Peringatan HSN ke-7 Dinas Dayah Galus Akan Menggelar Sejumlah Kegiatan

Foto Bersama Hari Peringatan Hari Santri Nasional. 

GALUS KEPRIAKTUAL.COM: Penetapan Hari Santri Nasional (HSN) yang jatuh pada Tanggal 22 Oktober, adalah bukti pengakuan dan penghormatan Negara atas jasa para Ulama dan Santri dalam perjuangan dan mengawal serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Hal tersebut di ungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Gayo Lues Ir, H. Rasidin Porang bertempat di halaman Gedung Balai, Jumat (22/10/2021) lalu. 

Sekda menyampaikan, peringatan Hari Santri Nasional yang ke 7 Tahun 2021 ini mengangkat tema "Santri Sehat Indonesia Kuat serta Santri Siaga Jiwa Raga". Artinya, dalam kondisi pandemi para Santri dan santriwati di tuntut untuk meningkatkan kualitas prilaku hidup bersih penyebaran dan penularan Covid 19.

"Jadikan pola hidup bersih dan sehat sebagai suatu kebiasaan dan kebutuhan yang harus dilakukan di lingkungan Pondok Pesantren untuk mencegah penyebaran penyakit sekaligus memberikan teladan yang baik bagi masyarakat untuk menjaga pola hidup sehat," kata Sekda. 

Selain itu, Sekda berharap kegiatan ini berlangsung dengan meriah, lancar dan jangan lupa tetap melaksanakan Protokol Kesehatan (Prokes). Peringatan Hari Santri Nasional ini di ikuti sekitar 22 Pondok Pesantren se-Kabupaten Gayo Lues. 

Kemudian, selain peringatan HSN ke-7 Tahun 2021 ini juga dihadiri oleh Waka Polres Gayo Lues, Ketua Pengadilan Negeri, Kepala Kandepag, Kepala Badan Dayah, serta undangan lainya ikut serta hanyut dalam lantunan ayat-ayat Al-Quran yang dibacakan oleh adik dari PAUD Tafidz Desa Pining yang masih berumur 6 Tahun luar biasa pasihnya menghafal ayat-ayat Al-Quran sehingga hadirin dibuat hingga tercengang atas penampilan adik umur 6 Tahun tersebut. 

Pada kesempatan yang sama, Kabid Santri Badan Dayah Gayo Lues Sahali, Spd menjelaskan, dalam rangka memeriahkan Hari Santri Nasional yang ke 7 ini, pihaknya akan menggelar sejumlah kegiatan diantaranya, Seperti Carnaval atraksi Silat, dan kegiatan lainnya.

"Kegiatan ini juga di ikuti 22 Pondok Pesantren dalam kegiatan tersebut. Selain itu, kita juga berharap para Santri dan Santri wati agar dapat menjadi motor penggerak bagi Negeri Seribu Hafidz ini, semoga dapat tercipta seribu Hafidz di Negeri ini. Sesuai dengan Visi Misi Bupati dan Wakil Bupati Galus," kata Sahali. 

Sementara Pemilik Yayasan Pendidikan Tafidz Al - Quran Bunaya Nurhayati Sahali melaporkan, bahwa anak anak yang tampil tadi bisa menghapal ayat-ayat Alquran, termasuk surat An-Naba dengan hanya belajar selama 20 hari.

“Anak-anak ini adalah contoh generasi penerus kita, semoga kita memang dapat mencapai visi dan misi Bupati Gayo Lues untuk menjadikan negeri kita ini menjadi negeri Seribu Hafizh. Mengenai tenaga pengajar di PAUD Tafidz Bunaya Pining ini berasal dari berbagai daerah.“Bahkan ada salah satu tenaga pengajar kita berasal dari Solo,” tutur Nurhayati mengakhiri. (MK)
Tags


Posting Komentar

[blogger]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.