Foto Bersama Tim Ekstrakulikuler Jurnalistik SMA IT Imam Syafi'i dengan Sazani. 

BATAM|KEPRIAKTUAL.COM: Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) melalui Kepala Bagian Hubungan Masyarakat, Sazani menerima kunjungan Tim Ekstrakulikuler Jurnalistik SMA IT Imam Syafi'i yang didampingi oleh Ustadzah Nabila pada Senin (27/5/2024) di Marketing Center.

Kunjungan yang diikuti oleh 15 orang siswi ini dilangsungkan dalam rangka diskusi mengenai bidang jurnalistik, kehumasan, hingga perkembangan Batam hari ini.

"Kami apresiasi keinginan adik-adik ini untuk belajar lebih dalam berbagai hal tentang jurnalistik, kehumasan, sampai ke informasi perkembangan Batam saat ini di bawah komando Kepala BP Batam, Bapak Muhammad Rudi," ujar Sazani.

“Semoga lewat kunjungan hari ini adik-adik bisa mendapat ilmu yang bermanfaat untuk masa depannya karena mereka-mereka ini adalah generasi penerus estafet pembangunan Batam dan Indonesia,” lanjut Sazani.

Merespon penerimaan kunjungan sekaligus diskusi ini, Guru Pendamping SMA IT Imam Syafi'i, Ustadzah Nabila mengucapkan terima kasih kepada tim Humas BP Batam.

“Terima kasih atas penerimaan yang baik oleh Tim Humas BP Batam. Berdasarkan diskusi tadi, Alhamdulillah kita bisa mengetahui lebih banyak informasi tentang pembangunan Batam yang kita nikmati saat ini juga informasi tentang berbagai pembangunan di masa yang akan datang sebagai tambahan pengetahuan bagi siswi kami yang hadir hari ini,” tutur Ustadzah Nabila.

Turut hadir dalam kegiatan ini Kasubbag. Hubungan Komunikasi Media dan Antarlembaga, Prayuli Irianti; Kasubbag. Dokumentasi dan Publikasi, Moh. Arief Rahman; serta beberapa pelaksana di Bagian Humas. (MI)



Rangkaian Kunker Menteri Besar Johor. 

BATAM|KEPRIAKTUAL.COM: Menteri Besar Johor, Yang Amat Berhormat (YAB) Dato' Onn Hafiz Ghazi bersama rombongan menyambangi kantor Badan Pengusahaan Batam pada Sabtu (25/5/2024) pagi, dan disambut langsung oleh Kepala BP Batam, Muhammad Rudi beserta jajaran di Balairung Sari BP Batam.

Kegiatan ini merupakan rangkaian dari kunjungan kerja untuk membicarakan lebih lanjut peluang kerja sama antara Batam dan Johor.

Dalam sambutannya, Dato' Onn Hafiz Ghazi secara gamblang memuji kerja keras Kepala BP Batam, Muhammad Rudi dalam upaya untuk peningkatan pertumbuhan ekonomi di Batam pada tahun 2023 silam yang mencapai angka 7,04 persen.

Ia juga mengatakan bahwa keberhasilan tersebut menjadi inspirasi bagi Johor.

“Melalui keberhasilan BP Batam yang dipimpin oleh Bapak Muhammad Rudi, kami sangat terinspirasi untuk melakukan upaya yang sama di Johor,” ujar Dato' Onn Hafiz Ghazi.

Tidak hanya memuji kinerja BP Batam, ia juga mengaku kagum dengan pesatnya  transformasi ekonomi digital yang berkembang di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa Digital Park (NDP).

“Kami akui, infrastruktur dan SDM di KEK NDP dipersiapkan dengan baik. Hal ini juga bisa menjadi peluang agar Iskandar Malaysia Studio di Johor nantinya bisa berkolaborasi dengan Nongsa Digital Park di Batam,” gagas Dato' Onn Hafiz Ghazi.

Dalam pertemuan bilateral yang berlangsung di Kantor BP Batam, peningkatan konektivitas kedua wilayah yaitu Batam - Johor turut menjadi pembahasan utama.

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi mengatakan, selain memperkuat hubungan bilateral antara Batam dan Malaysia, lahirnya rute Ro-Ro baru Batam - Johor nantinya mampu meningkatkan konektivitas dan perekonomian Kota Batam.

Dimana, rencana pengoperasian rute Kapal Ro-Ro itu sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih besar antar kedua wilayah.

“Pembukaan rute Ro-Ro menjadi prioritas kami. Karena semakin cepat kita wujudkan, maka semakin cepat pula perekonomian kedua wilayah tumbuh,” ujarnya.

“Tadi Menteri Besar Johor sudah menyampaikan akan didiskusikan lebih lanjut terkait persiapan infrastruktur di sana dengan kementerian terkait, sembari pelabuhan di Batam membenahi infrastruktur pendukung pelabuhannya,” 

Tidak berhenti di situ, Muhammad Rudi juga membahas rencana pembangunan terminal baru di Terminal Ferry Internasional Batam Center untuk mempermudah wisatawan asing dari Batam dan ke Johor dan sebaliknya.

“Pengembangan pelabuhan Batam Center kami khususkan untuk mendorong sektor pariwisata. Selain itu, jumlah tenaga kerja Indonesia di Johor juga cukup banyak, jadi saya rasa pengembangan ini juga akan bermanfaat untuk mereka,” pungkas Muhammad Rudi.

Sebagai penutup, ia berharap hasil diskusi ini dapat diteruskan ke lembaga tertinggi di Malaysia agar mendorong percepatan pembangunan infrastruktur kedua wilayah.

“Sebagai teman satu rumpun, saya juga berharap mudah-mudahan silaturahmi ini dapat terus terjalin dengan baik,” tutup Muhammad Rudi.

Ril/Redaksi


Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol, Ariastury Sirait.

BATAM|KEPRIAKTUAL.COM: Pemerintah pusat, telah menetapkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 78 Tahun 2023 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 62 Tahun 2018 tentang Penanganan Dampak Sosial Kemasyarakatan dalam rangka Penyediaan Tanah untuk Pembangunan Nasional.

Perpres Nomor 78 Tahun 2023 ini menjadi landasan hukum dalam memberikan santunan dan relokasi, terhadap masyarakat yang terkena dampak pengembangan Rempang Eco-City.

"Berdasarkan Perpres Nomor 78 Tahun 2023, tidak ada ganti rugi tanah kepada warga terdampak. Namun dalam Perpres tersebut, bagi warga yang terdampak akan mendapatkan santunan dan relokasi," ujar Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol, Ariastury Sirait, Jumat (24/5/2024).

Ia menjelaskan, santunan yang didapatkan oleh warga, berupa biaya hidup sebesar Rp 1,2 juta per jiwa setiap bulannya. Biaya hidup itu, diberikan selama 12 bulan sejak warga terdampak menghuni hunian sementara.

Tidak hanya biaya hidup, warga terdampak juga diberikan biaya sewa rumah di hunian sementara sebesar Rp 1,2 juta per bulan untuk setiap keluarga. Biaya sewa rumah itu juga diberikan untuk selama 12 bulan.

"Ketika tiba di rumah sementara, setiap warga juga akan diberikan bantuan berupa paket sembako. Warga juga diberikan fasilitas mobilisasi barang secara gratis dari rumah asal ke rumah sewa dan kembali lagi rumah tetap di Tanjung Banun," katanya.

Seluruh bangunan hingga tanaman yang tumbuh juga dihitung oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP).

Jika masyarakat mempunyai bangunan yang nilainya lebih besar atas penilaian dari Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP), akan diberikan tambahan sesuai dengan selisih nilai rumah. 

Sebagai contoh, jika masyarakat mempunyai rumah senilai Rp 500 juta sesuai penilaian dari KJPP, maka BP Batam memberikan rumah tipe 45 senilai Rp 135 juta, dan ditambah dengan uang sebesar Rp 365 juta.

Tidak hanya rumah, dalam Perpres Nomor 78 Tahun 2023 itu juga disebutkan, bahwa masyarakat mendapatkan sagu hati/ kompensasi atas pembukaan lahan, tanaman yang tumbuh hingga sarana usaha. Seperti tambak, perahu hingga kandang ternak.⁠

Selain itu, warga juga mendapatkan rumah tipe 45 diatas tanah 500 meter persegi dengan status hak milik. Rumah tersebut, dibangun dengan kawasan terpadu berupa klaster. 

Untuk dikawasan perumahan, dilengkapi dengan sarana pendidikan lengkap, mulai dari Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Selanjutnya rumah ibadah hingga kantor pemerintahan (Camat, Lurah, Polsek, Koramil dan KUA).

Selanjutnya juga ada lapangan sepak bola, pasar, pelabuhan perikanan dan pariwisata, gedung pertemuan, listrik hingga air bersih. Jalan lingkungan perumahan diaspal dengan ROW 8 meter.

"Kami akan memberikan hak-hak yang seharusnya diterima oleh masyarakat. Jadi hak-hak masyarakat ini sangat diperhatikan oleh BP Batam. Karena itu arahan langsung dari bapak Kepala BP Batam, Muhammad Rudi," katanya.

Ia menambahkan, BP Batam berkomitmen untuk menuntaskan program Rempang Eco-City.

Untuk itu, ia mengajak masyarakat untuk bisa menyukseskan rencana investasi di Rempang. Apabila ada informasi yang simpang siur diterima, Ariastuty meminta agar masyarakat dapat bertanya langsung kepada tim di posko yang telah ditentukan.

"Pada prinsipnya, BP Batam merupakan perpanjangan tangan pusat untuk menyelesaikan program strategis nasional tersebut. Masyarakat bisa langsung ke posko yang ada di Kantor Camat Galang apabila ada sesuatu yang ingin ditanyakan," imbuhnya. (*)



Kunjungan Kerja Menteri Besar Johor di Dampingi Kepala BP Batam. 

BATAM|KEPRIAKTUAL.COM: Kepala BP Batam, Muhammad Rudi menerima kunjungan Menteri Besar Johor, Yang Amat Berhormat (YAB) Dato' Onn Hafiz Ghazi, Jumat (24/5/2024). 

Dalam kunjungan kerja tersebut, Muhammad Rudi turut mendampingi Dato' Onn Hafiz Ghazi yang hadir bersama Konsul Jenderal RI Johor Bahru, Sigit S. Widiyanto, untuk meninjau langsung kesiapan sarana dan prasarana di Pelabuhan Bintang 99 Batu Ampar sebagai dermaga Kapal Ro-Ro rute pelayaran Batam - Tanjung Belungkor Johor.

Orang nomor satu di Kota Batam itu berharap, rencana pengoperasian rute Kapal Ro-Ro tersebut dapat meningkatkan konektivitas juga membuka peluang ekonomi yang lebih besar antar kedua wilayah.

"Rencana pembukaan rute pelayaran Ro-Ro ini masih dalam pembahasan. Kami bertugas untuk terus mempersiapkan infrastruktur pendukung pelabuhan," ujar Rudi.

Di samping itu, Rudi mengatakan jika kunjungan Dato' Onn Hafiz Ghazi sekaligus dapat memperkuat hubungan bilateral antara Batam dan Malaysia.

Sehingga, kerja sama yang baik antara kedua belah pihak pun ikut memberikan dampak positif terhadap perkembangan nilai investasi Malaysia di Batam.

Bukan tanpa alasan, Malaysia masih menjadi salah satu negara penyumbang investasi terbesar di Batam sepanjang tahun 2023 lalu.

Berdasarkan catatan Kementerian Investasi, realiasi investasi negara yang beribu kota di Kuala Lumpur tersebut mencapai USD 15,808 juta dengan 96 proyek pada tahun 2023.

Nilai investasi Malaysia tersebut tumbuh sebesar Rp 233,96 miliar atau naik 158,34 persen (yoy) dari tahun sebelumnya.

"Saya berharap, hubungan baik yang sudah terjalin sejak lama antara Batam dan Malaysia terus terjaga. Melalui kunjungan ini juga, tentu kita semua menginginkan agar nilai investasi bisa meningkat sehingga mampu memberikan dampak ekonomi terhadap masyarakat," tambah Rudi.

Untuk diketahui, kunjungan Menteri Besar Johor, YAB Dato' Onn Hafiz Ghazi bersama Konsul Jenderal RI Johor Bahru, Sigit S. Widiyanto akan berlanjut kepada pertemuan bilateral yang berlangsung di BP Batam pada keesokan harinya, Sabtu (25/5/2024).

Pada pertemuan tersebut, BP Batam bersama Dato' Onn Hafiz Ghazi akan membahas beberapa hal strategis yang berkaitan dengan rencana investasi, pengembangan sektor pariwisata, tenaga kerja, industri dan perdagangan.

"BP Batam membutuhkan dukungan seluruh pihak agar nilai investasi asing serta pengembangan sektor pariwisata dan industri lainnya bisa terus meningkat. Semoga pertemuan nanti juga membawa banyak manfaat positif bagi kemajuan Batam dan Provinsi Kepri," tutup Rudi. (*)


Foto Bersama Dewan Komisaris Jakpro saat Studi Banding Tata Kelola Batam.

BATAM|KEPRIAKTUAL.COM: Anggota Bidang Administrasi dan Keuangan, Wahjoe Triwidijo Koentjoro menerima kunjungan kerja Dewan Komisaris PT Jakarta Propertindo (Jakpro) di Marketing Centre, Rabu, (22/5/2024). 

Kedatangan BUMD milik Pemerintah DKI Jakarta tersebut untuk studi banding mengenai tata kelola aset dan anggaran di KPBPB Batam. 

"Kami mengelola aset-aset yang besar dan kami melihat bahwa BP Batam memiliki nilai tambah untuk bisa memberikan masukan dan informasi yang bermanfaat bagi kami," kata Komisaris Utama Jakpro, Hikmahanto Juwana.

Ia menilai, meskipun berbeda tempat, Jakpro memiliki kesamaan peran dalam mengelola suatu kawasan, oleh karenanya pihaknya tanpa ragu menjadikan Batam sebagai studi banding.

"Disampaikan oleh Pak Deputi isu-isu terkait bagaimana pengelolaan keuangan dan sebagainya, memang tidak apple to apple, namun demikian, banyak juga yang bisa kita dapatkan dari diskusi tadi," imbuhnya. 

Sementara, Anggota Bidang Administrasi dan Keuangan, Wahjoe Triwidijo Koentjoro menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menyampaikan pihaknya terus melakukan upaya untuk meningkatkan perekonomian Batam. 

"Kami sampaikan beberapa strategi bagaimana rencana pembangunan dan manajemen resiko dalam mengelola kawasan bebas Batam di bawah kepemimpinan Bapak Muhammad Rudi," tandasnya. 

Turut hadir dua Komisaris Jakpro, Lusiana Herawati dan Suhajar Diantoro beserta jajaran. Diketahui, Jakpro bertanggungjawab atas proyek revitalisasi Taman Ismail Marzuki, Jakarta Internasional Stadium dan Hunian Kampung Susun Bayam di Jakarta. 

Ril/Redaksi


Pembagian Pangan Murah. 

KUNDUR|KEPRIAKTUAL.COM: Kapolsek Kundur AKP Septimaris S.E gelar kegiatan pelaksanaan pengamanan dalam rangka gerakan 'Pangan Murah' yang di selenggarakan oleh dinas ketahanan pangan, pertanian dan kesehatan hewan.

Kegiatan tersebut berlansung tepatnya di Balai Pemuda dan Budaya Kecamatan kundur kabupaten Karimun, Provinsi Kepri, Rabu ( 22/5/2024 ). Dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga pangan murah tahun 2024.

Pada kesempatan itu, Kapolsek AKP Septimaris mengatakan, kegiatan pasokan pangan murah yang di lakukan pemerintah Provinsi Kepri dan Pemkab Karimun ini merupakan upaya dalam membantu masyarakat atau sedikit meringankan beban perekonomian di tengah- tengah masyarakat khususnya masyarakat se-Kecamatan Kundur.

"Kegitan pasokan pangan murah ini di lakukan dengan tujuan agar masyarakat ekonomi menengah kebawah terbantu dalam mendapatkan berbagai kebutuhan pangan yang mereka butuhkan. Bahan pangan yang tersedia ini seperti, Beras, minyak goreng, telor, Ikan dan lain sebagainya," ujarnya. 

"Kami pihak Kepolisian siap membantu pemerintah dalam upaya melakukan pengamanan terhadap masyarakat yang berkunjung untuk mendapatkan bahan pangan yang di butuhkan dan kami juga meminta kepada masyarakat agar tetap menjaga situasi aman,damai dan kondusif," pinta Polsek Kundur AKP Septimaris kembali. 

Di tempat yang sama salah satu masyarakat saat berbelanja kebutuhan pangan murah ia mengatakan, terimakasih kepada pemerintah yang telah melaksanakan kegiatan ini 

"Semoga kegiatan ini bisa terus di lakukan sehingga kami masyarakat pada umumnya mudah untuk mendapatkan bahan pangan yang jauh lebih murah harganya jika dibandingkan dengan harga pasaran," ungkapnya 

A.Yahya


Kantor BP Batam.

BATAM|KEPRIAKTUAL.COM
: Badan Pengusahaan (BP) Batam menegaskan, pemilihan mitra kerjasama Terminal Ferry Internasional Batam Center telah dilakukan secara transparan. Hal itu ditegaskan oleh Kepala Pusat Perencanaan Program Strategis BP Batam Fesly Abadi Paranoan saat ditemui di kawasan Batam Center, Senin (20/5/2024).

Fesly menyayangkan adanya kecurigaan rekayasa anggaran dan pemenang lelang yang disampaikan oleh Ketua Corruption Investigation Committee (CIC) R Bambang S beberapa waktu yang lalu.

"Sebelumnya, kita telah mengumumkan melalui media nasional dan media lokal. Setelah pengumuman itu, kita memberikan waktu pendaftarannya selama satu minggu,"ujarnya.

Ia menjelaskan, pihaknya terpaksa melaksanakan sesi Prakualifikasi ulang pemilihan Calon Mitra Kerja. Sebab, selama proses pendaftaran, terdapat kurang dari 3 peserta yang memasukkan dokumen kualifikasi. Sehingga sesi Prakualifikasi harus dilakukan ulang.

"Jadi sebenarnya ini justru menjadi kesempatan kepada perusahaan-perusahaan lainnya supaya bisa mengikuti proses tender. Jadi semua dilakukan dengan transparan," katanya.

Begitu juga dengan pengembalian modalnya. Pengembalian modal itu tentunya sudah dilakukan kajian atau feasibility study. Secara bisnis, dengan investasi yang mencapai Rp. 3,4 triliun tentunya sangat memungkinkan untuk pengembalian modalnya.

Sebab, investasi Rp. 3,4 triliun itu akan meliputi pembangunan gedung baru yang kapasitasnya lebih luas, pengoperasian dan pengembangan Terminal Ferry Internasional Batam Center. Tidak hanya itu, nilai investasi itu juga akan meliputi area komersial. Dari luas 2,9 hektare existing saat ini, nantinya akan diperluas hingga kurang lebih 24 hektare.

Dalam area pelabuhan tersebut, juga terdapat area komersil seperti hotel hingga mal. Termasuk kegiatan reklamasi yang akan dilakukan kedepannya.

"Kalau hitungan pengembalian modal Rp 500 miliar itu, jika pelabuhannya seperti yang sekarang ini. Tapi nanti kita akan membuat terminal yang baru, yang kapasitasnya lebih besar. Karena kalau sekarang sudah over kapasitas, jadi butuh bangunan yang lebih besar lagi kapasitasnya dan lebih modern," jelasnya.

Ia menambahkan, dalam kerjasama pembangunan, pengoperasian hingga pengembangan Terminal Ferry Internasional Batam Center ini sepenuhnya juga berasal dari pemenang tender. Sehingga, adanya fee 20 persen seperti yang disampaikan, Fesly membantah hal tersebut.

"Saya tegaskan, semestinya tidak ada tuduhan seperti itu. Aneh kalau adanya fee, sementara ini skemanya investasi. Dana pembangunannya berasal dari pemenang tender. Jadi sepenuhnya dari investor dan bukan dari pemerintah," tutupnya. (*)


Foto Bersama Kepala Bagian Hubungan Masyarakat, Sazani dengan Tim Analisis Media, Biro Pemberitaan Parlemen Setjen DPR RI.

BATAM|KEPRIAKTUAL.COM
: Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) melalui Kepala Bagian Hubungan Masyarakat, Sazani menerima kunjungan Tim Analisis Media, Biro Pemberitaan Parlemen Setjen DPR RI yang dipimpin oleh Kasubbag. Analis Media, Agus Budi Leksono pada Senin (20/5/2024) di Holding Room Marketing Center

Kunjungan kerja ini dilangsungkan dalam rangka Diseminasi Informasi terkait Dinamika Media Monitoring dan Analisis Media di lingkungan BP Batam.

"Kami banyak berbincang dan bertukar pikiran mengenai pengelolaan kehumasan khususnya bidang media, ada beberapa perbedaan antara pengelolaan di BP Batam dengan Setjen DPR RI," ujar Sazani.

“Perbedaan tersebut memang menyesuaikan dengan karakter daerah serta visi, misi, hingga tugas instansi dan hal tersebut yang menjadi poin kami untuk saling belajar dan bertukar informasi,” lanjut Sazani.

Merespon penerimaan kunjungan kerja timnya, Kasubbag. Analis Media, Agus Budi Leksono mengucapkan terima kasih kepada tim Humas BP Batam.

"Terima kasih atas penerimaan yang baik dari Humas BP Batam, kami sangat senang bisa berkunjung dan berbagi informasi sehingga dapat menambah referensi kami untuk kedepannya dalam mengelola media," tutur Agus Budi Leksono.

Di kesempatan berbeda, Kepala BP Batam, Muhammad Rudi mengatakan ia telah menugaskan Biro Humas, Promosi, dan Protokol untuk merangkul rekan-rekan media agar informasi pembangunan Batam dapat berjalan lancar.

"Kami berkomitmen untuk merangkul seluruh rekan-rekan media, mari kita bersatu dalam memberitakan kebaikan pembangunan Batam agar cita-cita Batam Kota Baru dapat kita realisasikan bersama," pungkas orang nomor satu di Batam ini. (MI)



Kepala BP Batam, H. M. Rudi.

BATAM|KEPRIAKTUAL.COM
: Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Muhammad Rudi menghadiri Malam Ta'aruf Musabaqah Tilawatil Qur'an dan Hadits (MTQH) X Tingkat Provinsi Kepri, Minggu (19/5/2024).

Berlangsung di Pacific Hotel, kehadiran Muhammad Rudi sebagai Bapak Pembangunan Batam pun mendapat sambutan hangat dari seluruh kafilah.

Dalam pidato sambutannya, orang nomor satu di Kota Batam itu mengapresiasi semangat dan antusiasme para peserta dalam menyukseskan pelaksanaan MTQH tahun ini.

"Selamat datang kepada seluruh kafilah. Mudah-mudahan, kemajuan Batam yang pesat hari ini bisa memberikan dampak positif terhadap syiar agama di Provinsi Kepri yang kita cintai," ujar Muhammad Rudi.

Di samping itu, suami dari Hj. Marlin Agustina tersebut juga berkesempatan untuk memaparkan lima prioritas pembangunan Batam sejak beberapa tahun terakhir.

Menurut Muhammad Rudi, kelima sektor prioritas itu merupakan perintah langsung dari Presiden RI, Joko Widodo.

Dengan rincian program antara lain perbaikan sistem perizinan, pembangunan Terminal 2 Bandara Internasional Hang Nadim, pengembangan seluruh infrastruktur jalan utama, pembangunan Pelabuhan Bongkar Muat Batu Ampar, serta pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan.

"Saya ingin, perintah dari Presiden tersebut bisa terealisasi maksimal. Mudah-mudahan, dengan# kemajuan Batam hari ini bisa memberikan dampak yang positif pula terhadap kabupaten dan kota lainnya di Kepri," sambung Rudi.

Melihat statistik tiga tahun terakhir, tangan dingin Muhammad Rudi sukses memberikan stimulus terhadap pertumbuhan ekonomi Batam.

Ekonomi Batam tumbuh positif pasca hantaman Pandemi Covid-19 tahun 2020 lalu. Dimana, ekonomi Batam bangkit dengan capaian 4,75 persen setelah di tahun 2020 mengalami minus 2,55 persen.

Memasuki tahun 2022, pertumbuhan ekonomi Batam kembali meroket dengan capaian 6,84 persen.

Di tahun 2023 lalu, persentase ekonomi Batam lagi-lagi mengalami kenaikan dengan capaian 7,04 persen.

Prestasi ini tentu tidak terlepas dari program-program strategis BP Batam dan Pemerintah Kota Batam agar mampu bangkit lebih cepat dari ancaman pandemi.

"Saya berharap, seluruh komponen daerah mampu berkolaborasi untuk menjaga iklim investasi di Batam. Apabila ekonomi maju, maka masyarakat akan sejahtera," tutup Rudi. (*)


Muhammad Rudi Kukuhkan Pengurus KKML.

BATAM|KEPRIAKTUAL.COM
: Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengukuhkan Pengurus Kekerabatan Keluarga Masyarakat Lingga (KKML) Kota Batam Masa Bakti 2024-2029 di Golden Prawn, Minggu (19/5/2024).

Dalam pidato sambutannya, Muhammad Rudi mengajak seluruh masyarakat Lingga yang berdomisili di Batam untuk bersinergi dalam mendukung pembangunan daerah.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat merupakan salah satu faktor penting guna mewujudkan pengembangan Batam sebagai kota baru yang madani dan modern.

"Besar harapan saya, KKML bisa bersinergi dan mendukung program strategis Pemerintah Kota Batam," pesan Muhammad Rudi.

Suami dari Hj. Marlin Agustina tersebut tidak menampik, pemerintah membutuhkan dukungan dari seluruh komponen daerah di Batam dalam merealisasikan rencana strategis pembangunan.

Bukan tanpa alasan, BP Batam dan Pemerintah Kota Batam masih menggesa percepatan pembangunan di beberapa aspek. Mulai dari pembangunan dan pengembangan infrastruktur jalan utama, Bandara Internasional Hang Nadim, serta Pelabuhan Bongkar Muat Batu Ampar.

Dimana, seluruh sarana dan prasarana kota tersebut menjadi bagian tidak terpisahkan dalam menarik minat investasi dari berbagai negara di Asia hingga Eropa.

"Kalau semua kita kompak, maka pengembangan daerah Batam ini akan baik-baik saja," tambah Rudi.

Ia juga menargetkan, pertumbuhan ekonomi Batam akan kembali meningkat sepanjang tahun 2024.

Optimisme tersebut beralasan, mengingat sejumlah investor masih menjadikan Batam sebagai destinasi investasi favorit.

Hal ini terlihat dengan peran strategis Batam sebagai lokomotif perekonomian Provinsi Kepri dalam beberapa tahun terakhir.

"Saya optimis, ekonomi Batam akan kembali tumbuh positif dari tahun 2023 lalu yang mencapai 7,04 persen," tutup Rudi. (*)



RDPU Lanjutan Bahas Pelebaran Jalan Tembesi Tower.


BATAM|KEPRIAKTUAL.COM: DPRD Kota Batam kembali menggelar rapat dengar pendapat umum (RDPU) terkait pelebaran Jalan Suprapto tepatnya ruas dekat Tembesi Tower, Senin (20/5/2024) sore.

Rapat yang dipimpin langsung Ketua Dewan Nuryanto SH MH itu menghadirkan puluhan perwakilan masyarakat Tembesi Tower RW 16, perwakilan BP Batam, dan OPD terkait di lingkungan Pemko Batam.

RDPU itu sendiri merupakan yang ketiga kalinya digelar di gedung Dewan. Pada Selasa (14/5/2024) pekan lalu, Ketua DPRD beserta perwakilan dari BP Batam dan OPD terkait sempat pula meninjau langsung lokasi pelebaran jalan yang diperselisihkan warga.

“Dalam RDPU ini kan kita mengundang semua pihak supaya ada penjelasan. Kita lihat masyarakat itu bukan menolak, malah mendukung pembangunan. Cuma ada hal yang harus diklarifikasi pemerintah dari RoW 100 itu terus ada gelendungannya di sana karena itu berdampak ke masyarakat. Nah, itu kita antisipasi, sampaikan penjelasannya ke masyarakat dan solusinya bagaimana,” ungkap Nuryanto usai memimpin rapat.

Namun dalam pertemuan itu, sambung pria yang akrab disapa Cak Nur tersebut, belum ada penjelasan dan penegasan dari pihak pemerintah. Hanya, kata Cak Nur, ada informasi dari Kepala Satpol PP Kota Batam selaku Wakil Ketua Tim Terpadu Pemerintah bahwa pelebaran jalan itu akan dikerjakan RoW 100-nya terlebuh dulu.

“Alhamdulillah tadi ada informasi dari Kasatpol PP akan dikerjakan yang 100 dahulu. Tentu itu lebih baik dan bijak. Karena dalam beberapa kali pertemuan ini pejabat yang hadir selalu berganti dan tidak ada penjelasan pasti terkait ini,” papar Cak Nur.

Seharusnya, kata Cak Nur, menurut Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik dimana pembangunan itu bisa lebih transparan mulai perencanaan hingga pelaksanaan dengan melibatkan juga partisipasi masyarakat. Terlebih dalam pembangunan jalan, agar masyarakat lebih mengerti dan memahami sehingga tidak merasa dirugikan.

DPRD MEMFASILITASI PEMERINTAH DAN MASYARAKAT

Nuryanto juga menegaskan posisi DPRD dalam masalah ini membantu pemerintah dan masyarakat. Sudah menjadi fungsi DPRD sebagai unsur pemerintah daerah sekaligus menjalankan fungsi utama selaku wakil rakyat. Pengaduan warga disampaikan ke DPRD, sehingga DPRD memfasilitasi antara pemerintah dan masyarakatnya.

Menurutnya, idealnya memang tidak perlu ada RDP asalnya hubungan pemerintah dan masyarakatnya tidak ada masalah. Bagi Dewan, berapa kali pun RDP dilakukan tidak ada maksud lain selain ada titik temu antara kebijakan pemerintah dengan kepentingan masyarakat.

“Sepanjang jalannya baik, masyarakat tidak terganggu dan pembangunan lancar itu harapan kita semua. Antara pemerintah dan masyarakat itu kan satu kesatuan. Pembangunan itu juga kan untuk masyarakat. Yang terpenting kesadaran bersama. Jika niatnya baik, prosesnya baik, pasti hasilnya baik dan pembangunan itu bisa dirasakan bersama-sama,” tegas Cak Nur.

Sementara itu Kasat Pol PP Imam Tohari memaparkan sudah menyampaikan ke pimpinannya mengingat belum ada pemahaman bersama, maka akan dikerjakan dahulu yang RoW 100 terlebih dahulu.

“Begitu nanti ada penjelasan yang bisa diterima antara BP Batam dan Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang barulah itu nanti akan dilaksanakan badan jalan yang katanya agak melendung tadi,” pungkasnya.

Fay


Foto Bersama Ikatan Alumni UNAIR Kepri.

BATAM|KEPRIAKTUAL.COM
: Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA UNAIR) yang juga merupakan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa menyambangi kantor BP Batam, pada Rabu malam (16/5/2024).

Ia disambut oleh Anggota Bidang Pengusahaan Wan Darussalam beserta jajaran BP Batam yang masuk dalam almamater Universitas Airlangga Surabaya.

Dalam kesempatan tersebut, Wan Darussalam mengucapkan terima kasih bahwa UNAIR telah menciptakan lulusan-lulusan hebat dan berperan strategis membangun  Batam.

"Terima kasih UNAIR, bahwa lulusan UNAIR telah berhasil membangun Batam. Rekan-rekan yang ada di BP Batam tetap semangat. Teruslah berkarya untuk membangun Batam." Kata Wan Darussalam.

Bertempat di Balairungsari, Khofifah dalam kesempatan itu melantik Dendi Gustinandar yang merupakan Direktur Badan Usaha Pelabuhan sebagai Ketua Ikatan Alumni Universitas Airlangga Wilayah Kepulauan Riau.

Khofifah mengajak pengurus IKA UNAIR yang dilantik untuk bersama-sama memberikan sumbangsih nyata mewujudkan Indonesia Maju 2034, diawali dari kontribusi nyata membangun Batam yang merupakan bagian dari Kepulauan Riau.

 “Kita bergandengan tangan, kita kerja keras, kita satukan pikiran dan perspektif dari seluruh pihak untuk mewujudkan penguatan cita-cita Indonesia Maju,” ujar Khofifah dalam sambutannya.

Sementara itu, dalam pidato pelantikannya, Dendi yang juga menjabat sebagai Direktur Badan Usaha Pelabuhan BP Batam, menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan atas kepercayaan yang diberikan para Alumni UNAIR di Kepulauan Riau.

Ia juga menegaskan komitmennya untuk membawa IKA UNAIR Wilayah Kepulauan Riau ke arah yang lebih baik, dengan fokus pada peningkatan jaringan alumni, pengembangan karir, serta kontribusi nyata bagi almamater dan masyarakat Kepulauan Riau.

"Kami akan berupaya untuk menjadikan Ikatan Alumni Universitas Airlangga Wilayah Kepulauan Riau sebagai wadah yang lebih inklusif, dinamis, dan bermanfaat bagi semua anggotanya. Kami juga berharap Ikatan Alumni Universitas Airlangga Wilayah Kepri dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Kota Batam dan Kepulauan Riau," ujar Dendi.

Dendi berharap dukungan para Alumni UNAIR untuk mewujudkan tujuan tersebut dan membuka kesempatan bagi setiap alumni untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan Ikatan Alumni, sehingga kita dapat menciptakan komunitas yang inklusif, dinamis, dan progresif.

“Dengan pelantikan pengurus Ikatan UNAIR Wilayah Kepri pada hari ini, diharapkan mampu menciptakan sinergi yang lebih kuat antara alumni, mahasiswa, dan universitas, serta memberikan kontribusi yang signifikan dalam berbagai bidang, baik di tingkat nasional maupun internasional,” tandas Dendi.

Turut hadir dalam acara pelantikan Pengurus Ikatan Alumni Universitas Airlangga Wilayah Kepulauan Riau, Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Hj. Marlin Agustina, jajaran pejabat di lingkungan BP Batam, Pemerintah Kota Batam, pimpinan Organisasi Kepemudaan, Asosiasi Pelaku Usaha, dan Pimpinan Perguruan Tinggi di Wilayah Kepulauan Riau.

Ril/Redaksi


Pelaksanaan MTQH Provinsi Kepri ke-X.


BATAM|KEPRIAKTUAL.COM: DPRD Kota Batam mengucapkan selamat atas terlaksananya Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadis (MTQH) Tingkat Provinsi Kepulauan Riau ke-X di Kota Batam, tanggal 20-27 Mei 2024. 

Lembaga wakil rakyat ini menyatakan dukungan penuh atas terlaksananya iven tersebut. Ketua DPRD Kota Batam Nuryanto SH MH menyatakan atas nama pimpinan dan anggota DPRD mengucapkan selamat dan sukses atas pelaksanaan MTQH tersebut. Dia berharap seluruh cabang perlombaan dapat berjalan dengan baik dan lancar.

“Atas nama pimpinan dan anggota DPRD Kota Batam, kami mengucapkan selamat sukses atas pelaksanaan MTQH Provinsi Kepri ke-X ini. Mudah-mudahan pelaksanaan ini berjalan dengan baik, sukses penyelenggaraannya, sukses acaranya, dan sukses hasilnya,” ungkap Nuryanto sesaat usai menghadiri pembukaan MTQH ke-X di Dataran Engku Putri, Senin (20/5/2024) malam.

Dia berharap dengan spirit MTQH ini, masyarakat Kepri terutama Kota Batam sebagai tuan rumah dapat lebih memahami dan mengamalkan tuntunan al Qur’an dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Mudah-mudahan masyarakat Kepri ini senantiasa dalam lindungan Allah Subhanahu wa ta’ala,” harap pria yang akrab disapa Cak Nur tersebut.
Dengan kebersamaan dalam pelaksanaan MTQH ini, diharapkan Cak Nur, dapat memperoleh bibit-bibit berkualitas dalam bidang al Qur’an dan Hadis sehingga dapat mewakili Kepri ke tingkat nasional.

“Kita selalu mendukung dan berharap sukses acara ini melahirkan semakin banyak bibit-bibit berkualitas di bidang al Qur’an dan Hadis, sehingga mampu mengharumkan Provinsi Kepri di tingkat lebih tinggi lagi baik MTQ nasional maupun internasional,” pungkas Cak Nur.

Fay


Ruko Penampungan TKA. 

BATAM|KEPRIAKTUAL.COM: Ratusan orang Tenaga Kerja Asing (TKA) ditampung di sejumlah unit ruko wilayah Kecamatan Nongsa Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Disinyalir, TKA asal Tiongkok diduga ini tak mengantongi izin Keimigrasian yang lengkap

Informasi yang dihimpun, mereka dipekerjakan sebagai welder di PT KIDE Kabil Batam yang berlokasi di Kawasan Industri PT Nusa Solar Indonesia. 

Keberadaan puluhan TKA ini tentu menimbulkan kecurigaan. Informasi yang diperoleh pewarta, TKA asal cina tersebut masuk ke Indonesia hanya bermodal Visa Wisata. Mereka kerap kucing-kucingan ketika melihat petugas patroli. 

"Para TKA itu kerap kali kucing-kucingan saat melihat petugas patroli. Mereka ada yang sembunyi di gorong-gorong, selokan dan lari tunggang langgang ketakutan," ungkap Agus salah satu mantan pekerja di perusahaan tersebut. 

Agus menuturkan, ada sekitar 100 lebih pekerja asal Cina yang direkrut oleh PT KIDE. Mereka diperlakukan istimewa dan sangat berbeda dengan pekerja lokal.

"Sekarang ini ada kurang dari 100 orang TKA ilegal asal Cina dalam PT KIDE itu. Bahkan pas bulan puasa kemarin, sudah ada yang mati ketimpa besi dan kasus kematiannya cepat sekali ditutup," ujarnya, Jum'at (17/5/2024).

Lanjut, Agus menyampaikan, para pekerja asing yang di datang dari Cina itu sama sekali tidak bisa berbahasa Indonesia dan kemana-mana harus menggunakan penerjemah.

"Mereka tidak bisa sama sekali berbahasa Indonesia. Bahkan, saat di lokasi kerja pun TKA tersebut kerap membuat gaduh dengan pekerja lokal," terangnya. 

Agus berharap, pihak instansi terkait dapat mengungkap kasus ini. Keberadaan TKA tersebut sudah jelas menyalahi peraturan ketenagakerjaan. 

"Saya rasa, ada oknum yang sengaja menutup mata terkait keberadaan mereka. Mana mungkin berani mereka jika tidak ada yang melindungi

Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih berupaya menggali informasi lebih dalam perihal keberadaan ratusan TKA yang diduga kuat tak memiliki izin Keimigrasian yang lengkap tersebut. (*)



BATAM|KEPRIAKTUAL.COM: Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi menghadiri pelantikan pengurus Pimpinan Wilayah (PW) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), masa bakti 2024-2029 di Harmoni One Hotel, Kamis (16/5/2024).


Wakil Gubernur Kepri, sekaligus Ketua Umum Pikori BP Batam, Marlin Agustina secara resmi memimpin salah satu Badan Otonom, dari organisasi massa Islam terbesar di Indonesia tersebut. Pelantikan ini, dipimpin langsung Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU), Khofifah Indar Parawansa.

Muslimat Nahdlatul Ulama, adalah organisasi kemasyarakatan yang didirikan pada tanggal 26 Rabiul Akhir 1365 Hijriah, bertepatan dengan tanggal 29 Maret 1946 di Purwokerto. Dengan misi, terwujudnya masyarakat yang sejahtera, berkualitas, dan menjiwai ajaran islam.

Dalam kesempatan tersebut, Muhammad Rudi menyampaikan selamat dan turut berbahagia atas dilantiknya PW Muslimat NU Provinsi Kepri masa bakti 2024-2029. 

Muhammad Rudi mengungkapkan, peran dan kontribusi dari Muslimat NU sangat penting bagi pembangunan Kota Batam yang dilaksanakan saat ini. Muslimat NU mempunyai peran besar, dalam memberikan pembekalan ilmu agama terhadap masyarakat.

Menurutnya, pembekalan ini sangat penting. Mengingat pembangunan Kota Batam yang pesat, akan mendatangkan banyak orang ke Kota Batam, termasuk dengan budaya nya.

"Batam dibangun makin modern, tapi masyarakat kita, khususnya perempuan harus tetap dibekali ilmu agama, sehingga keimanannya bisa tetap terjaga," katanya.

Pesan tersebut disampaikan Muhammad Rudi demi terwujudnya Kota Batam sebagai Bandar Dunia Madani yang Modern dan Sejahtera. 

Dalam mendukung Batam sebagai Bandar Dunia Madani, pembangunan dilaksanakan mulai dari pembangunan Masjid Tanjak, Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah hingga Masjid Agung Batam atau disebut Masjid Raya Batam.

"Semua ini tak lepas dari peran dari Muslimat NU untuk bersama-sama mewujudkan Batam sebagai kota yang madani,” katanya.

Sementara itu, Ketua PW Muslimat NU Provinsi Kepri, Marlin Agustina menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya dan terima kasih, atas amanah yang diberikan kepadanya dan jajaran Muslimat NU Kepri.

Marlin berharap, para kader NU yang berasal dari berbagai kalangan, dapat menjadi talenta-talenta hebat di Muslimat NU. Kader yang akan mampu menggerakkan perubahan pada kesejahteraan perempuan, mencetak generasi yang kokoh, dan berperan dalam pembangunan.
 
"Dengan semakin banyaknya warga Nadhliyin yang cendikiawan, kaum profesional, wirausaha, dan para teknolog akan membuat Muslimat NU semakin memberikan warna, dalam dunia baru yang makin berubah," Katanya.

Kepada seluruh kader PW Muslimat NU Kepri, Marlin berpesan untuk terus menjaga amanah yang telah diberikan, dan menjadi contoh bagi perempuan di Kepri.

"Inilah saatnya kita bersatu-padu memberikan karya dan prestasi terbaik bagi Provinsi Kepulauan Riau, sesuai dengan kapasitas, kapabilitas dan kompetensi kita masing-masing. Mari kita bersama-sama memajukan Provinsi Kepulauan Riau yang kita banggakan ini," imbuhnya. (*)


PDSI menggelar Focus Group Discussion.

BATAM|KEPRIAKTUAL.COM: Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) melalui Pusat Data dan Sistem Informasi (PDSI) menggelar Focus Group Discussion bertajuk “Peran Pusat Data Dalam Keberlanjutan dan Pemulihan Pasca Bencana”. 

Kegiatan ini dihelat pada Kamis (16/5/2024) di Novotel Palembang-Hotel & Residence, dengan menghadirkan dua narasumber, yaitu Direktur Keamanan Siber dan Sandi Pemerintah Pusat BSSN, Chairul Akbar Hutasuhut dan Kepala Stasiun Meteorologi SMB II Palembang, Siswanto. 

FGD ini sendiri diramaikan oleh lebih dari 50 peserta yang terdiri dari pejabat dan staf Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi serta Kabupaten/Kota se-Sumatera Selatan. 

Selain itu, PDSI BP Batam turut mengundang Kepala UPTB Pusat Pengelolaan Informasi dan Aplikasi Pendapatan Bapenda Sumatera Selatan, Aidi Purnawan untuk memberikan testimoni, selaku pionir tenan Data Center BP Batam di Provinsi Sumatera Selatan. 

Kepala Pusat PDSI BP Batam, Sylvia J. Malaihollo mengatakan hadirnya BP Batam ke Sumatera Selatan adalah untuk memasarkan layanan Data Center kepada calon tenan di luar Provinsi Kepri. 

Selain itu, kegiatan ini juga terselenggara dalam rangka mendukung program Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018. 

“Data Center BP Batam menjawab kebutuhan SPBE yang memerlukan media sebagai fasilitas untuk penempatan, penyimpanan dan pengolahan data, serta pemulihan data,” imbuh Sylvia. 

Menurutnya, Data Center BP Batam memiliki keunggulan pada aspek stabilitas geologis dan berada di luar ring of fire (cincin api), sehingga aman dari gangguan bencana alam. 

“Dalam menghadapi bencana tersebut, salah satu senjata terkuat yang kita miliki adalah data. Data merupakan aset yang sangat berharga. Dengan data yang tepat, kita dapat merencanakan langkah-langkah yang efektif untuk meminimalkan
dampak bencana,”

Lebih lanjut ia menjelaskan, tenan-tenan Data Center sampai saat ini berasal Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah sebesar 59 persen, perusahaan swasta dan ISP 31 persen, serta Perguruan Tinggi 10 persen. 

Adapun layanan Data Center BP Batam yang saat ini dimanfaatkan oleh para tenan adalah Colocation, Virtual Private Server dan Managed Service. 

“Sebagai bentuk komitmen kami, BP Batam saat ini telah mendapatkan Sertifikasi Internasional Uptime Tier 3 by Design untuk masuk menjadi bagian dari ekosistem Pusat Data Nasional (PDN) maupun Pusat Komputasi Daerah,” pungkasnya. 

Meski demikian, Sylvia menekankan bahwa Data Center BP Batam akan terus meningkatkan fasilitas layanan sebagai bagian dari ekosistem pusat data nasional dalam penyelenggaraan SPBE. 

“Kami berharap FGD ini memberikan edukasi kepada para peserta kegiatan tentang pentingnya fungsi data center dalam proses administrasi,” harapnya. 

(rud)



Foto Bersama saat Pelatihan Teknis Manajemen SDO.

BATAM|KEPRIAKTUAL.COM: BP Batam menggelar Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Teknis Manajemen Sumber Daya Organisasi, Senin (13/5/2024).

Bertempat di Puslatbang PKASN Lembaga Administrasi Negara RI, Jatinangor, BP Batam mengirim sebanyak 23 orang Pejabat Tingkat III dan dua orang General Manager untuk mengikuti diklat tersebut.

Kepala Biro SDM BP Batam, Lilik Lujayanti mengatakan, pelatihan tersebut merupakan bentuk komitmen Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, dalam memperhatikan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di dalam tubuh organisasi.

Dengan harapan, pelaksanaannya mampu menciptakan pejabat tingkat manajerial yang memiliki inovasi dan daya saing tinggi dalam mewujudkan cita-cita pembangunan Batam ke depan.

"Kami menggandeng Puslatbang PKASN LAN pada pelatihan ini. Semoga ilmu manajemen sumber daya organisasi yang diberikan bisa bermanfaat dan para pejabat tingkat manajerial dapat menerapkannya selama bertugas," ujar Lilik.

Ia menyampaikan, pengembangan SDM menjadi salah satu prioritas Kepala BP Batam, Muhammad Rudi.

Pasalnya, Muhammad Rudi meyakini, kualitas SDM yang maksimal akan memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan Batam ke depan.

Mengingat, tantangan zaman ke depan semakin meningkat. Sehingga, BP Batam membutuhkan inovasi dan kolaborasi dari seluruh pegawai guna mendukung realisasi perencanaan dan strategi pembangunan daerah.

"Melalui pelatihan ini, kami berharap daya saing para pegawai untuk kemajuan pun meningkat. Apabila SDM berkualitas, maka pelayanan pun akan maksimal," tutup Lilik.

Sementara, Kepala Puslatbang PKASN, Drs. Riyadi, M. Si mengapresiasi langkah BP Batam dalam meningkatkan kualitas pegawai melalui diklat tersebut.

Menurut Riyadi, pelaksanaan kegiatan merupakan bentuk komitmen BP Batam dalam memperhatikan pengembangan SDM dalam mencapai tujuan roda organisasi.

"Ini menjadi penting menurut kami, mengingat situasi sekarang perubahannya sangat cepat. Di dalam pelatihannya, kami membekali berbagai ilmu manajemen terkait inovasi dan kolaboratif sistem kemudian juga mencakup _planning system_. Pelatihan ini juga akan membantu para manajer untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah," terangnya. (*)



Progres Pembangunan Fly Over Sei Ladi.


BATAM|KEPRIAKTUAL.COM: Progres pengerjaan Jembatan Layang (Fly Over) Sei Ladi, Kota Batam, hingga saat ini telah mencapai 30 persen.

BP Batam melalui Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol, Ariastuty Sirait mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk menyelesaikan pembangunan jembatan tersebut sesuai target yang ada yakni pada Desember 2024.

"Saat ini, pengerjaan sudah mulai memasuki tahap pelaksanaan pondasi bore pile di beberapa titik," ujar Tuty, panggilan akrabnya, Senin (13/5/2024).

Selain itu, Tuty menyampaikan jika kontraktor proyek tersebut juga telah memproduksi sebanyak delapan girder.

Dimana, girder atau gelagar jembatan merupakan balok penopang struktural utama dan memiliki kemampuan menahan beban yang jauh lebih besar. Nantinya, balok-balok tersebut yang akan mendukung semua beban yang bekerja pada jembatan.

"Sesuai laporan tim di lapangan, pelebaran jalan di beberapa ruas serta pembuatan badan jalan perlahan juga sudah dimulai. Sesuai arahan Kepala BP Batam, kami ingin pembangunan Fly Over Sei Ladi ini bisa rampung sesuai target," tambah Tuty.

Satu minggu ke depan, lanjut Tuty, kontraktor proyek pun akan memulai pengerjaan pondasi atas dengan melakukan pemasangan besi pile cap pondasi di dua titik.

"Sejauh ini tidak ada kendala yang signifikan dalam pengerjaannya. Kita mohon dukungannya agar seluruh proses bisa selesai dengan maksimal," kata Tuty lagi.

Untuk diketahui, proyek senilai Rp 132 miliar tersebut memiliki panjang 1.000 meter dan lebar 60 meter serta tiga lajur utama.

Pengerjaan Fly Over Sei Ladi dimulai dari Pura Agung – San Dona dan berakhir di Rumah Duka Jl. Gajah Mada dan akan dibagi dalam empat sesi dengan target hingga Desember 2024.

Selain mengurai kemacetan, jembatan tersebut juga akan mendukung konektivitas dan distribusi logistik di Kota Batam ke depannya.

"Pembangunan Fly Over ini selain memberikan estetika terhadap pembangunan kota juga bertujuan untuk memberikan kenyamanan bagi mobilitas masyarakat Batam. Sehingga, keindahan Batam ke depan mampu menarik investor untuk masuk dan menanamkan modalnya di sini," tutup Tuty. (*)



Kepala Perwakilan Ombudsman Kepulauan Riau, Lagat Parroha Patar Siadari.

BATAM|KEPRIAKTUAL.COM
: Ombudsman Kepri soroti kinerja penyidik Bea Cukai Batam terkait pemberlakuan  mekanisme Ultimum Remedium tehadap pelaku penyelundupan rokok ilegal yang baru-baru ini ditangkap oleh tim Patroli BC Batam di perairan Pulau Buaya pada Jumat (3/5/2024) lalu. Dimana, Nahkoda dan 6 ABK lainya dibebaskan setelah dikenakan sanksi adminstrasi bayar denda dan pajak. 

"Tidak seharusnya Bea Cukai melakukan hal itu. Ultimim Remedium memang opsi terakhir tapi bukan maksudnya bahwa opsi ini menjadi prioritas. Karena ini kan jelas-jelas sudah ada barang bukti," kata Kepala Perwakilan Ombudsman Kepulauan Riau, Lagat Parroha Patar Siadari kepada ESNews, Sabtu (11/5/2024) lalu. 

Jadi, kata Lagat menjelaskan, bahwa kasus itu bukan mens rea lagi, tapi sudah peristiwa hukum dalam berupa penyelundupan barang yang dilarang. 

"Maka, keliru BC Batam kalau kemudian melakukan langsung pembebasan tehadap pelaku dengan hanya membayar denda dan sanksi administrasi. Karena ini sudah jelas peristiwa pidana," tegasnya. 

Lanjutnya, karena prinsip penegakan hukum salah satu tujuannya adalah mencegah supaya peristiwa hukum yang sama itu tidak dilakukan oleh yang bersangkutan kembali atau pihak lain.

"Maka penegakkan hukum itu harus tegas disini. Kalau begini kan tidak tegas. Tidak menimbulkan soft terapi terhadap pelaku dan calon pelaku kejahatan yang sama," ujar Lagat. 

"Maka akan bisa lagi terulang perbuatan kejahatannya lagi, karena nanti ujung-ujungnya dibebaskan atau negosiasikan lah dengan penyidik. Kan begitu," tambahnya. 

Jadi gak benar ini, kata Lagat. Harusnya, BC Batam melakukan penegakkan dalam penyidikan. Setidaknya untuk Nahkoda, karena dalam penyeludupan ini memang ABK itu tidak dapat dipersoalkan. Tapi kalau Nahkoda itu sebagai penanggungjawab. 

"Nah kita gak tau ini  kalau ini dibebaskan, bagaimana barang bukti, gimana kapal speed boad itu mengingat harganya itu bisa sampai 2,3 Milyar dan barang bukti tangkapan rokok ilegal bisa sampai 1 Milyaran. Itu gimana? apa itu dibebaskan juga setelah bayar denda. Kan tidak," tegas Lagat. 

Dalam penegakkan hukum secara umum, pembayaran denda itu bukan menghilangkan perbuatan pidananya, kan gitu. "Jadi keliru kalau kemudian bahwa mereka bilang UR itu bukan opsi utama. Kecuali tadi nahkodanya tidak kelihatan dan ABK saja yang diamankan dan barang bukti, misalnya. Ya mungkin bisa jadi. Ini harus transparan, apakah barang bukti dirampas untuk negara. Kan tidak jelas beritanya itu. 

Apa yakin Nahkoda itu dibebaskan karena bayar denda. Apakah iya kapal speed boad nya dan barang bukti nya akan dilepaskan, biasa ini kan permainan-permainan yang kadang Bea  Cukai itu kan menunggu agak adem dulu hingga nanti hilang di publik. 

Jadi gak benar itu, salah itu Bea Cukai. Harusnya BC Batam melakukan penegakkan hukum yang tegas tehadap pelaku yaitu Nahkoda. Kalau ABK memang itu harus dibebaskan. Itu Hukumnya sudah demikian. karena dia adalah anak buah kapal yang dalam kontek dalam UU tidak bertanggungjawab atas penyeludupan itu, kecuali perdagangan orang. Tapi kalau penyeludupan tidak. 

Lagat menjelaskan, terlaksananya mekanisme Ultimum Remedium tehadap pelaku, otomatis kasus akan berhenti dan tidak sampai ke kejaksaan atau pengadilan.

"Kasus Itu sudah pasti berhenti. UR itu merupakan penegakkan hukum yang harus diberikan kepada kejahatan yang memang telah memenuhi unsur-unsur yang harus dipidanakan, 4 tahun ke atas, maka saya bilang tadi Nahkoda sudah ada. Jadi sekali lagi, UR itu adalah proses yang harus ditegakkan, bukan dinegosiasikan deliknya itu kepada si pelaku," ungkap Lagat. 

Menurut Lagat, sanksi yang diberikan BC Batam terhadap pelaku penyelundupan tersebut bertolak belakang semangat untuk pemberantasan penyelundupan. "Kalau begini semua di negoisasikan, bisa-bisa orang akan berani untuk melakukan penyelundupan. Kan bisa lepas. kalau kena, nanti ganti rugi atau denda," katanya. 

Setau saya, lanjut Lagat, memang barang itu harus disita untuk negara dan dilelang. Kalau barang itu ada yang tidak dilarang, itu yang ditebus dengan sanksi tadi.

"Misal, ada barang-barang yang dilarang keluar dari kawasan, nah barang-barang yang tidak dilarang itu, itu yang kemudian boleh ditebus kembali dengan administrasi denda. Jadi sudah keliru itu bea cukai itu, ini lah kadang tidak transparan Bea Cukai ini, gak benar kayak gini Bea Cukai," ujarnya. 

"Bea cukai harus melakukan penegakkan hukum yang tegas, tidak kemudian menjadi di negoisasikan," tambahnya lagi. 

Selanjutnya, bagaimana dengan barang bukti yang disita untuk negara termasuk kapal itu. Tidak boleh di bebaskan itu, "makanya, apakah iya, penyelundup atau pemilik barang itu mau melepaskan nahkoda dengan  membayarkan denda , tapi kemudian barang dan kapalnya disita untuk negara. Tidak mungkin kan," kata Lagat. 

Terkait nahkoda dilepas dan barang bukti tetap disita, mendingan nahkodanya di suap uang 1 milyar agar nahkoda tidak ngomong atau nyanyi. "Dari pada dia bayar denda, toh kehilangan barang dan kapal juga. Gak logika kan," jelas Lagat mengibaratkan. 

"Jadi ini permainan ini, kalau benar demikian, kenapa dan apa alasan bea cukai menggunakan azaz UR? Padahal ini jelas-jelas pidana yang perbuatannya diancam pidana penjara 5 tahun ke atas. Apa pertimbangannya Bea Cukai hanya membayar denda dan sanksi adminstrasi tehadap pelaku penyelundupan? Gak benar Bea Cukai ini. Tidak transparan," tegasnya. 

Ombudsman berharap Bea Cukai harus transparan. Apa dasar mereka mengatakan itu? Kemudian bagaimana barang bukti yang diperkirakan mencapai 3-4 Milyar itu. "Dugaan kita seperti biasa barang akan dimainkan sama Bea Cukai, lalu kapal nantinya akan dikembalikan. Mungkin itu negosiasi mereka," ucap Lagat. 

"Sekali lagi, kenapa tidak melakukan penegakkan hukum, Apa pertimbangannya bea cukai melakukan negosiasi  hanya membayar denda dan sanksi adminstrasi ini sudah jelas-jelas. Ini kan OTT, ditangkap, ada barang bukti, jelas tak terbantahkan lagi. Tidak betul lagi ini, rusak negara dibuat begini. Kalau begini harus kita berantas. Kalau gak, rusak negara dibuatnya seperti itu," tutupnya. (bob)


DPRD Kabupaten Bekasi Kunker ke DPRD Batam.


BATAM|KEPRIAKTUAL.COM: Kerja cepat DPRD Kota Batam menuntaskan pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Walikota Batam tahun 2023 dengan membentuk Panitia Khusus (Pansus) LKPJ mendapat apresiasi DPRD Kabupaten Bekasi Provinsi Jawa Barat.

Mereka pun melakukan kunjungan kerja (kunker) ke DPRD Kota Batam, Senin (13/5/2023) siang. Kunker DPRD Kabupaten Bekasi ini dipimpin langsung Ketua DPRD HM BN Holik Qodratullah dan Ketua Pansus LKPJ Haji Anden SE. Ikut bersama sejumlah anggota DPRD Bekasi dan beberapa staf Sekretariat DPRD Bekasi.
Kedatangan mereka disambut oleh Wakil Ketua II DPRD Kota Batam Muhammad Yunus Muda.

“Selamat datang rekan-rekan dari DPRD Kabupaten Bekasi. Semoga bisa menikmati suasana di Batam dengan nyaman, dan terima kasih telah memilih Batam sebagai tempat kunker,” sambutnya.

Menurut Yunus, DPRD Batam sendiri baru saja memparipurnakan pembahasan LKPJ Walikota tahun 2023 oleh Pansus LKPJ. Dan, untuk memaksimalkan peran pengawasan DPRD telah meminta Pemko melaksanakan sejumlah catatan dan rekomendasi dalam waktu 60 hari ke depan.

“Kami memang ingin berdiskusi soal penuntasan pembahasan LKPJ ini. Terlebih di daerah kami kepada daerahnya bukan pejabat definitif tetapi penjabat sementara,” ungkap Ketua Pansus DPRD Bekasi Haji Anden SE.

Diskusi itu pun berlanjut ke berbagai topik termasuk masifnya pembangunan Kota Batam. Muhammad Yunus pun menegaskan OPD-OPD yang tidak mencapai target kinerja mendapatkan catatan dan rekomendasi perbaikan kepada walikota.

“Namun, OPD yang kerjanya bagus tetap kita berikan apresiasi meskipun ada catatan untuk memaksimalkan kinerjanya,” tambah Yunus.

Kunker DPRD Kabupaten Bekasi ke DPRD Kota Batam ini pun diakhiri dengan saling memberikan cinderamata serta foto bersama.

Fay


Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.