Breaking News

Wakil Bupati Natuna Gelar Video Conference Tentang Stunting Anak 2020

Penandatanganan Berita Acara Rakor.
NATUNA KEPRIAKTUAL.COM: Wakil Bupati Natuna, Ngesti Yuni Suprapti menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) tentang stunting atau gizi buruk pada anak 2020. Rakor di Ruang Rapat Kantor BP3D Kabupaten Natuna, Jalan Batu Sisir Bukit Arai, Ranai, dilakukan Wakil Bupati secara video conference kepada para peserta yakni, Camat, Kepala Desa dan Kepala Puskesmas se-Kabupaten Natuna.

Dalam Sambutannya, Ngesti Yuni Suprapti memberikan pengertian kepada segenap peserta rembuk, bahwa Stunting merupakan suatu kondisi di mana anak mengalami masalah kurang gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak.

Sejauh ini katanya, Kabupaten Natuna termasuk dalam 100 Kabupaten/Kota yang mengalami masalah stunting, yakni pada tahun 2018 sebesar 20.05 persen, Tahun 2019, 17.08 persen dan tahun 2020, 13,51 persen.

Sedangkan saat ini yang menjadi salah satu fokus pemerintah adalah pencegahan masalah stunting, agar anak-anak Indonesia pada umumnya dan anak-anak Natuna khususnya dapat tumbuh sebagaimana mestinya, baik secara fisik, emosional dan sosial. Untuk dipersiapkan menjadi generasi yang memiliki kemampuan serta daya saing bagi menjawab tantangan zaman.

Untuk itu diharapkan, melalui kegiatan ini semua pihak dapat menyatukan persepsi dan komitmen serta mampu melakukan perencanaan koordinasi, evaluasi dan monitoring serta transportasi dan komunikasi dalam pencegahan dan penurunan masalah stunting di Kabupaten Natuna.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna, Urai Damahnita melaporkan bahwa berdasarkan Data Dinas Kesehatan pada Tahun 2019 dari 76 Desa/ Kelurahan yang ada, terdapat 32 Desa/Kelurahan berada di atas batasan WHO 2010, yaitu 20 persen. Dengan kata lain prevalensi Balita stunting cukup tinggi.

Untuk itu Kementerian Kesehatan saat ini menetapkan program dalam upaya perbaikan gizi secara menyeluruh dan terpadu. Di antaranya pemantauan pertumbuhan dan perekonomian, penyediaan air bersih dan sanitasi, pendidikan gizi masyarakat, imunisasi, pengendalian penyakit malaria, HIV/ AIDS, memberikan edukasi kesehatan seksual dan reproduksi serta gizi pada remaja, Jaminan Kesehatan Nasional, Jaminan Persalinan, Program Indonesia Sehat melalui pendekatan keluarga, Nusantara Sehat ( tenaga gizi dan tenaga promosi kesehatan serta tenaga kesehatan lingkungan).

Red
Bagikan:
Baca juga