Foto Bersama Usai Pemilihan Anggota BPD Desa Batu Limau Terpilih. 
KARIMUN KEPRIAKTUAL.COM: Berakhir nya masa jabatan anggota Badan Permusyawarah Daerah (BPD) Desa Batu Limau periode 2014-2020. Panitia pencalonan anggota BPD kembali mengadakan pemilihan anggota BPD untuk periode 2020-2026.

Ada pun anggota BPD terpilih periode 2020-2026 yaitu Azrizal, Amir, Nizar Kelin dan Latipah sebagai perwakilan perempuan.

Dan kegiatan tersebut berlangsung di gedung aula serbaguna Desa Batu Limau, Kecamatan Ungar, Kabupaten Karimun. Dan turut hadir dalam acara itu, Camat Ungar, Sekcam Ungar, Babinkamtibmas, Babinsa, Ulama dan tokoh masyarakat Desa Natu Limau, serta aparatur Desa Batu Limau, Rabu  ( 24/6/2020 ).

Pada kesempatan itu kepala Desa batu limau Ramli mengatakan, berakhirnya masa bakti anggota BPD 2014/2020, dan untuk periode yang akan datang sesuai dengan juknis peraturan pemerintah Kabupaten Karimun.

"Dengan terlebih dahulu kami membentuk kepanitiaan dan untuk yang itu kami sudah lakukan. Saya juga menginstruksikan, kepada panitia untuk melakukan seleksi kepada para calon caleg kandidat BPD sesuai dengan kuota perwakilan perserta," ungkapnya.

Ramli berharap, anggota BPD terpilih dapat bekerja sama dengan baik, baik denganya maupun para aparatur Desa. Sehingga kelancaran program Desa dapat berjalan sesuai harapan.

"Semoga aja kemajun desa Batu Limau bisa terwujud dengan baik. Dengan terpilihnya anggota BPD yang baru muda mudahan bisa bekerja dengan baik seperti harapan seluruh masyarakat Desa Batu Limau," ujarnya.

Di tempat yang sama, anggota BPD terpilih mengatakan, Allamdulilah mereka sangat bersyukur karena telah terpilih menjadi anggota BPD Desa Batu Limau. Dan sangat berterimaksih juga kepada tokoh tokoh masyarakat yang sudah mau memilihnya, sampai menjadi anggota BPD periode selanjutnya.

"Kami akan berjuang keras untuk memenuhi tanggung jawab sebagai anggota BPD dan untuk tidak mengecewakan orang-orang yang sudah mempercayai dan memilih kami insyaallah kami akan  berusaha untuk kemajuan desa dan masyarakat desa Batu limau," ungkapnya.


Ahmad Yahya.


Wabup Karimun Resmikan Penanaman Pohon Mangrove. 
KARIMUN KEPRIAKTUAL.COM: Wakil Bupati H. Anwar Hasyim, M. Si. meresmikan penanaman pohon mangrove sumber daya Ikan Lestari bagi KUB Batu Tuan Nelayan Kobel di pantai Remis Desa Sawang Laut Kecamatan Kundur Barat, Kabupaten Karimun, Selasa (23/06/2020).

Turut hadir mendampingi, Staf Ahli, Kadis Perikanan, Kadis Lingkungan Hidup, Kadis Pendidikan, Kadis pertanian, Kadis Pemuda dan Olahraga, Sekretaris PU, Sekretaris Dishub, Kabag KomHumas, Kabid Kasubag dan lurah beserta staf diingkugan pemerintah Kabupaten Karimun.

Penanaman pohon mangrove direncanakan sebanyak 5000 pohon, tapi baru 2000 pohon yang ditanam pada hari ini.

Tujuan dari penanaman mangrove tersebut, ungkap Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan  Kabupaten Karimun, untuk menciptakan lingkungan yang lestari dan untuk mendukung kelestarian bagi nelayan.
Acara tersebut sambung Kadis Perikanan dalam rangka memperingati hari Kelautan Nasional.

"Dan acara ini kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Karimun dengan PT. Timah yang diselanggarakan rutin setiap tahunnya," ujarnya.

Wakil Bupati Karimun, H. Anwar Hasyim, M. Si. dalam sambutannya mengatakan, mengucapkan terimakasih dan apresiasi yang tinggi Pemerintah Kabupaten Karimun kepada PT. Timah atas bantuan bibit yang disalurkan bagi para nelayan untuk pengembangan mangrove di Kabupaten Karimun, terkhusus bagi nelayan Desa Sawang Laut Kecamatan Kundur Barat.

"Kegiatan tersebut ungkap Wakil Bupati Karimun dalam rangka untuk melestarikan dan keindahan bagi nelayan Kecamatan Kundur Barat sebagai kantong peningkatan ekonomi bagi para nelyan," kata Anwar Hasyim.

Wakil Bupati Karimun berharap, semoga PT. Timah dapat menyelenggarakan kegiatan tersebut disetiap tahunnya dalam rangka untuk memberikan motivasi dalam mencari nafkah di laut.

"Pada hari kelautan Nasional, saya mengajak pada seluruh nelayan untuk selalu menjaga kelestarian dan keindahan laut, dapat meningkatkan kebersamaan dan silaturrahim atar sesama nelayan," tuturnya.

Ahmad Yahya/Humas


(Foto: Istimewa). 
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau meniadakan denda pajak kendaraan tahunan akibat pandemi COVID-19 karena tidak semata-mata menjadi tanggung jawab pemilik kendaraan, melainkan juga pemerintah daerah.

Dikutip dari situs resmi Kepala Badan Pengelolaan Pajak Retribusi Daerah (BP2RD) Kepri, Reni Yusneli, di Tanjungpinang, Selasa (23/6), mengatakan, denda pajak kendaraan tahunan tidak dikenakan mulai jatuh tempo pembayaran 26 Maret 2020 hingga pertengahan Desember 2020. Selama periode itu, pemilik kendaraan yang tidak membayar pajak kendaraan tepat waktu, tidak dikenakan membayar denda.

Sementara pemilik kendaraan yang tidak membayar pajak kendaraan tahunan tepat waktu, sebelum 26 Maret 2020, wajib membayar denda.

Dalam beberapa pekan terakhir banyak yang bertanya dan meminta pemutihan denda pajak, padahal jatuh tempo pembayaran pajak kendaraan mulai Januari-25 Maret 2020. Hal itu disebabkan informasi yang diperoleh pemilik kendaraan kurang akurat.

"Kami ingin luruskan bahwa pembebasan denda pajak kendaraaan hanya diberikan kepada pemilik kendaraan yang jatuh tempo pembayaran pajan kendaraan tahunan mulai 26 Maret 2020 hingga pertengahan Desember 2020," ucapnya, yang juga mantan Pelaksana Tugas Sekda Kepri.

Reni menjelaskan pemutihan pajak kendaraan merupakan kebijakan yang adil karena mulai 26 Maret 2020, petugas Unit Pelaksana Tugas Samsat se-Kepri bekerja di rumah. Seluruh kantor Samsat Kepri ditutup sementara untuk mencegah penularan COVID-19.

Pelayanan di Samsat Kepri kembali dibuka pada 2 Juni 2020 dengan mematuhi protokol kesehatan.

Selama Kantor Samsat di Kepri tutup sementara, pembayaran pajak kendaraan tahunan dapat menggunakan aplikasi e-Samsat Kepri. Namun tidak semua pemilik kendaraan dapat memanfaatkan fasilitas itu lantaran tidak terbiasa, dan mungkin tidak menggunakan ponsel cerdas.

"Kemudian kami mengeluarkan kebijakan untuk meringankan mereka dengan penghapusan pajak lantaran kita semua sedang menghadapi pandemi COVID-19," katanya.

Menurut dia, secara umum masyarakat Kepri taat membayar pajak kendaraan. Hal itu terbukti dengan ramainya pemilik kendaraan ketika Kantor Samsat di Kepri kembali membuka pelayanan.

"Kami memberi apresiasi kepada masyarakat yang sudah membayar pajak kendaraan," ucapnya.

Reni menjelaskan target pajak kendaraan bermotor tahunan padatahun 2020 sebesar Rp428,3 miliar, turun menjadi Rp342 miliar. Target pendapatan dari pajak kendaraan bermotor tahunan dari Januari-Juni 2020 sebesar Rp156 miliar atau 40 persen dari target keseluruhan.

Sementara realiasi pajak kendaraan bermotor tahunan hingga saat ini sebesar 36,6 persen.

"Kami terus menggenjot target penerimaan dari pajak kendaraan bermotor tahunan. Masih ada waktu beberapa hari ini, mudah-mudahan tercapai," katanya.

(***)


Sidang video teleconference Terdakwa Jaenal Jae di Pengadilan Negeri (PN) Batam. 
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Hakim Pengadilan Negeri (PN) Batam vonis 3 tahun penjara terdakwa Jaenal Jae, kasus minuman beralkohol (mikol) dan rokok ilegal di Komplek pergudangan Villa Mas Blok A13, No 4 Sungai Panas, Kota Batam, Senin (22/6-2020).

Vonis yang dibacakan ketua majelis hakik Taufik Nainggolan didampingi Yona Lamerosa dan Dwi Nuramanu ternyata lebih tinggi dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Mega Tri Astuti, yang sebelumnya menuntut agar terdakwa dijatuhi hukuman penjara selama 2 tahun da 6 bulan.

"Mengadili, menjatuhkan hukuman terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama 3 tahun," kata Taufik melalui video teleconference di Pengadilan Negeri (PN) Batam.

Vonis 3 tahun penjara, kata Taufik, karena perbuatan terdakwa telah terbukti bersalah melanggar Pasal 54 UU Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas UU Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai, sebagaiman dakwaan tunggal penuntut umum.

Selain hukuman penjara, kata dia, majelis hakim juga menghukum terdakwa Jaenal Jae untuk membayar denda sebesar Rp 11.270.514.242 subsider 6 bulan kurungan. Sementara barang bukti berupa semua minuman alkohol (Mikol) dan rokok dirampas untuk dimusnahkan.

"Apabila terdakwa tidak membayar denda dalam waktu 1 bulan sesudah putusan pengadilan memperoleh kekuatan hukum tetap, maka harta bendanya dapat disita oleh jaksa dan kemudian dilelang untuk membayar denda. Dalam hal terdakwa tidak memiliki harta benda yang mencukupi untuk membayar denda, maka diganti dengan pidana kurungan selama 6 bulan," tambahnya.

Menanggapi putusan itu, terdakwa Jaenal Jae tak punya pilihan lain selain pasrah menerima putusan itu. "Saya terima putusannya yang Mulia," kata Jaenal.

Diuraikan dalam surat dakwaan, kasus ini bermula ketika Petugas Bea dan Cukai Batam melakukan penggerebekan di Komplek Pergudangan Villa Mas, Blok A13 No 5, Sei Panas, Kota Batam.

Saat dilakukan penggerebekan, petugas berhasil mengamankan 670 dus barang kena cukai berupa minuman yang mengandung Etil alcohol berbagai merek dan 19 karton rokok merek Rave yang tidak dilekati pita cukai dan tanda pelunasan cukai serta tidak tertera tulisan Khusus Kawasan Bebas Batam (KKB Batam).

Bahwa akibat perbuatan terdakwa potensi kerugian Negara sebesar Rp 5.635.257.121,-(lima milyar enam ratus tiga puluh lima juta dua ratus lima puluh tujuh ribu seratus dua puluh satu rupiah).


Redaksi


Foto: Istimewa. 
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DPRD Provinsi Kepri meminta jajaran Organisasi Perangkat Daerah OPD di Lingkungan Pemerintah Provinsi Kepri untuk mengoptimalkan penggunaan anggaran pembangunan pada APBD Kepri tahun 2019.

Pasalnya, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah melihat hingga saat ini masih banyak program anggaran kegiatan yang tidak sesuai Renstra RPJMD provinsi Kepri.

Hal ini disampaikan Ketua Pansus Laporan Pertanggungjawaban APBD tahun 2019 DPRD Kepri Lis Darmansyah, Senin (22/6).

"Berdasarkan hasil pembahasan yang kami dapati bahwa pada APBD Kepri tahun 2019 masih banyak program kegiatan OPD yang tidak sesuai Renstra OPD pada RPJMD," ungkap Lis.

Menurut Lis Darmansyah, masihbanyak relokasi anggaran yang tidak sesuai tugas dan fungsi OPD.Sehingga pelaksanaan program kegiatan dan pembangunan yang dilakukan tidak optimal.

"Hingga saat ini masih didapati OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepri yang tidak konsisten terkait target alokasi anggaran," ujar Lis Darmansyah dihadapan Plt Gubernur Provinsi Kepri H Isdianto dan Sekretaris Daerah Provinsi Kepri H TS Arif Fadillah.

Sehingga meskipun realisasi anggaran tercapai namun capaian realisasi belum optimal.

Untuk itu, Lis juga mengharapkan kedepannya, Gubernur Kepri dapat terus mendorong OPD untuk dapat lebih rinci dan Optimal dalam mengalokasikan anggaran kegiatan sesuai indikator pembangunan yang ada.

"Dengan begitu program kegiatan yang dilaksanakan akan lebih bermanfaat dan tepat sasaran serta sesuai tupoksinya dan terpenting tidak tumpang tindih dengan program kegiatan OPD lainnya," ujar Lis.

Untuk itu, diakhir laporan akhir Lis juga menyampaikan beberapa rekomendasi kepada seluruh OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepri agar lebih optimal dalam membuat dan melaksanakan program anggaran.

Sumber: Diskominfo Kepri


Badan Pengelolaan Pajak Retribusi Daerah (BP2RD) Kepri, Reni Yusneli. (Foto: Istimewa). 
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menurunkan pajak daerah dari Rp1,1 triliun menjadi Rp998,4 miliar akibat pandemi Covid-19.

Badan Pengelolaan Pajak Retribusi Daerah (BP2RD) Kepri, Reni Yusneli mengatakan, penurunan pajak daerah merupakan kebijakan realistis akibat perubahan perilaku masyarakat dan kebijakan pemerintah daerah dalam mencegah penularan Covid-19.

"Pajak daerah terbesar bersumber dari pajak kendaraan," katanya di Tanjungpinang, Senin (22/6), dikutip dari situs resmi Diskominfo Kepri.

Reni menjelaskan target pajak kendaraan bermotor tahunan sebesar Rp428,3 miliar, turun menjadi Rp342 miliar. Target pendapatan dari pajak kendaraan bermotor tahunan dari Januari-Juni 2020 sebesar Rp156 miliar atau 40 persen dari target keseluruhan.

Sementara realiasi pajak kendaraan bermotor tahunan hingga saat ini sebesar 36,6 persen.

"Kami terus menggenjot target penerimaan dari pajak kendaraan bermotor tahunan. Masih ada waktu beberapa hari ini, mudah-mudahan tercapai," katanya.

Sumber pandapatan daerah kedua dari pajak kendaraan baru atau bea balik nama. Target pajak kendaraan baru tahun 2020 mencapai Rp267,6 miliar.

Realisasi pajak kendaraan baru sampai sekarang Rp116,1 miliar.

Pajak kendaraan baru potensial menurun lantaran daya beli menurun akibat Covid-19. Biasanya, masyarakat membeli motor baru menjelang hari besar keagamaan seperti Idul Fitri dan lainnya. Namun realitanya, jumlah pembeli motor baru tidak banyak.

"Kondisi masyarakat masih memperbaiki keuangan keluarga karena pandemi Covid-19. Ini yang menyebabkan masyarakat kurang membeli kendaraan baru," ucapnya.

Selanjutnya, menurut Reni pajak daerah bersumber dari pajak bahan bakar kendaraan yang dikelola PT Pertamina. Target pajak bahan bakar kendaraan sebesar Rp328 miliar, turun Rp262 miliar.

Pendapatan dari sektor ini sejak Maret 2020 sudah diprediksi akan menurun karena sebagian masyarakat tidak keluar rumah dan bekerja di rumah selama sejak pandemi Covid-19.

"Target pajak rokok Rp124,8 miliar, tetap bertahan, tidak berubah," ucapnya.

(***)


Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri H Muhd Dali.
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Dinas Pendidikan Provinsi Kepri menegaskan bahwa seluruh proses, tahapan dan pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru PPDB tingkat SMA/SMK dan SLB di Provinsi Kepri dilakukan secara online.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri H Muhd Dali di Tanjungpinang, Senin (22/6), dikutip dari situs Diskominfo Kepri.

"Untuk PPDB semua proses nya menggunakan sistem online atau daring," ungkap Dali.

Dijelaskan Dali, untuk PPDB Online di tingkat SMA/SMK dan SLB dimulai dari tanggal 29 Juni 2020.

"Semua melalui sistem online baik pendaftaran online, verifikasi, penerimaan, pendaftaran ulang hingga nantinya pelaksanaan belajar mengajar pada tahun ajaran baru 2020/2021 pun dengan sistem online ," tegas Dali.

Disampaikan Dali, mengingat  kondisi pandemi Covid-19 saat ini, pihaknya masih khawatir akan kondisi peserta didik jika dibukanya kembali sekolah.

"Saat ini masih belum aman, sehingga seluruh kegiatan belajar mengajar kita harapkan menggunakan sistem online atau daring," jelas Dali

Bahkan lanjut Dali, proses pengenalan sekolah pun atau masa orientasi siswa direncanakan dilaksanakan dengan sistem online.

(***)


Pengarahan Asrena Danlantamal IV Tanjungpinang, Kolonel Laut (P)  Stanley Lekahena M.Tr.Hanla.
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Asisten Perencanaan dan Anggaran Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Asrena Danlantamal) IV Kolonel Laut (P) Stanley Lekahena M.Tr.Hanla., memberikan pengarahan pada saat apel pagi  dihadapan segenap Prajurit dan PNS Lantamal IV di lapangan apel Markas Komando  (Mako) Lantamal IV, Jl. Yos Sudarso No.1 Batu Hitam Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Senin (22/06/2020).

Dalam arahan Asrena Danlantamal IV menyampaikan, terkait situasi pandemi Covid-19 yang masih tahap pemulihan, saat ini pemerintah telah mengumumkan tentang tatanan New normal.

Asrena Danlantamal IV mengatakan, prajurit dan PNS Lantamal IV dan keluarganya agar tetap menjaga kesehatan dengan tetap patuh terhadap prosedur protokol kesehatan diantaranya rajin mencuci tangan, pengunaan masker, handsanitaizer dan jaga jarak yang aman.

“Saat ini kita mendapat tunjangan kinerja, tetapi itu tergantung kepada kinerja kita yang diukur oleh pemerintah, kita dituntut untuk bekerja sehingga output atau indikator keberhasilan kinerja sebuah organisasi itu, dapat terpenuhi apabila sudah melaksanakan dengan baik," ujarnya.

Selanjutnya, salah satu indikator untuk penilaian kinerja tersebut melalui penilaian individu,  ingat bahwa tunkin itu sewaktu-waktu bisa dikurangi, sewaktu-waktu bahkan bisa dihilangkan, semunya itu tergantung dari kinerja kita.

“Mari kita berlomba-lomba untuk memberikan output yang baik, saat ini mungkin kita belum 100%, tetapi saya percaya dan yakin bahwa kalau kinerja kita sudah memenuhi syarat semuanya, tunkin itu bisa menjadi 100%, untuk itu setiap personel wajib mengetahui tugas dan tanggung jawab masing-masing, jangan dianggap sepele," pinta Asrena Danlantamal IV.

Ditambahkanya, dalam beberapa minggu ini sering terjadinya turun hujan, untuk itu setiap Prajurit dan PNS tetap membersihkan selokan di rumah masing-masing, serta menjaga kebersihan agar terhindar terjadi sakit demam berdarah dan peyakit lainnya.

“Dalam waktu dekat akan dibuka pendaftaran Taruna dan Bintara TNI Angkatan Laut, mari sama-sama kita memberikan informasi tersebut apabila ada keluarga dan tetangga kita yang berminat agar  dipersiapkan, kita semua diberikan kesempatan yang sama dan terbuka. Rencana pendaftaran mulai tanggal 29 Juni sampai dengan tanggal 3 Juli 2020”, pungkasnya.

Dispen Lantamal IV Tanjungpinang.



Kuasa Hukum PT YMP, Tantimin, S.H Didampingi HRD Perusahaan Fani Panjaitan. 
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Pihak managemen perusahaan PT Yafindo Mitra Permata (PT YMP) didampingi Kuasa Hukumnya, Tantimin S.H mengatakan, konfrence pers ini untuk mengklarifikasi, bahwa ada pemberitaan di media online yang menilai bahwa PT YMP disebutkan telah melakukan, mendaur atau mempeking ulang produk makanan yang kadaluarsa.

"Ini semuanya tidak benar. Atas pemberitaan ini di media online, pihak instansi, Polisi, Disperindag Kota Batam sudah datang ke perusahaan ini untuk mengeceknya. Supaya jangan pemahaman di masyarakat, dengan hal yang negatif. Apalagi pencemaran nama baik perusahaan. Makanya kami lakukan konfrence pers ini," ujar Kuasa Hukum PT YMP, Tantimin didamping HRD perusahaan Fani Panjaitan, kepada awak media, Senin (22/6-2020).

Secara tehknisnya, HRD PT YMP, Fani Panjaitan mengatakan, awalnya ini muncul ketika salah seorang karyawan perusahaan ini (DK) sudah tidak bekerja lagi. Dan DK dikeluarkan dari perusahaan ini, karena mencuri. Sehingga di pecat.

"Karena tidak bekerja lagi, DK menyebarkan berita dan memberikan foto dan video ini ke media. Dan pengambilan foto atau video itu, ketika kami cek CCTv. DK memgambil video ketika mempeking produk makanan," ujar Fani Panjaitan.

Ditambahkanya, produk makanan yang ada dalam foto tersebut, itu mau dipeking ulang. "Produk makanan itu masih bagus, sehingga di peking kembali," tuturnya.

Memang, lanjutnya, ada produk makanan itu yang sudah tidak bisa lagi di pakai. Tetapi itu dipisahkan, bukan didaur ulang dengan barang yang bagus. Dipeking kembali karena plastik barang itu ada yang sobek. Jadi dipeking kembali, karena kategori barang bagus.

"Yang kadaluarsa (Expayer) itu dikumpulkan lalu dipeking kembali, tapi untuk mau dibuang. Tidak mungkinlah kami campur. Perusahaan ini kan Distributor Makanan dan minuman. Dan kami medistributorkan ke supermarket," ungkapnya.

Sementara untuk DK yang menyebarkan foto dan vidio itu, tuturnya, pihaknya akan mengambil langkah hukum. Karena sudah menyebarkan dengan sengaja.

"Kami sudah jelas mengetahuinya, dan mendengarkan bicaranya saat mengambil vidio. Jadi sekali lagi kami sampaikan, bahwa tidak benar perusahaan ini mendaur ulang produk makanan yang kami distributorkan," pungkasnya.


Alfred


Konfrence Pers Polres Pangkep. Tujuh Tersangka Diamankan. 
KEPRIAKTUAL.COM: Tujuh nelayan yang menangkap ikan secara ilegal, dengan menggunakan bom ditangkap polisi. Ke 7 pelaku tersebut ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Pangkep, Sulawesi Selatan.

Sejumlah barang bukti seperti detonator, kompresor, hingga kapal diamankan kepolisian. Polisi mengatakan, daya ledak yang dihasilkan masuk kategori high explosive dan dapat merusak biota laut.

"Jadi mereka ini menyelam dulu ke laut. Kalau mereka lihat banyak ikan, nah di situ mereka melempar bom ikannya. Daya ledak bom ikan rakitan ini termasuk high explosive dan jelas merusak biota laut," ujar Kasatpol Air Polres Pangkep, Iptu Deki Marizaldi, Senin (22/06/2020).

Ketujuh pelaku ini merupakan satu komplotan yang sudah lama malang melintang di perairan Pangkep yang menjual hasil ilegal fishing mereka sampai ke Lombok, Nusa Tenggara Barat. Iptu Deki mengatakan, bahan peledak yang digunakan oleh pelaku itu semuanya rakitan.

"Semuanya rakitan, jadi bahan peledak yang mereka gunakan ini sangat berbahaya. Bukan saja buat ekosistem laut, tapi juga buat dirinya. Sudah banyak kasus, malah mereka yang jadi korban," kata Iptu Deki.

Atas aksinya itu, mereka dijerat pasal 84 ayat 1 Undang-undang Nomor 45 tahun 2009 tentang Perikanan, dengan ancaman 6 tahun penjara dan denda Rp 1,2 miliar.

Redaksi


Foto: Istimewa. 
JAKARTA KEPRIAKTUAL.COM: Gempa tektonik bermagnitudo 5,1 mengguncang sebagian wilayah Jawa Timur hingga Yogyakarta, Senin dini hari, 22 Juni 2020, pukul 02.33 WIB. Sumber gempa berasal di Samudera Indonesia atau laut selatan Jawa. Selain tidak berpotensi tsunami, laporan kerusakan bangunan nihil.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Rahmat Triyono lewat keterangan tertulis Senin 22 Juni 2020 menyatakan pusat gempa atau episenter terletak pada koordinat 8.98 LS dan 110.85 BT.

“Tepatnya berlokasi di laut pada jarak 91 kilometer arah selatan Kota Pacitan, Jawa Timur,” ujarnya.

Sumber gempa berkedalaman 93 kilometer. BMKG menggolongkan jenisnya sebagai gempa menengah. “Akibat adanya aktivitas subduksi atau penunjaman lempeng Indo-Australia ke lempeng Eurasia,” kata dia. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini memiliki mekanisme pergerakan turun (normal fault).

Dampak gempa berupa guncangan dirasakan di daerah Kota Yogyakarta, Bantul, Maguwoharjo-Sleman, Wonogiri,Tulungagung, Karangkates, Magelang, dan Pacitan dengan skala intensitas gempa III MMI. Getaran lindu itu dirasakan nyata di dalam rumah seakan ada truk yang berlalu.

Sementara di Nganjuk, Trenggalek, Purworejo, Ponorogo, Banjarnegara, Purwokerto, Cilacap, Klaten dan Sukoharjo, gempa terasa dengan skala intensitas II MMI. Getaran gempanya dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang. Hingga saat ini menurut BMKG belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut.

Hasil pemodelan menunjukkan Gempa Pacitan itu tidak berpotensi menimbulkan tsunami. BMKG meminta masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Warga juga diminta memeriksa kondisi huniannya.

Sumber: Tempo.co


Bendungan Pidekso di Kabupaten Wonogiri. (Foto: Kementerian PUPR).
JAKARTA KEPRIAKTUAL.COM: Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus meningkatkan jumlah tampungan air di Indonesia untuk mendukung ketahanan pangan dan air.

Pembangunan bendungan dilakukan di berbagai wilayah Indonesia, salah satunya di Provinsi Jawa Tengah untuk mendukung sebagai provinsi lumbung pangan nasional dan salah satunya Bendungan Pidekso di Kabupaten Wonogiri yang saat ini progres Tahap I mencapai 92%.

Pekerjaan pembangunan bendungan tidak dihentikan selama wabah pandemi Covid-19 untuk menjaga kesinambungan roda perekonomian, terutama penyediaan lapangan kerja bagi kontraktor, konsultan dan tenaga kerja konstruksi beserta kegiatan yang mengikutinya. Kegiatan pembangunan yang berlanjut pun diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pemulihan ekonomi nasional dalam tatanan baru (New Normal).

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Ditjen Sumber Daya Air tengah menyelesaikan pembangunannya Bendungan Pidekso di Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Bendungan Pidekso merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) di bidang Sumber Daya Air untuk mewujudkan ketahanan air dan pangan nasional.

“Bendungan multifungsi dengan kapasitas 25 juta meter kubik ini direncanakan mampu mengairi area irigasi seluas 1.500 hektar. Air irigasi dari bendungan akan meningkatkan Intensitas tanam dari 133 % (2000 Ha) ke 240% (3600 Ha). Diharapkan dengan selesainya bendungan ini nanti dapat mendorong pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19 khususnya di bidang pertanian,” katanya.

Menurut Menteri Basuki, bendungan yang berada di hulu Sungai Bengawan Solo ini dibangun memiliki manfaat dalam rangka pengembangan infrastruktur penyediaan air irigasi 1500 Ha untuk mendukung ketahanan pangan nasional dan penyediaan air baku 300 liter/detik di wilayah Kabupaten Wonogiri, Sukoharjo, Kota Solo dan sekitarnya. Selain irigasi, Pembangunan Bendungan Pidekso sangat diperlukan sebagai pengendali banjir dan sebagai lahan konservasi serta pariwisata sehingga dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Bendungan Pidekso yang berlokasi di Kabupaten Wonogiri memiliki daya tampung sebesar 25 juta meter kubik dikerjakan oleh kontraktor PT. PP (Pembangunan Perumahan) dengan dana APBN sebesar Rp436,9 miliar dengan masa pelaksanaan selama 2.549 hari kalender (2 Januari 15-25 Desember 2021). Sedangkan pelaksanaan efektif bagian bendungan dimulai pada pertengahan tahun 2018. Bendungan ini ditargetkan selesai Tahap II pada Desember 2021.

Selain itu bendungan ini memiliki memiliki saluran pelimpah (spillway) disandaran kiri bendungan. Dengan tipe ogee tanpa pintu dengan lebar 55 meter. Bagian spillway dibagi menjadi 4 zona, yakni zona inlet, zona transisi, zona chuteway, dan zona saluran pembawa. Adapun tinggi bendungan utama dari bendungan ini 44 meter, lebar puncak 10 meter, panjang puncak total 387 meter, dan tipe urugan random.

Di Provinsi Jawa Tengah, Kementerian PUPR juga membangun tujuh bendungan lainnya. Bendungan tersebut yakni Bendungan Logung di Kabupaten Kudus dan Gondang di Kabupaten Karanganyar yang telah rampung. Selanjutnya tengah dibangun Bendungan Bener di Kabupaten Purworejo, Randugunting di Kabupaten Blora, Jlantah di Kabupaten Karanganyar, Jragung di Kabupaten Demak, dan Bendungan Matenggeng di Kabupaten Cilacap.


(BKP Kementerian PUPR/EN)


Achmad Yurianto, Jubir Penanganan Covid-19. (Foto: Dokumentasi Humas Setkab)
JAKARTA KEPRIAKTUAL.COM: Juru bicara (Jubir) Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, mengingatkan bahwa untuk menuju tatanan kehidupan yang baru tidaklah mudah, dibutuhkan persiapan yang matang dan tahapan yang tepat di daerah. Untuk itu, Jubir Penanganan Covid-19 menyampaikan bahwa secara bertahap Pemerintah akan membuka kembali daerah maupun sektor strategis agar dapat kembali produktif secara bertahap.

”Kami kembali mengingatkan bahwa proses untuk melaksanakan adaptasi kebiasaan baru bukan hal yang mudah dan sederhana, keputusan ini merupakan keputusan Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di daerah,” kata Yuri dalam keterangannya di Graha BNPB, Jakarta, Minggu (21/6) sore.

Ia menyebutkan, ada dua hal yang harus menjadi perhatian daerah sebelum melaksanakan adaptasi kebiasaan baru (AKB). Pertama, memastikan seluruh masyarakat di daerah tersebut paham dan mampu melaksanakan protokol kesehatan secara ketat.

Untuk itu, diperlukan edukasi dan sosialisasi secara terus-menerus agar nilai-nilai ini terinternalisasi dalam tatanan kehidupan sehari-hari. ”Ini menjadi hal yang sangat mendasar, pastikan masyarakat telah memahami dan mampu melaksanakan dengan disiplin protokol kesehatan,” ucap Yuri.

Kedua, Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di daerah harus melakukan kajian data yang teliti, yang detail bersama seluruh pakar, ahli dan tokoh masyarakat yang ada di wilayahnya masing-masing, untuk menentukan wilayah mana yang memungkinkan dibuka kembali.

Yuri menekankan untuk menuju masyarakat produktif namun tetap aman dari Covid-19, ditentukan oleh kesiapan masing-masing daerah serta dukungan dari seluruh elemen masyarakat. Karenanya, ia pun mengingatkan Gugus Tugas Daerah untuk selalu proaktif berkomunikasi dengan pusat dan selalu bermusyawarah sebelum menentukan suatu daerah maupun sektor bisa produktif kembali.

”Pastikan ada tahapan sosialisasi, buat SOP tentang bagaimana mengimplementasikan kebiasan baru di dalam lingkungan sektor yang akan beroperasi kembali,” ungkap Yuri.

Ia menyampaikan agar membuat simulasi tentang bagaimana membatasi kapasitas orang agar tidak terjadi penumpukan dan menimbulkan potensi penularan karena tidak terjaminnya physical distancing.

“Siapkan fasilitas untuk mencuci tangan, siapkan fasilitas kesehatan yang bisa diakses masyarakat, dilakukan evaluasi yang ketat setiap saat, karena tujuan kembali produktif adalah aman dari Covid-19,” tuturnya.

Lebih lanjut, apabila dalam perkembangannya ditemukan peningkatan kasus positif maka Tim Gugus Tugas Daerah bisa melakukan penutupan atau pengaturan kembali, ini menjadi upaya untuk menekan laju penularan Covid-19 agar tidak semakin luas dan meningkat.

Yuri berharap, penambahan kasus ini bisa menjadi perhatian bersama untuk lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan. Ia menegaskan jangan sampai semangat adaptasi kebiasaan baru menuju masyarakat produktif namun aman dari Covid-19 menjadi dasar untuk euforia dengan bebas berkegiatan serta melupakan protokol kesehatan.

“Sebaliknyai harus disikapi secara bijak dengan tetap patuh dan berkomitmen kuat untuk terus melakukan upaya-upaya pencegahan,” jelas Yuri.

(Setkab/Kemenkes/EN)


Salah satu jenis Inovasi yang telah memperoleh izin edar dan diproduksi. (Foto: Kemenristek/BRIN).
KEPRIAKTUAL.COM: Pemerintah melalui Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek/BRIN) merespons dengan cepat penanggulangan pandemi Covid-19 dengan membentuk Konsorsium Riset dan Inovasi.

Pembentukan Tim Riset dan Inovasi ini merupakan gerak cepat para inovator Indonesia, putra-putri bangsa, dalam menghasilkan 57 produk inovatif guna menanggulangi pandemi Covid-19 dan telah diluncurkan pada Hari Kebangkitan Nasional tanggal 20 Mei 2020 oleh Presiden Joko Widodo.

5 jenis ventilator yang dikembangkan anggota Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 telah berhasil mengantongi Izin Edar dari Kementerian Kesehatan, setelah lulus uji sertifikasi dari Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan (BPFK) Kementerian Kesehatan.

Setelah mengantongi izin edar, kelima ventilator tersebut segera memasuki tahap produksi massal, dan bahkan beberapa sudah menghasilkan ratusan produk yang sudah dimanfaatkan oleh rumah sakit dalam membantu menyelamatkan pasien Covid-19.

Keberhasilan ini disambut gembira dan rasa syukur, dengan apresiasi yang tinggi oleh Menristek/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro dan segenap jajarannya, yang telah memfasilitasi kegiatan riset dan inovasi percepatan penanggulangan Covid-19, melalui Tim Konsorsium Covid-19.

Menteri Bambang sangat kagum dengan kehebatan dan pencapaian putra-putri kebanggaan bangsa Indonesia.

“Bayangkan, riset dan inovasi yang biasanya di proposal dilakukan minimal dalam satu tahun anggaran, ini hanya dalam hitungan 3 bulan, sudah menghasilkan produk-produk inovasi yang berkualitas, luar biasa dan sangat dibutuhkan bangsa Indonesia, yang pada saat yang sama, bangsa lain juga sedang berlomba-lomba  membuatnya,” ungkap Bambang PS Brodjonegoro di Gedung BJ Habibie, Provinsi DKI Jakarta, Jumat (19/6).

Kuncinya, menurut Menristek, adalah kolaborasi, kemitraan, dan kerja sama.

“Adanya pandemi Covid-19 yang merupakan tantangan berat bangsa Indonesia dan global saat ini yang terbukti dapat menyatukan tekad dan semangat para inventor dan inovator dari kalangan pemerintah, akademisi, dan pihak swasta untuk berkolaborasi dan bekerja sama mengatasi pandemi bersama-sama,” lanjut Bambang PS Brojonegoro.

Kelima jenis ventilator tersebut adalah :

1). BPPT3S-LEN
Ventilator berbasis Ambu Bag dan Cam dikembangkan BPPT bersama PT LEN.

BPPT3S-LEN telah mengantongi Nomor Izin Edar Alat Kesehatan KEMENKES RI ADK 20403020870 dan sekarang ini PT LEN sedang proses produksi 100 unit ventilator.

2). GERLIP HFNC-01
Ventilantor ini dikembangkan LIPI bekerja sama dengan PT Gerlink Utama Mandiri.

Penggunaan jenis ventilator HFNC ( High Flow Nasal Cannula) untuk mencegah pasien tidak sampai gagal nafas dan tidak harus diinkubasi menggunakan ventilator invasive dengan cara memberikan terapi oksigen beraliran tinggi dan sampai saat ini sudah diproduksi 5 unit.

GERLIP HFNC-01 telah mengantongi Nomor Izin Edar Alat Kesehatan KEMENKES RI ADK 20403020951.

3. Vent-I Origin
Vent-I merupakan model ventilator Continuous Positive Airway Pressure (CPAP) dikembangkan Yayasan Pembina Masjid Salman ITB bersama Unpad dan ITB.

Vent-I telah mengantong Nomor Izin Edar Alat Kesehatan KEMENKES RI ADK 20403020696.

Hingga hari ini (19/6) sebanyak 139 unit Vent-I produksi pertama yang telah didistribusikan kepada RS yg membutuhkan.

Sementara ini total target produksi Vent-I sekitar 800-900 unit.

4. COVENT-20
Covent-20 merupakan ventilator hasil kolaborasi dari para peneliti di Fakultas Teknik UI (FTUI) dan Fakultas Kedokteran UI (FKUI), Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), RSUP Persahabatan Jakarta, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Jakarta II Jurusan Teknik Elektromedik.

COVENT-20 mudah dibawa dan dapat digunakan dalam keadaan darurat. COVENT-20 memiliki 2 (dua) mode operasi yaitu mode CPAP (Continuous Positive Airway Pressure) dan CMV (Continuous Mandatory Ventilation).

Mode Ventilasi CPAP dioperasikan ketika kondisi pasien masih sadar untuk membantu oksigenasi ke paru-paru pasien, sedangkan Mode CMV dioperasikan ketika pasien tidak sadar atau mengalami kesulitan mengatur pernafasannya untuk mengambil alih fungsi pernafasan pasien. Kedua mode tersebut dapat digunakan pada saat pasien berada di rumah maupun dalam perjalanan (di mobil ambulans), namun tidak digunakan di ruang isolasi.

COVENT-20 telah mengantongi Nomor Izin Edar Alat Kesehatan KEMENKES AKD 20403021003 dan telah diproduksi sekitar 300 unit oleh beberapa mitra Produsen Alat Kesehatan (Alkes) diantaranya PT Enesers Mitra Berkah, PT Graha Teknomedika, dan PT PINDAD dan dikalibrasi oleh beberapa mitra Perusahaan Kalibrasi Alkes.

5. DHARCOV-23S
Ventilator Emergency CMV dan CPAP berbasis pneumatic DHARCOV 23S.

Ventilator ini  dikembangkan oleh BPPT bekerja sama dengan PT Dharma Precission Tools dan telah mengantongi Nomor Izin Edar Alat Kesehatan KEMENKES RI AKD 20403020892. Pada saat ini (19/06), Dharcov-23S telah memasuki fase produksi masal.

Total unit dalam batch pertama yang akan diproduksi adalah sebanyak 200 unit ventilator, sampai dengan tanggal 19 Juni 2020 telah selesai diproduksi dan terkalibrasi sebanyak 100 unit, sedangkan sisanya akan selesai pada akhir minggu ke tiga bulan Juni 2020.

Selain kelima ventilator tersebut, BPPT bekerja sama dengan PT Polijaya juga sedang mengembangkan BPPT3S-Poly yang masih dalam uji sertifikasi.

Sedangkan Universitas Gadjah Mada bekerja sama dengan Toyota dan industri lokal, mengembangkan tiga jenis ventilator, yakni versi fully featured ventilator (high end), versi low cost dan versi ambu bag conversion.

Selain itu, ITS melalui Tim Ventilator Departemen Teknik Fisika ITS telah menciptakan Simple and Low-Cost Mechanical Ventilator atau Robot Ventilator.


(Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik Kemenristek/BRIN/EN)


Lokasi Jalan dan Rumah Terdampak Banjir Akibat Dugaan Pemotongan Lahan. 
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Kota Batam diguyur hujan lebat dari malam hingga pagi tadi. Sehingga akses jalan Tanjung Uma lumpuh total dan rumah warga terendam air, Sabtu (20/6-2020).

Pantauan dilapangan, akibat dampak banjir tersebut jalan akses Tanjung Uma dipenuhi dengan lautan lumpur yang diduga berasal dari aktifitas  pemotongan bukit oleh PT Cahaya Abadi Harum Abadi. Akibatnya, lokasi aktifitas pemotongan bukit itu tampak tidak jauh persis dari pemukiman warga sekitar.

Ketua RT 05 RW 06 kelurahan Tanjung Uma, Hendri mengatakan banjir bermula dari hujan lebat yang mengguyur Batam.

Disamping itu, akses jalan juga dipenuhi lumpur tebal hingga warga pejalan kaki kesulitan untuk melintasinya khususnya pengendara motor maupun mobil.

Tak hanya itu lanjut Hendri, ada puluhan rumah  yang tergenang hingga perabotan di rumah-rumah warga ada yang rusak.

Dibeberkan, disini ada aktifitas pemotongan bukit oleh PT Cahaya Abadi Harum Abadi. "Jadi tidak menutup kemungkinan salah satu penyebab banjir yang mengakibatkan akses jalan ini lumpuh total adalah karena perusahaan proyek tersebut," kata Hendri sembari menunjukkan lokasi proyek.

"Itu pun, mereka tidak memperhatikan aspek lingkungan yang berdampak ke warga sekitar," tambahnya.

Menurutnya, banjir yang menimpah Tanjung Uma bukan hanya kali ini saja, sudah ada 3 kali. "Jadi sekali lagi, patut  diduga penyebabnya adalah PT. Cahaya Dinamika Harum Abadi," kesal Hendri.

Hendri menegaskan, jika pihak perusahaan tidak mengganti kerugian warga yang terdampak banjir maka perusahaan akan dihadang oleh masyarakat.

"Intinya harus dibayarkan saja kerugian masyarakat baru bisa aktivitas perusahaan," tegasnya.


(Red/ Tamp)


Sekda Kepri,  Covid-19 Kepri, DR TS Arif Fadillah.
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Pemprov Kepri menyatakan penggunaan media sosial berdampak positif menyampaikan komunikasi publik berupa sosialisasi penanganan pandemi Covid-19 yang efektif diterima masyarakat.

Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kepri, DR TS Arif Fadillah menjelaskan media sosial memegang peranan penting dalam sosialisasi, informasi dan pembelajaran dalam pemberdayaan masyarakat menghadapi pandemi Covid-19. Pernyataan ini disampaikan dalam sambutan acara penyerahan bantuan masker tahap kedua sebanyak satu juta masker kain dari Temasek Foundation Singapura, Jumat (19/6) di Batam.

"Kita sadar tanpa peran serta masyarakat, pemerintah tidak akan mampu sendirian. Untuk itu penting komunikasi publik dalam mengajak keterlibatan masyarakat untuk bersama sama menghadapi pandemi ini. Salah satu cara paling efektif adalah komunikasi menggunakan medsos seperti Whatssapp Grup, Facebook, Instagram, Twitter dan platform lainnya," ujar Arif.

Arif menjelaskan bahwa keterlibatan masyarakat, dunia usaha, dan kelompok potensial dalam melakukan edukasi dan advokasi tata cara menghadapi pandemi Covid-19 merupakan suatu keharusan. Keterlibatan seluruh elemen masyarakat memiliki dampak positif dalam mengatasi pandemi ini secara lebih cepat dan tepat.

"Gugus Tugas Provinsi sudah membentuk Tim Bersama Lawan Covid-19 di Batam, kita berharap dukungan dari seluruh elemen masyarakat di Batam untuk bersama kita mencegah dan menurunkan angka penyebaran Covid-19 ini,' pinta Arif.

Arif berharap, dukungan masyarakat Batam dalam mencegah dan menurunkan penyebaran Covid-19 akan membuat Batam menjadi kondusif bagi penerapan new normal dan berimbas pada meningkatnya pertumbuhan ekonomi di Batam.

Sumber: Diskominfo Kepri


Proyek pembangunan Jalan Lingkar Gurindam 12, Tanjungpinang. Pemerintah Provinsi Kepri memangkas anggaran kegiatan yang kemudian dialihkan kepada kegiatan penanganan Covid-19. Namun Pemprov memastikan tidak merasionalisasi dana yang telah dianggarkan untuk proyek strategis.
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Sebanyak 8 orang warga Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau terkonfirmasi reaktif Covid-19 berdasarkan hasil pemeriksaan cepat (rapid test)

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kepri, Tjetjep Yudiana, di Tanjungpinang, Kamis (18/6), 8 orang warga Tanjungpinang terkonfirmasi reaktif setelah melakukan rapid test di RSUP Kepri sebelum berangkat ke Jakarta.

Keberangkatan mereka terpaksa ditunda untuk mencegah penularan Covid-19. Saat ini, mereka dikarantina di Rumah Singgah RSUP Kepri.

Kondisi 8 orang warga Tanjungpinang itu, baik.

"Mereka dikarantina selama 14 hari, dan harus menunggu hasil swab. Itu perjanjian yang harus dilaksanakan sesuai protokol kesehatan," ucapnya.

Tjetjep mengemukakan biaya perawatan selama dikarantina ditanggung pemerintah. Namun biaya rapid test yang sebelumnya dilakukan untuk kepentingan pribadi ditanggung oleh masing-masing pasien.

"Biaya sekali rapid test sekitar Rp 400.000," ujarnya.

Tjetjep mengatakan hasil rapid test tidak selalu akurat. Bahkan ada temuan terbaru, orang yang menderita flu ketika dilakukan pemeriksaan cepat Covid-19 (rapid test) terkonfirmasi reaktif.

"Walau bagaimana pun harus dikarantina sesuai protokol kesehatan," katanya.

Sumber: Diskominfo Kepri


Foto Ilustrasi (Diskominfo Kepri).
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Pemerintah Provinsi Kepri mengatakan bahwa di masa pandemi Covid-19 saat ini pemerintah memangkas sejumlah anggaran kegiatan yang yang dialihkan untuk jaring penanganan Covid-19 di Provinsi Kepri.

Namun, pemerintah Provinsi Kepri memastikan tidak merasionalisasi anggaran-anggaran pada proyek strategi di Provinsi Kepri.

Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Kepri H TS Arif Fadillah di Tanjungpinang, Kamis (18/6), dikutip dari situs Diskominfo Kepri.

"Untuk Proyek Strategis dipastikan tidak kita ganggu, dan tidak masuk dalam proyek yang kita hole atau tunda," ungkap Arif.

Pasalnya, lanjut Arif pembangunan Proyek Strategis tersebut sangat diperlukan guna peningkatan infrastruktur yang di harapkan mampu meningkatkan ekonomi di Provinsi Kepri.

"Tak hanya di Proyek Strategis yang berdampak ekonomi saja namun pembangunan Unit Sekolah Baru di Provinsi Kepri yang menunjangkan peningkatan kualitas pendidikan di Provinsi Kepri," ujar Arif.

Arif juga memastikan bahwa hingga saat ini pembangunan proyek strategis Provinsi Kepri terus berjalan. Salah satunya lanjut Arif yang dapat dilihat adalah pembangunan proyek kawasan Gurindam XII di Tepi laut Tanjungpinang.

"Semua masih terus berjalan dan bekerja," tambah Arif.

Asikk1


Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian PANRB, Diah Natalisa.
JAKARTA KEPRIAKTUAL.COM: Tim Panel Independen (TPI) Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2020 telah berdiskusi menentukan Top 99 Inovasi Pelayanan Publik dan 15 Finalis Kelompok Khusus. Untuk pengumuman serta daftar 99 inovasi terbaik tersebut akan ditetapkan dengan pengumuman resmi dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) melalui web menpan.go.id dan sinovik.menpan.go.id.

Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian PANRB, Diah Natalisa menerangkan, penentuan ini mengacu pada Keputusan Menteri PANRB No.44/2020 mengenai komposisi Top 99 dan Top 45, serta 15 finalis dan 5 pemenang dari kelompok khusus KIPP 2020. Pemilihan Top 99 ditentukan secara proporsional dan profesional dengan memerhatikan kategori kompetisi, kelompok inovasi, keterwakilan peserta kompetisi, dan keterwakilan regional termasuk daerah tertinggal, terdepan, terluar.

Setelah pengumuman telah dikeluarkan oleh Kementerian PANRB selaku penyelenggara, akan dilakukan uji publik terhadap inovasi tersebut. Publik berhak melakukan protes terhadap daftar Top 99 inovasi pelayanan publik Publik dan 15 Finalis Kelompok Khusus selama kurang lebih lima hari kalender setelah pengumuman.

“Jika tidak ada keberatan terhadap seluruh inovasi yang diumumkan, maka akan kami tindak lanjuti dengan penetapan secara resmi melalui Keputusan Menteri PANRB,” ungkap Diah dalam Focus Group Discussion Penentuan Top 99 Inovasi Pelayanan Publik dan 15 Finalis Kelompok Khusus KIPP 2020, pada Rabu (17/06). Rapat yang dilakukan secara daring tersebut juga dihadiri oleh Sekretaris Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian PANRB Yanuar Ahmad, Asisten Deputi Perumusan Kebijakan Pelayanan Publik Kementerian PANRB Muhammad Imanuddin, serta Tim Panel Independen.

Dalam FGD virtual tersebut, TPI yang dipimpin oleh J.B Kristiadi mendiskusikan inovasi mana yang layak mendapat predikat Top 99 dan 15 Finalis. Sebelumnya, tim telah memeriksa dan menilai 229 proposal inovasi yang masuk menjadi nominasi. Nominasi tersebut terdiri dari enam klaster yaitu kementerian, lembaga, provinsi, kabupaten, kota, dan BUMN.

Perlu diingat kembali, tahun ini KIPP digelar dalam tiga kelompok, yakni kelompok umum, replikasi, dan khusus. Kelompok umum diperuntukkan bagi inovasi yang baru ikut pertama kali, belum pernah menerima Top 99 selama dua kali, dan bukan termasuk Top Terpuji. Sedangkan replikasi adalah, inovasi adaptasi/modifikasi dari Top 99 periode 2014-2018, dan belum pernah mendapat penghargaan KIPP sebelumnya. Kelompok khusus, adalah inovasi Top Terpuji selama KIPP periode 2014-2018.

J.B Kristiadi menegaskan, keputusan yang diambil adalah hasil bersama, tidak atas intervensi pihak eksternal maupun kepentingan. Ada beberapa aspek yang menjadi pertimbangan, yakni pemerataan institusi, pemerataan geografis, serta aspek keseimbangan. “Untuk kelompok khusus, aspek yang diperhatikan adalah kesinambungan dan pemeliharaan inovasi,” pungkas Kristiadi.

(don/HUMAS MENPARB)


Foto Ilustrasi.
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Pemerintah Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau mulai menyosialisasikan perilaku hidup baru kepada masyarakat setelah hampir sebulan tidak ada penambahan pasien Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Tanjungpinang Rustam, di Tanjungpinang, Kamis (18/6), mengatakan, kebijakan perilaku hidup baru masyarakat produktif dan aman atau normal baru dari Covid-19 mulai diberlakukan 15 Juni 2020. Kebijakan ini berdasarkan Peraturan Wali Kota Tanjungpinang Nomor 29/2020, dikutip dari situs Diskominfo Kepri.

Dalam kebijakan itu, Pemerintah Tanjungpinang mengatur aktivitas masyarakat dalam berbagai sektor kehidupan agar sejalan dengan upaya pencegahan penularan Covid-19. Pelaksanaan perilaku hidup baru masyarakat produktif dan aman harus sesuai protokol kesehatan.

Aktivitas yang diatur antara lain di sektor perekonomian, keagamaan yang menyangkut ibadah di rumah ibadah, sosial, budaya dan pendidikan. Penggunaan masker, penyediaan sarana pencuci tangan dan sabun, serta jaga jarak saat berinteraksi menjadi bagian terpenting dalam beraktivitas.

"Pelanggaran terhadap peraturan tersebut akan dikenakan sanksi, mulai dari teguran lisan, tertulis, penutupan tempat usaha sementara waktu hingga pencabutan ijin usaha," kata Rustam, yang juga Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tanjungpinang.

Ia juga mengingatkan kepada seluruh anggota masyarakat untuk dapat melaksanakan protokol kesehatan saat beraktivitas. Setiap orang yang melanggar  protokol kesehatan akan dikenakan sanksi berupaya pidana berdasarkan UU Karantina Kesehatan.

"Kami berharap setiap anggota masyarakat menjalankan protokol kesehatan dalam beraktivitas agar tidak tertular Covid-19," ucapnya.

Penetapan Tanjungpinang sebagai kota yang melaksanakan normal baru sudah memenuhi 6 syarat yang ditetapkan WHO. Selain itu, Tanjungpinang sudah ditetapkan sebagai kota dengan risiko rendah penularan Covid-19.

(***)


Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.