Mahasiswa Uniba Diintimidasi Rektorat soal Demo Dana yang Hilang

Cak Ta'in Komari. 

BATAM|KEPRIAKTUAL.COM: Ketua LSM Kelompok Diskusi Anti 86 (Kodat86) Cak Ta'in Komari SS menyoroti informasi bahwa mahasiswa yang berdemo memperjuangkan hak-haknya di kampus langsung dipanggil pihak rektorat, diperingatkan dan akan disanksi. Ancaman itu membunuh demokrasi di kampus, mahasiswa itu harus aktif dan kreatif apalagi terhadap hak-hak personal mereka.

"Jika memperjuangkan hak-haknya personalnya saja langsung diintervensi, dipanggil dan akan disanksi - itu membunuh demokrasi di kampus." kata Cak Ta'in kepada media di Batam Center, Jumat (22/7-2022).

Cak Ta'in juga mempertanyakan kampus-kampus yang melarang mahasiswa nya untuk berorganisasi seperti Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) atau organisasi mahasiswa lainnya.

"Menjadi pertanyaan besar ketika kampus melarang mahasiswanya berorganisasi. Bagaimana kalau mahasiswa ada masalah sebagaimana saat ini terjadi di Uniba..?" papanya.

Menurut Cak Ta'in, matangnya sikap dan keilmuan mahasiswa itu ada di lapangan. Berorganisasi itu salah satu proses pembelajaran diri, terutama untuk aktualisasi bahwa mahasiswa itu bagian dari masyarakat yang perlu bersikap kritis dan aspiratif." ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan Cak Ta'in, kalau belajar interaktif dalam ruangan itu bisa dilakukan secara mandiri apalagi masih banyak dosen yang teks book dalam mengajar. Seharusnya mahasiswa didorong untuk beraktualisasi di lapangan. 

"Karakter mahasiswa itu terbentuk ketika banyak bersosialisasi di lapangan dengan berdiskusi atau berdemo. Mereka harus diberikan ruang untuk menyampaikan pendapat dan memperjuangkan hak-haknya di muka publik." tegas Cak Ta'in.

Mantan Dosen Unrika Batam itu menegaskan, mahasiswa Uniba saat ini merasa terintimidasi dan tidak tahu harus bagaimana memperjuangkan hak-haknya yang didzolimi pihak kampus.

"Kalau saya yang mengajar justru terbalik saya buat, mahasiswa yang mau berdemo fan tukang demo bisa kita jamin nilainya minimal B. Demo itu belajar bicara di depan umum, perlu mental dan menguasai persamalahan secara benar," jelasnya.

"Mahasiswa itu harus punya keberanian mendobrak tatanan yang mengekang sepanjang itu tidak melanggar hukum. Mahasiswa gak boleh takut terhadap larangan untuk berorganisasi. Kalau gak ya cari saja kampus yang iklim demokrasi nya bagus, jangan yang kayak sistem feodal yang semua ditentukan pemilik dan pengelola kampus." tambah Cak Ta'in. 

Terkait kasus dugaan penggelapan uang senilai Rp 11 miliar di Uniba, Cak Ta'in berharap pihak kepolisian membongkar secara tuntas. " Siapa pelaku utamanya dan siapa yang terlibat di dalamnya. Mahasiswa sudah membayar jangan jadi korban apalagi dikorbankan." tegasnya.

(***/alfred) 
Tags


Posting Komentar

[blogger]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.