![]() |
| Foto Bersama. |
KARIMUN|KEPRIAKTUAL.COM: Kepala Desa Tebias menghadiri kegiatan Pengajian dalam rangka Peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW yang di selenggarakan di Masjid Almujahidin Desa Tebias Kecamatan Belat Kabupaten Karimun, pada Rabu (21/1/2026).
Kegiatan keagamaan ini berlangsung dengan khidmat dan dihadiri oleh KUA Belat K.H, Muhkrizal S.Ag, tokoh agama, tokoh masyarakat, perangkat desa, serta masyarakat Desa di wilayah sekitarnya.
Pengajian Isra Mi'raj ini menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, sekaligus meneladani perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW dalam peristiwa Isra Mi'raj. Acara diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, sholawat, tausiyah keagamaan, serta doa bersama untuk keselamatan dan kemajuan Desa
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa Tebias Nazaruddin menyampaikan apresiasi kepada panitia dan pengurus Masjid Almujahidin atas terselenggaranya kegiatan pengajian yang penuh makna ini.
"Saya menegaskan bahwa kegiatan keagamaan seperti pengajian Isra Mi'raj tidak hanya memperkuat ukhuwah islamiyah, tetapi juga menjadi sarana mempererat tali persaudaraan dan kebersamaan antar warga desa," ujarnya.
Lebih lanjut, Kepala Desa Tebias juga menyampaikan pesan kepada masyarakat agar senantiasa mendukung dan berperan aktif dalam penguatan lembaga ekonomi desa. Beliau mengajak warga untuk bersama-sama mendukung segala program pemerintah Desa Tebias termasuk juga keberadaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) serta Koperasi Merah Putih sebagai pilar penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat khususnya masyarakat Desa tebias yang kita cintai.
Di tempat yang sama K.H, Muhkrizal S.Ag Dalam Tausiyah nya menjelaskan tentang Isra Mi‘raj yang merupakan salah satu peristiwa paling monumental dalam sejarah Islam. Peristiwa ini bukan sekadar kisah perjalanan Rasulullah dari bumi ke langit, melainkan mengandung pesan mendalam tentang hubungan antara hamba dan Tuhannya.
"Mari kita ingat kembali kisah Isra Mi‘raj, yang dari sinilah umat Islam menerima hadiah terbesar berupa kewajiban shalat, yang hingga kini menjadi fondasi utama dikehidupan spiritual seorang muslim. Peristiwa Isra Mi‘raj terjadi pada masa yang sangat berat bagi Rasulullah yakni pada periode yang dikenal sebagai ‘Amul Huzn atau Tahun Kesedihan," ujarnya.
Pada masa ini, Rasulullah kehilangan dua sosok yang paling mendukung perjuangan dakwahnya, yaitu Khadijah binti Khuwailid dan Abu Thalib. Selain itu, penolakan keras yang beliau terima di Thaif semakin memperdalam luka batin Rasulullah. Dalam kondisi penuh kesedihan itulah, Allah memperjalankan hamba-Nya dalam sebuah perjalanan agung sebagai bentuk penghiburan, penguatan, dan pemuliaan.
"Saya meminta kepada seluruh masayarakat terutama bagi umat yang beragama islam untuk dapat mahami kandungan di dalam Alqur'an dan semoga kisah Rasulullah SAW yang disampaikan tadi menjadi pedoman bagi kita semua," tutur K.H, Muhkrizal S.Ag mengahirinya.
(A.Yahya)



Posting Komentar