Breaking News

Bright PLN Batam Cari Cara Menaikkan Tarif Listrik "Memadamkan Listrik Secara Bergulir"

Aktifis kota Batam, Jerry Makasau
BATAM KEPRIAKTUAL.Com: Setelah bergulirnya pemadaman arus listrik dalam minggu-minggu ini, dan pihak Bright PLN Batam mengatakan rugi dan bangkrut. Hingga akhirnya Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Nurdin Basirun menyepakati naiknya tarif listrik 15%.

Jerry Macan Bassau Makasau, aktivis Lembaga Pemantau Penyelenggara Negara Republik Indonesia Kepri (LPPNRI) mengatakan, disepakati Gubernur Kepri kenaikan tarif listrik. Berarti Gubernur tidak melihat kondisi perekonomian di Batam saat ini lesu, dan pengangguran pun banyak karena tidak ada lowongan kerja, akibat banyaknya perusahaan yang tutup.

"Harusnya Gubernur memerhatikan masyarakat, terlebih masyarakat Kota Batam. Ni malah tambah membuat susah, dengan kembali menaikkan tarif listrik. Padahal baru beberapa bulan lalu, pihak Bright PLN Batam baru menaikkan tarif listrik 45,4%, kemudian dinaikkan lagi 15%," kata Jerry, Sabtu (16/9-2017).

Jerry juga menyampaikan, pantas saja pihak Bright PLN Batam memadamkan listrik secara bergilir, supaya tarif listrik naik. "Setelah Gubernur Kepri setuju menaikkanya. Lihat saja, katanya, mana ada lagi pemadaman listrik. Jadi, Bright PLN Batam, bisa dibilang merampok uang masyarakat dengan cara halus, yaitu memadamkan listrik dengan berturut-turut dan menyatakan PLN rugi dan Bangkrut," ujarnya.

Ditambahkanya, Walikota Batam dimana? Kenapa tidak ada respon penolakan kenaikan tarif listrik. Ketika tahap pertama naik tarif listrik, masyarakat mengambil sikap, menuntut menolak kenaikan tarif listrik. Dan pada saat itu juga Walikota Batam menyatakan akan menyurati pemerintah provinsi dan Bright PLN Batam, untuk meninjau kembali naiknya tarif listrik.

"Sekarang Walikota Batam dimana, kenapa tidak ada penolakan ketika Pemerintah Provinsi (Pempov) Kepulauan Riau (Kepri) dan Bright PLN Batam serta bersama Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang telah meneken menyepakati kenaikan tarif listrik di gedung Graha Kepri, Jumat (15/9-2017)," kata Jerry.

"Gubernur Kepri juga telah membohongi masyarakat Kota Batam, dimana ketika itu dinaikkan tarif listrik 45,4%. Gubernur Kepri menyampaikan akan meninjau kembali tarif listrik. Ini justru menyepakati dan sudah menandatangani tarif listrik naik 15%. Sadis gaya Bright PLN Batam merampok uang rakyat, memadamkan listrik secara bergulir, trus menaikkanya," ujarnya kembali.


(Red) 

Bagikan:
Baca juga