Kunjungi Natuna Menkopolhukam dan Mendagri Belanja Masalah

Menkopolhukam Memberi Kata Sambutan. 

NATUNA KEPRIAKTUAL.COM: Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) melakukan kunjungan ke Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Selasa (23/11).

Menginjakan kaki di Natuna, rombongan Menkopolhukam dan Mendagri lansung melakukan peninjauan kegiatan vaksinasi Covid-19 di Gedung Sri Srindit Ranai. Kemudian dua Menteri kabinet Presiden Joko Widodo itu melakukan rapat terbatas tentang percepatan pembangunan Batas Wilayah Negara dan Kawasan Perbatasan, serta meningkatkan prasarana pertahanan dan keamanan di PPKT.

Dalam sesi konferensi Pers, Mendagri Tito Karnavian mengatakan, kedatangannya yang juga secara ex-officio menjabat sebagai Kepala BNPP, bersama Menkopolhukam untuk belanja masalah di daerah.

"Nah ini kehadiran kita belanja masalah, melihat kondisi lapangan. Setelah kembali ke Jakarta, kami akan follow up dengan rapat bersama kementerian dan lembaga terkait," ujar Tito.

Tito juga mengaku telah mendengarkan problem dari TNI-Polri yang bertugas di perbatasan, seperti masalah alutsista yang relatif usianya sudah tua, dan operasional.

"Dengan Pemda kita juga belanja masalah, kita udah tau yang utama atau urgen seperti listrik, air, pengembangan perikanan atau industri perikanan yang memang sangat potensial," ungkapnya. 

Terkait permasalahan perbatasan di Natuna, Mendagri juga menegaskan Pemerintah Indonesia tidak ingin ada sejengkal pun batas negara yang lepas seperti Pulau Sipadan dan Ligitan.

"Maka ada yang belum selesai seperti perbatasan Malaysia bagian darat, Timor Leste dan khususnya Natuna ada masalah overlaping ada claiming dari Vietnam yang menurut mereka ZEE nya masuk ke wilayah kita, kedua Tiongkok juga mengklaim dengan yang mereka sebut sebagai fishing ground tradisionalnya atau dikenal Nine Dash Line, kita tidak mengakui itu, kita perlu memperkuat batas claiming kita, kedaulatan kita," tegas Tito.

Adapun caranya, lanjut eks Kapolri ini, yakni dengan tradisional instrumen atau kehadiran militer, dan memperkuat instrumen non tradisional non militer, yakni pengembangan wilayah dan penguatan ekonomi.

"Kita tau nanti ada PLBN di Serasan, ini juga sudah dibangun, tugas BNPP mengoperasionalkannya dan BNPP mengkoordinasikan dengan banyak stakeholder, dan kita memperkuat percepatan pembangunan di perbatasan termasuk Natuna dan pulau terluar," jelasnya.

Sementara itu, Menkopolhukam Mahfud MD, mengutarakan apresiasinya kepada Pemerintah Provinsi Kepri dan Kabupaten Natuna atas capaian vaksinasi Covid-19, yang melampau target dari Pemerintah Pusat.

"Soal vaksinasi saya apresiasi Pemprov Kepri dan Natuna yang berdasar hasil data kami peroleh dan hasil pantauan vaksinasi di lapangan berjalan dengan sangat memuaskan, karena sudah melampaui target akhir tahun, tadi vaksinasi tahap 1 sudah 90 sampai 92 persen, dosis 2 sudah 86 persen, sementara target kita nasional 70 persen, itu sudah sangat bagus," ucap Mahfud MD.

Dalam Konferensi Pers di Kantor Bupati Natuna, Menkopolhukam dan Mendagri juga didampingi Gubernur Kepri dan Bupati Natuna. 

(IK)
Tags


Posting Komentar

[blogger]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.