Breaking News

Ratusan Mahasiswa Kota Batam Unjuk Rasa Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja

Aksi Demo Ratusan Mahasiswa Kota Batam. 

BATAM KEPRIAKTUAL.COM: Ratusan mahasiswa Kota Batam, BEM Politeknik Negeri Batam dan Sekolah Tinggi Teknik Ibnu Sina Batam (STT ibnu Sina) Batam gelar aksi demo menolak undang-undang Omnibus Law yang baru saja disahkan, Selasa (5/10/2020) lalu, memanas.

Aksi demo tersebut tertahan di lapangan Welcome To Batam (WTB) karena dihadang oleh aparat kepolisian yang berjaga. Akibat dihalangi dan ditahan aparat kepolisian, massa yang sudah geram, memaksa menerobos barisan penjagaan. Akhirnya aksi pun terjadi baku dorong, hingga tak terhindarkan. Bahkan, adu jotos pun sempat terjadi. Beruntung tidak ada korban.

Menenangkan emosi massa pendemo, Kapolresta Barelang, AKBP Yos Guntur pun langsung turun ke lokasi dan menenangkan mahasiswa yang memaksa melakukan longmarch menuju gedung DPRD Kota Batam.

Yos Guntur mengatakan, polisi berada di sini untuk mengawal mahasiswa dalam menyampaikan aspirasinya melalui aksi saat ini. Ia berpesan, keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi.

"Saya berpesan, keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi bagi kami," ujarnya saat menemui mahasiswa.

Kemudian ia meminta, aksi bisa berjalan dengan damai, dimana mengingat kondisi saat ini masih dalam pandemi Covid-19. Apalagi di Kota Batam sendiri sudah tercatat ada lebih dari 1.700 pasien yang terkonfirmasi positif.

"Jagalah jarak jangan sampai ada cluster baru dari aksi demo ini. Saya juga meminta mahasiswa tidak terprovokasi sehingga melakukan aksi anarkis. Silahkan rekan-rekan bisa menyampaikan aspirasi karena Ketua DPRD Batam, Nuryanto sudah hadir," ungkap Yos. 

Namun walau pun sudah ditemui Kapolresta, perwakilan mahasiswa tetap bersih kukuh meminta agar dibukakan jalan agar mereka bisa menyampaikan aksi unjuk rasa di depan DPRD Batam. Karena gedung DPRD Batam adalah gedung rakyat. 

"Kami ingin menyampaikan aspirasi kami di depan gedung DPRD Kota Batam. Itu adalah gedung rakyat, dan setelah kami sampaikan tuntutan kami, kami akan bubar dengan damai," ujar para mahasiswa yang tertahan di lapangan Welcome To Batam (WTB).



Redaksi

Bagikan:
Baca juga