Foto: Istimewa. 
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Tim Bersatu Lawan Covid-19 Kepri Batam menjadikan Politeknik Negeri Batam sebagai Kampus Tangguh. Poltek Batam menjadi percontohan adaptasi kebiasaan baru dari lingkungan kampus.

Sekretaris Tim Bersatu Lawan Covid-19 (BLC) Kepri-Batam, Chris Triwinasis, mengatakan timnya sudah beberapa kali bertemu dengan pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik Batam. Pertemuan sekaligus sosialisasi dan edukasi Kampus Tangguh itu membahas konsep yang disampaikan ke mahasiswa.

Program Kampus Tangguh menjadi salah satu program yang diinisiasi Tim Bersatu Lawan Covid-19 Kepri-Batam. Selain Kampus Tangguh, Kepri merancang Sekolah Tangguh yang sejauh ini memilih SMAN 12 di Batam. Dua program ini sejalan dengan pelaksanaan program Kampung Tangguh yang diprakarasai Polri.

"Kalau untuk sekolah, pelopornya SMA Negeri 12 Batam. Untuk Kampus Tangguh, pelopornya Politeknik Negeri Batam,” ujar dia, Sabtu (25/7/2020).

Dia menjelaskan, tujuan program ini untuk menangani pandemi Covid-19 sekaligus edukasi adaptasi baru dari lingkungan pendidikan.

“Tujuan kami sama, yakni sebagai upaya mengantisipasi pencegahan dan penyebaran virus COVID-19 dari lingkungan kampus," ujar Chris.

Chris mengatakan kerja utama civitas akademik nantinya akan melakukan pengawasan penerapan protokol kesehatan secara ketat di lingkungan kampus dengan membentuk tim tugas sendiri. Tujuannya, agar semua warga kampus dapat menjalankan prosedur pencegahan Covid-19 secara konsisten.

"Apabila ada warga kampus yang tidak menerapkan protokol kesehatan seperti tidak memakai masker atau dijumpai suhu badannya tinggi melebihi 37 derajat celcius, maka akan meminta pulang ke rumah," tutupnya.

Kerja sama tim pemerintah dengan mahasiswa yang tergabung dalam BEM Poltek Negeri Batam bukan yang pertama. Beberapa program Tim BLC kerap melibatkan mahasiswa, salah satunya pembagian masker di lokasi kegiatan pengabdian mahasiswa di Teluk Mata Ikan.

Sumber: Diskominfo Kepri


Tangkapan layar Keputusan Menkes soal Petunjuk Teknis Klaim Biaya Pelayanan Covid-19 bagi Rumah Sakit.
JAKARTA KEPRIAKTUAL.COM: Menteri Kesehatan (Menkes), Terawan Agus Putranto telah menetapkan Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) RI nomor HK.01/07/MENKES/446/2020 tentang Petunjuk Teknis Klaim Penggantian Biaya Pelayanan Pasien Penyakit Infeksi Emerging Tertentu Bagi Rumah Sakit Yang Menyelenggarakan Pelayanan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Keputusan Menteri Kesehatan tersebut merupakan penyempurnaan dari KMK sebelumnya nomor HK.01/07/MENKES/238/2020.

Pada KMK yang baru dirincikan peran dan fungsi dari Kementerian/Lembaga dan badan yang terlibat, yakni rincian peran dan fungsi dari Kementerian Kesehatan, BPJS Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi/Kabupaten/Kota, dan rumah sakit.

KMK baru ini sudah menyesuaikan dengan KMK nomor HK.01.07/MENKES/413/2020 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian COVID-19, yakni ada perubahan pada istilah kriteria pasien yang sebelumnya menggunakan Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP), dan Konfirmasi Covid-19 diubah menjadi Kasus Suspek, Kasus Probable, Kasus Konfirmasi, Komorbid/Penyakit Penyerta, Komplikasi, dan Co-insidens.

Pembiayaan pasien yang dirawat dengan Penyakit Infeksi Emerging (PIE) Tertentu termasuk infeksi Covid-19 dapat diklaim ke Kementerian Kesehatan melalui Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan. Klaim pembiayaan ini berlaku bagi pasien yang dirawat di rumah sakit yang menyelenggarakan pelayanan Penyakit Infeksi Emerging Tertentu.

Kriteria Pasien yang Dapat Diklaim Biaya Pelayanannya, antara lain:

1. Kriteria pasien rawat jalan

a. Pasien suspek dengan atau tanpa komorbid/penyakit penyerta, melampirkan bukti pemeriksaan laboratorium darah rutin dan x-ray foto thorax. Bukti x-ray foto thorax dikecualikan bagi ibu hamil dan pasien dengan kondisi medis tertentu yaitu kondisi tidak dapat dilakukan pemeriksaan x-ray foto thorax seperti pasien gangguan jiwa, gaduh gelisah, yang dibuktikan dengan surat keterangan dari DPJP.

b. Pasien konfirmasi COVID-19 dengan atau tanpa komorbid/penyakit penyerta, melampirkan bukti hasil pemeriksaan laboratorium RT-PCR dari rumah sakit atau dari fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.

2. Kriteria pasien rawat inap

a. Pasien suspek dengan usia 60 (enam puluh) tahun dengan atau tanpa komorbid/penyakit penyerta, pasien usia kurang dari 60 (enam puluh) tahun dengan komorbid/penyakit penyerta, dan pasien ISPA berat/peneumonia berat yang membutuhkan perawatan di rumah sakit dan tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan.

b. Pasien probable

c. Pasien konfirmasi

1) Pasien konfirmasi tanpa gejala, yang tidak memiliki fasilitas untuk isolasi mandiri di tempat tinggal atau fasilitas publik yang dipersiapkan pemerintah yang dibuktikan dengan surat keterangan dari kepala Pukesmas.

2) Pasien konfirmasi tanpa gejala dengan komorbid/penyakit penyerta.

3) Pasien konfirmasi dengan gejala ringan, sedang, berat/kritis.

d. Pasien suspek/probable/konfirmasi dengan co-insidens

Kriteria pasien rawat jalan dan rawat inap berlaku bagi Warga Negara Indonesia dan Warga Negara Asing termasuk tenaga kesehatan dan pekerja yang mengalami Covid-19 akibat kerja, yang dirawat pada rumah sakit di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Identitas pasien tersebut dapat dibuktikan dengan:

1. Untuk WNA: passport, KITAS atau nomor identitas UNHCR.

2. Untuk WNI: Nomor Induk Kependudukan (NIK), Kartu Keluarga, atau surat keterangan dari kelurahan. 3. Orang terlantar: surat keterangan dari dinas sosial.

4. Apabila semua identitas tersebut tidak dapat ditunjukan, maka bukti identitas dapat menggunakan surat keterangan data pasien yang ditandatangani oleh kepala dinas kesehatan kabupaten/kota dan diberi stempel dinas kesehatan kabupaten/kota. Surat keterangan data pasien dari dinas kesehatan kabupaten/kota diajukan oleh rumah sakit kepada dinas kesehatan kabupaten/kota.

Untuk itu dinas kesehatan provinsi/kabupaten/kota harus mempersiapkan daftar pasien Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) yang berada di wilayah kerja atau dilakukan pengecekan terhadap daftar pasien melalui Public Health Emergency Operating Center (PHEOC) dari dinas kesehatan kabupaten/kota setempat.

5. Apabila semua identitas tidak dapat ditunjukan, maka bukti identitas dapat menggunakan Surat Keterangan/Surat Jaminan Pelayanan (SJP) dari pimpinan rumah sakit.

Rumah sakit yang dapat melakukan klaim biaya penanganan COVID-19 adalah rumah sakit rujukan penanggulangan penyakit infeksi emerging tertentu, dan rumah sakit lain yang memiliki fasilitas untuk melakukan penatalaksanaan dan pelayanan kesehatan rujukan pasien (Covid-19) termasuk rumah sakit lapangan/rumah sakit darurat.

Pelayanan yang dapat dibiayai dalam penanganan pasien Covid-19 antara lain administrasi pelayanan, akomodasi (kamar dan pelayanan di ruang gawat darurat, ruang rawat inap, ruang perawatan intensif, dan ruang isolasi), jasa dokter, tindakan di ruangan, pemakaian ventilator, pemeriksaan penunjang diagnostik (laboratorium dan radiologi sesuai dengan indikasi medis), bahan medis habis pakai, obat-obatan, alat kesehatan termasuk penggunaan APD di ruangan, ambulans rujukan, pemulasaraan jenazah, dan pelayanan kesehatan lain sesuai indikasi medis.


(Humas Kemenkes/EN)


Suasana acara Penyaluran Dana Bergulir untuk Koperasi dalam Rangka Pemulihan Ekonomi Nasional, Kamis (23/7), di Istana Negara, Provinsi DKI Jakarta. (Foto: Humas/Teguh)
JAKARTA KEPRIAKTUAL.COM: Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui telah memerintahkan Menteri Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (KUKM), Teten Masduki, agar secepatnya memberikan relaksasi dan restrukturisasi kepada Koperasi serta UKM supaya tidak kena imbas dari pertumbuhan ekonomi dunia yang melambat.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada acara Penyaluran Dana Bergulir untuk Koperasi dalam Rangka Pemulihan Ekonomi Nasional, Kamis (23/7), di Istana Negara, Provinsi DKI Jakarta.

Lebih lanjut, Presiden menyampaikan bahwa keadaan krisis ekonomi ini juga terjadi pada 215 negara yang terkena pandemi, sehingga kondisi sekarang ini tidak mudah terutama untuk mengendalikan Covid-19 dan ekonomi agar berjalan beriringan.

”Tiga bulan yang lalu saya telepon pada Managing Director-nya IMF, dia mengatakan kemungkinan tahun ini ekonomi global akan minus 2,5 dari yang sebelumnya 3 sampai 3,5 plus sekarang diperkirakan tahun ini minus 2,5%,” tutur Presiden.

Dua bulan yang lalu, Presiden menelepon Bank Dunia, namun jawaban yang disampaikan berbeda yakni pertumbuhan ekonomi dunia hanya akan minus 5% growth-nya. Namun, Kepala Negara bercerita bahwa dua minggu yang lalu menghubungi Organization for Economic Co-operation and Development (OECD), jawaban yang disampaikan berbeda yakni pertumbuhan ekonomi dunia akan tumbuh minus 6 sampai minus 7,6%.

”Gambaran apa yang ingin saya sampaikan, bahwa setiap bulan selalu berubah-ubah, sangat dinamis, dan posisinya tidak semakin mudah, tetapi semakin sulit. Minus 2,5% ganti sebulan berikutnya minus 5%, satu bulan berikutnya minus sampai minus 7,6%. Gambaran kesulitannya seperti itu,” ujar Presiden.

OECD, menurut Presiden, juga menyampaikan kondisi beberapa negara, yakni: Perancis akan minus 17%, Inggris 15%, Jerman 11%, America 9,7%, Jepang 8,3%, Malaysia minus 8%. Jika dibandingkan dengan Indonesia, lanjut Presiden, kuartal pertama 2020 masih plus 2,97%, tapi pada kuartal kedua kemungkinan sudah akan jatuh minus antara 4,3% sampai 5%.

Oleh sebab itu, Presiden berharap pada kuartal yang ketiga ini Indonesia sudah harus naik lagi. Untuk itu, Presiden mengajak kepada semuanya untuk bergerak menumbuhkan ekonomi agar tidak semakin turun, tapi bisa diungkit kembali naik.

Pada kesempatan itu, Presiden mengaku senang karena setiap hari mendapatkan angka-angka bahwa sudah ada yang baik dan konsumsi sudah mulai terungkit naik. ”Artinya mungkin peredaran uang yang ada di bawah karena ada Bantuan Langsung Tunai (BLT) desa, bantuan sosial (bansos) tunai, dan bansos sembako. Itu akan sangat mempengaruhi daya beli dan konsumsi rumah tangga, konsumsi masyarakat,” jelas Presiden.

Turut hadir mendampingi Presiden pada agenda tersebut, Wapres K.H Maruf Amin, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Seskab Pramono Anung, Mensesneg Pratikno, dan Menteri KUKM Teten Masduki.


Sumber: Setkab/TGH/EN


Foto Operasi Kesehatan Bibir Sumbing yang Dilaksanakan Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri. 
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Rumah Sakit Bhayangkara Batam mengadakan Kegiatan Bakti Kesehatan Operasi Pengobatan Bibir Sumbing dalam rangka hari Bhayangkara Ke-74, Senin (27/7/20). Sasaran kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian pelayanan Polri kepada masyarakat terkhusus dibidang Kesehatan.

Diawal kegiatan dilaksanakan juga Pemberian Plakat Kepada Smile Train Indonesia, Pemberian Bingkisan/Tali Asih Kepada Pasien Bibir Sumbing, dan pemberian sembako. Adapun pasien yang mengikuti operasi bibir sumbing sebanyak 8 Orang.

Dan kegiatan ini dilaksanakan di Rumah Sakit Bhayangkara Batam dengan sasaran masyarakat yang kurang mampu, juga masyarakat terkhusus dibidang Kesehatan.

“Bakti Sosial ini bekerjasama dengan Smile Train Indonesia, ini pratama kali dilaksanakan di Rumah Sakit Bhayangkara Batam, dan kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian pelayanan polri kepada masyarakat terkhusus dibidang kesehatan,” Tutur Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Batam dr. Rr. Novita Wahyu Handayani.

Redaksi


Antaraksi Terjun dan Flypass.
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) IV Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI Indarto Budiarto, S.E., M.Han., menggelar acara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-32 Alumni Akabri Angkatan 1988 wearfing 1984 yang berlangsung di Gedung Daerah Jl. SM. Amin Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Minggu pagi (26/7/2020).

Acara yang bertajuk “32 Tahun Mengabdi Untuk Indonesia, Peduli Covid-19” ini dikemas sangat baik dimana didalam kegiatan tersebut digelar donor darah kepada masyarakat Tanjungpinang sebanyak 300 orang. Kemudian membagikan paket sembako kepada masyarakat terdampak covid-19 sebanyak 1.200.000 paket.

Danlantamal IV bersama Alumni Akabri 1988 yang berada di Provinsi Kepri serta 15 satuan TNI Polri seluruh Indonesia mengikuti video conference (vicon) dengan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M yang merupakan Alumi Akabri Angkatan 1988 bertempat di geladak KRI Banda Aceh- 593.

Tidak hanya itu, masyarakat Tanjungpinang disugguhkan dengan flypass pesawat TNI Angkatan Laut serta atraksi terjung payung yang dipersembahkan oleh Prajurit Komando Pasukan Katak Komando Armada (Kopaska Koarmada) I selain mendapat hiburan kepada masyarakat Tanjungpinang juga menyakinkan kepada masyarakat Kepri bahwa TNI Angkatan Laut siap mengamankan laut di Kepri.

Dalam sambutannya Danlantamal IV mengatakan, kegiatan Bhakti Sosial dan Donor Darah yang dilaksanakan kali ini merupakan rangkaian kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka memperingati HUT ke-32 Alumni Akabri 88/W84 Tahun 2020. Kegiatan ini tidak hanya dilaksanakan di Tanjungpinang saja, namun dilaksanakan juga di seluruh Indonesia oleh Alumni Akabri Tahun 1988 di tempat tugasnya masing-masing.

“Kegiatan Bhakti Sosial dan Donor Darah ini merupakan bentuk kepedulian dan perhatian dari seluruh Alumni Akabri Tahun 1988 baik dari TNI maupun Polri terhadap masyarakat, terlebih dihadapkan pada kondisi pandemi covid-19 yang berdampak besar terhadap kehidupan masyarakat," ujarnya.

“Saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada Plt.Gubernur Provinsi Kepri, yang telah membantu sarana dan prasarana, kemudian Kepala PMI Kepri atas kegiatan donor darah dan Kepala Kantor Cabang BRI Tanjungpinang yang telah berpartisipasi atas paket sembako. Serta semua pihak yang telah membantu terselenggaranya kegiatan ini. Semoga  kerja  sama  yang  sudah terjalin selama ini, dapat dipertahankan dan bahkan ditingkatkan dimasa yang akan datang," pungkas Danlantamal IV kembali.

Hadir dalam kegiatan tesebut Asisten 1 Drs.H.Raja Ariza,M.M., yang mewakili Plt.Gubernur Provinsi Kepri, Wakil Ketua 1 DPRD Provinsi Kepri Dra.Hj.Dewi Kumalasari, M.Pd., Kapolda Kepri Irjen Pol DR.Aris Budiman, M.Si., Wakapolda Brigjen Pol Drs. Darmawan, M.Hum., Kasiter Korem 033/WP, Danpasmar 1 Brigjen TNI (Mar) Wurjanto., Danlanud RHF Kolonel Pnb Andi Wijanarko, Asdatun Alex Sumarna,S.H.,M.H., Sekda Walikota Tanjungpinang Drs.Teguh Ahmad Syafari, M.Si, Para Pejabat Utama Lantamal IV, Danwing Udara 1, Karumkital Midiato Suratani, Danlanudal Tanjungpinang, Dandim 0315/BTN, Kepala Kantor BRI Cabang Tanjungpinang, Ketua Korcab IV DJA I Ny. Indarto Budiarto, Ketua PIA Adhya Garini Lanud RHF Ny. Andi Wijanarko, Ketua Korcab Pasmar I Ny. Wurjanto, serta para undangan lainnya.

Dispen Lantamal IV Tanjungpinang.


Foto: Istimewa. 
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Tim Bersatu Lawan Covid-19 Kepri-Batam menginisiasi Sekolah Tangguh terbentuk di SMAN 12 Batam demi memulai program penanganan pandemi dari sekolah. Setelah mendapat persetujuan dari Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kepri TS Arif Fadillah.

Tim Bersatu Lawan Covid-19 Kepri-Batam langsung berkoordinasi internal dengan kepala sekolah, majelis guru, komite sekolah, pengurus OSIS dan pramuka di SMA Negeri 12 Batam. Sambutan antusias dan semangat untuk menjadi sekolah contoh terpancar dari wajah mereka.

"Sekolah Tangguh ini rencana bagus untuk dilaksanakan dalam masa adaptasi kebiasaan baru. Saya support dan nanti saya akan laporkan ke Plt Gubernur Kepri Isdianto mengenai rencana pembentukan Sekolah Tangguh ini," ujar Arif.

Tim BLC Kepri - Batam tiba di SMA Negeri 12 Batam sekitar pukul 10.30 WIB, Kamis (24/7/2020). Kepala Bapelkes (Balai Pelatihan Kesehatan) Batam, Asep Zainal Mustafa memimpin koordinasi interen khusus bersama warga sekolah SMA Negeri 12 Batam. Tim Pakar dalam Tim BLC Kepri-Batam ini memaparkan Sekolah Tangguh dibuat dalam rangka upaya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di dalam dunia pendidikan.

Pelaksanaannya akan melibatkan dinas-dinas terkait,pihak sekolah, siswa, orangtua murid, masyarakat untuk bersinergi untuk membangun ketangguhan dalam dunia pendidikan sehingga siap dalam menghadapi tatanan kehidupan baru seperti memakai masker , mencuci tangan,menjaga jarak.

"Dengan adanya sekolah tangguh kita mencontohkan kedisiplinan dalam mentaati protokol kesehatan dalam aktifitas belajar mengajar dan produktif di lingkungannya di tengah-tengah pandemi Covid-19," jelasnya.

dr. Frianto Ismail, relawan Tim BLC Kepri-Batam menjelaskan beberapa sasaran ketangguhan yang akan dicapai. Pertama ketangguhan pendidikan dan kedisiplinan, yakni menciptakan ruang belajar dan proses belajar mengajar yang efektif dengan mentaati protokol kesehatan dengan adaptasi kebiasaan baru.

Kedua, tangguh kesehatan jasmani dan rohani. Menjaga lingkungan sekolah dan sekitarnya selalu bersih dengan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Ketiga, tangguh ekonomi kreatif dan kemasyarakatan. Mempersiapkan siswa dalam pengembangan ekonomi kreatif dalam era digitalisasi yang siap bersaing di dunia kreatif dan peduli pada kondisi sosial masyarakat sekitar.

Selanjutnya, keempat, tangguh keamanan dan ketertiban, yakni mentaati peraturan adaptasi baru yang telah disepakati. Dan kelima, tangguh informasi dan data, yakni bijak dalam memberikan informasi melalui media sosial serta dalam memanfaatkab teknologi untuk hal-hal positif.


"Nanti kita akan buat tupoksi masing-masing warga sekolah dan standar operasional prosedurnya. Jadi kita bekerja terarah. Maka itu saya mengajak seluruh warga sekolah dan masyarakat sekitar untuk bersama-sama menyukseskan program sekolah tangguh ini," tukas dr. Frianto.

Sumber: Diskominfo Kepri


Plt. Walikota Tanjungpinang, Hj. Rahma, SIP
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Pemerintah Kota Tanjungpinang menyatakan pasien COVID-19 yang dikarantina di Rumah Sakit Raja Ahmad Thabib (RSUP Kepulauan Riau) tinggal satu orang setelah Hu, pasien nomor 29 dinyatakan sembuh.

"Hu dinyatakan sembuh setelah dua kali berturut-turut pemeriksaan swab dengan metode PCR, dinyatakan negatif. Meskipun sudah dinyatakan sembuh, Hu harus melakukan karantina mandiri di rumah selama 14 hari," kata Pelaksana Tugas Wali Kota Tanjungpinang Rahma, di Tanjungpinang, Rabu (22/7), dikutip dari situs Diskominfo Kepri.

Ia mengatakan, total pasien COVID-19 di Kota Tanjungpinang yang sudah sembuh berjumlah 25 orang. Sementara tiga pasien lainnya meninggal dunia.

Pasien COVID-19 yang meninggal dunia sejak sekitar tiga bulan lalu tidak bertambah.

"Satu pasien COVID-19 masih dikarantina di RSUP Kepri," ujarnya.

Jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) di Tanjungpinang sebanyak 112 orang. Seluruh PDP sudah selesai diawasi.

Sementara orang tanpa gejala (OTG) sebanyak 1568 orang, sebagian besar telah selesai diawasi. Sedangkan orang dalam pemantauan (ODP) mencapai 241 orang.

"ODP yang masih diawasi sebanyak tujuh orang," ucapnya.

Rahma mengimbau warga tetap waspada terhadap penularan COVID-19 di era normal baru. Masyarakat harus mematuhi protokol kesehatan dengan menjaga jarak saat berinteraksi, menggunakan masker dan mencuci tangan dengan sabun.

(***)


Foto: Istimewa. 
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menerima penghargaan dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) karena dinilai sebagai pemda yang memiliki komitmen mendukung eksistensi lembaga itu di daerah.

Sekretaris Daerah Kepri Tengku Said Arif Fadillah, di Tanjungpinang, Rabu(22/7), mengatakan, Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) di wilayah itu memberi kontribusi yang besar terhadap perkembangan anak-anak.

Pemprov Kepri pun menempatkan persoalan yang menyangkut perkembangan anak-anak sebagai generasi penerus bangsa pada posisi yang penting.

"Kami mengucapkan terima kasih setinggi- tingginya  kepada KPAI dan  KPPAD Kepri, karena menjadi salah satu provinsi yang mendapat penghargaan dalam hal komitmen dibidang kepedulian terhadap anak," ujar Arif saat mengikuti Penganugerahan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) tahun 2020 secara virtual di Ruang Rapat Utama Kantor Pemprov Kepri.

Sedangkan empat Kementerian yang menerima Anugerah tersebut ialah Kementerian Sosial, Kementerian Agama dan Kementerian Kesehatan yang memiliki komitmen dalam penyelenggaraan perlindungan anak dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak diberi penghargaan khusus mandat dari Presiden karena dianggap mempunyai sejumlah inovasi termasuk upaya perjuangan melakukan penguatan kelembagaan.

Sekdaprov mengapresiasi setinggi tingginya kepada jajaran Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat Kepri dan pihak kepolisian yang telah bekerja secara maksimal untuk melakukan pembinaan kepada anak anak di Kepri.

Ia berharap program kegiatan yang positif untuk perlindungan dan perkembangan anak ditingkatkan lagi. Seluruh pihak yang memiliki tugas yang sama agar dapat bersinergi sehingga program untuk anak-anak dapat membuahkan hasil yang maksimal.

"Karena kita tahu, keberhasilan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), semua bekerja dan didukung oleh aparat hukum terutama kepolisian. Ke depan anak-anak harus kita jaga, kita bimbing supaya menjadi generasi yang berkualitas," ucapnya.

Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan cara perlindungan, merawat dan menjaga anak akan menentukan keberhasilan Indonesia emas pada 2045.

"Bagaimana kita merawat, melindungi, memelihara dan mengasihi anak akan menentukan ia akan jadi apa di masa depan," kata dia.

Muhadjir Effendy menganalogikan saat ini semua pihak, terutama orang tua, sedang menanam tanaman yang nanti dipanen kira-kira 30 hingga 40 tahun oleh bangsa Indonesia.

Ia mengatakan masa depan Indonesia yang berdaya saing dan unggul berada di tangan 30,1 persen penduduk atau sekitar 79,55 juta anak.

"Kita bayangkan kalau ada anak yang sekarang umur 10 tahun berarti nanti 2045 atau Indonesia emas, umurnya sudah 35 tahun," katanya.

Anak-anak yang saat ini sedang dalam masa pertumbuhan maka pada 2045 bisa saja mereka menjadi menteri, bahkan presiden, ujar dia.

Dalam kesempatan itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada Kabinet Kerja Jokowi-Jusuf Kalla tersebut juga mengingatkan dalam diri anak terdapat semacam "kotak hitam" yang tidak diketahui isinya apa saja.

"Di dalam kotak hitam itu ada situasi yang kompleks, dan kotak hitam ini akan menentukan anak akan menjadi apa," ujar dia.

Meskipun demikian, setiap orang tua dan pihak-pihak terkait tidak bisa menyerahkan sepenuhnya kotak hitam itu pada anak, dengan kata lain perlu ada intervensi untuk arah masa depannya yang baik.

"Tetapi kita memang tidak bisa 100 persen menentukan masa depan anak karena setiap anak memiliki bawaannya," ujarnya.

Sumber: Diskominfo Kepri


Foto: Istimewa. 
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah KPPAD Provinsi Kepri mengatakan bahwa memasuki masa 'New Normal' saat ini kasus kekerasan terhadap anak di Provinsi Kepri mulai meningkat.

Hal ini disampaikan Ketua KPPAD Provinsi Kepri, Erry Syahrial di Tanjungpinang, Kamis (23/7).

Dikutip dari situs Diskominfo Kepri, menurut Ery, berdasarkan data yang diterima KPPAD Kepri selama masa pandemi di Provinsi Kepri angka kasus kekerasan terhadap anak di Kepri masih dalam kondisi stabil.

"Meskipun angkanya tidak meningkat atau masih tinggi di tahun 2019 lalu, namun selama pandemi kasus kekerasan terhadap anak tetap ada," tegas Ery.

Namun, lanjut Ery memasuki masa 'New Normal' ini entah itu uforia atau apa malah kasus kekerasan terhadap anak ini mulai terlihat meningkatkan.

"Baik itu kasus pencabulan, penelantaran dan eksploitasi pada anak dan kasus hak asuh anak mulai terjadi" tegas Ery.

Untuk itu, Ery melanjutkan agar orang tua tetap mengawasi anak-anak mereka selama berada di luar rumah saat ini.

"Jangan sampai kondisi new Normal saat ini, dimanfaatkan oleh baik itu anak ataupun orang lain yang tidak bertanggungjawab untuk melakukan hal-hal yang membahayakan anak-anak," tegas Ery.

(***)


Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Harry Goldenhardt S., S.IK., M.Si
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Polda Kepri dan seluruh jajaran Polres/Ta terhitung dari mulai Tanggal 23 Juli 2020 sampai dengan Tanggal 5 Agustus 2020, Akan Menggelar Operasi Patuh Selingi 2020. Hal tersebut dijelaskan oleh Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S., S.IK., M.Si., pada Kamis (23/7/20).

"Operasi yang berlangsung selama 14 hari tersebut merupakan Operasi Terpusat yang serentak dilaksanakan di Seluruh Indonesia, termasuk Polda Kepri dan Polres/Ta jajaran," tutur Kabid Humas Polda Kepri.

Kombes Pol Harry Goldenhardt S., S.IK., M.Si. mengatakan, pada tahun 2020 ini sasaran Operasi sedikit berbeda dibandingkan pada tahun sebelumnya, untuk tahun ini lebih difokuskan untuk mendisiplinkan masyarakat agar mentaati peraturan lalulintas dan penerapan protokol kesehatan sebagai Adaptasi Kebiasaan Baru.

Sasaran Operasi juga mengarah ke Segala bentuk Potensi gangguan, Ambang gangguan dan gangguan nyata yang berpotensi menyebabkan kemacetan, pelanggaran dan kecelakaan lalulintas serta lokasi yang menjadi tempat penularan Covid -19 seperti diarea Publik atau di tempat-tempat berkumpul nya masyarakat". Jelas Kabid Humas Polda Kepri.

"Dihimbau juga Kepada Masyarakat selain mematuhi peraturan dalam berlalu lintas juga menjadikan protokol kesehatan sebagai sebuah budaya dalam Adaptasi Kebiasaan Baru," ungkapnya.


Red/Humas Polda Kepri


Kapolri Idham Aziz 
JAKARTA KEPRIAKTUAL.COM: Hasil survei Indikator Politik (IPI) Indonesia menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kinerja institusi penegak hukum mengalami tren positif. Di antaranya, tingkat kepercayaan terhadap kepolisian mencapai 75,3 persen.

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi mengatakan, tingkat kepercayaan publik terhadap kepolisian lebih tinggi ketimbang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hanya 74,7 persen.

“Biasanya, tingkat kepercayaan presiden dan KPK berhimpitan. Namun, dari tiga hasil survei terakhir kami, KPK justru menurun dan kepolisian mengalami peningkatan,” kata Burhanuddin dalam keterangannya saat merilis hasil survei, Selasa (21/7/2020).

Sementara TNI menjadi institusi dengan kepercayaan publik tertinggi. Kepercayaan publik terhadap TNI 88 persen yang disusul kepercayaan terhadap presiden 79,1 persen. Sedangkan kepolisian berada di posisi 3.

Temuan tersebut hasil survei survei nasional dalam rentang 13-16 Juli 2020. Terdapat 1.200 responden yang dilakukan tanya jawab melalui sambungan telepon.

Burhanuddin menyoroti terjadinya peningkatan kepercayaan publik terhadap kepolisian, yakni pada Februari 2020, temuan IPI melonjak drastis. Persentasenya 85,6 persen, sementara KPK 81,3 persen.

Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Demokrat Hinca Pandjaitan menuturkan, kinerja kepolisian memang turut dirasakan selama pandemi Covid-19. Hal itu juga termasuk terhadap TNI.

“Selama pandemi, polisi bahkan ikut mengantarkan bantuan sosial sampai pelosok. Jadi, logis jika kepercayaan publik terhadap kepolisian yang saat ini dipimpin Jenderal Idham Aziz  lebih tinggi daripada KPK. Potret yang ditangkap dari hasil survei Indikator realistis,” ujarnya.


Redaksi


Cak Ta'in Komari
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Keinginan Gugatan Class Action terhadap PLN Bright Batam dan Walikota Batam ke Pengadilan Negeri Batam oleh Cak Ta'in Komari semakin panjang ceritanya. Kegagalan sebanyak 3 kali dalam registrasi dan pembayaran administrasi dianggap nya sebagai bentuk 'permainan' yang sedang diperankan Pengadilan Negeri Batam sudah dilaporkan ke Ombudsman RI sebagai bentuk Mal-administrasi, pada Rabu (22/7) kemarin.

"Laporan sudah kita masukkan kemarin ke Ombudsman RI di jakarta, SeMoga segera ada tindak lanjut," kata Cak Ta'in melalui pesan wa, Kamis (23/7-2020).

Cak Ta'in sejak akhir Juni sudah mencoba mendaftarkan gugatan class action ke Pengadilan Negeri Batam, namun beberapa kali diregistrasi tapi tidak bisa diselesaikan administrasinya.

"Anehnya itu tidak ada solusi lain. Jadi seolah-olah kami memang dipermainkan. Dihadang di gerbang," terangnya.

Selain laporan ke Ombudsman RI, Cak Ta'in juga melaporkan ke Badan Pengawas (Balas) dan Ketua Mahkamah Agung RI sebagai Lembaga Tinggi yang menaungi peradilan dan kinerja seluruh aparatur maupun hakim-hakimnya.

"Kita juga mendapatkan banyak keluhan baik dari masyarakat maupun advocat di Batam terkait kinerja aparatur Pengadilan. Mereka menyatakan tidak memiliki SOP yang jelas. Sidang pun seenaknya saja menentukan waktunya. Tidak ada disiplin dan tidak bisa menghargai waktu orang lain," jelas Cak Ta'in.

Cak Ta'in bermaksud menggugat PLN Bright Batam dan Walikota Batam terkait kenaikan tagihan listrik yang sangat tinggi, 'meledak meletup' pada bulan Juni 2020. Di mana kenaikan yang tidak melalui pencatatan meteran secara faktual itu menjadi sangat tidak wajar karena menggunakan asumsi dan tebak-tebakan.

Ada yang mengalami kenaikan hampir 1000 persen, dari biasa bayar 300 ribu menjadi 3 juta. Kenaikan tagihan tersebut kemudian pembenaran dari Walikota Batam yang seolah-olah memberikan solusi dengan cara membayar sesuai dengan bulan sebelumnya dan sisanya dapat dicicil selama 9 kali pada bulan berikutnya.

Solusi yang dianggap meringankan masyarakat itu sesungguhnya justru menyakiti hati masyarakat. Mestinya walikota menekankan kepada PLN untuk melakukan koreksi tagihan listrik bukan langsung memberikan pembenaran.

Cak Ta'in sendiri akan tetap terus memperjuangkan hak-hak masyarakat yang diabaikan oleh pemimpinnya sendiri.

"Kita akan terus berupaya. Laporan sudah masuk ke pimpinan mereka dan lembaga yang patut memeriksa mereka. Setelah itu bar gugatan akan kita registrasi lagi, setelah meyakinkan memang tidak ada indikasi permainan lagi," tegas Cak Ta'in.


Redaksi


Siaran Konfrence Pers
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Tersangka Inisial V alias K diamankan ditempat perlarian di Helios Kost Jalan Krida 18 Malalayang, Manado, Sulawesi Utara. Tersangka melarikan diri Setelah melakukan penipuan dan penggelapan yang merugikan korban-korban nya, kerugian ditaksir mencapai Rp. 12.900.000.000.

Hal tersebut disampaikan oleh Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Kepri AKBP Priyo Prayitno dan Wadir Reskrimum Polda Kepri AKBP Ruslan Abdul Rasyid, S.Ik., M.H.,  saat Konferensi Pers yang digelar pada Rabu (22/7/20), di Polda Kepri.

"Berdasarkan dari Laporan Polisi nomor : LP-B/65/VI/2020/Spkt-Kepri, tanggal 26 Juni 2020. Dengan Tersangka Inisial V alias K yang pada saat melakukan tindak pidana penipuan dan atau penggelapan bekerja sebagai Kasir disalah satu Money Change di daerah Nagoya, Kota Batam. Ketika perbuatan nya sudah mulai dicurigai oleh korban-korbannya, V alias K melarikan diri dan meninggalkan Kota Batam serta menjual rumahnya yang berada di Batam sehingga tidak bisa dihubungi lagi serta tidak diketahui lagi keberadaannya". Tutur Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Kepri.

Kemudian, lanjutnya, Tim Ditreskrimum Polda Kepri berhasil melacak keberadaan tersangka dan pada Senin tanggal 13 Juli 2020 tersangka berhasil diamankan di Helios Kost Jalan Krida 18 Malalayang, Manado, Sulawesi Utara, dan selanjutnya dilakukan pemeriksaan di polres Manado, Sulawesi Utara. Pada tanggal 18 Juli 2020 tersangka dibawa ke Polda Kepri untuk pemeriksaan lebih lanjut.

"Dari hasil pemeriksaan terhadap tersangka diperoleh keterangan bahwa ada kurang lebih 11 orang yang menjadi korban dimana salah satunya merupakan Warga Negara Malaysia yang telah menjadi korban investasi bodong atau fiktif tersebut, dengan total uang yang telah diterima tersangka selama menjalankan aksinya sekitar 12 Milyar lebih." tuturnya.

Modus operandi yang dilakukan oleh tersangka kata Wadir Reskrimum Polda Kepri AKBP Ruslan Abdul Rasyid, adalah dengan cara membujuk korban nya untuk melakukan Investasi penukaran pecahan uang $ 50,- (lima puluh dolar singapura) ditukar dengan uang pecahan $ 1.000,- (seribu dolar singapura), yang mana nantinya akan ada agen atau pembeli untuk pecahan uang $ 1.000,- (seribu dolar singapura) tersebut dengan mengimingi korban akan mendapat keuntungan dalam setiap 1 (satu) lembar pecahan $ 1.000,- (seribu dolar singapura) berupa point sebanyak 20 point atau sebesar Rp. 20.000,- yang dibayarkan setiap harinya kecuali hari minggu kepada korban nya.

"Tersangka berinisial V alias K, jenis kelamin Laki-Laki, Agama Budha, Alamat di Komplek Indah Kecamatan Lubuk Baja Kota Batam dan Barang bukti yang diamanakan adalah beberapa unit Handphone, Buku Tabungan, Kwitansi, Uang Tunai Rp. 13.000.000,- dan Rekening Koran atas nama tersangka. Atas perbuatan nya tersangka dikenakan Pasal 378 dan atau pasal 372 jo pasal 64 kuhp, dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara," kata Wadir Reskrimum Polda Kepri AKBP Ruslan Abdul Rasyid, S.Ik., M.H.

"Dihimbau kepada korban lainnya untuk bersedia menyampaikan Laporan pengaduan ke Polda Kepri, saat ini korban yang telah melapor sebanyak dua orang, disampaikan kepada Masyarakat untuk tidak tergiur dengan iming-iming investasi fiktif yang jelas tidak logis" tutup Kabid Humas Polda Kepri melalui Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Kepri AKBP Priyo Prayitno.


Humas Polda Kepri


Foto: Istimewa. 
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Kerja keras Pemprov Kepri bersama masyarakat dalam menangani penyebaran Covid-19 terbayar. Tidak ada penambahan kasus Covid-19 baru pada Senin (20/7). Saat ini masih ada 27 orang positif Covid-19, yang dirawat di Tanjungpinang dan Batam.

“Pada hari ini tidak terdapat konfirmasi penambahan Covid-19,” ujar H.T.S. Arif Fadillah, Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19, Senin (20/7). Sayangnya berita gembira itu juga diikuti dengan berita, belum adanya pasien Covid-19 yang sembuh di Kepri.

Tingkat persentase kesembuhan di Kepri 87,5 persen, dengan angka kesembuhan 302 kasus. Saat ini masih ada 27 pasien Covid-19 yang dirawat di Tanjungpinang dan Batam. Dua orang yang tak memiliki gejala, dirawat di Ruang Karantina Rumah Singgah RSUP Raja Ahmad Tabib.

Sedangkan di Batam, satu orang dirawat di   RSUD Embung Fatima dan 24 orang di RSKI COVID-19 Galang. Arif yang juga Sekda Kepri berharap pasien yang masih dirawat tersebut akan segera sembuh.

“Harapan kami, dan tentu saja menjadi harapan kita bersama agar penyebaran Covid-19 benar-benar dapat segera dihentikan. Bagi saudara-saudara kita yang masih dirawat/dikarantina pada rumah sakit rujukan dapat segera sembuh dan kembali berkumpul bersama keluarga tercinta,” sebut Sekda.

Saat ini tidak ada zona merah di Kepri. Batam ditetapkan sebagai zona oranye. Sedangkan Tanjungpinang, Bintan dan Karimun masuk dalam zona kuning. Lingga, Natuna dan Anambas berada pada zona hijau.

Sumber: Diskominfo Kepri


Foto: Istimewa. 
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Komisi Pemilihan Umum KPU Provinsi Kepri mengatakan bahwa untuk progres tahapan Pemutakhiran Data Pemilih atau Tahapan Pencocokan dan Penelitian Coklit pada pelaksanaan Pilkada serentak 9 Desember mendatang di Provinsi Kepri berjalan baik dan lancar.

Hal ini disampaikan Komisioner KPU Kepri Priyo Handoko di Tanjungpinang, Selasa (21/7).

"Alhamdulillah, dari laporan yang kita terima dari setiap kabupaten kota se Provinsi Kepri, untuk tahapan Pemutakhiran Data Pemilih atau Coklit berjalan baik dan lancar," ungkap Priyo, dikutip dari situs Diskominfo Kepri.

Hanya saja lanjut Priyo, kendala yang ditemukan di lapangan hingga saat ini masih sebatas kendala geografis.

"Baik itu kendala cuaca dan Akses untuk menuju pulau-pulau yang ada di Provinsi Kepri," jelas Priyo.

Dikatakan Priyo, proses pemutakhiran data pemilih atau Coklit ini merupakan tahapan untuk menentukan data pemilih sementara.

"Ini tahapan berjenjang untuk mendapatkan data pemilih sementara," kata Priyo kembali.

Priyo mengatakan bahwa tahapan Pemutakhiran Data Pemilih atau Coklit di Provinsi Kepri ini dilaksanakan dimulai dari 15 Juli 2020 lalu hingga 13 Agustus 2020 mendatang.

"Untuk itu, kami terus mendorong agar masyarakat dapat mendukung kesuksesan pelaksanaan tahapan Pemutakhiran Data Pemilih atau Coklit oleh Petugas Pemutakhiran Data Pemilih Atau PPDP," ungkap Priyo lagi.


(***)


Foto Bersama Bupati Karimun. 
KARIMUN KEPRIAKTUAL.COM: Bupati Karimun Dr. H. Aunur Rafiq S.Sos.M.si secara langsung meresmikan UPT Puskesmas Tanjungbatu, tepatnya jalan Sungai Sebesi, Kecamatan Kundur, Kabupaten Karimun, Selasa (21/7/2010).

Pada kesempatan kali ini, Aunur Rafiq mengatakan, beberapa pembangunan UPT Puskesmas yang sudah di resmikan, memiliki pasilitas yang cukup baik dari segi SDM, hatwer dan software yang cukup lengkap

"Artinya dengan bangunan yang cukup megah dan  casing yang baik tentunya akan menggambarkan pelayanan yang baik terhadap masyarakat sesuai dengan visi misi menjadikan puskesmas terbaik dengan pelayanan prima dan proporsional menuju masyarakat sehat dan mandiri," ungkapnya.

Di samping itu, Rafiq juga menyebut, insentif untuk honor lokal didaerah terpencil akan di naikkan menjadi dua juta ada penambahan sebanyak Rp 250.000 sedangkan kan honor lokal pelayanan puskesmas yang ada di kecamatan Durai maupun di kecamatan kundur sebanyak 45 orang akan di jadikan sebagai honor kontrak terhitung mulai Januari 2021.

Di kesempatan itu kepala dinas kesehatan kabupaten Karimun Rachmadi mengatakan, ucapan terimakasih kpada Bpk Bupati Karimun Dr.H.Aunur Rafiq S.Sos M.Si di masa kepemimpinan bliau selama empat tahun setengah sudah banyak bangunan yang sudah di bangun cukup megah dan mewah

Gedung puskesmas yang sudah di bangun ada sembilan di antara nya  Tanjungbatu,buru, Tanjungberlian,Durai Meral barat, Ungar,tebing,dan belat yang saat ini dalam pembangunan dengan sembilan puskesmas yang sudah di bangun namun masih ada empat pembangunan Puskesmas lagi yang akan di bangun pada tahun tahun berikutnya.

Turut hadir pada acara Anggota DPRD provinsi Heri Suandi, DPRD Karimun Hj.Rohani, camat kundur, polesk, Kacabjari, Danramil, kades se-pulau kundur ,ormas dan Tokoh masyarakat kundur


Ahmad Yahya


Sekda Prov Kepri. (Foto: Istimewa). 
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Kerja keras Pemprov Kepri bersama masyarakat dalam menangani penyebaran Covid-19 terbayar. Tidak ada penambahan kasus Covid-19 baru pada Senin (20/7). Saat ini masih ada 27 orang positif Covid-19, yang dirawat di Tanjungpinang dan Batam.

“Pada hari ini tidak terdapat konfirmasi penambahan Covid-19,” ujar H.T.S. Arif Fadillah, Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19, Senin (20/7). Sayangnya berita gembira itu juga diikuti dengan berita, belum adanya pasien Covid-19 yang sembuh di Kepri.

Tingkat persentase kesembuhan di Kepri 87,5 persen, dengan angka kesembuhan 302 kasus. Saat ini masih ada 27 pasien Covid-19 yang dirawat di Tanjungpinang dan Batam. Dua orang yang tak memiliki gejala, dirawat di Ruang Karantina Rumah Singgah RSUP Raja Ahmad Tabib.

Sedangkan di Batam, satu orang dirawat di RSUD Embung Fatima dan 24 orang di RSKI COVID-19 Galang. Arif yang juga Sekda Kepri berharap pasien yang masih dirawat tersebut akan segera sembuh.

“Harapan kami, dan tentu saja menjadi harapan kita bersama agar penyebaran Covid-19 benar-benar dapat segera dihentikan. Bagi saudara-saudara kita yang masih dirawat/dikarantina pada rumah sakit rujukan dapat segera sembuh dan kembali berkumpul bersama keluarga tercinta,” sebut Sekda.

Saat ini tidak ada zona merah di Kepri. Batam ditetapkan sebagai zona oranye. Sedangkan Tanjungpinang, Bintan dan Karimun masuk dalam zona kuning. Lingga, Natuna dan Anambas berada pada zona hijau.


Sumber: Diskominfo Kepri


Foto Bersama. 
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Pelaksana Tugas Gubernur Kepulauan Riau, H Isdianto memberi fasilitas ruangan untuk Ujian Tulis Berbasis Komputer untuk masuk ke Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia bagi anak anak Batam yang ingin melanjutkan kuliah. Fasilitas ruangan ini disediakan di SMA Negeri 3 Kota Batam.

"Ada 5 ruangan yang diberikan kepada kita oleh SMA Negeri 3," lapor DR Rumzi kepada Plt Gubernur H Isdianto.

Keseluruhan fasilitas ruangan tersebut dilengkapi dengan komputer untuk tiap anak yang mengikuti UTBK. Ada puluhan anak yang ikut UTBK kali ini.

Plt Gubernur Kepulauan Riau berkesempatan untuk meninjau kesiapan pelaksanaan UTBK tersebut di SMA Negeri 3 Kota Batam. H Isdianto menegaskan sekali lagi, komitmen untuk memajukan pendidikan di Kepulauan Riau.

"Fasilitas ini Bapak siapkan agar anak anak Bapak yang ada di Batam tidak perlu keluar Batam untuk ujian di tengah pandemi Covid-19" tegas Isdianto.

H isdianto yakin, anak anak Batam yang ikut dapat meraih kesempatan untuk masuk di Perguruan Tinggi Negeri yang dituju.

"Bapak percaya anak anak Bapak memiliki kemampuan untuk lulus. Anak anak Kepri dan khususnya Batam audah teruji pintar pintar," ujar Isdianto memberikan semangat.

Sumber: Diskominfo Kepri



Foto: Istimewa. 
BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Kepala SMA Negeri 3 Kota Batam melaporkan langsung ke Plt Gubernur Kepulauan Riau, H Isdianto perihal permasalahan PPDB siswa siswi baru di SMA Negeri 3 Kota Batam yang sudah selesai sesuai arahan H Isdianto.

"Lapor Pak Isdianto, urusan PPDB sudah selesai sesuai arahan Bapak," ujar Kepala SMA Negeri 3 Batam langsung Selasa (21/7).

Kepala SMAN 3 Kota Batam bersyukur berkat arahan dan dukungan Plt Gubernur Kepulauan Riau, seluruh siswa yang berada dalam zonasi bisa tertampung dan bersekolah.

Plt Gubernur Kepulauan Riau, H Isdianto secara langsung hadir untuk melihat kemajuan dari arahan yang diberikan kemarin di hadapan para orang tua calon siswa SMA Negeri 3 Batam.

"Bagi saya, pendidikan adalah program utama. Menjadi fokus perhatian dalam membangun Kepulauan Riau," tegas H Isdianto

Hadir dalam kesempatan ini Asisten 2 Syamsul Bahrum, Sekretaris Dinas Pendidikan Kepri, Tenaga Ahli Gubernur H Saidul Khudri.

Sumber: Diskominfo Kepri


Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kepri Tjetjep Yudiana.
TANJUNGPINANG KEPRIAKTUAL.COM: Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Kepulauan Riau mencatat pasien COVID-19 di wilayah itu tidak ada penambahan.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kepri Tjetjep Yudiana, di Tanjungpinang, Senin (20/07), mengatakan, dua hari lalu juga tidak ada penambahan kasus pasien COVID-19.

"Kemarin (Sabtu, 19 Juli 2020) pasien COVID-19 bertambah satu orang, namun yang sembuh dua orang," ujarnya dikutip dari situs Diskominfo Kepri.

Penambahan pasien positif COVID-19 di Kepri, khususnya Batam dalam beberapa hari terakhir menunjukkan tren menurun. Penurunan ini disebabkan berbagai faktor seperti ketaatan masyarakat menerapkan protokol kesehatan dalam beraktivitas dan keberhasilan petugas kesehatan dalam memutus rantai penularan.

Ia merincikan jumlah pasien positif COVID-19 di Kepri tinggal 27 orang, terdiri dari 25 orang dikarantina dan dirawat di Batam, dan dua pasien lainnya dikarantina di RSUP Kepri di Kota Tanjungpinang.

Rata-rata pasien COVID-19 yang dikarantina tanpa gejala. Pasien yang dirawat di Batam hanya satu orang.

"Hari ini tidak ada pasien yang sembuh," ujarnya.

Tjetjep mengemukakan mengatakan total jumlah pasien COVID-19 di Kepri sebanyak 345 orang, 302 orang di antaranya telah sembuh, 27 orang dikarantina dan dirawat, serta 16 orang meninggal dunia.

Jumlah pasien COVID-19 di Kepri yang meninggal sekitar dua bulan lalu tidak bertambah.

"Tidak ada kasus positif COVID-19 yang baru di Karimun, Bintan, Lingga, Natuna dan Anambas. Natuna, Lingga dan Anambas masuk dalam Zona Hijau sejak awal pandemi COVID-19 sampai sekarang," tuturnya.

Tjetjep menyatakan tenaga kesehatan masih mengawasi 139 dari 11.224 orang yang ditetapkan sebagai Orang Tanpa Gejala (OTG) COVID-19.

Ia mengatakan, OTG di wilayah itu hari ini bertambah 23 orang.

Sementara jumlah orang dalam pemantauan (ODP) mencapai 8753 orang, sebanyak 8457 orang di antaranya telah selesai dipantau.

Sedangkan jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) di Kepri mencapai 1052 orang, sebanyak 944 orang di antaranya sudah selesai diawasi.

(***)


Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.