Disdik Kepri Lakukan Pemerataan Guru Sekolah

Kepala Dinas Pendidikan Kepri, Arifin Nasir. (Fhoto-Net)
BATAM KEPRIAKTUAL.Com: Kepala Dinas Pendidikan Kepri, Arifin Nasir mengatakan, Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) akan melakukan pemerataan guru, dan pemerataan ini akan dimulai dari guru honorer.

"Mulai Januari dilakukan pemetaan. Misal SMAN 1 guru agama ada empat, dipindahkan dua. Tapi tak jauh juga pindahnya, masih di Batam," kata Arifin di Sekupang, sebagaimana yang dimuat di MCB. 

Selain itu, pemetaan juga dilakukan untuk mengembalikan tenaga pendidik ke bidang ilmunya. Saat ini, kata Arifin, tidak boleh lagi ada guru yang mengajar tak sesuai keilmuan.

"Tak boleh sarjana bahasa indonesia mengajar yang bukan bahasa indonesia. Itu nanti jadi temuan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan)," ujarnya.

Arifin mengatakan dari 1.682 guru di daerah, masih ada kurang dari 300 guru yang tidak sesuai jurusan pendidikan. Untuk guru tidak tetap yang tidak sesuai pendidikan atau tidak linier, dikembalikan ke sekolah.

"Jadi dia tidak dapat lagi dari APBD. Dan ini sudah berlaku di 2017," kata dia.

Dinas Pendidikan, menurut Arifin, menganggarkan Rp 53 miliar untuk guru honor. Terdiri dari Rp 34 miliar untuk guru Non Aparatur Sipil Negara, dan Rp 19 miliar untuk guru tidak tetap.

"Itupun kita masih kekurangan guru. Paling kurang di NAL (Natuna, Anambas, Lingga). Sangat terasa kekurangan guru. Di Natuna ada SMK kita, sangat kekurangan guru," tegasnya.

Ia mengaku sudah mengajukan ke Pemprov Kepri untuk penambahan guru honor. Dan di akhir Desember lalu sekitar 200 orang sudah memasukkan permohonan untuk menjadi guru honorer Pemprov Kepri.


Media Center Batam

[blogger]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.