan Rp600 ribu selama empat bulan untuk insentif pasca pelatihan.

"Pelatihan yang diikuti termurah Rp24 ribu ini dibeli 42 orang. Harga pelatihan termahal Rp1 juta ini dibeli 22 ribu orang," tutur Sri Mulyani dalam video conference, Jumat (8/5).

Kemudian, pelatihan yang paling banyak diminati adalah Bahasa Inggris. Total peserta yang memilih pelatihan itu mencapai 6.834 orang.

"Ini kan ada yang termurah, tidak semua Rp1 juta. Kalau hanya digunakan misalnya Rp300 ribu nanti sisanya Rp700 ribu kembali ke pemerintah," jelas Sri Mulyani.

Sementara, ia menyebut mayoritas peserta memilih Ruang Guru sebagai dalam mendapatkan pelatihan dari Program Kartu Prakerja. Jumlahnya sebanyak 62.184 peserta.

Kemudian, Tokopedia dipilih oleh 6.356 peserta, Bukalapak sebanyak 8.466 peserta, Mau Belaja Apa sebanyak 2.665 peserta, Sekolahmu sebanyak 6.337 peserta, Pijar Mahir sebanyak 3.206 peserta, Sisnaker sebanyak 11.169 peserta, dan Pintaria sebanyak 6.529 peserta.

Nantinya, peserta yang sudah menyelesaikan pelatihan pertama akan diberikan insentif pasca pelatihan. Masing-masing peserta harus mengklaim terlebih dahulu untuk mendapatkan insentif tersebut.

"Jadi total yang dicairkan Rp600 ribu per bulan untuk peserta ini, ini juga sudah termasuk biaya pelatihan (total pencairannya per akhir April 2020)," jelas Sri Mulyani.

Secara keseluruhan, Dana itu terdiri dari biaya pelatihan sebesar Rp1 juta, insentif pasca pelatihan Rp600 ribu per bulan selama empat bulan, dan insentif survei sebesar Rp50 ribu untuk tiga kali.

Pemerintah akan menyalurkan kartu prakerja kepada 5,6 juta orang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) serta pekerja informal yang pendapatannya tertekan akibat penyebaran virus corona.

Total dana yang dialokasikan untuk Program Kartu Prakerja sebesar Rp20 triliun. Dana itu digunakan untuk biaya pelatihan sebesar Rp5,6 triliun, dana insentif sebesar Rp13,45 triliun, dana survei Rp840 miliar, dan dana project management office (PMO) Rp100 juta.

Sumber: CNN Indonesia



Fhoto: Istimewa
JAKARTA KEPRIAKTUAL.COM: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat lebih dari 1.200 bencana terjadi sejak awal tahun hingga 7 Mei 2020. Data BNPB per Jumat (8/5) ini mencatat 172 orang meninggal dunia akibat bencana yang terjadi.

Lebih dari 99 persen kejadian bencana merupakan bencana hidrometeorologi seperti  banjir, tanah longsor dan puting beliung.

"Bencana yang paling dominan yaitu banir dengan jumlah kejadian 457 kali, puting beliung 359, tanah longsor 275 dan gelombang pasang atau abrasi 2," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati dalam keterangan resmi yang diterima CNNIndonesia.com.

"Bencana hidrometeorologi lain yang jumlahnya tinggi yaitu kebakaran hutan dan lahan (karhutla), 119 kali. Total kejadian bencana berjumlah 1.221," imbuh Raditya.

BNPB mencatat juga bencana lain seperti letusan gunung api 3 kali dan 5 gempa bumi. Raditya menerangkan bahwa jumlah kejadian bencana ini di luar bencana nonalam pandemi Covid-19.

Dari rangkaian bencana tersebut BNPB mencatat 172 orang meninggal dunia. Korban luka-luka sebanyak 235 orang, 8 orang hilang, 1,97 juta orang mengungsi.

"Kerusakan berupa rumah mencapai 17.105 unit, sedangkan infrastruktur lain seperti fasilitas pendidikan 327 unit, peribadatan 394, kesehatan 32, perkantoran 58 dan jembatan 172 unit," papar Raditya.

Bencana banjir merupakan kejadian yang paling banyak memakan korban meninggal dunia, dengan jumlah 120 orang. Sedangkan tanah longsor 46 dan puting beliung 5 orang. Banjir juga menyebabkan sebagian besar warga harus mengungsi, dengan jumlah 1.951.412 orang.

Memasuki bulan Mei, musim kemarau termonitor di sebagian besar wilayah Indonesia meskipun bencana banjir dan longsor masih terjadi.

"Terakhir seperti banjir di enam desa di wilayah Banda Aceh pada hari ini," kata Raditya.

Potensi Karhutla dan Kekeringan

BMKG melaporkan bahwa puncak musim kemarau pada Agustus 2020. Diprakirakan kondisi hujan normal pada musim kemarau. Yang perlu mendapat perhatian adalah potensi karhutla dan kekeringan.

Kepala Bidang Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG Miming Saepudin mengatakan bahwa daerah rawan karhutla di Pulau Sumatera, seperti Riau, Jambi dan Sumatera Selatan.

Berdasarkan analisis BMKG, wilayah tersebut diprakirakan akan mendapatkan curah hujan menengah sampai rendah pada bulan Juni - September 2020.

Daerah rawan karhutla di Pulau Kalimantan meliputi Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Wilayah-wilayah ini akan mendapatkan curah hujan menengah hingga rendah pada bulan Agustus dan September 2020.

Sumber: CNN Indonesia



Penanaman Tanaman Hidroponik.
KARIMUN KEPRIAKTUAL.COM: Dalam rangka mendukung program Ketahanan Pangan, Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut Tanjung Balai Karimun (Danlanal TBK), Letkol Laut (P) Mandri Kartono, M.Tr.Hanla., M.M., didampingi Ketua Cabang 6 Korcab IV DJAI Ny. Mandri Kartono pimpin tanam tanaman hidroponik bertempat di Green House Hidroponik Komplek TNI AL R.E Martadinata Bukit Senang Jl. Pendidikan Teluk Air Karimun Kepri, Jumat (08/5/2020).

Tanaman Hidroponik tersebut yaitu jenis Sawi Pokcoy dan Kailan yang masing-masing berjumlah 576 pokok tanaman, yang ditanam secara simbolis dan selanjutnya diteruskan oleh segenap Prajurit dan Pns Lanal TBK serta ibu-ibu Jalasenastri. Penanaman ini akan terus berlangsung, baik itu bagaimana sanitasi air dan perawatannya.

Disela-sela kegiatan tersebut dihadapan awak media mengatakan, tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan taraf hidup Prajurit, Pns Lanal TBK dan masyarakat yang belum mapan dan menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan terkait ketahanan pangan guna menghadapi efek pandemi Covid-19," tuturnya.

“Lanal Tanjung Balai Karimun menyediakan aset tanah TNI Angkatan Laut untuk lahan pertanian dan perikanan. Hal itu dalam rangka ketahanan pangan guna menghadapi efek pandemi Covid-19 yang saat ini sedang mewabah khususnya di wilayah Kabupaten Karimun," jelasnya.

Danalanal TBK berharap, dampak dari pandemik Covid-19 akan sangat berpengaruh terhadap hasil pertanian dan perikanan.

"Sehingga perlu diantisipasi dengan menciptakan lahan pertanian baru, yang diharapkan dapat menghasilkan stok pangan agar tidak terjadi kelangkaan pangan," pungkasnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut Pjs. Paspotmar Lanal TBK Lettu Laut (P) Hendriyono, Paurlidkrim Pomal Lanal TBK Letda Laut (PM) Agus Susanto, dan Pengurus Jalasenastri Cabang 6 Korcab IV DJA I (Jalasenastri Lanal TBK). (Dispen Lantamal IV).

Dispen Lantamal IV Tanjungpinang


Sekda Kepri Arif Fadilah. (Fhoto: Istimewa)
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Sekretaris Daerah H TS Arif Fadilah mengatakan, pemerintah Provinsi Kepri akan menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat yang terdampak wabah Covid-19 ke Kabupaten/Kota. Penyaluran bantuan sosial tersebut, diserahkan langsung ke Kabupaten/Kota lewat Mou dan PKS (perjanjian kerjasama).

"Provinsi akan berkaloborasi dengan Kabupaten/Kota untuk mulai membagikan bantuan sosial menyangkut dampak ekonomi maupun dampak-dampak yang ditimbulkan akibat Covid-19," ujar Arif saat melakukan Rapat Persiapan Penyaluran Bantuan Sosial Dampak COVID-19 lewat Video Confrence di Rupatama lantai 4 Dompak, Tanjungpinang, Kamis (7/5).

Rapat persiapan tersebut tampak dalam vidcon Asisten Perekonomian dan Pembangunan Syamsul Bahrum, Asisten Adminitrasi Umum M Hasbi, Sekda Batam Jefridin, Sekda Tanjungpinang Teguh Ahmad, Sekda Kep Anambas Sahtiar, Sekda Lingga Juramadi Eskram, Sekda Karimun M Firmansyah, Kadis Perindag Natuna Agus Supardi, Asisten Pemerintahan Bintan Mohd Setioso beserta sejumlah Kepala OPD Provinsi Kepulauan Riau.

Pihak Provinsi sedang menunggu data-data yang belum masuk, sebab data bantuan sosial itu ada yang dari Kabupaten/Kota.

"Rencana kebijakan Plt Gubernur ini, kita satukan irama dan bergerak cepat, agar dapat disalurkan yang terdampak Pandemi Covid-19 dengan disepakati dengan Mou dan PKS. Data harus sinkron sesuai dengan arahan KPK, supaya tidak ada masalah ketika dilakukan pemerikasaan nantinya," ungkap Arif.

Selain itu, Arif juga meminta Kabupaten/Kota  untuk segera melaporkan data terbaru penerima bantuan sosial tersebut ke pemerintah provinsi. Hal ini bertujuan untuk mempercepat penyaluran bantuan yang ada.

Data masyarakat ini, kata Arif jangan berubah. Karena itu dia minta tim teknis harus melakukan update data dan laporkan segera. Agar tidak tumpang tindih dengan masyarakat yang sudah dapat bantuan APBN

Lebih lanjut, guna mendukung penyaluran tersebut. Arif mengatakan segera mempersiapkan bantuan untuk masyarakat ini agar mampu meringankan beban masyarakat yang terdampak Corona.

"Kami harap bantuan sosial itu segera dibagikan apalagi kita yang sebentar lagi lebaran dengan daerah yang geografisnya pulau pulau. Dan pendistribusian ini bisa diakomodir dengan baik," kata Arif.

Mengakhiri rapat tersebut, Arif menyimpulkan hari senin (13/5) akan dilaksanakan MoU Gubernur bersama Bupati/Walikota. Setelah MoU Gubernur bersama Bupati/Walikota dilanjutkan PKS Kepala Dinas Perindag Provinsi bersama Dinas Kabupaten/Kota. Nantinya tim koordinator wilayah setiap daerah yang ditunjuk untuk masing masing Kabupaten/Kota melalui SK Gubernur yaitu di Batam Kadis Pariwisata dan Kadis Perindag, Tanjungpinang Kadis Sosial dan Kadis PMD, Karimun Karo Kesra dan Kadis Perindag, Bintan Kadis Koperasi dan UMKM, Lingga Plt Kadis Kelautan dan Perikanan, Natuna Kasatpol PP dan Kadis Perindag Natuna, Anambas Kadis Pertanian.

Sumber: Diskominfo Kepri


Serah Terima Jabatan Kapolda Kepri
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal Polisi Drs. Idham Azis, M.Si pimpin upacara serah terima jabatan Pejabat Utama Mabes Polri dan 9 Kapolda. Bertempat di Rupatama Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (8/5/20).

Serah terima jabatan yang dilaksanakan pada hari ini, berdasarkan surat telegram nomor ST/1377/V/KEP./2020 dan ST/1378/V/KEP./2020, tertanggal 1 Mei 2020. Berikut daftar pejabat utama Mabes Polri dan 9 Kapolda yang melakukan upacara serah terima jabatan pada hari ini:

  1. Komisaris Jenderal Polisi Agung Budi Maryoto sebagai Irwasum Polri 
  2. Inspektur Jenderal Polisi Rycko Amelza Dahniel sebagai Kabaintelkam Polri
  3. Brigadir Jenderal Polisi Ahmad Luthfi sebagai Kapolda Jateng
  4. Inspektur Jenderal Polisi Mohammad Fadil Imran sebagai Kapolda Jatim
  5. Inspektur Jenderal Polisi Eko Indra Heri sebagai Kapolda Sumsel
  6. Brigadir Jenderal Polisi Sutrisno Yudi Hermawan sebagai As SDM Kapolri
  7. Inspektur Jenderal Polisi Fiandar sebagai Kapolda Banten 
  8. Inspektur Jenderal Polisi Aris Budiman sebagai Kapolda Kepri
  9. Inspektur Jenderal Polisi Nico Afinta sebagai Kapolda Kalsel 
  10. Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo sebagai Kapolda Kalteng
  11. Brigadir Jenderal Polisi Teguh Sarwono sebagai Kapolda Bengkulu 
  12. Inspektur Jenderal Polisi Mohammad Iqbal sebagai Kapolda NTB
  13. Brigadir Jenderal Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono sebagai Kadiv Humas Polri.
  14. Brigadir Jenderal Polisi Rusdianto sebagai Kapusdokkes Polri

"Pada hari ini Jumat tanggal 8 Mei, jam 09.00 wib telah dilaksanakan serah terima jabatan pejabat utama Mabes Polri dan sembilan Kapolda yang dipimpin oleh bapak Kapolri," tutur Kadiv Humas Polri Brigjen Raden Prabowo Argo Yuwono.

"Mutasi jabatan merupakan suatu penyegaran dalam Organisasi Polri dan Tour Of Duty, penempatan sesuai dengan Kompetensi tiap Personel Polri dan berdasarkan hasil pertimbangan Dewan Kepangkatan dan jabatan tinggi (Wanjakti)," jelas Kadiv Humas Polri.

Ditambahkan Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S., S.IK., M.Si, untuk rangkaian kegiatan serah terima jabatan Kapolda Kepri akan dilaksanakan di Mapolda Kepri tepat nya diruang kerja Kapolda Kepri pada hari senin (11/5/20) yang akan datang. Mengingat situasi ditengah Pandemi Covid-19 saat ini.

"Kegiatan rangkaian serah terima jabatan Kapolda Kepri akan dilakukan secara pembatasan dan berdasarkan jarak yang telah ditentukan, kepada rekan-rekan awak media dan masyarakat Provinsi Kepri dapat mengikuti melalui Live Streaming Instagram : humaspoldakepri atau melalui Facebook : Humas Polda Kepri, sementara itu untuk kegiatan Tradisi Farewell Parade, kenal pamit dan pisah sambut Kapolda Kepri ditiadakan," kata Kabid Humas Polda Kepri.

Redaksi?Humas Polda Kepri



Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.