STOP Pembongkaran Pasar Induk Jodoh, Yusril Koto: Harusnya Pemko Batam Fokus Keselamatan Jiwa Masyarakat di Masa Covid-19

Situasi Pembongkaran Pasar Induk Jodoh. 

BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Disaat PPKM diterapkan di Kota Batam. Pemerintah Kota Batam harusnya menyetop pembongkaran kios, bukan malah melakukan pembongkaran kios di pasar Induk Jodoh hingga mengakibatkan kerumunan. Dan pemerintah Batam harusnya memikirkan nasib masyarakat di jaman Covid-19 ini, Senin (26/7-2021).

Yusril Koto mengatakan, pedagang kecil terlihat sangat miris, bahwa adanya pembongkaran kios pedagang di pasar Induk Jodoh di masa pademik Covid-19, dan pemberlakuan PPKM Darurat. Padahal, masyarakat sekarang ini sangat sulit mencari nafkah untuk hidup sehari-hari.

"Walikota Batam, Rudi diminta STOP pembongkaran Pasar Induk Jodoh dan fokus pada penanggulangan Covid-19 dalam upaya keselamatan jiwa masyarakat Batam," kata Yusril. 

Dirinya juga meminta juga, Walikota Batam untuk mengevaluasi kinerja Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisisperindag) dan Kepala Bidang (Kabid) Pasar Kota Batam. Ia menilai tidak beres mengurus Pasar Rakyat Pemko Batam, antara lain:

  1. Pasar Rakyat Makmur Serumpun tipe C berskala nasional di Tanjung Piayu dibangun tahun 2018 dengan dana APBN Rp 6 miliyar, 
  2. Pasar Rakyat Tipe D di Tanjung Uncang dibangun tahun 2019 dengan dana APBN Rp 4 miliyar
  3. Pasar Rakyat Wan Sri Beni tipe D dibangun "ditengah hutan" Tanjung Riau, Sekupang tahun 2020 dengan dana APBN Rp 4 miliyar
  4. Pasar Rakyat Seroja Sagulung dibangun tahun 2006.

"Miris, Pasar Rakyat Pemko Batam itu digadang-gadangkan oleh Disperindag Batam menjadi destinasi  wisata di Batam. Namun faktanya terkesan angker serta mubajir dan terlantar," ungkapnya.

Yusril Koto berharap, Kementerian Peridustrian dan Perdagangan (Kemenperindag) meninjau ke-3 kondisi pasar rakyat dibangun dengan total jumlah dana APBN sebesar Rp 14 miliyar.  Sehingga dengan melihat kerja tidak beres Disperindag Batam dalam mengelola pasar rakyat, menjadi pertimbangan pengucuran dana APBN oleh Kemenperindag diperkirakan sebesar Rp200 miliyar.

"Untuk pembangunan Pasar Induk Jodoh tidak dijadikan "bancaan" oleh oknum pejabat bermental korup untuk memperkaya diri," tutur Yusril.


Alfred
Tags


Posting Komentar

[blogger]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.