Breaking News

Raden Evy: Penyeludupan Narkoba dari Malaysia, 90 persen Melewati Pelabuhan Fery Batam Center

Kepala BKLI BC Batam Rade Evy Suhartantyo Saat Diwawancarai 
BATAM KEPRIAKTUAL.Com: Pelabuhan fery Internasional Batam Center menjadi tempat rawan penyeludupan Narkoba. Dimana kata Kepala Bidang Kepatuhan dan Layanan Informasi (BKLI) Pelayanan Utama Tipe B Bea dan Cukai (BC) Batam, Raden Evy Suhartantyo, hampir sekitar 90 persen narkoba yang berhasil ditangkap Costums Narcotic Team BC Batam berasal dari pengungkapan di pelabuhan resmi Batam Centre.  

"Sedangkan sisanya lewat Pelabuhan Harbourbay. Yaitu sebanyak dua kali," kata Evy seusai acara pisah sambut Kepala Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai Batam di Batu Ampar, Selasa, (29/8-2017).

Ia juga menerangkan, bahwa keberhasilan pengungkapan masuknya narkoba melalui para penumpang ferry dari Malaysia karena adanya kecurigaan atas gerak-gerik penumpang saat tiba di Pelabuhan Batam Centre. 

"Seperti tertangkapnya pelaku Donny Matano penumpang kapal MV Citra Indah  89 yang berasal dari Stulang Laut Malaysia menuju terminal ferry Batam Center Batam pada hari Minggu tgl 27 Agustus 2017, yang membawa narkoba jenis sabu berat 117 gram," katanya.

Kemudian, dia menuturkan, narkoba yang berhasil ditangkap Costums Narkotic Team BC Batam tersebut berasal dari Malaysia yang dibawa penumpang ferry melalui pelabuhan resmi dengan cara mengelabui petugas. Yang dimasukkan kedalam dubur.

"Pelabuhan Situlang Laut dan Pasir Gudang, Malaysia saat ini adalah salah satu jalur yang dijadikan penumpang ferry untuk menyelundupkan narkoba dengan tujuan Batam Centre, Pulau Batam. Padahal, terangnya, Costums Malaysia sendiri sudah banyak menangkap pelaku pengedar narkoba di negaranya. Tapi, tetap saja masih ada yang lolos masuk ke Batam dengan memanfaatkan kelengahan petugas Karenanya," ujarnya.

Untuk itu, dia menekankan penyeludupan narkoba, yang masuk ke Batam dari pelabuhan Malaysia, maka Bea dan Cukai Batam akan melakukan kerjasama dalam bentuk pertukaran informasi maupun patroli bersama melalui bilateral meeting. 

"Kita BC Batam akan melakukan kerjasama penukaran infirmasi. Karena ada indikasi barang masuk banyak dari Malaysia," tutupnya.

(Red/Kepriaktual.com)
Bagikan:
Baca juga