Tolak Penundaan Pemilu 2024, Aliansi Mahasiswa Batam Sambangi Pimpinan DPRD Batam

Ketua DPRD Kota Batam, Nuryanto didampingi Wakil Ketua III, Ahmad Surya dan angota Komisi I, Tan A Tie berfoto bersama Aliansi Mahasiswa Batam di Ruang Kerjanya.

BATAM|KEPRIAKTUAL.COM: Sejumlah mahasiswa yang tergabung didalam Aliansi Mahasiswa Kota Batam melakukan Audiensi dengan unsur Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam, Jumat (8/4/2022).

Ada tiga point penting yang menjadi dasar para mahasiswa tersebut untuk beraudiensi dengan pimpinan DPRD Batam, salah satu point pentingnya yakni terkait adanya rencana Penundaan Pelaksanaan Pemilihan Umum 2024, 

Pertemuan tersebut berlangsung dialogis yang dilaksanakan di ruang kerja Ketua DPRD Batam, Nuryanto. Hadir dalan kegiatan itu, Ketua DPRD Batam, Nuryanto, Wakil Ketua III DPRD Batam, Ahmad Surya, Sekretaris DPRD Batam, Aspawi Nangali dan Anggota Komisi I DPRD Batam, Tan A Tie. 

Sementara, dari pihak mahasiswa hadir perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari beberapa Perguruan Tinggi di kota Batam, diantaranya BEM Politeknik Negeri Batam, BEM Ibnu Sina dan lainnya.

Ketua DPRD Batam, Nuryanto menyambut baik atas kehadiran perwakilan mahasiswa se kota Batam, untuk beraudiensi dan berdiskusi terkait dengan isu nasional tentang penundaan Pemilu 2024 dan adanya rencana 3 periode jabatan Presiden dan Wakil Presiden RI.

Dia mengatakan, para mahasiswa tersebut menyampaikan tidak sependapat dan tidak setuju dengan rencana tersebut, hal itu dikarenakan bertentangan dengan konstitusional negara kita.

"Mereka minta supaya aspirasi yang mereka sampaikan ini bisa diteruskan kepada pemerintah pusat," ujar Nuryanto kepada media usai kegiatan.

Kemudian, point penting kedua yang disampaikan oleh Aliansi Mahasiswa Batam yakni terkait dengan kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM). Dan, point penting berikutnya tentang kelangkaan minyak goreng.

"Terkait minyak goreng langsung saya jawab, informasi dari Disperindag Batam mengatakan bahwasannya stok minyak goreng untuk kota Batam aman terkendali," imbuhnya

Lebih lanjut Nuryanto mengatakan, terkait aspirasi dari mahasiswa tentang kelangkaan BBM, dalam waktu dekat pihaknya akan membuat surat yang ditujukan kepada Koordinator Komisi II DPRD Batam, untuk secepatnya diadakan RDP dengan pihak-pihak terkait klarifikasi tentang kenaikan BBM.

"Tentang kenaikan BBM perlu adanya klarifikasi dari pihak-pihak terkait, sebelum kita bersikap," tegasnya.

Menyikapi aspirasi yang telah disampaikan oleh Aliansi Mahasiswa Batam itu, Politisi PDI Perjuangan Kota Batam dengan tegas mengatakan bahwasannya DPRD merupakan bagian daripada unsur pemerintahan daerah.

Hingga saat ini lanjutnya, pihaknya belum ada mendengar, belum ada perintah dan belum ada peraturan yang menyatakan Pemilu 2024 ditunda

"Kami diminta sikapnya. Karena DPRD bagian dari pemerintah tentunya kami akan tegak lurus melaksanakan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku saat ini," ucapnya.

Lanjutnya, Perundang-undangan kita ini kan memastikan bahwasannya Pemilu masih tetap berlanjut pelaksanaan di tahun 2024. Hingga saat ini belum ada aturan baru.

Hal itu dapat dibuktikan dengan adanya intruksi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang memerintahkan kepada seluruh partai-partai peserta Pemilu untuk mempersiapkan seluruh administrasi partainya maupun Sumber Daya Manusianya.

"KPU juga masih mengajukan anggaran untuk persiapan Pemilu di 2024," ungkapnya.

Masih menurut Nuryanto, DPRD pada dasarnya akan taat dan patuh kepada konstitusi, sebelum adanya perubahan-perubahan amandemen. 

"Sekali lagi saya tegaskan, DPRD Batam akan taat dan patuh terhadap perundang-undangan dan peraturan yang berlaku saat ini," pungkasnya.

Fay/Redaksi
Tags ,


Posting Komentar

[blogger]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.