![]() |
| Ketum Aliansi LSM Ormas Peduli Kepri, Ismail. |
BATAM|KEPRIAKTUAL.COM: Penindakan oleh Bareskrim Polri di beberapa Tempat Hiburan Malam (THM) dan permainan ketangkasan di Kota Batam patut didukung. Namun, tetapi dampaknya investasi dan pengangguran makin bertambah.
Karena itu, Ismail Ratusimbangan Ketum Aliansi LSM ORMAS Peduli Kepri mengatakan, dirinya bisa meminta Mabes Polri bertanggung jawab mencari solusi untuk peluang kerja di Batam.
"Saya lihat ada sesuatu yang tidak beres dalam penindakan Mabes Polri, yang diduga kuat ada sponsor khususnya penindakan judi," ujarnya, Rabu (19/8-2026).
Sebab pada saat kejadian, kata Ismail, saat di TKP, penggerebekan Jackpot Nagoya Game Zone di Nagoya, kenapa hanya satu lokasi itu saja yang digerebek. Sementara dilokasi itu ada beberapa titik yang masih beroperasi kasinonya dan Jackpot, tidak tersentuh.
"Kan jadi suatu tanda tanya, dan ada apa?. Kenapa hanya lokasi itu aja yang digerebek, disebelahnya sama sekali tidak tersentuh. Bagi saya tidak ada masalah, tetapi menyangkut pengangguran di Batam yang menjadi perhatian kita semua," ungkapnya.
Lanjut Ismail, apalagi pernyataan Wakil KABAGRESKRIM Irjen pol Nunung Syaifudin, mengatakan jacpot judi, jika judi kenapa pada saat penindakan semua jacpot disekitar tidak disentuh. Dan dikatakannya pula, jacpot 'judi' harus di buktikan dulu di pengadilan, namun jika Kasino ya pasti judi.
"Pemberantasan dan penegakan hukum, seperti tempat hiburan malam yang ada narkoba dan perjudian nya kita dukung, tetapi jangan sampai tebang pilih. Karena dampaknya luas bagi dunia usaha, terutama menyangkut pengangguran," tuturnya.
Ismail mengatakan, kenapa ia sampaikan dugaan kuat ada sponsor nya, disamping ada beberapa orang telpon mengatakan tim Mabes Polri sebelum penindakan Jekpot Nagoya Game Zone, mereka duduk bersama seorang pengusaha.
"Pada saat itu saya perhatikan kendaraan yang mereka pakai semua mobil mewah jenis baru dan warnanya hitam semua seperti show Room berjejer. Dan ini semua sedang kita kumpulkan data dan informasi, akan kita uji sejauh mana akurat, untuk sebagai bahan Rapat Dengar Pendapat ( RDP ) ke DPR RI," ungkapnya.
Saat kejadian, kata Ismail, ia berada dilokasi dan melihat semua saat itu. Maka dirinya sangat peka terhadap hal - hal disekitar kejadian, apalagi jika kita petakan kronologinya.
Menyangkut Tenaga kerja yang bekerja di jacpot akibat tutup, dengan sendirinya menganggur ribuan orang, jika satu orang menghidupi keluarga berapa orang yang berpotensi kurang makan, ini sangat berbahaya bagi kehidupan sosial di Kota Batam yang tidak ada sumber daya alam nya.
Terlebih, jacpot atau Gelanggar permainan yang ada di Kota Batam, ijin nya dikeluarkan pemerintah, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Kepri. Dan faktanya, setiap Polisi melakukan penindakan ditempat Gelanggang Permainan (Gelper) atau Jacpot mengatakan bahwa ijin usaha lengkap dan tidak ada bentuk perjudian.
"Jika ada dukungan dari masyarakat Batam menyangkut tenaga kerja, masalah jekpot ini. Saya siap membawa masalah ini untuk Rapat Dengar Pendapat ( RDP ) kepada DPR RI, agar bisa mengundang Kapolda, mengundang Pemko Batam dan Mabes polri, kita akan buka - buka biar terang masalah jekpot ini. Karena disamping investasi dan tenaga kerja, ribuan orang yang bekerja," ungkapnya mengakhiri.
Redaksi



Posting Komentar