Breaking News

Limbah Pabrik Pengolahan Sampah Plastik Resahkan Warga Kampung Seisamak

Pabrik Pengelolahan Sampah Plastik. 
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Pabrik pengolahan sampah plastik yang berada di bilangan Kelurahan Tanjung Uncang, Kecamatan Batu Aji, mendapat kecaman dari warga setempat. Bagaimana tidak, limbah berupa cairan dari perusahaan tersebut, telah mencemari lingkungan hingga meresap ke dinding rumah warga sekitar.

Yohanes, salah seorang warga menuturkan, akibat luapan limba cair dari PT TIS, kini mereka tidak dapat menggunakan sumur yang menjadi sumber air bagi mereka.

"Sejak limbah cair dari pabrik sebelah meluap ke pemukiman, hingga ke sumur kami, kini sumur kami sudah tidak dapat di pakai lagi," tutur pria asal ende itu, jumat (8/5) siang.

Lebih jauh Yohanes menjelaskan, saat limbah cair itu meluap hingga ke pekarangan warga, bau busuk yang menyegatpun harus mereka rasakan.
"Warna air limbah itu, coklat ke hitam hitaman, baunya pun bisa buat perut mual," tutup nya.

Aliran Air Limbah Plastik. 
Selanjutnya, Ketua RT/RW 002/019, Desi mengatakan, bahwa penanganan Limbah perusahaan tersebut tampak carut marut. Sebab limbah yang berbentuk cairan itu telah merembes kemana-mana hingga ke rumah-rumah warga sekitar.

Sebelumnya, kata Desi, dirinya pernah mencoba mendatangi pihak perusahaan didampingi beberapa warga karena rembesen air yang bisa mengakibatkan kaki gatal-gatal.

"Namun satupun pihak perusahaan tidak ada yang bisa ditemui bahkan merespon keluhan kami ini pak. Mirisnya pintu gerbang perusahaan pun ditutup, hanya bisa komunikasi dengan security di luar," ungkap Desi sembari meneteskan air mata.

Tak hanya itu, lanjutnya, bahkan limbah perusahaan tersebut sudah mencemari Sumur warga sekitar. Dimana sebelumnya warga kampung Seisamak memiliki dua sumur, sebagimana kedua sumur tersebut merupakan sumber air bersih warga.

"Namun, setelah merembesnya limbah perusahaan ke Sumur sejak kurang lebih enam bulan berdirinya perusahaan itu, akhirnya warga hanya mengandalkan satu Sumur untuk kebutuhan sehari-hari, seperti mandi, nyuci dan masak," bebernya.

Sementara itu, Arsyad selaku warga juga mengatakan bahwa kebisingan mesin perusahaan yang beroperasi selama 24 jam itu sangat menggangu kenyamanan warga sekitar.

"Bahkan getaran mesin perusahaan itu juga sangat kuat hingga tembok rumah warga mengalami keretakan," ungkap Arsyad.

Lanjutnya, saat itu Perusahaan awalnya tidak mengakui keretakan rumah warga akibat dampak getaran mesin, "namun setelah ada perdebatan dengan warga akhirnya perusahaan sepakat berjanji akan mengganti rugi keretakan namun hingga kini belum juga terealisasi," ucapnya.

Belum lagi, pihak perusahaan pernah berjanji akan salurkan air bersih ke warga yang terdampak cairan Limbah, "tapi sampai sekarang janji itu belum terpenuhi oleh pihak perusahaan," kata Arsyad.

Ia berharap, semua janji-janji perusahaan sebelumnya yang pernah disepakati terhadap warga itu segera direalisasikan, "terutama air bersih yang merupakan kebutuhan kita sehari-hari," harapnya.

Hingga berita ini diunggah, pihak perusahaan belum dapat dikonfirmasi guna dimintai keterangan lebih lanjut.


Raden
Bagikan:
Baca juga