Breaking News

BNNP Kepri Gelar Rapat Terbatas dengan LSM Berlian

Pimpinan DPP LSM Berlian saat Audensi di Ruang Rapat BNNP Kepri 
BATAM KEPRIAKTUAL.Com: Tim pengurus DPP LSM Berlian saat audensi ke Kantor Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepri, disambut baik oleh pimpinan BNNP Kepri, Brigjen Nixon Manurung beserta staf jajaranya, Selasa (17/10-2017).

"Tadinya mau saya sambut di ruangan saya pribadi, tetapi karena ada 10 orang, jadi kita disini saja, di ruang rapat," kata Nixon Manurung sambil mempersilahkan pengurus DPP LSM Berlian duduk.

Nixon Manurung mempertanyakan keabsahan dan legalitas LSM Berlian di Batam. Serta apa misi dan visi nya. Karena, terangnya, sekarang ini banyak kita saksikan LSM-LSM berdiri, terutama LSM Narkoba. "Tetapi kemudian, setelah fhoto bersama dengan pimpinan BNNP Kepri, dalam perjalananya kemudian melenceng, bahkan ada yang sampai jualan sticker dan minta jatah disana-sini," ujarnya.

Menyambut kata pembukaan pimpinan BNNP Kepri, Presiden DPP Berlian Akhmad Rosano menerangkan, keabsahan LSM Berlian sudah terdaftar di Kemenkumham. Serta struktur kepengurusan DPP LSM Berlian, dan AD/RT sudah ada. "Kantor DPP LSM Berlian ada di Glory View, Legenda, Kec. Batam Kota, Batam Center," kata Akhmad Rosano.

Lanjut Rosano, DPP LSM Berlian juga mempunyai agenda penting dalam pencegahan bahaya Narkoba. Dimana sekarang ini, para pemain (Bandar) Narkoba sudah menjalar sampai ke pedesaan, yang mengakibatkan anak-anak sekolah candu terhadap Narkoba.

"DPP LSM Berlian mempunyai program kegiatan, yaitu, selalu mensosialisasikan bahaya Narkoba kepada anak-anak sekolah, mulai dari tingkat SD, SMP, SMA bahkan sampai ke Mahasiswa. Itu kami lakukan setelah kami pengurus DPP LSM Berlian beraudensi kepada BNN Pusat, Presiden dan pejabat tinggi yang ada di pusat, untuk bisa bekerjasama dengan LSM Berlian," terangnya. 

Mendengar hal tersebut, Brigjen Nixon menyampaikan agar program tersebut diperjelas lagi untuk kedepannya. “Setahu saya, Pak Budi Waseso sangat selektif menerima LSM. Di depan saya sendiri saya pernah menyaksikan Pak Budi Waseso menolak kehadiran dua LSM yang akan beraudiensi," kata Nixon dihadapan pengurus DPP LSM Berlian.

Lebih jauh, Brigjen Nixon yang akan pensiun dalam masa dua tahun ke depan ini mengatakan, bahwa dirinya sekarang banyak membina informan-informan dari nelayan. Dan dana yang kami keluarkan cukup besar, sementara anggaran untuk hal tersebut sangat terbatas sama sekali. Akhirnya pintar pintarlah mensiasati, dengan cara membina nelayan untuk menjadi informan.

"Target utama kami adalah menangkap jaringan-jaringan orang luar mafia Narkoba," ungkapnya. 

Brigjen Nixon juga meminta, agar DPP LSM Berlian kedepannya juga mau bekerjasama dengan BNNP Kepri. Sekarang ini, lanjutnya, masuknya Narkoba di Kepri, Karimun lah yang menjadi sasaran, karena letaknya sangat berdekatan dengan Johor. "Mungkin bisa dibantu untuk pemantauan dan informasi Narkoba yang datang dari Malaysia," ujarnya.

Contohnya, kata Nixon, tempat peredaran Narkoba di Kampung Aceh, Mukakuning. Daerah tersebut dalam pantauan BNNP, dimana dalam setahun terakhir ini, 57 orang yang ditangkap di lokasi tersebut. Hasil tes urine, positif mengandung Narkoba. "Setelah tes urine, kemudian dilepaskan. Masyarakat langsung menuduh yang bukan-bukan, malahan bertanya, kenapa dilepaskan?. Kita dituduh sudah menerima duit, dan macam-macamlah. Sementara kita dalam rangka rehabilitasi," tuturnya.

Usai Berdiskusi, Agus Fajri, Humas DPP LSM Berlian menyambut baik usulan dari Brigjen Nixon Manurung. Kemudian pada kesempatan itu, Agus memberikan draf MoU yang sudah disiapkan sebagai bentuk usulan Kerjasama antara DPP LSM Berlian dengan BNNP. Berkas diterima dengan baik oleh Brigjen Nixon.


(Red/Kepriaktual.com)
Bagikan:
Baca juga