Peninjauan Pembangunan Hunian Baru Masyarakat Rempang

BATAM|KEPRIAKTUAL.COM: Deputi Bidang Koordinasi Hukum dan Hak Asasi Manusia Kemenko Polhukam, Sugeng Purnomo optimis proyek pembangunan hunian baru untuk warga yang terdampak pengembangan Rempang Eco City bisa diselesaikan sesuai dengan target. Hal ini, disampaikan Sugeng usai meninjau lokasi pembangunan hunian baru di Tanjung Banon, Minggu (9/6/2024).

Dalam peninjauan tersebut, turut dihadiri Staf Ahli Bidang Ekonomi, Sosial dan Budaya Kejaksaan Agung, Firdaus Dewilmar; Deputi Bidang Perekonomian Sekretariat Kabinet (Setkab), Satya Bhakti Parikesit; Dewan Pengawas Badan Pengusahaan (BP) Batam, Elen Setiadi dan sejumlah jajaran lainnya.

Sementara dari BP Batam, hadir Anggota Bidang Kebijakan Strategis, Enoh Suharto Pranoto; Anggota Bidang Pengelolaan Kawasan dan Investasi, Sudirman Saad; Anggota Bidang Pengusahaan, Wan Darussalam serta sejumlah pejabat eselon 2 di lingkungan BP Batam.

"Kita ingin melihat perkembangan pembangunan yang ada disini. Tujuannya, untuk kita evaluasi tentang kesiapan-kesiapan pemindahan warga. Dengan melihat ini, kita optimis target itu bisa dicapai," ujarnya.

Sugeng melanjutkan, dalam peninjauan tersebut pihaknya melakukan diskusi untuk memastikan kelancaran dalam pembangunan hunian baru ini. Termasuk evaluasi dalam penambahan peralatan dan tenaga kerja yang terlibat dalam pembangunan serta koordinasi dengan Kementrian atau Lembaga terkait.

"Saya optimis ini bisa kita laksanakan di tahun ini. Tadi di lapangan sudah kita diskusikan dan berkomunikasi dengan Dirjen di PUPR untuk memastikan, bahwa dukungan dari PUPR terkait dengan fasilitas dukungan bisa berjalan dengan baik," imbuhnya.

Anggota Bidang Pengelolaan Kawasan dan Investasi, Sudirman Saad berharap agar pengembangan Rempang ini bisa lancar kedepannya. Sehingga Rempang ini dapat menjadi kota yang baru. Kota yang membuka lapangan kerja yang banyak dan peluang-peluang bisnis lainnya.

"Harapannya, semoga pembangunan ini bisa terus lancar dan sukses semua," imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, saat ini proses pembangunan empat rumah contoh untuk warga terdampak pengembangan Rempang Eco-City di Tanjung Banon telah rampung. BP Batam, juga telah mulai melanjutkan pembangunan hunian baru untuk masyarakat yang terdampak Pengembangan Rempang Eco-City.

Tidak hanya BP Batam, Kementerian PUPR juga akan melakukan pematangan lahan dan pembangunan fasilitas sosial serta fasilitas umum di lokasi hunian baru masyarakat Rempang. 

Begitu juga masyarakat yang sudah mendaftar dan pindah ke hunian sementara terus bertambah. Hingga saat ini, sudah terdapat 98 Kepala Keluarga yang telah pindah ke hunian sementara. Hal ini, menandakan komitmen BP Batam dalam menyelesaikan proyek strategis nasional ini, demi mendongkrak perekonomian daerah.  Sehingga, terealisasinya investasi ini, akan membuka peluang kerja bagi masyarakat, khususnya generasi muda. (*)



Pengenalan Layanan Penyakit Jantung. 

BATAM|KEPRIAKTUAL.COM: Rumah Sakit Badan Pengusahaan Batam (RSBP Batam) kenalkan layanan Aritmia dan Ablasi Jantung pada Kamis (6/6/2024) di Ruang Rapat lantai 4 RSBP Batam.

Kegiatan yang dibuka oleh Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan, dr. Muhammad Yanto ini dihadiri oleh perwakilan dari rekanan/mitra kerja RSBP Batam.

"Layanan Aritmia dan Ablasi Jantung ini telah lama dilayani oleh RSBP Batam namun saat ini kita sudah ada dokter yang ahli (certified) di bidangnya sehingga dapat lebih fokus menangani pasien yang membutuhkan layanan ini," ujar dr. Yanto dalam sambutannya.

"Layanan ini adalah bagian dari komitmen RSBP Batam untuk memberikan pelayanan kesehatan terbaik di Batam dalam mendukung iklim investasi yang kondusif," sambungnya.

dr. Yanto berharap kepada seluruh peserta yang hadir agar dapat meneruskan informasi ini kepada manajemen dan rekan-rekan di lingkungan kerjanya.

Layanan Aritmia dan Ablasi Jantung di RSBP Batam akan dilayani oleh dr. Fandi Ahmad, Sp. JP., FIHA setiap hari Selasa dan Kamis pukul 12.00 s.d. 15.00 WIB. (MI)



Kepala BP Batam, H. M. Rudi. 

BATAM|KEPRIAKTUAL.COM: Realisasi investasi di Kota Batam kembali mengalami pertumbuhan signifikan pada Triwulan I 2024.

Berdasarkan catatan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI, nilai investasi di Batam mencapai Rp 7,45 triliun. Dengan rincian, nilai Penanaman Modal Asing (PMA) berjumlah Rp 5,73 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 1,71 triliun.

Tidak hanya itu, realiasi tersebut juga tumbuh lebih tinggi dari periode yang sama tahun 2023 lalu. Dimana persentasenya pun mencapai 85 persen.

Melihat perkembangan investasi tersebut, Kepala BP Batam, H. Muhammad Rudi pun mengapresiasi kerja keras seluruh pihak.

Menurut Muhammad Rudi, pencapaian ini tidak terlepas dari kerja keras dan kolaborasi seluruh komponen daerah dalam menjaga iklim investasi di Batam.

"Mari kita jaga kenyamanan dan keamanan kota tercinta kita ini agar investor dapat terus menanamkan modalnya di Batam. Apabila investasi terus meningkat, maka ekonomi pun bisa terus bangkit dan membuka peluang kerja bagi masyarakat," ujarnya, Kamis (6/6/2024).

Muhammad Rudi tak memungkiri, pertumbuhan investasi tersebut berkat kemajuan Batam yang begitu pesat.

Dengan berbagai program strategis BP Batam ke depan, Muhammad Rudi pun optimistis, nilai investasi di Batam akan terus meningkat hingga akhir tahun 2024 mendatang.

Sehingga, pertumbuhan ekonomi Batam pun akan kembali naik dari 7,04 persen menjadi 7,5 persen atau bahkan 8 persen.

"Upaya dalam menjadikan Batam sebagai kota maju perlu mendapat dukungan dari seluruh elemen daerah. Apabila Batam maju, maka anak-cucu kita nanti akan menikmatinya," tambah Rudi.

Di Bawah kepemimpinannya, Muhammad Rudi menegaskan bahwa BP Batam berkomitmen untuk terus memberikan kemudahan perizinan dan pelayanan terbaik kepada para investor.

Dengan adanya perluasan sektor industri, suami dari Hj. Marlin Agustina tersebut meyakini jika Langkah strategis tersebut juga akan membuat Batam menjadi salah satu daerah unggulan investasi di Indonesia.

"Rancangan kemajuan Batam sudah saya siapkan. Saya butuh dukungan dari seluruh pihak agar ini bisa terwujud dengan maksimal," tutup Rudi. (DN)



Kunker anggota DPRD Kabupaten Kapuas

BATAM|KEPRIAKTUAL.COM: Wakil Ketua I DPRD Kota Batam Muhammad Kamaludin menyambut kunjungan kerja (kunker) puluhan anggota DPRD Kabupaten Kapuas Hulu Provinsi Kalimantan Barat di ruang rapat pimpinan, Jumat (7/6/2024) pagi. Puluhan anggota DPRD dari Pulau Kalimantan itu dipimpin Wakil Ketua Razali S.Pd.

“Maksud kunjungan kami untuk berbagi pengalaman dan belajar lebih banyak terkait kemajuan ekonomi dan pembangunan Batam. Kami Kabupaten Kapuas Hulu juga berbatasan langsung dengan negara tetangga Malaysia, yakni berbatasan darat. Sedangkan Batam juga berbatasan dengan negara tetangga Malaysia dan Singapura. Namun, pertumbuhan ekonomi dan pembangunan Kota Batam lebih tinggi dari daerah kami,” ungkap Razali yang sebelum itu memperkenalkan koleganya kepada Muhammad Kamaludin.

Menjawab pertanyaan tersebut, Muhammad Kamaludin pun memaparkan berkah strategisnya geografis Batam yang terletak di alur Selat Melaka, jalur pelayaran terpadat di dunia. Dia juga memaparkan bagaimana Batam memiliki dua lembaga pemerintahan yakni Pemerintah Kota Batam dan BP Batam yang dulunya bernama Otorita Batam.

“Sejak tahun 2019 BP Batam dan Pemko Batam berada di bawah satu pemimpin dimana Walikota Batam juga ex officio Kepala BP Batam. Dua perahu ini memiliki anggaran yang menjadi penggerak utama pembangunan Kota Batam. Saat ini pertumbuhan ekonomi Batam diatas pertumbuhan provinsi dan nasional,” papar Kamaludin.

Pertemuan itu juga membahas bagaimana pembangunan infrastruktur Kota Batam meliputi jalan, bandara dan kawasan-kawasan pertumbuhan ekonomi baru terus dikembangkan. Juga dibahas bagaimana upaya peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) sebagai sumber utama keuangan daerah.

Fay


Gedung BP Batam. 

BATAM|KEPRIAKTUAL.COM: Badan Pengusahan Batam (BP Batam) menanggapi pemberitaan yang muncul berkaitan dengan keterangan PT Adhya Tirta Batam (ATB)  yang menyatakan dalam Hak Jawabnya bahwa pembayaran pajak air permukaan (PAP) merupakan kewajiban BP Batam.

Melalui Kepala Biro Hukum dan Organisasi, Alex Sumarna yang didampingi oleh Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol Ariastuty Sirait di Batam Center, BP Batam menegaskan bahwa pernyataan tersebut tidaklah benar.

Alex Sumarna mengatakan bahwa PT. ATB sebagai Perusahaan penerima konsesi pengelolaan air minum di Batam selama 25 tahun, merupakan pihak yang sesuai perundangan merupakan subjek pajak yang wajib  dikenakan kewajiban pembayaran pajak air permukaan.

 “PT ATB adalah pengelola air minum di pulau Batam mulai dari hulu hingga hilir selama 25 tahun. Sebagai pihak yang melakukan pengambilan dan memanfaatkan air baku,  dikenakan kewajiban pajak air permukaan (subyek pajak) adalah PT ATB.” Kata Alex, Kamis, (6/6/2024).

Pria yang pernah menjadi Asdatun Kejati Kepri ini menambahkan bahwa tercantum dalam tagihan pajaknya, PT ATB yang menjadi subyek pajak terhutang.

Ia juga menjelaskan bahwa selama masa konsesi sampai dengan berakhirnya konsesi selama 25 tahun, PT ATB selalu taat membayar pajak air permukaan kepada Pemprov kepri. 

Alex menjabarkan bahwa yang lalai tidak dibayarkan adalah selisih kenaikan tarif yang terjadi saat diberlakukan Pergub Kepri, sehingga muncul tunggakan tagihan.

“PT ATB tidak mau membayar adanya selisih kenaikan tarif yang pernah diberlakukan berdasarkan pergub kepri (2 tahun) yang nilainya mencapai 48 miliar. Yang menjadi tunggakan dalam kasus ini bukan PT ATB tidak mau membayar pajak air permukaan, namun PT ATB tidak mau membayar selisih dari kenaikan tarif pajak air permukan yang pernah diberlakukan pemerintah (Pemprov Kepri) tersebut.” Jelas Alex dalam keterangannya.

Tunggakan pajak itu muncul setelah terbit Peraturan Gubernur Kepri Nomor 25 Tahun 2016 yang mengatur terkait Nilai Perolehan Air (NPA) permukaan.

Meskipun setelahnya terbit Peraturan Menteri PU PR Nomor 15 Tahun 2017 tentang Tata Cara Penghitungan Besaran Nilai Perolehan Air Permukaan. Namun terbitnya peraturan tersebut tidaklah menghilangkan tunggakan pajak air permukaan yang mesti dibayarkan ATB.

Ia juga menegaskan bahwa dalam Putusan MA No.199B tidak ada menyebutkan/menyinggung kewajiban BP Batam untuk membayar Pajak Air Permukaan.

“Pemprov juga tidak pernah menagihkan hal tersebut kepada BP Batam. Yang ditagih subjek pajaknya yaitu PT ATB.” Terang Alex.

Kemudian merujuk kembali pada Pasal 2 Ayat (1) Huruf d Undang Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, yang dimaksud Pajak Air Permukaan adalah pajak atas pengambilan dan/atau pemanfaatan air permukaan.

Pemanfaatan air permukaan bagi perusahaan bermacam-macam, mulai dari proses produksi hingga untuk kebutuhan lainnya pada aktivitas sehari-hari. 

Adapun PAP dipungut oleh Pemerintah Daerah Provinsi. Dan objek yang terbebas atau tidak dikenakan PAP di adalah: Pengambilan dan/atau pemanfaatan air permukaan oleh pemerintah dan pemerintah daerah.

Sementara itu, Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol, Ariastuty Sirait mengatakan pihaknya bahkan turut andil dalam menjembatani persoalan yang muncul sekitar tahun 2017 tersebut. 

“BP Batam bahkan pada saat itu secara intensif melakukan rapat dan mediasi guna menjembatani polemik yang muncul antara PT ATB selaku pemegang konsesi dengan Pemerintah Provinsi Kepri.” Pungkas Tuty.

Pihaknya amat menyayangkan keterangan tidak benar yang disampaikan oleh pihak kuasa hukum PT ATB. 

Ril/Redaksi



BATAM|KEPRIAKTUAL.COM: BP Batam kembali memfasilitasi pergeseran terhadap empat Kepala Keluarga (KK) yang terdampak pengembangan Rempang Eco-City ke hunian sementara, Kamis (6/6/2024).

Jumlah tersebut menambah total warga Rempang yang telah menempati hunian sementara menjadi sebanyak 98 KK.

Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait menyampaikan jika pihaknya tetap mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif dalam menangani dampak sosial kemasyarakatan proyek pembangunan Kawasan Rempang sebagai pusat ekonomi baru.

"Sesuai instruksi Kepala BP Batam, percepatan realisasi proyek Rempang Eco-City tetap mengedepankan hak-hak masyarakat. Sehingga, tidak ada hak warga yang terabaikan," ujar Tuty, panggilan akrabnya.

Di samping itu, Tuty juga menyampaikan komitmen BP Batam untuk mempercepat realisasi investasi di Rempang.

Bukan tanpa alasan, kata Tuty, program Rempang Eco-City menjadi momentum kebangkitan ekonomi daerah. Sehingga, realisasi investasinya pun perlu mendapatkan dukungan dari seluruh komponen daerah.

Tidak hanya itu saja, rencana investasi pengembangan Rempang pun akan membuka peluang kerja bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

"BP Batam berharap, seluruh proses ini dapat rampung dan mendapat dukungan dari seluruh pihak," tambahnya.

Pada kesempatan ini, Tuty juga memaparkan terkait progres pengerjaan empat rumah contoh di Tanjung Banon.

Hingga saat ini, lanjut Tuty, BP Batam telah menyelesaikan pengerjaan keempat rumah tersebut.

Pihaknya pun juga telah menyelesaikan pengerjaan jalan masuk di areal rumah baru untuk warga yang terdampak pengembangan Rempang Eco-City.

"Hingga saat ini, pengerjaan rumah sudah 100 persen. Untuk jalan masuk, BP Batam sudah melakukan pengaspalan dengan lebar 6 meter. Sedangkan untuk jalan Kawasan, kami masih terus berkoordinasi dengan Kementerian PUPR," pungkasnya. (DN)



Pelatihan Teknis SMKU 2024. 


BATAM|KEPRIAKTUAL.COM: Sebanyak 38 pegawai BP Batam mengikuti kegiatan Pelatihan Teknis Sistem Manajemen Kelangsungan Usaha (SMKU) Tahun 2024 di Gedung IT, Batam Center, Rabu, (5/6/2024)

Pelatihan ini diselenggarakan oleh Kemenko bidang Perekonomian dan Badan Standarisasi Nasional bekerjasama dengan BP Batam.  Kegiatan akan berlangsung selama tiga hari, Rabu – Jumat, 5-7 Juni 2024.

Pelatihan ini juga turut mengundang peserta dari pemerintah daerah kota Batam, Provinsi Kepri dan Pengelola KEK NDP serta KEK Batam Aero Technic.

Pelatihan SMKU bertujuan untuk mempelajari manajemen risiko tentang bagaimana memitigasi risiko bencana yang disebabkan oleh alam, kemajuan teknologi, globalisasi hingga perubahan iklim yang menyebabkan munculnya bencana - bencana baru.

“Dengan berbagai capaian kinerja ekonomi di Batam saat ini, penting untuk dilakukan antisipasi potensi resiko baik bencana alam maupun teknologi sehingga pada prosesnya dapat menjaga kepercayaan dan keberlangsungan bisnis dunia usaha,” kata Sesmenko Perekonomian, Susiwijono Moegiarso dalam sambutanya melalui zoom meeting. 

Senada, Anggota Bidang Kebijakan Strategis BP Batam, Enoh Suharto Pranoto mengatakan mitigasi risiko dilakukan untuk menjaga iklim investasi Batam agar tetap kondusif, berkualiatas, berdaya saing dan berkelanjutan sehingga pertumbuhan ekonomi dan realisasi investasi Batam terus meningkat.

Mengingat, KPBPB Batam merupakan Kawasan Strategis Ekonomi yang memiliki nilai strategis secara nasional sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru. 

"Pertumbuhan ekonomi Batam tahun 2023, 7,04% melampaui pertumbuhan ekonomi Kepri 5,20% dan Nasional 5,05%," ucap Enoh.

“Semoga dengan pelatihan yang baik ini dapat meningkatkan wawasan dan kompetensi dalam meningkatkan resiliensi usaha atau bisnis dalam menghadapi disrupsi dan bencana di kawasan strategis ekonomi,” harapnya. 

Sementara, Kepala Pusat Harmonisasi Kebijakan dan Menajemen Kinerja, Endry Abzan menambahkan bahwa pelatihan tersebut selain meningkatkan kompetensi SDM dalam manajemen risiko juga wujud komitmen pihaknya untuk mendukung percepatan penerapan SMKU. 

"Dengan meningkatnya kompetensi SDM dalam manajemen risiko, semoga menjadi motivasi dalam meningkatkan nilai Manajemen Risiko Indeks (MRI) BP Batam di tahun 2024 menjadi level 3 dari tahun sebelumnya yang baru di level 2 (berkembang) atau telah memenuhi MRI atas penilaian BPKP," tandas Endry. 

Ril/Redaksi


Diskusi tentang mempelajari pengelolaan operasi Ekselen serta sistem pembakaran.

BANGKA|KEPRIAKTUAL.COM: PT Nusantara Turbin dan Propulsi (NTP), anak usaha dari PT Dirgantara Indonesia, melakukan kegiatan _benchmarking_ ke Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) _Mobile Power Plant_ (MPP) Air Anyir, Bangka dengan kapasitas 4 x 25 MW. _Benchmarking_ yang dilakukan oleh PT NTP ini bertujuan untuk mempelajari pengelolaan operasi Ekselen serta sistem pembakaran yang dapat beroperasi dengan _dual fuel system_ di unit MPP PLTG Air Anyir.

Melalui kegiatan ini, PT NTP berharap dapat mengembangkan dan mempercepat akselerasi kemampuan perusahaan dalam negeri menuju Indonesia Emas 2045. Kegiatan ini juga merupakan langkah nyata PLN Batam dalam mendukung kemajuan teknologi dan pengembangan industri energi di Indonesia.

Tatag Waspodo Manager Sales & Trading Industrial Turbine PT NTP, dalam kunjungan bersama tim engineernya, mengungkapkan bahwa _benchmarking_ ini merupakan kesempatan berharga untuk mengamati dan menambah pengetahuan terhadap pembangkit listrik yang dengan sistem pengaturan bahan bakar yang berbeda.

"Dengan memahami lebih dalam tentang teknologi _dual fuel system_, kami berharap dapat menerapkan pengetahuan ini untuk meningkatkan kinerja operasional dan efisiensi energi di proyek-proyek kami di masa depan," ujar Tatag.

Melalui kegiatan benchmarking ini Tatag berharap dapat membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara berbagai pihak dalam industri energi, serta mendorong inovasi dan peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal. 

”Dengan demikian, tidak hanya meningkatkan kapabilitas perusahaan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perkembangan ekonomi dan teknologi di Indonesia,” tutup Tatag.

Sementara itu, Manager Unit Pelaksana _Mobile Power Plant_ Bangka Belitung, PT PLN Batam, Arif Budiman menyatakan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan teknologi dan kemampuan industri energi dalam negeri. 

"Kami bangga dapat menjadi bagian dari upaya bersama menuju Indonesia Emas 2045. Melalui kolaborasi dan berbagi pengetahuan, kita bisa mencapai kemajuan signifikan dalam sektor energi," beber Arief.

Arif menambahkan bahwa melalui benchmarking ini, Ia optimis PT NTP dan PLN Batam akan mengambil peran penting pada sektor energi Indonesia yang akan semakin maju dan mampu bersaing di kancah global.

”Langkah ini merupakan bagian dari upaya kolektif untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045, di mana teknologi dan industri dalam negeri mampu menjadi pilar utama pembangunan nasional,” tambahnya lagi.

”Semoga ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan PT NTP dan PLN Batam untuk terus berinovasi dan berkontribusi bagi kemajuan teknologi di Indonesia,” pungkas Arif.

Redaksi


Foto Bersama Ketua DPRD Batam. 

BATAM|KEPRIAKTUAL.COM: Ketua DPRD Kota Batam Nuryanto SH MH menerima kunjungan silaturrahmi dan audiensi dari manajemen Bank Tabungan Negara (BTN) Kantor Cabang Batam, Rabu (6/6/2024) pagi.

Selain berdiskusi, pertemuan itu juga membahas berbagai peluang produk perbankan yang dapat dimanfaatkan oleh anggota DPRD Kota Batam.
Jajaran manajemen BTN yang datang bersilaturrahmi tersebut dipimpin Wahyudi Gusti Aritonang selaku Kepala BTN Kantor Cabang Utama Batam.

Saat itu, Wahyudi Gusti Aritonang didampingi dua orang pejabat BTN. Mereka disambut Ketua DPRD Nuryanto, Wakil Ketua III DPRD Ahmad Surya, dan Sekretaris DPRD Ridwan Afandi S.STP., M.Eng.

“Terima kasih atas kunjungan silaturrahmi BTN. Tadi banyak ditawarkan berbagai program bantuan dan pengelolaan keuangan. Ada banyak produk yang bisa dikolaborasikan. Ini bisa dimanfaatkan oleh rekan-rekan di DPRD. Kita sendiri memang berharap ke depan pengelolaan keuangan kita lebih baik lagi dan lebih mudah diakses,” singkat Cak Nur usai pertemuan tersebut.

Sementara itu Wahyudi mengucapkan terima kasih atas sambutan Ketua dan Sekretaris DPRD Kota Batam. Dia mengaku banyak potensi yang dia gali dalam aspek bisnis bagi anggota DPRD dan seluruh pegawai DPRD.

“Kita berharap dapat menyentuh anggota Dewan dan seluruh pegawai, kita bisa fasilitasi baik dalam bentuk pemberian kredit bersubsidi, KPR bersubsidi, payroll, dan berbagai kolaborasi lainnya dalam pengelolaan keuangan,” ungkapnya

Fay


Wakil Kepala BP Batam, Purwiyanto.

BATAM|KEPRIAKTUAL.COM: Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) paparkan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) dan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga (RKA-KL) di tahun anggaran 2025, pada Rabu (5/6/2024).

Paparan tersebut disampaikan dalam konsinyering yang dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Fraksi Partai Golongan Karya, M. Sarmuji, di Sari Pacific Hotel, Jakarta

Pada kesempatan pertama, Kepala BP Batam melalui Wakil Kepala BP Batam, Purwiyanto, menyampaikan capaian beberapa kinerja ekonomi makro di KPBPB Batam yang menunjukkan perbaikan signifikan jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Pertama, pertumbuhan ekonomi rata-rata Kota Batam mulai tahun 2021 hingga 2023 mencapai angka 6,1 persen, dengan jumlah realisasi investasi secara akumulasi sebesar Rp116,82 triliun.

“Tingginya pertumbuhan rata-rata tersebut didorong oleh tingginya pertumbuhan ekonomi tahun 2023 yang mencapai 7,04 persen. Angka tersebut merupakan capaian tertinggi dalam kurun waktu 5 tahun terakhir, melebihi pertumbuhan ekonomi nasional dan Provinsi Kepri,” jelasnya.

Selanjutnya, Purwiyanto memaparkan lima capaian sasaran strategis BP Batam yakni, peningkatan realisasi investasi di KPBPBB, peningkatan infrastruktur pendukung, peningkatan kualitas pelayanan perizinan, optimalisasi pemanfaatan asset Badan Layanan Umum (BLU), dan pengelolaan organisasi yang akuntabel serta efisien.

“Rata – rata capaian indikator kinerja sasaran strategis BP Batam tahun 2020 sampai 2023 adalah 95,70 persen. Angka ini kami upayakan untuk terus meningkat di tahun ini,” ujar Purwiyanto.

Berbagai pembangunan infrastruktur telah menjadi fokus Kepala BP Batam, Muhammad Rudi dan tim selama lima tahun terakhir. Sebut saja pengembangan Pelabuhan Kargo Batu Ampar, revitalisasi Terminal 1 dan pembangunan Terminal 2 Bandara Internasional Hang Nadim Batam, pembangunan jalan dan drainase, pengelolaan air bersih, serta pengembangan pariwisata.

Selain itu, pengembangan 2 (dua) Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yaitu KEK Batam Aero Technic (BAT) di Kawasan Bandara Hang Nadim dan KEK Nongsa Digital Park (NDP) di Kawasan Nongsa, serta pengembangan Kawasan Pulau Rempang sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) Rempang Eco-City juga menjadi kegiatan priotitas BP Batam.

“Sebagai informasi, usulan KEK Khusus Pariwisata Kesehatan Internasional Batam telah diterima dan diresmikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Bapak  Airlangga Hartarto akhir bulan lalu. Ini akan menjadi KEK ketiga yang akan eksis di Kota Batam dan Provinsi Kepri,” ungkap Purwiyanto.

Sementara itu, perencanaan Jangka Panjang KPBPB Batam selama 20 (dua puluh) tahun ke depan sampai dengan tahun 2045 difokuskan pada pengembangan industri dalam tujuh sektor strategis yang memberikan nilai tambah tinggi, antara lain:

1. Hub Logistik International
2. Industri Kedirgantaraan
3. Industri Light dan Valuable
4. Industri Digital dan Kreatif
5. Perdagangan dan Keuangan Internasional
6. Industri Wisata Kesehatan terintegrasi di Sekupang
7. Industri Energi Baru dan Terbarukan (PLTS)

"Terhadap beberapa masukan dari para anggota dan pimpinan Komisi VI DPR RI akan menjadi perhatian BP Batam," pungkas Purwiyanto. 

Turut hadir dalam kegiatan, Anggota Bidang Administrasi dan Keuangan Wahjoe Triwidijo Koentjoro; Anggota Bidang Strategis, Enoh Suharto Pranoto; Anggota Bidang Pengelolaan Kawasan dan Investasi, Sudirman Saad; Anggota Bidang Pengusahaan, Wan Darussalam beserta pejabat tingkat II di lingkungan BP Batam.


Ril/Redaksi


Kepala BP Batam, H. M. Rudi. 

BATAM|KEPRIAKTUAL.COM: Pembangunan infrastruktur di Batam sejak beberapa tahun terakhir cukup pesat dan membanggakan.

Selain pembangunan ruas jalan utama, beberapa infrastruktur lain turut menjadi prioritas BP Batam di bawah kepemimpinan H. Muhammad Rudi. Satu di antaranya adalah pembangunan Terminal 2 Bandara Internasional Hang Nadim.

Pembangunan tahap pertama dengan nilai investasi hingga Rp 2,4 triliun tersebut akan mendukung kemajuan Bandara Hang Nadim Batam sebagai bandara modern dan berdaya saing internasional.

Di samping itu, pengembangannya pun akan meningkatkan kapasitas bandara secara signifikan dengan target dapat menampung hingga 2,6 juta penumpang tiap tahunnya.

"Saya mengajak seluruh komponen daerah dapat mendukung proyek pembangunan bandara ini hingga selesai. Inilah kebangkitan bandara kita dan mudah-mudahan bisa selesai tepat waktu," ujar Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, Selasa (4/6/2024).

Muhammad Rudi mengatakan, pengembangan Bandara Internasional Hang Nadim juga menjadi _legacy_ bagi kemajuan Batam ke depannya.

Tidak hanya itu, lanjut Rudi, pembangunan Bandara Internasional Hang Nadim juga akan mendukung peningkatan nilai investasi Batam di masa mendatang.

Sehingga, kemajuan Batam yang sangat signifikan dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat.

"Selain bandara, saya berharap seluruh infrastruktur utama bisa selesai pada tahun 2029 lagi. Agar anak cucu kita nanti dapat menikmati Batam Kota Baru yang modern dan madani," tambahnya.

Selain kapasitas yang memadai, sejumlah fasilitas modern juga akan melengkapi pembangunan di lahan seluas 50 ribu meter persegi tersebut. Di antaranya adalah area parkir yang luas, apron yang dapat mengakomodasi lebih dari 10 pesawat, serta pelbagai fasilitas pendukung lain.

Di sisi lain, pertumbuhan infrastruktur yang berlangsung dari waktu ke waktu juga memiliki kaitan erat dengan upaya BP Batam dalam menjaga iklim investasi agar memberikan kenyamanan serta kemudahan bagi para calon investor.

Kemajuan infrastruktur, termasuk pembangunan bandara, dapat berperan penting sebagai _engine of growth_ bagi Batam dalam konteks investasi.

Mengingat, Batam menjadi salah satu daerah unggulan investasi di Indonesia. Sehingga, Muhammad Rudi merasa perlu untuk terus mempercepat realisasi pembangunan fisik yang dapat mendukung program strategis BP Batam.

"Saya ingin, kemajuan Batam ini bisa seperti cita-cita mendiang Prof. BJ Habibie," tutup Rudi. (DN)


Peringati Hari Lingkungan Sedunia, PLN Batam Bersihkan Sampah. 

BATAM|KEPRIAKTUAL.COM: PT PLN Batam memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia (HLH) dengan aksi bersih Pantai Tanjung di Kelurahan Tanjung Uma, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam, pada Rabu 5 Juni 2024. 

Kegiatan ini merupakan bagian dari Employee Green Involvement yang dilakukan serentak oleh PLN seluruh Indonesia. Menjadikan momen peringatan HLH untuk mengingatkan kesadaran karyawan dan masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan. Untuk wilayah Batam, kegiatan diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri dari karyawan PT PLN Batam, Warga Tanjung Uma dan sejumlah komunitas peduli lingkungan yang ada di Batam.

Dalam acara tersebut mengusung tema “Penyelesaian Krisis Iklim Dengan Inovasi Dan Prinsip Keadilan”, Direktur Keuangan dan Sumber Daya Manusia (SDM) PT PLN Batam, Pardamean Matondang mengingatkan bahwa dampak krisis iklim sudah terasa dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk itu, perlu aksi nyata guna meminimalisasi dan mencegah risiko pemanasan global di masa mendatang dengan berlandaskan pada prinsip keadilan agar tidak ada pihak yang tertinggal.

“Peringatan Hari Lingkungan Hidup (HLH) Sedunia atau World Environment Day, sudah dimulai sejak tahun 1972 ketika Majelis Umum PBB menetapkan 5 Juni sebagai Hari Lingkungan Hidup Sedunia pada saat Konferensi Stockholm. Artinya sejak lima puluh tahun yang lalu dunia internasional sudah memahami bahwa jika bumi tidak dirawat, maka bumi juga bisa rusak,” ujar Pardamean.

Ia menambahkan bahwa kegiatan bersih Pantai Tanjung ini merupakan salah satu bentuk langkah nyata dari PLN Batam untuk melestarikan lingkungan. 

“Menjadi tanggung jawab moral kita bersama bagaimana mengelola lingkungan sehingga dapat didiami semasa kita hidup sampai anak cucu kelak. Harapan PLN Batam kedepan akan ada semacam gerakan bersama dalam membersihkan sampah dimulai dari lingkungan kita sendiri. Bukan hanya tugas Dinas Lingkungan Hidup untuk menyelesaikannya, tapi mulai dari yang terkecil dan terdekat pada keluarga kita masing-masing,” bebernya lagi

“PT PLN (Persero) juga sudah punya target bahwa kita sedang menuju Net Zero Emission (NZE) tahun 2060. Sudah tidak ada lagi pembangunan pembangkit batu bara yang baru, green energy harus menjadi opsi utama. Oleh karena itu kami membutuhkan dukungan dari seluruh stakeholders dan penggiat lingkungan. Mari kita saling bahu membahu dalam menjaga lingkungan sekitar,” tutup Pardamean.

Sejalan dengan itu, Kepala Bidang Perlindungan Lingkungan Hidup Kota Batam, Ip, ST., MT., mengucapkan terimakasih dan mengapresiasi seluruh peserta yang berpartisipasi dalam kegiatan yang diinisiasi PT PLN Batam.

“Atas nama Pemerintah Daerah Kota Batam, saya mengucapkan terimakasih atas kegiatan yang dilakukan oleh PLN Batam. Melalui momen ini saya juga mengajak, mari seluruh pihak untuk lebih peduli dengan lingkungan. Hari ini kita melakukan pemungutan sampah untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup sedunia, tapi kedepannya seluruh lapisan masyarakat harus peduli dengan lingkungan,” jelas Ip.

Selain aksi bersih Pantai, PT PLN Batam juga membagikan paket sembako kepada masyarakat sekitar Tanjung Uma yang membutuhkan. 

“Mudah-mudahan kegiatan serupa akan terus dilakukan. Batam menuju Kota maju harus berish dan lebih baik dari aspek lingkungan. Sehingga dunia pariwisata dan industri Batam semakin berkembang,” pungkas Ip.

Redaksi


Penangkapan pelaku dan Barang bukti sabu.

KARIMUN|KEPRIAKTUAL.COM: Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Karimun bersama KPPBC Karimun kembali berhasil ungkap kasus narkotika jenis shabu dan mengamankan 1 orang laki-laki berinisial S (47) tahun, Selasa (04/06/24).

Kapolres Karimun AKBP Fadli Agus, S.I.K., M.H, melalui Kasat Narkoba IPTU Alfin Dwi Wahyudi Nuntung, S.Tr.K, S.I.K., membenarkan kejadian tersebut, dan mengatakan bahwa terungkapnya kasus ini berawal dari informasi masyarakat dimana ada seorang pria di daerah tertentu diduga telah melakukan adanya seseorang yang tanpa hak melawan hukum menyimpan, memiliki atau melakukan transaksi narkotika yang diduga berjenis sabu.

“Atas informasi tersebut personel Satresnarkoba Polres Karimun bersama personel KPPBC Karimun langsung bergerak menuju tempat yang di informasikan dengan menggunakan Kapal BC 034 milik KPPBC Karimun. Sabtu 1 Juni Sekira pukul 22:00 wib  Satresnarkoba Polres Karimun dan  KPPBC Tg. Balai Karimun yang dipimpin oleh Kanit Idik I Ipda Hendriansah S.H, berhasil mengamankan 1 (satu) orang laki-laki yang sedang berada dalam rumah di dalam kamar berinisial S," ungkap Kasat Narkoba Polres Karimun IPTU Alfin Dwi Wahyudi Nuntung.

Untuk barang bukti narkotika jenis sabu yang di sita dari laki-laki berinisial S tersebut yakni 1 paket narkotika yang diduga jenis sabu, 13 paket narkotika yang diduga jenis shabu yang di simpan di dalam 1 kotak kecil warna putih yang di simpan di dalam saku celana kanan belakang, serta 1 unit Handphone, 1  pipet plastik warna hijau, 1 buah alat hisap shabu/bong beserta kaca pyrex, 2 mancis gas, uang tunai senilai Rp. 1.800.000, yang mana semua barang bukti tersebut berada di atas meja kamar berinisial S.

“Selanjutnya personel Polres Karimun mengamankan tersangka S dan melakukan penyitaan terhadap barang bukti tersebut dan pada saat dilakukan introgasi bahwa tersangka S mengaku bahwa semua barang bukti tersebut miliknya dan adapun narkotika jenis sabu tersebut di dapat dari Sdr. YT (DPO), untuk tersangka S dibawa ke Polres Karimun untuk pengembangan lebih lanjut” tutup Kasat narkoba Polres Karimun.

(A.yahya)


Ranperda RPJP Kota Batam 2025-2045.

BATAM|KEPRIAKTUAL.COM: DPRD Kota Batam menggelar rapat paripurna dengan agenda Tanggapan dan/atau Jawaban Walikota Batam atas pemandangan umum fraksi terhadap Ranperda Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Kota Batam tahun 2025-2045, Rabu (5/6/2024).

Rapat paripurna itu juga menetapkan panitia khusus (pansus) DPRD yang dipimpin Ir Djoko Mulyono sebagai Ketua dan Ir Dandis Rajagukguk sebagai Wakil Ketua, untuk menindaklanjuti pembahasan Ranperda berkenaan.

Rapat paripurna yang dimulai sekira pukul 10.30 WIB itu dipimpin Ketua DPRD Nuryanto SH MH didampingi Wakil Ketua II Muhammad Yunus Muda. Dari pihak pemerintah kota, hadir Sekretaris Daerah Jefridin Hamid mewakili Walikota Muhammad Rudi.

Sejumlah perwakilan forkompimda, tokoh masyarakat, dan kepala OPD juga menghadiri paripurna tersebut. Paripurna dimulai setelah pengantar dari Sekretaris DPRD Ridwan Afandi SS.STP, M.Eng, yang mengumumkan lebih dari setengah anggota DPRD telah hadir dan menandatangani daftar hadir.

Setelah menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, sidang paripurna itupun dibuka oleh Ketua DPRD Nuryanto. Pria yang akrab disapa Cak Nur inipun mempersilahkan Sekdako Jefridin Hamid untuk membacakan tanggapan tertulis Walikota Batam.

Usai Sekdako Jefridin membacakan tanggapan Walikota Batam, Cak Nur melanjutkan agenda ke pembentukan pansus mengingat pada rapat paripurna sebelumnya, seluruh fraksi menyetujui melanjutkan pembahasan Ranperda berkenaan. Cak Nur pun meminta ketua-ketua fraksi mengusulkan nama-nama anggota pansus secara tertulis.

Usai mendapatkan daftar usulan, Cak Nur pun membacakan nama-nama anggota pansus pembahasan Ranperda RPJP Kota Batam tahun 2025-2045. Setelah itu, dia pun meminta peserta rapat memberikan waktu kepada anggota pansus untuk memilih ketua.

“Atas persetujuan peserta rapat, rapat diskor selama 10 menit,” kata Cak Nur mengetokkan palu satu kali.

Setelah itu, sejumlah anggota Dewan yang namanya masuk dalam daftar pansus pun memasuki sebuah ruangan terpisah untuk melakukan musyawarah. Setelah 10 menit berlalu, skor pun dicabut, dan terlihat para anggota Pansus pun kembali masuk ke ruang sidang utama. Cak Nur pun meminta perwakilan Pansus menyampaikan hasil musyawarahnya.

“Pimpinan yang terhormat, hasil rapat kami menyepakati Ir Djoko Mulyono sebagai Ketua Pansus dan Ir Dandis Rajagukguk sebagai Wakil Ketua Pansus RPJP Kota Batam tahun 2025-2045,” ungkap Muhammad Rudi ST mewakili pansus.

Usai pengumuman tersebut, Cak Nur pun kembali meminta persetujuan seluruh peserta rapat apakah menyetujui kedua nama tersebut. Seluruh peserta rapat pun menyatakan setuju. 

Setelah itu Cak Nur selaku pimpinan rapat pun menetapkan kedua nama berkenaan selaku pimpinan pansus Ranperda RPJP Kota Batam tahun 2025-2045 dan menutup rapat paripurna.

Fay


Bimtek BP Batam dengan BPK RI.

BATAM|KEPRIAKTUAL.COM: Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) melalui Biro Hukum dan Organisasi menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Analisis Perubahan Status Aset pada BP Batam bertempat di Hotel Santika Batam Centre pada Selasa (4/6/2024).

Dibuka oleh Anggota Bidang Administrasi dan Keuangan, Wahjoe Triwidijo Koentjoro, Bimtek ini turut dihadiri oleh Kepala Satuan Pemeriksa Intern, Konstantin Siboro; Kepala Biro Hukum dan Organisasi, Alex Sumarna; Kepala Kantor Perwakilan, Purnomo Andiantono; Kepala Pusat Harmonisasi Kebijakan dan Manajemen Kinerja, Endry Abzan; serta beberapa Pejabat Tingkat III, IV, dan pelaksana di lingkungan BP Batam.

Bimtek ini digelar dengan menghadirkan dua orang narasumber dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) dan tujuh orang narasumber dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia (Kemenkeu RI).

“Dari sejumlah aset yang dikelola oleh BP Batam, saat ini beberapa diantaranya masih belum optimal terutama dari sisi pemanfaatannya,” ujar Wahjoe dalam sambutannya.

“Untuk mengoptimalisasi pemanfaatan aset-aset tersebut, penetapan status dari Barang Milik Negara (BMN) ke Aset dalam Penguasaan (ADP) menjadi sangat penting agar aset tersebut dapat dikelola secara maksimal oleh pihak-pihak yang memang berhak sehingga dapat memberikan manfaat positif kepada BP Batam dan juga masyarakat,” sambung Wahjoe.

Pria yang pernah menjabat sebagai Inspektur di Kemenkeu RI ini berharap melalui Bimtek yang digelar, para pegawai yang hadir dapat menimba lebih banyak ilmu tentang status aset untuk mewujudkan Good Governance di lingkungan BP Batam.

“Lewat Bimtek ini harapannya rekan-rekan yang hadir bisa berdiskusi banyak dengan seluruh narasumber untuk memperdalam pengetahuan tentang penetapan status aset BMN dan ADP untuk kemajuan BP Batam,” pungkas Wahjoe. (mi)



Perbaikan gangguan sistem kelistrikan di Instalasi Pengolahan Air Minum Duriangkang.

BATAM|KEPRIAKTUAL.COM: Perbaikan gangguan sistem kelistrikan di Instalasi Pengolahan Air Minum Duriangkang telah selesai dikerjakan, Jumat (31/5/2024) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB. Namun, untuk aliran ke rumah pelanggan membutuhkan waktu. Terutama rumah pelanggan yang berada di dataran tinggi atau di ujung pipa. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Utama (Dirut) PT Air Batam Hilir, Mujiaman.

"Alhamdulillah 100% sudah selesai sejak dini hari tadi jam 01:00 WIB. Sekarang full recovery," ujarnya, Jumat (31/5/2024).

Ia menjelaskan, suplai air bersih pada sebagian besar warga Batam mengalami hambatan akibat gangguan sistem kelistrikan di Instalasi Pengolahan Air Minum Duriangkang. Dari hasil pengecekan, diketahui terjadi gangguan pada kabel Incoming dari cubicle ke trafo intake.

"Kami meminta bantuan dari pihak PLN dan menurunkan mobil uji deteksi gangguan dan assesmemt kabel tanah. Titik kerusakan kabel kemudian diketahui depan WTP Duriangkang dan dilakukan penggalian di lokasi tersebut," katanya.

Kabel tersebut, rusak akibat tergeruk oleh alat berat yang bekerja. Selanjutnya, dilakukan perbaikan terhadap kabel yang putus dengan mengupas kabel, dan kemudian menyambungkan kembali serta menutup sambungan dengan menggunakan resin.

"Kita juga mengecek seluruh kabel, alhamdulillah dalam keadaan baik," katanya.

Ia menambahkan, untuk saat ini aliran air ke rumah yang berada di sekitar lokasi IPA Duriangkang telah kembali normal. Sebab, akibat terganggunya suplai air dalam beberapa waktu, menyebabkan kekosongan di sejumlah pipa utama. Sehingga, air akan mengisi seluruh jaringan pipa-pipa utama.

"Kami juga mengimbau kepada warga yang sudah teraliri untuk menghemat penggunaan air dalam beberapa waktu kedepan. Agar sudara-saudara kita yang berada diujung pipa bisa mendapatkan aliran air," imbuhnya. 

Sementara, Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol Ariastuty Sirait mengatakan, persoalan adanya gangguan kelistrikan ini merupakan suatu yang tidak dapat dihindari. BP Batam, akan selalu mengupayakan untuk berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait, agar layanan air bersih di Kota Batam dapat berjalan dengan maksimal.

"Kami akan terus mengupayakan peningkatan pelayanan suplai air bersih bersama mitra kami demi kebutuhan dan kenyamanan publik," ujarnya. (*)



Perbaikan Aliran Air.

BATAM|KEPRIAKTUAL.COM: PT Air Batam Hilir menjamin aliran air ke wilayah yang terdampak akan kembali normal secara bertahap. Hal itu disampaikan oleh Direktur Utama (Dirut) PT Air Batam Hilir, Mujiaman dalam merespon adanya gangguan suplai air bersih terhadap sebagian besar masyarakat Kota Batam, Kamis (30/5/2024) sore.

Ia mengatakan, suplai air bersih mengalami hambatan akibat gangguan sistem kelistrikan di Instalasi Pengolahan Air Minum Duriangkang. Kabel listrik yang berada 200 meter dari pengolahan air, terputus akibat tergeruk oleh alat berat di Instalasi Pengolahan Air (IPA) 5 Duriangkang.

"Akibat adanya gangguan itu, kemudian kita deteksi kabel lainnya dan sudah terdeteksi dalam keadaan baik. Saat ini tinggal menunggu penyambungan kabel dan kemudian pengecoran kabel," ujarnya.

Akibat adanya gangguan sistem kelistrikan ini, suplai air bersih menjadi kecil hingga mati ke beberapa daerah terdampak. Seperti di Baloi, Nagoya, Jodoh, Batu Batam, Pelita, Batu Ampar, Sengkuang, Batu Merah, Melcem, Seipanas, Bengkong, Batam Venter, Sukajadi, Legenda Malaka, Batu Besar, Sagulung, Tanjung Uncang dan sekitarnya.

Pihaknya, akan terus menggesa perbaikan gangguan kelistrikan ini. Ia memperkirakan, perbaikan ini bisa diselesaikan dalam beberapa jam kedepan. 

"Kami memohon maaf atas layanan kami. Kami akan mengusahakan secara optimal agar perbaikan ini bisa segera normal kembali. Target kami, malam ini pengerjaan sudah bisa selesai," katanya.

Ia menambahkan, setelah pengerjaan gangguan kelistrikan ini selesai, normalisasi ke rumah-rumah akan membutuhkan waktu. Untuk lokasi pelanggan yang cukup jauh dengan kontur tanah yang cukup tinggi akan membutuhkan waktu yang relatif cukup panjang dibandingkan dengan pelanggan yang berlokasi lebih dekat dari IPA.

Sementara itu, Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol, Ariastuty Sirait menyadari, air merupakan kebutuhan dasar bagi makhluk hidup dan mutlak harus dipenuhi. Oleh sebab itu, pihaknya akan terus menggesa PT Air Batam Hilir untuk segera menyelesaikan gangguan yang terjadi.

"BP Batam memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat Kota Batam. Kami akan terus mengupayakan peningkatan pelayanan suplai air bersih bersama mitra kami demi kebutuhan dan kenyamanan publik," ujarnya. (*)



Groundbreaking Ceremony mengawali pembangunan Terminal II Bandara Internasional Hang Nadim.

BATAM|KEPRIAKTUAL.COM: Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) secara resmi melaksanakan Groundbreaking Ceremony mengawali pembangunan Terminal II Bandara Internasional Hang Nadim, pada Kamis (30/5/2024).

Bertempat di samping area kargo lama Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Ceremony dilakukan oleh Kepala BP Batam Muhammad Rudi beserta seluruh perangkat terkait, dengan pemukulan beduk, pemotongan pita dan penekanan tombol sirine, menandai pengeboran pertama pembangunan Terminal II Bandara Internasional Hang Nadim.

Kepala BP Batam Muhammad Rudi mengatakan pembangunan ini menjadi tonggak sejarah bagi pengembangan Bandara Hang Nadim sebagai bandara bertaraf internasional yang maju dan modern. 

"Pembangunan Terminal II ini menjadi kebangkitan Bandara Hang Nadim yang kita cintai, mari kita dukung, sehingga Batam kota baru bisa sama-sama kita capai." Kata Muhammad Rudi.

Terminal II Bandara Hang Nadim Batam merupakan salah satu proyek infrastruktur strategis di Indonesia yang diharapkan dapat meningkatkan kapasitas bandara dan menarik lebih banyak wisatawan dan investor ke Batam.

“Dengan beroperasinya terminal ini nantinya, diharapkan konektivitas udara di Batam semakin meningkat dan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah ini.” terangnya.

Kepala BP Batam Muhammad Rudi menekankan kolaborasi dan komitmen antara BP Batam dan PT BIB dalam mewujudkan Terminal II ini. 

“Bandara selesai (PT BIB), Jalan juga selesai (BP Batam). Tentu proses Pembangunan kita harap dapat sesuai dengan waktu dan hasil sesuai dengan yang kita sepakati. Masyarakat saya himbau mari kita jaga dan kontrol ini sampai selesai.” Pungkas Muhammad Rudi.

Sementara itu, Direktur PT. BIB Pikri Ilham Kurniansyah menyatakan komitmennya untuk dapat menyelesaikan pekerjaan ini tepat waktu.

“Kami mohon dukungan semua pihak. Kami konsorsium dari Incheon, AP 1 dan WIKA berkomitmen menghadirkan bandara kelas dunia di Batam dan menyelesaikan proyek ini 24 bulan ke depan, semoga lancar semua dari fasilitas dan mohon dukungan masyarakat.” Kata Pikri.

Pihak PT BIB menyebut dalam pembahasan detail engineering design (DED) terminal II Bandara Internasional Hang Nadim Batam, pihaknya melibatkan konsultan handal dari Korea, sehingga memakan waktu yang cukup panjang.

“Desain awal berkonsep atap berbentuk 1.000 kuncup, namun yang terbaru lebih futuristik, modern dan luxury dengan tetap mengadopsi kearifan lokal. Bentuknya kepak sayap burung elang dan batik, flora dan fauna khas Kepri misalnya ikan marlin dan gonggong.” Terang Pikri.

Berdiri di lahan seluas 50.000 m2, dengan nilai investasi Rp 2,4 Triliun, pembangunan Terminal 2 Bandara Hang Nadim ditargetkan selesai hingga 2026 mendatang. 

Terminal II nantinya akan berkapasitas 9,6 juta penumpang dan menampung tempat parkir baru dan apron baru yang mampu menambah kapasitas 10 pesawat tambahan dari yang sudah ada. Dan juga  akan dikembangkan tambahan destinasi penerbangan internasional.

Terminal II Bandara Hang Nadim Batam akan menjadi salah satu proyek infrastruktur strategis di Indonesia yang dapat meningkatkan kapasitas bandara dan menarik lebih banyak wisatawan dan investor ke Batam, ditunjang dengan infrastruktur jalan yang sangat memadai menjadikan Batam Kota Maju dan Modern.

Ril/Redaksi



BATAM|KEPRIAKTUAL.COM: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyetujui usulan pembentukkan tiga Kawasan Ekonomi Khusus di Indonesia, salah satunya ada di Batam yakni Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata Kesehatan Internasional Batam.

Hal tersebut disampaikan Menteri Airlangga saat memimpin Sidang Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), pada Rabu (29/5/2024) siang, bertempat di Gedung Ali Wardhana Lantai II Jakarta Pusat.

Penetapan KEK ini dinilai telah memenuhi persyaratan pembentukan KEK sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Kawasan Ekonomi Khusus. 

Dalam rapat tersebut, Menteri Airlangga menyetujui pengusulan Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata Kesehatan Internasional Batam, bersama dengan dua KEK lainnya yakni KEK Bumi Serpong Damai – Banten dan KEK Morowali – Sulawesi Tengah.

Wakil Kepala BP Batam Purwiyanto hadir dalam kesempatan ini mengatakan bahwa proses pengusulan KEK Pariwisata Kesehatan Internasional Batam, sudah menjadi concern BP Batam dalam beberapa tahun terakhir. 

Sehingga, dirinya mengaku senang rencana besar investasi KEK Pariwisata Kesehatan Internasional bakal segera terwujud di Batam.

“Kami mendapat target dari Kemenko Perekonomian bahwa setahun investasi harus ada dan terealisasi, maka menjadi tugas kami agar investasi KEK terwujud.” Ungkap Purwiyanto.

“Proyeksi dari investasi amat sangat  besar, baik dari sisi persepsi wilayah dan dampak kehadiran investasinya bagi ekonomi dan tenaga kerja, tidak hanya sekedar milestone ini akan jadi multiplier effect bagi semua lini ekonomi di Batam.” Kata Purwiyanto yang merupakan lulusan S2 University of Colorado at Boulder, Colorado – USA.

KEK Pariwisata Kesehatan Internasional Batam seluas 47,17 Ha, akan berada di wilayah Sekupang 23,10 Ha (Wisata Kesehatan Terpadu) dan wilayah Nongsa seluas 24,08 Ha (Pariwisata).

KEK Pariwisata Kesehatan Internasional Batam dengan target investasi Rp 6,91 triliun sampai dengan 2032 akan menyerap tenaga kerja 105.406 orang selama 80 tahun.

Pengusulan ini dinilai memenuhi persyaratan karena telah menguasai lahan 100% dengan investor utama yakni Apollo Hospitals India dan Mayapada Group untuk Rumah Sakit Internasional. 

Pada Lokasi Sekupang akan dilaksanakan kegiatan utama kesehatan dengan rencana bisnis Rumah Sakit Internasional (Mayapada Apollo Batam International Hospital), Nursing Academy International, MedTech Park yang dilengkapi MICE (Meetings, Incentive, Convention & Exhibition), Perumahan Dokter,  Dormitory, Hotel & Retail.

RSBP Batam beserta sarana pendukung juga akan menjadi bagian dalam KEK yang layanannya akan terintegrasi dengan Mayapada Apollo Batam International Hospital.

Sementara pada lokasi Nongsa akan dilaksanakan kegiatan utama pariwisata dengan rencana bisnis Retirement Village & Clinic dan akomodasi penunjang berupa Cottages, Bungalow, Motel yang diperuntukan bagi wisatawan, pasien dan keluarga pendamping.

Kota Batam merupakan Kota yang letaknya sangat strategis karena berdekatan langsung dengan Negara Singapura dan Malaysia. Hal itu juga yang akan menjadi salah satu alasan mengapa wisata medis perlu dibangun.

Tercatat 2 juta wisatawan medis asal Indonesia yang berobat ke luar negeri, sebanyak 1,5 jutanya memilih pelayanan medis di Malaysia dan Singapura.

Ditargetkan dari 2 juta wisatawan medis yang berobat ke luar negeri setiap tahunnya, KEK Pariwisata Kesehatan Internasional Batam akan menyerap pasien sebanyak 2 persen atau sekitar 40.000 jiwa.

Sehingga tujuan untuk merebut market pasien yang berobat ke Singapura dan Malaysia untuk berobat ke Batam dapat tercapai.

Sementara itu, Johanes Tahir selaku President Commissioner Mayapada Healthcare yang akan menjadi pelaksana pengembangan KEK Kesehatan Internasional Batam menyatakan komitmennya untuk membangun dan mengembangkan wilayah sekupang ini.

“kami sangat gembira dengan hasil hari tersebut. Ini bukanlah akhir, melainkan permulaan kami untuk bisa merealisasikan janji dan komitmen kami. Akan segera hadir rumah sakit internasional di Batam yang bisa diminati oleh wisatawan dengan standar internasional.” Kata Johanes.

PT Karunia Praja Pesona ditugaskan merealisasikan komitmen dari target pengembangan KEK untuk 5 tahun pertama Rp 3,3 triliun dan penciptaan lapangan pekerjaan sebanyak 19.740 orang.

Dalam rapat tertutup ini, tampak hadir Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Agus Harimurti Yudhoyono nasional dan  para perwakilan 16 Kementerian anggota Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus, pimpinan daerah/badan usaha dan investor yang melaksanakan projek KEK.

Selanjutnya, Dewan Nasional KEK akan merekomendasikan kepada Presiden untuk menetapkan KEK tersebut melalui Peraturan Pemerintah.


Ril/Redaksi


Foto Bersama H. M. Rudi bersama Masyarakat Kundur. 

KUNDUR|KEPRIAKTUAL.COM: Wali Kota Batam H.Muhammad Rudi, S.E.,MM bersama Tokoh Masyarakat Provinsi Kepri H. Nurdin Basirun dan H.Isdianto gelar kegiatan Silaturrahmi bersama masyarakat.

Kegiatan tersebut berlansung tepatnya di Halaman Balai Pemuda Kecamatan Kundur, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri pada, Kamis (30/5/2024).

Kegiatan tersebut di awali dengan do'a bersama yang di pimpin oleh Latep imam masjid BesatbTanjung Sari Qauman dan dilanjutkan dengan angkat sumpah oleh tokoh-tokoh masyarakat atas dukungan terhadap calon Gubernur Provinsi Kepri H.Muhammad Rudi periode 2024/2029.

Pada kesempatan itu, Walikota Batam  H. Muhammad Rudi mengatakan, di  hadapan masyarakat kundur dirinya meminta restu dan dukungan untuk menjadi Gubernur Provinsi Kepri pada November 2024 mendatang.

Selain itu, Ia juga meminta saat pemilu pada November 2024 mendatang agar masyarakat hususnya masyarakat kundur untuk mencoblos surat suara atas nama H. Muhammad Rudi. ungkap Rudi di hadapan masyarakat Kundur.

Lebih lanjut, kata H. Muhammad Rudi, insyaallah jika saya terpilih menjadi Gubenur Kepri saya akan memberikan peningkatan dan kemajuan pembangunan di setiap daerah mulai dari tingkat kabupaten kota hingga di setiap wilayah kecamatan yang ada di seluruh Provinsi Kepri secara adil dan merata.

"Saya tidak perlu lagi menjelaskan terkait kinerja saya, lihat kota batam bukti nyata selama saya menjabat sebagai Walikota Batam sekaligus menjabat sebagai ketua BP Batam. Allhamdulillah Kota Batam menjadi kebanggaan masyarakat Provinsi Kepri atas kemajuan pembangunan dan kemajuan teknologi digitalisasi," terang Rudi 

Di tempat terpisah Wakil Ketua DPD Nasdem Kabupaten Karimun H. Muhammad Asyura saat di kompirmasi media ini ia mengatakan, ucapan terimkasih atas kehadiran Walikota Batam H. Muhammad Rudi yang telah menyempatkan diri untuk hadir atas undangan yang di berikan.  

"Kedatangan Walikota ini merupakan undangan resmi dari Suhardianto Ketua koordinator tim relawan HMR," ujarnya.

Di katakannya, orang nomor satu di kota Batam ini tidak perlu diragukan lagi kualitasnya sebagai seorang pemimpin. 

"Semoga atas do'a dan restu dari masyarakat serta atas izin Allah bliau lah harapan kita untuk menjadi orang nomer satu di Provinsi Kepri," pungkas H. Muhammad Asyura sembari mengamini.

(A.Yahya)


Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.